Pos

Sekretaris Prodi Akuntansi UNUSIDA Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., saat memberikan hadiah bagi pemenang Himaksi Badminton Cup 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Akuntansi UNUSIDA Sukses Gelar Badminton Cup 2026, Jadi Wadah Kompetisi Sehat Pelajar se-Jawa Timur

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar HIMAKSI Badminton Cup 2026 kategori pemula dan remaja se-Jawa Timur di GOR Badminton Langgeng Jaya, Sidoarjo, Sabtu–Ahad (17–18/10/2026).

Turnamen ini mempertandingkan empat kategori, yakni ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan tunggal putra. Ajang tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, serta berkompetisi secara sehat dalam bidang olahraga bulu tangkis.

Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely, menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah, khususnya dalam menjangkau pelajar sebagai calon mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan UNUSIDA dan Program Studi Akuntansi kepada masyarakat luas melalui kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.

Selain itu, HIMAKSI Badminton Cup 2026 menjadi sarana bagi anggota organisasi mahasiswa (ormawa) untuk meningkatkan keterampilan nonakademik atau soft skills. Mulai dari manajemen acara, kepemimpinan, kerja sama tim, pencarian sponsor, hingga kemampuan menyelesaikan berbagai tantangan selama pelaksanaan kegiatan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan potensi dan prestasinya. Kami juga ingin mengajak generasi muda menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga, mengurangi ketergantungan pada gawai, serta menjauhi pergaulan negatif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penyelenggaraan aktivitas olahraga yang bermanfaat bagi generasi muda.

“Kompetisi ini menjadi agenda rutin kami untuk terus menghadirkan program kreatif, kompetitif, dan bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berkarakter,” jelasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, turut memberikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras pengurus HIMAKSI yang mampu menyelenggarakan turnamen dengan melibatkan peserta dari luar kampus.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi organisasi, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan mengelola kegiatan berskala eksternal.

Kemandirian mahasiswa dalam merancang konsep kegiatan, mengupayakan pendanaan, membangun jejaring, hingga melaksanakan acara menjadi pengalaman berharga yang dapat menunjang kesiapan mereka menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

“Semoga melalui HIMAKSI Badminton Cup 2026 ini semakin banyak mahasiswa yang berani berinovasi dan menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata. Ajang ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet muda berprestasi di Jawa Timur,” harapnya.

Berikut daftar juara berdasarkan hasil kompetisi yang tercantum dalam dokumen penyelenggara.

1. GRI

  • Juara 1: Ainun Azizah + Aisyah Yusito Zifana

  • Juara 2: Adelia Dwi Putri Hariyanto + Mariatul Qibtiah

  • Juara 3: Ersya Pricilla Putri + Naura Windy Khairunnisa

  • Juara 3: Ayasha Machiko Lituhayu Albasia + Shafa Nur Ramadhani

2. GRA

  • Juara 1: Mochammad Akbar Bahi Ibrahim + Yudhistira Aditya Rafa

  • Juara 2: Maulud Cesar Aya Rabbany + Ricardo Yoga Pamungkas

  • Juara 3: Nohan Arya Saputra + Restu Muhammad Singgih

  • Juara 3: Moch Ferry Adliyansyah + Nurul Rahman

3. GRC

  • Juara 1: Tsabitha Aurel Hertanto + Mohammad Al Rubby Bahy

  • Juara 2: Ananda Philip R + Queena Qonita Altair

  • Juara 3: Pandhita Rafif Raditya Anwar + Shafa Nur Ramadhani

4. TRA

  • Juara 1: M. Al Rubby Bahy

  • Juara 2: Pandhita Rafif R A

  • Juara 3: Tanazzul Kenzo Jibril

  • Juara 3: Airlangga Wiradhana

5. GPI

  • Juara 1: Damaris Kayla Widagdo + Vallen Esa Maulinda

  • Juara 2: Bintang Raisa Fahrani + Nadhila Dzakirotul Faizzah

  • Juara 3: Ails yah Alif Kanaya + Aisyah Bilqis Prisanita Assyfa

  • Juara 3: Azza Amira Mecca + Syafira Rahma Wardani

6. GPA

  • Juara 1: Ahmad Haikal A + Deva Dhamara Septiyano Adithian Vasu

  • Juara 2: Arjuna Arya Putra + Muhammad Bimasakti Djuking Bawana

  • Juara 3: Kenzo Arsakha Mahardika + Reno Diar Aryananda

  • Juara 3: Al mair Gilbert Harry Darvesh + Gamaliel Rapha Santoso

7. GPC

  • Juara 1: Almair Gilbert Harry Darvesh + Aurelia Charn Lebertina Bekak

  • Juara 2: Bilfaqih Rey Alteza + Maritza Akma Labibah

  • Juara 3: Nizam Haidar Alfauzi + Bintang Raisa Fahrani

  • Juara 3: Asyraf Faris Alfarizi + Damaris Kayla Widagdo

8. TPA

  • Juara 1: Krisna Huda Athaillah

  • Juara 2: M. Rakha Al Fahri

  • Juara 3: Naufal Fadhila M

  • Juara 3: Puncak Banyu Lazuardi

Rombongan mahasiswa Fakultas Ekonomi berfoto di PT Marifood Semarang (Foto: Humas UNUSIDA)

Company Visit Fakultas Ekonomi UNUSIDA 2026, Perkuat Wawasan Industri dan Kompetensi Mahasiswa

SEMARANG — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan Company Visit FE 2026 sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Akuntansi dan Program Studi Manajemen selama dua hari, Senin-Selasa (27-28/7/2026). Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal dunia industri secara langsung sekaligus memahami penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Muhafidhah Novie, menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk menggali wawasan industri. Mahasiswa tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga aktif berdiskusi dengan pihak perusahaan terkait proses bisnis, tantangan industri, strategi pengembangan perusahaan, hingga peluang karier setelah lulus.

Melalui perpaduan pembelajaran industri dan kegiatan kebersamaan, Fakultas Ekonomi UNUSIDA terus berupaya menciptakan pengalaman pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Diharapkan, mahasiswa mampu berkembang menjadi lulusan yang kompeten, adaptif, profesional, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi dunia usaha dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami secara nyata bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam dunia kerja,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi experiential learning yang mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan pengalaman langsung di lapangan. Interaksi dengan dunia industri juga memberikan pemahaman tentang budaya kerja profesional, kompetensi yang dibutuhkan, serta dinamika persaingan di dunia usaha.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan keberangkatan mahasiswa menuju Semarang. Setibanya di lokasi, rombongan melaksanakan kunjungan industri ke PT Victoria Care Indonesia Tbk – Departemen Oemah Herborist Semarang. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai profil perusahaan, proses produksi produk berbahan alami, inovasi produk, hingga strategi pemasaran.

Mahasiswa juga mendapatkan wawasan penting mengenai standar operasional perusahaan, pengendalian kualitas, serta pentingnya inovasi berkelanjutan dalam menjaga kepercayaan konsumen. Bagi mahasiswa Program Studi Akuntansi, kunjungan ini memberikan perspektif tentang pengelolaan keuangan perusahaan, sementara mahasiswa Manajemen dapat melihat langsung praktik manajemen operasional dan strategi bisnis.

Setelah agenda industri, mahasiswa melanjutkan kegiatan ke kawasan Simpang Lima Semarang untuk menikmati suasana kota sekaligus mempererat kebersamaan. Pada malam harinya, seluruh peserta beristirahat di Hotel Olympic Semarang.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke PT Marifood Semarang. Mahasiswa kembali memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai proses produksi, pengendalian mutu, manajemen operasional, serta strategi menjaga daya saing produk di pasar.

Kunjungan ini memberikan pemahaman komprehensif bagi mahasiswa terkait efisiensi produksi, pengelolaan sumber daya manusia, serta inovasi sebagai kunci keberhasilan perusahaan. Hal ini sekaligus memperkuat keterkaitan antara teori akademik dengan praktik di dunia industri.

Sebagai penutup, rombongan mengunjungi destinasi wisata New Celosia Bandungan Semarang. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan antar mahasiswa lintas program studi.

HIMAKSI UNUSIDA Sukses menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Olimpiade Akuntansi 2026, Ajang Pengembangan Pelajar Menuju Generasi Berprestasi

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 (OAU 2026) sebagai wadah kompetisi akademik bagi siswa SMA, SMK, dan MA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengusung tema ‘Accounting Competition: Unlock Your Potential, Show Your Achievements’, Olimpiade ini dilaksanakan dalam 2 sesi, dimulai dari babak penyisihan hingga semi final yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, hingga final yang dilaksanakan secara langsung di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (20/7/2026).

Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 merupakan bentuk kontribusi HIMAKSI UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang akuntansi dan ekonomi. Selain menjadi ruang pengembangan akademik, kegiatan ini juga memperkuat sinergi Program Studi Akuntansi UNUSIDA dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur dalam mendorong lahirnya calon akuntan muda yang kompeten dan berintegritas.

Kompetisi tahun ini menghadirkan 18 tim dari berbagai SMA, SMK, dan MA. Seluruh peserta akan mengikuti babak penyisihan untuk memperebutkan posisi 10 tim terbaik yang berhak melaju ke babak semifinal. Selanjutnya, tiga tim terbaik akan bertanding pada babak final untuk menentukan juara Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai sarana mengukur kemampuan sekaligus memperluas pengalaman belajar. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengasah kompetensi akademik, serta menunjukkan prestasi melalui kompetisi yang sehat, kompetitif, dan edukatif.

“Kompetisi ini bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi kesempatan untuk mengukur kualitas diri, memperkuat kemampuan, dan mempersiapkan langkah menuju masa depan. Menang memang membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman hari ini menjadi bekal untuk meraih keberhasilan berikutnya,” tuturnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 juga datang dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur. Salah satu pengurus IAI, Agus Ariyanto Tohi, yang juga merupakan dosen Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra Surabaya, mengapresiasi perkembangan UNUSIDA dan semangat yang diusung dalam kompetisi tersebut.

“Saya melihat perkembangan UNUSIDA sangat luar biasa. Kampusnya representatif dan memiliki semangat yang kuat. Saya juga tertarik dengan tagline UNUSIDA yang menekankan pentingnya keunggulan yang dibangun di atas nilai moral. Itu menjadi pesan yang sangat relevan bagi generasi muda,” ungkapnya.

Ia menilai tema yang diusung kali ini menjadi pengingat bahwa mahasiswa dan pelajar saat ini adalah generasi yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan bangsa.

“Generasi muda memiliki energi dan potensi besar. Melalui kompetisi seperti ini, kalian sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Selain kemampuan akademik, bangun jiwa kompetitif yang positif, kemampuan berpikir kritis, keberanian mengambil keputusan, serta jangan lupakan pentingnya membangun networking. Bisa jadi teman yang hari ini menjadi lawan kompetisi adalah rekan kerja atau mitra bisnis kalian di masa depan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely Agustin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dosen, panitia, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Olimpiade Akuntansi UNUSIDA bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi rumah untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, menjunjung tinggi sportivitas, serta melahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia akuntansi di masa depan,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai proses pembelajaran. Ia berharap Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 mampu menjadi wadah lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia akuntansi di era globalisasi dan digitalisasi. Kompetisi ini juga menjadi wujud komitmen UNUSIDA dalam membangun budaya akademik yang kompetitif, produktif, dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kehadiran kalian hari ini membuktikan bahwa generasi muda memiliki keberanian untuk belajar, berkompetisi, dan terus berkembang. Jadikan setiap tantangan sebagai motivasi, setiap proses sebagai pembelajaran, dan setiap hasil sebagai langkah menuju kesuksesan. Menang bukanlah satu-satunya tujuan, tetapi keberanian untuk terus belajar dan berkembang adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tambahnya.

Selama kompetisi, peserta akan diuji melalui berbagai materi yang mencakup bidang akuntansi, ekonomi, perpajakan, hingga penyelesaian studi kasus yang relevan dengan perkembangan dunia bisnis dan keuangan. Selain menguji kemampuan akademik, kompetisi ini juga menjadi sarana membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan pelajar.

Stefanny Imelda saat menjadi narasumber dalam Seminar Public Speaking FE UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA Dibekali Strategi Personal Branding dan Teknik Sukses Interview Kerja

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Public Speaking bertajuk ‘Stand Out from the Crowd: Seni Membangun Personal Branding lewat CV dan Sesi Interview’ di Auditorium Lantai 5 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Seminar menghadirkan praktisi sekaligus trainer pengembangan diri, Stefanny Imelda, yang membagikan berbagai strategi membangun personal branding, menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, hingga teknik menghadapi sesi wawancara kerja agar mampu tampil percaya diri dan unggul di tengah persaingan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Muhafidhah Novie, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan komunikasi dan personal branding merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa selain kemampuan akademik.

“Yang harus kita lakukan adalah membangun mental dan personal branding. Faktor komunikasi ini sangat penting karena ketika mahasiswa menjalani PKL maupun memasuki dunia kerja, hambatan yang paling banyak ditemui adalah kemampuan komunikasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan berbagai survei dan masukan dari para pemangku kepentingan (stakeholder), lulusan perguruan tinggi umumnya masih perlu meningkatkan kemampuan komunikasi agar lebih siap bersaing di dunia profesional. Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk mampu mengaitkan pengalaman organisasi, praktik kerja lapangan, maupun kegiatan selama kuliah sebagai bukti kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Beberapa stakeholder juga menyampaikan bahwa salah satu kekurangan lulusan adalah di aspek komunikasi. Bahkan ketika sudah diterima bekerja, mereka masih perlu dipoles lagi, terutama dalam menghadapi pelanggan, menyelesaikan komplain, dan berkomunikasi secara profesional, khususnya di perusahaan yang bergerak di bidang jasa,” tambahnya.

Karena itu, menurutnya, seminar ini menjadi bekal penting agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu membangun citra diri yang positif melalui komunikasi yang efektif.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Muhafidhah Novie juga mengapresiasi narasumber Stefanny Imelda yang dinilai memiliki pengalaman luas sebagai pembicara dan mentor di bidang pengembangan diri. Melalui seminar ini, ia berharap mahasiswa memiliki bekal yang lebih matang dalam membangun personal branding, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mampu menghadapi proses rekrutmen kerja dengan percaya diri sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia profesional.

“Beliau sudah luar biasa. Saya melihat kiprahnya melalui berbagai media sosial maupun kegiatan pelatihan. Kiprahnya sudah di level nasional, bahkan saya yakin ke depan akan semakin berkembang hingga tingkat internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Stefanny Imelda menjelaskan bahwa proses wawancara kerja memiliki porsi yang sangat besar dalam menentukan diterima atau tidaknya seorang pelamar.

“Nilai akademik yang tinggi belum tentu menjadi faktor utama diterima bekerja. Interview adalah penentunya. Pintar di kelas belum tentu pintar dalam bekerja, sehingga kemampuan menghadapi interview harus benar-benar dipersiapkan,” jelasnya.

TV Presenter JTV tersebut menekankan bahwa persiapan wawancara tidak dapat dilakukan secara mendadak. Menurutnya, setiap kandidat harus memahami diri sendiri, mengenali kemampuan yang dimiliki, serta mampu menunjukkan karakter positif kepada perusahaan.

“Interview menjadi cara HRD untuk menilai apakah seseorang mengenal dirinya sendiri, memahami kompetensinya, memiliki loyalitas, dan mampu bekerja sama dengan tim,” katanya.

Stefanny juga membagikan strategi dalam menjawab pertanyaan yang paling sering muncul saat wawancara, seperti “Coba perkenalkan diri Anda” dan “Mengapa Anda tertarik bergabung di perusahaan ini?”

Menurutnya, banyak pelamar masih menjawab dengan cara yang terlalu umum, seperti menyebutkan nama, usia, atau tempat lahir, padahal informasi tersebut sebenarnya sudah tercantum dalam CV.

“Saat memperkenalkan diri, jangan hanya mengulang data pribadi. Mulailah dengan menjelaskan aktivitas dan fokus yang sedang dijalani saat ini, kompetensi yang dimiliki, serta tujuan karier yang ingin dicapai. Jawaban seperti itu akan lebih menarik perhatian HRD,” paparnya.

Mahasiswa UNUSIDA Mendapatkan Pelatihan Pembuatan Dimsum dan Minuman Kekinian dari Mitra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gandeng Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Gelar Pelatihan Wirausaha Baru

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Pelatihan Wirausaha Baru bagi mahasiswa sebagai upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. Kegiatan yang dilaksanakan di Hall Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (23/6/2026) tersebut berlangsung dengan antusias dan menghadirkan materi praktis yang dapat langsung diterapkan sebagai peluang usaha.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan secara langsung.

Menurutnya, program ini menjadi langkah positif karena mahasiswa kini mulai dilibatkan dalam berbagai program pemberdayaan UMKM yang sebelumnya lebih banyak menyasar masyarakat umum.

“Alhamdulillah, saat ini mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar, menimba ilmu, dan berlatih menjadi seorang wirausaha. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik serta pembinaan manajemen usaha yang dapat menjadi bekal ketika terjun ke dunia bisnis,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa program pelatihan ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Rencananya, akan ada pelatihan lanjutan yang dilaksanakan pada periode Juli hingga September 2026 dengan peserta yang sama guna memperkuat kompetensi kewirausahaan mahasiswa.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Kesempatan seperti ini sangat berharga karena para narasumber yang hadir merupakan praktisi dan pelaku UMKM yang telah berpengalaman di bidangnya,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung mengenai proses pembuatan dimsum dan minuman kekinian yang saat ini banyak diminati oleh kalangan muda. Selain mempraktikkan proses produksi, peserta juga dibekali wawasan mengenai pengemasan produk, strategi pemasaran, hingga manajemen usaha sederhana.

Materi tersebut dipilih karena memiliki peluang pasar yang luas dan modal usaha yang relatif terjangkau, sehingga cocok dijadikan alternatif usaha bagi mahasiswa untuk memperoleh tambahan penghasilan sekaligus melatih jiwa entrepreneur sejak dini.

Novie menyebutkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen UNUSIDA sebagai kampus yang mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang mampu menciptakan peluang usaha baru serta berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami optimistis akan lahir wirausahawan muda dari mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan manajerial yang kuat untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan di masa depan,” pungkasnya.

BEM FE UNUSIDA Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM FE UNUSIDA Gelar Grand Final Duta Ekonomi 2026, Cetak Generasi Cerdas, Kreatif, Inspiratif, dan Berintegritas

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Grand Final Duta Ekonomi 2026 pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema ‘Membentuk Duta Ekonomi Masa Depan yang Cerdas, Kreatif, Inspiratif dan Berintegritas’ ini menjadi puncak rangkaian seleksi yang telah dilalui para finalis melalui berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran, wawancara, karantina, hingga penampilan pada saat grand final.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta keluarga finalis yang memberikan dukungan penuh kepada para peserta. Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026, terpilihnya M. Fadli Rahmadhani Manajemen 2025A dan Lili Itaurrahma Manajemen 2025A sebagai Duta Fakultas Ekonomi 2026.

Gubernur BEM Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Pingkya Angelica Thaufani, dalam sambutannya mengaku bangga dan terharu dapat menyaksikan proses para finalis yang telah berjuang hingga mencapai tahap akhir kompetisi.

“Saya berdiri di sini dengan rasa bangga karena dulu saya juga pernah berproses di tempat ini. Hari ini saya menyaksikan adik-adik yang telah melalui perjalanan panjang mulai dari seleksi, wawancara, karantina hingga grand final. Kalian adalah mahasiswa pilihan yang telah membuktikan komitmen dan kerja kerasnya,” ujarnya.

Ia berharap Duta Fakultas Ekonomi 2026 dapat menjadi generasi yang lebih baik dan mampu melanjutkan prestasi yang telah diraih oleh angkatan sebelumnya.

“Pemilihan Duta Ekonomi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan soft skills mahasiswa. Sebab, generasi muda saat ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, serta kemampuan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa ajang pemilihan duta fakultas merupakan wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa.

“Kompetisi ini sangat bermanfaat karena menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, etika, serta kepemimpinan. Saya melihat para finalis memiliki perubahan yang luar biasa, baik dari sikap, gestur, maupun cara berinteraksi,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, pembina, serta para Duta Fakultas Ekonomi yang selama ini aktif membantu promosi dan pengembangan citra Fakultas Ekonomi melalui berbagai kegiatan dan media sosial.

“Duta Fakultas Ekonomi adalah brand ambassador fakultas. Mereka membawa nama baik Fakultas Ekonomi sekaligus UNUSIDA. Pengalaman yang diperoleh di sini akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja nanti,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh finalis agar tidak hanya menjadikan gelar duta sebagai ajang prestise, tetapi juga sebagai sarana mengembangkan kualitas diri.

Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki mahasiswa di era saat ini.

“Yang paling penting adalah kemampuan berkomunikasi. Bagaimana seseorang mampu menyampaikan gagasan, membangun relasi, dan menunjukkan kualitas dirinya melalui komunikasi yang baik. Itulah yang akan menjadi modal penting dalam kehidupan maupun dunia kerja,” tuturnya.

Ia juga mendorong para finalis untuk terus mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, dan berani tampil sebagai representasi mahasiswa yang mampu membawa perubahan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Semoga Duta Ekonomi nanti mampu menjalankan perannya sebagai representasi fakultas, menjadi agen promosi kampus, serta berkontribusi aktif dalam mendukung berbagai program pengembangan mahasiswa dan institusi di masa mendatang,” pungkasnya.

Riyadhoh Spiritual Fakultas Ekonomi UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Riyadhoh Spiritual Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Meneladani Jejak Muassis NU

JOMBANG — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan kegiatan riyadhoh pada Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh jajaran struktural fakultas, mulai dari dekanat, kepala program studi, dosen, hingga tenaga kependidikan.

Rangkaian kegiatan diisi dengan ziarah ke makam para ulama kharismatik yang memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan Islam dan Nahdlatul Ulama di Indonesia. Adapun lokasi ziarah meliputi makam KH. M. Hasyim Asy’ari, KH. Bisri Syansuri, KH. Abdul Wahab Chasbullah, serta Sayyid Sulaiman. Keempat tokoh tersebut dikenal luas atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan, dakwah, serta perjuangan kebangsaan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan spiritual seperti ini penting untuk membangun karakter civitas akademika yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki ketenangan batin dan nilai-nilai keislaman yang kuat.

“Kampus tidak hanya menjadi ruang belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membangun akhlak, spiritualitas, dan kebersamaan. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar Fakultas Ekonomi UNUSIDA,” ujarnya.

Ia berharap, riyadhoh ini membawa keberkahan serta dampak positif bagi seluruh civitas akademika Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam menjalankan aktivitas akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga keberkahan riyadhoh ini dapat menjadi pelecut semangat bagi seluruh civitas akademika Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam menjalankan amanah pendidikan,” ungkapnya.

Setibanya di lokasi pertama, makam KH. M. Hasyim Asy’ari, seluruh peserta melaksanakan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin salah satu dosen. Kekhusyukan terasa saat peserta mengenang jasa pendiri NU tersebut.

Perjalanan dilanjutkan ke makam KH. Bisri Syansuri. Selain doa dan tahlil, peserta mendapatkan tausiyah singkat tentang pentingnya menjaga nilai keilmuan dan keikhlasan dalam berkhidmah, sebagaimana teladan para ulama terdahulu. Momen ini menjadi refleksi bersama untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik secara akademik maupun spiritual.

Di makam KH. Abdul Wahab Chasbullah hingga di makam Sayyid Sulaiman, rombongan kembali melantunkan doa bersama. Disampaikan pula penjelasan singkat mengenai peran beliau dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan kiprahnya membangun NU. Wawasan historis ini meneguhkan kesadaran akan pentingnya peran ulama dalam perjalanan bangsa.

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar MONEV Bersama Mitra Pesantren Madura (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Monitoring dan Evaluasi Kerja Sama dengan Pesantren di Madura

SIDOARJO — Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan agenda Monitoring dan Evaluasi (MONEV) bersama Mitra Pesantren Madura yang bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 5 Kampus II UNUSIDA, Rabu (29/4/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dekan Fakultas Ekonomi, Ketua dan Sekretaris Program Studi Akuntansi, serta perwakilan unit Kemahasiswaan dan Keuangan.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan komitmen institusi agar kolaborasi dengan dunia pesantren tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan dampak nyata bagi tata kelola keuangan serta pengembangan sumber daya manusia di kedua belah pihak.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III, H. Ali Masykuri, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya sinkronisasi antara capaian akademik dan pembentukan karakter mahasiswa melalui keterlibatan langsung di masyarakat. Ia menjelaskan pentingnya kerja sama lintas sektoral sebagai strategi dalam meningkatkan kualitas lulusan. Menurutnya, kolaborasi antara kampus, masyarakat, dan mitra eksternal menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan berdampak.

“Perlu adanya sinkronisasi antara capaian akademik dengan pembentukan karakter mahasiswa. Salah satunya melalui keterlibatan langsung mahasiswa di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program pengabdian dan kegiatan lapangan tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika di masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menekankan bahwa sinergi antara akademisi dan pesantren merupakan wujud nyata implementasi visi universitas, khususnya dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

“Sinergi akademisi dan pesantren adalah perwujudan visi universitas dalam pengabdian kepada umat. Kolaborasi ini penting untuk mendorong penguatan kapasitas lembaga pesantren, terutama dalam aspek tata kelola keuangan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan peran strategis Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam mendampingi pesantren agar mampu mengelola keuangan secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, pendampingan tersebut tidak hanya berorientasi pada penerapan standar akuntansi modern, tetapi juga tetap mempertahankan nilai-nilai khas pesantren sebagai identitas utama lembaga pendidikan keagamaan.

“Prodi Akuntansi memiliki peran krusial dalam mendampingi pesantren agar pengelolaan keuangannya sesuai standar, namun tetap selaras dengan nilai-nilai pesantren,” tambahnya.

Paparan tersebut diperkuat oleh Ketua Prodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.SA., dan Sekretaris Prodi, Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., yang memaparkan capaian program pendampingan, mulai dari penyusunan laporan keuangan pesantren hingga efektivitas program magang mahasiswa di sejumlah pesantren di Madura selama satu periode terakhir.

Masukan tersebut disambut positif oleh perwakilan Mitra Pesantren Madura yang berharap peningkatan durasi dan intensitas pendampingan, terutama dalam digitalisasi pencatatan keuangan unit usaha pesantren. Alhasil, seluruh pihak sepakat menyusun rencana aksi konkret sebagai tindak lanjut hasil evaluasi. Beberapa poin prioritas yang akan segera diimplementasikan meliputi pembaruan modul pelatihan akuntansi pesantren yang lebih aplikatif, pengembangan sistem monitoring berbasis digital, penyelenggaraan LKMM-TD bagi mahasiswa pesantren, serta penataan ulang koordinasi perkuliahan untuk menunjang pembelajaran luring.

Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan dokumen MONEV yang menandai babak baru penguatan kolaborasi antara UNUSIDA dan jaringan pesantren di Madura dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing.

Dosen UNUSIDA, Afifatus Sholikhah, S.M., M.M. (Foto: Humas UNUSIDA)

Kartini Masa Kini Hadir dalam Setiap Perempuan yang Menjalani Perannya

Dalam momentum Hari Kartini, Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Afifatus Sholikhah, S.M., M.M. menyampaikan gagasan reflektif bahwa Kartini tidak lagi sekadar sosok sejarah, melainkan representasi nyata dari perempuan masa kini yang menjalani perannya dengan keberanian, ketulusan, dan makna.

Menurutnya, Kartini hari ini hadir dalam berbagai wajah: perempuan pekerja, ibu rumah tangga, mahasiswi, pelaku usaha, hingga mereka yang berjuang dalam diam. Tidak ada standar tunggal tentang bagaimana menjadi perempuan hebat, karena setiap perempuan adalah Kartini dengan versinya masing-masing.

“Dunia tidak membutuhkan perempuan yang seragam, tetapi perempuan yang autentik, yang mampu menjalani perannya dengan kesadaran dan tanggung jawab,” ujarnya.

Kepala Bagian Humas dan Informasi Publik UNUSIDA tersebut menyoroti perempuan yang bekerja sebagai wujud nyata emansipasi yang hidup dalam tindakan sehari-hari. Bangun pagi, menghadapi tuntutan pekerjaan, menyelesaikan tanggung jawab, hingga tetap berusaha memberikan yang terbaik adalah bentuk perjuangan yang sering kali tak terlihat, namun sangat bermakna.

Di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa peran ibu rumah tangga memiliki kemuliaan yang sama. Mengurus rumah, mendidik anak, dan menjaga keharmonisan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban. “Dari tangan seorang ibu, lahir generasi yang kuat, berakhlak, dan berdaya,” tambahnya.

Baginya, baik perempuan yang bekerja, ibu rumah tangga, maupun yang menjalani keduanya, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Yang membedakan hanyalah jalan yang dipilih, bukan nilai dari peran itu sendiri.

Lebih jauh, ia mengajak perempuan masa kini untuk berani bermimpi, berkembang, dan tidak terjebak pada standar sosial yang tidak realistis. Menjadi perempuan hebat bukan berarti harus sempurna, tetapi berani menjadi diri sendiri dan terus bertumbuh.

Hari Kartini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai. Namun perjuangan itu bisa dimulai dari hal kecil: keberanian untuk berbicara, keteguhan untuk bertahan, dan ketulusan dalam menjalani peran sehari-hari. Dalam refleksi ini, alumni UNUSIDA tersebut mengajak untuk merayakan setiap perjuangan perempuan, sekecil apa pun, serta menghargai setiap peran yang dijalani dengan penuh keyakinan bahwa tidak ada usaha yang sia-sia.

“Sebagai perempuan, kita tidak harus menjadi orang lain untuk dianggap hebat. Kita hanya perlu menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri,” pungkasnya.

Evaluasi VMTS FE dan Visi Keilmuan Prodi Manajemen UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Manajemen UNUSIDA Gelar Evaluasi VMTS dan FGD Kurikulum, Perkuat Relevansi Lulusan dengan Dunia Kerja

SIDOARJO – Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Evaluasi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) serta Visi Keilmuan Program Studi Manajemen di Ruang Pertemuan Gedung B Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini dikemas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai stakeholder terkait.

Dekan FE UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Kaprodi, Sekretaris serta seluruh Dosen di Prodi Manajemen atas kerja keras dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

“Kurikulum harus terus berkembang mengikuti dinamika kebutuhan dunia kerja. Kami berharap melalui FGD ini akan muncul berbagai masukan yang benar-benar relevan untuk pengembangan skill mahasiswa, sehingga output pembelajaran siap diterapkan di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masukan dari berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, alumni, hingga mitra industri, menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kurikulum. Hal ini bertujuan agar lulusan Fakultas Ekonomi tidak hanya siap menjadi entrepreneur, tetapi juga mampu berkontribusi di berbagai sektor profesional.

“Semoga kolaborasi antara kampus dan mitra dapat terus berlanjut guna menciptakan lulusan yang berkualitas, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan pentingnya relevansi antara dunia pendidikan dan dunia kerja sebagaimana ditekankan oleh kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Perguruan tinggi tidak boleh tertutup terhadap inovasi. Harus ada pembaruan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Kompetensi mahasiswa juga harus dikembangkan secara cepat agar mampu membaca peluang dan menghadapi perubahan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembelajaran di kelas harus terhubung dengan implementasi nyata di lapangan. Selain itu, mahasiswa turut didorong untuk aktif memberikan masukan terhadap kurikulum yang diterapkan, guna menjaga kredibilitas institusi pendidikan di mata masyarakat.

Melalui forum ini, berbagai masukan strategis dihimpun sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kurikulum ke depan. FGD ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, organisasi mahasiswa seperti BEM Fakultas Ekonomi dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen, alumni, hingga mitra industri.

Di antaranya Direktur Utama PT Surya Inti Aneka Pangan (SIAP) Andri Halim Gunawan, perwakilan dari PT Sekala Biru Amerta Hardiansyah,perwakilan dari PT Aliyan Jaya Perkasa Moh Viky Aliyan, CV. Mysneaker Retail Indo Zharvan Pradito Utomo. Selain itu, juga dihadiri oleh beberapa alumni, seperti Finance Supervisor PT Dream Dare Discovery Izzah Nadhifah Kirana, S.M., HRD PT Cin Rui Internasional Konstruksi Moch Tegar Pratama, S.M., Direktur CJB M Syafril Nurdiansyah, S.M.