Seleksi Beasiswa UNUSIDA, Plt Rektor Dorong Lahirnya Profesional Berbasis Agama
SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan akses pendidikan tinggi bagi kader dan generasi Nahdliyyin melalui program seleksi beasiswa Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, (19/8/2026).
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz, selain beasiswa Mahir Baca Kitab Kuning dan jalur beasiswa lainnya. Kegiatan seleksi yang digelar di lingkungan UNUSIDA tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menjaring mahasiswa berpotensi, khususnya mereka yang memiliki talenta di bidang keagamaan dan pesantren.
Plt Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, mengatakan program beasiswa tahfidz merupakan bentuk komitmen PCNU dan PC Muslimat NU Sidoarjo dalam memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mempersiapkan diri berkhidmah di Nahdlatul Ulama.
“Beasiswa tahfidz kali ini merupakan komitmen PCNU dan PC Muslimat NU Sidoarjo untuk memberikan kesempatan berkhidmah dan mengabdi di Nahdlatul Ulama melalui berbagai jalur beasiswa seperti tahfidz dan mahir baca kitab kuning,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut menyasar talenta-talenta yang memiliki fokus pada bidang agama dan pesantren sehingga ke depan dapat tumbuh menjadi kader NU yang memiliki kompetensi akademik sekaligus landasan keagamaan yang kuat.
“Talenta yang fokus di bidang agama dan pesantren untuk menjadi kader NU. Ada yang kita fasilitasi untuk dapat melanjutkan kuliah di perguruan tinggi,” imbuhnya.
Dr. Hadi menjelaskan, proses seleksi dilakukan untuk memastikan calon penerima beasiswa memiliki kompetensi sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab UNUSIDA bersama para pihak yang terlibat dalam program beasiswa kepada masyarakat Nahdliyyin di Sidoarjo.
“Seleksi ini untuk memastikan dengan yang diharapkan sesuai dengan kompetensi mahasiswa. Hal ini menjadi tanggung jawab kepada warga Nahdliyyin Sidoarjo,” jelasnya.
Ia berharap para penerima beasiswa nantinya tidak hanya menjadi mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkembang menjadi profesional yang memiliki latar belakang dan pemahaman agama yang baik. Program beasiswa ini menjadi salah satu ikhtiar bersama dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kaderisasi generasi muda Nahdlatul Ulama yang memiliki kemampuan profesional, berkarakter, serta berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan.
“Yang diharapkan akan menjadi seorang profesional yang memiliki latar belakang agama,” katanya.
Dalam proses seleksi tersebut, Dr. Hadi juga menyampaikan apresiasi kepada para juri dan kiai dari PC JQH NU Sidoarjo yang turut terlibat dalam proses verifikasi kelayakan calon penerima beasiswa.
Ia menegaskan bahwa proses seleksi bukanlah akhir dari kesempatan calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan di UNUSIDA. Peserta yang belum berhasil mendapatkan beasiswa tetap memiliki kesempatan untuk bergabung dan melanjutkan pendidikan di UNUSIDA.
“Seleksi ini bukan berarti menentukan calon mahasiswa yang lolos. Akan tetapi, yang tidak lolos juga bisa menjadi mahasiswa di UNUSIDA. Tetap semangat, niatkan di sini di UNUSIDA mencari ilmu untuk kemandirian kita di masa depan,” pesannya.
Surat Pemberitahuan Tata Tertib Pelaksanaan Wisuda X UNUSIDA 2026
Berikut kami sampaikan Surat Pemberitahuan Tata Tertib Pelaksanaan Wisuda X UNUSIDA 2026, informasi lebih lanjut sebagai berikut:
TATA TERTIB PELAKSANAAN WISUDA X
KILAB 2026, UNUSIDA Hadirkan Inovasi Smart Anthropometric Ergonomic Chair untuk Perkuat Praktikum Teknik Industri
SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Program Studi Teknik Industri mengembangkan Smart Anthropometric Ergonomic Chair sebagai karya inovasi dalam Program Kompetisi Inovasi Laboratorium (KILAB) 2026. Inovasi tersebut dirancang untuk memperkuat sarana pembelajaran praktikum ergonomi sekaligus mendukung mahasiswa memahami proses perancangan dan pengembangan produk berbasis data.
Dosen pengampu mata kuliah Ergonomi Program Studi Teknik Industri, Alifah Dian Rahmania, S.T., M.T., menyampaikan bahwa Program KILAB 2026 menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi.
“Sebagai dosen pengampu mata kuliah Ergonomi di Program Studi Teknik Industri, kami melihat Program KILAB 2026 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada mata kuliah ergonomi serta perancangan dan pengembangan produk,” tuturnya.
Ia menjelaskan, inovasi Smart Anthropometric Ergonomic Chair dapat menjadi sarana pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa secara lebih holistik, mulai dari analisis, desain, hingga evaluasi produk.
“Mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu melakukan praktik langsung berbasis data. Integrasi sensor jarak pada alat ini turut mempermudah proses pengambilan data antropometri secara lebih akurat dan efisien,” terangnya.
Ketua Tim KILAB 2026, Maschan Yusuf Mustofah, menjelaskan bahwa Smart Anthropometric Ergonomic Chair hadir dari kebutuhan untuk menghadirkan media pembelajaran ergonomi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat digunakan mahasiswa secara langsung dalam kegiatan praktikum.
Menurutnya, inovasi tersebut memadukan konsep antropometri, ergonomi, perancangan produk, dan teknologi sensor dalam satu media pembelajaran. Kursi dirancang dengan mempertimbangkan dimensi tubuh manusia sehingga mahasiswa dapat mempelajari penerapan prinsip ergonomi sekaligus memahami bagaimana data antropometri digunakan dalam proses perancangan produk.
“Smart Anthropometric Ergonomic Chair kami kembangkan agar mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana konsep ergonomi diterapkan dalam sebuah produk. Jadi, pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi mahasiswa dapat mengikuti proses mulai dari pengukuran, pengolahan data, perancangan, hingga pengujian produk,” kata Alumni Teknik Industri UNUSIDA tersebut, Kamis (3/9/2026).
Ia menambahkan, salah satu aspek yang menjadi nilai tambah inovasi tersebut adalah integrasi sensor jarak dan sistem sensor yang mendukung proses pengambilan data antropometri. Teknologi tersebut diharapkan dapat membuat proses praktikum lebih interaktif dan membantu mahasiswa mengenal penerapan teknologi dalam pengumpulan data ergonomi.
“Integrasi teknologi menjadi bagian penting dari inovasi ini. Mahasiswa tidak hanya belajar menggunakan alat, tetapi juga memahami bagaimana data dapat diperoleh dan dimanfaatkan sebagai dasar dalam merancang produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna,” tambahnya.
Melalui Program KILAB 2026, ia dan tim berharap tidak hanya menjadi fasilitas laboratorium, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran berbasis praktik dan teknologi di Program Studi Teknik Industri UNUSIDA.
“Bagi kami, pengembangan inovasi ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan laboratorium yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran Teknik Industri. Ke depan, inovasi tersebut dapat terus dikembangkan melalui optimalisasi sistem sensor dan akuisisi data, pengujian penggunaan dalam praktikum, serta pengembangan pemanfaatannya untuk kegiatan penelitian dan inovasi produk ergonomis,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa Teknik Industri, M. Wafi Musafak, mengaku senang dengan hadirnya inovasi tersebut karena memberikan pengalaman belajar ergonomi secara lebih langsung.
“Alhamdulillah, saya sangat senang sekali dengan adanya inovasi pembelajaran melalui Smart Anthropometric Ergonomic Chair ini, yang membantu mahasiswa memahami ergonomi secara langsung dan aplikatif,” ungkapnya.
Menurut Wafi, keberadaan sensor jarak juga memberikan kemudahan dalam proses pengambilan data antropometri saat praktikum. Ia menilai inovasi tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan dunia industri.
“Alat ini juga mengintegrasikan sensor jarak yang mempermudah proses pengambilan data antropometri saat praktikum secara lebih cepat dan akurat. Dengan begitu, mahasiswa dapat belajar proses perancangan dan pengembangan produk mulai dari desain hingga uji coba,” pungkasnya.
Menguatkan Ukhuwah dan Membuka Jalan Surga, Hadis ke-21 Dorong Umat Gemar Menolong dan Menuntut Ilmu
Sidoarjo — Semangat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama kembali ditekankan dalam kajian keislaman melalui pembahasan Hadis ke-21 dalam Kitab Adab. Kajian tersebut mengangkat pesan penting tentang keutamaan membantu sesama Muslim, meringankan kesulitan, menjaga aib, serta menempuh jalan untuk mencari ilmu sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Pembahasan diawali dengan hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah ﷺ bersabda:
«“Barang siapa menghilangkan satu kesusahan dari seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat.”»
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian kepada sesama bukan sekadar bentuk hubungan sosial, tetapi juga memiliki nilai ibadah yang besar. Setiap Muslim dianjurkan untuk peka terhadap kondisi saudaranya dan berusaha memberikan pertolongan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Dalam kehidupan sehari-hari, pertolongan tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Tidak harus selalu berupa materi, tetapi juga dapat berupa makanan, tenaga, waktu, perhatian, maupun bantuan dalam menyelesaikan persoalan. Hal sederhana yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi amal yang bernilai di sisi Allah.
“Kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain sebenarnya akan kembali kepada diri kita sendiri. Kita membantu saudara kita di dunia, dan Allah menjanjikan pertolongan bagi kita di akhirat,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kajian.
Pembahasan kemudian berlanjut pada keutamaan memberikan kemudahan kepada orang yang sedang menghadapi kesulitan. Rasulullah ﷺ juga menjelaskan bahwa siapa saja yang memberikan kemudahan kepada orang yang mengalami kesulitan, Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat.
Pesan tersebut menjadi motivasi agar umat tidak bersikap acuh ketika melihat orang lain sedang membutuhkan pertolongan. Selama memiliki kemampuan untuk membantu, seseorang dianjurkan mengambil peran untuk meringankan beban saudaranya.
Selain membantu secara nyata, bentuk kepedulian lainnya adalah menjaga kehormatan sesama Muslim. Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira bahwa siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.
Pesan ini sangat relevan dalam kehidupan sosial, terlebih di tengah kemudahan masyarakat dalam menyebarkan informasi melalui media sosial. Setiap orang perlu berhati-hati agar tidak menjadikan kekurangan atau kesalahan orang lain sebagai bahan pembicaraan, candaan, maupun konsumsi publik.
Menutup aib bukan berarti membenarkan perbuatan yang salah. Namun, menjaga kehormatan seseorang, memberikan nasihat dengan cara yang baik, dan tidak menyebarkan keburukannya merupakan bagian dari akhlak seorang Muslim.
Lebih lanjut, kajian tersebut menekankan janji Rasulullah ﷺ bahwa Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Pesan ini memperkuat keyakinan bahwa menjadi pribadi yang bermanfaat merupakan salah satu jalan untuk mendapatkan pertolongan Allah.
“Jangan takut kehilangan ketika kita membantu orang lain. Ketika dilakukan dengan ikhlas karena Allah, pertolongan tersebut dapat menjadi sebab datangnya pertolongan Allah kepada kita,” menjadi refleksi yang disampaikan dalam kajian.
Tidak berhenti pada hubungan sosial, Hadis ke-21 juga memberikan perhatian besar terhadap aktivitas mencari ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda:
«“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”»
Pesan tersebut menjadi motivasi khususnya bagi para pelajar dan mahasiswa agar memandang proses pendidikan tidak hanya sebagai sarana memperoleh nilai, ijazah, atau gelar. Jika dilakukan dengan niat yang benar, proses belajar dapat menjadi bagian dari ibadah dan jalan mendekatkan diri kepada Allah.
Membaca, berdiskusi, mendengarkan penjelasan guru atau dosen, membaca kitab, mengikuti kajian, serta mempelajari ilmu yang bermanfaat merupakan aktivitas yang dapat bernilai ibadah ketika dilandasi niat karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam konteks tradisi keagamaan masyarakat Nahdliyyin, semangat menuntut ilmu juga berjalan beriringan dengan upaya menjaga berbagai tradisi keagamaan seperti majelis ilmu, dzikir, istighatsah, mujahadah, tahlil, dan pembacaan maulid Nabi ﷺ. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat spiritualitas, mempererat ukhuwah, memperbanyak dzikir dan shalawat, serta meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.
Dari keseluruhan pembahasan, terdapat beberapa pesan utama yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari: membantu saudara yang mengalami kesulitan, memberikan kemudahan, menjaga aib sesama Muslim, menjadi pribadi yang bermanfaat, serta istiqamah dalam menuntut ilmu.
Kajian tersebut pada akhirnya mengajak setiap Muslim untuk tidak berhenti pada pemahaman terhadap hadis, tetapi mengubahnya menjadi amalan nyata.
“Ketika ada saudara kita yang kesulitan, kita bantu. Ketika ada saudara kita yang memiliki kekurangan, kita jaga aibnya. Ketika ada kesempatan untuk menuntut ilmu, mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.”
Dengan menghidupkan nilai-nilai tersebut, diharapkan tumbuh pribadi-pribadi yang tidak hanya memiliki ilmu, tetapi juga memiliki kepedulian, akhlak, dan semangat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Semoga setiap langkah dalam membantu sesama, menjaga ukhuwah, dan menuntut ilmu menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperoleh pertolongan Allah serta dimudahkan menuju jalan surga-Nya.
Amin, amin ya Rabbal ‘alamin.
Sumber: Shahih Muslim, Hadis No. 2699a.
Surat Pemberitahuan Undangan Tambahan Wisuda X
Berikut kami sampaikan Surat Pemberitahuan Undangan Tambahan Wisuda X UNUSIDA 2026, informasi lebih lanjut sebagai berikut:
Surat Pemberitahuan Undangan Tambahan Wisuda X
Hebat! Alumni Akuntansi UNUSIDA Sukses Meniti Karier sebagai Staf Keuangan di Almamater
SIDOARJO – Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi, memperluas pengalaman, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja. Proses tersebut dirasakan secara langsung oleh Suci Lestari, S.Ak., alumni Program Studi S1 Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang lulus pada tahun 2024 dan kini berkarier sebagai Staf Keuangan di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.
Perjalanan Suci dari mahasiswa hingga menjadi tenaga profesional di lingkungan UNUSIDA menjadi salah satu kisah inspiratif tentang bagaimana ilmu dan pengalaman selama perkuliahan dapat memberikan manfaat nyata dalam dunia kerja. Bekal akademik yang diperoleh di Program Studi Akuntansi, ditambah pengalaman berorganisasi dan kepercayaan diri yang terus berkembang, menjadi modal penting dalam menjalankan tanggung jawabnya saat ini.
Bagi Suci, masa kuliah merupakan periode yang penuh dengan proses pembelajaran. Tidak hanya belajar mengenai teori dan konsep akuntansi, ia juga mendapatkan berbagai pengalaman yang membantu membentuk keterampilan dan kesiapan dirinya untuk memasuki dunia profesional.
“Selama kuliah di jurusan Akuntansi, saya memperoleh bekal ilmu, pengalaman organisasi, dan kepercayaan diri yang menjadi modal utama dalam menjalani karier sebagai staf keuangan di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Apa yang dipelajari di bangku kuliah benar-benar memberikan manfaat nyata di dunia kerja,” ungkap Suci.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi perkuliahan. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk membangun pola pikir, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, belajar bekerja sama, serta mengembangkan rasa tanggung jawab.
Sebagai mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Suci mempelajari berbagai dasar ilmu yang berkaitan dengan pengelolaan dan pencatatan keuangan. Pemahaman tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pekerjaannya saat ini sebagai staf keuangan. Ketelitian, kemampuan memahami data, kedisiplinan, serta tanggung jawab menjadi bagian dari kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam bidang tersebut.
Dunia keuangan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja secara cermat dan profesional. Setiap proses administrasi dan pengelolaan keuangan membutuhkan perhatian terhadap detail serta pemahaman terhadap prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Program Studi Akuntansi menjadi salah satu bekal yang sangat relevan bagi Suci dalam menjalankan pekerjaannya.
Selain mendapatkan pengetahuan akademik, pengalaman organisasi juga memberikan kontribusi penting dalam perjalanan pengembangan dirinya. Kegiatan organisasi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar berinteraksi dengan banyak orang, bekerja dalam tim, menyelesaikan permasalahan, serta membangun kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.
Pengalaman tersebut menjadi pelengkap bagi pembelajaran akademik. Dalam dunia kerja, kemampuan teknis perlu didukung dengan keterampilan interpersonal dan kemampuan beradaptasi. Seseorang tidak hanya dituntut untuk memahami bidang pekerjaannya, tetapi juga harus mampu bekerja sama dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.
Kepercayaan diri yang berkembang selama masa kuliah juga menjadi salah satu modal penting bagi Suci. Keberanian untuk belajar, menyampaikan pendapat, menerima tanggung jawab, dan menghadapi tantangan menjadi bagian dari proses pembentukan pribadi yang dibutuhkan dalam lingkungan profesional.
Kini, setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya pada tahun 2024, Suci menjalankan peran sebagai Staf Keuangan di UNUSIDA. Bekerja di lingkungan kampus tempat dirinya dahulu menempuh pendidikan tentu menjadi pengalaman yang memiliki makna tersendiri. Dari seorang mahasiswa yang belajar di ruang perkuliahan, kini ia turut memberikan kontribusi melalui tugas profesional di lingkungan institusi pendidikan tersebut.
Perjalanan tersebut menunjukkan adanya kesinambungan antara proses pendidikan dan penerapan kompetensi dalam dunia kerja. Apa yang dipelajari selama kuliah tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan studi, tetapi menjadi bekal yang dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan profesi.
Kisah Suci juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan. Setiap proses selama masa kuliah, mulai dari mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, berdiskusi, hingga mengikuti kegiatan organisasi, dapat memberikan pengalaman yang berguna untuk masa depan.
Mahasiswa perlu memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan untuk membangun kompetensi secara menyeluruh. Prestasi akademik tentu penting, tetapi kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengatur waktu, serta membangun kepercayaan diri juga memiliki peran besar dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Program Studi S1 Akuntansi UNUSIDA terus menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan profesional. Melalui proses pendidikan, mahasiswa diharapkan mampu memiliki dasar kompetensi yang kuat serta kesiapan untuk beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja.
Kisah alumni seperti Suci menjadi salah satu gambaran nyata bahwa pendidikan tinggi dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam perjalanan karier seseorang. Ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat menjadi fondasi, sementara pengalaman yang dilalui membantu membentuk karakter dan keterampilan profesional.
Bagi Suci, perjalanan dari mahasiswa Akuntansi hingga menjadi Staf Keuangan di UNUSIDA merupakan bagian dari proses panjang untuk terus belajar dan berkembang. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap kesempatan yang diperoleh selama masa kuliah perlu dimanfaatkan sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.
Melalui kisah inspiratif ini, mahasiswa dan calon mahasiswa diharapkan semakin percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang memperoleh ijazah. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses untuk membangun kemampuan, karakter, pengalaman, dan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Perjalanan Suci Lestari, S.Ak. membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat memberikan manfaat nyata ketika diterapkan secara profesional. Dengan bekal akademik, pengalaman organisasi, dan kepercayaan diri, ia terus melangkah dan berkarya di bidang keuangan.
Dari mahasiswa hingga menjadi bagian dari tenaga profesional di almamaternya sendiri, perjalanan Suci menjadi inspirasi bahwa setiap proses belajar dapat membuka jalan menuju masa depan. Dengan semangat untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik, alumni UNUSIDA diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat.






