LPPM UNUSIDA dan LPT PBNU Gelar Webinar “Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026 (Foto: UNUSIDA TV)

LPPM UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026

SIDOARJO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersama dengan Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT-PBNU) menyelenggarakan Webinar Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026, yang diikuti oleh puluhan dosen PTNU dari berbagai daerah, Rabu (10/12/2025) melalui zoom meeting.

Webinar ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ir. Wardah, M.P., M.M., dosen Agroindustri Fakultas Vokasi Untag Surabaya, dosen Ekonomi Pembangunan, serta reviewer nasional hibah penelitian dan pengabdian masyarakat Kemdikbud sejak 2020.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. menegaskan bahwa penguatan budaya riset harus menjadi komitmen bersama untuk sukses dalam program hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen sekaligus memperluas dampak nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.

“Persaingan proposal pengabdian secara nasional semakin ketat. Ini menuntut kita tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga mampu merancang program pengabdian yang relevan, berkelanjutan, dan berakar pada kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan pendampingan seperti ini menjadi ruang belajar bersama, berbagi pengalaman, dan memperkuat kesiapan akademik dosen agar mampu berkompetisi di tingkat nasional. Ia sangat mengapresiasi kepada LPPM UNUSIDA serta LPT-PBNU atas inisiasi kegiatan ini, serta kepada Prof. Wardah yang telah bersedia berbagi pengalaman kepada seluruh peserta.

“Dengan kolaborasi, ketekunan, dan komitmen, saya yakin jumlah proposal pengabdian dari UNUSIDA dan PTNU lain dapat meningkat dan meraih pendanaan pada tahun 2026,” tambahnya.

LPT-PBNU: Proses Review adalah Tradisi Akademik yang Harus Dijunjung
Sekretaris LPT-PBNU dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat menyampaikan bahwa pendanaan dari pemerintah, termasuk hibah dari Kemenristekdikti, harus melalui proses akademik yang benar—mulai dari review, perbaikan, hingga penjaminan kelayakan proposal.

Ia berharap pendampingan dapat terus berlanjut dan melahirkan peneliti serta pengabdi masyarakat yang unggul dari kampus-kampus NU.

“Tradisi akademik seperti review dan kompetisi itu penting. Ia melahirkan proposal yang berkualitas dan benar-benar layak didanai. Pendampingan seperti ini bukan sekadar tips and trick, tetapi memperkuat substansi dan proses penyusunan proposal itu sendiri,” tegasnya.

Ia menyebutkan, kegiatan webinar ini menjadi langkah serius PTNU menuju kompetisi hibah nasional. Ke depan pendampingan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai komitmen PTNU dalam meningkatkan budaya riset dan pengabdian.

“Dengan kolaborasi UNUSIDA, LPT-PBNU, serta para dosen PTNU di seluruh Indonesia, semoga semakin banyak proposal pengabdian masyarakat yang lolos hibah BIMA 2026 dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” harapnya.

Prof. Wardah Kupas Tuntas Skema BIMA dan Kriteria Penilaian Reviewer
Dalam pemaparannya, Prof. Wardah menjelaskan secara detail berbagai skema Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam BIMA, di antaranya Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) seperti Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM/3M), Skema Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan (PBK) seperti PM-UBUD (Produk Unggulan Daerah) dan Pemberdayaan Usaha Kampus (PUK),  serta Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBB) seperti Pemberdayaan Desa Binaan (PDB).

Selain skema, ia juga menguraikan kriteria rekam jejak yang dinilai reviewer, seperti kualitas dan kuantitas publikasi jurnal, prosiding, perolehan HKI, serta rekam jejak pengabdian sebelumnya.

Prof. Wardah menegaskan beberapa aspek utama dalam penilaian proposal, mulai dari ketajaman analisis situasi dan permasalahan mitra, rumusan masalah yang tepat dan prioritas, kesesuaian solusi dengan kebutuhan, metode kegiatan yang jelas dan terukur, kompetensi tim pelaksana, kualitas iptek yang ditawarkan serta output wajib berupa artikel ilmiah bereputasi, artikel media massa, video kegiatan dan peningkatan level keberdayaan mitra.

“Intinya, proposal yang baik bukan hanya menjawab kewajiban tridarma, tetapi benar-benar menyentuh persoalan masyarakat dan memberi dampak nyata,” terangnya.

PIAUD UNUSIDA Gelar Kuliah Tamu “Cipta Lagu Anak Usia Dini” Bersama Dosen PG-PAUD Universitas Trunojoyo Madura (Foto: Humas UNUSIDA)

PIAUD UNUSIDA Gelar Kuliah Tamu Cipta Lagu Anak Usia Dini Bersama Dosen PG PAUD UTM

SIDOARJO Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Guest Lecturer atau Kuliah Tamu dalam Mata Kuliah Pembelajaran Seni Musik dengan tema ‘Cipta Lagu Anak Usia Dini: Proses Produksi Lagu dari Ide Hingga Penyajian’, Selasa (9/12/2025).

Acara ini menghadirkan narasumber Angga Fitriyono, S.Pd., M.Pd., dosen PG-PAUD Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sekaligus praktisi serta komposer musik anak yang telah menghasilkan berbagai karya edukatif. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses kreatif dalam menciptakan karya musik untuk anak usia dini.

Dalam pemaparannya, Angga menjelaskan kepada mahasiswa tentang memahami proses kreatif menciptakan lagu anak usia dini, mulai dari menggali ide, membuat lirik, menentukan melodi, hingga menyusun lagu lengkap dengan bait dan reff. Ia juga mencontohkan penyajian lagu-lagu anak modern yang ramah anak dan mudah diterapkan dalam pembelajaran PAUD.

Selain praktik cipta lagu, Angga menekankan pentingnya membangun budaya pendidikan kreatif sejak dini. Ia mengajak mahasiswa memahami dampak penggunaan gawai pada perkembangan anak serta mengajarkan strategi membatasi penggunaan handphone.

Ia mencontohkan inovasi tugas akhir mahasiswa PG PAUD UTM yang menghasilkan karya lagu anak beserta rekaman audio dan video sebagai bentuk kreativitas sekaligus pendokumentasian pembelajaran, lengkap dengan laporan pengkaryaan tugas akhir.

“Anak perlu dilatih membuat kesepakatan penggunaan HP agar tumbuh berkembang secara optimal dan terhindar dari kecanduan,” ujar Angga.

Sementara itu, Kaprodi PIAUD UNUSIDA, Rif’atul Anita, S. Pd., M. Pd., menyampaikan bahwa kuliah tamu ini merupakan bagian dari realisasi kerja sama dengan Program Studi PG PAUD UTM. Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa (Hima) PIAUD UNUSIDA juga melakukan benchmarking bersama HIMA PIAUD UTM, juga bersama dosen-dosen untuk mengembangkan kualitas akademik dan kreativitas calon guru PAUD.

“Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat besar bagi pendidikan calon guru PAUD, terutama dalam memperkuat kompetensi seni dan kreativitas,” ungkapnya.

Ke depan, mahasiswa PIAUD UNUSIDA akan memperoleh tugas khusus menciptakan lagu anak sebagai portofolio wajib setiap angkatan. Karya-karya tersebut akan dihimpun menjadi album lagu anak versi PIAUD UNUSIDA yang tidak hanya menjadi arsip kreatif, tetapi juga dapat diajarkan kepada peserta didik mereka kelak.

Dengan adanya kuliah tamu ini, ia berharap mahasiswa semakin percaya diri dalam berinovasi dan mampu menjadi pendidik PAUD yang kreatif, adaptif, serta siap menghadirkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan menyenangkan.

“Kami berkomitmen PIAUD UNUSIDA dalam menghadirkan pembelajaran kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan anak usia dini. Guna mempersiapkan calon guru PAUD yang menginspirasi dan mampu menghasilkan karya kreatif,” pungkasnya.

Flyer Ucapan Mahasiswa UNUSIDA Raih Juara 3 International Business Plan Competition di Universitas Khairun Maluku (Foto: Istimewa)

Mahasiswa UNUSIDA Raih Juara 3 International Business Plan Competition, Usung Inovasi Cheese Moringa Biscuits Dukung Program MBG

SIDOARJO Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Tim mahasiswa lintas prodi berhasil meraih Juara 3 International Business Plan Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Khairun Maluku.

Tim ini beranggotakan tiga mahasiswa dari program studi berbeda, yaitu Ketua Tim Lailatul Ma’rifah (Manajemen 2024), Syifa Aristawati (Akuntansi 2024), Aulia Hilda Bilqis Maruapey (Pendidikan Bahasa Inggris 2024) dengan Dosen Pembimbing: Jeziano Riskita Boyas, S.E., M.M., CH.

Dalam kompetisi tingkat internasional ini, tim UNUSIDA mengusung inovasi produk bertajuk ‘Cheese Moringa Biscuits: A Healthy Snack Innovation for Supporting MBG’. Produk camilan sehat ini dirancang sebagai solusi inovatif untuk mendukung program MBG (Makan Bergizi) pemerintah, terutama dalam upaya mengurangi angka stunting di Indonesia.

Ketua tim, Lailatul Ma’rifah mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti komitmen tim dalam memperbaiki kualitas ide bisnis sekaligus meningkatkan kemampuan berkompetisi di tingkat internasional.

“Alhamdulillah, pastinya sangat senang. Ini tahun kedua UNUSIDA mengikuti kompetisi ini. Tahun lalu kami meraih juara 5, dan tahun ini bisa meningkat menjadi juara 3. Ada peningkatan, dan itu sangat membahagiakan bagi kami,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Kamis (4/11/2025).

Laila mengatakan, meski berasal dari prodi yang berbeda dan memiliki jadwal yang tidak selalu sejalan, tim ini tetap solid.

“Tantangan terbesar adalah waktu. Kami jarang bisa bertemu langsung, jadi koordinasi banyak dilakukan lewat grup WhatsApp. Tapi komunikasi tetap terjaga dan semua tetap berkontribusi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, gagasan biskuit daun kelor dan keju ini lahir dari kepekaan tim terhadap kondisi di lapangan, terutama terkait program MBG yang digagas pemerintah. Daun kelor dipilih karena kandungan nutrisinya yang kaya, seperti protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat. Produk ini juga mendukung kebutuhan nutrisi anak serta membantu mengatasi malnutrisi.

“Banyak anak-anak yang kurang menyukai sayuran. Akhirnya sayur dari program MBG kadang terbuang. Kami membuat solusi agar nutrisi sayuran tetap bisa dikonsumsi melalui camilan yang mereka suka: biskuit berbahan kelor dan keju,” jelas Laila.

Ia menegaskan bahwa Cheese Moringa Biscuits memiliki kelebihan dibanding biskuit sehat lainnya, antara lain menggunakan daun kelor yang memiliki sumber nutrisi tinggi, pemakaian gula aren sebagai pemanis alami, bukan gula pasir. Kemudian kandungan dalam Gluten-free yang menggunakan tepung jagung, sehingga aman untuk lansia dan pelaku diet, serta rasa tetap enak, gurih, dan manis, meski berbahan kelor.

Laila menerangkan bahwa saat ini produk masih dalam tahap rencana bisnis, namun tim sudah membuat prototipenya meski uji pasar belum dilakukan. Terkait strategi bisnis, tim telah menyiapkan konsep pemasaran hybrid.

“Online lewat marketplace seperti Shopee, Lazada, dan Tokopedia. Offline lewat kantin sekolah, posyandu anak, hingga peluang masuk ke program MBG,” terang Syifa.

Meski belum merencanakan inkubasi atau kolaborasi UMKM, Laila dan tim berharap ke depan produk ini dapat dikembangkan lebih serius. Ia yakin produk ini bisa memberi manfaat luas. Sebab, Branding produk akan menonjolkan nilai utama, yaitu camilan sehat pengganti sayuran yang enak dan bergizi.

“Karena bahan-bahannya sehat, bukan hanya anak-anak, tapi juga orang tua lanjut usia bisa mengonsumsinya. Kandungan vitamin A, kalsium, protein, dan lemak baik sangat bermanfaat untuk otak dan jantung,” tandasnya.

Sementara itu, Dosen pembimbing, Jeziano Riskita Boyas, S.E., M.M., CH., mengapresiasi kerja keras mahasiswa dan menegaskan bahwa inovasi ini relevan dengan isu kekinian. Ia memandang pentingnya mahasiswa mengikuti tren dan fenomena aktual, seperti program MBG.

“Inovasi ini muncul dari fenomena nyata. Banyak anak tidak suka sayur, sehingga nutrisi perlu diolah ke bentuk yang lebih disukai. Itulah yang mereka lakukan,” katanya.

Jeziano juga berpesan kepada mahasiswa UNUSIDA untuk berani mencoba. Ia mengingatkan pentingnya menghormati orang tua dan menjaga niat baik dalam berkarya.

“Jangan takut melakukan hal baru. Gagasan tidak akan menjadi apa-apa jika hanya disimpan dalam pikiran. Cobalah, bahkan kalau gagal sekali pun, kalian tetap selangkah lebih maju daripada yang tidak pernah mencoba,” tuturnya.

Ke depan, hasil inovasi ini rencananya akan diikutsertakan dalam PKM maupun P2MW, serta berbagai ajang kompetisi kewirausahaan lainnya. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong munculnya generasi muda kreatif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui inovasi pangan sehat seperti Cheese Moringa Biscuits.

“Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa UNUSIDA mampu bersaing di tingkat internasional dengan inovasi yang solutif dan relevan. Selamat kepada Tim Cheese Moringa Biscuits, Semoga prestasi ini menjadi langkah awal lahirnya produk sehat yang bermanfaat bagi bangsa dan menginspirasi mahasiswa UNUSIDA lainnya,” pungkasnya.

Campus Visit SMK NU Ketegan ke Kampus 2 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

SMK NU Ketegan Campus Visit di UNUSIDA: Kenalkan Dunia Perkuliahan kepada Siswa Akuntansi dan DKV

SIDOARJO Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan dari siswa-siswi SMK NU Ketegan pada Rabu (3/11/2025). Kegiatan campus visit ini diikuti oleh peserta didik kelas XI dan XII dari Jurusan Akuntansi serta Desain Komunikasi Visual (DKV). Kunjungan tersebut dipusatkan di Kampus 2 UNUSIDA dan bertujuan memberikan wawasan perguruan tinggi serta mengenalkan lingkungan akademik kepada para siswa.

Wakil Rektor 3 UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I., menyambut baik rombongan SMK NU Ketegan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai program studi yang ada di UNUSIDA, termasuk pilihan jurusan yang relevan bagi siswa Akuntansi maupun DKV.

“Kalau di SMK ada DKV dan Akuntansi, di UNUSIDA ada lebih banyak pilihan. Saat ini terdapat 12 program studi, mulai dari PGSD, PIAUD, Manajemen, Teknik, dan prodi lain yang modern sesuai kebutuhan zaman,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa UNUSIDA terus berkembang dan tengah meningkatkan berbagai sarana serta kualitas akademik.

“Kami targetkan tahun 2026–2027, sebanyak 90% program studi akan terakreditasi unggul. Hampir seluruh ruang kelas sudah dilengkapi Smart TV atau LED untuk pembelajaran. Kami ingin memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMK NU Ketegan M. Dzulfikar Fanani, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi agenda penting untuk membuka cakrawala siswa tentang dunia kampus, terutama kampus yang berada dalam satu rumpun keilmuan di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

“Kami memiliki niat untuk memberikan wawasan kepada anak-anak tentang perguruan tinggi. Kami mohon maaf bila kegiatan ini dilaksanakan lebih pagi, karena setelah dari UNUSIDA kami dijadwalkan kunjungan industri ke PT Yakult,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa kunjungan ini bukan hanya untuk mengenalkan kampus, tetapi juga sebagai motivasi agar para siswa melanjutkan pendidikan. Ia berharap kunjungan ini menjadi inspirasi bagi mereka untuk menata masa depan setelah lulus sekolah.

Ia menambahkan bahwa para siswa dipersilakan bertanya kepada dosen-dosen UNUSIDA mengenai program studi, peluang masuk perguruan tinggi, hingga masa depan karier.

“Saya berharap setelah lulus, kalian tidak berhenti hanya bekerja. Boleh bekerja, tapi jangan menutup peluang untuk kuliah atau berwirausaha. Di Sidoarjo ini ada kampus NU seperti UNUSIDA yang satu nasab keilmuan dengan sekolah kita,” ujarnya.

Melalui kegiatan campus visit ini, siswa-siswi SMK NU Ketegan dikenalkan dan diajak melihat langsung lingkungan perkuliahan, fasilitas, karya mahasiswa DKV, serta kultur akademik kampus Nahdlatul Ulama. (MY)

LSDM UNUSIDA Inisiasi Program Jumat Sehat untuk Tendik dan Dosen (Foto: Humas UNUSIDA)

LSDM Ajak Dosen dan Tendik UNUSIDA Jalani Jum’at Sehat Lewat Lari Pagi di Taman MPP Sidoarjo

SIDOARJO – Suasana penuh energi dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jum’at Sehat yang diinisiasi Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) pada Jum’at (28/11/2025). Melalui agenda lari pagi di Taman Mall Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, para dosen dan tenaga kependidikan (tendik) diajak untuk memulai hari dengan aktivitas fisik yang menyegarkan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh peserta. Sejak pagi, para dosen dan tendik berkumpul untuk melakukan pemanasan bersama sebelum memulai rute lari pagi mengelilingi area taman. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan ini juga memperkuat interaksi dan kekompakan antar-unit kerja di lingkungan UNUSIDA.

Kepala Bagian Peningkatan Kinerja Tenaga Kependidikan UNUSIDA Moch. Fabet Ali Thoufan, S.Si., menyampaikan bahwa Jum’at Sehat merupakan langkah kolaboratif untuk membangun kualitas kesehatan sekaligus produktivitas sumber daya manusia kampus.

“Ketika tubuh sehat, semangat kerja otomatis meningkat. Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan budaya hidup sehat yang berkelanjutan di lingkungan UNUSIDA,” ujarnya.

Menurutnya, program ini juga menjadi ruang positif bagi sivitas akademika untuk keluar sejenak dari rutinitas pekerjaan, menikmati udara segar, serta merajut kebersamaan yang harmonis. Tidak hanya berolahraga, para peserta tampak saling menyemangati sepanjang kegiatan, menambah nuansa kebugaran yang menyenangkan.

Ia berharap kegiatan Jumat Sehat dapat menjadi agenda rutin yang memberi dampak nyata bagi peningkatan kesehatan, kenyamanan kerja, dan produktivitas seluruh SDM UNUSIDA.

“Semoga kegiatan olahraga bersama ini dapat meningkatkan kebugaran harian, memperbaiki mood, serta menunjang produktivitas kerja. Rencananya akan menjadi agenda rutin setiap bulan sebagai upaya kampus membangun lingkungan kerja yang sehat, kompak, dan produktif,” ungkapnya.

Selain olahraga bersama, ia panitia juga menyiapkan snack pagi untuk peserta sebagai bentuk apresiasi dan penguat energi setelah berolahraga. Ia yakin kegiatan inimenjadi awal yang baik bagi UNUSIDA dalam membangun ekosistem kampus yang sehat.

“Kami ingin menutup minggu dengan nuansa positif. Badan bergerak, pikiran segar, semangat kerja kembali maksimal. Terima kasih atas partisipasi dan antusiasnya dalam mewujudkan pola hidup sehat di lingkungan UNUSIDA,” pungkasnya.

Pemilu Raya ORMAWA UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Pemilu Raya ORMAWA UNUSIDA, Wujudkan Demokrasi Kampus yang Partisipatif dan Berintegritas

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Pemilu Raya (PEMIRA) Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) 2025, Selasa (25/11/2025). sebuah agenda tahunan yang menjadi instrumen penting dalam regenerasi kepemimpinan dan penguatan budaya demokrasi di lingkungan kampus.

Kegiatan yang dipusatkan di area Kampus 2 UNUSIDA ini berlangsung tertib dan penuh antusiasme dari mahasiswa. Adapun Pemilu Raya ini melibatkan seluruh mahasiswa dari berbagai program studi untuk memilih pengurus inti ORMAWA UNUSIDA mulai dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat universitas maupun fakultas, hingga Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi).

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Pemilu Raya menjadi momentum strategis bagi mahasiswa untuk belajar berdemokrasi sekaligus mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan sejak dini.

Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru harus fokus pada penguatan kapasitas organisasi, konsistensi pelaporan dan dokumentasi kegiatan, kegiatan yang selaras dengan indikator SIMKATMAWA, pembinaan karakter dan kepemimpinan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi terhadap lingkungan kampus.

“Pemilu Raya bukan hanya soal memilih ketua organisasi, tetapi juga proses edukasi demokrasi. Di sini mahasiswa belajar bagaimana mengelola aspirasi, menjaga integritas, dan menghargai perbedaan. Kami berkomitmen memastikan penyelenggaraan berlangsung jujur, adil, dan transparan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Biro Kemahasiswaan terus mendorong ORMAWA untuk menciptakan persaingan sehat, menyusun visi-misi yang relevan, serta mendorong program yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat.

Ketua KPU-M UNUSIDA, Mohammad Irsyad Haki sangat mengapresiasi partisipasi mahasiswa pada tahun ini yang secara tertib mengikuti prosedur PEMIRA dari awal. Nampak, mahasiswa mulai memadati lokasi pemungutan suara untuk memberikan hak pilih mereka sejak pagi. Hal tersebut menunjukkan euforia Pemilu Raya terasa kuat, menandakan tingginya kesadaran berdemokrasi di kalangan mahasiswa.

“Alhamdulillah mahasiswa dari berbagai angkatan terlibat aktif dalam tahapan kampanye hingga pemungutan suara. Semoga momentum Pemilu Raya merupakan kesempatan untuk memperkuat organisasi mahasiswa agar lebih adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan kampus,” ungkapnya.

Irsyad memastikan seluruh proses berlangsung objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, panitia sejak awal sudah menerapkan tahapan verifikasi kandidat yang ketat, penyampaian visi-misi secara terbuka melalui masa kampanye, hingga penghitungan suara secara transparan.

Ia berharap para ketua terpilih dapat menjalankan amanah dan menyusun program kerja yang selaras dengan visi universitas. Sebab melalui partisipasi yang tinggi dan pelaksanaan yang profesional, ia mengajak agar Pemilu Raya ini menjadi momentum penting dalam menghasilkan pemimpin mahasiswa yang berintegritas dan visioner.

“Penyelenggaraan Pemilu Raya ORMAWA 2025 menjadi bukti bahwa UNUSIDA terus berupaya membangun iklim organisasi yang sehat, inklusif, dan demokratis. Saya harap pemimpin terpilih mampu membawa energi baru, gagasan segar, dan semangat kolaboratif untuk memajukan organisasi mahasiswa sekaligus mendukung prestasi kampus di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” pungkasnya.

Laboran UNUSIDA Gelar Diseminasi Internal KILAB 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Diseminasi Internal KILAB 2025, Laboran UNUSIDA Paparkan Inovasi IPAL Portabel Berbasis Fotokatalis OCN/Hydrochar

SIDOARJO Laboran Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Diseminasi Internal terkait Hasil Karya Inovasi Laboran (KILAB) 2025 bertempat di Hall Lantai 5 UNUSIDA, Kamis (27/11/2025). Diseminasi kali ini menampilkan hasil riset inovatif dengan tema ‘IPAL Portabel dengan Pengolahan Tersier Fotokatalis OCN/Hydrochar untuk Pengolahan Limbah Cair Laboratorium’.

Kegiatan diseminasi ini merupakan bagian dari luaran Program KILAB 2025, sebuah program pendanaan inovasi nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya – Ditdaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknolofi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia untuk mendorong kreativitas dan inovasi laboran di lingkungan perguruan tinggi.

Ketua Tim, Khilyatul Afkar, S.T., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa limbah cair laboratorium perguruan tinggi umumnya mengandung berbagai senyawa berbahaya seperti organik, anorganik, logam berat, serta asam dan basa kuat. Meskipun volumenya relatif kecil, kurang dari 20 liter per hari. Jumlah ini tidak memenuhi syarat minimal untuk diangkut oleh pihak ketiga.

“Kondisi tersebut membuat limbah cair laboratorium sering menumpuk hingga mendekati batas simpan 365 hari. Selain menghambat operasional laboratorium, hal ini juga menimbulkan potensi pencemaran lingkungan dan risiko keselamatan yang serius,” jelasnya.

Melihat urgensi tersebut, tim KILAB UNUSIDA mengembangkan IPAL portabel berkapasitas ±10 liter per running yang mampu mengolah limbah secara mandiri dan memenuhi standar baku mutu.

Inovasi ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe IPAL portabel, serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas limbah sebelum dialirkan ke badan air. Target luaran yang dicanangkan antara lain Prototipe IPAL Portabel, Diseminasi Internal UNUSIDA hingga Diseminasi Nasional melalui forum ilmiah dan publikasi.

Khilya menambahkan bahwa keberhasilan riset ini juga didukung oleh beberapa aspek pendukung seperti:

  • Fasilitas laboratorium di Teknik Industri dan Teknik Lingkungan yang digunakan untuk pembuatan IPAL dan pengujian kualitas air,

  • Pendampingan ketat dari dosen, mulai dari validasi desain hingga evaluasi efektivitas pengolahan,

  • Kontribusi terhadap pengembangan ilmu, di mana IPAL portabel akan menjadi media pembelajaran di mata kuliah Kimia Lingkungan, Ekotoksikologi, Unit Proses, dan Unit Operasi,

  • Dampak jangka panjang, yakni IPAL portabel sebagai model percontohan instalasi pengolahan limbah skala kecil bagi perguruan tinggi lainnya.

Tim laboran UNUSIDA memaparkan tahapan pengembangan IPAL portabel, mulai dari sintesis komposit OCN/Hydrochar, uji karakterisasi material, pembuatan unit IPAL, pengujian kualitas limbah cair laboratorium, serta penyusunan dokumentasi dan penyusunan bunga rampai.

Setelah program selesai, tim merencanakan beberapa langkah strategis jangka panjang dalam mengembangkan IPAL Portabel ini. Diantaranya dengan melakukan uji ketahanan komposit OCN/Hydrochar, nemanfaatkan IPAL sebagai media pembelajaran dan penelitian, mengoperasikan IPAL sebagai unit pengolahan limbah laboratorium UNUSIDA, memperluas pemanfaatan untuk skala lebih besar, menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada KILAB – Ditdaya Diktisaintek atas dukungan pendanaa, hingga mendorong keberlanjutan program KILAB sebagai wadah inspiratif bagi laboran Indonesia untuk terus berinovasi.

Inovasi ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak yang hadir, antara lain Kaprodi Teknik Lingkungan Muchammad Tamyiz, Ph.D., Kaprodi Teknik Industri Untung Usada, S.Si., M.T., Wakil Dekan Fakultas Teknik Zahrotul Azizah, S.T., M.T., Kepala Lembaga SDM, Jeziano Riskita Boyas, S.E., M.M., Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd. serta Staf LPPM UNUSIDA Tantri Risda Zubaida, S.Ak.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar Nur Yasin menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi inovasi tersebut. Menurutnya, kegiatan diseminasi ini menegaskan komitmen UNUSIDA dalam mendorong budaya riset dan inovasi, khususnya bagi tenaga laboran sebagai garda terdepan pengelolaan keselamatan dan lingkungan laboratorium. Inovasi IPAL portabel ini diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi pengelolaan limbah laboratorium di Indonesia.

“IPAL portabel ini sangat mendukung proses perkuliahan, terutama pada praktik pengolahan limbah laboratorium. Kami berharap alat ini tidak hanya digunakan sebagai riset, tetapi juga diajarkan kepada mahasiswa agar dapat dimanfaatkan dalam penelitian maupun pengembangan akademik. Semoga inovasi ini berkembang menjadi instalasi IPAL skala besar dan bahkan membuka peluang bisnis bagi institusi,” ungkapnya.

Dr. H. Rangga Sa’adillah, S.A.P., M.Pd.I., Dosen UNUSIDA (Foto: Istimewa)

Dosen UNUSIDA Soroti Kerawanan Baru bagi Anak: Lahgun Gadget, Apa Itu?

SURABAYA – Fenomena lahgun (penyalahgunaan) gadget oleh anak-anak kini menjadi perhatian serius akademisi dan pemerhati sosial. Hal ini ditegaskan oleh Dr. H. Rangga Sa’adillah, S.A.P., M.Pd.I., Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sekaligus Kepala Bagian Pengelolaan Mata Kuliah Umum. Ia tampil sebagai fasilitator bersama Novri Susan, Ph.D., Sosiolog Konflik Universitas Airlangga (UNAIR) dan mantan Staf Khusus Presiden RI era Joko Widodo, dalam Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Jawa Timur yang digelar di Hotel Aria Surabaya, Jum’at-Ahad (21–23/11/2025) lalu.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kunci, di antaranya, Ketua FKDM Jawa Timur Dr. Listyono Santoso, S.S., M.Hum., Kepala Bakesbangpol Jawa Timur Eddy Supriyanto, M.SDM., dan Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga Prof. Bagong Suyanto.

Penyalahgunaan Gadget: Kerawanan Baru bagi Anak

Dalam sesi fasilitasi yang dipimpinnya, Dr. Rangga Sa’adillah menekankan bahwa penyalahgunaan gadget kini menjadi salah satu bentuk kerawanan sosial baru yang tidak boleh diremehkan.

Menurutnya, gadget tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi telah menjadi medium penyebaran berbagai bentuk kekerasan digital, termasuk perundungan (cyberbullying) lewat game online maupun platform seperti YouTube dan media sosial lainnya.

“Anak-anak hari ini hidup dalam dunia yang tidak lagi berbatas ruang fisik. Tanpa pengawasan memadai, gadget dapat menjadi pintu masuk berbagai bentuk kekerasan digital,” tegasnya.

Selain risiko perundungan, Dr. Rangga juga menyoroti potensi paparan konten radikalisme berbasis agama pada anak-anak. Ia mencontohkan kasus tragedi peledakan di SMAN 72 Jakarta, yang dilakukan oleh seorang pelajar dan diduga kuat terinspirasi dari konten YouTube.

“Beberapa tayangan dapat menginspirasi pemahaman keagamaan yang ekstrem. Ini harus diwaspadai sejak dini,” tambahnya.

Perlu Respons Serius dari Banyak Pihak

Dr. Rangga menyatakan bahwa problem lahgun gadget tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu institusi. Kerawanan ini, menurutnya, harus mendapat respons cepat dari berbagai pihak, seperti pemangku kebijakan pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Komunikasi dan Informatika, Akademisi hingga Pemerintah daerah hingga tingkat desa.

“Mari ciptakan lingkungan yang sehat untuk anak-anak. Bukan hanya sehat fisik, tetapi juga sehat digital,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa paparan ekstremisme yang muncul melalui ajaran keagamaan masih bisa diimbangi dengan moderasi beragama. Namun, paparan melalui layar biru digital jauh lebih sulit dikendalikan jika tidak ada regulasi dan literasi yang tepat.

“Karena itu, krusial untuk merumuskan kebijakan penggunaan gadget bagi anak-anak guna mencegah kerawanan yang lebih besar,” tandasnya.

IDDIDIKEMAS: Instrumen Baru untuk Deteksi Dini Kerawanan Sosial

Sebagai tindak lanjut strategis, forum Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jawa Timur menginisiasi IDDIKEMAS, Instrumen Deteksi Dini Kerawanan Masyarakat. Instrumen ini dirancang untuk memetakan potensi kerawanan sosial, memantau perkembangan isu kerawanan dari tingkat provinsi hingga desa, serta menguatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi ancaman era digital.

Instrumen ini menjadi harapan baru bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan dini yang lebih sistematis, menyeluruh, dan efektif hingga akar rumput. Melalui forum ini, kembali ditegaskan pentingnya kolaborasi lintas akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi kompleksitas kerawanan sosial di era digital yang terus berkembang.

Flyer Ucapan UNUSIDA Raih Predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025 (Foto: Istimewa)

UNUSIDA Raih Predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025: Bukti Penguatan Tata Kelola Kemahasiswaan yang Akuntabel dan Berdaya Saing

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada tahun 2025. Berdasarkan surat resmi nomor 4744/B2/DT.01.01/2025, UNUSIDA berhasil meraih predikat Baik Sekali dalam Sistem Informasi dan Tata Kelola Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek). Capaian ini menegaskan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya sekaligus menempatkan UNUSIDA sejajar dengan perguruan tinggi lain yang memiliki tata kelola kemahasiswaan unggul.

Wakil Rektor 3 UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam terhadap seluruh civitas akademika atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan predikat ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari biro, program studi, dosen pembimbing, hingga organisasi mahasiswa yang aktif berkegiatan dan berprestasi.

“Alhamdulillah, predikat SIMKATMAWA UNUSIDA naik menjadi Baik Sekali, bersama dengan UNUSA. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen UNUSIDA dalam membangun sistem tata kelola kemahasiswaan yang unggul, akuntabel, dan berdampak bagi mahasiswa. Terima kasih atas kerja keras seluruh civitas academica. Mari terus bergerak maju, tumbuh bersama, dan berprestasi lebih tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, M.Pd., menguraikan langkah strategis yang ditempuh dalam meningkatkan kualitas pelaporan serta tata kelola SIMKATMAWA. Strategi tersebut meliputi:

  • Penguatan koordinasi dengan tim internal dan program studi untuk memastikan data lengkap dan tepat waktu.

  • Standarisasi prosedur pelaporan, melalui penyusunan panduan teknis dan penetapan timeline yang terstruktur.

  • Monitoring dan evaluasi berkala agar data yang dilaporkan akurat, relevan, dan sesuai indikator penilaian.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan predikat SIMKATMAWA tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga memberi efek domino bagi kualitas institusi.

Dampak pada Akreditasi Institusi dan Reputasi Publik

Fajar menjelaskan bahwa SIMKATMAWA memuat berbagai komponen pelaporan, mulai dari prestasi mahasiswa tingkat kementerian maupun non-kementerian, kegiatan mandiri di luar kampus, program MBKM, aktivitas Organisasi Mahasiswa (Ormawa) serta program pengembangan karier dan kompetensi.

“Dengan meningkatnya peringkat SIMKATMAWA, beberapa indikator akreditasi institusi otomatis terpenuhi sehingga menjadi modal kuat untuk akreditasi berikutnya. Selain itu, capaian ini meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik karena prestasi dan kinerja mahasiswa mencerminkan kualitas pendidikan serta pembinaan di UNUSIDA,” jelasnya.

Fasilitasi Ormawa agar Lebih Produktif dan Relevan

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menyebutkan bahwa selama ini pihaknya juga memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa melalui berbagai dukungan, mulai dari pendampingan rutin agar program kerja selaras dengan indikator SIMKATMAWA dan instrumen akreditasi, pelatihan dan workshop manajemen organisasi, kepemimpinan, dan penyusunan program kegiatan, dukungan administratif dan pendanaan agar kegiatan terdokumentasi dengan baik, hingga rutin menggelar rapat koordinasi serta monitoring-evaluasi berkala untuk memastikan kegiatan ormawa lebih terarah dan berdampak.

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kegiatan mahasiswa tidak hanya berjalan, tetapi juga memberi nilai strategis bagi perkembangan institusi.

Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya organisasi mahasiswa. Sebab, predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025 menjadi tonggak penting bagi UNUSIDA dalam memperkuat tata kelola kemahasiswaan yang lebih profesional, partisipatif, dan berorientasi prestasi. Capaian ini bukan akhir, tetapi awal dari langkah baru menuju universitas yang unggul dan berdaya saing nasional.

“Terima kasih atas kerja keras dan kolaborasi semua pihak, termasuk pengurus Ormawa yang telah menjalankan program kerja sesuai target. Jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan, memperkuat sinergi, dan menjaga konsistensi kinerja agar UNUSIDA semakin berprestasi dan berdaya saing,” pesannya. (MY)

FKIP UNUSIDA Gelar Webinar Internasional Melalui Hybrid (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar Webinar Internasional: Memberdayakan Guru di Era Digital, Mengajar Melampaui Batas

SIDOARJO — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Webinar Internasional yang mengusung tema “Empowering Teachers in the Digital Era: Teaching Beyond Boundaries”, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini digelar secara hybrid, menghadirkan narasumber dari Indonesia dan Thailand untuk membahas bagaimana guru dapat mengajar tanpa batas melalui pemanfaatan teknologi digital.

Webinar ini menghadirkan pembicara utama Executive Director for International Affair Thai Global Business Administration Technological College, Thailand, Dr. Nico Irawan, M.Pd., Wakil Rektor 2 UNUSIDA Dr. Ana Christanti, M.Pd., serta Direktor of Ban Ai Batu School, Thailand, Muhammad Abdullah Boraheng.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa webinar ini menjadi momentum penting untuk memberikan pembaruan keilmuan dan memperkuat pemahaman guru mengenai perkembangan teknologi terbaru.

“Webinar ini memberikan pembaruan penting yang mencakup perkembangan selama enam hingga delapan tahun terakhir dan mencerminkan komitmen kita bersama dalam memajukan upaya keamanan digital saat ini. Saya berharap seluruh peserta mendapatkan diskusi yang inspiratif dan produktif. Dengan penuh rasa terima kasih, saya mengundang Anda semua untuk bergabung dalam Konferensi Divisi Data Internasional ini,” ungkapnya.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKIP UNUSIDA mempersiapkan guru masa depan yang mampu berkolaborasi dengan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

“Guru harus mampu menjaga keseimbangan antara teknologi dan kemanusiaan. Digital learning membutuhkan arsitek yang mumpuni, dan seorang guru adalah arsiteknya,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan keilmuan dan kesiapan kompetensi dalam menghadapi persaingan global.

“Teknologi hanya alat, tapi guru yang membuatnya lebih berarti dan terarah. Di mana pun kalian belajar, kuasai ilmu dengan matang karena kompetisi pasti ada. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa menjadi yang terbaik,” tambahnya.

Menurutnya, webinar internasional ini menjadi bukti komitmen FKIP UNUSIDA dalam mendorong kolaborasi global, eningkatkan kualitas guru, mengembangkan inovasi pembelajaran, dan enghadirkan ruang belajar yang melampaui batas geografis.

“Saya harap FKIP UNUSIDA menjadi ruang pengembangan untuk mencetak guru-guru unggul yang siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital,” harapnya.

Webinar internasional ini menghadirkan diskusi tentang berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi guru di era digital, termasuk pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran lintas negara, transformasi digital dalam kurikulum, keamanan digital dalam ruang pendidikan, pembelajaran kreatif berbasis platform online, dan praktik mengajar tanpa batas ruang dan waktu.

Para narasumber dari Thailand juga berbagi praktik baik tentang bagaimana sekolah-sekolah di sana mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Serta berbagi tentang budaya pendidikan karakter di lintas negara.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang tidak hanya hadir dari Sidoarjo, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia dan perwakilan lembaga pendidikan di Thailand.