Pos

Webinar Nasional “Sinergi Nilai Aswaja dan Pancasila: UNUSIDA Go Nusantara” melalui Zoom Meeting (Foto: Humas UNUSIDA)

Webinar Nasional Hari Lahir Pancasila, UNUSIDA Perkuat Sinergi Nilai Aswaja dan Kebangsaan

SIDOARJO — Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Unit Pelaksana Teknis Pengkajian Islam dan Keaswajaan (UPT PIK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk ‘Sinergi Nilai Aswaja dan Pancasila: UNUSIDA Go Nusantara’ pada Senin (01/06/2026) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ruang intelektual untuk merefleksikan kembali relevansi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan Pancasila sebagai fondasi kebangsaan dalam menjawab berbagai tantangan sosial, pendidikan, ekonomi, teknologi, dan ideologi di era transformasi digital.

Webinar yang terbuka untuk pelajar, mahasiswa, santri pondok pesantren, serta masyarakat umum ini menghadirkan akademisi lintas disiplin ilmu dari lingkungan UNUSIDA.

Kepala UPT PIK UNUSIDA H. Aris Kuswanto, S.T., M.Pd.I., menjelaskan bahwa Webinar akan mengulas berbagai isu strategis dengan menempatkan Pancasila dan Aswaja bukan sekadar konsep normatif, melainkan sebagai pedoman hidup yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Melalui webinar nasional ini, UNUSIDA ingin menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang dialog akademik yang mempertemukan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemajuan ilmu pengetahuan. Peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga sebagai momentum refleksi bersama untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang religius, moderat, inovatif, dan berdaya saing.

“Semangat ‘Sinergi Nilai Aswaja dan Pancasila: UNUSIDA Go Nusantara’ semoga menjadi energi kolektif dalam memperkuat peran kampus sebagai pusat peradaban yang mampu menjawab tantangan masa depan tanpa kehilangan akar nilai yang menjadi identitas bangsa Indonesia,” katanya.

Dalam keynote speech, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan bahwa Pancasila dan Aswaja memiliki titik temu yang kuat dalam membangun peradaban yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga relevansi nilai-nilai tersebut di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial.

“Pancasila dan Aswaja bukan dua entitas yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan dua kekuatan moral yang saling menguatkan dalam membangun karakter bangsa. Dari kampus inilah lahir generasi yang mampu berpikir global tanpa kehilangan identitas keindonesiaannya,” ungkapnya.

Materi pertama disampaikan oleh Dosen Teknik Kimia UNUSIDA Dr. Trisna Kumala Dhaniswara, S.T., M.T., yang mengangkat tema inovasi teknologi dan keberlanjutan sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi harus diarahkan untuk menciptakan kemanfaatan yang merata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Teknologi yang berlandaskan nilai Pancasila tidak hanya mengejar efisiensi dan keuntungan, tetapi juga menjamin keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, serta kesejahteraan generasi mendatang. Inovasi sejati adalah inovasi yang menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Selanjutnya, Dosen DKV UNUSIDA Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn. membahas transformasi digital dan tanggung jawab moral dalam kehidupan masyarakat modern. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah membuka ruang yang sangat luas bagi masyarakat untuk berinteraksi dan berkarya, namun juga menghadirkan tantangan etika yang semakin kompleks.

“Transformasi digital harus dibarengi dengan transformasi karakter. Kemajuan teknologi tanpa tanggung jawab moral hanya akan melahirkan disrupsi sosial. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi kompas etis dalam setiap aktivitas digital masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Dari perspektif ekonomi, Dosen Manajemen UNUSIDA Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M. menekankan pentingnya membangun ekonomi berkarakter melalui sinergi nilai Aswaja dan Pancasila. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak dapat diukur semata-mata dari pertumbuhan angka statistik, tetapi juga harus memperhatikan aspek kebermanfaatan sosial dan keadilan distribusi.

“Ekonomi yang berkarakter adalah ekonomi yang menghadirkan keberkahan dan keadilan. Nilai Aswaja mengajarkan keseimbangan, sedangkan Pancasila memberikan arah agar aktivitas ekonomi tidak meninggalkan nilai kemanusiaan dan kesejahteraan bersama,” paparnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNUSIDA Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNUSIDA, menyoroti peran strategis pendidikan dalam memperkuat karakter kebangsaan. Ia menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik yang berintegritas.

“Pendidikan harus menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara moral. Di sinilah nilai Aswaja dan Pancasila memiliki peran penting sebagai fondasi pendidikan karakter yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UNUSIDA Feri Kuswanto, S.Pd.I., M.Pd.I. yang mengulas hubungan antara ideologi kebangsaan dan keaswajaan dalam konteks kehidupan berbangsa. Ia menjelaskan bahwa Aswaja memiliki kesesuaian nilai dengan Pancasila, terutama dalam menjaga moderasi, toleransi, dan persatuan nasional.

“Aswaja mengajarkan sikap tawassuth, tasamuh, dan tawazun yang selaras dengan semangat Pancasila. Ketika nilai-nilai tersebut diinternalisasikan dengan baik, maka masyarakat akan memiliki daya tahan ideologis yang kuat terhadap berbagai bentuk radikalisme, ekstremisme, maupun disintegrasi bangsa,” tegasnya.

Kepala UPT PIK UNUSIDA, Aris Kuswanto saat menerima penghargaan LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Kepala UPT PIK UNUSIDA, Aris Kuswanto Raih Peringkat 2 Dosen Berdampak pada Masyarakat dalam Anugerah LPTNU Award 2026

SIDOARJO – Kepala UPT Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Aris Kuswanto, M.Pd.I, meraih Peringkat 2 Kategori Dosen Berdampak pada Masyarakat Bidang Khidmat Jam’iyah dalam ajang Anugerah LPTNU Award 2026 di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Tower Lt.9 Jalan Jemursari No.51-57 Surabaya, Selasa (10/03/2026) malam.

Penghargaan ini diberikan oleh Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai bentuk apresiasi kepada dosen yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat serta penguatan nilai-nilai ke-NU-an di lingkungan perguruan tinggi.

Menanggapi penghargaan tersebut, Aris Kuswanto menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan untuk terus berkhidmat melalui dunia pendidikan tinggi.

“Pertama tentu saya bersyukur kepada Allah SWT karena diberi kesempatan untuk terus melanjutkan khidmah melalui pendidikan tinggi sebagai dosen, akademisi, dan pendidik. Bisa bertemu dengan mahasiswa, berdiskusi dengan sesama dosen, serta bersama-sama berkontribusi untuk kemajuan pendidikan dan bangsa,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (13/3/2026).

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari LPTNU, pimpinan UNUSIDA, hingga rekan-rekan dosen serta civitas akademika yang selama ini bekerja bersama dalam membangun kampus. Menurutnya, penghargaan tersebut bukanlah capaian pribadi semata, melainkan hasil dari kerja bersama seluruh elemen di lingkungan UNUSIDA.

“Ini sebenarnya bukan prestasi individu. Banyak pihak yang berkontribusi dan bekerja keras di kampus. Kebetulan saja nama saya yang mewakili dalam kategori ini. Jadi penghargaan ini milik kita bersama,” ungkapnya.

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UNUSIDA tersebut, mengenang perjalanan panjang keterlibatannya dalam proses berdirinya UNUSIDA sejak masa awal perintisan. Ia mengaku turut berkontribusi dalam berbagai upaya pengembangan kampus, mulai dari penyusunan kurikulum Aswaja, pendampingan organisasi kampus, hingga berbagai tugas pengelolaan lembaga.

“Sejak sebelum kampus berdiri kami sudah berikhtiar bersama, baik secara lahir maupun batin. Saya juga pernah diminta membantu menyusun kurikulum Aswaja, ikut dalam berbagai tim pengembangan, hingga mendampingi pengelolaan di beberapa unit di kampus,” jelasnya.

Baginya, khidmah di perguruan tinggi merupakan bentuk pelayanan terhadap lembaga dan masyarakat. Dalam konsep tersebut, dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga melayani dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan institusi.

“Dalam khidmah, kita melayani lembaga. Artinya kita menjalankan tugas sesuai amanah yang diberikan. Sebagai pelayan lembaga, tugas kita adalah melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keistiqamahan dalam berjuang membangun lembaga pendidikan. Menurutnya, perjalanan membangun kampus tidak selalu mudah, karena terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Kholil, Jetis, Sidoarjo tersebut mengingat kembali masa-masa awal ketika UNUSIDA masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari sarana prasarana hingga proses perkuliahan yang harus menumpang di beberapa sekolah.

“Kami pernah mengalami masa ketika kampus masih kekurangan ruang kelas dan harus menumpang di sekolah lain. Bahkan ada pengalaman-pengalaman yang cukup menguji kesabaran. Namun semua itu menjadi bagian dari proses perjuangan,” kenangnya.

Kini, setelah berbagai upaya dan kerja keras dilakukan, ia mengaku bersyukur dapat menyaksikan perkembangan UNUSIDA yang semakin maju dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Sekarang kita mulai menikmati hasil dari perjuangan tersebut. Ini sekaligus menjadi tantangan bagi kita semua untuk tetap menjaga keikhlasan dan komitmen dalam berkhidmah,” katanya.

Selain manfaat ekonomi, Aris menilai pengabdian di perguruan tinggi juga memberikan banyak pengalaman berharga, seperti perluasan jaringan, peningkatan kapasitas keilmuan, serta kesempatan bertemu dengan berbagai tokoh akademisi dan ulama.

“Banyak hal yang saya dapatkan di sini, bukan hanya materi tetapi juga ilmu, jaringan pertemanan, serta kesempatan belajar dari para profesor, doktor, dan kiai. Itu semua menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aris memberikan pesan kepada generasi muda, khususnya para akademisi dan mahasiswa, agar tetap istiqamah dalam menjalankan tugas dan proses kehidupan.

“Pesannya sederhana, nikmati proses yang diberikan Allah kepada kita. Jalankan tugas dengan sebaik-baiknya, terus belajar, dan tingkatkan kapasitas intelektual serta emosional. Jika itu dilakukan dengan sungguh-sungguh, insyaAllah hasilnya akan mengikuti,” pesannya.

UPT PIK UNUSIDA Gelar Megengan Menyambut Ramadhan 1447 H (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Gelar Megengan Menyambut Ramadhan, Perkuat Spirit Keagamaan Civitas Akademika

SIDOARJOUniversitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Megengan Menyambut Ramadhan yang diisi dengan sholawat, tahlil, dan tausiyah sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menyongsong bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid KH. M. Hasyim Asy’ari, Komplek Kampus 2 UNUSIDA pada Jumat (13/2/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seluruh doa yang dipanjatkan dalam kegiatan tersebut dapat memberikan keberkahan bagi semua pihak, termasuk orang tua, para pendahulu, serta seluruh civitas akademika UNUSIDA. Ia menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini harus menjadi bagian dari budaya akademik kampus agar setiap aktivitas yang dilakukan bernilai ibadah dan membawa manfaat.

“Semoga seluruh doa yang kita panjatkan dapat memberikan manfaat dan keberkahan, baik bagi kita semua, orang tua, maupun para pendahulu kita. Setiap kegiatan yang dilakukan dengan niat baik insyaAllah akan mendapat balasan dari Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan tanggung jawab dalam membangun lingkungan kampus yang religius dan penuh keberkahan, terutama menjelang datangnya bulan Ramadhan yang penuh rahmat. Ia berharap seluruh civitas akademika dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, semangat ibadah yang meningkat, serta komitmen untuk terus menebar kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, tausiyah agama disampaikan oleh Wakil Katib PCNU Sidoarjo, Abdul Mujib Hasyim. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, memperkuat hati, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama, termasuk kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

Kiai Mujib mengingatkan bahwa generasi muda perlu terus dibimbing agar memiliki kecintaan terhadap ibadah dan nilai-nilai keislaman, sehingga mampu menjadi pribadi yang berakhlak baik dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Menurutnya, kegiatan Megengan ini menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah di lingkungan kampus NU.

“Kualitas ibadah harus terus dijaga, hati perlu diperkuat dengan dzikir dan doa, serta kepedulian sosial harus ditingkatkan. Ketiganya menjadi fondasi utama dalam membangun pribadi yang berakhlak,” tuturnya.

Tampak hadir, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., Sekretaris Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Kepala Unite Pelaksana Teknik (UPT) Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) UNUSIDA, H. Muhammad Arisy Karomi, S.T., M.Pd.I., serta pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Penyerahan Penghargaan Unit Kerja Terbaik Berdasarkan AMINA 2025 dan Capaian Prestasi (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Berikan Penghargaan Kepada Unit Kerja Terbaik dalam Raker 2025–2026

SITUBONDO — Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan Penghargaan Unit Kerja Terbaik dalam Audit Mutu Internal Non Akademik (AMINA) pada Rapat Kerja (Raker) UNUSIDA Tahun Akademik 2025–2026 di Utama Raya Cottage, Situbondo, pada Kamis (15/1/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam rangkaian Raker yang berlangsung sebagai bentuk apresiasi atas kinerja unit kerja dalam membangun tata kelola institusi yang akuntabel, profesional, dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil AMINA 2025, unit kerja terbaik yang meraih penghargaan adalah:

  1. UPT Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) UNUSIDA,

  2. Biro Humas dan Kerja Sama,

  3. Lembaga Sumber Daya Manusia (SDM) UNUSIDA.

Penghargaan ini menjadi bukti komitmen UNUSIDA dalam memperkuat budaya mutu dan evaluasi berkelanjutan di seluruh unit kerja non akademik.

“Penghargaan ini menegaskan komitmen UNUSIDA untuk terus memperkuat tata kelola institusi, meningkatkan mutu layanan akademik dan non akademik, serta mendorong prestasi mahasiswa dan dosen di tingkat nasional maupun internasional, sejalan dengan visi UNUSIDA Unggul dan Berdampak,” ungkapnya.

Selain penghargaan AMINA, UNUSIDA juga memberikan apresiasi khusus kepada unit kerja yang berhasil menorehkan prestasi nasional dan internasional.

Salah satunya adalah Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, yang berhasil mengantarkan UNUSIDA meraih predikat “Baik Sekali” dalam SIMKATMAWA 2025 (Sistem Informasi dan Tata Kelola Kemahasiswaan) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Capaian tersebut menunjukkan tata kelola kemahasiswaan UNUSIDA yang kuat, akuntabel, dan berdaya saing, dengan aktivitas kemahasiswaan yang sangat dinamis dan terstruktur. UNUSIDA memiliki beragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang aktif dan berprestasi, di antaranya di bidang olahraga Futsal dan Pencak Silat Pagar Nusa, bidang seni Teater SAE, Tari Samita, dan Paduan Suara, bidang religi dan sosial terdapat UKM Religi Nahdlatul Syubban, Magana (Mahasiswa Tanggap Bencana), KSR PMI UNUSIDA, hingga di bidang kepemimpinan terdapat UKM Mahasiswa Unggul, Pramuka Khatulistiwa.

Selain itu, pengembangan organisasi mahasiswa juga diperkuat melalui program seperti Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Manajemen Tingkat Menengah (LKMM-TM) UNUSIDA sebagai upaya membangun sinergi strategis dengan Organisasi Mahasiswa (Ormawa).

Selain itu, Unit Kerja lain yang mengantarkan prestasi yaitu Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA, atas keberhasilan mengawal publikasi jurnal dan program pengabdian, sehingga mengantarkan UNUSIDA meraih Gold Winner Anugerah Riset dan Pengabdian Diktisaintek 2025 kategori Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA Award).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, yang dihadiri oleh Ketua BPP UNUSIDA, Drs. H. Arli Fauzi, M.H., Sekretaris BPP UNUSIDA, Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., dan Muhammad Sururi Arumbani, S.Sos.

UPT PIK UNUSIDA Launching Pembinaan Al-Qur’an Mahasiswa Baru Angkatan 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

UPT PIK UNUSIDA Launching Pembinaan Al-Qur’an Bagi Mahasiswa Baru Angkatan 2025

SIDOARJO – Unit Pelaksana Teknis Pengkajian Islam dan Keaswajaan (UPT PIK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Launching Pembinaan Al-Qur’an Mahasiswa Baru UNUSIDA Angkatan 2025 dengan tema ‘Ikhtiar Membangun Generasi Berilmu, Beradab, dan Berakhlak Qur’ani’. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (8/1/2026).

Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an bagi mahasiswa UNUSIDA tidak hanya menjadi kewajiban moral, tetapi juga bagian dari syarat kelulusan. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus ditanamkan dan dihidupkan dalam keseharian mahasiswa di lingkungan kampus.

“UPT PIK menyediakan layanan belajar, pembimbing, dan pembinaan Al-Qur’an. Mahasiswa yang sudah mahir diharapkan bisa menjadi pembimbing bagi teman-temannya. Ini menjadi ladang amal jariyah sekaligus bentuk kemanfaatan bagi kampus,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan Al-Qur’an dapat dimulai sejak semester awal agar saat lulus mahasiswa telah lancar membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Mahasiswa yang terlibat aktif sebagai pembimbing juga akan mendapatkan surat tugas yang dapat dikonversikan dalam Sistem Poin Mahasiswa (Sipoma), salah satu syarat kelulusan di UNUSIDA.

Sementara itu, Kepala UPT PIK UNUSIDA, H. Aris Kuswanto, S.T., M.Pd.I., menjelaskan bahwa kemampuan baca tulis Al-Qur’an menjadi salah satu standar kompetensi lulusan UNUSIDA. Berdasarkan hasil pemetaan kemampuan BTQ saat PKKMB, mahasiswa memiliki kemampuan yang beragam, mulai dari mahir hingga perlu pembinaan intensif.

“Standar kampus tidak muluk-muluk. Mahasiswa diharapkan mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar serta menghafal minimal 15 surat pendek, ditambah kemampuan membaca tahlil dan ayat-ayat yang sering diamalkan warga Nahdlatul Ulama,” jelasnya.

Ia menegaskan, mahasiswa yang belum memenuhi standar wajib mengikuti pembinaan selama masa liburan dengan sistem bimbingan langsung (talaqqi) bersama dosen, pembimbing, maupun mahasiswa senior yang kompeten. Di akhir program akan dilaksanakan munaqasyah sebagai bentuk evaluasi.

Lebih lanjutnya, program pembinaan ini, merupakan amanah pimpinan UNUSIDA kepada UPT PIK dalam mengawal visi besar kampus, khususnya penguatan nilai keislaman, keaswajaan, dan ke-NU-an. Diharapkan, seluruh mahasiswa UNUSIDA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki bekal spiritual dan akhlak Qur’ani sebagai calon pemimpin umat dan bangsa.

“Ini adalah ikhtiar memuliakan diri dengan Al-Qur’an. Semoga menjadi jalan keberkahan bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademika UNUSIDA,” pungkasnya. (MY)

UPT PIK UNUSIDA Gelar Webinar General Studium Kuliah Bersama Amaliyah Aswaja dan Khidmah Aswaja melalui Zoom Meeting (Foto: Humas UNUSIDA)

UPT PIK UNUSIDA Gelar Webinar General Studium Kuliah Bersama Amaliyah dan Khidmah Aswaja

SIDOARJO – Unit Pelaksana Teknis Pengkajian Islam dan Keaswajaan (UPT PIK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar General Studium dengan tema Kuliah Bersama Amaliyah Aswaja dan Khidmah Aswaja, yang diikuti oleh ratusan mahasiswa secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (27/9/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sekaligus meneguhkan khidmah dalam pengabdian di masyarakat. Kepala UPT PIK UNUSIDA, H. Arisy Karomi, menegaskan pentingnya acara ini sebagai sarana memperdalam wawasan keislaman yang berpijak pada prinsip Aswaja.

“General Studium Kuliah bersama Amaliyah Aswaja dan Khidmah Aswaja adalah kesempatan yang sempurna untuk memperdalam pengetahuan Anda tentang Aswaja,” jelasnya.

Dalam acara ini, membahas konsep-konsep dasar Aswaja, sejarah, dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Di sini mahasiswa UNUSIDA belajar bagaimana Aswaja dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana kita dapat mengamalkan nilai-nilai Aswaja dalam masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, UPT PIK UNUSIDA berharap kultur Aswaja tidak hanya menjadi pengetahuan teoritis, melainkan juga menjadi pedoman dan karakter yang melekat dalam setiap aktivitas akademik maupun sosial,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendatangkan 2 narasumber berkompeten yang merupan dosen Aswaja UNUSIDA, yaitu Dr. H. Rangga Sa’adillah, S.A.P., M.Pd.I. dan Milla Ahmadia Apologia, S.Pd.I, M.Pd.I. Antusiasme mahasiswa terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi. Mereka diajak untuk merefleksikan peran mahasiswa dalam mengamalkan Aswaja di lingkungan kampus, program studi, maupun masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Rangga Mata kuliah Aswaja) di UNUSIDA tidak hanya dipahami sebagai kajian keislaman semata, melainkan dapat diintegrasikan ke dalam seluruh bidang keilmuan.

Menurutnya, mahasiswa dari berbagai program studi dapat menerapkan nilai-nilai dan amaliyah Aswaja sesuai dengan bidang kependidikannya. Sebagai contoh, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) dapat mengembangkan teknologi untuk berdakwah secara digital dengan tetap berlandaskan prinsip-prinsip Aswaja.

Mata kuliah Aswaja di UNUSIDA membahas secara komprehensif praktik keagamaan dan tradisi keislaman yang berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama. Materi meliputi pemahaman konsep bid’ah, dasar-dasar ibadah mahdlah dan ghairu mahdlah, praktik ibadah Aswaja seperti shalat, puasa, doa, dan sholawat, serta tradisi keagamaan khas NU seperti tahlil, manaqib, haul, maulid Nabi, hingga peringatan hari besar Islam.

Selain praktik, mahasiswa juga diajak untuk mengkaji argumentasi fiqhiyah di balik amaliyah Aswaja serta memahami perbedaannya dengan aliran lain. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya menekankan ritual, tetapi juga landasan ilmiah yang mendasarinya.

Dr. Rangga menegaskan bahwa tujuan utama dari mata kuliah ini adalah membekali mahasiswa agar mampu memahami, menghargai, dan melestarikan tradisi keagamaan Islam Nusantara yang ramah, moderat, dan toleran. Melalui penguatan nilai Aswaja dalam seluruh lini keilmuan, UNUSIDA berkomitmen melahirkan lulusan yang berdaya saing global sekaligus menjaga kearifan lokal Islam Nusantara.

“Aswaja menjadi nilai dasar yang bisa diterapkan di semua disiplin ilmu, sehingga melahirkan generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter Aswaja an-Nahdliyah,” tegasnya. (MY)

Schreenshot Webinar Upgrading Aswaja yang diikuti oleh ratusan peserta (Foto: Humas UNUSIDA)

Webinar Upgrading Aswaja, Menguatkan Sanad Ulama Nusantara Menyambut HUT RI ke-80

SIDOARJO – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Webinar Upgrading Aswaja dengan tema ‘Sanad Nasionalisme Ulama Nusantara dan Implementasi Masa Kini’, Kamis (15/8/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting ini diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari unsur dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, santri pondok pesantren, serta kader muda NU. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari instruktur PD-PKPNU wilayah dan nasional, yaitu Wakil Katib PWNU Jawa Tengah KH Hudalloh Ridwan Naim dan Wakil Katib PCNU Kediri, Dr. Imam Fachruddin, S.H., M.Si.

Rektor UNUSIDA, H. Fatkul Anam menyampaikan bahwa ulama Nusantara bukan hanya pewaris ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, tetapi juga menjadi tokoh penggerak sekaligus benteng utama dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga persatuan bangsa.

“Para ulama menjadikan agama dan nasionalisme bukan sebagai dua hal yang bertentangan, tetapi satu kesatuan yang saling menguatkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai nasionalisme di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang sangat cepat. Menurutnya, generasi muda harus menyadari bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman, sebagaimana diajarkan para ulama terdahulu.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus memperkaya wawasan civitas akademika dan memperkuat sinergi antara nilai-nilai Aswaja dan semangat nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Melalui forum ini, saya berharap lahir gagasan-gagasan konkret tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja dengan penguatan nasionalisme di era digital,” harapnya.

Sementara itu, Ketua UPT PIK UNUSIDA, H Arisy Karomi sangat mengapresiasi antusiasme seluruh peserta serta komitmen panitia dalam menyelenggarakan kegiatan yang sangat strategis ini.

“Terima kasih atas kesetiaan para peserta untuk hadir dan mengikuti kegiatan ini. Insya Allah akan banyak ilmu dan manfaat yang dapat kita ambil dari para narasumber,” ujarnya.

Webinar ini menegaskan pentingnya mempertahankan hubungan sanad keilmuan para ulama Nusantara yang selama ini menjadi pondasi bagi tegaknya nilai-nilai Aswaja dan semangat kebangsaan di Indonesia.

“Nilai religiusitas yang mendalam harus senantiasa disambungkan secara terus-menerus, karena hal ini menjadi landasan perjuangan bangsa kita untuk membersihkan diri dari penjajahan dan tetap relevan untuk diimplementasikan pada masa kini,” pungkasnya. (MY)

Rektor Unusida, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si (Foto: Humas Unusida)

Wujudkan Budaya Kampus Qur’ani, UPT PIK UNUSIDA Inisiasi Baca Al-Qur’an Setiap Hari

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memulai program gerakan baca Al-Qur’an setiap mengawali kegiatan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang lebih religius dan mendukung perkembangan karakter mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari di seluruh fakultas dan jurusan, sebagai bentuk komitmen UNUSIDA dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan akademik.

Program tersebut diinisiasi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) UNUSIDA untuk memulai setiap kegiatan di kampus dengan membaca Al-Qur’an. Hal tersebut dimulai dengan pimpinan tertinggi untuk memberikan contoh dan menginspirasi seluruh sivitas akademika UNUSIDA untuk melakukan hal serupa dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan sumber inspirasi dalam bekerja maupun mengajar.

Kepala UPT PIK UNUSIDA, H Arisy Karomi atau Gus Arisy mengatakan bahwa program ini terinspirasi dari amanah Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, KH Arly Fauzi dan Rektor UNUSIDA sebagai wujud ejawantah dari harapan dan tujuan para Masyayikh PCNU dalam mendirikan UNUSIDA untuk menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

“Harapan beliau, UNUSIDA menjadi kampus yang penuh berkah, dalam arti Mazroatul dunya lil Akhiroh tempat menanam kebaikan di dunia untuk bekal di akhirat,” ungkapnya.

Gus Arisy menekankan bahwa seluruh kegiatan seperti memulai rapat dan perkuliahan dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai inspirasi. Hal ini menjadi salah satu bentuk mazroatul akhiroh adalah dengan membumikan Al-Qur’an, dalam beberapa aspek, yaitu membaca, kajian dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyebutkan, selalu mengupayakan untuk membaca Al-Qur’an seperti ketika memulai kerja, ketika Khatmil Qur’an setiap kegiatan Mujahadah satu bulan sekali, pembinaan Al-Qur’an untuk Dosen, Tenaga Kependidikan (Tendik), dan mahasiswa dengan melibatkan PC JQH Sidoarjo. Kemudian pengajaran mata kuliah Aswaja dalam rangka mewujudkan kampus yang menjadi tempat menanam kebaikan dunia dan akhirat.

Kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap pagi sebelum memulai aktivitas perkuliahan, serta mengundang semua sivitas akademika untuk ikut serta dalam meramaikan dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Bukan hanya sebagai rutinitas, gerakan ini juga diharapkan dapat memperkuat ikatan antara nilai-nilai agama dan kehidupan akademik, serta menginspirasi seluruh sivitas akademika untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam segala aspek.

Termasuk kajian Al-Qur’an melalui pengajian kitab Tafsir Al Ibris bagi seluruh sivitas akademika UNUSIDA secara offline di Masjid KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan online melalui channel UNUSIDA TV. Juga mengikuti kompetisi-kompetisi di tingkat regional dan nasional bagi mahasiswa. Hal tersebut bertujuan untuk membangun akulturasi menjadi kampus Qur’ani.

“Jadi ukuran sukses kampus duniawi juga harus diupayakan dan di perjuangkan tanpa meninggalkan orientasi akhirat. Kebaikan dunia dengan keberkahan Al-Qur’an, prestasi-prestasi bidang akademis mendapatkan kemudahan dan berorientasi kebahagiaan akhirat,” terangnya, Jum’at (21/2/2025).

Ke depan, pihaknya berupaya untuk mencoba menggelar kajian ilmiah setingkat skripsi, jurnal, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Jadi gerakan Al-Qur’an di UNUSIDA terbagi dalam 3 level, mulai membaca, mengkaji dan menerapkan isi dan hikmahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam, sangat mendukung dan menyambut baik program gerakan membaca Al-Qur’an setiap mengawali kegiatan di kampus. Menurutnya, gerakan ini bertujuan untuk memberikan semangat bagi seluruh sivitas akademika dan mendekatkan mereka dengan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap UNUSIDA dapat menjadi kampus yang tidak hanya unggul dalam bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam pembentukan karakter yang berbasis nilai-nilai agama dan moral.

UNUSIDA berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program keagamaan yang mendukung pengembangan karakter mahasiswa, dan gerakan baca Al-Qur’an ini adalah langkah awal dari berbagai program spiritual yang akan digelar setiap harinya.

“Kami berharap gerakan baca Al-Qur’an ini dapat menjadi titik awal yang positif bagi seluruh sivitas akademika dalam menyambut hari-hari mereka dengan semangat dan ketenangan,” harapnya.

 

(my)

Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Pro.f Dr. KH Achmad Muhibin Zuhri, M. Ag saat menyampaikan materi melalui kanal zoom meeting (Foto: Humas Unusida)

Webinar Nasional Menyongsong Isro’ Mi’raj dan Peringatan Harlah NU ke-102: Refleksi Sejarah dan Spiritual dalam Menghadapi Tantangan Zaman

Dalam rangka menyongsong peringatan Isro’ Mi’raj 1446 H dan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-102, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar Webinar Nasional secara virtual, Kamis (16/01/2025). Webinar yang diikuti oleh ratusan partisipan yang tergabung dalam zoom meeting ini diselenggarakan sebagai wadah untuk memperdalam pemahaman tentang dua momen penting yang memiliki makna sejarah dan spiritual yang mendalam bagi umat Islam di Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor Unusida H Fatkul Anam menyampaikan bahwa momentum Isro’ Mi’raj dan Harlah NU ke-102 adalah dua peristiwa yang sangat istimewa dan penuh dengan hikmah. Diantaranya adalah dengan menjaga keseimbangan antara kehidupan di dunia dan akhirat.

“Kedua momen ini mengandung nilai sejarah dan spiritual yang sangat mendalam. Isro’ Mi’raj mengingatkan kita akan pentingnya hubungan vertikal dengan Allah, serta hubungan horizontal dengan sesama manusia melalui perintah sholat 5 waktu. sedangkan Harlah NU mengajarkan kita untuk terus memperkokoh komitmen terhadap menjaga toleransi dan kerukunan dalam bermasyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa keduanya juga menjadi ruang refleksi yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. NU, sebagai organisasi yang lahir dari rahim sejarah perjuangan Islam Indonesia, harus tetap adaptif dan inovatif dalam menghadapi dinamika zaman.

“NU harus menjadi mercusuar peradaban Islam yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berinovasi dalam menghadapi tantangan global,” tegasnya.

Dalam Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, diantaranya Guru Besar Universitas Islam Negeri  Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Dr. KH Achmad Muhibin Zuhri, M. Ag dan Dosen Unusida Dr. H. Wahyudi Achmad, M.Pd.

Dalam kesempatan ini, KH Achmad Muhibin Zuhri memberikan wawasan mengenai bagaimana hikmah dari Isro’ Mi’raj dan semangat Harlah NU dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun masyarakat yang toleran, maju, dan berakhlak mulia. Guru Besar di Bidang Ilmu Teologi Islam Kontemporer tersebut mengajak untuk menggali makna kedua peristiwa tersebut dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

Para peserta juga diingatkan tentang pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan, antara berhubungan dengan Allah (hamblum minallah) dan berinteraksi dengan sesama manusia (hamblum minnas). NU, sebagai organisasi yang telah lama berkomitmen pada prinsip-prinsip tersebut, diharapkan dapat terus menjadi pendorong perdamaian, kerukunan, dan kemajuan bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.

“Isro’ Mi’raj dan kelahiran NU mengajarkan kita tentang komitmen dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam menghadapi tantangan zaman, kita harus terus menjaga warisan nilai-nilai luhur ini agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang besar dan penuh berkah,” terangnya.

Webinar ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa Unusida dari setiap angkatan. Tampak para peserta sangat antusias untuk menggali lebih dalam makna kedua peristiwa bersejarah tersebut dengan aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber.

Lebih lanjut, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) Unusida, H Arisy Karomi yang menginisiasi webinar nasional ini berharap, melalui kegiatan ini dapat menginspirasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga kedamaian, serta memberikan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita bersama-sama menggali wawasan, memperkuat semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri, serta menjaga kedamaian di tengah-tengah masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi kita semua untuk memberikan kontribusi positif yang bermanfaat bagi kehidupan bersama,” harapnya.

 

(my)

Khataman Kitab At Tibyan UPT PIK Unusida Bina Mahasiswa Penerima Beasiswa Mahir Baca Kitab (Foto: Humas Unusida)

Khataman Kitab At-Tibyan, UPT PIK Unusida Bina Mahasiswa Penerima Beasiswa Mahir Baca Kitab Kuning

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) Pengkajian Islam dan Keaswajaan dipercaya sebagai pelaksana program pembinaan dan upgrading mahasiswa penerima beasiswa mahir baca kitab kuning. Pembinaan tersebut dilaksanakan dengan pengajian kitab At Tibyan yang menjadi agenda rutin sejak awal semester, dilaksanakan setiap dua pekan sekali, tepatnya pada hari Senin dan Kamis, setelah salat Dhuha berjamaah.

“Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur, kami telah berhasil melaksanakan Khataman Pengajian Kitab At-Tibyan karangan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memperkuat tali persaudaraan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar ketua UPT PIK Unusida, Gus Arisy Karomi dalam Khataman Pengajian Kitab At-Tibyan di Masjid KH Muhammad Hasyim Asy’ari Kampus 2 Unusida, Kamis (09/01/2024).

Gus Arisy menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan mental mahasiswa. Program ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa yang sudah mahir membaca kitab kuning, sehingga mereka dapat memperdalam ilmu dan mengembangkan kemampuan dalam menguasai kitab-kitab klasik yang menjadi bagian penting dalam tradisi keilmuan Islam.

“Program ini bukan hanya untuk meningkatkan keilmuan, tetapi juga untuk membekali mahasiswa dengan mental yang siap menghadapi tantangan di dunia akademis dan kehidupan beragama,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Kholil Jetis Sidoarjo tersebut mengatakan, khataman pengajian Kitab At-Tibyan ini menandai tahap akhir dari pengajian yang telah dimulai sejak awal semester. Para peserta pengajian, yang merupakan mahasiswa penerima beasiswa mahir baca kitab, telah mempelajari berbagai materi dalam kitab At-Tibyan yang memuat dalil anjuran dan keutamaan menyambung tali silaturahmi serta kaidah-kaidah pergaulan dengan sanak saudara dan komunitas tetangga.

Ke depan, para mahasiswa yang telah mengikuti program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan akademik dan keagamaan, baik di lingkungan kampus Unusida maupun di Masjid KH Hasyim Asy’ari. Para mahasiswa akan diberdayakan untuk mengembangkan keilmuan dan berkhidmat dalam kegiatan keagamaan yang lebih luas, sesuai dengan visi dan misi lembaga untuk mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga tangguh dalam melaksanakan dakwah dan pengabdian.

“Semoga pembinaan ini memberikan manfaat yang luas dan menjadi berkah bagi semua pihak yang terlibat, serta membawa dampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan penguatan spiritualitas di kalangan mahasiswa Unusida,” harapnya.

 

(my)