Dekan FKIP UNUSIDA Kobarkan Semangat POKER 2026, Cetak Generasi Pendidik Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak 1

Dekan FKIP UNUSIDA Kobarkan Semangat POKER 2026, Cetak Generasi Pendidik Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak

Sidoarjo, 16 September 2026Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Pekan Orientasi Keguruan (POKER) FKIP Tahun 2026 sebagai momentum penyambutan sekaligus pengenalan lingkungan akademik bagi mahasiswa baru. Mengusung tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun karakter, rasa memiliki, serta semangat berprestasi mahasiswa sebagai calon pendidik.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa POKER merupakan kegiatan yang memiliki arti penting bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda penyambutan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan mahasiswa terhadap lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan secara lebih dekat.

Pada POKER FKIP 2026, sebanyak 120 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang terdiri atas mahasiswa reguler maupun mahasiswa dari program mitra. Kehadiran mahasiswa baru tersebut menjadi bagian dari bertambahnya keluarga besar FKIP UNUSIDA yang diharapkan mampu tumbuh bersama, mengembangkan potensi, dan memberikan kontribusi positif bagi fakultas maupun universitas.

“Tak kenal maka tak sayang,” menjadi salah satu ungkapan yang menggambarkan pentingnya proses pengenalan dalam kegiatan POKER. Menurut Dekan FKIP, ketika mahasiswa telah mengenal fakultas, program studi, dosen, serta lingkungan akademiknya, diharapkan tumbuh rasa memiliki terhadap almamater.

Rasa memiliki tersebut, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga nama baik FKIP dan UNUSIDA. Mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa identitas fakultas dan universitas dalam setiap aktivitasnya, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

“Sebagai mahasiswa FKIP, kalian memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik fakultas dan universitas,” pesan Muawwinatul kepada mahasiswa baru.

Ia juga menjelaskan bahwa POKER menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh berbagai aspek kehidupan akademik. Mahasiswa tidak hanya berkenalan dengan teman-teman baru, tetapi juga dengan dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika FKIP UNUSIDA.

Pemahaman mengenai visi dan misi fakultas, lingkungan akademik, etika mahasiswa, hingga Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi bagian penting yang perlu diketahui sejak awal. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi sekaligus memahami tanggung jawabnya sebagai bagian dari civitas akademika.

Karena itu, Dekan FKIP mengajak seluruh mahasiswa baru untuk mengikuti setiap rangkaian POKER dengan sungguh-sungguh. Setiap materi yang diberikan hendaknya disimak dan dipahami dengan baik karena memiliki manfaat dalam menunjang perjalanan studi mahasiswa.

“Jangan sampai ada materi yang dianggap tidak penting. Materi apa pun yang disampaikan, insyaallah memiliki manfaat dan dapat menunjang perjalanan studi kalian di FKIP,” tuturnya.

Selain aspek akademik, Muawwinatul menekankan pentingnya membangun kebersamaan dan rasa memiliki sejak mahasiswa pertama kali bergabung dengan FKIP. Mahasiswa diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan sesama mahasiswa, dosen, maupun seluruh sivitas akademika.

Lebih jauh, FKIP UNUSIDA memiliki harapan besar terhadap mahasiswa baru Tahun 2026. Mereka diharapkan mampu menjadi mahasiswa yang berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi tersebut juga harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan akhlakul karimah.

Sebagai calon pendidik, mahasiswa FKIP tidak cukup hanya menguasai pengetahuan dan keterampilan akademik. Mereka juga dituntut memiliki karakter, keteladanan, etika, sikap, serta akhlak yang baik. Hal ini menjadi penting karena seorang pendidik nantinya memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi berikutnya.

“Sebagai calon pendidik, kalian tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik. Seorang pendidik juga harus memiliki karakter, keteladanan, sikap, etika, dan akhlak yang baik,” jelasnya.

Dekan FKIP juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan POKER FKIP 2026, mulai dari sarana dan prasarana hingga rangkaian kegiatan yang telah dirancang untuk mahasiswa baru.

Ia menilai tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak” sangat relevan dengan harapan FKIP terhadap generasi mahasiswa yang sedang dipersiapkan. Karakter menjadi fondasi dalam menjalankan peran sebagai pendidik, karya menjadi bentuk pengembangan potensi, sementara dampak menjadi wujud kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui POKER FKIP 2026, mahasiswa baru diharapkan mampu menjadikan masa perkuliahan sebagai proses untuk terus belajar, berkembang, dan membangun pengalaman. Mereka didorong untuk tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kompetensi, kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Menutup sambutannya, Muawwinatul Laili mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru POKER FKIP Tahun 2026. Ia berpesan agar mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat hingga selesai.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 diharapkan menjadi titik awal yang kuat bagi 122 mahasiswa baru untuk mengenal, mencintai, dan menjadi bagian dari keluarga besar FKIP. Dengan semangat berkarakter, berkarya, dan berdampak, mahasiswa baru FKIP UNUSIDA dipersiapkan untuk tumbuh menjadi generasi pendidik yang profesional, berintegritas, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan.

Seluruh peserta, panitia dan Dosen dan Pimpinan FILKOM UNUSIDA Berfoto Bersama dalam Pembukaan Pafiliun 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

PAFILIUN FILKOM UNUSIDA 2026 Jadi Awal Mahasiswa Baru Mengembangkan Potensi dan Mengenal Teknologi

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Orientasi Mahasiswa Baru bertajuk Pafiliun FILKOM UNUSIDA 2026 dengan tema “Connecting Minds, Creating Futures”. Kegiatan berlangsung di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu-Kamis (16-17/9/2026).

Wakil Ketua BEM FILKOM UNUSIDA, Siti Aisyah, mengatakan Pafiliun 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan awal dari perjalanan mahasiswa untuk terus belajar, berkembang, membangun relasi, dan menciptakan berbagai prestasi.

“Dari kegiatan penyambutan, tetapi menjadi awal dari perjalanan untuk belajar, berkembang, dan membangun relasi serta menciptakan banyak prestasi,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mengejar keberhasilan di bidang akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Menurutnya, keberanian untuk berproses, rasa tanggung jawab, dan kemauan untuk berkontribusi menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa.

“Semoga teman-teman tidak hanya sukses secara akademik, tapi juga menjadi mahasiswa aktif, berani, dan bertanggung jawab serta mampu memberikan kontribusi positif bagi Fakultas Ilmu Komputer,” tuturnya.

Aisyah mengajak untuk menikmati setiap proses selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. “Selamat datang di Pafiliun 2026, selamat berproses dan juga selamat berkembang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan FILKOM UNUSIDA, Neni Kurniati, S.Kom., M.T., memberikan pengenalan mengenai perkembangan teknologi serta bidang-bidang keilmuan yang dapat dipelajari mahasiswa selama menempuh pendidikan di FILKOM.

Ia menekankan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak semestinya membuat mahasiswa berhenti belajar. Menurutnya, meskipun teknologi dapat membantu berbagai pekerjaan, pemahaman terhadap konsep dan kemampuan berpikir tetap menjadi hal mendasar yang harus dimiliki mahasiswa.

“AI itu banyak yang pakai. Tetapi konsepnya harus tetap pintar,” jelas Neni.

Ia kemudian memberikan gambaran mengenai salah satu bidang yang dapat dipelajari mahasiswa Informatika, yakni computer vision. Bidang tersebut berkaitan dengan bagaimana komputer dapat memproses dan memahami informasi visual melalui gambar atau video.

Computer vision itu membuat bagaimana komputer punya mata seperti matanya manusia,” terangnya.

Neni memberikan contoh sederhana mengenai penerapan computer vision, seperti sistem yang dapat menganalisis gambar dari kamera dan mengenali objek maupun karakteristik tertentu berdasarkan data yang diproses.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang yang luas bagi mahasiswa FILKOM untuk mempelajari berbagai bidang. Tidak hanya computer vision, mahasiswa juga dapat mengenal bidang seperti data science, kecerdasan bisnis, arsitektur bisnis, hingga pengembangan berbagai layanan berbasis teknologi.

Ia mendorong mahasiswa baru untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi memahami bagaimana teknologi bekerja dan mampu mengembangkannya sesuai kebutuhan masyarakat.

“Manfaat kesempatan ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal potensi keilmuan di fakultas sekaligus membangun jejaring dengan sesama mahasiswa. Manfaatkan masa perkuliahan untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, serta menciptakan karya dan prestasi di bidang teknologi,” pungkasnya.

Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya saat menyampaikan sambutan dalam PAFILIUN 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

PAFILIUN 2026, Dekan FILKOM UNUSIDA Tekankan Konsistensi Prestasi Internasional Mahasiswa

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Orientasi Mahasiswa Baru bertajuk Pafiliun FILKOM UNUSIDA 2026 dengan tema ‘Connecting Minds, Creating Futures’, di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu-Kamis (16-17/9/2026).

Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjalani perkuliahan, tetapi juga aktif mengembangkan potensi dan mengambil berbagai kesempatan yang tersedia selama menjadi bagian dari FILKOM UNUSIDA.

“Marhaban, selamat datang untuk teman-teman mahasiswa angkatan 2026 di Fakultas Ilmu Komputer,” ujar Arda.

Menurutnya, FILKOM merupakan salah satu fakultas di UNUSIDA yang memiliki tingkat aktivitas dan capaian prestasi yang cukup tinggi. Ia menyebut, mahasiswa FILKOM secara konsisten mencatatkan prestasi dalam kompetisi internasional setiap tahunnya sejak 2022.

“Mulai tahun 2022 sampai sekarang, alhamdulillah setiap tahun pasti ada yang juara, ada yang ketiga dan satu. Jadi kalian tidak usah berkecil hati ketika kalian kuliah di sini,” ungkapnya.

Arda menegaskan bahwa mahasiswa baru memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi. Dukungan dari dosen serta lingkungan akademik di FILKOM diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai bidang sesuai minat masing-masing.

FILKOM UNUSIDA sendiri terdiri atas tiga program studi, yakni Informatika, Sistem Informasi, dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Ketiga bidang tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja di masa depan.

Dalam sambutannya, Arda juga menyinggung semakin berkembangnya teknologi internet, media sosial, serta kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, mahasiswa FILKOM tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan dan mengembangkan teknologi sebagai solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

“Di Fakultas Ilmu Komputer saya harapkan kalian ini bukan hanya jadi pengguna teknologi, tapi kalian juga bisa memanfaatkan AI ini untuk membantu atau untuk mengembangkan solusi di masyarakat,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari perguruan tinggi memiliki peran untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk tidak ragu mengeksplorasi berbagai potensi yang dimiliki sejak awal masa perkuliahan.

Selain bidang akademik dan teknologi, Arda juga mengajak mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan dan organisasi di lingkungan kampus. Bagi mahasiswa yang memiliki minat terhadap kompetisi, FILKOM siap memberikan ruang untuk mengikuti berbagai ajang, termasuk kompetisi tingkat internasional.

Sementara bagi mahasiswa yang tertarik pada organisasi dan pengembangan kemampuan nonakademik, ia mendorong mereka untuk aktif berproses dan belajar mengelola kegiatan.

“Apapun bakat kalian, silakan kembangkan di Fakultas Ilmu Komputer. Jangan takut, karena kita lihat dosennya juga support,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik antara mahasiswa dan dosen. Menurutnya, suasana akademik yang akrab dan komunikatif dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan diri, dengan tetap menjaga etika serta batasan sebagai sivitas akademika.

Lebih lanjut, Arda menyinggung keberadaan mahasiswa internasional di FILKOM sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pembelajaran yang semakin terbuka. Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan membangun komunikasi lintas negara.

Ia berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kompetensi, prestasi, organisasi, maupun kemampuan personal. “Harapan kami, kalian bisa mengembangkan potensi dan pengembangan diri kalian, sehingga besok ketika lulus kalian bisa bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Surat Pemberitahuan Gladi Bersih Wisudawan 2026

Berikut kami sampaikan Surat Pemberitahuan Gladi Bersih Wisudawan UNUSIDA 2026, informasi lebih lanjut sebagai berikut:

Surat Pemberitahuan Gladi Bersih Wisudawan UNUSIDA 2026

Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Wisuda X

Berikut kami sampaikan Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Wisuda X UNUSIDA 2026, informasi lebih lanjut sebagai berikut:

Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Wisuda X UNUSIDA 2026

Dr. H. Rangga Sa’adilah, S.A.P., M.Pd.I. saat menyampaikan tausiah dalam kajian rutin setelah sholat Dhuhur tersebut bertempat di Masjid KH. M. Hasyim Asy’ari PCNU Sidoarjo. (Foto: Humas UNUSIDA)

Kajian Aswaja, Dosen FAI UNUSIDA Dorong Pelestarian Sholawat Thobibiyah dan Budaya Sholat Jamaah

SIDOARJO — Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Dr. H. Rangga Sa’adilah, S.A.P., M.Pd.I., menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga keberadaan sholawat atau pujian yang dilantunkan setelah adzan dan sebelum iqamah. Menurutnya, tradisi tersebut tidak sekadar menjadi lantunan yang mengisi waktu antara adzan dan iqamah, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan pembiasaan bagi umat.

Sholawat Thobibiyah dipandang sebagai salah satu bentuk doa dan pujian kepada Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW. Lantunan tersebut menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang telah dilakukan secara turun-temurun di tengah masyarakat Muslim, khususnya dalam lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Pembiasaan melantunkan sholawat dan pujian sebelum pelaksanaan sholat berjamaah sangat penting dalam melestarikan tradisi yang telah diwariskan oleh para ulama dan leluhur dalam kehidupan umat Islam,” jelasnya saat menyampaikan tausiah dalam kajian rutin setelah sholat Dhuhur tersebut bertempat di Masjid KH. M. Hasyim Asy’ari PCNU Sidoarjo, Selasa (15/9/2026).

Dalam kajian tematik tersebut, Dr. Rangga menjelaskan bahwa waktu antara adzan dan iqamah merupakan waktu yang memiliki keutamaan untuk berdoa. Karena itu, lantunan pujian sebelum iqamah dapat menjadi momentum bagi jamaah untuk memanjatkan doa sekaligus mempersiapkan diri melaksanakan sholat berjamaah.

“Setiap doa di antara adzan dan iqamah tidak akan pernah tertolak,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut sebagai pengingat kepada jamaah agar memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah dengan aktivitas yang bernilai ibadah.

Lebih dari sekadar tradisi, lantunan sholawat dan pujian sebelum iqamah juga dinilai memiliki fungsi edukatif. Suara sholawat yang terdengar oleh lingkungan sekitar dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk segera bersiap melaksanakan sholat berjamaah.

Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu strategi untuk mendidik umat Islam, termasuk generasi muda dan anak-anak, agar semakin dekat dengan masjid dan terbiasa dengan suasana sholat berjamaah. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan melalui lantunan sholawat dapat diterima secara sederhana dan berulang dalam kehidupan sehari-hari.

“Lantunan pujian sebelum iqamah adalah strategi untuk mendidik umat Islam, tetangga kita, dan anak-anak kita,” ungkapnya.

Tradisi tersebut juga memperlihatkan bagaimana dakwah dapat dilakukan melalui pendekatan yang lembut dan merangkul. Sholawat yang dilantunkan sebelum iqamah menjadi sarana untuk mengajak masyarakat menuju masjid tanpa tekanan. Suasana religius yang tercipta diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap sholat berjamaah.

Hal ini sejalan dengan karakter dakwah Ahlussunnah wal Jamaah yang mengedepankan pendekatan yang santun dalam menyampaikan ajaran Islam. Tradisi yang diwariskan para ulama tidak hanya dipandang dari bentuk pelaksanaannya, tetapi juga perlu dipahami nilai dan tujuan yang terkandung di dalamnya.

“Begitu indahnya lantunan sholawat yang diajarkan oleh ulama-ulama kita, dengan merangkul tanpa memukul. Mari kita lestarikan bersama,” pesannya.

Pelestarian tradisi keagamaan tersebut juga dinilai penting di lingkungan pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Kampus bukan hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan profesional, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan karakter, spiritualitas, serta kepedulian sosial mahasiswa.

Dalam konteks UNUSIDA, budaya sholat berjamaah diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sivitas akademika. Kebiasaan sederhana seperti memenuhi panggilan adzan, menuju masjid, melaksanakan sholat berjamaah, hingga menjaga suasana religius di lingkungan kampus dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.

“Mari kita gerakkan budaya sholat jamaah menjadi mempengaruhi di setiap lini di kampus kita,” menjadi ajakan untuk menjadikan sholat berjamaah bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi budaya positif yang dapat memberikan pengaruh bagi lingkungan sekitar.

Kajian Aswaja ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga kesinambungan tradisi keislaman sekaligus memperkuat pemahaman warga UNUSIDA dan masyarakat terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Melalui kajian dan pembiasaan, tradisi keagamaan diharapkan tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan relevan dalam kehidupan generasi saat ini.

Dengan semangat merangkul tanpa memukul, pelestarian sholawat, pujian sebelum iqamah, dan budaya sholat berjamaah diharapkan mampu menjadi gerakan bersama. Dari masjid, lingkungan keluarga, masyarakat, hingga kampus, nilai-nilai tersebut dapat terus ditanamkan sebagai bagian dari kehidupan umat Islam.

“Menjaga tradisi bukan hanya tentang mempertahankan kebiasaan, tetapi juga memahami nilai pendidikan, spiritualitas, dan kebersamaan yang ada di dalamnya. Melalui langkah-langkah sederhana dan dilakukan secara konsisten, budaya sholat berjamaah diharapkan semakin kuat dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sivitas akademika serta masyarakat luas,” pungkasnya.