Mahasiswa KKN UNUSIDA Sukses Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring, Ciptakan Peluang Usaha bagi Santri Ponpes Nurul Ikhlas 1

Mahasiswa KKN UNUSIDA Sukses Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring, Ciptakan Peluang Usaha bagi Santri Ponpes Nurul Ikhlas

SIDOARJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Kelompok Pondok Pesantren Nurul Ikhlas menggelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (2/8/2026) pukul 13.00 WIB di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Sepande, ini menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat dalam rangkaian KKN UNUSIDA Berdaya 2026.

Mengusung tema “Meningkatkan keterampilan, menciptakan peluang usaha. Dari pelatihan menjadi peluang penghasilan,” kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri dan memberikan nilai ekonomi bagi pondok pesantren maupun masyarakat sekitar.

Pelatihan secara resmi dibuka dan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNUSIDA, Afifatus Sholikhah, S.M., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang tidak hanya memberikan edukasi tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Afifatus Sholikhah mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan program pemberdayaan sesuai kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keterampilan membuat produk kebutuhan rumah tangga seperti sabun cuci piring memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha mikro yang berkelanjutan.

“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi awal lahirnya usaha produktif di lingkungan pondok pesantren. Dengan keterampilan yang dimiliki, santri dapat menghasilkan produk yang bermanfaat untuk kebutuhan internal pondok maupun dipasarkan kepada masyarakat sehingga memberikan nilai tambah secara ekonomi,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan M. Jeffri Aprilianto sebagai narasumber yang membagikan pengetahuan mengenai proses pembuatan sabun cuci piring cair, mulai dari pengenalan bahan baku, teknik pencampuran, proses pengadukan, hingga pengemasan produk agar memiliki kualitas yang baik dan layak dipasarkan.

Dalam pemaparannya, Jeffri menjelaskan bahwa sabun cuci piring merupakan salah satu produk rumah tangga dengan tingkat kebutuhan yang tinggi sehingga memiliki prospek usaha yang menjanjikan. Selain modal produksinya relatif terjangkau, proses pembuatannya juga cukup sederhana sehingga dapat dipraktikkan oleh masyarakat maupun santri yang ingin memulai usaha skala rumahan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasaran. Menurutnya, kualitas tidak hanya ditentukan dari kemampuan membersihkan peralatan makan, tetapi juga dipengaruhi oleh komposisi bahan, tingkat kekentalan, aroma, serta kemasan yang menarik sehingga memiliki daya jual yang lebih tinggi.

Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan sabun cuci piring. Dalam sesi ini, narasumber mendampingi peserta mulai dari proses penimbangan bahan, pencampuran formula, pengadukan hingga menghasilkan sabun yang siap digunakan. Pendekatan praktik tersebut membuat peserta lebih mudah memahami setiap tahapan produksi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk mencoba membuat produk secara mandiri.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik produksi, cara memperoleh bahan baku, strategi menjaga kualitas produk, hingga peluang pemasaran yang dapat dilakukan baik secara langsung maupun melalui platform digital.

Kegiatan dipandu oleh Nazahah Mudhiah sebagai moderator yang mengarahkan jalannya diskusi sehingga berlangsung komunikatif dan penuh semangat. Berbagai pengalaman yang dibagikan narasumber memberikan motivasi kepada peserta bahwa usaha dapat dimulai dari produk sederhana selama dikelola dengan baik dan memiliki kualitas yang terjaga.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN UNUSIDA berharap keterampilan yang diberikan mampu menjadi bekal bagi para santri untuk mengembangkan usaha berbasis kebutuhan sehari-hari. Produk sabun cuci piring yang dihasilkan bahkan dapat dimanfaatkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan operasional pondok pesantren sehingga mengurangi biaya pengeluaran sekaligus menjadi media pembelajaran kewirausahaan.

Ke depan, apabila produksi dilakukan secara berkelanjutan dengan standar kualitas yang baik, produk tersebut berpotensi dipasarkan kepada masyarakat sekitar sebagai salah satu produk unggulan hasil karya santri. Bahkan, mahasiswa KKN turut mendorong lahirnya identitas merek lokal yang dapat memperkuat daya saing produk sekaligus menjadi kebanggaan Pondok Pesantren Nurul Ikhlas.

Program pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen KKN UNUSIDA Berdaya 2026 dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Mahasiswa berupaya mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat terus dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan semangat berwirausaha kepada para santri. Mereka diajak untuk melihat kebutuhan sehari-hari sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan melalui inovasi, kreativitas, dan pengelolaan yang baik. Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi pengguna produk, tetapi juga mampu menjadi produsen yang menghasilkan produk berkualitas dan bernilai jual.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, narasumber, dan pihak Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis pesantren. Semangat pemberdayaan yang diusung KKN UNUSIDA diharapkan mampu melahirkan lebih banyak inovasi dan usaha produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis komunitas.

Disiplin Salat Berjamaah, Kunci Membangun Etos Kerja dan Keberkahan Hidup 2

Disiplin Salat Berjamaah, Kunci Membangun Etos Kerja dan Keberkahan Hidup

SIDOARJO – Salat berjamaah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah bagi setiap muslim, tetapi juga merupakan sarana efektif dalam membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki etos kerja yang baik. Nilai-nilai tersebut menjadi pokok pembahasan dalam Kajian Amaliyah Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Masjid KH. Hasyim Asy’ari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).

Kajian yang diikuti oleh sivitas akademika serta jamaah dari lingkungan sekitar ini mengangkat pentingnya menjadikan salat berjamaah sebagai budaya hidup. Dalam perspektif Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, ibadah tidak hanya dipahami sebagai hubungan vertikal antara manusia dengan Allah SWT, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap pembentukan akhlak, profesionalisme, dan kehidupan sosial.

Pada kesempatan tersebut, pemateri membagikan sebuah pengalaman inspiratif ketika menghadiri acara bedah buku di Kota Surabaya. Saat seluruh panitia tengah sibuk melakukan persiapan menjelang dimulainya acara, waktu salat Asar tiba. Alih-alih meneruskan pekerjaan hingga acara dimulai, panitia justru menghentikan seluruh aktivitas dan mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan salat Asar berjamaah terlebih dahulu.

Pengalaman sederhana tersebut memberikan pelajaran mendalam bahwa sebesar apa pun tanggung jawab pekerjaan, kewajiban kepada Allah SWT tetap harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Ketika manusia mampu mendahulukan panggilan Allah, maka setiap aktivitas yang dikerjakan setelahnya akan memperoleh keberkahan dan kemudahan.

“Di atas etos kerja, kedisiplinan, dan profesionalisme, ada Allah SWT yang harus selalu didahulukan. Salat berjamaah menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas dunia harus tetap berorientasi pada ibadah,” ungkap pemateri.

Menurutnya, banyak orang beranggapan bahwa kesuksesan hanya ditentukan oleh kerja keras, kecerdasan, atau strategi yang matang. Padahal, sebagai seorang muslim, seluruh ikhtiar tersebut harus dilandasi dengan ketaatan kepada Allah SWT. Salat berjamaah menjadi simbol bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari capaian duniawi, tetapi juga dari sejauh mana seseorang mampu menjaga hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Kajian tersebut juga menekankan bahwa salat berjamaah memiliki peran penting dalam membentuk karakter disiplin. Lima kali sehari, umat Islam diajak untuk menghentikan segala aktivitas ketika azan berkumandang. Panggilan itu mengajarkan bahwa setiap pekerjaan memiliki batas, sedangkan kewajiban kepada Allah tidak boleh diabaikan.

Di dalam saf salat, seluruh jamaah berdiri sejajar tanpa membedakan jabatan, profesi, status sosial, maupun latar belakang ekonomi. Seorang pimpinan dapat berdampingan dengan karyawan, dosen berdiri bersama mahasiswa, dan tokoh masyarakat berada dalam saf yang sama dengan masyarakat biasa. Kesetaraan tersebut menjadi pelajaran bahwa di hadapan Allah SWT, yang membedakan manusia hanyalah ketakwaannya.

Nilai inilah yang kemudian melahirkan sikap rendah hati, saling menghargai, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Salat berjamaah tidak hanya mempererat hubungan manusia dengan Allah (hablum minallah), tetapi juga memperkuat hubungan antarsesama manusia (hablum minannas). Melalui pertemuan rutin di masjid, jamaah dapat saling mengenal, bersilaturahmi, berbagi kabar, hingga membangun kepedulian sosial terhadap sesama.

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, masjid bukan sekadar tempat melaksanakan salat, melainkan juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan. Oleh karena itu, membiasakan salat berjamaah berarti turut menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat peradaban Islam yang penuh rahmat dan kasih sayang.

Pemateri juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan, ibadah, dan keluarga. Menurutnya, manusia sering kali terlalu fokus mengejar target pekerjaan hingga melupakan hak keluarga maupun kebutuhan spiritualnya. Padahal, keduanya merupakan amanah yang harus dijaga secara seimbang.

Salat Asar, misalnya, menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa setelah menyelesaikan berbagai urusan pekerjaan, seseorang perlu kembali kepada keluarganya. Kehangatan keluarga merupakan salah satu nikmat terbesar yang harus disyukuri sekaligus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Dalam kajian tersebut juga disampaikan kisah menarik mengenai pandangan masyarakat non-Muslim terhadap kebiasaan umat Islam menjalankan salat. Salah satu pengalaman yang dibagikan adalah adanya masyarakat non-Muslim yang mengaku kagum terhadap kedisiplinan umat Islam dalam menjaga waktu salat. Bahkan, ada yang menyampaikan bahwa suara azan Subuh dari masjid justru membantunya bangun pagi untuk memulai aktivitas.

Pengalaman tersebut menjadi refleksi bahwa syiar Islam sesungguhnya memiliki nilai positif yang dapat dirasakan oleh siapa saja. Apa yang sering dianggap biasa oleh umat Islam ternyata mampu menghadirkan kesan mendalam bagi orang lain. Oleh sebab itu, umat Islam diajak untuk semakin mencintai identitas keislamannya dan menjaga pelaksanaan ibadah dengan penuh kesungguhan.

Menutup kajian, pemateri mengajak seluruh jamaah untuk membiasakan salat berjamaah sebagai bagian dari gaya hidup seorang muslim. Kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten akan membentuk pribadi yang disiplin, amanah, bertanggung jawab, serta memiliki etos kerja tinggi yang berlandaskan keimanan.

Melalui Kajian Amaliyah NU, UNUSIDA terus berupaya menghadirkan ruang pembinaan spiritual bagi sivitas akademika agar nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat ibadah diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, kuat secara spiritual, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Dengan demikian, setiap aktivitas, baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat, tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian duniawi, melainkan juga menjadi amal saleh yang menghadirkan keberkahan. Inilah esensi Amaliyah NU, yakni membentuk pribadi muslim yang profesional, amanah, mencintai keluarga, menjaga ukhuwah, dan senantiasa menempatkan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap langkah kehidupan.

Suasana pembukaan Workshop INACOM IoT Series 2026 Hima Informatika UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Informatika UNUSIDA Gelar INACOM IoT Series 2026, Ajak Generasi Muda Bangun Smart System

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa (HIMA) Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Workshop INACOM IoT Series 2026 bertema “Misi Otomasi: Bangun Smart System dengan Tanganmu Sendiri” di Hall Lantai 5 Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur Sidoarjo, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini terselenggara bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo dengan menghadirkan praktisi Diam Pratiwi, S.T. dan Firstanta Winawan Khansa R., S.T. sebagai narasumber.

Workshop ini diikuti oleh peserta dari berbagai SMA, SMK, MA, mahasiswa UNUSIDA, hingga mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai konsep Internet of Things (IoT) sekaligus praktik langsung membangun sistem otomatisasi menggunakan perangkat yang telah disiapkan oleh panitia.

Ketua HIMA Informatika UNUSIDA, M. Satrio Rahmatullah dalam sambutannya mengatakan bahwa perkembangan teknologi otomasi dan Internet of Things kini bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi kebutuhan di berbagai sektor kehidupan. Melalui kolaborasi dengan BPVP Sidoarjo, HIMA Informatika ingin menghadirkan ruang belajar yang mampu menjembatani teori dengan praktik.

“Pemahaman tentang Internet of Things bukan lagi sekadar sesuatu yang menarik untuk dipelajari, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan wadah agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu membangun sistem cerdas yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPVP Sidoarjo, para narasumber, panitia, dan seluruh peserta yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan belajar bersama praktisi harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi digital.

Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika UNUSIDA, Mochammad Machlul Alamin, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan agenda tahunan HIMA Informatika yang setiap tahun mengangkat tema berbeda sesuai perkembangan teknologi.

“Workshop ini merupakan program tahunan HIMA Informatika. Tahun-tahun sebelumnya kami mengangkat tema digital marketing, pembuatan website, hingga artificial intelligence (AI). Tahun ini kami fokus pada Internet of Things agar peserta memiliki pengalaman baru dalam bidang otomasi dan sistem cerdas,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang berasal dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Informatika UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kompetensi generasi muda di bidang teknologi informasi.

Tidak hanya mendapatkan materi teori, peserta juga diajak melakukan praktik langsung menggunakan perangkat IoT di bawah pendampingan para instruktur dari BPVP Sidoarjo. Selama sesi praktik, peserta diberi kesempatan untuk mencoba merancang sistem otomatisasi sederhana sekaligus berdiskusi mengenai berbagai kendala teknis yang ditemui.

“Kami berharap setelah mengikuti workshop ini, peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di sekolah, kampus, maupun lingkungan masing-masing sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata,” tambahnya.

Pihaknya terus mendorong UNUSIDA sebagai kampus yang terus mendorong inovasi dan pengembangan kompetensi digital. Ia mengajak para peserta, khususnya siswa SMA, SMK, dan MA, untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Informatika UNUSIDA dan menjadi bagian dari keluarga besar kampus Nahdlatul Ulama tersebut.

“Semoga melalui Workshop INACOM IoT Series 2026 mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami konsep teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam mengembangkan sistem cerdas berbasis Internet of Things sebagai bekal menghadapi kebutuhan industri dan transformasi digital di masa depan,” pungkasnya.

HMTI UNUSIDA Sukses Gelar Webinar Nasional ERP, Bekali Peserta Hadapi Transformasi Digital Bisnis 3

HMTI UNUSIDA Sukses Gelar Webinar Nasional ERP, Bekali Peserta Hadapi Transformasi Digital Bisnis

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Enterprise Resource Planning: Fondasi Digital untuk Efisiensi dan Integritas Bisnis” pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya penerapan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dalam mendukung transformasi digital di dunia industri.

Webinar ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen HMTI UNUSIDA dalam menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Di tengah pesatnya digitalisasi di berbagai sektor, pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan bisnis menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh calon lulusan perguruan tinggi.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya mahasiswa UNUSIDA, webinar ini juga menarik perhatian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, akademisi, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap perkembangan sistem informasi industri dan transformasi digital.

HMTI UNUSIDA menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidangnya, yakni Yelita Anggiane Iskandar, S.T., M.T., dosen Fakultas Teknologi Industri Universitas Pertamina. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sistem yang mengintegrasikan berbagai proses bisnis dalam satu platform sehingga mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta akurasi pengelolaan data pada sebuah organisasi maupun perusahaan.

Menurutnya, penerapan ERP tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengotomatisasi pekerjaan, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun tata kelola perusahaan yang lebih transparan, terintegrasi, dan berbasis data. Dengan sistem yang saling terhubung, perusahaan dapat mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat berdasarkan informasi yang diperoleh secara real time.

Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa implementasi ERP telah menjadi kebutuhan di berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, perdagangan, kesehatan, pendidikan, hingga sektor jasa. Perusahaan yang mampu memanfaatkan sistem ERP secara optimal akan memiliki daya saing yang lebih baik karena proses operasional dapat berjalan lebih efektif dengan risiko kesalahan yang lebih rendah.

Materi yang disampaikan juga memberikan gambaran kepada peserta mengenai tantangan implementasi ERP di dunia industri, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, integrasi data, hingga perubahan budaya organisasi. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai calon tenaga profesional perlu membangun pemahaman sejak dini mengenai konsep, manfaat, serta strategi penerapan ERP agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri di masa depan.

Ketua HMTI UNUSIDA, Abdee Alifio Maulana, menyampaikan bahwa penyelenggaraan webinar ini merupakan salah satu bentuk kontribusi organisasi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan akademik yang aplikatif.

“Melalui webinar ini, kami berharap peserta dapat memahami peran ERP sebagai sistem terintegrasi yang mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses bisnis. Pengetahuan seperti ini sangat penting karena dunia industri saat ini terus bergerak menuju digitalisasi yang semakin masif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa HMTI UNUSIDA berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang mampu menjembatani kebutuhan akademik dengan perkembangan dunia industri. Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan baru sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang teknologi industri.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan webinar. Sesi pemaparan materi berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta mengenai implementasi ERP, peluang karier di bidang sistem informasi industri, serta tantangan transformasi digital yang dihadapi berbagai perusahaan. Diskusi tersebut menunjukkan tingginya minat peserta terhadap isu digitalisasi yang kini menjadi bagian penting dalam perkembangan dunia kerja.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta, panitia memberikan e-sertifikat kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Khusus bagi mahasiswa UNUSIDA, keikutsertaan dalam webinar ini juga memperoleh tambahan poin Sipoma sebagai bentuk pengakuan terhadap aktivitas pengembangan kompetensi di luar kegiatan perkuliahan.

Penyelenggaraan Webinar Nasional ini sekaligus menjadi bukti bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran strategis dalam menciptakan ruang belajar yang dinamis dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan wawasan praktis yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.

Ke depan, HMTI UNUSIDA berharap dapat terus menyelenggarakan berbagai program edukatif yang menghadirkan isu-isu terkini di bidang Teknik Industri, sistem informasi, manufaktur, serta transformasi digital. Sinergi antara organisasi mahasiswa, perguruan tinggi, akademisi, dan praktisi industri diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0.

Melalui penyelenggaraan Webinar Nasional ERP ini, HMTI UNUSIDA kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat budaya akademik yang inovatif. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi muda yang adaptif terhadap perubahan teknologi, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan transformasi digital di berbagai sektor industri.

Prodi Manajemen FE UNUSIDA Perkuat Link and Match melalui Implementation Agreement dengan LSP Teknologi Data Digital Indonesia 4

Prodi Manajemen FE UNUSIDA Perkuat Link and Match melalui Implementation Agreement dengan LSP Teknologi Data Digital Indonesia

Sidoarjo – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA) dengan LSP Teknologi Data Digital Indonesia. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi pendidikan berbasis kompetensi sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia profesi di era transformasi digital.

Penandatanganan Implementation Agreement dilaksanakan sebagai bentuk komitmen kedua belah pihak untuk mengembangkan program sertifikasi kompetensi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penyelarasan pembelajaran dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa Program Studi Manajemen diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk memperoleh sertifikasi profesi yang diakui secara nasional sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Kegiatan penandatanganan dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, perwakilan LSP Teknologi Data Digital Indonesia, dosen, serta tamu undangan. Momentum ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Program Studi Manajemen dalam membangun ekosistem pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi dan kebutuhan industri.

Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UNUSIDA menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek dunia bisnis dan manajemen. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu memastikan bahwa lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi profesional yang dapat dibuktikan melalui sertifikasi dari lembaga yang kredibel.

“Kerja sama ini merupakan langkah nyata Program Studi Manajemen dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Sertifikasi profesi menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan kepercayaan dunia industri terhadap kualitas lulusan UNUSIDA,” ujarnya.

Melalui Implementation Agreement ini, kedua institusi sepakat untuk mengimplementasikan berbagai program kolaboratif, antara lain penyelenggaraan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa, pelatihan berbasis kompetensi, penyelarasan kurikulum dengan perkembangan industri digital, peningkatan kapasitas dosen, serta kegiatan akademik lainnya yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

LSP Teknologi Data Digital Indonesia sebagai lembaga sertifikasi profesi memiliki peran penting dalam memastikan bahwa proses asesmen kompetensi dilaksanakan berdasarkan standar yang berlaku. Dengan demikian, sertifikat kompetensi yang diperoleh mahasiswa menjadi bukti pengakuan atas kemampuan yang dimiliki dan dapat meningkatkan daya saing di pasar kerja nasional.

Perwakilan LSP Teknologi Data Digital Indonesia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UNUSIDA. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga sertifikasi profesi merupakan salah satu strategi efektif dalam menciptakan lulusan yang siap bekerja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan industri saat ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga kemampuan praktis yang dapat dibuktikan melalui asesmen kompetensi. Oleh karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional.

Bagi mahasiswa, kerja sama ini membuka peluang untuk mengikuti sertifikasi pada berbagai skema kompetensi yang relevan dengan bidang manajemen dan perkembangan ekonomi digital. Melalui proses asesmen yang dilaksanakan oleh asesor kompeten, mahasiswa dapat mengukur kemampuan sekaligus memperoleh pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki.

Selain penyelenggaraan sertifikasi, kerja sama ini juga diharapkan menjadi wadah pengembangan berbagai program bersama, seperti seminar, pelatihan, workshop, kuliah praktisi, penyusunan skema kompetensi, hingga penguatan jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan lapangan kerja.

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UNUSIDA memandang bahwa penguatan kemitraan dengan lembaga profesi merupakan bagian penting dari implementasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini menempatkan kompetensi lulusan sebagai indikator utama keberhasilan pembelajaran sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah akademik, tetapi juga memiliki pengakuan profesional yang mendukung pengembangan karier.

Sejalan dengan visi UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan unggul, inovatif, dan berdaya saing global, penandatanganan Implementation Agreement ini menjadi salah satu bentuk nyata penguatan budaya mutu dan kolaborasi strategis dengan mitra eksternal. Program Studi Manajemen optimistis bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi mahasiswa, dosen, maupun institusi.

Ke depan, implementasi kerja sama akan terus dievaluasi dan dikembangkan melalui berbagai program yang berdampak langsung pada peningkatan kompetensi lulusan. Dengan sinergi yang kuat antara Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UNUSIDA dan LSP Teknologi Data Digital Indonesia, diharapkan lahir lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang diakui, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan dunia industri di tingkat nasional maupun internasional.

Prodi Manajemen FE UNUSIDA Perkuat Kompetensi Lulusan lewat Implementation Agreement dengan LSP Cipta Unggul 5

Prodi Manajemen FE UNUSIDA Perkuat Kompetensi Lulusan lewat Implementation Agreement dengan LSP Cipta Unggul

Sidoarjo – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA) dengan LSP Cipta Unggul. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional.

Penandatanganan Implementation Agreement dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut kemitraan antara dunia pendidikan tinggi dengan lembaga sertifikasi profesi yang memiliki kompetensi dalam penyelenggaraan uji sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk mengimplementasikan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UNUSIDA.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan Fakultas Ekonomi, jajaran Program Studi Manajemen, perwakilan LSP Cipta Unggul, dosen, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan mutu pendidikan. Penandatanganan Implementation Agreement menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga sertifikasi profesi dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UNUSIDA menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi program studi dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pengakuan kompetensi yang dibuktikan melalui sertifikasi profesi.

“Perkembangan dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang terukur dan diakui secara profesional. Melalui Implementation Agreement dengan LSP Cipta Unggul, kami berharap mahasiswa memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh sertifikasi kompetensi sehingga semakin siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Melalui implementasi kerja sama ini, berbagai program akan dikembangkan secara berkelanjutan. Di antaranya adalah penyelenggaraan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi, peningkatan kapasitas dosen, hingga kegiatan pendampingan dalam implementasi standar kompetensi di lingkungan Program Studi Manajemen.

Perwakilan LSP Cipta Unggul menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh UNUSIDA. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga sertifikasi profesi menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah akademik, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.

“Lulusan yang memiliki sertifikat kompetensi akan memperoleh nilai tambah ketika memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan LSP perlu terus diperkuat agar proses pembelajaran selaras dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.

Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik, seperti seminar, workshop, pelatihan, penyusunan skema kompetensi, hingga pengembangan sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan teknologi, bisnis, dan transformasi digital.

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UNUSIDA memandang bahwa sertifikasi profesi merupakan bagian penting dalam mendukung implementasi kebijakan pembelajaran yang berorientasi pada Outcome-Based Education (OBE). Melalui pendekatan tersebut, lulusan tidak hanya diukur berdasarkan capaian akademik, tetapi juga kemampuan profesional yang dapat dibuktikan melalui pengakuan kompetensi dari lembaga yang kredibel.

Kerja sama dengan LSP Cipta Unggul juga diharapkan mampu memperluas jejaring kemitraan Program Studi Manajemen dengan berbagai institusi profesional sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Sejalan dengan visi UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, Program Studi Manajemen terus melakukan inovasi dalam pengembangan kurikulum, pembelajaran, serta peningkatan kualitas layanan akademik. Kehadiran Implementation Agreement ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen tersebut sekaligus memperkuat posisi Program Studi Manajemen sebagai program studi yang berorientasi pada pengembangan kompetensi lulusan.

Ke depan, kedua institusi berkomitmen untuk melaksanakan seluruh program yang telah disepakati secara berkelanjutan melalui evaluasi dan pengembangan bersama. Dengan demikian, implementasi kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, maupun para pemangku kepentingan.

Melalui kolaborasi ini, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UNUSIDA optimistis mampu mencetak lulusan yang unggul, profesional, adaptif, dan memiliki kompetensi yang diakui secara nasional. Langkah tersebut sekaligus memperkuat kontribusi UNUSIDA dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era global.

Prodi Manajemen FE UNUSIDA Sukses Gelar Sertifikasi Kompetensi BNSP 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja 6

Prodi Manajemen FE UNUSIDA Sukses Gelar Sertifikasi Kompetensi BNSP 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

Sidoarjo, 30 Juli 2026 – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan melalui penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (30/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA dan diikuti oleh puluhan mahasiswa Program Studi Manajemen.

Pelaksanaan sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya Prodi Manajemen FE UNUSIDA dalam mendukung implementasi pembelajaran berbasis kompetensi sekaligus mempersiapkan lulusan yang memiliki pengakuan kompetensi sesuai standar nasional. Sertifikasi kompetensi menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi persaingan dunia usaha dan dunia industri yang semakin dinamis.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan LSP Cipta Unggul, Bapak Muhrozi selaku Komisaris, serta perwakilan LSP Teknologi Data Digital Indonesia, Bapak Lukman. Pada kesempatan tersebut, sambutan pembukaan disampaikan oleh Ahmad Zaki, S.E., M.M., selaku Sekretaris Program Studi Manajemen yang mewakili Ketua Program Studi dan Dekan Fakultas Ekonomi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya LSP Cipta Unggul dan LSP Teknologi Data Digital Indonesia, yang telah menjalin kerja sama sehingga kegiatan sertifikasi kompetensi dapat terselenggara dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan sertifikasi tahun ini mencakup tiga skema kompetensi, yaitu Skema Staf Pengajaran, Skema Staf Sumber Daya Manusia (SDM), dan Skema Digital Marketing. Ketiga skema tersebut dirancang untuk memberikan pengakuan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri saat ini.

“Sertifikasi BNSP bukan hanya menjadi syarat administratif, tetapi merupakan bukti kompetensi yang diakui secara nasional. Melalui sertifikasi ini diharapkan mahasiswa memiliki nilai tambah, meningkatkan daya saing, serta lebih siap memasuki dunia kerja sesuai bidang kompetensinya masing-masing,” ungkap Ahmad Zaki dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan bahwa para peserta sebelumnya telah mengikuti rangkaian asesmen pada tanggal 27 dan 28 Juli 2026. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan telah memahami seluruh materi yang disampaikan oleh asesor sebagai bekal dalam mengikuti uji kompetensi pada hari pelaksanaan.

Menurutnya, proses sertifikasi bukan hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga menilai kompetensi praktis yang menjadi kebutuhan dunia kerja. Karena itu, peserta diminta mengikuti seluruh tahapan asesmen dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi kejujuran, serta menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki.

Kegiatan sertifikasi kompetensi ini mendapat pendampingan langsung dari asesor profesional yang telah memiliki sertifikasi sesuai bidang masing-masing. Seluruh proses asesmen dilaksanakan mengacu pada standar kompetensi kerja nasional sehingga hasil sertifikasi dapat menjadi bukti kompetensi yang diakui secara luas oleh dunia industri.

Melalui pelaksanaan sertifikasi ini, Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi UNUSIDA terus berupaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Sertifikat kompetensi yang diperoleh mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan perusahaan terhadap kompetensi lulusan sekaligus memperbesar peluang mereka untuk memperoleh pekerjaan maupun mengembangkan karier profesional.

Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menekankan pentingnya lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Integrasi antara pembelajaran di kelas dengan sertifikasi profesi menjadi salah satu strategi untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja.

Di akhir sambutannya, Ahmad Zaki menyampaikan permohonan maaf karena Ketua Program Studi Manajemen dan Dekan Fakultas Ekonomi belum dapat hadir secara langsung sehingga dirinya mendapat amanah untuk mewakili dalam membuka kegiatan. Ia berharap seluruh rangkaian Sertifikasi Kompetensi BNSP dapat berjalan lancar dan seluruh peserta memperoleh hasil terbaik.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Sertifikasi Kompetensi BNSP Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Tahun 2026 untuk Skema Staf Pengajaran, Staf Sumber Daya Manusia, dan Digital Marketing secara resmi dibuka.

Melalui penyelenggaraan sertifikasi kompetensi secara berkelanjutan, Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi UNUSIDA semakin menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang diakui secara nasional. Langkah ini menjadi bagian dari visi UNUSIDA untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan perkembangan dunia industri di era transformasi digital.

Rombongan mahasiswa Fakultas Ekonomi berfoto di PT Marifood Semarang (Foto: Humas UNUSIDA)

Company Visit Fakultas Ekonomi UNUSIDA 2026, Perkuat Wawasan Industri dan Kompetensi Mahasiswa

SEMARANG — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan Company Visit FE 2026 sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Akuntansi dan Program Studi Manajemen selama dua hari, Senin-Selasa (27-28/7/2026). Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal dunia industri secara langsung sekaligus memahami penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Muhafidhah Novie, menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk menggali wawasan industri. Mahasiswa tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga aktif berdiskusi dengan pihak perusahaan terkait proses bisnis, tantangan industri, strategi pengembangan perusahaan, hingga peluang karier setelah lulus.

Melalui perpaduan pembelajaran industri dan kegiatan kebersamaan, Fakultas Ekonomi UNUSIDA terus berupaya menciptakan pengalaman pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Diharapkan, mahasiswa mampu berkembang menjadi lulusan yang kompeten, adaptif, profesional, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi dunia usaha dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami secara nyata bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam dunia kerja,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi experiential learning yang mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan pengalaman langsung di lapangan. Interaksi dengan dunia industri juga memberikan pemahaman tentang budaya kerja profesional, kompetensi yang dibutuhkan, serta dinamika persaingan di dunia usaha.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan keberangkatan mahasiswa menuju Semarang. Setibanya di lokasi, rombongan melaksanakan kunjungan industri ke PT Victoria Care Indonesia Tbk – Departemen Oemah Herborist Semarang. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai profil perusahaan, proses produksi produk berbahan alami, inovasi produk, hingga strategi pemasaran.

Mahasiswa juga mendapatkan wawasan penting mengenai standar operasional perusahaan, pengendalian kualitas, serta pentingnya inovasi berkelanjutan dalam menjaga kepercayaan konsumen. Bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi, kunjungan ini memberikan perspektif tentang pengelolaan keuangan perusahaan, sementara mahasiswa Manajemen dapat melihat langsung praktik manajemen operasional dan strategi bisnis.

Setelah agenda industri, mahasiswa melanjutkan kegiatan ke kawasan Simpang Lima Semarang untuk menikmati suasana kota sekaligus mempererat kebersamaan. Pada malam harinya, seluruh peserta beristirahat di Hotel Olympic Semarang.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke PT Marifood Semarang. Mahasiswa kembali memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai proses produksi, pengendalian mutu, manajemen operasional, serta strategi menjaga daya saing produk di pasar.

Kunjungan ini memberikan pemahaman komprehensif bagi mahasiswa terkait efisiensi produksi, pengelolaan sumber daya manusia, serta inovasi sebagai kunci keberhasilan perusahaan. Hal ini sekaligus memperkuat keterkaitan antara teori akademik dengan praktik di dunia industri.

Sebagai penutup, rombongan mengunjungi destinasi wisata New Celosia Bandungan Semarang. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan antar mahasiswa lintas program studi.

Suasana pengangkatan piala oleh seluruh pemain dan official tim Futsal Fakultas Teknik setelah kembali menjadi juara 1 UNUSIDA CUP 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Back to Back Champions, Tim Futsal Fakultas Teknik Sukses Pertahankan Gelar UNUSIDA CUP

SIDOARJO — Tim futsal Fakultas Teknik (FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi dengan menjadi juara dalam UNUSIDA CUP VII Turnamen Futsal Antar Fakultas yang digelar di Fatkhi Futsal Centre, Randegan, Tanggulangin, Sidoarjo, Sabtu (25/7/2026).

Keberhasilan tersebut sekaligus membawa FT UNUSIDA meraih gelar back to back champions setelah sebelumnya berhasil menjadi juara pada edisi UNUSIDA CUP tahun lalu. Prestasi ini menunjukkan konsistensi dan kekuatan tim Fakultas Teknik dalam mempertahankan dominasinya di ajang olahraga antarfakultas.

Salah satu pemain, Maulana Annafis, mengungkapkan bahwa UNUSIDA CUP VII menjadi turnamen terakhir yang diikutinya sebagai mahasiswa UNUSIDA. Pasalnya, tahun ini menjadi kesempatan terakhirnya sebagai mahasiswa aktif program studi Teknik Lingkungan yang akan mengikuti prosesi wisuda pada September mendatang.

“Turnamen tahun ini menjadi UNUSIDA CUP terakhir bagi saya karena Insyaallah September nanti akan mengikuti wisuda. Saya berharap futsal di Fakultas Teknik dapat terus berkembang dan tidak hanya berprestasi di lingkup internal kampus,” ujarnya.

Ia mendorong mahasiswa Fakultas Teknik untuk berani mencari tantangan baru dengan mengikuti kompetisi antarkampus. Menurutnya, prestasi yang telah diraih di tingkat internal harus menjadi pijakan untuk berkembang lebih jauh.

“Jangan puas sampai di sini. Terus cari tantangan baru, berani keluar dari zona nyaman, dan buktikan bahwa mahasiswa UNUSIDA bisa berprestasi lebih jauh lagi,” tegasnya.

Menurutnya, dengan manajemen dan pengelolaan yang baik, futsal dapat menjadi salah satu cabang olahraga prestisius bagi mahasiswa. Selain menjadi wadah untuk mengembangkan bakat, futsal juga dapat menunjang prestasi mahasiswa di bidang nonakademik.

Sementara itu, Ketua UKM Futsal UNUSIDA Dikqi Apriliyanto, mengapresiasi kerja sama tim yang ditunjukkan oleh Fakultas Teknik sepanjang turnamen. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kekompakan dan kerja kolektif seluruh anggota tim. Melalui manajemen dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Fakultas Teknik dapat menyusun strategi pengembangan potensi mahasiswa di bidang olahraga dapat berjalan beriringan dengan prestasi akademik.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama tim yang kolektif dari Fakultas Teknik. Teknik memiliki sumber daya manusia yang mumpuni di berbagai bidang, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam mengembangkan dan mewadahi potensi mahasiswa untuk berprestasi di bidang nonakademik, seperti futsal,” ungkapnya.

Suasana Opening Ceremony UNUSIDA CUP VII 2026, Turnamen Futsal Mahasiswa Antar Fakultas (Foto: NU Delta)

Perkuat Sportivitas dan Solidaritas Antarmahasiswa, UKM Futsal Sukses Gelar Turnamen Antar Fakultas UNUSIDA CUP VII 2026

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar UNUSIDA CUP VII Turnamen Futsal Antar Fakultas di Fatkhi Futsal Centre, Randegan, Tanggulangin, Sidoarjo, Sabtu (25/7/2026).

UNUSIDA CUP VII kali ini diikuti oleh mahasiswa aktif UNUSIDA angkatan 2022 hingga 2025. Setiap fakultas diwajibkan mengirimkan dua tim untuk mengikuti kompetisi tersebut. Sebanyak 8 tim turut ambil bagian dalam turnamen yang diselenggarakan dengan biaya pendaftaran sebesar Rp170 ribu per tim.

Ketua UKM Futsal UNUSIDA, Dikqi Apriliyanto, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus mempererat kebersamaan antarmahasiswa. Dengan mengusung semangat ‘Bersatu dalam Kompetisi, Berprestasi untuk UNUSIDA’, ia menyebut bahwa turnamen tersebut menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi bagi mahasiswa UNUSIDA dari berbagai fakultas..

“Turnamen ini menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi bagi mahasiswa UNUSIDA dari berbagai fakultas. Kami berharap melalui kegiatan ini mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan, menjunjung tinggi sportivitas, dan bersama-sama meraih prestasi untuk UNUSIDA,” ujar mahasiswa Teknik Industri tersebut.

Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, menyampaikan bahwa turnamen futsal merupakan bagian dari bentuk pengembangan potensi mahasiswa di luar kegiatan akademik.

Menurutnya, kegiatan kemahasiswaan seperti turnamen olahraga menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, membangun kerja sama, serta melatih kepemimpinan dan sportivitas.

“Turnamen futsal ini merupakan bagian dari bentuk ekstensi mahasiswa ketika berada di luar kegiatan akademik. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki,” ungkap Fajar.

Ia juga mengapresiasi UKM Futsal UNUSIDA yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan organisasi kemahasiswaan menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa.

“Kami yakin keberadaan UKM Futsal UNUSIDA dapat menjadi wadah pengembangan bakat dan minat mahasiswa di bidang olahraga. Turnamen UNUSIDA CUP ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antarmahasiswa serta mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik UNUSIDA,” pungkasnya.