Pos

Mahasiswa Dikenalkan Visi dan Misi Program Studi Manajemen oleh Kaprodi dalam MANIFEST 2025 (Foto: Hima Manajemen UNUSIDA)

MANIFEST 2025 Jadi Momentum Pengenalan Visi dan Misi Program Studi Manajemen Kepada Mahasiswa

TRAWAS – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) UNUSIDA memberikan penguatan fundamental kepada mahasiswa baru melalui sesi pengenalan visi dan misi Program Studi Manajemen dalam rangkaian kegiatan yang bertajuk Management Family Establishment (MANIFEST) 2025. Kegiatan yang digelar di Villa Pondok Darul Mutta’allimin, Trawas, Mojokerto pada 20–21 Oktober 2025 tersebut menghadirkan Kepala Program Studi Manajemen, Mustaqim, S.E., M.M sebagai narasumber utama.

Dalam penyampaiannya, Mustaqim menegaskan bahwa Program Studi Manajemen UNUSIDA memiliki visi menjadi prodi unggul yang menghasilkan lulusan berkompeten melalui integrasi keilmuan manajemen bisnis, kewirausahaan, dan nilai-nilai Aqidah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah. Visi tersebut menjadi identitas dan fondasi dalam merancang seluruh kebijakan akademik maupun arah pengembangan karakter mahasiswa.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Prodi Manajemen menerapkan sejumlah strategi, di antaranya:

  • Peningkatan mutu pembelajaran melalui metode pengajaran adaptif, kolaboratif, dan berbasis proyek.

  • Penguatan riset yang berdampak, termasuk fasilitasi publikasi jurnal penelitian dan jurnal pengabdian masyarakat melalui Fakultas Ekonomi.

  • Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) yang berorientasi pada manajemen berkelanjutan serta selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya bidang pertumbuhan ekonomi inklusif dan pekerjaan layak.

Tak hanya itu, Prodi Manajemen juga terus mengembangkan kurikulum yang selaras dengan perkembangan kebutuhan industri dan dunia usaha. Pengembangan tersebut diwujudkan melalui:

  • Pelatihan kepemimpinan dan soft skills manajerial.

  • Penyediaan program sertifikasi kompetensi BNSP untuk meningkatkan daya saing lulusan.

  • Integrasi nilai-nilai keagamaan dan etika profesi dalam seluruh aktivitas akademik dan non-akademik.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teoritis dan praktis, tetapi juga karakter keislaman yang moderat, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Melalui paparan visi dan misi ini, Prodi Manajemen UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang kompeten, moderat, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global. Para mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, menjawab tantangan dunia industri, serta tetap berpegang teguh pada identitas keislaman Nahdlatul Ulama.

“Pengenalan visi dan misi ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengikuti seluruh rangkaian MANIFEST 2025 dan perjalanan akademik mereka di Prodi Manajemen UNUSIDA,” tandasnya.

Hima Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar MANIFEST 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar MANIFEST 2025: Bangun Harmoni, Kreativitas, dan Kepemimpinan Mahasiswa

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan tahunan Management Family Establishment (MANIFEST) 2025 dengan mengangkat tema ‘Manifestasi dalam Harmoni, Menata Langkah dan Mulai Berkreatifitas’. Kegiatan ini digelar pada Kamis–Jumat (20–21/10/2025) di Kampus 2 UNUSIDA dan Villa Pondok Darul Muttaalimin, Selotapak, Trawas, Mojokerto.

Kegiatan MANIFEST 2025 dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif HIMA dalam menghadirkan wadah pengembangan diri bagi mahasiswa Manajemen. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan seperti MANIFEST sangat penting untuk memperkuat kompetensi non-akademik mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi kepemimpinan, kreativitas, problem solving, serta ketahanan mental. Sebab sejalan dengan visi dan misi Program Studi, MANIFEST harus menjadi salah satu proses membentuk mahasiswa Manajemen harus menjadi generasi yang adaptif dan berdaya saing.

“MANIFEST bukan hanya kegiatan penyambutan, tetapi sarana strategis untuk mengasah mental, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan problem solving. Ini adalah bagian dari proses pembentukan mahasiswa Manajemen yang unggul dan adaptif,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda berbobot mulai dari materi Mental Health, Problem Solving, Leadership, hingga pelatihan kerja tim. Kegiatan outdoor di Trawas juga dirancang untuk memperkuat kerja sama, kedisiplinan, dan karakter tangguh mahasiswa. Suasana harmonis dan kolaboratif menjadi ciri khas MANIFEST tahun ini.

Ketua HIMA Manajemen UNUSIDA, Romaldi Jabbar, berharap MANIFEST 2025 dapat menjadi momentum untuk menguatkan rasa kekeluargaan antar-angkatan. Dengan terselenggaranya MANIFEST 2025, Ia berharap tradisi ini dapat terus dilanjutkan sebagai wahana penguatan kapasitas dan karakter mahasiswa, sehingga melahirkan generasi Manajemen UNUSIDA yang kreatif, solutif, dan mampu tampil sebagai pemimpin masa depan.

“Kami ingin seluruh mahasiswa Manajemen semakin solid dan saling mengenal. MANIFEST adalah ruang untuk menata langkah dan mulai berkreativitas bersama. Harmoni dan kebersamaan adalah modal penting untuk membangun organisasi yang kuat,” ungkapnya.

MANIFEST 2025 tidak hanya menghadirkan materi, tetapi juga menjadi ajang pembentukan identitas mahasiswa Manajemen sebagai pribadi yang inovatif, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen HIMA Manajemen dalam mendukung pencapaian visi program studi untuk mencetak mahasiswa yang berdaya saing dan berkarakter.

“Semoga kegiatan ini mampu menjadi tradisi akademik yang konsisten mendorong peningkatan soft skill, karakter unggul, serta solidaritas organisasi, agar mahasiswa Manajemen semakin siap menjadi generasi profesional, kreatif, dan kompetitif di masa depan,” harapnya.

Suasana Kompak Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Saat Mengikuti Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 Secara Virtual (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Kompak Ikuti Capital Market Summit & Expo 2025 Secara Virtual

SIDOARJO — Puluhan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dari angkatan 2023, 2024, dan 2025 kompak turut berpartisipasi secara virtual dalam kegiatan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan 48 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kali ini, dengan mengusung tema ‘Pasar Modal untuk Rakyat: Satu Pasar Berjuta Peluang’, CMSE 2025 menjadi ajang strategis yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan pasar modal Indonesia. Kegiatan ini digelar selama dua hari, 17–18 Oktober 2025, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, serta dapat diikuti secara daring oleh masyarakat luas, termasuk sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Iman Rachman, menyampaikan bahwa tema tahun ini mencerminkan komitmen seluruh ekosistem pasar modal untuk menjadikan pasar modal Indonesia lebih inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pasar modal bukan hanya arena investasi, tetapi juga ruang yang mampu membuka berjuta peluang nyata, mulai dari investasi bagi masyarakat, pendanaan bagi perusahaan, hingga pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas pertumbuhan positif pasar modal Indonesia. Hingga saat ini, jumlah investor hampir menyentuh 19 juta orang, termasuk lebih dari 8 juta investor saham, di mana sebagian besar berasal dari generasi muda berusia di bawah 30 tahun. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pentingnya berinvestasi sejak dini.

Selain seminar utama bertajuk ‘Peran Dunia Usaha dan Pasar Modal dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional’, CMSE 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti podcast ‘Investasi Saham No Ribet’, serta talkshow lintas agama bertema ‘Muda Kaya, Tua Bahagia, Mati Bagaimana?’, yang diikuti oleh tokoh dari Islam, Kristen, dan Buddha.

Salah satu mahasiswa peserta, Rizky Oktavian Ramadhan, mengaku sangat antusias dapat mengikuti kegiatan nasional tersebut. Ia berharap melalui kegiatan CMSE 2025 ini dapat memperluas wawasan mahasiswa UNUSIDA mengenai peran pasar modal dalam perekonomian nasional, sekaligus menumbuhkan semangat literasi keuangan di kalangan generasi muda.

“Saya senang bisa ikut CMSE 2025, meskipun secara daring. Banyak ilmu yang bisa diterapkan dari materi kuliah manajemen ke dunia investasi nyata. Semoga ke depan bisa ikut langsung di acara seperti ini untuk menambah relasi dan pengalaman,” ungkapnya. (MY)

Rektor UNUSIDA saat membersamai Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi dalam HARMONIKAFE 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

HARMONIKAFE UNUSIDA 2025: Tanamkan Rasa Memiliki dan Bangun Mental Progresif

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk Hamonisasi Keluarga Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi (Harmonikafe) 2025, pada Jumat-Sabtu, (19–20/9/2025). Kegiatan orientasi tersebut mengusung tema ‘Sense of Belonging sebagai Pondasi Awal Membangun Mental Progresif’, yang bertujuan menanamkan rasa memiliki terhadap almamater serta membentuk karakter mahasiswa yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap berkembang.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dari berbagai program studi, dengan rangkaian acara yang meliputi pengenalan akademik, pelatihan soft skill, talkshow motivasi, serta dinamika kelompok yang membangun solidaritas antar mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, menyampaikan pentingnya mentalitas progresif dan rasa memiliki terhadap institusi sebagai fondasi awal dalam menempuh dunia perkuliahan.

“Saya mohon maaf karena pada pembukaan PKKMB Universitas saya tidak bisa hadir karena sedang berada di Kuala Lumpur memenuhi undangan Duta Besar RI untuk program KKN Internasional. Alhamdulillah hari ini saya bisa hadir di Fakultas Ekonomi untuk menyambut kalian secara langsung,” tuturnya.

Fatkul menegaskan bahwa kemandirian adalah kualitas pertama yang harus dimiliki mahasiswa ketika memasuki dunia kampus.

“Kalau di SMA kalian masih dibimbing guru, maka di kampus kalian harus mengelola diri sendiri. Harus mampu memanajemen waktu, membagi antara belajar, organisasi, bahkan bekerja bagi yang sambil kerja. Tugas utama kalian adalah kuliah,” pesannya.

Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga komitmen akademik, terutama bagi penerima beasiswa. Ia menjelaskan bahwa program bantuan seperti KIP Kuliah akan dievaluasi setiap semester dan dapat dicabut jika tidak menunjukkan prestasi yang konsisten. Selain itu, ia menekankan bahwa menjadi mahasiswa UNUSIDA juga berarti menjadi bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.

“Karena kalian berkuliah di Universitas NU, kalian adalah kader NU. Maka soft skill seperti gotong royong, bertanggung jawab, bisa dipercaya, dan siap memimpin harus kalian bangun sejak sekarang melalui organisasi kemahasiswaan,” ujarnya.

Ia juga membanggakan prestasi yang telah diraih oleh Fakultas Ekonomi dan UNUSIDA secara keseluruhan, mulai dari medali emas di kompetisi bisnis internasional, hibah program kewirausahaan, hingga penghargaan nasional di bidang pengabdian masyarakat. Rektor juga memaparkan capaian UNUSIDA dalam klasterisasi perguruan tinggi nasional. Saat ini, UNUSIDA masuk dalam Cluster Utama dan berada pada peringkat ke-116 nasional dalam Indeks Sains dan Teknologi, serta peringkat ke-3 di antara seluruh Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia.

“Tahun 2024 saja, UNUSIDA mencatat 99 prestasi mahasiswa, termasuk 6 prestasi internasional. Fakultas Ekonomi termasuk yang paling aktif berkontribusi. Ini bukti bahwa kalian berada di tempat yang tepat untuk berkembang,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Muhafidhah Novie, S.E., M.M., berharap agar Harmonikafe 2025 menjadi awal yang inspiratif bagi mahasiswa baru. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menandai semangat baru untuk memasuki dunia kampus yang penuh tantangan dan peluang.

“Kami ingin menciptakan iklim akademik yang harmonis, penuh semangat, dan kolaboratif. Dengan tema ‘sense of belonging’, kami ingin mahasiswa merasa menjadi bagian penting dari fakultas ini,” pungkasnya. (MY)

Indah Dwi Cahyani, Mahasiswi Manajemen UNUSIDA Raih Juara 3 Lomba Poster Nasional UNNES 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Indah Dwi Cahyani, Mahasiswi Manajemen UNUSIDA Raih Juara 3 Lomba Poster Nasional UNNES 2025

SIDOARJO – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kali ini Indah Dwi Cahyani, mahasiswi Program Studi Manajemen, sukses meraih Juara 3 Lomba Poster Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES) tahun 2025.

Indah mengungkapkan, informasi lomba ini ia temukan melalui akun Instagram info lomba infografis. Ketertarikannya pada dunia desain mulai tumbuh sejak melihat berbagai karya di media sosial tersebut, mendorongnya untuk mempelajari teknik desain dengan komposisi yang tepat.

“Tema lomba tahun ini adalah Menyemai Benih Inovasi: Bersama Generasi Muda Akselerasi SDGs untuk Indonesia Emas 2045. Saya memilih subtema Ekonomi Cerdas karena ingin menyoroti peran generasi muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan,” jelas Indah kepada HUMAS UNUSIDA, Jum’at (8/8/2025).

Poster yang ia buat menampilkan data pendukung, aksi nyata, dan ajakan bagi generasi muda untuk membangun perekonomian melalui teknologi dan kreativitas. Tantangan terbesarnya adalah merangkum isu kompleks seperti SDGs, ekonomi inklusif, dan peran pemuda menjadi visual yang ringkas, komunikatif, dan tetap menarik.

“Proses editing dan revisi membutuhkan ketelitian agar desain tetap akurat dan sesuai ketentuan lomba. Saya ingin poster ini tidak hanya estetis, tapi juga mampu menyampaikan pesan dengan efektif,” tambahnya.

Meski ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti lomba di tingkat nasional, Indah berhasil membuktikan kemampuannya dalam dunia desain grafis. Sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi, Indah tidak hanya ingin fokus di bidang keilmuannya saja. Akan tetapi ia juga berusaha dengan kreatif, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional, sekecilpun peluang yang ada.

“Saya bersyukur dan bangga bisa meraih Juara 3. Prestasi ini memotivasi saya untuk terus belajar, berkembang, dan berani mengambil tantangan baru,” ungkapnya.

Indah juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga dan sepupunya yang memberi dukungan, masukan, dan kritik membangun selama proses pembuatan poster. Ke depan, ia berharap dapat terus berkarya, berkontribusi dalam menyuarakan isu-isu penting melalui media visual, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kompetisi adalah sarana yang sangat baik untuk mengasah kemampuan, memperluas jaringan, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Jangan takut mencoba, karena setiap proses membawa pelajaran. Yang terpenting adalah berani melangkah, terus belajar, dan tidak mudah menyerah,” tuturnya. (MY)

Malinda Dwi Harjani Setyo, Mahasiswi Manajemen UNUSIDA peraih Juara 3 Nasional Kejuaraan Pencak Silat “Malang Championship 5” Tahun 2025 (Foto: Istimewa)

Cerita Inspiratif Malinda, Mahasiswi UNUSIDA Peraih Juara 3 Nasional Pencak Silat 2025

Sidoarjo – Malinda Dwi Hanjani Setyo, mahasiswi Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2024, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 Nasional dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Malang Championship 5 Tahun 2025, memperebutkan Piala KEMENDIKBUD RI dan Piala Wali Kota Malang.

Dalam wawancara, Malinda mengungkapkan perasaan haru dan bangganya atas capaian tersebut. “Perasaan saya sungguh sangat senang dan bangga pada diri sendiri karena sudah mau berjuang sampai di titik ini,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).

Motivasi Tak Pernah Padam

Sejak duduk di bangku kelas 8 SMP pada tahun 2018, Malinda telah menaruh minat besar terhadap dunia pencak silat. Berawal dari kejuaraan tingkat pondok pesantren se-Jawa dan Bali, ia terus mengasah kemampuan dan mengikuti berbagai kompetisi, dari tingkat provinsi hingga nasional. Meski kerap menemui kegagalan, ia tak pernah menyerah.

“Motivasi yang selalu saya tanamkan adalah, jika orang lain bisa, maka saya juga harus bisa,” tegasnya.

Pernah mengalami kegagalan karena kelebihan berat badan, bahkan kecelakaan parah yang membuatnya gagal ikut seleksi Porprov, tak membuat semangat Malinda padam. Sebaliknya, semua itu ia jadikan batu loncatan untuk terus membuktikan diri, termasuk kepada keluarganya yang sempat meragukan pilihannya menekuni dunia persilatan.

Perjalanan Panjang Penuh Cerita

Sebelum sukses di Malang Championship 5, Malinda sempat mengikuti berbagai kejuaraan, mulai dari O2SN, Kejurkab, Kejurda, hingga PORSENI NU tingkat nasional di Solo. Ia juga aktif dalam berbagai kategori, mulai dari tanding individu, jurus tunggal, hingga beregu bersama rekan satu kampusnya, Tri Maharani.

Tantangan pun tak hanya datang di arena pertandingan. Ketika hendak mengikuti kejuaraan di Malang, ia dan Tri Maharani bahkan hampir membatalkan keberangkatan karena kendala biaya. Berkat dukungan dari dari teman seperjuangan, serta restu orang tua dan pelatih, mereka akhirnya bisa berangkat dan pulang membawa prestasi.

“Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Dengan effort besar, mulai dari waktu, pikiran, hingga materi, semua akhirnya terbayar lunas dengan kemenangan ini,” ucap Malinda penuh haru.

Persiapan Kilat dan Mental Tangguh

Dengan waktu persiapan yang hanya empat hari, Malinda berlatih keras untuk menghadapi kejuaraan nasional ini. Meskipun latihan berlangsung singkat, fokus dan determinasi membuatnya tetap percaya diri. Ia mengakui bahwa tantangan terberat justru saat menjelang pertandingan, ketika rasa gugup mulai muncul.

“Grogi itu manusiawi. Tapi saya punya cara sendiri untuk mengatasi, salah satunya dengan bercanda bersama teman dan tidak mencari tahu siapa lawan saya. Fokus saja pada yang saya bawa ke atas matras,” jelasnya.

Momen Tak Terlupakan dan Pandangan tentang Pencak Silat

Bagi Malinda, momen paling berkesan dalam kejuaraan ini bukan hanya saat menerima medali, tapi kebersamaan bersama tim: tidur bersama di satu tempat, latihan bareng, panik bersama, dan tentu saja saling menyemangati.

“Pencak silat bukan hanya olahraga, tapi juga budaya dan karakter. Mahasiswa punya peran besar dalam melestarikannya dan menyebarkan nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, dan cinta tanah air,” ungkapnya.

Pesan dan Harapan

Malinda menegaskan pentingnya semangat pantang menyerah dalam meraih mimpi. “Jangan pernah takut mencoba meski hasilnya tak sesuai harapan. Habiskan masa sulitmu di masa muda, dan nikmati suksesmu di masa tua. Jangan malas berusaha dan libatkan Tuhan, orang tua, pelatih, dan orang terdekatmu dalam setiap langkahmu,” tuturnya.

Target ke depan, Malinda ingin terus berprestasi dan menorehkan pencapaian yang lebih tinggi lagi di dunia persilatan. Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tapi juga ia persembahkan membanggakan almamater UNUSIDA, yang senantiasa mendorong mahasiswa untuk aktif, berprestasi, dan melestarikan budaya bangsa melalui berbagai jalur, termasuk pencak silat.

“Saya ingin terus melangkah lebih jauh. Semua ini bukan hanya tentang kejuaraan, tapi juga tentang membuktikan kepada diri sendiri dan keluarga bahwa saya bisa. Ini baru awal dari perjalanan panjang saya,” pungkasnya. (MY)

Seminar Motanoia Digitalis Fakultas Ekonomi UNUSIDA (Foto: Humas Unusida)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar Seminar Metanoia Digitalis, Gali Potensi Bisnis di Era Digital

Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA) menggelar seminar bertajuk Motanoia Digitalis dengan tema ‘Inovasi dan Strategi Bisnis di Era Digital’ di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Selasa (25/6/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh tentang urgensi digitalisasi dalam dunia bisnis modern.

Dekan FE UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M. menekankan pentingnya fleksibilitas dan kemampuan adaptif dalam menjalankan bisnis saat ini. Ia mengatakan Kegiatan ini juga menjadi tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah kewirausahaan yang mengajarkan mahasiswa untuk tak hanya fokus pada pembuatan produk, tetapi juga dalam pengelolaan bisnis secara digital dan profesional.

“Kita tidak bisa stagnan. Dunia tengah menghadapi berbagai tantangan global mulai dari perang militer hingga perang dagang. Mahasiswa harus mampu merespons dan berinovasi dalam situasi apa pun. Oleh karena itu, event ini sebagai bentuk luaran mata kuliah Aplied Entrepreneurship,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan.

Seminar ini menghadirkan kolaborasi strategis dengan sejumlah mitra dunia usaha, seperti PT. Surya Inti Aneka Pangan (SIAP), PT. Aliyan Jaya Perkasa, CV My Sneaker Indo, serta Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) Jawa Tengah. Kerja sama ini membuka ruang kolaboratif antara kampus dan industri untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pengusaha muda yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki kepemimpinan dan manajemen bisnis yang baik.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PT. Surya Inti Aneka Pangan (SIAP), memberikan motivasi dan kiat sukses berbisnis kepada generasi muda.

Di hadapan para mahasiswa, ia menekankan bahwa keberhasilan dalam dunia bisnis tidak hanya ditentukan oleh ide yang bagus, tetapi juga oleh konsistensi, keberanian mengambil risiko, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Jangan takut gagal. Kegagalan itu bagian dari proses belajar. Yang penting adalah terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan bangun jaringan yang kuat,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan peluang di era digital serta menguasai teknologi sebagai alat bantu dalam pengembangan usaha. Disiplin, kerja keras, serta manajemen waktu yang baik disebut sebagai kunci penting lainnya.

“Generasi muda harus memperkaya pengalaman, khususnya bagi mahasiswa. Perkembangan teknologi sangat berpengaruh saat ini, manfaatkan itu untuk belajar dan menggali potensi ada,” pungkasnya. (MY)

Fakultas Ekonomi Unusida Gelar Research Camp 2025 (Foto: Humas Unusida)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar Research Camp 2025, Bekali Mahasiswa Cara Menulis Artikel Ilmiah

Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar acara Research Camp 2025 yang bertajuk ‘Exploring Research Potential Contributing to Society’. Acara ini dipusatkan di Hall Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Selasa (4/2/2025) yang diikuti puluhan mahasiswa dari Program Studi Akuntansi dan Manajemen angkatan 2021.

Kegiatan ini juga disertai dengan penandatanganan kerja sama antara Fakultas Ekonomi UNUSIDA dengan sejumlah mitra, di antaranya Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo, Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemnaker RI), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur, dan dengan Kepala Desa Gempol Klutuk Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Laili Muzdalifah, menyampaikan bahwa acara ini dirancang khusus untuk mahasiswa semester akhir, yang sedang mempersiapkan diri dalam menyelesaikan penulisan artikel ilmiah.

Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi penelitian dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat nantinya. Ia mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk menciptakan solusi berbasis riset dari hasil artikel ilmiah mahasiswa.

“Kami menyadari bahwa tantangan utama bagi mahasiswa semester akhir adalah bagaimana menulis artikel ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk membantu mereka mengembangkan kemampuan riset dan menghasilkan karya yang aplikatif,” ujarnya.

Laili Muzdalifah juga mengungkapkan bahwa hasil survei internal menunjukkan 90% mahasiswa yang mengikuti acara ini memiliki minat besar untuk melakukan riset yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami sangat senang melihat antusiasme mahasiswa dalam penelitian yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam memecahkan masalah sosial-ekonomi. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA sudah memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kemajuan masyarakat melalui riset yang mereka lakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam, dalam kesempatan yang sama memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, melalui kegiatan ini dapat memberikan gambaran tentang cara menulis artikel ilmiah yang baik. Serta dapat menjadi ajang untuk menggali potensi riset yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat.

“Kegiatan Research Camp 2025 ini merupakan terobosan baru yang sangat penting bagi mahasiswa. Karena dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang solutif bagi masyarakat,” terangnya.

Ia berharap mahasiswa UNUSIDA dapat menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berfokus pada pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat, serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.

Ia yakin melalui kegiatan ini dapat menjadi langkah penting dalam menumbuhkan budaya riset yang aplikatif, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Sebab, mahasiswa FE UNUSIDA terbukti dapat berprestasi Internasional di ajang Bussiness Plan Competition berkat inovasi bisnis yang menarik dan membangun. Prestasi ini membuktikan bahwa UNUSIDA telah berhasil menempatkan diri sebagai perguruan tinggi yang berkompeten dalam menghasilkan penelitian yang berpengaruh.

“Saya sangat bangga dengan prestasi internasional yang sudah diraih oleh Fakultas Ekonomi UNUSIDA. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan riset yang relevan dan bermanfaat.” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, menghadirkan dua narasumber yang merupakan dosen Fakultas Ekonomi UNUSIDA, yaitu Achmad Zaki, S.E., M.M., dan Muhammad Taufiq, M.Pd yang membahas berbagai topik tentang pengembangan penelitian serta aplikasi hasil penelitian untuk menyelesaikan masalah sosial-ekonomi di Indonesia.

Dosen Manajemen, Achmad Zaki menjelaskan bahwa ide riset yang inovatif bukan hanya soal mencari topik yang belum pernah diteliti sebelumnya, tetapi juga bagaimana menemukan solusi baru untuk masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Inovasi dalam riset dimulai dengan kemampuan untuk melihat permasalahan dari perspektif yang berbeda dan mencari cara baru untuk menyelesaikannya. Hal ini sangat penting untuk menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat,” terangnya.

Ia menerangkan pentingnya riset dalam menciptakan inovasi yang dapat diimplementasikan secara langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya fokus pada pengembangan kemampuan menulis artikel ilmiah, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berpikir lebih luas tentang bagaimana riset mereka dapat memberikan solusi konkret dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Penelitian bukan hanya untuk meningkatkan pemahaman akademik, tetapi lebih dari itu, riset dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi. Kami perlu menggali lebih dalam bagaimana hasil riset dapat diimplementasikan di lapangan,” pungkasnya.

 

(my)

Berkat Inovasi Teknologi Keberlanjutan Ecodrone, Mahasiswa Unusida Raih Prestasi Kompetisi Bisnis Plan Internasional (Foto: istimewa)

Mahasiswa Unusida Raih Prestasi Internasional Berkat Inovasi Teknologi Keberlanjutan Ecodrone

Tim mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang Kompetisi Bisnis Plan Internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun. Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa tersebut mengusung ide bisnis Ecodrone, sebuah inovasi yang menggabungkan teknologi drone dengan solusi ramah lingkungan untuk ekspedisi.

Kompetisi mahasiswa kali ini menarik partisipasi dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia dan mancanegara. Dalam kompetisi ini, para peserta diminta untuk merancang dan mempresentasikan rencana bisnis yang memiliki potensi untuk berkembang di pasar internasional.

Tim dari Unusida, yang terdiri dari mahasiswa jurusan Teknik Informatika, Manajemen dan Akuntansi ini berhasil memukau para juri dengan ide bisnis yang inovatif dan berkelanjutan bagi lingkungan. Ecodrone adalah bisnis yang berfokus pada pengembangan drone berbasis energi panel surya, yang dirancang untuk mendukung berbagai misi ekspedisi, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh kendaraan pada umumnya.

“Penggunaan teknologi drone yang ramah lingkungan sangat relevan dengan kebutuhan global saat ini, terutama untuk menunjukkan potensi besar untuk mengubah cara dunia ekspedisi beroperasi, dengan memberikan solusi yang lebih berkelanjutan dan efisien bagi pengiriman barang di era modern ini,” ujar ketua tim, Fitto Ardiansyah, mahasiswa jurusan Teknik Informatika Unusida.

Fitto menjelaskan, dengan kemampuan drone yang dapat terbang jarak jauh dan menggunakan panel surya untuk pengisian daya. Sehingga ecodrone ini menawarkan keunggulan penghematan biaya operasional dan pengurangan emisi karbon. Selain itu, penggunaan energi terbarukan memungkinkan misi ekspedisi dilakukan tanpa ketergantungan pada sumber daya yang terbatas atau polusi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.

Ecodrone yang bertenaga surya tidak hanya menjadi hal baru dalam bisnis ekspedisi barang saja, akan tetapi juga memungkinkan pengiriman logistik, bahan bantuan, dan perangkat penting dengan waktu yang lebih cepat dan lebih efisien,” terangnya.

Menurutnya, pengembangan ecodrone merupakan langkah maju yang mengarah pada pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan. Selain itu, penggunaan teknologi ini akan memperluas jangkauan operasional dunia ekspedisi, menjangkau area yang sebelumnya sulit atau hampir mustahil dicapai.

Adapun anggota tim lainnya yaitu Afifhatur Rahmadina (PBI) 2023, Lailatul Ma’rifah (Manajemen) 2024 dan Kumala Dwi Sekararum (Akuntansi) 2023.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Jeziano Rizkita Boyas sangat mengapresiasi upaya mahasiswa untuk menghadirkan inovasi bisnis yang bermanfaat di kancah internasional. Hal ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Unusida mampu menghasilkan wirausahawan muda yang inovatif dan siap menghadapi tantangan global.

“Kami sangat bangga dengan tim mahasiswa yang telah berjuang dan berhasil meraih prestasi di ajang bergengsi ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia yakin bahwa mahasiswa Unusida memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah global. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa kampus NU juga dapat berkontribusi pada pengembangan kewirausahaan dan inovasi bisnis mampu menghasilkan ide-ide kreatif yang relevan dalam perkembangan wirausaha internasional.

“Ide bisnis ini menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang tren teknologi dan keberlanjutan. Para mahasiswa ini telah berhasil memadukan aspek bisnis dengan solusi yang ramah lingkungan, yang merupakan hal yang sangat penting di pasar internasional,” imbuhnya.

 

(my)

Penganugerahan Pemenang Duta Jawa Timur (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswa Unusida Raih Prestasi Gemilang di Ajang Duta UMKM Jawa Timur

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Pingkia Angelica Taufani, salah satu mahasiswi Unusida, berhasil meraih gelar Winner Duta UMKM Jawa Timur, sementara rekan sesama mahasiswa manajemen, Alvin Dwi Yunianto, berhasil meraih penghargaan Duta Favorit & Best Project UMKM Jawa Timur dalam Grand Final Pemilihan Duta UMKM Jawa Timur tahun 2024 tersebut dilaksanakan di Kantor Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Surabaya, Ahad (15/12/2024).

Pingkia Angelica Taufani dinobatkan sebagai Duta UMKM Jawa Timur setelah berhasil menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mempromosikan serta mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Jawa Timur. Dalam proses seleksi yang ketat, Pingkia menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan UMKM lokal, sekaligus menciptakan dampak positif yang signifikan melalui ide-ide inovatif yang ia tawarkan.

Melalui ide-ide inovatif yang ia tawarkan, Pingkia tidak hanya menciptakan dampak positif bagi perkembangan UMKM di Jawa Timur, tetapi juga membuktikan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah.

“Semangat berinovasi dan berkembang, karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Bareng-bareng, kita bikin UMKM Jawa Timur makin keren dan berdaya saing!,” katanya.

Mahasiswi jurusan Manajemen tersebut telah lama menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan UMKM dengan memberikan solusi kreatif yang dapat mengoptimalkan potensi bisnis lokal. Dalam ajang Duta UMKM Jawa Timur, ia mengusung konsep pemberdayaan UMKM berbasis teknologi digital yang bertujuan untuk membantu pelaku UMKM memasarkan produk mereka dengan lebih efektif, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Melalui berbagai inisiatif dan proyek yang ia jalankan, Pingkia berhasil memperkenalkan strategi-strategi inovatif yang memanfaatkan platform digital, seperti pembuatan aplikasi e-commerce khusus UMKM, pelatihan pemasaran digital, dan pengelolaan media sosial yang lebih efektif. Dengan pendekatan ini, ia tidak hanya membantu pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

“Ikut Duta UMKM Jawa Timur 2024 itu pengalaman yang seru banget. Tidak hanya menambah ilmu soal UMKM, tapi juga ketemu orang-orang inspiratif dan belajar banyak dari mentor. Jadi Winner di ajang ini tentu jadi kebanggaan sekaligus motivasi buat terus dukung UMKM biar makin maju,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan pengembangan yang berkelanjutan. Dengan komitmen dan ide-ide segar yang ia tawarkan menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap transformasi digital dan modernisasi UMKM lokal di Jawa Timur.

Sementara itu, Alvin Dwi Yunianto meraih penghargaan sebagai Duta Favorit dan Best Project UMKM Jawa Timur berkat pendampingan proyek UMKM yang sangat kreatif dan memiliki potensi besar untuk berkembang. Hal ini menunjukkan dedikasinya dalam memberikan solusi nyata bagi perkembangan UMKM di Jawa Timur. “Semoga prestasi ini semakin memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam dunia UMKM, serta mengharumkan nama Unusida di berbagai ajang bergengsi,” harapnya.

Keberhasilan Pingkia dan Alvin semakin membuktikan kualitas pendidikan yang diberikan oleh Unusida dalam mengembangkan potensi mahasiswa di bidang kewirausahaan dan UMKM. Keduanya juga pernah dinobatkan sebagai Duta Fakultas Ekonomi Unusida tahun 2023. Selain itu, prestasi ini juga mencerminkan peran aktif mahasiswa Unusida dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta memajukan sektor UMKM di Jawa Timur.

 

(my)