Pos

Kunjungan SMK Walisongo Porong di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Terima Kunjungan SMK Sunan Ampel Porong, Dorong Semangat Lulusan untuk Kuliah dan Siap Bersaing di Era Digital

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan siswa dan guru SMK Sunan Ampel Porong dalam rangka kegiatan Campus Visit dan pengenalan dunia perkuliahan, pada Rabu (15/10/2025). Kunjungan ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor 1 UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd. menyampaikan pentingnya peran lembaga pendidikan NU dalam membangun masyarakat yang berdaya saing dan mandiri. Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya soal gelar, melainkan tentang pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.

“Kita ini sesama lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama yang punya tanggung jawab besar mencetak generasi berdaya saing. Kuliah bukan sekadar formalitas, tapi proses untuk menyiapkan diri menghadapi perubahan zaman. Banyak yang mengatakan kuliah tidak penting, tapi faktanya, peluang dan kompetensi lulusan perguruan tinggi tetap jauh lebih besar,” ungkapnya.

Dr. Hadi juga menjelaskan bahwa UNUSIDA terus membuka akses pendidikan yang inklusif, dengan berbagai skema pembiayaan dan beasiswa agar siswa dari berbagai latar belakang dapat melanjutkan studi.

“Tidak semua orang punya kesempatan kuliah, tapi sekarang banyak jalur dan dukungan yang memudahkan. Di UNUSIDA, mahasiswa merasakan perubahan besar setelah kuliah: mereka lebih mandiri, kreatif, dan siap menjadi wirausahawan maupun profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., memperkenalkan tiga program studi unggulan di fakultasnya, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Informatika, dan Sistem Informasi. Ia menjelaskan bahwa ketiga prodi ini dirancang untuk menjawab tantangan masa depan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), industri kreatif, dan ekonomi digital.

Ia berharap, kunjungan ini menjadi inspirasi bagi para siswa SMK Sunan Ampel untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melalui kegiatan seperti ini, UNUSIDA terus berkomitmen memperluas akses pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, kreatif, dan berdaya saing di era digital.

“Mahasiswa FILKOM UNUSIDA tidak hanya dibekali teori, tetapi juga kompetensi terapan dan sertifikasi internasional. Kami telah bekerja sama dengan AMD dan XD untuk sertifikasi di bidang pengembangan game dan teknologi digital,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Filkom UNUSIDA memiliki banyak capaian di tingkat internasional, di antaranya juara dalam ajang Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) dan kompetisi inovasi digital di berbagai negara.

“Mahasiswa kami tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tapi juga internasional. Ini bukti bahwa UNUSIDA mampu mencetak talenta digital yang kompeten dan siap bersaing secara global,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para siswa SMK Sunan Ampel Porong juga diajak berkeliling kampus dan mengunjungi laboratorium kreatif Program Studi DKV. Mereka disambut oleh mahasiswa DKV UNUSIDA yang menampilkan berbagai karya inovatif dalam mini pameran hasil karya tugas akhir.

KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 Wujudkan Digitalisasi Desa Wonokarang melalui Website Desa (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 Wujudkan Digitalisasi melalui Website Resmi di Desa Wonokarang

SIDOARJO – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berhasil menghadirkan inovasi nyata dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025 dengan merancang dan meluncurkan website resmi Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Ketua kelompok KKN Tematik FILKOM UNUSIDA, Ferdy menjelaskan bahwa website tersebut dirancang untuk menjadi pusat informasi desa yang dapat diakses masyarakat secara mudah dan cepat. Program ini merupakan bentuk nyata implementasi konsep digitalisasi desa, yang bertujuan meningkatkan transparansi, akses informasi, dan pelayanan publik berbasis teknologi di tingkat pemerintahan desa.

“Melalui website ini, warga bisa mendapatkan informasi tentang administrasi, berita kegiatan desa, hingga layanan publik secara digital. Kami ingin membantu pemerintah desa menuju tata kelola yang lebih transparan dan efisien,” ujarnya.

Program ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan desa digital yang transparan, informatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Di mana teknologi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial dan budaya lokal. Website desa ini dirancang sebagai pusat layanan publik dan informasi yang dapat diakses oleh seluruh warga, sekaligus menjadi sarana komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa pengembangan website desa ini merupakan bentuk penerapan langsung dari ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Website ini dibuat untuk membantu pemerintah desa dalam menyebarkan informasi, mempermudah pengelolaan administrasi, dan meningkatkan layanan publik. Kami berharap inovasi ini dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh perangkat desa,” ujarnya.

Tak hanya itu, kontribusi mahasiswa KKN FILKOM UNUSIDA juga aktif melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan warga.

Beberapa program yang dijalankan antara lain bantuan pemeriksaan kesehatan melalui posyandu masyarakat, pelaksanaan Bazar Cipta Menu Bergizi Seimbang, serta kegiatan gotong royong dalam memperingati HUT RI ke-80 seperti lomba hingga pentas seni dan budaya.

Selain itu, mahasiswa juga berperan dalam mendukung sektor ekonomi masyarakat melalui pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal produk lokal dengan metode door to door. Kegiatan ini membantu pelaku UMKM desa memperoleh legalitas usaha yang lebih baik dan siap bersaing di pasar digital.

Tidak hanya untuk masyarakat dewasa, mahasiswa KKN juga mengadakan program edukatif bersama siswa SDN Wonokarang. Mereka memberikan pelatihan membuat presentasi PowerPoint (PPT) yang interaktif, melatih kreativitas dan kemampuan berbicara di depan umum. Bahkan, kegiatan ringan seperti petik bunga dan daun pandan juga dilakukan sebagai bentuk pengenalan lingkungan dan kearifan lokal kepada anak-anak.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokarang Debi Setyo Wandono mengaku bahwa pihaknya sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UNUSIDA. Ia menilai inovasi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital hingga ke tingkat desa.

“Selama ini kami masih bergantung pada pengumuman manual. Kehadiran website desa ini sangat membantu mempercepat penyebaran informasi dan memperluas jangkauan layanan,” katanya.

Dosen pembimbing lapangan (DPL) FILKOM UNUSIDA, Anggay Luri Pramana, M. Kom menambahkan bahwa kegiatan KKN Tematik ini tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat digital. Mahasiswa memberikan pelatihan kepada perangkat desa dan karang taruna tentang cara mengelola konten, memperbarui data, serta menjaga keamanan informasi di website.

Ia menegaskan, melalui KKN Tematik ini, mahasiswa FILKOM UNUSIDA berhasil membuktikan bahwa kemajuan digital dapat dimulai dari desa, dengan semangat kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu teknologi, tetapi juga menanamkan nilai pengabdian dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 di Desa Wonokarang berhasil menghadirkan sinergi antara transformasi digital dan pemberdayaan masyarakat, menjadikan desa tidak hanya lebih modern secara sistem, tetapi juga semakin kuat secara sosial dan berdaya secara ekonomi. Berkat program inovasi yang dihadirkan, Kelompok KKN Tematik FILKOM UNUSIDA berhasil menyabet Juara 1 dalam EXPO KKN UNUSIDA 2025. (MY)

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA 2025 Gelar PINTAR DIGITAL: Ajarkan Siswa SD Wonokarang Membuat Presentasi Kreatif dengan Canva (Foto: Ismawati Ainur)

PINTAR DIGITAL: Mahasiswa KKN Tematik UNUSIDA Ajarkan Siswa SD Wonokarang Membuat PPT Kreatif dengan Canva

SIDOARJO – Sebagai bagian dari program edukasi literasi digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Pelatihan Interaktif Digital (PINTAR DIGITAL) di SDN Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, pada Selasa (19/8/2025) lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh 28 siswa ini berfokus pada pengenalan pembuatan presentasi (PPT) menggunakan aplikasi Canva, sebuah platform desain digital yang ramah pengguna dan kreatif. Dalam pelatihan tersebut, para siswa diajak untuk mengenal dasar-dasar penggunaan Canva, mulai dari menambahkan teks, gambar, menyusun slide, hingga membuat animasi agar presentasi terlihat lebih menarik.

Ketua Kelompok KKN Tematik UNUSIDA, Ferdie Arya Jantanu, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung peningkatan literasi digital di Desa Wonokarang. Ia berharap, keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal siswa untuk menghadapi tantangan era digital sejak usia dini.

“Kami ingin siswa SD Wonokarang lebih melek teknologi dan kreatif sejak dini. Dengan Canva, mereka bisa belajar membuat presentasi yang menarik dan mudah, yang ke depannya bermanfaat untuk tugas sekolah maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.

Ferdie menjelaskan bahwa pengenalan Canva dipilih karena aplikasinya ramah pengguna dan dapat diakses dengan mudah. Anak-anak SD sekarang sudah akrab dengan gawai, sehingga penting untuk mengarahkan mereka ke penggunaan yang produktif. Canva membantu mereka belajar menyampaikan ide dengan cara kreatif dan menyenangkan,” jelasnya.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya, mencoba fitur-fitur Canva, hingga menghasilkan desain presentasi sederhana namun kreatif. Bahkan, dua siswa turut menyampaikan kesan mereka usai mengikuti pelatihan.

Putri, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa pelatihan yang diberikan sangat membantu dan mudah dipahami. Melalui pendampingan interaktif, para siswa diperkenalkan dengan dasar-dasar membuat slide presentasi, memilih template, memadukan warna, menambahkan gambar, hingga menyusun alur cerita sederhana.

“Untuk pelajaran PPT hari ini cukup mudah dipahami dan gampang untuk dilakukan kembali. Semoga kakak-kakak bisa kembali lagi ke sini dan mengajar kami,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa SD Wonokarang untuk lebih siap menghadapi tantangan era digital. “Untuk pelajaran hari ini sangat menyenangkan dan terima kasih kakak-kakak KKN telah mengajarkan membuat karya,” pungkasnya.

Penulis: Ismawati Ainur (MY)

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA Dampingi UMKM Wonokarang dalam Pendaftaran NIB dan Sertifikasi Halal (Foto: Ismawati Ainur)

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA Gandeng ISNU Jatim, Dampingi Legalitas dan Akses Digital UMKM di Desa Wonokarang

SIDOARJO – Sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan pendampingan legalitas dan digitalisasi UMKM di Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, (10/8/2025) lalu.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Proses Produk Halal (PPH) Lembaga Sertifikasi Halal (LSH) Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur dan mencakup pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta penautan lokasi bisnis UMKM ke Google Maps agar lebih mudah diakses konsumen.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari perwakilan PW ISNU Jawa Timur Bu Fafa yang turut mendampingi proses sertifikasi halal. Hingga akhir program, sebanyak 20 UMKM berhasil terdaftar di Google Maps, sehingga produk lokal memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.

“Saya senang sekali bisa membersamai adik-adik KKN UNUSIDA, terutama untuk para pelaku usaha yang akhirnya mendapatkan legalitas NIB dan sertifikat halal. Antusias warga luar biasa, formulir yang terkumpul ada 20 usaha yang didaftarkan, mulai dari makanan dan minuman seperti es degan, gorengan, rujak gado-gado, dan sebagainya,” jelasnya.

Ia sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan sertifikasi halal di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya sinergi akademisi dan profesional dalam mendampingi UMKM.

“Hari ini mereka membawa pulang NIB yang sudah dicetak oleh teman-teman KKN, dan itu menjadi kebanggaan tersendiri. Usaha mereka kini dilegalkan, bukan hanya oleh masyarakat, tetapi juga oleh negara. Semoga manfaatnya terus berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KKN Tematik Filkom UNUSIDA, Rafi Rabbani Rouf menjelaskan bahwa program ini diinisiasi untuk menyiapkan UMKM menghadapi tantangan era digital.

Dengan adanya pendampingan ini, para pelaku UMKM Desa Wonokarang kini memiliki legalitas yang jelas dan akses digital yang lebih baik. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami ingin UMKM di Desa Wonokarang tidak hanya berkembang secara lokal, tetapi juga siap bersaing di pasar yang lebih luas. Legalitas usaha dan kehadiran di platform digital seperti Google Maps adalah langkah awal untuk itu,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi keilmuan mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi desa. Dengan adanya legalitas dan akses digital, kami berharap usaha warga tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di era ekonomi digital, terangnya kepada Humas UNUSIDA, Kamis (28/8/2025).

Salah satu peserta, Ibu Sriyatin, mengungkapkan rasa syukurnya atas bimbingan dan bantuan dalam pengurusan legalitas usaha. Menurutnya legalitas usaha sangat penting dalam meningkatkan branding usaha di mata konsumen.

“Saya merasa sangat terbantu sekali, soalnya tanpa repot kita bisa mendapatkan sertifikasi halal dan pengurusan NIB. Kakak-kakak mahasiswa juga membantu membenahi berkas yang perlu dilengkapi. Terima kasih atas bantuannya,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa UNUSIDA dalam program serupa dapat terus dikembangkan agar lebih banyak UMKM yang terbantu. “Harapannya ke depan selalu semakin dikembangkan sosialisasi seperti ini ke masyarakat, karena banyak yang punya usaha tapi bingung cara mengurusnya. Program seperti ini benar-benar sangat membantu, apalagi ada pengurusan halal dan NIB gratis,” harapnya.

Penulis: Ismawati Ainur (MY)

Dekan FILKOM UNUSIDA Arda Surya Editya Jadi Narasumber dalam FGD Penelitian di Politeknik Aceh Selatan, Dorong Peningkatan Riset Bidang AI (Foto: UNUSIDA/Arda)

Dekan FILKOM UNUSIDA Jadi Narasumber FGD Penelitian di Politeknik Aceh Selatan

SIDOARJO – Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Arda Surya Editya, M.T., diundang sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) penelitian yang diselenggarakan oleh Politeknik Aceh Selatan. Kiprah Dr. Arda yang juga merupakan doktor di bidang Ilmu Komputer tersebut menjadi prestasi tersendiri bagi civitas akademika UNUSIDA di level nasional.

FGD yang mengusung tema ‘Peningkatan Kualitas Riset Bidang Pengolahan Citra Pada Perkebunan Sawit’ tersebut diikuti oleh para peneliti, dosen, mahasiswa, dan perwakilan instansi daerah, Kamis (14/8/2025).

Hal tersebut mendapatkan apresiasi dari Direktur Politeknik Aceh Selatan. Ia menyebut bahwa kehadiran Dr. Arda menjadi inspirasi dalam memperkuat kolaborasi riset antar perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam paparan materinya, Dr. Arda menjelaskan tentang pengembangan metodologi penelitian serta strategi implementasi hasil riset, khususnya dalam penerapan Machine Learning pada sektor perkebunan sawit.

“Penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat. Kuncinya adalah kolaborasi dan keberanian untuk menguji gagasan di lapangan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan analisis data yang tepat, efisiensi pengelolaan perkebunan dapat ditingkatkan, potensi penyakit tanaman bisa diprediksi, serta hasil panen dapat dioptimalkan.

Ia mengatakan pemanfaatan Machine Learning harus didukung oleh analisis data yang akurat. Dengan pendekatan data-driven,efisiensi pengelolaan perkebunan dapat ditingkatkan, potensi penyakit tanaman bisa diprediksi lebih dini, serta hasil panen dapat dioptimalkan sesuai kondisi lapangan. Hal inilah yang menurutnya menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem perkebunan modern berbasis teknologi.

“Ini adalah masa depan perkebunan modern yang harus kita wujudkan bersama,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan industri agar riset yang dilakukan tidak berhenti sebatas publikasi, melainkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, melalui sinergi tersebut, hasil-hasil penelitian tidak sekadar menjadi dokumentasi ilmiah, tetapi dapat diterapkan langsung di lapangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.

“Dengan kolaborasi yang baik, penelitian dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri,” tuturnya.

Partisipasi Dr. Arda pada tingkat nasional ini menunjukkan komitmen UNUSIDA dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi di seluruh Indonesia. (MY)

Yudisium Ke-11 FILKOM UNUSIDA: Rektor Tekankan Tanggung Jawab Alumni Sebagai Kader NU di Tengah Masyarakat 1

Yudisium Ke-11 FILKOM UNUSIDA: Rektor Tekankan Tanggung Jawab Alumni Sebagai Kader NU di Tengah Masyarakat

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium Ke-11 Tahun Akademik 2024/2025 pada Rabu (6/8/2025) dalam suasana penuh kehangatan dan rasa syukur. Kegiatan ini menjadi penanda resmi kelulusan mahasiswa sebelum memasuki prosesi wisuda, yang dijadwalkan akan digelar pada 6 September mendatang di Surabaya.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., mengajak mahasiswa untuk merenungi dua tanggung jawab besar yang kini mereka emban sebagai lulusan perguruan tinggi. Ia mengingatkan, Yudisium kali ini bukan hanya menjadi penanda akhir studi, tetapi juga titik awal perjalanan baru sebagai profesional, pemimpin muda, dan bagian dari kader Nahdlatul Ulama yang siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Fatkul Anam menjelaskan bahwa peran dan tanggung jawab alumni, tidak hanya sebagai sarjana di bidang keilmuan, tetapi juga sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) yang membawa misi kemanfaatan di tengah masyarakat.

Pertama, sebagai akademisi lulusan FILKOM harus menjaga tanggung jawab akademis mereka dengan menjunjung tinggi etika dan kontribusi keilmuan. Kedua, sebagai kader NU, lulusan UNUSIDA diminta untuk hadir di tengah masyarakat sebagai pribadi yang memberi pencerahan dan manfaat nyata.

“Kalian semua bukan hanya lulusan akademik, tetapi juga kader NU. Artinya, kalian punya dua tanggung jawab besar: menjaga kehormatan keilmuan dan membawa nilai-nilai NU ke tengah masyarakat,” terangnya.

Ia menekankan bahwa gelar sarjana yang diperoleh bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi amanah yang harus dijalankan secara etis, profesional, dan berkontribusi positif bagi masyarakat luas.

“Gelar yang kalian bawa bukan hanya simbol, tapi mengandung tanggung jawab keilmuan. Dan sebagai kader NU, kalian punya tanggung jawab kehormatan untuk membawa nama baik organisasi dan kampus, serta memberi kontribusi positif di masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa UNUSIDA telah memberikan bekal yang cukup bagi para mahasiswa untuk menghadapi kehidupan sosial yang kompleks, dan meminta mereka untuk menjaga nama baik almamater di manapun berada.

“Mulai hari ini, kalian akan menjadi ‘kekasih masyarakat’. Jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pembawa manfaat, solusi, dan inspirasi. Itulah esensi dari seorang sarjana,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga berterima kasih kepada para orang tua mahasiswa atas doa dan dukungan yang diberikan selama proses studi anak-anak mereka. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan hari ini adalah buah dari perjuangan panjang, bukan hanya usaha mahasiswa, tetapi juga restu dan dukungan dari orang tua.

“Sebelum kalian ke mana-mana setelah acara ini, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada orang tua kalian. Doa dan ridha mereka adalah kunci keberhasilan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Sebagai penutup, Rektor menyampaikan selamat atas pencapaian para mahasiswa FILKOM dan menyampaikan kabar bahwa prosesi wisuda akan digelar pada 6 September 2025 mendatang di Surabaya dengan jumlah peserta sekitar 560 wisudawan/wisudawati.

“Saya mewakili seluruh pimpinan UNUSIDA mengucapkan selamat atas kelulusan kalian. Sampai jumpa di wisuda nanti. Jaga nama baik guru-guru kalian, dan bawa nama baik Universitas ke tengah masyarakat,” pungkasnya. (MY)

Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., Dekan FILKOM UNUSIDA saat menjadi narasumber Pembelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI) LP Ma'arif NU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Dekan FILKOM UNUSIDA Jelaskan Peran Penting AI dalam Dunia Pendidikan

Sidoarjo – Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menjadi narasumber utama dalam Pembelajaran Coding dan AI di Aula Pusdiklat LP Ma’arif PCNU Sidoarjo, Selasa-Rabu (29-30/7/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo ini mengusung tema ‘Belajar AI dan Coding Menyenangkan untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan SD/MI, MTs, SMP, MA/SMA, dan SMK Se-Kabupaten Sidoarjo’. Acara ini dihadiri oleh para guru, kepala sekolah, serta perwakilan siswa dari satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian upaya kolaboratif antara LP Ma’arif PCNU Sidoarjo dan UNUSIDA dalam membekali tenaga pendidik dan peserta didik dengan kompetensi masa depan yang berbasis teknologi namun tetap berpijak pada nilai-nilai kebudayaan dan kemanusiaan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Arda memberikan pemaparan mendalam terkait peran penting Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan, khususnya dalam mengembangkan inovasi pengajaran dan menggali potensi generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa AI adalah kemampuan komputer atau mesin untuk meniru cara berpikir, belajar, dan menyelesaikan masalah seperti manusia. Teknologi ini bekerja menggunakan model matematika, umumnya dalam bentuk matriks, yang kemudian dilatih dengan data dalam jumlah besar agar mampu mengenali pola-pola tertentu di dalamnya.

“AI bukan hanya alat canggih, tetapi merupakan sarana untuk membantu manusia berpikir dan mencipta. Guru dan pelajar perlu memahami bahwa AI adalah mitra dalam proses belajar, bukan pengganti,” jelasnya.

Dalam konteks generasi muda, Dr. Arda menyoroti bagaimana Generasi Z (Gen-Z) yang dikenal sangat adaptif terhadap teknologi, justru belum menggunakan AI secara optimal. Ia menyebut bahwa saat ini Gen-Z cenderung menggunakan AI secara pasif, seperti hanya mengandalkan chatbot atau fitur otomatis tanpa memahami cara kerja di baliknya.

“Sayangnya, penggunaan AI secara pasif justru membuat Gen-Z malas berpikir dan kurang eksploratif. Padahal mereka adalah kelompok yang paling berpotensi mengembangkan AI secara kreatif jika dibekali dengan pemahaman dan keterampilan yang tepat,” terangnya.

Lebih lanjut, Dr. Arda menyampaikan bahwa AI juga memiliki potensi besar untuk membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang inovatif. Dengan memanfaatkan AI, guru dapat mempersonalisasi pembelajaran, menemukan pendekatan yang lebih tepat bagi siswa, dan mengatasi kebuntuan dalam merancang metode pengajaran.

“AI dapat mempercepat proses inovasi pembelajaran, terutama bagi guru yang ingin keluar dari pola mengajar yang monoton. Ini adalah peluang besar untuk menjadikan kelas lebih hidup, adaptif, dan relevan dengan dunia nyata,” tambahnya.

Ia mengingatkan pentingnya kesiapan dalam menghadapi revolusi digital, peran guru tetap sentral, dan AI seharusnya menjadi alat bantu untuk memaksimalkan proses pendidikan, bukan hanya sekadar tren teknologi.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital bagi pendidik dan pelajar, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan abad ke-21. “Coding dan AI bukan hanya untuk mereka yang ingin jadi programmer. Ini adalah skill masa depan yang harus dikenalkan sejak dini agar anak-anak kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga pencipta,” pungkasnya. (MY)

Webinar Drone Forensik Filkom UNUSIDA (Foto: istimewa)

Filkom UNUSIDA Gelar Webinar Drone Forensik, Kupas Tuntas Deep Learning dan Optical Flow

Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar Drone Forensik dengan mengusung tema ‘Deep Learning dan Optical Flow dalam Analisis Forensik pada Drone‘, Rabu (2/7/2025). Kegiatan ini bekerja sama dengan Laboratorium Komputasi Berbasis Jaringan (KBJ) Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, turut memberikan sambutan sekaligus apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap, kegiatan yang mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat terus ditingkatkan.

“Kami sangat mengapresiasi webinar ini dan berharap kerja sama seperti ini terus berkembang, tidak hanya di bidang penelitian tetapi juga dalam bentuk kolaborasi lainnya,” ujarnya saat membuka acara secara virtual melalui zoom meeting.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring yang diikuti dengan antusiasme tinggi dari peserta lintas institusi. Webinar ini menghadirkan narasumber utama Dr. Arda Surya Editya, M.T., penulis buku ‘Deep Learning & Optical Flow dalam Analisis Forensik pada Drone‘.

Dalam pemaparannya, Arda menjelaskan potensi besar drone dalam dunia digital forensik, tak hanya sebagai alat dokumentasi visual dan pemetaan, namun juga sebagai perangkat pendukung investigasi berbasis Artificial intelligence (AI) dan pengolahan citra digital.

Drone memiliki peran strategis dalam dunia Komersial, Militer, maupun penggunaan Pribadi. Dengan penggabungan teknologi Deep Learning dan Optical Flow, kita bisa menganalisis pergerakan objek secara akurat dari tangkapan visual drone, yang dapat digunakan dalam investigasi digital forensik,” jelasnya.

Dekan Filkom UNUSIDA tersebut mengatakan acara ini juga menjadi sarana edukasi dan sinergi antara akademisi dan praktisi. Peserta webinar berasal dari berbagai kalangan, mulai dari institusi pendidikan, profesional teknologi informasi, hingga mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang drone dan digital forensik. UNUSIDA juga membagikan sertifikat elektronik dan buku gratis kepada peserta yang beruntung sebagai bentuk apresiasi.

Webinar ini tidak hanya memperluas pemahaman tentang teknologi drone dan aplikasinya di ranah forensik. Tetapi juga menjadi langkah konkret Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA dalam menghadapi tantangan keamanan digital era modern.

“Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA juga menyampaikan terbuka untuk kolaborasi, diskusi, dan kerja sama lebih lanjut dengan berbagai pihak di masa mendatang.” ungkapnya. (MY)

Kunjungan Industri Filkom UNUSIDA (Foto: Humas Unusida)

Kenalkan Dunia Industri dan Media, Filkom UNUSIDA Gelar Kunjungan ke PT SIAP dan Jawa Pos

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melakukan kunjungan industri ke dua tempat. Yakni PT Surya Inti Aneka Pangan (SIAP) Prambon, Sidoarjo dan PT Graha Pena Jawa Pos, Surabaya. Kegiatan sebagai bagian dari penguatan wawasan dunia industri dan media, Rabu (11/6/2025).

Director of Support Service PT SIAP, Andri Halim Gunawan mengaku sangat bahagia dan bangga pihaknya dikunjungi sebagai rujukan dan tempat belajar bagi mahasiswa. Menurutnya, kunjungan kali ini sangat berarti karena menjadi pengingat akan tujuan utama perusahaan sejak pertama kali didirikan. Yaitu, menjadi perusahaan yang profesional dan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Jadi kami ingin industri visit ini dapat bermanfaat untuk salah satu media belajar bagi mahasiswa agar lebih siap di dunia industri. Saya senang sekali melihat antusias mahasiswa terhadap visit kali ini, dengan banyak bertanya tentang dunia industri disiplin keilmuan yang dipelajari,” katanya.

Andri menjelaskan, kunjungan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam tentang proses bisnis dari hulu ke hilir. Di PT SIAP, mahasiswa diajak berkeliling mengenal proses produksi pangan, mulai dari bahan mentah hingga produk siap edar. Selain melihat proses produksi, mahasiswa juga diberikan games menarik dan mendapatkan pemaparan langsung mengenai strategi manajemen produksi, kontrol kualitas, hingga distribusi.

“Kegiatan ini kami siapkan dalam 3 minggu terakhir. Dalam rangka menyambut kunjungan dari mahasiswa UNUSIDA. Senang sekali dapat menyambut mahasiswa dan dosen untuk berbagi ilmu dalam kunjungan ini,” ujarnya.

Sebagai perusahaan yang berawal dari industri kerupuk rumahan. Andri mengungkapkan, bahwa pihkanya ingin mengangkat potensi lokal dan menyerap sumber daya manusia sekitar. Dengan mendorong produksi kerupuk Indonesia yang masih tradisional menjadi lebih modern dan mengikuti standard keamanan dan kualitas internasional,” terangnya.

“Jangan pernah berhenti untuk bermimpi, karena mimpi adalah jalan kita untuk bisa mencapai kesuksesan kita. Jadi jangan lupa untuk selalu berusaha memberi yang terbaik dimanapun kita berada, saat kuliah maupun sudah bekerja nantinya,” tuturnya.

Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke Kantor Jawa Pos. Di sana, mahasiswa dikenalkan proses kerja industri media, mulai dari pengumpulan berita, penyuntingan, hingga pencetakan surat kabar dan distribusinya. Mahasiswa mendapat gambaran nyata tentang dinamika kerja jurnalistik dan tantangan industri media di era digital.

Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa karena memberi pengalaman langsung yang relevan dengan dunia kerja. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa angkatan 2022 Filkom UNUSIDA dari 3 Program Studi (Prodi), yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Informatika dan Sistem Informasi.

Salah satu mahasiswa DKV, Sirojul Jalil berharap, kunjungan industri ini mampu memperluas wawasan, membangun semangat profesional, serta memotivasi mahasiswa agar siap bersaing di dunia industri dan media.

“Senang sekali dapat mengikuti kunjungan industri kali ini. Kegiatannya seru dan inspiratif untuk meningkatkan semangat belajar,” ungkapnya. (MY)

Mahasiswa UNUSIDA Raih Gold Winner di Kompetisi Internasional di Turki (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswa UNUSIDA Raih Gold Winner dalam Kompetisi Internasional di Turki

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) di kancah internasional. Tim gabungan dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berhasil meraih predikat Gold Winner dalam ajang 1 IDEA 1 World International Innovation, Design, and Startup Competition 2025 yang diselenggarakan di Ankara, Turki, pada 25–26 April 2025 lalu.

Tim yang terdiri dari Muhammad Tegar Kurniawan (Informatika), Ismialifatarbiyah (Desain Komunikasi Visual), Afifahtur Rachmadina (Pendidikan Bahasa Inggris), Aininna Halizah Rahma (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dan Irwan Febriansyah (Sistem Informasi) ini mengusung proyek inovatif berjudul IoTConnect: A Smart City Social Media Platform for Real-Time Sensor-Based Updates.

Dosen pembimbing UNUSIDA, Arda Surya Editya, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Ia berharap agar prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui teknologi.

“Keberhasilan ini berkat kolaborasi mahasiswa dari lintas disiplin ilmu. Sehingga mampu menciptakan solusi cerdas untuk masa depan kota yang lebih informatif dan responsif,” kata Arda.

Dekan FILKOM UNUSIDA tersebut menambahkan bahwa inovasi ini sejalan dengan prinsip open government dan smart governance yang menekankan pentingnya transparansi data dan kolaborasi antara pemerintah dan warganya.

“Keterbukaan informasi berbasis teknologi ini menjadi kunci dalam membangun kota yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan warganya,” tandasnya.

Sementara itu, ketua tim, Muhammad Tegar Kurniawan menjelaskan, proyek ini menawarkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan sensor-sensor kota dengan platform media sosial untuk memberikan pembaruan informasi secara real-time kepada masyarakat. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi publik dan responsivitas pemerintah dalam pengelolaan kota pintar.

Tegar sapaan akrabnya mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan tim UNUSIDA dalam kompetisi ini. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa UNUSIDA juga memiliki potensi dalam mengembangkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global. Selain itu, prestasi ini juga menjadi bukti komitmen UNUSIDA dalam mendorong inovasi dan kolaborasi lintas disiplin ilmu di kalangan mahasiswa.

“Terima kasih kepada dosen pembimbing Arda Surya Editya. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi untuk terus berkarya dan berinovasi,” katanya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (23/5/2025).

Tegar menerangkan, inovasi ini memungkinkan berbagai sensor, seperti pendeteksi kualitas udara, kebisingan, suhu, hingga sensor banjir. Yang kemudian dapat mengirimkan data secara otomatis ke sebuah dashboard digital yang terhubung dengan akun media sosial resmi pemerintah daerah. Informasi ini kemudian dipublikasikan dalam bentuk notifikasi cepat, peta visual, atau peringatan dini yang bisa diakses oleh warga secara langsung melalui media sosial seperti Twitter, Instagram, atau WhatsApp Business.

“Kami ingin mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemantauan kondisi kota. Sekaligus memberikan alat bantu bagi pemerintah agar bisa merespons lebih cepat terhadap situasi darurat atau perubahan kondisi lingkungan,” ujarnya

Melalui pendekatan yang mengandalkan sistem digital ini, ia dan tim tidak hanya berfokus pada pemantauan pasif. Tetapi juga membuka ruang partisipatif bagi masyarakat. Warga bisa memberikan umpan balik, melaporkan kondisi di lapangan, dan berdiskusi langsung melalui kanal digital yang disediakan.

“Kita sebagai mahasiswa, mencoba turut serta dalam pembangunan daerah. Menjadi pionir dalam mendorong penggunaan teknologi secara inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (MY)