Mahasiswa FE UNUSIDA Ikuti Student Exchange ke Malaysia: Bahas Cryptocurrency dan SDGs di MSU 1

Mahasiswa FE UNUSIDA Ikuti Student Exchange ke Malaysia: Bahas Cryptocurrency dan SDGs di MSU

Sidoarjo, 28 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) kembali mencetak langkah penting dalam upaya internasionalisasi kampus dengan mengirimkan tujuh mahasiswanya dalam program Student Exchange ke Management & Science University (MSU) Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Oktober 2025 ini mengusung topik “Cryptocurrency and Sustainable Development Goals (SDGs)”, menghadirkan ruang diskusi akademik lintas negara mengenai perkembangan ekonomi digital dan kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan.

Program student exchange ini merupakan hasil kerja sama antara FE UNUSIDA dan MSU Malaysia dalam rangka memperluas wawasan global mahasiswa, memperdalam pemahaman terhadap isu-isu ekonomi modern, serta memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi di Asia Tenggara. Kegiatan diisi dengan sesi kuliah interaktif, diskusi panel, dan case study yang membahas implikasi teknologi blockchain dan mata uang kripto terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), seperti pengurangan kemiskinan, pemerataan akses keuangan, dan inovasi industri berkelanjutan.

Sebanyak tujuh mahasiswa FE UNUSIDA terpilih untuk mengikuti program ini, yakni Satria Noval Windianto, Lisa Imamatul Khikmah, Rindi Antika, Vinanti Luthariana, Rizza Nahdiatul Ilmi, Dinda Fatichatul Ilma, dan Deva Arya Wiguna. Selama kegiatan, mereka berkesempatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa MSU serta para dosen yang menjadi pakar di bidang financial technology dan sustainable economics. Pertukaran ide lintas budaya ini tidak hanya memperkaya pemahaman akademik, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi internasional mahasiswa UNUSIDA.

Satria Noval Windianto, salah satu peserta program, mengungkapkan rasa bangganya bisa mewakili UNUSIDA dalam kegiatan akademik internasional tersebut. “Kami belajar banyak tentang bagaimana cryptocurrency dapat berperan dalam mendorong inklusi keuangan di negara berkembang. Diskusi dengan mahasiswa MSU membuka wawasan baru tentang potensi teknologi ini untuk mendukung tujuan SDGs, khususnya dalam konteks ekonomi digital yang berkeadilan,” ujarnya dengan antusias.

Senada dengan itu, Lisa Imamatul Khikmah menambahkan bahwa kegiatan student exchange ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berbeda dari suasana perkuliahan di dalam negeri. “Selain mendapatkan materi yang sangat aktual, kami juga belajar bagaimana etika dan regulasi mengenai cryptocurrency diterapkan di Malaysia. Pengalaman ini sangat berharga bagi kami sebagai calon ekonom muda yang ingin memahami dinamika global,” tutur Lisa.

Rindi Antika, mahasiswa lainnya, menilai bahwa tema kegiatan sangat relevan dengan tantangan ekonomi masa kini. “Topik cryptocurrency sering dianggap jauh dari prinsip keberlanjutan, tetapi melalui kegiatan ini kami menyadari bahwa teknologi finansial justru bisa menjadi alat untuk mencapai SDGs jika dikelola dengan bijak dan transparan,” jelasnya.

Sementara itu, Vinanti Luthariana dan Rizza Nahdiatul Ilmi menyoroti aspek kolaborasi lintas budaya sebagai hal yang paling berkesan. “Bisa berdiskusi dan bertukar pandangan dengan mahasiswa internasional membuat kami belajar lebih terbuka terhadap berbagai perspektif ekonomi global. Selain itu, kami juga belajar tentang perbedaan sistem pendidikan dan pendekatan penelitian di luar negeri,” ungkap Vinanti.

Dinda Fatichatul Ilma menambahkan bahwa kegiatan ini memperkuat semangat mahasiswa UNUSIDA untuk terus berinovasi dan berpikir kritis. “Kami menjadi lebih percaya diri untuk berpartisipasi dalam forum akademik internasional. Diskusi seputar cryptocurrency dan SDGs membuat kami memahami bahwa ekonomi masa depan memerlukan kolaborasi lintas sektor dan negara,” katanya.

Deva Arya Wiguna, peserta terakhir, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan berpikir strategis. “Pertukaran pelajar bukan hanya tentang belajar di luar negeri, tetapi juga tentang membangun jejaring global dan berkontribusi pada solusi ekonomi berkelanjutan. Kami berharap hasil pembelajaran ini bisa kami terapkan di kampus maupun di masyarakat,” ujar Deva.

Melalui kegiatan Student Exchange ini, Fakultas Ekonomi UNUSIDA berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami teori ekonomi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks global yang berkelanjutan. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain peningkatan wawasan internasional mahasiswa, kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi finansial, serta terciptanya jejaring akademik yang berkelanjutan antara UNUSIDA dan MSU Malaysia.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang berfokus pada peningkatan kapasitas mahasiswa dan dosen. “Kami berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama akademik dengan universitas luar negeri. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar global yang akan memperkaya perspektif mereka dalam menghadapi dunia kerja dan penelitian,” ujarnya.

Kerja sama ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi lanjutan antara UNUSIDA dan MSU Malaysia, seperti riset bersama, joint class, dan program dual degree. Selain itu, hasil pembelajaran dari kegiatan ini akan diseminasi melalui seminar kampus, agar mahasiswa lain turut mendapatkan manfaat dari pengalaman peserta student exchange.

Dalam penutupan kegiatan, para mahasiswa UNUSIDA menyampaikan apresiasi kepada pihak fakultas dan MSU Malaysia atas kesempatan yang diberikan. Mereka berkomitmen untuk menjadi duta kampus yang mampu membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan dalam setiap langkah akademik maupun sosial.

Program Student Exchange antara Fakultas Ekonomi UNUSIDA dan Management & Science University Malaysia ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar ruang belajar, melainkan juga jembatan untuk membangun masa depan ekonomi global yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui sinergi ini, UNUSIDA semakin menegaskan perannya sebagai kampus yang siap bersaing di tingkat internasional, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan. (AS)

Kabar Membanggakan Tujuh Dosen UNUSIDA Raih Kelulusan Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek 2

Kabar Membanggakan Tujuh Dosen UNUSIDA Raih Kelulusan Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek

Sidoarjo, 17 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak tujuh dosen dari berbagai program studi berhasil lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) Gelombang 1 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bidang Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek).

Ketujuh dosen yang lolos adalah: Erlyna Tri Rohmiatun, S.E., M.A. (Prodi Akuntansi), Machfudzil Asror, S.Pd.I, M.Pd. (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Neny Kurniati, S.Kom., M.T. (Prodi Informatika), Syahri Mu’min, S.Kom., M.T. (Prodi Sistem Informasi), Dr. Novaria L. Jannah, S.Pd., M.Pd. (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Putra Uji Deva Satrio, S.Sn., M.Sn. (Prodi Desain Komunikasi Visual), dan Taqwanur, M.MT. (Prodi Teknik Industri).

Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan profesional bagi tenaga pendidik di perguruan tinggi. Melalui proses seleksi yang ketat, dosen yang lulus dinyatakan layak sebagai tenaga pendidik profesional dan berhak memperoleh tunjangan profesi dari pemerintah. Sertifikasi ini tidak hanya mengukur kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga menjadi tolok ukur kualitas seorang dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hasil kelulusan Serdos Gelombang 1 Tahun 2025 diumumkan secara resmi oleh Kemdikti Saintek pada awal September 2025. Kabar gembira ini menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA semakin berkomitmen meningkatkan kualitas dosen dan mutu pendidikan. Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga indikator meningkatnya kualitas tenaga pendidik di kampus. Dengan bertambahnya jumlah dosen tersertifikasi, UNUSIDA semakin siap bersaing dengan perguruan tinggi lain, baik di tingkat regional maupun nasional.

Kepala Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Lolosnya tujuh dosen UNUSIDA dalam sertifikasi dosen gelombang pertama tahun 2025 menunjukkan bahwa kualitas tenaga pendidik kita semakin diakui. Ini juga menjadi bukti bahwa UNUSIDA memiliki sumber daya manusia yang berkompeten, profesional, dan siap mendukung visi kampus untuk menjadi universitas unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses sertifikasi dosen bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan persiapan, kelengkapan administrasi, serta bukti kinerja dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, kelulusan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi para dosen yang patut diapresiasi bersama. “Serdos ini diharapkan dapat semakin memotivasi para dosen untuk meningkatkan kualitas diri, memberikan kontribusi terbaik dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta membawa kemajuan bagi UNUSIDA tercinta,” tegas Jeziano.

Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA juga memberikan dampak positif yang luas. Dari sisi institusi, kelulusan ini meningkatkan reputasi kampus karena semakin banyak dosen UNUSIDA yang diakui profesionalitasnya. Dari sisi pembelajaran, mahasiswa akan merasakan proses belajar mengajar yang lebih berkualitas karena dosen tersertifikasi memiliki kompetensi yang teruji dalam hal pedagogik dan profesionalisme. Dari sisi kelembagaan, sertifikasi dosen turut memperkuat akreditasi program studi maupun institusi, mengingat Serdos menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi BAN-PT maupun lembaga penjaminan mutu lainnya.

Tidak kalah penting, capaian ini juga menjadi motivasi bagi dosen lain di UNUSIDA untuk terus meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan diri mengikuti sertifikasi pada gelombang berikutnya. Selain itu, dosen yang tersertifikasi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penelitian, pengabdian, serta inovasi yang bermanfaat luas.

Ke depan, UNUSIDA optimis dapat melahirkan lebih banyak dosen profesional yang mampu memberikan kontribusi tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi bangsa dan negara. Jeziano menutup keterangannya dengan penuh harapan. “Kami akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan agar semakin banyak dosen UNUSIDA yang berhasil lolos sertifikasi. Dengan begitu, mutu pendidikan di UNUSIDA akan semakin meningkat dan memberi dampak nyata bagi pembangunan bangsa,” jelasnya.

Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA dalam lulus Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek menjadi bukti komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Capaian ini tidak hanya membanggakan civitas akademika UNUSIDA, tetapi juga menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan bertambahnya jumlah dosen tersertifikasi, UNUSIDA semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang mampu mencetak lulusan unggul, berkarakter, dan adaptif di era global, serta terus bergerak maju membawa kejayaan bagi UNUSIDA tercinta.(AS)

UNUSIDA dan SEGi University Malaysia Sepakati Kerja Sama Internasional: Dari Program Akademik hingga Penelitian Bersama 3

UNUSIDA dan SEGi University Malaysia Sepakati Kerja Sama Internasional: Dari Program Akademik hingga Penelitian Bersama

Malaysia, 10 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kolaborasi internasional dengan SEGi University Malaysia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (10/9). Penandatanganan yang berlangsung di Malaysia ini dihadiri langsung oleh Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., beserta jajaran pimpinan universitas.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, yaitu kolaborasi program akademik, pengakuan kredit melalui sistem transfer, penelitian bersama. Selain itu, kedua pihak juga menyepakati melaksanakan program magang penelitian, pertukaran staf dan dosen, seminar dan konferensi bilateral, publikasi informasi bersama kepada masyarakat internasional. Akan tetapi, dalam nota kesepahaman tersebut terdapat klausa tentang kenyataan bahwa setiap kegiatan spesifik akan diatur dalam dokumen tertulis, yang akan sah secara hukum, sebagai berkas yang ditandatangani oleh kedua universitas.Dengan demikian, kesepakatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memiliki kekuatan implementatif yang jelas.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis universitas untuk memperluas jejaring internasional.

“Kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi sivitas akademika UNUSIDA untuk berkembang, berkompetisi, dan berkontribusi di level global. Melalui program pertukaran, riset kolaboratif, hingga penyelenggaraan seminar bersama, mahasiswa maupun dosen akan mendapatkan pengalaman internasional yang sangat berharga,” ujarnya.

Dalam era globalisasi pendidikan, kerja sama antaruniversitas lintas negara menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan daya saing. Dengan adanya program transfer kredit, misalnya, mahasiswa UNUSIDA dapat menempuh sebagian studinya di SEGi University dengan pengakuan akademik penuh. Hal ini memberi peluang besar bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer belajar internasional sekaligus memperluas wawasan budaya.

Selain itu, program pertukaran staf dan dosen memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan yang lebih luas. Para dosen dapat saling berbagi pengalaman mengajar, metode pembelajaran, hingga inovasi riset terkini. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dosen, tetapi juga langsung memperkaya kualitas pembelajaran di kelas.

Dalam MoU yang disepakati, kedua pihak menegaskan bahwa setiap kegiatan kolaborasi akan ditanggung secara mandiri oleh masing-masing pihak, kecuali ada kesepakatan tertulis yang menyatakan sebaliknya. Hal ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk menempatkan kerja sama ini secara profesional dan saling menguntungkan.

Kerja sama ini diperkirakan akan membawa sejumlah dampak positif, di antaranya:

  1. Peningkatan Kualitas Akademik – Melalui program riset bersama, kualitas penelitian dosen dan mahasiswa di UNUSIDA akan semakin meningkat dengan standar internasional.
  2. Peluang Mobilitas Mahasiswa – Mahasiswa UNUSIDA berkesempatan menempuh studi di SEGi University melalui program transfer kredit, magang penelitian, atau seminar internasional.
  3. Penguatan Reputasi Universitas – Sebagai universitas berbasis Nahdlatul Ulama, UNUSIDA dapat menunjukkan kontribusinya di kancah internasional, sekaligus memperluas jejaring strategis dengan perguruan tinggi luar negeri.
  4. Kontribusi Sosial – Publikasi informasi bersama dan kegiatan akademik terbuka akan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam hal akses pengetahuan dan pendidikan lintas negara.

Dr. Fatkul Anam menambahkan bahwa kerja sama ini adalah pintu masuk untuk menjalin hubungan yang lebih luas, tidak hanya dengan SEGi University, tetapi juga dengan berbagai universitas di Asia Tenggara dan dunia.

“Kami berharap, dari kolaborasi ini akan lahir berbagai program turunan yang konkret, seperti penelitian bersama yang berdampak pada kebijakan publik, pertukaran budaya antar mahasiswa, hingga peluang pendanaan riset internasional. Intinya, kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini benar-benar memberi manfaat bagi semua pihak,” jelasnya.

Penandatanganan MoU ini menandai babak baru perjalanan internasionalisasi UNUSIDA. Dengan semangat kolaborasi bersama SEGi University Malaysia, UNUSIDA berkomitmen untuk terus memperluas jejaring global, meningkatkan mutu pendidikan, dan mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Kerja sama yang dibangun tidak hanya mempertemukan dua institusi pendidikan, tetapi juga membuka jembatan ilmu, budaya, dan pengalaman yang akan membawa dampak jangka panjang bagi generasi akademik di Indonesia dan Malaysia

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global 4

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global

Malaysia,  10 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali mencatatkan langkah penting dalam upaya internasionalisasi, dengan resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universiti Malaya Wales (UMW), sebuah institusi pendidikan terkemuka di Malaysia. Kesepakatan strategis ini merupakan wujud nyata komitmen UNUSIDA untuk memperluas jaringan akademik, meningkatkan mutu pendidikan, dan menguatkan relevansi riset di tingkat internasional. MoU ini menjadi landasan kerja sama timbal balik antara UNUSIDA dan UMW. Ruang lingkup kerja sama mencakup beragam kegiatan dan program yang berfokus pada kolaborasi akademik, dengan tetap mematuhi ketersediaan dana dan regulasi yang berlaku di masing-masing universitas.

Beberapa poin utama yang akan diimplementasikan antara lain:

  1. Mobilitas Mahasiswa dan Dosen: Kedua belah pihak akan memfasilitasi program pertukaran bagi mahasiswa dan kunjungan bagi akademisi (visiting scholars) untuk memperkaya pengalaman belajar dan mengajar.
  2. Kolaborasi Program Akademik: Kemitraan ini membuka peluang untuk pengembangan program akademik gabungan.
  3. Riset dan Publikasi Bersama: Melakukan kegiatan penelitian kolaboratif yang hasilnya dapat dipublikasikan secara bersama-sama.
  4. Pertukaran Sumber Daya: Berbagi materi akademik dan informasi lain yang bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan.
  5. Pusat Internasional: Mengelola pusat atau unit internasional untuk mendukung program-program kolaborasi.
  6. Kegiatan Ilmiah: Menyelenggarakan kegiatan ilmiah bersama, seperti seminar, pelatihan, konferensi, dan simposium.
  7. Perjanjian ini juga bersifat non-eksklusif, yang memungkinkan kedua universitas untuk menjalin kemitraan dengan institusi lain. Untuk menjamin kelancaran kolaborasi, MoU ini juga mengatur secara rinci perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kerahasiaan informasi, dan mekanisme penyelesaian sengketa, memastikan setiap kegiatan berjalan secara profesional.

Penandatanganan ini melibatkan dua pihak utama. Dari UNUSIDA, diwakili oleh Rektor Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, yang menandatangani dokumen ini sebagai perwakilan institusi. Sementara itu, dari pihak UMW, perjanjian ditandatangani oleh Prof. Dr. Roselina Ahmad Saufi, FCMI. Kehadiran para pimpinan tertinggi ini menunjukkan keseriusan dan komitmen kuat dari kedua universitas dalam mewujudkan kerja sama.Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini secara resmi dilakukan pada 10 September 2025 di Malaysia. Berlangsung di wilayah UMW, menandakan UNUSIDA mengambil peran aktif sebagai mitra internasional.

Menurut Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, kemitraan ini merupakan langkah fundamental untuk mewujudkan visi UNUSIDA sebagai universitas yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah pintu gerbang penting untuk memperluas cakrawala akademik. “Kemitraan dengan UMW ini membuka pintu bagi UNUSIDA untuk memperluas cakrawala akademik. Kami berharap mahasiswa dan dosen kami dapat memperoleh pengalaman internasional yang riil, baik melalui pertukaran, penelitian gabungan, maupun kegiatan akademik lainnya. Perjanjian ini juga merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan standar internasional.”

Perjanjian ini berlaku selama lima tahun, memberikan waktu yang memadai bagi kedua pihak untuk merancang dan melaksanakan program-program kolaboratif. Jika salah satu pihak ingin mengakhiri kerja sama, pemberitahuan tertulis harus disampaikan enam bulan sebelumnya. Sebaliknya, jika ingin memperpanjang, pemberitahuan harus diberikan pada tahun keempat masa kerja sama. Fleksibilitas ini menunjukkan komitmen jangka panjang tanpa mengikat pihak mana pun secara permanen.Dampak dari kemitraan ini akan terasa di berbagai lapisan. Bagi mahasiswa, mereka akan mendapatkan kesempatan berharga untuk berpartisipasi dalam program mobilitas, yang akan memungkinkan mereka belajar di lingkungan baru dan memperluas wawasan budaya. Bagi dosen, kolaborasi ini membuka peluang riset bersama dan publikasi internasional, yang akan meningkatkan profil akademik mereka.

Secara lebih luas, kolaborasi ini diharapkan mendorong inovasi dalam program akademik, menciptakan kurikulum yang lebih relevan dengan standar global. Selain itu, pertukaran materi akademik dan informasi akan memperkaya sumber daya belajar bagi kedua institusi. Semua ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan mutu lulusan UNUSIDA, yang diharapkan semakin kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

Flyer Logo Harlah Ke-11 UNUSIDA (Foto: Humas Unusida)

UNUSIDA Launching Logo Harlah ke-11, Ini Makna dan Filosofinya

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi meluncurkan logo Hari Lahir (Harlah) ke-11 tahun yang mengusung tema ‘Tumbuh Bersama, Berdampak untuk Bangsa’. Peluncuran logo ini menjadi simbol semangat baru UNUSIDA dalam memperkuat komitmen terhadap pertumbuhan, keberlanjutan, dan kontribusi nyata untuk negeri.

Logo Harlah ke-11 ini tidak sekadar simbol visual, melainkan sarat akan filosofi mendalam. Berikut makna dan filosofi lengkapnya:

– Angka 11 dibentuk menyerupai daun, melambangkan pertumbuhan, kesuburan, dan kesinambungan.
– Motif Islami dan ombak, turut mempertegas identitas UNUSIDA sebagai kampus berbasis keagamaan Ahlussunnah Waljamaah dan kampus pesisir yang lahir dari semangat daerah.
– Bentuk sayap pada logo melambangkan daya juang tinggi untuk mencapai prestasi yang lebih baik.
– Warna-warna dalam logo seperti kuning-oranye, hijau, ungu, dan tosca masing-masing memiliki makna yang kuat: mulai dari semangat dan kebahagiaan, hingga keseimbangan serta stabilitas dalam pendidikan berkarakter.

Melalui logo ini, UNUSIDA ingin menunjukkan bahwa di usia 11 tahun, kampus ini terus berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang dinamis, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Download Logo Harlah ke-11 UNUSIDA
Download Logo Harlah ke-11 UNUSIDA
Download Logo Harlah ke-11 UNUSIDA

Dalam rangka memperingati Harlah ke-11 Tahun ini, UNUSIDA akan menggelar serangkaian acara  sebagai wujud rasa syukur dan refleksi dari awal pendirian. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Doa Bersama dan Mujahadah Harlah ke-11 UNUSIDA yang akan dilaksanakan pada Kamis, 3 Juli 2025 mendatang, di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari.

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh pendiri sekaligus ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo dari beberapa periode sebelumnya. Selain itu, juga akan mengundang pejabat pemerintahan, Badan Otonom NU (Banom NU) di lingkup PCNU Sidoarjo, seluruh pengurus MWCNU dan PAC Muslimat NU Se Kabupaten Sidoarjo, serta seluruh sivitas akademika UNUSIDA.

UNUSIDA juga akan menyelenggarakan Seminar Pendidikan pada Sabtu, 5 Juli 2025. Yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, untuk memperkuat peran UNUSIDA dalam menciptakan pendidikan inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Selanjutnya, akan digelar Jalan Sehat dan Bazar UMKM pada Sabtu, 12 Juli 2025 mendatang. Yang akan melibatkan seluruh civitas akademika, alumni mitra, dan masyarakat sekitar. Juga ada bebrapa lomba, seperti lomba kreasi tumpeng dan bola voli bagi dosen, tenaga kependidikan (Tendik) serta perwakilan mahasiswa dari setiap fakultas.

Tak hanya itu, beragam kegiatan Ormawa juga akan menyemarakkan Harlah ke-11 UNUSIDA yang diperingati setiap tanggal 4 Juli. Mulai dari UNUSIDA Bersholawat, Himaksi Badminton Cup (HBC) 2025, serta kompetisi pencak silat atau Pagar Nusa Championship 2025 yang akan dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus mendatang. (MY)

"Level Up Local Business": UNUSIDA dan KPP Pratama Sidoarjo Selatan Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas UMKM dan Mahasiswa Lewat Inovasi Digital & Edukasi Pajak 5

“Level Up Local Business”: UNUSIDA dan KPP Pratama Sidoarjo Selatan Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas UMKM dan Mahasiswa Lewat Inovasi Digital & Edukasi Pajak

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali memperkuat sinergi strategis bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sidoarjo Selatan melalui kegiatan Business Development Service (BDS) bertajuk “Level Up Local Business” yang digelar pada Rabu, 11 Juni 2025, bertempat di Auditorium Lantai 5 UNUSIDA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kapabilitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta menanamkan pemahaman perpajakan dan teknologi promosi modern kepada mahasiswa dan pelaku usaha. BDS tahun ini menjadi istimewa karena disertai penandatanganan Implementing Agreement (IA) antara masing-masing fakultas di UNUSIDA dan KPP Pratama Sidoarjo Selatan sebagai bentuk komitmen jangka panjang untuk mendukung edukasi, pengabdian, dan penguatan ekonomi lokal.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan dua materi utama:

  1. “Level Up Business Lokal: AI sebagai Solusi Promosi UMKM Modern” yang disampaikan oleh Achmad Mufliq, S.Kom., M.Kom., dosen dan praktisi teknologi informasi.
  2. “Perpajakan untuk UMKM” yang dibawakan oleh Yonas Ardiansyah, penyuluh pajak dari KPP Pratama Sidoarjo Selatan.

Sinergi Pemerintah dan Kampus: Langkah Konkret Dukung UMKM
Kepala KPP Pratama Sidoarjo Selatan, Stefanus Hajar Banu Sujita, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi semacam ini sangat penting untuk menjangkau lapisan masyarakat, khususnya UMKM dan generasi muda, dalam hal edukasi perpajakan dan pengembangan usaha.

“Sebagai institusi pemerintah, kami tidak bisa bekerja sendirian untuk menjalankan tugas edukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kami sangat membutuhkan kerja sama seperti ini, agar penyuluhan pajak dan literasi usaha bisa lebih luas menjangkau komunitas, termasuk kalangan akademik,” ujar Stefanus.
Ia menambahkan bahwa dengan menggandeng kampus, pesan-pesan edukatif dapat disampaikan lebih efektif dan diserap dengan pendekatan yang lebih kontekstual.
Sementara itu, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkhul Anam, M.SI., menegaskan bahwa kemitraan ini telah terjalin hampir dua tahun dan menunjukkan hasil yang positif dalam pengembangan karakter mahasiswa serta pemberdayaan UMKM.

“Hampir dua tahun kami bersama KPP Pratama Sidoarjo Selatan mengadakan kegiatan edukatif dan bermanfaat seperti ini. Semoga kegiatan ini terus berlanjut karena memberi pengalaman dan pengetahuan praktis bagi mahasiswa maupun pelaku UMKM yang terlibat,” kata Rektor. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi kampus dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat sebagai satu kesatuan yang utuh.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan output konkret, yaitu:
• Peningkatan literasi perpajakan dan kepatuhan pajak pelaku UMKM.
• Penerapan teknologi digital, khususnya AI, dalam strategi promosi usaha kecil.
• Meningkatnya pemahaman mahasiswa terhadap dunia usaha dan pajak secara praktis.
• Terbentuknya kolaborasi lanjutan melalui IA antara fakultas dan KPP untuk pendampingan UMKM.

Materi dari Achmad Mufliq, S.Kom., M.Kom., membuka wawasan peserta terkait pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembuatan konten promosi digital, manajemen pelanggan, dan analisis pasar. Ia menekankan bahwa teknologi tidak hanya untuk perusahaan besar, namun kini dapat dijangkau oleh UMKM jika dimanfaatkan dengan tepat.

Sementara itu, Yonas Ardiansyah memaparkan tentang pentingnya UMKM memahami jenis pajak yang berlaku, mekanisme pelaporan yang benar, serta manfaat jangka panjang dari kepatuhan terhadap pajak. Ia juga menekankan bahwa Direktorat Jenderal Pajak kini semakin terbuka dalam melakukan pendampingan dan edukasi kepada pelaku usaha kecil.
“Kami berharap, setelah kegiatan ini, mahasiswa dapat menjadi penghubung informasi yang baik di masyarakat, dan UMKM memiliki keberanian untuk bertumbuh dengan patuh secara administrasi dan cerdas secara teknologi,” ujar Yonas dalam sesi diskusi.

Penandatanganan IA antara KPP dan setiap fakultas UNUSIDA menjadi simbol keberlanjutan dan komitmen bersama untuk mengembangkan ekosistem pendampingan yang terstruktur dan strategis. Dengan kolaborasi yang erat, UNUSIDA dan KPP Pratama Sidoarjo Selatan optimis akan lahir generasi muda yang siap membangun usaha, mendampingi masyarakat, dan menjadi pelopor UMKM naik kelas.

“Kolaborasi ini tidak akan berhenti di ruang seminar. Kami ingin mewujudkan komunitas UMKM binaan yang dibimbing langsung oleh mahasiswa dan dosen UNUSIDA dengan dukungan dari KPP,” tutup Stefanus.

Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata, foto bersama, dan pembagian materi digital kepada seluruh peserta. Antusiasme tinggi dari mahasiswa dan pelaku UMKM menjadi bukti bahwa kolaborasi ini tidak hanya dibutuhkan, tetapi juga sangat dinantikan untuk berlanjut ke tahap yang lebih berdampak.

RAKER 2 ORMAWA UNUSIDA: Perkuat Sinergi, Optimalkan Kinerja Organisasi 6

RAKER 2 ORMAWA UNUSIDA: Perkuat Sinergi, Optimalkan Kinerja Organisasi

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Rapat Kerja (RAKER) 2 pada tanggal 10 Juni 2025 dengan tema “Optimalisasi Kinerja dan Anggaran demi Ormawa UNUSIDA yang Progresif”. Acara ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Organisasi Mahasiswa (Ormawa) serta mengoptimalkan pengelolaan anggaran untuk mewujudkan Ormawa yang lebih progresif dan berdampak positif. RAKER ini menjadi wadah penting bagi seluruh elemen Ormawa untuk berdiskusi, merumuskan strategi, dan menyelaraskan program kerja ke depan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan efektivitas Ormawa dalam menjalankan perannya sebagai mitra strategis universitas.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni, Bapak Fajar Nur Yasin, S. Pd., M. Pd.  yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara universitas dan Ormawa. Beliau menyampaikan apresiasi atas kontribusi Ormawa selama ini dan berharap RAKER ini dapat menghasilkan solusi inovatif untuk pengembangan Ormawa ke depan. Bapak Fajar juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran Ormawa. Dengan pengelolaan yang baik, Ormawa dapat melaksanakan program-program yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.

Selanjutnya, ada pengantar sebelum RAKER dimulai dari Kepala Bagian Pelayanan Kemahasiswaan dan Alumni yakni bapak Machfudzil Asror, S.Pd.I., M.Pd., dalam pengantarnya, memberikan penguatan kepada seluruh pimpinan  Ormawa yang hadir. Beliau menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner dan adaptif dalam menghadapi tantangan organisasi. Bapak Asror juga mengajak seluruh pimpinan Ormawa untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan mengembangkan potensi anggotanya. Dengan kepemimpinan yang kuat, Ormawa dapat menjadi motor penggerak perubahan positif di lingkungan kampus. Beliau juga menyampaikan terima kasih banyak kepada pengurus Ormawa dan alumni LKMM-TM Unusida yang berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan LKMM-TM Ke VI Tahun 2025 mudah-mudahan dapat diaplikasikan dalam aktivitas organisasi.

Dilanjutkan dengan Sesi sosialisasi Biro Humas menjadi salah satu agenda penting dalam RAKER ini. Kepala Biro Humas dan Kerja Sama, Bapak Sonhaji Arif, S. Pd,. M. Sn. beserta timnya yakni ibu Afifatus Sholikhah, S.M., M.M., memaparkan beberapa program unggulan humas untuk mendukung Ormawa UNUSIDA menuju Ormawa yang gemilang. Program-program tersebut meliputi promosi media antar kampus, kerja sama dengan kampus lain, dan berbagai inisiatif lainnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan visibilitas Ormawa dan memperluas jaringan kerja sama.

Kegiatan inti dari RAKER ini adalah evaluasi kegiatan dan controling anggaran Ormawa selama tiga bulan terakhir. Setiap Ormawa mempresentasikan laporan kegiatan dan penggunaan anggaran, yang kemudian dievaluasi bersama oleh seluruh peserta. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi Ormawa serta mencari solusi untuk mengatasinya. Selain itu, dilakukan juga controling anggaran untuk memastikan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien.

Dengan terlaksananya RAKER 2 ini, diharapkan Ormawa UNUSIDA semakin solid, progresif, dan mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan universitas dan masyarakat. RAKER ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Ormawa, universitas, dan seluruh stakeholder terkait. UNUSIDA berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Ormawa sebagai bagian integral dari ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas. (Adam)

Sinergi Sosial Media Biro Humas UNUSIDA Gandeng ORMAWA Optimalkan Branding Kampus Lewat Media Sosial 7

Sinergi Sosial Media Biro Humas UNUSIDA Gandeng ORMAWA Optimalkan Branding Kampus Lewat Media Sosial

Sidoarjo – Dalam rangka memperkuat citra dan branding Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) di era digital, Biro Humas UNUSIDA menggelar kegiatan Sosialisasi Optimalisasi Media Sosial ORMAWA. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 10 Juni 2025, bertempat di Auditorium Lantai 5 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo dan diikuti oleh seluruh perwakilan organisasi mahasiswa (ORMAWA) internal kampus.

Acara ini merupakan inisiatif Biro Humas bekerja sama dengan ORMAWA se-UNUSIDA untuk mendorong pengelolaan media sosial yang lebih terstruktur, aktif, dan berdampak terhadap citra positif kampus. Dengan mengusung tema “Bersinergi di Era Digital: Optimalisasi Media Sosial ORMAWA untuk Branding UNUSIDA”, kegiatan ini tidak hanya memberikan pembekalan teknis, namun juga membuka ruang kolaborasi strategis antara Humas dan para pengelola konten di tiap organisasi mahasiswa. Kepala Biro Humas dan Kerjasama UNUSIDA, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran ORMAWA sebagai duta komunikasi digital kampus. “Mahasiswa adalah representasi langsung dari wajah kampus di masyarakat. Lewat unggahan, aktivitas, dan narasi yang dibangun melalui media sosial ORMAWA, sesungguhnya mereka tengah membentuk persepsi publik terhadap UNUSIDA. Maka, penting sekali untuk membekali mereka dengan pemahaman strategis dalam mengelola media sosial,” ujar Sonhaji.

Menurutnya, sinergi antara Humas dan ORMAWA menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan informasi kegiatan kampus, mempromosikan prestasi mahasiswa, serta mengangkat nilai-nilai khas UNUSIDA yang religius, nasionalis, dan inovatif. Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Humas, Afifatus Sholikhah, S.M., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan standar pengelolaan konten digital. “Kami ingin setiap ORMAWA memiliki identitas visual yang konsisten, gaya komunikasi yang sesuai nilai kampus, serta mampu menyampaikan informasi yang akurat dan menarik. Humas siap menjadi mitra mereka dalam hal ini,” jelas Afifatus. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan output berupa peningkatan kualitas dan kuantitas konten media sosial dari ORMAWA, yang selaras dengan misi branding kampus. Biro Humas juga mendorong dibentuknya Tim Medsos ORMAWA yang terhubung langsung dengan Humas sebagai simpul koordinasi informasi dan promosi kampus.

Dengan meningkatnya kapasitas dan literasi digital mahasiswa, tidak hanya eksistensi ORMAWA yang terdongkrak, tapi juga engagement publik terhadap UNUSIDA secara keseluruhan. Harapannya, UNUSIDA makin dikenal sebagai kampus yang aktif, dinamis, dan punya semangat kolaborasi di era digital. “Pada setiap kegiatan bukan sekadar unggah konten, tapi soal bagaimana membentuk narasi besar tentang UNUSIDA. Maka ke depan kami ingin ada kalender konten bersama, pelatihan lanjutan, dan sistem pelaporan yang terstruktur,” tambah Sonhaji Arif. Afifatus menambahkan bahwa kegiatan ini akan berlanjut dalam bentuk pendampingan teknis, mulai dari pelatihan desain, manajemen akun, hingga penggunaan analitik sosial media untuk evaluasi kinerja konten. “Kita tidak ingin ORMAWA sekadar aktif, tapi juga terukur. Data harus jadi dasar kita dalam melangkah,” tutupnya.

Sosialisasi ini menjadi langkah awal dari komitmen bersama membangun branding UNUSIDA yang inklusif dan berbasis partisipasi aktif mahasiswa. Dengan kolaborasi yang kuat antara Humas dan ORMAWA, UNUSIDA optimis dapat menjangkau lebih banyak audiens, membangun kepercayaan publik, serta menciptakan ekosistem komunikasi kampus yang sehat, kreatif, dan berkelanjutan. (Humas)

Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA Gelar MoA dengan CV. Delta Mitra Persada: Sinergi Strategis Dunia Akademik dan Industri Teknologi 8

Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA Gelar MoA dengan CV. Delta Mitra Persada: Sinergi Strategis Dunia Akademik dan Industri Teknologi

Humas UNUSIDA- Sidoarjo, 3 Juni 2025 – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan kegiatan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama CV Delta Mitra Persada pada hari Selasa, 3 Juni 2025, bertempat di Kantor Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mempererat hubungan kerja sama antara institusi pendidikan tinggi dengan pelaku industri teknologi, terutama dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui program magang, kolaborasi riset, serta pengembangan kurikulum berbasis industri. Penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, M.Kom,Direktur CV Delta Mitra Persada Bapak Roin Triono, para dosen, mahasiswa, serta perwakilan dari Unit Kerja Sama dan Humas UNUSIDA. Kegiatan ini merupakan hasil tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) sebelumnya antara UNUSIDA dan CV Delta Mitra Persada, dan kini diimplementasikan secara spesifik melalui MoA yang fokus pada pengembangan SDM, program pelatihan industri berbasis teknologi informasi, serta pemanfaatan riset akademik untuk mendukung kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, M.Kom, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen UNUSIDA untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang kontekstual dan selaras dengan dinamika industri teknologi informasi yang terus berkembang. “Kami menyadari bahwa tantangan pendidikan di era digital tidak hanya terletak pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan untuk mengaplikasikan ilmu di dunia nyata. MOA ini adalah langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta membangun jejaring profesional bagi mahasiswa kami,” ujarnya. Beliau juga menegaskan bahwa Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor guna memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu bersaing secara global. “Melalui kerja sama ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berinovasi dan menciptakan solusi bagi masyarakat,” tambahnya.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang tertuang dalam MoA ini meliputi program magang industri untuk mahasiswa semester akhir, pelatihan kompetensi berbasis kebutuhan industri, kolaborasi dalam proyek pengembangan sistem informasi, dukungan terhadap program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta riset bersama yang dapat diaplikasikan langsung dalam proses bisnis perusahaan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif baik secara internal bagi pengembangan kualitas akademik fakultas, maupun eksternal dalam mendukung produktivitas dan inovasi di sektor industri. Direktur CV Delta Mitra Persada, Bapak Roin Triono, menyambut baik kerja sama ini dan menyampaikan optimismenya terhadap sinergi yang dibangun. “Kami melihat potensi besar dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menjadi bagian dari proses transformasi mereka menjadi talenta digital yang unggul dan siap bersaing,” ungkapnya. Lebih lanjut ia menyatakan, “CV Delta Mitra Persada berkomitmen untuk menjadi mitra yang aktif, tidak hanya menyediakan ruang magang, tetapi juga membimbing, memberi tantangan nyata, serta melibatkan mahasiswa dalam proyek-proyek aktual yang berdampak.”

Kegiatan MOA ini bukan hanya seremonial administratif, melainkan bentuk nyata dari kolaborasi strategis untuk membangun masa depan pendidikan yang berbasis pada kebutuhan industri. Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA menargetkan dalam tahun pertama kerja sama ini akan mengirimkan minimal 30 mahasiswa ke CV Delta Mitra Persada untuk menjalani program magang dan keterlibatan dalam proyek-proyek teknologi. Selain itu, pihak fakultas juga akan menyelaraskan kurikulum dengan masukan dari industri melalui forum diskusi berkala. Program ini juga diproyeksikan menjadi pintu masuk lahirnya inovasi bersama, baik dalam bentuk produk digital, sistem informasi, maupun model pelatihan berbasis teknologi. Dr. Arda Setya Editya, M.Kom. menutup sambutannya dengan sebuah kutipan yang memotivasi seluruh sivitas akademika, “Sinergi adalah kata kunci di era transformasi digital ini. Tidak ada institusi yang bisa berjalan sendiri. Dunia pendidikan dan industri harus saling membuka pintu, berbagi sumber daya, dan tumbuh bersama. Karena pendidikan terbaik adalah yang menjawab tantangan zaman dan kebutuhan nyata masyarakat.”

Dengan terjalinnya kerja sama ini, Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang proaktif, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan teknologi serta relevansi industri. Kerja sama ini juga menjadi bagian dari visi besar UNUSIDA dalam membangun lulusan yang berdaya saing, inovatif, dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan dan keilmuan. (AS)

Flyer Seminar Nasional (Foto: Istimewa)

Seminar Nasional Pra-Kongres Pendidikan NU Seri 2 di Unusida

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) siap menjadi tuan rumah Seminar Nasional Pra-Kongres Pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada Rabu (08/01/2025) mendatang. Seminar dengan tema ‘Mencari Format Pendidikan NU yang Ideal’ ini akan menjadi ajang penting bagi para akademisi, praktisi pendidikan tinggi NU di wilayah Jawa Timur untuk berdiskusi dan mencari solusi terkait pengembangan sistem pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Berita tersebut pertama kali diketahui melalui notulen rencana seminar Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pra Kongres Pendidikan NU yang menunjuk Unusida sebagai salah satu tuan rumah yang akan menggelar seminar nasional dalam waktu dekat. Seminar tersebut akan dilaksanakan secara Hybrid, dapat diikuti secara offline di Aula Kantor PC NU Sidoarjo, dan dapat diikuti secara online melalui Zoom Meeting dan Live Streaming Unusida TV.

Berikut link pendaftaran dan zoom meeting Klik disini

Atau bergabung melalui
Metting ID: 899 2594 1808
Password: SCXcUi

Berikut alamat lokasi acara: Kantor PC NU Sidoarjo Klik disini 

Rektor Unusida, H Fatkul Anam, menyatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik atas kepercayaan terhadap Unusida untuk menggelar seminar nasional yang menjadi rangkaian kegiatan Pra Kongres LPT-PBNU nantinya.

“Mari bersama-sama kita siapkan kegiatan tersebut dengan baik. Kita tunjukkan Unusida, PCNU, PC Muslimat Sidoarjo pelopor kebangkitan NU di abad kedua. Kepercayaan yang harus kita jawab dengan kerja profesional,” tulisnya saat menyampaikan pesan tersebut pertama kali melalui grup WhatsApp.

Ketua forum Rektor PTNU tersebut menjelaskan, acara ini bertujuan untuk menggali pemikiran dan inovasi dalam upaya membangun format pendidikan NU yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mencerminkan prinsip-prinsip ajaran Aswaja An Nahdliyah yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia juga berharap seminar ini dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan rekomendasi yang akan dibawa ke dalam Kongres Pendidikan NU yang akan datang.

“Sebagai bagian dari keluarga besar NU, Unusida merasa terhormat dan siap untuk berperan aktif dalam menyukseskan agenda besar ini. Kami percaya, pendidikan yang ideal bagi umat ini adalah pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal, keislaman yang moderat, serta mampu menghadapi tantangan global,” terangnya.

Seminar Nasional Pra-Kongres ini akan menghadirkan berbagai narasumber yang kompeten di bidang pendidikan, baik dari kalangan internal NU maupun pakar pendidikan nasional. Yaitu Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T dengan tema ‘Transformasi Kurikulum Berbasis Keunggulan’, Prof. Dr. Ojat Darojat, M. Bus, Ph.D dengan tema ‘ Transformasi Strategis Perguruan Tinggi NU’, dan Prof. Masdar Hilmy, S.Ag, MA, Ph.D dengan tema pembahasan ‘Redesain Kurikulum untuk Pendidikan Masa Depan’.

Ketua Panitia, M Mansur Yafi menyebutkan, pihaknya akan mengundang 104 Perguruan Tinggi NU di Wilayah Provinsi Jawa Timur. Dalam seminar tersebut, delegasi dari setiap PTNU dapat memberikan pandangan serta usulan terkait kurikulum, metode pengajaran, dan integrasi antara pendidikan agama dan ilmu pengetahuan yang bisa diterapkan di lembaga pendidikan NU di seluruh Indonesia.

Seminar ini juga akan menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk merumuskan langkah-langkah konkret yang dapat diwujudkan dalam praktek pendidikan sehari-hari, serta menghasilkan rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern yang membutuhkan pendidikan yang tidak hanya mengutamakan aspek intelektual, tetapi juga nilai moral dan spiritual.

“Kami mengundang seluruh PTNU se-Jawa Timur untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam seminar ini. Melalui seminar ini diharapkan dapat menjadi tonggak awal dalam mewujudkan pendidikan NU yang ideal, berkelanjutan, dan berkualitas tinggi,” jelasnya.

 

(my)