Pos

Suasana simulasi praktikum ergonomi di Laboratorium Teknik Industri UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

KILAB 2026, UNUSIDA Hadirkan Inovasi Smart Anthropometric Ergonomic Chair untuk Perkuat Praktikum Teknik Industri

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Program Studi Teknik Industri mengembangkan Smart Anthropometric Ergonomic Chair sebagai karya inovasi dalam Program Kompetisi Inovasi Laboratorium (KILAB) 2026. Inovasi tersebut dirancang untuk memperkuat sarana pembelajaran praktikum ergonomi sekaligus mendukung mahasiswa memahami proses perancangan dan pengembangan produk berbasis data.

Dosen pengampu mata kuliah Ergonomi Program Studi Teknik Industri, Alifah Dian Rahmania, S.T., M.T., menyampaikan bahwa Program KILAB 2026 menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi.

“Sebagai dosen pengampu mata kuliah Ergonomi di Program Studi Teknik Industri, kami melihat Program KILAB 2026 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada mata kuliah ergonomi serta perancangan dan pengembangan produk,” tuturnya.

Ia menjelaskan, inovasi Smart Anthropometric Ergonomic Chair dapat menjadi sarana pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa secara lebih holistik, mulai dari analisis, desain, hingga evaluasi produk.

“Mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu melakukan praktik langsung berbasis data. Integrasi sensor jarak pada alat ini turut mempermudah proses pengambilan data antropometri secara lebih akurat dan efisien,” terangnya.

Ketua Tim KILAB 2026, Maschan Yusuf Mustofah, menjelaskan bahwa Smart Anthropometric Ergonomic Chair hadir dari kebutuhan untuk menghadirkan media pembelajaran ergonomi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat digunakan mahasiswa secara langsung dalam kegiatan praktikum.

Menurutnya, inovasi tersebut memadukan konsep antropometri, ergonomi, perancangan produk, dan teknologi sensor dalam satu media pembelajaran. Kursi dirancang dengan mempertimbangkan dimensi tubuh manusia sehingga mahasiswa dapat mempelajari penerapan prinsip ergonomi sekaligus memahami bagaimana data antropometri digunakan dalam proses perancangan produk.

Smart Anthropometric Ergonomic Chair kami kembangkan agar mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana konsep ergonomi diterapkan dalam sebuah produk. Jadi, pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi mahasiswa dapat mengikuti proses mulai dari pengukuran, pengolahan data, perancangan, hingga pengujian produk,” kata Alumni Teknik Industri UNUSIDA tersebut, Kamis (3/9/2026).

Ia menambahkan, salah satu aspek yang menjadi nilai tambah inovasi tersebut adalah integrasi sensor jarak dan sistem sensor yang mendukung proses pengambilan data antropometri. Teknologi tersebut diharapkan dapat membuat proses praktikum lebih interaktif dan membantu mahasiswa mengenal penerapan teknologi dalam pengumpulan data ergonomi.

“Integrasi teknologi menjadi bagian penting dari inovasi ini. Mahasiswa tidak hanya belajar menggunakan alat, tetapi juga memahami bagaimana data dapat diperoleh dan dimanfaatkan sebagai dasar dalam merancang produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna,” tambahnya.

Melalui Program KILAB 2026, ia dan tim berharap tidak hanya menjadi fasilitas laboratorium, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran berbasis praktik dan teknologi di Program Studi Teknik Industri UNUSIDA.

“Bagi kami, pengembangan inovasi ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan laboratorium yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran Teknik Industri. Ke depan, inovasi tersebut dapat terus dikembangkan melalui optimalisasi sistem sensor dan akuisisi data, pengujian penggunaan dalam praktikum, serta pengembangan pemanfaatannya untuk kegiatan penelitian dan inovasi produk ergonomis,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Teknik Industri, M. Wafi Musafak, mengaku senang dengan hadirnya inovasi tersebut karena memberikan pengalaman belajar ergonomi secara lebih langsung.

“Alhamdulillah, saya sangat senang sekali dengan adanya inovasi pembelajaran melalui Smart Anthropometric Ergonomic Chair ini, yang membantu mahasiswa memahami ergonomi secara langsung dan aplikatif,” ungkapnya.

Menurut Wafi, keberadaan sensor jarak juga memberikan kemudahan dalam proses pengambilan data antropometri saat praktikum. Ia menilai inovasi tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan dunia industri.

“Alat ini juga mengintegrasikan sensor jarak yang mempermudah proses pengambilan data antropometri saat praktikum secara lebih cepat dan akurat. Dengan begitu, mahasiswa dapat belajar proses perancangan dan pengembangan produk mulai dari desain hingga uji coba,” pungkasnya.

Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof. Eko Setijadi, S.T., M.T., Ph.D saat menyampaikan pesan dalam Yudisium ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA, Prof. Eko Setijadi Tekankan Alumni Jadi Bagian Penting Kemajuan Kampus

SIDOARJO — Salah satu Pengurus Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Prof. Eko Setijadi, S.T., M.T., Ph.D., berpesan agar para alumni tidak berhenti pada pencapaian gelar sarjana, tetapi terus membawa nama baik dan berkontribusi bagi almamater.

Dalam pesannya, Prof. Eko mengaku bangga melihat perkembangan Fakultas Teknik UNUSIDA yang terus bertumbuh dibandingkan masa-masa awal perjuangan kampus. Menurutnya, kemajuan tersebut tidak terlepas dari kerja keras para pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh pihak yang ikut membangun Fakultas Teknik.

“Sebagai yang mewakili Ketua Umum, saya merasa bangga sekali. Dulu kita memulai dengan segala usaha, sekarang saya bisa melihat apa yang telah diperjuangkan Bapak-Ibu di sini,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam Yudisium ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA, Rabu (19/8/2026).

Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut menilai perkembangan fasilitas dan sistem pembelajaran yang semakin baik merupakan hasil dari proses panjang. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pendidikan yang semakin mendukung proses pengembangan kompetensi.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan kampus tidak hanya diukur dari perkembangan fasilitas maupun jumlah lulusan. Keberhasilan sebuah perguruan tinggi juga tercermin dari kiprah para alumninya setelah meninggalkan kampus.

Oleh karena itu, Prof. Eko berharap para lulusan Fakultas Teknik UNUSIDA mampu menunjukkan perubahan kualitas diri setelah menyandang gelar sarjana. Ilmu yang diperoleh selama kuliah harus mampu membentuk sikap, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat daya saing ketika memasuki dunia kerja dan masyarakat.

“Apa yang telah Anda terima di sini semoga bisa merubah Anda. Dulu misalnya masih SMA, sekarang sudah menjadi sarjana. Merubah sikap, merubah kualitas, sehingga Anda punya daya saing,” pesannya.

Ia juga memberikan perhatian kepada lulusan yang telah maupun belum memasuki dunia kerja. Bagi yang sudah bekerja, ia berharap ilmu dari Fakultas Teknik dapat menjadi bekal untuk meningkatkan karier dan memberikan kontribusi di tempat kerja. Sementara bagi yang belum bekerja, ia berpesan agar tidak berhenti berusaha dan terus mengembangkan kemampuan.

Menurut Prof. Eko, perjalanan para mahasiswa Fakultas Teknik memiliki tantangan tersendiri. Sebagian mahasiswa harus berjuang dengan kondisi dan keterbatasan yang berbeda, sehingga keberhasilan mencapai gelar sarjana patut diapresiasi.

“Tidak semua orang mempunyai perjalanan yang sama. Anda perlu bangga karena mempunyai sesuatu yang berbeda dan luar biasa. Kampus ini menjadi tempat untuk berjuang memperbaiki nasib dengan usaha dan doa,” tuturnya.

Lebih dari sekadar sukses secara pribadi, Prof. Eko berharap para alumni menjadikan keberhasilan mereka sebagai bagian dari perjalanan untuk membesarkan almamater. Ia menilai kontribusi alumni akan menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun reputasi dan kemajuan UNUSIDA ke depan.

“Kebanggaan bagi kita para dosen adalah mendengar kabar baik dari alumninya. Syukur-syukur kalau ada alumni yang ikut berkontribusi untuk kemajuan kampusnya,” ungkapnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi harapan agar hubungan antara kampus dan alumni tidak berhenti setelah prosesi yudisium. Para lulusan diharapkan tetap menjadi bagian dari keluarga besar UNUSIDA, membawa nilai-nilai yang diperoleh selama kuliah, serta membuka ruang kolaborasi untuk kemajuan almamater.

Lebih lanjut, Prof. Eko mendoakan agar para lulusan Yudisium ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA mampu meraih prestasi dan memberikan manfaat di tengah masyarakat. Dalam rangka untuk membuktikan bahwa keberhasilan alumni bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan dan kemajuan almamater.

“Semoga apa yang diberikan oleh Bapak-Ibu dosen di sini bisa membawa manfaat bagi Anda di dunia kerja, meningkatkan karier, dan semoga apa yang Anda cita-citakan bisa tercapai. Saya juga berdoa semoga kampus Universitas semakin jaya dan alumni yang dihasilkan punya prestasi, semasa kuliah maupun setelah kuliah,” pungkasnya.

Momen foto bersama seluruh peserta Yudisium ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA, Tekankan Pentingnya Menjaga Nama Baik Almamater

SIDOARJO — Fakultas Teknik (FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-10 di Hall Gedung A, Kampus UNUSIDA Lingkar Timur Sidoarjo, Rabu (19/8/2026) malam. sebagai momentum pengukuhan sekaligus pelepasan mahasiswa yang telah menyelesaikan rangkaian pendidikan akademiknya.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan komitmen Fakultas Teknik untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, pengajaran, serta fasilitas penunjang pembelajaran. Salah satu pengembangan yang menjadi perhatian adalah penambahan fasilitas laboratorium.

Menurutnya, keberadaan laboratorium yang lengkap menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa Fakultas Teknik. Sejumlah mahasiswa juga telah memanfaatkan fasilitas tersebut dalam kegiatan perkuliahan.

“Fakultas Teknik kalau laboratoriumnya tidak lengkap juga sulit. Karena itu, kami berharap pengembangan laboratorium dapat terus didukung secara bertahap sehingga bisa menunjang kebutuhan pembelajaran mahasiswa,” ujarnya.

Listin juga menyampaikan permohonan maaf mewakili jajaran struktural Fakultas Teknik apabila selama proses pendidikan terdapat kesalahan dalam pelayanan maupun penyampaian. Ia menegaskan bahwa Fakultas Teknik terus berupaya memberikan pelayanan, pengajaran, dan fasilitas terbaik bagi mahasiswa.

Memasuki fase setelah kelulusan, ia berpesan kepada para yudisiawan agar tetap menjaga nama baik almamater. Yudisium kali ini menjadi ruang refleksi atas perjuangan mahasiswa selama menempuh pendidikan sekaligus bekal untuk memasuki kehidupan profesional dan bermasyarakat. Menurutnya, status sebagai alumni UNUSIDA merupakan bagian dari perjalanan yang perlu dibanggakan sekaligus dijaga melalui sikap dan kontribusi positif di tengah masyarakat.

“Ketika kita lulus, tolong dijaga almamater kita. Kita harus bangga sebagai alumni UNUSIDA. Jika ada informasi maupun perkembangan dari luar, mari kita saling berbagi dan menyampaikannya kepada adik-adik tingkat,” pesannya.

Ia juga mengajak para alumni untuk turut berkontribusi dalam mengenalkan Fakultas Teknik UNUSIDA kepada keluarga, tetangga, maupun calon mahasiswa yang memiliki minat melanjutkan pendidikan di bidang teknik. Listin berharap dengan bekal akademik, pengalaman organisasi, serta nilai-nilai yang diperoleh selama berada di kampus, para alumni mampu hadir sebagai tenaga profesional sekaligus bagian dari masyarakat yang memberikan kontribusi nyata.

“Kalau ada keluarga atau tetangga yang berminat menjadi mahasiswa baru, mari kita ajak dan kita sampaikan bahwa Fakultas Teknik UNUSIDA memiliki dosen-dosen yang siap mendampingi mahasiswa dalam proses perkuliahan,” lanjutnya.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menekankan bahwa kelulusan bukan sekadar capaian akademik, melainkan hasil dari perjuangan panjang mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Ia mengapresiasi perjuangan mahasiswa Fakultas Teknik yang menjalani proses perkuliahan dengan berbagai tantangan, termasuk bagi mahasiswa yang harus membagi waktu antara perkuliahan, pekerjaan, dan kehidupan keluarga.

“Perjuangan kuliah di Fakultas Teknik tidak mudah. Karena itu, saya menghargai proses yang telah dilalui hingga hari ini. Empat tahun atau bahkan lebih bukan waktu yang pendek. Ada perjuangan, kelelahan, dan proses panjang yang akhirnya mengantarkan saudara menyandang gelar Sarjana Teknik,” ungkapnya.

Menurutnya, setelah meninggalkan ruang kelas, para lulusan akan memasuki dunia nyata yang memiliki tantangan berbeda. Karena itu, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan harus diwujudkan dalam sikap profesional, kemampuan memecahkan persoalan, serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai yang telah dipelajari selama menjadi mahasiswa.

“Dari ruang kelas menuju dunia nyata, ilmu yang diperoleh selama empat tahun harus digunakan untuk menghadapi berbagai persoalan. Bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana cara kita berperilaku dan menjadi profesional,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga hubungan dengan almamater sebagai bagian dari keluarga besar UNUSIDA. Kelulusan, menurutnya, bukan akhir dari hubungan mahasiswa dengan kampus, melainkan awal dari perjalanan baru untuk membawa nilai-nilai UNUSIDA ke tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Hadi menyampaikan apresiasi kepada para lulusan atas perjuangan yang telah mereka lalui serta berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, nusa, dan bangsa.

“Selamat atas kelulusan saudara. Semoga ilmu yang diperoleh selama di UNUSIDA menjadi ilmu yang bermanfaat untuk nusa dan bangsa. Tetap jaga almamater, semangat, terus berdoa, serta jangan lupa menyampaikan salam dan terima kasih kepada orang tua dan keluarga masing-masing,” pungkasnya.

Suasana pengangkatan piala oleh seluruh pemain dan official tim Futsal Fakultas Teknik setelah kembali menjadi juara 1 UNUSIDA CUP 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Back to Back Champions, Tim Futsal Fakultas Teknik Sukses Pertahankan Gelar UNUSIDA CUP

SIDOARJO — Tim futsal Fakultas Teknik (FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi dengan menjadi juara dalam UNUSIDA CUP VII Turnamen Futsal Antar Fakultas yang digelar di Fatkhi Futsal Centre, Randegan, Tanggulangin, Sidoarjo, Sabtu (25/7/2026).

Keberhasilan tersebut sekaligus membawa FT UNUSIDA meraih gelar back to back champions setelah sebelumnya berhasil menjadi juara pada edisi UNUSIDA CUP tahun lalu. Prestasi ini menunjukkan konsistensi dan kekuatan tim Fakultas Teknik dalam mempertahankan dominasinya di ajang olahraga antarfakultas.

Salah satu pemain, Maulana Annafis, mengungkapkan bahwa UNUSIDA CUP VII menjadi turnamen terakhir yang diikutinya sebagai mahasiswa UNUSIDA. Pasalnya, tahun ini menjadi kesempatan terakhirnya sebagai mahasiswa aktif program studi Teknik Lingkungan yang akan mengikuti prosesi wisuda pada September mendatang.

“Turnamen tahun ini menjadi UNUSIDA CUP terakhir bagi saya karena Insyaallah September nanti akan mengikuti wisuda. Saya berharap futsal di Fakultas Teknik dapat terus berkembang dan tidak hanya berprestasi di lingkup internal kampus,” ujarnya.

Ia mendorong mahasiswa Fakultas Teknik untuk berani mencari tantangan baru dengan mengikuti kompetisi antarkampus. Menurutnya, prestasi yang telah diraih di tingkat internal harus menjadi pijakan untuk berkembang lebih jauh.

“Jangan puas sampai di sini. Terus cari tantangan baru, berani keluar dari zona nyaman, dan buktikan bahwa mahasiswa UNUSIDA bisa berprestasi lebih jauh lagi,” tegasnya.

Menurutnya, dengan manajemen dan pengelolaan yang baik, futsal dapat menjadi salah satu cabang olahraga prestisius bagi mahasiswa. Selain menjadi wadah untuk mengembangkan bakat, futsal juga dapat menunjang prestasi mahasiswa di bidang nonakademik.

Sementara itu, Ketua UKM Futsal UNUSIDA Dikqi Apriliyanto, mengapresiasi kerja sama tim yang ditunjukkan oleh Fakultas Teknik sepanjang turnamen. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kekompakan dan kerja kolektif seluruh anggota tim. Melalui manajemen dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Fakultas Teknik dapat menyusun strategi pengembangan potensi mahasiswa di bidang olahraga dapat berjalan beriringan dengan prestasi akademik.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama tim yang kolektif dari Fakultas Teknik. Teknik memiliki sumber daya manusia yang mumpuni di berbagai bidang, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam mengembangkan dan mewadahi potensi mahasiswa untuk berprestasi di bidang nonakademik, seperti futsal,” ungkapnya.

Ahmad Rio Afandi, S.T., alumni Program Studi S1 Teknik Kimia UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Dari Pekerja Menjadi Profesional di Industri Manufaktur, Rio Afandi Jadi Alumni Teknik Kimia UNUSIDA yang Raih Karir Impian

Perjuangan meraih pendidikan tinggi sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama bagi mereka yang harus membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang bagi Ahmad Rio Afandi, S.T., alumni Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), untuk mewujudkan impiannya.

Lulusan tahun 2023 tersebut kini berkarier di bidang manufaktur dan bekerja di PT Bidik Inovasi Global. Kesuksesan yang diraihnya saat ini tidak terlepas dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan selama menempuh pendidikan di bangku kuliah.

Rio mengaku bahwa pada awalnya keinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi terasa seperti sesuatu yang sulit diwujudkan. Sebagai seorang pekerja, ia harus menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi waktu maupun kesempatan untuk mengembangkan diri melalui pendidikan formal.

“Kondisi segala keterbatasan saya sebagai pekerja untuk meraih bangku kuliah seperti hal yang tabu. Namun UNUSIDA hadir membantu saya dengan segala kemudahan,” ungkap Rio kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (5/6/2026).

Menurutnya, UNUSIDA memberikan ruang bagi siapa saja yang memiliki semangat untuk belajar dan berkembang. Berbagai fasilitas pendukung yang tersedia, ditambah dengan lingkungan akademik yang kondusif, membuatnya mampu menjalani perkuliahan dengan baik meskipun tetap harus bekerja.

Salah satu hal yang paling berkesan baginya adalah dukungan yang diberikan oleh para dosen selama proses perkuliahan. Ia merasakan bahwa para dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi motivator yang senantiasa memberikan semangat kepada mahasiswa untuk terus berkembang dan menyelesaikan pendidikan.

“Dosen-dosen sangat suportif kepada saya sehingga saya dapat bekerja dengan nyaman sekaligus menyelesaikan kuliah dengan baik,” ujarnya.

Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi Rio untuk tetap konsisten menjalani dua peran sekaligus, yaitu sebagai pekerja dan mahasiswa. Dengan manajemen waktu yang baik serta lingkungan kampus yang mendukung, ia berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Teknik Kimia hingga meraih gelar sarjana.

Bagi Rio, memilih Teknik Kimia bukan sekadar mengikuti tren atau tuntutan pekerjaan. Ia memiliki ketertarikan yang besar terhadap bidang tersebut dan ingin mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan minat serta potensi dirinya.

Selama menempuh pendidikan di UNUSIDA, ia memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Mulai dari pemahaman mengenai proses kimia, pengolahan bahan, manajemen produksi, hingga kemampuan analisis yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Ia menilai bahwa kurikulum yang diterapkan di Program Studi Teknik Kimia UNUSIDA mampu memberikan fondasi yang kuat bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.

“Teknik Kimia UNUSIDA yang mengantarkan saya pada pekerjaan impian saya saat ini,” katanya.

Saat ini, Rio berkiprah di PT Bidik Inovasi Global, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Pekerjaan yang dijalaninya sangat berkaitan dengan ilmu yang diperoleh selama masa kuliah, sehingga ia dapat mengaplikasikan berbagai konsep dan teori yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.

Menurutnya, keberhasilan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi merupakan salah satu pencapaian yang sangat membanggakan. Hal tersebut membuktikan bahwa pendidikan yang ditempuh memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan dunia industri.

Tidak hanya bekal akademik, Rio juga merasakan manfaat besar dari pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan yang diperoleh selama menjadi mahasiswa UNUSIDA. Sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, UNUSIDA tidak hanya fokus pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan moral mahasiswa.

Rio mengaku bahwa nilai-nilai tersebut menjadi pegangan penting dalam menjalani kehidupan profesional maupun sosial di tengah masyarakat.

“Bekal ilmu akademik, norma agama, dan kehidupan yang saya peroleh saat kuliah membuat saya mampu survive di dunia luar, khususnya dalam dunia kerja,” tuturnya.

Menurutnya, dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga integritas, etika, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai situasi dan tantangan. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting yang terus ia pegang hingga saat ini.

Rio berharap pengalaman yang ia alami dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa yang sedang berjuang menempuh pendidikan di tengah berbagai keterbatasan. Ia meyakini bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi, melainkan tantangan yang harus dihadapi dengan tekad dan kerja keras.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya serta terus mengembangkan potensi diri agar mampu bersaing di dunia profesional.

“Dukungan lingkungan yang tepat, semangat belajar yang kuat, dan kemauan untuk terus berkembang menjadikan setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dari seorang pekerja yang sempat menganggap bangku kuliah sebagai sesuatu yang sulit dijangkau, kini ia berhasil berdiri sebagai profesional di bidang manufaktur yang bekerja sesuai dengan passion dan keilmuan yang ditekuninya,” pungkasnya.

Mahasiswa Teknik UNUSIDA Didorong Siap Sambut Peluang Program Nasional PPK Ormawa (Foto: BEM FT UNUSIDA)

BEM-FT UNUSIDA Gelar Workshop PPK Ormawa, Siap Hadirkan Program Pengabdian Berdampak

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Workshop Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dengan mengusung tema ‘Lead the Change, Impact in Action’ di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Ahad (08/03/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran strategis bagi organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik dalam mempersiapkan proposal program pengabdian masyarakat melalui skema PPK Ormawa.

Program PPK Ormawa merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Belmawa yang mendorong organisasi mahasiswa berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi, riset terapan, serta solusi nyata bagi desa atau kelurahan mitra.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik. Ia menilai selama ini mahasiswa telah menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengikuti berbagai program pengembangan organisasi, termasuk PPK Ormawa.

Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa dalam program nasional tersebut menjadi bukti bahwa organisasi mahasiswa Fakultas Teknik mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Bahkan, beberapa organisasi mahasiswa di lingkungan fakultas tersebut berhasil memperoleh pendanaan dari program PPK Ormawa.

“Kami sangat mengapresiasi konsistensi organisasi mahasiswa Fakultas Teknik yang terus aktif mengikuti program PPK Ormawa hingga berhasil mendapatkan pendanaan nasional. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kita memiliki potensi besar untuk berkontribusi melalui program-program yang inovatif dan berdampak,” ungkapnya.

Ketua pelaksana, Annisa Lailatul Rahmadini, menyampaikan bahwa workshop ini diikuti oleh seluruh organisasi mahasiswa di Fakultas Teknik, yakni BEM Fakultas Teknik, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), serta Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK).

“Melalui workshop ini kami berharap seluruh ormawa Fakultas Teknik dapat memahami mekanisme penyusunan proposal PPK Ormawa secara komprehensif sehingga mampu menghadirkan program pengabdian yang inovatif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar mahasiswa Program Studi Teknik Industri angkatan 2023 yang juga menjabat sebagai Sekretaris I BEM-FT 2026 tersebut.

Sementara itu, Gubernur BEM Fakultas Teknik periode 2026, Marendra Firdaus Putra menekankan bahwa mahasiswa harus mampu memanfaatkan berbagai program pengembangan organisasi yang disediakan pemerintah, salah satunya melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi ide, tetapi juga ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan gagasan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kesiapan organisasi mahasiswa sangat penting, baik dari segi manajemen program, kolaborasi tim, maupun kemampuan merancang program pengabdian yang berkelanjutan. Dengan kesiapan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berpartisipasi aktif sekaligus meraih prestasi di tingkat nasional.

“PPK Ormawa menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Oleh karena itu, organisasi mahasiswa harus siap merespons peluang tersebut dengan perencanaan yang matang dan kerja tim yang solid,” jelasnya.

Memasuki sesi inti, materi disampaikan oleh Medya Ayunda Fitri, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Kimia yang berpengalaman sebagai dosen pendamping tim PPK Ormawa. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai aspek teknis penyusunan proposal, mulai dari pemformatan dokumen hingga keterkaitan program dengan agenda pembangunan global Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi subproposal oleh BEM Fakultas Teknik dan HIMA Teknik Industri yang memaparkan rancangan program pemberdayaan UMKM dan pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat desa mitra. Presentasi tersebut mendapatkan berbagai masukan dari narasumber untuk penyempurnaan proposal sebelum diajukan ke seleksi nasional.

Melalui kegiatan ini, Marendra berharap Ormawa Fakultas Teknik UNUSIDA mampu menyusun proposal PPK Ormawa yang berkualitas sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan pengabdian berbasis keilmuan.

“Semoga ke depan semakin banyak organisasi mahasiswa yang terlibat dalam program-program nasional serupa, sehingga dapat memperkuat kapasitas organisasi sekaligus memperluas kontribusi mahasiswa dalam pembangunan masyarakat,” pungkasnya.

Mokh. Yahya, S.T., Lulusan Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Dedikasi Mokh. Yahya, S.T., Lulusan Teknik Lingkungan yang Berkontribusi untuk Masyarakat melalui Penerangan Jalan

Perjalanan hidup setiap alumni selalu menyimpan cerita perjuangan, proses pembelajaran, serta perubahan cara pandang yang mengantarkan mereka menuju dunia profesional. Hal tersebut tergambar dari sosok Mokh. Yahya, S.T., alumni Program Studi S1 Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang lulus pada tahun 2020. Kini, ia mengabdikan diri sebagai Teknisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, sebuah peran strategis yang berkontribusi langsung terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Bagi Yahya, masa kuliah bukan sekadar proses akademik untuk meraih gelar sarjana, melainkan ruang pembentukan mindset, karakter, serta penguatan soft skills dan hard skills yang sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja. Ia menyadari bahwa keberhasilan profesional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh disiplin, tanggung jawab, komunikasi, dan kemampuan bekerja dalam tim.

“Selama kuliah, saya belajar bahwa ilmu tidak cukup hanya dipahami di kelas. Kita harus aktif mencari pengalaman, berani mencoba, dan terus mengembangkan diri,” ungkap Yahya.

Prinsip tersebut membantunya beradaptasi dengan cepat ketika mulai bekerja di lingkungan pemerintahan yang menuntut ketelitian, kecepatan, serta pelayanan publik yang optimal.

Sebagai Teknisi PJU, Yahya bertanggung jawab memastikan sistem penerangan jalan umum berfungsi dengan baik, mulai dari pemeriksaan jaringan listrik, perawatan lampu jalan, hingga penanganan gangguan teknis di lapangan. Peran ini sangat penting karena penerangan jalan berkaitan erat dengan keselamatan pengguna jalan, keamanan lingkungan, serta aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.

Latar belakang pendidikan Teknik Lingkungan yang ia miliki memberikan bekal relevan, terutama dalam memahami aspek keselamatan kerja, efisiensi energi, serta dampak infrastruktur terhadap lingkungan. Hard skills seperti analisis teknis dan pemecahan masalah menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugasnya.

Namun, Yahya menekankan bahwa soft skills justru menjadi kunci keberhasilan yang sering tidak disadari mahasiswa. Kemampuan berkomunikasi, koordinasi dengan masyarakat, manajemen waktu, serta ketahanan mental saat menghadapi tekanan pekerjaan sangat menentukan kinerja di lapangan.

“Di dunia kerja, kita bertemu banyak karakter dan situasi yang tidak selalu sesuai rencana. Di sinilah pentingnya kesabaran, kerja sama, dan pola pikir yang terus berkembang,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa perubahan mindset dari mahasiswa menjadi profesional harus dibangun sejak dini dengan membiasakan diri bersikap proaktif dan solutif.

Perjalanan karier Yahya menjadi bukti bahwa setiap lulusan memiliki peluang besar untuk berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pelayanan publik. Bekerja di instansi pemerintah memberikan pengalaman berharga karena pekerjaan yang dilakukan berdampak langsung bagi masyarakat luas, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi diri.

Ia pun berpesan kepada mahasiswa agar tidak ragu mengembangkan potensi di luar perkuliahan melalui organisasi, pelatihan, maupun kegiatan lapangan. “Jangan menunggu sempurna untuk mulai. Terus belajar, terus mencoba, dan jangan takut gagal,” pesannya.

Kisah Mokh. Yahya, S.T. menunjukkan bahwa keberhasilan alumni UNUSIDA bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang kemauan untuk berubah, belajar, dan beradaptasi. Melalui dedikasinya sebagai Teknisi PJU, ia tidak hanya menjalankan profesi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Lampu-lampu jalan yang menyala setiap malam menjadi simbol kerja keras, tanggung jawab, dan kontribusi seorang alumni yang terus berupaya memberi terang bagi lingkungan sekitarnya.

Ia berharap, pengalamannya dapat memotivasi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus mengembangkan diri, membangun pola pikir positif, serta berani mengambil peran di tengah masyarakat. Karena pada akhirnya, keberhasilan sejati adalah ketika ilmu yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.SI saat menjadi narasumber (Foto: Muchammad Waziruddin)

LKMM-TD Season V, Fakultas Teknik Perkuat Gagasan Berdampak Mahasiswa untuk PKM, PPK Ormawa, dan P2MW

MOJOKERTO — Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo menyelenggarakan LKMM-TD Season V Tahun 2026 di Pondok Darul Muta’allimin (DAMIN), Trawas, Mojokerto, Sabtu–Ahad, (7–8/2/2026). Dengan mengusung tema ‘Empowering Skills, Inspiring Future Leaders’, kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas mahasiswa melalui pembekalan materi strategis yang berorientasi pada luaran prestasi dan kebermanfaatan.

Pada sesi lanjutan, fokus pembelajaran diarahkan pada perumusan gagasan, penyusunan rencana kerja, serta penguatan sistem pendukung organisasi mahasiswa agar mampu berkompetisi secara terukur dan berkelanjutan. Materi pertama bertajuk Mindset Building Mahasiswa Teknik Berprestasi dan Berdampak disampaikan Dekan Fakultas Teknik, Listin Fitrianah, S.P., M.Si.

Ia menegaskan bahwa prestasi tidak lahir secara kebetulan, tetapi dibentuk melalui pola pikir yang konsisten. Menurutnya, mahasiswa teknik harus berani berpikir solutif sekaligus memiliki orientasi dampak sosial. Ia menyampaikan bahwa mindset berprestasi dimulai dari keberanian menetapkan standar tinggi bagi diri sendiri sehingga dampak yang dihasilkan akan semakin luas.

Penguatan teknis perumusan gagasan dilanjutkan oleh Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D., Ketua Program Studi Teknik Lingkungan sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan. Ia menjelaskan bahwa proposal yang baik harus berbasis masalah nyata, memiliki kebaruan, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, konsistensi antara latar belakang, metode, dan luaran menjadi kunci keberhasilan proposal dalam kompetisi nasional.

Pendalaman program pengabdian masyarakat disampaikan oleh Medya Ayunda Fitri, S.T., M.T., yang menekankan pentingnya analisis kebutuhan mitra serta keberlanjutan program. Ia menjelaskan bahwa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan harus dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dengan pendekatan pemberdayaan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Pengembangan kewirausahaan mahasiswa menjadi fokus materi berikutnya oleh Untung Usada, S.Si., M.T. Ia membagikan pengalaman pendampingan tim wirausaha hingga tingkat nasional serta menekankan pentingnya validasi pasar dan model bisnis yang realistis. Menurutnya, ide kewirausahaan mahasiswa harus memiliki kelayakan usaha, proyeksi keberlanjutan, dan daya saing.

Aspek pengorganisasian kegiatan dibahas oleh Taqwanur, S.T., M.MT., yang menjelaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada koordinasi dan komunikasi yang sistematis dalam kepanitiaan. Ia menilai bahwa tanpa kejelasan peran, gagasan besar sekalipun dapat kehilangan arah implementasi.

Materi terakhir mengenai administrasi disampaikan oleh Zahrotul Azizah, S.T., M.T., Wakil Dekan Fakultas Teknik. Ia menegaskan bahwa ketertiban administrasi dan transparansi keuangan merupakan bentuk profesionalitas organisasi mahasiswa serta fondasi pertanggungjawaban kegiatan.

Melalui rangkaian materi tersebut, LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA Tahun 2026 tidak hanya menjadi forum pembelajaran manajerial, tetapi juga laboratorium gagasan yang diarahkan pada capaian konkret dalam berbagai program nasional kemahasiswaan. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan mahasiswa Fakultas Teknik yang berdaya saing tinggi, berprestasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penulis: Muchammad Waziruddin

Jajaran Kemahasiswaan saat menghadiri LKMM-TD Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

LKMM-TD Season V Fakultas Teknik, Wakil Rektor 3 UNUSIDA Apresiasi Konsistensi prestasi mahasiswa

MOJOKERTO — Komitmen penguatan kapasitas mahasiswa dalam LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA turut mendapat perhatian dari Biro Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pondok Darul Muta’allimin (DAMIN), Trawas, Mojokerto, Sabtu–Ahad, (07–08/2/2026).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi prestasi mahasiswa Fakultas Teknik yang setiap tahun berhasil menorehkan capaian membanggakan, khususnya dalam program-program unggulan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), serta Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari pembinaan terarah dan budaya prestasi yang terus dijaga. Lebih lanjut, ia berharap LKMM-TD Season V menjadi instrumen strategis untuk memperkuat capaian melalui target luaran yang lebih terukur.

“Jangan hanya hadir secara administratif. Jadikan forum ini sebagai momentum transformasi diri. Dari sini harus lahir proposal, gagasan, dan kolaborasi yang siap bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kemahasiswaan UNUSIDA, Machfudzil Asror, S.Pd.I., M.Pd., menggarisbawahi pentingnya sinergi antara fakultas dan universitas dalam mendorong capaian mahasiswa agar lebih terarah dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan pembinaan kemahasiswaan yang menekankan penguatan kapasitas kepemimpinan dan kompetensi mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi yang solid antara unit fakultas dengan institusi menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang efektif. Menurutnya, ketika arah pembinaan disusun secara terpadu, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman organisasi, tetapi juga memiliki peta pengembangan diri yang jelas.

“Kegiatan seperti LKMM-TD bukan sekadar agenda pembinaan rutin, melainkan fondasi strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi akademik maupun dunia profesional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan sinergi pembinaan harus terus dilakukan secara konsisten agar mahasiswa memiliki daya saing tinggi. Ia menilai bahwa tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini menuntut mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta kesiapan karier yang matang.

Menurutnya, melalui program pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, mahasiswa diharapkan mampu merancang arah pengembangan karier sejak dini. Hal ini penting agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang kompetisi nasional.

“Kampus akan terus mendukung berbagai program pengembangan mahasiswa yang berorientasi pada prestasi dan luaran nyata. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan capaian yang terukur serta berdampak bagi institusi dan masyarakat,” pungkasnya.

Pembukaan LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: BEM FT UNUSIDA)

LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA 2026, Perkuat Kepemimpinan dan Budaya Prestasi Mahasiswa

MOJOKERTO — Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Season V Tahun 2026 pada Sabtu–Ahad, (07–08/2/2026) yang dipusatkan di Pondok Darul Muta’allimin (DAMIN), Trawas, Mojokerto.

Mengusung tema Empowering Skills, Inspiring Future Leaders, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran manajerial yang terstruktur dan terukur guna membekali mahasiswa dengan keterampilan kepemimpinan yang adaptif, progresif, serta berorientasi pada capaian prestasi. Suasana kawasan Trawas yang kondusif turut memperkuat atmosfer reflektif sekaligus mendukung pembentukan karakter peserta sejak hari pertama pelaksanaan.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., yang menekankan pentingnya mahasiswa Fakultas Teknik menjadi pribadi berprestasi dan berdampak. Beliau menegaskan bahwa tema Empowering Skills, Inspiring Future Leaders harus dimaknai sebagai komitmen membangun kapasitas diri sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Mahasiswa Fakultas Teknik harus berani tampil, berani bersaing, dan berani memberikan dampak. Prestasi bukan pilihan, melainkan keniscayaan,” tuturnya.

Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Periode 2025–2026, Marendra Firdaus Putra menegaskan bahwa LKMM-TD bukan sekadar agenda formal kemahasiswaan, melainkan proses penguatan mental dan arah gerak organisasi. Menurutnya, forum ini menjadi ruang pembentukan daya juang dan komitmen mahasiswa dalam menyatukan gagasan dan tindakan.

Sementara itu, Koordinator Pembantu Panitia Pelaksana dari pengurus BEM Fakultas Teknik, Nur Cahyo Febrianto menekankan pentingnya kesiapan teknis serta keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, konsistensi dan kedisiplinan menjadi kunci keberhasilan forum pembelajaran ini.

“Kami menginginkan seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan tertib dan terarah. Lebih dari itu, forum ini harus mampu melahirkan luaran nyata yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara akademik maupun organisatoris,” ujar Koordinator Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) tersebut.

Ketua Pelaksana LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D., yang juga Ketua Program Studi Teknik Lingkungan. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa LKMM-TD tahun ini dirancang dengan orientasi luaran yang konkret dan selaras dengan kebutuhan kompetensi mahasiswa teknik. Ia menyampaikan bahwa setiap proses dalam kegiatan tersebut diupayakan menghasilkan keterampilan aplikatif, bukan sekadar euforia kegiatan, tetapi capaian yang relevan dengan tantangan akademik dan kompetisi nasional.

“Setiap proses dalam LKMM-TD ini kami desain agar menghasilkan keterampilan nyata. Bukan sekadar euforia kegiatan, tetapi capaian yang relevan dengan tantangan akademik dan kompetisi nasional,” jelasnya.