POKER FKIP UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak 1

POKER FKIP UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak

Sidoarjo, 15 September 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyambut mahasiswa baru melalui kegiatan Pekan Orientasi Keguruan (POKER) FKIP 2026. Mengusung tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk membangun karakter, semangat belajar, serta rasa memiliki mahasiswa baru terhadap fakultas dan program studi.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 diikuti sebanyak 120 mahasiswa, yang terdiri atas mahasiswa reguler dan mahasiswa dari mitra. Kehadiran seluruh peserta menjadi bagian penting dalam mengawali perjalanan akademik mereka sebagai calon pendidik yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas, kepedulian, dan kesiapan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana POKER FKIP 2026, Ruri Fadhilah Kurniati, S.Hum., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh 120 peserta dari mahasiswa reguler dan mitra. Jumlah tersebut menunjukkan antusiasme mahasiswa baru dalam mengikuti rangkaian pengenalan kehidupan akademik di lingkungan FKIP UNUSIDA.

“Kegiatan POKER FKIP 2026 diikuti sebanyak 120 peserta yang terdiri dari mahasiswa reguler dan mitra,” ungkap Ruri.

POKER tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan fakultas, memahami budaya akademik, serta membangun hubungan yang positif dengan sesama mahasiswa maupun civitas akademika. Proses pengenalan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa nyaman sekaligus rasa memiliki terhadap FKIP UNUSIDA.

Dekan FKIP UNUSIDA dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru FKIP 2026. Ia menegaskan bahwa POKER memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengenal lebih dekat lingkungan fakultas dan program studi yang akan menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka.

Menurutnya, rasa memiliki terhadap fakultas perlu dibangun sejak mahasiswa pertama kali bergabung. Rasa memiliki tersebut dapat diwujudkan melalui sikap menjaga nama baik fakultas dan program studi, menunjukkan perilaku positif, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.

“Jadilah mahasiswa yang berprestasi dan membanggakan,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan kepada mahasiswa baru FKIP 2026.

Dekan juga memberikan motivasi agar mahasiswa FKIP mampu mempersiapkan diri menjadi calon guru yang profesional, adaptif, inovatif, serta memiliki karakter yang kuat. Tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang membutuhkan pendidik yang mampu mengikuti perubahan, memanfaatkan perkembangan teknologi, serta menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran.

Selain kompetensi profesional, mahasiswa FKIP juga diharapkan memiliki identitas dan nilai-nilai yang kuat dengan tetap bercirikan Ahlussunah wal Jama’ah An Nahdhiyah. Nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus membangun kepribadian sebagai calon pendidik yang berintegritas dan beradab.

Pesan motivasi juga disampaikan oleh Dr. Ali Masykuri kepada seluruh mahasiswa FKIP. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak merasa minder dalam menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.

Mahasiswa baru didorong untuk memiliki keberanian dalam mengembangkan potensi diri, aktif berkomunikasi, serta tidak ragu untuk mengambil kesempatan yang tersedia di lingkungan kampus. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar dan keterlibatan aktif dalam berbagai aktivitas.

“Mahasiswa FKIP jangan minder. Harus semangat untuk belajar dan proaktif dalam segala hal,” pesannya.

Semangat tersebut sejalan dengan tema POKER FKIP 2026 yang menekankan tiga kata kunci utama, yakni berkarakter, berkarya, dan berdampak. Berkarakter berarti mahasiswa mampu membangun integritas dan kepribadian yang baik. Berkarya berarti mahasiswa berani menghasilkan gagasan, inovasi, dan prestasi. Sementara berdampak berarti setiap kompetensi dan karya yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui POKER FKIP 2026, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal kampus sebagai tempat menempuh pendidikan, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang untuk bertumbuh, berproses, dan mengembangkan potensi diri.

Dengan semangat kebersamaan dan optimisme, 120 mahasiswa baru FKIP UNUSIDA diharapkan mampu menapaki perjalanan akademiknya dengan penuh percaya diri. Mereka diproyeksikan menjadi generasi pendidik yang siap menghadapi perubahan zaman, menjunjung tinggi nilai profesionalisme, terus menghasilkan karya, serta memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 pun menjadi langkah awal untuk menyalakan semangat generasi pendidik masa depan—berkarakter dalam sikap, berkarya dalam proses, dan berdampak melalui kontribusi nyata.

Bangkitkan Potensi, Raih Prestasi: Dekan FE UNUSIDA Dorong Mahasiswa Baru Menjadi Generasi Unggul 2

Bangkitkan Potensi, Raih Prestasi: Dekan FE UNUSIDA Dorong Mahasiswa Baru Menjadi Generasi Unggul

SIDOARJO – Memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar berpindah dari bangku sekolah menuju ruang perkuliahan. Bagi mahasiswa baru, momentum tersebut merupakan awal dari sebuah perjalanan panjang untuk membangun kompetensi, karakter, pengalaman, jejaring, sekaligus menentukan arah masa depan. Pandangan tersebut menjadi salah satu gagasan yang disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., dalam rangkaian kegiatan HARMONIKAFE Fakultas Ekonomi Tahun 2026.

Bagi Dr. Hj. Muhafidhah Novie, kehadiran mahasiswa baru di lingkungan Fakultas Ekonomi merupakan sebuah awal yang harus disambut dengan optimisme. Mahasiswa tidak hanya datang untuk mengikuti perkuliahan dan memperoleh gelar akademik, tetapi juga memasuki lingkungan yang memberikan ruang luas untuk belajar, berkembang, berorganisasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Karena itu, HARMONIKAFE dipandang bukan hanya sebagai kegiatan seremonial penyambutan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kedekatan antara mahasiswa baru dengan lingkungan Fakultas Ekonomi sekaligus memberikan gambaran mengenai perjalanan yang akan mereka tempuh selama berada di perguruan tinggi.

Menurut Dr. Hj. Muhafidhah Novie, mahasiswa baru perlu mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Setiap materi, arahan, dan pengalaman yang diberikan harus dipandang sebagai bagian dari proses pembentukan diri.

Dua hari pertama di lingkungan kampus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik, memahami lingkungan perguruan tinggi, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan selama masa studi. Apa yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi menjadi bekal yang terus diterapkan dalam kehidupan perkuliahan.

“Selamat datang dan selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo,” menjadi pesan penting yang disampaikan kepada mahasiswa baru.

Namun, sambutan tersebut tidak berhenti pada ucapan selamat datang. Ada harapan besar yang disematkan kepada generasi baru Fakultas Ekonomi.

Dr. Hj. Muhafidhah Novie berharap mahasiswa baru mampu menjadi mahasiswa yang berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi tidak hanya diukur dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga dari kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan potensi, mengikuti kompetisi, aktif berorganisasi, melakukan penelitian, membangun kreativitas, serta memberikan kontribusi positif.

Untuk mencapai hal tersebut, mahasiswa perlu berani keluar dari zona nyaman. Lingkungan kampus harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk mencoba berbagai pengalaman baru. Mahasiswa dapat bergabung dalam organisasi, mengikuti kegiatan kemahasiswaan, berpartisipasi dalam kompetisi, maupun mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Bagi Dekan Fakultas Ekonomi, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk memahami dan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Tri Dharma tidak seharusnya dipahami sebagai konsep yang hanya melekat pada dosen dan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan bagian penting dari ekosistem akademik yang memiliki kesempatan untuk terlibat di dalamnya.

Dalam bidang pendidikan, mahasiswa dituntut untuk serius mengikuti proses pembelajaran. Dalam penelitian, mahasiswa didorong untuk memiliki rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis. Sementara dalam pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan ilmu yang dimiliki untuk memberikan manfaat nyata.

Gagasan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada proses pembentukan manusia yang berkualitas.

Dr. Hj. Muhafidhah Novie juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab mahasiswa selama menjalani masa studi. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjalani proses.

Mahasiswa harus memiliki komitmen untuk belajar, aktif mengikuti kegiatan, menjaga kedisiplinan, serta bertanggung jawab terhadap pilihan yang telah diambil.

Di sisi lain, Fakultas Ekonomi berkomitmen memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik kepada mahasiswa. Dukungan dari dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan mahasiswa.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas untuk membantu mahasiswa mencapai salah satu target penting dalam perjalanan pendidikan, yaitu lulus tepat waktu dengan prestasi yang membanggakan.

Namun, lulus tepat waktu bukan satu-satunya tujuan. Lebih jauh, mahasiswa diharapkan mampu meninggalkan kampus dengan membawa kompetensi, karakter, pengalaman, dan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan profesional maupun sosial.

Dengan demikian, HARMONIKAFE menjadi sebuah titik awal. Dari kegiatan inilah mahasiswa mulai mengenal keluarga besar Fakultas Ekonomi, memahami lingkungan akademik, membangun relasi, dan mempersiapkan diri untuk menjalani perjalanan pendidikan.

Pesan Dr. Hj. Muhafidhah Novie kepada mahasiswa baru pada akhirnya merupakan ajakan untuk menjadikan masa kuliah sebagai kesempatan terbaik untuk bertumbuh.

Belajar dengan sungguh-sungguh, aktif mengembangkan diri, berani meraih prestasi, memahami Tri Dharma, serta membangun karakter yang kuat merupakan fondasi yang perlu dimiliki mahasiswa sejak awal.

HARMONIKAFE 2026 diharapkan menjadi langkah pertama menuju perjalanan akademik yang penuh pengalaman dan prestasi. Sebab, mahasiswa yang baik bukan hanya mereka yang mampu menyelesaikan studinya, tetapi juga mereka yang mampu tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kompetensi, karakter, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Bagi Fakultas Ekonomi UNUSIDA, mahasiswa baru bukan sekadar peserta didik baru. Mereka adalah generasi penerus yang dipersiapkan untuk menjadi insan akademik, profesional, entrepreneur, dan pemimpin masa depan.

Karena itu, perjalanan menuju kesuksesan harus dimulai sejak hari pertama.

Selamat datang mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNUSIDA. Mari belajar, bertumbuh, berprestasi, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih berdampak.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

PLT Rektor UNUSIDA Dorong Transformasi Mahasiswa Ekonomi: Asah Curiosity dan Siap Taklukkan Dunia Kerja Digital 3

PLT Rektor UNUSIDA Dorong Transformasi Mahasiswa Ekonomi: Asah Curiosity dan Siap Taklukkan Dunia Kerja Digital

SIDOARJO – Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan besar terhadap dunia pendidikan maupun dunia kerja. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dalam kegiatan HARMONIKAFE Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun 2026.

Dalam kegiatan tersebut, PLT Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Fakultas Ekonomi agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu beradaptasi, berpikir kritis, berinovasi, dan menciptakan peluang di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Mengawali penyampaiannya, PLT Rektor mengajak mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik dan para pimpinan yang akan mendampingi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di UNUSIDA. Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika yang telah mendukung pelaksanaan HARMONIKAFE.

Di hadapan mahasiswa baru, PLT Rektor kemudian mengangkat sebuah pertanyaan penting mengenai kesiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja.

“Mengapa kita perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang begitu cepat?”

Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk untuk membahas karakter generasi saat ini yang sangat dekat dengan perkembangan teknologi digital.

Mahasiswa saat ini dikenal sebagai bagian dari Generasi Z, yaitu generasi yang tumbuh ketika teknologi digital, internet, media sosial, dan perangkat pintar telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

PLT Rektor juga memperkenalkan konsep digital immigrant dan digital native. Digital immigrant merupakan generasi yang tumbuh sebelum teknologi digital berkembang secara masif, sedangkan digital native merupakan generasi yang sejak kecil telah terbiasa dengan teknologi digital.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa saat ini memiliki keunggulan karena tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi. Namun, kedekatan dengan teknologi tidak secara otomatis menjamin keberhasilan seseorang.

Menurut PLT Rektor, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan yang lebih fundamental dan tidak mudah tergantikan oleh teknologi.

Salah satu kemampuan tersebut adalah curiosity atau rasa ingin tahu.

“Curiosity” menjadi kata kunci yang ditekankan dalam pembekalan tersebut. Mahasiswa didorong untuk memiliki keberanian bertanya, membaca, mencoba, mencari informasi, dan memahami sesuatu secara lebih mendalam.

Rasa ingin tahu yang tinggi akan membuat mahasiswa tidak mudah merasa cukup dengan pengetahuan yang dimiliki.

Mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui sebuah informasi. Mereka harus memiliki keberanian untuk bertanya lebih jauh: Apa yang belum saya pahami? Apa yang bisa saya pelajari? Dan bagaimana pengetahuan tersebut dapat saya terapkan?

PLT Rektor juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah banyak pekerjaan. Otomatisasi, aplikasi digital, dan AI semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang, termasuk bidang ekonomi dan akuntansi.

Berbagai aktivitas yang sebelumnya membutuhkan pekerjaan manual manusia kini dapat dilakukan dengan bantuan aplikasi dan sistem digital. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Karena itu, mahasiswa tidak boleh hanya mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan. Mereka harus membangun kemampuan untuk menciptakan pekerjaan dan peluang baru.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi didorong untuk mempersiapkan diri menjadi entrepreneur, profesional, akademisi, pemimpin, maupun problem solver yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Selain curiosity, mahasiswa juga perlu membangun growth mindset, yaitu pola pikir untuk terus belajar dan berkembang. Kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyerah, tetapi dapat menjadi pengalaman yang memberikan pembelajaran.

PLT Rektor juga menekankan pentingnya kebiasaan membaca, berpikir, berdiskusi, membangun relasi, menguasai teknologi, mempelajari bahasa, serta aktif mengikuti organisasi dan kegiatan kampus.

Menurutnya, mahasiswa harus mampu melihat perubahan sebagai peluang untuk berkembang.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang pandai menghafal. Jadilah mahasiswa yang mampu berpikir,” menjadi pesan yang relevan bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan.

Lebih lanjut, mahasiswa juga diajak membangun pola pikir yang berorientasi pada masa depan. Dunia kerja akan terus berubah, begitu pula dengan teknologi, model bisnis, dan kebutuhan kompetensi.

Oleh sebab itu, mahasiswa harus mulai mempersiapkan diri sejak berada di bangku kuliah.

“Dunia tidak akan menunggu kita siap. Dunia akan terus bergerak,” pesan PLT Rektor kepada mahasiswa.

Melalui HARMONIKAFE, Fakultas Ekonomi UNUSIDA berupaya memberikan pengalaman awal yang bermakna kepada mahasiswa baru. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi titik awal pembentukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta keberanian menghadapi perubahan.

PLT Rektor berharap mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA mampu menjadi generasi yang aktif belajar, berani mencoba, mampu berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Masa depan bukan sesuatu yang hanya kita tunggu. Masa depan adalah sesuatu yang kita persiapkan dan kita ciptakan mulai hari ini.”

Pesan tersebut menjadi penutup sekaligus motivasi bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNUSIDA untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang bertumbuh, membangun kompetensi, meraih prestasi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu menciptakan perubahan.

Dengan semangat HARMONIKAFE, mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNUSIDA diharapkan mampu bertransformasi menjadi generasi yang adaptif, inovatif, berprestasi, dan siap menaklukkan tantangan dunia kerja di era digital.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

HARMONIKAFE FE UNUSIDA 2026: Bangkitkan Semangat, Asah Curiosity, Cetak Mahasiswa Berprestasi dan Siap Hadapi Dunia Kerja 4

HARMONIKAFE FE UNUSIDA 2026: Bangkitkan Semangat, Asah Curiosity, Cetak Mahasiswa Berprestasi dan Siap Hadapi Dunia Kerja

SIDOARJO – Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyambut mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui kegiatan HARMONIKAFE Fakultas Ekonomi Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus membekali mahasiswa baru dengan wawasan, motivasi, dan kesiapan menghadapi kehidupan akademik serta dunia kerja yang terus berkembang.

HARMONIKAFE tidak hanya menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan lingkungan akademik, membangun karakter, memperkuat rasa memiliki terhadap almamater, serta menumbuhkan semangat mahasiswa untuk berprestasi sejak awal perjalanan mereka di perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, perwakilan Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru Fakultas Ekonomi. Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperoleh ilmu, pengalaman, relasi, serta keterampilan yang akan menjadi bekal penting selama menempuh pendidikan.

Mahasiswa juga diajak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Berbagai materi dan pengalaman yang diberikan dalam kegiatan HARMONIKAFE diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalani proses perkuliahan selama kurang lebih empat tahun ke depan.

Selain berfokus pada kemampuan akademik, mahasiswa didorong untuk aktif mengembangkan soft skill melalui organisasi, kegiatan kemahasiswaan, kompetisi, serta berbagai aktivitas positif lainnya. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi individu yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kemampuan bekerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Pesan tersebut semakin diperkuat oleh PLT Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo yang menyampaikan materi mengenai tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan dunia kerja.

Dalam materinya, PLT Rektor mengajak mahasiswa memahami karakteristik generasi saat ini yang tumbuh berdampingan dengan teknologi. Mahasiswa sebagai generasi digital native memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan smartphone, internet, media sosial, dan berbagai aplikasi digital.

Namun, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup untuk menghadapi masa depan. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan yang tidak mudah tergantikan oleh teknologi, salah satunya adalah curiosity atau rasa ingin tahu.

Curiosity menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kapasitas diri. Mahasiswa didorong untuk memiliki keberanian bertanya, membaca, mencari informasi, mencoba hal baru, serta menggali persoalan secara lebih mendalam.

Rasa ingin tahu yang tinggi akan mendorong mahasiswa untuk terus belajar dan beradaptasi. Hal tersebut menjadi semakin penting karena perkembangan teknologi, otomatisasi, dan artificial intelligence (AI) mulai memberikan perubahan signifikan terhadap berbagai jenis pekerjaan.

Kondisi tersebut menuntut mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berinovasi, beradaptasi, serta menciptakan peluang baru.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi juga diajak membangun growth mindset, yaitu pola pikir yang memandang kemampuan sebagai sesuatu yang dapat terus dikembangkan. Kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti, tetapi dapat dijadikan pengalaman dan pembelajaran untuk menjadi lebih baik.

Mahasiswa juga diingatkan agar tidak hanya memiliki orientasi untuk mencari pekerjaan setelah lulus. Lebih dari itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri untuk menjadi profesional, entrepreneur, pemimpin, maupun individu yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan solusi bagi masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia berharap mahasiswa dapat menjalani proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan masa studi untuk mengembangkan potensi dan meraih berbagai prestasi.

Mahasiswa juga diarahkan untuk memahami dan mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Harapan saya, mahasiswa baru ini menjadi mahasiswa yang berprestasi,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi.

Untuk mencapai prestasi tersebut, mahasiswa diharapkan aktif memanfaatkan berbagai kesempatan yang diberikan kampus. Tidak hanya melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui organisasi mahasiswa, kompetisi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan pengembangan diri.

Fakultas Ekonomi UNUSIDA berkomitmen memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik bagi mahasiswa selama menjalani proses pendidikan. Dukungan dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, serta lingkungan akademik diharapkan mampu membantu mahasiswa berkembang secara optimal hingga menyelesaikan studi dengan baik.

HARMONIKAFE Fakultas Ekonomi Tahun 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi titik awal untuk membangun generasi mahasiswa yang berkarakter, berprestasi, memiliki curiosity tinggi, adaptif terhadap teknologi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Melalui semangat kebersamaan dan pembekalan yang diberikan, mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNUSIDA diharapkan mampu menjadikan perjalanan akademiknya sebagai proses untuk terus belajar, bertumbuh, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selamat datang mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNUSIDA 2026. Saatnya membangun harmoni, menumbuhkan prestasi, dan menciptakan masa depan yang berdampak.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

Inspiratif! Dhado Achmad, Alumni UNUSIDA yang Sukses Berkontribusi di Badan Gizi Nasional 5

Inspiratif! Dhado Achmad, Alumni UNUSIDA yang Sukses Berkontribusi di Badan Gizi Nasional

Sidoarjo – Perjalanan pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya tentang menyelesaikan perkuliahan dan meraih gelar akademik. Lebih dari itu, masa kuliah menjadi proses untuk membangun pengalaman, mengasah kemampuan, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional. Hal tersebut tercermin dalam perjalanan Dhado Achmad, S.Kom, alumni Program Studi Sistem Informasi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2022.

Setelah menyelesaikan pendidikan di UNUSIDA, Dhado Achmad melanjutkan perjalanan karier hingga kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada Badan Gizi Nasional di Jakarta. Perjalanan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan alumni untuk berkiprah di dunia kerja.

Bagi Dhado, menjadi alumni UNUSIDA bukan sekadar status setelah menyelesaikan pendidikan. Masa perkuliahan memberikan pengalaman yang membekas sekaligus menjadi ruang untuk tumbuh sebagai pribadi. Berbagai proses pembelajaran yang dijalani selama kuliah menjadi bekal untuk menghadapi tantangan dan peluang setelah lulus.

“Menjadi alumni UNUSIDA memberikan pengalaman dan motivasi yang sangat berkesan bagi saya. Ilmu dan pembelajaran yang diperoleh menjadi bekal untuk terus berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat,” ungkap Dhado.

Menurutnya, proses pendidikan tidak berhenti ketika seseorang menerima ijazah. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah justru menjadi dasar untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia profesional. Kemampuan untuk berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat menjadi nilai yang terus dibawa dalam perjalanan karier.

Sebagai lulusan Sistem Informasi, Dhado memperoleh pengalaman akademik yang berkaitan dengan teknologi informasi, sistem, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung berbagai kebutuhan. Namun, perjalanan karier juga membutuhkan kemampuan lain yang berkembang melalui pengalaman, interaksi, serta proses menghadapi berbagai situasi di luar ruang kelas.

Pengalaman selama menjadi mahasiswa menjadi bagian dari proses tersebut. Lingkungan kampus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar bertanggung jawab, membangun komunikasi, bekerja sama, serta meningkatkan kepercayaan diri. Berbagai pengalaman itu kemudian menjadi modal yang dapat diterapkan ketika memasuki dunia kerja dan menjalankan tanggung jawab profesional.

Kini, Dhado menjalankan peran sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Badan Gizi Nasional, Jakarta. Posisi tersebut menghadirkan tanggung jawab yang berkaitan dengan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Peran tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi dan pengalaman alumni dapat berkembang ke berbagai bidang pengabdian dan pekerjaan.

Perjalanan Dhado menjadi pengingat bahwa latar belakang pendidikan merupakan salah satu fondasi dalam membangun karier. Namun, keberhasilan dalam menjalani dunia profesional juga membutuhkan kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di UNUSIDA, kisah Dhado dapat menjadi motivasi bahwa proses yang dijalani selama kuliah memiliki nilai penting untuk masa depan. Setiap pengalaman, pembelajaran, tugas, diskusi, maupun kesempatan yang diperoleh selama menjadi mahasiswa dapat menjadi bekal ketika nantinya memasuki dunia kerja.

Dhado juga memandang UNUSIDA sebagai bagian dari proses pembentukan dirinya. Kampus tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan karakter dan mempersiapkan mahasiswa agar mampu memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

“UNUSIDA, tempat tumbuh untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berdampak,” tuturnya.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat UNUSIDA dalam mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Alumni menjadi salah satu representasi dari proses pendidikan yang berlangsung di kampus.

Perjalanan Dhado Achmad dari mahasiswa Sistem Informasi hingga dipercaya menjadi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Badan Gizi Nasional menjadi kisah inspiratif tentang pentingnya proses, pengalaman, dan kemauan untuk terus berkembang. Pendidikan yang ditempuh menjadi fondasi, sementara pengalaman menjadi ruang untuk mengasah kemampuan dan membentuk karakter.

Kisah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan setelah lulus dapat membawa setiap alumni menuju bidang pengabdian yang beragam. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan semangat untuk terus belajar, alumni UNUSIDA diharapkan mampu mengambil peran di berbagai sektor serta menghadirkan manfaat yang nyata.

Melalui program Inspirasi Alumni, UNUSIDA terus menghadirkan cerita perjalanan para lulusan sebagai sumber motivasi bagi mahasiswa dan calon mahasiswa. Kisah Dhado Achmad menjadi salah satu bukti bahwa perjalanan pendidikan dapat menjadi langkah awal untuk tumbuh, berkembang, berkarya, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Plt. Rektor UNUSIDA saat menandatangani MoU dan PKS bersama Mitra Pegadaian (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan Pegadaian, Perkuat Sinergi dan Buka Peluang Layanan Keuangan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) Area Surabaya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait layanan Tabungan Emas dan Arrum Multiguna di Ruang Pertemuan Gedung B, Kampus UNUSIDA Lingkar Timur, Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).

Layanan Tabungan Emas menjadi salah satu bentuk akses investasi yang dapat dikenalkan kepada civitas akademika, sementara layanan Arrum Multiguna membuka peluang pemanfaatan layanan pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyampaikan bahwa kerja sama yang telah terjalin diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan. Menurutnya, penandatanganan MoU dan PKS bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu pembuka untuk menghadirkan manfaat nyata melalui implementasi program bersama.

“Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. MoU dan PKS yang telah disepakati harus dapat berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi civitas akademika UNUSIDA,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sebuah kemitraan akan memiliki arti lebih besar ketika diwujudkan dalam berbagai kegiatan dan program yang dapat dirasakan manfaatnya. Oleh karena itu, UNUSIDA berharap sinergi dengan Pegadaian dapat terus berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh civitas akademika.

Lebih lanjut, Dr. Hadi Ismanto berharap kolaborasi tersebut dapat turut mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan kampus. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki oleh civitas akademika dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan semakin beragamnya layanan keuangan.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap civitas akademika UNUSIDA dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai layanan keuangan sekaligus memiliki pemahaman yang baik dalam memanfaatkannya secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya.

Kerja sama antara UNUSIDA dan Pegadaian menjadi langkah strategis dalam mempertemukan potensi dunia pendidikan dengan dunia industri. Perguruan tinggi memiliki peran dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki wawasan luas, sementara dunia industri dapat menjadi mitra dalam memberikan pengalaman, pengetahuan, serta akses terhadap berbagai layanan yang relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks layanan keuangan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang pembelajaran bagi civitas akademika untuk mengenal lebih dekat berbagai pilihan dan layanan keuangan. Dengan meningkatnya pemahaman, mahasiswa dan civitas akademika diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, terukur, dan sesuai kebutuhan.

Penguatan literasi keuangan juga menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kemandirian. Pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan dapat membantu seseorang dalam merencanakan kebutuhan, menentukan prioritas, serta memanfaatkan layanan keuangan secara bertanggung jawab.

Melalui kemitraan ini, ia mendorong untuk dapat menghadirkan program-program yang memberikan nilai tambah bagi civitas akademika. Tidak hanya berorientasi pada kemudahan akses terhadap layanan, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat membuka kesempatan untuk berbagai kegiatan edukatif yang mampu memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas mahasiswa.

Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri juga memiliki peran penting dalam menjawab tantangan perkembangan zaman. Dunia pendidikan tidak dapat berjalan sendiri dalam mempersiapkan generasi yang siap menghadapi perubahan. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan wawasan yang lebih luas.

“Bagi kami, perluasan jejaring kemitraan menjadi salah satu upaya untuk terus menghadirkan peluang kolaborasi yang berdampak. Kerja sama dengan berbagai lembaga dan dunia industri diharapkan mampu mendukung pengembangan institusi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi civitas akademika,” ungkapnya.

Dengan adanya MoU dan PKS bersama Pegadaian, ia memiliki komitmen untuk membangun kerja sama yang saling menguatkan. Kesepakatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi lahirnya berbagai peluang kolaborasi baru di masa mendatang yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi kedua institusi. Ia optimistis dapat membangun kolaborasi yang saling memberikan manfaat sekaligus menciptakan peluang baru dalam mendukung pengembangan kapasitas dan kesejahteraan civitas akademika UNUSIDA di masa mendatang.

“Semoga ke depan kemitraan ini dapat terus tumbuh menjadi sinergi yang produktif dan berkelanjutan. Kolaborasi tidak hanya dimaknai sebagai sebuah kesepakatan formal, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkah nyata yang memberikan dampak positif bagi civitas akademika,” pungkasnya.