Pos

HIMAKSI UNUSIDA Sukses menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Olimpiade Akuntansi 2026, Ajang Pengembangan Pelajar Menuju Generasi Berprestasi

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 (OAU 2026) sebagai wadah kompetisi akademik bagi siswa SMA, SMK, dan MA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengusung tema ‘Accounting Competition: Unlock Your Potential, Show Your Achievements’, Olimpiade ini dilaksanakan dalam 2 sesi, dimulai dari babak penyisihan hingga semi final yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, hingga final yang dilaksanakan secara langsung di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (20/7/2026).

Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 merupakan bentuk kontribusi HIMAKSI UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang akuntansi dan ekonomi. Selain menjadi ruang pengembangan akademik, kegiatan ini juga memperkuat sinergi Program Studi Akuntansi UNUSIDA dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur dalam mendorong lahirnya calon akuntan muda yang kompeten dan berintegritas.

Kompetisi tahun ini menghadirkan 18 tim dari berbagai SMA, SMK, dan MA. Seluruh peserta akan mengikuti babak penyisihan untuk memperebutkan posisi 10 tim terbaik yang berhak melaju ke babak semifinal. Selanjutnya, tiga tim terbaik akan bertanding pada babak final untuk menentukan juara Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai sarana mengukur kemampuan sekaligus memperluas pengalaman belajar. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengasah kompetensi akademik, serta menunjukkan prestasi melalui kompetisi yang sehat, kompetitif, dan edukatif.

“Kompetisi ini bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi kesempatan untuk mengukur kualitas diri, memperkuat kemampuan, dan mempersiapkan langkah menuju masa depan. Menang memang membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman hari ini menjadi bekal untuk meraih keberhasilan berikutnya,” tuturnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 juga datang dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur. Salah satu pengurus IAI, Agus Ariyanto Tohi, yang juga merupakan dosen Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra Surabaya, mengapresiasi perkembangan UNUSIDA dan semangat yang diusung dalam kompetisi tersebut.

“Saya melihat perkembangan UNUSIDA sangat luar biasa. Kampusnya representatif dan memiliki semangat yang kuat. Saya juga tertarik dengan tagline UNUSIDA yang menekankan pentingnya keunggulan yang dibangun di atas nilai moral. Itu menjadi pesan yang sangat relevan bagi generasi muda,” ungkapnya.

Ia menilai tema yang diusung kali ini menjadi pengingat bahwa mahasiswa dan pelajar saat ini adalah generasi yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan bangsa.

“Generasi muda memiliki energi dan potensi besar. Melalui kompetisi seperti ini, kalian sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Selain kemampuan akademik, bangun jiwa kompetitif yang positif, kemampuan berpikir kritis, keberanian mengambil keputusan, serta jangan lupakan pentingnya membangun networking. Bisa jadi teman yang hari ini menjadi lawan kompetisi adalah rekan kerja atau mitra bisnis kalian di masa depan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely Agustin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dosen, panitia, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Olimpiade Akuntansi UNUSIDA bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi rumah untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, menjunjung tinggi sportivitas, serta melahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia akuntansi di masa depan,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai proses pembelajaran. Ia berharap Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 mampu menjadi wadah lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia akuntansi di era globalisasi dan digitalisasi. Kompetisi ini juga menjadi wujud komitmen UNUSIDA dalam membangun budaya akademik yang kompetitif, produktif, dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kehadiran kalian hari ini membuktikan bahwa generasi muda memiliki keberanian untuk belajar, berkompetisi, dan terus berkembang. Jadikan setiap tantangan sebagai motivasi, setiap proses sebagai pembelajaran, dan setiap hasil sebagai langkah menuju kesuksesan. Menang bukanlah satu-satunya tujuan, tetapi keberanian untuk terus belajar dan berkembang adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tambahnya.

Selama kompetisi, peserta akan diuji melalui berbagai materi yang mencakup bidang akuntansi, ekonomi, perpajakan, hingga penyelesaian studi kasus yang relevan dengan perkembangan dunia bisnis dan keuangan. Selain menguji kemampuan akademik, kompetisi ini juga menjadi sarana membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan pelajar.

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar MONEV Bersama Mitra Pesantren Madura (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Monitoring dan Evaluasi Kerja Sama dengan Pesantren di Madura

SIDOARJO — Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan agenda Monitoring dan Evaluasi (MONEV) bersama Mitra Pesantren Madura yang bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 5 Kampus II UNUSIDA, Rabu (29/4/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dekan Fakultas Ekonomi, Ketua dan Sekretaris Program Studi Akuntansi, serta perwakilan unit Kemahasiswaan dan Keuangan.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan komitmen institusi agar kolaborasi dengan dunia pesantren tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan dampak nyata bagi tata kelola keuangan serta pengembangan sumber daya manusia di kedua belah pihak.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III, H. Ali Masykuri, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya sinkronisasi antara capaian akademik dan pembentukan karakter mahasiswa melalui keterlibatan langsung di masyarakat. Ia menjelaskan pentingnya kerja sama lintas sektoral sebagai strategi dalam meningkatkan kualitas lulusan. Menurutnya, kolaborasi antara kampus, masyarakat, dan mitra eksternal menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan berdampak.

“Perlu adanya sinkronisasi antara capaian akademik dengan pembentukan karakter mahasiswa. Salah satunya melalui keterlibatan langsung mahasiswa di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program pengabdian dan kegiatan lapangan tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika di masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menekankan bahwa sinergi antara akademisi dan pesantren merupakan wujud nyata implementasi visi universitas, khususnya dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

“Sinergi akademisi dan pesantren adalah perwujudan visi universitas dalam pengabdian kepada umat. Kolaborasi ini penting untuk mendorong penguatan kapasitas lembaga pesantren, terutama dalam aspek tata kelola keuangan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan peran strategis Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam mendampingi pesantren agar mampu mengelola keuangan secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, pendampingan tersebut tidak hanya berorientasi pada penerapan standar akuntansi modern, tetapi juga tetap mempertahankan nilai-nilai khas pesantren sebagai identitas utama lembaga pendidikan keagamaan.

“Prodi Akuntansi memiliki peran krusial dalam mendampingi pesantren agar pengelolaan keuangannya sesuai standar, namun tetap selaras dengan nilai-nilai pesantren,” tambahnya.

Paparan tersebut diperkuat oleh Ketua Prodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.SA., dan Sekretaris Prodi, Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., yang memaparkan capaian program pendampingan, mulai dari penyusunan laporan keuangan pesantren hingga efektivitas program magang mahasiswa di sejumlah pesantren di Madura selama satu periode terakhir.

Masukan tersebut disambut positif oleh perwakilan Mitra Pesantren Madura yang berharap peningkatan durasi dan intensitas pendampingan, terutama dalam digitalisasi pencatatan keuangan unit usaha pesantren. Alhasil, seluruh pihak sepakat menyusun rencana aksi konkret sebagai tindak lanjut hasil evaluasi. Beberapa poin prioritas yang akan segera diimplementasikan meliputi pembaruan modul pelatihan akuntansi pesantren yang lebih aplikatif, pengembangan sistem monitoring berbasis digital, penyelenggaraan LKMM-TD bagi mahasiswa pesantren, serta penataan ulang koordinasi perkuliahan untuk menunjang pembelajaran luring.

Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan dokumen MONEV yang menandai babak baru penguatan kolaborasi antara UNUSIDA dan jaringan pesantren di Madura dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing.

Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) UNUSIDA Gelar Scitech Tools Workshop 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Gelar Scitech Tools Workshop 2026, Kembangan Keterampilan Analisis Data dan Penelitian Ilmiah

SIDOARJOHimpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan pelatihan bertema ‘Analytical Skills for Future Scholars: Excel, SPSS, dan SmartPLS’. Kegiatan yang berlangsung di Kampus 2 UNUSIDA, Jum’at (13/2/2026) ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi yang memiliki minat dalam pengembangan keterampilan analisis data dan penelitian ilmiah.

Plt. Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, memberikan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya ruang pengembangan diri bagi mahasiswa. Menurutnya, kegiatan pelatihan seperti ini merupakan panggung berharga untuk meningkatkan kapasitas keilmuan sekaligus melatih kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik.

“Saya harap melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu meningkatkan kualitas penelitian, lulus tepat waktu, serta memiliki kompetensi unggul yang relevan dengan kebutuhan dunia akademik berbasis data,” harapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menekankan pentingnya kemampuan riset bagi mahasiswa sebagai bekal masa depan akademik maupun profesional. Ia berharap pelatihan ini mampu memberikan wawasan baru sekaligus memotivasi mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan mampu mengharumkan nama kampus.

“Riset akan melekat pada diri kita sepanjang karier akademik. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan baik agar bisa menghasilkan karya terbaik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely Agustin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, sehingga kegiatan dapat terselenggara sesuai dengan perencanaan. Ia menjelaskan kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kemampuan analisis data untuk kebutuhan akademik dan riset ilmiah.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak. Besar harapan kami kegiatan ini dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh peserta serta membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya mewakili panitia pelaksana.

Ia menjelaskanbahwa kegiatan ini merupakan upaya organisasi dalam menjawab kebutuhan mahasiswa terhadap penguasaan keterampilan analisis data yang semakin penting di dunia akademik maupun profesional. Menurutnya, kemampuan mengolah dan menganalisis data menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa, khususnya dalam penyusunan skripsi dan penelitian ilmiah.

Workshop ini  menjadi langkah strategis dalam mencetak future scholars yang unggul, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi berbasis data. Pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kapasitas mahasiswa guna mendukung terciptanya lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan analitis sebagai bekal dalam penyusunan tugas akhir, penelitian, maupun persiapan menghadapi kompetisi akademik,” ujarnya.

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Workshop & Coaching Clinic Vol. III Artikel Publish Nasional 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Workshop & Coaching Clinic Vol. III Artikel Publish Nasional 2026

SIDOARJO – Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas riset mahasiswa melalui kegiatan Workshop & Coaching Clinic Vol. III Artikel Publish Nasional 2026 bertema ‘Membangun Narasi Riset Berkualitas untuk Mempercepat Proses Terbit di Jurnal Terakreditasi’. Kegiatan ini dilaksanakan pada , bertempat di Lantai 4 Kampus II UNUSIDA, Selasa (27/1/2026).

Workshop menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Dosen Prodi Akuntansi FEB UPN Veteran Jawa Timur Dr. Gidion Budiwitjiaksono, S.E., M.Si., CfrA., CRA., CRP., dan Dosen Prodi Akuntansi FE UNUSIDA Kafidin Muzakki, S.E., M.Ak. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2023 serta dosen pendamping sebagai bagian dari penguatan budaya riset di lingkungan Prodi Akuntansi.

Ketua Program Studi Akuntansi UNUSIDA, Dian Fahriani, S.E., M.SA., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda berkelanjutan yang telah memasuki volume ketiga.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, khususnya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi pada aspek penelitian. Mahasiswa sebenarnya sudah memiliki proyek riset melalui perkuliahan, namun tantangannya adalah bagaimana hasil tersebut bisa dipublikasikan di jurnal terakreditasi. Melalui coaching clinic ini, kami ingin mendampingi mereka secara strategis hingga siap submit,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa workshop ini juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa menjelang semester akhir, di mana publikasi artikel menjadi salah satu target akademik.

“Melalui Workshop & Coaching Clinic Vol. III ini, kami berharap mahasiswa semakin percaya diri menulis karya ilmiah, aktif berkontribusi dalam publikasi nasional, serta mampu meningkatkan daya saing akademik di tingkat perguruan tinggi,” harapnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Gidion Budiwitjiaksono menekankan bahwa artikel ilmiah berangkat dari ide yang dituangkan secara tertulis agar memiliki rekam jejak akademik yang abadi.

“Kalau ide hanya disampaikan secara lisan, akan hilang begitu saja. Tapi ketika ditulis dan dipublikasikan, ide itu menjadi jejak ilmiah yang bisa diakses kapan pun. Jurnal terakreditasi berarti tulisan tersebut telah memenuhi standar kelayakan ilmiah untuk dikonsumsi publik,” jelasnya.

Ia juga membagikan tips teknis penulisan artikel, mulai dari struktur naskah, kesesuaian fokus jurnal, pentingnya afiliasi penulis, hingga ketelitian dalam mencantumkan daftar pustaka.

“Mahasiswa harus memahami rumah jurnal yang dituju. Jangan sampai salah kamar. Artikel akuntansi harus masuk jurnal akuntansi. Selain itu, pastikan semua referensi muncul di badan naskah dan ikuti template jurnal dengan disiplin, karena banyak artikel gugur di tahap administratif,” pesannya.

Sementara itu, Kafidin Muzakki, S.E., M.Ak., turut memberikan pendampingan praktis terkait penyusunan narasi penelitian serta strategi memilih jurnal yang relevan dengan topik riset mahasiswa.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga dirancang berkelanjutan melalui sesi pendampingan lanjutan, agar mahasiswa mampu menghasilkan artikel ilmiah yang siap dipublikasikan.

Mahasiswa UNUSIDA Dikukuhkan sebagai Relawan Pajak (RENJANI) Tahun 2026 (Foto: Putri Nely/ Humas UNUSIDA)

34 Mahasiswa UNUSIDA Dikukuhkan sebagai Relawan Pajak Renjani Tahun 2026

SIDOARJO – Sebanyak 34 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi dikukuhkan sebagai Relawan Pajak (RENJANI) Tahun 2026 oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Jawa Timur II. Kegiatan pengukuhan tersebut dilaksanakan di Kantor Kanwil DJP Jawa Timur II, Senin (19/01/2026).

Pengukuhan Relawan Pajak ini dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi mitra yang tergabung dalam program DJP Kanwil Jawa Timur II. Melalui pengukuhan ini, para mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seleksi resmi mendapatkan mandat untuk bertugas membantu edukasi, asistensi, dan pelayanan perpajakan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Program Relawan Pajak merupakan salah satu inisiatif Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka meningkatkan literasi dan kepatuhan perpajakan masyarakat, sekaligus memberikan ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelayanan publik di bidang perpajakan.

Ketua Tax Center UNUSIDA, Chairil Anwar, S.P., M.Ak., menegaskan komitmen UNUSIDA dalam mendukung penuh program pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP), melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam program Relawan Pajak (RENJANI) Tahun 2026.

Selain itu, pihaknya juga mendukung penguatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa di bidang perpajakan. Selain itu, program ini menjadi wujud kontribusi nyata UNUSIDA dalam mendukung pembangunan nasional melalui peningkatan kesadaran dan kepatuhan pajak di masyarakat.

Menurutnya, program Relawan Pajak merupakan bentuk sinergi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah dalam upaya meningkatkan literasi serta kepatuhan perpajakan masyarakat.

“Kami di UNUSIDA, melalui Tax Center, selalu berkomitmen mendukung program-program pemerintah, khususnya DJP. Relawan Pajak ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya nyata membangun kesadaran pajak sejak dini melalui peran mahasiswa,” ungkap Dosen Akuntansi tersebut.

Ia menjelaskan, keterlibatan mahasiswa dalam program Relawan Pajak memberikan pengalaman langsung dalam pelayanan publik, sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang tidak hanya mengasah kompetensi akademik, tetapi juga membentuk tanggung jawab sosial dan etika profesional.

Dari total 34 Relawan Pajak UNUSIDA yang tergabung dalam RENJANI Tahun 2026, sebanyak 11 mahasiswa hadir sebagai perwakilan dalam kegiatan pengukuhan. Perwakilan tersebut terdiri dari 10 mahasiswa Program Studi Akuntansi dan 1 mahasiswa Program Studi Informatika.

“Perpajakan hari ini tidak bisa dilepaskan dari aspek teknologi dan sistem informasi. Keterlibatan lintas program studi ini mencerminkan kolaborasi multidisipliner dalam mendukung pelaksanaan edukasi dan asistensi perpajakan yang lebih efektif. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu menjadi nilai tambah dalam mendukung kinerja DJP di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap para Relawan Pajak UNUSIDA yang ditempatkan di berbagai KPP wilayah Jawa Timur II dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta menjadi duta literasi pajak yang baik di tengah masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan edukasi perpajakan yang humanis, mudah dipahami, dan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Adapun penempatan Relawan Pajak UNUSIDA pada tahun 2026 tersebar di beberapa unit kerja DJP wilayah Jawa Timur II, yakni 6 mahasiswa bertugas di KPP Madya, 18 mahasiswa di KPP Utara, dan 10 mahasiswa di KPP Barat. Penempatan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan peran relawan pajak, khususnya dalam mendukung pelayanan wajib pajak pada masa pelaporan dan kegiatan edukasi perpajakan.

Research Camp FE UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Research Camp FE UNUSIDA Dorong Keunggulan Riset melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan Research Camp dengan mengusung tema ‘Accelerating Research Excellence: Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Efektivitas dan Kualitas Penelitian’, Rabu (7/1/2026). Research Camp kali ini diikuti oleh mahasiswa semester akhir Fakultas Ekonomi UNUSIDA.

Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menekankan bahwa keunggulan riset merupakan salah satu pilar utama dalam penguatan reputasi dan daya saing perguruan tinggi. Oleh karena itu, penguasaan teknologi, termasuk Artificial Intelligence, menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebagai peneliti.

Artificial Intelligence membuka peluang besar dalam dunia penelitian, mulai dari efisiensi waktu, ketepatan analisis, hingga perluasan wawasan keilmuan. Namun, AI harus digunakan secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Peran peneliti tetap tidak tergantikan, terutama dalam merumuskan masalah, menafsirkan hasil, dan menjaga nilai-nilai akademik,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital dalam dunia akademik merupakan keniscayaan yang harus direspons secara cerdas dan terarah. Menurutnya, Artificial Intelligence bukan sekadar tren teknologi, melainkan instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas riset dosen.

Kegiatan dirancang secara intensif untuk memberikan penguatan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis mahasiswa dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu strategis dalam proses penelitian ilmiah, mulai dari penelusuran literatur, pengolahan data, hingga peningkatan kualitas publikasi ilmiah.

“Pemanfaatan AI dalam penelitian harus diposisikan sebagai alat bantu akademik yang memperkuat daya analisis dan ketajaman berpikir peneliti. Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat membantu dosen bekerja lebih efektif tanpa meninggalkan integritas ilmiah dan etika akademik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Fakultas Ekonomi UNUSIDA untuk terus memfasilitasi peningkatan kapasitas mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNUSIDA dalam memperkuat budaya riset dosen yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta berorientasi pada peningkatan mutu dan luaran penelitian.

“FE UNUSIDA harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memperkuat kualitas riset dosen maupun mahasiswa. Hal ini menjadi langkah strategis dalam mendorong terwujudnya research excellence yang berkelanjutan, berintegritas, dan berdampak nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan Research Camp, peserta mendapatkan berbagai materi bersama narasumber Prof. Dr. Indrawati Yuhertiana, MM., Ak., CMA., dan Ryan Purnomo, S.Pd., M.Pd. Hingga sesi diskusi mengenai strategi pemanfaatan AI dalam penelusuran literatur ilmiah, pengolahan data penelitian, serta peningkatan kualitas penulisan artikel ilmiah. Pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif sehingga dapat langsung diimplementasikan dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi.

Campus Visit SMK NU Ketegan ke Kampus 2 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

SMK NU Ketegan Campus Visit di UNUSIDA: Kenalkan Dunia Perkuliahan kepada Siswa Akuntansi dan DKV

SIDOARJO Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan dari siswa-siswi SMK NU Ketegan pada Rabu (3/11/2025). Kegiatan campus visit ini diikuti oleh peserta didik kelas XI dan XII dari Jurusan Akuntansi serta Desain Komunikasi Visual (DKV). Kunjungan tersebut dipusatkan di Kampus 2 UNUSIDA dan bertujuan memberikan wawasan perguruan tinggi serta mengenalkan lingkungan akademik kepada para siswa.

Wakil Rektor 3 UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I., menyambut baik rombongan SMK NU Ketegan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai program studi yang ada di UNUSIDA, termasuk pilihan jurusan yang relevan bagi siswa Akuntansi maupun DKV.

“Kalau di SMK ada DKV dan Akuntansi, di UNUSIDA ada lebih banyak pilihan. Saat ini terdapat 12 program studi, mulai dari PGSD, PIAUD, Manajemen, Teknik, dan prodi lain yang modern sesuai kebutuhan zaman,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa UNUSIDA terus berkembang dan tengah meningkatkan berbagai sarana serta kualitas akademik.

“Kami targetkan tahun 2026–2027, sebanyak 90% program studi akan terakreditasi unggul. Hampir seluruh ruang kelas sudah dilengkapi Smart TV atau LED untuk pembelajaran. Kami ingin memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMK NU Ketegan M. Dzulfikar Fanani, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi agenda penting untuk membuka cakrawala siswa tentang dunia kampus, terutama kampus yang berada dalam satu rumpun keilmuan di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

“Kami memiliki niat untuk memberikan wawasan kepada anak-anak tentang perguruan tinggi. Kami mohon maaf bila kegiatan ini dilaksanakan lebih pagi, karena setelah dari UNUSIDA kami dijadwalkan kunjungan industri ke PT Yakult,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa kunjungan ini bukan hanya untuk mengenalkan kampus, tetapi juga sebagai motivasi agar para siswa melanjutkan pendidikan. Ia berharap kunjungan ini menjadi inspirasi bagi mereka untuk menata masa depan setelah lulus sekolah.

Ia menambahkan bahwa para siswa dipersilakan bertanya kepada dosen-dosen UNUSIDA mengenai program studi, peluang masuk perguruan tinggi, hingga masa depan karier.

“Saya berharap setelah lulus, kalian tidak berhenti hanya bekerja. Boleh bekerja, tapi jangan menutup peluang untuk kuliah atau berwirausaha. Di Sidoarjo ini ada kampus NU seperti UNUSIDA yang satu nasab keilmuan dengan sekolah kita,” ujarnya.

Melalui kegiatan campus visit ini, siswa-siswi SMK NU Ketegan dikenalkan dan diajak melihat langsung lingkungan perkuliahan, fasilitas, karya mahasiswa DKV, serta kultur akademik kampus Nahdlatul Ulama. (MY)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Seminar Nasional, FGD, dan Talkshow: Menyelaraskan Visi, Misi, dan Kurikulum Menuju Lulusan Berdaya Saing di Era Digital (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar FGD Untuk Menyelaraskan Visi, Misi, dan Kurikulum Menuju Lulusan Berdaya Saing di Era Digital

SIDOARJO – Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Nasional, Focus Group Discussion (FGD), dan Talkshow dengan tema ‘Penyelarasan Visi, Misi, dan Kurikulum Program Studi Menuju Lulusan Berdaya Saing di Era Digital’. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat arah pengembangan Prodi Akuntansi agar selaras dengan kebutuhan industri dan dinamika dunia kerja di era transformasi digital.

Membangun Sinergi Akademik dan Profesional

Kegiatan yang dihadiri oleh mitra industri, alumni, dosen, dan mahasiswa ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam merumuskan visi dan misi program studi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd, menekankan pentingnya integritas moral dan tanggung jawab ilmiah bagi seluruh mahasiswa.

“Mahasiswa harus memiliki tanggung jawab ilmu dan moral. Menyelesaikan kuliah tepat waktu bukan hanya soal akademik, tetapi juga komitmen untuk menggapai cita-cita dan membanggakan orang tua. Saya percaya mahasiswa UNUSIDA memiliki semangat tinggi dalam menerapkan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa semangat berprestasi harus menjadi karakter utama mahasiswa Akuntansi UNUSIDA agar mampu bersaing secara global dan membawa nama baik program studi.

Kurikulum Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat

Ketua Program Studi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A., menjelaskan bahwa penyusunan visi, misi, dan kurikulum prodi dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

“Fokus kami ada pada bidang Perpajakan dan Akuntansi Manajemen, karena menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Prodi Akuntansi UNUSIDA juga didukung oleh dosen dengan kompetensi yang mumpuni di bidangnya,” jelas Dian.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Prodi Akuntansi UNUSIDA senantiasa berpedoman pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), mengedepankan keunggulan IPTEK dan akademik, serta menjunjung tinggi etika profesi.

“Melalui FGD ini, kami mengundang mitra, alumni, dosen, dan mahasiswa untuk bersama-sama menentukan arah visi dan misi prodi yang selaras dengan Universitas dan Fakultas Ekonomi,” tambahnya.

Ia berharap, hasil dari FGD ini dapat menjadi acuan pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (OBE) dan memperkuat profil lulusan yang unggul, profesional, dan berkarakter Aswaja.

“Kami terus berkomitmen dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, kemampuan adaptif, dan daya saing tinggi di dunia kerja modern,” tandasnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi talkshow inspiratif yang membahas tantangan profesi akuntan di era digitalisasi dan peluang pengembangan karier di sektor publik maupun swasta. (MY)

Rektor UNUSIDA saat membersamai Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi dalam HARMONIKAFE 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

HARMONIKAFE UNUSIDA 2025: Tanamkan Rasa Memiliki dan Bangun Mental Progresif

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk Hamonisasi Keluarga Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi (Harmonikafe) 2025, pada Jumat-Sabtu, (19–20/9/2025). Kegiatan orientasi tersebut mengusung tema ‘Sense of Belonging sebagai Pondasi Awal Membangun Mental Progresif’, yang bertujuan menanamkan rasa memiliki terhadap almamater serta membentuk karakter mahasiswa yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap berkembang.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dari berbagai program studi, dengan rangkaian acara yang meliputi pengenalan akademik, pelatihan soft skill, talkshow motivasi, serta dinamika kelompok yang membangun solidaritas antar mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, menyampaikan pentingnya mentalitas progresif dan rasa memiliki terhadap institusi sebagai fondasi awal dalam menempuh dunia perkuliahan.

“Saya mohon maaf karena pada pembukaan PKKMB Universitas saya tidak bisa hadir karena sedang berada di Kuala Lumpur memenuhi undangan Duta Besar RI untuk program KKN Internasional. Alhamdulillah hari ini saya bisa hadir di Fakultas Ekonomi untuk menyambut kalian secara langsung,” tuturnya.

Fatkul menegaskan bahwa kemandirian adalah kualitas pertama yang harus dimiliki mahasiswa ketika memasuki dunia kampus.

“Kalau di SMA kalian masih dibimbing guru, maka di kampus kalian harus mengelola diri sendiri. Harus mampu memanajemen waktu, membagi antara belajar, organisasi, bahkan bekerja bagi yang sambil kerja. Tugas utama kalian adalah kuliah,” pesannya.

Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga komitmen akademik, terutama bagi penerima beasiswa. Ia menjelaskan bahwa program bantuan seperti KIP Kuliah akan dievaluasi setiap semester dan dapat dicabut jika tidak menunjukkan prestasi yang konsisten. Selain itu, ia menekankan bahwa menjadi mahasiswa UNUSIDA juga berarti menjadi bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.

“Karena kalian berkuliah di Universitas NU, kalian adalah kader NU. Maka soft skill seperti gotong royong, bertanggung jawab, bisa dipercaya, dan siap memimpin harus kalian bangun sejak sekarang melalui organisasi kemahasiswaan,” ujarnya.

Ia juga membanggakan prestasi yang telah diraih oleh Fakultas Ekonomi dan UNUSIDA secara keseluruhan, mulai dari medali emas di kompetisi bisnis internasional, hibah program kewirausahaan, hingga penghargaan nasional di bidang pengabdian masyarakat. Rektor juga memaparkan capaian UNUSIDA dalam klasterisasi perguruan tinggi nasional. Saat ini, UNUSIDA masuk dalam Cluster Utama dan berada pada peringkat ke-116 nasional dalam Indeks Sains dan Teknologi, serta peringkat ke-3 di antara seluruh Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia.

“Tahun 2024 saja, UNUSIDA mencatat 99 prestasi mahasiswa, termasuk 6 prestasi internasional. Fakultas Ekonomi termasuk yang paling aktif berkontribusi. Ini bukti bahwa kalian berada di tempat yang tepat untuk berkembang,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Muhafidhah Novie, S.E., M.M., berharap agar Harmonikafe 2025 menjadi awal yang inspiratif bagi mahasiswa baru. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menandai semangat baru untuk memasuki dunia kampus yang penuh tantangan dan peluang.

“Kami ingin menciptakan iklim akademik yang harmonis, penuh semangat, dan kolaboratif. Dengan tema ‘sense of belonging’, kami ingin mahasiswa merasa menjadi bagian penting dari fakultas ini,” pungkasnya. (MY)

Wisudawan Terbaik UNUSIDA, Dewi Sri Rahayu saat menyampaikan Pesan Wisudawan saat Wisuda KeIX (Foto: Humas UNUSIDA)

Simak Pesan Wisudawan Terbaik UNUSIDA 2025: Gelar Sarjana adalah Bukti Perjuangan

SURABAYA Momentum Wisuda IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjadi momen yang penuh makna bagi seluruh wisudawan, khususnya bagi Dewi Sri Rahayu, S. Ak, wisudawan terbaik dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi angkatan 2021 dengan IPK 3,94. Wisuda tersebut dilaksanakan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Sabtu (6/9/2025).

Dewi sapaan akrabnya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan untuk berdiri mewakili rekan-rekan wisudawan dalam memberikan sambutan. Dalam pidatonya, Dewi mengajak wisudawan untuk sejenak menoleh ke belakang, mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui sejak awal perkuliahan.

“Rasanya baru kemarin kita mengikuti PKKMB, masih canggung, masih mencari teman karena semester awal kita masih melakukan kuliah daring akibat pandemi. Tapi dari situlah perjalanan kita dimulai,” ujarnya.

Ia mengenang suka duka masa kuliah, mulai dari menumpuknya tugas, menghadapi dosen yang tegas namun penuh perhatian, begadang demi menyelesaikan makalah, hingga melewati fase penting seperti LKMM-TD, PKL, KKN, hingga menyusun skripsi. Semua momen tersebut, menurutnya, kini berbuah manis dengan toga dan gelar sarjana yang disandang.

Dewi juga menegaskan bahwa perjalanan setiap wisudawan tidaklah mudah. Ada yang berjuang mempertahankan beasiswa, ada yang membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan, bahkan ada yang tetap berjuang sambil memikul tanggung jawab keluarga.

“Semua punya cerita, tapi satu pesan yang sama: dengan usaha, tidak ada yang mustahil. Seperti pesan Presiden ke-3 RI, Prof. B.J. Habibie: Keberhasilan bukan milik orang yang pintar, melainkan milik mereka yang senantiasa berusaha,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dewi menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, mulai dari orang tua, dosen, tenaga kependidikan, sahabat, hingga almamater tercinta, UNUSIDA. Ia juga menekankan kebanggaannya atas prestasi UNUSIDA yang meski masih berusia muda, sudah mencatatkan berbagai pencapaian gemilang, seperti penghargaan Anugerah Pendidikan Nahdlatul Ulama 2025, peringkat Klaster Utama Perguruan Tinggi Nasional 2024, hingga Gold Winner Anugerah Diktiristek 2023 dalam bidang pengabdian masyarakat.

Lebih lanjut, Dewi juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu memilih UNUSIDA sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi. Sebab UNUSIDA telah membuktikan bahwa mahasiswa dan alumninya memiliki daya saing, kreativitas, dan kemampuan untuk berdiri sejajar dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lainnya.

“Di sini, Anda tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik yang mumpuni, tetapi juga tumbuh dalam suasana kampus yang mendidik karakter, memperkuat akhlak, serta mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dewi menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan baru. Ia berharap UNUSIDA semakin maju, semakin dikenal, tidak hanya di Sidoarjo tetapi juga di kancah nasional maupun internasional, serta terus memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

“Apapun jalan yang kita tempuh setelah ini bekerja, melanjutkan studi, berwirausaha, maupun membangun keluarga yang terpenting adalah tetap berusaha, terus belajar, dan menjaga nama baik almamater. Semoga ilmu yang kita peroleh menjadi amal jariyah bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya. (MY)