Pos

Mohamad Gofur, S.T. Alumni Teknik Industri UNUSIDA

Mohamad Gofur, Alumni Teknik Industri UNUSIDA Buktikan Peran Kampus Penting dalam Karir Profesional

Mohamad Gofur, S.T., alumnus Program Studi Teknik Industri Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2022 yang kini berkarier di PT Bintang Indokarya Gemilang pada bagian HR Insurance. Sebuah pencapaian yang ia raih berkat perpaduan antara ilmu, pengalaman organisasi, dan nilai-nilai pesantren yang melekat kuat dalam dirinya.

Gofur menuturkan bahwa pengalaman belajar selama kuliah di UNUSIDA menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter profesional dan kemampuan manajerialnya di dunia kerja. Ia menilai bahwa kurikulum Teknik Industri UNUSIDA tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga menanamkan keterampilan praktis serta etika kerja yang kuat.

“Banyak hal yang saya pelajari di kampus sangat relevan dengan pekerjaan saya sekarang. Mulai dari manajemen industri, pengelolaan sumber daya manusia, hingga kemampuan komunikasi dan leadership. Semua itu menjadi bekal berharga untuk menunjang karier saya di dunia industri,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Kamis (6/11/2025).

Selain pembelajaran di kelas, Gofur juga mengakui bahwa lingkungan kampus yang inklusif dan kolaboratif turut membentuk kepercayaan dirinya untuk terus berkembang. Dukungan dosen dan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan kampus menjadi pengalaman berharga yang memperluas wawasan dan jejaring profesionalnya.

“Peran kampus dalam karier saya sangat luar biasa, pengalaman belajar di UNUSIDA membentuk karakter profesional dan kemampuan manajerial yang menjadi bekal penting di dunia kerja,” katanya.

Selain itu, pria asli Brebes, Jawa Tengah ini dikenal sebagai sosok mahasiswa aktif dan berprestasi selama menempuh studi di UNUSIDA. Gofur memulai kiprahnya di organisasi mahasiswa sejak tahun pertama, bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Teknik Industri, kemudian melanjutkan langkahnya ke Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT).

Puncaknya, pada tahun 2021, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Teknik UNUSIDA. Melalui peran tersebut, Gofur banyak belajar tentang kepemimpinan, manajemen tim, dan komunikasi lintas organisasi, kemampuan yang kini sangat berguna dalam karier profesionalnya.

“Organisasi mengajarkan saya bagaimana mengelola waktu, berkoordinasi dengan banyak pihak, dan mengambil keputusan yang berdampak. Semua itu menjadi bekal nyata ketika saya terjun ke dunia kerja,” ujarnya.

Tak hanya aktif di kampus, Gofur juga menjalani kehidupan sebagai santri Pondok Pesantren Al Kholil, Jetis, Sidoarjo, yang diasuh oleh Gus Arisy Karomy. Selama kuliah, ia tetap konsisten mengabdi di pondok sambil menyeimbangkan antara tanggung jawab akademik dan spiritual.

“Menjadi santri membuat saya belajar disiplin, tangguh, dan rendah hati. Nilai-nilai itulah yang selalu saya bawa dalam bekerja dan berinteraksi,” tutur Gofur.

Kini, setelah menapaki dunia profesional, Gofur melihat bahwa kombinasi antara pendidikan tinggi dan nilai-nilai pesantren merupakan kekuatan luar biasa dalam membentuk karakter dan integritas seseorang. Ia berharap semakin banyak mahasiswa UNUSIDA yang percaya diri untuk bersaing di dunia kerja dengan bekal kemampuan, karakter, dan nilai-nilai yang ditanamkan selama kuliah.

“Oleh karena itu, jangan takut untuk bermimpi besar. Kampus sudah memberi kita pondasi melalui ilmu, organisasi memberi pengalaman, dan pesantren memberi arah hidup. Semua saling melengkapi, tinggal bagaimana kita berusaha dan terus belajar,” pungkasnya.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., Aktif dalam Forum CSR Bappeda Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Aktif dalam Forum CSR Bappeda: Wujud Kolaborasi Kampus, Pemerintah, dan Industri untuk Pembangunan Berkelanjutan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui keikutsertaannya dalam Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo, Senin (3/11/2025).

Dalam kegiatan tersebut, UNUSIDA diwakili oleh Dekan Fakultas Teknik, Ibu Listin Fitrianah, S.P., M.Si, yang hadir bersama para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk instansi pemerintah, perusahaan swasta, dan lembaga sosial masyarakat. Pertemuan ini membahas arah kebijakan CSR agar dapat berjalan selaras dengan program prioritas daerah serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Forum CSR Bappeda menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam merancang serta melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan yang tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.

“Melalui forum ini, UNUSIDA ingin berperan aktif memberikan kontribusi dalam bentuk riset, pendampingan masyarakat, dan pengembangan teknologi tepat guna yang bisa dimanfaatkan dalam program CSR,” ungkapnya.

Menurutnya, akademisi seharusnya hadir dengan membawa perspektif akademik melalui pendekatan penelitian, inovasi teknologi, dan kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat mendukung pelaksanaan CSR berbasis kebutuhan lokal.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan agen perubahan sosial,” ujarnya.

Inovasi Fakultas Teknik UNUSIDA untuk CSR Berkelanjutan

Dalam kesempatan tersebut, Listin Fitrianah juga memaparkan sejumlah inisiatif yang telah disiapkan oleh Fakultas Teknik UNUSIDA untuk dikolaborasikan bersama mitra CSR, di antaranya:

  • Inovasi pengolahan limbah ramah lingkungan,

  • Pengembangan teknologi energi terbarukan, serta

  • Digitalisasi sistem untuk pemberdayaan UMKM lokal.

Listin menjelaskan, sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan program CSR dan memperkuat dampak sosialnya bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara UNUSIDA dan para pelaku CSR di Sidoarjo. Kolaborasi ini bukan hanya seremonial, tetapi akan kami tindak lanjuti dalam bentuk aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.

Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi

Partisipasi aktif UNUSIDA dalam Forum CSR Bappeda juga menjadi wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat — yang dijalankan secara terpadu dan kontekstual. Melalui kegiatan ini, UNUSIDA ingin memperkuat posisi kampus sebagai mitra strategis pemerintah dan industri dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, forum ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen UNUSIDA untuk terlibat dalam proyek-proyek pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan lokal, sekaligus memperkenalkan berbagai hasil penelitian dan inovasi mahasiswa yang relevan dengan program CSR perusahaan mitra.

“Kami ingin menjadikan kegiatan CSR sebagai laboratorium pembelajaran sosial bagi mahasiswa, agar mereka dapat menerapkan ilmu di dunia nyata sekaligus menumbuhkan tanggung jawab sosial yang tinggi,” jelas Listin.

Komitmen untuk Pembangunan Daerah

Keterlibatan UNUSIDA dalam Forum CSR Bappeda diharapkan dapat memperkuat ekosistem kolaborasi antara dunia akademik dan dunia industri. Lebih dari sekadar partisipasi, kegiatan ini menjadi bukti tanggung jawab sosial UNUSIDA sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah.

“Kami ingin UNUSIDA dikenal bukan hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan solusi nyata. Melalui program CSR yang kolaboratif, kami ingin membuktikan bahwa ilmu pengetahuan bisa menjadi alat untuk membangun kesejahteraan bersama,” tuturnya.

Ke depan, UNUSIDA berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kemitraan dengan sektor swasta dan lembaga pemerintah dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial. Fakultas Teknik bersama seluruh fakultas di lingkungan UNUSIDA akan terus mendorong penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri, agar hasil akademik dapat memberikan dampak langsung dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa forum CSR Bappeda Sidoarjo menjadi momentum penting bagi UNUSIDA untuk memperkuat perannya sebagai kampus adaptif dan berorientasi pada kemaslahatan publik. Keterlibatan aktif dalam forum ini sejalan dengan visi UNUSIDA untuk menjadi universitas unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.

“Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha adalah kunci dalam mewujudkan Sidoarjo yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. UNUSIDA akan terus hadir memberikan kontribusi terbaik untuk masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan tindakan nyata,” pungkasnya. (AS/MY)

Flyer Mahasiswa Teknik Kimia UNUSIDA Lolos Tingkat Nasional ONMIPA 2025 (Foto: Istimewa)

Dua Mahasiswa Teknik Kimia UNUSIDA Lolos ke Tingkat Nasional ONMIPA 2025

SIDOARJO – Dua mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mereka adalah Kelvin Wahyu Putro (13423024) dan Novan Mokhamad Misbakhus S. (13423005) yang berhasil lolos ke Olimpiade Nasional Matematika dan IPA (ONMIPA) bidang Kimia Tahun 2025. Keduanya akan mewakili UNUSIDA dalam ajang bergengsi tersebut yang akan digelar di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, pada 16–20 November 2025 mendatang.

Perjalanan Tak Terduga Menuju Nasional

Baik Kelvin maupun Novan sama-sama mengaku tidak menyangka bisa lolos ke tingkat nasional. Bagi mereka, keberhasilan ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang proses dan pembelajaran.

“Sejujurnya saya nggak nyangka bisa lolos ONMIPA, apalagi di bidang kimia. Awalnya cuma ikut-ikutan teman, nggak ada ekspektasi bakal lolos. Tapi ternyata bisa jadi motivasi juga buat teman-teman lain agar jangan takut mencoba,” ungkap Novan kepada Humas UNUSIDA, Kamis (16/10/2025).

Sementara Kelvin menuturkan bahwa keikutsertaannya di ONMIPA berawal dari dorongan dosen dan pimpinan kampus. “Sebenarnya saya nggak minta ikut, tapi waktu itu disuruh sama Pak Yai pas menjelang PKKMB, ya saya manut saja,” katanya.

Namun di balik ketidaksengajaan itu, Kelvin justru menunjukkan kemampuan luar biasa. Ia mengaku sempat tidak yakin dengan hasil pekerjaannya, tetapi tetap berusaha memberikan yang terbaik.

“Saya nggak nyangka bisa lolos, padahal banyak soal yang saya kerjakan asal-asalan. Tapi ya, mungkin karena berusaha fokus pada konsep dasar dan penerapan kontekstual,” tambahnya.

Tantangan dan Persiapan

Bagi Kelvin, tantangan terbesar dalam mengikuti ONMIPA adalah kemampuan untuk mengintegrasikan ilmu kimia klasik dengan kemajuan teknologi modern. Ia mengaku memperdalam konsep dasar kimia dengan berdiskusi bersama dosen pembimbing serta rekan-rekan sejawat.

Ia berharap pencapaian ini bisa menjadi dorongan bagi UNUSIDA untuk terus mendukung mahasiswa berprestasi. “Saya berharap UNUSIDA bisa memberikan dukungan dan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa yang ingin mengharumkan nama kampus,” ucapnya penuh harap.

Sedangkan Novan lebih menyoroti aspek mental dan rasa percaya diri. “Tantangannya sih antara takut dan bingung, karena saingannya dari seluruh Indonesia. Tapi dosen-dosen Teknik Kimia sangat mendukung dan selalu memberi semangat serta materi tambahan,” ujarnya.

Keduanya juga menilai bahwa praktik-praktik di mata kuliah seperti Kimia Fisika dan Kimia Organik menjadi bekal penting dalam menghadapi kompetisi. “Dari situ kami belajar berpikir analitis dan sistematis, sekaligus terbiasa menghadapi permasalahan kontekstual,” tambah Novan.

Bagi Novan, prestasi ini bukan semata tentang hasil, tetapi tentang perjalanan. Ia berpegang pada prinsip:

“Proses lebih berharga daripada hasil. Karena di situ kita ditempa secara pikiran dan mental, dan justru itu yang seru. Kita dapat pengalaman baru yang belum pernah kita tahu sebelumnya,” ungkapnya.

Menutup wawancara, Novan menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lain. Menurutnya, prestasi menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UNUSIDA mampu bersaing di tingkat nasional dengan semangat belajar, bimbingan yang tepat, dan tekad kuat untuk terus maju.

“Jangan takut mencoba hal baru. Ikuti saja lomba seperti ONMIPA atau kegiatan akademik lainnya. Jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar dan mengasah kemampuan. Ini bukan soal piala atau sertifikat, tapi tentang bagaimana kita berkembang,” tuturnya.

Keduanya kini tengah fokus mempersiapkan diri untuk babak nasional, dengan target memberikan hasil terbaik bagi almamater tercinta.

Suasana MAKRAB PEMABA-FT IX 2025 (Foto: Muchammad Waziruddin)

Mahasiswa Baru Fakultas Teknik UNUSIDA Dikenalkan Soliditas Engineer Muda dalam Harmoni Keberagaman

SIDOARJO – Hari kedua Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Teknik (PEMABA-FT) ke-IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berlangsung penuh energi dan makna, sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan bertema ‘Membentuk Engineer Muda, Siap Berkarya dan Solid dalam Keberagaman’. Acara yang digelar di Kampus 2 UNUSIDA Sabtu-Ahad (20–21/9/2025) ini menghadirkan perpaduan materi inspiratif, aktivitas kolaboratif, hingga malam puncak yang merayakan kebersamaan.

Sesi pagi diawali dengan materi Tips & Trik Menjadi Mahasiswa Berprestasi Bidang Akademik oleh Ihsan Abu Ridho, mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2023 sekaligus penerima hibah PKM-RE. Ihsan berbagi strategi menembus pendanaan riset, menekankan pentingnya ide unik, data konsisten, dan ketekunan belajar.

Dilanjutkan dengan Tracer Study/Survival Kit Alumni oleh Moch. Syaifudin, S.T., alumni Teknik Kimia angkatan 2020. Ia menekankan pentingnya membangun portofolio, jejaring, dan pengalaman organisasi sejak dini.

Setelah sesi awal, suasana mencair lewat berbagai fun game, mulai dari estafet hanger hingga voli balon air. Permainan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mempererat kerja sama, komunikasi, dan solidaritas mahasiswa baru.

Selain itu, peserta mendapat materi Tips & Trik Berprestasi di Bidang Non Akademik dari Aisyah Widayani, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2024 sekaligus peraih medali perak World Economics Challenge and Competition 2025. Ia mengajak mahasiswa untuk berani mengeksplorasi potensi diri di luar kelas.

Momentum semakin bermakna dengan hadirnya Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., yang berpesan agar mahasiswa teknik menjadi pembelajar sejati, pejuang inovasi, dan agen kebaikan.

Tak hanya itu, mahasiswa baru mengikuti sesi pengenalan organisasi HIMA Prodi dan jejaring nasional seperti IMTII, IMTLI, dan BKKMTKI. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan Pentas Seni berupa musik, tari, teater, hingga musikalisasi puisi, menampilkan bakat beragam mahasiswa baru.

Puncaknya, Malam Keakraban digelar dengan api unggun, perkusi, kembang api, serta lantunan chant Fakultas Teknik yang membaurkan semangat mahasiswa baru, panitia, dan alumni dalam satu harmoni.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT UNUSIDA Erlangga Abiartha Nugraha menjelaskan, PEMABA FT menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk semakin mengenal, membangun kebersamaan, sekaligus meneguhkan identitas mereka sebagai calon engineer muda.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan makrab ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan penguatan soliditas mahasiswa.

“Seorang engineer bukan hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu membangun kebersamaan, komunikasi, dan solidaritas. Makrab ini adalah miniatur dari kehidupan nyata yang akan mereka hadapi di dunia kerja nanti,” ujarnya.

Menurutnya, Fakultas Teknik UNUSIDA menegaskan kembali misinya untuk melahirkan engineer muda yang unggul secara akademik, matang dalam karakter, serta solid dalam kebersamaan. PEMABA-FT ke-IX bukan hanya orientasi, tetapi langkah awal menuju generasi insinyur yang siap menghadapi masa depan dengan keberanian, kreativitas, dan solidaritas.

“Kami ingin mengajak mahasiswa baru untuk memahami pentingnya peran mereka dalam menjaga nilai persatuan, gotong royong, serta menjunjung tinggi sikap toleransi. Keberagaman latar belakang mahasiswa justru menjadi kekuatan besar dalam membentuk atmosfer belajar yang dinamis dan inovatif,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

PEMABA FT UNUSIDA Ke IX 2025 (Foto: Muchammad Waziruddin)

PEMABA ke-IX Fakultas Teknik UNUSIDA: Cetak Engineer Muda Siap Berkarya dan Solid dalam Keberagaman

SIDOARJO – Menjadi seorang engineer di era transisi teknologi bukan hanya soal menguasai rumus atau perangkat laboratorium, tetapi juga tentang kesiapan mental, karakter, dan kemampuan merajut keberagaman. Semangat inilah yang mengalir dalam kegiatan Pekan Mahasiswa Baru Fakultas Teknik (PEMABA-FT) ke-IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 5, Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu-Ahad (20-21/9/2025).

PEMABA ke-IX Fakultas Teknik UNUSIDA diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dari berbagai program studi di lingkungan fakultas, seperti Teknik Kimia, Teknik Industri, dan Teknik Lingkungan. Acara ini dirancang untuk memperkenalkan dunia kampus, membangun semangat kolaborasi lintas jurusan, serta menanamkan etos kerja seorang engineer muda yang tangguh, inovatif, dan inklusif. Dengan mengusung tema ‘Membentuk Engineer Muda, Siap Berkarya dan Solid dalam Keberagaman’, kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kultur akademik, regulasi fakultas, dan membangun identitas keinsinyuran yang tangguh dan berdaya saing.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., yang menegaskan bahwa PEMABA-FT bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter dan orientasi studi mahasiswa baru.

“PEMABA Fakultas Teknik bukan hanya acara penyambutan, tetapi pintu gerbang bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik dan regulasi fakultas. Kegiatan ini juga menjadi salah satu syarat administratif penting sebelum mengikuti yudisium,” ujarnya.

Rangkaian Materi Hari Pertama: Integrasi Ilmu, Nilai, dan Praktik

Sesi pertama diawali dengan Pengenalan Fakultas Teknik sesi pertama oleh Ibu Listin Fitrianah yang menjelaskan visi dan misi fakultas, yaitu menjadi pusat keunggulan dalam riset terapan berwawasan lingkungan dengan landasan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Beliau juga menekankan pentingnya integrasi antara penguasaan teknologi, pengembangan karakter, dan kontribusi sosial dalam mencetak lulusan yang kompeten dan beretika.

Dilanjutkan dengan Pengenalan Fakultas Teknik sesi kedua oleh Wakil Dekan, Ibu Zahrotul Azizah, S.T., M.T., yang memaparkan alur perkuliahan, praktikum, hingga kerja praktik (KP) sebagai bekal awal mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar tidak hanya secara teoritis, tetapi juga praktis melalui laboratorium dan kerja lapangan.

Sesi berikutnya menghadirkan para Ketua Program Studi yang memperkenalkan keunggulan dan peluang dari masing-masing program studi. Mulai dari Kaprodi Teknik Industri Untung Usada, S.Si., M.T., Kaprodi Teknik Lingkungan Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. dan Kaprodi Teknik Kimia, Yulia Tri Rahkadima, S.T., M.T.

Ketiganya menekankan pentingnya riset aplikatif, keterampilan analisis, dan jaringan profesional sebagai modal utama lulusan teknik dalam menghadapi tantangan global.

Selain itu, peserta juga dibekali materi pengembangan karakter dan nilai-nilai Aswaja yang disampaikan oleh Bapak A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T., dosen Teknik Kimia sekaligus Kepala Divisi Amaliyah Aswaja UNUSIDA.

Dengan pendekatan yang interaktif dan reflektif, beliau mengajak mahasiswa untuk menanamkan nilai-nilai tawazun (keseimbangan), tasamuh (toleransi), dan tawadhu (rendah hati) sebagai fondasi kepribadian seorang engineer berintegritas.

Tak hanya itu, peserta juga diajak mengenal lebih dalam fasilitas riset melalui sesi Pengenalan Laboratorium Fakultas Teknik, yang dipandu oleh Khilyatul Afkar, S.T., Kepala Laboratorium. Para mahasiswa baru diperkenalkan pada berbagai peralatan dan perangkat riset di Laboratorium Kualitas Lingkungan dan Laboratorium Teknik Kimia, sekaligus memahami peran laboratorium sebagai pusat inovasi dan eksperimen.

Solid dalam Keberagaman, Siap Berkarya untuk Masa Depan

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT UNUSIDA Erlangga Abiartha Nugraha mengatakan, PEMABA-FT IX tidak hanya menyajikan materi pengenalan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan, dan semangat inklusif. Melalui interaksi dengan dosen, staf laboratorium, dan sesama mahasiswa lintas prodi, para peserta mulai merajut jaringan sosial dan akademik yang akan menjadi bekal penting selama masa studi.

“Melalui PEMABA ini, kami ingin mahasiswa siap menghadapi dunia kampus yang dinamis dan beragam, serta membentuk komunitas akademik yang solid dan kolaboratif,” ungkapnya.

Erlangga mengungkapkan, kegiatan orientasi ini menjadi bukti komitmen Fakultas Teknik UNUSIDA dalam mencetak engineer muda yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga peka secara sosial, siap berinovasi, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.

Menurutnya, PEMABA-FT IX menjadi titik awal perjalanan panjang mahasiswa menuju profesionalisme teknik yang bermakna. Di sinilah awal mula mereka ditempa, dibimbing, dan diarahkan untuk menjadi lulusan berdaya saing tinggi dan kontributif bagi pembangunan bangsa. Menjadi gerbang awal pembentukan karakter serta penguatan nilai-nilai kebersamaan bagi para mahasiswa baru.

“Selamat datang di Fakultas Teknik UNUSIDA. Mari kita tumbuh bersama, belajar bersama, dan berkontribusi bersama. Engineer muda tidak hanya membangun sistem dan infrastruktur, tapi juga membangun masa depan bangsa,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Company Visit Fakultas Teknik UNUSIDA di PT Garuda Food (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Teknik UNUSIDA Lakukan Company Visit ke PT. Garuda Food dan PT. Smelting Gresik

GRESIK — Fakultas Teknik (FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan kegiatan Company Visit ke dua perusahaan besar di Jawa Timur, yakni PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk dan PT Smelting Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran lapangan untuk memberikan wawasan industri kepada mahasiswa di luar ruang kelas.

Kunjungan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari 3 Program Studi, yaitu Teknik Industri, Teknik Lingkungan dan Teknik Kimia, didampingi oleh dosen dan staf akademik. Rombongan mengawali kunjungan ke PT Garudafood yang berlokasi di Gresik. Di sana, para mahasiswa diajak melihat langsung proses produksi makanan ringan, pengemasan otomatis, serta manajemen mutu dan keselamatan kerja di lingkungan industri makanan.

“Dengan melihat langsung proses produksi di pabrik, mahasiswa dapat memahami penerapan ilmu yang selama ini dipelajari secara teori di kampus,” ujar Zahrotul Azizah, M.T., salah satu dosen pendamping dari Teknik Kimia.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata kampus dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri. Ia sangat mengapresiasi sambutan hangat dan kesempatan belajar yang diberikan kepada para mahasiswa.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja serta menjalin relasi yang bisa membuka peluang magang maupun kerja sama riset di masa depan,” terangnya.

Setelah dari PT Garudafood, rombongan melanjutkan kunjungan ke PT Smelting Gresik, satu-satunya perusahaan pemurnian tembaga di Indonesia. Di lokasi ini, mahasiswa dikenalkan dengan teknologi pemurnian tembaga, sistem pengolahan limbah, dan protokol keselamatan kerja di industri berat.

Senior Staff General Affairs PT. Smelting, Budi Setiawan, menyampaikan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang menuntut kompetensi teknis dan soft skills yang kuat. Ia menekankan bahwa dunia industri saat ini tidak hanya menuntut penguasaan ilmu dan keterampilan teknis, tetapi juga soft skills yang kuat, seperti komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

“Kami sangat mendukung kunjungan seperti ini karena menjadi wadah awal pengenalan dunia industri bagi calon-calon tenaga kerja profesional,” ungkapnya.

Ia juga menyambut baik kunjungan dari UNUSIDA ini sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan industri. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi jembatan awal bagi mahasiswa untuk memahami realitas lapangan serta membentuk pola pikir yang lebih siap dan terbuka terhadap tantangan kerja ke depan.

Selain mendapatkan paparan materi, para mahasiswa juga berkesempatan melihat langsung proses pemurnian tembaga serta sistem manajemen lingkungan dan keselamatan kerja yang diterapkan PT Smelting sebagai salah satu perusahaan strategis di sektor pertambangan dan metalurgi di Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi industri dan memperluas wawasan sebelum terjun ke dunia profesional. Kompetensi teknis tentu penting, tapi yang membedakan antara satu kandidat dengan lainnya sering kali justru ada di soft skills-nya. Dunia kerja sangat dinamis, dan kesiapan mental serta sikap profesional menjadi kunci untuk bisa bertahan dan berkembang,” pungkasnya.

ZE Talk - Mengenal Inisiatif Proyek Karbon Pertamina Group HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto:Muchammad Waziruddin)

HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Berpartisipasi Aktif dalam ZE Talk: Mengenal Inisiatif Proyek Karbon Pertamina Group

SIDOARJO – Dalam semangat kolaborasi dan penguatan wawasan mahasiswa mengenai isu-isu strategis energi berkelanjutan di Indonesia, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berpartisipasi aktif dalam kegiatan nasional bertajuk ZE Talk yang diselenggarakan oleh zonaebt.com. Webinar edisi kali ini mengangkat tema ‘Mengenal Inisiatif Proyek Karbon Pertamina Group’ yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (28/07/2025).

ZE Talk merupakan program unggulan dari PT Zona Media Pembaru, sebuah startup berbasis media informasi dan edukasi yang sejak 2021 konsisten berfokus pada literasi energi terbarukan dan ekosistem transisi energi di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan berbagai institusi akademik dan komunitas pemuda sebagai mitra partisipatif, termasuk HIMA TL UNUSIDA yang mengirimkan delegasi pengurus dan anggota sebagai peserta aktif.

Koordinator Hubungan Eksternal & Kemitraan sekaligus penanggung jawab partisipasi, Gilang Ramadhani Kurniawan, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam agenda strategis nasional. Tak hanya itu, partisipasi HIMA TL UNUSIDA kali ini menjadi bagian dari implementasi program kerja ENVIRO NEXUS, yang diinisiasi oleh Departemen UDARA (Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan).

“Kami berharap mahasiswa teknik lingkungan tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu terlibat dalam dinamika kebijakan dan proyek nyata yang dijalankan pelaku industri, seperti proyek karbon di Pertamina Group,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam ZE Talk edisi ini, HIMA TL UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. “Alhamdulillah, kami sebagai mahasiswa dapat terus aktif dalam forum lingkungan yang dapat memperkuat kapasitas intelektual, jejaring strategis, dan kontribusi nyata generasi muda teknik lingkungan di masa kini maupun mendatang,” ungkapnya.

Webinar menghadirkan Vice President Strategic Partnership, Acquisition & Marketing Pertamina New & Renewable Energy, Yessa Arthur Erriadita sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Yessa menekankan bahwa proyek karbon bukan sekadar offset emisi, tetapi transformasi struktural menuju model bisnis energi yang berkelanjutan.

“Inisiatif ini mencakup pendekatan holistik dari pengembangan teknologi hingga skema kemitraan strategis lintas sektor. Pertamina mendukung penuh target Net Zero Emission 2060 melalui implementasi proyek karbon berbasis energi baru terbarukan,” jelasnya.

Peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai mekanisme pasar karbon, peran Pertamina dalam menginisiasi proyek karbon nasional, serta integrasi inisiatif tersebut dengan agenda transisi energi. Diskusi interaktif juga menyoroti pentingnya literasi publik dan kontribusi generasi muda dalam mendukung keberhasilan agenda hijau nasional.

Delegasi HIMA TL UNUSIDA tampak aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan semangat kontribusi mahasiswa terhadap isu strategis lingkungan dan keberlanjutan. Partisipasi ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga ruang memperluas jejaring serta membuka dialog antara akademisi dan pelaku industri energi.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Dokumentasi Partisipasi Aktif Hima Teknik Lingkungan UNUSIDA dalam Green Skilling #21 (Foto: Muchammad Waziruddin)

HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Aktif dalam Green Skilling Edisi 21, Menanam Green Mindset dari Akar

SIDOARJO – Upaya menanamkan budaya berkelanjutan sejak dini kini semakin menegaskan peran strategis kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia pendidikan, bisnis, dan komunitas. Hal ini tercermin dalam kegiatan Green Skilling Edisi 21 bertema ‘Menanam Green Mindset dari Akar: Peran Bisnis dan Komunitas dalam Mendorong Transformasi Hijau’ yang digelar oleh Yayasan LindungiHutan, Kamis (24/7/2025) lalu secara daring melalui Zoom Meeting.

Webinar nasional ini menghadirkan peserta dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa, pelaku industri, pegiat komunitas, hingga pemerhati lingkungan dari seluruh Indonesia. Sebagai wujud komitmen memperkuat literasi dan kesadaran lingkungan, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) turut berpartisipasi aktif dalam forum tersebut.

Keterlibatan ini menjadi bagian dari program unggulan ENVIRO INSIGHT yang diinisiasi Departemen AIR (Akademik, Inovasi, dan Riset) dan berkolaborasi dengan Departemen UDARA (Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan) HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA.

Kepala Departemen AIR, Chalimatus Sa’diyah, yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam forum ini adalah strategi pembelajaran berbasis isu global. Ia meyakini bahwa kolaborasi semacam ini akan menjadi pilar penting dalam membentuk generasi teknokrat lingkungan yang tanggap, berdaya saing, dan berintegritas.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya kuat dalam aspek teknis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan keberlanjutan. Inilah bentuk nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan,” ungkapnya.

Webinar menghadirkan tiga narasumber kunci yang memberikan perspektif berbeda namun saling melengkapi. Seperti Sekar Dwi Setyaningrum Branch Operation Support PT SUCOFINDO sekaligus Dosen Praktisi Kampus Merdeka Kemendikbud yang menjadi narasumber pertama. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan transformasi internal perusahaan menuju praktik berkelanjutan. “Green mindset harus dibangun dari dalam. Bukan sekadar label, tetapi praktik nyata seluruh elemen perusahaan,” tegasnya.

Sementara itu, Environmental Specialist PT SUCOFINDO Dissa Natria menyoroti pentingnya pola pikir dalam mewujudkan keberlanjutan bisnis. Tantangan terbesar bukan pada teknologi, melainkan mindset. Jika green mindset tertanam, keputusan bisnis akan otomatis selaras dengan keberlanjutan,” jelasnya.

Senada, Wakil Sekretaris Umum 1 Indonesia Green Ranger, Haris Prasetyo membawa perspektif komunitas dengan menekankan peran aktivisme generasi muda. “Transformasi hijau dimulai dari komunitas kecil, dari obrolan hingga aksi nyata di akar rumput,” ujarnya.

Selain memberi inspirasi, kegiatan ini membuka ruang diskusi strategis tentang bagaimana transformasi hijau dapat diinisiasi dan dikawal bersama. Benang merah yang muncul adalah bahwa green mindset bukan lagi slogan, melainkan fondasi berpikir dan bertindak menghadapi tantangan masa depan yang kompleks.

Partisipasi HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA dalam kegiatan ini menegaskan langkah konkret mahasiswa untuk memperluas jejaring keilmuan, meningkatkan literasi lingkungan, sekaligus mengukuhkan peran sebagai agen perubahan. Melalui Green Skilling Edisi 21, mahasiswa diajak tidak hanya membicarakan isu lingkungan sebagai wacana, tetapi juga menjadikannya panggilan aksi bersama.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Mochamad Udin Saat menerima piagam Lulusan Terbaik Fakultas Teknik UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspiratif, Cerita Mochamad Udin Kerja Sambil Kuliah di UNUSIDA Hingga Jadi Lulusan Terbaik Fakultas Teknik

SIDOARJO – Semangat belajar tidak dibatasi oleh usia. Hal ini dibuktikan langsung oleh Mochamad Udin, S.T., resmi dinobatkan menjadi lulusan terbaik pada Yudisium Ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA Tahun 2025 beberapa waktu yang lalu.

Pria yang memulai kuliah S1 pada usia 47 tahun tersebut kini berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Teknik Industri dengan capaian IPK 3,85 menjadi yang tertinggi di tingkat fakultas.

Udin sapaan akrabnya mengaku bahwa keputusannya untuk melanjutkan pendidikan lahir dari tuntutan profesionalismenya di dunia kerja. “Saya kuliah bukan karena kemauan pribadi, tetapi karena tuntutan profesi. Perusahaan meminta agar jabatan yang saya emban harus diimbangi dengan pendidikan minimal S1,” tuturnya.

Meski begitu, pria yang saat ini menjabat Kepala Departemen di PT PAL Indonesia tersebut tidak menganggap kuliah sebagai beban tambahan. Justru kuliah menjadi ruang untuk memperkaya pemahaman terhadap proses-proses industri yang selama ini ia jalankan.

Ia menambahkan, keputusan mendaftar sebagai mahasiswa Teknik Industri UNUSIDA dilakukan secara spontan setelah berdiskusi dengan rekan kerjanya. Sebagai kader nahdlyyin, ia yakin dan mantap memilih kampus UNUSIDA sebagai tempatnya menempuh pendidikan tinggi.

“Setelah mendapatkan arahan, saya langsung telepon istri dan minta tolong untuk didaftarkan. Walaupun sempat ada hambatan, saya yakin bahwa pilihan ini yang terbaik,” terangnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (20/8/2025).

Udin menceritakan bahwa keputusannya mendaftar kuliah dimulai ketika dirinya berdiskusi dengan salah satu rekannya, Pak Sugianto (Sesama mahasiswa Teknik Industri yang juga rekan kerja di PT PAL Indonesia), setelah mendapatkan arahan pimpinan.

Perjalanan studi keduanya bukan tanpa hambatan. Berbagai tantangan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga membuatnya harus pintar mengatur waktu. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pada semester ketiga ia mulai merasakan manfaat langsung dari materi perkuliahan yang diberikan oleh para dosen. Menurutnnya mata kuliah yang dipelajari sangat mendukung tugasnya sebagai bagian dari manajemen di PT PAL.

“Mulai semester empat, saya semakin paham tentang materi-materi yang disampaikan oleh bapak/ibu dosen. Saya mulai merasa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah itu sangat bermanfaat dan bisa mendukung proses di dunia industri,” ucapnya dengan penuh semangat.

Berbekal pengalaman praktis di dunia kerja dan materi kuliah yang relevan, Udin justru semakin termotivasi untuk terus belajar. Ia menegaskan bahwa penilaian utama bukan pada nilai, melainkan seberapa besar manfaat ilmu tersebut dapat diterapkan di dunia nyata.

“Saya belajar bukan untuk cari nilai, tetapi untuk menambah kompetensi. Alhamdulillah, semua materi yang diberikan dosen sangat membantu pekerjaan saya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan terima kasih kepada para dosen dan seluruh civitas akademika UNUSIDA yang telah membimbing dan memberikan arahan selama masa studinya.

“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa menjadi lulusan terbaik. Terima kasih kepada seluruh dosen atas ilmunya, dan semoga UNUSIDA terus melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak baik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Udin memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa agar tidak mudah menyerah dalam mencari ilmu. Sebagai Alumni UNUSIDA, ia berkomitmen untuk terus menyebarkan semangat belajar sepanjang hayat kepada para generasi muda.

“Belajar itu harus dijalani dengan bahagia. Selama niatnya baik, insyaAllah semuanya akan dimudahkan. Jangan pernah berpikir terlambat, karena di umur 51 tahun lebih pun saya tetap bisa belajar, kuliah, dan tetap menikmati prosesnya,” pungkasnya.

Ketua BPP UNUSIDA, KH Arly Fauzi saat menyampaikan sambutan dalam Yudisium ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua BPP UNUSIDA Tekankan 3 Hal Penting Bagi Lulusan Fakultas Teknik

SIDOARJO – Di tengah-tengah momen penuh khidmat Yudisium Ke-9 Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, KH Arly Fauzi dalam sambutannya, memberikan dorongan semangat kepada para calon alumni agar terus meningkatkan kompetensi dan menjaga integritas di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Kiai Arly menekankan tiga hal penting bagi lulusan Fakultas Teknik UNUSIDA, yaitu:

  1. Jangan Berhenti Belajar dan Berinovasi
    Teknologi terus berkembang, sehingga kemampuan diri harus selalu ditingkatkan. Belajar tidak selalu harus di bangku kuliah, namun jika ada peluang melanjutkan pendidikan formal, hal itu sangat baik.

    “Jangan berhenti belajar, berkreasi, dan berinovasi. Pendidikan formal itu bagus, tetapi bukan satu-satunya jalan. Jangan menutup diri untuk mengembangkan kemampuan,” pesannya.

  2. Jadilah Orang yang Jujur dan Murah Hati
    Menurutnya, di era sekarang orang pintar banyak, tetapi yang jujur masih langka. Lulusan UNUSIDA harus memegang kejujuran, peduli pada orang lain, dan berusaha membahagiakan sekitarnya.

    “Tidak semua kebaikan diukur dengan uang. Semakin banyak kebaikan kita, semakin besar energi positif yang menarik kebaikan kembali kepada kita,” tuturnya.

  3. Jangan Malas
    Beliau mengingatkan bahwa dalam Islam, kemalasan tidak dibenarkan. Manusia dibekali akal dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    “Gunakan akal, tenaga, dan pikiran untuk berkarya. Jangan jadi pemalas, karena dalam Islam itu hukumnya haram,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Arly mendoakan agar para lulusan yang sudah bekerja dapat terus meningkatkan karier, yang belum memiliki pekerjaan segera mendapatkannya, dan yang sudah berkeluarga diberi keberkahan rumah tangga.

“Semoga karier kalian meningkat, yang belum bekerja segera mendapat pekerjaan, dan yang sudah berumah tangga diberi kebahagiaan. Amin Allahumma Amin,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam Yudisium ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA, Rabu (13/8/2025).

Tak hanya itu, ia sangat mengapresiasi kepada seluruh dosen dan struktural Fakultas Teknik yang dengan teladan dan sepenuh hati melayani mahasiswa, termasuk dalam proses bimbingan hingga kelulusan.

Kiai Arly menegaskan bahwa Fakultas Teknik adalah bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan yang selalu relevan dengan tantangan zaman. Oleh karena itu, ia berharap lulusannya mampu menjadi insan yang profesional, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap lulusan mampu menjadi insan yang profesional, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya. (MY)