Pos

LPPM UNUSIDA Raih Dua Penghargaan Nasional di Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Raih 2 Penghargaan LPTNU Award 2026 di Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat

SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Di bidang kelembagaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNUSIDA (LPPM) berhasil meraih Peringkat 1 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pembangunan Komunitas, serta Peringkat 2 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Kerja Sama.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Award 2026 yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Tower Lt.9 Jl. Jemursari No. 51-57 Surabaya, Selasa (10/3/2026) malam.

Penghargaan tersebut semakin menegaskan peran aktif UNUSIDA dalam mengembangkan program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Berbagai program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ketua LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja kolektif seluruh tim yang selama ini berkomitmen menjalankan program pengabdian secara konsisten.

“Kami sangat bersyukur, terharu, dan bangga. Penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian, tetapi seperti cahaya kecil yang menegaskan bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu menemukan maknanya. Bagi kami, ini adalah buah dari kerja bersama, doa, dedikasi, dan semangat untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar program, melainkan jejak kebaikan yang harus terus dirawat dan diperluas manfaatnya.

Secara pribadi, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Sementara bagi LPPM UNUSIDA, penghargaan ini memiliki makna strategis sebagai pengakuan atas komitmen institusi dalam membangun budaya pengabdian masyarakat yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini memperkuat semangat kami untuk terus meningkatkan kualitas program, memperluas kolaborasi, serta mendorong dosen dan mahasiswa agar semakin aktif menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Selama ini, program pengabdian masyarakat di UNUSIDA difokuskan pada kegiatan pemberdayaan dan solusi nyata bagi masyarakat. Beberapa program yang menjadi prioritas antara lain pemberdayaan UMKM, pendampingan pendidikan dan literasi, penguatan kapasitas masyarakat desa, digitalisasi layanan dan usaha masyarakat, kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan potensi lokal berbasis kebutuhan masyarakat.

Selain itu, UNUSIDA juga mendorong model pengabdian yang bersifat kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pengabdian tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Ke depan, LPPM UNUSIDA berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat untuk terus memperkuat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Harapan kami sederhana, semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus bergerak dan berbuat lebih baik. Kami ingin kegiatan pengabdian di UNUSIDA semakin kuat, semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan semakin luas dampaknya,” ujarnya.

Ia juga berharap semakin banyak kolaborasi yang terbangun dengan berbagai pihak, baik pemerintah, komunitas, dunia usaha, maupun mitra lainnya. Menurutnya, pengabdian yang kuat lahir dari kerja bersama.

“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi justru awal untuk melangkah lebih jauh dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan umat.” tutupnya.

UNUSIDA Borong Penghargaan di LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Prestasi Gemilang, UNUSIDA Raih 6 Penghargaan dalam LPTNU Award 2026

SURABAYA — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang LPTNU Award 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Tower Lt.9, Jalan Jemursari No. 51–57, Surabaya, pada Selasa (10/3/2026) malam.

Dalam ajang penghargaan bergengsi bagi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama tersebut, UNUSIDA berhasil meraih sejumlah penghargaan dari berbagai kategori. Capaian ini menunjukkan komitmen kampus dalam pengembangan pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu penghargaan paling bergengsi diraih oleh Rektor UNUSIDA masa khidmah 2014–2026, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., yang menerima apresiasi pada kategori Tokoh Pengabdian Sepanjang Hayat Bidang Pembangunan Perguruan Tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fatkul Anam menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya penghargaan pribadi, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkhidmah dalam pengembangan PTNU. Pembangunan perguruan tinggi harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, termasuk melalui penguatan manajemen berbasis digital,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi bukti komitmen UNUSIDA dalam mengembangkan kualitas akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap, prestasi dalam LPTNU Award 2026 dapat semakin memotivasi seluruh sivitas akademika UNUSIDA untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama serta pembangunan bangsa.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun dan mengembangkan pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Ia terpilih setelah melalui proses penilaian ketat dan bersaing dengan 23 nominator lainnya dari berbagai perguruan tinggi NU di Indonesia.

“Alhamdulillah, rangkaian prestasi dalam LPTNU Award 2026 ini semakin mempertegas posisi UNUSIDA sebagai salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang aktif mengembangkan inovasi pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat demi kemajuan umat dan bangsa,” katanya.

Selain itu, prestasi juga datang dari mahasiswa UNUSIDA. Aininna Halizah Rahma dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) berhasil meraih Peringkat 1 Duta PTNU Putri. Capaian ini menunjukkan potensi mahasiswa UNUSIDA dalam bidang kepemimpinan, komunikasi, serta representasi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di tingkat nasional.

Sementara itu, dosen UNUSIDA Aris Kuswanto berhasil meraih Peringkat 2 Kategori Dosen Berdampak pada Masyarakat Bidang Khidmat Jam’iyah, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam pengabdian kepada masyarakat serta penguatan nilai-nilai ke-NU-an di tengah masyarakat.

Di bidang kelembagaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA juga mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih Peringkat 1 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pembangunan Komunitas, serta Peringkat 2 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Kerja Sama. Penghargaan ini menegaskan peran aktif UNUSIDA dalam mengembangkan program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Tidak hanya dari kalangan dosen, penghargaan juga diraih oleh tenaga kependidikan UNUSIDA. Nur Asita berhasil memperoleh Peringkat 2 Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Pengabdian, yang menunjukkan dedikasi tenaga kependidikan dalam mendukung pengembangan kampus sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Terima kasih. Tentu kami sangat bersyukur dan merasa bangga atas penghargaan ini. Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar capaian individu atau lembaga, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh tim di lingkungan UNUSIDA yang selama ini berkomitmen menjalankan program pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Asita yang kini menjadi dosen PGSD tersebut.

Tim DKV UNUSIDA Raih Juara 1 Kategori Karya Terapan & Inovatif pada Aksi Inklusi Nasional 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim DKV UNUSIDA Raih Juara 1 Kategori Karya Terapan & Inovatif pada Lomba Aksi Inklusi Nasional

SIDOARJO — Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Tiga mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2022 berhasil meraih Juara 1 Kategori Karya Terapan & Inovatif (Karya HKI) dalam ajang Lomba Aksi Inklusi Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Yayasan Lentera Sanggar Rainbow.

Adapun mahasiswa berprestasi tersebut yakni Maulidatul Qomariyah (NIM 22422062) selaku ketua tim, bersama Elysia Hilda Maghfiroh (NIM 22422048) dan Mir’a Tia Musfiro (NIM 22422064) sebagai anggota.

Prestasi ini diraih melalui karya berupa video podcast edukatif yang mengangkat tema anak dengan keterbatasan dalam berbicara. Karya tersebut dinilai berhasil menyampaikan pesan inklusi secara kreatif, empatik, dan komunikatif, sekaligus memberikan ruang suara bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar lebih dipahami oleh masyarakat luas.

Ketua tim, Maulidatul Qomariyah, menyampaikan bahwa ide karya ini berangkat dari kepedulian terhadap isu inklusivitas dan minimnya media edukasi yang mengangkat perspektif anak dengan hambatan komunikasi. Melalui format podcast visual, tim berupaya menghadirkan pendekatan yang hangat dan mudah diterima berbagai kalangan.

“Harapannya, karya ini tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga mampu menumbuhkan empati serta kesadaran publik tentang pentingnya dukungan bagi anak-anak dengan keterbatasan berbicara,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (4/2/2026).

Hal tersebut mendapatkan atensi dari Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., yang mengapresiasi karya mahasiswa DKV UNUSIDA karena mampu menghadirkan isu sosial melalui pendekatan kreatif berbasis digital. Menurutnya, mahasiswa Desain Komunikasi Visual memiliki peran strategis dalam mengangkat tema-tema pendidikan inklusif melalui medium kreatif seperti podcast dan konten visual lainnya.

“Karya seperti ini sangat relevan dengan arah pengembangan UNUSIDA sebagai kampus inklusif, modern, dan islami. Mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya yang estetis, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan dan edukatif yang berdampak luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNUSIDA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan karya inovatif yang berdampak sosial. Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen UNUSIDA dalam mendorong kreativitas mahasiswa yang berpihak pada nilai kemanusiaan dan inklusi.

“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Selamat dan sukses untuk tim DKV UNUSIDA, Teruslah menginspirasi melalui karya” pungkasnya.

Empat Mahasiswa UNUSIDA Lolos WIJABA Internship Program Batch 10 Tahun 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Lagi! Mahasiswa UNUSIDA Kembali Lolos WIJABA Internship Program Batch 10 Tahun 2026

SIDOARJO — Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Empat mahasiswa UNUSIDA berhasil lolos sebagai peserta WIJABA Internship Program Batch 10 Tahun 2026, sebuah program magang nasional yang memberikan ruang pengembangan kompetensi, pengalaman profesional, serta peningkatan soft skill bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Adapun mahasiswa UNUSIDA yang terpilih dalam program tersebut adalah:

  • Aisyah Indy Hidayati – PGMI Angkatan 2023 (NIM 51423021) sebagai Environmental Program Officer,

  • Aininna Halizah Rahmah – PGSD Angkatan 2023 (NIM 42423186) sebagai Environmental Program Officer,

  • Muhamad Aviv Fernanda – Informatika Angkatan 2023 (NIM 23423025) sebagai Video Editor and Content Creator,

  • Ismialifatarbiyah – DKV Angkatan 2023 (NIM 22423018) sebagai Environmental Program Officer.

Salah satu peserta, Muhamad Aviv Fernanda, mengungkapkan rasa bangganya dapat bergabung dalam program tersebut. Ia berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik sekaligus mengharumkan nama almamater.

“Saya sangat bersyukur dan bangga mendapatkan kesempatan ini. InsyaAllah saya akan memberikan yang terbaik dan membawa nama baik UNUSIDA selama mengikuti program,” ujarnya.

Senada dengan itu, Aininna Halizah Rahmah menilai bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari usaha, doa, serta proses seleksi yang ketat bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi. Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNUSIDA lainnya.

“Kesempatan ini datang karena kita mau berusaha dan terus belajar. Saya ingin menularkan semangat kompetitif kepada teman-teman UNUSIDA agar berani mencari peluang di luar perkuliahan untuk meningkatkan soft skill. Mumpung masih kuliah, kesempatan sangat terbuka luas kalau kita mau bergerak,” tuturnya.

Sementara itu, dosen pengampu Mochammad Machlul Alamin, S.Kom., M.Kom turut menyampaikan apresiasi atas prestasi mahasiswa tersebut. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata semangat mahasiswa UNUSIDA dalam mengembangkan potensi diri, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di dunia profesional.

Kepala Program Studi (Prodi) Informatika tersebut berharap, keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika UNUSIDA untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri demi menyongsong masa depan yang lebih baik.

“Selamat untuk mahasiswa yang terpilih, buktikan kalian layak dipilih. Serap ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya, selalu kompak dan saling mendukung satu sama lain,” pesannya.

Benchmarking INISNU Temanggung ke UNUSIDA, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi NU (Foto: Humas UNUSIDA)

Benchmarking INISNU Temanggung ke UNUSIDA, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi NU

SIDOARJO – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melaksanakan kegiatan Benchmarking dan silaturahmi kelembagaan ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Rabu (14/1/2026). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (BPP) INISNU Temanggung, Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., bersama jajaran pimpinan dan perwakilan dari beberapa sektor strategis.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyambut baik kunjungan benchmarking tersebut dan menegaskan komitmennya untuk berbagi pengalaman serta praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi. UNUSIDA membuka ruang kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan sistem informasi akademik dan kemahasiswaan.

“UNUSIDA sangat terbuka untuk semua pihak. Hal ini menjadi komitmen bersama untuk maju secara kolektif sebagai perguruan tinggi NU, saling belajar, saling menguatkan, dan bersama-sama berkhidmah untuk umat dan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Nur Mahsun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar UNUSIDA. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari silaturahmi pimpinan UNUSIDA ke Temanggung sekitar dua minggu sebelumnya, yang kemudian melahirkan kesepakatan ide untuk saling belajar dan menguatkan sinergi antarlembaga pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama.

“Kami mendapatkan banyak kenikmatan dari silaturahmi ini. Kami yakin, dengan saling berkunjung dan berbagi pengalaman, akan banyak keberkahan, dilapangkan rezekinya, dan diberkahi usianya. Harapan kami, meskipun usia lembaga sudah tua, semangatnya tetap muda,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa secara historis, INISNU Temanggung merupakan perguruan tinggi yang telah melalui proses panjang dan beberapa kali metamorfosis. Berawal dari Fakultas Hukum Islam (FHI) UNNU tahun 1969, lalu menjadi STISNU, STAINU, hingga resmi bertransformasi menjadi INISNU Temanggung pada 15 Juni 2021 lalu. Lembaga ini didirikan oleh para tokoh NU, di antaranya almarhum KH. Abdul Hadi (Ketua PCNU Temanggung pada masanya) beserta tokoh-tokoh NU Temanggung lainnya hingga kini terus berbenah menuju penguatan tata kelola.

Menurutnya, benchmarking ke UNUSIDA memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, memperkuat silaturahmi sebagai sesama perguruan tinggi NU. Kedua, belajar secara langsung terkait pengelolaan kampus modern, khususnya dalam aspek tata kelola, pelayanan akademik, pengelolaan SDM dosen dan tenaga kependidikan, serta sistem penjaminan mutu.

“Kami ini usianya sudah tua, tetapi kami sadar masih banyak kekurangan. Karena itu kami perlu belajar, terutama dari UNUSIDA yang relatif lebih muda namun sangat progresif dalam tata kelola dan pengembangan institusi,” ungkapnya.

Tujuan ketiga, lanjut Nur Mahsun, adalah mempersiapkan INISNU Temanggung dalam proses alih bentuk ke universitas di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya perguruan tinggi NU untuk hadir memberikan solusi atas persoalan riil warga Nahdliyin, khususnya di Kabupaten Temanggung yang mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, terutama tembakau.

“Ketika sektor tembakau mengalami penurunan, dampaknya sangat besar bagi ekonomi warga. Di sinilah perguruan tinggi NU harus hadir, memberi akses pendidikan S1 yang terjangkau dan relevan,” tegasnya.

Ia juga memaparkan berbagai program afirmasi yang telah dilakukan INISNU Temanggung, seperti penyediaan beasiswa NU, beasiswa untuk warga desa, serta upaya meningkatkan angka partisipasi pendidikan lanjutan yang saat ini masih sekitar 50 persen.

“Ke depan, INISNU berkomitmen memperluas layanan pendidikan dengan membuka fakultas-fakultas non-keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Tampak hadir, Ketua BPP UNUSIDA Drs. H. Arly Fauzi, M.H., Sekretaris BPP UNUSIDA Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, S.Pd.I., M.Pd., jajaran Wakil Rektor INISNU Temanggung, Dekan, Direktur Program Pascasarjana, Ketua PPMA, Ketua PUSADI, dan beberapa tenaga kependidikan.

BPP UNUSIDA Terima Trofi dan Piagam Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 dari Rektor (Foto: Humas UNUSIDA)

BPP UNUSIDA Terima Trofi dan Piagam Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025

SIDOARJO – Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., menerima Trofi dan Piagam Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 yang diserahkan langsung oleh Rektor UNUSIDA dalam kegiatan Coaching Clinic Proposal Hibah Bima Tahun 2026, Selasa (23/12/2025).

Dalam sambutannya, KH Arli Fauzi sangat mengapresiasi kinerja seluruh civitas academica UNUSIDA yang setiap tahun dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas risetnya. Ia menyebut penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025 ini sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan komitmen UNUSIDA dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi UNUSIDA untuk terus meningkatkan mutu dosen, kualitas pembelajaran, serta kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja seluruh sivitas akademika UNUSIDA yang dari tahun ke tahun mampu meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas riset. Capaian ini menjadi motivasi bersama untuk terus bekerja keras dan berinovasi demi kemajuan perguruan tinggi dan masa depan generasi bangsa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa dunia perguruan tinggi akan terus mengalami dinamika, terutama memasuki tahun 2026, yang menuntut peningkatan kapasitas dan kualitas, khususnya bagi para dosen.

“Ilmu pengetahuan, khususnya di perguruan tinggi, akan terus bergerak dinamis. Karena itu, peningkatan kapasitas perguruan tinggi, terutama dosennya, menjadi keniscayaan. Hal ini berkaitan langsung dengan masa depan generasi dan dunia yang terus berubah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengabdian di dunia perguruan tinggi menuntut kesungguhan dan kerja keras yang berkelanjutan. Menurutnya, jika insan akademik tidak mendedikasikan diri secara maksimal pada pengembangan ilmu pengetahuan, maka perguruan tinggi akan tertinggal dari perkembangan zaman.

“Tidak ada pilihan lain selain bekerja keras. Kerja keras itu harus disertai dengan semangat, ketelitian, dan kecermatan. Ketika kita bermalas-malasan, maka kita akan tertinggal. Kapasitas dosen yang tidak berkembang akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan kredibilitas perguruan tinggi,” tegasnya.

Kiai Arli juga menyoroti pentingnya strategi, teknik, dan bimbingan dari para akademisi senior yang berpengalaman, terutama dalam penguatan penelitian dan pengembangan keilmuan. Ia menilai bahwa riset bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan harus menjadi bagian dari budaya dan pembiasaan dalam kehidupan akademik.

“Penelitian tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban semata, tetapi harus menjadi bagian dari karakter dan keseharian insan akademik. Ilmu pengetahuan harus memberi manfaat, tidak hanya terbatas pada ruang pendidikan, tetapi juga berdampak bagi kehidupan,” jelasnya.

Selain aspek akademik, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo tersebut juga mengingatkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus selalu disertai dengan kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral.

“Setiap ilmu yang kita pelajari, setiap kata yang kita ucapkan, dan setiap langkah yang kita ambil, tidak lepas dari pertanggungjawaban, termasuk di akhirat kelak. Karena itu, peningkatan kapasitas akademik harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman,” pungkasnya.

Flyer Ucapan Alifiah Annafisah, Mahasiswi PGSD UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Alifiah Annafisah, Mahasiswi PGSD UNUSIDA Raih Medali Perunggu di PORPROV IX Jawa Timur 2025

Alifiah Annafisah, mahasiswi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) angkatan 2023, sukses mengukir prestasi membanggakan. Alifiah berhasil meraih Juara 3 (Bronze Medal) cabang olahraga Bola Tangan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 yang diselenggarakan di Kabupaten Malang.

Alifiah memulai perjalanan olahraga bola tangan sejak 2023, saat usianya menginjak 18 tahun. Awalnya, ia aktif di cabang bola voli sejak kecil. Namun, karena melihat minimnya peluang untuk tampil di Porprov melalui voli, ia beralih ke bola tangan yang kala itu masih relatif baru di Sidoarjo.

“Saya melihat peluang lebih besar di bola tangan, karena masih sedikit peminat. Saya mulai latihan di SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong, yang menjadi klub bola tangan satu-satunya yang aktif di sana, dan kebetulan juga almamater saya,” ungkapnya, Rabu (9/7/2025).

Dengan komitmen tinggi, Alifiah aktif mengikuti latihan intensif. Seleksi tim dimulai sejak Februari 2025, dan pada Mei tim resmi terbentuk. Selama latihan, Alifiah dan rekan-rekannya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyesuaian antar pemain hingga peningkatan fisik dan teknik.

“Tantangan terbesar saat semifinal. Tim dituntut mencetak gol sebanyak mungkin, namun beberapa pemain masih kurang pengalaman dan lawan memiliki postur besar, membuat kami kesulitan membobol pertahanan,” kisahnya.

Meskipun sempat menelan pil pahit karena kalah di babak semifinal. Namun, berkat usaha kerasnya dapat berbuah manis dengan merebut tempat ketiga dalam pertandingan perebutan medali perunggu. Alifiah mengaku merasa sangat senang dan bersyukur karena pengorbanannya tak sia-sia.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Saya merasa membuang waktu saya untuk olahraga tidaklah sia-sia karena selain badan saya terasa bugar, saya juga dapat menghasilkan prestasi dari olahraga tersebut,” katanya.

Alifiah pun berpesan kepada mahasiswa UNUSIDA lainnya untuk tidak minder mengikuti kompetisi dalam mengasah potensi diri. Menurutnya, dengan usaha yang maksimal dan doa dapat meraih apapun yang kita cita-citakan. Ke depan, ia menargetkan bisa lolos seleksi pra-PON dan menjadi bagian dari tim bola tangan putri Jawa Timur di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kalau ingin hasil besar, usaha dan doa juga harus besar. Usaha tanpa doa itu sombong, doa tanpa usaha itu sia-sia,” pungkasnya. (MY)

Kunjungan UPB Pontianak di UNUSIDA (Foto: Humas Unusida)

UNUSIDA Terima Kunjungan UPB Pontianak, Sinergi Menuju Kampus Berprestasi

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan dari Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Kamis (8/5/2025). Kunjungan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama antar perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kunjungan ini dipimpin oleh Rektor UPB Pontianak, Dr. Purwanto, M.Hum., yang didampingi oleh Wakil Rektor, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Kepala Bagian Kemahasiswaan UPB Pontianak yang turut serta hadir di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam membagikan pengalaman dan pencapaian kampus yang menjadi kebanggaan di kota Delta ini. Ia senantiasa menekankan komitmen institusinya untuk terus meraih prestasi tanpa henti. Beliau menyatakan bahwa UNUSIDA berupaya menanamkan nilai-nilai khidmat melalui pendidikan kader Nahdlatul Ulama (NU). Hingga menerapkan sistem digitalisasi dalam proses perkuliahan guna mempermudah pekerjaan dan meningkatkan efisiensi.

“Semua dosen di UNUSIDA saat ini sedang dalam antrean untuk melanjutkan studi lanjut. Tidak ada kebingungan dalam memilih giliran tugas belajar karena semuanya menikmati proses ini sebagai bagian dari kesepakatan bersama,” ujarnya.

Fatkul Anam menambahkan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem digital yang menyeluruh untuk menyinergikan peran dan tugas setiap elemen sivitas akademika. Mulai dari perkuliahan, keuangan, perpustakaan, hingga data mahasiswa dan alumni.

“Alhamdulillah di UNUSIDA semuanya sudah dapat dipantau secara online. Hal ini yang mempermudah dalam menyinergikan peran dan tugas dari setiap elemen sivitas akademika. Kemudahan ini mendorong UNUSIDA untuk terus membidik prestasi di tingkat internasional,” terangnya.

Sementara itu, Rektor UPB Pontianak, Dr Purwanto, mengaku bahwa pihaknya sangat merasa terkesan dari apa yang disampaikan oleh Rektor UNUSIDA. Menurutnya apa yang sudah diterapkan sangat menginspirasi, terutama dalam hal komitmen dan mentalitas pejuang dari sivitas akademika di UNUSIDA.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara kedua institusi untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Lebih lanjut, Purwanto berharap melalui kunjungan ini dapat menjadi langkah awal dalam menjalin kerja sama yang lebih erat antara UNUSIDA dan UPB Pontianak. Khususnya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, penelitian bersama, dan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak positif bagi kedua institusi dan masyarakat luas.

“Apa yang kami saksikan hari ini adalah refleksi dari komitmen kuat untuk memajukan pendidikan tinggi berbasis nilai keislaman dan kebangsaan,” ungkapnya. (MY)

H Fatkul Anam (depan) saat dilantik sebagai Rektor Unusida di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Simak Visi Akselerasi Rektor UNUSIDA Masa Khidmat 2025-2029

Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) untuk masa khidmat 2025–2029. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, pada Jumat (18/4/2025) kemarin.

Pasca pelantikan, Fatkul Anam menyampaikan arah kepemimpinannya dalam periode yang ke 3 dengan mengusung desain akselerasi pengembangan UNUSIDA, dengan fokus pada 4 pilar utama: pengembangan akademik, manajerial, infrastruktur, dan koneksi eksternal.

Ia menyebutkan desain akselerasi ini telah disusun secara sistematis berdasarkan Rencana Induk Pengembangan (RIP) UNUSIDA 2014–2039, yang saat ini memasuki tahap 3 (2024–2029) yang mulanya menargetkan UNUSIDA menjadi Perguruan Tinggi Berdaya Saing Nasional. Namun seiring dengan pencapaian-pencapaian UNUSIDA dalam beberapa tahun terakhir di tingkat nasional dan internasional, rencana pengembangan sebelumnya perlu menyesuaikan dan meningkatkan target yang lebih tinggi.

“Desain akselerasi ini harus menyesuaikan, karena dalam beberapa tahun terakhir UNUSIDA sudah memiliki banyak prestasi tingkat nasional dan internasional. Desain ini disusun bertujuan untuk menjadikan UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya kebutuhan lokal tetapi mampu bersaing di kancah internasional,” terangnya, Senin (21/4/2025).

Fatkul Anam bertekad mewujudkan UNUSIDA sebagai perguruan tinggi unggul berbasis nilai-nilai Islam Ahlussunah wal Jama’ah yang tidak hanya berdaya saing nasional pada periode ketiga kepemimpinannya ini, akan tetapi membidik kancah internasional khususnya dalam kawasan Asia Tenggara. Melalui penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pengelolaan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, pihaknya akan memprioritaskan beberapa poin penting, mulai dari Rekonstruksi Kurikulum Berbasis Kompetensi Masa Depan, dengan membuka program studi baru yang relevan terhadap tren global, seperti Delta Science, Teknologi Keberlanjutan, dan Ekonomi Kreatif.

“UNUSIDA akan merekonstruksi kurikulum dengan mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan/Artificial Intelligence (AI) ke dalam proses pembelajaran. Hal ini didukung dengan pengembangan Learning Management System (LMS) yang mudah diakses, untuk memperkuat model pembelajaran hybrid yang adaptif dan fleksibel,” terangnya.

Lebih lanjut, Fatkul Anam mengatakan, langkah digitalisasi di UNUSIDA ke depan akan mencakup seluruh proses administrasi kampus melalui sistem informasi terintegrasi, mencakup pendaftaran mahasiswa, keuangan dan layanan akademik, hingga sistem tracer study untuk alumni.

Mulai dari mengembangkan platform e-learning berbasis AI dan membangun pusat big data untuk menganalisis kebutuhan mahasiswa dan alumni secara real-time. Kemudian untuk mendukung visi sebagai smart campus, UNUSIDA juga akan menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk manajemen gedung, keamanan, fasilitas pembelajaran, dan pengajaran.

“UNUSIDA berkomitmen menyediakan fasilitas pendidikan modern yang ramah lingkungan melalui konsep ‘Green Campus‘, termasuk pembangunan asrama mahasiswa dan revitalisasi sarana prasarana akademik. Tentunya semua hal ini akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu 5 tahun ke depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ketua Forum Rektor PTNU tersebut, mengungkapkan bahwa pihak juga berupaya untuk mengoptimalisasi sumber pendapatan lain, seperti membangun kerja sama strategis dengan industri, mendirikan unit bisnis baru seperti pusat pelatihan profesional, jasa konsultasi, dan riset terapan, serta pengelolaan aset kampus secara produktif untuk menambah nilai ekonomi jangka panjang.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan  memperkuat koneksi internasional melalui kolaborasi riset global dan pertukaran pelajar, jaringan alumni internasional, banding dan promosi kampus di kancah dunia.

Dalam bidang tata kelola, ke depan UNUSIDA akan mengimplementasikan prinsip Good University Governance (GUG) serta mengembangkan sistem evaluasi kinerja dan penguatan SDM untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Selain itu, peningkatan standar mutu dan akreditasi juga menjadi prioritas utama, melalui adopsi standar internasional seperti ISO 21001 dalam sistem manajemen pendidikan. Serta melakukan Penguatan Riset dan Inovasi, dengan membentuk Pusat Riset Unggulan yang berfokus pada solusi lokal, termasuk mitigasi bencana, pengelolaan sampah terpadu, serta inovasi dalam bidang tambak dan agribisnis.

“Strategi ini diposisikan untuk menjawab tantangan global serta memperkuat peran UNUSIDA dalam ekosistem pendidikan tinggi untuk memberikan solusi terhadap masalah lokal daerah,” jelasnya.

Dengan visi besar ini, UNUSIDA berusaha mengembangkan sayap menjadi kampus yang tak hanya menjawab kebutuhan lokal, namun juga aktif berkontribusi dalam ekosistem pendidikan global, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Islam dan budaya Nusantara.

“Pelantikan ini menjadi langkah awal komitmen besar UNUSIDA dalam melanjutkan transformasi sebagai kampus yang adaptif, inovatif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. Dengan kolaborasi lintas sektor dan sinergi dari seluruh civitas akademika, UNUSIDA siap berkontribusi lebih luas di level nasional maupun global,” pungkasnya.
(MY)

Rektor Unusida, H Fatkul Anam saat menerima Anugerah Pendidikan NU 2025 (Foto: TVNU)

UNUSIDA Bangga Raih Anugerah Pendidikan Nahdlatul Ulama 2025, Bukti Dedikasi dalam Dunia Pendidikan

Di usia ke 10 Tahun, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dikenal menjadi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dengan segudang prestasi, baik di kancah regional, nasional, hingga internasional. Kali ini UNUSIDA kembali memantapkan diri sebagai salah satu kampus NU terbaik setelah meraih Anugerah Pendidikan Nahdlatul Ulama 2025 untuk Kategori Pendidikan Tinggi. Pemberian penghargaan itu masih dalam rangkaian dari agenda Kongres Pendidikan NU di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (23/01/2025).

Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam yang juga turut hadir dan mengikuti Kongres Pendidikan Nahdlatul Ulama 2025, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia menyebutkan bahwa terdapat tiga PTNU yang mendapat Anugerah Pendidikan NU 2025. Selain UNUSIDA yang menjadi satu-satunya di Pulau Jawa, dua PTNU lainnya yang menerima penghargaan serupa yaitu Universitas Nahdlatul Ulama NTB, dan Universitas Maarif NU Lampung.

“Bagi UNUSIDA Capaian ini sungguh sangat membanggakan. Ini sekaligus menambah deretan prestasi lainnya sepanjang 2024, di antaranya UNUSIDA naik ke Klaster Utama dalam Klasterisasi PT penyelenggara pendidikan akademik,” terangnya.

Lebih lanjut, ketua Forum Rektor PTNU tersebut menyampaikan komitmen UNUSIDA melalui berbagai program pendidikan yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pengembangan karakter mahasiswa.

Ia mengatakan, penghargaan ini dapat semakin melecut semangat UNUSIDA untuk terus berkiprah dan berkontribusi dalam mempersiapkan generasi muda yang berkompeten dan berdaya saing global.

Selain itu, penghargaan ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai Aswaja dan kebangsaan yang diterapkan di UNUSIDA sangat relevan dalam menciptakan SDM yang unggul dan siap menghadapi tantangan global.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh civitas akademika UNUSIDA yang telah bekerja keras dalam menciptakan pendidikan berkualitas dan berdaya saing. Kami akan terus berupaya untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di UNUSIDA, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Ketua BPP UNUSIDA, KH Arly Fauzi mengungkapkan rasa bangga dan mengapresiasi seluruh civitas akademika atas prestasi ini. “Alhamdulillah, Allahu Akbar ini hasil kerja keras seluruh civitas akademika UNUSIDA. Juga berkat doa para kiai hingga menjadikan UNUSIDA kebanggaan warga NU Sidoarjo,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Tidak kalah bangganya, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU Sidoarjo), KH Zainal Abidin juga sangat menyambut dengan bangga capaian ini. Ia berharap UNUSIDA dapat menjadi contoh bagi PTNU lain untuk terus berinovasi dalam menciptakan pendidikan yang lebih baik dan berdaya saing, serta menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur NU.

“Setahap demi setahap UNUSIDA melangkah pasti dengan menunjukkan capaian dan prestasi yang membanggakan. PCNU akan terus mendorong agar UNUSIDA terus menunjukkan progres menuju perguruan tinggi yang unggul,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kongres Pendidikan NU 2025, Prof H Mohammad Mukri, yang dalam laporannya diwakili Gus Ulil Abshar Abdalla menjelaskan bahwa terdapat beragam kriteria dalam Penghargaan Anugerah Pendidikan NU 2025.

Gus Ulil menjelaskan penentuan penghargaan kepada lembaga dan tokoh yang layak mendapatkan penghargaan yang ditentukan oleh Tim Tujuh yakni Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla dan KH Ahmad Suaedy, Rektor UNU Yogyakarta Widya Priyahita Pudjibudojo, Ketua RMI PBNU KH Hodri Arif, dan Wakil Sekretaris PBNU Sidrotun Naim.

Kriteria penghargaan ini mencakup lembaga-lembaga pendidikan yang bekerja secara tim, seperti madrasah dan sekolah-sekolah yang dikelola dengan baik dan terakreditasi. Di antaranya mulai di tingkat universitas, Madrasah Aliyah (MA), atau lembaga pendidikan lainnya yang berafiliasi terhadap NU.

“Insyaallah, penghargaan ini akan diberikan dalam lima kategori yang telah disebutkan: RA/TK, LP Ma’arif NU, RMINU, LPTNU, dan pondok pesantren. Semua penghargaan ini akan diberikan kepada lembaga-lembaga di bawah NU,” jelasnya.

Terkait kriteria lembaga, Prof Mukri menegaskan bahwa fokus pada lembaga-lembaga yang tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki nilai tambah dalam pengelolaan lingkungan, keberlanjutan, atau sistem pendidikan yang terstruktur dengan baik.

 

(my)