Pos

Webinar Nasional “Sinergi Nilai Aswaja dan Pancasila: UNUSIDA Go Nusantara” melalui Zoom Meeting (Foto: Humas UNUSIDA)

Webinar Nasional Hari Lahir Pancasila, UNUSIDA Perkuat Sinergi Nilai Aswaja dan Kebangsaan

SIDOARJO — Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Unit Pelaksana Teknis Pengkajian Islam dan Keaswajaan (UPT PIK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk ‘Sinergi Nilai Aswaja dan Pancasila: UNUSIDA Go Nusantara’ pada Senin (01/06/2026) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ruang intelektual untuk merefleksikan kembali relevansi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan Pancasila sebagai fondasi kebangsaan dalam menjawab berbagai tantangan sosial, pendidikan, ekonomi, teknologi, dan ideologi di era transformasi digital.

Webinar yang terbuka untuk pelajar, mahasiswa, santri pondok pesantren, serta masyarakat umum ini menghadirkan akademisi lintas disiplin ilmu dari lingkungan UNUSIDA.

Kepala UPT PIK UNUSIDA H. Aris Kuswanto, S.T., M.Pd.I., menjelaskan bahwa Webinar akan mengulas berbagai isu strategis dengan menempatkan Pancasila dan Aswaja bukan sekadar konsep normatif, melainkan sebagai pedoman hidup yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Melalui webinar nasional ini, UNUSIDA ingin menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang dialog akademik yang mempertemukan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemajuan ilmu pengetahuan. Peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga sebagai momentum refleksi bersama untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang religius, moderat, inovatif, dan berdaya saing.

“Semangat ‘Sinergi Nilai Aswaja dan Pancasila: UNUSIDA Go Nusantara’ semoga menjadi energi kolektif dalam memperkuat peran kampus sebagai pusat peradaban yang mampu menjawab tantangan masa depan tanpa kehilangan akar nilai yang menjadi identitas bangsa Indonesia,” katanya.

Dalam keynote speech, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan bahwa Pancasila dan Aswaja memiliki titik temu yang kuat dalam membangun peradaban yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga relevansi nilai-nilai tersebut di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial.

“Pancasila dan Aswaja bukan dua entitas yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan dua kekuatan moral yang saling menguatkan dalam membangun karakter bangsa. Dari kampus inilah lahir generasi yang mampu berpikir global tanpa kehilangan identitas keindonesiaannya,” ungkapnya.

Materi pertama disampaikan oleh Dosen Teknik Kimia UNUSIDA Dr. Trisna Kumala Dhaniswara, S.T., M.T., yang mengangkat tema inovasi teknologi dan keberlanjutan sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi harus diarahkan untuk menciptakan kemanfaatan yang merata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Teknologi yang berlandaskan nilai Pancasila tidak hanya mengejar efisiensi dan keuntungan, tetapi juga menjamin keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, serta kesejahteraan generasi mendatang. Inovasi sejati adalah inovasi yang menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Selanjutnya, Dosen DKV UNUSIDA Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn. membahas transformasi digital dan tanggung jawab moral dalam kehidupan masyarakat modern. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah membuka ruang yang sangat luas bagi masyarakat untuk berinteraksi dan berkarya, namun juga menghadirkan tantangan etika yang semakin kompleks.

“Transformasi digital harus dibarengi dengan transformasi karakter. Kemajuan teknologi tanpa tanggung jawab moral hanya akan melahirkan disrupsi sosial. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi kompas etis dalam setiap aktivitas digital masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Dari perspektif ekonomi, Dosen Manajemen UNUSIDA Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M. menekankan pentingnya membangun ekonomi berkarakter melalui sinergi nilai Aswaja dan Pancasila. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak dapat diukur semata-mata dari pertumbuhan angka statistik, tetapi juga harus memperhatikan aspek kebermanfaatan sosial dan keadilan distribusi.

“Ekonomi yang berkarakter adalah ekonomi yang menghadirkan keberkahan dan keadilan. Nilai Aswaja mengajarkan keseimbangan, sedangkan Pancasila memberikan arah agar aktivitas ekonomi tidak meninggalkan nilai kemanusiaan dan kesejahteraan bersama,” paparnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNUSIDA Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNUSIDA, menyoroti peran strategis pendidikan dalam memperkuat karakter kebangsaan. Ia menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik yang berintegritas.

“Pendidikan harus menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara moral. Di sinilah nilai Aswaja dan Pancasila memiliki peran penting sebagai fondasi pendidikan karakter yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UNUSIDA Feri Kuswanto, S.Pd.I., M.Pd.I. yang mengulas hubungan antara ideologi kebangsaan dan keaswajaan dalam konteks kehidupan berbangsa. Ia menjelaskan bahwa Aswaja memiliki kesesuaian nilai dengan Pancasila, terutama dalam menjaga moderasi, toleransi, dan persatuan nasional.

“Aswaja mengajarkan sikap tawassuth, tasamuh, dan tawazun yang selaras dengan semangat Pancasila. Ketika nilai-nilai tersebut diinternalisasikan dengan baik, maka masyarakat akan memiliki daya tahan ideologis yang kuat terhadap berbagai bentuk radikalisme, ekstremisme, maupun disintegrasi bangsa,” tegasnya.

HIMA PGMI UNUSIDA Gelar Webinar Kurikulum Berbasis Cinta (Foto: Tangkapan Layar HIMA PGMI UNUSIDA)

HIMA PGMI UNUSIDA Gelar Webinar Kurikulum Berbasis Cinta, Dorong Pendidikan Humanis dan Berkarakter

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional dengan mengusung tema ‘Mendesain Masa Depan Pendidikan melalui Kurikulum Berbasis Cinta’ yang dilaksanakan secara daring, Sabtu (4/42026). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, pendidik, serta peserta umum dari berbagai daerah.

Ketua HIMA PGMI UNUSIDA, Nurul Eka Maulidia, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ikhtiar untuk membuka ruang refleksi sekaligus inspirasi dalam merancang kurikulum pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga berlandaskan nilai cinta, empati, dan kemanusiaan.

“Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh jajaran panitia maupun peserta yang telah antusias mengikuti kegiatan ini. Harapannya, tema yang diangkat mampu menjadi gagasan transformatif di dunia pendidikan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga termotivasi untuk mengimplementasikan nilai-nilai cinta dan empati dalam praktik pendidikan sehari-hari. “Semoga webinar ini menjadi kontribusi nyata dalam upaya membangun masa depan pendidikan yang lebih berkarakter, humanis, dan bermakna,” ungkapnya.

Memasuki sesi inti, webinar menghadirkan narasumber kompeten di bidang pendidikan, yakni Risalul Ummah, S.Pd., M.Pd. dan Moh Anang Abidin, M.Pd. Keduanya memaparkan konsep, strategi, serta contoh implementasi kurikulum berbasis cinta dalam praktik pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.

Dalam pemaparannya, Ketua Program Studi PGMI UNUSIDA, Moh. Anang Abidin menjelaskan bahwa kurikulum berbasis cinta menekankan pada pendekatan humanis yang mengedepankan empati, kasih sayang, serta penghargaan terhadap potensi setiap individu. Menurutnya, suasana belajar yang dilandasi rasa cinta akan menciptakan lingkungan yang nyaman, inklusif, dan mendorong siswa untuk berkembang secara optimal.

“Pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga proses membangun hubungan yang penuh makna antara guru dan peserta didik. Dari situlah nilai-nilai kebaikan dapat tumbuh secara alami,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan sejumlah strategi implementasi, seperti pendekatan pembelajaran yang dialogis, penguatan pendidikan karakter, serta integrasi nilai-nilai spiritual dan sosial dalam setiap kegiatan belajar. Selain itu, guru juga didorong untuk menjadi teladan dalam menumbuhkan sikap peduli, toleransi, dan tanggung jawab.

Tidak hanya sebatas konsep, Moh. Anang Abidin juga memberikan contoh konkret penerapan kurikulum berbasis cinta di kelas, mulai dari pembiasaan sikap saling menghargai, penggunaan metode pembelajaran kolaboratif, hingga refleksi harian yang membantu siswa memahami nilai-nilai kehidupan.

“Melalui gagasan ini, saya yakin para pendidik mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan berdampak positif bagi perkembangan akademik maupun karakter peserta didik di semua jenjang pendidikan,” jelasnya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif saat sesi diskusi dan tanya jawab dibuka. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan menyampaikan pertanyaan, pandangan, serta berbagi pengalaman dalam mengelola pembelajaran di berbagai konteks pendidikan.

Secara keseluruhan, webinar berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan rencana. Tingginya partisipasi peserta menjadi indikator bahwa tema kurikulum berbasis cinta dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini yang menekankan keseimbangan antara aspek akademik dan nilai kemanusiaan.

Webinar Nasional “Aswaja di Dunia Digital” PGMI UNUSIDA (Foto: Istimewa)

PGMI UNUSIDA Inisiasi Gelar Webinar Nasional Aswaja di Dunia Digital, Meneguhkan Adab Bermedia Sosial

SIDOARJO — Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut generasi muda untuk tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga matang secara etika dan adab. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersama Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Banjarasri  menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk ‘Aswaja di Dunia Digital: Adab Bermedsos Menurut Ulama Aswaja’ dengan semangat tagline #AswajaDiDuniaDigital.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Ahad (21/12/2025) lalu ini menjadi bagian dari upaya edukatif sekaligus pemenuhan tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Aswaja. Webinar ini bertujuan membekali generasi muda dengan pemahaman mendalam tentang bagaimana bermedia sosial secara bijak, beradab, dan selaras dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja).

Webinar nasional ini menghadirkan pemateri eksklusif H. M. Arisy Karomy, S.T., M.Pd.I., (Gus Arisy) Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kholil Jetis Sidoarjo sekaligus Dosen PGMI UNUSIDA. Selain itu, turut hadir sebagai pembicara utama Moh. Anang Abidin, M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGMI Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).

Dalam pemaparannya, Gus Arisy menekankan bahwa media sosial tidak boleh dipandang semata sebagai ruang hiburan tanpa batas. Bermedia sosial, menurut perspektif ulama Aswaja, memiliki berbagai dimensi, antara lain sebagai sarana hiburan, gaya hidup, kebutuhan, ibadah, hingga alat perjuangan dan dakwah. Oleh karena itu, setiap aktivitas digital harus dilandasi niat yang benar serta adab yang terjaga.

“Saya harap nilai-nilai Aswaja dapat terus hidup dan relevan di tengah arus digitalisasi, serta menjadi pedoman etis bagi generasi muda dalam bermedia sosial secara cerdas, santun, dan bertanggung jawab,” harapnya.

Lebih lanjut, Gus Arisy menjelaskan bahwa terdapat sejumlah prinsip penting yang harus diperhatikan dalam bermedia sosial, seperti ghadhul bashar (menjaga pandangan), menjaga aurat, menghindari riya’, serta menjaga privasi diri dan orang lain. Media sosial juga diingatkan dapat menjadi ladang amal jariyah, namun sebaliknya dapat pula berpotensi menjadi dosa jariyah apabila disalahgunakan.

“Mari menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah, mempererat silaturahmi, serta menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat digital. Bermedia sosial bukan hanya tentang eksistensi, tetapi tentang tanggung jawab moral dan spiritual,” tuturnya.

Tampak antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 130 orang, berasal dari berbagai perguruan tinggi dan kalangan umum. Mayoritas peserta merupakan mahasiswa PGMI UNUSIDA, disusul peserta dari Surabaya serta masyarakat umum. Selain memperoleh wawasan baru, peserta juga mendapatkan ruang diskusi interaktif serta kesempatan memperluas jejaring dalam memahami praktik bermedia sosial ala ulama Aswaja.

LPPM UNUSIDA dan LPT PBNU Gelar Webinar “Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026 (Foto: UNUSIDA TV)

LPPM UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026

SIDOARJO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersama dengan Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT-PBNU) menyelenggarakan Webinar Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026, yang diikuti oleh puluhan dosen PTNU dari berbagai daerah, Rabu (10/12/2025) melalui zoom meeting.

Webinar ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ir. Wardah, M.P., M.M., dosen Agroindustri Fakultas Vokasi Untag Surabaya, dosen Ekonomi Pembangunan, serta reviewer nasional hibah penelitian dan pengabdian masyarakat Kemdikbud sejak 2020.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. menegaskan bahwa penguatan budaya riset harus menjadi komitmen bersama untuk sukses dalam program hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen sekaligus memperluas dampak nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.

“Persaingan proposal pengabdian secara nasional semakin ketat. Ini menuntut kita tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga mampu merancang program pengabdian yang relevan, berkelanjutan, dan berakar pada kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan pendampingan seperti ini menjadi ruang belajar bersama, berbagi pengalaman, dan memperkuat kesiapan akademik dosen agar mampu berkompetisi di tingkat nasional. Ia sangat mengapresiasi kepada LPPM UNUSIDA serta LPT-PBNU atas inisiasi kegiatan ini, serta kepada Prof. Wardah yang telah bersedia berbagi pengalaman kepada seluruh peserta.

“Dengan kolaborasi, ketekunan, dan komitmen, saya yakin jumlah proposal pengabdian dari UNUSIDA dan PTNU lain dapat meningkat dan meraih pendanaan pada tahun 2026,” tambahnya.

LPT-PBNU: Proses Review adalah Tradisi Akademik yang Harus Dijunjung
Sekretaris LPT-PBNU dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat menyampaikan bahwa pendanaan dari pemerintah, termasuk hibah dari Kemenristekdikti, harus melalui proses akademik yang benar—mulai dari review, perbaikan, hingga penjaminan kelayakan proposal.

Ia berharap pendampingan dapat terus berlanjut dan melahirkan peneliti serta pengabdi masyarakat yang unggul dari kampus-kampus NU.

“Tradisi akademik seperti review dan kompetisi itu penting. Ia melahirkan proposal yang berkualitas dan benar-benar layak didanai. Pendampingan seperti ini bukan sekadar tips and trick, tetapi memperkuat substansi dan proses penyusunan proposal itu sendiri,” tegasnya.

Ia menyebutkan, kegiatan webinar ini menjadi langkah serius PTNU menuju kompetisi hibah nasional. Ke depan pendampingan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai komitmen PTNU dalam meningkatkan budaya riset dan pengabdian.

“Dengan kolaborasi UNUSIDA, LPT-PBNU, serta para dosen PTNU di seluruh Indonesia, semoga semakin banyak proposal pengabdian masyarakat yang lolos hibah BIMA 2026 dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” harapnya.

Prof. Wardah Kupas Tuntas Skema BIMA dan Kriteria Penilaian Reviewer
Dalam pemaparannya, Prof. Wardah menjelaskan secara detail berbagai skema Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam BIMA, di antaranya Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) seperti Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM/3M), Skema Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan (PBK) seperti PM-UBUD (Produk Unggulan Daerah) dan Pemberdayaan Usaha Kampus (PUK),  serta Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBB) seperti Pemberdayaan Desa Binaan (PDB).

Selain skema, ia juga menguraikan kriteria rekam jejak yang dinilai reviewer, seperti kualitas dan kuantitas publikasi jurnal, prosiding, perolehan HKI, serta rekam jejak pengabdian sebelumnya.

Prof. Wardah menegaskan beberapa aspek utama dalam penilaian proposal, mulai dari ketajaman analisis situasi dan permasalahan mitra, rumusan masalah yang tepat dan prioritas, kesesuaian solusi dengan kebutuhan, metode kegiatan yang jelas dan terukur, kompetensi tim pelaksana, kualitas iptek yang ditawarkan serta output wajib berupa artikel ilmiah bereputasi, artikel media massa, video kegiatan dan peningkatan level keberdayaan mitra.

“Intinya, proposal yang baik bukan hanya menjawab kewajiban tridarma, tetapi benar-benar menyentuh persoalan masyarakat dan memberi dampak nyata,” terangnya.

Webinar EcoEdu.id Tata Ruang 120 HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Dorong Tata Ruang Adaptif sebagai Pilar Ketahanan dalam Webinar Nasional EcoEdu.id

SIDOARJO — Isu perubahan iklim menuntut perhatian dan respons serius dari berbagai pihak, termasuk dalam aspek perencanaan wilayah dan tata ruang. Menyadari pentingnya integrasi antara tata ruang dan strategi adaptasi serta mitigasi iklim, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (HIMA TL UNUSIDA) berpartisipasi aktif dalam Webinar Nasional EcoEdu.id Edisi ke-120 bertema ‘Tata Ruang Responsif Iklim: Menata Wilayah untuk Masa Depan yang Tangguh’.

Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, dengan menghadirkan Nurrohman Wijaya, Ph.D., dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai pemateri utama.

Partisipasi HIMA TL UNUSIDA merupakan bagian dari program unggulan bertajuk ENVIRO INSIGHT, yang digagas oleh Departemen AIR (Akademik, Inovasi, dan Riset) HIMA TL, dan dilaksanakan secara kolaboratif dengan Departemen UDARA (Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan).

Menurut Kepala Departemen AIR Chalimatus Sa’diyah, sekaligus penanggung jawab partisipasi, kegiatan ini bukan hanya ruang belajar, tetapi juga bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mengembangkan perspektif strategis perencanaan lingkungan yang relevan terhadap tantangan krisis iklim global.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Teknik Lingkungan tidak hanya belajar di kelas, tapi juga ikut aktif dalam dialog nasional. Sebagai bentuk sinergi akademik dan aksi mahasiswa dalam forum nasional menyuarakan pentingnya transformasi perencanaan ruang yang lebih adaptif dan visioner,” ujarnya, Jum’at (12/9/2025).

Dalam paparannya, Nurrohman Wijaya, Ph.D. menekankan bahwa tata ruang sebagai instrumen adaptasi iklim. Tata ruang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengaturan lahan, tetapi juga sebagai alat penting dalam strategi adaptasi iklim.

“Perencanaan spasial yang responsif iklim artinya menata wilayah dengan mempertimbangkan risiko iklim yang meningkat, seperti kenaikan muka air laut, bencana hidrometeorologi, dan peningkatan suhu global. Sekaligus menjamin keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Diskusi yang berlangsung interaktif ini turut membahas berbagai pendekatan perencanaan adaptif, integrasi teknologi spasial, serta peran komunitas dalam mendesain ruang yang lebih tangguh dan berkeadilan secara ekologis dan sosial.

Webinar ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga lingkungan di seluruh Indonesia. Keterlibatan HIMA TL UNUSIDA merupakan komitmen jangka panjang untuk kolaborasi dan aksi nyata, menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menjawab tantangan perencanaan wilayah berbasis krisis iklim.

Partisipasi ini juga menjadi bentuk komitmen jangka panjang HIMA TL UNUSIDA untuk menjalin kemitraan aktif dengan PT. Eco Edu Indonesia, sebagai pusat pelatihan dan edukasi lingkungan yang berfokus pada peningkatan kesadaran publik dan advokasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

Melalui kegiatan ini, HIMA TL UNUSIDA menegaskan bahwa tata ruang adaptif bukan hanya konsep teknis, tetapi juga merupakan strategi visioner untuk membangun ketahanan sosial-ekologis di masa depan. Keterlibatan mahasiswa dalam forum seperti ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang peduli, kritis, dan kolaboratif dalam menghadapi tantangan lingkungan global.

“Kami percaya, masa depan yang tangguh tidak dibangun sendirian. Kolaborasi, ilmu, dan keberanian untuk berubah adalah kuncinya,” pungkasnya.

(MY)

ZE Talk - Mengenal Inisiatif Proyek Karbon Pertamina Group HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto:Muchammad Waziruddin)

HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Berpartisipasi Aktif dalam ZE Talk: Mengenal Inisiatif Proyek Karbon Pertamina Group

SIDOARJO – Dalam semangat kolaborasi dan penguatan wawasan mahasiswa mengenai isu-isu strategis energi berkelanjutan di Indonesia, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berpartisipasi aktif dalam kegiatan nasional bertajuk ZE Talk yang diselenggarakan oleh zonaebt.com. Webinar edisi kali ini mengangkat tema ‘Mengenal Inisiatif Proyek Karbon Pertamina Group’ yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (28/07/2025).

ZE Talk merupakan program unggulan dari PT Zona Media Pembaru, sebuah startup berbasis media informasi dan edukasi yang sejak 2021 konsisten berfokus pada literasi energi terbarukan dan ekosistem transisi energi di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan berbagai institusi akademik dan komunitas pemuda sebagai mitra partisipatif, termasuk HIMA TL UNUSIDA yang mengirimkan delegasi pengurus dan anggota sebagai peserta aktif.

Koordinator Hubungan Eksternal & Kemitraan sekaligus penanggung jawab partisipasi, Gilang Ramadhani Kurniawan, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam agenda strategis nasional. Tak hanya itu, partisipasi HIMA TL UNUSIDA kali ini menjadi bagian dari implementasi program kerja ENVIRO NEXUS, yang diinisiasi oleh Departemen UDARA (Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan).

“Kami berharap mahasiswa teknik lingkungan tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu terlibat dalam dinamika kebijakan dan proyek nyata yang dijalankan pelaku industri, seperti proyek karbon di Pertamina Group,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam ZE Talk edisi ini, HIMA TL UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. “Alhamdulillah, kami sebagai mahasiswa dapat terus aktif dalam forum lingkungan yang dapat memperkuat kapasitas intelektual, jejaring strategis, dan kontribusi nyata generasi muda teknik lingkungan di masa kini maupun mendatang,” ungkapnya.

Webinar menghadirkan Vice President Strategic Partnership, Acquisition & Marketing Pertamina New & Renewable Energy, Yessa Arthur Erriadita sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Yessa menekankan bahwa proyek karbon bukan sekadar offset emisi, tetapi transformasi struktural menuju model bisnis energi yang berkelanjutan.

“Inisiatif ini mencakup pendekatan holistik dari pengembangan teknologi hingga skema kemitraan strategis lintas sektor. Pertamina mendukung penuh target Net Zero Emission 2060 melalui implementasi proyek karbon berbasis energi baru terbarukan,” jelasnya.

Peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai mekanisme pasar karbon, peran Pertamina dalam menginisiasi proyek karbon nasional, serta integrasi inisiatif tersebut dengan agenda transisi energi. Diskusi interaktif juga menyoroti pentingnya literasi publik dan kontribusi generasi muda dalam mendukung keberhasilan agenda hijau nasional.

Delegasi HIMA TL UNUSIDA tampak aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan semangat kontribusi mahasiswa terhadap isu strategis lingkungan dan keberlanjutan. Partisipasi ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga ruang memperluas jejaring serta membuka dialog antara akademisi dan pelaku industri energi.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Webinar EcoEdu.id 119 ~ Pajak Karbon dalam Transisi Energi, Ekonomi Hijau, dan Net Zero Emission (NZE) 2060 (Foto: UNUSIDA/Muchammad Waziruddin)

Perkuat Kolaborasi Edukasi Iklim, HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Berpartisipasi dalam Webinar Nasional EcoEdu.id

SIDOARJO – Isu perubahan iklim dan transisi energi kembali mengemuka dalam forum ilmiah tingkat nasional melalui Webinar EcoEdu.id bertema ‘Pajak Karbon dalam Transisi Energi, Ekonomi Hijau, dan Net Zero Emission (NZE) 2060’. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (17/07/2025) ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa, akademisi, dan praktisi lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia.

Webinar tersebut menjadi ruang dialog penting dalam memperkuat kesadaran publik mengenai peran instrumen ekonomi dalam pengendalian emisi karbon. Pajak karbon dibahas bukan hanya sebagai kebijakan fiskal, melainkan sebagai pilar transisi menuju sistem energi rendah emisi dan ekonomi berketahanan iklim.

Dalam pemaparannya, Carbon Specialist Muhammad Luthfan Awwal, S.Pt., M.Sc., M.IL., menjelaskan bahwa pajak karbon merupakan langkah strategis untuk mendorong inovasi teknologi bersih, investasi energi terbarukan, serta efisiensi industri.

“Pajak karbon bukan hanya menekan pelaku usaha, tetapi menginternalisasi biaya eksternal emisi ke dalam sistem ekonomi dan membuka jalan menuju ekonomi hijau,” tegasnya.

Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo turut berpartisipasi aktif dalam forum ini melalui jalur kolaboratif bersama PT Eco Edu Indonesia, lembaga pelatihan lingkungan yang berfokus pada peningkatan kapasitas publik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program unggulan ENVIRO INSIGHT yang digagas oleh Departemen Akademik, Inovasi, dan Riset (AIR) dan dijalankan bersama Departemen Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan (UDARA).

Kepala Departemen AIR, Chalimatus Sa’diyah, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam forum lintas institusi seperti ini sangat penting untuk mempertemukan teori di kelas dengan dinamika kebijakan yang terjadi di lapangan.

“Pajak karbon bukan hanya isu kebijakan, tetapi tantangan interdisipliner yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk mahasiswa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa webinar ini relevan dengan kurikulum Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA, khususnya pada topik emisi, transisi energi, dan pengendalian pencemaran.

Selain memperkaya diskursus akademik, forum ini juga memperkuat jejaring antar mahasiswa teknik lingkungan dari berbagai perguruan tinggi. HIMA TL UNUSIDA menyatakan komitmennya untuk terus menjalin kerja sama jangka panjang dengan PT Eco Edu Indonesia dalam penyelenggaraan webinar, pelatihan, dan berbagai program edukatif lainnya terkait isu lingkungan dan keberlanjutan.

Di tengah dinamika kebijakan iklim global maupun nasional, partisipasi aktif mahasiswa dalam forum ilmiah seperti ini menjadi bentuk kontribusi nyata untuk masa depan bumi. Webinar EcoEdu.id tidak hanya menyajikan wawasan, tetapi juga menyampaikan pesan penting: masa depan lingkungan bergantung pada keberanian kita menata ulang sistem hari ini, dan kolaborasi adalah kuncinya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Aktif dalam Webinar Nasional Ecoedu.id 'Perlindungan dan Restorasi Ekosistem' (Foto: Istimewa)

HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Aktif dalam Webinar Nasional Perlindungan dan Restorasi Ekosistem

Sidoarjo – Dalam semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap isu lingkungan global, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menunjukkan komitmennya melalui partisipasi aktif dalam Webinar Nasional EcoEdu.id yang mengusung tema ‘Perlindungan dan Restorasi Ekosistem’. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa, akademisi, hingga praktisi lingkungan dari seluruh penjuru Indonesia ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (10/7/2025).

Webinar ini menjadi bagian dari program unggulan ENVIRO INSIGHT, yang digagas oleh Departemen Akademik, Inovasi, dan Riset (AIR) dan berkolaborasi dengan Departemen Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan (UDARA) HMTL UNUSIDA. Partisipasi ini merupakan cerminan keseriusan mahasiswa Teknik Lingkungan dalam membangun jejaring, meningkatkan kapasitas keilmuan, serta memperkuat kesadaran kolektif terhadap tantangan lingkungan hidup yang semakin kompleks.

Sebagai narasumber utama, webinar menghadirkan Fitrian Ardiansyah, ESG and Impact Director di ACLF, ADM Capital Climate, Hongkong. Dengan segudang pengalaman di tingkat internasional, Fitrian membedah urgensi perlindungan dan restorasi ekosistem sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan dan strategi mitigasi krisis iklim. Ia menegaskan bahwa ekosistem yang sehat bukan hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi, seperti penyimpanan karbon, pengendalian banjir, dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Fitrian juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan lintas sektor dan integrasi prinsip Environmental, Social, Governance (ESG) dalam setiap kebijakan publik dan kebijakan korporasi. “Restorasi ekosistem tidak cukup hanya dengan teknologi dan regulasi. Diperlukan komitmen moral, kesadaran sosial, dan aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Webinar ini memiliki relevansi tinggi dengan pembelajaran akademik di Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA, khususnya bagi mahasiswa yang sedang mempelajari mata kuliah Remediasi Badan Air dan Pesisir di bawah bimbingan Elsa Rosyidah, S.TP., M.IL.. Materi yang disampaikan memperkaya perspektif teoritis dan praktis mahasiswa melalui pengalaman dan insight dari praktisi profesional.

Kepala Departemen AIR, Chalimatus Sa’diyah, menyatakan bahwa keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari strategi HIMA TL untuk mengembangkan wawasan dan memperluas relasi antar kampus.

“Mahasiswa tidak cukup hanya belajar dari buku teks. Mereka harus terkoneksi dengan isu global dan gagasan para ahli. Forum seperti ini sangat penting untuk membuka cakrawala dan menumbuhkan sensitivitas lingkungan yang lebih dalam,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini turut menjadi ajang penguatan jaringan antarmahasiswa teknik lingkungan dari berbagai perguruan tinggi, membuka peluang kerja sama dalam bentuk riset, pengabdian masyarakat, hingga pertukaran ide dan pengalaman organisasi.

HIMA TL UNUSIDA juga mendelegasikan beberapa pengurus dan anggota untuk terlibat aktif dalam diskusi, mencatat poin-poin strategis, dan membagikannya kembali dalam forum internal kampus sebagai bagian dari pengayaan akademik dan organisasi.

Melalui Enviro Insight, HIMA TL UNUSIDA bertekad menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, adaptif, dan partisipatif, sebagai wujud kontribusi nyata dalam mencetak insinyur lingkungan yang kritis, kompeten, dan kolaboratif.

Di tengah eskalasi krisis iklim dan degradasi ekologis, kehadiran webinar nasional ini menjadi pengingat bahwa perlindungan dan restorasi ekosistem adalah tanggung jawab bersama, bukan semata beban pemerintah atau lembaga internasional. Partisipasi aktif mahasiswa adalah langkah kecil yang bermakna untuk masa depan bumi yang lebih lestari.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

HMTL UNUSIDA Ikut Serta Dalam Webinar Nasional ECOEDU.id (Foto: Istimewa)

Perkuat Literasi Udara Bersih: HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Ikuti Webinar Nasional ECOEDU.id

Sidoarjo – Komitmen terhadap penguatan wawasan dan pemahaman teknis dalam bidang pencemaran udara terus diperlihatkan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Sikap tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam Webinar Nasional ECOEDU.id yang bertajuk Inventarisasi Emisi Pencemar Udara. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring oleh PT. Eco Edu Indonesia, pada Kamis, (26/6/2025) melalui Zoom Meeting.

Webinar ini bersifat terbuka untuk umum dan menghadirkan narasumber utama Dosen Teknik Lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr.Eng. Asep Sofyan, S.T., M.T. Dalam paparannya, Dr. Asep menjelaskan secara mendalam mengenai proses inventarisasi emisi, sebuah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menghitung jumlah emisi pencemar udara dari berbagai sumber, baik bergerak maupun tidak bergerak.

Pakar di bidang pengelolaan kualitas udara tersebut menegaskan bahwa inventarisasi emisi merupakan instrumen vital dalam penyusunan kebijakan pengendalian pencemaran udara, evaluasi efektivitas program lingkungan, serta penyusunan perencanaan jangka panjang untuk pengurangan emisi secara nasional.

Keikutsertaan HMTL UNUSIDA dalam webinar ini merupakan bagian dari program kerja unggulan bertajuk ‘ENVIRO INSIGHT’, yang digagas oleh Departemen Akademik, Inovasi, dan Riset (AIR) dan dijalankan secara kolaboratif bersama Departemen Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan (UDARA). Program ini dirancang sebagai forum belajar dan kolaborasi lintas sektor yang mendorong mahasiswa Teknik Lingkungan agar siap menjadi pelaku perubahan menuju masa depan yang hijau dan berkelanjutan.

Kepala Departemen AIR sekaligus penanggung jawab kegiatan, Chalimatus Sa’diyah, menyampaikan bahwa topik webinar sangat relevan dengan materi akademik yang dipelajari mahasiswa Teknik Lingkungan.

“Webinar ini memperkuat pembelajaran kami di kelas, khususnya pada mata kuliah Pencemaran Udara yang diampu oleh Ibu Listin Fitrianah, S.P., M.Si., yang juga merupakan Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam forum ilmiah nasional menjadi langkah penting untuk memperkuat literasi lingkungan berbasis data, analisis, dan kebijakan yang komprehensif.

Webinar ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi lingkungan. Selain sesi pemaparan, diskusi interaktif dengan narasumber juga menjadi ajang pertukaran ide mengenai tantangan dan peluang membangun sistem inventarisasi emisi yang standar, adaptif, dan responsif terhadap kondisi Indonesia.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan berskala nasional ini, HMTL UNUSIDA tidak hanya memperluas wawasan akademis anggotanya, tetapi juga membangun jejaring strategis dengan komunitas lingkungan hidup di seluruh Indonesia. Diharapkan, kegiatan seperti ini mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya sadar lingkungan, namun juga siap berkontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Pro.f Dr. KH Achmad Muhibin Zuhri, M. Ag saat menyampaikan materi melalui kanal zoom meeting (Foto: Humas Unusida)

Webinar Nasional Menyongsong Isro’ Mi’raj dan Peringatan Harlah NU ke-102: Refleksi Sejarah dan Spiritual dalam Menghadapi Tantangan Zaman

Dalam rangka menyongsong peringatan Isro’ Mi’raj 1446 H dan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-102, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar Webinar Nasional secara virtual, Kamis (16/01/2025). Webinar yang diikuti oleh ratusan partisipan yang tergabung dalam zoom meeting ini diselenggarakan sebagai wadah untuk memperdalam pemahaman tentang dua momen penting yang memiliki makna sejarah dan spiritual yang mendalam bagi umat Islam di Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor Unusida H Fatkul Anam menyampaikan bahwa momentum Isro’ Mi’raj dan Harlah NU ke-102 adalah dua peristiwa yang sangat istimewa dan penuh dengan hikmah. Diantaranya adalah dengan menjaga keseimbangan antara kehidupan di dunia dan akhirat.

“Kedua momen ini mengandung nilai sejarah dan spiritual yang sangat mendalam. Isro’ Mi’raj mengingatkan kita akan pentingnya hubungan vertikal dengan Allah, serta hubungan horizontal dengan sesama manusia melalui perintah sholat 5 waktu. sedangkan Harlah NU mengajarkan kita untuk terus memperkokoh komitmen terhadap menjaga toleransi dan kerukunan dalam bermasyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa keduanya juga menjadi ruang refleksi yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. NU, sebagai organisasi yang lahir dari rahim sejarah perjuangan Islam Indonesia, harus tetap adaptif dan inovatif dalam menghadapi dinamika zaman.

“NU harus menjadi mercusuar peradaban Islam yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berinovasi dalam menghadapi tantangan global,” tegasnya.

Dalam Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, diantaranya Guru Besar Universitas Islam Negeri  Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Dr. KH Achmad Muhibin Zuhri, M. Ag dan Dosen Unusida Dr. H. Wahyudi Achmad, M.Pd.

Dalam kesempatan ini, KH Achmad Muhibin Zuhri memberikan wawasan mengenai bagaimana hikmah dari Isro’ Mi’raj dan semangat Harlah NU dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun masyarakat yang toleran, maju, dan berakhlak mulia. Guru Besar di Bidang Ilmu Teologi Islam Kontemporer tersebut mengajak untuk menggali makna kedua peristiwa tersebut dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Para peserta juga diingatkan tentang pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan, antara berhubungan dengan Allah (hamblum minallah) dan berinteraksi dengan sesama manusia (hamblum minnas). NU, sebagai organisasi yang telah lama berkomitmen pada prinsip-prinsip tersebut, diharapkan dapat terus menjadi pendorong perdamaian, kerukunan, dan kemajuan bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.

“Isro’ Mi’raj dan kelahiran NU mengajarkan kita tentang komitmen dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam menghadapi tantangan zaman, kita harus terus menjaga warisan nilai-nilai luhur ini agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang besar dan penuh berkah,” terangnya.

Webinar ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa Unusida dari setiap angkatan. Tampak para peserta sangat antusias untuk menggali lebih dalam makna kedua peristiwa bersejarah tersebut dengan aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber.

Lebih lanjut, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) Unusida, H Arisy Karomi yang menginisiasi webinar nasional ini berharap, melalui kegiatan ini dapat menginspirasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga kedamaian, serta memberikan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita bersama-sama menggali wawasan, memperkuat semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri, serta menjaga kedamaian di tengah-tengah masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi kita semua untuk memberikan kontribusi positif yang bermanfaat bagi kehidupan bersama,” harapnya.

 

(my)