Pos

Mahasiswa Teknik UNUSIDA Didorong Siap Sambut Peluang Program Nasional PPK Ormawa (Foto: BEM FT UNUSIDA)

BEM-FT UNUSIDA Gelar Workshop PPK Ormawa, Siap Hadirkan Program Pengabdian Berdampak

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Workshop Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dengan mengusung tema ‘Lead the Change, Impact in Action’ di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Ahad (08/03/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran strategis bagi organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik dalam mempersiapkan proposal program pengabdian masyarakat melalui skema PPK Ormawa.

Program PPK Ormawa merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Belmawa yang mendorong organisasi mahasiswa berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi, riset terapan, serta solusi nyata bagi desa atau kelurahan mitra.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik. Ia menilai selama ini mahasiswa telah menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengikuti berbagai program pengembangan organisasi, termasuk PPK Ormawa.

Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa dalam program nasional tersebut menjadi bukti bahwa organisasi mahasiswa Fakultas Teknik mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Bahkan, beberapa organisasi mahasiswa di lingkungan fakultas tersebut berhasil memperoleh pendanaan dari program PPK Ormawa.

“Kami sangat mengapresiasi konsistensi organisasi mahasiswa Fakultas Teknik yang terus aktif mengikuti program PPK Ormawa hingga berhasil mendapatkan pendanaan nasional. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kita memiliki potensi besar untuk berkontribusi melalui program-program yang inovatif dan berdampak,” ungkapnya.

Ketua pelaksana, Annisa Lailatul Rahmadini, menyampaikan bahwa workshop ini diikuti oleh seluruh organisasi mahasiswa di Fakultas Teknik, yakni BEM Fakultas Teknik, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), serta Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK).

“Melalui workshop ini kami berharap seluruh ormawa Fakultas Teknik dapat memahami mekanisme penyusunan proposal PPK Ormawa secara komprehensif sehingga mampu menghadirkan program pengabdian yang inovatif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar mahasiswa Program Studi Teknik Industri angkatan 2023 yang juga menjabat sebagai Sekretaris I BEM-FT 2026 tersebut.

Sementara itu, Gubernur BEM Fakultas Teknik periode 2026, Marendra Firdaus Putra menekankan bahwa mahasiswa harus mampu memanfaatkan berbagai program pengembangan organisasi yang disediakan pemerintah, salah satunya melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi ide, tetapi juga ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan gagasan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kesiapan organisasi mahasiswa sangat penting, baik dari segi manajemen program, kolaborasi tim, maupun kemampuan merancang program pengabdian yang berkelanjutan. Dengan kesiapan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berpartisipasi aktif sekaligus meraih prestasi di tingkat nasional.

“PPK Ormawa menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Oleh karena itu, organisasi mahasiswa harus siap merespons peluang tersebut dengan perencanaan yang matang dan kerja tim yang solid,” jelasnya.

Memasuki sesi inti, materi disampaikan oleh Medya Ayunda Fitri, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Kimia yang berpengalaman sebagai dosen pendamping tim PPK Ormawa. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai aspek teknis penyusunan proposal, mulai dari pemformatan dokumen hingga keterkaitan program dengan agenda pembangunan global Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi subproposal oleh BEM Fakultas Teknik dan HIMA Teknik Industri yang memaparkan rancangan program pemberdayaan UMKM dan pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat desa mitra. Presentasi tersebut mendapatkan berbagai masukan dari narasumber untuk penyempurnaan proposal sebelum diajukan ke seleksi nasional.

Melalui kegiatan ini, Marendra berharap Ormawa Fakultas Teknik UNUSIDA mampu menyusun proposal PPK Ormawa yang berkualitas sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan pengabdian berbasis keilmuan.

“Semoga ke depan semakin banyak organisasi mahasiswa yang terlibat dalam program-program nasional serupa, sehingga dapat memperkuat kapasitas organisasi sekaligus memperluas kontribusi mahasiswa dalam pembangunan masyarakat,” pungkasnya.

HMTI UNUSIDA Gelar PESONA 3.0 “Industrial Integrity Vol. 3”, Siapkan Engineer Muda Profesional dan Berdaya Saing (Foto: Aisyah Widayani/Humas UNUSIDA)

HMTI UNUSIDA Gelar PESONA 3.0, Siapkan Engineer Muda Profesional dan Berdaya Saing

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan orientasi Program Studi bertajuk Pengenalan dan Sosialisasi Organisasi Mahasiswa (PESONA) 3.0  dengan mengusung tema ‘Industrial Integrity Vol. 3: Menyiapkan Engineer Muda Profesional, Etis, dan Kompetitif’. Kegiatan ini dipusatkan di Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu-Ahad (17-18/1/2026).

Ketua HMTI UNUSIDA, Abdee Alifio menjelaskan, kgiatan ini merupakan rangkaian awal pembinaan bagi mahasiswa baru Program Studi Teknik Industri, yang bertujuan memperkenalkan lingkungan akademik, budaya perkuliahan, serta nilai-nilai dasar keorganisasian di lingkungan kampus.

Melalui PESONA 3.0, HMTI UNUSIDA berupaya menanamkan sikap profesionalisme, integritas, dan etika sejak dini kepada mahasiswa baru sebagai bekal utama dalam membentuk karakter calon engineer muda yang siap menghadapi tantangan dunia industri yang semakin dinamis dan kompetitif.

“Sebagai mahasiswa Teknik Industri sangat penting mengenal budaya akademik di kampus dalam menumbuhkan rasa semangat dan percaya diri. Oleh karena itu, orientasi ini kita kemas dengan menyenangkan dan inspiratif untuk menumbuhkan daya inovasi dan kritis,” terangnya.

Selain pengenalan akademik, Abdee menekankan bahwa kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas antar mahasiswa, membentuk sikap tanggung jawab dan disiplin, dan mempersiapkan mental serta kesiapan mahasiswa dalam menjalani aktivitas akademik maupun organisasi selama masa perkuliahan.

Berbagai materi pengenalan program studi, dinamika organisasi, serta nilai-nilai keinsinyuran menjadi materi utama dalam kegiatan ini. Hal ini ditujukan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa baru tentang peran dan tanggung jawab sebagai bagian dari civitas akademika Teknik Industri UNUSIDA.

Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus, tetapi juga memiliki karakter unggul, etis, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi mencetak lulusan Teknik Industri yang profesional dan berkontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

“Mahasiswa UNUSIDA harus memiliki karakter dan integritas. Hal itu yang nantinya akan menjadi identitas tersendiri sebagai kader muda NU dalam belajar, menciptakan inovasi untuk melahirkan solusi dan mengabdi di tengah masyarakat dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya.

Penulis: Aisyah Widayani (MY)

Kuliah Tamu Hima Prodi Teknik Industri UNUSIDA (Foto: Istimewa)

HMTI UNUSIDA Gelar Kuliah Tamu, Bahas Strategi Manajemen SDM dan Kepemimpinan Adaptif

Menghadapi derasnya arus transformasi digital, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Kuliah Tamu di Lantai 4 Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Kamis (19/6/2025).

Kegiatan ini mengusung tema ‘Pengembangan SDM dan Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Manajemen Industri 4.0’. Menjadi wadah pembekalan bagi mahasiswa dalam menjawab tantangan industri modern yang menuntut Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan kepemimpinan adaptif.

Acara dibuka secara resmi oleh Kaprodi Teknik Industri UNUSIDA, Untung Usada, S.Si., M.T., yang menyampaikan pentingnya pembelajaran kontekstual yang mampu menjembatani dunia akademik dengan dunia industri.

Ia sangat mengapresiasi dan menyambut kegiatan yang mendukung akademik. Menurutnya, dengan penyelenggaraan kegiatan ini, HMTI UNUSIDA menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan SDM unggul, pemimpin adaptif, dan pembelajaran yang responsif terhadap dinamika zaman.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan itu dalam dunia kerja yang sesungguhnya,” harapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Ibu Listin Fitrianah, S.P., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan SDM dalam menghadapi era industri 4.0. “Kita tidak hanya mencetak sarjana teknik, tapi juga pemimpin masa depan yang tangguh dan adaptif,” tuturnya.

Kegiatan kuliah tamu menghadirkan narasumber Yoga Wahyu Pratama, S.T., alumni Teknik Industri UNUSIDA angkatan 2018, yang kini aktif sebagai praktisi manajemen industri. Dalam pemaparannya, Yoga mengangkat lima materi pokok yang sangat relevan, yaitu analisis industri 4.0, psikologi industri, konsep pengembangan SDM di era digital, serta kepemimpinan adaptif.

“Transformasi Industri 4.0 menuntut kita untuk menjadi SDM yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga kolaboratif dan berpikir kritis,” ujar Yoga.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan adaptif dibutuhkan untuk mengelola perubahan, mendorong inovasi, serta menciptakan budaya kerja yang fleksibel dan responsif.

Para peserta, yang terdiri dari seluruh mahasiswa Program Studi Teknik Industri UNUSIDA serta peserta umum, terlihat antusias menyimak materi dan aktif dalam sesi diskusi. Kehadiran alumni sebagai narasumber juga memberikan inspirasi tersendiri bahwa lulusan UNUSIDA mampu bersaing dan berkontribusi di dunia profesional.

Ketua pelaksana kegiatan, M. Riza Ghozali, yang juga merupakan Koordinator Divisi Pengembangan SDM HMTI UNUSIDA, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini.

“Kuliah tamu ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi kami. Semoga membawa dampak positif dalam proses pembentukan karakter dan kesiapan kami sebagai calon pemimpin industri di masa depan,” ungkapnya.

 

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Tim PPK Ormawa HMTI Unusida Hibahkan Alat Mixer Ragi di Kelompok UMKM Desa Sepande (Foto: Humas Unusida)

PPK Ormawa HMTI Unusida, Hibahkan Alat Mixer dan Bekali Warga Ilmu Pengembangan UMKM

Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menghibahkan alat Mixer Ragi Kedelai Otomatis kepada Pemerintah Desa Sepande, Candi, Sidoarjo. Penyerahan alat hibah tersebut dirangkai dengan kegiatan Pelatihan Packaging yang dipusatkan di Balai Desa Sepande, Ahad (01/09/2024) Sore.

Ketua tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa HMTI Unusida, Mochamad Fathullah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu dari pelaksanaan yang sebelumnya mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI.

“Jadi program yang kami usung adalah peningkatan UMKM di Desa Sepande ini. Dengan memberikan fasilitas berupa mesin pencampur bahan baku agar membantu proses produksi tempe setiap harinya,” jelasnya.

Fathullah menyebutkan bahwa program-program PPK Ormawa sudah berjalan sejak bulan Juli lalu, dengan diawali dengan sosialisasi dan audiensi bersama pelaku usaha tentang pengembangan UMKM di Desa Sepande.

Rencananya, tim PPK Ormawa HMTI Unusida akan menggelar 3x pelatihan yang menyasar pelaku usaha, ibu-ibu PKK serta karang taruna desa setempat. “Selain pelatihan packaging, selanjutnya akan menggelar pelatihan diversifikasi produk dan pelatihan digital marketing,” ujar Fathullah.

Mahasiswa jurusan Teknik Industri angkatan 2022 tersebut mengatakan, pentingnya proses diversifikasi produk adalah untuk mengembangkan produk UMKM. Yaitu dengan menghasilkan produk turunan dari bahan baku serupa untuk menjangkau pasar serta kebutuhan konsumen yang lebih luas.

“Seperti menyediakan banyak pilihan bagi konsumen terhadap olahan kedelai, selain tahu dan tempe,” katanya.

Selain itu, upaya untuk meningkatkan nilai jual yang lebih tinggi dari produk awal adalah dapat dilihat dari packaging. Oleh karena itu, ia dan tim berusaha meningkatkan kualitas pengemasan produk UMKM, seperti melakukan pembinaan untuk membuat desain kemasan yang baik, dengan mencantumkan komposisi hingga izin usaha.

Packaging yang baik dapat menjangkau pasar menengah ke atas untuk mengangkat nilai jual produk UMKM,” imbuhnya.

Selanjutnya, Fathullah menerangkan tentang strategi digital marketing. “Salah satunya adalah menyusun skema pemasaran produk yang dari awal hanya dijual di toko atau warung saja, targetnya dapat menjangkau pasar di supermarket atau swalayan.

“Pelatihan-pelatihan tersebut sesuai dengan hasil observasi kami sebelumnya, tentunya sesuai dengan kebutuhan dari pelaku UMKM di Desa Sepande,” ungkapnya.

Simak berita selengkapnya di Unusida TV

Sementara itu, Kepala Desa Sepande, Hadi Santoso sangat mengapresiasi inisiatif dan peran serta dari mahasiswa Unusida dalam mengembangkan UMKM bagi masyarakat.

“Usaha tempe ini memiliki sejarah yang panjang bagi masyarakat Desa Sepande. Turun temurun sampai sekarang ini,” ucapnya.

Menurutnya, masyarakat masih perlu pendampingan dari kalangan akademisi dalam mempromosikan usaha dan potensi lain yang dimiliki oleh Desa Sepande.

“Terima kasih atas bantuan dan perhatian untuk warga kami. Hal ini sangat penting untuk mendorong pengembangan UMKM di Desa Sepande ini,” pungkasnya.

 

(my)