Pos

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.SI saat menjadi narasumber (Foto: Muchammad Waziruddin)

LKMM-TD Season V, Fakultas Teknik Perkuat Gagasan Berdampak Mahasiswa untuk PKM, PPK Ormawa, dan P2MW

MOJOKERTO — Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo menyelenggarakan LKMM-TD Season V Tahun 2026 di Pondok Darul Muta’allimin (DAMIN), Trawas, Mojokerto, Sabtu–Ahad, (7–8/2/2026). Dengan mengusung tema ‘Empowering Skills, Inspiring Future Leaders’, kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas mahasiswa melalui pembekalan materi strategis yang berorientasi pada luaran prestasi dan kebermanfaatan.

Pada sesi lanjutan, fokus pembelajaran diarahkan pada perumusan gagasan, penyusunan rencana kerja, serta penguatan sistem pendukung organisasi mahasiswa agar mampu berkompetisi secara terukur dan berkelanjutan. Materi pertama bertajuk Mindset Building Mahasiswa Teknik Berprestasi dan Berdampak disampaikan Dekan Fakultas Teknik, Listin Fitrianah, S.P., M.Si.

Ia menegaskan bahwa prestasi tidak lahir secara kebetulan, tetapi dibentuk melalui pola pikir yang konsisten. Menurutnya, mahasiswa teknik harus berani berpikir solutif sekaligus memiliki orientasi dampak sosial. Ia menyampaikan bahwa mindset berprestasi dimulai dari keberanian menetapkan standar tinggi bagi diri sendiri sehingga dampak yang dihasilkan akan semakin luas.

Penguatan teknis perumusan gagasan dilanjutkan oleh Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D., Ketua Program Studi Teknik Lingkungan sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan. Ia menjelaskan bahwa proposal yang baik harus berbasis masalah nyata, memiliki kebaruan, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, konsistensi antara latar belakang, metode, dan luaran menjadi kunci keberhasilan proposal dalam kompetisi nasional.

Pendalaman program pengabdian masyarakat disampaikan oleh Medya Ayunda Fitri, S.T., M.T., yang menekankan pentingnya analisis kebutuhan mitra serta keberlanjutan program. Ia menjelaskan bahwa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan harus dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dengan pendekatan pemberdayaan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Pengembangan kewirausahaan mahasiswa menjadi fokus materi berikutnya oleh Untung Usada, S.Si., M.T. Ia membagikan pengalaman pendampingan tim wirausaha hingga tingkat nasional serta menekankan pentingnya validasi pasar dan model bisnis yang realistis. Menurutnya, ide kewirausahaan mahasiswa harus memiliki kelayakan usaha, proyeksi keberlanjutan, dan daya saing.

Aspek pengorganisasian kegiatan dibahas oleh Taqwanur, S.T., M.MT., yang menjelaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada koordinasi dan komunikasi yang sistematis dalam kepanitiaan. Ia menilai bahwa tanpa kejelasan peran, gagasan besar sekalipun dapat kehilangan arah implementasi.

Materi terakhir mengenai administrasi disampaikan oleh Zahrotul Azizah, S.T., M.T., Wakil Dekan Fakultas Teknik. Ia menegaskan bahwa ketertiban administrasi dan transparansi keuangan merupakan bentuk profesionalitas organisasi mahasiswa serta fondasi pertanggungjawaban kegiatan.

Melalui rangkaian materi tersebut, LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA Tahun 2026 tidak hanya menjadi forum pembelajaran manajerial, tetapi juga laboratorium gagasan yang diarahkan pada capaian konkret dalam berbagai program nasional kemahasiswaan. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan mahasiswa Fakultas Teknik yang berdaya saing tinggi, berprestasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penulis: Muchammad Waziruddin

UNUSIDA dan Save Street Child Sidoarjo Berkolaborasi Berdayakan Anak Jalanan Lewat Literasi Digital dan Semangat Kewirausahaan (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA dan Save Street Child Sidoarjo Berkolaborasi Berdayakan Anak Jalanan Lewat Literasi Digital dan Semangat Kewirausahaan

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui program Hibah BIMA Kemdikbudristek menjalin kolaborasi dengan komunitas Save Street Child (SSC) Sidoarjo untuk memberdayakan anak jalanan. Program ini mengusung tema “Pengentasan Kemiskinan melalui Literasi Dasar dan Kewirausahaan”, dan dilaksanakan di kawasan Alun-Alun Sidoarjo.

Ketua SSC Sidoarjo, Dwi Prasetyo, S.Psi., M.Psi., menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak jalanan yang rentan kehilangan kesempatan pendidikan.

“Selama ini mereka terjebak dalam kondisi sulit. Melalui pelatihan literasi dan kewirausahaan, kami berharap anak-anak memiliki bekal untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Ia mengaku sangat menyambut baik sinergi ini dan berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan. “Kolaborasi dengan UNUSIDA ini sangat berarti bagi anak-anak binaan kami. Mereka merasa diperhatikan, didampingi, dan diberi ruang untuk belajar serta berkembang,” ungkapnya.

Dari pihak UNUSIDA, program ini dipimpin oleh Setyo Wardono, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dengan anggota dosen Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M. dan Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak.. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yakni Afina Sufiana Listy dan Siti Ghoniatul Hidayah, yang terlibat langsung dalam proses pendampingan dan pengajaran di lapangan.

Meningkatkan Literasi dan Menumbuhkan Jiwa Wirausaha

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 40 anak jalanan ini terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama, pelatihan literasi dasar, difokuskan pada peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Hasilnya cukup signifikan: kemampuan membaca peserta meningkat hingga 80%, menulis 70%, dan berhitung 70% dibandingkan sebelum pelatihan.

Sesi kedua, pelatihan kewirausahaan, memberikan pengenalan dasar mengenai peluang usaha sederhana dan pengelolaan keuangan melalui kebiasaan menabung. Menariknya, sebagian besar peserta menyatakan ketertarikan pada usaha kuliner, karena dianggap dekat dengan keseharian mereka.

Antusiasme anak-anak tampak jelas selama kegiatan. Mereka aktif bertanya, mencoba menghitung uang, dan beberapa mulai berani menyampaikan ide usaha.

“Saya ingin belajar berjualan makanan kecil supaya bisa menabung,” ucap salah satu peserta dengan penuh semangat.

Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya membekali keterampilan praktis, tetapi juga membangkitkan motivasi dan semangat kemandirian ekonomi. Program ini didukung oleh pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditjen Risbang) melalui skema Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kemdikbudristek.

Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan program ini dapat berkelanjutan, diperluas jangkauannya, dan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya. Anak jalanan tak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai generasi potensial yang berhak atas kesempatan yang sama untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Sinergi Kampus dan Komunitas untuk Perubahan Sosial

Ketua PKM UNUSIDA, Mohammad Setyo Wardono, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menyentuh langsung persoalan sosial di masyarakat.

“UNUSIDA berkomitmen tidak hanya mendidik di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dengan SSC Sidoarjo adalah wujud konkret dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian masyarakat,” tegasnya.

Setyo menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membekali anak-anak dengan keterampilan, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kesadaran akan potensi diri mereka.

“Kami ingin menunjukkan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang. Dengan literasi digital dan jiwa wirausaha, mereka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga diajak bermimpi dan berani berharap akan masa depan yang lebih baik,” harapnya.

Dosen UNUSIDA Raih Hibah PKM Kemdiktisaintek 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen UNUSIDA Raih Hibah PKM Kemdiktisaintek 2025: Tingkatkan Ekonomi IRT Peralatan Dapur Desa Kebakalan dengan Productivity SMART Goal

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025. Hibah ini menjadi bukti nyata konsistensi UNUSIDA dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Program pengabdian ini dipimpin oleh dosen Teknik Industri UNUSIDA, Taqwanur, S.T., M.MT., dengan tema ‘Peningkatan Ekonomi Kelompok Industri Rumah Tangga (IRT) Peralatan Dapur Desa Kebakalan dengan Menerapkan Konsep Productivity SMART Goal’. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku IRT agar lebih produktif, terarah, dan berdaya saing.

Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak Juli hingga September 2025 diawali dengan sosialisasi dan pelatihan problem solving technique serta metode SMART Goal. Pelatihan ini disampaikan oleh dosen prodi Manajemen, Nafia Ilhama Qurratu’aini, S.E., M.M., guna membantu UMKM menyelesaikan masalah secara efektif dan merancang tujuan usaha yang jelas serta terukur. Para pelaku IRT diajak menyusun target usaha agar aktivitas produksi berjalan efektif dan terorganisir.

Kegiatan selanjutnya adalah pembuatan website Putradelta.com sebagai sarana promosi digital, memperluas jangkauan pasar, media branding, serta meningkatkan penjualan produk. Pelaku IRT juga dibekali buku tutorial pengoperasian website dan pelatihan membuat postingan berita, menentukan kategori, mengunggah foto produk, serta menghubungkan website dengan WhatsApp. Pelatihan ini dipandu oleh dosen Informatika UNUSIDA, Ahmad Khoir Al-Haq, S.Kom., M.Kom. Website ini diharapkan menjadi strategi pemasaran modern yang efektif agar produk lokal dapat dikenal lebih luas.

Ketua tim, Taqwanur, menegaskan, ia dan tim berkomitmen untuk membantu branding UMKM lokal untuk naik kelas. Program ini nantinya tidak hanya memberi manfaat bagi mitra, tetapi juga memperkuat peran UNUSIDA dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai nilai-nilai keilmuan dan kearifan lokal.

“Program ini bukan sekadar pelatihan singkat, tetapi upaya menumbuhkan kesadaran pelaku IRT agar mampu menetapkan target jelas, menjaga keselamatan kerja, dan beradaptasi dengan teknologi. Dengan begitu, usaha mereka dapat lebih produktif dan berdaya saing,”

Selain itu, dilakukan pelatihan pemasaran online dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan penjualan produk. Tim juga memberikan sosialisasi keselamatan kerja dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), mengingat aktivitas produksi peralatan dapur melibatkan peralatan tajam dan mesin yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.

Pelatihan ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa: Muhammad Arya Irsya Dani (Manajemen), Aisyah Widayani (Teknik Industri), dan Achmad Khulaifi Azzain (Informatika), agar para pelaku IRT semakin peduli dan memahami pentingnya keselamatan kerja. Hibah PKM ini juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dari kampus dalam menyelesaikan masalah nyata di masyarakat.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, UNUSIDA memberikan dukungan alat dan mesin produksi, seperti material handling equipment lifting custom, dies, serta set tool box. Kehadiran alat ini diharapkan mempercepat proses produksi, meningkatkan kapasitas, dan menambah produktivitas usaha. Selain itu, pengadaan APD berupa sepatu safety, sarung tangan besi, dan masker juga diberikan untuk meningkatkan kesadaran pelaku IRT akan pentingnya bekerja dengan aman.

Untuk mengukur dampak pelatihan, tim melaksanakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku IRT tentang perencanaan usaha menggunakan metode SMART Goal, kesadaran keselamatan kerja, serta kesiapan memanfaatkan teknologi produksi dan strategi digital marketing. Hal ini membuktikan bahwa program ini berhasil memberikan dampak nyata, baik dalam aspek pengetahuan maupun keterampilan pengelolaan usaha yang lebih produktif dan kompetitif.

Apresiasi datang dari mitra program, salah satunya Bapak Lukman, pemilik IRT peralatan dapur di Desa Kebakalan. Ia menyampaikan, program yang diinisiasi oleh dosen dan mahasiswa UNUSIDA ini sangat dibutuhkan oleh pegiat UMKM. Ia berharap, program serupa juga dapat dirasakan oleh UMKM lainnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang cara menyusun target usaha. Bantuan alat produksi dan website sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi, memperluas pasar, dan mengembangkan usaha. Terima kasih kepada tim UNUSIDA dan Kemdiktisaintek atas dukungan ini,” pungkasnya. (MY)

Dosen Unusida Mengikuti Workshop Penyusunan Roadmap Riset dan PKM yang diselenggarakan oleh LPPM UNUSIDA, Prof. Eko Setijadi, S.T., M.T., Ph.D. (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Gelar Workshop Penyusunan Roadmap Riset dan PKM untuk Seluruh Dosen

SIDOARJO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Roadmap Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bagi seluruh dosen dari berbagai Program Studi dan Fakultas di lingkungan UNUSIDA. Kegiatan ini dilaksanakan di Hall Lantai 4 Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (6/7/2025).

Workshop ini menghadirkan narasumber, Prof. Eko Setijadi, S.T., M.T., Ph.D., yang membagikan wawasan mendalam tentang pentingnya perencanaan strategis dalam riset dan PKM. Ia menekankan pentingnya menyusun visi yang kuat sebagai kunci sukses dalam penelitian dan PKM.

“Langkah pertama dan paling krusial adalah menyusun visi yang kuat. Visi tersebut harus mencerminkan identitas, tujuan, dan aspirasi tertinggi kita sebagai akademisi. Ia akan menjadi kompas yang memandu segala tindakan, mulai dari penetapan misi hingga pelaksanaan roadmap riset dan PKM,” jelas Prof. Eko.

Prof. Eko menerangkan visi yang efektif bukan hanya slogan kosong, melainkan harus memiliki karakteristik yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound), agar dapat diimplementasikan secara nyata.

Selain membahas visi, Prof. Eko juga mengarahkan para peserta untuk menyusun misi yang jelas dan operasional dengan pendekatan WWHW (Who, What, How, Why). Pendekatan ini bertujuan agar setiap misi tidak hanya terdengar baik, tetapi juga dapat dijalankan secara terukur dan efektif.

Ia menyebutkan contoh misi yang dapat dikembangkan dalam workshop ini antara lain melakukan penelitian yang inovatif dan relevan, menerbitkan hasil penelitian di jurnal bereputasi, dan melaksanakan PKM yang berdampak langsung pada masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Eko menegaskan bahwa penyusunan roadmap yang kuat merupakan kunci utama dalam mencapai keberhasilan penelitian dan pengabdian yang berdampak. Melalui roadmap, seorang peneliti dapat memiliki arah dan strategi yang lebih terstruktur dalam kontribusinya terhadap keilmuan dan masyarakat luas.

Melalui roadmap yang disusun dengan matang, diharapkan setiap program dan kegiatan yang dijalankan mampu memberikan kontribusi yang signifikan, baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun bagi masyarakat luas.

“Roadmap bukan sekadar dokumen administratif, tetapi peta jalan strategis yang akan menentukan kualitas dan dampak riset serta PKM Unusida ke depan,” terangnya.

Prof. Eko yang juga pengurus Badan Penyelanggara Pendidikan (BPP) UNUSIDA tersebut menjelaskan bahwa dalam menentukan topik yang tepat, perlu melalui beberapa proses. Seperti melakukan studi literatur yang mendalam untuk mengidentifikasi research gap, mengamati permasalahan aktual di masyarakat yang sesuai dengan kompetensi dan peran dosen sebagai agen perubahan serta memantau tren dan isu terkini di bidang keilmuan masing-masing sebagai bagian dari pengembangan ilmu yang adaptif.

Selain menentukan fokus penelitian dan PKM, Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program, seperti dana, peralatan, dan keahlian tambahan.

Prof. Eko juga menyoroti pentingnya kolaborasi strategis, baik dari internal kampus seperti dengan mahasiswa, rekan dosen lintas prodi, fasilitas laboratorium, dan pusat riset universitas yang tersedia. Selain itu, juga dapat melakukan kolaborasi eksternal seperti dunia industri, pemerintah daerah, komunitas sosial, dan universitas mitra.

“PKM yang dirancang dengan strategi dan kepekaan sosial yang baik akan memberikan nilai tambah tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi pengembangan keilmuan dan reputasi institusi,” pungkasnya. (MY)

UNUSIDA Masuk 10 Besar PTS Peraih Pendanaan PKM 2025 di LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur (Foto: istimewa)

UNUSIDA Masuk 10 Besar PTS Peraih Pendanaan PKM 2025 di LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang riset kemahasiswaan. Berdasarkan pengumuman resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI), UNUSIDA berhasil meloloskan empat proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Riset Eksakta (PKM-RE) pada tahun 2025.

Capaian tersebut membawa UNUSIDA masuk dalam jajaran 10 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di lingkungan LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur dalam hal jumlah proposal yang berhasil memperoleh pendanaan. Dari data yang dirilis, UNUSIDA menempati posisi ke-8 bersama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Hang Tuah, dan Universitas Maarif Hasyim Latif, yang masing-masing juga berhasil meloloskan empat proposal.

Secara keseluruhan, LLDIKTI Wilayah VII mencatat ada 50 PTS yang berhasil berkontribusi dalam raihan pendanaan PKM secara nasional. Adapun peringkat teratas diraih oleh Universitas Muhammadiyah Malang dengan 24 proposal didanai, disusul STIKES Banyuwangi dan Universitas Islam Malang.

Menariknya, seluruh proposal dari UNUSIDA berasal dari Program Studi Teknik Lingkungan, di bawah bimbingan langsung Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Kepala Program Studi. Ini sekaligus mencerminkan semangat riset mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA dalam menjawab isu-isu strategis lingkungan dengan pendekatan teknologi tepat guna.

Keempat judul proposal PKM yang lolos pendanaan adalah:

  1. ‘Fabrikasi Komposit Karbon Nitrida Grafit dan Hydrochar Tempurung Kelapa untuk Fotokatalisis Limbah Cair Laboratorium’
    – oleh Sheli Juwati Anggren (ketua), Rio Sulistio, dan Rifki Hidayat.

  2. ‘Optimasi Komposisi Prekursor dalam Sintesis O-doped g-C₃N₄ untuk Adsorpsi Limbah Antibiotik’
    – oleh Ardiyah Tanraugi, Amelia Fadiyah Pitaloka, dan Uswatun Khabiba Amalia.

  3. ‘Penyisihan Pewarna Tekstil Menggunakan Hydrochar Termodifikasi NaOH dari Tempurung Kelapa’
    – oleh Zumrotul Hamidah, Moh Rofiqi Malik, dan Mutawakkil Alalloh.

  4. ‘Sintesis Adsorben dari Kulit Kapuk dengan Metode Hydrothermal Carbonization untuk Menurunkan Konsentrasi Methyl Orange dalam Limbah Cair Tekstil’
    – oleh Ihsan Abu Ridho, Ahza Refkyan Dhafa, dan Mohammad Rifqi Maulana Rifai.

Semua riset ini mengangkat isu lingkungan yang relevan, khususnya dalam pengelolaan limbah cair dan pencemaran air. Inovasi berbasis pemanfaatan limbah biomassa lokal seperti tempurung kelapa dan kulit kapuk menunjukkan komitmen mahasiswa dalam menghadirkan solusi berkelanjutan yang aplikatif dan ramah lingkungan.

Secara nasional, dari total 33.039 proposal PKM yang diajukan oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia pada tahun 2025, hanya 1.590 judul yang berhasil lolos pendanaan. Dengan demikian, capaian UNUSIDA yang meloloskan empat proposal menjadi prestasi yang patut dibanggakan di tengah ketatnya kompetisi antarperguruan tinggi.

Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa dan dosen pembimbing atas kerja keras dan dedikasi mereka. Pihaknya berharap, capaian ini dapat menjadi pemicu semangat seluruh sivitas akademika untuk terus mengembangkan budaya riset yang kuat, menciptakan inovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Alhamdulillah setiap tahun kita dapat konsisten bersaing dalam hal inovasi riset kemahasiswaan. Teknik Lingkungan UNUSIDA sekali lagi membuktikan bahwa dari kampus lokal, dapat lahir gagasan besar demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

4 Tim Teknik Lingkungan UNUSIDA Berhasil Lolos Pendanaan PKM 2025 (Foto: Istimewa)

Kompak, 4 Tim Teknik Lingkungan UNUSIDA Berhasil Lolos Pendanaan PKM 2025 Tingkat Nasional

Sidoarjo – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Hal tersebut karena mampu meloloskan empat tim sekaligus dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2025 tingkat nasional. Keempat tim ini berhasil menembus seleksi ketat yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek) Republik Indonesia.

Dari total 33.039 proposal yang diajukan oleh mahasiswa se-Indonesia, hanya 1.590 judul yang dinyatakan lolos untuk mendapatkan pendanaan. Empat di antaranya berasal dari Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA, menjadikan program studi ini sebagai salah satu kontributor terbanyak PKM-RE di tingkat nasional tahun ini.

Seluruh tim dibimbing langsung oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Lingkungan,  Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D., yang selama ini dikenal aktif mendorong pengembangan riset berbasis lingkungan dan inovasi berkelanjutan di kalangan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Tamyis mengatakan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata konsistensi dan kapabilitas UNUSIDA dalam menghasilkan solusi ilmiah terhadap isu-isu lingkungan global. Ia mengaku memiliki tantangan tersendiri dalam membimbing lebih dari 1 tim, dengan judul proposal yang berbeda juga. Perlu waktu dan kesabaran dalam menghadapi profil mahasiswa yang beragam. Tapi ia yakin mahasiswanya bisa, jika didampingi dengan tepat.

“Alhamdulillah dan bersyukur, harapan keterima tentu ada, namun langsung 4 proposal yang lolos ini adalah surprise buat kami,” ungkapnya saat dikonfirmasi oleh Humas UNUSIDA, Senin (14/7/2025).

Empat tim dengan judul unggulan riset yang berhasil lolos pendanaan diantaranya:

  • Tim 1 yang diketuai Sheli Juwati Anggren bersama Rio Sulistio dan Rifki Hidayat, yang mengangkat judul proposal ‘Fabrikasi Komposit Karbon Nitrida Grafit dan Hydrochar Tempurung Kelapa untuk Fotokatalisis Limbah Cair Laboratorium’. Penelitian ini tentang mengembangkan teknologi fotokatalisis berbasis limbah tempurung kelapa untuk menanggulangi limbah cair laboratorium yang bersifat toksik.
  • Sedangkan tim 2 dipimpin oleh Ardiyah Tanraugi dengan anggota Amelia Fadiyah Pitaloka dan Uswatun Khabiba Amalia, yang mengusung judul proposal ‘Optimasi Komposisi Prekursor dalam Sintesis O-doped g-C₃N₄ untuk Adsorpsi Limbah Antibiotik’. Riset ini menawarkan solusi inovatif terhadap pencemaran limbah farmasi yang sering luput dari pengelolaan.
  • Kemudian tim ketiga diketuai Zumrotul Hamidah, didampingi Moh Rofiqi Malik dan Mutawakkil Alalloh, mengusung judul proposal ‘Penyisihan Pewarna Tekstil Menggunakan Hydrochar Termodifikasi NaOH dari Tempurung Kelapa’. Penelitian ini berfokus pada solusi pengolahan limbah industri tekstil melalui pemanfaatan limbah organik sebagai adsorben alami.
  • Serta tim keempat dipimpin oleh Ihsan Abu Ridho bersama Ahza Refkyan Dhafa dan Mohammad Rifqi Maulana Rifai yang mengusung judul proposal ‘Sintesis Adsorben dari Kulit Kapuk dengan Metode Hydrothermal Carbonization untuk Menurunkan Konsentrasi Methyl Orange dalam Limbah Cair Tekstil’. Penelitian ini menawarkan pendekatan berbasis material lokal dan teknologi rendah karbon untuk pengolahan limbah berbasis pewarna sintetis.

Lebih lanjut, Tamyiz mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari budaya akademik yang kokoh di lingkungan Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA. Mahasiswa didorong untuk aktif meneliti, berpikir kritis, serta mengembangkan inovasi yang menjawab tantangan nyata di sektor lingkungan.

“Capaian ini adalah hasil kerja keras, kolaborasi, dan komitmen dalam membangun riset terapan yang bermanfaat. Semoga bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Menurutnya, lebih dari sekadar pencapaian akademik, keberhasilan empat tim ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNUSIDA mampu bersaing di tingkat nasional, menghadirkan riset yang aplikatif dan berdampak nyata. Ini juga menjadi tonggak penting menuju pencapaian visi UNUSIDA sebagai kampus unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keberlanjutan lingkungan.

“Alhamdulillah, dengan diberikan arahan sejelas mungkin setiap tahapan yang akan dilalui, dengan menentukan targetnya seperti apa. Mahasiswa dapat menerima dengan baik, tentunya juga dengan monitoring setiap saat juga sangat penting untuk memastikan PKM ini berjalan dg baik,” pungkasnya.

 

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Dosen Teknik Lingkungan Unusida, Dr. Muchammad Tamyiz, P.hD saat menyampaikan materi sukses PKM 2024 melaui zoom meeting (Foto: Unusida TV)

Dosen Unusida Bekali Mahasiswa PTNU Sukses PKM 2024

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) Dr. Muchammad Tamyiz, P.hD memberikan tips sukses PKM 2024. Di antaranya yaitu memperhatikan timeline program panduan dalam menyusun proposal, menentukan tema pembahasan, mencari ide dan gagasan, membuat rincian program, serta menentukan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Hal tersebut disampaikan pada Workshop Sukses Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) melalui zoom meeting yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dari seluruh Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT-PBNU), Jumat (16/02/2024) diikuti oleh 400 participant melalui zoom meeting yang terdiri dari Dosen Pembimbing dan Mahasiswa dari PTNU di seluruh Indonesia yang akan mengikuti PKM 2024.

“PKM saat ini menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa. Oleh karena itu, persaingan ketat antar mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia menuntut untuk pandai memilih tema yang menarik agar bisa didanai dan masuk seleksi awal,” ujarnya saat menyampaikan materi.

Dosen Teknik Lingkungan tersebut menjelaskan, mahasiswa dianjurkan untuk memilih tema penelitian sesuai dengan program studinya masing-masing. Di samping itu, mahasiswa juga tidak ragu apabila ingin memilih tema yang dapat dikolaborasikan dengan beberapa program studi.

“Tema dan judul menjadi hal yang penting dalam menyusun sebuah proposal. Karena menjadi hal pertama yang diperhatikan oleh reviewer atau penguji ketika meninjau proposal kita. Selebihnya tentang teknis penulisan dapat dipelajari dengan dosen pembimbing masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris LPT-PBNU, Dr. rer. pol. M. Faishal Aminuddin mengatakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) memiliki kesempatan dan peluang yang sama dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam mengakses berbagai macam hibah di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

“Ruang kompetisi yang terbuka harus diambil untuk meraih dan mempertahankan tingkat partisipasi maupun prestasi dalam program tersebut,” katanya.

Menurutnya, yang dibutuhkan oleh mahasiswa dari PTNU saat ini adalah komitmen dalam membuat kegiatan yang menarik. Hal tersebut dapat dimulai dari sebuah ide dan gagasan, kemudian diartikulasikan dalam bentuk sebuah proposal.

Hal-hal yang harus dipelajari terkait keterampilan dalam penyusunan proposal adalah dengan mengembangkan ide dan gagasan menjadi sebuah operasional program yang memiliki kebermanfaatan, serta rasionalisasi pembiayaan program apabila di danai.

“Membutuhkan keterampilan dalam menyusun proposal yang bagus. Hal ini untuk memastikan juri dapat menerima dan memahami proposal yang kita buat agar lolos tahap pendanaan,” terangnya.

Pihaknya mengaku akan memberikan support penuh terhadap segenap Civitas Akademika dari seluruh PTNU untuk turut berpartisipasi dalam program-program di Kemendikbud Ristek.

“Semoga melalui Workshop seperti ini dapat memunculkan banyak ide-ide brilian dan proposal yang bagus agar PTNU dapat bersaing untuk mendapatkan hibah PKM dengan Perguruan Tinggi lain,” pungkasnya.

(my)

Mendapat Kepercayaan KEMENRISTEKDIKTI, Dosen Unusida Ajak Masyarakat Kelola Sampah Menjadi Lebih Bernilai

Sidoarjo – Pada tahun 2023 ini, tim dosen dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo yang beranggotakan Lily Okavia dari Teknik Lingkungan, Taqwanur dosen Teknik Industri, dan Nafia Ilhama Qurratu’aini dosen Manajemen kembali mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KEMENRISTEKDIKTI) untuk mendapatkan pendanaan program pengabdian kepada masyarakat pada skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.
Desa yang menjadi mitra dalam kegiatan kali ini yaitu Desa Kebakalan Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo dengan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Dan Eco Friendly Dengan Pengelolaan Sampah Di Desa Kebakalan Kec. Prorong Kab. Sidoarjo”. Kegiatan ini berfokus pada sosialisasi tentang pengolahan sampah secara 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) dari hulu ke hilir yang meliputi pemilahan sampah, bank sampah, komposting dan juga pelatihan cara mendaur ulang sampah plastik menjadi bernilai jual yang dilaksanakan selama bulan September hingga Oktober 2023.
Taqwanur, tim dosen penerima hibah menyampaikan “Selain melakukan sosialisasi tentang pengolahan sampah secara 3R, tim kami juga mengadakan pelatihan pembuatan produk ramah lingkungan yang terbuat dari bahan daur ulang sampah plastik. Dari berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan nantinya, kami berharap masyarakat Desa Kebakalan dapat menjadi desa yang bebas dari penumpukan sampah dan juga menjadi desa yang dapat menaikkan pendapatan bagi setiap warga desa itu sendiri”

Mendapat Kepercayaan KEMENRISTEKDIKTI, Dosen Unusida Ajak Masyarakat Kelola Sampah Menjadi Lebih Bernilai 1Mendapat Kepercayaan KEMENRISTEKDIKTI, Dosen Unusida Ajak Masyarakat Kelola Sampah Menjadi Lebih Bernilai 2
Foto: Pelatihan Daur Ulang Sampah Plastik

Diketahui Desa Kebakalan sendiri memiliki 1.780 jiwa penduduk yang menghasilkan timbulan sampah domestik sebanyak 543 kg setiap harinya. Timbulan sampah tersebut dapat mempengaruhi keadaan sekitar desa apabila tidak dilakukan suatu pengolahan sampah yang baik dan benar. TPST yang ada pada desa Kebakalan juga belum difungsikan secara optimal, sehingga sampah yang ada sering kali dibakar dan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.
“Untuk itu melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Kebakalan dapat secara mandiri mengelola sampah yang dihasilkan dengan menerapkan 3R, sehingga dapat menaikkan pendapatan desa secara signifikan” ungkap Nafia, anggota tim.
Tidak hanya itu, tim dosen Unusida juga melengkapi sarana prasarana pengelolaan sampah untuk desa Kebakalan berupa gerobak sampah terpilah, bak sampah terpilah, komposter, keranjang industri dan kebutuhan untuk membuat bank sampah berupa papan catatan dan timbangan digital berkapasitas 10 kg dan 100 kg.

Mendapat Kepercayaan KEMENRISTEKDIKTI, Dosen Unusida Ajak Masyarakat Kelola Sampah Menjadi Lebih Bernilai 3Mendapat Kepercayaan KEMENRISTEKDIKTI, Dosen Unusida Ajak Masyarakat Kelola Sampah Menjadi Lebih Bernilai 4Mendapat Kepercayaan KEMENRISTEKDIKTI, Dosen Unusida Ajak Masyarakat Kelola Sampah Menjadi Lebih Bernilai 5
Foto: Penyerahan Alat Pengelola Bank Sampah

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah ini diikuti oleh masyarakat desa Kebakalan dengan antusias yang tinggi. Masyarakat menjadi sadar terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah secara sembarangan dan bahkan dapat mengolahnya menjadi suatu produk yang bernilai tinggi.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami bisa memanfaatkan dan mengolah sampah sehingga mempunyai nilai jual, terima kasih Unusida dan Kemenristekdikti” ungkap Sutarmi, peserta pelatihan.

Mendapat Kepercayaan KEMENRISTEKDIKTI, Dosen Unusida Ajak Masyarakat Kelola Sampah Menjadi Lebih Bernilai 6

Foto: Peserta pelatihan Desa Kebakalan

 

Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA Kembali Lolos Pendanaan PKM 2023

Sidoarjo – Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali meraih prestasi di bidang penelitian. Tak tanggung-tanggung, kali ini ada dua judul penelitian yang lolos Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud – Ristek) tahun 2023.

Dua judul penelitian yang dimaksud yaitu “Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Dara (Anadara Granosa) dan Lumpur Lapindo Sebagai Adsorben dalam Pengolahan Limbah Batik” dan “Daun Mangga Sebagai Biokoagulan Kekeruhan dan Logam Berat (Pb dan Cd) Akibat Semburan Lumpur Lapindo di Sungai Porong Sidoarjo.”.

Dosen Pembimbing, Ardhana Rahmayanti mengungkapkan keberhasilan ini merupakan bukti nyata atas dedikasi, kerja keras, dan keunggulan mahasiswa UNUSIDA dalam bidang riset eksakta. Tak hanya itu, keberhasilan ini menjadi salah satu implementasi Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) serta upaya mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam perguruan tinggi.

“Kami bangga melihat semangat inovasi dan kontribusi kalian dalam mengembangkan pengetahuan dan teknologi. Teruslah meneliti, mengeksplorasi, dan memberikan solusi yang berdampak positif bagi masyarakat dan bangsa. Semoga prestasi ini menjadi pijakan untuk pencapaian yang lebih besar di masa depan. Tetaplah bersemangat, teruslah berkarya.” ungkapnya, Kamis (22/06/2023).

Menurutnya, program pembinaan kemahasiswaan ini sangat penting untuk menguji kepekaan mahasiswa terhadap permasalahan di tengah masyarakat, khususnya bagi lingkungan. Selain itu juga menjadi sarana untuk mengaplikasikan materi yang diterima selama kuliah.

Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA Kembali Lolos Pendanaan PKM 2023 7

Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA Kembali Lolos Pendanaan PKM 2023 8Adapun 2 tim penerima pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2023 merupakan mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) UNUSIDA angkatan 2021. Tim pertama terdiri dari Maulana Rizqi Arifuddin (Ketua Pengusul), Annur Rahman, Achmad Danial Firmansyah, Tasya Permatasari, Ruhaini dengan Dosen Pembimbing Ardhana Rahmayanti S.Si,. M.Si., serta tim kedua meliputi Nabila Nur Fauziyah Putri Asmarani (Ketua Pengusul), Rajib Naji Sabri, Moch Faisal Basri dengan Dosen Pembimbing Laily Noer Hamidah, S.Si., M.T. (my/my)

Dosen Fakultas Teknik Unusida Berikan Pelatihan Digital Marketing Dan Foto Produk Bagi Pengrajin Batik Ecoprint, Bangil, Pasuruan 9

Dosen Fakultas Teknik Unusida Berikan Pelatihan Digital Marketing Dan Foto Produk Bagi Pengrajin Batik Ecoprint, Bangil, Pasuruan

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Sidoarjo – Sebagai upaya dalam membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang berada di Kabupaten Pasuruan, Dosen Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan Pelatihan Digital Marketing dan Foto Produk. Kegiatan tersebut merupakan tidak lanjut dari Program Hibah Pengabdian Masyarakat Skema Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Pelaksanaan 2022.

Program Pengabdian masyarakat ini digagas dan dilaksanakan oleh Dosen Fakultas Teknik (FT) Unusida. Pengabdian Masyarakat (Pengmas) kali ini diketuai oleh Dekan Fakultas Teknik Unusida, Listin Fitrianah, M.Si, dari Prodi Teknik Lingkungan, dengan anggota tim Zahrotul Azizah, M.T dari Prodi Teknik Kimia,  dan Agus Rachmad Purnama, M.MT dari Prodi Teknik Industri.

Berdasarkan ide dan gagasan yang diusulkan oleh tim dosen dengan keilmuan multidisiplin tersebut, mereka berhasil mendapatkan Hibah Pengabdian Masyarakat dengan Skema PKM dari Kemendikbud Dirjen Pendidikan Tinggi tahun pelaksanaan 2022.

Adapun kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan pada hari Senin (8/08/2022) di Desa Kalirejo, Bangil, Kabupaten Pasuruan, dengan Mitra UKM Kusumo Ecoprint. Kegiatan pelatihan tersebut diikuti sebanyak 13 peserta yang merupakan anggota kelompok UKM Ecoprint.

Listin Fitrianah selaku ketua tim mengatakan bahwa program pengabdian masyarakat ini sasarannya adalah kelompok kreatif pengrajin batik ecoprint, yaitu UKM Kusumo Ecoprint yang berada di Desa Karangrejo Kecamatan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

“Mitra merupakan pengrajin batik ecoprint sejak tahun 2019 dengan produk yang dihasilkan adalah kain batik ecoprint, scarf ecoprint, tas ecoprint, dompet ecoprint, pouch ecoprint dan sepatu ecoprint”, ungkapnya.

Dosen yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik ini juga menyatakan bahwa UKM Kusumo Ecoprint menghasilkan produk yang ramah lingkungan dengan harga yang murah. Namun, dalam pemasaran produknya belum memanfaatkan platform digital, seperti media sosial dan e-commerce.

“Kelompok kreatif UKM Kusumo Ecoprint ini punya produk yang bagus, namun dalam aspek pemasarannya belum memanfaatkan platform digital, sehingga pemasaran yang dilakukan kurang maksimal”, katanya.

Anggota tim, Zahrotul Azizah menambahkan bahwa salah satu tujuan pelatihan ini untuk memberikan pemahaman kepada semua anggota kelompok UKM Kusumo Ecoprint tentang bagaimana memanfaatkan e-commerce sebagai upaya dalam peningkatan pemasaran produk batik pelaku UKM di daerah tersebut.

“Dengan dilaksanakannya pelatihan ini diharapkan UKM Kusumo Ecoprint mendapatkan pemahaman baru, tentang bagaimana memaksimalkan e-commerce dalam meningkatkan pemasaran produk”, jelas Wakil Dekan Fakultas Teknik dan Pembina Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Unusida tersebut.

Lebih lanjut, Agus Rachmad Purnama, yang juga anggota tim ini menjelaskan bahwa disamping digital marketing, foto produk juga berperan penting dalam pemasaran produk, karena dengan foto produk yang bagus, mampu menarik minat konsumen.

“Foto produk yang bagus dan kekinian yang disesuaikan dengan minat masyarakat dalam platform digital, tentunya akan memberikan pengaruh dalam menarik minat konsumen”, ucap Agus.

Kegiatan pelatihan ini disambut dengan sangat antusias oleh seluruh peserta karena diisi oleh pemateri yang sudah berpengalaman dalam digital marketing dan foto produk. Hal ini terlihat dari keseriusan peserta dalam mengikuti acara, dengan banyak pertanyaan yang diutarakan terkait pengalaman mereka melakukan pemasaran menggunakan platform digital.

Yayan Zhanuar selaku pemateri menyampaikan bahwa pelatihan ini akan sangat bermanfaat bagi pelaku UKM, karena salah satu cara memenangkan persaingan dalam pemasaran digital adalah foto produk, dimana foto produk yang baik akan membuat konsumen untuk melihat produk kita, dan tidak menutup kemungkinan untuk membelinya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan penjelasan mengenai cara dan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menghasilkan foto produk yang baik, serta mengupload foto tersebut ke media sosial, maupun e-commerce.

“Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan pelaku UKM untuk bersaing dalam pemasaran digital/ online, karena dengan foto produk yang baik dan menarik, akan mampu mempengaruhi konsumen untuk membeli produk yang dijual oleh UKM”,  ujarnya saat menyampaikan materi.

Sementara itu, Budi Setyo Marheny selaku Ketua UKM Kusumo Ecoprint ini  menyatakan bahwa program pelatihan yang dilaksanakan oleh Dosen Fakultas Teknik Unusida ini sangat luar biasa dan membantu anggota dalam memperoleh  ilmu dan manfaat dalam membuat foto produk yang bagus, serta memanfaatkan pemasaran online, sehingga kedepan diharapkan permintaan terhadap produk kami dapat meningkat.

“Kegiatan ini sangat luar biasa, dimana kita dilatih untuk membuat foto produk yang bagus, dan cara memasarkan produk secara online. Kedepan kami sangat berharap produk UKM Kusumo Ecoprint dapat diminati oleh masyarakat luas”,  pungkas Heny.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][thim-multiple-images image=”18896,18895,18894″ column=”3″][/vc_column][/vc_row]