Suasana English Festival UNUSIDA 2026 yang dilaksanakan oleh Hima PBI dan UKM English Club UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Meriah! Puluhan Peserta Unjuk Bakat dalam English Festival 2026 di UNUSIDA

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) bersama UKM English Club Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar English Festival 2026. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta tersebut dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Sabtu (22/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta berkesempatan menunjukkan kemampuan mereka melalui empat kategori perlombaan, yakni Speech, Singing, Storytelling, dan News Anchor. Melalui kategori tersebut, peserta tidak hanya ditantang untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, ekspresi, kreativitas, serta keberanian tampil di depan publik.

Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA, Evi Mahsunah, S.S., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digagas mahasiswa tersebut. Menurutnya, English Festival memberikan pengalaman belajar di luar pembelajaran formal sekaligus mendorong mahasiswa mengembangkan kompetensi bahasa Inggris melalui praktik langsung.

“English Festival menjadi ruang bagi peserta untuk belajar, berkompetisi, membangun jejaring, sekaligus memperoleh pengalaman baru dalam menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

English Festival 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dan peserta untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus menyalurkan kreativitas dan bakat melalui kompetisi yang edukatif dan kreatif. Kegiatan ini mengusung semangat untuk membangun kepercayaan diri peserta dalam menggunakan bahasa Inggris secara aktif dan aplikatif.

Tampak antusiasme puluhan peserta terlihat dalam berbagai kategori perlombaan. Mereka tampil dengan gaya dan kreativitas masing-masing, sekaligus menunjukkan keberanian dalam mengembangkan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris.

Evi menjelaskan Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PBI UNUSIDA menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif. Kompetisi tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga proses belajar, pengalaman, dan pengembangan potensi peserta.

Melalui tema ‘Speak with Confidence, Perform with Passion, Shine with Excellence’, ia ingin mendorong Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingungan program studi untuk aktif dalam menghadirkan ruang yang mendorong peserta untuk berani berkomunikasi, berkarya, dan mengembangkan potensi melalui bahasa Inggris.

“English Festival 2026 ini menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya berbahasa Inggris yang lebih aktif di lingkungan pendidikan serta memperluas kesempatan bagi mahasiswa dan peserta untuk terus belajar dan berkembang,” pungkasnya.

Terlindungi: Buku Wisuda X UNUSIDA 2026

Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya.

inspirasi alumni unusida hikmah luqiyah kartikasari

Luar Biasa! Alumni PGSD UNUSIDA Sukses Menjadi Dosen di Almamater Tercinta

SIDOARJO – Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun karakter, kompetensi, serta membuka berbagai peluang menuju masa depan yang lebih baik. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Hikmah Luqiyah Kartikasari, S.Pd., M.Pd., alumni Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2019. Berkat perjalanan akademik dan kesempatan yang diperoleh selama berada di lingkungan kampus, kini Hikmah dipercaya menjadi dosen di Program Studi PGSD FKIP UNUSIDA.

Perjalanan karier Hikmah menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan di UNUSIDA tidak berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas. Kampus juga berkomitmen memberikan ruang pengembangan diri dan peluang bagi mahasiswa maupun alumni untuk terus bertumbuh hingga mampu memberikan kontribusi nyata di dunia pendidikan.

Bagi Hikmah, UNUSIDA memiliki arti yang sangat istimewa. Kampus yang dahulu menjadi tempatnya menimba ilmu kini menjadi tempatnya mengabdikan diri sebagai pendidik. Perjalanan tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses belajar, peningkatan kompetensi, serta kesempatan yang terus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Alhamdulillah, UNUSIDA tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga membuka jalan bagi perjalanan karier saya. Berkat beasiswa untuk melanjutkan studi S2, saya memperoleh kesempatan bekerja di UNUSIDA, mulai dari bagian SDM, Tata Usaha FKIP, hingga kini dipercaya menjadi dosen di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UNUSIDA,” tutur Hikmah.

Ungkapan tersebut menggambarkan bagaimana lingkungan akademik yang mendukung dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk terus berkembang. Kesempatan memperoleh beasiswa studi lanjut menjadi salah satu langkah penting yang mengantarkan Hikmah meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperluas wawasan di bidang pendidikan.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Program Studi PGSD UNUSIDA pada tahun 2019, Hikmah terus berupaya mengembangkan kapasitas dirinya melalui studi magister. Dukungan beasiswa yang diperolehnya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia pendidikan.

Selama proses tersebut, Hikmah juga mendapatkan kesempatan bergabung sebagai tenaga kependidikan di lingkungan UNUSIDA. Ia mengawali pengabdiannya di bagian Sumber Daya Manusia (SDM), kemudian melanjutkan tugas di Tata Usaha FKIP. Pengalaman bekerja di berbagai unit tersebut memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai tata kelola perguruan tinggi, pelayanan akademik, hingga pentingnya kolaborasi antarunit dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.

Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga ketika akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai dosen di Program Studi PGSD FKIP UNUSIDA. Sebagai dosen, Hikmah tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran kepada mahasiswa, tetapi juga menjalankan tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, menjadi dosen merupakan tanggung jawab sekaligus amanah untuk mencetak calon guru sekolah dasar yang kompeten, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era yang terus berkembang. Pengalaman sebagai alumni UNUSIDA membuatnya memahami bagaimana proses pembelajaran yang efektif dapat membentuk kualitas lulusan.

Perjalanan Hikmah juga menjadi gambaran bahwa keberhasilan karier tidak selalu harus dimulai dari luar institusi. Justru, kesempatan untuk tumbuh dan berkembang di almamater sendiri menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus penuh makna. Dengan mengenal budaya akademik UNUSIDA sejak menjadi mahasiswa, Hikmah mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi secara optimal dalam setiap peran yang dijalankannya.

Kisah inspiratif ini menunjukkan bahwa UNUSIDA tidak hanya fokus menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga berupaya membangun ekosistem pendidikan yang mampu menciptakan peluang bagi alumni untuk terus berkembang. Dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program, termasuk kesempatan studi lanjut, menjadi salah satu bentuk komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.

Program Studi PGSD FKIP UNUSIDA sendiri terus berkomitmen mencetak calon guru yang profesional, inovatif, dan berkarakter. Kurikulum yang adaptif, didukung pengalaman praktik lapangan, kegiatan akademik, serta pembinaan karakter menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan.

Bagi mahasiswa yang saat ini sedang menempuh pendidikan di UNUSIDA, perjalanan Hikmah menjadi motivasi bahwa setiap proses yang dijalani di bangku kuliah memiliki nilai yang sangat berharga. Kesempatan mengikuti berbagai kegiatan akademik, organisasi, pelatihan, hingga program pengembangan diri akan menjadi investasi penting dalam membangun masa depan.

Tidak kalah penting, kisah Hikmah mengajarkan bahwa semangat untuk terus belajar tidak berhenti setelah lulus. Melanjutkan studi, meningkatkan kompetensi, dan terus membuka diri terhadap berbagai peluang menjadi langkah strategis untuk menghadapi perubahan zaman sekaligus meningkatkan kualitas profesional.

Sebagai alumni yang kini menjadi dosen di almamaternya sendiri, Hikmah berharap semakin banyak mahasiswa UNUSIDA yang berani bermimpi besar dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dilalui dengan kerja keras, kesabaran, dan kemauan untuk terus berkembang.

Perjalanan Hikmah Luqiyah Kartikasari menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA bukan sekadar tempat menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga ruang yang membuka jalan menuju masa depan. Dari seorang mahasiswa, kemudian melanjutkan studi magister, berkontribusi sebagai tenaga kependidikan, hingga dipercaya menjadi dosen, seluruh perjalanan tersebut mencerminkan komitmen UNUSIDA dalam mencetak insan akademik yang unggul, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.

Kisah inspiratif ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa dan alumni UNUSIDA untuk terus mengembangkan potensi diri, memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, serta memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan dan masyarakat. Dengan semangat belajar sepanjang hayat, setiap lulusan UNUSIDA memiliki peluang untuk meraih masa depan yang gemilang sekaligus menjadi bagian dari kemajuan bangsa.

Dari Ruang Kuliah ke Dunia Industri: Nilma Firda Buktikan Lulusan UNUSIDA Siap Berkarya Secara Profesional 1

Dari Ruang Kuliah ke Dunia Industri: Nilma Firda Buktikan Lulusan UNUSIDA Siap Berkarya Secara Profesional

Kesuksesan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesiapan dalam menghadapi tantangan nyata di lingkungan profesional. Hal tersebut dibuktikan oleh salah satu alumni Program Studi S1 Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Nilma Firda Nur Fidia, S.M., yang kini berkarier sebagai tenaga administrasi di PT Young Tree Industries.

Lulusan tahun 2023 ini menjadi salah satu contoh bagaimana ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNUSIDA mampu menjadi bekal yang relevan untuk memasuki dunia industri. Berbekal pemahaman manajemen, administrasi, komunikasi, serta kemampuan bekerja secara sistematis, Nilma mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan profesional di perusahaan tempatnya bekerja.

Bagi Nilma, perjalanan menuju dunia kerja bukan sekadar tentang memperoleh pekerjaan setelah lulus, tetapi juga tentang mengimplementasikan seluruh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama masa perkuliahan. Menurutnya, proses pembelajaran di UNUSIDA memberikan fondasi yang kuat untuk memahami dinamika pekerjaan di lingkungan perusahaan.

“Ilmu yang saya peroleh selama kuliah di UNUSIDA sangat selaras dengan pekerjaan yang saya jalani saat ini. Bekal tersebut membuat saya lebih mudah memahami dunia kerja dan menjalankan tanggung jawab secara profesional,” ungkap Nilma.

Sebagai tenaga administrasi di PT Young Tree Industries, Nilma memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan. Pekerjaan administrasi menuntut ketelitian, kemampuan mengelola dokumen, menyusun laporan, mengatur data, hingga berkomunikasi dengan berbagai pihak. Seluruh tanggung jawab tersebut membutuhkan kemampuan manajerial yang baik, disiplin tinggi, serta kecermatan dalam setiap proses kerja.

Kemampuan tersebut tidak hadir secara instan. Selama menempuh pendidikan di Program Studi S1 Manajemen UNUSIDA, Nilma memperoleh berbagai materi yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga menekankan penerapan dalam dunia kerja. Mata kuliah mengenai manajemen organisasi, administrasi bisnis, komunikasi, pengambilan keputusan, hingga pengelolaan sumber daya menjadi bekal yang sangat membantu ketika memasuki lingkungan profesional.

Selain aspek akademik, pengalaman selama menjadi mahasiswa juga turut membentuk karakter kerja yang adaptif. Berbagai tugas kelompok, presentasi, diskusi kelas, maupun aktivitas organisasi melatih kemampuan bekerja sama, menyampaikan ide, mengelola waktu, serta menyelesaikan persoalan secara efektif. Soft skills inilah yang menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia industri yang dinamis.

Bagi Nilma, dunia kerja menghadirkan tantangan yang berbeda dengan kehidupan di bangku kuliah. Ritme kerja yang cepat, target yang harus dipenuhi, serta tuntutan profesionalisme mengharuskan setiap individu untuk terus belajar dan beradaptasi. Namun, pengalaman selama kuliah di UNUSIDA membuat proses transisi tersebut terasa lebih mudah karena telah terbiasa menghadapi berbagai bentuk tanggung jawab dan penyelesaian tugas secara sistematis.

Keberhasilan Nilma menunjukkan bahwa lulusan UNUSIDA memiliki daya saing yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. Kurikulum yang terus disesuaikan dengan perkembangan industri menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik profesional.

Program Studi S1 Manajemen UNUSIDA sendiri terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki integritas. Proses pembelajaran dirancang agar mahasiswa mampu menguasai ilmu manajemen sekaligus memiliki kemampuan analitis, komunikasi, kepemimpinan, serta pemecahan masalah yang menjadi kebutuhan utama berbagai sektor industri.

Kisah Nilma menjadi inspirasi bahwa kesungguhan selama menjalani perkuliahan akan memberikan dampak nyata ketika memasuki dunia kerja. Setiap materi yang dipelajari, setiap tugas yang dikerjakan, hingga setiap pengalaman organisasi sesungguhnya merupakan proses pembentukan kompetensi yang akan sangat bermanfaat di masa depan.

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan untuk terus belajar dan mengembangkan diri menjadi modal utama. Nilma percaya bahwa pendidikan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus meningkatkan kualitas diri sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan industri.

Perjalanan kariernya juga menjadi motivasi bagi mahasiswa aktif UNUSIDA agar memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin. Tidak hanya mengejar prestasi akademik, mahasiswa juga didorong untuk memperkaya pengalaman melalui berbagai kegiatan kampus, pelatihan, organisasi, maupun program pengembangan kompetensi yang tersedia. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal berharga ketika memasuki dunia profesional.

Inspirasi dari Nilma Firda Nur Fidia membuktikan bahwa lulusan UNUSIDA mampu hadir sebagai sumber daya manusia yang siap memberikan kontribusi nyata di dunia kerja. Dengan bekal ilmu pengetahuan, karakter yang kuat, serta semangat untuk terus berkembang, alumni UNUSIDA terus menunjukkan kiprahnya di berbagai bidang profesi.

UNUSIDA akan terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan unggul, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat. Kisah sukses para alumni menjadi cerminan bahwa pendidikan yang berkualitas mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah sekaligus menjadi motivasi bagi generasi mahasiswa berikutnya untuk terus belajar, berkarya, dan mengharumkan nama almamater di tingkat nasional maupun internasional.

Panitia KKN UNUSIDA 2026 Perkuat Sinergi Strategis dengan TAPM Sidoarjo untuk Matangkan Program Kerja Mahasiswa 2

Panitia KKN UNUSIDA 2026 Perkuat Sinergi Strategis dengan TAPM Sidoarjo untuk Matangkan Program Kerja Mahasiswa

SIDOARJO — Dalam upaya memastikan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat, Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN)  Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) 2026 melakukan kunjungan koordinatif ke Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan penelaahan pemaparan program kerja mahasiswa yang akan diterjunkan ke berbagai desa sasaran KKN tahun 2026.

Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (17/6) ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas perencanaan program kerja mahasiswa sebelum pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Melalui koordinasi dengan TAPM, Panitia KKN UNUSIDA berupaya memastikan bahwa seluruh rancangan program yang disusun mahasiswa tidak hanya memenuhi aspek akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan arah pembangunan desa.

Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dituntut untuk mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan program kerja yang tepat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan KKN.

Ketua Panitia KKN UNUSIDA 2026 menjelaskan bahwa koordinasi dengan TAPM dilakukan untuk memperoleh masukan, perspektif, serta penilaian yang lebih komprehensif terhadap program-program yang akan dijalankan mahasiswa di desa. Dengan melibatkan pihak yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam mengenai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, diharapkan program yang dirancang mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.

“Kami ingin memastikan bahwa program kerja mahasiswa benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan potensi yang dimiliki desa. Karena itu, keterlibatan TAPM sebagai mitra strategis sangat penting untuk memberikan masukan terhadap rancangan program yang telah disusun mahasiswa,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Panitia KKN UNUSIDA dan TAPM Kabupaten Sidoarjo membahas berbagai aspek terkait mekanisme penelaahan program kerja mahasiswa. TAPM nantinya akan berperan sebagai reviewer yang memberikan penilaian dan rekomendasi terhadap rancangan program yang dipresentasikan mahasiswa sebelum diterapkan di lapangan.

Peran tersebut dinilai sangat penting karena proses penelaahan tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, melainkan juga menyoroti substansi program yang diajukan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam proses review meliputi relevansi program terhadap kebutuhan masyarakat, kesesuaian dengan potensi lokal desa, kelayakan pelaksanaan, tingkat partisipasi masyarakat, hingga potensi keberlanjutan program setelah kegiatan KKN selesai dilaksanakan.

Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menyusun program yang lebih terarah, realistis, dan mampu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, penelaahan juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya perencanaan berbasis data dan kebutuhan lapangan dalam setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat.

KKN UNUSIDA 2026 sendiri dirancang sebagai wahana pembelajaran kontekstual yang memungkinkan mahasiswa mengimplementasikan kompetensi akademik dalam kehidupan bermasyarakat. Program ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian, tetapi juga media pengembangan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, membangun kolaborasi, serta mengelola program yang berorientasi pada pemberdayaan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan dituntut untuk mampu menyusun program yang sesuai dengan karakteristik desa lokasi KKN. Oleh karena itu, proses pemaparan dan penelaahan program kerja menjadi tahapan penting yang harus dilalui sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.

TAPM Kabupaten Sidoarjo menyambut baik inisiatif Panitia KKN UNUSIDA yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses persiapan KKN. Menurut mereka, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pihak yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dapat menjadi langkah positif dalam menciptakan program-program yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam proses review yang akan dilakukan. Dengan memahami kondisi sosial, ekonomi, dan potensi yang dimiliki masing-masing desa, program kerja mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi yang relevan serta mendukung agenda pembangunan desa secara berkelanjutan.

Selain itu, keterlibatan TAPM juga diharapkan dapat memperkuat proses validasi terhadap rancangan program mahasiswa. Melalui masukan yang diberikan, mahasiswa dapat melakukan penyempurnaan program sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan benar-benar memiliki nilai manfaat dan peluang keberlanjutan yang tinggi.

Kegiatan koordinatif ini sekaligus menjadi wujud komitmen UNUSIDA dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN dari tahun ke tahun. Universitas tidak hanya mendorong mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat, tetapi juga memastikan bahwa kehadiran tersebut membawa kontribusi nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat desa.

Melalui sinergi antara Panitia KKN UNUSIDA 2026, TAPM Kabupaten Sidoarjo, dan berbagai pihak terkait lainnya, diharapkan pelaksanaan KKN tahun ini dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan dampak yang berkelanjutan. Program-program yang dihasilkan mahasiswa diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung upaya pembangunan desa yang partisipatif dan berbasis potensi lokal.

Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang kuat, KKN UNUSIDA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan akademik semata, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi, solusi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat serta pembangunan desa di Kabupaten Sidoarjo.(Tantri)

HIMA Teknik Kimia UNUSIDA Gelar Pelatihan Software ANSYS untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa di Bidang Simulasi Teknik 3

HIMA Teknik Kimia UNUSIDA Gelar Pelatihan Software ANSYS untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa di Bidang Simulasi Teknik

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Teknik Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswa melalui penyelenggaraan kegiatan Pelatihan Software ANSYS. Kegiatan yang menjadi salah satu program kerja HIMA Teknik Kimia ini dilaksanakan di Auditorium Lantai 4 Kampus 2 Lingkar Timur UNUSIDA, Sabtu (28/6/2026).

Pelatihan tersebut diikuti oleh 17 mahasiswa Teknik Kimia yang antusias untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menggunakan perangkat lunak ANSYS. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Muhammad Nazarullah, mahasiswa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam pemanfaatan software simulasi teknik.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan wawasan tambahan kepada mahasiswa di luar materi yang diperoleh di bangku perkuliahan. Di era industri modern yang semakin mengandalkan teknologi digital dan perangkat lunak rekayasa, kemampuan mengoperasikan software simulasi menjadi salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh calon lulusan Teknik Kimia.

“Pelatihan ANSYS ini merupakan salah satu bentuk pengembangan kapasitas mahasiswa agar memiliki bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Kami berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan software tersebut dalam berbagai kebutuhan analisis dan simulasi teknik,” ujarnya.

ANSYS sendiri merupakan salah satu perangkat lunak berbasis simulasi yang banyak digunakan dalam berbagai bidang teknik, termasuk teknik kimia, teknik mesin, teknik sipil, dan teknik industri. Software ini memungkinkan pengguna untuk melakukan analisis, pemodelan, serta simulasi berbagai fenomena teknik secara virtual sehingga dapat membantu proses perancangan dan pengambilan keputusan secara lebih efektif dan efisien.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh panitia pelaksana. Setelah itu, peserta mendapatkan pengenalan mengenai software ANSYS, mulai dari fungsi, fitur utama, hingga penerapannya dalam dunia akademik maupun industri. Materi yang disampaikan dirancang agar mudah dipahami oleh mahasiswa yang baru pertama kali mengenal software tersebut maupun peserta yang telah memiliki dasar pengetahuan sebelumnya.

Dalam pemaparannya, Muhammad Nazarullah menjelaskan pentingnya penguasaan perangkat lunak simulasi sebagai salah satu keterampilan pendukung bagi mahasiswa teknik. Menurutnya, perkembangan teknologi industri saat ini menuntut lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya menguasai konsep teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang dapat menunjang proses kerja secara profesional.

“Penggunaan software simulasi seperti ANSYS dapat membantu mahasiswa memahami berbagai fenomena teknik secara lebih visual dan terukur. Selain itu, kemampuan ini juga menjadi nilai tambah ketika nantinya memasuki dunia kerja karena banyak perusahaan yang memanfaatkan simulasi untuk meningkatkan efisiensi proses dan mengurangi risiko kesalahan dalam perancangan,” jelasnya.

Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sesi praktik langsung. Pada sesi ini, narasumber membimbing peserta dalam mengoperasikan software ANSYS, mulai dari proses pembuatan model sederhana, pengaturan parameter simulasi, hingga interpretasi hasil analisis yang dihasilkan oleh program.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan praktik serta berdiskusi mengenai berbagai kendala yang sering ditemui saat menggunakan software simulasi. Pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik ini dinilai mampu membantu peserta memahami materi dengan lebih baik.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat. Menurutnya, kemampuan menggunakan software ANSYS akan menjadi bekal penting dalam menunjang proses pembelajaran maupun pengembangan kompetensi di bidang teknik kimia.

“Saya merasa pelatihan ini sangat membantu karena kami bisa langsung mencoba menggunakan software ANSYS. Selama ini kami hanya mendengar tentang software simulasi, tetapi melalui kegiatan ini kami dapat memahami cara kerjanya secara langsung,” ungkapnya.

Selain sesi praktik, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam mengenai fitur-fitur ANSYS, penerapan software dalam penelitian, hingga peluang penggunaannya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan teknik di dunia industri.

Melalui kegiatan ini, HIMA Teknik Kimia UNUSIDA berharap dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi dan rekayasa. Pelatihan semacam ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Secara keseluruhan, kegiatan Pelatihan Software ANSYS berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan susunan acara yang telah direncanakan. Antusiasme peserta yang tinggi menjadi indikator bahwa pelatihan berbasis keterampilan teknis seperti ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa sebagai pelengkap pembelajaran akademik.

Melalui program kerja yang berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa, HIMA Teknik Kimia UNUSIDA terus berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi pengembangan karier mahasiswa di masa depan. Diharapkan, pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saingnya di era industri berbasis teknologi. (Dharma Putra)