Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., saat menyampaikan materi dalam PEMABA ke-10 (Foto: Humas UNUSIDA)

PEMABA ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA, Tekankan Regenerasi Kreatif, Adaptif, dan Solid

SIDOARJO — Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Pekan Mahasiswa Baru (PEMABA) ke-10 dengan mengusung tema ‘Regenerasi Kreatif, Adaptif, dan Solid untuk Masa Depan’. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Sabtu-Ahad (12-13/9/2026).

Ketua BEM Fakultas Teknik UNUSIDA, Marendra Firdaus, dalam sambutannya menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat untuk menyelesaikan pendidikan secara bersama-sama. Oleh karena itu, momentum orientasi di tingkat fakultas ini menjadi bagian dari rangkaian penyambutan sekaligus pembekalan mahasiswa baru sebelum menjalani proses perkuliahan di lingkungan Fakultas Teknik.

“Jadi awal masuk jumlahnya 49, lulus juga harus 49,” tegas Marendra.

Menurutnya, mahasiswa Fakultas Teknik perlu membangun karakter yang mampu menghadapi perkembangan zaman. Regenerasi mahasiswa diharapkan tidak hanya melanjutkan estafet organisasi, tetapi juga melahirkan generasi yang kreatif, adaptif, dan solid.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., mengingatkan mahasiswa baru agar mantap menjalani pilihan program studi yang telah diambil. Ia menyampaikan bahwa keputusan untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik perlu disertai kesungguhan, ketekunan, serta komunikasi yang baik dengan dosen dan lingkungan akademik.

“Ketika kita sudah meminta doa dan restu untuk masuk kuliah, doa dari orang tua kita pasti menginginkan yang terbaik. Yang terbaik ketika kita masuk kuliah adalah sukses, dan sukses itu salah satunya lulus,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan karakteristik mahasiswa Fakultas Teknik yang cukup beragam. Sebagian mahasiswa diketahui harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. Kondisi tersebut, menurutnya, bukan menjadi penghalang untuk menyelesaikan studi selama mahasiswa mampu menjaga kedisiplinan, ketekunan, serta membangun komunikasi dengan dosen dan program studi.

“Di Fakultas Teknik ini beda dengan fakultas yang lain. Sebagian besar mahasiswa kami ini bekerja,” jelasnya.

Karena itu, mahasiswa yang memiliki aktivitas pekerjaan diharapkan tidak ragu menyampaikan kondisi dan melakukan komunikasi dengan dosen maupun program studi apabila terdapat kendala dalam mengikuti perkuliahan. Fakultas, kata dia, akan membantu mahasiswa agar aktivitas pekerjaan tidak mengganggu proses akademik.

Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan keberadaan dosen wali yang memiliki peran penting dalam mendampingi mahasiswa selama menjalani studi. Dosen wali dapat menjadi tempat konsultasi mahasiswa, termasuk dalam proses Kartu Rencana Studi (KRS) maupun ketika menghadapi persoalan akademik.

Selain pembekalan akademik, mahasiswa juga diingatkan mengenai pentingnya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pemaba Fakultas Teknik. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengenalan mahasiswa terhadap lingkungan fakultas dan menjadi salah satu tahapan yang harus diikuti sebagai bagian dari perjalanan akademik.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan sejumlah dosen Fakultas Teknik yang nantinya akan mendampingi proses pembelajaran. Pengenalan tersebut diharapkan membuat mahasiswa lebih dekat dengan para dosen sekaligus memudahkan komunikasi selama menjalani perkuliahan.

Fakultas Teknik juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi. Mahasiswa yang memiliki minat dan potensi untuk mengikuti lomba akan mendapatkan pendampingan dari dosen.

“Ketika kita nanti akan mengikuti lomba, itu merupakan prestasi dari mahasiswa dan biasanya didampingi dari bapak ibu dosen,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa diajak untuk mengenal potensi lokal Sidoarjo melalui kegiatan kelompok. Salah satu materi yang disinggung adalah keberadaan sejumlah situs cagar budaya dan candi di Sidoarjo yang dapat menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa di luar kelas.

Menutup sambutannya, Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia berharap seluruh rangkaian Pemaba Fakultas Teknik ke-10 dapat berjalan lancar dan menjadi awal yang baik bagi perjalanan mahasiswa dalam menempuh pendidikan di UNUSIDA.

“Selamat bergabung di Fakultas Teknik. Semoga acaranya lancar dan sukses, menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, membangun solidaritas, serta mempersiapkan diri menjadi lulusan yang kompeten dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.

Momen foto bersama seluruh mahasiswa FILKOM UNUSIDA saat kunjungan industri di OMADATA, Surabaya (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa FILKOM UNUSIDA Kenali Dunia Industri melalui Kunjungan ke Suara Surabaya dan OMADATA

SURABAYA — Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan Kunjungan Industri Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 dengan mengunjungi Radio Suara Surabaya dan OMADATA, Selasa (8/9/2026).

Dekan Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Radio Suara Surabaya dan OMADATA atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa FILKOM UNUSIDA.

“Terima kasih kepada Radio Suara Surabaya dan OMADATA atas kesempatan, ilmu, dan pengalaman yang diberikan kepada mahasiswa FILKOM UNUSIDA,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman belajar di luar kampus seperti kunjungan industri penting untuk memperkaya perspektif mahasiswa. Interaksi langsung dengan praktisi dan lingkungan kerja diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia profesional.

Dr. Arda menjelaskan bahwa kunjungan industri menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring sekaligus mendapatkan gambaran lebih konkret mengenai peluang dan dinamika industri di bidang teknologi informasi.

“Dari ruang kelas menuju dunia industri, dari teori menuju pengalaman nyata,” ujarnya.

Menurut Arda, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FILKOM UNUSIDA dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kunjungan langsung, mahasiswa dapat mengenal lingkungan kerja profesional sekaligus melihat bagaimana teknologi dan kompetensi di bidang ilmu komputer diterapkan dalam praktik.

Kunjungan industri juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengamati proses kerja secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri sekaligus membantu mereka menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan profesional di lapangan.

Dengan mengunjungi dua institusi yang bergerak di bidang media dan teknologi, mahasiswa FILKOM UNUSIDA mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung proses kerja maupun pengembangan berbagai layanan industri.

Arda menegaskan bahwa pembelajaran tidak seharusnya hanya berhenti di ruang kelas. Mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan dunia profesional agar memiliki gambaran mengenai tantangan dan peluang yang akan dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara akademis, tetapi juga memiliki gambaran mengenai kompetensi, keterampilan, dan budaya kerja yang dibutuhkan ketika memasuki dunia industri,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi sesuai bidangnya, membangun jejaring profesional, serta mempersiapkan diri menghadapi perkembangan industri teknologi yang terus berubah.

“Kunjungan industri ini menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan proses pendidikan yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan, sehingga lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap berkarya dan berkontribusi di dunia profesional,” pungkasnya.

Surat Pemberitahuan Pengambilan Toga dan Undangan Wisuda X UNUSIDA 2026

Berikut kami sampaikan Surat Pemberitahuan Pengambilan Toga dan Undangan Wisuda X UNUSIDA 2026, informasi lebih lanjut sebagai berikut:

Surat Pemberitahuan Pengambilan Toga dan Undangan WISUDA X UNUSIDA

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto usai menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan 16th International Conference on Economics, Law, Social, Engineering, and Innovation (IC-ELSEI 2026) (Foto: Humas UNUSIDA)

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto Bawa Gagasan Inovasi Berkelanjutan di Forum Internasional IC-ELSEI 2026

BALI — Plt. Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., dipercaya sebagai Keynote Speaker dalam kegiatan 16th International Conference on Economics, Law, Social, Engineering, and Innovation (IC-ELSEI 2026) yang diselenggarakan di Hotel Santika Kuta, Badung, Bali, Sabtu (5/9/2026).

Dalam forum internasional tersebut, Dr. Hadi Ismanto hadir dengan membawa perspektif mengenai inovasi berkelanjutan ala Nahdlatul Ulama (NU). Gagasan yang disampaikan menekankan bahwa inovasi dan perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Hadi Ismanto, yang tercantum sebagai Rector of Universitas Nahdlatul Ulama, Sidoarjo, Indonesia, menegaskan bahwa membangun inovasi berkelanjutan membutuhkan proses yang konsisten. Perubahan dapat dimulai dari keluarga dengan membiasakan pola pikir, perilaku, dan budaya akademik yang terstruktur.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan seseorang. Dari lingkungan tersebut, nilai-nilai positif kemudian dapat berkembang ke lingkungan pendidikan, organisasi, hingga masyarakat.

“Inovasi berkelanjutan ala Nahdlatul Ulama dimulai dari keluarga terdekat. Kita membiasakan kebiasaan akademik yang terstruktur, kemudian menularkannya kepada masyarakat sekitar hingga akhirnya menjadi sebuah gerakan bersama,” jelas Dr. Hadi dalam pemaparannya.

Gagasan tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam materi yang disampaikan di hadapan peserta IC-ELSEI 2026. Inovasi, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan gagasan baru, tetapi harus mampu menciptakan kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus sehingga memberikan dampak nyata.

Dimulai dari Kebiasaan Kecil

Dr. Hadi menjelaskan bahwa budaya inovasi dapat tumbuh ketika lingkungan terdekat mampu menciptakan kebiasaan yang mendukung proses belajar, berpikir kritis, berdiskusi, dan menyelesaikan persoalan secara sistematis.

Kebiasaan akademik yang terstruktur dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas sederhana. Misalnya, membangun budaya membaca, berdiskusi, mencatat, melakukan evaluasi, menyusun rencana, serta membiasakan diri mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika kebiasaan baik sudah terbentuk di keluarga, kebiasaan tersebut akan lebih mudah dibawa ke lingkungan yang lebih luas. Dari keluarga ke kampus, dari kampus ke masyarakat, dan dari masyarakat kemudian menjadi gerakan bersama,” ungkapnya.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat pengabdian dan pemberdayaan yang menjadi bagian penting dari nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Pengetahuan tidak berhenti pada individu, tetapi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Dari Individu Menjadi Gerakan Bersama

Lebih lanjut, Dr. Hadi menekankan pentingnya membangun inovasi yang memiliki keberlanjutan. Sebuah inovasi tidak boleh berhenti pada sebuah program atau kegiatan sesaat, melainkan harus mampu melahirkan ekosistem yang membuat masyarakat dapat melanjutkan dan mengembangkannya.

Dalam konteks perguruan tinggi, budaya tersebut dapat dibangun melalui sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dan sivitas akademika tidak hanya didorong untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Semangat tersebut juga menjadi bagian dari upaya UNUSIDA dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki dampak sosial. Perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan gerakan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Kehadiran Dr. Hadi Ismanto sebagai keynote speaker dalam IC-ELSEI 2026 sekaligus menjadi momentum bagi UNUSIDA untuk memperkenalkan perspektif pendidikan dan inovasi berbasis nilai-nilai Nahdlatul Ulama di forum internasional.

Forum IC-ELSEI 2026 ini sendiri mempertemukan berbagai akademisi dan pemangku kepentingan dari sejumlah institusi dalam membahas perkembangan ekonomi, hukum, sosial, teknik, serta inovasi.

Melalui forum tersebut, Dr. Hadi Ismanto membawa pesan bahwa inovasi berkelanjutan bukan sekadar tentang teknologi atau menciptakan sesuatu yang baru, tetapi tentang membangun kebiasaan baik, menumbuhkan budaya akademik, dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Dari keluarga sebagai lingkungan terdekat, kebiasaan baik ditanamkan. Dari kebiasaan, lahirlah budaya. Dari budaya, tumbuh inovasi. Dan dari inovasi yang dilakukan secara bersama-sama, tercipta gerakan yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

“UNUSIDA terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berdaya, inovatif, dan berdampak, sekaligus membawa nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah untuk menjawab tantangan masa depan,” tandasnya.

Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru, Presiden Mahasiswa UNUSIDA Tegaskan: Berakar pada Tradisi, Berani Menjemput Masa Depan 1

Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru, Presiden Mahasiswa UNUSIDA Tegaskan: Berakar pada Tradisi, Berani Menjemput Masa Depan

Sidoarjo, 8 September 2026 — Semangat dan energi baru mewarnai pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun Akademik 2026/2027. Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus sekaligus meneguhkan identitas, karakter, dan semangat dalam menempuh perjalanan akademik.

Pesan tersebut disampaikan Presiden Mahasiswa UNUSIDA sekaligus Ketua Pelaksana PKKMB Tahun Akademik 2026/2027, Muhammad Rafi Al-Fandi, dalam sambutan pembukaan di hadapan jajaran pimpinan universitas, para tokoh Nahdlatul Ulama, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, panitia, dan seluruh mahasiswa baru.

Dalam sambutannya, Rafi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya PKKMB serta menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar UNUSIDA.

Menurutnya, PKKMB bukan sekadar kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, PKKMB merupakan pintu awal bagi mahasiswa untuk mulai mengenal lingkungan akademik, membangun relasi, memahami budaya kampus, serta mempersiapkan diri menghadapi perjalanan panjang sebagai mahasiswa.

Tahun ini, panitia mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk komitmen untuk mempertemukan nilai-nilai tradisi dengan perkembangan zaman.

Rafi menekankan bahwa generasi muda tidak boleh melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi identitas masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi yang semakin cepat, mahasiswa tetap harus mampu menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan.

Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan PKKMB melalui penggunaan unsur budaya khas Kabupaten Sidoarjo. Para mahasiswa baru mengenakan udeng Pacar Gowang dan scarf khas Sidoarjo.

Menurut Rafi, penggunaan atribut tersebut bukan hanya bagian dari penampilan, tetapi menjadi simbol bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki kebanggaan terhadap identitas daerah dan budaya lokal.

Ia pun mengajak mahasiswa baru memberikan apresiasi terhadap budaya daerah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sidoarjo.

“Tradisi harus tetap kita pedulikan, karena dari tradisi kita mengenal identitas dan jati diri,” menjadi semangat yang disampaikan dalam sambutannya.

Di sisi lain, Rafi mengajak mahasiswa baru untuk tidak berhenti pada pelestarian tradisi. Mahasiswa harus mampu bergerak mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan berbagai peluang yang muncul dari kemajuan teknologi.

Modernisasi, menurutnya, harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri, memperluas wawasan, dan menciptakan karya.

Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk menjadikan masa kuliah sebagai perjalanan membangun masa depan. Mereka tidak hanya dituntut untuk hadir di ruang kelas, tetapi juga aktif mencari pengalaman, memperluas jejaring, mengembangkan potensi, dan menemukan berbagai peluang untuk bertumbuh.

Rafi juga memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa baru agar berani menjemput masa depan yang lebih gemilang.

Ia mengajak mahasiswa untuk terus mencari ilmu dan menemukan “api-api kecil” yang dapat menjadi sumber semangat dalam perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di UNUSIDA.

Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki potensi masing-masing. Tugas mahasiswa adalah menemukan potensi tersebut, mengembangkannya, kemudian mengubahnya menjadi prestasi dan karya yang memberikan manfaat.

Semangat mahasiswa dalam mengikuti PKKMB juga terlihat melalui berbagai yel-yel yang dibawakan dengan penuh energi. Rafi mengajak mahasiswa membangun solidaritas dan keberanian sebagai bagian dari kehidupan mahasiswa.

Seruan “Hidup mahasiswa!” disambut dengan penuh semangat oleh seluruh peserta.

Interaksi tersebut menjadi gambaran bahwa mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga diajak memahami bahwa kehidupan mahasiswa membutuhkan keberanian, solidaritas, kreativitas, dan kepedulian.

Sebagai Presiden Mahasiswa sekaligus Ketua Pelaksana, Rafi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya PKKMB. Ia mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas, jajaran fakultas, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyambut mahasiswa baru.

Kepada mahasiswa baru, ia kembali menyampaikan ucapan selamat datang di UNUSIDA.

Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan hari pertama sebagai awal dari perjalanan panjang yang penuh pengalaman dan pembelajaran.

“Selamat datang, selamat merangkai perjalanan baru untuk menuju masa depan yang lebih gemilang,” pesannya.

Melalui tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi,” Presiden Mahasiswa UNUSIDA mengajak generasi baru untuk tidak memilih antara tradisi dan modernisasi. Keduanya harus berjalan beriringan.

Tradisi menjadi akar yang menjaga identitas, sedangkan modernisasi menjadi layar yang membawa mahasiswa menuju masa depan.

PKKMB 2026/2027 pun menjadi momentum untuk menanamkan semangat tersebut sejak langkah pertama mahasiswa memasuki dunia perguruan tinggi.

Dari Sidoarjo, mahasiswa UNUSIDA diajak berakar kuat pada tradisi, berani menghadapi perubahan, dan siap berlayar menuju masa depan dengan ilmu, karakter, pengalaman, serta karya.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

Teguhkan Tradisi, Pacu Prestasi hingga Kancah Internasional, Plt. Rektor UNUSIDA Dorong Mahasiswa Baru Jadi Generasi Unggul dan Adaptif 2

Teguhkan Tradisi, Pacu Prestasi hingga Kancah Internasional, Plt. Rektor UNUSIDA Dorong Mahasiswa Baru Jadi Generasi Unggul dan Adaptif

Sidoarjo, 8 September 2026 — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) meneguhkan komitmennya untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, adaptif terhadap teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pesan tersebut disampaikan Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, M.Pd., dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.

Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, PKKMB menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk memahami nilai-nilai yang menjadi fondasi UNUSIDA sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia yang semakin dinamis.

Dalam sambutannya, Dr. Hadi menegaskan bahwa tema tersebut menggambarkan arah perjalanan UNUSIDA. Modernisasi, menurutnya, tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan akar budaya dan nilai yang selama ini menjadi identitas kampus.

UNUSIDA akan terus berdiri kokoh dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, tradisi keilmuan, dan akhlakul karimah, namun pada saat yang sama harus terus bergerak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta perubahan zaman.

“Berakar pada tradisi, berlayar menuju modernisasi,” menjadi pesan penting yang diharapkan tidak hanya dipahami sebagai tema kegiatan, tetapi juga menjadi prinsip mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik.

Di hadapan mahasiswa baru, Dr. Hadi menyampaikan apresiasi karena mereka telah memilih UNUSIDA sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan. Menurutnya, mahasiswa baru hadir pada momentum ketika UNUSIDA terus mengalami pertumbuhan dan mencatat berbagai capaian.

Selama 12 tahun berdiri, UNUSIDA telah mengembangkan berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak harus berada di kota besar untuk dapat memberikan dampak dan memiliki daya saing.

UNUSIDA juga terus memperkuat internasionalisasi. Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui program KKN internasional dengan mengirimkan mahasiswa ke Malaysia. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat berkembang dan melibatkan lebih banyak mahasiswa serta berbagai program studi.

“Ekonomi siap, Teknik siap, FKIP siap, FAI siap. Semua akan kita upayakan untuk internasionalisasi,” tegasnya.

Menurut Dr. Hadi, internasionalisasi menjadi salah satu langkah penting agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih luas. Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman lintas budaya, membangun jejaring internasional, dan membawa nama baik UNUSIDA serta Nahdlatul Ulama di berbagai tempat.

Prestasi kemahasiswaan juga menjadi perhatian khusus. Ia mengapresiasi berbagai capaian mahasiswa UNUSIDA di tingkat internasional, termasuk pengalaman dan aktivitas mahasiswa di sejumlah negara seperti Polandia dan Turki.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki peluang yang besar untuk berkembang apabila diberikan ruang, dukungan, dan keberanian untuk mengambil kesempatan.

Tidak hanya berbicara mengenai prestasi mahasiswa, Dr. Hadi juga menyoroti pentingnya tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, kemajuan kampus tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Ia menyampaikan bahwa sejumlah sistem dan template tata kelola UNUSIDA telah menjadi referensi bagi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama lainnya di Indonesia. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengelolaan keuangan.

UNUSIDA juga terus memperkuat akuntabilitas melalui keterlibatan Kantor Akuntan Publik (KAP). Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengelolaan universitas dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah berbagai capaian tersebut, Dr. Hadi mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadikan kuliah hanya sebagai jalan untuk memperoleh ijazah.

Ia meminta mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengejar ilmu, pengalaman, prestasi, jejaring, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi.

“Jangan hanya mengejar ijazah, tetapi kejarlah ilmu, pengalaman, prestasi, jejaring, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi,” pesannya.

Ia juga mengajak mahasiswa belajar dari para tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, tidak ada kesuksesan yang diperoleh dengan hanya berdiam diri. Setiap capaian lahir dari proses panjang, kerja keras, pengabdian, dan keberanian untuk terus bergerak.

Karena itu, mahasiswa UNUSIDA diharapkan aktif mengikuti berbagai kegiatan, organisasi, kompetisi, maupun aktivitas sosial yang dapat memperkaya pengalaman dan membentuk karakter.

Namun, aktivitas tersebut harus tetap diimbangi dengan tanggung jawab akademik. Mahasiswa didorong untuk aktif berorganisasi dan membawa nama baik NU di tingkat nasional maupun internasional, tetapi tetap memiliki komitmen untuk lulus tepat waktu, profesional, dan bermutu.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa UNUSIDA ingin membentuk mahasiswa secara utuh. Kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan karakter, pengalaman, kemampuan teknologi, jejaring, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Melalui PKKMB 2026/2027, Dr. Hadi mengajak seluruh mahasiswa baru menjadikan awal perkuliahan sebagai titik tolak perjalanan menuju masa depan yang lebih besar.

Berakar kuat pada tradisi, bergerak mengikuti modernisasi, dan berani menembus batas prestasi. UNUSIDA menyiapkan generasi muda yang tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari perubahan tersebut.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak