Pos

Flyer Ucapan UNUSIDA Raih Predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025 (Foto: Istimewa)

UNUSIDA Raih Predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025: Bukti Penguatan Tata Kelola Kemahasiswaan yang Akuntabel dan Berdaya Saing

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada tahun 2025. Berdasarkan surat resmi nomor 4744/B2/DT.01.01/2025, UNUSIDA berhasil meraih predikat Baik Sekali dalam Sistem Informasi dan Tata Kelola Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek). Capaian ini menegaskan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya sekaligus menempatkan UNUSIDA sejajar dengan perguruan tinggi lain yang memiliki tata kelola kemahasiswaan unggul.

Wakil Rektor 3 UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam terhadap seluruh civitas akademika atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan predikat ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari biro, program studi, dosen pembimbing, hingga organisasi mahasiswa yang aktif berkegiatan dan berprestasi.

“Alhamdulillah, predikat SIMKATMAWA UNUSIDA naik menjadi Baik Sekali, bersama dengan UNUSA. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen UNUSIDA dalam membangun sistem tata kelola kemahasiswaan yang unggul, akuntabel, dan berdampak bagi mahasiswa. Terima kasih atas kerja keras seluruh civitas academica. Mari terus bergerak maju, tumbuh bersama, dan berprestasi lebih tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, M.Pd., menguraikan langkah strategis yang ditempuh dalam meningkatkan kualitas pelaporan serta tata kelola SIMKATMAWA. Strategi tersebut meliputi:

  • Penguatan koordinasi dengan tim internal dan program studi untuk memastikan data lengkap dan tepat waktu.

  • Standarisasi prosedur pelaporan, melalui penyusunan panduan teknis dan penetapan timeline yang terstruktur.

  • Monitoring dan evaluasi berkala agar data yang dilaporkan akurat, relevan, dan sesuai indikator penilaian.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan predikat SIMKATMAWA tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga memberi efek domino bagi kualitas institusi.

Dampak pada Akreditasi Institusi dan Reputasi Publik

Fajar menjelaskan bahwa SIMKATMAWA memuat berbagai komponen pelaporan, mulai dari prestasi mahasiswa tingkat kementerian maupun non-kementerian, kegiatan mandiri di luar kampus, program MBKM, aktivitas Organisasi Mahasiswa (Ormawa) serta program pengembangan karier dan kompetensi.

“Dengan meningkatnya peringkat SIMKATMAWA, beberapa indikator akreditasi institusi otomatis terpenuhi sehingga menjadi modal kuat untuk akreditasi berikutnya. Selain itu, capaian ini meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik karena prestasi dan kinerja mahasiswa mencerminkan kualitas pendidikan serta pembinaan di UNUSIDA,” jelasnya.

Fasilitasi Ormawa agar Lebih Produktif dan Relevan

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menyebutkan bahwa selama ini pihaknya juga memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa melalui berbagai dukungan, mulai dari pendampingan rutin agar program kerja selaras dengan indikator SIMKATMAWA dan instrumen akreditasi, pelatihan dan workshop manajemen organisasi, kepemimpinan, dan penyusunan program kegiatan, dukungan administratif dan pendanaan agar kegiatan terdokumentasi dengan baik, hingga rutin menggelar rapat koordinasi serta monitoring-evaluasi berkala untuk memastikan kegiatan ormawa lebih terarah dan berdampak.

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kegiatan mahasiswa tidak hanya berjalan, tetapi juga memberi nilai strategis bagi perkembangan institusi.

Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya organisasi mahasiswa. Sebab, predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025 menjadi tonggak penting bagi UNUSIDA dalam memperkuat tata kelola kemahasiswaan yang lebih profesional, partisipatif, dan berorientasi prestasi. Capaian ini bukan akhir, tetapi awal dari langkah baru menuju universitas yang unggul dan berdaya saing nasional.

“Terima kasih atas kerja keras dan kolaborasi semua pihak, termasuk pengurus Ormawa yang telah menjalankan program kerja sesuai target. Jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan, memperkuat sinergi, dan menjaga konsistensi kinerja agar UNUSIDA semakin berprestasi dan berdaya saing,” pesannya. (MY)

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Perkuat Kapasitas Relawan Muda (Foto: UKM KSR PMI UNUSIDA)

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Perkuat Kapasitas Relawan Muda

SIDOARJO – Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (UKM KSR-PMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kapasitas mahasiswa melalui kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama yang diselenggarakan di Markas PMI Kabupaten Sidoarjo, Ahad (9/11/2025) lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mencetak relawan muda yang kompeten, bertanggung jawab, serta siap bertindak cepat dalam situasi darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Pelatihan yang diikuti puluhan anggota aktif dan calon anggota KSR-PMI UNUSIDA tersebut menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus keterampilan praktis terkait penanganan keadaan darurat. Pertolongan pertama sering menjadi penentu keselamatan seseorang sebelum mendapat tindakan medis lanjutan. Karena itu, kehadiran relawan yang terlatih dan memahami teknik yang benar sangat dibutuhkan di berbagai situasi, terlebih di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan potensi risiko kecelakaan yang tak terduga.

Sejak pagi, peserta telah memadati aula pelatihan Markas PMI Sidoarjo dengan antusiasme tinggi. Kegiatan diawali dengan pengenalan dasar mengenai prinsip-prinsip pertolongan pertama, peran relawan, hingga etika penanganan korban. Tim instruktur dari PMI Kabupaten Sidoarjo, yang dikenal berpengalaman dalam dunia medis dan penanganan kebencanaan, memberikan materi secara sistematis dan mudah dipahami, baik bagi peserta baru maupun anggota yang sudah lebih dulu bergabung. Para instruktur tidak hanya memberikan teori, namun juga menekankan pentingnya ketenangan, kecepatan, dan ketepatan dalam mengambil tindakan ketika menghadapi korban kecelakaan.

Dalam sesi teori, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai langkah awal penanganan kecelakaan, mulai dari metode pemeriksaan respons korban, teknik memanggil bantuan, hingga cara mengamankan lokasi agar proses pertolongan dapat dilakukan dengan aman. Instruksi mengenai jenis-jenis luka, penanganan pendarahan, hingga cara memberikan bantuan pada korban tidak sadarkan diri turut menjadi bagian penting dalam materi tersebut. Peserta kemudian diarahkan untuk memahami kondisi-kondisi darurat yang paling sering terjadi di lingkungan kampus, seperti cedera saat olahraga, kecelakaan ringan, hingga situasi medis mendadak yang memerlukan respons cepat.

Memasuki sesi praktik, suasana semakin dinamis. Peserta berkesempatan mempraktikkan langsung berbagai teknik pertolongan pertama yang telah dipelajari. Instruktur PMI memberikan demonstrasi terkait pembalutan luka, penanganan pendarahan, teknik memasang bidai pada anggota tubuh yang patah, hingga cara aman memindahkan korban dari lokasi kejadian. Tidak sedikit peserta yang awalnya tampak gugup, namun seiring berjalannya waktu mulai menunjukkan kepercayaan diri dalam mempraktikkan langkah-langkah tersebut bersama tim kecil masing-masing.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah simulasi kasus lapangan. Dalam simulasi ini, peserta dihadapkan pada skenario seolah-olah sedang menangani korban kecelakaan secara nyata. Mereka harus melakukan asesmen situasi, melakukan tindakan pertolongan pertama sesuai prosedur, hingga bekerja sama dalam tim untuk menyelamatkan “korban”. Suasana simulasi dibuat semirip mungkin dengan kondisi di lapangan, sehingga peserta dapat memahami pentingnya kerja cepat, komunikasi efektif, dan ketelitian saat memberikan pertolongan.

Ketua UKM KSR-PMI UNUSIDA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan agenda tahunan yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter relawan muda yang tanggap dan terampil. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan kesiapsiagaan anggota KSR dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki potensi besar untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kebencanaan, sehingga pelatihan seperti ini menjadi landasan penting sebelum mereka terjun langsung ke lapangan.

Lebih dari sekadar memenuhi agenda tahunan, pelatihan ini juga menjadi wujud nyata pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas relawan. Mahasiswa yang terlatih diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat sekitar. Selain itu, keberadaan relawan KSR UNUSIDA yang kompeten dapat mendukung berbagai kegiatan kampus dan kemanusiaan, terutama dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Kegiatan pelatihan juga mendapatkan apresiasi dari pihak PMI Kabupaten Sidoarjo. Mereka menilai bahwa UNUSIDA merupakan salah satu kampus yang aktif mendukung pengembangan kompetensi pertolongan pertama bagi mahasiswa. Menurut tim instruktur PMI, semakin banyak relawan muda yang terampil, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat dalam upaya mengurangi risiko cedera dan mempercepat penanganan keadaan darurat.

Di akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman mereka mengenai materi yang telah disampaikan. Evaluasi dilakukan melalui diskusi, tanya jawab, dan uji praktik, sehingga peserta benar-benar dapat memastikan bahwa teknik yang dilakukan sudah sesuai prosedur keselamatan. Tidak sedikit peserta yang merasa bahwa pelatihan ini membuka cara pandang baru mengenai pentingnya pertolongan pertama.

Salah satu peserta menyampaikan kesan bahwa pelatihan ini membuatnya lebih percaya diri dalam menghadapi situasi darurat. “Biasanya saya bingung kalau melihat ada orang terluka, tetapi setelah pelatihan ini saya jadi tahu tindakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan,” ujarnya.

Pelatihan Pertolongan Pertama yang diselenggarakan UKM KSR-PMI UNUSIDA ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan dan memperluas pengalaman mereka dalam bidang kemanusiaan. Dengan bekal kemampuan teknis dan mental yang kuat, mahasiswa dapat menjadi bagian dari relawan yang sigap, berpengetahuan, dan siap memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pembagian sertifikat yang menandai komitmen para peserta untuk menjadi relawan muda yang lebih siap menghadapi keadaan darurat. Ke depan, UKM KSR-PMI UNUSIDA berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan lanjutan, menjalin kerja sama dengan PMI, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat dalam bidang kebencanaan dan kesehatan.

 

Penulis: Afidatul Aliyah

Siti Nur Aini, M.Pd: Bangga Jadi Bagian dari UNUSIDA, Kampus yang Membentuk Karakter dan Kompetensi 1

Siti Nur Aini, M.Pd: Bangga Jadi Bagian dari UNUSIDA, Kampus yang Membentuk Karakter dan Kompetensi

Sidoarjo – “Pengalaman berkuliah di UNUSIDA bukan hanya momen belajar dan berdialektika di dalam kelas. Tetapi banyak sekali pengalaman, dari segi keilmuan, sarana prasarana, dan tidak kalah menarik di UNUSIDA juga jajaran civitas akademiknya yang berkualitas. Saya bangga menjadi alumni UNUSIDA, semoga UNUSIDA semakin maju dan berkualitas.”
Demikian ungkapan yang disampaikan oleh Siti Nur Aini, M.Pd, alumni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), ketika mengenang masa-masa kuliahnya di kampus yang telah membentuk jalan karier dan kehidupannya saat ini.

Bagi Aini, sapaan akrabnya, UNUSIDA bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang belajar kehidupan. Di kampus ini, ia menemukan arti sejati dari proses, perjuangan, dan nilai-nilai yang menuntun dirinya menjadi pendidik yang berintegritas.

Belajar Lebih dari Sekadar di Dalam Kelas

Siti Nur Aini menuturkan bahwa perjalanan studinya di UNUSIDA tidak berhenti pada tumpukan teori atau diskusi di ruang kuliah. Ia justru banyak belajar dari dinamika interaksi antar mahasiswa, kegiatan kampus, serta berbagai kesempatan pengabdian masyarakat yang menjadi bagian integral dari sistem pendidikan di UNUSIDA.

“UNUSIDA mengajarkan kami untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Saya banyak belajar bagaimana mengelola emosi, bekerja sama, dan berpikir kreatif dalam menghadapi tantangan di dunia nyata,” ujarnya.

Di bawah bimbingan para dosen PGSD yang berpengalaman, Aini belajar memahami dunia pendidikan dasar secara utuh—bagaimana cara menumbuhkan karakter siswa, merancang pembelajaran aktif, hingga menggunakan media digital dalam proses belajar mengajar.
Semangat dosen-dosen UNUSIDA yang selalu terbuka dan dekat dengan mahasiswa menjadi inspirasi tersendiri baginya. “Para dosen bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing yang menuntun dengan hati,” tambahnya.

Sarana dan Prasarana yang Mendukung Proses Belajar

Bagi Aini, salah satu keunggulan UNUSIDA adalah keseriusannya dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Fasilitas kampus yang representatif, laboratorium microteaching, ruang diskusi yang nyaman, serta dukungan digital learning environment menjadi pengalaman berharga selama kuliah.

“Sebagai mahasiswa PGSD, kami sering melakukan praktik mengajar di laboratorium pembelajaran. Fasilitas yang lengkap membuat kami lebih percaya diri ketika terjun langsung ke sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, UNUSIDA juga terus berinovasi dalam pengembangan sistem pembelajaran. Penggunaan teknologi digital dan pendekatan student-centered learning membuat mahasiswa terbiasa berpikir mandiri dan aktif. “Saya merasakan langsung bagaimana dosen-dosen UNUSIDA menekankan pentingnya kreativitas dan literasi digital. Itu sangat berguna ketika saya mulai mengajar,” lanjutnya.

Civitas Akademika yang Profesional dan Humanis

Siti Nur Aini juga mengapresiasi peran besar civitas akademika UNUSIDA yang memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan mahasiswa. Ia mengakui, suasana akademik di kampus terasa hangat dan kekeluargaan, namun tetap menjunjung profesionalitas.

“Hubungan antara dosen dan mahasiswa di UNUSIDA sangat dekat. Kami tidak segan untuk berdiskusi atau meminta bimbingan di luar jam kuliah. Para dosen memberikan contoh nyata tentang bagaimana menjadi pribadi yang rendah hati namun berwawasan luas,” kenangnya.

UNUSIDA, menurutnya, bukan hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk insan berkarakter. Nilai-nilai ke-NU-an seperti tawadhu’, mandiri, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat menjadi ruh dalam setiap kegiatan akademik.
“Nilai itu yang terus saya bawa hingga kini. Dalam mengajar anak-anak, saya belajar menanamkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan seperti yang saya dapatkan di kampus,” ucapnya.

Menjadi Guru dengan Jiwa Pengabdian

Setelah menyelesaikan studinya, Siti Nur Aini kini berprofesi sebagai pendidik di salah satu sekolah dasar di Sidoarjo. Ia mengaku banyak menerapkan ilmu yang diperoleh dari kampus dalam dunia kerja, terutama dalam hal metodologi pengajaran, komunikasi efektif dengan siswa, serta manajemen kelas.

“Ketika terjun ke lapangan, saya merasa siap. Materi-materi yang saya pelajari di UNUSIDA benar-benar aplikatif. Bahkan, saat menghadapi siswa dengan latar belakang berbeda, saya teringat pembelajaran tentang psikologi anak yang dulu diajarkan dosen,” tuturnya dengan bangga.

Baginya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga bentuk pengabdian. Ia berharap bisa menjadi contoh bagi generasi muda agar tidak berhenti belajar dan terus memberikan manfaat di lingkungannya.
“Saya merasa UNUSIDA menanamkan semangat pengabdian itu. Kami tidak hanya diajarkan untuk menjadi cerdas, tetapi juga untuk bermanfaat,” katanya.

Bangga Menjadi Bagian dari UNUSIDA

Bagi Aini, gelar yang ia sandang kini adalah hasil kerja keras, doa, dan dukungan lingkungan kampus yang positif. Ia menilai UNUSIDA telah menjadi tempat yang ideal bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi berilmu dan berakhlak.

“Saya bangga menjadi alumni UNUSIDA. Kampus ini bukan hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk karakter dan kompetensi. Harapan saya, semoga UNUSIDA terus maju, semakin berkualitas, dan melahirkan lebih banyak lulusan yang siap berkontribusi untuk bangsa,” tutupnya.

UNUSIDA: Kampus yang Terus Berkembang

Sejak berdiri, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo telah konsisten membangun reputasi sebagai kampus yang unggul dalam bidang akademik, riset, dan pengabdian masyarakat. Melalui berbagai inovasi pembelajaran, peningkatan akreditasi, dan penguatan jejaring kerja sama dengan dunia industri dan lembaga pendidikan, UNUSIDA terus berkomitmen menjadi kampus unggul yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Semangat alumni seperti Siti Nur Aini, M.Pd menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA tidak hanya mengantarkan mahasiswa menuju gelar akademik, tetapi juga membekali mereka dengan karakter, etika, dan kemampuan untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“UNUSIDA bukan sekadar tempat kuliah,” kata Aini menutup kisahnya, “tetapi tempat di mana cita-cita dan nilai-nilai kehidupan saya dibentuk. Saya akan selalu bangga menjadi bagian dari keluarga besar UNUSIDA.”

UNUSIDA Cetak Alumni Inspiratif, Imam Santoso Wahyu Nugroho Kini Sukses Jadi Pengawas Lapangan BPVP Banyuwangi 2

UNUSIDA Cetak Alumni Inspiratif, Imam Santoso Wahyu Nugroho Kini Sukses Jadi Pengawas Lapangan BPVP Banyuwangi

Sidoarjo – Setiap alumni memiliki kisah inspiratif yang bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Begitu pula dengan perjalanan Imam Santoso Wahyu Nugroho, S.Kom., alumni Program Studi Teknik Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang lulus pada tahun 2021 dan kini berkarier sebagai Pengawas Lapangan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi. Perjalanan Imam adalah gambaran nyata bagaimana kerja keras, ketekunan, serta pengalaman berorganisasi dan akademik selama kuliah dapat menjadi bekal penting untuk meniti karier di dunia profesional.

Sejak awal kuliah, Imam sudah memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi informasi. Ia menuturkan bahwa pilihannya masuk Prodi Teknik Informatika UNUSIDA didorong oleh keyakinan bahwa teknologi adalah bidang yang selalu berkembang dan akan terus dibutuhkan. Ketertarikan itu mendorongnya untuk terus belajar, mendalami materi perkuliahan, sekaligus mencari pengalaman di luar kelas. Kini, setelah beberapa tahun lulus, Imam dipercaya untuk bekerja sebagai pengawas lapangan di BPVP Banyuwangi, sebuah lembaga pelatihan di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang fokus pada peningkatan keterampilan dan produktivitas tenaga kerja. Dalam posisinya, Imam bertanggung jawab memastikan kelancaran berbagai program pelatihan, mengawasi teknis pelaksanaan di lapangan, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kegiatan berjalan sesuai standar. “Bekerja di BPVP Banyuwangi memberikan saya banyak pengalaman baru. Tugas saya bukan hanya sekadar mengawasi, tetapi juga belajar memahami karakter orang, bagaimana mengelola tim, serta memastikan target pelatihan tercapai. Itu semua membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan,” ujarnya.

Dibalik pencapaian tersebut, Imam tidak lupa mengenang masa-masa kuliahnya di UNUSIDA. Ia mengaku salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat harus rela mengerjakan tugas hingga larut malam, bahkan sampai dini hari. “Kalau ditanya yang paling berkesan, tentu saya ingat betul momen-momen begadang demi tugas. Kadang saya dan teman-teman harus menyelesaikan project pemrograman atau laporan praktikum sampai tengah malam. Walaupun lelah, justru dari situlah saya belajar arti tanggung jawab dan kerja sama,” kenangnya sambil tersenyum. Pengalaman itu ternyata menjadi bekal berharga dalam dunia kerja. Tekanan deadline, tuntutan ketelitian, dan kemampuan mengatur waktu yang dilatih selama masa kuliah benar-benar terpakai ketika ia menghadapi tantangan di pekerjaannya sekarang. “Rupanya begadang mengerjakan tugas waktu kuliah itu semacam simulasi kecil untuk kehidupan kerja sekarang,” tambahnya.

Menurut Imam, UNUSIDA tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang mendukung alumninya di dunia kerja. Ia merasakan betul bagaimana para dosen di Prodi Teknik Informatika selalu memberikan dorongan untuk berpikir kritis, disiplin, serta terbuka terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, kegiatan organisasi dan forum diskusi di kampus juga membentuk kepribadiannya. Dari situ, ia belajar bagaimana bekerja dalam tim, bagaimana menyampaikan ide dengan baik, dan bagaimana menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Semua itu sangat relevan dengan pekerjaan yang ia jalani sekarang, di mana komunikasi dan kolaborasi menjadi hal utama. Imam juga menilai bahwa dukungan dosen yang selalu terbuka untuk diskusi adalah salah satu kekuatan UNUSIDA. Para pengajar tidak hanya membimbing mahasiswa dalam perkuliahan, tetapi juga mendorong mereka untuk berani mencoba hal-hal baru dan mengembangkan potensi diri.

Sebagai alumni, Imam tidak lupa memberikan pesan motivasi kepada adik-adiknya di UNUSIDA. Ia menekankan bahwa masa kuliah adalah waktu yang sangat berharga untuk membangun bekal masa depan. Menurutnya, mahasiswa sebaiknya tidak hanya kuliah untuk mengejar nilai, melainkan juga memanfaatkan kesempatan untuk belajar soft skill seperti manajemen waktu, kerja sama tim, dan komunikasi. “Percayalah, semua itu akan sangat berguna ketika kalian sudah terjun ke dunia kerja,” ujarnya penuh semangat. Imam juga berpesan agar mahasiswa tidak takut menghadapi kesulitan. Tugas yang menumpuk, jadwal padat, dan tantangan akademik bukanlah hambatan, melainkan latihan untuk membentuk mental yang kuat. “Kalau kita sudah terbiasa menghadapi tekanan di masa kuliah, kita akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” tegasnya.

Kehadiran Imam di dunia kerja, khususnya di instansi pemerintah seperti BPVP Banyuwangi, menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA telah berhasil mencetak lulusan yang kompeten dan mampu bersaing. Peran alumni seperti Imam juga menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya bahwa dengan usaha, disiplin, dan ketekunan, peluang untuk sukses selalu terbuka lebar. Bagi UNUSIDA, kisah Imam bukan hanya sekadar cerita pribadi, tetapi juga cerminan keberhasilan program pendidikan yang diterapkan. Dengan mengombinasikan teori, praktik, serta pembinaan karakter, kampus berhasil menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan di berbagai bidang pekerjaan.

Kisah perjalanan Imam Santoso Wahyu Nugroho, S.Kom., dari seorang mahasiswa yang rela begadang demi tugas hingga menjadi Pengawas Lapangan BPVP Banyuwangi, adalah inspirasi bagi seluruh mahasiswa UNUSIDA. Semangat, dedikasi, dan kerja kerasnya menunjukkan bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Apa yang ia alami selama kuliah di UNUSIDA menjadi fondasi kokoh dalam membangun karier profesionalnya. Dan kini, ia berdiri sebagai contoh nyata bahwa dengan tekad dan konsistensi, setiap mahasiswa bisa menggapai cita-cita.

UNUSIDA Umumkan Prodi Terbaik dalam Audit Mutu Internal 2025: PGSD, Akuntansi, dan Informatika Raih Juara 3

UNUSIDA Umumkan Prodi Terbaik dalam Audit Mutu Internal 2025: PGSD, Akuntansi, dan Informatika Raih Juara

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2025. Dari keseluruhan program studi yang ada di UNUSIDA, tiga program studi berhasil meraih predikat terbaik, yaitu Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai Juara 1, Program Studi Akuntansi sebagai Juara 2, dan Program Studi Informatika sebagai Juara 3. Pengumuman pemenang dilakukan pada Kamis, 18 September 2025 bertempat di Auditorium UNUSIDA. Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., jajaran wakil rektor, dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa perwakilan organisasi kampus. Penghargaan AMI 2025 diberikan kepada program studi terbaik yang berhasil menunjukkan kinerja unggul dalam aspek akademik, administrasi, penelitian, pengabdian masyarakat, dan tata kelola mutu. Penilaian dilakukan melalui serangkaian audit dokumen, wawancara, observasi, serta verifikasi lapangan oleh tim auditor mutu internal yang ditunjuk oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNUSIDA. Proses audit sendiri berlangsung sejak Agustus 2025, sebelum akhirnya diumumkan dalam acara penghargaan ini. Tujuan utama dari penghargaan ini adalah memberikan apresiasi, menumbuhkan budaya mutu, serta mendorong kompetisi sehat antar prodi di UNUSIDA agar seluruhnya terus melakukan perbaikan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. memberikan apresiasi atas capaian yang diraih tiga prodi terbaik. “Saya sangat bangga dengan kerja keras seluruh program studi yang telah mengikuti AMI tahun ini. Khususnya kepada Prodi PGSD, Akuntansi, dan Informatika yang berhasil menjadi juara terbaik dari keseluruhan prodi di UNUSIDA. Penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menjaga mutu pendidikan. Kami ingin UNUSIDA selalu menjadi rumah akademik yang dipercaya masyarakat karena kualitasnya,” ungkap beliau. Beliau menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa UNUSIDA telah menempatkan sistem mutu sebagai fondasi dalam mengembangkan tridharma perguruan tinggi.Adapun tiga prodi terbaik memiliki keunggulan masing-masing. Prodi PGSD yang meraih Juara 1 dinilai unggul dalam pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan sekolah dasar modern, inovasi pembelajaran, serta kontribusi penelitian dan pengabdian di bidang pendidikan dasar. Prodi Akuntansi yang meraih Juara 2 berhasil memadukan pembelajaran akuntansi dengan teknologi digital, meningkatkan publikasi ilmiah, serta membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri. Sementara itu, Prodi Informatika yang meraih Juara 3 menonjol karena konsistensinya dalam mendorong inovasi teknologi, kolaborasi dengan dunia usaha, serta prestasi mahasiswa di berbagai kompetisi teknologi tingkat nasional.

Penghargaan AMI 2025 tidak hanya memberikan kebanggaan, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap pengembangan UNUSIDA secara menyeluruh. Pertama, penghargaan ini mendorong prodi lain untuk memperbaiki kualitas dan bersaing secara sehat, sehingga tercipta iklim akademik yang dinamis. Kedua, kegiatan ini semakin meneguhkan UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang menjadikan mutu sebagai pilar utama dalam semua aspek tridharma perguruan tinggi. Ketiga, keberhasilan ini akan meningkatkan kepercayaan publik dan mitra eksternal terhadap UNUSIDA, baik dalam bidang akademik maupun kerja sama dengan dunia industri dan pemerintah. Keempat, dengan mutu yang terjaga, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih berkualitas, relevan dengan kebutuhan zaman, dan memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. Kelima, LPMPP UNUSIDA akan terus melakukan pendampingan agar prodi yang belum meraih juara dapat memperbaiki diri, sehingga kualitas meningkat secara merata di seluruh fakultas. Rektor UNUSIDA juga menegaskan bahwa penghargaan AMI akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap program studi memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menjalankan standar mutu perguruan tinggi. “Saya berharap penghargaan ini menjadi penyemangat. Tahun depan, mungkin akan ada prodi lain yang tampil sebagai juara. Yang terpenting adalah bagaimana setiap prodi memiliki komitmen terhadap peningkatan mutu, bukan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi demi mahasiswa, masyarakat, dan masa depan bangsa,” tutup Dr. H. Fatkul Anam, M.Si.

Penghargaan AMI Tahun 2025 yang diberikan kepada Prodi PGSD, Akuntansi, dan Informatika menjadi tonggak penting dalam perjalanan UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen penuh pada budaya mutu. Tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, penghargaan ini juga merupakan cerminan visi besar UNUSIDA untuk mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan pencapaian ini, UNUSIDA semakin memperkuat posisinya di antara perguruan tinggi lain, sekaligus menunjukkan bahwa kualitas dan integritas adalah kunci keberhasilan dalam membangun pendidikan tinggi yang berkelanjutan. (AS)

UNUSIDA Gelar Rapat Persiapan Perkuliahan Gasal Tahun Akademik 2025–2026 4

UNUSIDA Gelar Rapat Persiapan Perkuliahan Gasal Tahun Akademik 2025–2026

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Rapat Persiapan Perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2025–2026 pada Kamis, 19 September 2025 di Auditorium Kampus UNUSIDA, Jalan Lingkar Timur Sidoarjo. Rapat ini dihadiri oleh pimpinan universitas, para dekan, kaprodi, dosen, sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pembelajaran di lingkungan UNUSIDA.

Rapat yang berlangsung selama hampir tiga jam ini diisi dengan berbagai agenda penting, mulai dari evaluasi perkuliahan semester genap tahun akademik sebelumnya, pemaparan rencana strategis peningkatan kualitas akademik, hingga pembahasan implementasi teknologi digital dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Dalam suasana yang hangat namun serius, peserta rapat menunjukkan antusiasme tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya masukan dan diskusi yang berkembang, baik terkait perencanaan kurikulum, pembaruan metode pengajaran, maupun penyesuaian sistem administrasi akademik dengan kebutuhan mahasiswa di era digital.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan semua elemen civitas akademika dalam menghadapi perkuliahan semester gasal. “Persiapan perkuliahan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari komitmen kita untuk memberikan layanan pendidikan terbaik kepada mahasiswa. Kita ingin memastikan bahwa setiap proses pembelajaran berjalan efektif, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya. Beliau juga menambahkan, “Tantangan dunia pendidikan saat ini sangat kompleks. Perubahan teknologi, dinamika sosial, hingga kebutuhan industri menuntut kita untuk selalu sigap dan adaptif. Oleh karena itu, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh unsur universitas harus bahu-membahu dalam menyukseskan semester gasal ini.”

Dalam rapat tersebut, sejumlah poin utama menjadi fokus pembahasan. Pertama, kesiapan kurikulum yang harus terus diperbarui sesuai capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan kebutuhan pasar kerja. Kedua, peningkatan kualitas dosen melalui pelatihan, workshop, dan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi agar perkuliahan lebih interaktif. Ketiga, pemanfaatan teknologi digital seperti Learning Management System (LMS) UNUSIDA, pemanfaatan platform video conference, serta integrasi sistem administrasi akademik. Keempat, evaluasi fasilitas perkuliahan meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan konektivitas internet. Kelima, peningkatan layanan mahasiswa melalui bimbingan akademik, pengembangan diri, serta percepatan layanan administrasi.

Lebih lanjut, Dr. H. Fatkul Anam menegaskan bahwa kesiapan ini adalah bentuk tanggung jawab bersama. “Kualitas sebuah universitas diukur dari bagaimana kita menyiapkan mahasiswa untuk menghadapi dunia nyata. Bukan hanya membekali mereka dengan teori, tetapi juga keterampilan, etika, dan karakter. Rapat ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa seluruh proses akademik kita berjalan sesuai visi UNUSIDA, yaitu mencetak lulusan unggul, berkarakter, dan berdaya saing global,” tegasnya. Beliau juga memberikan motivasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan agar terus menjaga semangat pengabdian. “Kita semua adalah pendidik dan pelayan ilmu. Maka, mari jadikan semester gasal ini sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa UNUSIDA mampu menjadi universitas yang memberi manfaat luas, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa,” pungkas Rektor.

Rapat persiapan perkuliahan ini memberikan dampak signifikan bagi jalannya kegiatan akademik di UNUSIDA. Pertama, memperkuat kolaborasi internal antara pimpinan universitas, dekan, kaprodi, dosen, dan tenaga kependidikan sehingga koordinasi akademik lebih terarah. Kedua, meningkatkan kesiapan teknis dan administratif dengan adanya pemetaan kebutuhan perkuliahan, mulai dari kurikulum hingga fasilitas, sehingga pelaksanaan perkuliahan gasal diproyeksikan berjalan lebih lancar. Ketiga, mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui integrasi teknologi digital dalam perkuliahan agar suasana belajar lebih menarik dan efektif. Keempat, memperkuat reputasi UNUSIDA di mata masyarakat melalui keseriusan mempersiapkan semester baru dengan matang.

Menutup rapat, Rektor menyampaikan harapannya agar seluruh elemen civitas akademika mampu menjaga semangat kolaborasi. Ia optimistis bahwa persiapan yang matang akan berdampak positif pada keberlangsungan proses belajar mengajar. Dengan persiapan yang dilakukan secara menyeluruh, UNUSIDA siap menyongsong Semester Gasal Tahun Akademik 2025–2026 dengan penuh optimisme. Mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga relevan dengan tantangan dunia nyata.

Kabar Membanggakan Tujuh Dosen UNUSIDA Raih Kelulusan Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek 5

Kabar Membanggakan Tujuh Dosen UNUSIDA Raih Kelulusan Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek

Sidoarjo, 17 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak tujuh dosen dari berbagai program studi berhasil lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) Gelombang 1 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bidang Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek).

Ketujuh dosen yang lolos adalah: Erlyna Tri Rohmiatun, S.E., M.A. (Prodi Akuntansi), Machfudzil Asror, S.Pd.I, M.Pd. (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Neny Kurniati, S.Kom., M.T. (Prodi Informatika), Syahri Mu’min, S.Kom., M.T. (Prodi Sistem Informasi), Dr. Novaria L. Jannah, S.Pd., M.Pd. (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Putra Uji Deva Satrio, S.Sn., M.Sn. (Prodi Desain Komunikasi Visual), dan Taqwanur, M.MT. (Prodi Teknik Industri).

Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan profesional bagi tenaga pendidik di perguruan tinggi. Melalui proses seleksi yang ketat, dosen yang lulus dinyatakan layak sebagai tenaga pendidik profesional dan berhak memperoleh tunjangan profesi dari pemerintah. Sertifikasi ini tidak hanya mengukur kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga menjadi tolok ukur kualitas seorang dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hasil kelulusan Serdos Gelombang 1 Tahun 2025 diumumkan secara resmi oleh Kemdikti Saintek pada awal September 2025. Kabar gembira ini menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA semakin berkomitmen meningkatkan kualitas dosen dan mutu pendidikan. Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga indikator meningkatnya kualitas tenaga pendidik di kampus. Dengan bertambahnya jumlah dosen tersertifikasi, UNUSIDA semakin siap bersaing dengan perguruan tinggi lain, baik di tingkat regional maupun nasional.

Kepala Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Lolosnya tujuh dosen UNUSIDA dalam sertifikasi dosen gelombang pertama tahun 2025 menunjukkan bahwa kualitas tenaga pendidik kita semakin diakui. Ini juga menjadi bukti bahwa UNUSIDA memiliki sumber daya manusia yang berkompeten, profesional, dan siap mendukung visi kampus untuk menjadi universitas unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses sertifikasi dosen bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan persiapan, kelengkapan administrasi, serta bukti kinerja dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, kelulusan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi para dosen yang patut diapresiasi bersama. “Serdos ini diharapkan dapat semakin memotivasi para dosen untuk meningkatkan kualitas diri, memberikan kontribusi terbaik dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta membawa kemajuan bagi UNUSIDA tercinta,” tegas Jeziano.

Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA juga memberikan dampak positif yang luas. Dari sisi institusi, kelulusan ini meningkatkan reputasi kampus karena semakin banyak dosen UNUSIDA yang diakui profesionalitasnya. Dari sisi pembelajaran, mahasiswa akan merasakan proses belajar mengajar yang lebih berkualitas karena dosen tersertifikasi memiliki kompetensi yang teruji dalam hal pedagogik dan profesionalisme. Dari sisi kelembagaan, sertifikasi dosen turut memperkuat akreditasi program studi maupun institusi, mengingat Serdos menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi BAN-PT maupun lembaga penjaminan mutu lainnya.

Tidak kalah penting, capaian ini juga menjadi motivasi bagi dosen lain di UNUSIDA untuk terus meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan diri mengikuti sertifikasi pada gelombang berikutnya. Selain itu, dosen yang tersertifikasi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penelitian, pengabdian, serta inovasi yang bermanfaat luas.

Ke depan, UNUSIDA optimis dapat melahirkan lebih banyak dosen profesional yang mampu memberikan kontribusi tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi bangsa dan negara. Jeziano menutup keterangannya dengan penuh harapan. “Kami akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan agar semakin banyak dosen UNUSIDA yang berhasil lolos sertifikasi. Dengan begitu, mutu pendidikan di UNUSIDA akan semakin meningkat dan memberi dampak nyata bagi pembangunan bangsa,” jelasnya.

Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA dalam lulus Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek menjadi bukti komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Capaian ini tidak hanya membanggakan civitas akademika UNUSIDA, tetapi juga menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan bertambahnya jumlah dosen tersertifikasi, UNUSIDA semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang mampu mencetak lulusan unggul, berkarakter, dan adaptif di era global, serta terus bergerak maju membawa kejayaan bagi UNUSIDA tercinta.(AS)

Ayo jadi bagian dari Tim Task Force PMB UNUSIDA! 6

Ayo jadi bagian dari Tim Task Force PMB UNUSIDA!

Hai Sobat NUsantara 👋
Ayo jadi bagian dari Tim Task Force PMB UNUSIDA! ✨

Selain jadi mahasiswa berprestasi, kamu juga bisa berkesempatan jadi tim yang mendukung proses penerimaan mahasiswa baru. Dapatkan banyak manfaat dan pengalaman berharga dengan mendaftar sebagai Tim Task Force PMB UNUSIDA!

📌Syarat dan Ketentuan:
– Mahasiswa aktif UNUSIDA angkatan tahun 2023-2025.
– Memiliki akun media sosial yang aktif.
– Mampu berkomunikasi dengan baik.
– Dapat bekerja sama baik secara tim maupun individu.
– Memiliki kepribadian yang percaya diri, aktif, kreatif, dan inovatif.
– Bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai Tim Task Force PMB.
– Berkomitmen untuk menyelesaikan kegiatan sebagai Tim Task Force PMB selama periode 2024-2025.

📌Benefit yang Didapat:
– Memperluas relasi dan jaringan.
– Meningkatkan soft skill, terutama dalam komunikasi dan kerja tim.
– Mendapatkan pengalaman berharga.
– Memperoleh E-Sertifikat dan Sipoma

Yuk, daftar sekarang di link yang tertera di bio atau langsung klik disini

Jangan sampai ketinggalan, pendaftaran dibuka dari 19-24 September 2025!
Ajak teman-teman kamu yang lain untuk bergabung juga, ya!

 

PAFILIUN FILKOM UNUSIDA 2025, Bekali Mahasiswa Baru Tentang Akademik dan Pengembangan Diri di Dunia Teknologi 7

PAFILIUN FILKOM UNUSIDA 2025, Bekali Mahasiswa Baru Tentang Akademik dan Pengembangan Diri di Dunia Teknologi

Sidoarjo – Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Pengenalan Aktivitas Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA (PAFILIUN) 2025 yang dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA, Rabu-Kamis (17-18/9/2025). Dengan mengangkat tema ‘DIGITOPIA: Membangun Dunia Digital Berbasis Teknologi dan Kreativitas’, acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik dan pengembangan diri di dunia teknologi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I.,memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih Fakultas Ilmu Komputer sebagai tempat menimba ilmu. “Saya sangat mengapresiasi keputusan kalian memilih FILKOM. Di era globalisasi yang sangat maju saat ini, mahasiswa harus proaktif mencari tahu banyak hal tentang kuliah, tidak hanya menerima tapi juga aktif memberi masukan yang membangun,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sikap kritis yang positif serta penggunaan akal pikiran yang disertai dengan etika dan akhlak sebagai mahasiswa UNUSIDA. “Gunakan etika dan akhlak yang baik. Jadilah mahasiswa yang tidak mudah terpancing, tapi berpikir jernih dan bertanggung jawab,” tegasnya. Dekan Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa perkuliahan bukan hanya soal teknologi dan akademik, tetapi juga bagian dari proses membangun diri menjadi manusia yang beriman dan berilmu.

Ia mengutip surah Al-Hujurat sebagai pengingat bahwa orang-orang beriman yang menuntut ilmu akan diberikan derajat yang tinggi oleh Allah SWT. Oleh karena itu, jadikan kampus ini sebagai tempat membangun masa depan berbasis iman dan ilmu “Di sinilah tempat kalian menimba ilmu, mengenal bapak ibu dosen, kakak-kakak kelas, serta menjelajahi ruang-ruang kuliah dan laboratorium. Jadikan pengalaman ini sebagai pijakan awal untuk perjalanan akademik kalian di dunia digital yang terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BEM FILKOM, Fitto Ardiansyah, menuturkan bahwa UNUSIDA sudah menjadi seperti rumah kita, tempat bertumbuh bersama. Menurutnya, PAFILIUN bukan sekadar acara perkenalan kampus, tapi juga bentuk penyambutan yang mengajak mahasiswa baru untuk merasa memiliki tempat dan peran di lingkungan kampus. “Selamat datang dan selamat bergabung di fakultas tercinta kita ini. Hari ini kalian resmi menjadi bagian dari rumah kita bersama,” ucapnya.

Lebih dari itu, PAFILIUN 2025 menjadi bukti bahwa Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA tidak hanya fokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan. “Di Fakultas Ilmu Komputer, kita tidak hanya belajar koding, jaringan, atau data. Kita belajar berpikir kritis, bekerja sama, dan jadi problem solver,” lanjutnya. Ia juga berpesan agar mahasiswa baru menikmati setiap proses, aktif berorganisasi, menjaga kesehatan mental dan fisik, serta membangun kolaborasi. “Mari kita jadikan PAFILIUN ini langkah awal untuk menciptakan suasana fakultas yang seru, kreatif, dan penuh inovasi. Ingat, masa depan teknologi dimulai dari kalian,” pungkasnya. (MY)

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global 8

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global

Malaysia,  10 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali mencatatkan langkah penting dalam upaya internasionalisasi, dengan resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universiti Malaya Wales (UMW), sebuah institusi pendidikan terkemuka di Malaysia. Kesepakatan strategis ini merupakan wujud nyata komitmen UNUSIDA untuk memperluas jaringan akademik, meningkatkan mutu pendidikan, dan menguatkan relevansi riset di tingkat internasional. MoU ini menjadi landasan kerja sama timbal balik antara UNUSIDA dan UMW. Ruang lingkup kerja sama mencakup beragam kegiatan dan program yang berfokus pada kolaborasi akademik, dengan tetap mematuhi ketersediaan dana dan regulasi yang berlaku di masing-masing universitas.

Beberapa poin utama yang akan diimplementasikan antara lain:

  1. Mobilitas Mahasiswa dan Dosen: Kedua belah pihak akan memfasilitasi program pertukaran bagi mahasiswa dan kunjungan bagi akademisi (visiting scholars) untuk memperkaya pengalaman belajar dan mengajar.
  2. Kolaborasi Program Akademik: Kemitraan ini membuka peluang untuk pengembangan program akademik gabungan.
  3. Riset dan Publikasi Bersama: Melakukan kegiatan penelitian kolaboratif yang hasilnya dapat dipublikasikan secara bersama-sama.
  4. Pertukaran Sumber Daya: Berbagi materi akademik dan informasi lain yang bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan.
  5. Pusat Internasional: Mengelola pusat atau unit internasional untuk mendukung program-program kolaborasi.
  6. Kegiatan Ilmiah: Menyelenggarakan kegiatan ilmiah bersama, seperti seminar, pelatihan, konferensi, dan simposium.
  7. Perjanjian ini juga bersifat non-eksklusif, yang memungkinkan kedua universitas untuk menjalin kemitraan dengan institusi lain. Untuk menjamin kelancaran kolaborasi, MoU ini juga mengatur secara rinci perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kerahasiaan informasi, dan mekanisme penyelesaian sengketa, memastikan setiap kegiatan berjalan secara profesional.

Penandatanganan ini melibatkan dua pihak utama. Dari UNUSIDA, diwakili oleh Rektor Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, yang menandatangani dokumen ini sebagai perwakilan institusi. Sementara itu, dari pihak UMW, perjanjian ditandatangani oleh Prof. Dr. Roselina Ahmad Saufi, FCMI. Kehadiran para pimpinan tertinggi ini menunjukkan keseriusan dan komitmen kuat dari kedua universitas dalam mewujudkan kerja sama.Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini secara resmi dilakukan pada 10 September 2025 di Malaysia. Berlangsung di wilayah UMW, menandakan UNUSIDA mengambil peran aktif sebagai mitra internasional.

Menurut Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, kemitraan ini merupakan langkah fundamental untuk mewujudkan visi UNUSIDA sebagai universitas yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah pintu gerbang penting untuk memperluas cakrawala akademik. “Kemitraan dengan UMW ini membuka pintu bagi UNUSIDA untuk memperluas cakrawala akademik. Kami berharap mahasiswa dan dosen kami dapat memperoleh pengalaman internasional yang riil, baik melalui pertukaran, penelitian gabungan, maupun kegiatan akademik lainnya. Perjanjian ini juga merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan standar internasional.”

Perjanjian ini berlaku selama lima tahun, memberikan waktu yang memadai bagi kedua pihak untuk merancang dan melaksanakan program-program kolaboratif. Jika salah satu pihak ingin mengakhiri kerja sama, pemberitahuan tertulis harus disampaikan enam bulan sebelumnya. Sebaliknya, jika ingin memperpanjang, pemberitahuan harus diberikan pada tahun keempat masa kerja sama. Fleksibilitas ini menunjukkan komitmen jangka panjang tanpa mengikat pihak mana pun secara permanen.Dampak dari kemitraan ini akan terasa di berbagai lapisan. Bagi mahasiswa, mereka akan mendapatkan kesempatan berharga untuk berpartisipasi dalam program mobilitas, yang akan memungkinkan mereka belajar di lingkungan baru dan memperluas wawasan budaya. Bagi dosen, kolaborasi ini membuka peluang riset bersama dan publikasi internasional, yang akan meningkatkan profil akademik mereka.

Secara lebih luas, kolaborasi ini diharapkan mendorong inovasi dalam program akademik, menciptakan kurikulum yang lebih relevan dengan standar global. Selain itu, pertukaran materi akademik dan informasi akan memperkaya sumber daya belajar bagi kedua institusi. Semua ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan mutu lulusan UNUSIDA, yang diharapkan semakin kompeten dan siap menghadapi tantangan global.