Inspiratif! Eggik Anandarta Sabrian, Alumni DKV UNUSIDA yang Sukses Berkarier di Dunia Digital Marketing 1

Inspiratif! Eggik Anandarta Sabrian, Alumni DKV UNUSIDA yang Sukses Berkarier di Dunia Digital Marketing

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kisah inspiratif dari alumninya. Eggik Anandarta Sabrian, S.Ds., alumni Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) UNUSIDA tahun lulus 2025, kini meniti karier di bidang digital marketing bersama Moonzaya Indonesia.

Perjalanan Eggik di dunia profesional menjadi salah satu bukti bahwa kompetensi kreatif yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat menjadi modal penting dalam menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. Berbekal pengetahuan desain, fotografi, komunikasi visual, serta pengalaman dalam mengolah ide kreatif, Eggik mampu mengembangkan potensinya untuk berkontribusi di bidang digital marketing.

Dunia digital marketing saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu memahami strategi pemasaran, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap visual, tren, dan perilaku audiens. Konten digital yang menarik menjadi salah satu elemen penting dalam membangun komunikasi antara sebuah brand dengan masyarakat. Dalam konteks tersebut, latar belakang pendidikan Desain Komunikasi Visual menjadi kekuatan tersendiri bagi Eggik dalam menjalankan pekerjaannya.

Sebagai alumni DKV UNUSIDA, Eggik memandang pengalaman kuliah sebagai proses pembelajaran yang membentuk cara berpikir kreatif sekaligus profesional. Ia menilai bahwa berbagai materi yang diperoleh selama perkuliahan, khususnya di bidang desain dan fotografi, memberikan bekal berharga dalam perjalanan kariernya hingga saat ini.

“Ilmu yang saya peroleh selama kuliah, khususnya di bidang desain dan fotografi, menjadi bekal berharga dalam perjalanan karier saya hingga saat ini. Pengalaman belajar di UNUSIDA tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mengasah kreativitas dan keterampilan yang terus saya gunakan di dunia profesional,” ungkap Eggik.

Menurutnya, pembelajaran di bangku kuliah tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan praktik. Mahasiswa dilatih untuk memahami konsep visual, menyusun pesan komunikasi, mengolah ide, hingga menghasilkan karya yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia industri.

Kemampuan tersebut menjadi semakin relevan ketika memasuki dunia kerja. Di era digital, seorang profesional di bidang pemasaran dituntut untuk mampu menyampaikan informasi secara efektif melalui berbagai kanal media. Konten visual yang kuat, pesan yang tepat sasaran, serta strategi komunikasi yang kreatif menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan audiens terhadap sebuah produk atau layanan.

Dalam pekerjaannya di Moonzaya Indonesia, Eggik mengaplikasikan berbagai kemampuan yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan di UNUSIDA. Latar belakang desain membantunya dalam memahami komposisi visual, pemilihan elemen grafis, serta penyusunan materi promosi yang menarik. Sementara itu, keterampilan fotografi turut mendukung proses penciptaan konten yang memiliki nilai estetika dan mampu menarik perhatian audiens di media digital.

Bagi Eggik, kreativitas bukan hanya tentang menghasilkan desain yang menarik secara visual. Kreativitas juga berkaitan dengan kemampuan membaca kebutuhan pasar, memahami karakter audiens, serta menyusun pendekatan komunikasi yang relevan. Oleh karena itu, pengalaman belajar di Prodi DKV UNUSIDA menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk kepercayaan dirinya untuk berkarya di dunia profesional.

Kisah Eggik menunjukkan bahwa lulusan Desain Komunikasi Visual memiliki peluang yang luas untuk berkembang di berbagai sektor industri. Kompetensi yang dimiliki mahasiswa DKV tidak hanya dapat diterapkan dalam pekerjaan sebagai desainer grafis, ilustrator, fotografer, atau videografer, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah dalam bidang digital marketing, branding, media sosial, periklanan, hingga pengembangan komunikasi perusahaan.

Perkembangan teknologi digital juga membuka ruang baru bagi generasi muda untuk menciptakan karya dan membangun karier. Media sosial, platform digital, serta berbagai kanal komunikasi daring telah menjadi ruang penting bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk, membangun identitas brand, dan menjalin hubungan dengan konsumen. Kondisi ini membutuhkan tenaga profesional yang mampu memadukan kreativitas dengan strategi komunikasi yang efektif.

UNUSIDA melalui Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual terus berkomitmen untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, kreativitas, dan pengembangan karakter diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang siap beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

Selain kemampuan teknis, mahasiswa juga didorong untuk memiliki sikap profesional, semangat belajar, kemampuan bekerja sama, serta keberanian dalam menghadapi tantangan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi alumni ketika memasuki lingkungan kerja yang dinamis dan kompetitif.

Keberhasilan Eggik dalam meniti karier di bidang digital marketing menjadi motivasi bagi mahasiswa dan calon mahasiswa UNUSIDA untuk terus mengembangkan kemampuan diri. Perjalanan karier tidak selalu harus berjalan dalam satu jalur yang sempit. Kompetensi yang diperoleh selama kuliah dapat dikembangkan dan diterapkan dalam berbagai bidang sesuai dengan minat, kebutuhan industri, serta peluang yang tersedia.

Eggik juga menjadi gambaran bahwa lulusan DKV mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia digital. Dengan memadukan kemampuan desain, fotografi, komunikasi, dan kreativitas, alumni DKV dapat mengambil peran penting dalam membangun komunikasi brand yang lebih kuat, menarik, dan berdampak.

Melalui semangat belajar dan kemauan untuk terus berkembang, Eggik Anandarta Sabrian membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi pijakan untuk membuka peluang karier yang lebih luas. Pengalaman akademik yang diperoleh selama berada di UNUSIDA menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya menuju dunia kerja profesional.

Kisah alumni seperti Eggik diharapkan dapat terus menginspirasi mahasiswa UNUSIDA untuk berani bermimpi, mengasah keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Dengan kompetensi, kreativitas, dan karakter yang kuat, generasi muda dapat terus berkarya serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, industri, dan bangsa.

UNUSIDA terus bangga melihat para alumninya tumbuh, berproses, dan berkontribusi di berbagai bidang. Dari ruang kelas hingga dunia profesional, setiap perjalanan alumni menjadi bukti bahwa ilmu, pengalaman, dan kreativitas dapat menjadi cahaya untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Ayu Munjidah, S.Pd., alumni Program Studi S1 PGSD UNUSIDA sebagai guru di MI Al Abror Pekauman. (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspiratif! Ayu Munjidah Menebar Manfaat sebagai Pendidik Berbekal Ilmu dan Pengalaman Organisasi

Pendidikan bukan sekadar proses memperoleh gelar akademik, tetapi juga perjalanan membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta menyiapkan generasi muda untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Nilai itulah yang dirasakan oleh Ayu Munjidah, S.Pd., alumni Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2020 yang kini mengabdikan diri sebagai guru di MI Al Abror Pekauman.

Bagi Ayu, perjalanan selama menempuh pendidikan di UNUSIDA menjadi salah satu fase paling berharga dalam hidupnya. Tidak hanya memperoleh bekal ilmu akademik, ia juga mendapatkan pengalaman organisasi, karya ilmiah, hingga pembinaan karakter yang menjadi modal utama dalam menjalankan profesinya sebagai seorang pendidik.

Saat mengenang masa-masa kuliah, Ayu mengaku memiliki banyak pengalaman yang sulit dilupakan. Salah satu momen yang paling membanggakan adalah ketika dirinya berhasil menerbitkan dua buku antologi puisi bersama beberapa dosen UNUSIDA.

Karya tersebut lahir melalui proses pendampingan dan bimbingan yang intensif dari para dosen, khususnya Agung Purnomo, beserta dosen-dosen lainnya yang terus mendorong mahasiswa untuk berani berkarya dan mengembangkan kreativitas di luar kegiatan akademik.

“Pengalaman saya selama kuliah di UNUSIDA yang paling berkesan adalah ketika saya memiliki dua buku puisi karya saya bersama beberapa dosen UNUSIDA dengan bimbingan Pak Agung Purnomo dan beberapa dosen lainnya,” ungkap Ayu.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa lingkungan akademik UNUSIDA tidak hanya mendorong mahasiswa untuk unggul di bidang akademik, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa.

Selain aktif berkarya, Ayu juga menjadi bagian dari perjalanan awal berdirinya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Unggul. Bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya, ia turut merintis organisasi tersebut dari awal hingga berkembang menjadi salah satu wadah pengembangan prestasi mahasiswa di lingkungan kampus.

Menurutnya, membangun sebuah organisasi bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan komitmen, kerja sama, serta semangat untuk terus belajar dan berproses bersama.

“Pengalaman bersama teman-teman UKM Mahasiswa Unggul menjadi salah satu cerita yang tidak akan pernah saya lupakan. Kami merintis dan membangun UKM tersebut mulai dari nol hingga berada di titik seperti sekarang,” kenangnya.

Melihat perkembangan UKM Mahasiswa Unggul yang terus melahirkan mahasiswa berprestasi setiap tahunnya memberikan kebanggaan tersendiri bagi Ayu. Ia merasa perjuangan yang dilakukan bersama teman-teman saat merintis organisasi tersebut kini mulai membuahkan hasil.

“Saya sangat bangga melihat perkembangan UKM Mahasiswa Unggul yang dari tahun ke tahun bisa berkarya lebih baik lagi dan terus dilanjutkan oleh adik-adik junior yang hebat,” ujarnya.

Kini, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menjadi mahasiswa UNUSIDA menjadi bekal utama Ayu dalam menjalankan amanah sebagai seorang pendidik di MI Al Abror Pekauman.

Ia menilai bahwa UNUSIDA memberikan banyak manfaat bagi perjalanan kariernya. Tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter serta memberikan nilai-nilai kehidupan yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan.

“Kampus UNUSIDA banyak memberikan manfaat untuk karier saya yang sekarang, alhamdulillah masih diamanahi menjadi seorang pendidik,” tuturnya.

Menurut Ayu, keberhasilan seorang guru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengajar, tetapi juga oleh keteladanan, kesabaran, dan semangat untuk terus belajar. Nilai-nilai tersebut banyak ia pelajari dari para dosen selama menempuh pendidikan di UNUSIDA.

Ia mengaku masih mengingat dengan baik setiap ilmu, nasihat, dan keteladanan yang diberikan oleh para dosen. Baginya, para dosen UNUSIDA bukan hanya pengajar, tetapi juga mentor yang memberikan inspirasi dalam menjalani profesi sebagai pendidik.

“Di bangku kuliah, saya bertemu dengan dosen-dosen yang hebat dan kompeten. Mereka menjadi salah satu penunjang bagi saya ketika kuliah dan sampai detik ini saya masih mengingat jasa serta ilmu yang beliau ajarkan kepada kami,” katanya.

Pengalaman belajar bersama dosen yang berdedikasi membuat Ayu semakin yakin bahwa menjadi seorang guru adalah profesi yang mulia sekaligus penuh tanggung jawab. Ia berkomitmen untuk meneruskan nilai-nilai yang telah diajarkan selama kuliah kepada peserta didiknya.

Sebagai alumni, Ayu berharap UNUSIDA terus melahirkan lulusan-lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat berkarya, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan agar memanfaatkan setiap kesempatan yang ada di kampus, baik melalui kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan.

Menurutnya, pengalaman berorganisasi, berkarya, dan membangun jejaring selama kuliah akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika memasuki dunia kerja.

“Perjalanan di bangku kuliah bukan sekadar mengejar nilai atau gelar, melainkan proses membentuk pribadi yang tangguh, kreatif, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Dengan bekal ilmu, pengalaman organisasi, serta bimbingan para dosen, yang menjadi inspirasi hingga kini untuk terus mengabdikan diri di dunia pendidikan dengan harapan dapat mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Viki Topan Fernando, S.Kom., alumni Program Studi Sistem Informasi angkatan lulus 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Alumni UNUSIDA Jadi PPPK RSUD Eka Candrarini, Viki Topan Fernando: Karakter dan Integritas adalah Bekal Terpenting

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kisah inspiratif dari alumninya. Kali ini datang dari Viki Topan Fernando, S.Kom., alumni Program Studi Sistem Informasi angkatan lulus 2025 yang kini mengabdi sebagai PPPK Bagian Umum dan Keuangan RSUD Eka Candrarini, Rungkut, Surabaya.

Bagi Viki, perjalanan selama menempuh pendidikan di UNUSIDA tidak hanya memberikan bekal akademik, tetapi juga membentuk karakter, prinsip, dan integritas yang menjadi modal utama dalam menjalani dunia kerja.

“UNUSIDA tidak hanya memberikan bekal ilmu pengetahuan, tetapi juga membantu membentuk karakter, prinsip, dan integritas yang kuat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjalani karier dan memberikan kontribusi terbaik bagi instansi maupun perusahaan,” ungkap Viki kepada Humas UNUSIDA, Kamis (25/6/2026).

Ia juga mengenang suasana perkuliahan yang penuh dukungan dari para dosen dan teman-teman seperjuangan. Menurutnya, lingkungan akademik yang positif menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembelajaran.

“Teman-teman yang luar biasa dan dosen-dosen yang keren serta sabar mendidik hingga saya menyelesaikan studi menjadi pengalaman yang sangat berharga. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga memberikan teladan dalam bersikap dan bekerja,” tuturnya.

Viki meyakini bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari pekerjaan yang diraih, tetapi juga dari nilai-nilai yang dibawa dalam setiap pengabdian kepada masyarakat.

“Kesuksesan bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga tentang membawa nilai, integritas, dan manfaat bagi lingkungan sekitar. Pendidikan yang baik bukan hanya mencetak lulusan yang cerdas, tetapi juga pribadi yang berintegritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia bertekad ingin membuktikan bahwa lulusan UNUSIDA mampu bersaing di dunia kerja dengan bekal kompetensi, karakter, serta nilai-nilai ke-NU-an yang ditanamkan selama masa perkuliahan. Ia juga sangat mengapresiasi program Inspirasi Alumni, UNUSIDA terus menghadirkan cerita sukses para alumninya sebagai motivasi bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan sejak di bangku kuliah.

“Semoga perjalanan karier saya menjadi inspirasi bahwa kesuksesan lahir dari perpaduan antara ilmu pengetahuan, karakter yang kuat, integritas, serta semangat untuk terus memberikan manfaat bagi sesama,” harapnya.

Ahmad Rio Afandi, S.T., alumni Program Studi S1 Teknik Kimia UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Dari Pekerja Menjadi Profesional di Industri Manufaktur, Rio Afandi Jadi Alumni Teknik Kimia UNUSIDA yang Raih Karir Impian

Perjuangan meraih pendidikan tinggi sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama bagi mereka yang harus membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang bagi Ahmad Rio Afandi, S.T., alumni Program Studi S1 Teknik Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), untuk mewujudkan impiannya.

Lulusan tahun 2023 tersebut kini berkarier di bidang manufaktur dan bekerja di PT Bidik Inovasi Global. Kesuksesan yang diraihnya saat ini tidak terlepas dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan selama menempuh pendidikan di bangku kuliah.

Rio mengaku bahwa pada awalnya keinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi terasa seperti sesuatu yang sulit diwujudkan. Sebagai seorang pekerja, ia harus menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi waktu maupun kesempatan untuk mengembangkan diri melalui pendidikan formal.

“Kondisi segala keterbatasan saya sebagai pekerja untuk meraih bangku kuliah seperti hal yang tabu. Namun UNUSIDA hadir membantu saya dengan segala kemudahan,” ungkap Rio kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (5/6/2026).

Menurutnya, UNUSIDA memberikan ruang bagi siapa saja yang memiliki semangat untuk belajar dan berkembang. Berbagai fasilitas pendukung yang tersedia, ditambah dengan lingkungan akademik yang kondusif, membuatnya mampu menjalani perkuliahan dengan baik meskipun tetap harus bekerja.

Salah satu hal yang paling berkesan baginya adalah dukungan yang diberikan oleh para dosen selama proses perkuliahan. Ia merasakan bahwa para dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi motivator yang senantiasa memberikan semangat kepada mahasiswa untuk terus berkembang dan menyelesaikan pendidikan.

“Dosen-dosen sangat suportif kepada saya sehingga saya dapat bekerja dengan nyaman sekaligus menyelesaikan kuliah dengan baik,” ujarnya.

Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi Rio untuk tetap konsisten menjalani dua peran sekaligus, yaitu sebagai pekerja dan mahasiswa. Dengan manajemen waktu yang baik serta lingkungan kampus yang mendukung, ia berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Teknik Kimia hingga meraih gelar sarjana.

Bagi Rio, memilih Teknik Kimia bukan sekadar mengikuti tren atau tuntutan pekerjaan. Ia memiliki ketertarikan yang besar terhadap bidang tersebut dan ingin mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan minat serta potensi dirinya.

Selama menempuh pendidikan di UNUSIDA, ia memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Mulai dari pemahaman mengenai proses kimia, pengolahan bahan, manajemen produksi, hingga kemampuan analisis yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Ia menilai bahwa kurikulum yang diterapkan di Program Studi Teknik Kimia UNUSIDA mampu memberikan fondasi yang kuat bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.

“Teknik Kimia UNUSIDA yang mengantarkan saya pada pekerjaan impian saya saat ini,” katanya.

Saat ini, Rio berkiprah di PT Bidik Inovasi Global, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Pekerjaan yang dijalaninya sangat berkaitan dengan ilmu yang diperoleh selama masa kuliah, sehingga ia dapat mengaplikasikan berbagai konsep dan teori yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.

Menurutnya, keberhasilan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi merupakan salah satu pencapaian yang sangat membanggakan. Hal tersebut membuktikan bahwa pendidikan yang ditempuh memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan dunia industri.

Tidak hanya bekal akademik, Rio juga merasakan manfaat besar dari pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan yang diperoleh selama menjadi mahasiswa UNUSIDA. Sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, UNUSIDA tidak hanya fokus pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan moral mahasiswa.

Rio mengaku bahwa nilai-nilai tersebut menjadi pegangan penting dalam menjalani kehidupan profesional maupun sosial di tengah masyarakat.

“Bekal ilmu akademik, norma agama, dan kehidupan yang saya peroleh saat kuliah membuat saya mampu survive di dunia luar, khususnya dalam dunia kerja,” tuturnya.

Menurutnya, dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga integritas, etika, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai situasi dan tantangan. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting yang terus ia pegang hingga saat ini.

Rio berharap pengalaman yang ia alami dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa yang sedang berjuang menempuh pendidikan di tengah berbagai keterbatasan. Ia meyakini bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi, melainkan tantangan yang harus dihadapi dengan tekad dan kerja keras.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya serta terus mengembangkan potensi diri agar mampu bersaing di dunia profesional.

“Dukungan lingkungan yang tepat, semangat belajar yang kuat, dan kemauan untuk terus berkembang menjadikan setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dari seorang pekerja yang sempat menganggap bangku kuliah sebagai sesuatu yang sulit dijangkau, kini ia berhasil berdiri sebagai profesional di bidang manufaktur yang bekerja sesuai dengan passion dan keilmuan yang ditekuninya,” pungkasnya.

Mochamad Dafa Perdana, S.Pd., alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA angkatan 2023 (Foto: Humas UNUSIDA)

Kisah Alumni PBI UNUSIDA: Dari Kampus, Tumbuh Menjadi Pendidik yang Menginspirasi

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah para alumninya yang terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata di dunia pendidikan. Salah satunya adalah Mochamad Dafa Perdana, S.Pd., alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA angkatan 2023 yang kini mengabdikan diri sebagai Guru Bahasa Inggris di SMA Pembangunan Jaya Sidoarjo.

Bagi Dafa, menempuh pendidikan di UNUSIDA bukan sekadar perjalanan akademik untuk memperoleh gelar sarjana. Lebih dari itu, kampus menjadi ruang pembelajaran yang membentuk karakter, integritas, dan profesionalisme yang kini menjadi bekal utama dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

“Menjadi alumni UNUSIDA, khususnya dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, merupakan pengalaman yang sangat bermakna. Saya tidak hanya dibekali dengan pengetahuan tentang bahasa dan pedagogi, tetapi juga nilai-nilai karakter yang kuat yang membentuk saya menjadi pendidik yang lebih siap dan berprinsip,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (26/5/2026).

Selama masa perkuliahan, Dafa mendapatkan berbagai pengalaman yang mendukung pengembangan kompetensinya sebagai calon guru. Mulai dari pembelajaran akademik, praktik mengajar, hingga pendampingan dosen yang memberikan wawasan dan pengalaman berharga dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, UNUSIDA memiliki peran penting dalam membangun fondasi kariernya sebagai seorang pendidik. Melalui proses pembelajaran yang terintegrasi antara teori dan praktik, ia memperoleh keterampilan profesional, rasa percaya diri, serta etos kerja yang kuat untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

“UNUSIDA has played an important role in building the foundation of my career as an English educator. Through academic learning, teaching practice, and lecturers’ guidance, I gained professional skills, confidence, and a strong work ethic that have greatly supported my career development,”

“UNUSIDA telah memainkan peran penting dalam membangun fondasi karier saya sebagai pendidik bahasa Inggris. Melalui pembelajaran akademis, praktik mengajar, dan bimbingan dosen, saya memperoleh keterampilan profesional, kepercayaan diri, dan etos kerja yang kuat yang sangat mendukung pengembangan karier saya,”,” tuturnya.

Kini, sebagai guru Bahasa Inggris, Dafa berkomitmen untuk terus menghadirkan pembelajaran yang inspiratif dan bermakna bagi para peserta didiknya. Ia percaya bahwa seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter generasi muda.

“Alhamdulillah, bangga sekali pernah menempuh pendidikan di UNUSIDA yang selalu melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Semoga bisa terus menginspirasi dan membawa semangat perubahan bagi masa depan pendidikan Indonesia,” pungkasnya.

Iyung Fachrur Rozi, Alumni Informatika UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Dari Ruang Kelas ke Dunia Industri: Iyung Fachrur Rozi, Alumni Informatika UNUSIDA yang Kini Berkarier sebagai Programmer

Dunia teknologi yang terus berkembang membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, serta memiliki kemampuan problem solving yang kuat. Hal tersebut tercermin dalam perjalanan karier Iyung Fachrur Rozi, S.Kom., alumni Program Studi Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2025 yang kini berkarier sebagai Programmer di PT. Madina Mentari Teknologi.

Bagi Iyung, menjadi mahasiswa Informatika UNUSIDA bukan sekadar perjalanan akademik untuk memperoleh gelar sarjana. Lebih dari itu, masa perkuliahannya menjadi ruang pembelajaran yang membentuk kemampuan berpikir logis, keterampilan pemrograman, hingga kesiapan menghadapi kebutuhan industri teknologi yang dinamis.

“Menjadi mahasiswa Informatika UNUSIDA adalah pengalaman berkesan karena saya tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung praktik membangun sistem nyata yang relevan dengan dunia kerja,” ungkap Iyung kepada Humas UNUSIDA, Ahad (17/5/2026).

Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan profesionalnya saat ini. Di tengah perkembangan industri digital yang menuntut inovasi cepat dan kemampuan adaptasi tinggi, pengalaman praktik yang diperoleh selama masa kuliah memberikan nilai tambah tersendiri.

Selama menempuh pendidikan di UNUSIDA, Iyung merasakan bahwa proses pembelajaran yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga menekankan aspek implementasi. Mahasiswa didorong untuk terlibat dalam berbagai proyek, pengembangan sistem, serta penyelesaian studi kasus yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.

Pendekatan pembelajaran tersebut membantu mahasiswa memahami bagaimana konsep pemrograman, pengembangan perangkat lunak, serta manajemen sistem diterapkan secara nyata dalam lingkungan profesional. Melalui berbagai pengalaman proyek, mahasiswa tidak hanya belajar menulis kode, tetapi juga memahami proses analisis kebutuhan pengguna, desain sistem, hingga penyelesaian masalah berbasis teknologi.

Menurut Iyung, lingkungan akademik yang suportif menjadi salah satu faktor penting yang mendukung perkembangan kompetensinya. Dukungan dosen yang kompeten dan terbuka terhadap diskusi membuat proses belajar terasa lebih dinamis dan aplikatif.

“Lingkungan akademik yang suportif dan dosen yang kompeten membantu saya mengembangkan kemampuan problem solving serta logika pemrograman secara mendalam,” jelasnya.

Kemampuan problem solving sendiri menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam profesi programmer. Dalam dunia kerja, seorang programmer tidak hanya dituntut mampu membuat program berjalan dengan baik, tetapi juga harus mampu menemukan solusi atas berbagai tantangan teknis yang muncul selama proses pengembangan teknologi.

Kini, sebagai seorang programmer di PT. Madina Mentari Teknologi, Iyung merasakan secara langsung bagaimana fondasi yang dibangun selama kuliah berperan besar dalam mendukung pekerjaannya. Ia menghadapi berbagai tantangan industri yang membutuhkan ketelitian, kemampuan analitis, serta kecepatan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Menurutnya, dunia teknologi adalah bidang yang bergerak sangat cepat. Bahasa pemrograman, framework, hingga kebutuhan industri dapat berubah dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, seseorang yang berkarier di bidang teknologi harus memiliki pola pikir pembelajar dan kesiapan untuk terus mengembangkan kompetensi.

“Kini, sebagai seorang programmer, saya merasakan bahwa fondasi yang dibangun selama kuliah sangat berperan dalam menghadapi tantangan industri teknologi,” ujarnya.

Selain pembelajaran di kelas, pengalaman proyek selama kuliah juga menjadi bekal berharga dalam memahami kebutuhan industri secara nyata. Keterlibatan dalam proyek pengembangan sistem membuat Iyung terbiasa bekerja secara sistematis, memahami alur kerja pengembangan teknologi, serta berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas berbasis tim.

Ia menilai bahwa kampus memiliki peran besar dalam membentuk dasar keilmuan sekaligus pola pikir profesional seorang mahasiswa. Melalui pembelajaran yang terstruktur dan aplikatif, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga diajarkan bagaimana menghadapi tantangan pekerjaan secara profesional.

“Kampus berperan penting dalam membentuk dasar keilmuan dan pola pikir saya sebagai seorang programmer melalui pembelajaran yang terstruktur dan aplikatif. Dukungan dosen serta pengalaman proyek selama kuliah membantu saya memahami kebutuhan industri secara nyata,” tuturnya.

Bekal tersebut membuatnya lebih siap dan percaya diri dalam memulai serta mengembangkan karier di bidang teknologi. Baginya, kesiapan memasuki dunia kerja tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses belajar yang konsisten, lingkungan yang mendukung, dan kemauan untuk terus berkembang.

Kisah Iyung Fachrur Rozi menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berperan penting dalam membentuk generasi profesional yang siap bersaing di dunia kerja. Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa kombinasi antara pembelajaran teoritis, praktik nyata, dan dukungan akademik mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Sebagai alumni Informatika UNUSIDA, Iyung juga memberikan pesan bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan agar memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin untuk memperkuat kompetensi dan memperluas pengalaman.

Menurutnya, mahasiswa tidak perlu takut mencoba hal baru, mengikuti proyek, maupun mengasah keterampilan di luar ruang kelas. Sebab, pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia profesional.

“Alumni UNUSIDA harus membuktikan bahwa lulusan muda hari ini mampu bersaing dan berkontribusi dalam industri teknologi. Kisah inspiratif ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNUSIDA untuk terus membangun kompetensi, mengembangkan inovasi, dan berani mengambil peran dalam menghadapi tantangan era digital,” pungkasnya.

Bekal Disiplin dari UNUSIDA, Tegar Pratama Sukses Bangun Karier HRD Sejak Dini 2

Bekal Disiplin dari UNUSIDA, Tegar Pratama Sukses Bangun Karier HRD Sejak Dini

Menjadi bagian dari alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo bukan sekadar menyandang gelar akademik, tetapi juga membawa nilai, pengalaman, dan bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Hal inilah yang dirasakan oleh Moch Tegar Pratama, S.M., lulusan Program Studi Manajemen tahun 2024 yang kini berkarier sebagai Human Resource Development (HRD) di PT Xin Rui Internasional Konstruksi.

Sejak masa kuliah, Tegar dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan memiliki semangat belajar tinggi. Ia tidak hanya fokus pada teori di dalam kelas, tetapi juga berusaha memahami bagaimana ilmu manajemen dapat diterapkan dalam situasi nyata. Baginya, dunia perkuliahan adalah tempat untuk membangun fondasi yang kuat, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri.

“Bangga pernah menempuh pendidikan di UNUSIDA. Dari sini saya belajar disiplin, berani menghadapi tantangan, dan cepat beradaptasi—bekal berharga dari kurikulum yang aplikatif hingga mengantarkan saya meraih karier lebih cepat,” ungkap Tegar.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Selama menjalani studi, Tegar merasakan bahwa kurikulum yang diterapkan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengasah kemampuan praktis. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang memudahkannya beradaptasi saat memasuki dunia kerja.

Perjalanan karier Tegar dimulai tidak lama setelah ia menyelesaikan studinya. Berbekal ilmu manajemen sumber daya manusia yang diperoleh selama kuliah, ia berhasil mendapatkan posisi sebagai HRD di PT Xin Rui Internasional Konstruksi. Peran ini tentu tidak sederhana, mengingat HRD memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan.

Sebagai HRD, Tegar bertanggung jawab dalam berbagai aspek, mulai dari proses rekrutmen, pengelolaan karyawan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Ia juga dituntut untuk mampu memahami karakter individu, membangun komunikasi yang efektif, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Menurutnya, tantangan terbesar di dunia kerja bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana seseorang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan. Di sinilah nilai-nilai yang ia pelajari selama kuliah menjadi sangat relevan.

“Dunia kerja itu dinamis. Kita dituntut untuk cepat belajar dan menyesuaikan diri. Untungnya, selama kuliah saya sudah terbiasa dengan berbagai tantangan, baik melalui tugas, diskusi, maupun pengalaman organisasi,” tambahnya.

Selain kemampuan adaptasi, disiplin juga menjadi kunci penting dalam perjalanan karier Tegar. Ia menilai bahwa kedisiplinan yang dibangun sejak masa kuliah sangat membantu dalam menjalankan tanggung jawab profesional. Dalam dunia kerja, waktu, target, dan konsistensi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Tak hanya itu, keberanian untuk menghadapi tantangan juga menjadi salah satu nilai yang terus ia pegang hingga saat ini. Tegar menyadari bahwa setiap peluang sering kali datang bersama risiko. Oleh karena itu, ia memilih untuk tidak ragu dalam mencoba hal baru selama masih dalam koridor positif.

Pengalaman Tegar menjadi bukti bahwa lulusan perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk langsung terjun ke dunia kerja apabila dibekali dengan kompetensi yang tepat. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan kemauan untuk terus belajar sebagai faktor pendukung kesuksesan.

Bagi mahasiswa yang saat ini masih menempuh pendidikan, Tegar berpesan agar tidak hanya fokus pada nilai akademik semata. Menurutnya, pengalaman di luar kelas seperti organisasi, pelatihan, dan praktik kerja lapangan memiliki peran yang tidak kalah penting dalam membentuk karakter dan keterampilan.

“Manfaatkan waktu kuliah sebaik mungkin. Jangan takut mencoba hal baru, karena dari situlah kita belajar. Dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar teori,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk sukses, asalkan memiliki kemauan dan komitmen untuk berkembang. Kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses yang panjang dan penuh pembelajaran.

Perjalanan Moch Tegar Pratama, S.M., menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda, khususnya mahasiswa dan alumni UNUSIDA. Dengan bekal disiplin, keberanian, dan kemampuan adaptasi, ia mampu membuktikan bahwa lulusan baru pun dapat bersaing dan meraih karier dalam waktu yang relatif cepat.

Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang membentuk karakter, pola pikir, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Dengan semangat belajar yang terus dijaga, bukan tidak mungkin setiap mahasiswa dapat mengikuti jejak Tegar dalam meraih kesuksesan di bidang yang mereka tekuni.

Melalui cerita inspiratif ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk memaksimalkan potensi diri dan mempersiapkan masa depan sejak dini. Karena pada akhirnya, kesuksesan adalah hasil dari usaha, konsistensi, dan keberanian untuk melangkah maju.

Dosen Informatika UNUSIDA, Ahmad Khoir Alhaq, S.Kom., M.Kom. (Foto: Humas UNUSIDA)

Perjalanan Inspiratif Ahmad Khoir Alhaq, Alumni yang Kini Mengabdi Sebagai Dosen Informatika UNUSIDA

Perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari keberanian mencoba dan terus belajar. Hal ini tercermin dari sosok Ahmad Khoir Alhaq, S.Kom., M.Kom., alumni S1 Informatika tahun 2020 yang kini mengabdi sebagai dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).

Sejak masa kuliah, Ahmad dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan kampus menjadi titik awal terbentuknya karakter dan kepercayaan dirinya. Ia tidak hanya berperan sebagai anggota, tetapi juga dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai wakil ketua panitia dalam sebuah seminar.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan hidupnya. Dalam peran tersebut, ia mendapatkan kesempatan untuk membawakan sambutan di hadapan banyak peserta. Meski sempat merasa gugup, Ahmad justru melihat hal itu sebagai bagian dari proses belajar yang berharga.

“Saya aktif berorganisasi hingga dipercaya menjadi wakil ketua panitia seminar dan membawakan sambutan. Meski sempat gugup, pengalaman tersebut melatih kemampuan komunikasi publik saya dan memperkuat rasa percaya diri dalam menghadapi audiens yang luas,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (29/4/2026).

Dari pengalaman sederhana itulah, Ahmad mulai menyadari bahwa organisasi bukan sekadar wadah berkegiatan, tetapi juga ruang pembentukan diri. Ia belajar bagaimana mengelola tanggung jawab, bekerja dalam tim, serta menyampaikan ide dengan baik di depan publik.

Menurutnya, kemampuan komunikasi publik menjadi salah satu keterampilan penting yang sering kali tidak disadari manfaatnya sejak dini. Padahal, di dunia akademik maupun profesional, kemampuan ini sangat dibutuhkan baik saat presentasi, mengajar, maupun berinteraksi dengan banyak orang.

Perjalanan Ahmad tidak berhenti setelah menyelesaikan studi sarjana. Semangat belajarnya membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Ia berhasil mendapatkan kesempatan beasiswa untuk melanjutkan studi S2, sebuah pencapaian yang menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi akan selalu menemukan jalannya.

Selama menempuh pendidikan magister, Ahmad semakin mengasah kemampuan akademiknya sekaligus memperkuat visi untuk berkontribusi di dunia pendidikan. Hingga akhirnya, ia kembali ke almamater sebagai dosen Informatika, mengabdikan ilmu yang telah diperolehnya kepada generasi berikutnya.

Sebagai dosen, Ahmad tidak hanya mengajarkan materi perkuliahan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting kepada mahasiswa. Ia sering membagikan pengalaman pribadinya tentang pentingnya aktif berorganisasi dan berani keluar dari zona nyaman.

“Aktif berorganisasi bukan hanya soal pengalaman, tapi juga tentang membentuk keberanian dan kepercayaan diri. Dari rasa gugup hingga mampu berbicara di depan banyak orang, semua adalah proses yang berharga,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan dalam organisasi membuka banyak peluang belajar yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas. Mulai dari melatih kepemimpinan, manajemen waktu, hingga kemampuan beradaptasi dengan berbagai karakter.

Menurut Ahmad, mahasiswa yang aktif cenderung memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi dunia kerja. Mereka terbiasa menghadapi tantangan, berkomunikasi, serta mengambil keputusan dalam situasi tertentu.

Kisah Ahmad menjadi bukti nyata bahwa pengalaman organisasi memiliki peran besar dalam membentuk masa depan seseorang. Dari rasa gugup saat pertama kali berbicara di depan umum, hingga kini mampu berdiri sebagai dosen yang mengajar di depan banyak mahasiswa, semuanya adalah hasil dari proses panjang yang dijalani dengan konsisten.

Ia berharap mahasiswa saat ini tidak ragu untuk mencoba berbagai pengalaman selama kuliah. Baginya, kegagalan atau rasa tidak percaya diri di awal bukanlah hambatan, melainkan bagian dari perjalanan menuju versi terbaik diri.

“Jangan takut untuk mencoba. Semua orang pernah merasa tidak percaya diri. Tapi dari situlah kita belajar dan berkembang,” pesannya.

Sebagai alumni, Ahmad juga merasa bangga dapat kembali ke UNUSIDA, tidak hanya sebagai lulusan, tetapi juga sebagai pengajar yang turut berkontribusi dalam mencetak generasi unggul di bidang teknologi.

Perjalanannya menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswa bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh keberanian mengambil peluang, kemauan belajar, dan konsistensi dalam mengembangkan diri.

Dari organisasi, Ahmad belajar berbicara. Dari pengalaman, ia belajar percaya diri. Dan dari proses itulah, ia tumbuh menjadi sosok pendidik yang menginspirasi.

Kisah Ahmad Khoir Alhaq, S.Kom., M.Kom. mengingatkan bahwa setiap langkah kecil yang diambil hari ini dapat menjadi fondasi besar di masa depan. Aktif berorganisasi bukan hanya menambah pengalaman, tetapi juga membuka jalan menuju peluang yang lebih luas—bahkan hingga kembali mengabdi sebagai dosen di kampus tercinta.

Zaza Wahyu Faradillah, Alumni PGSD UNUSIDA Tahun 2022 (Foto: Humas UNUSIDA)

Zaza Wahyu Faradillah, Alumni PGSD UNUSIDA Buktikan Bekal Ilmu yang Relevan dengan Dunia Kerja

Pengalaman perkuliahan yang relevan dengan kebutuhan profesi menjadi kunci keberhasilan lulusan saat memasuki dunia kerja. Hal inilah yang dirasakan oleh Zaza Wahyu Faradillah, alumni Program Studi PGSD Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2022.

Kini Zaza berprofesi sebagai guru di SD Negeri Pilang 1 Sidoarjo. Ia menuturkan bahwa ilmu dan pengalaman selama kuliah benar-benar membantunya memahami “medan” pekerjaan yang dijalani. Menurutnya, materi perkuliahan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi aplikatif dan selaras dengan praktik di sekolah.

“Ilmu sesuai jurusan yang saya pelajari di bangku kuliah sangat membimbing saya. Saat terjun ke dunia kerja, saya tidak terlalu kesulitan memahami ritme dan tantangan profesi guru,” ungkapnya.

Zaza menuturkan bahwa proses belajar di kampus telah membentuk fondasi penting untuk terus tumbuh, beradaptasi, serta berkembang menghadapi dinamika dunia pendidikan dan profesional yang terus berubah.

Menurutnya, pembiasaan berpikir kritis selama perkuliahan menjadi salah satu nilai utama yang sangat membantu dalam menghadapi tantangan di lapangan. Selain itu, latihan menyusun perangkat pembelajaran hingga pengalaman praktik lapangan juga menjadi bekal berharga yang kini dirasakan manfaatnya secara nyata.

“Proses belajar di kampus membentuk fondasi penting untuk tumbuh, beradaptasi, serta terus berkembang menghadapi dinamika dunia pendidikan. Pembiasaan berpikir kritis, latihan perangkat pembelajaran, hingga pengalaman praktik lapangan menjadi bekal berharga yang manfaatnya sangat terasa saat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama kuliah di UNUSIDA dirinya merasakan dukungan penuh melalui kurikulum yang kontekstual, dosen yang mendampingi, serta pengalaman praktik yang terstruktur. Menurutnya, hal tersebut mampu menjembatani mahasiswa menuju dunia profesional dengan lebih siap dan percaya diri.

“UNUSIDA memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kurikulumnya kontekstual, dosennya mendampingi, dan praktiknya terarah, sehingga mahasiswa lebih siap memasuki dunia kerja,” jelasnya.

Zaza juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu menentukan pilihan studi sesuai minat dan cita-cita. Ia meyakini, banyak pilihan jurusan yang tepat di UNUSIDA dan jika dijalani dengan sungguh-sungguh akan memudahkan langkah dalam meraih karier impian.

“Banyak pilihan jurusan yang tepat di UNUSIDA. Jika dipadukan dengan proses belajar yang sungguh-sungguh, maka akan memudahkan langkah ketika memasuki karier yang diimpikan,” pungkasnya.

Altara Dea Kumala Sari, S.T., lulusan Teknik Kimia tahun 2023 (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspiratif! Kiprah Alumni Teknik Kimia UNUSIDA Berkontribusi Nyata di Desa melalui Riset dan Perencanaan

Kiprah alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Salah satunya datang dari Altara Dea Kumala Sari, S.T., alumni Program Studi Teknik Kimia tahun 2023 yang kini mengemban amanah sebagai Kaur Perencanaan di Balai Desa Kedungsumur, Krembung.

Dalam perannya sebagai perangkat desa, Dea sapaan akrabnya terlibat aktif dalam proses perencanaan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa bekal ilmu selama kuliah di UNUSIDA sangat membantunya dalam memahami permasalahan di lapangan serta merumuskan solusi yang tepat.

Menurutnya, lingkungan akademik di Fakultas Teknik UNUSIDA memiliki kultur kekeluargaan yang kuat. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa.

“Teknik UNUSIDA sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Para dosen sangat mendukung dan membimbing saya dengan sabar, sehingga saya mampu berkembang dan percaya diri menghadapi tantangan di dunia kerja,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut, Dea menekankan pentingnya pengembangan riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menilai bahwa penelitian tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata.

“Pengembangan riset perlu diarahkan pada permasalahan yang ada di tengah masyarakat, dengan menghadirkan solusi yang tepat, inovatif, dan bermanfaat,” tambahnya.

Selain itu, Dea mengungkapkan bahwa pengalaman selama berkuliah tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga mengasah keterampilan non-akademik yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Salah satu faktor penting adalah lingkungan kampus yang mendukung mahasiswa untuk aktif dalam organisasi.

Ia tercatat pernah aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, mulai dari Himpunan Mahasiswa hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik. Keterlibatan tersebut, menurutnya, memberikan banyak pembelajaran berharga, khususnya dalam membangun jiwa kepemimpinan dan kemampuan problem solving.

“Lingkungan kampus sangat mendukung. Saya banyak belajar dari organisasi mahasiswa, mulai dari himpunan hingga BEM. Pengalaman itu menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kemampuan memecahkan masalah yang sangat membantu ketika terjun langsung di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman organisasi juga melatih kemampuan komunikasi, kerja tim, serta pengambilan keputusan dalam berbagai situasi. Hal ini menjadi bekal penting dalam menjalankan perannya saat ini, di mana ia harus berhadapan langsung dengan dinamika kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya fokus pada akademik, tetapi juga perlu aktif mengembangkan diri melalui organisasi agar lebih siap menghadapi tantangan nyata setelah lulus.

Peran yang dijalankan Dea saat ini menjadi contoh bagaimana lulusan perguruan tinggi mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil di masyarakat. Sebagai Kaur Perencanaan, ia turut berkontribusi dalam menyusun program pembangunan desa yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.

Ia berharap, setiap pengabdian di masyarakat dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni UNUSIDA lainnya bahwa peluang berkontribusi tidak hanya terbatas di dunia industri, tetapi juga terbuka luas di sektor pemerintahan dan masyarakat.

“UNUSIDA memiliki lingkungan kampus yang suportif dan kesempatan berorganisasi mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara sosial dan kepemimpinan. Mari (mahasiswa dan alumni) UNUSIDA terus hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.