Pos

pengurus KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA Resmi Dilantik oleh Wakil Rektor 2 UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd. (Foto: Humas UNUSIDA)

Pengurus KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA 2026–2027 Resmi Dilantik, Perkuat Demokrasi Kampus Berintegritas

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan pelantikan pengurus Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Mahasiswa (Bawaslu-M) periode 2026–2027 di Hall Lantai 5 UNUSIDA, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru dalam mengemban amanah sekaligus memperkuat praktik demokrasi yang berintegritas dan bertanggung jawab di lingkungan kampus.

Ketua pelaksana, Fahrul Syah Alam, menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mempersiapkan pengurus baru agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi dengan baik.

Ia menegaskan, pelantikan tersebut merupakan langkah awal dalam mengembangkan amanah demi terwujudnya demokrasi kampus yang menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, Fahrul menyampaikan terima kasih kepada pimpinan universitas, pihak terkait, Presiden Mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia juga mengapresiasi kerja sama dan kontribusi seluruh panitia dalam mempersiapkan acara pelantikan.

“Demokrasi kampus harus dapat menjadi ruang pembelajaran bagi lahirnya pemimpin mahasiswa yang amanah, berintegritas, dan mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan universitas,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, dalam sambutannya menekankan pentingnya kejujuran, keikhlasan, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilihan mahasiswa.

Menurutnya, pengurus KPU-M dan Bawaslu-M yang baru diharapkan mampu membawa suasana demokrasi kampus yang lebih segar, jujur, serta berorientasi pada kepentingan bersama.

“Harus ada kejujuran, ada keikhlasan untuk bekerja dan mengabdi kepada kampus. Untuk itu, kepengurusan yang baru ini diharapkan bisa membawa angin demokrasi yang lebih segar, lebih berkomitmen, dan lebih jujur di kampus yang kita cintai,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa KPU-M memiliki peran penting dalam menyelenggarakan proses pemilihan pemimpin mahasiswa. Sementara itu, Bawaslu-M bertugas mengawasi jalannya proses demokrasi agar berlangsung sesuai dengan prinsip dan ketentuan yang berlaku.

Dr. Ana juga mengingatkan agar seluruh pengurus menghindari praktik-praktik yang dapat mencederai nilai demokrasi, termasuk upaya memengaruhi pilihan melalui pendekatan yang tidak semestinya.

Menurutnya, hal-hal yang terlihat sederhana sekalipun perlu menjadi perhatian agar proses pemilihan mahasiswa tetap berlangsung secara jujur, adil, dan transparan.

“Jangan sampai hal-hal kecil yang dapat mencederai demokrasi itu terjadi. Kita ingin mahasiswa UNUSIDA benar-benar belajar berdemokrasi dengan baik,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Ana turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus KPU-M dan Bawaslu-M periode sebelumnya atas pengabdian yang telah diberikan. Ia juga mengucapkan selamat bertugas kepada kepengurusan periode 2026–2027.

“Kami harap, pelantikan ini menjadi awal bagi penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan di UNUSIDA. Melalui peran KPU-M dan Bawaslu-M, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan integritas dalam praktik organisasi,” pungkasnya.

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Gelar pembelajaran Bahasa Inggris secara rutin setiap hari Senin di SDN Kedungpandan 1. (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Gelar Pembelajaran Bahasa Inggris Rutin di SDN Kedungpandan

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) terus berupaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris secara rutin setiap hari Senin di SDN Kedungpandan 1, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dalam mengenalkan Bahasa Inggris sejak dini melalui metode pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA, Widya Afifuddina, menjelaskan bahwa program tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bekal siswa dalam menghadapi perkembangan zaman. Kemampuan berbahasa Inggris dinilai dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengakses informasi, mengembangkan wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Menurut Widya, pengenalan bahasa Inggris sejak usia dini perlu dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Pembelajaran tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga perlu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan agar siswa merasa nyaman ketika mengenal bahasa baru.

“Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, program ini bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan siswa terhadap bahasa Inggris, juga menumbuhkan generasi muda yang lebih percaya diri, terbuka terhadap pengetahuan baru, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Upaya sederhana yang dilakukan secara konsisten menjadi langkah berarti dalam membangun fondasi pendidikan yang lebih baik bagi masa depan,” jelasnya.

Melalui program ini, tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA terlibat langsung dalam memberikan materi bahasa Inggris dasar kepada para siswa SDN Kedungpandan 1. Materi pembelajaran disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan siswa sekolah dasar sehingga dapat dipahami secara bertahap.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena siswa pada usia sekolah dasar masih berada dalam tahap perkembangan kemampuan dasar berbahasa. Oleh sebab itu, pembelajaran dirancang untuk membantu siswa mengenal kosakata sederhana, memahami pelafalan, serta mulai membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Untuk menciptakan suasana belajar yang menarik, ia dan tim mengedepankan metode pembelajaran interaktif. Kegiatan dilaksanakan melalui pengenalan kosakata, latihan pengucapan, permainan edukatif, serta berbagai aktivitas yang mendorong keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran.

Melalui metode tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar tanpa merasa terbebani oleh suasana kelas yang terlalu formal. Permainan edukatif dan latihan sederhana juga membantu menciptakan interaksi yang lebih dinamis antara mahasiswa dan peserta didik.

Siswa tidak hanya diajak mengenal kata-kata baru dalam bahasa Inggris, tetapi juga didorong untuk mencoba mengucapkannya secara langsung. Proses ini memberikan ruang bagi mereka untuk berlatih, melakukan kesalahan, memperbaiki pengucapan, dan membangun keberanian dalam menggunakan bahasa asing.

Kepercayaan diri menjadi salah satu aspek penting yang ingin ditumbuhkan melalui kegiatan ini. Sebagian siswa mungkin masih merasa ragu ketika diminta mengucapkan kata dalam bahasa yang belum familiar. Dengan suasana belajar yang suportif dan menyenangkan, siswa diharapkan semakin berani mencoba serta tidak takut untuk terus belajar.

Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNUSIDA untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Pengalaman mengajar secara langsung memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan pedagogis dan memahami dinamika pembelajaran di sekolah dasar.

Mahasiswa dituntut untuk mampu menyampaikan materi secara jelas, memilih metode yang tepat, serta membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik. Mereka juga memperoleh pengalaman dalam menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan respons dan kebutuhan siswa selama kegiatan berlangsung.

Wisyda mengaku, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang dipersiapkan untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan. Melalui interaksi langsung dengan siswa, ia dapat memahami bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, komunikatif, dan menyenangkan.

“Program ini memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi tidak hanya dikembangkan untuk kepentingan akademik, tetapi juga diterapkan secara nyata guna membantu menjawab kebutuhan pendidikan di lingkungan sekitar.” tandasnya.

Kegiatan pembelajaran bahasa Inggris tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Senin. Konsistensi ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulang materi, memperkaya kosakata, dan membangun kebiasaan belajar secara bertahap.

Ketua Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA, Zainira Ihsanty berharap pelaksanaan program secara berkelanjutan mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar bahasa Inggris siswa SDN Kedungpandan 1. Melalui pembelajaran yang terarah dan menyenangkan, siswa dapat memiliki fondasi kemampuan berbahasa Inggris yang semakin kuat serta keberanian untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, lebih dari sekadar kegiatan mengajar, program ini menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pendidikan generasi muda. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman belajar tambahan sekaligus menumbuhkan semangat siswa untuk terus mengembangkan kemampuan diri.

“Kami terus mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata. Pembelajaran bahasa Inggris di SDN Kedungpandan 1 menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan siswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA menggelar sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Balai Desa Kedungpandan. (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Edukasi Masyarakat Kedungpandan tentang Pengolahan Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Balai Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Senin (28/9/2026).

Kepala Divisi Lingkungan Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA, Muhammad Hasyim, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah organik. Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran untuk pengolahan yang tepat mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan nilai guna bagi lingkungan sekitar.

Salah satunya sampah rumah tangga merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan setiap hari dari berbagai aktivitas masyarakat. Sisa bahan makanan, kulit buah, sayuran, dan limbah dapur lainnya kerap dianggap tidak memiliki manfaat setelah digunakan. Padahal, apabila dipilah dan diolah dengan benar, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos yang berguna untuk menyuburkan tanaman.

“Pemilahan menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” katanya.

Hasyim menekankan bahwa sampah organik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Penumpukan sampah dapat memicu bau tidak sedap, mengundang hama, serta mengurangi kenyamanan lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu, diperlukan upaya sederhana yang dapat diterapkan masyarakat secara berkelanjutan.

“Salah satu alternatif pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Proses ini memanfaatkan penguraian bahan organik hingga menghasilkan material yang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman,” terangnya.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, ia berharap masyarakat dapat semakin memahami jenis-jenis sampah organik serta pentingnya melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Masyarakat diajak untuk membedakan sampah organik dan anorganik agar proses pengelolaan menjadi lebih mudah dan efektif.

Tidak hanya melalui pemaparan materi, sosialisasi juga dilengkapi dengan praktik pembuatan pupuk kompos secara langsung. Para peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan sederhana yang dapat dimanfaatkan serta tahapan pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Melalui praktik tersebut, ibu-ibu PKK memperoleh kesempatan untuk memahami proses pengomposan secara lebih nyata. Keterlibatan langsung peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus memberikan pengalaman praktis yang bisa diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah tangga.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan bahan yang bermanfaat bagi tanaman.

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di lingkungan kampus, yang juga hadir untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK ini menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

“Kami sebagai mahasiswa, juga turut mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Semoga edukasi ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Kedungpandan,” harapnya.

Mahasiswa UNUSIDA mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yg diselenggarakan Pemkab Sidoarjo. (Foto: Humas UNUSIDA)

Hari Kesaktian Pancasila: Saatnya Mahasiswa Menghidupkan Nilai, Bukan Sekadar Menghafalnya

SIDOARJO — Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober bukan semata-mata momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa. Bagi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), peringatan ini juga dapat menjadi ruang refleksi tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila tetap relevan di tengah tantangan kehidupan generasi muda saat ini.

“Bagi saya, Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar mengenang peristiwa 1965, tetapi menjadi bahan refleksi. Pancasila dulu bertahan karena dijaga bersama. Sekarang tantangannya berbeda, bukan lagi sekadar pemberontakan, tetapi juga sikap apatis, intoleransi, dan korupsi,” ungkap Nelly seorang mahasiswi UNUSIDA, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menghafalkan lima sila. Sebagai bagian dari generasi muda, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk memahami, mengkritisi, dan mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau ada praktik yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila, kita harus berani mengkritisi. Kesaktian Pancasila baru benar-benar terbukti kalau nilainya hidup dalam perilaku kita, bukan hanya dibacakan saat upacara,” ujarnya.

Pengamalan tersebut, lanjutnya, tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Lingkungan kampus justru menjadi tempat paling dekat untuk membangun karakter yang sesuai dengan nilai Pancasila.

Salah satunya adalah menjaga kejujuran dalam proses akademik. Tidak menyontek, tidak melakukan plagiarisme, serta mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri merupakan bentuk sederhana dari membangun integritas. Kejujuran menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang adil dan bertanggung jawab.

“Mulai dari hal yang paling dekat. Jujur ketika mengerjakan tugas dan ujian, tidak menyontek atau melakukan plagiarisme. Integritas itu pondasi keadilan,” jelasnya.

Selain kejujuran, mahasiswa juga perlu membangun budaya berdiskusi dan bermusyawarah. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan kampus. Namun, perbedaan tersebut semestinya tidak menjadi alasan untuk merasa paling benar ataupun merendahkan pandangan orang lain.

Begitu pula dalam pergaulan. Mahasiswa dituntut untuk tidak memilih-milih teman berdasarkan suku, agama, maupun latar belakang organisasi. Lingkungan kampus yang beragam dapat menjadi ruang untuk belajar menghargai perbedaan sekaligus membangun persaudaraan.

“Kalau di kampus saja kita bisa belajar adil dan terbuka, nanti ketika terjun ke masyarakat kita sudah terbiasa menghadapi perbedaan dengan sikap yang dewasa,” tuturnya.

Ia juga menilai bahwa generasi muda yang mencerminkan nilai Pancasila bukan selalu mereka yang melakukan sesuatu dalam skala besar. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar, keberanian bersikap dengan tetap menghormati perbedaan, serta kemauan untuk berkontribusi sesuai bidang masing-masing juga merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila.

“Tidak harus yang besar-besar. Yang penting konsisten dan bermanfaat bagi orang lain,” katanya.

Pada akhirnya, Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat bahwa mencintai Indonesia tidak cukup hanya dengan mengucapkan rasa bangga sebagai warga negara. Kebanggaan tersebut perlu dibuktikan melalui tindakan nyata, dimulai dari lingkungan terdekat.

“Jangan hanya bangga menjadi orang Indonesia, tetapi buktikan melalui tindakan. Pancasila akan benar-benar sakti kalau kita sebagai generasi muda mau menghidupkan nilainya setiap hari, mulai dari lingkungan terdekat,” tuturnya.

Baginya, Pancasila bukan sekadar materi yang dipelajari di ruang kelas atau lima sila yang dihafalkan. Ia menjadi nilai yang diuji melalui kejujuran, kepedulian, sikap menghargai perbedaan, keberanian menyampaikan pendapat, serta kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

“Selamat Hari Kesaktian Pancasila. Saatnya nilai Pancasila hidup dalam tindakan,” pungkasnya.

Momen foto bersama seluruh mahasiswa FILKOM UNUSIDA saat kunjungan industri di OMADATA, Surabaya (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa FILKOM UNUSIDA Kenali Dunia Industri melalui Kunjungan ke Suara Surabaya dan OMADATA

SURABAYA — Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan Kunjungan Industri Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 dengan mengunjungi Radio Suara Surabaya dan OMADATA, Selasa (8/9/2026).

Dekan Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Radio Suara Surabaya dan OMADATA atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa FILKOM UNUSIDA.

“Terima kasih kepada Radio Suara Surabaya dan OMADATA atas kesempatan, ilmu, dan pengalaman yang diberikan kepada mahasiswa FILKOM UNUSIDA,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman belajar di luar kampus seperti kunjungan industri penting untuk memperkaya perspektif mahasiswa. Interaksi langsung dengan praktisi dan lingkungan kerja diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia profesional.

Dr. Arda menjelaskan bahwa kunjungan industri menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring sekaligus mendapatkan gambaran lebih konkret mengenai peluang dan dinamika industri di bidang teknologi informasi.

“Dari ruang kelas menuju dunia industri, dari teori menuju pengalaman nyata,” ujarnya.

Menurut Arda, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FILKOM UNUSIDA dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kunjungan langsung, mahasiswa dapat mengenal lingkungan kerja profesional sekaligus melihat bagaimana teknologi dan kompetensi di bidang ilmu komputer diterapkan dalam praktik.

Kunjungan industri juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengamati proses kerja secara langsung. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri sekaligus membantu mereka menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan profesional di lapangan.

Dengan mengunjungi dua institusi yang bergerak di bidang media dan teknologi, mahasiswa FILKOM UNUSIDA mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung proses kerja maupun pengembangan berbagai layanan industri.

Arda menegaskan bahwa pembelajaran tidak seharusnya hanya berhenti di ruang kelas. Mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan dunia profesional agar memiliki gambaran mengenai tantangan dan peluang yang akan dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara akademis, tetapi juga memiliki gambaran mengenai kompetensi, keterampilan, dan budaya kerja yang dibutuhkan ketika memasuki dunia industri,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi sesuai bidangnya, membangun jejaring profesional, serta mempersiapkan diri menghadapi perkembangan industri teknologi yang terus berubah.

“Kunjungan industri ini menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan proses pendidikan yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan, sehingga lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap berkarya dan berkontribusi di dunia profesional,” pungkasnya.

Penyerahan apresiasi untuk Mahasiswa dan Dosen Berprestasi saat Mujahadah Putaran 4 Tahun 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Momentum Mujahadah, UNUSIDA Beri Apresiasi bagi Dosen dan Mahasiswa Berprestasi

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen pembimbing yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Pemberian apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan kampus atas capaian sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi dan mengukir prestasi.

Apresiasi diberikan kepada mahasiswa dari berbagai program studi yang berhasil meraih juara dalam kompetisi karya ilmiah, inovasi, olahraga, hingga ajang internasional. Momentum tersebut juga menjadi bagian dari upaya UNUSIDA membangun budaya akademik dan kemahasiswaan yang kompetitif, produktif, serta berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa.

Kepala Biro Kemahasiswaan, Karier dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih, tetapi juga sebagai inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

“Apresiasi ini sebagai inspirasi untuk lebih berprestasi sebagai mahasiswa. Semoga capaian yang diraih oleh teman-teman mahasiswa dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” jelasnya usai penyerahan apresiasi dalam Mujahadah UNUSIDA, Jum’at (21/8/2026).

Sejumlah prestasi yang mendapatkan apresiasi di antaranya Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Nasional kategori Sains Indonesia Young Scientist Association (IYSA) 2026 yang diraih Moch. Rifky Sabilul K., Khoirul Anam, dan M. Athaalf Attohir dari Program Studi Informatika dengan dosen pembimbing Mochammad Machlul Alamin, M.Kom.

Prestasi serupa juga diraih M. Rafi Nur Setyawan, A. Raffy Nadjib, dan M. Satrio Rohmatullah dari Program Studi Informatika yang berhasil meraih Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Nasional kategori Sosial IYSA 2026, juga dengan dosen pembimbing Mochammad Machlul Alamin, M.Kom.

Dari Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Maulidatul Qomariyah, Mir’a Tia Musfiro, dan Elysia Hilda Maghfiroh berhasil meraih Juara 1 Karya Terapan dan Inovatif (Karya HKI) dalam Lomba Aksi Inklusi Nasional 2025.

Prestasi lainnya diraih Aininna Halizah Rahma dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang meraih Juara 1 Duta Putri PTNU LPTNU Award 2026.

Di bidang olahraga, Revalina Bilqis Saputri dari Program Studi Akuntansi berhasil meraih Juara 2 Kelas C Dewasa Putri UMSURA National Pencaksilat Championship 2026. Sementara M. Badrun Najah dari Program Studi Manajemen meraih Juara 3 Kelas F Dewasa Putra pada ajang yang sama.

Prestasi di tingkat internasional juga berhasil ditorehkan mahasiswa UNUSIDA. Tim yang terdiri atas Nafi’ Mardiansyah, Rijal Maulana, M. Fathir Firmansyah, Pingkia Angelica T., dan Rizky Octavian R. berhasil meraih Bronze Award dalam Rembau International Innovation & Design Exhibition (RIIDEX), dengan dosen pembimbing Devika Cherly P., S.Mn., M.M.

Sementara itu, M. Azizil Ghofur, Abdulrashid Lawal, Silmi Za’iimah, M. Syauqi Ardani F., dan M. Farid Maulana berhasil meraih Silver Medal dalam Malaysia Invention & Innovation Expo 2026 (University Student Innovator). Tim tersebut dibimbing oleh Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T.

Beragam capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang, baik akademik, inovasi, olahraga, maupun kompetisi internasional.

Fajar menambahkan, prestasi mahasiswa tidak terlepas dari dukungan dosen pembimbing, program studi, fakultas, serta berbagai pihak di lingkungan kampus. Karena itu, apresiasi juga diberikan kepada dosen yang telah mendampingi mahasiswa dalam proses persiapan hingga mengikuti kompetisi.

“Semoga sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing terus diperkuat. Prestasi bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi juga tentang proses belajar, keberanian mencoba, kerja keras, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi,” tambahnya.

Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menjelaskan, pemberian apresiasi ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam menciptakan lingkungan kampus yang mendorong mahasiswa untuk aktif berprestasi. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik UNUSIDA di tingkat nasional maupun internasional.

“Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang berprestasi, kami ingin terus mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, kompetensi, dan daya saing mahasiswa,” pungkasnya.

Rombongan mahasiswa Fakultas Ekonomi berfoto di PT Marifood Semarang (Foto: Humas UNUSIDA)

Company Visit Fakultas Ekonomi UNUSIDA 2026, Perkuat Wawasan Industri dan Kompetensi Mahasiswa

SEMARANG — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan Company Visit FE 2026 sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Akuntansi dan Program Studi Manajemen selama dua hari, Senin-Selasa (27-28/7/2026). Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal dunia industri secara langsung sekaligus memahami penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Muhafidhah Novie, menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk menggali wawasan industri. Mahasiswa tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga aktif berdiskusi dengan pihak perusahaan terkait proses bisnis, tantangan industri, strategi pengembangan perusahaan, hingga peluang karier setelah lulus.

Melalui perpaduan pembelajaran industri dan kegiatan kebersamaan, Fakultas Ekonomi UNUSIDA terus berupaya menciptakan pengalaman pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Diharapkan, mahasiswa mampu berkembang menjadi lulusan yang kompeten, adaptif, profesional, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi dunia usaha dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami secara nyata bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam dunia kerja,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi experiential learning yang mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan pengalaman langsung di lapangan. Interaksi dengan dunia industri juga memberikan pemahaman tentang budaya kerja profesional, kompetensi yang dibutuhkan, serta dinamika persaingan di dunia usaha.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan keberangkatan mahasiswa menuju Semarang. Setibanya di lokasi, rombongan melaksanakan kunjungan industri ke PT Victoria Care Indonesia Tbk – Departemen Oemah Herborist Semarang. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai profil perusahaan, proses produksi produk berbahan alami, inovasi produk, hingga strategi pemasaran.

Mahasiswa juga mendapatkan wawasan penting mengenai standar operasional perusahaan, pengendalian kualitas, serta pentingnya inovasi berkelanjutan dalam menjaga kepercayaan konsumen. Bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi, kunjungan ini memberikan perspektif tentang pengelolaan keuangan perusahaan, sementara mahasiswa Manajemen dapat melihat langsung praktik manajemen operasional dan strategi bisnis.

Setelah agenda industri, mahasiswa melanjutkan kegiatan ke kawasan Simpang Lima Semarang untuk menikmati suasana kota sekaligus mempererat kebersamaan. Pada malam harinya, seluruh peserta beristirahat di Hotel Olympic Semarang.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke PT Marifood Semarang. Mahasiswa kembali memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai proses produksi, pengendalian mutu, manajemen operasional, serta strategi menjaga daya saing produk di pasar.

Kunjungan ini memberikan pemahaman komprehensif bagi mahasiswa terkait efisiensi produksi, pengelolaan sumber daya manusia, serta inovasi sebagai kunci keberhasilan perusahaan. Hal ini sekaligus memperkuat keterkaitan antara teori akademik dengan praktik di dunia industri.

Sebagai penutup, rombongan mengunjungi destinasi wisata New Celosia Bandungan Semarang. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan antar mahasiswa lintas program studi.

Suasana Kunjungan Industri 2026 di PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Gelar Kunjungan Industri 2026, Bekali Mahasiswa dengan Pengalaman Dunia Kerja

GRESIK — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Kunjungan Industri 2026 ke Radio Suara Surabaya dan PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV), Informatika, dan Sistem Informasi.

Mengusung konsep learning beyond the classroom, kunjungan industri ini diikuti oleh mahasiswa FILKOM UNUSIDA untuk memperluas wawasan mengenai implementasi ilmu komputer di sektor media dan industri manufaktur.

Di Radio Suara Surabaya, mahasiswa diajak mengenal lebih dekat proses kerja media profesional, mulai dari mekanisme penyiaran, pengelolaan ruang redaksi, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat.

Sementara itu, di PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk, peserta memperoleh pengalaman mengenai sistem produksi, inovasi, serta manajemen industri manufaktur berskala nasional. Mahasiswa juga diperkenalkan pada penerapan teknologi dalam proses bisnis, pengendalian kualitas produk, hingga budaya kerja yang diterapkan perusahaan.

Selain memperoleh pengetahuan teknis, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja, pengembangan karier, kemampuan adaptasi, serta pentingnya kolaborasi dan inovasi di era transformasi digital.

Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis. Kunjungan industri ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dengan mengenalkan mahasiswa secara langsung pada dunia industri.

“Semoga pengalaman ini menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan lulusan FILKOM UNUSIDA yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.

Melalui kunjungan industri ini, ia terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman, keterampilan, dan kesiapan untuk berkontribusi di dunia profesional.

“Terima kasih kepada Radio Suara Surabaya dan PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk atas sambutan hangat serta kesempatan belajar yang diberikan kepada seluruh peserta. Semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di era digital,” pungkasnya.

Wakil Rektor 2 UNUSIDA, Dr. Christanti Berangkatkan Jalan Sehat Harlah ke-12 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Bazar dan Jalan Sehat Meriahkan Peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Jalan Sehat dan Bazar dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-12 pada Sabtu (4/7/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kampus UNUSIDA tersebut diikuti oleh civitas akademika, mahasiswa, alumni, kerabat, serta berbagai mitra yang turut memeriahkan acara.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan UNUSIDA yang kini memasuki usia ke-12. Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menjaga semangat kebersamaan, menerapkan pola hidup sehat, serta memperkuat komitmen dalam memajukan dunia pendidikan.

“Momentum Harlah ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan UNUSIDA merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar kampus dan para mitra. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga untuk membawa UNUSIDA semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut kesuksesan penyelenggaraan Harlah ke-12 UNUSIDA merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara civitas akademika dengan berbagai sponsor dan mitra yang telah memberikan dukungan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bukti bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak dapat dicapai sendiri, melainkan melalui kerja sama yang saling menguatkan dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kesuksesan penyelenggaraan Harlah ke-12 UNUSIDA tidak lepas dari dukungan berbagai sponsor dan mitra yang telah berkontribusi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dengan berbagai pihak dalam membangun hubungan yang saling menguatkan,” katanya.

Hadi menjelaskan, peringatan Harlah ke-12 tidak hanya menghadirkan berbagai kegiatan olahraga dan hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara civitas akademika, alumni, masyarakat, serta para mitra yang selama ini mendukung perkembangan UNUSIDA.

Melalui kegiatan jalan sehat dan bazar UMKM, lanjutnya, UNUSIDA berupaya menghadirkan ruang kebersamaan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Melalui penyelenggaraan jalan sehat dan bazar, UNUSIDA kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya hidup sehat, memperkuat kebersamaan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM,” jelasnya.

Tampak ratusan peserta mengikuti jalan sehat dengan menempuh rute yang telah disiapkan panitia. Suasana antusiasme penuh keakraban dan kebersamaan tampak mewarnai sepanjang perjalanan, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi salah satu nilai utama dalam peringatan Harlah tahun ini.

Selain jalan sehat, panitia juga menghadirkan cek kesehatan gratis hingga bazar yang melibatkan berbagai pelaku UMKM, sponsor, dan mitra kerja sama. Beragam produk makanan, minuman, hingga produk unggulan lainnya dipasarkan kepada para peserta sehingga turut memberikan ruang promosi bagi para pelaku usaha.

Kemeriahan acara semakin terasa saat pembagian doorprize yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan peserta. Panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat, di antaranya sepeda, kulkas, televisi, kompor gas, kipas angin, berbagai peralatan elektronik, serta paket sembako.

 

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

Salah satu teatrikal drama Roro Jonggrang yang ditampilkan dalam FAI Got Talent 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI Got Talent 2026 Jadi Panggung Mahasiswa Tampilkan Bakat dan Kreativitas di UNUSIDA

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar FAI Got Talent 2026 di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FAI UNUSIDA ini menjadi ajang perdana untuk menampilkan potensi, kreativitas, dan bakat mahasiswa sekaligus melibatkan peserta dari tingkat sekolah dasar.

Beragam penampilan seni, mulai dari tari, musik, hingga pertunjukan kreativitas lainnya, memeriahkan acara. FAI Got Talent tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang pengembangan soft skills bagi mahasiswa agar lebih percaya diri dalam mengekspresikan kemampuan yang dimiliki.

Ketua BEM FAI UNUSIDA, Wiwin Lestari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan FAI Got Talent merupakan hasil kerja sama seluruh tim yang telah mempersiapkan acara dengan maksimal.

“Hari ini saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan jajaran yang telah menyelesaikan rangkaian acara dengan baik. Harapan saya, FAI Got Talent tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus menjadi agenda tahunan Fakultas Agama Islam UNUSIDA dan berkembang lebih baik di tahun-tahun mendatang,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UNUSIDA, Rif’atul Anita, mengungkapkan bahwa FAI Got Talent merupakan kegiatan perdana yang menjadi tonggak baru bagi BEM Fakultas Agama Islam dalam memberikan ruang ekspresi kepada mahasiswa.

“Ini adalah kegiatan perdana dari BEM Fakultas Agama Islam. Saya mengapresiasi seluruh panitia yang telah bekerja luar biasa, bahkan sampai lembur demi mempersiapkan acara ini. Semoga segala usaha yang dilakukan menjadi amal ibadah dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan tema ‘Show Your Talent, Be the Inspiration’, yaitu memberikan kesempatan kepada mahasiswa Program Studi PGMI maupun PIAUD untuk menunjukkan bakat sekaligus menginspirasi orang lain melalui karya seni.

“FAI memang berbasis keagamaan, tetapi mahasiswa juga harus memiliki kemampuan di bidang seni. Seni sangat penting untuk membentuk jiwa, kreativitas, dan rasa percaya diri. Apa yang ditampilkan hari ini akan menjadi bekal ketika nanti menjadi guru dan terjun ke masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan FAI Got Talent juga dirangkaikan dengan proses pembelajaran mata kuliah seni yang sedang ditempuh mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung di atas panggung.

“Ketika nanti lulus dan menjadi guru, mahasiswa tidak akan canggung lagi saat mendampingi murid dalam pentas seni, lomba tari, atau kegiatan sekolah lainnya. Mereka sudah memiliki pengalaman mengelola penampilan, mengenakan kostum, hingga tampil di depan banyak orang,” tambahnya.

Selain penampilan mahasiswa, FAI Got Talent 2026 juga menghadirkan lomba tari yang diikuti oleh siswa-siswi tingkat sekolah dasar se-Kabupaten Sidoarjo. Kehadiran peserta dari luar kampus diharapkan menjadi sarana memperkenalkan Fakultas Agama Islam UNUSIDA kepada masyarakat luas.

Anita berharap pengalaman mengikuti perlombaan di UNUSIDA akan menjadi kenangan yang membekas bagi para peserta sejak usia dini. Ia menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul dalam bidang keislaman, tetapi juga memiliki kreativitas, keberanian berekspresi, serta kemampuan seni yang dapat mendukung profesionalisme mereka sebagai pendidik di masa depan.

“Kami ingin adik-adik memiliki pengalaman berharga dan mengenal UNUSIDA sejak sekarang. Semoga ketika nanti mereka melanjutkan pendidikan tinggi, mereka teringat bahwa di UNUSIDA ada Program Studi PGMI dan PIAUD yang siap mencetak calon guru profesional, kreatif, dan berkarakter,” ungkapnya.