Safari Ramadhan Unusida, Berikan Santunan Marbot Masjid dan Berikan Layanan Check Up Kesehatan Gratis (Foto: Humas Unusida)

Safari Ramadhan Unusida, Santuni Marbot Masjid dan Layani Check Up Kesehatan Gratis

Civitas Akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar kegiatan Safari Ramadhan 1445 Hijriah di masjid-masjid di sekitar kampus. Kegiatan ini dilaksanakan pertama kali di Masjid Baitul Makmur, Sidokerto, Buduran, Selasa (19/03/2024).

Adapun agenda Safari Ramadhan Unusida seperti Sholat Tarawih Berjama’ah, Kuliah Tujuh Menit (Kultum) Ramadhan, Santunan Marbot Masjid, dan Check Up Kesehatan Gratis.

Sekretaris Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sidoarjo, H Dayat sangat menyambut baik adanya Safari Ramadhan Unusida. Menurutnya, kegiatan Safari Ramadhan Unusida sangat mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat karena diisi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Masyarakat sangat senang dan tertarik dengan adanya kegiatan Safari Ramadhan Unusida kali ini. Hal ini karena adanya Check Up kesehatan gratis yang diserbu oleh ibu-ibu dan bapak-bapak. Selain itu juga terdapat santunan untuk marbot masjid yang juga sangat senang karena merasa diperhatikan dengan bantuan berupa makanan pokok,” ungkapnya.

Pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Safari Ramadhan Unusida yang sangat mempresentasikan kegiatan positif seorang akademisi dalam pengabdian masyarakat. Ia berharap kegiatan ini juga dapat diselenggarakan secara rutin dan menyeluruh di masjid-masjid di seluruh Kabupaten Sidoarjo.

“Dengan kegiatan Safari Ramadhan Unusida kali ini, masyarakat dapat merasakan manfaat lebih mengenal keberadaan kampus NU di Sidoarjo. Semoga Unusida dapat menjadi inspirasi dan rujukan dalam menebarkan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Dosen Unusida, Machfudzil Asror, S.Pd.I,. M.Pd mengatakan, kegiatan Safari Ramadhan ini bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan Unusida di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai sarana mengenalkan program-program Unusida yang dapat menyentuh masyarakat secara langsung.

“Momentum Ramadhan menjadi kesempatan untuk menebar manfaat dan mengenalkan Unusida di tengah masyarakat sehingga keberadaan dan eksistensi Unusida dapat semakin dikenal di kalangan masyarakat,” katanya disela-sela menyampaikan Kultum Ramadhan.

Dalam tausiahnya, Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unusida tersebut menyampaikan tentang 4 golongan yang dirindukan surga. Empat golongan tersebut adalah orang yang membaca Al-Qur’an, menjaga ucapannya, memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadhan.

“Momentum bulan suci Ramdhan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita. Oleh karena itu, mari berusaha berlomba-lomba menjadi empat golongan tersebut agar kelak masuk ke dalam surga dengan cara taat menjalankan ibadah dan menjauhi segala larangan dari Allah SWT,” tuturnya.

“Terima kasih kepada segenap Takmir Masjid Baitul Makmur, Ust. Dayat sebagai Takmir Masjid Baitul Makmur yang sudah menyambut dan memfasilitasi kami selama kegiatan Safarai Ramadhan,” imbuhnya.

Kegiatan Safari Ramadhan Unusida kali ini juga bekerja sama dengan SMK Plus NU Sidoarjo, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Unusida, dan Bank Jatim Syariah.

Diketahui, kegiatan Safari Ramadhan Unusida kali ini dijadwalkan di 4 masjid di sekitar kampus, selain Masjid Baitul Makmur, juga dijadwalkan di beberapa titik diantaranya Masjid Nurul Ghina, Jasem, Sidoarjo, Kamis (21/03/2024), Masjid At Taqwa, Gebang, Sidoarjo, Selasa (26/03/2024), Masjid Nurul Huda Jambangan, Candi, Sidoarjo, Kamis (28/03/2024).

(my)

Maulidia, Mahasiswi PGSD Unusida Ajarkan Mengaji hingga Kenalkan Canva saat PLP di Thailand

Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Maulidia Nur Rachmah mengajarkan mengaji Al Qur’an bagi siswa-siswi di Sekolah Ban Yaning, Kecamatan Chuap, Kabupaten Cho Airong, Narathiwat, Thailand.

Hal tersebut yang diajarkan di sekolah tempatnya mengikuti program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional dalam kurun waktu 10 Januari-5 Februari 2024 di Nagara yang dijuluki Gajah Putih tersebut.

“Senang sekali dapat mengajarkan mengaji Al Qur’an bagi siswa-siswi di sekolah tempat saya mengikuti PLP di Thailand. Al Qur’an menjadi hal yang sangat penting dan harus diajarkan sejak dini kepada seorang anak,” ujarnya, Jum’at (15/03/2024).

Maulidia mengaku sempat mengalami kesulitan saat disuruh mengajar membaca Al Qur’an bagi siswa-siswi di Sekolah Ban Yaning. Sebab bahasa yang digunakan sehari-hari adalah Bahasa Melayu Pattani yang berbeda dengan Bahasa Melayu Malaysia.

“Juga kepenulisan huruf juga berbeda, seperti tulisan jawi tapi bagi mereka menjadi tulisan pego arab,” jelasnya.

Namun, seiring berjalannya waktu ia dapat berkomunikasi dengan baik dengan dibantu mahasiswa Thailand yang juga sedang PLP di sekolah yang sama. Maulidia juga tergabung dalam kelompok bersama 2 mahasiswi asal Lamongan selama PLP dan KKN Internasional di sekolah tersebut.

Selain mengajar mengaji, Maulidia juga mengenalkan Canva kepada siswa-siswi sebagai media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Canva merupakan platform desain dan komunikasi visual yang banyak mendukung proses belajar mengajar di sekolah Indonesia. Ia berharap Canva juga dapat dikenal dan menjadi inovasi media pembelajaran baru bagi sekolah di Thailand.

“Sebelumnya, sekolah tempat saya PLP, belum mengenal Canva, cara penggunaan dan manfaatnya untuk belajar. Jadi tidak ada salahnya jika mengenalkan media pembelajaran visual dengan Canva bagi siswa-siswi di Thailand ini,” kata mahasiswi program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2021 tersebut.

Di wilayah Narathiwat kebutuhan akan teknologi seperti laptop dan komputer sangat memadai. Akan tetapi penggunaannya yang belum maksimal. “Seperti ketika saya menggunakan laptop dan mengetik dengan cepat, semua guru yang melihat sangat terkesima,” imbuhnya.

Menurutnya, budaya lingkungan sekolah di Thailand hampir sama dengan sekolah di Indonesia. Seperti pembiasaan sholat dhuha setiap pagi hingga kegiatan ekstrakurikuler di luar jam pelajaran untuk mengasah bakat dan membentuk karakter siswa dengan kegiatan di luar kelas.

“Secara pembiasaan untuk siswa-siswi di sekolah di Thailand dan Indonesia tidak jauh berbeda. Akan tetapi kedisiplinan dan ketertiban yang diterapkan dengan baik, hal tersebut yang membuat saya nyaman selama di sini,” ungkapnya.

Maulidia yang juga aktivis pramuka tidak canggung untuk menerapkan metode pembelajaran ekstrakurikuler dengan mengedepankan pembentukan kepribadian dan kecakapan siswa.

“Jadi, pembelajaran ekstrakurikuler sama kemas seperti kegiatan pramuka, seperti dengan lagu di sini senang di sana senang, hingga mengenalkan budaya Indonesia seperti pencak silat dan tari tradisional,” pungkasnya.

(my)

Mahasiswi Unusida, Elza Fiilmilla Sutejo (baju pink) saat PLP dan KKN Internasional di Todeng, Sung-Ai Padi, Narathiwat, Thailand. (Foto: Humas Unusida)

Elza Fiilmilla Sutejo, Mahasiswa PBI Unusida Kenalkan Budaya 5S Saat PLP di Thailand

Elza Fiilmilla Sutejo, seorang mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) angkatan 2021, mengenalkan budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun (5S) Internasional di Ban Ai Batu School, Todeng, Sung-Ai Padi, Narathiwat, Thailand.

Elza menjelaskan, masyarakat di Kecamatan Todeng belum mengenal atau menerapkan sepenuhnya budaya 5S, baik di sekolah maupun di instansi tertentu. Oleh karena itu, ia memiliki inisiatif untuk mengenalkan budaya 5S di sekolah tempatnya menjalankan program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Negeri Gajah Putih tersebut.

“Alhamdulillah adaptasi pertama kali lancar dengan lingkungan sekolah, kemudian langsung diajak rapat pertama kali dan diberikan kesempatan menyampaikan gagasan. Saya pun mengenalkan budaya 5S yang sudah diterapkan di sekolah maupun instansi di Indonesia untuk juga dapat diterapkan di sekolah ini, dan mendapat sambutan sangat baik dari guru-guru di sana,” jelasnya, Kamis (14/03/2024).

Secara bahasa dan budaya, Elza mengaku tidak kesulitan dalam beradaptasi, sebab bahasa yang digunakan sehari-hari merupakan Bahasa Melayu Pattani yang mempunyai kemiripan dengan Bahasa Indonesia karena masih satu rumpun dengan Indonesia serta masyarakat sekitar yang juga mayoritas beragama Islam. Oleh karena itu, ia tidak mengalami kesulitan saat berkomunikasi atau menyampaikan pendapatnya.

Elza mencontohkan kebiasaannya dalam menerapkan budaya 5S, seperti senyum ketika berpapasan, permisi dan menunduk ketika bertemu dengan yang lebih tua, menyapa ketika di jalan, menyambut siswa-siswi ketika datang, hingga sopan santun ketika mengajar di kelas.

Menurutnya budaya 5S di sekolah dapat menguatkan karakter dan menjadikan semua warga sekolah untuk memiliki kepribadian yang baik. Selain itu, juga mengajarkan siswa untuk bersikap saling menghormati satu sama lain.

Melihat budaya 5S yang dijelaskan oleh Elza tersebut, kepala sekolah sangat menyambut baik dan menerapkannya di lingkungan sekolah dengan membuat poster besar di depan sekolah dan menyampaikan ke siswa-siswi saat apel pagi maupun di dalam kelas.

“Menurut kepala sekolah, itu budaya yang bagus dan sesuai dengan slogan sekolah yaitu bersapa dengan salam budayakan hidup secara islami,” ungkapnya.

Elza menceritakan kondisi lingkungan sekolah yang hampir sama dengan Indonesia. Seperti Sekolah Dasar (SD) pada umumnya, yang mana pembelajaran di dalamnya berisi pendidikan motorik yang dikemas dengan model belajar sambil bermain

Oleh karena itu, Elza sebagai pengajar Bahasa Inggris sangat mengutamakan kebutuhan siswa tanpa mengesampingkan Bahasa Melayu sebagai bahasa sehari-hari, dan Bahasa Thai sebagai bahasa nasional bagi masyarakat di Thailand.

Elza mengaku sangat senang dengan siswa-siswi di Thailand yang sangat semangat dan disiplin dalam belajar. Sebagai seorang guru asing, ia mendapatkan sambutan hangat hingga merasa sangat dekat dengan siswa-siswi. Kedekatan tersebut yang menjadi semangat dan memudahkannya dalam proses belajar mengajar.

“Siswa-siswi di Thailand sangat suka dengan orang Indo, karena melihat di Sosial Media atau TV. Tak jarang ia mengenalkan budaya Indonesia, seperti mengenalkan Bahasa Jawa lewat lagu yang sudah dikenal melalui Media Sosial,” katanya.

Diketahui, Elza mengikuti program PLP dan KKN Internasional selama 1 bulan, dari 10 Januari sampai 5 Februari 2024. Ia satu kelompok dengan 2 mahasiswi dari STIS Nurul Qarnain Jember yang di tempatkan di sekolah tersebut.

(my)

LKMM-TM Unusida 2024 (Foto: Humas Unusida)

LKMM-TM Unusida, Bangun Sinergi Terstruktur Bersama Ormawa

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) angkatan ke 3 tahun 2024. Kegiatan ini digelar pada Rabu (28/02/2024) di Hall Kampus Unusida, Jl Lingkar Timur, Rangkah Kidul, Sidoarjo dan Jum’at-Ahad (1-3/03/2024) di Pondok Darul Muta’alimin. Selotapak, Trawas, Mojokerto.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 54 mahasiswa yang merupakan pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Unusida, mulai dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) di Unusida.

Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan, Machfudzil Asror, S.Pd.I,. M.Pd menjelaskan bahwa LKMM-TM menjadi kegiatan orientasi yang wajib diikuti oleh seluruh Badan Pengurus Harian (BPH) Ormawa. Sebab, LKMM-TM ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan mengkoordinasi dan membina tim kerja dalam suatu kelembagaan.

LKMM-TM ini diperuntukkan bagi para mahasiswa minimal semester III, khususnya pengurus bagi pengurus Ormawa yang perlu dibekali dengan berbagai kesiapan dalam menghadapi semester-semester berikutnya yang lebih berat dengan tugas-tugas intra dan ekstra kurikuler, yang harus didukung dengan kedisiplinan, manajemen diri dan kelompok, pengambilan keputusan, dan kemampuan mengungkap gagasan agar dapat lebih berprestasi di banyak bidang dan dapat menyelesaikan studi secara tepat waktu.

“LKMM-TM kali ini dilaksanakan berdurasi 51 Jam yang terdiri atas 6 Materi atau bahan kajian selama kegiatan. Peserta meliputi BPH Ormawa yang telah melalui proses screaning sebelumnya,” jelasnya.

Wakil Rektor 3 Unusida, Ali Masykuri,M.Pd menyampaikan bahwa melalui bekal yang diberikan di dalam LKMM diharapkan mahasiswa sebagai insan dewasa tidak hanya menjadi pemimpin yang baik, tetapi juga yang mempunyai kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pembangunan dan masyarakat di masa mendatang.

“Seorang mahasiswa atau lulusan selain dituntut untuk memiliki kompetensi hardskill yang lebih banyak didapatkan pada kegiatan kurikuler juga harus memiliki keterampilan softskill yang diperoleh melalui kegiatan ekstra kurikuler, seperti Ormawa yang menuntut pengetahuan dan keterampilan manajerial,” terangnya.

Dengan demikian, mahasiswa dapat memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan manajerial untuk mengelola berbagai organisasi kemahasiswaan perlu dimiliki oleh para mahasiswa, terutama mahasiswa yang terlibat langsung dan aktif di dalam kepengurusan organisasi kemahasiswaan baik di tingkat program studi, fakultas, maupun di tingkat universitas.

“LKMM-TM merupakan salah satu bentuk upaya untuk memberi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri dan lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.

(my)

Pelatihan Public Speaking Fakultas Ekonomi Unusida bersama Penta Training Center (Foto: Humas Unusida)

Latih Kemampuan Presentasi Mahasiswa, Fakultas Ekonomi Unusida Gelar Pelatihan Public Speaking

Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar Pelatihan Public Speaking dengan mengusung tema ‘Make Your Presentation Excellent’, Selasa (27/02/2024) di Hall Lantai 5 Kampus Unusida, Jl Lingkar Timur KM 5,5 Rangkah Kidul, Sidoarjo. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Unusida angkatan 2022.

Dalam pelatihan tersebut menghadirkan 2 narasumber yaitu, Wahyu Eka Purwasari dan Varia Mei Narni. Dalam kesempatan tersebut, penandatanganan kerja sama antara Fakultas Ekonomi dengan Penta Training Center untuk memberikan softskill berupa skill public speaking bagi mahasiswa Unusida.

Wakil Rektor 3 Unusida, Ali Masykuri, M.Pd.I menyampaikan dalam kerja sama harus ada sisi yang saling menguntungkan untuk kedua belah pihak.

“Mari manfaatkan kegiatan kerja sama ini untuk saat ini dan yang akan datang. Tetap semangat dan sesuai dengan target, tidak hanya dapat menyarap materi, tetapi juga aplikatif sehingga memiliki nilai manfaat bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo tersebut mengatakan bahwa public speaking menjadi hal sangat penting bagi kita semuanya, khususnya bagi mahasiswa pada saat ini maupun era yang akan datang. Tentang bagaimana seni ketika berbicara. Sebab, banyak orang yang bisa bicara, memiliki materi, memiliki akademik yang baik, tetapi tidak dapat menyampaikan materi dengan baik.

“Yang pasti, sekarang dan yang akan datang sangat membutuhkan seni dalam berbicara. Ilmu public speaking sangat bermanfaat ketika di tengah masyarakat. Alumni Unusida harus memiliki kemampuan public speaking yang baik untuk meningkatkan kualitas diri. Oleh karena itu, mahasiswa dan alumni Unusida harus lebih percaya diri untuk dapat mendobrak zona nyaman dan lebih komunikatif dan lebih proaktif ketika presentasi,” terangnya

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Unusida, Dr Muhafidhah Novie, M.M menjelaskan pentingnya public speaking bagi mahasiswa. Seperti halnya ketika melakukan presentasi agar dapat lebih percaya diri.

“Jangan sepelekan pelatihan public speaking ini, manfaatkan sebaik mungkin untuk menjadi ajang bagi mahasiswa untuk berkreasi,” ujarnya.

Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan public speaking ini mahasiswa mampu melakukan presentasi dengan baik. Karena dapat menjadi bekal ketika lulus yang akan menghadapi dunia kerja dan membaur di tengah masyarakat.

“Mahasiswa ketika lulus dari Unusida dapat memiliki kemampuan public speaking yang baik, tidak hanya dalam presentasi, tetapi juga ketika wawancara kerja agar ketika lulus dapat diterapkan di dunia bisnis maupun dunia kerja,” tandasnya

Sebab, kemampuan public speaking dapat mempengaruhi perspektif seseorang dalam menilai orang lain. Seperti ketika wawancara kerja, cara bicara seseorang dapat menjadi penilaian tersendiri. Oleh karena itu, sangat penting bagi mahasiswa, untuk mengasah softskill public speakingnya sejak dini agar lebih siap ketika terjun di dunia kerja maupun di tengah masyarakat.

“Ketika sudah keluar dari Unusida, saya harap mahasiswa mampu melakukan presentasi dengan baik, serta dapat menjalin lobbying karena memiliki kemampuan public speaking yang baik. yang akan jadi pebisnis, maka akan melakukan presentasi, jadi bagaimana cara kita untuk meyakinkan untuk menjalin hubungan dengan banyak orang nantinya, ” pungkasnya.

(my)