Pos

Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, Ainun Jariyah, saat menyampaikan sambutan dalam ujahadah dan Istighosah dalam rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Harlah ke-12 UNUSIDA, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Berharap Kampus Cetak Generasi Pencipta Lapangan Kerja

SIDOARJO — Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sidoarjo, Dra. Hj. Ainun Jariyah, menyampaikan harapan besar kepada Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) agar terus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Mujahadah dan Istighosah dalam rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Jum’at (3/7/2026).

Dalam sambutannya, Ainun mendoakan agar kampus yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama tersebut semakin berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Selamat Harlah ke-12 UNUSIDA. Mudah-mudahan kampus ini semakin bermanfaat, begitu pula seluruh mahasiswa yang belajar di sini kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu membuka peluang kerja bagi orang lain.

“Saya berharap lulusan UNUSIDA tidak hanya pintar mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan begitu, manfaat keilmuan yang diperoleh bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tuturnya.

Ainun menjelaskan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Karena itu, perguruan tinggi perlu mengambil peran aktif dalam memberikan pendampingan, inovasi, dan transfer ilmu kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo.

“UMKM menjadi penunjang besar perekonomian Indonesia. Karena itu, anak-anak harus mampu mengamalkan ilmu yang didapat di kampus untuk membantu masyarakat, terutama dalam mengembangkan UMKM di Sidoarjo,” katanya.

Ia menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian prestasi yang diraih UNUSIDA. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan sivitas akademika, tetapi juga membanggakan warga Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat Sidoarjo secara umum

Anggota DPRD Sidoarjo tersebut turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar terus semangat menuntut ilmu setinggi-tingginya. Namun, ia mengingatkan bahwa segala hasil usaha tetap harus disandarkan kepada Allah SWT.

“Kita boleh mencari ilmu sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya dengan berbagai disiplin ilmu. Namun pada akhirnya, rezeki, jabatan, jodoh, dan segala ketentuan tetap kita serahkan kepada Allah SWT. Teruslah belajar, berikhtiar, dan jangan pernah berhenti berdoa,” pesannya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh civitas akademika UNUSIDA untuk terus menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, sembari tetap menyandarkan setiap ikhtiar kepada Allah SWT.

“Kita semua harus optimis, UNUSIDA terus berkembang menjadi kampus yang unggul, bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Sidoarjo maupun Indonesia,” pungkasnya.

Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin saat menyampaikan sambutan dalam International Guest Lecture di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua PCNU Sidoarjo Ajak Mahasiswa UNUSIDA Bangun Mimpi Besar untuk Berdaya Saing Global

SIDOARJO — Semangat untuk terus belajar, memiliki cita-cita tinggi, dan menghilangkan rasa malas menjadi pesan utama yang disampaikan Ketua PCNU Sidoarjo, KH. Muhammad Zainal Abidin dalam kegiatan International Guest Lecture yang menghadirkan Associate Professor Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Kamis (4/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Zainal mengingatkan para mahasiswa bahwa kemajuan individu maupun bangsa tidak akan tercapai jika seseorang merasa bangga dengan kebodohan dan berhenti belajar. Menurutnya, di tengah persaingan global yang semakin ketat, generasi muda harus memiliki komitmen kuat untuk terus menambah wawasan dan pengetahuan.

Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan internasional mengenai perkembangan kecerdasan buatan dan peradaban masa depan, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk terus belajar, bermimpi besar, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas serta berdaya saing global.

“Kalau kita tidak ingin tertinggal dengan negara lain, kampus lain, atau kelompok lain, maka jangan pernah bangga dengan kebodohan. Bangun komitmen untuk terus ingin tahu, terus belajar, dan terus mengejar cita-cita,” pesannya di hadapan mahasiswa dan civitas akademika UNUSIDA.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk memiliki impian yang besar dan tidak membatasi diri pada target-target yang terlalu kecil. Menurutnya, cita-cita harus digantungkan setinggi langit agar mampu melahirkan semangat dan kerja keras yang luar biasa.

“Jangan hanya bercita-cita menjadi dokter atau dosen. Gantungkan cita-cita setinggi mungkin. Jika ingin memiliki banyak dokter sebagai bawahan, berarti Anda harus memiliki rumah sakit. Jika ingin memiliki banyak dosen sebagai bawahan, berarti Anda harus memiliki kampus. Cita-cita besar akan melahirkan langkah besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan perkembangan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU yang saat ini telah memiliki ratusan satuan pendidikan dan ribuan tenaga pendidik. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari keberanian untuk bermimpi besar dan konsisten bekerja mewujudkannya.

Selain itu, Kiai Zainal juga menyoroti tantangan terbesar yang sering dihadapi generasi muda, yaitu rasa malas. Ia menilai Indonesia, khususnya Sidoarjo, memiliki berbagai kemudahan dan kenyamanan yang seharusnya menjadi modal untuk berkembang, bukan justru menjadi alasan untuk bermalas-malasan.

“Allah telah memberikan lingkungan yang nyaman kepada kita. Tetapi sering kali dari kenyamanan itu muncul rasa malas. Jika rasa malas tidak dilawan, kita akan tertinggal dari kelompok lain yang lebih giat belajar dan bekerja,” tuturnya.

Menurutnya, Islam sendiri telah mengajarkan umatnya untuk memerangi kemalasan. Oleh karena itu, mahasiswa harus membangun semangat belajar sepanjang hayat dan tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang dimiliki saat ini.

Lebih lanjut, Kiai Zainal menyampaikan harapannya agar mahasiswa UNUSIDA, khususnya kader-kader Nahdlatul Ulama, menjadi generasi penerus yang mampu membawa organisasi, masyarakat, dan bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

“Jika hari ini kalian memiliki semangat belajar yang luar biasa dan mampu menghilangkan rasa malas, maka kalian pantas menjadi pemimpin Nahdlatul Ulama, pemimpin Kabupaten Sidoarjo, pemimpin Jawa Timur, bahkan pemimpin bangsa di masa depan,” tegasnya.

JPZIS LAZISNU UNUSIDA Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban (Foto: Humas UNUSIDA)

JPZIS LAZISNU UNUSIDA Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban kepada Masyarakat Sekitar

SIDOARJO — Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh Jaringan Pengelola Zakat, Infaq dan Shadaqah (JPZIS) Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 H. Tahun ini, JPZIS LAZISNU UNUSIDA menyalurkan ratusan paket daging kurban kepada masyarakat sekitar kampus dan jamaah Masjid KH M. Hasyim Asy’ari PCNU Sidoarjo, Rabu (27/5/2026).

Kegiatan distribusi daging kurban tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Tampak masyarakat dan jamaah sangat antusias memadati area pembagian untuk menerima paket daging kurban yang telah dipersiapkan oleh panitia. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen UNUSIDA melalui JPZIS LAZISNU dalam menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat sekitar.

Ketua JPZIS LAZISNU UNUSIDA, Moch. Fabet Ali Taufan, S.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali dapat menyalurkan ratusan paket daging kurban kepada masyarakat. Kami berharap daging kurban yang dibagikan dapat memberikan manfaat serta menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima, khususnya masyarakat di sekitar kampus dan jamaah Masjid KH M. Hasyim Asy’ari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid KH M. Hasyim Asy’ari PCNU Sidoarjo, H. Zainal Hayat, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pengurus masjid dan JPZIS LAZISNU UNUSIDA dalam pelaksanaan penyembelihan hingga pendistribusian hewan kurban.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana berbagi rezeki, tetapi juga mempererat hubungan antara civitas akademika UNUSIDA dengan masyarakat sekitar. Antusiasme jamaah yang hadir menjadi bukti bahwa program kurban memiliki nilai sosial yang sangat besar dalam membangun kepedulian dan kebersamaan.

“Semangat berkurban tidak boleh berhenti pada proses penyembelihan semata, melainkan menjadi inspirasi untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat ukhuwah, serta menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan semangat berbagi, Iduladha menjadi momentum untuk memperkokoh nilai kemanusiaan dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

UNUSIDA Turut Meriahkan Kirab Panji NU Harlah 100 Tahun NU PCNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Turut Meriahkan Kirab Panji NU dalam Peringatan Harlah 100 Tahun NU

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) turut ambil bagian dalam Kirab Panji Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo dalam rangka memperingati Harlah 100 Tahun NU dalam penanggalan Masehi, Selasa (10/02/2026).

Dalam kirab tersebut, UNUSIDA tampil mencolok dengan menampilkan miniatur Gedung UNUSIDA sebagai simbol fasilitas pendidikan tinggi milik NU yang diperuntukkan bagi kader dan masyarakat luas. Miniatur tersebut menjadi representasi komitmen NU Sidoarjo dalam membangun peradaban melalui jalur pendidikan tinggi.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., menegaskan bahwa kehadiran UNUSIDA dalam kirab tersebut bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

“Kehadiran UNUSIDA dalam kirab panji ini mencerminkan peran strategis perguruan tinggi NU dalam menjaga kesinambungan nilai Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus meneguhkan kontribusi NU dalam dunia pendidikan, sosial, dan kebangsaan,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai perguruan tinggi yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, UNUSIDA memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai keislaman dan kebangsaan.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kirab menjadi bentuk penguatan identitas kampus sebagai rumah besar kader NU.

“Partisipasi aktif mahasiswa UNUSIDA merupakan wujud nyata penguatan identitas kampus sebagai rumah besar kader NU, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan semangat kebangsaan,” tambahnya.

Tidak hanya menampilkan ikon kampus, keikutsertaan UNUSIDA juga dimeriahkan oleh putra-putri terbaik kampus serta duta Fakultas Ekonomi yang tergabung dalam barisan kirab. Para mahasiswa dan civitas akademika UNUSIDA tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kirab dengan penuh semangat, sembari tersenyum dan menyapa masyarakat di sepanjang rute perjalanan.

Putri Kampus UNUSIDA, Ainina Halizah Rahmah, mengaku bangga dapat ambil bagian dalam momentum bersejarah tersebut. Ia menyampaikan bahwa peringatan satu abad NU menjadi refleksi penting bagi generasi muda untuk terus melanjutkan perjuangan para muassis.

“Kami sangat antusias menyambut Harlah ke-100 Tahun NU. Ini bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk memperkuat semangat khidmah dan menjaga warisan nilai yang telah diperjuangkan para pendiri NU,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Putra Kampus UNUSIDA, M. Tomi Anggara. Ia menilai kirab panji menjadi simbol persatuan dan kekuatan kader NU dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Harlah 100 Tahun NU menjadi bukti bahwa NU tetap kokoh berdiri dan terus berkontribusi bagi bangsa. Kami sebagai generasi muda siap melanjutkan perjuangan tersebut melalui jalur pendidikan dan pengabdian,” ungkapnya.

Katib Syuriyah PCNU Sidoarjo Tekankan Muhasabah dan Kekompakan dalam Momentum Serah Terima SK Plt. Rektor UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

PCNU Sidoarjo Tekankan Muhasabah dan Kekompakan dalam Momentum Serah Terima Plt Rektor UNUSIDA

SIDOARJO — Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Sihabudin Sholeh, menegaskan pentingnya menjadikan setiap laporan dan capaian institusi sebagai bahan muhasabah (introspeksi diri) bersama. Menurutnya, setiap amanah yang diemban merupakan catatan yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian kegiatan serah terima Surat Keputusan (SK) Plt. Rektor UNUSIDA dan penyerahan laporan pertanggungjawaban pembangunan Gedung B Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Senin (26/1/2026).

Kiai Sihab mengajak seluruh civitas akademika untuk menjaga nilai amanah dan tanggung jawab, sekaligus menanamkan komitmen agar UNUSIDA benar-benar menjadi warisan peradaban yang bermanfaat bagi generasi mendatang.

“Jadikan universitas ini sebagai peninggalan kebaikan untuk masa depan anak cucu kita. Semua yang kita kerjakan hari ini akan dimintai pertanggungjawaban,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan, mengajak seluruh elemen UNUSIDA untuk terus menjaga kekompakan, kerukunan, dan semangat kolektif dalam melanjutkan capaian-capaian yang telah dirintis oleh pimpinan sebelumnya.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan baru nantinya merupakan kelanjutan dari pondasi yang sudah dibangun, bukan untuk merombak, melainkan memperkuat dan mengembangkan.

“Mari kita lanjutkan dan kembangkan apa yang sudah baik. Nahkoda boleh berganti, tapi arah perjuangan harus tetap sama. Kita dorong bersama agar UNUSIDA terus melaju,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kesiapan sumber daya manusia, termasuk calon doktor yang tengah dipersiapkan, sebagai modal penting penguatan UNUSIDA menuju perguruan tinggi yang semakin unggul.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pembangunan Gedung B UNUSIDA secara resmi menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada Rektor UNUSIDA. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serta penyerahan LPJ dari Rektor kepada Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, PCNU Sidoarjo, dan PC Muslimat NU Sidoarjo.

“Mari meneguhkan komitmen bersama untuk terus membangun UNUSIDA sebagai kampus NU yang berdaya saing, berkarakter, dan memberi manfaat luas bagi umat,” pungkasnya.

Penyerahan SK Plt. Rektor UNUSIDA oleh Ketua BPP UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Resmi, Dr. Hadi Ismanto Menjabat Plt Rektor UNUSIDA

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menunjuk Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, menggantikan Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., yang akan purna tugas. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Plt. Rektor ini dilaksanakan di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus 2 UNUSIDA, Senin (26/1/2026).

Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah strategis Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo serta PC Muslimat NU Sidoarjo untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memastikan roda akademik dan kelembagaan kampus tetap berjalan optimal.

Dr. Hadi Ismanto dipercaya mengemban amanah tersebut dengan membawa komitmen kuat dalam melanjutkan program-program strategis UNUSIDA, khususnya penguatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta akselerasi capaian visi kampus sebagai perguruan tinggi unggul berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Penunjukan Dr. Hadi Ismanto sebagai Plt. UNUSIDA dinilai tepat, mengingat rekam jejaknya yang panjang dalam kepemimpinan kampus. Sebelumnya, Dr. Hadi Ismanto menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik UNUSIDA selama kurang lebih 10 tahun lamanya.

Selama mengemban amanah tersebut, ia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan akademik, penguatan mutu pembelajaran, pengembangan kurikulum, hingga peningkatan akreditasi institusi dan program studi. Pengalaman panjang ini membuatnya sangat memahami karakteristik internal UNUSIDA sekaligus blueprint pengembangan kampus ke depan.

Kedekatannya dengan civitas academica serta keterlibatan aktif dalam berbagai agenda strategis universitas menjadi modal penting dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan. Dr. Hadi Ismanto juga dikenal sebagai figur yang konsisten mendorong integrasi nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam sistem pendidikan tinggi, sejalan dengan visi besar UNUSIDA sebagai kampus berbasis keislaman dan kebangsaan.

Dengan latar belakang tersebut, kehadiran Dr. Hadi Ismanto sebagai Plt. Rektor UNUSIDA diharapkan mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus melanjutkan program-program prioritas, terutama dalam penguatan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta akselerasi capaian menuju kampus unggul dan berdaya saing. Serta tetap konsisten melangkah dalam mencetak lulusan berkarakter, berkompeten, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat.

Tampak hadir, ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., Sekretaris Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Katib Syuriyah KH Syihabuddin Sholeh, Wakil Ketua Tanfidziyah H. Sullamul Hadi Nurmawan, S.Th.I., Bendahara Umum PCNU Sidoarjo H Royyan, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo Dra. Hj. Ainun Jariyah, beserta seluruh pimpinan UNUSIDA.

Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., Dekan FILKOM UNUSIDA saat menjadi narasumber Pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI) LP Ma'arif NU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Dekan FILKOM UNUSIDA Jelaskan Peran Penting AI dalam Dunia Pendidikan

Sidoarjo – Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menjadi narasumber utama dalam Pembelajaran Coding dan AI di Aula Pusdiklat LP Ma’arif PCNU Sidoarjo, Selasa-Rabu (29-30/7/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo ini mengusung tema ‘Belajar AI dan Coding Menyenangkan untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan SD/MI, MTs, SMP, MA/SMA, dan SMK Se-Kabupaten Sidoarjo’. Acara ini dihadiri oleh para guru, kepala sekolah, serta perwakilan siswa dari satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian upaya kolaboratif antara LP Ma’arif PCNU Sidoarjo dan UNUSIDA dalam membekali tenaga pendidik dan peserta didik dengan kompetensi masa depan yang berbasis teknologi namun tetap berpijak pada nilai-nilai kebudayaan dan kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arda memberikan pemaparan mendalam terkait peran penting Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan, khususnya dalam mengembangkan inovasi pengajaran dan menggali potensi generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa AI adalah kemampuan komputer atau mesin untuk meniru cara berpikir, belajar, dan menyelesaikan masalah seperti manusia. Teknologi ini bekerja menggunakan model matematika, umumnya dalam bentuk matriks, yang kemudian dilatih dengan data dalam jumlah besar agar mampu mengenali pola-pola tertentu di dalamnya.

“AI bukan hanya alat canggih, tetapi merupakan sarana untuk membantu manusia berpikir dan mencipta. Guru dan pelajar perlu memahami bahwa AI adalah mitra dalam proses belajar, bukan pengganti,” jelasnya.

Dalam konteks generasi muda, Dr. Arda menyoroti bagaimana Generasi Z (Gen-Z) yang dikenal sangat adaptif terhadap teknologi, justru belum menggunakan AI secara optimal. Ia menyebut bahwa saat ini Gen-Z cenderung menggunakan AI secara pasif, seperti hanya mengandalkan chatbot atau fitur otomatis tanpa memahami cara kerja di baliknya.

“Sayangnya, penggunaan AI secara pasif justru membuat Gen-Z malas berpikir dan kurang eksploratif. Padahal mereka adalah kelompok yang paling berpotensi mengembangkan AI secara kreatif jika dibekali dengan pemahaman dan keterampilan yang tepat,” terangnya.

Lebih lanjut, Dr. Arda menyampaikan bahwa AI juga memiliki potensi besar untuk membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang inovatif. Dengan memanfaatkan AI, guru dapat mempersonalisasi pembelajaran, menemukan pendekatan yang lebih tepat bagi siswa, dan mengatasi kebuntuan dalam merancang metode pengajaran.

“AI dapat mempercepat proses inovasi pembelajaran, terutama bagi guru yang ingin keluar dari pola mengajar yang monoton. Ini adalah peluang besar untuk menjadikan kelas lebih hidup, adaptif, dan relevan dengan dunia nyata,” tambahnya.

Ia mengingatkan pentingnya kesiapan dalam menghadapi revolusi digital, peran guru tetap sentral, dan AI seharusnya menjadi alat bantu untuk memaksimalkan proses pendidikan, bukan hanya sekadar tren teknologi.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital bagi pendidik dan pelajar, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan abad ke-21. “Coding dan AI bukan hanya untuk mereka yang ingin jadi programmer. Ini adalah skill masa depan yang harus dikenalkan sejak dini agar anak-anak kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga pencipta,” pungkasnya. (MY)

Benchmarking ITSNU Pekalongan di UNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Benchmarking ITSNU Pekalongan ke UNU Sidoarjo: Sinergi Penguatan Tata Kelola Kelembagaan

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan benchmarking dari Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan, Senin (21/7/2025). Kunjungan ini menjadi sarana silaturahmi dan saling belajar antar perguruan tinggi Nahdlatul Ulama dalam rangka penguatan tata kelola kelembagaan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Zainal Abidin, dalam sambutannya menyampaikan pesan penting bahwa UNUSIDA harus selalu menjadi lebih maju dan terdepan dibandingkan perguruan tinggi lain di Sidoarjo. Hal ini, menurutnya, bukan hanya menjadi cita-cita, tetapi sebuah amanah yang harus diwujudkan dengan kerja nyata dan semangat khidmat.

“Menurut penelitian yang dilakukan PCNU Sidoarjo, sebanyak 67% warga Sidoarjo adalah bagian dari Nahdlatul Ulama. Maka NU harus menjadi pelopor dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. UNUSIDA sebagai lembaga pendidikan tinggi NU harus mengambil peran strategis dalam misi besar ini,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menata dan menyepakati arah gerak organisasi melalui statuta yang jelas. Berbagai organ di UNUSIDA, baik akademik maupun non-akademik harus memainkan peran secara proporsional. Dalam hal ini, Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA yang terdiri dari banyak praktisi profesional turut mengambil peran penting dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang kuat dan berdaya saing.

“Melalui komunikasi dan sinergi baik dari praktisi berpengalaman, dapat mampu menjadi motor penggerak pembangunan perguruan tinggi yang unggul,” katanya.

Dalam forum tersebut, turut dibahas pentingnya memperkuat komunikasi dan koordinasi antara BPP, Rektorat UNUSIDA, dan seluruh stakeholder lainnya, seperti PCNU Sidoarjo, PC Muslimat NU Sidoarjo, bahkan sampai dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Prinsip musyawarah menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan strategis, dengan menjunjung tinggi kolaborasi dan pelibatan semua pihak.

“Dengan semangat khidmat dan niat untuk menyebarkan kebaikan, UNUSIDA terus melangkah untuk mewujudkan pendidikan tinggi NU yang unggul, inklusif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa,” imbuhnya.

Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam menyampaikan apresiasi atas kehadiran ITSNU Pekalongan. Ia menyebutkan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk berbagi pengalaman, termasuk sistem tata kelola kampus yang telah diterapkan dan dikembangkan selama ini.

“Kegiatan benchmarking ini sangat penting untuk saling bertukar gagasan dan praktik baik. Kami terbuka terhadap berbagai masukan demi kemajuan UNUSIDA dan siap berkontribusi lebih besar untuk NU dan masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor ITSNU Pekalongan H Ali Imron juga menyampaikan kekaguman terhadap tata kelola UNUSIDA yang dinilai sudah cukup matang dan memiliki arah strategis yang jelas. Mereka berharap kunjungan ini menjadi awal dari sinergi yang lebih erat antar kampus NU di seluruh Indonesia.

“Terima kasih atas sambutan hangat dan kesempatan belajar yang diberikan. Kami menilai UNUSIDA telah menunjukkan kematangan dalam sistem pengelolaan yang patut dijadikan inspirasi,” ungkapnya. (MY)

Flyer Logo Harlah Ke-11 UNUSIDA (Foto: Humas Unusida)

UNUSIDA Launching Logo Harlah ke-11, Ini Makna dan Filosofinya

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi meluncurkan logo Hari Lahir (Harlah) ke-11 tahun yang mengusung tema ‘Tumbuh Bersama, Berdampak untuk Bangsa’. Peluncuran logo ini menjadi simbol semangat baru UNUSIDA dalam memperkuat komitmen terhadap pertumbuhan, keberlanjutan, dan kontribusi nyata untuk negeri.

Logo Harlah ke-11 ini tidak sekadar simbol visual, melainkan sarat akan filosofi mendalam. Berikut makna dan filosofi lengkapnya:

– Angka 11 dibentuk menyerupai daun, melambangkan pertumbuhan, kesuburan, dan kesinambungan.
– Motif Islami dan ombak, turut mempertegas identitas UNUSIDA sebagai kampus berbasis keagamaan Ahlussunnah Waljamaah dan kampus pesisir yang lahir dari semangat daerah.
– Bentuk sayap pada logo melambangkan daya juang tinggi untuk mencapai prestasi yang lebih baik.
– Warna-warna dalam logo seperti kuning-oranye, hijau, ungu, dan tosca masing-masing memiliki makna yang kuat: mulai dari semangat dan kebahagiaan, hingga keseimbangan serta stabilitas dalam pendidikan berkarakter.

Melalui logo ini, UNUSIDA ingin menunjukkan bahwa di usia 11 tahun, kampus ini terus berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang dinamis, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Download Logo Harlah ke-11 UNUSIDA
Download Logo Harlah ke-11 UNUSIDA
Download Logo Harlah ke-11 UNUSIDA

Dalam rangka memperingati Harlah ke-11 Tahun ini, UNUSIDA akan menggelar serangkaian acara  sebagai wujud rasa syukur dan refleksi dari awal pendirian. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Doa Bersama dan Mujahadah Harlah ke-11 UNUSIDA yang akan dilaksanakan pada Kamis, 3 Juli 2025 mendatang, di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari.

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh pendiri sekaligus ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo dari beberapa periode sebelumnya. Selain itu, juga akan mengundang pejabat pemerintahan, Badan Otonom NU (Banom NU) di lingkup PCNU Sidoarjo, seluruh pengurus MWCNU dan PAC Muslimat NU Se Kabupaten Sidoarjo, serta seluruh sivitas akademika UNUSIDA.

UNUSIDA juga akan menyelenggarakan Seminar Pendidikan pada Sabtu, 5 Juli 2025. Yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi, untuk memperkuat peran UNUSIDA dalam menciptakan pendidikan inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Selanjutnya, akan digelar Jalan Sehat dan Bazar UMKM pada Sabtu, 12 Juli 2025 mendatang. Yang akan melibatkan seluruh civitas akademika, alumni mitra, dan masyarakat sekitar. Juga ada bebrapa lomba, seperti lomba kreasi tumpeng dan bola voli bagi dosen, tenaga kependidikan (Tendik) serta perwakilan mahasiswa dari setiap fakultas.

Tak hanya itu, beragam kegiatan Ormawa juga akan menyemarakkan Harlah ke-11 UNUSIDA yang diperingati setiap tanggal 4 Juli. Mulai dari UNUSIDA Bersholawat, Himaksi Badminton Cup (HBC) 2025, serta kompetisi pencak silat atau Pagar Nusa Championship 2025 yang akan dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus mendatang. (MY)

Forsil MWCNU Se-Sidoarjo (Foto: Humas Unusida)

Forum Silaturahmi Pengurus MWCNU Se-Sidoarjo, Apresiasi Perkembangan UNUSIDA

Forum Silaturahmi bersama seluruh Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sidoarjo dilaksanakan di  Kampus 2 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Jum’at (20/6/2025). Kegiatan Forsil ini merupakan agenda silaturahmi rutin yang dihadiri oleh pengurus MWCNU Se Kabupaten Sidoarjo.

Forum silaturahmi kali ini berlangsung dengan hangat dan kekeluargaan. Seluruh pengurus MWCNU Se Kabupaten Sidoarjo sangat mengapresiasi perkembangan UNUSIDA yang melesat cepat. Dengan capaian prestasi dan visi masa depan menjadikan kampus modern yang dapat diakses oleh semua kalangan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Zainal Abidin, menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan para muassis NU dengan memperkuat pendidikan dan kaderisasi. Oleh karena itu, ia mengajak untuk menyatukan komitmen bersama untuk mendukung perkembangan UNUSIDA. Sebagai representasi PCNU hari ini dan menyiapkan kader profesional di masa depan.

“Perjuangan para pendiri NU sangat luar biasa, tidak hanya dari segi materi, tapi juga tenaga dan pikiran. Maka sudah seharusnya kita peduli pada generasi muda dengan mengenalkan NU sejak dini, melalui Banom NU, sekolah-sekolah NU, dan tentu saja melalui perguruan tinggi milik NU, yaitu UNUSIDA,” ungkapnya.

Kiai Zainal juga menyampaikan bahwa saat ini merupakan momentum kebangkitan NU. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pengurus NU di seluruh tingkatan untuk menyatukan visi dan misi. Melalui silaturahmi kali ini, ia berharap akan memperkuat sinergi antara UNUSIDA dan struktur NU di akar rumput. Serta menjadi pijakan penting dalam membangun masa depan pendidikan NU yang lebih inklusif dan berdaya saing.

“Hari ini adalah rezimnya NU, saat yang tepat untuk berkembang. Kita harus manfaatkan fasilitas yang kita miliki untuk dakwah, pendidikan, dan penguatan organisasi,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam, menyampaikan bahwa UNUSIDA tengah merancang konsep Smart Campus dengan sistem manajemen digital. Dengan digitalisasi di setiap lini, ia mengajak mahasiswa UNUSIDA untuk memanfaatkan kemudahan akses dalam belajar dengan ikut berperan dalam kemajuan kampus.

UNUSIDA telah banyak menghadirkan banyak kemudahan akses pendidikan. Melalui kuota beasiswa yang banyak hingga pemenuhan fasilitas dan pelayanan kampus yang prima. Tak hanya itu, ia berharap keberadaan UNUSIDA dapat dirasakan oleh masyarakat nahdliyin. Dalam rangka membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional untuk kemaslahatan umat.

“Kami mohon dukungan MWCNU untuk menggerakkan Banom dan Ranting NU agar turut mempromosikan UNUSIDA ke masyarakat. Terlebih kami telah menyiapkan banyak beasiswa bagi kader-kader muda NU,” pungkasnya. (MY)