Pos

Flyer 3 Tim Mahasiswa Unusida Lolos Pendanaan P2MW 2025 (Foto: Humas Unusida)

Tiga Tim Mahasiswa UNUSIDA Lolos Pendanaan P2MW 2025: Inovasi Wirausaha Sosial dan Kreatif Berbasis Kearifan Lokal

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam dunia kewirausahaan mahasiswa. Tiga tim dari UNUSIDA berhasil lolos dan mendapatkan pendanaan dalam ajang bergengsi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Ketiga tim tersebut berasal dari dua program studi, yaitu: Dua tim dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Satu tim dari Program Studi Manajemen. Tim pertama bersama dosen pembimbing, Mohammad Setyo Wardono, S.Pd., M.Pd, yang diketuai oleh Bahtiar Fuadi, mengusung judul ‘Local Wisdom Academy: Bimbingan Belajar Kreatif untuk Anak Marjinal’.

Sedangan tim kedua bersama dosen pembimbing Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd, yang diketuai oleh Ahmad Rofiun Nizar, mengusung judul ‘EcoCraft by Craft House Inovasi Kerajinan Estetik dan Fungsional Berbasis Limbah Kertas Nasi Stik dan Sendok Menuju Ekonomi Kreatif Berkelanjutan’, dan tim ketiga bersama dosen pembimbing Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M, yang diketuai oleh Ahmad Bakhrul Ulum dengan mengusung judul ‘Ahmad Cathouse Solusi Breeding Kucing Ras Berkualitas Bebas Bau dan Ideal untuk Keluarga’.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian ini. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UNUSIDA tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki semangat inovasi, jiwa sosial, dan potensi wirausaha yang kuat, terutama dalam menciptakan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

“P2MW adalah ajang yang tidak hanya melatih kemampuan berwirausaha mahasiswa, tetapi juga melatih kepekaan sosial, daya inovasi, dan keberanian mengambil peran di tengah masyarakat. Kami bangga, mahasiswa UNUSIDA mampu bersaing di tingkat nasional dan menunjukkan bahwa mereka siap membawa perubahan,” ungkapnya.

Salah satu ketua tim, Bahtiar Fuadi menjelaskan, ia dan tim mengusung konsep wirausaha sosial berbasis pendidikan yang mengintegrasikan kearifan lokal sebagai pendekatan pembelajaran alternatif dan inklusif. Program ini ditujukan secara khusus kepada anak-anak marjinal yang selama ini kerap terpinggirkan dalam sistem pendidikan formal.

Program ini fokus pada pelestarian budaya lokal melalui metode bimbingan belajar yang ramah anak dan inklusif, ditujukan bagi anak-anak dari kelompok marjinal. Dengan pendekatan berbasis kearifan lokal, tim ini berusaha memberikan akses pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau sambil menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Local Wisdom Academy lahir dari keprihatinan terhadap hilangnya nilai-nilai kearifan lokal di kalangan anak-anak, terutama di era modern yang didominasi oleh gadget dan teknologi. Anak-anak sekarang lebih mengenal game online daripada permainan tradisional atau budaya lokal. Kami ingin menghidupkan kembali warisan budaya tersebut sambil memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak yang kurang beruntung,” jelasnya, Rabu (30/7/2025).

Program ini tidak hanya menyediakan bimbingan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya lokal melalui metode kreatif, seperti permainan tradisional, eksplorasi lingkungan, dan diskusi kelompok. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk karakter sekaligus memperkuat identitas budaya peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, Local Wisdom Academy dirancang agar bisa berkelanjutan melalui beberapa strategi kewirausahaan, seperti membuka kelas berbayar untuk siswa umum (subsidi silang), menjual modul pembelajaran berbasis kearifan lokal, hingga menjalin kerja sama dengan lembaga CSR dan pemerintah daerah.

Secara sosial, inisiatif ini ingin menghapus stigma diskriminatif terhadap anak-anak marjinal. “Kami percaya bahwa semua anak berhak atas pendidikan yang setara, meskipun di luar sistem formal. Maka dari itu, kami hadir dengan biaya yang sangat terjangkau dan pendekatan yang ramah terhadap realitas mereka,” tambahnya.

Tim Local Wisdom Academy menyadari tantangan besar dalam menjalankan program ini, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya minat anak terhadap budaya lokal, hingga kesulitan dalam merancang modul yang relevan dengan kurikulum. Namun, tim ini sudah menyusun timeline kegiatan secara rinci, sistem monitoring dan evaluasi berkala, serta menjalin komunikasi intensif antaranggota untuk memastikan keberhasilan program.

Sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa wirausaha sosial, tim ini juga menyampaikan harapan kepada UNUSIDA agar semakin memperkuat kemitraan dengan komunitas lokal, UMKM, dan sektor swasta. Selain itu, dukungan pembiayaan juga menjadi aspek penting agar mahasiswa dapat terus mengembangkan inovasi sosial.

“Kami berharap UNUSIDA bisa menjadi jembatan yang menghubungkan mahasiswa dengan akses pendanaan, CSR, dan lembaga sosial yang relevan. Karena wirausaha sosial seperti kami juga membutuhkan keberpihakan dan dorongan konkret dari institusi,” pungkasnya. (MY)

Tri Maharani, Mahasiswi Manajemen UNUSIDA Raih Juara 2 Nasional Pencak Silat "Malang Championship 5" 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Tri Maharani, Mahasiswi UNUSIDA Raih Juara 2 Nasional Pencak Silat ‘Malang Championship 5’ 2025

Sidoarjo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kali ini, Tri Maharani, mahasiswi Program Studi Manajemen angkatan 2024, berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat ‘Malang Championship 5’ Tahun 2025 yang memperebutkan Piala KEMENDIKBUD RI dan Wali Kota Malang.

Kejuaraan tingkat nasional tersebut diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai provinsi di Indonesia. Tri Maharani menunjukkan performa luar biasa hingga mencapai partai final dan meraih juara 2. Ia mengaku merasa bangga dan bersyukur atas pencapaiannya.

“Sudah pasti saya merasa bangga dan bersyukur karena masih bisa mendapatkan juara 2, walaupun belum bisa meraih posisi juara 1,” ungkapnya, Selasa (29/7/2025).

Rani sapaan akrabnya menjelaskan bahwa motivasi terbesarnya dalam mengikuti kejuaraan ini adalah keinginan untuk menguji kemampuan diri, serta membuktikan bahwa ia mampu bersaing di tingkat nasional dan membanggakan orang tua.

Mengawali perjalanan di dunia pencak silat sejak masih duduk di bangku SMK, Rani terus menunjukkan konsistensinya. Ia mengaku jatuh cinta pada olahraga bela diri tradisional ini karena mampu membentuk kedisiplinan dan meningkatkan rasa percaya dirinya.

“Saya sangat menyukai pencak silat. Selain menjaga kesehatan dan kebugaran, pencak silat juga mendidik kita untuk disiplin dan percaya diri,” tambahnya.

Dalam mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan, Rani menjalani latihan intensif selama 6 bulan dengan jadwal padat, yakni empat kali seminggu. Namun, perjuangannya tidak berjalan mulus. Ia sempat mengalami cedera beberapa minggu sebelum pertandingan.

“Tantangan terbesar saya adalah cedera. Tapi alhamdulillah, saya bisa pulih dan siap bertanding,” ujarnya.

Salah satu momen paling berkesan bagi Rani adalah ketika berhasil mengalahkan lawan tangguh dari provinsi lain di babak semifinal, pengalaman yang ia sebut sebagai pembuktian nyata atas kerja kerasnya selama ini.

Rani juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Ia berharap mahasiswa tidak hanya fokus pada dunia akademik, tetapi juga aktif di bidang non-akademik sebagai bentuk pengembangan diri.

“Mahasiswa bisa menjadi agen pelestari budaya. Pencak silat bukan hanya olahraga, tapi juga bagian dari identitas bangsa yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rani memberikan semangat kepada rekan-rekan mahasiswa UNUSIDA untuk terus berani mencoba, menggali potensi, dan jangan pernah takut gagal.

“Jangan ragu untuk mencoba hal-hal baru. Teruslah mengembangkan diri dan jadilah versi terbaik dari dirimu, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” tuturnya.

Ke depan, Tri menargetkan untuk berkompetisi di ajang internasional dan menorehkan prestasi yang lebih tinggi. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan dan membawa nama baik kampus serta bangsa di kancah global.

Prestasi Tri Maharani ini menambah deretan mahasiswa berprestasi UNUSIDA dan menjadi bukti bahwa semangat juang, latihan yang konsisten, dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar adalah kunci keberhasilan menuju podium kemenangan. (MY)

Malinda Dwi Harjani Setyo, Mahasiswi Manajemen UNUSIDA peraih Juara 3 Nasional Kejuaraan Pencak Silat “Malang Championship 5” Tahun 2025 (Foto: Istimewa)

Cerita Inspiratif Malinda, Mahasiswi UNUSIDA Peraih Juara 3 Nasional Pencak Silat 2025

Sidoarjo – Malinda Dwi Hanjani Setyo, mahasiswi Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2024, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 Nasional dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Malang Championship 5 Tahun 2025, memperebutkan Piala KEMENDIKBUD RI dan Piala Wali Kota Malang.

Dalam wawancara, Malinda mengungkapkan perasaan haru dan bangganya atas capaian tersebut. “Perasaan saya sungguh sangat senang dan bangga pada diri sendiri karena sudah mau berjuang sampai di titik ini,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).

Motivasi Tak Pernah Padam

Sejak duduk di bangku kelas 8 SMP pada tahun 2018, Malinda telah menaruh minat besar terhadap dunia pencak silat. Berawal dari kejuaraan tingkat pondok pesantren se-Jawa dan Bali, ia terus mengasah kemampuan dan mengikuti berbagai kompetisi, dari tingkat provinsi hingga nasional. Meski kerap menemui kegagalan, ia tak pernah menyerah.

“Motivasi yang selalu saya tanamkan adalah, jika orang lain bisa, maka saya juga harus bisa,” tegasnya.

Pernah mengalami kegagalan karena kelebihan berat badan, bahkan kecelakaan parah yang membuatnya gagal ikut seleksi Porprov, tak membuat semangat Malinda padam. Sebaliknya, semua itu ia jadikan batu loncatan untuk terus membuktikan diri, termasuk kepada keluarganya yang sempat meragukan pilihannya menekuni dunia persilatan.

Perjalanan Panjang Penuh Cerita

Sebelum sukses di Malang Championship 5, Malinda sempat mengikuti berbagai kejuaraan, mulai dari O2SN, Kejurkab, Kejurda, hingga PORSENI NU tingkat nasional di Solo. Ia juga aktif dalam berbagai kategori, mulai dari tanding individu, jurus tunggal, hingga beregu bersama rekan satu kampusnya, Tri Maharani.

Tantangan pun tak hanya datang di arena pertandingan. Ketika hendak mengikuti kejuaraan di Malang, ia dan Tri Maharani bahkan hampir membatalkan keberangkatan karena kendala biaya. Berkat dukungan dari dari teman seperjuangan, serta restu orang tua dan pelatih, mereka akhirnya bisa berangkat dan pulang membawa prestasi.

“Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Dengan effort besar, mulai dari waktu, pikiran, hingga materi, semua akhirnya terbayar lunas dengan kemenangan ini,” ucap Malinda penuh haru.

Persiapan Kilat dan Mental Tangguh

Dengan waktu persiapan yang hanya empat hari, Malinda berlatih keras untuk menghadapi kejuaraan nasional ini. Meskipun latihan berlangsung singkat, fokus dan determinasi membuatnya tetap percaya diri. Ia mengakui bahwa tantangan terberat justru saat menjelang pertandingan, ketika rasa gugup mulai muncul.

“Grogi itu manusiawi. Tapi saya punya cara sendiri untuk mengatasi, salah satunya dengan bercanda bersama teman dan tidak mencari tahu siapa lawan saya. Fokus saja pada yang saya bawa ke atas matras,” jelasnya.

Momen Tak Terlupakan dan Pandangan tentang Pencak Silat

Bagi Malinda, momen paling berkesan dalam kejuaraan ini bukan hanya saat menerima medali, tapi kebersamaan bersama tim: tidur bersama di satu tempat, latihan bareng, panik bersama, dan tentu saja saling menyemangati.

“Pencak silat bukan hanya olahraga, tapi juga budaya dan karakter. Mahasiswa punya peran besar dalam melestarikannya dan menyebarkan nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, dan cinta tanah air,” ungkapnya.

Pesan dan Harapan

Malinda menegaskan pentingnya semangat pantang menyerah dalam meraih mimpi. “Jangan pernah takut mencoba meski hasilnya tak sesuai harapan. Habiskan masa sulitmu di masa muda, dan nikmati suksesmu di masa tua. Jangan malas berusaha dan libatkan Tuhan, orang tua, pelatih, dan orang terdekatmu dalam setiap langkahmu,” tuturnya.

Target ke depan, Malinda ingin terus berprestasi dan menorehkan pencapaian yang lebih tinggi lagi di dunia persilatan. Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tapi juga ia persembahkan membanggakan almamater UNUSIDA, yang senantiasa mendorong mahasiswa untuk aktif, berprestasi, dan melestarikan budaya bangsa melalui berbagai jalur, termasuk pencak silat.

“Saya ingin terus melangkah lebih jauh. Semua ini bukan hanya tentang kejuaraan, tapi juga tentang membuktikan kepada diri sendiri dan keluarga bahwa saya bisa. Ini baru awal dari perjalanan panjang saya,” pungkasnya. (MY)

Flyer Romaldi Jabbar, Juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Bela Negara Cup 2025 Tingkat Jawa Timur (Foto: istimewa)

Romaldi Jabbar, Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Raih Juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Bela Negara Cup 2025 Tingkat Jawa Timur

Sidoarjo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Romaldi Jabbar Rohmansyah, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Bela Negara Cup 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kejuaraan bergengsi yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah ini menjadi tantangan tersendiri bagi Jabbar, sapaan akrabnya. Meski bersyukur atas pencapaian tersebut, ia tidak menampik adanya rasa kecewa karena belum berhasil meraih juara pertama.

“Perasaannya pasti senang, tapi juga ada sedihnya karena belum bisa top satu. Tapi ini jadi motivasi buat lebih baik lagi ke depan,” ungkapnya, Jum’at (25/7/2025).

Jabbar mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kejuaraan ini bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara, tetapi lebih kepada menambah jam terbang di dunia non-akademik, terutama dalam bela diri yang telah ditekuninya sejak SMP. Sebelumnya, ia juga pernah meraih Juara 1 dan Juara 3 dalam kejuaraan saat duduk di bangku SMA.

Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Prodi Manajemen tersebut mengaku persiapan menuju kejuaraan ini diakuinya cukup berat. Banyak peserta merupakan perwakilan dari institusi besar, termasuk dari jajaran kepolisian.

“Yang ikut kebanyakan dari Kapolda, jadi persaingan ketat banget. Tapi saya terus berusaha, yakin, dan yang penting nggak lupa berdoa,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan salah satu momen paling berkesan baginya adalah suasana kekeluargaan yang terasa meski sedang berlaga di atas gelanggang.

“Yang paling berkesan itu ketika di atas gelanggang kita jadi lawan, tapi setelah selesai pertandingan, kita saling bersahabat. Itu nilai yang keren dari pencak silat,” tutur Jabbar.

Sebagai mahasiswa, Jabbar meyakini bahwa peran generasi muda sangat penting dalam melestarikan budaya bela diri tradisional seperti pencak silat.

“Caranya dengan terus ikut event dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya silat. Bukan hanya soal bertanding, tapi juga menjaga identitas budaya bangsa,” jelasnya.

Jabbar berpesan agar terus semangat menjalani proses. Menurutnya, mahasiswa UNUSIDA juga memiliki potensi dan peluang yang sama untuk bersaing meraih prestasi. Capaiannya kali ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNUSIDA tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkontribusi di ranah budaya dan olahraga, khususnya dalam melestarikan seni bela diri pencak silat di tingkat regional maupun nasional.

“Jalan untuk berkembang itu luas. Nggak harus jadi juara dulu, yang penting terus berproses dan semangat,” tuturnya.

Ke depan, ia bertekad masih ingin terus mengikuti kejuaraan-kejuaraan lainnya. Namun, keterbatasan ekonomi kadang menjadi kendala yang harus ia hadapi. Meski begitu, semangatnya tak surut.

“Keinginan ikut event itu selalu ada, tapi kadang terhalang biaya. Tapi saya akan terus cari cara dan jalan supaya tetap bisa ikut dan berkembang,” pungkasnya. (MY)

Yusuf dan Sania, Kader IPNU-IPPNU UNUSIDA Raih Juara 1 dalam Ajang UNEC 2025 (Foto: Flyer Humas UNUSIDA)

Mahasiswa UNUSIDA Raih Juara 1 Kompetisi Business Plan Tingkat Nasional Lewat Inovasi Energi Terbarukan EcoPaska

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Adalah tim Callmeysn yang berhasil meraih Juara 1 dalam ajang UNUSIDA National Econpreneur Competition (UNEC) 2025.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) UNUSIDA yang dilaksanakan pada bulan Juni 2025 lalu secara virtual. Kompetisi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tim Callmeysn terdiri 2 orang mahasiswa, yaitu Nur Syaifullah Yusufal Ichwan Prodi Teknik Industri 2024 (Ketua), dan Fahimatus Sania – Akuntansi 2024 (Anggota) yang mewakili tim UNUSIDA berhasil memukau dewan juri berkat orisinalitas ide, kejelasan perencanaan bisnis, dan dampak sosial yang diusung. Tim UNUSIDA berhasil mengungguli kontentan lain, diantaranya dari Tim EliXirelk Politektik Negeri Malang yang meraih Juara 2 dan tim S.I.B Consultant dari Universitas Negeri Suarabaya (UNESA) yang meraih Juara 3.

Yusuf sapaan akrabnya, menjelaskan keberhasilannya kali inimenghadirkan inovasi brilian melalui bisnis sosial bernama EcoPaska. Usaha ini berfokus pada pengolahan limbah ampas kopi menjadi briket ramah lingkungan, sebagai alternatif bahan bakar yang hemat, bersih, dan ekonomis.

Mahasiswa Teknik Industri 2024 tersebut menyebutkan, ide ini muncul sebagai respon atas dua persoalan lingkungan yang sering terabaikan: limbah ampas kopi yang terbuang sia-sia dan masih terbatasnya pemanfaatan bahan bakar alternatif yang murah serta bersih di Indonesia. Ia dan sania mengusung tagline ‘EcoPaska Dari Ampas Tersisa, Jadi Energi Luar Biasa’, dengan menitikberatkan pada pengembangan industri kreatif berbasis energi terbarukan.

“Ide ini bermula pada keprihatinan terhadap limbah ampas kopi yang melimpah dan terbuang sia-sia, khususnya dari caffe, kedai kopi dan rumah tangga,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Kamis (3/7/2025).

Ia mencoba menghadirkan EcoPaska sebagai solusi kreatif untuk mengurangi limbah rumah tangga, sekaligus mendukung transisi menuju energi terbarukan berbasis komunitas. Melalui pendekatan circular economy, ia dan tim berusaha menunjukkan bahwa limbah kopi yang selama ini terbuang sia-sia, ternyata memiliki potensi tinggi sebagai sumber bahan bakar alternatif yang efisien, bersih, dan murah.

“Produk briket EcoPaska tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berdaya saing tinggi dan bisa dikembangkan dalam skala industri rumahan maupun UMKM,” katanya.

Ia melihat peluang dari limbah tersebut untuk disulap menjadi produk energi berbasis ekonomi sirkular. Melalui pendekatan green entrepreneurship, ampas tersebut diubah menjadi briket hemat energi yang aman, bersih, dan ekonomis. Kepedulian terhadap lingkungan serta semangat kewirausahaan menjadi motivasi utama dalam mengembangkan usaha.

“Kami percaya bahwa limbah bukan akhir dari nilai guna, tapi bisa menjadi awal dari solusi baru,” tegasnya.

Sementara itu, anggota tim Callmeysn UNUSIDA, Sania menyebutkan bahwa EcoPaska dapat memproduksi briket dari 95% ampas kopi dan 5% perekat alami. Produk ini memiliki keunggulan seperti daya tahan panas tinggi, minim asap dan bau, serta aman digunakan di dalam maupun luar ruangan. Produk dikemas dalam desain kraft box yang edukatif dan ramah lingkungan, dilengkapi QR Code berisi informasi penggunaan dan dampak ekologis.

Mahasiswi Akuntansi tersebut menjelaskan bahwa proses distribusi produk nantinya akan dilakukan melalui marketplace seperti Shopee dan media sosial instagram, dengan strategi pemasaran kolaboratif bersama kafe mitra dan komunitas lingkungan.

“Kami tidak hanya akan menjual produk, EcoPaska juga menjalankan kampanye edukasi daur ulang dan gaya hidup hijau di masyarakat, itu tujuan utama kami,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sania menceritakan perjalanan mengikuti kompetisi yang tak mudah dan penuh dengan tantangan. Mulai dari menyusun proposal hingga memproduksi prototipe, keduanya harus membagi waktu antara akademik dan pengembangan usaha.

“Jujur, mengikuti kompetisi seperti UNEC 2025 tidak terbayang untuk menang sebelumnya. Sebab, penuh tantangan dan lika-liku proses yang harus kami lalui. Tapi dari setiap tantangan itu, kami belajar banyak soal manajemen waktu, kerja tim, dan pentingnya percaya diri terhadap ide sendiri. Rasanya semua terbayar waktu EcoPaska bisa tampil dan mendapat apresiasi. Semoga usaha kecil kami ini bisa terus berdampak lebih luas.” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga telah merancang tindak lanjut pengembangan produk pasca kompetisi ini. EcoPaska akan terus dikembangkan melalui beberapa rencana strategis, antara lain: investasi mesin semi-otomatis untuk mempercepat produksi, diversifikasi produk (varian aroma, ukuran kemasan), pemberdayaan barista untuk pengumpulan limbah serta membuka program reseller bagi mahasiswa dan komunitas peduli lingkungan.

“Semoga usaha kecil yang kami hadirkan ini dapat menginspirasi dan menghidupi banyak orang di masa yang akan datang, bismillah,” harapnya. (MY)

UKM Pagar Nusa Unusida dalam Kejuaraan Pencak Silat Jayandaru Open 2024 (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswi Unusida Raih Prestasi di Kejuaraan Pencak Silat Jayandaru Open 2024

Prestasi gemilang kembali diraih oleh dua mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) dalam Kejuaraan Pencak Silat Jayandaru Open 2024 yang berlangsung pada Sabtu-Senin, 21-23 Desember 2024 di GOR Serbaguna Sidoarjo. Dalam ajang bergengsi tingkat nasional ini, Annisa Azizatul Izzati dan Farichatul Ummah berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Tanding Dewasa Putri.

Annisa Azizatul Izzati, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2021, meraih Juara 1 Kategori Tanding Kelas Under Dewasa Putri. Sedangkan Farichatul Ummah, mahasiswi PGSD angkatan 2024, juga berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih Juara 1 Kategori Tanding Kelas A Dewasa Putri.

Kejuaraan Pencak Silat Jayandaru Open 2024 diikuti oleh pesilat dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga pencapaian ini semakin memperlihatkan kualitas dan potensi mahasiswa Unusida dalam bidang olahraga, khususnya pencak silat.

Rektor Unusida, Dr. H. Fatkul Anam, M. Si , menyampaikan selamat dan bangga atas prestasi yang diraih oleh kedua mahasiswi tersebut. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unusida memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk olahraga.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Annisa dan Farichatul. Ini adalah hasil dari latihan yang keras, semangat juang yang tinggi, dan tentu saja dukungan dari seluruh civitas akademika Unusida. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pagar Nusa Unusida, Nur Chasanah menjelaskan, prestasi ini sangat mengharumkan nama Unusida di kancah daerah maupun nasional. Tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia olahraga pencak silat di Indonesia.

“Keberhasilannya ini menjadi bukti dedikasi dan kerja keras dalam berlatih pencak silat. Semoga prestasi ini semakin memperkuat nama Unusida di kancah olahraga nasional,” harapnya.

Ia mengungkapkan bahwa tekad yang dimiliki anggota UKM Pagar Nusa Unusida dalam berlatih pencak silat sangat patut dicontoh mahasiswa untuk meraih prestasi. Seperti dalam hal disiplin dalam latihan, menjaga kondisi fisik dengan menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, serta fokus terhadap teknik yang akan digunakan.

“Alhamdulillah, semua dapat bersaing dengan sehat untuk meningkatkan keterampilan dan mencapai hasil yang maksimal. Serta selalu siap dan percaya diri dalam berlatih dan bertanding di pencak silat,” jelasnya.

 

(my)

Flyer Unusida Klaster Utama 2024 (Foto: istimewa)

Alhamdulillah, Unusida Unusida Masuk Klaster Utama dalam Klasterisasi Perguruan Tinggi 2024

Satu lompatan besar diraih Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) di akhir tahun 2024. Di usia yang ke-10, klaster Unusida melejit dan menempati Klaster Utama dalam Klasterisasi Perguruan Tinggi tahun 2024 bersama 194 Perguruan Tinggi lain di Indonesia. Klasterisasi ini didasarkan pada hasil olahan data kinerja perguruan tinggi berbasis SINTA dalam periode tahun 2020 hingga 2022.

Data kinerja yang diperhitungkan merupakan data yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh verifikator Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi meliputi data penulis (author), afiliasi (affiliation), artikel (article), penelitian (research), pengabdian kepada masyarakat (community service), kekayaan intelektual (intellectual property rights), dan buku (book).

Diketahui, klasterisasi ini bukanlah pemeringkatan, namun merupakan pengelompokan perguruan tinggi sesuai dengan kualifikasi kinerja perguruan tinggi sebagai dasar penyusunan peta jalan riset dan rencana strategis, serta sebagai landasan penentuan kewenangan pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi.

Perguruan Tinggi di Indonesia dikelompokkan menjadi lima klaster, yaitu Mandiri, Utama, Madya, Pratama, dan Binaan. Klasterisasi perguruan tinggi ini sebagai metode dalam mengidentifikasi, mengukur kinerja, dan mengelompokkan perguruan tinggi diharapkan dapat mengakselerasikan kinerja perguruan tinggi melalui skema-skema kolaborasi nantinya. Dimana untuk menyatukan dan mensinergikan potensi-potensi kerja sama perguruan tinggi lintas klaster dalam peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Unusida H Arly Fauzi sangat mengapresiasi kinerja seluruh civitas akademika yang salalu memberikan yang terbaik. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika, baik dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan yang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga kita tidak terlena dengan capaian ini. Kita akan terus memacu kinerja di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, serta bidang-bidang lain, demi mewujudkan Unusida sebagai perguruan tinggi unggul,” tuturnya.

Rektor Unusida, H Fatkul Anam mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian Unusida masuk pada Klaster Utama ini. Tentunya ini akan semakin memperkuat posisi dan reputasinya sebagai Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) unggul yang terus berinovasi.

“Capaian ini menunjukkan bahwa kinerja penelitian  dan pengabdian masyarakat Unusida cukup tinggi dan membanggakan. Di tahun 2023 kita masih di Klaster Madya, tahun 2024 ini kita naik kelas di Klaster Urama,” ungkapnya.

Ketua Forum Rektor Seluruh PTNU ini selalu menekankan untuk senantiasa meningkatkan kinerja akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat setiap saat. Sebab, penilaian dalam klasterisasi perguruan tinggi ini melibatkan berbagai indikator, seperti kualitas sumber daya manusia, kualitas pendidikan, penelitian, inovasi, dan kontribusi terhadap pembangunan nasional.

“Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi, kita bersama-sama mewujudkan Unusida sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdampak positif bagi kemajuan bangsa,”ujarnya

Adapun, hasil pengukuran data kinerja perguruan tinggi untuk klasterisasi perguruan tinggi tahun 2024 dapat dilihat pada menu (tab) Metrics Cluster pada profil perguruan tinggi melalui laman berikut ini atau pada menu operator klik disini.

 

(my)

Mahasiswa Unusida Raih Juara 1 Best Prototype dalam Pekan Demo Day Program Wirausaha Merdeka (PWK) yang dilaksanakan oleh Unesa (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswa Unusida Sukses Raih 2 Penghargaan dalam Program Wirausaha Merdeka

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kembali mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Program Wirausaha Merdeka (WMK) Bootcamp UNESA Kewirausahaan (Bonek) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Prestasi tersebut ditorehkan oleh 2 Tim mahasiswa Unusida yang berhasil meraih berbagai penghargaan pada ajang Pitching dan Demo Day WMK Unesa di Trans Icon Mall, Surabaya, Sabtu-Ahad (14-15/12/2024).

Pertama, tim Bonek 7 dari Unusida berhasil meraih Juara 1 Best Prototype, berkat karya inovatif mereka yaitu aplikasi yang diberi nama Digibite, yang mencuri perhatian juri dengan kualitas dan keunggulannya.

Ketua tim Bonek 7, Ismawati Ainol Robbi menjelaskan aplikasi Digibite yang dirancangnya dapat membantu mahasiswa mengetahui kandungan nutrisi dalam makanan yang mereka konsumsi. Menurutnya, Digibite dirancang untuk memudahkan pengguna dalam mengevaluasi kandungan gizi dari makanan sehari-hari.

Dengan fitur yang intuitif dan mudah digunakan, aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memindai barcode atau memasukkan informasi makanan secara manual, dan kemudian mendapatkan analisis lengkap mengenai kandungan kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang terdapat dalam makanan tersebut.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kualitas riset dan pengembangan yang dilakukan secara mendalam, serta kemampuan mereka dalam menciptakan solusi berbasis teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mahasiswa,” katanya, Senin (16/12/2024).

Mahasiswi jurusan Sistem Informasi tersebut mengungkapkan tujuan utama merancang aplikasi tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat di kalangan mahasiswa, terutama dalam menghadapi tuntutan akademik yang padat. Dengan aplikasi ini, mahasiswa dapat membuat keputusan yang lebih bijak mengenai konsumsi makanan mereka, yang tentunya akan mendukung kesehatan dan kesejahteraan mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Dengan adanya aplikasi Digibite ini menjadi upaya untuk turut berkontribusi dalam peningkatan kesadaran gizi dan kesehatan di kalangan generasi muda, serta membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut di bidang teknologi kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, tim lainnya juga berhasil meraih Juara 2 Best Stand dan Sosial Media, yang berhasil menunjukkan keunggulan usaha kreatif yang bergerak di bidang jasa Wedding Organizer dengan mengusung tema ‘Tradisi Kita’.

Ketua tim, Ayutah Ryanda Maghfiroh menyampaikan bahwa prestasi ini tidak lepas dari kerja sama tim. Berkat pengelolaan media dan konsep usaha yang matang, Tim Bonek 6 yang diketuainya pun dapat menarik perhatian juri sehingga terkesan dalam menyajikan produk dan jasa dengan tampilan stand yang menarik serta memanfaatkan platform sosial media dengan sangat efektif.

“Dengan konten yang kreatif dan konsisten, kami berhasil menarik perhatian juri dan audiens, serta membangun engagement yang kuat dengan para pengikutnya,” ungkapnya.

Ayutah menyebutkan bahwa pihaknya akan menyediakan berbagai layanan pernikahan dengan mengusung konsep tradisional yang kental. Melalui konsep ini, tidak hanya menawarkan layanan wedding organizer, tetapi juga memperkenalkan budaya dan tradisi lokal dalam setiap detail acara pernikahan yang mereka kelola. Dari dekorasi, busana, hingga tata rias untuk memastikan setiap elemen pernikahan memiliki sentuhan khas budaya yang memperkaya pengalaman pelanggan.

“Dengan sentuhan tradisional yang kaya akan makna, kami hadir untuk memberikan pengalaman pernikahan yang tak terlupakan. Terinspirasi dari kekayaan warisan budaya, kami bangga menjadi bagian dari perjalanan cinta yang penuh makna,” terangnya.

Lebih lanjut, ia sangat mengapresiasi usaha timnya dalam berinovasi dan berkreasi di dunia bisnis, serta pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha. Menurutnya, keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Unusida memiliki potensi besar dalam merintis dan mengelola usaha di berbagai bidang, termasuk industri jasa.

“Selamat untuk kita semua, semoga prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

(my)

Kontingen UKM Pagar Nusa Unusida di Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa PandalungaN Cup 2 (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswa Unusida berhasil Sabet 2 Medali di Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa PandalungaN Cup 2

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kembali mengukir prestasi gemilang di bidang olahraga pencak silat. Alim Rohmatullah dan Aisyah Indy Hidayati, dua atlet pencak silat unggulan dari Unusida, sukses meraih podium pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa PandalungaN Cup 2 yang diadakan oleh UKM Pagar Nusa Universitas Jember, yang digelar pada Selasa-Kamis (12-14/11/2024).

Alim Rohmatullah, mahasiswa Unusida jurusan Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2022, berhasil meraih Juara 1 pada kategori Tanding Kelas E Dewasa Putra. Kemenangan ini merupakan bukti ketekunan dan kerja keras Alim dalam berlatih sehingga dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam sebuah kejuaraan.

Sementara itu, Aisyah Indy Hidayati, tampil memukau dan berhasil meraih Juara 3 pada kategori Tanding Kelas D Dewasa Putri. Aisyah yang merupakan mahasiswi program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) tersebut menunjukkan semangat juang yang tinggi dan teknik dengan baik. Capaian ini semakin menegaskan potensi besar Aisyah dalam dunia pencak silat.

Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa PandalungaN Cup 2 kali ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dari berbagai daerah. Kejuaraan ini menjadi ajang pembuktian kemampuan para pesilat muda di Indonesia.

Keberhasilan ini tentu saja menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika Unusida. Rektor Unusida, Dr. H. Fatkul Anam, M,Si, mengungkapkan rasa bangga dan memberikan apresiasi terhadap prestasi yang diraih oleh kedua mahasiswa tersebut.

“Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh Alim Rohmatullah dan Aisyah Indy Hidayati. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Unusida tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga, khususnya pencak silat,” ujarnya.

Menurutnya, prestasi ini semakin menegaskan eksistensi Unusida dalam mengembangkan potensi mahasiswa di berbagai bidang, baik akademik, seni, olahraga, maupun budaya. Dengan semangat dan kerja keras, diharapkan ke depannya lebih banyak lagi mahasiswa Unusida yang dapat meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Selamat untuk Alim Rohmatullah dan Aisyah Indy Hidayati, semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” katanya.

Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pagar Nusa Unusida, Nur Chasanah menjelaskan, perkembangan pencak silat di kalangan mahasiswa Unusida cukup positif. Mahasiswa mulai menyadari pentingnya mengembangkan diri tidak hanya dalam akademik, tetapi juga dalam olahraga dan seni bela diri.

Pencak silat, sebagai bagian dari budaya Indonesia, memiliki tempat yang sangat penting, dan kami di UKM Pagar Nusa berkomitmen untuk memperkenalkan dan memperkuat eksistensi Unusida di bidang olahraga pencak silat.

“Kami melihat banyak mahasiswa yang antusias dan bersemangat untuk bergabung dengan UKM kami, baik untuk berlatih sebagai hobi maupun untuk mengembangkan potensi sebagai atlet,” jelasnya kepada Humas Unusida, Jumat (15/11/2024).

Ana menyadari peran UKM Pagar Nusa di Unusida dalam mendukung atlet muda sangat krusial. Oleh karena itu, kegiatan di UKM tidak hanya fokus pada pembinaan keterampilan teknik pencak silat, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental juara.

Melalui fasilitas yang ada, ia mencoba melaksanakan kegiatan latihan rutin, seminar, dan event internal, guna menciptakan atmosfer yang mendukung pertumbuhan potensi mahasiswa.

“Semoga UKM pencak silat, khususnya Pagar Nusa di Unusida, dapat terus menjadi wadah yang produktif untuk mengembangkan bakat-bakat baru yang nantinya bisa berkontribusi di tingkat yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” harapnya.