Pos

Tim DKV UNUSIDA Raih Juara 1 Kategori Karya Terapan & Inovatif pada Aksi Inklusi Nasional 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim DKV UNUSIDA Raih Juara 1 Kategori Karya Terapan & Inovatif pada Lomba Aksi Inklusi Nasional

SIDOARJO — Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Tiga mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2022 berhasil meraih Juara 1 Kategori Karya Terapan & Inovatif (Karya HKI) dalam ajang Lomba Aksi Inklusi Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Yayasan Lentera Sanggar Rainbow.

Adapun mahasiswa berprestasi tersebut yakni Maulidatul Qomariyah (NIM 22422062) selaku ketua tim, bersama Elysia Hilda Maghfiroh (NIM 22422048) dan Mir’a Tia Musfiro (NIM 22422064) sebagai anggota.

Prestasi ini diraih melalui karya berupa video podcast edukatif yang mengangkat tema anak dengan keterbatasan dalam berbicara. Karya tersebut dinilai berhasil menyampaikan pesan inklusi secara kreatif, empatik, dan komunikatif, sekaligus memberikan ruang suara bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar lebih dipahami oleh masyarakat luas.

Ketua tim, Maulidatul Qomariyah, menyampaikan bahwa ide karya ini berangkat dari kepedulian terhadap isu inklusivitas dan minimnya media edukasi yang mengangkat perspektif anak dengan hambatan komunikasi. Melalui format podcast visual, tim berupaya menghadirkan pendekatan yang hangat dan mudah diterima berbagai kalangan.

“Harapannya, karya ini tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga mampu menumbuhkan empati serta kesadaran publik tentang pentingnya dukungan bagi anak-anak dengan keterbatasan berbicara,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (4/2/2026).

Hal tersebut mendapatkan atensi dari Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., yang mengapresiasi karya mahasiswa DKV UNUSIDA karena mampu menghadirkan isu sosial melalui pendekatan kreatif berbasis digital. Menurutnya, mahasiswa Desain Komunikasi Visual memiliki peran strategis dalam mengangkat tema-tema pendidikan inklusif melalui medium kreatif seperti podcast dan konten visual lainnya.

“Karya seperti ini sangat relevan dengan arah pengembangan UNUSIDA sebagai kampus inklusif, modern, dan islami. Mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya yang estetis, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan dan edukatif yang berdampak luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNUSIDA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan karya inovatif yang berdampak sosial. Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen UNUSIDA dalam mendorong kreativitas mahasiswa yang berpihak pada nilai kemanusiaan dan inklusi.

“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Selamat dan sukses untuk tim DKV UNUSIDA, Teruslah menginspirasi melalui karya” pungkasnya.

LKMM-TD Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Gelar LKMM TD, Perkuat Kepemimpinan Etis dan Kolaboratif Mahasiswa

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM TD) dengan mengusung tema ‘Ethical and Mindful Youth Leadership, Berkarya dalam Kolaborasi Berdampak dalam Aksi’. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, Selasa-Rabu (6-7/1/2026) di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA & Villa CMA Pacet, Mojokerto.

Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I., dalam sambutannya berpesan agar mahasiswa mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang aktif dan solutif di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus jeli melihat peluang, baik dalam hal akademik maupun dalam membangun relasi sosial. Tingkatkan kemampuan leadership dan problem solving, karena dua hal tersebut akan sangat dibutuhkan ketika terjun langsung di masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis fakultas dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa sejak dini. LKMM TD memiliki peran penting dalam menunjang capaian akademik sekaligus pembentukan karakter mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam aspek keilmuan, tetapi juga memiliki etika, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam berbagai situasi.

“Kegiatan ini penting untuk menunjang akademik dan karakter mahasiswa. Kepemimpinan yang baik harus dibangun sejak awal, agar mahasiswa mampu menjadi pribadi yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Melalui LKMM TD ini, mahasiswa FILKOM UNUSIDA dibekali berbagai materi dasar manajemen organisasi, kepemimpinan etis, serta penguatan pola pikir kolaboratif yang berdampak nyata dalam aksi.

Ia berharap, kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Ia mangatakan, kegiatan LKMM TD ini merupakan bagian dari ikhtiar Fakultas Ilmu Komputer dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam karakter dan kepemimpinan.

“Kami berharap mahasiswa FILKOM mampu menjadi pribadi yang beretika, memiliki kesadaran sosial, serta mampu berkolaborasi dan memberi solusi atas berbagai persoalan di masyarakat. Manfaatkan setiap proses pembelajaran, baik di ruang kelas maupun melalui kegiatan kemahasiswaan, sebagai bekal untuk tumbuh menjadi pemimpin muda yang adaptif, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

HIMA DKV UNUSIDA Gelar Workshop Visual Identity (Foto: Intan Tiyas - DKV Unusida)

HIMA DKV UNUSIDA Gelar Workshop Visual Identity, Dorong Kreativitas di Era Digital

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (HIMA DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Workshop Visual Identity: Mengeksplorasi Gaya Ilustrasi Mu yang berlangsung di Hall Kampus 2 UNUSIDA lantai 5, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan yang menjadi bahan ajar mata kuliah Integrated Marketing Communication (IMC) di Program Studi DKV UNUSIDA.

Workshop ini menjadi wadah inspiratif bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan visual sekaligus memperkuat identitas kreatif di tengah pesatnya perkembangan industri digital dan kreatif. Acara tersebut menghadirkan Murtaji Ni’amillah, ilustrator muda yang dikenal dengan gaya visualnya yang ekspresif dan berkarakter.

Dalam sesi pemaparan materi, Ni’am sapaan akrabnya menekankan pentingnya eksplorasi gaya ilustrasi sebagai fondasi utama dalam membangun visual identity, baik untuk kepentingan personal branding maupun pengembangan karya di ranah profesional.

“Ilustrasi bukan hanya gambar, tetapi bahasa visual yang mencerminkan siapa dirimu. Dengan gaya ilustrasi yang konsisten, kamu bisa membangun identitas yang mudah dikenali dan diingat,” ujar Alumni Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri tersebut.

Sebanyak 38 peserta yang terdiri dari siswa SMA hingga mahasiswa lintas jurusan mengikuti workshop ini dengan antusias. Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan konsep visual identity, praktik langsung eksplorasi gaya ilustrasi, serta diskusi interaktif mengenai peluang karier di bidang desain komunikasi visual.

Dengan tagline #MenjadiKreatifDiEraDigital, mahasiswa tidak hanya memberikan wawasan teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas jenjang pendidikan yang mempertemukan talenta muda dengan praktisi industri kreatif. Hal tersebut sejalan dengan komitmen UNUSIDA sebagai kampus NU yang terus mendorong pembelajaran berbasis pengalaman dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Salah satu peserta mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari workshop ini. Sebagai mahasiswa DKV, ia berharap kegiatan dapat terus menjadi penggerak lahirnya talenta-talenta kreatif yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era digital, sekaligus memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan industri kreatif yang terus tumbuh.

“Saya jadi lebih percaya diri mengekspresikan gaya ilustrasi pribadi. Workshop ini membuka wawasan bahwa visual identity bisa menjadi pintu karier di dunia kreatif,” ungkapnya.

Athfal Hanif Azwara - Alumni DKV UNUSIDA

Jejak Kreatif Athfal Hanif Azwara: Mengubah Estetika Menjadi Strategi di Industri Creative Marketing

Dunia desain komunikasi visual bukan sekadar tentang menciptakan tampilan yang menarik, melainkan bagaimana sebuah pesan mampu menggerakkan audiens dan memberi nilai strategis bagi sebuah jenama. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Athfal Hanif Azwara, S.Ds., alumni Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).

Lulus pada tahun 2022, Hanif sapaan akrabnya, kini menapaki karier profesional sebagai tenaga ahli Creative Marketing di PT Inayalesy Indonesia. Perjalanan kariernya menjadi bukti nyata bahwa proses akademik di UNUSIDA mampu mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap bersaing di industri kreatif yang terus berkembang.

Menghubungkan Kreativitas dengan Kebutuhan Pasar
Hanif mengungkapkan bahwa bekal ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di UNUSIDA memberikan fondasi kuat dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Di perusahaan tempatnya bernaung saat ini, ia tidak hanya berperan sebagai desainer visual, tetapi juga terlibat dalam perumusan strategi pemasaran kreatif yang mampu menghubungkan produk dengan emosi konsumen.

“DKV UNUSIDA mengajarkan saya bahwa desain adalah proses pemecahan masalah. Di dunia Creative Marketing, kami dituntut berpikir kritis: bagaimana visual tidak hanya menarik, tetapi juga selaras dengan tujuan bisnis perusahaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pemahaman tentang psikologi visual, manajemen branding, dan riset audiens menjadi aspek penting yang sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Tantangan Era Digital dan Bekal dari UNUSIDA
Bekerja di era digital menuntut kecepatan adaptasi terhadap tren dan teknologi. Menurut Hanif, penguasaan perangkat lunak desain saja tidak cukup, tetapi harus dibarengi dengan kemampuan storytelling dan komunikasi visual yang kuat.

Pengalaman berorganisasi serta pendampingan dosen selama kuliah di UNUSIDA turut membentuk mentalitas profesional yang tangguh, komunikatif, dan beretika.

“Keunggulan lulusan UNUSIDA terletak pada nilai etika dan kemaslahatan. Setiap karya tidak hanya berorientasi pada visual, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai alumni, Hanif memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa DKV dan generasi muda UNUSIDA agar memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang eksplorasi dan pembentukan portofolio.

Ia mendorong mahasiswa untuk tidak ragu menjelajahi bidang-bidang pendukung seperti riset pemasaran, analisis data media sosial, hingga strategi konten digital. Menurutnya, industri kreatif saat ini membutuhkan talenta multidisipliner yang mampu berpikir strategis sekaligus kreatif.

Keberhasilan Athfal Hanif Azwara di PT Inayalesy Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika UNUSIDA. Hal ini menegaskan bahwa lulusan S1 DKV UNUSIDA memiliki daya saing tinggi dan mampu menempati posisi strategis di dunia industri, sekaligus membawa semangat inovasi yang berkelanjutan.

Campus Visit SMK NU Ketegan ke Kampus 2 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

SMK NU Ketegan Campus Visit di UNUSIDA: Kenalkan Dunia Perkuliahan kepada Siswa Akuntansi dan DKV

SIDOARJO Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan dari siswa-siswi SMK NU Ketegan pada Rabu (3/11/2025). Kegiatan campus visit ini diikuti oleh peserta didik kelas XI dan XII dari Jurusan Akuntansi serta Desain Komunikasi Visual (DKV). Kunjungan tersebut dipusatkan di Kampus 2 UNUSIDA dan bertujuan memberikan wawasan perguruan tinggi serta mengenalkan lingkungan akademik kepada para siswa.

Wakil Rektor 3 UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I., menyambut baik rombongan SMK NU Ketegan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai program studi yang ada di UNUSIDA, termasuk pilihan jurusan yang relevan bagi siswa Akuntansi maupun DKV.

“Kalau di SMK ada DKV dan Akuntansi, di UNUSIDA ada lebih banyak pilihan. Saat ini terdapat 12 program studi, mulai dari PGSD, PIAUD, Manajemen, Teknik, dan prodi lain yang modern sesuai kebutuhan zaman,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa UNUSIDA terus berkembang dan tengah meningkatkan berbagai sarana serta kualitas akademik.

“Kami targetkan tahun 2026–2027, sebanyak 90% program studi akan terakreditasi unggul. Hampir seluruh ruang kelas sudah dilengkapi Smart TV atau LED untuk pembelajaran. Kami ingin memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMK NU Ketegan M. Dzulfikar Fanani, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi agenda penting untuk membuka cakrawala siswa tentang dunia kampus, terutama kampus yang berada dalam satu rumpun keilmuan di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

“Kami memiliki niat untuk memberikan wawasan kepada anak-anak tentang perguruan tinggi. Kami mohon maaf bila kegiatan ini dilaksanakan lebih pagi, karena setelah dari UNUSIDA kami dijadwalkan kunjungan industri ke PT Yakult,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa kunjungan ini bukan hanya untuk mengenalkan kampus, tetapi juga sebagai motivasi agar para siswa melanjutkan pendidikan. Ia berharap kunjungan ini menjadi inspirasi bagi mereka untuk menata masa depan setelah lulus sekolah.

Ia menambahkan bahwa para siswa dipersilakan bertanya kepada dosen-dosen UNUSIDA mengenai program studi, peluang masuk perguruan tinggi, hingga masa depan karier.

“Saya berharap setelah lulus, kalian tidak berhenti hanya bekerja. Boleh bekerja, tapi jangan menutup peluang untuk kuliah atau berwirausaha. Di Sidoarjo ini ada kampus NU seperti UNUSIDA yang satu nasab keilmuan dengan sekolah kita,” ujarnya.

Melalui kegiatan campus visit ini, siswa-siswi SMK NU Ketegan dikenalkan dan diajak melihat langsung lingkungan perkuliahan, fasilitas, karya mahasiswa DKV, serta kultur akademik kampus Nahdlatul Ulama. (MY)

Kunjungan SMK Walisongo Porong di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Terima Kunjungan SMK Sunan Ampel Porong, Dorong Semangat Lulusan untuk Kuliah dan Siap Bersaing di Era Digital

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan siswa dan guru SMK Sunan Ampel Porong dalam rangka kegiatan Campus Visit dan pengenalan dunia perkuliahan, pada Rabu (15/10/2025). Kunjungan ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor 1 UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd. menyampaikan pentingnya peran lembaga pendidikan NU dalam membangun masyarakat yang berdaya saing dan mandiri. Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya soal gelar, melainkan tentang pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.

“Kita ini sesama lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama yang punya tanggung jawab besar mencetak generasi berdaya saing. Kuliah bukan sekadar formalitas, tapi proses untuk menyiapkan diri menghadapi perubahan zaman. Banyak yang mengatakan kuliah tidak penting, tapi faktanya, peluang dan kompetensi lulusan perguruan tinggi tetap jauh lebih besar,” ungkapnya.

Dr. Hadi juga menjelaskan bahwa UNUSIDA terus membuka akses pendidikan yang inklusif, dengan berbagai skema pembiayaan dan beasiswa agar siswa dari berbagai latar belakang dapat melanjutkan studi.

“Tidak semua orang punya kesempatan kuliah, tapi sekarang banyak jalur dan dukungan yang memudahkan. Di UNUSIDA, mahasiswa merasakan perubahan besar setelah kuliah: mereka lebih mandiri, kreatif, dan siap menjadi wirausahawan maupun profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., memperkenalkan tiga program studi unggulan di fakultasnya, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Informatika, dan Sistem Informasi. Ia menjelaskan bahwa ketiga prodi ini dirancang untuk menjawab tantangan masa depan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), industri kreatif, dan ekonomi digital.

Ia berharap, kunjungan ini menjadi inspirasi bagi para siswa SMK Sunan Ampel untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melalui kegiatan seperti ini, UNUSIDA terus berkomitmen memperluas akses pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, kreatif, dan berdaya saing di era digital.

“Mahasiswa FILKOM UNUSIDA tidak hanya dibekali teori, tetapi juga kompetensi terapan dan sertifikasi internasional. Kami telah bekerja sama dengan AMD dan XD untuk sertifikasi di bidang pengembangan game dan teknologi digital,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Filkom UNUSIDA memiliki banyak capaian di tingkat internasional, di antaranya juara dalam ajang Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) dan kompetisi inovasi digital di berbagai negara.

“Mahasiswa kami tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tapi juga internasional. Ini bukti bahwa UNUSIDA mampu mencetak talenta digital yang kompeten dan siap bersaing secara global,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para siswa SMK Sunan Ampel Porong juga diajak berkeliling kampus dan mengunjungi laboratorium kreatif Program Studi DKV. Mereka disambut oleh mahasiswa DKV UNUSIDA yang menampilkan berbagai karya inovatif dalam mini pameran hasil karya tugas akhir.

Pameran Visualistation VIII DKV Unusida (Foto: Istimewa)

DKV UNUSIDA Sukses Gelar Pameran Visualistation XIII, Padukan Kearifan Lokal dan Semangat Modern

Sidoarjo – Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) sukses menggelar pameran tahunan bertajuk Visualistation XIII yang kali ini mengusung tema ‘Javanism in Modernization‘ yang dipusatkan di Rumah Budaya Sidoarjo, Jum’at-Ahad (25-27/7/2025). Acara yang berlangsung meriah ini menjadi wadah kreatif mahasiswa untuk mengekspresikan perpaduan nilai-nilai budaya Jawa dengan unsur modernitas melalui beragam karya visual dan pertunjukan seni.

Pameran ini tidak hanya menampilkan hasil karya dan eksplorasi visual mahasiswa, tetapi juga diramaikan dengan berbagai kegiatan interaktif yang melibatkan publik. Beberapa contoh karya seni dipamerkan Visualistation XIII diantaranya poster budaya, motion graphic, desain kemasan produk lokal, fotografi, karakter wayang modern, katalog desain merchandise, hingga typography aksara jawa modern.

Tak hanya pameran karya, beragam agenda turut menghidupkan suasana Visualistation XIII, di antaranya:

  • Lomba Live Art dan Live Mural yang memperlihatkan langsung proses kreatif seniman muda dalam menginterpretasikan tema ‘Javanism in Modernization‘,

  • Seminar Menggambar Ilustrasi yang diisi oleh ilustrator profesional dan memberikan wawasan tentang teknik, karakter, dan visual storytelling,

  • Talkshow DKV yang menghadirkan praktisi industri kreatif untuk berbagi pengalaman dan perkembangan dunia desain saat ini,

  • Talkshow Branding yang membahas strategi branding kontemporer yang tetap menghargai identitas budaya lokal,

  • Talkshow Kebudayaan Jawa, sebagai bentuk refleksi pentingnya melestarikan budaya di tengah arus globalisasi,

  • Blind Date Art, sebuah konsep interaktif yang mempertemukan pengunjung dengan karya seni secara acak, membangun pengalaman emosional yang unik,

  • Stand-up Comedy yang memberikan sentuhan hiburan ringan dan menyegarkan,

  • Live Music dari musisi lokal dan mahasiswa yang turut menghidupkan suasana malam akhir pameran ini.

Ketua Himpunan Mahasiswa DKV UNUSIDA, Muhammad Ainul Falah menyampaikan bahwa tema tahun ini dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Jawa yang tetap relevan meskipun zaman terus bergerak maju.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal tidak harus terpinggirkan oleh modernisasi. Justru, keduanya bisa saling melengkapi dan menghasilkan karya yang kaya makna,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).

Ia mengungkapkan, Pameran Visualistation XIII ini menjadi bukti bahwa mahasiswa DKV tidak hanya piawai dalam desain, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan kemampuan merespons isu-isu kontemporer.  Menurutnya, pameran ini bukan sekadar ajang unjuk karya, melainkan juga menjadi media eksplorasi identitas dan refleksi nilai-nilai lokal yang dibingkai dalam bahasa visual yang relevan dengan zaman.

Melalui tema Javanism in Modernization ini yang menjadi wujud kegelisahan sekaligus harapan para desainer muda dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan adaptif di tengah perkembangan teknologi dan gaya hidup global. Dengan perpaduan budaya dan modernitas, acara ini mendapat sambutan antusias dari pengunjung umum, pegiat seni, hingga akademisi.

“Kami ingin membuktikan bahwa budaya Jawa bukan sesuatu yang kuno atau usang, tapi justru bisa menjadi inspirasi utama dalam menciptakan karya-karya desain yang progresif dan bermakna,” ungkapnya. (MY)

Sertifikasi BNSP Filkom UNUSIDA bekerja sama dengan KOMDIGI (Foto: Humas UNUSIDA)

Cetak Junior Cyber Security dan Junior Graphic Designer, FILKOM UNUSIDA Gandeng KOMDIGI Gelar Sertifikasi BNSP Untuk Mahasiswa

Sidoarjo – Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjalin kolaborasi strategis dengan Komunitas Digital Indonesia (Komdigi) dalam program Vocational School Graduate Academy (VSGA). Melalui kerja sama ini, mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual (DKV) mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di dua bidang unggulan, yaitu Junior Cyber Security dan Junior Graphic Designer.

Program sertifikasi ini disambut dengan antusias oleh mahasiswa dalam mengikuti sertifikasi hingga selesai. Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, M.T, menyampaikan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja seperti ini merupakan langkah konkret dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif dan kompeten.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi yang terjalin. Ini adalah bentuk nyata dari link and match antara kampus dan kebutuhan industri. Mahasiswa kami mendapatkan upskilling langsung dari mitra profesional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Rektor 3 UNUSIDA, H Ali Masykuri, M.Pd.I menegaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan bagian dari implementasi peningkatan kualitas lulusan kampus. Menurutnya, dengan langkah ini UNUSIDA kembali membuktikan komitmennya sebagai kampus unggul dan adaptif, menjawab tantangan zaman serta terus mendorong kemajuan mahasiswanya dalam skala nasional dan global.

“Kami sangat bangga kepada para mahasiswa yang terlibat. Ini bukan hanya tentang mendapatkan sertifikat, tapi juga tentang kesiapan menghadapi tantangan di dunia kerja. Sertifikasi ini menjadi nilai tambah yang signifikan,” tegasnya.

Ia menyebutkan UNUSIDA yang kini tengah berkembang pesat, baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya manusia. Pihaknya terus menunjukkan komitmen dalam menghadirkan lulusan berkualitas dan siap bersaing. FILKOM UNUSIDA sebagai pilar digitalisasi kampus, memainkan peran penting dalam transformasi kampus digital tersebut.

Program VSGA ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, namun juga penguatan soft skill dan wawasan dunia industri yang sangat dibutuhkan saat ini. Mahasiswa yang lolos sertifikasi akan memiliki keunggulan kompetitif dalam mencari pekerjaan maupun membuka peluang usaha di era digital. Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan ini dengan optimal.

“Tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan seperti ini. Sertifikat BNSP adalah modal penting, dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (MY)

Alumni DKV UNUSIDA, Hadi Mukhlasin saat menjadi narasumber Workshop Digital Marketing HIMASI UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Workshop Digital Marketing HIMA Sistem Informasi UNUSIDA, Bahas Peluang Cuan di Era AI

Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Workshop Digital Marketing bertajuk ‘Panen Cuan di Era AI’, Jumat (11/7/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Hall Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA kali ini mendatangkan Alumni Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV)  UNUSIDA, Hadi Mukhlasin sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Hadi menjelaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) telah menjadi alat yang sangat penting dan efektif dalam mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk dalam dunia bisnis dan pemasaran digital. Menurutnya, AI tidak hanya mempermudah proses kerja, tetapi juga membuka peluang cuan melalui konten kreatif, branding UMKM, hingga pengelolaan akun bisnis online.

“AI bisa digunakan untuk membuat konten, menyusun strategi pemasaran, bahkan membantu UMKM dalam branding produk atau jasa mereka secara digital. Asalkan kita tahu cara pakainya dan paham target pasar, AI bisa menjadi senjata ampuh di era sekarang,” jelasnya.

Hadi yang sehari-sehari juga sebagai konten kreator, mengungkapkan bahwa pemanfaatan AI memiliki peluang besar untuk mendatangkan penghasilan tambahan di era digital saat ini. Ia menuturkan bahwa pemanfaatan AI menjadi peluang emas bagi para pelaku industri kreatif, khususnya di era digital yang sangat kompetitif seperti sekarang.

“AI bukan sekadar tren, tetapi alat yang bisa membantu kita bekerja lebih cepat, efisien, dan bahkan membuka sumber penghasilan baru,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong peserta workshop untuk mulai mempelajari AI lebih dalam, memahami fungsinya, serta terus mengasah kemampuan berpikir kreatif. Selain untuk personal branding, AI juga sangat potensial dimanfaatkan untuk branding organisasi agar lebih dikenal luas melalui platform digital.

“Semoga workshop digital kali ini dapat membuka wawasan mahasiswa UNUSIDA mengenai potensi teknologi AI dalam dunia pemasaran dan kewirausahaan digital,” harapnya.

Hadi menyebutkan bahwa saat ini banyak platform AI yang bisa digunakan untuk membuat konten visual, copywriting, desain produk, hingga video dalam waktu singkat. Hal ini memudahkan kreator untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin cepat dan dinamis.

“Dengan menggabungkan kemampuan desain yang saya pelajari di kampus dan teknologi AI, saya bisa menjangkau lebih banyak klien, menyelesaikan lebih banyak proyek, bahkan menjual karya secara online di platform internasional,” terangnya.

Menurut Hadi, mahasiswa memiliki bekal dasar yang sangat kuat dalam berpikir kreatif dan visual. Dengan mempelajari serta memanfaatkan AI secara bijak, para kreator dapat lebih produktif dan mampu bersaing di kancah global. Ia menekankan, mahasiswa untuk terus mengeksplorasi teknologi baru dan tidak takut mencoba hal-hal inovatif.

“Jangan alergi sama teknologi. Justru di situ peluang kita berkembang. Dengan AI, satu ide sederhana bisa dikembangkan jadi karya luar biasa dan bernilai ekonomi,” pungkasnya. (MY)

Pameran Makaryo Tugas Akhir Mahasiswa DKV UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Pameran Ma-Karyo DKV UNUSIDA: Selebrasi Kreativitas Mahasiswa Akhir

Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar pameran tugas akhir bertajuk ‘Ma-Karyo Exhibition’ sebagai bagian dari puncak perjalanan akademik mereka. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, Senin-Kamis (7-9/7/2025) di Lantai 4 Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo.

Ketua Program Studi DKV UNUSIDA, Putra Uji Deva Satrio, menyampaikan bahwa seluruh karya yang dipamerkan adalah bagian dari Tugas Akhir mahasiswa dan menjadi penilaian dalam sidang akhir kelulusan.

Menurutnya, Ma-Karyo tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya seni, tetapi juga membuka ruang dialog antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat mengenai nilai, pesan, dan proses di balik setiap karya. Dengan keberagaman tema dan pendekatan visual, pameran ini menghadirkan pengalaman visual yang inspiratif dan edukatif.

“Ini adalah hasil jerih payah mahasiswa selama menempuh pendidikan. Pameran ini adalah bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus perayaan atas proses panjang mereka dalam menciptakan karya,” tandasnya.

Melalui pameran ini, Ia menegaskan komitmen DKV UNUSIDA menegaskan komitmennya dalam mencetak desainer muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual. Ma-Karyo menjadi bukti nyata bahwa desain bukan sekadar media visual, melainkan sarana untuk menyampaikan pesan yang kuat dan membangun perubahan.

“Alhamdulillah, saya senang dan bangga karena mahasiswa dapat mengemas pameran dengan makna yang mendalam. Hal ini yang menjadi nilai lebih dalam membuat desain visual yang menyampaikan suatu pesan tertentu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pameran ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Bagian Kemahasiswaan UNUSIDA, Mahfudzil Asror, yang menyampaikan rasa bangga atas pencapaian mahasiswa DKV. Melalui pameran ini, keberadaan mahasiswa DKV UNUSIDA dapat membantu branding usaha maupun produk masyarakat menjadi lebih menjual.

“Seni adalah ekspresi jiwa. Setiap karya yang ditampilkan mencerminkan keindahan yang datang dari hati. Ini sejalan dengan sabda Nabi: ‘Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.’ Semoga pameran ini menjadi inspirasi, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas,” tuturnya.

Sementara itu, ketua pelaksana, Muhammad Rif’an Alifudin, menjelaskan bahwa Ma-Karyo merupakan wujud semangat mahasiswa dalam berinovasi serta mengaktualisasikan diri melalui karya-karya desain yang tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga sarat makna.

“Ma-Karyo menjadi simbol bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menciptakan karya yang memiliki cerita dan dampak,” ujarnya.

Ia mengatakan, pameran ini menjasi ajang ekspresi dan representasi hasil proses pembelajaran selama masa studi. Olah karena itu, Ma-Karyo ini menjadi bentuk konkret dari kerja keras, inovasi, dedikasi, dan kreativitas mahasiswa DKV dalam menuangkan gagasan menjadi karya visual yang bermakna.

“Pameran ini bukan sekadar ajang memamerkan karya, melainkan perwujudan semangat, ide, dan kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan solusi visual atas isu-isu aktual melalui media desain,” katanya.

Ia menjelaskan, Ma-Karyo merupakan akronim dari Mahasiswa Akhir dan karya dalam Bahasa Jawa. Secara filosofis, kata ini juga bermakna berkarya atau bekerja, mencerminkan proses panjang mahasiswa dalam berpikir, merancang, dan mencipta.

Karya yang dipamerkan hadir dalam berbagai medium: mulai dari perancangan identitas visual, kampanye sosial, desain media digital, UI/UX, ilustrasi, hingga eksperimen visual. Setiap karya bukan hanya menonjolkan aspek estetis, tetapi juga mengandung pesan, fungsi, dan nilai strategis dalam konteks komunikasi visual.

Pameran ini menjadi bukti kemampuan mahasiswa DKV UNUSIDA dalam mengeksekusi ide menjadi karya yang bernilai. Lebih dari itu, Ma-Karyo menjadi ruang transisi dari dunia akademik ke ranah profesional, di mana mahasiswa menunjukkan identitas kreatif dan kesiapan mereka untuk berkontribusi di industri kreatif.

“Dengan semangat berkarya untuk berdampak, pameran ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Harlah ke-11 UNUSIDA yang terus mendukung tumbuhnya talenta muda kreatif dan inovatif,” pungkasnya. (MY)