Dosen Prodi Manajemen UNUSIDA Berikan Pelatihan Public Speaking dan Live Selling di Dinas Koperasi, Usaha Kecil & Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto
MOJOKERTO – Dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), turut berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pelaku ekonomi kreatif melalui kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di Dinas Koperasi, Usaha Kecil & Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto. Dalam kegiatan tersebut, dosen Prodi Manajemen UNUSIDA hadir sebagai narasumber dengan membawakan dua materi utama, yakni Public Speaking dan Live Selling di E-Commerce.
Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku ekonomi kreatif Kota Mojokerto yang berasal dari berbagai bidang industri kreatif. Peserta terdiri atas content creator, live streamer, pembuat mural, digital agency, digital printing, fotografer, wedding organizer (WO), event organizer (EO), desainer, serta berbagai pelaku usaha kreatif lainnya.
Keberagaman latar belakang peserta menjadikan kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran dan berbagi pengalaman yang relevan dengan perkembangan industri kreatif dan transformasi digital. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk atau karya kreatif, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi dan pemasaran digital yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar.
Pada sesi pertama, narasumber menyampaikan materi mengenai Public Speaking. Materi ini menitikberatkan pada pentingnya kemampuan komunikasi dalam membangun personal branding, menyampaikan ide, mempresentasikan produk, serta menjalin hubungan dengan pelanggan maupun mitra bisnis.
Dalam dunia ekonomi kreatif, kemampuan berbicara di depan publik menjadi salah satu kompetensi penting. Pelaku usaha dituntut mampu mengomunikasikan nilai dan keunggulan produk secara menarik, meyakinkan, serta mudah dipahami oleh audiens. Kemampuan tersebut juga diperlukan ketika melakukan presentasi bisnis, membuat konten promosi, menghadapi klien, hingga membangun jejaring profesional.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik dasar public speaking, mulai dari membangun kepercayaan diri, menyusun pesan komunikasi, mengatur intonasi dan artikulasi, menggunakan bahasa tubuh, mengelola ekspresi, hingga menyesuaikan gaya komunikasi dengan karakter audiens. Selain itu, peserta juga diajak memahami bagaimana komunikasi yang baik dapat meningkatkan kredibilitas dan profesionalitas pelaku ekonomi kreatif.
Menariknya, pada akhir sesi pertama, kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik langsung melalui roleplay public speaking. Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk tampil satu per satu dengan memerankan berbagai peran komunikasi sesuai dengan konteks yang diberikan.
Beberapa bentuk praktik yang dilakukan di antaranya menjadi Master of Ceremony (MC), talking head atau berbicara langsung di depan kamera, motivator, moderator, presenter, pembawa berita, hingga menjadi seorang public speaker yang menyampaikan gagasan atau pesan tertentu di hadapan audiens.
Melalui praktik tersebut, peserta dapat mengasah keberanian, spontanitas, penguasaan materi, ekspresi, serta kemampuan menyampaikan pesan secara terstruktur. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman nyata bagi peserta untuk mengenali karakter komunikasi masing-masing.
Setelah setiap peserta menyelesaikan praktiknya, narasumber memberikan evaluasi dan masukan secara langsung. Evaluasi dilakukan dengan mengidentifikasi aspek yang sudah menjadi kekuatan peserta sekaligus bagian yang masih perlu dikembangkan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi artikulasi, intonasi, kontak mata, bahasa tubuh, ekspresi wajah, penguasaan panggung, kepercayaan diri, serta kemampuan membangun interaksi dengan audiens.
Pendekatan praktik dan evaluasi langsung ini diharapkan dapat membantu peserta memahami bahwa kemampuan public speaking tidak cukup hanya dipelajari melalui teori, tetapi perlu dilatih secara konsisten melalui pengalaman berbicara dan menerima umpan balik.
Memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan materi Live Selling di E-Commerce. Pada sesi ini, pembahasan diarahkan pada pemanfaatan platform digital sebagai sarana pemasaran dan penjualan produk melalui siaran langsung atau live streaming.
Live selling menjadi salah satu strategi pemasaran digital yang semakin relevan karena memungkinkan penjual berinteraksi secara langsung dengan calon konsumen. Melalui fitur tersebut, pelaku usaha dapat memperkenalkan produk, menjelaskan manfaat dan keunggulannya, menjawab pertanyaan konsumen, memberikan penawaran khusus, serta mendorong terjadinya transaksi secara real time.
Peserta diperkenalkan pada berbagai aspek penting dalam menjalankan live selling, seperti persiapan sebelum siaran langsung, penentuan konsep dan tema, penyusunan script selling, teknik membuka percakapan, demonstrasi produk, membangun interaksi dengan audiens, hingga teknik menawarkan produk yang mampu mendorong keputusan pembelian.
Selain kemampuan berbicara, keberhasilan live selling juga dipengaruhi oleh pemahaman terhadap karakteristik konsumen, pemilihan platform e-commerce, kualitas visual dan audio, serta konsistensi dalam memproduksi konten pemasaran. Oleh karena itu, pelaku ekonomi kreatif perlu mengintegrasikan kemampuan komunikasi dengan strategi pemasaran digital agar aktivitas promosi tidak hanya menghasilkan interaksi, tetapi juga memberikan dampak terhadap penjualan.
Kedua materi tersebut saling berkaitan dan menjadi bekal penting bagi pelaku ekonomi kreatif dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif. Public speaking menjadi fondasi dalam membangun komunikasi yang persuasif, sedangkan live selling menjadi salah satu sarana untuk mengimplementasikan keterampilan tersebut dalam aktivitas pemasaran dan penjualan digital.
Keikutsertaan dosen Prodi Manajemen UNUSIDA sebagai narasumber dalam kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keahlian akademik kepada masyarakat. Peran dosen tidak hanya terbatas pada kegiatan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mencakup pelatihan, pendampingan, serta pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu manajemen dan bisnis.
Bagi pelaku ekonomi kreatif, penguasaan keterampilan komunikasi dan pemasaran digital merupakan modal penting untuk meningkatkan daya saing. Kreativitas dalam menghasilkan produk dan jasa perlu didukung dengan kemampuan memasarkan, membangun citra usaha, serta menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas bisnis masing-masing. Content creator dapat meningkatkan kualitas komunikasi dalam produksi konten, live streamer dapat mengembangkan teknik penjualan yang lebih persuasif, sementara pelaku usaha di bidang desain, fotografi, digital printing, WO, EO, dan industri kreatif lainnya dapat memanfaatkan keterampilan tersebut untuk memperluas jaringan serta menjangkau pelanggan potensial.
UNUSIDA melalui Program Studi Manajemen terus mendorong peran aktif dosen dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi kelembagaan, serta pengembangan kompetensi pelaku usaha. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
Melalui kontribusi nyata tersebut, UNUSIDA berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia usaha, sejalan dengan semangat Kampus Berdampak dan Kampus Wirausaha Muda.


Drs. K.H. Abdul Mun’im DZ sebagai narasumber dalam Webinar Nasional Hari Santri 2026 melalui Zoom Meeting. (Foto: Tangkapan Layar YouTube UINUSIDA TV)







