“Jangan Hanya Jadi Wong Pintar, Jadilah Wong Bener!” Ketua PCNU Sidoarjo Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru UNUSIDA untuk Berprestasi dan Berkarakter 1

“Jangan Hanya Jadi Wong Pintar, Jadilah Wong Bener!” Ketua PCNU Sidoarjo Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru UNUSIDA untuk Berprestasi dan Berkarakter

Sidoarjo, 8 September 2026 — Pesan penuh semangat dan refleksi disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo, Kiai Haji Zainal Abidin, kepada mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Dengan gaya komunikatif, penuh humor, dan sesekali menggunakan bahasa Jawa, ia mengajak mahasiswa untuk tidak sekadar mengejar kecerdasan akademik, tetapi juga membangun karakter dan menjadi pribadi yang benar.

Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, PKKMB UNUSIDA menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus sekaligus menanamkan nilai-nilai ke-NU-an, akhlakul karimah, semangat belajar, dan keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Kiai Haji Zainal Abidin menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa UNUSIDA merupakan sebuah kesempatan dan amanah yang patut disyukuri. Menurutnya, mahasiswa baru telah mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang berada dalam lingkungan Nahdlatul Ulama, dengan dukungan para kiai, bu nyai, ustaz, dosen, serta seluruh sivitas akademika.

“Anak-anakku ditakdirkan bisa kuliah di universitas milik Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa di UNUSIDA bukan hanya untuk memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi manusia yang sukses sekaligus memiliki nilai moral dan spiritual yang kuat.

Salah satu pesan yang paling menonjol dalam sambutannya adalah pentingnya menjadi “wong bener”, bukan hanya “wong pintar”.

“Sekarang mencari wong pintar akeh, tetapi golek wong bener iku angel,” tegasnya.

Menurutnya, kecerdasan akademik memang penting, tetapi tidak cukup untuk menghadapi kehidupan. Dunia membutuhkan generasi yang memiliki integritas, tanggung jawab, akhlak, kepedulian, dan keberanian untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Karena itu, ia meminta mahasiswa memanfaatkan masa muda sebagai kesempatan emas untuk membentuk diri. Masa perkuliahan harus digunakan untuk mengembangkan potensi, bakat, kemampuan, pengalaman, organisasi, dan jejaring.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan waktu hanya untuk aktivitas yang tidak produktif.

Dengan gaya khas yang mengundang tawa mahasiswa, Kiai Zainal mengingatkan agar mahasiswa tidak datang ke kampus hanya untuk duduk, tidur, kemudian pulang. Ia juga memberikan istilah “mahasiswa abadi” bagi mereka yang menjalani perkuliahan tanpa target dan kesungguhan hingga akhirnya tidak kunjung menyelesaikan pendidikan.

“Jangan menjadi mahasiswa abadi,” pesannya.

Menurutnya, mahasiswa harus memiliki target sejak awal, termasuk memiliki komitmen untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Masa kuliah harus menjadi fase untuk membangun kepantasan diri dalam menjemput masa depan.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk berorganisasi dan memperluas pengalaman. Lingkungan kampus harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar menjadi pemimpin, bekerja sama, menyampaikan gagasan, serta menyelesaikan berbagai persoalan.

Selain akademik dan organisasi, mahasiswa juga diminta membangun prestasi. Ia menegaskan bahwa UNUSIDA memiliki berbagai capaian yang membuktikan bahwa kampus tersebut mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga internasional.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak minder dengan lokasi kampus yang berada di kawasan Sidoarjo.

“Walaupun kampus ini pinggir tambak, jangan remehkan kampus di pinggir tambak,” ungkapnya.

Menurutnya, lokasi bukanlah batas bagi seseorang untuk bermimpi dan berprestasi. Justru dari kampus tersebut dapat lahir generasi yang mampu menjadi pemimpin nasional dan memberikan kontribusi lebih luas.

Untuk itu, ia meminta mahasiswa baru menanamkan keyakinan sejak hari pertama memasuki UNUSIDA.

Ia mengajak mahasiswa menulis dengan “tinta emas” dalam hati masing-masing sebuah komitmen:

“Saya harus berhasil. Saya harus sukses. Saya harus menjadi generasi yang tangguh. Saya harus menjadi generasi yang militan.”

Semangat tersebut, lanjutnya, harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai perjuangan para alim ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melanjutkan perjuangan dalam bentuk karya dan pengabdian.

Di akhir sambutannya, Kiai Zainal mendoakan agar seluruh mahasiswa baru merasa nyaman dan betah belajar di UNUSIDA, menyelesaikan pendidikan hingga tuntas, serta mampu mengukir prestasi selama menjadi mahasiswa maupun setelah menjadi alumni.

“Semakin dekat, semakin lekat, semakin cinta kepada Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan mahasiswa tidak berhenti pada ruang kelas. Menjadi mahasiswa UNUSIDA berarti menjadi bagian dari proses pembentukan manusia yang berilmu, berakhlak, berprestasi, dan memiliki keberanian untuk mengambil peran.

Dari UNUSIDA, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi “wong pintar”, tetapi didorong untuk tumbuh menjadi “wong bener” yang mampu membawa manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

Kepala UPT PIK, H. Arisy Kuswanto saat membuka Peringatan Maulid Nabi di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Peringati Maulid Nabi, UNUSIDA Tanamkan Rasa Cinta Rasul dan Semangat Membangun Kampus Penuh Berkah

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar pengajian dan shalawatan di Plaza Lantai 1 Gedung B UNUSIDA, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang mengusung semangat ‘Cinta Nabi, Cinta NKRI’ tersebut diikuti sivitas akademika UNUSIDA serta sejumlah masyarakat. Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneguhkan tradisi amaliah Ahlussunnah wal Jamaah di lingkungan kampus.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) UNUSIDA, Arisy Kurwanto, mengatakan kegiatan Maulid Nabi merupakan momentum istimewa bagi keluarga besar UNUSIDA. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti istighotsah dan shalawatan sebenarnya telah menjadi bagian dari rutinitas di lingkungan kampus.

“Di samping kita tiap Jumat Kliwon ada istighotsah, juga ditutup dengan shalawatan. Tetapi ini menjadi momen istimewa karena berada di bulan Maulid,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bulan Rabiul Awal memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ia mengutip pandangan Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki bahwa sebelum kelahiran Rasulullah SAW, Rabiul Awal bukan termasuk bulan yang secara khusus memiliki keutamaan seperti empat bulan haram, bulan haji, maupun bulan-bulan hari raya.

“Berarti semenjak ada kelahiran Rasulullah SAW di bulan Rabiul Awal, maka Rabiul Awal menjadi bulan yang istimewa. Bahkan sampai ke Tanah Jawa dikenal sebagai bulan Maulud, bulan kelahiran Rasulullah Muhammad SAW,” jelasnya.

Tabarrukan dengan Gedung B

Gus Arisy yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Kholil, Jetis, Sidoarjo tersebut mengungkapkan alasan dipilihnya Gedung B sebagai lokasi kegiatan. Selain karena kegiatan tersebut berdekatan dengan tempat yang selama ini digunakan untuk berdoa dan kegiatan keagamaan, pembangunan masjid UNUSIDA juga masih dalam proses.

Ia berharap keberadaan dan aktivitas keagamaan yang dilakukan di Gedung B dapat menjadi bentuk tabarrukan sekaligus tafa’ulan bagi perkembangan UNUSIDA.

Gus Arisy mengambil pelajaran dari perubahan Kota Yatsrib setelah kedatangan Nabi Muhammad SAW. Sebelum Rasulullah hijrah, Yatsrib merupakan sebuah kota yang belum menjadi pusat perhatian. Namun setelah Rasulullah SAW hijrah dan Islam berkembang di sana, kota tersebut menjadi pusat peradaban dan dikenal sebagai Madinah al-Munawwarah.

“Mudah-mudahan dengan sering dibacakan shalawat dan digelar peringatan Maulid seperti ini, kampus kita menjadi kampus yang bercahaya, Al-Munawwarah,” harapnya.

Menurutnya, harapan tersebut juga perlu diwujudkan melalui prestasi nyata seluruh elemen kampus. Slogan dan yel-yel kejayaan UNUSIDA, kata dia, harus diiringi dengan capaian konkret dari dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.

“Sudah kita buktikan dengan banyak prestasi dari dosen-dosennya, tenaga kependidikannya, dan mahasiswanya. Prestasi secara lahir kita wujudkan, secara batin kita wujudkan dengan amaliah-amaliah istiqamah, mengawal dan melestarikan tradisi kemuliaan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” tuturnya.

Ekspresi Cinta kepada Rasulullah

Gus Arisy menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap peringatan Maulid Nabi di berbagai daerah menunjukkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diekspresikan dalam beragam bentuk.

Menurutnya, tradisi Maulid di tengah masyarakat memiliki banyak ragam, mulai dari pembacaan shalawat, marhaban, hingga berbagi makanan dan berbagai bentuk sedekah.

“Dalam rangka menumbuhkan cinta Nabi, ekspresinya macam-macam. Ada yang membuat doorprize, ada yang setelah marhaban berebut makanan yang dilempar. Itu merupakan ekspresi cinta kepada Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Ia menilai peringatan Maulid Nabi di UNUSIDA menjadi salah satu bentuk ekspresi kecintaan tersebut, yang dikemas melalui shalawatan dan tausiyah keagamaan.

Pada kesempatan itu, tausiyah disampaikan oleh KH Abdul Khobir, M.Pd.I, Wakil Katib PCNU Sidoarjo sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Siwalanpanji. Kehadiran ulama muda tersebut diharapkan memberikan penguatan spiritual sekaligus menambah wawasan keislaman bagi sivitas akademika UNUSIDA.

Arisy berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kecintaan kepada Rasulullah SAW diharapkan mampu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak, keistiqamahan beribadah, semangat belajar, berkarya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

“Semoga kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW terus tumbuh di keluarga besar UNUSIDA, sehingga kampus ini tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam tradisi keagamaan dan akhlak,” pungkasnya.

Dorong Generasi Muda Berani Bermimpi dan Berkarya, Kadisdik Sidoarjo: Mahasiswa UNUSIDA Harus Jadi SDM Unggul Berdaya Saing 2

Dorong Generasi Muda Berani Bermimpi dan Berkarya, Kadisdik Sidoarjo: Mahasiswa UNUSIDA Harus Jadi SDM Unggul Berdaya Saing

Sidoarjo, 8 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Rido Prasetyo, S.STP., M.AP., saat memberikan sambutan dan arahan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun Akademik 2026/2027.

Hadir mewakili Bupati Sidoarjo, Rido menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap UNUSIDA yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat selama 12 tahun berdiri.

Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, PKKMB UNUSIDA menjadi momentum penting dalam mempersiapkan mahasiswa baru menghadapi kehidupan akademik sekaligus tantangan perubahan zaman. Rido menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi muda yang nantinya akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Rido terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Sidoarjo, Bapak Haji Subandi, S.H., M.Kn., sedianya dijadwalkan hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Namun, karena adanya agenda pemerintahan yang berlangsung hingga pagi hari dan sejumlah kegiatan yang masih harus diselesaikan, Bupati tidak dapat hadir sehingga dirinya ditugaskan untuk mewakili.

Rido kemudian menyampaikan pesan Bupati Sidoarjo mengenai pentingnya pendidikan dalam pembangunan daerah. Pendidikan menjadi salah satu bagian utama dalam visi pembangunan Kabupaten Sidoarjo, yaitu menata desa dan membangun kota menuju Sidoarjo sebagai metropolitan yang inklusif, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan.

Visi tersebut didukung melalui misi menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, berakhlak, serta memiliki jaminan kesejahteraan sosial yang merata.

Menurut Rido, UNUSIDA menjadi salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Sidoarjo yang patut diapresiasi. Selama 12 tahun perjalanan, UNUSIDA telah membangun berbagai bentuk kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjawab kebutuhan pembangunan. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan, inovasi, dan sumber daya manusia yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

Dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan juga diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya Program Beasiswa Pendidikan Tahun 2026 yang telah diluncurkan pada 9 Juli 2026.

Program tersebut menyediakan kuota sebanyak 4.000 penerima manfaat, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dari jumlah tersebut, terdapat penerima beasiswa mahasiswa di berbagai kategori, antara lain 500 mahasiswa bidang keagamaan, 1.000 mahasiswa berprestasi akademik dan nonakademik, serta 378 mahasiswa dari kelompok kurang mampu.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap akses pendidikan sekaligus upaya meningkatkan kualitas generasi muda Sidoarjo.

Di hadapan mahasiswa baru UNUSIDA, Rido berpesan agar masa perkuliahan tidak hanya digunakan untuk mengejar nilai akademik dan ijazah. Mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, mengasah kompetensi, membangun karakter, dan berani berinovasi.

“Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, akhlak, kepedulian, semangat, dan fondasi agama yang kuat,” pesannya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak takut terhadap perubahan. Menurutnya, perubahan merupakan bagian dari kehidupan yang harus dihadapi dengan kesiapan dan keberanian.

“Jangan takut menghadapi perubahan, karena setiap perubahan adalah kesempatan untuk tumbuh dan berkarya,” tegas Rido.

Selain kompetensi akademik, mahasiswa juga didorong untuk membangun jejaring seluas-luasnya. Rido mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya membangun relasi di lingkungan kampus sendiri, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, semakin luas jejaring yang dimiliki, semakin besar pula peluang mahasiswa untuk menghasilkan karya dan membuka kesempatan di masa depan. Relasi yang dibangun selama masa kuliah bahkan dapat menjadi modal penting ketika mahasiswa memasuki dunia profesional setelah lulus.

Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan potensi diri secara menyeluruh. Belajar, berorganisasi, berprestasi, berkolaborasi, dan membangun jejaring harus menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai mahasiswa.

Rido optimistis mahasiswa UNUSIDA mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul yang memiliki daya saing tinggi. Dengan semangat belajar, kerja keras, inovasi, dan kolaborasi, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Pesan tersebut semakin menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi dari seberapa besar kontribusi lulusan tersebut bagi masyarakat.

Melalui PKKMB 2026/2027, mahasiswa baru UNUSIDA diajak menjadikan kampus sebagai ruang untuk bermimpi lebih besar, mengasah kemampuan, membangun karakter, memperluas jejaring, dan menciptakan karya nyata.

Dari Sidoarjo, generasi muda dipersiapkan untuk mengambil peran lebih luas. UNUSIDA dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersinergi mendorong lahirnya generasi unggul yang berintegritas, berakhlak, inovatif, adaptif, dan siap berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

Dari Tradisi Menuju Prestasi Global, PKKMB UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Emas 3

Dari Tradisi Menuju Prestasi Global, PKKMB UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Emas

Sidoarjo, 8 September 2026 — Semangat perubahan dan optimisme menyelimuti pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun Akademik 2026/2027. Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, PKKMB menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus meneguhkan jati diri sebagai generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan global.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan UNUSIDA, PCNU Kabupaten Sidoarjo, PC Muslimat NU Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, serta seluruh panitia dan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.

Dalam sambutan pembuka, Presiden Mahasiswa sekaligus Ketua Pelaksana PKKMB UNUSIDA 2026/2027, Muhammad Rafi Al-Fandi, mengajak mahasiswa baru menjadikan momentum PKKMB sebagai awal perjalanan untuk membangun masa depan. Ia menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, tetapi menggambarkan komitmen mahasiswa untuk tetap menjaga akar tradisi sekaligus berani berlayar menuju perkembangan zaman.

Semangat tersebut tampak dari penggunaan unsur budaya lokal dalam pelaksanaan PKKMB. Mahasiswa baru mengenakan udeng Pacar Gowang dan scarf khas Sidoarjo sebagai bentuk penghargaan terhadap identitas dan tradisi daerah.

“Selamat datang dan selamat merangkai perjalanan baru untuk menuju masa depan yang lebih gemilang,” menjadi pesan yang disampaikan kepada mahasiswa baru.

Pesan tersebut selaras dengan arahan Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, M.Pd., yang menegaskan bahwa modernisasi tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan akar nilai dan karakter.

Menurutnya, UNUSIDA akan terus menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, tradisi keilmuan, dan akhlakul karimah, sekaligus mendorong mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mahasiswa baru juga diingatkan agar tidak menjadikan ijazah sebagai satu-satunya tujuan selama menempuh pendidikan tinggi.

“Jangan hanya mengejar ijazah, tetapi kejarlah ilmu, pengalaman, prestasi, jejaring, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi,” pesan Dr. Hadi.

Ia turut menegaskan berbagai capaian UNUSIDA yang terus berkembang sejak berdiri 12 tahun lalu. Kampus tidak hanya aktif dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat lokal maupun nasional, tetapi juga mulai memperkuat kiprah internasional.

Salah satunya melalui program KKN internasional dengan pengiriman mahasiswa ke Malaysia. Berbagai prestasi mahasiswa juga telah mengantarkan nama UNUSIDA ke panggung internasional, termasuk melalui aktivitas dan kompetisi di sejumlah negara.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan UNUSIDA di kawasan Sidoarjo tidak menjadi penghalang untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.

Semangat untuk menjadi generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter, turut ditegaskan Ketua PCNU Kabupaten Sidoarjo, Kiai Haji Zainal Abidin. Dalam sambutannya, ia mengingatkan mahasiswa bahwa dunia membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan akademik.

“Sekarang mencari wong pintar akeh, tetapi golek wong bener iku angel,” ungkapnya.

Karena itu, mahasiswa UNUSIDA diharapkan mampu menjadi pribadi yang memiliki kompetensi sekaligus integritas. Masa muda, menurutnya, merupakan kesempatan emas untuk membangun diri, mengembangkan bakat, memperluas jejaring, mengikuti organisasi, dan mencetak prestasi.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan masa kuliah dengan aktivitas yang tidak produktif. Mahasiswa didorong untuk memiliki target akademik dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

“Tanamkan dalam dada: saya harus berhasil, saya harus sukses, saya harus menjadi generasi yang tangguh dan militan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Rido Prasetyo, S.STP., M.AP., yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, mahasiswa merupakan generasi muda yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Sidoarjo. Karena itu, mahasiswa harus memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperluas wawasan, mengasah kompetensi, membangun karakter, dan berani berinovasi.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga terus memberikan dukungan melalui berbagai program pendidikan, termasuk program beasiswa tahun 2026 yang menyediakan ribuan kuota penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan.

Rido juga mengajak mahasiswa untuk memperluas jejaring. Tidak hanya membangun relasi di lingkungan kampus, mahasiswa juga didorong menjalin pertemanan dan kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sidoarjo.

“Jangan takut menghadapi perubahan, karena setiap perubahan adalah kesempatan untuk tumbuh dan berkarya,” pesannya.

Melalui PKKMB 2026/2027, UNUSIDA ingin memastikan bahwa perjalanan mahasiswa dimulai dengan fondasi yang kuat. Tradisi menjadi akar, ilmu menjadi bekal, karakter menjadi kekuatan, teknologi menjadi sarana, dan prestasi menjadi tujuan.

Dari kampus yang berakar kuat pada nilai Nahdlatul Ulama, UNUSIDA terus menyiapkan generasi muda yang unggul, berakhlak, adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

PKKMB bukan sekadar penyambutan mahasiswa baru. Ini adalah langkah pertama menuju perjalanan besar untuk tumbuh, berkarya, dan membawa nama UNUSIDA semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

KKN UNUSIDA Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Sentul melalui Konten Kreatif, Google Maps, dan QRIS 4

KKN UNUSIDA Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Sentul melalui Konten Kreatif, Google Maps, dan QRIS

Sidoarjo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Kali ini, mahasiswa KKN UNUSIDA berupaya mendorong transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, melalui program pendampingan digitalisasi UMKM.

Program tersebut menyasar lima pelaku UMKM di Desa Sentul dengan memberikan pendampingan dalam pembuatan konten kreatif, pendaftaran lokasi usaha melalui Google Maps, serta pembuatan QRIS sebagai sarana pembayaran digital. Kegiatan mulai dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026 hingga selesai dengan pendekatan langsung kepada para pelaku usaha di lokasi masing-masing.

Pendampingan digitalisasi ini menjadi bagian dari rangkaian program KKN UNUSIDA yang berkelanjutan dalam membantu meningkatkan potensi UMKM Desa Sentul. Sebelumnya, mahasiswa KKN telah melaksanakan program pembuatan dan pemasangan banner bagi pelaku UMKM. Jika kegiatan sebelumnya berfokus pada penguatan identitas usaha dan media promosi secara fisik, program lanjutan ini diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan kemudahan pelayanan kepada konsumen.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNUSIDA mendatangi rumah atau lokasi usaha masing-masing pelaku UMKM. Pendampingan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan setiap usaha. Mahasiswa membantu proses pengambilan video produk, memberikan pendampingan pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, serta membantu pelaku UMKM dalam proses pembuatan QRIS.

Salah satu kegiatan utama adalah pembuatan konten kreatif. Mahasiswa mengambil video berbagai produk dan barang dagangan yang dimiliki oleh pelaku UMKM. Materi visual tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan promosi melalui berbagai media digital. Dengan adanya konten yang lebih menarik, produk UMKM diharapkan dapat lebih mudah dikenalkan kepada masyarakat dan menjangkau calon konsumen yang lebih luas.

Pemanfaatan konten kreatif menjadi salah satu langkah penting bagi pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan pola pemasaran yang semakin berkembang. Tidak hanya mengandalkan promosi secara langsung, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan produk, menampilkan keunggulan usaha, serta membangun daya tarik kepada calon konsumen.

Selain membantu pembuatan konten, mahasiswa KKN UNUSIDA juga memberikan pendampingan dalam mendaftarkan lokasi UMKM melalui Google Maps. Langkah tersebut dilakukan agar keberadaan usaha dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat, terutama calon konsumen yang berada di sekitar Desa Sentul dan wilayah sekitarnya.

Dengan tercantumnya lokasi usaha pada Google Maps, konsumen dapat memperoleh informasi mengenai keberadaan UMKM sekaligus mendapatkan petunjuk menuju lokasi usaha. Kehadiran informasi lokasi secara digital diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan aksesibilitas dan peluang mendapatkan konsumen baru.

Pendampingan berikutnya dilakukan melalui pembuatan QRIS bagi lima pelaku UMKM yang menjadi sasaran program. Penggunaan QRIS memberikan alternatif pembayaran secara non-tunai yang lebih praktis bagi konsumen. Di tengah meningkatnya penggunaan transaksi digital, keberadaan QRIS dapat membantu pelaku UMKM menyediakan pilihan pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumen saat ini.

Proses pendampingan dilakukan secara langsung sehingga para pelaku UMKM dapat memahami tahapan pemanfaatan fasilitas digital tersebut. Mahasiswa tidak hanya membantu dalam proses pembuatan, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai fungsi dan manfaat dari setiap fasilitas digital yang diterapkan.

Antusiasme pelaku UMKM terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pelaku usaha menyambut baik pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN UNUSIDA karena mendapatkan kesempatan untuk mengenal sekaligus memanfaatkan teknologi digital yang dapat mendukung kegiatan usaha mereka.

Pendekatan secara langsung juga memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk mengikuti proses pendampingan tanpa harus meninggalkan aktivitas usaha. Mahasiswa dapat menyesuaikan waktu dan kondisi di lapangan sehingga proses digitalisasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan yang saling berkesinambungan, mulai dari pembuatan dan pemasangan banner hingga pendampingan konten kreatif, Google Maps, dan QRIS, mahasiswa berupaya membantu UMKM Desa Sentul agar semakin siap menghadapi perkembangan teknologi.

Digitalisasi tidak hanya memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas pemasaran, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, UMKM diharapkan mampu membangun keberadaan usaha yang lebih mudah ditemukan, dipromosikan, dan diakses oleh masyarakat.

Melalui program pendampingan tersebut, lima UMKM Desa Sentul diharapkan dapat memanfaatkan hasil kegiatan secara berkelanjutan. Konten kreatif dapat digunakan untuk mendukung promosi, Google Maps membantu meningkatkan kemudahan akses lokasi, sedangkan QRIS memberikan pilihan transaksi non-tunai bagi konsumen.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendorong UMKM Desa Sentul agar semakin adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing di era digital. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan KKN, tetapi juga meninggalkan dampak positif yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri.

Surat Pemberitahuan Perpanjangan Waktu Pembayaran Biaya Wisuda X UNUSIDA 2026

Berikut kami sampaikan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Waktu Pembayaran Biaya Wisuda X UNUSIDA 2026, informasi lebih lanjut sebagai berikut:

PERPANJANGAN WAKTU PEMBAYARAN BIAYA WISUDA X UNUSIDA