KKN UNUSIDA Wujudkan Aksi Nyata untuk Dongkrak Branding UMKM Desa Sentul 1

KKN UNUSIDA Wujudkan Aksi Nyata untuk Dongkrak Branding UMKM Desa Sentul

Sidoarjo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Salah satu bentuk pengabdian tersebut diwujudkan melalui program kerja Pembuatan dan Pemasangan Banner bagi Pelaku UMKM di Desa Sentul, yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, mulai pukul 18.00 WIB.

Kegiatan ini menyasar sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sentul yang belum memiliki media promosi berupa banner maupun pelaku usaha yang masih menggunakan banner dengan kondisi sudah usang dan kurang layak. Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNUSIDA berupaya menghadirkan solusi sederhana namun bermanfaat untuk membantu meningkatkan branding serta memperluas pengenalan produk UMKM kepada masyarakat.

Program pembuatan dan pemasangan banner menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN UNUSIDA terhadap perkembangan usaha masyarakat Desa Sentul. Bagi pelaku UMKM, keberadaan media promosi yang mudah dilihat menjadi salah satu aspek penting dalam memperkenalkan usaha kepada calon konsumen. Banner tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga dapat menjadi identitas visual yang membantu masyarakat mengenali keberadaan suatu usaha.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN UNUSIDA terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap UMKM yang berada di Desa Sentul. Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi masing-masing usaha serta mengidentifikasi pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan media promosi. Dari proses tersebut, mahasiswa menentukan sasaran kegiatan, khususnya usaha yang belum mempunyai banner dan usaha yang bannernya sudah terlihat usang atau tidak lagi memberikan informasi secara optimal.

Tahap pendataan menjadi bagian penting agar program yang dijalankan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan secara umum, tetapi terlebih dahulu melihat kondisi usaha dan media promosi yang telah dimiliki oleh para pelaku UMKM. Dengan demikian, program kerja yang dilakukan diharapkan mampu memberikan manfaat secara tepat sasaran.

Setelah proses pendataan selesai, mahasiswa kemudian melakukan koordinasi dengan para pelaku UMKM yang menjadi sasaran kegiatan. Dalam koordinasi tersebut, mahasiswa menjelaskan tujuan serta manfaat pembuatan banner bagi usaha masyarakat. Pemilik usaha juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan informasi terkait produk dan identitas usaha yang perlu ditampilkan pada banner.

Pelaku UMKM yang bersedia mengikuti program kemudian mendapatkan pendampingan dalam proses pembuatan banner. Informasi yang dicantumkan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing usaha, sehingga banner dapat menjadi media informasi yang relevan bagi calon konsumen. Pendampingan tersebut sekaligus menjadi upaya mahasiswa untuk memastikan media promosi yang dibuat dapat menggambarkan usaha dan produk yang ditawarkan.

Setelah banner selesai dibuat, mahasiswa KKN UNUSIDA melakukan pemasangan secara langsung di rumah atau lokasi usaha masing-masing warga yang telah didata sebelumnya. Proses pemasangan dilakukan dengan memperhatikan posisi dan keterlihatan banner agar informasi mengenai usaha dapat lebih mudah diketahui oleh masyarakat yang melintas maupun berada di sekitar lokasi.

Antusiasme pelaku UMKM terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pemilik usaha menyambut baik bantuan yang diberikan mahasiswa KKN UNUSIDA. Kehadiran banner baru dinilai dapat membantu memberikan informasi mengenai usaha secara lebih jelas sekaligus membuat lokasi usaha terlihat lebih informatif dan menarik.

Bagi pelaku UMKM, media promosi sederhana seperti banner memiliki peran strategis dalam membangun pengenalan usaha di lingkungan sekitar. Informasi mengenai nama usaha, jenis produk, maupun layanan yang tersedia dapat diketahui masyarakat tanpa harus mencari informasi melalui media digital. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk promosi yang dapat dilakukan secara langsung dan mudah dijangkau oleh calon konsumen.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNUSIDA berharap para pelaku UMKM Desa Sentul semakin mudah memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Dengan dukungan media promosi yang lebih jelas dan menarik, keberadaan UMKM di Desa Sentul diharapkan semakin dikenal dan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk.

Program tersebut juga menjadi bukti bahwa kegiatan KKN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu dan kepedulian kepada masyarakat. Mahasiswa hadir dengan memberikan solusi yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Ke depan, dukungan terhadap branding dan promosi diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM Desa Sentul untuk terus mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas pemasaran. Dengan semakin kuatnya identitas usaha dan meningkatnya keterkenalan produk di masyarakat, UMKM di Desa Sentul diharapkan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Melalui Pembuatan dan Pemasangan Banner bagi Pelaku UMKM, mahasiswa KKN UNUSIDA kembali menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Program ini menjadi langkah kecil yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM sekaligus memperkuat semangat pemberdayaan masyarakat di Desa Sentul.

Mahasiswi FKIP UNUSIDA Raih Prestasi Best Intern Putri Program Magang WIJABA 2

Mahasiswi FKIP UNUSIDA Raih Prestasi Best Intern Putri Program Magang WIJABA

SURABAYA – Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Ainina Halizah Rahma, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), berhasil meraih penghargaan sebagai Best Intern Putri Divisi Edukasi Lingkungan dalam program Magang WIJABA.

Penghargaan tersebut diterima Ainina pada rangkaian acara graduation program Magang WIJABA yang dilaksanakan di Excotel Hotel Surabaya, Jalan Ahmad Yani No. 119, Jemur Wonosari, Surabaya. Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan karena Ainina terpilih sebagai peserta magang terbaik putri dari tiga regional, yakni Sidoarjo, Bali, dan Kediri.

Pencapaian ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa UNUSIDA mampu mengembangkan potensi dan kompetensinya tidak hanya melalui kegiatan akademik di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman profesional di luar kampus. Keikutsertaan dalam program magang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan, membangun pengalaman kerja, memperluas jejaring, serta mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Sebagai mahasiswa PGSD, Ainina memiliki latar belakang pendidikan yang erat dengan dunia pendidikan dan pengembangan karakter generasi muda. Melalui keterlibatannya dalam Divisi Edukasi Lingkungan, ia memperoleh pengalaman untuk berkontribusi dalam kegiatan edukatif yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Penghargaan Best Intern Putri Divisi Edukasi Lingkungan menjadi bukti atas dedikasi, tanggung jawab, serta kontribusi Ainina selama mengikuti program magang. Capaian tersebut juga menjadi motivasi bahwa mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi lintas bidang dengan memanfaatkan berbagai kesempatan pembelajaran yang tersedia.

Program Magang WIJABA memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman langsung dalam lingkungan kerja dan kegiatan profesional. Selama menjalani program, peserta dituntut untuk mampu beradaptasi, bekerja sama dalam tim, menyelesaikan tanggung jawab, serta menunjukkan kreativitas dalam menjalankan berbagai tugas yang diberikan.

Bagi Ainina, pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran yang berharga. Tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, ia juga berkesempatan mengembangkan kemampuan komunikasi, koordinasi, kerja sama, kepemimpinan, dan pengelolaan kegiatan. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Keberhasilan Ainina menjadi Best Intern Putri dari tiga regional juga menunjukkan bahwa persaingan dalam program tersebut berlangsung secara luas. Peserta berasal dari beberapa wilayah dengan latar belakang dan potensi yang beragam. Karena itu, capaian yang diraih Ainina menjadi prestasi yang patut diapresiasi sekaligus menjadi representasi positif mahasiswa UNUSIDA dalam mengikuti program pengembangan diri di luar kampus.

Prestasi ini juga selaras dengan komitmen UNUSIDA dalam mendorong mahasiswa untuk menjadi pribadi yang unggul, adaptif, dan berdampak. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam memberikan bekal pengetahuan akademik, tetapi juga perlu membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis dan mengembangkan soft skill yang dibutuhkan di dunia profesional.

Bagi mahasiswa PGSD, pengalaman di bidang edukasi lingkungan memiliki nilai tambah tersendiri. Guru masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga mampu menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap lingkungan kepada peserta didik. Pengalaman yang diperoleh Ainina selama mengikuti program magang dapat menjadi modal berharga untuk dikembangkan dalam dunia pendidikan.

Kegiatan graduation menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah menyelesaikan rangkaian program Magang WIJABA. Penghargaan yang diterima Ainina menjadi salah satu capaian yang menambah deretan prestasi mahasiswa UNUSIDA sekaligus menunjukkan pentingnya keberanian mahasiswa dalam mengambil kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Ke depan, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNUSIDA lainnya untuk aktif mengikuti berbagai program magang, kompetisi, organisasi, maupun kegiatan pengembangan kompetensi. Setiap pengalaman yang dijalani selama masa perkuliahan dapat menjadi bagian penting dalam membangun portofolio dan kesiapan menghadapi dunia profesional.

Prestasi Ainina Halizah Rahma juga menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas. Pengalaman langsung, interaksi dengan berbagai pihak, kemampuan beradaptasi, serta keberanian mengambil tanggung jawab merupakan bagian penting dari perjalanan mahasiswa menuju dunia kerja.

Dengan diraihnya penghargaan Best Intern Putri Divisi Edukasi Lingkungan, Ainina telah membawa nama baik FKIP dan Program Studi PGSD UNUSIDA dalam program Magang WIJABA. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk terus menorehkan prestasi sekaligus memberikan kontribusi positif di bidang pendidikan dan lingkungan.

UNUSIDA pun terus mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman, kompetensi, kreativitas, dan kepedulian sosial. Prestasi Ainina menjadi bukti bahwa dengan dedikasi, kemauan belajar, dan keberanian mengambil peluang, mahasiswa mampu menghasilkan pencapaian yang membanggakan serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Terlindungi: Buku Wisuda X UNUSIDA 2026

Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya.

Mahasiswa UNUSIDA Arifin Lolos Top 20 Finalist NPEA 2026, Bawa Nama Kampus dalam Kompetisi Desain Kemasan 3

Mahasiswa UNUSIDA Arifin Lolos Top 20 Finalist NPEA 2026, Bawa Nama Kampus dalam Kompetisi Desain Kemasan

Sidoarjo, 22 Agustus 2026 — Kabar membanggakan datang dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Salah satu mahasiswa UNUSIDA, Arifin (NIM 22424064), berhasil masuk dalam jajaran Top 20 Finalist Nusantara Packaging Experience Awards (NPEA) 2026, sebuah kompetisi yang mengangkat kreativitas dan inovasi dalam bidang desain kemasan.

Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi UNUSIDA karena Arifin berhasil bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan karya desain kemasan yang kreatif serta memiliki nilai inovasi. Keberhasilan masuk 20 besar menjadi bukti bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki potensi untuk berkompetisi dan berprestasi di tingkat nasional.

Informasi mengenai keberhasilan Arifin sebagai Top 20 Finalist NPEA 2026 disampaikan oleh Kabiro Humas Kerjasama Sonhaji, yang turut memberikan dukungan atas capaian mahasiswa tersebut. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNUSIDA lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, berani mengikuti kompetisi, serta membawa nama baik almamater di berbagai ajang prestasi.

NPEA 2026 memberikan ruang bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif dalam desain kemasan. Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun identitas merek, menarik perhatian konsumen, menyampaikan informasi produk, serta meningkatkan daya saing sebuah produk di pasar.

Dalam konteks tersebut, kompetisi desain kemasan menjadi salah satu wadah strategis bagi mahasiswa untuk menggabungkan kreativitas, kemampuan desain, pemahaman terhadap kebutuhan konsumen, serta perspektif pemasaran. Bagi mahasiswa bidang manajemen dan kewirausahaan, kemampuan memahami kemasan sebagai bagian dari strategi pemasaran juga menjadi kompetensi yang relevan dengan perkembangan dunia bisnis saat ini.

Keberhasilan Arifin menembus Top 20 Finalist NPEA 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan di luar pembelajaran akademik. Kompetisi dapat menjadi sarana untuk menguji kemampuan, memperoleh pengalaman baru, membangun jejaring, sekaligus mendapatkan apresiasi atas karya yang telah dihasilkan.

UNUSIDA menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Arifin atas pencapaiannya tersebut. Masuknya mahasiswa UNUSIDA dalam jajaran 20 besar finalis merupakan sebuah capaian yang patut diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih tinggi.

“Selamat dan sukses kepada Arifin, mahasiswa UNUSIDA yang berhasil masuk Top 20 Finalist NPEA 2026. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo,” demikian pesan dukungan yang disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi tersebut.

Selanjutnya, para finalis akan mengikuti rangkaian menuju NPEA Awards Ceremony yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi para finalis untuk mendapatkan apresiasi atas karya dan proses kreatif yang telah mereka lalui selama kompetisi.

Bagi UNUSIDA, prestasi mahasiswa bukan hanya menjadi kebanggaan individu, tetapi juga bagian dari kontribusi mahasiswa dalam membangun reputasi positif perguruan tinggi. Setiap prestasi yang diraih mahasiswa menjadi bukti bahwa proses pendidikan di kampus dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas, inovasi, kompetensi, dan keberanian untuk berkompetisi.

UNUSIDA terus mendorong mahasiswa agar aktif mengikuti berbagai kompetisi, kegiatan ilmiah, pengembangan kreativitas, kewirausahaan, maupun kegiatan lainnya yang dapat memperkuat kompetensi dan pengalaman mereka. Dukungan terhadap prestasi mahasiswa juga sejalan dengan semangat UNUSIDA sebagai kampus yang mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, kompeten, berdaya saing, dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat.

Capaian Arifin di NPEA 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk tidak ragu menuangkan ide dan kreativitas ke dalam karya yang bernilai. Perjalanan menuju Top 20 Finalist merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, sekaligus menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberikan prestasi terbaik.

UNUSIDA pun memberikan dukungan penuh kepada Arifin untuk mengikuti tahapan selanjutnya hingga malam penghargaan. Semoga Arifin mampu memberikan hasil terbaik dan kembali membawa kabar membanggakan bagi keluarga, almamater, serta seluruh sivitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

Selamat kepada Arifin atas keberhasilannya menjadi Top 20 Finalist NPEA 2026. Terus berkarya, berinovasi, dan harumkan nama UNUSIDA!

Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof. Eko Setijadi, S.T., M.T., Ph.D saat menyampaikan pesan dalam Yudisium ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA, Prof. Eko Setijadi Tekankan Alumni Jadi Bagian Penting Kemajuan Kampus

SIDOARJO — Salah satu Pengurus Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Prof. Eko Setijadi, S.T., M.T., Ph.D., berpesan agar para alumni tidak berhenti pada pencapaian gelar sarjana, tetapi terus membawa nama baik dan berkontribusi bagi almamater.

Dalam pesannya, Prof. Eko mengaku bangga melihat perkembangan Fakultas Teknik UNUSIDA yang terus bertumbuh dibandingkan masa-masa awal perjuangan kampus. Menurutnya, kemajuan tersebut tidak terlepas dari kerja keras para pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh pihak yang ikut membangun Fakultas Teknik.

“Sebagai yang mewakili Ketua Umum, saya merasa bangga sekali. Dulu kita memulai dengan segala usaha, sekarang saya bisa melihat apa yang telah diperjuangkan Bapak-Ibu di sini,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam Yudisium ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA, Rabu (19/8/2026).

Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut menilai perkembangan fasilitas dan sistem pembelajaran yang semakin baik merupakan hasil dari proses panjang. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pendidikan yang semakin mendukung proses pengembangan kompetensi.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan kampus tidak hanya diukur dari perkembangan fasilitas maupun jumlah lulusan. Keberhasilan sebuah perguruan tinggi juga tercermin dari kiprah para alumninya setelah meninggalkan kampus.

Oleh karena itu, Prof. Eko berharap para lulusan Fakultas Teknik UNUSIDA mampu menunjukkan perubahan kualitas diri setelah menyandang gelar sarjana. Ilmu yang diperoleh selama kuliah harus mampu membentuk sikap, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat daya saing ketika memasuki dunia kerja dan masyarakat.

“Apa yang telah Anda terima di sini semoga bisa merubah Anda. Dulu misalnya masih SMA, sekarang sudah menjadi sarjana. Merubah sikap, merubah kualitas, sehingga Anda punya daya saing,” pesannya.

Ia juga memberikan perhatian kepada lulusan yang telah maupun belum memasuki dunia kerja. Bagi yang sudah bekerja, ia berharap ilmu dari Fakultas Teknik dapat menjadi bekal untuk meningkatkan karier dan memberikan kontribusi di tempat kerja. Sementara bagi yang belum bekerja, ia berpesan agar tidak berhenti berusaha dan terus mengembangkan kemampuan.

Menurut Prof. Eko, perjalanan para mahasiswa Fakultas Teknik memiliki tantangan tersendiri. Sebagian mahasiswa harus berjuang dengan kondisi dan keterbatasan yang berbeda, sehingga keberhasilan mencapai gelar sarjana patut diapresiasi.

“Tidak semua orang mempunyai perjalanan yang sama. Anda perlu bangga karena mempunyai sesuatu yang berbeda dan luar biasa. Kampus ini menjadi tempat untuk berjuang memperbaiki nasib dengan usaha dan doa,” tuturnya.

Lebih dari sekadar sukses secara pribadi, Prof. Eko berharap para alumni menjadikan keberhasilan mereka sebagai bagian dari perjalanan untuk membesarkan almamater. Ia menilai kontribusi alumni akan menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun reputasi dan kemajuan UNUSIDA ke depan.

“Kebanggaan bagi kita para dosen adalah mendengar kabar baik dari alumninya. Syukur-syukur kalau ada alumni yang ikut berkontribusi untuk kemajuan kampusnya,” ungkapnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi harapan agar hubungan antara kampus dan alumni tidak berhenti setelah prosesi yudisium. Para lulusan diharapkan tetap menjadi bagian dari keluarga besar UNUSIDA, membawa nilai-nilai yang diperoleh selama kuliah, serta membuka ruang kolaborasi untuk kemajuan almamater.

Lebih lanjut, Prof. Eko mendoakan agar para lulusan Yudisium ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA mampu meraih prestasi dan memberikan manfaat di tengah masyarakat. Dalam rangka untuk membuktikan bahwa keberhasilan alumni bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan dan kemajuan almamater.

“Semoga apa yang diberikan oleh Bapak-Ibu dosen di sini bisa membawa manfaat bagi Anda di dunia kerja, meningkatkan karier, dan semoga apa yang Anda cita-citakan bisa tercapai. Saya juga berdoa semoga kampus Universitas semakin jaya dan alumni yang dihasilkan punya prestasi, semasa kuliah maupun setelah kuliah,” pungkasnya.

Momen foto bersama seluruh peserta Yudisium ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium ke-10 Fakultas Teknik UNUSIDA, Tekankan Pentingnya Menjaga Nama Baik Almamater

SIDOARJO — Fakultas Teknik (FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-10 di Hall Gedung A, Kampus UNUSIDA Lingkar Timur Sidoarjo, Rabu (19/8/2026) malam. sebagai momentum pengukuhan sekaligus pelepasan mahasiswa yang telah menyelesaikan rangkaian pendidikan akademiknya.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan komitmen Fakultas Teknik untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, pengajaran, serta fasilitas penunjang pembelajaran. Salah satu pengembangan yang menjadi perhatian adalah penambahan fasilitas laboratorium.

Menurutnya, keberadaan laboratorium yang lengkap menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa Fakultas Teknik. Sejumlah mahasiswa juga telah memanfaatkan fasilitas tersebut dalam kegiatan perkuliahan.

“Fakultas Teknik kalau laboratoriumnya tidak lengkap juga sulit. Karena itu, kami berharap pengembangan laboratorium dapat terus didukung secara bertahap sehingga bisa menunjang kebutuhan pembelajaran mahasiswa,” ujarnya.

Listin juga menyampaikan permohonan maaf mewakili jajaran struktural Fakultas Teknik apabila selama proses pendidikan terdapat kesalahan dalam pelayanan maupun penyampaian. Ia menegaskan bahwa Fakultas Teknik terus berupaya memberikan pelayanan, pengajaran, dan fasilitas terbaik bagi mahasiswa.

Memasuki fase setelah kelulusan, ia berpesan kepada para yudisiawan agar tetap menjaga nama baik almamater. Yudisium kali ini menjadi ruang refleksi atas perjuangan mahasiswa selama menempuh pendidikan sekaligus bekal untuk memasuki kehidupan profesional dan bermasyarakat. Menurutnya, status sebagai alumni UNUSIDA merupakan bagian dari perjalanan yang perlu dibanggakan sekaligus dijaga melalui sikap dan kontribusi positif di tengah masyarakat.

“Ketika kita lulus, tolong dijaga almamater kita. Kita harus bangga sebagai alumni UNUSIDA. Jika ada informasi maupun perkembangan dari luar, mari kita saling berbagi dan menyampaikannya kepada adik-adik tingkat,” pesannya.

Ia juga mengajak para alumni untuk turut berkontribusi dalam mengenalkan Fakultas Teknik UNUSIDA kepada keluarga, tetangga, maupun calon mahasiswa yang memiliki minat melanjutkan pendidikan di bidang teknik. Listin berharap dengan bekal akademik, pengalaman organisasi, serta nilai-nilai yang diperoleh selama berada di kampus, para alumni mampu hadir sebagai tenaga profesional sekaligus bagian dari masyarakat yang memberikan kontribusi nyata.

“Kalau ada keluarga atau tetangga yang berminat menjadi mahasiswa baru, mari kita ajak dan kita sampaikan bahwa Fakultas Teknik UNUSIDA memiliki dosen-dosen yang siap mendampingi mahasiswa dalam proses perkuliahan,” lanjutnya.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menekankan bahwa kelulusan bukan sekadar capaian akademik, melainkan hasil dari perjuangan panjang mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Ia mengapresiasi perjuangan mahasiswa Fakultas Teknik yang menjalani proses perkuliahan dengan berbagai tantangan, termasuk bagi mahasiswa yang harus membagi waktu antara perkuliahan, pekerjaan, dan kehidupan keluarga.

“Perjuangan kuliah di Fakultas Teknik tidak mudah. Karena itu, saya menghargai proses yang telah dilalui hingga hari ini. Empat tahun atau bahkan lebih bukan waktu yang pendek. Ada perjuangan, kelelahan, dan proses panjang yang akhirnya mengantarkan saudara menyandang gelar Sarjana Teknik,” ungkapnya.

Menurutnya, setelah meninggalkan ruang kelas, para lulusan akan memasuki dunia nyata yang memiliki tantangan berbeda. Karena itu, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan harus diwujudkan dalam sikap profesional, kemampuan memecahkan persoalan, serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai yang telah dipelajari selama menjadi mahasiswa.

“Dari ruang kelas menuju dunia nyata, ilmu yang diperoleh selama empat tahun harus digunakan untuk menghadapi berbagai persoalan. Bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana cara kita berperilaku dan menjadi profesional,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga hubungan dengan almamater sebagai bagian dari keluarga besar UNUSIDA. Kelulusan, menurutnya, bukan akhir dari hubungan mahasiswa dengan kampus, melainkan awal dari perjalanan baru untuk membawa nilai-nilai UNUSIDA ke tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Hadi menyampaikan apresiasi kepada para lulusan atas perjuangan yang telah mereka lalui serta berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, nusa, dan bangsa.

“Selamat atas kelulusan saudara. Semoga ilmu yang diperoleh selama di UNUSIDA menjadi ilmu yang bermanfaat untuk nusa dan bangsa. Tetap jaga almamater, semangat, terus berdoa, serta jangan lupa menyampaikan salam dan terima kasih kepada orang tua dan keluarga masing-masing,” pungkasnya.