FE UNUSIDA Lakukan International Company Visit ke Beryl’s Chocolate Factory: Gali Ilmu Produksi dan Manajemen Industri Global 1

FE UNUSIDA Lakukan International Company Visit ke Beryl’s Chocolate Factory: Gali Ilmu Produksi dan Manajemen Industri Global

Kuala Lumpur, 30 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pengalaman belajar global bagi mahasiswa. Melalui kegiatan International Company Visit ke Beryl’s Chocolate Factory, Malaysia, pada Kamis, 30 Oktober 2025, mahasiswa diajak memahami secara langsung proses produksi dan manajemen industri pada salah satu perusahaan cokelat ternama di Asia Tenggara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program internasional FE UNUSIDA yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa dalam bidang manajemen industri, pemasaran global, dan rantai pasok. Dalam kunjungan tersebut, rombongan dosen dan mahasiswa FE UNUSIDA diterima dengan hangat oleh pihak manajemen Beryl’s Chocolate Factory. Para peserta diajak berkeliling pabrik untuk menyaksikan langsung proses produksi, mulai dari pemilihan biji kakao, tahap pengolahan, pengemasan, hingga produk siap distribusi ke berbagai negara.

Melalui penjelasan dari pihak perusahaan, mahasiswa mendapatkan wawasan mendalam mengenai standar mutu internasional, efisiensi produksi, serta strategi Beryl’s dalam mempertahankan kualitas dan reputasi mereknya selama puluhan tahun di pasar global. Kegiatan ini menjadi ajang belajar yang aplikatif, menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia industri.

Menurut Devika Cherly P., S.Mn., M.M., selaku dosen pendamping kegiatan, kunjungan ini merupakan wujud nyata dari penerapan experiential learning yang menjadi ciri khas pembelajaran di Fakultas Ekonomi UNUSIDA.

“Melalui International Company Visit ini, mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana teori manajemen dan pemasaran diterapkan dalam konteks industri global. Mereka belajar tentang bagaimana perusahaan seperti Beryl’s mampu menjaga kualitas, efisiensi, serta inovasi dalam setiap tahapan produksi,” ujar Devika.

Beliau juga menambahkan bahwa kunjungan ini tidak hanya sekadar pembelajaran teknis, tetapi juga membentuk karakter dan wawasan global mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa memahami pentingnya profesionalitas, komitmen terhadap kualitas, dan adaptasi terhadap pasar global. Beryl’s menjadi contoh inspiratif bagaimana sebuah brand lokal bisa berkembang menjadi pemain internasional tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai tradisionalnya. Ini sejalan dengan visi FE UNUSIDA dalam mencetak lulusan yang kreatif, tangguh, dan berdaya saing global,” tambahnya.

Salah satu mahasiswa peserta, Rizza Nahdiatul Ilmi, mengaku sangat antusias dan termotivasi setelah mengikuti kunjungan tersebut.

“Kunjungan ke Beryl’s Chocolate Factory benar-benar membuka wawasan kami. Melihat langsung bagaimana setiap proses produksi dilakukan dengan presisi tinggi membuat kami memahami bahwa keberhasilan sebuah perusahaan bukan hanya soal produk yang enak, tetapi juga manajemen yang profesional,” ungkap Rizza.

Rizza menambahkan bahwa pengalaman ini memberikan pelajaran berharga yang tidak bisa diperoleh hanya dari perkuliahan di kelas.

“Selama ini kami mempelajari teori manajemen produksi dan pemasaran, tapi di sini kami bisa melihat bagaimana teori itu diterapkan secara nyata. Saya belajar bahwa konsistensi, inovasi, dan kualitas adalah kunci utama dalam mempertahankan bisnis jangka panjang. Pengalaman ini sangat memotivasi saya untuk terus berinovasi dan berpikir global,” tambahnya dengan semangat.

Kegiatan International Company Visit ini diharapkan membawa dampak positif bagi pengembangan akademik dan kompetensi mahasiswa FE UNUSIDA. Melalui pengalaman langsung di industri internasional, mahasiswa dapat mengaitkan pengetahuan teoritis dengan praktik dunia kerja sebenarnya. Mereka juga memahami bagaimana pentingnya kolaborasi antar divisi, pengendalian mutu, serta strategi pemasaran yang efektif untuk mempertahankan posisi perusahaan di pasar global.

Menurut Devika Cherly, kegiatan seperti ini akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.

“Kami berharap mahasiswa mampu merefleksikan pengalaman ini dalam studi mereka. Setelah melihat bagaimana sistem industri besar berjalan, mereka akan lebih siap untuk berpikir kritis, strategis, dan inovatif. FE UNUSIDA berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual seperti ini,” ujarnya.

Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan ini juga memperkuat langkah FE UNUSIDA dalam membangun jaringan kerja sama internasional. Kunjungan ke Beryl’s Chocolate Factory membuka peluang kolaborasi di bidang magang internasional, riset terapan, dan studi industri yang relevan dengan kurikulum fakultas. Dengan terjalinnya hubungan baik ini, diharapkan mahasiswa UNUSIDA ke depan dapat memperoleh akses lebih luas ke industri global.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Beryl’s Chocolate Boutique, di mana peserta berkesempatan melihat strategi display, desain kemasan, hingga tata kelola layanan pelanggan yang menjadi keunggulan kompetitif Beryl’s. Mahasiswa juga berdialog dengan staf pemasaran untuk memahami bagaimana strategi promosi dilakukan agar mampu menarik pasar domestik dan internasional.

Menutup kegiatan, Devika Cherly P., S.Mn., M.M. menyampaikan harapannya agar program International Company Visit ini menjadi kegiatan rutin bagi Fakultas Ekonomi UNUSIDA.

“Kami berencana menjadikan program ini sebagai agenda tahunan agar setiap angkatan mahasiswa memiliki kesempatan mendapatkan pengalaman belajar internasional. Dunia industri berubah cepat, dan kami ingin lulusan FE UNUSIDA siap beradaptasi dengan perubahan itu, tanpa kehilangan nilai etika dan integritas,” pungkasnya.

Dengan terlaksananya kunjungan ini, Fakultas Ekonomi UNUSIDA menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen menghadirkan pembelajaran berbasis praktik dan globalisasi. Program International Company Visit ke Beryl’s Chocolate Factory menjadi momentum penting dalam mencetak mahasiswa yang berwawasan internasional, memiliki jiwa wirausaha, serta siap berkontribusi bagi pengembangan ekonomi nasional dan global.

FE UNUSIDA Teken MoA dengan KOPAMA BERHAD Malaysia: Perkuat Sinergi Internasional dan Pemberdayaan UMKM Lintas Negara 2

FE UNUSIDA Teken MoA dengan KOPAMA BERHAD Malaysia: Perkuat Sinergi Internasional dan Pemberdayaan UMKM Lintas Negara

Kuala Lumpur, 29 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) menorehkan langkah strategis dalam memperkuat jejaring global melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Koperasi KOPAMA BERHAD Malaysia (NGO). Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Oktober 2025, ini menandai komitmen kedua pihak untuk berkolaborasi dalam bidang pengembangan UMKM, pendidikan ekonomi, dan pengabdian masyarakat internasional.

Penandatanganan MoA ini menjadi tindak lanjut dari hubungan baik antara UNUSIDA dan KOPAMA BERHAD yang telah terjalin melalui berbagai kegiatan kolaboratif. Fokus kerja sama kali ini diarahkan pada pengenalan dan penguatan sistem pengelolaan UMKM yang tergabung dalam koperasi, pertukaran pengetahuan antar lembaga, serta pengembangan kapasitas mahasiswa melalui program International Community Service dan riset kolaboratif.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan FE UNUSIDA disambut hangat oleh jajaran pengurus KOPAMA BERHAD Malaysia di kantor pusatnya. Acara dimulai dengan sesi sharing session tentang praktik pengelolaan koperasi di Malaysia, diikuti dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Devika Cherly P., S.Mn., M.M. selaku perwakilan FE UNUSIDA dan Datuk Abd Rahim Haji Hashim, Ketua KOPAMA BERHAD Malaysia.

Menurut Devika Cherly P., S.Mn., M.M., kerja sama ini merupakan langkah penting bagi Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam mengembangkan model pembelajaran dan pengabdian masyarakat berbasis internasional.

“Melalui penandatanganan MoA ini, kami ingin memperluas ruang belajar mahasiswa dan dosen, agar tidak hanya memahami teori ekonomi di kelas, tetapi juga dapat melihat langsung praktik pengelolaan UMKM dan koperasi di tingkat global,” ujar Devika.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini membuka peluang besar untuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar dua lembaga yang memiliki visi serupa dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“KOPAMA BERHAD memiliki sistem manajemen koperasi yang profesional dan berbasis komunitas, yang bisa menjadi inspirasi bagi koperasi di Indonesia. Kami ingin membawa semangat ini untuk memperkuat ekosistem UMKM di bawah binaan FE UNUSIDA,” imbuhnya.

Sementara itu, Datuk Abd Rahim Haji Hashim, Ketua KOPAMA BERHAD Malaysia, menyambut antusias kerja sama ini dan berharap agar kolaborasi tersebut dapat berjalan berkelanjutan.

“Kami merasa terhormat dapat menjalin kemitraan resmi dengan Fakultas Ekonomi UNUSIDA. MoA ini bukan hanya sekadar dokumen kerja sama, melainkan bentuk nyata dari komitmen dua negara serumpun untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas,” ungkap Datuk Abd Rahim.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa KOPAMA BERHAD selama ini berperan aktif dalam pemberdayaan UMKM di Malaysia, baik melalui pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, maupun pengembangan jaringan pemasaran.
“Kami percaya, kerja sama lintas negara seperti ini akan menciptakan sinergi positif dalam mengembangkan koperasi modern yang berdaya saing global. Kami terbuka untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan mahasiswa serta dosen UNUSIDA, agar bisa bersama-sama membangun ekonomi masyarakat yang inklusif,” tambahnya.

Kegiatan ini juga mencakup kunjungan lapangan ke beberapa unit UMKM binaan KOPAMA BERHAD, seperti sektor kuliner lokal, kerajinan tangan, dan produk inovatif berbasis komunitas. Melalui kunjungan ini, delegasi FE UNUSIDA dapat mengamati langsung sistem tata kelola koperasi, manajemen keuangan, serta strategi pemasaran yang diterapkan oleh anggota koperasi.

Dari kegiatan tersebut, diharapkan muncul output konkret berupa peningkatan kerja sama dalam bentuk riset terapan, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pelaksanaan program joint community service yang menitikberatkan pada pengembangan UMKM lintas negara. Bagi FE UNUSIDA, kerja sama ini menjadi jembatan penting dalam memperluas wawasan internasional mahasiswa dan memperkuat kompetensi global di bidang ekonomi dan manajemen.

Devika Cherly menegaskan bahwa hasil dari penandatanganan ini tidak hanya berhenti pada simbol kerja sama, tetapi juga akan ditindaklanjuti dengan program nyata.

“Kami akan menyusun agenda lanjutan berupa workshop dan training program bersama KOPAMA BERHAD yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Harapannya, mahasiswa kami dapat belajar langsung mengenai praktik koperasi yang berorientasi pada pemberdayaan dan keberlanjutan. Ini juga sejalan dengan visi UNUSIDA untuk mencetak lulusan yang berdaya saing global dan berjiwa sosial,” jelasnya.

Selain memperluas jejaring akademik, MoA ini juga diharapkan dapat memberi dampak sosial-ekonomi yang signifikan. Dengan menghubungkan dunia pendidikan dan sektor koperasi, kedua pihak berupaya menciptakan model kolaborasi yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat di era digital. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman internasional yang aplikatif, sementara koperasi memperoleh akses terhadap inovasi dan gagasan baru dari lingkungan akademik.

Sebagai simbolisasi kerja sama, acara ditutup dengan penyerahan cenderamata antara FE UNUSIDA dan KOPAMA BERHAD serta sesi foto bersama. Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan komunikasi intensif dalam menyiapkan program lanjutan pada tahun 2026, termasuk pengiriman mahasiswa magang dan riset bersama dalam bidang kewirausahaan dan manajemen koperasi.

Melalui penandatanganan MoA antara FE UNUSIDA dan KOPAMA BERHAD Malaysia, Fakultas Ekonomi UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran akademisi dalam pembangunan ekonomi global berbasis nilai kemanusiaan dan kerja sama lintas negara. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi UNUSIDA, sekaligus bukti nyata bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang kolaborasi yang melahirkan perubahan bagi masyarakat dunia.

FE UNUSIDA Gelar International Community Service di Malaysia: Perkuat Kolaborasi dan Pengenalan UMKM di KOPAMA BERHAD 3

FE UNUSIDA Gelar International Community Service di Malaysia: Perkuat Kolaborasi dan Pengenalan UMKM di KOPAMA BERHAD

Kuala Lumpur, 29 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) terus memperluas kiprah dan jejaring internasionalnya melalui kegiatan International Community Service yang dilaksanakan di Koperasi KOPAMA BERHAD Malaysia (NGO). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat bertaraf internasional dengan fokus utama pada pengenalan dan penguatan peran UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam mendukung ekonomi komunitas.

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 29 Oktober 2025 ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa FE UNUSIDA. Mereka berkesempatan untuk berdialog langsung dengan pengurus dan anggota KOPAMA BERHAD Malaysia mengenai pengelolaan koperasi, strategi pemasaran produk UMKM, serta sistem pemberdayaan anggota koperasi berbasis komunitas. Melalui kunjungan dan diskusi ini, para peserta dapat belajar langsung tentang praktik ekonomi kerakyatan yang telah sukses diterapkan di Malaysia.

Menurut Devika Cherly P., S.Mn., M.M., selaku dosen pendamping kegiatan, program ini merupakan wujud nyata komitmen FE UNUSIDA dalam mencetak lulusan yang memiliki wawasan global dan kepedulian sosial.

“Kegiatan International Community Service ini bukan hanya sekadar pertukaran pengalaman, tetapi juga bentuk nyata pengabdian lintas negara. Mahasiswa diajak untuk memahami bagaimana UMKM dapat tumbuh melalui sinergi antara koperasi, pemerintah, dan masyarakat. Ini menjadi pelajaran berharga yang bisa diadaptasi untuk pengembangan koperasi di Indonesia,” ungkap Devika Cherly.

Ia menambahkan bahwa FE UNUSIDA berkomitmen mengintegrasikan kegiatan akademik dengan program pengabdian masyarakat internasional. “Melalui pengalaman ini, mahasiswa belajar tentang pentingnya inovasi, kolaborasi, dan adaptasi dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Kami ingin lulusan kami tidak hanya siap bekerja di sektor industri, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakatnya,” jelasnya.

Sementara itu, Datuk Abd Rahim Haji Hashim, selaku Ketua KOPAMA BERHAD Malaysia, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terjalinnya kerja sama dengan FE UNUSIDA.

“Kami merasa terhormat dapat menerima kunjungan dari rekan-rekan UNUSIDA. Kolaborasi ini menunjukkan semangat persaudaraan dan komitmen kedua pihak dalam memperkuat peran UMKM di tingkat regional. Kami di KOPAMA percaya bahwa kerja sama lintas negara seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan, meningkatkan daya saing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Datuk Abd Rahim.

Beliau juga menekankan bahwa KOPAMA BERHAD selalu terbuka untuk kolaborasi di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan agar mahasiswa dari Indonesia dan Malaysia bisa saling bertukar gagasan, inovasi, serta praktik terbaik dalam pengembangan usaha kecil dan koperasi,” tambahnya.

Kegiatan International Community Service ini diharapkan membawa dampak signifikan bagi pengembangan kapasitas mahasiswa dan lembaga. Bagi mahasiswa FE UNUSIDA, kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran nyata tentang bagaimana koperasi dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat yang tangguh dan profesional. Mereka juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya digitalisasi dan inovasi produk dalam memperluas pasar UMKM di era globalisasi.

Bagi KOPAMA BERHAD, kerja sama ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sistem tata kelola koperasi di Malaysia serta menjalin hubungan strategis dengan lembaga pendidikan di Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama berkelanjutan dalam bidang pelatihan, riset, dan pengembangan kewirausahaan komunitas.

Devika Cherly menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi awal dari misi internasional FE UNUSIDA untuk memperkuat jejaring akademik dan sosial antarnegara ASEAN.

“Kami melihat potensi besar untuk menjadikan kegiatan ini berkelanjutan. Ke depan, kami ingin membangun joint program antara UNUSIDA dan KOPAMA dalam bentuk pelatihan, riset bersama, dan proyek pengembangan UMKM lintas negara. Hal ini sejalan dengan visi FE UNUSIDA untuk menjadi fakultas yang unggul, berdaya saing, dan berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat internasional,” paparnya.

Selain sesi diskusi dan pemaparan, kegiatan ini juga diisi dengan kunjungan lapangan ke beberapa unit usaha UMKM binaan KOPAMA BERHAD. Para peserta mengamati langsung berbagai sektor, mulai dari industri makanan, kerajinan tangan, hingga produk inovatif berbasis bahan lokal. Melalui pengalaman ini, mahasiswa dapat mengidentifikasi praktik baik dalam pengelolaan usaha kecil yang efisien dan berorientasi pasar.

Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan cenderamata dan sertifikat kerja sama antara FE UNUSIDA dan KOPAMA BERHAD Malaysia sebagai simbol komitmen memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial. Kedua pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan menindaklanjuti hasil kegiatan dengan program lanjutan di masa mendatang.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Fakultas Ekonomi UNUSIDA menegaskan perannya sebagai fakultas yang tidak hanya berfokus pada teori akademik, tetapi juga aktif dalam praktik nyata pemberdayaan masyarakat global. Program International Community Service ini menjadi wujud nyata dari semangat “Belajar, Berkolaborasi, dan Mengabdi untuk Dunia”, sekaligus membuka jalan bagi generasi muda UNUSIDA untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kolaborasi Internasional FE UNUSIDA dan MSU Malaysia Dorong Sinergi Riset dan Pengembangan Dosen

Sidoarjo, 28 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui kegiatan Guest Lecturer bersama Management & Science University (MSU) Malaysia. Kegiatan bergengsi yang dilaksanakan pada Selasa, 28 Oktober 2025 ini dihadiri oleh dosen-dosen MSU Malaysia dan civitas akademika FE UNUSIDA. Mengusung tema “Research Collaboration and Lecturer Development,” acara ini berfokus pada penguatan kapasitas riset, peningkatan kualitas dosen, serta pengembangan kolaborasi akademik lintas negara sebagai upaya menuju pendidikan tinggi yang berdaya saing global.

Acara tersebut berlangsung di ruang pertemuan Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam suasana akademik yang hangat dan inspiratif. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari jajaran pimpinan fakultas yang menekankan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam menghadapi tantangan global di bidang ekonomi dan manajemen. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari MSU Malaysia turut menyampaikan apresiasi terhadap semangat kolaboratif UNUSIDA yang dinilai progresif dalam memperkuat kerja sama internasional.

Selanjutnya, sesi utama diisi dengan paparan dari dosen MSU yang membahas berbagai peluang riset bersama, potensi publikasi internasional, hingga strategi pengembangan kapasitas dosen melalui proyek kolaboratif. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta, di mana para dosen UNUSIDA dapat berbagi pengalaman, bertukar pandangan, dan mengajukan ide-ide riset yang potensial untuk dikembangkan secara bersama-sama. Topik-topik yang dibahas mencakup tren riset ekonomi digital, manajemen berkelanjutan, serta tantangan integrasi teknologi dalam dunia akademik.

Menurut Devika Cherly P., S.Mn., M.M., dosen FE UNUSIDA sekaligus perwakilan International Cooperation Division, kegiatan ini merupakan langkah konkret UNUSIDA dalam menguatkan posisi institusi di tingkat global. “Guest Lecturer bersama MSU Malaysia ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga membuka peluang kerja sama riset lintas negara yang lebih luas antara dosen UNUSIDA dan akademisi dari universitas mitra. Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap akan lahir berbagai penelitian yang aplikatif, inovatif, dan berdampak langsung pada masyarakat,” tutur Devika.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi dosen-dosen muda UNUSIDA untuk memperluas jejaring akademik dan meningkatkan kepercayaan diri dalam publikasi ilmiah internasional. “Kami ingin para dosen muda berani berkolaborasi, menulis di jurnal internasional, serta aktif dalam forum akademik global. Kolaborasi dengan MSU Malaysia adalah langkah awal yang sangat strategis untuk mencapai tujuan tersebut,” tambahnya.

Achmad Zaki, S.E., M.M., selaku Secretary of Management Department FE UNUSIDA, juga memberikan pandangan bahwa kegiatan ini menjadi simbol komitmen fakultas terhadap peningkatan kualitas akademik dan profesional dosen. “Kami berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang mendorong kolaborasi lintas negara. Melalui kegiatan seperti ini, dosen-dosen kami memperoleh wawasan baru, baik dari segi metodologi penelitian, pendekatan pembelajaran, maupun strategi publikasi ilmiah,” jelasnya.

Zaki menegaskan bahwa kolaborasi internasional bukan hanya tentang pertukaran ide, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang antara institusi. “Kami berharap kerja sama dengan MSU Malaysia dapat terus berkembang dalam bentuk joint research, visiting lecturer, hingga program dual degree. Kolaborasi ini juga akan membantu UNUSIDA memperkaya kurikulum agar lebih adaptif terhadap kebutuhan global,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Sementara itu, Cynthia Eka Violita, S.M., M.S.M., dosen FE UNUSIDA, menilai bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memperkuat sinergi dan inovasi akademik. “Dalam forum seperti ini, kami tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga bertukar perspektif dan metode penelitian langsung dengan akademisi dari luar negeri. Hal ini memperluas cara pandang kami terhadap isu-isu ekonomi global,” ungkap Cynthia.

Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan kerja sama seperti ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh civitas akademika UNUSIDA. “Kami ingin agar hasil dari kegiatan ini tidak berhenti di ruang diskusi saja. Ke depan, hasilnya harus diwujudkan dalam bentuk penelitian bersama, publikasi internasional, dan peningkatan kualitas pengajaran di kelas. Dengan demikian, kegiatan ini memiliki dampak nyata bagi kemajuan universitas,” tambahnya.

Dampak dari kegiatan Guest Lecturer ini diharapkan dapat memperluas wawasan para dosen FE UNUSIDA dalam melaksanakan penelitian berstandar internasional serta memperkuat jejaring akademik antara Indonesia dan Malaysia. Melalui kerja sama dengan MSU Malaysia, fakultas berkomitmen untuk terus mengembangkan agenda kolaboratif jangka panjang seperti joint research projects, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan program dual degree di masa depan. Kolaborasi ini sejalan dengan visi UNUSIDA untuk menjadi universitas berdaya saing global yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, kemandirian, dan kemanusiaan.

Lebih dari sekadar kegiatan akademik, Guest Lecturer ini juga mencerminkan semangat internasionalisasi UNUSIDA yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan dan riset. Melalui interaksi lintas negara, dosen UNUSIDA memperoleh kesempatan untuk memperkaya wawasan tentang praktik riset terkini, memperluas jejaring publikasi, serta mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi internasional bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Devika dalam pernyataan penutupnya. Ia menambahkan, semangat kolaborasi harus terus dijaga agar dosen-dosen muda mampu berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.

Kegiatan Guest Lecturer bersama MSU Malaysia menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi Fakultas Ekonomi UNUSIDA. Melalui interaksi akademik lintas negara ini, UNUSIDA semakin mempertegas perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang progresif, terbuka terhadap inovasi, dan adaptif terhadap perubahan global.

Di tengah era globalisasi dan revolusi digital yang terus berkembang, kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa UNUSIDA berkomitmen untuk mencetak dosen dan mahasiswa yang unggul, berwawasan internasional, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan. Melalui sinergi yang kuat antara UNUSIDA dan MSU Malaysia, diharapkan akan lahir penelitian-penelitian kolaboratif yang mampu menjawab tantangan ekonomi modern sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan d

Mahasiswa FE UNUSIDA Ikuti Student Exchange ke Malaysia: Bahas Cryptocurrency dan SDGs di MSU 5

Mahasiswa FE UNUSIDA Ikuti Student Exchange ke Malaysia: Bahas Cryptocurrency dan SDGs di MSU

Sidoarjo, 28 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) kembali mencetak langkah penting dalam upaya internasionalisasi kampus dengan mengirimkan tujuh mahasiswanya dalam program Student Exchange ke Management & Science University (MSU) Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 28 Oktober 2025 ini mengusung topik “Cryptocurrency and Sustainable Development Goals (SDGs)”, menghadirkan ruang diskusi akademik lintas negara mengenai perkembangan ekonomi digital dan kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan.

Program student exchange ini merupakan hasil kerja sama antara FE UNUSIDA dan MSU Malaysia dalam rangka memperluas wawasan global mahasiswa, memperdalam pemahaman terhadap isu-isu ekonomi modern, serta memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi di Asia Tenggara. Kegiatan diisi dengan sesi kuliah interaktif, diskusi panel, dan case study yang membahas implikasi teknologi blockchain dan mata uang kripto terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), seperti pengurangan kemiskinan, pemerataan akses keuangan, dan inovasi industri berkelanjutan.

Sebanyak tujuh mahasiswa FE UNUSIDA terpilih untuk mengikuti program ini, yakni Satria Noval Windianto, Lisa Imamatul Khikmah, Rindi Antika, Vinanti Luthariana, Rizza Nahdiatul Ilmi, Dinda Fatichatul Ilma, dan Deva Arya Wiguna. Selama kegiatan, mereka berkesempatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa MSU serta para dosen yang menjadi pakar di bidang financial technology dan sustainable economics. Pertukaran ide lintas budaya ini tidak hanya memperkaya pemahaman akademik, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi internasional mahasiswa UNUSIDA.

Satria Noval Windianto, salah satu peserta program, mengungkapkan rasa bangganya bisa mewakili UNUSIDA dalam kegiatan akademik internasional tersebut. “Kami belajar banyak tentang bagaimana cryptocurrency dapat berperan dalam mendorong inklusi keuangan di negara berkembang. Diskusi dengan mahasiswa MSU membuka wawasan baru tentang potensi teknologi ini untuk mendukung tujuan SDGs, khususnya dalam konteks ekonomi digital yang berkeadilan,” ujarnya dengan antusias.

Senada dengan itu, Lisa Imamatul Khikmah menambahkan bahwa kegiatan student exchange ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berbeda dari suasana perkuliahan di dalam negeri. “Selain mendapatkan materi yang sangat aktual, kami juga belajar bagaimana etika dan regulasi mengenai cryptocurrency diterapkan di Malaysia. Pengalaman ini sangat berharga bagi kami sebagai calon ekonom muda yang ingin memahami dinamika global,” tutur Lisa.

Rindi Antika, mahasiswa lainnya, menilai bahwa tema kegiatan sangat relevan dengan tantangan ekonomi masa kini. “Topik cryptocurrency sering dianggap jauh dari prinsip keberlanjutan, tetapi melalui kegiatan ini kami menyadari bahwa teknologi finansial justru bisa menjadi alat untuk mencapai SDGs jika dikelola dengan bijak dan transparan,” jelasnya.

Sementara itu, Vinanti Luthariana dan Rizza Nahdiatul Ilmi menyoroti aspek kolaborasi lintas budaya sebagai hal yang paling berkesan. “Bisa berdiskusi dan bertukar pandangan dengan mahasiswa internasional membuat kami belajar lebih terbuka terhadap berbagai perspektif ekonomi global. Selain itu, kami juga belajar tentang perbedaan sistem pendidikan dan pendekatan penelitian di luar negeri,” ungkap Vinanti.

Dinda Fatichatul Ilma menambahkan bahwa kegiatan ini memperkuat semangat mahasiswa UNUSIDA untuk terus berinovasi dan berpikir kritis. “Kami menjadi lebih percaya diri untuk berpartisipasi dalam forum akademik internasional. Diskusi seputar cryptocurrency dan SDGs membuat kami memahami bahwa ekonomi masa depan memerlukan kolaborasi lintas sektor dan negara,” katanya.

Deva Arya Wiguna, peserta terakhir, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan berpikir strategis. “Pertukaran pelajar bukan hanya tentang belajar di luar negeri, tetapi juga tentang membangun jejaring global dan berkontribusi pada solusi ekonomi berkelanjutan. Kami berharap hasil pembelajaran ini bisa kami terapkan di kampus maupun di masyarakat,” ujar Deva.

Melalui kegiatan Student Exchange ini, Fakultas Ekonomi UNUSIDA berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami teori ekonomi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks global yang berkelanjutan. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain peningkatan wawasan internasional mahasiswa, kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi finansial, serta terciptanya jejaring akademik yang berkelanjutan antara UNUSIDA dan MSU Malaysia.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang berfokus pada peningkatan kapasitas mahasiswa dan dosen. “Kami berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama akademik dengan universitas luar negeri. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar global yang akan memperkaya perspektif mereka dalam menghadapi dunia kerja dan penelitian,” ujarnya.

Kerja sama ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi lanjutan antara UNUSIDA dan MSU Malaysia, seperti riset bersama, joint class, dan program dual degree. Selain itu, hasil pembelajaran dari kegiatan ini akan diseminasi melalui seminar kampus, agar mahasiswa lain turut mendapatkan manfaat dari pengalaman peserta student exchange.

Dalam penutupan kegiatan, para mahasiswa UNUSIDA menyampaikan apresiasi kepada pihak fakultas dan MSU Malaysia atas kesempatan yang diberikan. Mereka berkomitmen untuk menjadi duta kampus yang mampu membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan dalam setiap langkah akademik maupun sosial.

Program Student Exchange antara Fakultas Ekonomi UNUSIDA dan Management & Science University Malaysia ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar ruang belajar, melainkan juga jembatan untuk membangun masa depan ekonomi global yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui sinergi ini, UNUSIDA semakin menegaskan perannya sebagai kampus yang siap bersaing di tingkat internasional, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan. (AS)

POKER FKIP UNUSIDA 2025: Mencetak Generasi Cerdas Berkarakter, Berbudaya Luhur, dan Adaptif di Era Teknologi 6

POKER FKIP UNUSIDA 2025: Mencetak Generasi Cerdas Berkarakter, Berbudaya Luhur, dan Adaptif di Era Teknologi

Sidoarjo, 17 September 2025 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Pekan Orientasi Keguruan (POKER) 2025 dengan tema “Mencetak Generasi Cerdas Berkarakter, Berbudaya Luhur, dan Adaptif di Era Teknologi”. Kegiatan ini berlangsung di auditorium kampus UNUSIDA dan diikuti oleh 164 mahasiswa baru dari dua program studi, yakni Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Acara POKER 2025 dibuka dengan sambutan dari Ruri Fadhilah Kurniati, S.Hum., M.Pd. yang menekankan pentingnya orientasi sebagai bekal awal mahasiswa memasuki dunia akademik. “Tahun ini, POKER diikuti oleh 164 mahasiswa. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya mengenal sistem perkuliahan, tetapi juga membangun fondasi karakter sebagai calon pendidik. Intelektual yang jujur, berintegritas, dan menolak segala bentuk kekerasan maupun penyalahgunaan adalah pondasi yang harus dimiliki sejak awal,” ungkap Ruri dalam sambutannya.

Selain memperkenalkan sistem pembelajaran, kurikulum, dan kehidupan kampus, POKER juga memberikan materi pengembangan karakter. Mahasiswa baru dibekali pemahaman tentang pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai moral, menolak narkoba, anti korupsi, serta menegakkan perlindungan terhadap sesama. Pesan ini sekaligus menegaskan bahwa FKIP tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik, melainkan juga pada pembentukan pribadi mahasiswa agar siap menjadi pendidik yang berkarakter dan berintegritas.

Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd. yang turut memberikan sambutan, menyampaikan harapannya agar mahasiswa baru benar-benar memanfaatkan kegiatan ini untuk memahami lingkungan kampus. “Harapan kami sederhana, mahasiswa baru bisa memahami visi, misi, serta dinamika lingkungan FKIP. Lebih dari itu, jadilah mahasiswa yang bersemangat menjadi calon guru, menempuh studi dengan lancar, lulus tepat waktu, dan kelak bermanfaat bagi masyarakat luas,” ucapnya.

Selama beberapa hari penyelenggaraan, mahasiswa diajak berinteraksi langsung dengan dosen, mengenal struktur fakultas dan prodi, serta mengikuti diskusi tematik seputar dunia keguruan. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai organisasi mahasiswa yang ada di lingkungan kampus, sehingga bisa sejak awal menimbang kegiatan non-akademik yang mendukung pengembangan diri. Melalui pendekatan interaktif, mahasiswa baru tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi ikut berdialog, berlatih kerja sama, dan belajar membangun jejaring.

Dampak dari kegiatan ini diharapkan sangat signifikan. Bagi mahasiswa baru, POKER menjadi titik awal untuk memahami sistem perkuliahan secara menyeluruh sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan akademik. Mereka juga memperoleh bekal karakter positif, seperti keberanian menolak tindak kekerasan, menjunjung kejujuran, dan mengedepankan kepedulian sosial. Lebih jauh lagi, POKER menumbuhkan semangat sebagai calon guru yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga adaptif dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.

Sementara itu, bagi fakultas, POKER menjadi sarana untuk menyamakan visi antara dosen, mahasiswa, dan prodi. Melalui kegiatan ini, FKIP mengukuhkan citranya sebagai fakultas yang berkomitmen mencetak calon guru dengan kualitas akademik yang mumpuni sekaligus karakter luhur. Tradisi akademik yang sehat, berintegritas, dan inklusif diperkenalkan sejak hari pertama mahasiswa menjejakkan kaki di kampus, sehingga akan melekat dalam perjalanan mereka hingga lulus nanti.

Tema besar “Mencetak Generasi Cerdas Berkarakter, Berbudaya Luhur, dan Adaptif di Era Teknologi” dipilih bukan tanpa alasan. Dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari derasnya arus digitalisasi hingga krisis nilai moral di tengah masyarakat. FKIP UNUSIDA ingin menghadirkan jawaban dengan menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap secara kompetensi akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai kebudayaan dan integritas moral yang kokoh. Dengan begitu, mahasiswa FKIP tidak sekadar menjadi guru, melainkan sosok teladan yang mampu menginspirasi di kelas maupun di masyarakat.

POKER FKIP 2025 akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara tahunan. Ia menjadi langkah strategis dalam mencetak calon pendidik masa depan yang unggul, berdaya saing, sekaligus berkarakter. Sebagaimana ditegaskan oleh para dosen dalam sambutannya, perjalanan menjadi seorang guru sejati dimulai sejak hari pertama memasuki bangku kuliah. Dengan semangat, dedikasi, dan karakter yang kuat, mahasiswa FKIP UNUSIDA diyakini mampu menjawab tantangan zaman dan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia. (AS)

PAFILIUN FILKOM UNUSIDA 2025, Bekali Mahasiswa Baru Tentang Akademik dan Pengembangan Diri di Dunia Teknologi 7

PAFILIUN FILKOM UNUSIDA 2025, Bekali Mahasiswa Baru Tentang Akademik dan Pengembangan Diri di Dunia Teknologi

Sidoarjo – Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Pengenalan Aktivitas Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA (PAFILIUN) 2025 yang dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA, Rabu-Kamis (17-18/9/2025). Dengan mengangkat tema ‘DIGITOPIA: Membangun Dunia Digital Berbasis Teknologi dan Kreativitas’, acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik dan pengembangan diri di dunia teknologi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I.,memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih Fakultas Ilmu Komputer sebagai tempat menimba ilmu. “Saya sangat mengapresiasi keputusan kalian memilih FILKOM. Di era globalisasi yang sangat maju saat ini, mahasiswa harus proaktif mencari tahu banyak hal tentang kuliah, tidak hanya menerima tapi juga aktif memberi masukan yang membangun,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sikap kritis yang positif serta penggunaan akal pikiran yang disertai dengan etika dan akhlak sebagai mahasiswa UNUSIDA. “Gunakan etika dan akhlak yang baik. Jadilah mahasiswa yang tidak mudah terpancing, tapi berpikir jernih dan bertanggung jawab,” tegasnya. Dekan Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa perkuliahan bukan hanya soal teknologi dan akademik, tetapi juga bagian dari proses membangun diri menjadi manusia yang beriman dan berilmu.

Ia mengutip surah Al-Hujurat sebagai pengingat bahwa orang-orang beriman yang menuntut ilmu akan diberikan derajat yang tinggi oleh Allah SWT. Oleh karena itu, jadikan kampus ini sebagai tempat membangun masa depan berbasis iman dan ilmu “Di sinilah tempat kalian menimba ilmu, mengenal bapak ibu dosen, kakak-kakak kelas, serta menjelajahi ruang-ruang kuliah dan laboratorium. Jadikan pengalaman ini sebagai pijakan awal untuk perjalanan akademik kalian di dunia digital yang terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BEM FILKOM, Fitto Ardiansyah, menuturkan bahwa UNUSIDA sudah menjadi seperti rumah kita, tempat bertumbuh bersama. Menurutnya, PAFILIUN bukan sekadar acara perkenalan kampus, tapi juga bentuk penyambutan yang mengajak mahasiswa baru untuk merasa memiliki tempat dan peran di lingkungan kampus. “Selamat datang dan selamat bergabung di fakultas tercinta kita ini. Hari ini kalian resmi menjadi bagian dari rumah kita bersama,” ucapnya.

Lebih dari itu, PAFILIUN 2025 menjadi bukti bahwa Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA tidak hanya fokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan. “Di Fakultas Ilmu Komputer, kita tidak hanya belajar koding, jaringan, atau data. Kita belajar berpikir kritis, bekerja sama, dan jadi problem solver,” lanjutnya. Ia juga berpesan agar mahasiswa baru menikmati setiap proses, aktif berorganisasi, menjaga kesehatan mental dan fisik, serta membangun kolaborasi. “Mari kita jadikan PAFILIUN ini langkah awal untuk menciptakan suasana fakultas yang seru, kreatif, dan penuh inovasi. Ingat, masa depan teknologi dimulai dari kalian,” pungkasnya. (MY)

PIAUD UNUSIDA dan PG PAUD UTM Siapkan Asistensi Mengajar Internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur 2026 8

PIAUD UNUSIDA dan PG PAUD UTM Siapkan Asistensi Mengajar Internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur 2026

Kuala Lumpur, 4 September 2025 – Dua program studi kependidikan anak usia dini, yakni Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), menandai langkah strategis menuju internasionalisasi kampus melalui program International Teaching Assistant. Program ini dijadwalkan terlaksana di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) pada tahun 2026 dan diawali dengan kegiatan inisiasi yang dilakukan langsung oleh dosen PGPAUD UTM, Angga Fitriyono, S.Pd., M.Pd., serta dosen PIAUD UNUSIDA, Rif’atul Anita, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan persiapan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat. Kehadiran dosen dari dua perguruan tinggi ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah SIKL, Friny Napasti, S.Pd., M.Pd., yang menegaskan dukungan penuh terhadap upaya kolaboratif tersebut. Menurutnya, program ini sejalan dengan kebutuhan SIKL untuk menghadirkan pembelajaran yang kaya akan nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkaya pengalaman belajar siswa, terutama pada jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).

Ketua Program Studi PIAUD UNUSIDA, Rif’atul Anita, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu terobosan penting dalam upaya mendorong internasionalisasi kampus, sekaligus memberikan ruang aktualisasi bagi mahasiswa.

“Kami di PIAUD UNUSIDA berkomitmen untuk menghadirkan program-program yang bukan hanya memperkuat kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga membekali mereka dengan pengalaman internasional. Dengan adanya International Teaching Assistant di SIKL, mahasiswa kami dapat belajar langsung bagaimana pendidikan anak usia dini dijalankan di lingkungan yang multikultural namun tetap berlandaskan kurikulum Indonesia. Hal ini tentu akan memperluas wawasan, memperkuat kompetensi, dan meningkatkan daya saing lulusan,” ujarnya.

Rif’atul menambahkan, kolaborasi ini sekaligus mempererat hubungan antarperguruan tinggi di Indonesia dalam mendukung program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). “Sinergi dengan PGPAUD UTM merupakan bentuk nyata bagaimana kampus bisa saling menopang untuk mencetak generasi pendidik anak usia dini yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global,” imbuhnya.

Program International Teaching Assistant 2026 di SIKL diharapkan memberikan sejumlah dampak strategis, baik bagi mahasiswa, dosen, maupun sekolah mitra. Bagi mahasiswa, kegiatan ini akan memperkaya keterampilan pedagogis, terutama dalam mengelola kelas anak usia dini dengan pendekatan inovatif dan berbasis budaya Indonesia. Bagi dosen, kegiatan ini menjadi ruang penelitian dan publikasi internasional yang berorientasi pada pengembangan keilmuan pendidikan anak usia dini.

Di sisi lain, bagi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, program ini akan menghadirkan nuansa baru dalam pembelajaran, khususnya di kelas TK yang saat ini memiliki dua rombongan belajar (kelas A dan B). Mahasiswa dari PIAUD UNUSIDA dan PGPAUD UTM nantinya diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, seni, serta teknologi yang merepresentasikan keanekaragaman budaya Indonesia.

Kepala Sekolah SIKL, Friny Napasti, S.Pd., M.Pd., menyambut baik inisiatif ini.

“Kami sangat antusias dengan hadirnya mahasiswa dari Indonesia, khususnya dari PGPAUD UTM dan PIAUD UNUSIDA. Kehadiran mereka akan membuat pembelajaran di SIKL semakin berwarna, terutama dalam memperkenalkan aspek keindonesiaan kepada siswa yang lahir dan besar di Malaysia. Kami berharap mereka bisa menjadi teladan sekaligus jembatan budaya bagi anak-anak SIKL,” ungkapnya.

Senada dengan itu, guru TK SIKL, Rupinis, S.Sos., M.Pd., serta Gita Wahyuni Lumain, S.Pd., M.Pd., menegaskan kesiapan mereka untuk mendampingi para mahasiswa. Mereka optimis bahwa kontribusi mahasiswa akan membawa dampak positif dalam kegiatan belajar-mengajar.

Program ini tidak muncul begitu saja, melainkan melanjutkan rekam jejak kolaborasi sebelumnya. Pada tahun 2024, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UTM telah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di SIKL melalui pelatihan penulisan artikel ilmiah serta penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA). Dengan adanya lanjutan program berupa International Teaching Assistant, kerja sama semakin diperluas dan diperkuat, khususnya dalam pengembangan pendidikan anak usia dini lintas negara.

Dosen PGPAUD UTM, Angga Fitriyono, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya memberikan manfaat akademis, tetapi juga sosial dan kultural.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pendidik yang terampil di kelas, tetapi juga menjadi duta budaya Indonesia di luar negeri. Melalui pembelajaran yang menekankan keanekaragaman budaya, nilai kebangsaan, dan inovasi teknologi, mahasiswa bisa sekaligus memperkenalkan kekayaan Indonesia di panggung internasional,” jelasnya.

Program International Teaching Assistant 2026 antara PIAUD UNUSIDA, PGPAUD UTM, dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur menjadi wujud nyata dari semangat internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mempraktikkan ilmu dalam konteks nyata dan multikultural.(AS)

UNUSIDA dan SEGi University Malaysia Sepakati Kerja Sama Internasional: Dari Program Akademik hingga Penelitian Bersama 9

UNUSIDA dan SEGi University Malaysia Sepakati Kerja Sama Internasional: Dari Program Akademik hingga Penelitian Bersama

Malaysia, 10 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kolaborasi internasional dengan SEGi University Malaysia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (10/9). Penandatanganan yang berlangsung di Malaysia ini dihadiri langsung oleh Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., beserta jajaran pimpinan universitas.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, yaitu kolaborasi program akademik, pengakuan kredit melalui sistem transfer, penelitian bersama. Selain itu, kedua pihak juga menyepakati melaksanakan program magang penelitian, pertukaran staf dan dosen, seminar dan konferensi bilateral, publikasi informasi bersama kepada masyarakat internasional. Akan tetapi, dalam nota kesepahaman tersebut terdapat klausa tentang kenyataan bahwa setiap kegiatan spesifik akan diatur dalam dokumen tertulis, yang akan sah secara hukum, sebagai berkas yang ditandatangani oleh kedua universitas.Dengan demikian, kesepakatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memiliki kekuatan implementatif yang jelas.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis universitas untuk memperluas jejaring internasional.

“Kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi sivitas akademika UNUSIDA untuk berkembang, berkompetisi, dan berkontribusi di level global. Melalui program pertukaran, riset kolaboratif, hingga penyelenggaraan seminar bersama, mahasiswa maupun dosen akan mendapatkan pengalaman internasional yang sangat berharga,” ujarnya.

Dalam era globalisasi pendidikan, kerja sama antaruniversitas lintas negara menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan daya saing. Dengan adanya program transfer kredit, misalnya, mahasiswa UNUSIDA dapat menempuh sebagian studinya di SEGi University dengan pengakuan akademik penuh. Hal ini memberi peluang besar bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer belajar internasional sekaligus memperluas wawasan budaya.

Selain itu, program pertukaran staf dan dosen memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan yang lebih luas. Para dosen dapat saling berbagi pengalaman mengajar, metode pembelajaran, hingga inovasi riset terkini. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dosen, tetapi juga langsung memperkaya kualitas pembelajaran di kelas.

Dalam MoU yang disepakati, kedua pihak menegaskan bahwa setiap kegiatan kolaborasi akan ditanggung secara mandiri oleh masing-masing pihak, kecuali ada kesepakatan tertulis yang menyatakan sebaliknya. Hal ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk menempatkan kerja sama ini secara profesional dan saling menguntungkan.

Kerja sama ini diperkirakan akan membawa sejumlah dampak positif, di antaranya:

  1. Peningkatan Kualitas Akademik – Melalui program riset bersama, kualitas penelitian dosen dan mahasiswa di UNUSIDA akan semakin meningkat dengan standar internasional.
  2. Peluang Mobilitas Mahasiswa – Mahasiswa UNUSIDA berkesempatan menempuh studi di SEGi University melalui program transfer kredit, magang penelitian, atau seminar internasional.
  3. Penguatan Reputasi Universitas – Sebagai universitas berbasis Nahdlatul Ulama, UNUSIDA dapat menunjukkan kontribusinya di kancah internasional, sekaligus memperluas jejaring strategis dengan perguruan tinggi luar negeri.
  4. Kontribusi Sosial – Publikasi informasi bersama dan kegiatan akademik terbuka akan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam hal akses pengetahuan dan pendidikan lintas negara.

Dr. Fatkul Anam menambahkan bahwa kerja sama ini adalah pintu masuk untuk menjalin hubungan yang lebih luas, tidak hanya dengan SEGi University, tetapi juga dengan berbagai universitas di Asia Tenggara dan dunia.

“Kami berharap, dari kolaborasi ini akan lahir berbagai program turunan yang konkret, seperti penelitian bersama yang berdampak pada kebijakan publik, pertukaran budaya antar mahasiswa, hingga peluang pendanaan riset internasional. Intinya, kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini benar-benar memberi manfaat bagi semua pihak,” jelasnya.

Penandatanganan MoU ini menandai babak baru perjalanan internasionalisasi UNUSIDA. Dengan semangat kolaborasi bersama SEGi University Malaysia, UNUSIDA berkomitmen untuk terus memperluas jejaring global, meningkatkan mutu pendidikan, dan mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Kerja sama yang dibangun tidak hanya mempertemukan dua institusi pendidikan, tetapi juga membuka jembatan ilmu, budaya, dan pengalaman yang akan membawa dampak jangka panjang bagi generasi akademik di Indonesia dan Malaysia

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global 10

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global

Malaysia,  10 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali mencatatkan langkah penting dalam upaya internasionalisasi, dengan resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universiti Malaya Wales (UMW), sebuah institusi pendidikan terkemuka di Malaysia. Kesepakatan strategis ini merupakan wujud nyata komitmen UNUSIDA untuk memperluas jaringan akademik, meningkatkan mutu pendidikan, dan menguatkan relevansi riset di tingkat internasional. MoU ini menjadi landasan kerja sama timbal balik antara UNUSIDA dan UMW. Ruang lingkup kerja sama mencakup beragam kegiatan dan program yang berfokus pada kolaborasi akademik, dengan tetap mematuhi ketersediaan dana dan regulasi yang berlaku di masing-masing universitas.

Beberapa poin utama yang akan diimplementasikan antara lain:

  1. Mobilitas Mahasiswa dan Dosen: Kedua belah pihak akan memfasilitasi program pertukaran bagi mahasiswa dan kunjungan bagi akademisi (visiting scholars) untuk memperkaya pengalaman belajar dan mengajar.
  2. Kolaborasi Program Akademik: Kemitraan ini membuka peluang untuk pengembangan program akademik gabungan.
  3. Riset dan Publikasi Bersama: Melakukan kegiatan penelitian kolaboratif yang hasilnya dapat dipublikasikan secara bersama-sama.
  4. Pertukaran Sumber Daya: Berbagi materi akademik dan informasi lain yang bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan.
  5. Pusat Internasional: Mengelola pusat atau unit internasional untuk mendukung program-program kolaborasi.
  6. Kegiatan Ilmiah: Menyelenggarakan kegiatan ilmiah bersama, seperti seminar, pelatihan, konferensi, dan simposium.
  7. Perjanjian ini juga bersifat non-eksklusif, yang memungkinkan kedua universitas untuk menjalin kemitraan dengan institusi lain. Untuk menjamin kelancaran kolaborasi, MoU ini juga mengatur secara rinci perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kerahasiaan informasi, dan mekanisme penyelesaian sengketa, memastikan setiap kegiatan berjalan secara profesional.

Penandatanganan ini melibatkan dua pihak utama. Dari UNUSIDA, diwakili oleh Rektor Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, yang menandatangani dokumen ini sebagai perwakilan institusi. Sementara itu, dari pihak UMW, perjanjian ditandatangani oleh Prof. Dr. Roselina Ahmad Saufi, FCMI. Kehadiran para pimpinan tertinggi ini menunjukkan keseriusan dan komitmen kuat dari kedua universitas dalam mewujudkan kerja sama.Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini secara resmi dilakukan pada 10 September 2025 di Malaysia. Berlangsung di wilayah UMW, menandakan UNUSIDA mengambil peran aktif sebagai mitra internasional.

Menurut Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, kemitraan ini merupakan langkah fundamental untuk mewujudkan visi UNUSIDA sebagai universitas yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah pintu gerbang penting untuk memperluas cakrawala akademik. “Kemitraan dengan UMW ini membuka pintu bagi UNUSIDA untuk memperluas cakrawala akademik. Kami berharap mahasiswa dan dosen kami dapat memperoleh pengalaman internasional yang riil, baik melalui pertukaran, penelitian gabungan, maupun kegiatan akademik lainnya. Perjanjian ini juga merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan standar internasional.”

Perjanjian ini berlaku selama lima tahun, memberikan waktu yang memadai bagi kedua pihak untuk merancang dan melaksanakan program-program kolaboratif. Jika salah satu pihak ingin mengakhiri kerja sama, pemberitahuan tertulis harus disampaikan enam bulan sebelumnya. Sebaliknya, jika ingin memperpanjang, pemberitahuan harus diberikan pada tahun keempat masa kerja sama. Fleksibilitas ini menunjukkan komitmen jangka panjang tanpa mengikat pihak mana pun secara permanen.Dampak dari kemitraan ini akan terasa di berbagai lapisan. Bagi mahasiswa, mereka akan mendapatkan kesempatan berharga untuk berpartisipasi dalam program mobilitas, yang akan memungkinkan mereka belajar di lingkungan baru dan memperluas wawasan budaya. Bagi dosen, kolaborasi ini membuka peluang riset bersama dan publikasi internasional, yang akan meningkatkan profil akademik mereka.

Secara lebih luas, kolaborasi ini diharapkan mendorong inovasi dalam program akademik, menciptakan kurikulum yang lebih relevan dengan standar global. Selain itu, pertukaran materi akademik dan informasi akan memperkaya sumber daya belajar bagi kedua institusi. Semua ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan mutu lulusan UNUSIDA, yang diharapkan semakin kompeten dan siap menghadapi tantangan global.