KKN UNUSIDA Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Sentul melalui Konten Kreatif, Google Maps, dan QRIS 1

KKN UNUSIDA Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Sentul melalui Konten Kreatif, Google Maps, dan QRIS

Sidoarjo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Kali ini, mahasiswa KKN UNUSIDA berupaya mendorong transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, melalui program pendampingan digitalisasi UMKM.

Program tersebut menyasar lima pelaku UMKM di Desa Sentul dengan memberikan pendampingan dalam pembuatan konten kreatif, pendaftaran lokasi usaha melalui Google Maps, serta pembuatan QRIS sebagai sarana pembayaran digital. Kegiatan mulai dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026 hingga selesai dengan pendekatan langsung kepada para pelaku usaha di lokasi masing-masing.

Pendampingan digitalisasi ini menjadi bagian dari rangkaian program KKN UNUSIDA yang berkelanjutan dalam membantu meningkatkan potensi UMKM Desa Sentul. Sebelumnya, mahasiswa KKN telah melaksanakan program pembuatan dan pemasangan banner bagi pelaku UMKM. Jika kegiatan sebelumnya berfokus pada penguatan identitas usaha dan media promosi secara fisik, program lanjutan ini diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan kemudahan pelayanan kepada konsumen.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNUSIDA mendatangi rumah atau lokasi usaha masing-masing pelaku UMKM. Pendampingan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan setiap usaha. Mahasiswa membantu proses pengambilan video produk, memberikan pendampingan pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, serta membantu pelaku UMKM dalam proses pembuatan QRIS.

Salah satu kegiatan utama adalah pembuatan konten kreatif. Mahasiswa mengambil video berbagai produk dan barang dagangan yang dimiliki oleh pelaku UMKM. Materi visual tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan promosi melalui berbagai media digital. Dengan adanya konten yang lebih menarik, produk UMKM diharapkan dapat lebih mudah dikenalkan kepada masyarakat dan menjangkau calon konsumen yang lebih luas.

Baca juga:  HMTI UNUSIDA Sukses Gelar Webinar Nasional ERP, Bekali Peserta Hadapi Transformasi Digital Bisnis

Pemanfaatan konten kreatif menjadi salah satu langkah penting bagi pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan pola pemasaran yang semakin berkembang. Tidak hanya mengandalkan promosi secara langsung, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan produk, menampilkan keunggulan usaha, serta membangun daya tarik kepada calon konsumen.

Selain membantu pembuatan konten, mahasiswa KKN UNUSIDA juga memberikan pendampingan dalam mendaftarkan lokasi UMKM melalui Google Maps. Langkah tersebut dilakukan agar keberadaan usaha dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat, terutama calon konsumen yang berada di sekitar Desa Sentul dan wilayah sekitarnya.

Dengan tercantumnya lokasi usaha pada Google Maps, konsumen dapat memperoleh informasi mengenai keberadaan UMKM sekaligus mendapatkan petunjuk menuju lokasi usaha. Kehadiran informasi lokasi secara digital diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan aksesibilitas dan peluang mendapatkan konsumen baru.

Pendampingan berikutnya dilakukan melalui pembuatan QRIS bagi lima pelaku UMKM yang menjadi sasaran program. Penggunaan QRIS memberikan alternatif pembayaran secara non-tunai yang lebih praktis bagi konsumen. Di tengah meningkatnya penggunaan transaksi digital, keberadaan QRIS dapat membantu pelaku UMKM menyediakan pilihan pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumen saat ini.

Proses pendampingan dilakukan secara langsung sehingga para pelaku UMKM dapat memahami tahapan pemanfaatan fasilitas digital tersebut. Mahasiswa tidak hanya membantu dalam proses pembuatan, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai fungsi dan manfaat dari setiap fasilitas digital yang diterapkan.

Antusiasme pelaku UMKM terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pelaku usaha menyambut baik pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN UNUSIDA karena mendapatkan kesempatan untuk mengenal sekaligus memanfaatkan teknologi digital yang dapat mendukung kegiatan usaha mereka.

Pendekatan secara langsung juga memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk mengikuti proses pendampingan tanpa harus meninggalkan aktivitas usaha. Mahasiswa dapat menyesuaikan waktu dan kondisi di lapangan sehingga proses digitalisasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Baca juga:  Kajian Nashoihul ‘Ibad: Menguatkan Ilmu, Amal, Kompetensi, dan Moral dalam Kehidupan

Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan yang saling berkesinambungan, mulai dari pembuatan dan pemasangan banner hingga pendampingan konten kreatif, Google Maps, dan QRIS, mahasiswa berupaya membantu UMKM Desa Sentul agar semakin siap menghadapi perkembangan teknologi.

Digitalisasi tidak hanya memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas pemasaran, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, UMKM diharapkan mampu membangun keberadaan usaha yang lebih mudah ditemukan, dipromosikan, dan diakses oleh masyarakat.

Melalui program pendampingan tersebut, lima UMKM Desa Sentul diharapkan dapat memanfaatkan hasil kegiatan secara berkelanjutan. Konten kreatif dapat digunakan untuk mendukung promosi, Google Maps membantu meningkatkan kemudahan akses lokasi, sedangkan QRIS memberikan pilihan transaksi non-tunai bagi konsumen.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendorong UMKM Desa Sentul agar semakin adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing di era digital. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan KKN, tetapi juga meninggalkan dampak positif yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri.