Pemberitahuan Pendaftaran Calon Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Masa Khidmat 2026-2030

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo resmi membuka pendaftaran calon rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo masa khidmat 2026-2030.

Bersama ini kami sampaikan pemberitahuan pendaftaran calon Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo masa khidmat 2026-2030 dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Pendaftaran tanggal 12 s.d 22 Januari
  2. Syarat-syarat:
    1. Persyaratan umum:
      • beriman dan Bertaqwa kepada Allah SWT;
      • berkelakuan baik dan tidak pernah melakukan tindakan kriminal;
      • memiliki komitmen untuk kemajuan Nahdlatul Ulama dan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo;
      • sehat jasmani dan rohani;
      • bebas dari narkoba;
      • mengikuti psikotes yang diselenggarakan oleh Panitia dengan melibatkan lembaga psikologi independent setelah lolos persyaratan administrasi;
      • mengikuti Fit and Proper Test dalam Sidang Khusus Senat Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo;
      • mendapatkan izin tertulis dan atau lisan dari pimpinan untuk mengikuti seleksi pemilihan calon Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo setelah dinyatakan lolos oleh Sidang Khusus Senat UNUSIDA.
    2. Persyaratan Administrasi:
      • mengunggah surat pendaftaran sebagai calon Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, template disediakan oleh Panitia;
      • mengunggah daftar riwayat hidup, template disediakan oleh Panitia;
      • mengunggah pakta integritas calon Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, template disediakan oleh Panitia;
      • mengunggah scan KARTANU/surat keterangan yang dikeluarkan PCNU yang menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah warga NU;
      • mengunggah bukti komitmen dan berperan aktif di Nahdlatul Ulama yang dibuktikan dengan dokumen terkait;
      • mengunggah scan ijazah Doktor (S3) yang asli;
      • mengunggah scan jabatan fungsional sekurang-kurangnya Lektor Kepala dan atau pernah menduduki jabatan struktural sekurang-kurangnya Ketua Program Studi;
      • mengunggah surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) minimal tingkat Polres;
      • mengunggah surat Keterangan Sehat dari Puskesmas atau Rumah Sakit;
      • mengunggah surat keterangan bebas Narkoba dari Puskesmas, Rumah Sakit atau BNN;
      • mengunggah naskah Program Kerja dan Strategi Pencapaiannya sesuai Visi dan Misi Universitas Nahdlatul Ulama
  1. Mengisi formulir dan mengunggah dokumen diatas secara online melalui link di bawah ini: https://unusida.id/FormulirCalonRektorUNUSIDA
  2. Template surat pendaftaran, daftar riwayat hidup dan pakta integritas calon Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo bisa download di link:
    https://unusida.id/BerkasCalonRektorUNUSIDA

LSDM UNUSIDA Sosialisasikan Pengajuan Lembur Digital melalui SIMPEG dan PPKPT di Kampus 2 (Foto: Humas UNUSIDA)

LSDM UNUSIDA Sosialisasikan Pengajuan Lembur Digital melalui SIMPEG dan PPKPT

SIDOARJO — Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Sosialisasi Pengajuan Lembur melalui Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk Tenaga Kependidikan (Tendik) dan Tenaga Operasional yang dilaksanakan di Hall Lantai 5 Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Senin (15/12/2025).

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, dalam arahannya menekankan bahwa digitalisasi sistem dan penguatan PPKPT merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesehatan organisasi perguruan tinggi.

“Pengajuan lembur ini adalah bentuk apresiasi terhadap kinerja. Dengan sistem yang transparan dan terukur, pimpinan unit dapat melakukan monitoring secara objektif dan mendorong produktivitas yang sehat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa PPKPT bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting dalam membangun ekosistem kampus yang aman dan beradab.

“Perguruan tinggi harus menjadi contoh bagi masyarakat. Dengan adanya sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang jelas, kita bisa meminimalkan kejadian yang tidak diharapkan sekaligus memastikan adanya mekanisme penanganan yang adil dan berani,” tegasnya.

Link Pengaduan Bullying dan Kekerasan Seksual di UNUSIDA Klik disini

Sementara itu, Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, menjelaskan bahwa sistem digital untuk pengajuan lembur ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola kepegawaian berbasis digital sekaligus memperkuat komitmen UNUSIDA dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Sebab, UNUSIDA saat ini telah memiliki sejumlah sistem manajemen kepegawaian yang terintegrasi secara digital.

“Di LSDM, kami sudah memiliki SIMPEG yang memuat database karyawan, dashboard kinerja, Key Performance Indicator (KPI), survei kepuasan, dan hari ini kami fokuskan pada pengajuan lembur secara digital,” jelasnya.

Menurutnya, digitalisasi pengajuan lembur dilakukan sebagai bentuk efisiensi dan kepedulian terhadap lingkungan. Selama ini, pengajuan lembur khususnya di unit teknis dan operasional masih menggunakan dokumen kertas.

“Kami melihat penggunaan kertas sebagai bentuk pemborosan. Karena itu, digitalisasi ini juga menjadi implementasi budaya 5R dan 5S di UNUSIDA, sekaligus mendukung upaya kampus dalam menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan kertas,” tambahnya.

Jeziano juga menyampaikan bahwa digitalisasi administrasi kepegawaian membuka peluang UNUSIDA untuk berpartisipasi dalam kompetisi penerapan budaya kerja 5R dan 5S tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Perguruan tinggi di Jawa Timur yang menerapkan 5R dan 5S secara konsisten masih sangat sedikit. Ini menjadi peluang sekaligus motivasi bagi UNUSIDA untuk menjadi pelopor,” ujarnya.

Selain sosialisasi SIMPEG, kegiatan ini juga membahas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Jeziano menegaskan bahwa PPKPT merupakan amanat regulasi nasional yang harus dilaksanakan secara kolektif oleh seluruh sivitas akademika.

“Tim Satgas PPKPT terdiri dari unsur SDM, kemahasiswaan, dosen, tenaga teknis, hingga mahasiswa. Tugas utamanya adalah edukasi, pencegahan, serta penanganan kasus kekerasan dan pelecehan, baik verbal maupun nonverbal,” terangnya.

Sebagai bagian dari praktik langsung, peserta sosialisasi diajak mencoba pengajuan lembur secara digital melalui SIMPEG menggunakan perangkat masing-masing. Sistem ini memungkinkan proses persetujuan dilakukan secara berjenjang oleh pimpinan unit, sehingga lebih transparan dan terdokumentasi dengan baik.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan transformasi digital, meningkatkan tata kelola kepegawaian, mendukung kelestarian lingkungan, serta menciptakan kampus yang aman, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika,” pungkasnya. (MY)

Mahasiswa FE UNUSIDA Ikuti Student Exchange ke Malaysia: Bahas Cryptocurrency dan SDGs di MSU 1

Mahasiswa FE UNUSIDA Ikuti Student Exchange ke Malaysia: Bahas Cryptocurrency dan SDGs di MSU

Sidoarjo, 28 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) kembali mencetak langkah penting dalam upaya internasionalisasi kampus dengan mengirimkan tujuh mahasiswanya dalam program Student Exchange ke Management & Science University (MSU) Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Oktober 2025 ini mengusung topik “Cryptocurrency and Sustainable Development Goals (SDGs)”, menghadirkan ruang diskusi akademik lintas negara mengenai perkembangan ekonomi digital dan kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan.

Program student exchange ini merupakan hasil kerja sama antara FE UNUSIDA dan MSU Malaysia dalam rangka memperluas wawasan global mahasiswa, memperdalam pemahaman terhadap isu-isu ekonomi modern, serta memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi di Asia Tenggara. Kegiatan diisi dengan sesi kuliah interaktif, diskusi panel, dan case study yang membahas implikasi teknologi blockchain dan mata uang kripto terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), seperti pengurangan kemiskinan, pemerataan akses keuangan, dan inovasi industri berkelanjutan.

Sebanyak tujuh mahasiswa FE UNUSIDA terpilih untuk mengikuti program ini, yakni Satria Noval Windianto, Lisa Imamatul Khikmah, Rindi Antika, Vinanti Luthariana, Rizza Nahdiatul Ilmi, Dinda Fatichatul Ilma, dan Deva Arya Wiguna. Selama kegiatan, mereka berkesempatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa MSU serta para dosen yang menjadi pakar di bidang financial technology dan sustainable economics. Pertukaran ide lintas budaya ini tidak hanya memperkaya pemahaman akademik, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi internasional mahasiswa UNUSIDA.

Satria Noval Windianto, salah satu peserta program, mengungkapkan rasa bangganya bisa mewakili UNUSIDA dalam kegiatan akademik internasional tersebut. “Kami belajar banyak tentang bagaimana cryptocurrency dapat berperan dalam mendorong inklusi keuangan di negara berkembang. Diskusi dengan mahasiswa MSU membuka wawasan baru tentang potensi teknologi ini untuk mendukung tujuan SDGs, khususnya dalam konteks ekonomi digital yang berkeadilan,” ujarnya dengan antusias.

Senada dengan itu, Lisa Imamatul Khikmah menambahkan bahwa kegiatan student exchange ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berbeda dari suasana perkuliahan di dalam negeri. “Selain mendapatkan materi yang sangat aktual, kami juga belajar bagaimana etika dan regulasi mengenai cryptocurrency diterapkan di Malaysia. Pengalaman ini sangat berharga bagi kami sebagai calon ekonom muda yang ingin memahami dinamika global,” tutur Lisa.

Rindi Antika, mahasiswa lainnya, menilai bahwa tema kegiatan sangat relevan dengan tantangan ekonomi masa kini. “Topik cryptocurrency sering dianggap jauh dari prinsip keberlanjutan, tetapi melalui kegiatan ini kami menyadari bahwa teknologi finansial justru bisa menjadi alat untuk mencapai SDGs jika dikelola dengan bijak dan transparan,” jelasnya.

Sementara itu, Vinanti Luthariana dan Rizza Nahdiatul Ilmi menyoroti aspek kolaborasi lintas budaya sebagai hal yang paling berkesan. “Bisa berdiskusi dan bertukar pandangan dengan mahasiswa internasional membuat kami belajar lebih terbuka terhadap berbagai perspektif ekonomi global. Selain itu, kami juga belajar tentang perbedaan sistem pendidikan dan pendekatan penelitian di luar negeri,” ungkap Vinanti.

Dinda Fatichatul Ilma menambahkan bahwa kegiatan ini memperkuat semangat mahasiswa UNUSIDA untuk terus berinovasi dan berpikir kritis. “Kami menjadi lebih percaya diri untuk berpartisipasi dalam forum akademik internasional. Diskusi seputar cryptocurrency dan SDGs membuat kami memahami bahwa ekonomi masa depan memerlukan kolaborasi lintas sektor dan negara,” katanya.

Deva Arya Wiguna, peserta terakhir, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan berpikir strategis. “Pertukaran pelajar bukan hanya tentang belajar di luar negeri, tetapi juga tentang membangun jejaring global dan berkontribusi pada solusi ekonomi berkelanjutan. Kami berharap hasil pembelajaran ini bisa kami terapkan di kampus maupun di masyarakat,” ujar Deva.

Melalui kegiatan Student Exchange ini, Fakultas Ekonomi UNUSIDA berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami teori ekonomi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks global yang berkelanjutan. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain peningkatan wawasan internasional mahasiswa, kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi finansial, serta terciptanya jejaring akademik yang berkelanjutan antara UNUSIDA dan MSU Malaysia.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang berfokus pada peningkatan kapasitas mahasiswa dan dosen. “Kami berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama akademik dengan universitas luar negeri. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar global yang akan memperkaya perspektif mereka dalam menghadapi dunia kerja dan penelitian,” ujarnya.

Kerja sama ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi lanjutan antara UNUSIDA dan MSU Malaysia, seperti riset bersama, joint class, dan program dual degree. Selain itu, hasil pembelajaran dari kegiatan ini akan diseminasi melalui seminar kampus, agar mahasiswa lain turut mendapatkan manfaat dari pengalaman peserta student exchange.

Dalam penutupan kegiatan, para mahasiswa UNUSIDA menyampaikan apresiasi kepada pihak fakultas dan MSU Malaysia atas kesempatan yang diberikan. Mereka berkomitmen untuk menjadi duta kampus yang mampu membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan dalam setiap langkah akademik maupun sosial.

Program Student Exchange antara Fakultas Ekonomi UNUSIDA dan Management & Science University Malaysia ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar ruang belajar, melainkan juga jembatan untuk membangun masa depan ekonomi global yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui sinergi ini, UNUSIDA semakin menegaskan perannya sebagai kampus yang siap bersaing di tingkat internasional, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan. (AS)

Kabar Membanggakan Tujuh Dosen UNUSIDA Raih Kelulusan Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek 2

Kabar Membanggakan Tujuh Dosen UNUSIDA Raih Kelulusan Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek

Sidoarjo, 17 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak tujuh dosen dari berbagai program studi berhasil lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) Gelombang 1 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bidang Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek).

Ketujuh dosen yang lolos adalah: Erlyna Tri Rohmiatun, S.E., M.A. (Prodi Akuntansi), Machfudzil Asror, S.Pd.I, M.Pd. (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Neny Kurniati, S.Kom., M.T. (Prodi Informatika), Syahri Mu’min, S.Kom., M.T. (Prodi Sistem Informasi), Dr. Novaria L. Jannah, S.Pd., M.Pd. (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Putra Uji Deva Satrio, S.Sn., M.Sn. (Prodi Desain Komunikasi Visual), dan Taqwanur, M.MT. (Prodi Teknik Industri).

Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan profesional bagi tenaga pendidik di perguruan tinggi. Melalui proses seleksi yang ketat, dosen yang lulus dinyatakan layak sebagai tenaga pendidik profesional dan berhak memperoleh tunjangan profesi dari pemerintah. Sertifikasi ini tidak hanya mengukur kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga menjadi tolok ukur kualitas seorang dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hasil kelulusan Serdos Gelombang 1 Tahun 2025 diumumkan secara resmi oleh Kemdikti Saintek pada awal September 2025. Kabar gembira ini menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA semakin berkomitmen meningkatkan kualitas dosen dan mutu pendidikan. Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga indikator meningkatnya kualitas tenaga pendidik di kampus. Dengan bertambahnya jumlah dosen tersertifikasi, UNUSIDA semakin siap bersaing dengan perguruan tinggi lain, baik di tingkat regional maupun nasional.

Kepala Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Lolosnya tujuh dosen UNUSIDA dalam sertifikasi dosen gelombang pertama tahun 2025 menunjukkan bahwa kualitas tenaga pendidik kita semakin diakui. Ini juga menjadi bukti bahwa UNUSIDA memiliki sumber daya manusia yang berkompeten, profesional, dan siap mendukung visi kampus untuk menjadi universitas unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses sertifikasi dosen bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan persiapan, kelengkapan administrasi, serta bukti kinerja dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, kelulusan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi para dosen yang patut diapresiasi bersama. “Serdos ini diharapkan dapat semakin memotivasi para dosen untuk meningkatkan kualitas diri, memberikan kontribusi terbaik dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta membawa kemajuan bagi UNUSIDA tercinta,” tegas Jeziano.

Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA juga memberikan dampak positif yang luas. Dari sisi institusi, kelulusan ini meningkatkan reputasi kampus karena semakin banyak dosen UNUSIDA yang diakui profesionalitasnya. Dari sisi pembelajaran, mahasiswa akan merasakan proses belajar mengajar yang lebih berkualitas karena dosen tersertifikasi memiliki kompetensi yang teruji dalam hal pedagogik dan profesionalisme. Dari sisi kelembagaan, sertifikasi dosen turut memperkuat akreditasi program studi maupun institusi, mengingat Serdos menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi BAN-PT maupun lembaga penjaminan mutu lainnya.

Tidak kalah penting, capaian ini juga menjadi motivasi bagi dosen lain di UNUSIDA untuk terus meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan diri mengikuti sertifikasi pada gelombang berikutnya. Selain itu, dosen yang tersertifikasi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penelitian, pengabdian, serta inovasi yang bermanfaat luas.

Ke depan, UNUSIDA optimis dapat melahirkan lebih banyak dosen profesional yang mampu memberikan kontribusi tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi bangsa dan negara. Jeziano menutup keterangannya dengan penuh harapan. “Kami akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan agar semakin banyak dosen UNUSIDA yang berhasil lolos sertifikasi. Dengan begitu, mutu pendidikan di UNUSIDA akan semakin meningkat dan memberi dampak nyata bagi pembangunan bangsa,” jelasnya.

Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA dalam lulus Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek menjadi bukti komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Capaian ini tidak hanya membanggakan civitas akademika UNUSIDA, tetapi juga menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan bertambahnya jumlah dosen tersertifikasi, UNUSIDA semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang mampu mencetak lulusan unggul, berkarakter, dan adaptif di era global, serta terus bergerak maju membawa kejayaan bagi UNUSIDA tercinta.(AS)

UNUSIDA dan SEGi University Malaysia Sepakati Kerja Sama Internasional: Dari Program Akademik hingga Penelitian Bersama 3

UNUSIDA dan SEGi University Malaysia Sepakati Kerja Sama Internasional: Dari Program Akademik hingga Penelitian Bersama

Malaysia, 10 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kolaborasi internasional dengan SEGi University Malaysia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (10/9). Penandatanganan yang berlangsung di Malaysia ini dihadiri langsung oleh Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., beserta jajaran pimpinan universitas.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, yaitu kolaborasi program akademik, pengakuan kredit melalui sistem transfer, penelitian bersama. Selain itu, kedua pihak juga menyepakati melaksanakan program magang penelitian, pertukaran staf dan dosen, seminar dan konferensi bilateral, publikasi informasi bersama kepada masyarakat internasional. Akan tetapi, dalam nota kesepahaman tersebut terdapat klausa tentang kenyataan bahwa setiap kegiatan spesifik akan diatur dalam dokumen tertulis, yang akan sah secara hukum, sebagai berkas yang ditandatangani oleh kedua universitas.Dengan demikian, kesepakatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memiliki kekuatan implementatif yang jelas.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis universitas untuk memperluas jejaring internasional.

“Kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi sivitas akademika UNUSIDA untuk berkembang, berkompetisi, dan berkontribusi di level global. Melalui program pertukaran, riset kolaboratif, hingga penyelenggaraan seminar bersama, mahasiswa maupun dosen akan mendapatkan pengalaman internasional yang sangat berharga,” ujarnya.

Dalam era globalisasi pendidikan, kerja sama antaruniversitas lintas negara menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan daya saing. Dengan adanya program transfer kredit, misalnya, mahasiswa UNUSIDA dapat menempuh sebagian studinya di SEGi University dengan pengakuan akademik penuh. Hal ini memberi peluang besar bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer belajar internasional sekaligus memperluas wawasan budaya.

Selain itu, program pertukaran staf dan dosen memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan yang lebih luas. Para dosen dapat saling berbagi pengalaman mengajar, metode pembelajaran, hingga inovasi riset terkini. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dosen, tetapi juga langsung memperkaya kualitas pembelajaran di kelas.

Dalam MoU yang disepakati, kedua pihak menegaskan bahwa setiap kegiatan kolaborasi akan ditanggung secara mandiri oleh masing-masing pihak, kecuali ada kesepakatan tertulis yang menyatakan sebaliknya. Hal ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk menempatkan kerja sama ini secara profesional dan saling menguntungkan.

Kerja sama ini diperkirakan akan membawa sejumlah dampak positif, di antaranya:

  1. Peningkatan Kualitas Akademik – Melalui program riset bersama, kualitas penelitian dosen dan mahasiswa di UNUSIDA akan semakin meningkat dengan standar internasional.
  2. Peluang Mobilitas Mahasiswa – Mahasiswa UNUSIDA berkesempatan menempuh studi di SEGi University melalui program transfer kredit, magang penelitian, atau seminar internasional.
  3. Penguatan Reputasi Universitas – Sebagai universitas berbasis Nahdlatul Ulama, UNUSIDA dapat menunjukkan kontribusinya di kancah internasional, sekaligus memperluas jejaring strategis dengan perguruan tinggi luar negeri.
  4. Kontribusi Sosial – Publikasi informasi bersama dan kegiatan akademik terbuka akan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam hal akses pengetahuan dan pendidikan lintas negara.

Dr. Fatkul Anam menambahkan bahwa kerja sama ini adalah pintu masuk untuk menjalin hubungan yang lebih luas, tidak hanya dengan SEGi University, tetapi juga dengan berbagai universitas di Asia Tenggara dan dunia.

“Kami berharap, dari kolaborasi ini akan lahir berbagai program turunan yang konkret, seperti penelitian bersama yang berdampak pada kebijakan publik, pertukaran budaya antar mahasiswa, hingga peluang pendanaan riset internasional. Intinya, kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini benar-benar memberi manfaat bagi semua pihak,” jelasnya.

Penandatanganan MoU ini menandai babak baru perjalanan internasionalisasi UNUSIDA. Dengan semangat kolaborasi bersama SEGi University Malaysia, UNUSIDA berkomitmen untuk terus memperluas jejaring global, meningkatkan mutu pendidikan, dan mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Kerja sama yang dibangun tidak hanya mempertemukan dua institusi pendidikan, tetapi juga membuka jembatan ilmu, budaya, dan pengalaman yang akan membawa dampak jangka panjang bagi generasi akademik di Indonesia dan Malaysia

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global 4

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global

Malaysia,  10 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali mencatatkan langkah penting dalam upaya internasionalisasi, dengan resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universiti Malaya Wales (UMW), sebuah institusi pendidikan terkemuka di Malaysia. Kesepakatan strategis ini merupakan wujud nyata komitmen UNUSIDA untuk memperluas jaringan akademik, meningkatkan mutu pendidikan, dan menguatkan relevansi riset di tingkat internasional. MoU ini menjadi landasan kerja sama timbal balik antara UNUSIDA dan UMW. Ruang lingkup kerja sama mencakup beragam kegiatan dan program yang berfokus pada kolaborasi akademik, dengan tetap mematuhi ketersediaan dana dan regulasi yang berlaku di masing-masing universitas.

Beberapa poin utama yang akan diimplementasikan antara lain:

  1. Mobilitas Mahasiswa dan Dosen: Kedua belah pihak akan memfasilitasi program pertukaran bagi mahasiswa dan kunjungan bagi akademisi (visiting scholars) untuk memperkaya pengalaman belajar dan mengajar.
  2. Kolaborasi Program Akademik: Kemitraan ini membuka peluang untuk pengembangan program akademik gabungan.
  3. Riset dan Publikasi Bersama: Melakukan kegiatan penelitian kolaboratif yang hasilnya dapat dipublikasikan secara bersama-sama.
  4. Pertukaran Sumber Daya: Berbagi materi akademik dan informasi lain yang bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan.
  5. Pusat Internasional: Mengelola pusat atau unit internasional untuk mendukung program-program kolaborasi.
  6. Kegiatan Ilmiah: Menyelenggarakan kegiatan ilmiah bersama, seperti seminar, pelatihan, konferensi, dan simposium.
  7. Perjanjian ini juga bersifat non-eksklusif, yang memungkinkan kedua universitas untuk menjalin kemitraan dengan institusi lain. Untuk menjamin kelancaran kolaborasi, MoU ini juga mengatur secara rinci perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kerahasiaan informasi, dan mekanisme penyelesaian sengketa, memastikan setiap kegiatan berjalan secara profesional.

Penandatanganan ini melibatkan dua pihak utama. Dari UNUSIDA, diwakili oleh Rektor Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, yang menandatangani dokumen ini sebagai perwakilan institusi. Sementara itu, dari pihak UMW, perjanjian ditandatangani oleh Prof. Dr. Roselina Ahmad Saufi, FCMI. Kehadiran para pimpinan tertinggi ini menunjukkan keseriusan dan komitmen kuat dari kedua universitas dalam mewujudkan kerja sama.Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini secara resmi dilakukan pada 10 September 2025 di Malaysia. Berlangsung di wilayah UMW, menandakan UNUSIDA mengambil peran aktif sebagai mitra internasional.

Menurut Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, kemitraan ini merupakan langkah fundamental untuk mewujudkan visi UNUSIDA sebagai universitas yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah pintu gerbang penting untuk memperluas cakrawala akademik. “Kemitraan dengan UMW ini membuka pintu bagi UNUSIDA untuk memperluas cakrawala akademik. Kami berharap mahasiswa dan dosen kami dapat memperoleh pengalaman internasional yang riil, baik melalui pertukaran, penelitian gabungan, maupun kegiatan akademik lainnya. Perjanjian ini juga merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan standar internasional.”

Perjanjian ini berlaku selama lima tahun, memberikan waktu yang memadai bagi kedua pihak untuk merancang dan melaksanakan program-program kolaboratif. Jika salah satu pihak ingin mengakhiri kerja sama, pemberitahuan tertulis harus disampaikan enam bulan sebelumnya. Sebaliknya, jika ingin memperpanjang, pemberitahuan harus diberikan pada tahun keempat masa kerja sama. Fleksibilitas ini menunjukkan komitmen jangka panjang tanpa mengikat pihak mana pun secara permanen.Dampak dari kemitraan ini akan terasa di berbagai lapisan. Bagi mahasiswa, mereka akan mendapatkan kesempatan berharga untuk berpartisipasi dalam program mobilitas, yang akan memungkinkan mereka belajar di lingkungan baru dan memperluas wawasan budaya. Bagi dosen, kolaborasi ini membuka peluang riset bersama dan publikasi internasional, yang akan meningkatkan profil akademik mereka.

Secara lebih luas, kolaborasi ini diharapkan mendorong inovasi dalam program akademik, menciptakan kurikulum yang lebih relevan dengan standar global. Selain itu, pertukaran materi akademik dan informasi akan memperkaya sumber daya belajar bagi kedua institusi. Semua ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan mutu lulusan UNUSIDA, yang diharapkan semakin kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

Flyer Logo Harlah Ke-11 UNUSIDA (Foto: Humas Unusida)

UNUSIDA Launching Logo Harlah ke-11, Ini Makna dan Filosofinya

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi meluncurkan logo Hari Lahir (Harlah) ke-11 tahun yang mengusung tema ‘Tumbuh Bersama, Berdampak untuk Bangsa’. Peluncuran logo ini menjadi simbol semangat baru UNUSIDA dalam memperkuat komitmen terhadap pertumbuhan, keberlanjutan, dan kontribusi nyata untuk negeri.

Logo Harlah ke-11 ini tidak sekadar simbol visual, melainkan sarat akan filosofi mendalam. Berikut makna dan filosofi lengkapnya:

– Angka 11 dibentuk menyerupai daun, melambangkan pertumbuhan, kesuburan, dan kesinambungan.
– Motif Islami dan ombak, turut mempertegas identitas UNUSIDA sebagai kampus berbasis keagamaan Ahlussunnah Waljamaah dan kampus pesisir yang lahir dari semangat daerah.
– Bentuk sayap pada logo melambangkan daya juang tinggi untuk mencapai prestasi yang lebih baik.
– Warna-warna dalam logo seperti kuning-oranye, hijau, ungu, dan tosca masing-masing memiliki makna yang kuat: mulai dari semangat dan kebahagiaan, hingga keseimbangan serta stabilitas dalam pendidikan berkarakter.

Melalui logo ini, UNUSIDA ingin menunjukkan bahwa di usia 11 tahun, kampus ini terus berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang dinamis, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Download Logo Harlah ke-11 UNUSIDA
Download Logo Harlah ke-11 UNUSIDA
Download Logo Harlah ke-11 UNUSIDA

Dalam rangka memperingati Harlah ke-11 Tahun ini, UNUSIDA akan menggelar serangkaian acara  sebagai wujud rasa syukur dan refleksi dari awal pendirian. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Doa Bersama dan Mujahadah Harlah ke-11 UNUSIDA yang akan dilaksanakan pada Kamis, 3 Juli 2025 mendatang, di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari.

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh pendiri sekaligus ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo dari beberapa periode sebelumnya. Selain itu, juga akan mengundang pejabat pemerintahan, Badan Otonom NU (Banom NU) di lingkup PCNU Sidoarjo, seluruh pengurus MWCNU dan PAC Muslimat NU Se Kabupaten Sidoarjo, serta seluruh sivitas akademika UNUSIDA.

UNUSIDA juga akan menyelenggarakan Seminar Pendidikan pada Sabtu, 5 Juli 2025. Yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, untuk memperkuat peran UNUSIDA dalam menciptakan pendidikan inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Selanjutnya, akan digelar Jalan Sehat dan Bazar UMKM pada Sabtu, 12 Juli 2025 mendatang. Yang akan melibatkan seluruh civitas akademika, alumni mitra, dan masyarakat sekitar. Juga ada bebrapa lomba, seperti lomba kreasi tumpeng dan bola voli bagi dosen, tenaga kependidikan (Tendik) serta perwakilan mahasiswa dari setiap fakultas.

Tak hanya itu, beragam kegiatan Ormawa juga akan menyemarakkan Harlah ke-11 UNUSIDA yang diperingati setiap tanggal 4 Juli. Mulai dari UNUSIDA Bersholawat, Himaksi Badminton Cup (HBC) 2025, serta kompetisi pencak silat atau Pagar Nusa Championship 2025 yang akan dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus mendatang. (MY)

"Level Up Local Business": UNUSIDA dan KPP Pratama Sidoarjo Selatan Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas UMKM dan Mahasiswa Lewat Inovasi Digital & Edukasi Pajak 5

“Level Up Local Business”: UNUSIDA dan KPP Pratama Sidoarjo Selatan Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas UMKM dan Mahasiswa Lewat Inovasi Digital & Edukasi Pajak

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali memperkuat sinergi strategis bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sidoarjo Selatan melalui kegiatan Business Development Service (BDS) bertajuk “Level Up Local Business” yang digelar pada Rabu, 11 Juni 2025, bertempat di Auditorium Lantai 5 UNUSIDA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kapabilitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta menanamkan pemahaman perpajakan dan teknologi promosi modern kepada mahasiswa dan pelaku usaha. BDS tahun ini menjadi istimewa karena disertai penandatanganan Implementing Agreement (IA) antara masing-masing fakultas di UNUSIDA dan KPP Pratama Sidoarjo Selatan sebagai bentuk komitmen jangka panjang untuk mendukung edukasi, pengabdian, dan penguatan ekonomi lokal.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan dua materi utama:

  1. “Level Up Business Lokal: AI sebagai Solusi Promosi UMKM Modern” yang disampaikan oleh Achmad Mufliq, S.Kom., M.Kom., dosen dan praktisi teknologi informasi.
  2. “Perpajakan untuk UMKM” yang dibawakan oleh Yonas Ardiansyah, penyuluh pajak dari KPP Pratama Sidoarjo Selatan.

Sinergi Pemerintah dan Kampus: Langkah Konkret Dukung UMKM
Kepala KPP Pratama Sidoarjo Selatan, Stefanus Hajar Banu Sujita, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi semacam ini sangat penting untuk menjangkau lapisan masyarakat, khususnya UMKM dan generasi muda, dalam hal edukasi perpajakan dan pengembangan usaha.

“Sebagai institusi pemerintah, kami tidak bisa bekerja sendirian untuk menjalankan tugas edukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kami sangat membutuhkan kerja sama seperti ini, agar penyuluhan pajak dan literasi usaha bisa lebih luas menjangkau komunitas, termasuk kalangan akademik,” ujar Stefanus.
Ia menambahkan bahwa dengan menggandeng kampus, pesan-pesan edukatif dapat disampaikan lebih efektif dan diserap dengan pendekatan yang lebih kontekstual.
Sementara itu, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkhul Anam, M.SI., menegaskan bahwa kemitraan ini telah terjalin hampir dua tahun dan menunjukkan hasil yang positif dalam pengembangan karakter mahasiswa serta pemberdayaan UMKM.

“Hampir dua tahun kami bersama KPP Pratama Sidoarjo Selatan mengadakan kegiatan edukatif dan bermanfaat seperti ini. Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena memberi pengalaman dan pengetahuan praktis bagi mahasiswa maupun pelaku UMKM yang terlibat,” kata Rektor. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi kampus dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat sebagai satu kesatuan yang utuh.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan output konkret, yaitu:
• Peningkatan literasi perpajakan dan kepatuhan pajak pelaku UMKM.
• Penerapan teknologi digital, khususnya AI, dalam strategi promosi usaha kecil.
• Meningkatnya pemahaman mahasiswa terhadap dunia usaha dan pajak secara praktis.
• Terbentuknya kolaborasi lanjutan melalui IA antara fakultas dan KPP untuk pendampingan UMKM.

Materi dari Achmad Mufliq, S.Kom., M.Kom., membuka wawasan peserta terkait pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembuatan konten promosi digital, manajemen pelanggan, dan analisis pasar. Ia menekankan bahwa teknologi tidak hanya untuk perusahaan besar, namun kini dapat dijangkau oleh UMKM jika dimanfaatkan dengan tepat.

Sementara itu, Yonas Ardiansyah memaparkan tentang pentingnya UMKM memahami jenis pajak yang berlaku, mekanisme pelaporan yang benar, serta manfaat jangka panjang dari kepatuhan terhadap pajak. Ia juga menekankan bahwa Direktorat Jenderal Pajak kini semakin terbuka dalam melakukan pendampingan dan edukasi kepada pelaku usaha kecil.
“Kami berharap, setelah kegiatan ini, mahasiswa dapat menjadi penghubung informasi yang baik di masyarakat, dan UMKM memiliki keberanian untuk bertumbuh dengan patuh secara administrasi dan cerdas secara teknologi,” ujar Yonas dalam sesi diskusi.

Penandatanganan IA antara KPP dan setiap fakultas UNUSIDA menjadi simbol keberlanjutan dan komitmen bersama untuk mengembangkan ekosistem pendampingan yang terstruktur dan strategis. Dengan kolaborasi yang erat, UNUSIDA dan KPP Pratama Sidoarjo Selatan optimis akan lahir generasi muda yang siap membangun usaha, mendampingi masyarakat, dan menjadi pelopor UMKM naik kelas.

“Kolaborasi ini tidak akan berhenti di ruang seminar. Kami ingin mewujudkan komunitas UMKM binaan yang dibimbing langsung oleh mahasiswa dan dosen UNUSIDA dengan dukungan dari KPP,” tutup Stefanus.

Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata, foto bersama, dan pembagian materi digital kepada seluruh peserta. Antusiasme tinggi dari mahasiswa dan pelaku UMKM menjadi bukti bahwa kolaborasi ini tidak hanya dibutuhkan, tetapi juga sangat dinantikan untuk berlanjut ke tahap yang lebih berdampak.

RAKER 2 ORMAWA UNUSIDA: Perkuat Sinergi, Optimalkan Kinerja Organisasi 6

RAKER 2 ORMAWA UNUSIDA: Perkuat Sinergi, Optimalkan Kinerja Organisasi

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Rapat Kerja (RAKER) 2 pada tanggal 10 Juni 2025 dengan tema “Optimalisasi Kinerja dan Anggaran demi Ormawa UNUSIDA yang Progresif”. Acara ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Organisasi Mahasiswa (Ormawa) serta mengoptimalkan pengelolaan anggaran untuk mewujudkan Ormawa yang lebih progresif dan berdampak positif. RAKER ini menjadi wadah penting bagi seluruh elemen Ormawa untuk berdiskusi, merumuskan strategi, dan menyelaraskan program kerja ke depan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan efektivitas Ormawa dalam menjalankan perannya sebagai mitra strategis universitas.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni, Bapak Fajar Nur Yasin, S. Pd., M. Pd.  yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara universitas dan Ormawa. Beliau menyampaikan apresiasi atas kontribusi Ormawa selama ini dan berharap RAKER ini dapat menghasilkan solusi inovatif untuk pengembangan Ormawa ke depan. Bapak Fajar juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran Ormawa. Dengan pengelolaan yang baik, Ormawa dapat melaksanakan program-program yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.

Selanjutnya, ada pengantar sebelum RAKER dimulai dari Kepala Bagian Pelayanan Kemahasiswaan dan Alumni yakni bapak Machfudzil Asror, S.Pd.I., M.Pd., dalam pengantarnya, memberikan penguatan kepada seluruh pimpinan  Ormawa yang hadir. Beliau menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner dan adaptif dalam menghadapi tantangan organisasi. Bapak Asror juga mengajak seluruh pimpinan Ormawa untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan mengembangkan potensi anggotanya. Dengan kepemimpinan yang kuat, Ormawa dapat menjadi motor penggerak perubahan positif di lingkungan kampus. Beliau juga menyampaikan terima kasih banyak kepada pengurus Ormawa dan alumni LKMM-TM Unusida yang berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan LKMM-TM Ke VI Tahun 2025 mudah-mudahan dapat diaplikasikan dalam aktivitas organisasi.

Dilanjutkan dengan Sesi sosialisasi Biro Humas menjadi salah satu agenda penting dalam RAKER ini. Kepala Biro Humas dan Kerja Sama, Bapak Sonhaji Arif, S. Pd,. M. Sn. beserta timnya yakni ibu Afifatus Sholikhah, S.M., M.M., memaparkan beberapa program unggulan humas untuk mendukung Ormawa UNUSIDA menuju Ormawa yang gemilang. Program-program tersebut meliputi promosi media antar kampus, kerja sama dengan kampus lain, dan berbagai inisiatif lainnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan visibilitas Ormawa dan memperluas jaringan kerja sama.

Kegiatan inti dari RAKER ini adalah evaluasi kegiatan dan controling anggaran Ormawa selama tiga bulan terakhir. Setiap Ormawa mempresentasikan laporan kegiatan dan penggunaan anggaran, yang kemudian dievaluasi bersama oleh seluruh peserta. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi Ormawa serta mencari solusi untuk mengatasinya. Selain itu, dilakukan juga controling anggaran untuk memastikan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien.

Dengan terlaksananya RAKER 2 ini, diharapkan Ormawa UNUSIDA semakin solid, progresif, dan mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan universitas dan masyarakat. RAKER ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Ormawa, universitas, dan seluruh stakeholder terkait. UNUSIDA berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Ormawa sebagai bagian integral dari ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas. (Adam)

Sinergi Sosial Media Biro Humas UNUSIDA Gandeng ORMAWA Optimalkan Branding Kampus Lewat Media Sosial 7

Sinergi Sosial Media Biro Humas UNUSIDA Gandeng ORMAWA Optimalkan Branding Kampus Lewat Media Sosial

Sidoarjo – Dalam rangka memperkuat citra dan branding Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) di era digital, Biro Humas UNUSIDA menggelar kegiatan Sosialisasi Optimalisasi Media Sosial ORMAWA. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 10 Juni 2025, bertempat di Auditorium Lantai 5 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo dan diikuti oleh seluruh perwakilan organisasi mahasiswa (ORMAWA) internal kampus.

Acara ini merupakan inisiatif Biro Humas bekerja sama dengan ORMAWA se-UNUSIDA untuk mendorong pengelolaan media sosial yang lebih terstruktur, aktif, dan berdampak terhadap citra positif kampus. Dengan mengusung tema “Bersinergi di Era Digital: Optimalisasi Media Sosial ORMAWA untuk Branding UNUSIDA”, kegiatan ini tidak hanya memberikan pembekalan teknis, namun juga membuka ruang kolaborasi strategis antara Humas dan para pengelola konten di tiap organisasi mahasiswa. Kepala Biro Humas dan Kerjasama UNUSIDA, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran ORMAWA sebagai duta komunikasi digital kampus. “Mahasiswa adalah representasi langsung dari wajah kampus di masyarakat. Lewat unggahan, aktivitas, dan narasi yang dibangun melalui media sosial ORMAWA, sesungguhnya mereka tengah membentuk persepsi publik terhadap UNUSIDA. Maka, penting sekali untuk membekali mereka dengan pemahaman strategis dalam mengelola media sosial,” ujar Sonhaji.

Menurutnya, sinergi antara Humas dan ORMAWA menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan informasi kegiatan kampus, mempromosikan prestasi mahasiswa, serta mengangkat nilai-nilai khas UNUSIDA yang religius, nasionalis, dan inovatif. Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Humas, Afifatus Sholikhah, S.M., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan standar pengelolaan konten digital. “Kami ingin setiap ORMAWA memiliki identitas visual yang konsisten, gaya komunikasi yang sesuai nilai kampus, serta mampu menyampaikan informasi yang akurat dan menarik. Humas siap menjadi mitra mereka dalam hal ini,” jelas Afifatus. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan output berupa peningkatan kualitas dan kuantitas konten media sosial dari ORMAWA, yang selaras dengan misi branding kampus. Biro Humas juga mendorong dibentuknya Tim Medsos ORMAWA yang terhubung langsung dengan Humas sebagai simpul koordinasi informasi dan promosi kampus.

Dengan meningkatnya kapasitas dan literasi digital mahasiswa, tidak hanya eksistensi ORMAWA yang terdongkrak, tapi juga engagement publik terhadap UNUSIDA secara keseluruhan. Harapannya, UNUSIDA makin dikenal sebagai kampus yang aktif, dinamis, dan punya semangat kolaborasi di era digital. “Pada setiap kegiatan bukan sekadar unggah konten, tapi soal bagaimana membentuk narasi besar tentang UNUSIDA. Maka ke depan kami ingin ada kalender konten bersama, pelatihan lanjutan, dan sistem pelaporan yang terstruktur,” tambah Sonhaji Arif. Afifatus menambahkan bahwa kegiatan ini akan berlanjut dalam bentuk pendampingan teknis, mulai dari pelatihan desain, manajemen akun, hingga penggunaan analitik sosial media untuk evaluasi kinerja konten. “Kita tidak ingin ORMAWA sekadar aktif, tapi juga terukur. Data harus jadi dasar kita dalam melangkah,” tutupnya.

Sosialisasi ini menjadi langkah awal dari komitmen bersama membangun branding UNUSIDA yang inklusif dan berbasis partisipasi aktif mahasiswa. Dengan kolaborasi yang kuat antara Humas dan ORMAWA, UNUSIDA optimis dapat menjangkau lebih banyak audiens, membangun kepercayaan publik, serta menciptakan ekosistem komunikasi kampus yang sehat, kreatif, dan berkelanjutan. (Humas)