Peringati Hari Otonomi Daerah XXX dan Hardiknas 2026 Mahasiswa UNUSIDA Tunjukkan Peran Aktif dalam Upacara di Alun-Alun Sidoarjo
Sidoarjo — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (02/05/2026). Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, serta mengusung dua tema besar, yakni “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Astacita” dan “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Kegiatan ini menjadi momentum reflektif yang penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah sekaligus meneguhkan komitmen terhadap pemerataan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Berbagai unsur masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, pelajar, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat otonomi daerah sebagai tonggak penting dalam perjalanan desentralisasi pemerintahan di Indonesia. Otonomi daerah secara resmi diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang kemudian diperbarui menjadi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Regulasi ini memberikan kewenangan lebih luas kepada pemerintah daerah dalam mengelola urusan pemerintahan dan pelayanan publik.
Semangat otonomi daerah lahir dari kebutuhan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan efektivitas pembangunan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan di tingkat lokal. Dalam konteks ini, pemerintah daerah dituntut untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mampu menciptakan inovasi yang berdampak nyata.
Dalam pelaksanaan upacara tersebut, mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo turut ambil bagian sebagai pasukan upacara yang diwakili oleh satu Satuan Setingkat Peleton (SST) berjumlah 25 mahasiswa lintas program studi dan angkatan. Kehadiran mahasiswa dalam barisan upacara tidak hanya menjadi representasi simbolik, tetapi juga menunjukkan keterlibatan generasi muda dalam ruang-ruang kebangsaan yang sarat nilai historis dan ideologis.
Partisipasi mahasiswa ini mencerminkan semangat kebangsaan serta kepedulian terhadap isu-isu strategis, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembangunan daerah. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari generasi penerus yang diharapkan mampu membawa perubahan positif di masa depan.
Salah satu peserta upacara, Muchammad Waziruddin, yang juga merupakan staf Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Badan Eksekutif Mahasiswa UNUSIDA, menyampaikan pandangannya terkait relevansi tema Hari Pendidikan Nasional tahun ini. Menurutnya, tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” mencerminkan kompleksitas tantangan pendidikan nasional saat ini.
“Pendidikan hari ini tidak hanya berbicara tentang akses, tetapi juga kualitas yang merata. Kita masih menghadapi kesenjangan antarwilayah, adaptasi digital yang belum sepenuhnya inklusif, serta kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi perubahan zaman. Oleh karena itu, partisipasi semesta menjadi kunci untuk memastikan bahwa pendidikan benar-benar menjadi hak semua, bukan privilese sebagian,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan yang relevan harus mampu menjawab dinamika global yang terus berkembang. Kurikulum yang adaptif, metode pembelajaran yang inovatif, serta pemanfaatan teknologi secara optimal menjadi aspek penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas.
Lebih lanjut, Wazir menekankan bahwa pendidikan tidak dapat berdiri sendiri sebagai institusi formal, melainkan harus menjadi sebuah ekosistem yang melibatkan berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda harus berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam konteks ini, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Mereka tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata. Mahasiswa juga diharapkan dapat menjadi penghubung antara realitas sosial dan gagasan perubahan yang berbasis pada nilai-nilai keilmuan.
Upacara tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur penting, termasuk Plt. Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, yang hadir sebagai tamu undangan. Kehadiran akademisi dalam kegiatan ini memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain itu, partisipasi berbagai instansi pendidikan menunjukkan bahwa peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi nilai dan visi pendidikan nasional. Kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan penghargaan kepada sejumlah instansi pendidikan dan insan pendidikan yang telah menorehkan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sidoarjo sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam memajukan dunia pendidikan.
Momen ini tidak hanya menjadi simbol pengakuan, tetapi juga motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menciptakan pendidikan yang lebih baik. Apresiasi tersebut diharapkan dapat memacu semangat kompetisi yang sehat sekaligus memperkuat budaya prestasi di lingkungan pendidikan.
Melalui pelaksanaan upacara ini, nilai-nilai otonomi daerah dan pendidikan nasional tidak hanya diperingati sebagai agenda tahunan, tetapi juga diinternalisasi sebagai bagian dari kesadaran kolektif masyarakat. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah dan kemajuan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
Partisipasi mahasiswa UNUSIDA dalam kegiatan ini menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, baik dalam konteks pemerintahan daerah maupun sistem pendidikan nasional. Dengan semangat kolaborasi, refleksi, dan inovasi yang terus dijaga, momentum ini diharapkan mampu mendorong transformasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.(Wazir)










