UNUSIDA Sukses Perkuat Komitmen Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi melalui Workshop PPKPT 1

UNUSIDA Sukses Perkuat Komitmen Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi melalui Workshop PPKPT

Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UNUSIDA dalam Workshop Capability PPKPT yang diselenggarakan di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta berbagai perguruan tinggi yang telah berpengalaman dalam implementasi PPKPT. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota Satgas agar mampu menjalankan fungsi pencegahan, penanganan, pendampingan, hingga pelaporan kasus kekerasan secara profesional sesuai regulasi yang berlaku.

Pada sesi pertama, Agung Yundi Bahuda Sistawan dari LLDIKTI Wilayah VII menegaskan bahwa keberadaan Satgas PPKPT tidak hanya bertujuan memenuhi kewajiban administratif perguruan tinggi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika. Ia menjelaskan bahwa kebijakan terbaru melalui Permendikbud Nomor 55 Tahun 2024 memperluas cakupan penanganan yang sebelumnya hanya berfokus pada kekerasan seksual menjadi seluruh bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, implementasi PPKPT harus berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, kehati-hatian, keadilan, non-diskriminasi, serta keberpihakan terhadap korban. Ia juga mengingatkan bahwa kekerasan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga dapat berupa kekerasan psikis, perundungan, kekerasan seksual, hingga diskriminasi dan intoleransi. Oleh karena itu, setiap perguruan tinggi didorong untuk membangun budaya pencegahan melalui edukasi yang berkelanjutan dan minimal memiliki satu program pencegahan setiap tahun.

Materi berikutnya disampaikan oleh Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, M.H., dari Universitas Negeri Surabaya yang menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam implementasi PPKPT. Ia membedakan karakteristik kampus progresif dengan kampus yang masih bersifat formalitas. Kampus progresif, menurutnya, memiliki kebijakan yang benar-benar dijalankan, didukung sumber daya yang memadai, budaya sadar terhadap isu kekerasan, serta mekanisme pelaporan yang aman bagi korban.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu komunikasi yang efektif, ketersediaan sumber daya, komitmen pelaksana, dan struktur birokrasi yang jelas. Keempat faktor tersebut harus berjalan secara beriringan agar kebijakan mampu diimplementasikan secara optimal.

Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga proses hukum yang adil (due process of law). Dalam penanganan kasus kekerasan, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan penghakiman di media sosial, menyebarkan identitas korban, melakukan perundungan digital, maupun menyebarkan data pribadi tanpa izin. Penanganan kasus harus tetap mengedepankan mekanisme hukum yang berlaku, sementara kampus berperan memberikan perlindungan kepada korban tanpa membuka identitas maupun substansi perkara kepada publik.

Sementara itu, Dr. Weni Endahing Warni, M.Psi., Psikolog dari Universitas Hang Tuah membekali peserta mengenai penerapan Psychological First Aid (PFA) sebagai bentuk pertolongan pertama psikologis kepada korban. Ia menjelaskan bahwa PFA bukanlah terapi, melainkan respons awal yang aman, empatik, dan membantu korban memperoleh dukungan yang dibutuhkan.

Dalam praktiknya, anggota Satgas diharapkan mampu mendengarkan korban secara aktif tanpa menghakimi, memberikan rasa aman, menghormati keputusan korban untuk berbicara atau tidak, serta memvalidasi perasaan korban. Sebaliknya, petugas tidak dianjurkan memaksa korban menceritakan detail kejadian, memotong pembicaraan, maupun memberikan kalimat yang justru meremehkan pengalaman korban.

Pada sesi penutup, Irmashanti Danadharta, S.Hub.Int., M.A. dari UNTAG Surabaya menjelaskan pentingnya pemenuhan kewajiban administratif Satgas PPKPT. Setiap perguruan tinggi diwajibkan menyusun laporan semester yang memuat kegiatan pencegahan, jumlah penanganan kasus, serta tren pelanggaran yang terjadi di lingkungan kampus. Selain itu, Satgas juga wajib melakukan pengisian matriks Indikator Kinerja Utama (IKU) setiap bulan sebagai bentuk evaluasi implementasi kebijakan PPKPT.

Beliau juga menjelaskan penggunaan berbagai borang pelaporan, mulai dari formulir yang diisi oleh pelapor hingga lembar asesmen yang disusun oleh Satgas sebagai dasar tindak lanjut penanganan kasus secara profesional.

Melalui keikutsertaan dalam workshop ini, Satgas PPKPT UNUSIDA memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi kebijakan terbaru, mekanisme penanganan kasus yang berorientasi pada korban, hingga strategi membangun budaya kampus yang aman dan bebas dari kekerasan.

Ke depan, hasil workshop ini diharapkan menjadi bekal bagi UNUSIDA untuk terus memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan melalui edukasi, penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi seluruh sivitas akademika. Dengan demikian, UNUSIDA dapat mewujudkan lingkungan pembelajaran yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan perlindungan terhadap seluruh warga kampus.

UNUSIDA Sukses Hadiri Seminar AI Business PC, Perkuat Transformasi Digital Pendidikan Bersama AMD, Microsoft, dan HP 2

UNUSIDA Sukses Hadiri Seminar AI Business PC, Perkuat Transformasi Digital Pendidikan Bersama AMD, Microsoft, dan HP

Pasuruan – Biro Humas dan Kerja Sama Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menghadiri seminar teknologi bertajuk “The New Era of AI Business PCs: Empowering the Future of Work with AMD Ryzen™ AI PRO, Windows 11 Pro, Copilot+ PC & HP” yang diselenggarakan oleh AsiaMas Teknologi Informatika bekerja sama dengan AMD, Microsoft, HP, dan VST ECS di Welirang Meeting Room, Taman Dayu Golf Club & Resort, Prigen, Pasuruan, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang merupakan perwakilan pengguna (user) dari berbagai instansi, baik dunia industri maupun dunia pendidikan. Salah satu peserta yang hadir adalah Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, sebagai bagian dari upaya universitas mengikuti perkembangan teknologi informasi dan menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri.

Acara diawali dengan sambutan dari AsiaMas Teknologi Informatika sebagai penyelenggara. Dalam pemaparannya, AsiaMas memperkenalkan perusahaan sebagai distributor dan master dealer berbagai solusi teknologi informasi dari merek global seperti HP, AMD, IBM, dan Microsoft. Selain menyediakan perangkat teknologi seperti laptop, desktop, printer, scanner, UPS, dan CCTV, AsiaMas juga menawarkan layanan IT Service, implementasi Smart Classroom, hingga solusi sewa printer untuk membantu instansi yang ingin lebih efisien dalam pengelolaan aset teknologi.

Perwakilan AsiaMas juga menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis bagi instansi pemerintah, perguruan tinggi, maupun perusahaan dalam memenuhi kebutuhan transformasi digital melalui penyediaan perangkat, layanan, serta dukungan purna jual yang terintegrasi.

Pada sesi berikutnya, Yorita Anggraini, Partner Account Manager AMD Indonesia, memaparkan perkembangan teknologi AMD Ryzen AI Pro yang dirancang untuk menjawab kebutuhan komputasi modern berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menurutnya, dunia kerja saat ini telah memasuki era AI PC, di mana berbagai aktivitas dapat diselesaikan lebih cepat melalui pemanfaatan AI secara langsung pada perangkat tanpa harus selalu bergantung pada layanan cloud. AMD menghadirkan prosesor terbaru yang telah dilengkapi Neural Processing Unit (NPU) sehingga mampu menjalankan berbagai proses AI secara lokal dengan performa tinggi, keamanan yang lebih baik, serta konsumsi daya yang lebih efisien.

AMD juga memperkenalkan fitur AMD Memory Guard, teknologi keamanan yang mampu mengenkripsi data secara otomatis apabila perangkat hilang atau dicuri. Selain itu, AMD bekerja sama dengan Microsoft dalam membangun ekosistem keamanan yang terintegrasi sehingga perangkat bisnis memiliki perlindungan berlapis mulai dari tingkat hardware hingga sistem operasi.

Dalam presentasinya, AMD menjelaskan bahwa penggunaan Ryzen AI Pro dapat meningkatkan produktivitas karyawan, mempercepat proses pengolahan data, mengurangi ketergantungan terhadap cloud, serta memberikan efisiensi biaya operasional bagi organisasi. Teknologi tersebut dinilai sangat relevan bagi institusi pendidikan yang mulai mengintegrasikan AI dalam kegiatan pembelajaran, penelitian, maupun administrasi kampus.

Materi selanjutnya disampaikan oleh perwakilan Microsoft yang membahas pentingnya migrasi menuju Windows 11 Pro seiring berakhirnya masa dukungan (End of Support) untuk Windows 10. Microsoft mengingatkan bahwa perangkat yang masih menggunakan Windows 10 tidak lagi memperoleh pembaruan keamanan sehingga memiliki risiko lebih tinggi terhadap ancaman siber.

Microsoft memperkenalkan berbagai fitur unggulan Windows 11 Pro, seperti BitLocker, Windows Sandbox, Windows SmartScreen, dan Trusted Platform Module (TPM) yang memberikan perlindungan menyeluruh terhadap data dan perangkat.

Selain itu, Microsoft juga memperkenalkan Microsoft Copilot, asisten berbasis AI yang telah terintegrasi langsung dengan Windows 11 dan aplikasi Microsoft 365. Melalui Copilot, pengguna dapat menyusun dokumen, membuat presentasi, menganalisis data di Microsoft Excel, hingga menghasilkan gambar hanya melalui perintah sederhana.

Fitur Live Captions juga menjadi perhatian peserta karena mampu menerjemahkan percakapan secara langsung (real-time translation), sehingga sangat membantu komunikasi lintas bahasa dalam rapat maupun webinar internasional.

Microsoft juga memperkenalkan konsep Copilot Agent, yaitu agen AI yang mampu menyelesaikan alur pekerjaan secara otomatis mulai dari mengumpulkan data, memproses informasi, hingga menghasilkan laporan tanpa harus dilakukan secara manual oleh pengguna. Inovasi tersebut diyakini akan menjadi bagian penting dalam transformasi digital organisasi di masa depan.

Sementara itu, HP memperkenalkan berbagai lini perangkat bisnis terbaru yang telah mengusung prosesor AMD Ryzen AI Pro dan Windows 11 Pro. Perangkat komersial HP dirancang memiliki daya tahan tinggi, performa stabil, efisiensi baterai yang lebih baik, serta telah melalui berbagai pengujian standar industri sehingga sesuai digunakan untuk kebutuhan institusi pendidikan, pemerintahan, maupun dunia usaha.

Melalui kolaborasi AMD, Microsoft, dan HP, peserta memperoleh gambaran mengenai ekosistem perangkat AI modern yang mengedepankan tiga aspek utama, yaitu produktivitas, keamanan, dan efisiensi biaya.

Bagi UNUSIDA, keikutsertaan dalam seminar ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat transformasi digital kampus sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan dunia industri. Informasi mengenai perkembangan AI, keamanan siber, serta perangkat komputasi berbasis kecerdasan buatan diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan layanan akademik, administrasi, penelitian, maupun pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan UNUSIDA.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan industri, UNUSIDA terus berupaya menghadirkan inovasi yang mendukung terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi digital sesuai kebutuhan dunia kerja di era transformasi berbasis Artificial Intelligence (AI).

UEC UNUSIDA dan ESI Sidoarjo Sukses Kolaborasi Gelar Porkab Esports 2026, Perkuat Pembinaan Atlet Muda 3

UEC UNUSIDA dan ESI Sidoarjo Sukses Kolaborasi Gelar Porkab Esports 2026, Perkuat Pembinaan Atlet Muda

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui UNUSIDA Esport Competition (UEC) berkolaborasi dengan Pengurus Kabupaten Esports Indonesia (ESI) Sidoarjo dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Esports Sidoarjo 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pembinaan, pengembangan, serta regenerasi atlet esports di Kabupaten Sidoarjo.

Kolaborasi ini mempertemukan unsur perguruan tinggi, organisasi olahraga esports, mahasiswa, dan generasi muda dalam sebuah ajang kompetisi yang tidak hanya berorientasi pada pertandingan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menjaring, membina, dan mengembangkan talenta-talenta esports potensial di tingkat daerah.

Penyelenggaraan Porkab Esports Sidoarjo 2026 menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan atlet esports menuju kompetisi yang lebih tinggi. ESI Sidoarjo menempatkan ajang ini sebagai wadah untuk menemukan bibit-bibit atlet yang nantinya dapat dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Sidoarjo pada berbagai kejuaraan tingkat regional maupun provinsi.

Keterlibatan UEC UNUSIDA dalam pelaksanaan Porkab Esports 2026 merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung perkembangan industri kreatif dan olahraga digital. Selama ini, UEC telah menjadi wadah kompetisi esports di lingkungan UNUSIDA yang tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berprestasi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan keterampilan dalam bidang manajemen event, teknologi digital, publikasi, hingga penyelenggaraan turnamen.

Melalui kolaborasi bersama ESI Sidoarjo, pengalaman penyelenggaraan kompetisi yang dimiliki UEC diperluas ke tingkat kabupaten sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan esports membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari dunia pendidikan, organisasi olahraga, pemerintah, hingga komunitas esports.

Ketua Umum ESI Sidoarjo, Julius Ivan, menjelaskan bahwa Porkab memiliki peran strategis dalam pembinaan olahraga elektronik di daerah. Menurutnya, kompetisi bukan hanya menjadi tempat untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi sarana untuk memetakan potensi atlet dan membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.

“Porkab menjadi bagian penting dalam proses penjaringan atlet potensial yang nantinya dipersiapkan untuk kompetisi tingkat lebih tinggi. Melalui kompetisi yang terstruktur, para atlet memperoleh pengalaman bertanding sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.

Kompetisi esports tingkat kabupaten ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur X Tahun 2027. Dengan demikian, Porkab tidak hanya menjadi agenda olahraga tahunan, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam proses seleksi dan pembinaan atlet yang akan membawa nama Kabupaten Sidoarjo pada ajang olahraga tingkat provinsi.

Bagi para atlet muda, Porkab Esports Sidoarjo 2026 menjadi kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus membangun mental bertanding. Kompetisi yang berlangsung secara terstruktur memberikan pengalaman berbeda dibandingkan turnamen biasa, karena para peserta dituntut untuk menunjukkan kemampuan, sportivitas, dan konsistensi dalam setiap pertandingan.

Perkembangan esports yang semakin pesat juga menunjukkan bahwa olahraga elektronik kini telah menjadi salah satu ruang prestasi baru bagi generasi muda. Tidak hanya sebagai hiburan, esports berkembang menjadi bidang yang membutuhkan keterampilan, strategi, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir cepat dalam mengambil keputusan.

Dalam konteks tersebut, kehadiran perguruan tinggi menjadi penting untuk mendukung pengembangan ekosistem esports yang sehat dan profesional. Melalui UEC, UNUSIDA menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berkontribusi secara nyata dalam penyelenggaraan kegiatan esports berskala besar.

Mahasiswa tidak hanya terlibat sebagai peserta, tetapi juga menjadi bagian dari tim penyelenggara yang menangani berbagai aspek teknis, seperti manajemen pertandingan, publikasi, desain kreatif, dokumentasi, broadcasting, komunikasi, hingga koordinasi kegiatan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang semakin membutuhkan kemampuan kolaborasi dan penguasaan teknologi digital.

Kolaborasi UEC UNUSIDA dan ESI Sidoarjo juga memperlihatkan bahwa esports dapat menjadi media pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Selain melahirkan atlet berprestasi, kegiatan ini turut mendorong lahirnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam industri kreatif dan teknologi.

Mengusung semangat “The Golden Legacy: Forge Your Glory”, UEC 2026 membawa pesan bahwa kompetisi tidak hanya berbicara tentang kemenangan, tetapi juga tentang proses belajar, membangun pengalaman, serta meninggalkan warisan positif bagi generasi berikutnya. Setiap pertandingan menjadi bagian dari perjalanan untuk menciptakan prestasi sekaligus membangun karakter yang sportif, disiplin, dan profesional.

Kolaborasi antara UEC UNUSIDA dan ESI Sidoarjo dalam Porkab Esports 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran aktif dalam perkembangan olahraga dan industri digital di daerah. Kompetisi, pembinaan, dan regenerasi atlet menjadi satu kesatuan yang saling mendukung dalam menciptakan ekosistem esports yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara UNUSIDA, UEC, dan ESI Sidoarjo, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi di bidang esports secara positif, profesional, dan berprestasi. Selain mencetak atlet andal, kolaborasi ini juga diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta muda yang siap berkontribusi dalam industri digital kreatif, sehingga esports tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, inovasi, dan pengembangan masa depan generasi muda Sidoarjo.

Cak dan Neng PGSD UNUSIDA Hadirkan Gerakan Inspiratif "Satu Anak, Satu Cerita" pada Hari Anak Nasional 2026 4

Cak dan Neng PGSD UNUSIDA Hadirkan Gerakan Inspiratif “Satu Anak, Satu Cerita” pada Hari Anak Nasional 2026

SIDOARJO – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Cak dan Neng Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berkolaborasi dengan Komunitas Teman Baik dan Yayasan Indonesia Bintang Langit menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Satu Anak, Satu Cerita: Satu Buku untuk Indonesia” di SDN Kupang 4 Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa PGSD UNUSIDA dalam mendukung peningkatan budaya literasi sekaligus memenuhi hak anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Melalui kolaborasi lintas komunitas, peserta didik diajak belajar, berkarya, dan menikmati pengalaman edukasi yang menyenangkan.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony dari Cak dan Neng PGSD UNUSIDA, kemudian dilanjutkan sambutan dari perwakilan Kepala SDN Kupang 4 Jabon, Komunitas Teman Baik, Yayasan Indonesia Bintang Langit, serta Ketua Paguyuban Cak dan Neng PGSD UNUSIDA.

Dalam sambutannya, seluruh pihak mengapresiasi sinergi yang terjalin sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat budaya literasi, dan membentuk karakter generasi penerus bangsa sejak usia dini.

Pada sesi utama, para Winner Cak dan Neng PGSD UNUSIDA memberikan materi mengenai hak dan kewajiban anak serta teknik menulis cerita pendek (cerpen) secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab.

Materi mengenai hak dan kewajiban anak bertujuan menanamkan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya menjalankan hak sekaligus kewajiban dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Sementara itu, pada sesi literasi, peserta dikenalkan dengan tahapan menulis cerpen yang baik, mulai dari menentukan tema dan amanat, menyusun alur cerita, menciptakan tokoh dan penokohan, menentukan latar, hingga menggunakan bahasa yang komunikatif sesuai kaidah penulisan.

Melalui materi tersebut, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, menuangkan pengalaman maupun imajinasi ke dalam karya tulis, serta menumbuhkan minat membaca dan menulis sejak dini.

Usai penyampaian materi, peserta didik dibagi menjadi dua kelompok untuk mengikuti sesi diskusi. Kegiatan ini dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, keberanian menyampaikan pendapat, sekaligus meningkatkan kerja sama antarsiswa.

Suasana semakin semarak ketika para peserta mengikuti berbagai fun games edukatif yang dipandu oleh panitia dari masing-masing lembaga. Berbagai permainan dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir, membangun kepercayaan diri, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembagian paket bantuan pendidikan dan paket gizi dari Komunitas Teman Baik, pembagian buku cerita oleh Cak dan Neng PGSD UNUSIDA, serta pembagian paket alat tulis (ATK) dari Yayasan Indonesia Bintang Langit.

Pembagian buku cerita menjadi bagian penting dari gerakan “Satu Anak, Satu Cerita: Satu Buku untuk Indonesia”, dengan harapan setiap anak memiliki kesempatan membaca, memperluas wawasan, mengembangkan imajinasi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak usia dini.

Kegiatan ditutup dengan bernyanyi bersama lagu Laskar Pelangi yang dipandu oleh Cak dan Neng PGSD UNUSIDA. Suasana penuh keceriaan terlihat dari antusiasme peserta didik yang mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Selanjutnya, seluruh guru, peserta, panitia, dan mitra kegiatan mengikuti sesi foto bersama sebagai penutup kegiatan.

Sebanyak 12 peserta didik SDN Kupang 4 Jabon mengikuti kegiatan ini. Meski jumlah peserta tidak banyak, semangat mereka dalam belajar dan mengikuti setiap sesi menjadi inspirasi bagi seluruh panitia.

Antusiasme para siswa menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa akses terhadap pendidikan dan literasi harus terus diperjuangkan bagi seluruh anak Indonesia.

Ketua Pelaksana kegiatan, Moh Ricky Alfiansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ketua Program Studi PGSD UNUSIDA Ibu Maulida Lestari, M.Pd., Ketua Himpunan Mahasiswa PGSD Zafrina Jihan Sajida, seluruh pengurus Himpunan Mahasiswa PGSD, Komunitas Teman Baik, Yayasan Indonesia Bintang Langit, Kepala Sekolah beserta dewan guru SDN Kupang 4 Jabon, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta didik.

Melalui kegiatan ini, Cak dan Neng PGSD UNUSIDA berharap semangat berbagi dan budaya literasi terus tumbuh di kalangan anak-anak Indonesia. Meski tidak semua orang pernah merasakan tantangan yang dihadapi anak-anak di daerah yang kerap terdampak genangan air pasang, kebahagiaan sederhana yang dibagikan diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar dan menggapai mimpi.

“Satu cerita dari kami, seribu semangat dari mereka.” Dari langkah kecil yang dilakukan bersama, tersimpan harapan besar untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan gemar membaca.

Kerja Sama FKIP UNUSIDA Resmi Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi Bersama Universitas Muria Kudus 5

Kerja Sama FKIP UNUSIDA Resmi Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi Bersama Universitas Muria Kudus

SIDOARJOKerja Sama FKIP UNUSIDA dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) resmi terjalin melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) tentang pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan MoA dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) di Sidoarjo. Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Dekan FKIP Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., sebagai pihak pertama dan Dekan FKIP Universitas Muria Kudus, Dr. Erik Aditia Ismaya, S.Pd., M.A., sebagai pihak kedua.

Kesepakatan ini menjadi komitmen kedua institusi dalam mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mampu meningkatkan mutu pendidikan tinggi sekaligus memperkuat implementasi Tridarma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan.

Kerja Sama FKIP UNUSIDA untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

Melalui Kerja Sama FKIP UNUSIDA, kedua fakultas sepakat mengembangkan berbagai aktivitas akademik yang meliputi penyelenggaraan pendidikan, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, pertukaran dosen, kuliah tamu, seminar nasional maupun internasional, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ruang berbagi pengalaman (sharing knowledge) dan praktik baik (best practice) dalam pengelolaan fakultas maupun pelaksanaan pembelajaran yang inovatif.

Selain memberikan manfaat bagi dosen, kerja sama ini juga membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengikuti berbagai kegiatan akademik lintas perguruan tinggi sehingga memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam dan relevan dengan perkembangan dunia pendidikan.

Implementasi Tridarma Perguruan Tinggi Melalui Kolaborasi

Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi menjadi fokus utama dalam Kerja Sama FKIP UNUSIDA dan FKIP Universitas Muria Kudus. Pada bidang pendidikan, kedua fakultas akan mendorong penyelenggaraan kegiatan akademik secara bersama, mulai dari seminar, workshop, kuliah praktisi, hingga pengembangan model pembelajaran inovatif.

Pada bidang penelitian, kedua institusi akan memperkuat kolaborasi riset antar dosen, penyusunan artikel ilmiah, publikasi pada jurnal bereputasi, serta pengembangan inovasi pendidikan yang memberikan kontribusi bagi dunia akademik.

Sementara pada bidang pengabdian kepada masyarakat, kedua fakultas akan mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis hasil penelitian dan keilmuan yang dimiliki masing-masing institusi.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas luaran Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., mengatakan bahwa Kerja Sama FKIP UNUSIDA dengan Universitas Muria Kudus merupakan bagian dari strategi fakultas dalam memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

“Kami percaya bahwa kemajuan pendidikan tinggi lahir dari kolaborasi yang saling menguatkan. Melalui kerja sama ini, FKIP UNUSIDA dan FKIP Universitas Muria Kudus dapat saling berbagi pengalaman, mengembangkan inovasi pembelajaran, memperkuat penelitian kolaboratif, serta menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang lebih berdampak. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoA, tetapi benar-benar diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pendidikan yang terus berkembang menuntut perguruan tinggi untuk membangun sinergi yang kuat agar mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.

Kerja Sama FKIP UNUSIDA Dukung Peningkatan Reputasi Akademik

Bagi FKIP UNUSIDA, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan reputasi akademik melalui penguatan jejaring nasional. Semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang untuk menghasilkan inovasi, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperkuat akreditasi, serta mendukung pencapaian berbagai indikator kinerja perguruan tinggi.

Ke depan, kedua fakultas berkomitmen menyusun berbagai program tindak lanjut agar implementasi MoA berjalan secara optimal. Program tersebut meliputi penelitian kolaboratif, pertukaran narasumber, pendampingan publikasi ilmiah, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat bersama, serta berbagai kegiatan akademik lainnya yang mendukung pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa.

Melalui Kerja Sama FKIP UNUSIDA dengan FKIP Universitas Muria Kudus, kedua institusi berharap dapat menghadirkan inovasi pendidikan yang semakin berkualitas sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak pendidik profesional dan memberikan solusi atas berbagai tantangan dunia pendidikan di Indonesia.

UNUSIDA Berhasil Raih Peringkat 405 Webometrics Juli 2026, Reputasi Digital Kampus Semakin Kuat 6

UNUSIDA Berhasil Raih Peringkat 405 Webometrics Juli 2026, Reputasi Digital Kampus Semakin Kuat

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan pemeringkatan Webometrics Ranking of World Universities edisi Juli 2026, UNUSIDA berhasil menempati peringkat ke-405 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan World Rank 6.372. Pencapaian ini menjadi indikator positif atas meningkatnya visibilitas digital, kualitas publikasi, dan eksistensi akademik UNUSIDA di tingkat global.

Hasil pemeringkatan tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan edisi sebelumnya. Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas penelitian, serta memperluas kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih merupakan buah dari kerja sama seluruh sivitas akademika dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berorientasi pada mutu.

“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh sivitas akademika UNUSIDA. Peringkat Webometrics bukan sekadar angka, tetapi menjadi indikator bahwa upaya kami dalam meningkatkan kualitas website institusi, publikasi ilmiah, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta transformasi digital mulai menunjukkan hasil yang positif. Ke depan, kami akan terus mendorong peningkatan kualitas akademik dan visibilitas internasional agar UNUSIDA semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Webometrics merupakan salah satu pemeringkatan perguruan tinggi yang banyak dijadikan acuan untuk melihat tingkat visibilitas dan dampak kehadiran sebuah universitas di dunia digital. Berbeda dengan pemeringkatan yang hanya berfokus pada kualitas riset, Webometrics juga menilai bagaimana perguruan tinggi mampu mendiseminasikan ilmu pengetahuan melalui website institusi dan berbagai platform akademik yang dapat diakses masyarakat luas.

Pada edisi Juli 2026, UNUSIDA memperoleh World Rank 6.372, Impact Rank 2.888, Openness Rank 8.556, serta Excellence Rank 2.198. Hasil tersebut menunjukkan bahwa UNUSIDA terus memperkuat eksistensinya melalui pengembangan website, publikasi karya ilmiah, repository institusi, serta peningkatan kualitas penelitian dosen.

Peningkatan posisi dalam pemeringkatan Webometrics tidak terlepas dari komitmen UNUSIDA dalam membangun ekosistem digital yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selama beberapa tahun terakhir, universitas secara konsisten melakukan optimalisasi berbagai platform digital, mulai dari website utama universitas, laman fakultas dan program studi, repository institusi, hingga jurnal ilmiah berbasis Open Journal System (OJS).

Selain itu, berbagai berita mengenai aktivitas akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, prestasi mahasiswa, serta kerja sama nasional dan internasional terus dipublikasikan secara berkala. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan visibilitas informasi sekaligus memperkuat reputasi institusi di ruang digital.

Dalam aspek penelitian, UNUSIDA juga terus mendorong dosen untuk meningkatkan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Berbagai program pendampingan penulisan artikel ilmiah, hibah penelitian, kolaborasi riset lintas perguruan tinggi, hingga kerja sama dengan mitra industri menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas luaran akademik universitas.

Di bidang pengabdian kepada masyarakat, UNUSIDA aktif menghadirkan berbagai program pemberdayaan berbasis keilmuan yang melibatkan seluruh fakultas. Melalui program UNUSIDA BERDAYA, sivitas akademika menerapkan hasil penelitian dan inovasi untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat, mulai dari penguatan UMKM, pendidikan, lingkungan, kesehatan, hingga transformasi digital desa.

Komitmen terhadap internasionalisasi juga terus diperkuat. Dalam beberapa tahun terakhir, UNUSIDA menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi luar negeri melalui program pertukaran mahasiswa, kolaborasi penelitian, kuliah tamu internasional, hingga pengabdian masyarakat lintas negara. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan jejaring akademik sekaligus memperkuat posisi UNUSIDA di tingkat global.

Di sisi lain, penguatan layanan digital juga menjadi fokus pengembangan universitas. Berbagai sistem informasi akademik, layanan administrasi berbasis teknologi, serta optimalisasi infrastruktur website terus dikembangkan agar mampu memberikan layanan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh mahasiswa maupun masyarakat.

Ke depan, UNUSIDA menargetkan peningkatan capaian pada berbagai indikator Webometrics melalui penguatan kualitas konten digital, peningkatan jumlah publikasi ilmiah, optimalisasi repository institusi, serta perluasan kerja sama dengan berbagai lembaga nasional dan internasional. Langkah tersebut sejalan dengan visi UNUSIDA sebagai perguruan tinggi unggul yang berkarakter, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.

Capaian peringkat 405 perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics Juli 2026 menjadi bukti bahwa UNUSIDA terus bergerak maju dalam meningkatkan kualitas tata kelola, layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari sekadar angka, hasil ini merupakan refleksi dari komitmen universitas dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, terbuka terhadap kolaborasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Melalui semangat “Bersama Bergerak, Nyata Berdampak”, UNUSIDA optimistis dapat terus meningkatkan reputasi akademik dan digitalnya, sehingga mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional sebagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang unggul, berdaya saing, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Pesona Pendidik Masa Depan, Cak dan Neng PGSD UNUSIDA 2026 Resmi Terpilih 7

Pesona Pendidik Masa Depan, Cak dan Neng PGSD UNUSIDA 2026 Resmi Terpilih

SIDOARJO — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), sukses menggelar Grand Final Cak dan Neng PGSD 2026 pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung meriah sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Program Studi PGSD UNUSIDA ke-12.

Mengusung tema “Charm of Educators: Pesona Pendidik Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian Pemilihan Cak dan Neng PGSD Tahun 2026. Para finalis sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran, wawancara, karantina, pembekalan, hingga penampilan pada malam grand final.

Ajang Cak dan Neng PGSD tidak hanya menjadi kompetisi untuk menentukan pasangan duta mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, pengembangan potensi, serta penguatan rasa kekeluargaan di lingkungan Program Studi PGSD. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk tampil percaya diri, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, berwawasan luas, berjiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi representasi mahasiswa PGSD dalam kegiatan akademik maupun nonakademik.

Grand final dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta alumni Cak dan Neng PGSD. Kehadiran para alumni turut memberikan dukungan dan semangat kepada para finalis yang tampil membawa semangat baru bagi Prodi PGSD UNUSIDA.

Dalam malam puncak tersebut, Moch. Ricky Alfiansyah dari kelas 2025E dan Munzilatun Jinan dari kelas 2025B berhasil terpilih sebagai Cak dan Neng PGSD 2026. Keduanya dinilai mampu menunjukkan performa terbaik melalui rangkaian penilaian yang meliputi pengetahuan, komunikasi, kepribadian, penampilan, serta kemampuan menjawab pertanyaan dari dewan juri.

Ketua Himpunan Mahasiswa PGSD FKIP UNUSIDA, Zafrina Jihan Sajida, menyampaikan rasa bangga dan harunya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, seluruh proses pemilihan Cak dan Neng PGSD 2026 telah dipersiapkan secara maksimal oleh panitia dengan dukungan dari berbagai pihak.

“Kegiatan ini dirancang dengan sebaik mungkin agar dapat berjalan dengan semestinya. Kami segenap panitia berharap kegiatan ini dapat membangun sinergi dan rasa kekeluargaan tanpa sekat,” ujarnya.

Zafrina juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dosen fakultas, dosen program studi, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan penuh selama persiapan hingga pelaksanaan acara.

“Saya berterima kasih banyak kepada seluruh panitia dan dosen, baik fakultas maupun prodi, atas dukungan dan support-nya untuk tetap memaksimalkan acara ini. Cinta PGSD, jaya selalu UNUSIDA,” tambahnya.

Ia berharap terpilihnya Cak dan Neng PGSD 2026 dapat menjadi awal bagi lahirnya generasi mahasiswa yang semakin aktif, inspiratif, dan mampu meneruskan berbagai prestasi yang telah diraih oleh angkatan sebelumnya. Selain menjadi ikon prodi, Cak dan Neng PGSD diharapkan mampu membangun citra positif serta memperkuat eksistensi PGSD UNUSIDA di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD FKIP UNUSIDA, Wahyu Maulida Lestari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pemilihan Cak dan Neng PGSD merupakan wadah penting dalam pembinaan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa.

“Kompetisi ini bukan hanya sekadar kegiatan biasa. Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat wajah-wajah regenerasi Cak dan Neng PGSD yang akan bersiap menjadi ikon PGSD serta membawa nama program studi menjadi lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Grand Final Cak dan Neng PGSD 2026 yang bertepatan dengan Hari Lahir Prodi PGSD ke-12 menjadi bentuk rasa syukur sekaligus wujud cinta seluruh civitas akademika terhadap program studi.

“Kegiatan ini juga menjadi bentuk rasa syukur dan cinta kita karena hari ini bertepatan dengan lahirnya prodi kita tercinta, yaitu Prodi PGSD,” lanjutnya.

Wahyu Maulida Lestari turut mengapresiasi seluruh panitia, pembina, dan finalis yang telah berkontribusi aktif dalam menyukseskan kegiatan. Menurutnya, semangat para mahasiswa dalam mengikuti proses seleksi hingga grand final menunjukkan bahwa mahasiswa PGSD UNUSIDA memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FKIP UNUSIDA memberikan motivasi kepada seluruh finalis agar tidak hanya menjadikan gelar Cak dan Neng sebagai simbol prestasi semata. Lebih dari itu, gelar tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas pengalaman, serta membawa nilai-nilai keaswajaan dalam kehidupan kampus dan masyarakat.

Para finalis juga didorong untuk berani tampil sebagai representasi mahasiswa yang mampu membawa perubahan positif. Dengan kemampuan, pengalaman, dan jejaring yang dimiliki, Cak dan Neng PGSD diharapkan dapat menjadi penggerak kegiatan mahasiswa, inspirasi bagi rekan-rekannya, serta mitra program studi dalam memperkenalkan berbagai prestasi dan program unggulan PGSD UNUSIDA.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang dilakukan secara objektif sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, berikut hasil Pemilihan Cak dan Neng PGSD 2026:

  1. Winner Cak PGSD 2026: Moch. Ricky Alfiansyah
  2. Winner Neng PGSD 2026: Munzilatun Jinan
  3. Runner-up Cak PGSD 2026: M. An’im Falakhudin
  4. Runner-up Neng PGSD 2026: Rahma Aulia
  5. Cak Favorit PGSD 2026: Ahmad Mauluddin Yushan
  6. Neng Favorit PGSD 2026: Zumrotul Mardliyah

Terpilihnya para pemenang diharapkan dapat membawa amanah dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Program Studi PGSD FKIP UNUSIDA. Semangat “Charm of Educators: Pesona Pendidik Masa Depan” menjadi pengingat bahwa calon pendidik tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, kepemimpinan, komunikasi, dan kepedulian sosial.

Melalui Grand Final Cak dan Neng PGSD 2026, PGSD UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk terus mencetak calon guru sekolah dasar yang unggul, berkarakter, adaptif, serta siap menjadi pendidik masa depan yang membawa manfaat bagi bangsa dan masyarakat.

Filosofi Dan Makna Logo Harlah UNUSIDA Ke-12 8

Filosofi Dan Makna Logo Harlah UNUSIDA Ke-12

Bersama Bergerak, Nyata Berdampak

Logo Harlah Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) ke-12 merupakan representasi visual

perjalanan, semangat, dan komitmen UNUSIDA dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas

serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Mengusung tema “Bersama Bergerak, Nyata

Berdampak”, logo ini menggambarkan sinergi seluruh sivitas akademika dalam membangun masa

depan yang lebih baik melalui kolaborasi, inovasi, dan pengabdian.

Filosofi Bentuk

Bentuk utama logo menampilkan angka 12 yang menjadi simbol usia UNUSIDA yang ke-12. Angka

tersebut dibangun dari elemen-elemen geometris yang saling terhubung, menggambarkan

kebersamaan, kekompakan, dan kolaborasi seluruh elemen universitas dalam mencapai tujuan

bersama.

Susunan elemen yang membentuk arah gerak ke atas dan ke depan melambangkan semangat

progresif, optimisme, serta komitmen UNUSIDA untuk terus berkembang dan beradaptasi menghadapi

tantangan zaman. Setiap langkah yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan institusi,

tetapi juga menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Filosofi Warna

Hijau melambangkan identitas Nahdlatul Ulama yang menjadi landasan nilai UNUSIDA, sekaligus

mencerminkan pertumbuhan, keberlanjutan, dan semangat membangun peradaban melalui

pendidikan.

Kuning emas merepresentasikan prestasi, optimisme, dan cita-cita luhur untuk terus menghasilkan

karya serta kontribusi terbaik bagi bangsa dan masyarakat.

Perpaduan kedua warna tersebut menggambarkan harmoni antara nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan

profesionalisme yang menjadi karakter khas UNUSIDA.

Makna Tagline

“Bersama Bergerak, Nyata Berdampak” menjadi refleksi semangat Harlah UNUSIDA ke-12 untuk terus

melibatkan seluruh sivitas akademika, alumni, mitra, dan masyarakat dalam satu gerakan kolaboratif

yang menghasilkan manfaat nyata. Tagline ini menegaskan bahwa setiap langkah, inovasi, dan pengabdian yang dilakukan UNUSIDA tidak hanya menjadi aktivitas akademik semata, tetapi juga

memberikan dampak positif yang dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Melalui momentum Harlah ke-12, UNUSIDA meneguhkan komitmennya untuk terus tumbuh, bergerak

bersama, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, masyarakat, serta bangsa

Indonesia.

Link Download Logo Harlah UNUSIDA ke 12

https://s.unusida.ac.id/Logo-Harlah12-UNUSIDA

Panitia KKN UNUSIDA 2026 Perkuat Sinergi Strategis dengan TAPM Sidoarjo untuk Matangkan Program Kerja Mahasiswa 9

Panitia KKN UNUSIDA 2026 Perkuat Sinergi Strategis dengan TAPM Sidoarjo untuk Matangkan Program Kerja Mahasiswa

SIDOARJO — Dalam upaya memastikan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat, Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN)  Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) 2026 melakukan kunjungan koordinatif ke Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan penelaahan pemaparan program kerja mahasiswa yang akan diterjunkan ke berbagai desa sasaran KKN tahun 2026.

Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (17/6) ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas perencanaan program kerja mahasiswa sebelum pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Melalui koordinasi dengan TAPM, Panitia KKN UNUSIDA berupaya memastikan bahwa seluruh rancangan program yang disusun mahasiswa tidak hanya memenuhi aspek akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan arah pembangunan desa.

Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dituntut untuk mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan program kerja yang tepat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan KKN.

Ketua Panitia KKN UNUSIDA 2026 menjelaskan bahwa koordinasi dengan TAPM dilakukan untuk memperoleh masukan, perspektif, serta penilaian yang lebih komprehensif terhadap program-program yang akan dijalankan mahasiswa di desa. Dengan melibatkan pihak yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam mengenai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, diharapkan program yang dirancang mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.

“Kami ingin memastikan bahwa program kerja mahasiswa benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan potensi yang dimiliki desa. Karena itu, keterlibatan TAPM sebagai mitra strategis sangat penting untuk memberikan masukan terhadap rancangan program yang telah disusun mahasiswa,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Panitia KKN UNUSIDA dan TAPM Kabupaten Sidoarjo membahas berbagai aspek terkait mekanisme penelaahan program kerja mahasiswa. TAPM nantinya akan berperan sebagai reviewer yang memberikan penilaian dan rekomendasi terhadap rancangan program yang dipresentasikan mahasiswa sebelum diterapkan di lapangan.

Peran tersebut dinilai sangat penting karena proses penelaahan tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, melainkan juga menyoroti substansi program yang diajukan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam proses review meliputi relevansi program terhadap kebutuhan masyarakat, kesesuaian dengan potensi lokal desa, kelayakan pelaksanaan, tingkat partisipasi masyarakat, hingga potensi keberlanjutan program setelah kegiatan KKN selesai dilaksanakan.

Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menyusun program yang lebih terarah, realistis, dan mampu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, penelaahan juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya perencanaan berbasis data dan kebutuhan lapangan dalam setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat.

KKN UNUSIDA 2026 sendiri dirancang sebagai wahana pembelajaran kontekstual yang memungkinkan mahasiswa mengimplementasikan kompetensi akademik dalam kehidupan bermasyarakat. Program ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian, tetapi juga media pengembangan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, membangun kolaborasi, serta mengelola program yang berorientasi pada pemberdayaan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan dituntut untuk mampu menyusun program yang sesuai dengan karakteristik desa lokasi KKN. Oleh karena itu, proses pemaparan dan penelaahan program kerja menjadi tahapan penting yang harus dilalui sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.

TAPM Kabupaten Sidoarjo menyambut baik inisiatif Panitia KKN UNUSIDA yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses persiapan KKN. Menurut mereka, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pihak yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dapat menjadi langkah positif dalam menciptakan program-program yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam proses review yang akan dilakukan. Dengan memahami kondisi sosial, ekonomi, dan potensi yang dimiliki masing-masing desa, program kerja mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi yang relevan serta mendukung agenda pembangunan desa secara berkelanjutan.

Selain itu, keterlibatan TAPM juga diharapkan dapat memperkuat proses validasi terhadap rancangan program mahasiswa. Melalui masukan yang diberikan, mahasiswa dapat melakukan penyempurnaan program sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan benar-benar memiliki nilai manfaat dan peluang keberlanjutan yang tinggi.

Kegiatan koordinatif ini sekaligus menjadi wujud komitmen UNUSIDA dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN dari tahun ke tahun. Universitas tidak hanya mendorong mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat, tetapi juga memastikan bahwa kehadiran tersebut membawa kontribusi nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat desa.

Melalui sinergi antara Panitia KKN UNUSIDA 2026, TAPM Kabupaten Sidoarjo, dan berbagai pihak terkait lainnya, diharapkan pelaksanaan KKN tahun ini dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan dampak yang berkelanjutan. Program-program yang dihasilkan mahasiswa diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung upaya pembangunan desa yang partisipatif dan berbasis potensi lokal.

Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang kuat, KKN UNUSIDA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan akademik semata, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi, solusi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat serta pembangunan desa di Kabupaten Sidoarjo.(Tantri)

KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 Siap Digelar, UNUSIDA Bangun Kolaborasi Kuat dengan Dinas PMD 10

KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 Siap Digelar, UNUSIDA Bangun Kolaborasi Kuat dengan Dinas PMD

Sidoarjo, 10 Juni 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (LPPM UNUSIDA) melaksanakan koordinasi dan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sidoarjo sebagai langkah awal persiapan pelaksanaan KKN UNUSIDA BERDAYA 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan program pengabdian yang lebih terarah, aplikatif, dan berkelanjutan.

Audiensi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun kolaborasi dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik mahasiswa, tetapi juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan berbasis keilmuan dan kebutuhan riil masyarakat.

Pada tahun 2026, KKN UNUSIDA mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Keilmuan Fakultas untuk Mewujudkan Desa dan Komunitas yang Cerdas, Mandiri, Produktif, Sehat, serta Berkarakter Ahlussunnah wal Jama’ah.” Tema tersebut mencerminkan komitmen UNUSIDA dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.

Melalui program KKN ini, mahasiswa akan didorong untuk terlibat secara langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat. Mereka tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi juga berperan dalam memetakan potensi desa, mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, menyusun program kerja yang relevan, melaksanakan kegiatan berbasis kebutuhan masyarakat, hingga memberikan rekomendasi keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir.

Dalam audiensi tersebut, LPPM UNUSIDA memaparkan konsep pelaksanaan KKN yang akan berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki oleh masing-masing fakultas. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan program yang lebih spesifik, terukur, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa.

Ruang lingkup program KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 meliputi berbagai bidang strategis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan desa saat ini. Pada bidang pendidikan dan pengasuhan anak, mahasiswa akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan, literasi, serta pendampingan anak dan keluarga. Pada bidang ekonomi, program akan diarahkan pada penguatan UMKM, pemasaran digital, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompetitif.

Selain itu, mahasiswa juga akan berkontribusi dalam bidang lingkungan dan sanitasi melalui berbagai program edukasi serta pendampingan masyarakat terkait pengelolaan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Di bidang transformasi digital desa, mahasiswa akan membantu meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pelayanan publik, administrasi desa, dan promosi potensi lokal. Sementara itu, pada aspek ketahanan sosial dan keislaman, mahasiswa akan mendorong penguatan nilai-nilai sosial, keagamaan, serta karakter Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjadi ciri khas UNUSIDA sebagai perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Keberhasilan pelaksanaan program tersebut tentu membutuhkan dukungan berbagai pihak. Dalam hal ini, DPMD Kabupaten Sidoarjo memiliki peran strategis sebagai mitra utama dalam memastikan program KKN dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. DPMD akan memberikan arahan terkait isu-isu prioritas pembangunan desa, membantu proses penelaahan program kerja mahasiswa, serta memfasilitasi penyelarasan antara program KKN dengan agenda pembangunan desa yang sedang berjalan.

Tidak hanya itu, DPMD juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara UNUSIDA, mahasiswa peserta KKN, dosen pembimbing lapangan, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dengan koordinasi yang baik, program yang disusun mahasiswa dapat lebih realistis untuk dilaksanakan, tepat sasaran, dan memiliki peluang lebih besar untuk dilanjutkan oleh pemerintah desa setelah kegiatan KKN selesai.

KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 direncanakan akan dilaksanakan di 19 desa yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Sidoarjo. Desa-desa tersebut berada di Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Sidoarjo, dan Buduran. Sebaran lokasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan potensi desa, kebutuhan masyarakat, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan selama pelaksanaan program.

Program ini akan melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UNUSIDA, yakni Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Agama Islam. Keterlibatan lintas disiplin ilmu tersebut diharapkan mampu menghasilkan program-program inovatif yang menjawab berbagai tantangan pembangunan desa secara komprehensif.

LPPM UNUSIDA menegaskan bahwa KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 bukan sekadar kewajiban akademik mahasiswa, melainkan sebuah ruang pembelajaran sekaligus pengabdian yang mendorong lahirnya kolaborasi antara kampus dan masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kemampuan problem solving yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.

Mengusung semangat “Berkhidmah dan Berkarya di Desa,” UNUSIDA berkomitmen menghadirkan pelaksanaan KKN yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain menghasilkan berbagai program pemberdayaan, kegiatan ini juga ditargetkan menghasilkan luaran akademik dan dokumentatif berupa laporan akhir, artikel pengabdian kepada masyarakat, poster publikasi, video dokumentasi kegiatan, serta rekomendasi keberlanjutan program yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa.

Melalui sinergi yang kuat antara UNUSIDA, DPMD Kabupaten Sidoarjo, pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai mitra lokal, KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 diharapkan menjadi model pengabdian yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan desa yang cerdas, mandiri, produktif, sehat, dan berkarakter Ahlussunnah wal Jama’ah.