Inspiratif! Alumni Teknik Industri UNUSIDA 2023 Sukses Jadi CEO, Buktikan Pentingnya Growth Mindset 1

Inspiratif! Alumni Teknik Industri UNUSIDA 2023 Sukses Jadi CEO, Buktikan Pentingnya Growth Mindset

Sidoarjo, UNUSIDA – Perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh seberapa banyak ilmu yang diperoleh di ruang kelas, tetapi juga oleh kemampuan membangun relasi, membentuk karakter, dan terus beradaptasi dengan perubahan. Prinsip inilah yang menjadi bagian dari perjalanan Yoga Wahyu Pratama, S.T., alumni Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2023, yang kini dipercaya menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Boss Trans Tour & Travel.

Perjalanan Yoga menjadi salah satu potret inspiratif alumni UNUSIDA yang mampu mengembangkan diri dan mengambil peran di dunia profesional. Pengalaman selama menempuh pendidikan tinggi tidak hanya menjadi bekal akademik, tetapi juga membantunya membangun pola pikir terbuka, memperluas perspektif, serta menumbuhkan keberanian untuk terus berkembang.

Bagi Yoga, kuliah bukan sekadar proses memperoleh gelar sarjana. Lebih dari itu, masa perkuliahan merupakan kesempatan untuk mengenal berbagai karakter, membangun jaringan, dan belajar memahami sudut pandang yang beragam. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk dirinya sebagai pribadi yang lebih siap menghadapi tantangan setelah lulus.

Kuliah Bukan Sekadar Belajar, tetapi Membentuk Karakter

Yoga memandang bahwa pengalaman selama menjadi mahasiswa memiliki peran besar dalam proses pengembangan dirinya. Ilmu yang diperoleh di ruang kelas menjadi fondasi, sedangkan interaksi dan pengalaman selama perkuliahan memberikan kesempatan untuk belajar menghadapi berbagai situasi.

Menurutnya, lingkungan kampus dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan interpersonal, memperluas pertemanan, serta membangun relasi yang bermanfaat bagi perjalanan karier. Berbagai pengalaman tersebut juga mendorong mahasiswa untuk lebih terbuka terhadap ide dan perspektif baru.

“Kuliah di UNUSIDA bukan hanya tentang mendapatkan ilmu di ruang kelas, tetapi juga tentang memperluas relasi, membangun jaringan, dan membentuk karakter,” ungkap Yoga dalam refleksinya mengenai pengalaman selama menempuh pendidikan di UNUSIDA.

Baginya, menjadi pribadi yang open-minded atau berpikiran terbuka merupakan salah satu hal penting dalam menghadapi kehidupan profesional. Kemampuan melihat persoalan dari berbagai perspektif membantu seseorang memahami situasi secara lebih luas, sekaligus membuka peluang untuk menemukan solusi yang lebih baik.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa proses pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan studi.

Growth Mindset, Kunci untuk Terus Berkembang

Di tengah dunia kerja yang terus mengalami perubahan, kemauan untuk belajar menjadi salah satu bekal penting bagi setiap individu. Yoga menekankan pentingnya memiliki growth mindset, yakni pola pikir yang mendorong seseorang untuk terus mengembangkan kemampuan, belajar dari pengalaman, dan tidak berhenti memperbaiki diri.

Menurutnya, setiap proses dalam kehidupan memberikan kesempatan untuk memperoleh pembelajaran baru. Tantangan bukan semata-mata hambatan, melainkan bagian dari perjalanan yang dapat membantu seseorang memahami potensi dirinya dan menemukan cara untuk berkembang.

Prinsip tersebut relevan dengan kebutuhan dunia profesional yang menuntut kemampuan beradaptasi, keterbukaan terhadap perubahan, serta kesediaan untuk terus meningkatkan kompetensi. Bagi seorang pemimpin, pola pikir bertumbuh juga menjadi landasan untuk menghadapi dinamika pekerjaan dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan dalam mengambil keputusan.

Perjalanan Yoga hingga dipercaya menjadi CEO PT Boss Trans Tour & Travel menjadi konteks yang relevan untuk melihat pentingnya pengembangan diri secara berkelanjutan. Meski demikian, setiap pencapaian tetap merupakan bagian dari proses panjang yang membutuhkan pembelajaran, pengalaman, dan kemauan untuk terus melangkah.

Ia meyakini bahwa keberhasilan bukan hanya tentang mencapai posisi tertentu, melainkan juga tentang bagaimana seseorang terus bertumbuh dan memberikan manfaat melalui peran yang dijalankannya.

Alumni UNUSIDA, Terus Bertumbuh dan Siap Memberikan Dampak

Kisah Yoga Wahyu Pratama memberikan perspektif bahwa pengalaman kuliah dapat menjadi salah satu fondasi dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Bekal akademik, relasi, karakter, dan pola pikir yang terbuka merupakan unsur yang saling melengkapi dalam perjalanan pengembangan diri.

Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di UNUSIDA, perjalanan tersebut dapat menjadi motivasi untuk memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin. Mengikuti kegiatan akademik, membangun relasi yang positif, mengembangkan keterampilan, dan berani mencoba hal baru merupakan langkah yang dapat membantu memperluas pengalaman.

Mahasiswa juga perlu menyadari bahwa proses belajar tidak berhenti ketika wisuda tiba. Perubahan kebutuhan industri dan perkembangan zaman menuntut setiap individu untuk terus memperbarui pengetahuan serta menyesuaikan diri dengan tantangan yang dihadapi.

Melalui semangat tersebut, UNUSIDA mendorong mahasiswa dan alumni untuk terus mengembangkan potensi, membangun karakter, serta mengambil peran positif di tengah masyarakat.

Sebagaimana refleksi yang disampaikan Yoga, perjalanan kuliah bukan hanya tentang menjadi pintar, tetapi juga tentang menjadi pribadi yang terus bertumbuh, beradaptasi, dan siap memberikan dampak.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa masa depan dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Dengan kemauan untuk terus belajar, keberanian melihat berbagai perspektif, dan pola pikir yang terbuka, setiap alumni memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensinya dan memberikan kontribusi melalui bidang yang ditekuni.

UNUSIDA percaya bahwa setiap alumni memiliki cerita dan perjalanan unik untuk menginspirasi generasi berikutnya. Melalui semangat bertumbuh dan berdampak, alumni diharapkan terus membawa nilai-nilai positif dari bangku kuliah ke dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.

Kisah Inspiratif Adinda Jannatin Aliyah, Alumni PIAUD UNUSIDA yang Berhasil Taklukkan Rasa Introvert dan Mengabdi sebagai Pendidik Anak Usia Dini 2

Kisah Inspiratif Adinda Jannatin Aliyah, Alumni PIAUD UNUSIDA yang Berhasil Taklukkan Rasa Introvert dan Mengabdi sebagai Pendidik Anak Usia Dini

SIDOARJO – Perjalanan menjadi seorang pendidik bukan hanya tentang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga keberanian untuk terus berkembang, membangun kepercayaan diri, dan mengabdikan diri bagi generasi masa depan. Hal inilah yang tergambar dalam kisah Adinda Jannatin Aliyah Wahyu Permani, S.Pd., alumni Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2025, yang kini berkiprah sebagai operator di RA Salman Al Farizi Medayu Utara.

Perjalanan Adinda menjadi inspirasi bahwa latar belakang kepribadian bukanlah batasan untuk meraih cita-cita. Berangkat dari pribadi yang cenderung introvert, ia berhasil membangun kepercayaan diri untuk tampil di depan kelas, berinteraksi dengan anak-anak, serta menjalankan peran dalam dunia pendidikan anak usia dini. Pengalaman selama menempuh pendidikan di PIAUD UNUSIDA menjadi salah satu bagian penting dalam proses pertumbuhan tersebut.

Bagi Adinda, kuliah di UNUSIDA bukan sekadar perjalanan akademik untuk memperoleh gelar sarjana. Lebih dari itu, masa perkuliahan menjadi ruang untuk mengenali potensi diri, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan mental agar mampu menghadapi tantangan di dunia kerja. Berbagai ilmu dan pengalaman praktik yang diperoleh selama perkuliahan memberinya bekal untuk menjalani profesi di lingkungan pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, pendidikan di PIAUD tidak hanya memberikan pemahaman teoretis mengenai tumbuh kembang anak, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal praktik pembelajaran secara lebih dekat. Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi calon pendidik dalam memahami karakteristik anak, membangun komunikasi, serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.

Bagi seseorang yang sebelumnya merasa kurang percaya diri untuk tampil di hadapan banyak orang, pengalaman praktik menjadi kesempatan berharga untuk melatih keberanian. Proses belajar, mencoba, dan menghadapi berbagai situasi selama perkuliahan membantunya membangun kesiapan untuk terjun ke dunia pendidikan. Kepercayaan diri yang tumbuh secara bertahap menjadi salah satu bekal yang ia bawa setelah menyelesaikan studi.

“Dari seorang introvert, menjadi seorang guru yang berani berdiri di depan kelas dengan penuh percaya diri. PIAUD UNUSIDA menjadi bagian penting dalam perjalanan karier saya sebagai Guru RA. Dari kampus ini, saya mendapatkan banyak ilmu, pengalaman praktik, sekaligus mental untuk mengajar dengan hati,” ungkap Adinda dalam refleksinya mengenai perjalanan selama menempuh pendidikan di UNUSIDA.

Kini, Adinda menjalankan perannya sebagai operator di RA Salman Al Farizi Medayu Utara. Pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya selama kuliah menjadi bekal untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja serta memahami dinamika lembaga pendidikan anak usia dini. Perannya di lingkungan RA juga menjadi bagian dari kontribusi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang baik bagi anak-anak.

Dunia pendidikan anak usia dini membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menyampaikan materi. Dibutuhkan kesabaran, kepedulian, komunikasi yang baik, serta kemauan untuk memahami setiap anak sebagai individu yang memiliki karakter dan kebutuhan berbeda. Karena itu, pembelajaran selama kuliah menjadi fondasi penting untuk membangun sikap profesional sekaligus kepedulian terhadap proses tumbuh kembang anak.

Bagi Adinda, menjadi bagian dari dunia pendidikan merupakan kesempatan untuk terus belajar dan memberikan manfaat. Ia memahami bahwa setiap pengalaman, baik selama masa perkuliahan maupun ketika memasuki dunia kerja, dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan diri. Tantangan yang dihadapi bukan alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih siap dalam menjalankan tanggung jawab.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada PIAUD UNUSIDA atas ilmu dan pengalaman yang telah menjadi bagian dari perjalanannya. Menurutnya, bekal yang diperoleh dari kampus memberikan dorongan untuk terus berkembang, mendidik dengan penuh kepedulian, dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak.

“Terima kasih PIAUD UNUSIDA. Berkat ilmu dan pengalaman yang diberikan, saya semakin percaya diri untuk mendidik, mendampingi, dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Karena pendidikan bukan hanya tentang mengajar, tetapi tentang mengabdi dengan hati dan tumbuh bersama generasi masa depan,” tuturnya.

Kisah Adinda menjadi gambaran bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari perubahan positif dalam diri mahasiswa dan kemampuan mereka menerapkan ilmu di tengah masyarakat. Keberanian untuk keluar dari zona nyaman, kemauan untuk terus belajar, dan kesungguhan dalam menjalankan profesi merupakan nilai penting yang dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa.

Melalui kisah alumninya, UNUSIDA terus menghadirkan inspirasi mengenai pentingnya pendidikan yang mendukung pengembangan kompetensi sekaligus karakter. Pengalaman Adinda menunjukkan bahwa kampus dapat menjadi ruang untuk bertumbuh, menemukan potensi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Perjalanan dari pribadi yang introvert hingga mampu membangun kepercayaan diri dalam dunia pendidikan menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan semangat pengabdian, Adinda Jannatin Aliyah Wahyu Permani membuktikan bahwa langkah kecil untuk berani mencoba dapat menjadi awal dari perjalanan besar dalam memberikan manfaat bagi generasi masa depan.

UNUSIDA, tempat bertumbuh, berdaya, dan melahirkan generasi yang siap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Inspiratif! Savira Rizqiah Ilahi Buktikan Ilmu Manajemen UNUSIDA Berdampak di Dunia Pendidikan 3

Inspiratif! Savira Rizqiah Ilahi Buktikan Ilmu Manajemen UNUSIDA Berdampak di Dunia Pendidikan

Sidoarjo – Perjalanan pendidikan di perguruan tinggi tidak selalu berhenti pada pencapaian gelar. Bagi Savira Rizqiah Ilahi, M.M., alumni Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2025, pengalaman selama menempuh pendidikan justru menjadi bekal untuk mengembangkan diri dan menerapkan ilmu di dunia kerja.

Kini, Savira mengabdikan diri sebagai guru di MINU KH Mukmin Sidoarjo. Latar belakang pendidikan Manajemen yang ditempuh di UNUSIDA menjadi bagian penting dalam membentuk cara pandangnya terhadap pengelolaan organisasi, sumber daya manusia, kepemimpinan, hingga strategi peningkatan kualitas pendidikan.

Bagi Savira, kuliah bukan sekadar proses untuk mendapatkan gelar akademik. Lebih dari itu, perguruan tinggi menjadi ruang untuk membangun pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sekaligus kepercayaan diri yang dapat diterapkan dalam kehidupan profesional.

“Kuliah bukan sekadar meraih gelar, tetapi membangun pengetahuan dan keahlian manajemen yang dapat diterapkan di dunia pendidikan,” ujar Savira.

Menurutnya, berbagai pengetahuan yang diperoleh selama kuliah memiliki relevansi dengan aktivitas di lingkungan pendidikan. Pemahaman mengenai organisasi, misalnya, dapat membantu seseorang melihat bagaimana sebuah lembaga menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing untuk mencapai tujuan bersama.

Begitu pula dengan pengelolaan sumber daya manusia. Dalam lingkungan pendidikan, kemampuan memahami karakter, membangun komunikasi, serta mengelola potensi individu menjadi hal yang penting. Guru tidak hanya berperan dalam menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga berinteraksi dengan peserta didik, rekan kerja, orang tua, dan berbagai unsur dalam lembaga pendidikan.

Pengalaman belajar Manajemen di UNUSIDA turut memberikan perspektif bagi Savira bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang posisi atau jabatan. Kepemimpinan juga berkaitan dengan kemampuan mengambil keputusan, bekerja sama, mengelola tanggung jawab, serta memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar.

“Mulai dari memahami organisasi, mengelola SDM, membangun kepemimpinan, hingga menyusun strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Dalam perjalanan kariernya sebagai guru, ilmu tersebut menjadi bekal yang dapat mendukung Savira dalam menjalankan perannya di lingkungan pendidikan. Ia membawa pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk terus belajar dan berkembang sesuai dengan kebutuhan di dunia kerja.

Bagi Savira, pengalaman menjadi bagian dari lingkungan akademik UNUSIDA juga menjadi proses pembentukan diri. Perkuliahan tidak hanya memberikan pengetahuan yang bersifat teoritis, tetapi juga membuka ruang untuk mengembangkan pola pikir, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, dan keberanian untuk mengambil peran.

Hal tersebut menjadi penting ketika seorang lulusan memasuki dunia kerja. Tantangan yang dihadapi tidak selalu sama dengan situasi di ruang kelas. Karena itu, kemampuan beradaptasi dan mengembangkan pengetahuan menjadi bagian dari proses yang terus berjalan.

Savira pun memandang bahwa ilmu manajemen memiliki ruang penerapan yang luas, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemampuan menyusun perencanaan, mengelola sumber daya, membangun koordinasi, dan mengevaluasi proses dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih terarah dan berkualitas.

“Ilmu dari kampus menjadi bekal untuk memimpin, berkembang, dan menciptakan perubahan yang berdampak,” tuturnya.

Kisah Savira menjadi bagian dari perjalanan alumni UNUSIDA yang mengembangkan kompetensi sesuai bidang dan lingkungan pengabdiannya. Setelah menyelesaikan studi Manajemen pada 2025, ia melanjutkan kiprahnya sebagai pendidik di MINU KH Mukmin Sidoarjo.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh dari perguruan tinggi dapat menemukan bentuk penerapannya di berbagai bidang. Ilmu manajemen yang dipelajari Savira menjadi salah satu bekal dalam menjalankan peran profesionalnya di dunia pendidikan.

Bagi UNUSIDA, perjalanan alumni merupakan bagian penting dari keberlanjutan proses pendidikan. Keberhasilan alumni dalam menerapkan ilmu dan berkontribusi di tengah masyarakat menjadi gambaran bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat terus berkembang menjadi pengalaman nyata setelah mahasiswa menyelesaikan studi.

Melalui kisah Savira, semangat untuk terus belajar, beradaptasi, dan memberikan manfaat menjadi pesan yang relevan bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa. Pendidikan tinggi bukan hanya tentang menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Savira pun terus melangkah dalam profesinya sebagai guru dengan membawa bekal ilmu Manajemen dari UNUSIDA. Baginya, pengetahuan yang diperoleh selama kuliah bukanlah sesuatu yang berhenti setelah wisuda, melainkan modal yang dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam berbagai situasi.

Dari ruang kuliah menuju ruang pendidikan, perjalanan Savira menjadi pengingat bahwa ilmu dapat memiliki banyak jalan untuk memberikan manfaat. Ketika pengetahuan dipadukan dengan pengalaman, kepemimpinan, dan kemauan untuk terus berkembang, proses pendidikan dapat menjadi bekal untuk menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat.

Inspiratif! Dhado Achmad, Alumni UNUSIDA yang Sukses Berkontribusi di Badan Gizi Nasional 4

Inspiratif! Dhado Achmad, Alumni UNUSIDA yang Sukses Berkontribusi di Badan Gizi Nasional

Sidoarjo – Perjalanan pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya tentang menyelesaikan perkuliahan dan meraih gelar akademik. Lebih dari itu, masa kuliah menjadi proses untuk membangun pengalaman, mengasah kemampuan, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional. Hal tersebut tercermin dalam perjalanan Dhado Achmad, S.Kom, alumni Program Studi Sistem Informasi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2022.

Setelah menyelesaikan pendidikan di UNUSIDA, Dhado Achmad melanjutkan perjalanan karier hingga kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada Badan Gizi Nasional di Jakarta. Perjalanan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan alumni untuk berkiprah di dunia kerja.

Bagi Dhado, menjadi alumni UNUSIDA bukan sekadar status setelah menyelesaikan pendidikan. Masa perkuliahan memberikan pengalaman yang membekas sekaligus menjadi ruang untuk tumbuh sebagai pribadi. Berbagai proses pembelajaran yang dijalani selama kuliah menjadi bekal untuk menghadapi tantangan dan peluang setelah lulus.

“Menjadi alumni UNUSIDA memberikan pengalaman dan motivasi yang sangat berkesan bagi saya. Ilmu dan pembelajaran yang diperoleh menjadi bekal untuk terus berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat,” ungkap Dhado.

Menurutnya, proses pendidikan tidak berhenti ketika seseorang menerima ijazah. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah justru menjadi dasar untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia profesional. Kemampuan untuk berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat menjadi nilai yang terus dibawa dalam perjalanan karier.

Sebagai lulusan Sistem Informasi, Dhado memperoleh pengalaman akademik yang berkaitan dengan teknologi informasi, sistem, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung berbagai kebutuhan. Namun, perjalanan karier juga membutuhkan kemampuan lain yang berkembang melalui pengalaman, interaksi, serta proses menghadapi berbagai situasi di luar ruang kelas.

Pengalaman selama menjadi mahasiswa menjadi bagian dari proses tersebut. Lingkungan kampus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar bertanggung jawab, membangun komunikasi, bekerja sama, serta meningkatkan kepercayaan diri. Berbagai pengalaman itu kemudian menjadi modal yang dapat diterapkan ketika memasuki dunia kerja dan menjalankan tanggung jawab profesional.

Kini, Dhado menjalankan peran sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Badan Gizi Nasional, Jakarta. Posisi tersebut menghadirkan tanggung jawab yang berkaitan dengan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Peran tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi dan pengalaman alumni dapat berkembang ke berbagai bidang pengabdian dan pekerjaan.

Perjalanan Dhado menjadi pengingat bahwa latar belakang pendidikan merupakan salah satu fondasi dalam membangun karier. Namun, keberhasilan dalam menjalani dunia profesional juga membutuhkan kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di UNUSIDA, kisah Dhado dapat menjadi motivasi bahwa proses yang dijalani selama kuliah memiliki nilai penting untuk masa depan. Setiap pengalaman, pembelajaran, tugas, diskusi, maupun kesempatan yang diperoleh selama menjadi mahasiswa dapat menjadi bekal ketika nantinya memasuki dunia kerja.

Dhado juga memandang UNUSIDA sebagai bagian dari proses pembentukan dirinya. Kampus tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan karakter dan mempersiapkan mahasiswa agar mampu memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

“UNUSIDA, tempat tumbuh untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berdampak,” tuturnya.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat UNUSIDA dalam mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Alumni menjadi salah satu representasi dari proses pendidikan yang berlangsung di kampus.

Perjalanan Dhado Achmad dari mahasiswa Sistem Informasi hingga dipercaya menjadi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Badan Gizi Nasional menjadi kisah inspiratif tentang pentingnya proses, pengalaman, dan kemauan untuk terus berkembang. Pendidikan yang ditempuh menjadi fondasi, sementara pengalaman menjadi ruang untuk mengasah kemampuan dan membentuk karakter.

Kisah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan setelah lulus dapat membawa setiap alumni menuju bidang pengabdian yang beragam. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan semangat untuk terus belajar, alumni UNUSIDA diharapkan mampu mengambil peran di berbagai sektor serta menghadirkan manfaat yang nyata.

Melalui program Inspirasi Alumni, UNUSIDA terus menghadirkan cerita perjalanan para lulusan sebagai sumber motivasi bagi mahasiswa dan calon mahasiswa. Kisah Dhado Achmad menjadi salah satu bukti bahwa perjalanan pendidikan dapat menjadi langkah awal untuk tumbuh, berkembang, berkarya, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Hebat! Alumni Akuntansi UNUSIDA Sukses Meniti Karier sebagai Staf Keuangan di Almamater 5

Hebat! Alumni Akuntansi UNUSIDA Sukses Meniti Karier sebagai Staf Keuangan di Almamater

SIDOARJO – Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi, memperluas pengalaman, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja. Proses tersebut dirasakan secara langsung oleh Suci Lestari, S.Ak., alumni Program Studi S1 Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang lulus pada tahun 2024 dan kini berkarier sebagai Staf Keuangan di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

Perjalanan Suci dari mahasiswa hingga menjadi tenaga profesional di lingkungan UNUSIDA menjadi salah satu kisah inspiratif tentang bagaimana ilmu dan pengalaman selama perkuliahan dapat memberikan manfaat nyata dalam dunia kerja. Bekal akademik yang diperoleh di Program Studi Akuntansi, ditambah pengalaman berorganisasi dan kepercayaan diri yang terus berkembang, menjadi modal penting dalam menjalankan tanggung jawabnya saat ini.

Bagi Suci, masa kuliah merupakan periode yang penuh dengan proses pembelajaran. Tidak hanya belajar mengenai teori dan konsep akuntansi, ia juga mendapatkan berbagai pengalaman yang membantu membentuk keterampilan dan kesiapan dirinya untuk memasuki dunia profesional.

“Selama kuliah di jurusan Akuntansi, saya memperoleh bekal ilmu, pengalaman organisasi, dan kepercayaan diri yang menjadi modal utama dalam menjalani karier sebagai staf keuangan di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Apa yang dipelajari di bangku kuliah benar-benar memberikan manfaat nyata di dunia kerja,” ungkap Suci.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi perkuliahan. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk membangun pola pikir, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, belajar bekerja sama, serta mengembangkan rasa tanggung jawab.

Sebagai mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Suci mempelajari berbagai dasar ilmu yang berkaitan dengan pengelolaan dan pencatatan keuangan. Pemahaman tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pekerjaannya saat ini sebagai staf keuangan. Ketelitian, kemampuan memahami data, kedisiplinan, serta tanggung jawab menjadi bagian dari kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam bidang tersebut.

Dunia keuangan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja secara cermat dan profesional. Setiap proses administrasi dan pengelolaan keuangan membutuhkan perhatian terhadap detail serta pemahaman terhadap prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Program Studi Akuntansi menjadi salah satu bekal yang sangat relevan bagi Suci dalam menjalankan pekerjaannya.

Selain mendapatkan pengetahuan akademik, pengalaman organisasi juga memberikan kontribusi penting dalam perjalanan pengembangan dirinya. Kegiatan organisasi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar berinteraksi dengan banyak orang, bekerja dalam tim, menyelesaikan permasalahan, serta membangun kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.

Pengalaman tersebut menjadi pelengkap bagi pembelajaran akademik. Dalam dunia kerja, kemampuan teknis perlu didukung dengan keterampilan interpersonal dan kemampuan beradaptasi. Seseorang tidak hanya dituntut untuk memahami bidang pekerjaannya, tetapi juga harus mampu bekerja sama dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.

Kepercayaan diri yang berkembang selama masa kuliah juga menjadi salah satu modal penting bagi Suci. Keberanian untuk belajar, menyampaikan pendapat, menerima tanggung jawab, dan menghadapi tantangan menjadi bagian dari proses pembentukan pribadi yang dibutuhkan dalam lingkungan profesional.

Kini, setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya pada tahun 2024, Suci menjalankan peran sebagai Staf Keuangan di UNUSIDA. Bekerja di lingkungan kampus tempat dirinya dahulu menempuh pendidikan tentu menjadi pengalaman yang memiliki makna tersendiri. Dari seorang mahasiswa yang belajar di ruang perkuliahan, kini ia turut memberikan kontribusi melalui tugas profesional di lingkungan institusi pendidikan tersebut.

Perjalanan tersebut menunjukkan adanya kesinambungan antara proses pendidikan dan penerapan kompetensi dalam dunia kerja. Apa yang dipelajari selama kuliah tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan studi, tetapi menjadi bekal yang dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan profesi.

Kisah Suci juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan. Setiap proses selama masa kuliah, mulai dari mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, berdiskusi, hingga mengikuti kegiatan organisasi, dapat memberikan pengalaman yang berguna untuk masa depan.

Mahasiswa perlu memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan untuk membangun kompetensi secara menyeluruh. Prestasi akademik tentu penting, tetapi kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengatur waktu, serta membangun kepercayaan diri juga memiliki peran besar dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Program Studi S1 Akuntansi UNUSIDA terus menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan profesional. Melalui proses pendidikan, mahasiswa diharapkan mampu memiliki dasar kompetensi yang kuat serta kesiapan untuk beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja.

Kisah alumni seperti Suci menjadi salah satu gambaran nyata bahwa pendidikan tinggi dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam perjalanan karier seseorang. Ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi fondasi, sementara pengalaman yang dilalui membantu membentuk karakter dan keterampilan profesional.

Bagi Suci, perjalanan dari mahasiswa Akuntansi hingga menjadi Staf Keuangan di UNUSIDA merupakan bagian dari proses panjang untuk terus belajar dan berkembang. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap kesempatan yang diperoleh selama masa kuliah perlu dimanfaatkan sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.

Melalui kisah inspiratif ini, mahasiswa dan calon mahasiswa diharapkan semakin percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang memperoleh ijazah. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses untuk membangun kemampuan, karakter, pengalaman, dan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Perjalanan Suci Lestari, S.Ak. membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat memberikan manfaat nyata ketika diterapkan secara profesional. Dengan bekal akademik, pengalaman organisasi, dan kepercayaan diri, ia terus melangkah dan berkarya di bidang keuangan.

Dari mahasiswa hingga menjadi bagian dari tenaga profesional di almamaternya sendiri, perjalanan Suci menjadi inspirasi bahwa setiap proses belajar dapat membuka jalan menuju masa depan. Dengan semangat untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik, alumni UNUSIDA diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat.

inspirasi alumni unusida masudin fahmi

Luar Biasa! Alumni DKV UNUSIDA Sukses Berkarya sebagai Guru, Kreator, dan Desainer

SIDOARJO– Perjalanan pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya menjadi proses untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk menemukan potensi, mengasah keterampilan, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional. Hal tersebut tercermin dalam perjalanan Masudin Fahmi, S.Ds., alumni Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2022.

Setelah menyelesaikan pendidikan di UNUSIDA, Masudin terus mengembangkan kompetensi dan berkarya di berbagai bidang yang sesuai dengan keahliannya. Saat ini, ia menjalani beberapa profesi sekaligus, yakni sebagai Guru Seni Rupa di SMP PGRI 1 Buduran, Konten Kreator, Graphic Designer di PT Garvita Jaladri Logistik, serta Guru Sanggar Lukis di Sanggar Lukis Jenggolo.

Perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan DKV dapat diterapkan secara luas dalam berbagai bidang kreatif dan profesional. Ilmu desain, seni, komunikasi visual, serta pengalaman selama menjadi mahasiswa menjadi fondasi bagi Masudin untuk mengembangkan karier sekaligus menyalurkan kreativitasnya.

Bagi Masudin, pengalaman selama kuliah di UNUSIDA memiliki peran besar dalam membentuk pribadi dan perjalanan kariernya. Ia mengakui bahwa begitu banyak pengalaman berharga yang diperoleh selama menjadi mahasiswa hingga sulit untuk dijabarkan satu per satu.

“*Sangat banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan selama kuliah di UNUSIDA, hingga sulit untuk saya jabarkan satu per satu. Yang pasti, jika saya tidak berkuliah di UNUSIDA, mungkin saya tidak akan pernah menjadi pribadi seperti sekarang.*” ungkap Masudin.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan bagi seorang mahasiswa tidak hanya berlangsung melalui materi perkuliahan. Interaksi dengan dosen, teman, lingkungan kampus, tugas akademik, kegiatan kreatif, hingga berbagai tantangan selama menjalani studi menjadi bagian dari pengalaman yang turut membentuk kemampuan dan karakter.

Sebagai mahasiswa Program Studi DKV, Masudin mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di bidang desain dan seni visual. Kompetensi tersebut kemudian menjadi bekal penting untuk memasuki dunia kerja sekaligus mengembangkan profesi yang memiliki keterkaitan erat dengan kreativitas.

Di bidang pendidikan, Masudin kini mengabdikan dirinya sebagai *Guru Seni Rupa di SMP PGRI 1 Buduran*. Peran tersebut memberikan kesempatan baginya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda. Seni rupa tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis dalam menghasilkan karya, tetapi juga mendorong siswa untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, keberanian berekspresi, serta kemampuan melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

Selain menjadi guru, Masudin juga aktif sebagai *Guru Sanggar Lukis di Sanggar Lukis Jenggolo*. Aktivitas tersebut semakin memperkuat kiprahnya dalam dunia seni. Melalui sanggar, ia dapat terus mengembangkan kemampuan melukis sekaligus mendampingi para peserta dalam mengenal dan mengeksplorasi dunia seni rupa.

Di sisi lain, kemampuan desain komunikasi visual yang diperoleh selama kuliah juga diterapkan dalam dunia industri. Masudin menjalani profesi sebagai *Graphic Designer di PT Garvita Jaladri Logistik*. Dalam profesi ini, kemampuan visual, kreativitas, ketelitian, serta pemahaman terhadap komunikasi melalui desain menjadi kompetensi yang sangat dibutuhkan.

Tidak berhenti di dunia pendidikan dan industri, Masudin juga mengembangkan dirinya sebagai *konten kreator*. Perkembangan media digital memberikan ruang yang luas bagi lulusan DKV untuk mengembangkan karya sekaligus menyampaikan pesan melalui berbagai bentuk konten visual. Kemampuan mengolah ide menjadi konten yang menarik dan komunikatif menjadi salah satu keterampilan yang semakin relevan di era digital.

Perjalanan Masudin menunjukkan bahwa lulusan DKV memiliki peluang karier yang beragam. Keahlian di bidang komunikasi visual dapat dikembangkan untuk memasuki dunia industri kreatif, pendidikan, media digital, periklanan, desain grafis, maupun berbagai bidang lain yang membutuhkan kreativitas dan kemampuan visual.

Kisah tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya mahasiswa untuk tidak membatasi diri pada satu bidang saja. Selama memiliki kompetensi yang kuat, kemauan belajar, dan keberanian mencoba berbagai peluang, ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dapat dikembangkan menjadi beragam profesi.

Bagi mahasiswa DKV UNUSIDA, perjalanan Masudin dapat menjadi inspirasi untuk memanfaatkan masa perkuliahan secara maksimal. Selain memahami teori dan keterampilan teknis, mahasiswa perlu membangun portofolio, mengembangkan kreativitas, mengikuti perkembangan teknologi, serta berani menghasilkan karya yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia profesional.

Pengalaman Masudin juga menjadi bukti bahwa proses belajar di perguruan tinggi dapat memberikan dampak jangka panjang. Setiap tugas, proyek, diskusi, maupun pengalaman yang dijalani selama kuliah dapat menjadi bagian dari proses membentuk kemampuan yang berguna setelah lulus.

UNUSIDA terus mendorong mahasiswa untuk menjadi lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, memiliki kreativitas, serta memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Kisah para alumni yang berkembang di berbagai bidang menjadi salah satu cerminan bahwa pendidikan yang diperoleh di kampus dapat menjadi fondasi untuk membangun masa depan.

Perjalanan Masudin Fahmi menjadi contoh bahwa keberhasilan tidak selalu harus diwujudkan melalui satu profesi. Dengan mengembangkan potensi dan berani mengambil berbagai kesempatan, seorang lulusan dapat berkarya di banyak ruang sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Dari ruang kuliah DKV UNUSIDA, Masudin kini hadir sebagai pendidik, seniman, kreator, dan desainer. Perjalanannya menjadi bukti bahwa pengalaman selama kuliah dapat menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi dan menentukan arah masa depan.

Kisah inspiratif Masudin diharapkan dapat memotivasi mahasiswa dan alumni UNUSIDA untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi. Sebab, setiap pengalaman yang diperoleh selama proses pendidikan dapat menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia profesional dan menciptakan karya yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

inspirasi alumni unusida hikmah luqiyah kartikasari

Luar Biasa! Alumni PGSD UNUSIDA Sukses Menjadi Dosen di Almamater Tercinta

SIDOARJO – Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter, kompetensi, serta membuka berbagai peluang menuju masa depan yang lebih baik. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Hikmah Luqiyah Kartikasari, S.Pd., M.Pd., alumni Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2019. Berkat perjalanan akademik dan kesempatan yang diperoleh selama berada di lingkungan kampus, kini Hikmah dipercaya menjadi dosen di Program Studi PGSD FKIP UNUSIDA.

Perjalanan karier Hikmah menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan di UNUSIDA tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas. Kampus juga berkomitmen memberikan ruang pengembangan diri dan peluang bagi mahasiswa maupun alumni untuk terus bertumbuh hingga mampu memberikan kontribusi nyata di dunia pendidikan.

Bagi Hikmah, UNUSIDA memiliki arti yang sangat istimewa. Kampus yang dahulu menjadi tempatnya menimba ilmu kini menjadi tempatnya mengabdikan diri sebagai pendidik. Perjalanan tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses belajar, peningkatan kompetensi, serta kesempatan yang terus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Alhamdulillah, UNUSIDA tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga membuka jalan bagi perjalanan karier saya. Berkat beasiswa untuk melanjutkan studi S2, saya memperoleh kesempatan bekerja di UNUSIDA, mulai dari bagian SDM, Tata Usaha FKIP, hingga kini dipercaya menjadi dosen di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UNUSIDA,” tutur Hikmah.

Ungkapan tersebut menggambarkan bagaimana lingkungan akademik yang mendukung dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk terus berkembang. Kesempatan memperoleh beasiswa studi lanjut menjadi salah satu langkah penting yang mengantarkan Hikmah meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperluas wawasan di bidang pendidikan.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Program Studi PGSD UNUSIDA pada tahun 2019, Hikmah terus berupaya mengembangkan kapasitas dirinya melalui studi magister. Dukungan beasiswa yang diperolehnya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia pendidikan.

Selama proses tersebut, Hikmah juga mendapatkan kesempatan bergabung sebagai tenaga kependidikan di lingkungan UNUSIDA. Ia mengawali pengabdiannya di bagian Sumber Daya Manusia (SDM), kemudian melanjutkan tugas di Tata Usaha FKIP. Pengalaman bekerja di berbagai unit tersebut memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai tata kelola perguruan tinggi, pelayanan akademik, hingga pentingnya kolaborasi antarunit dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.

Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga ketika akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai dosen di Program Studi PGSD FKIP UNUSIDA. Sebagai dosen, Hikmah tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran kepada mahasiswa, tetapi juga menjalankan tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, menjadi dosen merupakan tanggung jawab sekaligus amanah untuk mencetak calon guru sekolah dasar yang kompeten, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era yang terus berkembang. Pengalaman sebagai alumni UNUSIDA membuatnya memahami bagaimana proses pembelajaran yang efektif dapat membentuk kualitas lulusan.

Perjalanan Hikmah juga menjadi gambaran bahwa keberhasilan karier tidak selalu harus dimulai dari luar institusi. Justru, kesempatan untuk tumbuh dan berkembang di almamater sendiri menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus penuh makna. Dengan mengenal budaya akademik UNUSIDA sejak menjadi mahasiswa, Hikmah mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi secara optimal dalam setiap peran yang dijalankannya.

Kisah inspiratif ini menunjukkan bahwa UNUSIDA tidak hanya fokus menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga berupaya membangun ekosistem pendidikan yang mampu menciptakan peluang bagi alumni untuk terus berkembang. Dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program, termasuk kesempatan studi lanjut, menjadi salah satu bentuk komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.

Program Studi PGSD FKIP UNUSIDA sendiri terus berkomitmen mencetak calon guru yang profesional, inovatif, dan berkarakter. Kurikulum yang adaptif, didukung pengalaman praktik lapangan, kegiatan akademik, serta pembinaan karakter menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan.

Bagi mahasiswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan di UNUSIDA, perjalanan Hikmah menjadi motivasi bahwa setiap proses yang dijalani di bangku kuliah memiliki nilai yang sangat berharga. Kesempatan mengikuti berbagai kegiatan akademik, organisasi, pelatihan, hingga program pengembangan diri akan menjadi investasi penting dalam membangun masa depan.

Tidak kalah penting, kisah Hikmah mengajarkan bahwa semangat untuk terus belajar tidak berhenti setelah lulus. Melanjutkan studi, meningkatkan kompetensi, dan terus membuka diri terhadap berbagai peluang menjadi langkah strategis untuk menghadapi perubahan zaman sekaligus meningkatkan kualitas profesional.

Sebagai alumni yang kini menjadi dosen di almamaternya sendiri, Hikmah berharap semakin banyak mahasiswa UNUSIDA yang berani bermimpi besar dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dilalui dengan kerja keras, kesabaran, dan kemauan untuk terus berkembang.

Perjalanan Hikmah Luqiyah Kartikasari menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA bukan sekadar tempat menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga ruang yang membuka jalan menuju masa depan. Dari seorang mahasiswa, kemudian melanjutkan studi magister, berkontribusi sebagai tenaga kependidikan, hingga dipercaya menjadi dosen, seluruh perjalanan tersebut mencerminkan komitmen UNUSIDA dalam mencetak insan akademik yang unggul, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.

Kisah inspiratif ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa dan alumni UNUSIDA untuk terus mengembangkan potensi diri, memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, serta memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan dan masyarakat. Dengan semangat belajar sepanjang hayat, setiap lulusan UNUSIDA memiliki peluang untuk meraih masa depan yang gemilang sekaligus menjadi bagian dari kemajuan bangsa.

inspirasi alumni unusida nilma firda nur fidia

Luar Biasa! Alumni Manajemen UNUSIDA Sukses Terapkan Ilmu Kuliah di Dunia Kerja

SIDOARJO – Pendidikan tinggi menjadi salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja. Tidak hanya memberikan bekal pengetahuan akademik, perguruan tinggi juga berperan dalam membentuk keterampilan, karakter, serta kesiapan mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan profesional. Hal tersebut tercermin dari perjalanan Nilma Firda Nur Fidia, S.M., alumni Program Studi S1 Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2023 yang kini berkarier di bidang administrasi di PT Young Tree Industries.

Perjalanan Nilma dari bangku kuliah menuju dunia profesional menjadi salah satu gambaran bahwa pendidikan yang diperoleh selama masa studi dapat memberikan manfaat nyata dalam perjalanan karier. Ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama menempuh pendidikan di Program Studi S1 Manajemen menjadi bekal penting bagi Nilma dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di dunia kerja.

Bagi Nilma, keterkaitan antara ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi dengan pekerjaan yang dijalani saat ini menjadi pengalaman yang sangat berarti. Pemahaman tentang manajemen yang diperoleh selama perkuliahan membuat dirinya memiliki dasar pengetahuan yang cukup untuk memahami berbagai tanggung jawab di lingkungan kerja.

“Ilmu yang saya peroleh selama kuliah di UNUSIDA sangat selaras dengan pekerjaan yang saya jalani saat ini. Bekal tersebut membuat saya lebih mudah memahami dunia kerja dan menjalankan tanggung jawab secara profesional.” ungkap Nilma.

Sebagai tenaga administrasi di PT Young Tree Industries, Nilma dituntut untuk memiliki ketelitian, kedisiplinan, kemampuan mengelola informasi, serta kecakapan dalam menjalankan berbagai pekerjaan administratif. Aktivitas tersebut membutuhkan kemampuan untuk bekerja secara terstruktur dan bertanggung jawab, sehingga pengetahuan yang diperoleh selama masa kuliah menjadi bagian penting dalam mendukung pekerjaannya.

Perkuliahan di bidang manajemen memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai bagaimana sebuah organisasi dan perusahaan menjalankan berbagai fungsi untuk mencapai tujuan. Pengetahuan tersebut menjadi dasar yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan, termasuk administrasi yang membutuhkan kemampuan pengelolaan, koordinasi, komunikasi, serta ketelitian.

Bagi Nilma, pengalaman selama menjadi mahasiswa bukan hanya tentang menyelesaikan tugas akademik dan memperoleh gelar sarjana. Lebih dari itu, masa perkuliahan menjadi proses pembentukan pola pikir dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan. Kebiasaan menyelesaikan tugas, mengikuti proses pembelajaran, bekerja dalam tim, serta berinteraksi dengan lingkungan kampus menjadi pengalaman yang turut membentuk kemampuan profesional.

Dunia kerja tentunya memiliki dinamika yang berbeda dengan dunia perkuliahan. Seorang pekerja harus mampu beradaptasi dengan sistem kerja, target, aturan, serta tanggung jawab yang telah ditetapkan. Dalam kondisi tersebut, kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri menjadi hal yang sangat penting.

Pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNUSIDA membantu Nilma menghadapi proses tersebut dengan lebih percaya diri. Baginya, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan tidak berhenti sebagai teori, tetapi dapat diterapkan secara langsung sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Kisah Nilma juga menunjukkan pentingnya relevansi antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan ketika memasuki dunia profesional.

Program Studi S1 Manajemen UNUSIDA terus mendorong mahasiswa untuk memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai dunia manajemen sekaligus kemampuan yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan. Pembelajaran yang diperoleh mahasiswa diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun karier, baik di dunia industri, lembaga pemerintahan, organisasi, maupun bidang lainnya.

Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, perjalanan Nilma dapat menjadi inspirasi bahwa setiap proses selama kuliah memiliki nilai dan manfaat untuk masa depan. Tugas, pengalaman, tantangan, maupun kesempatan untuk mengembangkan diri merupakan bagian dari proses pembentukan kompetensi yang suatu saat akan dibutuhkan di dunia kerja.

Kesuksesan alumni tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi cerminan kontribusi institusi pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dan berdaya saing. Perjalanan Nilma menjadi bukti bahwa bekal pendidikan yang diperoleh di UNUSIDA dapat menjadi modal dalam menghadapi tuntutan pekerjaan secara profesional.

Ke depan, pengalaman para alumni diharapkan dapat terus menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa UNUSIDA untuk memanfaatkan masa perkuliahan secara maksimal. Selain mengejar pencapaian akademik, mahasiswa juga perlu membangun keterampilan, memperluas pengalaman, serta mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Kisah Nilma Firda Nur Fidia menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak berhenti setelah memperoleh gelar sarjana. Justru, kelulusan menjadi awal untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari dan terus mengembangkan diri melalui pengalaman nyata.

Dengan semangat untuk terus belajar, beradaptasi, dan menjalankan tanggung jawab secara profesional, alumni UNUSIDA diharapkan mampu memberikan kontribusi positif di berbagai bidang. Dari ruang kelas menuju dunia kerja, setiap ilmu dan pengalaman yang diperoleh menjadi bagian dari perjalanan untuk tumbuh, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Inspiratif! Eggik Anandarta Sabrian, Alumni DKV UNUSIDA yang Sukses Berkarier di Dunia Digital Marketing 6

Inspiratif! Eggik Anandarta Sabrian, Alumni DKV UNUSIDA yang Sukses Berkarier di Dunia Digital Marketing

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kisah inspiratif dari alumninya. Eggik Anandarta Sabrian, S.Ds., alumni Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) UNUSIDA tahun lulus 2025, kini meniti karier di bidang digital marketing bersama Moonzaya Indonesia.

Perjalanan Eggik di dunia profesional menjadi salah satu bukti bahwa kompetensi kreatif yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat menjadi modal penting dalam menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. Berbekal pengetahuan desain, fotografi, komunikasi visual, serta pengalaman dalam mengolah ide kreatif, Eggik mampu mengembangkan potensinya untuk berkontribusi di bidang digital marketing.

Dunia digital marketing saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu memahami strategi pemasaran, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap visual, tren, dan perilaku audiens. Konten digital yang menarik menjadi salah satu elemen penting dalam membangun komunikasi antara sebuah brand dengan masyarakat. Dalam konteks tersebut, latar belakang pendidikan Desain Komunikasi Visual menjadi kekuatan tersendiri bagi Eggik dalam menjalankan pekerjaannya.

Sebagai alumni DKV UNUSIDA, Eggik memandang pengalaman kuliah sebagai proses pembelajaran yang membentuk cara berpikir kreatif sekaligus profesional. Ia menilai bahwa berbagai materi yang diperoleh selama perkuliahan, khususnya di bidang desain dan fotografi, memberikan bekal berharga dalam perjalanan kariernya hingga saat ini.

“Ilmu yang saya peroleh selama kuliah, khususnya di bidang desain dan fotografi, menjadi bekal berharga dalam perjalanan karier saya hingga saat ini. Pengalaman belajar di UNUSIDA tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mengasah kreativitas dan keterampilan yang terus saya gunakan di dunia profesional,” ungkap Eggik.

Menurutnya, pembelajaran di bangku kuliah tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan praktik. Mahasiswa dilatih untuk memahami konsep visual, menyusun pesan komunikasi, mengolah ide, hingga menghasilkan karya yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia industri.

Kemampuan tersebut menjadi semakin relevan ketika memasuki dunia kerja. Di era digital, seorang profesional di bidang pemasaran dituntut untuk mampu menyampaikan informasi secara efektif melalui berbagai kanal media. Konten visual yang kuat, pesan yang tepat sasaran, serta strategi komunikasi yang kreatif menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan audiens terhadap sebuah produk atau layanan.

Dalam pekerjaannya di Moonzaya Indonesia, Eggik mengaplikasikan berbagai kemampuan yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan di UNUSIDA. Latar belakang desain membantunya dalam memahami komposisi visual, pemilihan elemen grafis, serta penyusunan materi promosi yang menarik. Sementara itu, keterampilan fotografi turut mendukung proses penciptaan konten yang memiliki nilai estetika dan mampu menarik perhatian audiens di media digital.

Bagi Eggik, kreativitas bukan hanya tentang menghasilkan desain yang menarik secara visual. Kreativitas juga berkaitan dengan kemampuan membaca kebutuhan pasar, memahami karakter audiens, serta menyusun pendekatan komunikasi yang relevan. Oleh karena itu, pengalaman belajar di Prodi DKV UNUSIDA menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk kepercayaan dirinya untuk berkarya di dunia profesional.

Kisah Eggik menunjukkan bahwa lulusan Desain Komunikasi Visual memiliki peluang yang luas untuk berkembang di berbagai sektor industri. Kompetensi yang dimiliki mahasiswa DKV tidak hanya dapat diterapkan dalam pekerjaan sebagai desainer grafis, ilustrator, fotografer, atau videografer, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah dalam bidang digital marketing, branding, media sosial, periklanan, hingga pengembangan komunikasi perusahaan.

Perkembangan teknologi digital juga membuka ruang baru bagi generasi muda untuk menciptakan karya dan membangun karier. Media sosial, platform digital, serta berbagai kanal komunikasi daring telah menjadi ruang penting bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk, membangun identitas brand, dan menjalin hubungan dengan konsumen. Kondisi ini membutuhkan tenaga profesional yang mampu memadukan kreativitas dengan strategi komunikasi yang efektif.

UNUSIDA melalui Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual terus berkomitmen untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, kreativitas, dan pengembangan karakter diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang siap beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

Selain kemampuan teknis, mahasiswa juga didorong untuk memiliki sikap profesional, semangat belajar, kemampuan bekerja sama, serta keberanian dalam menghadapi tantangan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi alumni ketika memasuki lingkungan kerja yang dinamis dan kompetitif.

Keberhasilan Eggik dalam meniti karier di bidang digital marketing menjadi motivasi bagi mahasiswa dan calon mahasiswa UNUSIDA untuk terus mengembangkan kemampuan diri. Perjalanan karier tidak selalu harus berjalan dalam satu jalur yang sempit. Kompetensi yang diperoleh selama kuliah dapat dikembangkan dan diterapkan dalam berbagai bidang sesuai dengan minat, kebutuhan industri, serta peluang yang tersedia.

Eggik juga menjadi gambaran bahwa lulusan DKV mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia digital. Dengan memadukan kemampuan desain, fotografi, komunikasi, dan kreativitas, alumni DKV dapat mengambil peran penting dalam membangun komunikasi brand yang lebih kuat, menarik, dan berdampak.

Melalui semangat belajar dan kemauan untuk terus berkembang, Eggik Anandarta Sabrian membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi pijakan untuk membuka peluang karier yang lebih luas. Pengalaman akademik yang diperoleh selama berada di UNUSIDA menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya menuju dunia kerja profesional.

Kisah alumni seperti Eggik diharapkan dapat terus menginspirasi mahasiswa UNUSIDA untuk berani bermimpi, mengasah keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Dengan kompetensi, kreativitas, dan karakter yang kuat, generasi muda dapat terus berkarya serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, industri, dan bangsa.

UNUSIDA terus bangga melihat para alumninya tumbuh, berproses, dan berkontribusi di berbagai bidang. Dari ruang kelas hingga dunia profesional, setiap perjalanan alumni menjadi bukti bahwa ilmu, pengalaman, dan kreativitas dapat menjadi cahaya untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Ayu Munjidah, S.Pd., alumni Program Studi S1 PGSD UNUSIDA sebagai guru di MI Al Abror Pekauman. (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspiratif! Ayu Munjidah Menebar Manfaat sebagai Pendidik Berbekal Ilmu dan Pengalaman Organisasi

Pendidikan bukan sekadar proses memperoleh gelar akademik, tetapi juga perjalanan membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta menyiapkan generasi muda untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Nilai itulah yang dirasakan oleh Ayu Munjidah, S.Pd., alumni Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2020 yang kini mengabdikan diri sebagai guru di MI Al Abror Pekauman.

Bagi Ayu, perjalanan selama menempuh pendidikan di UNUSIDA menjadi salah satu fase paling berharga dalam hidupnya. Tidak hanya memperoleh bekal ilmu akademik, ia juga mendapatkan pengalaman organisasi, karya ilmiah, hingga pembinaan karakter yang menjadi modal utama dalam menjalankan profesinya sebagai seorang pendidik.

Saat mengenang masa-masa kuliah, Ayu mengaku memiliki banyak pengalaman yang sulit dilupakan. Salah satu momen yang paling membanggakan adalah ketika dirinya berhasil menerbitkan dua buku antologi puisi bersama beberapa dosen UNUSIDA.

Karya tersebut lahir melalui proses pendampingan dan bimbingan yang intensif dari para dosen, khususnya Agung Purnomo, beserta dosen-dosen lainnya yang terus mendorong mahasiswa untuk berani berkarya dan mengembangkan kreativitas di luar kegiatan akademik.

“Pengalaman saya selama kuliah di UNUSIDA yang paling berkesan adalah ketika saya memiliki dua buku puisi karya saya bersama beberapa dosen UNUSIDA dengan bimbingan Pak Agung Purnomo dan beberapa dosen lainnya,” ungkap Ayu.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa lingkungan akademik UNUSIDA tidak hanya mendorong mahasiswa untuk unggul di bidang akademik, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa.

Selain aktif berkarya, Ayu juga menjadi bagian dari perjalanan awal berdirinya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Unggul. Bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya, ia turut merintis organisasi tersebut dari awal hingga berkembang menjadi salah satu wadah pengembangan prestasi mahasiswa di lingkungan kampus.

Menurutnya, membangun sebuah organisasi bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan komitmen, kerja sama, serta semangat untuk terus belajar dan berproses bersama.

“Pengalaman bersama teman-teman UKM Mahasiswa Unggul menjadi salah satu cerita yang tidak akan pernah saya lupakan. Kami merintis dan membangun UKM tersebut mulai dari nol hingga berada di titik seperti sekarang,” kenangnya.

Melihat perkembangan UKM Mahasiswa Unggul yang terus melahirkan mahasiswa berprestasi setiap tahunnya memberikan kebanggaan tersendiri bagi Ayu. Ia merasa perjuangan yang dilakukan bersama teman-teman saat merintis organisasi tersebut kini mulai membuahkan hasil.

“Saya sangat bangga melihat perkembangan UKM Mahasiswa Unggul yang dari tahun ke tahun bisa berkarya lebih baik lagi dan terus dilanjutkan oleh adik-adik junior yang hebat,” ujarnya.

Kini, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menjadi mahasiswa UNUSIDA menjadi bekal utama Ayu dalam menjalankan amanah sebagai seorang pendidik di MI Al Abror Pekauman.

Ia menilai bahwa UNUSIDA memberikan banyak manfaat bagi perjalanan kariernya. Tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter serta memberikan nilai-nilai kehidupan yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan.

“Kampus UNUSIDA banyak memberikan manfaat untuk karier saya yang sekarang, alhamdulillah masih diamanahi menjadi seorang pendidik,” tuturnya.

Menurut Ayu, keberhasilan seorang guru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengajar, tetapi juga oleh keteladanan, kesabaran, dan semangat untuk terus belajar. Nilai-nilai tersebut banyak ia pelajari dari para dosen selama menempuh pendidikan di UNUSIDA.

Ia mengaku masih mengingat dengan baik setiap ilmu, nasihat, dan keteladanan yang diberikan oleh para dosen. Baginya, para dosen UNUSIDA bukan hanya pengajar, tetapi juga mentor yang memberikan inspirasi dalam menjalani profesi sebagai pendidik.

“Di bangku kuliah, saya bertemu dengan dosen-dosen yang hebat dan kompeten. Mereka menjadi salah satu penunjang bagi saya ketika kuliah dan sampai detik ini saya masih mengingat jasa serta ilmu yang beliau ajarkan kepada kami,” katanya.

Pengalaman belajar bersama dosen yang berdedikasi membuat Ayu semakin yakin bahwa menjadi seorang guru adalah profesi yang mulia sekaligus penuh tanggung jawab. Ia berkomitmen untuk meneruskan nilai-nilai yang telah diajarkan selama kuliah kepada peserta didiknya.

Sebagai alumni, Ayu berharap UNUSIDA terus melahirkan lulusan-lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat berkarya, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan agar memanfaatkan setiap kesempatan yang ada di kampus, baik melalui kegiatan akademik maupun organisasi kemahasiswaan.

Menurutnya, pengalaman berorganisasi, berkarya, dan membangun jejaring selama kuliah akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika memasuki dunia kerja.

“Perjalanan di bangku kuliah bukan sekadar mengejar nilai atau gelar, melainkan proses membentuk pribadi yang tangguh, kreatif, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Dengan bekal ilmu, pengalaman organisasi, serta bimbingan para dosen, yang menjadi inspirasi hingga kini untuk terus mengabdikan diri di dunia pendidikan dengan harapan dapat mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.