Pos

Suasana upacara pengibaran bendera merah putih di UNUSIDA dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia (Foto: Humas UNUSIDA)

Upacara HUT ke-81 RI, Plt Rektor UNUSIDA: Jadilah Pejuang Masa Kini

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dan semarak dengan diikuti ratusan peserta dari seluruh sivitas akademika UNUSIDA, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Nuansa nasionalisme semakin terasa karena para peserta mengenakan beragam pakaian adat Nusantara dari Sabang hingga Merauke. Sejumlah peserta juga tampil mengenakan atribut yang menggambarkan para pejuang kemerdekaan, sebagai simbol penghormatan terhadap jasa para pendahulu bangsa.

Bertindak sebagai pembina upacara, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial.

“Peringatan kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Setiap tanggal 17 Agustus, kita sesungguhnya sedang diajak untuk mengingat kembali sejarah, menghargai pengorbanan para pendahulu, dan meneguhkan kembali tanggung jawab kita terhadap masa depan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia lahir melalui perjuangan panjang berbagai elemen bangsa, mulai dari para pejuang, pemuda, tokoh nasional, rakyat, hingga para ulama. Salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam membangun kesadaran keagamaan, pendidikan, kebangsaan, dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan adalah Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Ia kemudian mengutip artikel Al-Manzhumah karya Muhammad Asad Syihab (1972) yang menyebut KH Hasyim Asy’ari sebagai “Wāḍi‘u Labinati Istiqlāli Andūnīsiyā: al-‘Allāmah al-Mujāhid Muḥammad Hāsyim Asy‘arī. Yang bermakna ‘Peletak batu fondasi kemerdekaan Indonesia: Al-‘Allāmah Al-Mujāhid Muhammad Hasyim Asy’ari’.

Hadi menjelaskan, ungkapan tersebut memberikan pesan bahwa KH Hasyim Asy’ari dapat dipandang sebagai salah satu peletak fondasi perjuangan kemerdekaan, terutama melalui pendidikan, pesantren, kepemimpinan umat, perjuangan moral, serta penguatan semangat kebangsaan.

Belajar dari Sejarah Perjuangan

Dalam amanatnya, Hadi juga mengajak sivitas akademika melihat perjuangan kemerdekaan tidak hanya dari perspektif kekuatan fisik dan persenjataan. Ia menyinggung pemikiran Carl von Clausewitz dalam On War yang menempatkan kekuatan moral, kepemimpinan, kehendak rakyat, persatuan, dan tujuan sebagai bagian penting dalam sebuah perjuangan.

“Ketika kita berbicara tentang kemerdekaan, kita tidak cukup hanya bertanya siapa yang mengangkat senjata. Tetapi kita juga perlu bertanya, siapa yang mendidik rakyat, siapa yang membangun kesadaran, siapa yang menanamkan nilai perjuangan, dan siapa yang hari ini akan melanjutkan perjuangan itu? Jawabannya adalah kita semua,” tegasnya.

Menurut Hadi, perjuangan pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda. Jika para pendahulu berjuang dengan senjata untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi saat ini berjuang melalui ilmu pengetahuan, pendidikan, pelayanan, profesionalisme, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ia menempatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga pimpinan universitas sebagai bagian dari perjuangan tersebut.

“Dosen berjuang melalui ilmu, penelitian, pembelajaran, dan pembentukan karakter generasi bangsa. Tenaga kependidikan berjuang melalui pelayanan, administrasi, dan tata kelola. Mahasiswa berjuang melalui belajar, kreativitas, inovasi, organisasi, penelitian, dan keberanian menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun sivitas akademika yang berada di luar perjuangan membangun Indonesia. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab untuk kemajuan pendidikan dan kemaslahatan masyarakat merupakan bagian dari upaya mengisi kemerdekaan.

Pendidikan Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Lebih lanjut, Hadi menekankan pentingnya pendidikan yang membumi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar pendidikan tidak sekadar menghasilkan lulusan dengan gelar dan ijazah, tetapi juga mampu melahirkan manusia yang memiliki kepedulian sosial dan memberikan solusi bagi persoalan masyarakat.

“Ilmu harus hadir di tengah masyarakat. Ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya berapa banyak orang yang memperoleh gelar, tetapi seberapa besar ilmu yang kita miliki mampu memberikan manfaat bagi kehidupan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan sivitas akademika agar tetap memiliki jati diri di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan globalisasi. Menurutnya, UNUSIDA harus mampu membuka diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dari berbagai penjuru dunia, namun tetap berpijak pada nilai-nilai ke-Indonesiaan dan ke-NU-an.

Dalam amanatnya, Hadi mengajak seluruh sivitas akademika melakukan refleksi: apakah ilmu, tenaga, pelayanan, penelitian, dan aktivitas pendidikan yang dilakukan selama ini telah memberikan kontribusi bagi Indonesia.

“Bagi kita semua sebagai sivitas akademika UNUSIDA, sudahkah keberadaan kita memberikan kontribusi nyata bagi bangsa? Mari kita jawab pertanyaan tersebut bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan karya dan pengabdian,” ajaknya.

Menutup amanatnya, Hadi mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan UNUSIDA sebagai bagian dari perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi ilmu pengetahuan, akhlak, inovasi, pengabdian, dan kemanusiaan.

“Jika dahulu para ulama dan pejuang mempertaruhkan jiwa untuk kemerdekaan, maka hari ini kita harus mempertaruhkan ilmu, waktu, tenaga, integritas, dan profesionalisme untuk mengisi kemerdekaan,” katanya.

Ia pun menegaskan bahwa generasi saat ini tidak hanya menjadi pewaris kemerdekaan, tetapi memiliki tanggung jawab untuk menentukan masa depan bangsa.

“Kita bukan hanya pewaris kemerdekaan. Kita adalah penanggung jawab masa depan kemerdekaan,” pungkasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., saat menyampaikan sambutan dalam Yudisium ke-2 FAI UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Plt Rektor UNUSIDA: Lulusan FAI Harus Sadar, Kompeten, dan Berani Menciptakan Peluang

SIDOARJO — Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., berpesan kepada para lulusan Fakultas Agama Islam (FAI) UNUSIDA agar menjadikan kelulusan sebagai momentum memasuki babak baru kehidupan. Menurutnya, perubahan hanya dapat dimulai dari kesadaran diri untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan.

Pesan tersebut disampaikan Hadi saat memberikan sambutan dalam Yudisium ke-2 Fakultas Agama Islam (FAI) UNUSIDA, yang diikuti para mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Jum’at (7/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya sangat mengapresiasi perjuangan para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan, termasuk mereka yang sudah lama mengabdi sebagai guru namun tetap meluangkan waktu untuk menempuh pendidikan tinggi.

Menurutnya, proses pendidikan tidak selalu mudah. Ada mahasiswa yang menghadapi persoalan administrasi, keterbatasan waktu, hingga faktor usia. Namun, semangat untuk menyelesaikan pendidikan menjadi modal penting dalam membangun perubahan.

Mengutip gagasan tentang awareness before change, Hadi menekankan bahwa kesadaran merupakan pintu menuju perubahan. Ia mengajak para lulusan untuk menyadari bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memasuki kehidupan yang lebih luas dengan tanggung jawab yang lebih besar.

“Kalau saudara-saudara semua ingin berubah, nomor satu adalah sadar. Selesai. Akhirnya empat tahun memasuki babak baru. Kalau tidak sadar, maka akan menjadi problem,” tegasnya.

Hadi menilai kesadaran tersebut penting karena lulusan PGMI dan PIAUD akan menghadapi persaingan yang cukup besar. Ribuan lulusan bidang pendidikan terus bertambah setiap tahun, sehingga para lulusan UNUSIDA harus memiliki keunggulan dan keberanian untuk mengambil peluang.

“Sekarang banyak sekali yang melakukan pendidikan di sini. Lalu ke mana ribuan yang sudah lulus itu? Tempatnya banyak atau tambah sedikit? Oleh karena itu, sadar itu penting sekali,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para lulusan, khususnya yang akan menekuni profesi guru, untuk menguasai kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Ia menyebut tiga kompetensi utama guru, yakni kompetensi profesional, pedagogik, dan sosial.

“Kompetensi utama guru ada tiga, profesional, pedagogik, dan sosial. Kita harus sadar tantangan di depan kita itu besar,” ujarnya.

Menurutnya, kompetensi yang telah diperoleh selama kuliah harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan nyata. Para lulusan tidak boleh hanya menunggu mendapatkan pekerjaan dari sekolah atau yayasan, tetapi harus berani menciptakan peluang sesuai dengan keahlian yang dimiliki.

Ia mencontohkan peluang menjadi guru les sebagai salah satu bentuk edupreneurship yang dapat dikembangkan lulusan pendidikan.

“Jangan takut membuat les. Banyak sekali anak-anak yang membutuhkan les, bukan hanya kelas enam, tetapi anak PAUD, TK, kelas satu dan dua. Itu peluang,” tuturnya.

Ia menyebut sikap tersebut sebagai bagian dari semangat edupreneur, yakni keberanian mengembangkan kompetensi pendidikan menjadi peluang yang memberikan manfaat sekaligus nilai ekonomi.

“Ini namanya edupreneur. Jangan takut. Tapi jangan berhenti untuk menaikkan kompetensi. Itu yang penting,” pesannya.

Tak hanya itu, ia berharap para lulusan tidak hanya mendapatkan gelar sarjana, tetapi mampu menghadirkan perubahan di lingkungan masing-masing. Bagi lulusan yang sudah bekerja, keberhasilan bukan sekadar mendapatkan ijazah, melainkan mampu menunjukkan perubahan positif di tempat kerja.

“Kalau yang sudah bekerja, perubahan apa di tempat kerja yang orang luar biasa itu hadir membawa perubahan,” katanya.

Ia mencontohkan keberadaan lembaga pendidikan di tingkat masyarakat yang berkembang sebagai bukti bahwa kehadiran seorang pendidik dapat meninggalkan jejak perubahan. Menurutnya, lulusan UNUSIDA harus mampu “menulis sejarah” melalui karya dan pengabdian yang dilakukan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Setelah dikuasai, peluang itu akan datang. Jangan takut,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Hadi juga menekankan pentingnya pendidikan tinggi sebagai investasi jangka panjang bagi keluarga dan generasi berikutnya.

Menurutnya, ketika orang tua memiliki pendidikan yang baik, maka wawasan dan cara pandang keluarga terhadap masa depan juga akan berkembang. Pendidikan kemudian tidak berhenti pada individu, tetapi dapat diwariskan menjadi semangat bagi generasi berikutnya.

Ia menggambarkan bahwa orang tua yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana akan memiliki dorongan agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.

“Maka saya ucapkan selamat karena saudara beruntung lulus di FAI UNUSIDA. Lulus bukan garis akhir. Lulus adalah awal untuk membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di UNUSIDA benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA Sambut Hangat Silaturahmi PC GP Ansor Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Sambut Silaturahmi PC GP Ansor Sidoarjo, Dorong Kolaborasi Nyata untuk Kader dan Mahasiswa

SIDOARJO — Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Hadi Ismanto, menyambut baik kunjungan dan silaturahmi jajaran Gerakan Pemuda Ansor Cabang Sidoarjo dalam kegiatan Ansor University Campus Tour yang digelar di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (23/2/2026).

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap kerja sama dengan organisasi kepemudaan, termasuk GP Ansor, selama kerja sama tersebut memiliki konsep yang jelas dan program yang konkret.

“Kerja sama itu prinsipnya sederhana, tuliskan apa yang mau dilakukan, programnya apa, lalu kita laksanakan bersama. Jangan hanya seremonial tanda tangan, tetapi harus ada dampak nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan perguruan tinggi harus mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya bagi kader muda Nahdlatul Ulama yang masih menghadapi tantangan ekonomi. Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang mobilitas sosial.

Dr. Hadi menjelaskan bahwa UNUSIDA telah menyiapkan berbagai skema bantuan bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi, mulai dari keringanan biaya hingga program dukungan pendidikan lainnya. Ia berharap kader Ansor dapat memanfaatkan peluang tersebut dan turut menyebarkan informasi kepada masyarakat luas.

Selain itu, ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam membangun kerja sama kelembagaan. Ia menyampaikan bahwa setiap program harus memiliki standar, perencanaan matang, serta komitmen bersama agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan pengalamannya dalam mendampingi berbagai perguruan tinggi dan pesantren di sejumlah daerah di Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan mampu bertahan di tengah tantangan zaman.

Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan organisasi seperti Ansor sangat penting untuk menciptakan kader profesional yang tidak hanya kuat secara ideologi, tetapi juga kompeten secara akademik dan ekonomi.

“Kampus ini rumah besar kita bersama. Kalau kita bangun bersama, maka manfaatnya juga akan dirasakan bersama. Karena itu, mari kita buat program yang realistis dan berdampak,” katanya.

Ia juga mendorong adanya sinergi dalam bidang pelatihan, pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kapasitas kader. Melalui kolaborasi tersebut, ia berharap dapat mampu menciptakan hubungan saling menguntungkan antara kampus dan organisasi kepemudaan.

“Semoga silaturahmi ini menjadi awal penguatan kemitraan strategis dalam membangun generasi muda yang unggul, mandiri, dan berdaya saing di masa depan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Choirul Mukminin, menegaskan bahwa arah gerakan Ansor ke depan tidak hanya berfokus pada penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga pada kemandirian kader dan organisasi melalui sektor ekonomi produktif.

Choirul menyampaikan apresiasi atas keterbukaan UNUSIDA dalam menerima kunjungan dan kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi ini dapat terus berlanjut dan menjadi model kolaborasi organisasi kepemudaan dengan perguruan tinggi di daerah lain.

“Kami bangga dengan keberadaan UNUSIDA sebagai kampus warga Nahdliyin di Sidoarjo. Semoga ke depan semakin banyak program bersama yang bisa memberikan manfaat nyata bagi kader, mahasiswa, dan masyarakat luas,” pungkasnya.

BEM FKIP UNUSIDA Gelar GARASI Vol. 2 sebagai Wadah Aspirasi dan Kolaborasi 1

BEM FKIP UNUSIDA Gelar GARASI Vol. 2 sebagai Wadah Aspirasi dan Kolaborasi

Sidoarjo, 12 Juni 2025 — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan kegiatan bertajuk GARASI (Gapai Aspirasi) Vol. 2 pada Kamis, 12 Juni 2025. Mengangkat tema “Dari Suara Menjadi Aksi: Aspirasi untuk Perubahan,” kegiatan ini menjadi forum strategis lanjutan dari edisi pertama yang telah sukses diselenggarakan sebelumnya. Acara ini ditujukan untuk menampung suara dan gagasan mahasiswa FKIP secara terbuka, serta memperkuat peran mereka dalam proses pembangunan dan perbaikan tata kelola fakultas melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif.

GARASI Vol. 2 digelar di Aula Fakultas FKIP dan dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas, dosen, perwakilan mahasiswa dari setiap angkatan dan program studi, serta pengurus organisasi mahasiswa internal fakultas. Acara dibuka dengan sesi dialog terbuka antara mahasiswa dan pimpinan fakultas, dilanjutkan dengan pemaparan hasil aspirasi yang telah dihimpun melalui survei dan diskusi sebelumnya. Dalam forum ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan keluhan, usulan program, serta ide-ide perbaikan layanan akademik dan non-akademik. Dialog berlangsung dinamis, disertai dengan suasana terbuka dan konstruktif yang menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kemajuan FKIP.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP UNUSIDA, Ibu Muawwinatul Laili, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa yang terus aktif menyuarakan aspirasi mereka. “GARASI bukan hanya forum penyampaian keluhan, tapi juga wadah penyampaian solusi. Mahasiswa adalah mitra strategis fakultas. Oleh karena itu, suara mereka harus dihargai dan ditindaklanjuti secara nyata,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen fakultas untuk selalu membuka ruang dialog sebagai bagian dari budaya akademik yang sehat.

Kharisma, selaku Ketua Pelaksana GARASI Vol. 2, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai media penyampaian aspirasi, tetapi juga sebagai ruang belajar mahasiswa untuk mengelola gagasan dan menyampaikannya secara terstruktur. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya menyuarakan keinginan, tapi juga terlibat dalam merumuskan solusi. GARASI adalah tempat lahirnya ide-ide aksi nyata dari mahasiswa untuk mahasiswa,” kata Kharisma.

Sementara itu, Najwa, Gubernur BEM FKIP UNUSIDA, menyampaikan bahwa GARASI Vol. 2 menjadi bukti bahwa BEM FKIP konsisten memperjuangkan aspirasi mahasiswa secara inklusif dan bertanggung jawab. “Ini bukan sekadar forum tanya jawab, tapi bentuk tanggung jawab kami sebagai pengurus mahasiswa. Kami berharap setelah ini ada langkah lanjut dari fakultas untuk merealisasikan harapan-harapan yang telah disampaikan,” jelasnya.

Kegiatan GARASI Vol. 2 diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam membangun kultur akademik yang terbuka, demokratis, dan kolaboratif di lingkungan FKIP UNUSIDA. Output dari kegiatan ini akan dirangkum dalam bentuk dokumen aspirasi dan rekomendasi mahasiswa yang akan diserahkan secara resmi kepada pihak dekanat. Beberapa isu yang menjadi sorotan dalam forum ini meliputi peningkatan kualitas layanan akademik, transparansi informasi, pengembangan program pelatihan calon guru, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

“Setiap suara mahasiswa adalah data dan arah. Dari GARASI ini, kami ingin fakultas tidak hanya mendengar, tapi juga melangkah bersama kami,” ujar Najwa dalam penutupan acara.

Dengan penyelenggaraan GARASI Vol. 2, BEM FKIP UNUSIDA membuktikan bahwa peran mahasiswa dalam pembangunan institusi bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai aktor aktif yang memiliki visi dan kontribusi. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penandatanganan komitmen bersama antara mahasiswa dan pihak fakultas untuk terus menjaga komunikasi dan kolaborasi demi kemajuan FKIP UNUSIDA.

Future Talent Hub di UNUSIDA (Foto: Humas Unusida)

Campus Roadshow UNUSIDA x Future Talent Hub: Memulai Karir di Era Digital

Dengan semangat tagline #MemulaiKarirDiEraDigital, Future Talent Hub bekerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Campus Roadshow yang inspiratif dan penuh energi. Acara yang dipusatkan di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Jumat (21/3/2025) ini menjadi bagian dari rangkaian roadshow Future Talent Hub yang bertujuan membekali generasi muda dengan wawasan dan keterampilan untuk menembus dunia kerja di era digital.

Didukung oleh Lokalate, acara ini menghadirkan talkshow eksklusif bersama Vito Dwiki, Area Marketing Associate PT. Nutrifood Indonesia untuk wilayah Jawa Timur. Dengan pengalamannya di industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), Vito membagikan insight berharga seputar digital marketing, strategi membangun personal branding, serta peluang karir di dunia profesional yang terus berkembang.

Vito mengupas materi tentang berbagai hal penting seputar digital marketing, mulai dari tren saat ini, platform yang paling berdampak, hingga strategi membangun kampanye yang efektif. Tak hanya itu, peserta juga diajak untuk mengenali pentingnya personal branding sebagai nilai jual utama di dunia kerja modern.

“Saat ini, bukan hanya skill yang penting, tapi bagaimana kamu memperkenalkan dirimu di dunia digital. Personal branding adalah cara kamu dikenal sebelum kamu berbicara,” ujar Vito dalam sesi talkshow.

Dalam kesempatan tersebut, Vito Dwiki menjelaskan bahwa melalui roadshow ini, Future Talent Hub berharap dapat terus menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, membuka jalan bagi talenta muda untuk siap bersaing di era digital yang kompetitif. Selain itu, ia juga membagikan tips bagaimana mahasiswa bisa menemukan peluang karir sejak dini, membangun relasi profesional, dan tetap adaptif di tengah perubahan industri yang cepat.

“Dengan mengusung semangat #MemulaiKarirDiEraDigital, Future Talent Hub berkomitmen terus mendukung pengembangan talenta muda Indonesia melalui kolaborasi, edukasi, dan pengalaman langsung dari para praktisi industri,” terangnya.

Lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai jurusan di UNUSIDA antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi langsung, berdiskusi, dan memperluas jejaring dengan praktisi industri.

“Ini pengalaman berharga. Saya jadi lebih paham arah karir yang ingin saya ambil, terutama di bidang digital marketing,” ungkap Dila, salah satu peserta dari Fakultas Ekonomi UNUSIDA.

(my)

Khataman Kitab At Tibyan UPT PIK Unusida Bina Mahasiswa Penerima Beasiswa Mahir Baca Kitab (Foto: Humas Unusida)

Khataman Kitab At-Tibyan, UPT PIK Unusida Bina Mahasiswa Penerima Beasiswa Mahir Baca Kitab Kuning

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) Pengkajian Islam dan Keaswajaan dipercaya sebagai pelaksana program pembinaan dan upgrading mahasiswa penerima beasiswa mahir baca kitab kuning. Pembinaan tersebut dilaksanakan dengan pengajian kitab At Tibyan yang menjadi agenda rutin sejak awal semester, dilaksanakan setiap dua pekan sekali, tepatnya pada hari Senin dan Kamis, setelah salat Dhuha berjamaah.

“Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur, kami telah berhasil melaksanakan Khataman Pengajian Kitab At-Tibyan karangan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memperkuat tali persaudaraan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar ketua UPT PIK Unusida, Gus Arisy Karomi dalam Khataman Pengajian Kitab At-Tibyan di Masjid KH Muhammad Hasyim Asy’ari Kampus 2 Unusida, Kamis (09/01/2024).

Gus Arisy menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan mental mahasiswa. Program ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa yang sudah mahir membaca kitab kuning, sehingga mereka dapat memperdalam ilmu dan mengembangkan kemampuan dalam menguasai kitab-kitab klasik yang menjadi bagian penting dalam tradisi keilmuan Islam.

“Program ini bukan hanya untuk meningkatkan keilmuan, tetapi juga untuk membekali mahasiswa dengan mental yang siap menghadapi tantangan di dunia akademis dan kehidupan beragama,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Kholil Jetis Sidoarjo tersebut mengatakan, khataman pengajian Kitab At-Tibyan ini menandai tahap akhir dari pengajian yang telah dimulai sejak awal semester. Para peserta pengajian, yang merupakan mahasiswa penerima beasiswa mahir baca kitab, telah mempelajari berbagai materi dalam kitab At-Tibyan yang memuat dalil anjuran dan keutamaan menyambung tali silaturahmi serta kaidah-kaidah pergaulan dengan sanak saudara dan komunitas tetangga.

Ke depan, para mahasiswa yang telah mengikuti program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan akademik dan keagamaan, baik di lingkungan kampus Unusida maupun di Masjid KH Hasyim Asy’ari. Para mahasiswa akan diberdayakan untuk mengembangkan keilmuan dan berkhidmat dalam kegiatan keagamaan yang lebih luas, sesuai dengan visi dan misi lembaga untuk mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga tangguh dalam melaksanakan dakwah dan pengabdian.

“Semoga pembinaan ini memberikan manfaat yang luas dan menjadi berkah bagi semua pihak yang terlibat, serta membawa dampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan penguatan spiritualitas di kalangan mahasiswa Unusida,” harapnya.

 

(my)

Gus Ipul Berikan Penghargaan Kepada Mahasiswa Unusida (Foto: NU Delta Media)

Sekjen PBNU Berikan Penghargaan kepada Mahasiswa Unusida Berprestasi Internasional

Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Menteri Sosial Republik Indonesia, H Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengunjungi Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo untuk silaturahmi dan menyapa para pengurus NU di daerah setempat. Kegiatan tersebut dipusatkan di Ballroom PCNU Sidoarjo, Kamis (09/01/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) yang berhasil meraih prestasi internasional. Ia sangat mengapresiasi capaian prestasi mahasiswa Unusida yang telah menunjukkan prestasi gemilang di ajang internasional.

“Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Unusida ini tidak hanya membanggakan kampus, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sidoarjo dan bangsa Indonesia. Kami sangat mendukung terus berkembangnya generasi muda yang memiliki prestasi dan membawa nama baik bangsa di kancah internasional,” ujar Gus Ipul.

Penghargaan tersebut diberikan kepada mahasiswa Unusida yang berhasil meraih prestasi di ajang nasional dan internasional selama tahun 2024. Di antaranya Juara 2 International Young Moslem Inventor Award 2024, Juara 1 E-Innovate 2024 International Summit di Polandia, Juara 2 Business Plan International World Economics challenge and Competition (WECC) 2024, Juara 1 AnggurSight: loT-Based Greenhouse Innovation for Monitoring and Automatic Watering of Grape Seedlings in Support of Efficient and Environmentally Friendly Sustainable Agriculture SDGs, dan Juara 1 International Business Plan Competition.

Lebih lanjut, Gus Ipul juga menekankan pentingnya pendidikan dalam membangun bangsa, dan mengingatkan bahwa prestasi ini adalah cerminan dari kerja keras dan semangat untuk selalu belajar dan berinovasi. “Kita harus terus mendukung perkembangan pendidikan yang tidak hanya berbasis pada teori, tetapi juga mengasah keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.

Selain itu, Gus Ipul berharap bahwa keberhasilan mahasiswa Unusida ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Ia juga menyatakan bahwa Kementerian Sosial akan terus mendukung inisiatif dan program-program pendidikan yang berkontribusi pada pengembangan SDM yang unggul.

Ia juga memberikan motivasi kepada mahasiswa Unusida untuk tidak berpuas diri dan selalu semangat untuk mengembangkan potensi diri, serta mengingatkan pentingnya nilai-nilai keberagaman dan toleransi dalam menghadapi tantangan global.

“Mari terus berkembang, beradaptasi, dan saling memahami potensi diri. Buktikan bahwa mahasiswa Unusida juga memiliki potensi untuk bersaing dengan perguruan tinggi yang lain,” tandasnya.

 

(my)

UKM Pagar Nusa Unusida dalam Kejuaraan Pencak Silat Jayandaru Open 2024 (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswi Unusida Raih Prestasi di Kejuaraan Pencak Silat Jayandaru Open 2024

Prestasi gemilang kembali diraih oleh dua mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) dalam Kejuaraan Pencak Silat Jayandaru Open 2024 yang berlangsung pada Sabtu-Senin, 21-23 Desember 2024 di GOR Serbaguna Sidoarjo. Dalam ajang bergengsi tingkat nasional ini, Annisa Azizatul Izzati dan Farichatul Ummah berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Tanding Dewasa Putri.

Annisa Azizatul Izzati, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2021, meraih Juara 1 Kategori Tanding Kelas Under Dewasa Putri. Sedangkan Farichatul Ummah, mahasiswi PGSD angkatan 2024, juga berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih Juara 1 Kategori Tanding Kelas A Dewasa Putri.

Kejuaraan Pencak Silat Jayandaru Open 2024 diikuti oleh pesilat dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga pencapaian ini semakin memperlihatkan kualitas dan potensi mahasiswa Unusida dalam bidang olahraga, khususnya pencak silat.

Rektor Unusida, Dr. H. Fatkul Anam, M. Si , menyampaikan selamat dan bangga atas prestasi yang diraih oleh kedua mahasiswi tersebut. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unusida memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk olahraga.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Annisa dan Farichatul. Ini adalah hasil dari latihan yang keras, semangat juang yang tinggi, dan tentu saja dukungan dari seluruh civitas akademika Unusida. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pagar Nusa Unusida, Nur Chasanah menjelaskan, prestasi ini sangat mengharumkan nama Unusida di kancah daerah maupun nasional. Tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia olahraga pencak silat di Indonesia.

“Keberhasilannya ini menjadi bukti dedikasi dan kerja keras dalam berlatih pencak silat. Semoga prestasi ini semakin memperkuat nama Unusida di kancah olahraga nasional,” harapnya.

Ia mengungkapkan bahwa tekad yang dimiliki anggota UKM Pagar Nusa Unusida dalam berlatih pencak silat sangat patut dicontoh mahasiswa untuk meraih prestasi. Seperti dalam hal disiplin dalam latihan, menjaga kondisi fisik dengan menjaga pola makan dan istirahat yang cukup, serta fokus terhadap teknik yang akan digunakan.

“Alhamdulillah, semua dapat bersaing dengan sehat untuk meningkatkan keterampilan dan mencapai hasil yang maksimal. Serta selalu siap dan percaya diri dalam berlatih dan bertanding di pencak silat,” jelasnya.

 

(my)

Penganugerahan Pemenang Duta Jawa Timur (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswa Unusida Raih Prestasi Gemilang di Ajang Duta UMKM Jawa Timur

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Pingkia Angelica Taufani, salah satu mahasiswi Unusida, berhasil meraih gelar Winner Duta UMKM Jawa Timur, sementara rekan sesama mahasiswa manajemen, Alvin Dwi Yunianto, berhasil meraih penghargaan Duta Favorit & Best Project UMKM Jawa Timur dalam Grand Final Pemilihan Duta UMKM Jawa Timur tahun 2024 tersebut dilaksanakan di Kantor Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Surabaya, Ahad (15/12/2024).

Pingkia Angelica Taufani dinobatkan sebagai Duta UMKM Jawa Timur setelah berhasil menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mempromosikan serta mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Jawa Timur. Dalam proses seleksi yang ketat, Pingkia menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan UMKM lokal, sekaligus menciptakan dampak positif yang signifikan melalui ide-ide inovatif yang ia tawarkan.

Melalui ide-ide inovatif yang ia tawarkan, Pingkia tidak hanya menciptakan dampak positif bagi perkembangan UMKM di Jawa Timur, tetapi juga membuktikan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah.

“Semangat berinovasi dan berkembang, karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Bareng-bareng, kita bikin UMKM Jawa Timur makin keren dan berdaya saing!,” katanya.

Mahasiswi jurusan Manajemen tersebut telah lama menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan UMKM dengan memberikan solusi kreatif yang dapat mengoptimalkan potensi bisnis lokal. Dalam ajang Duta UMKM Jawa Timur, ia mengusung konsep pemberdayaan UMKM berbasis teknologi digital yang bertujuan untuk membantu pelaku UMKM memasarkan produk mereka dengan lebih efektif, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Melalui berbagai inisiatif dan proyek yang ia jalankan, Pingkia berhasil memperkenalkan strategi-strategi inovatif yang memanfaatkan platform digital, seperti pembuatan aplikasi e-commerce khusus UMKM, pelatihan pemasaran digital, dan pengelolaan media sosial yang lebih efektif. Dengan pendekatan ini, ia tidak hanya membantu pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

“Ikut Duta UMKM Jawa Timur 2024 itu pengalaman yang seru banget. Tidak hanya menambah ilmu soal UMKM, tapi juga ketemu orang-orang inspiratif dan belajar banyak dari mentor. Jadi Winner di ajang ini tentu jadi kebanggaan sekaligus motivasi buat terus dukung UMKM biar makin maju,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan pengembangan yang berkelanjutan. Dengan komitmen dan ide-ide segar yang ia tawarkan menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap transformasi digital dan modernisasi UMKM lokal di Jawa Timur.

Sementara itu, Alvin Dwi Yunianto meraih penghargaan sebagai Duta Favorit dan Best Project UMKM Jawa Timur berkat pendampingan proyek UMKM yang sangat kreatif dan memiliki potensi besar untuk berkembang. Hal ini menunjukkan dedikasinya dalam memberikan solusi nyata bagi perkembangan UMKM di Jawa Timur. “Semoga prestasi ini semakin memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam dunia UMKM, serta mengharumkan nama Unusida di berbagai ajang bergengsi,” harapnya.

Keberhasilan Pingkia dan Alvin semakin membuktikan kualitas pendidikan yang diberikan oleh Unusida dalam mengembangkan potensi mahasiswa di bidang kewirausahaan dan UMKM. Keduanya juga pernah dinobatkan sebagai Duta Fakultas Ekonomi Unusida tahun 2023. Selain itu, prestasi ini juga mencerminkan peran aktif mahasiswa Unusida dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta memajukan sektor UMKM di Jawa Timur.

 

(my)

Mahasiswa Unusida Raih Juara 1 Best Prototype dalam Pekan Demo Day Program Wirausaha Merdeka (PWK) yang dilaksanakan oleh Unesa (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswa Unusida Sukses Raih 2 Penghargaan dalam Program Wirausaha Merdeka

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kembali mengukir prestasi membanggakan dalam ajang Program Wirausaha Merdeka (WMK) Bootcamp UNESA Kewirausahaan (Bonek) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Prestasi tersebut ditorehkan oleh 2 Tim mahasiswa Unusida yang berhasil meraih berbagai penghargaan pada ajang Pitching dan Demo Day WMK Unesa di Trans Icon Mall, Surabaya, Sabtu-Ahad (14-15/12/2024).

Pertama, tim Bonek 7 dari Unusida berhasil meraih Juara 1 Best Prototype, berkat karya inovatif mereka yaitu aplikasi yang diberi nama Digibite, yang mencuri perhatian juri dengan kualitas dan keunggulannya.

Ketua tim Bonek 7, Ismawati Ainol Robbi menjelaskan aplikasi Digibite yang dirancangnya dapat membantu mahasiswa mengetahui kandungan nutrisi dalam makanan yang mereka konsumsi. Menurutnya, Digibite dirancang untuk memudahkan pengguna dalam mengevaluasi kandungan gizi dari makanan sehari-hari.

Dengan fitur yang intuitif dan mudah digunakan, aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memindai barcode atau memasukkan informasi makanan secara manual, dan kemudian mendapatkan analisis lengkap mengenai kandungan kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang terdapat dalam makanan tersebut.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kualitas riset dan pengembangan yang dilakukan secara mendalam, serta kemampuan mereka dalam menciptakan solusi berbasis teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mahasiswa,” katanya, Senin (16/12/2024).

Mahasiswi jurusan Sistem Informasi tersebut mengungkapkan tujuan utama merancang aplikasi tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat di kalangan mahasiswa, terutama dalam menghadapi tuntutan akademik yang padat. Dengan aplikasi ini, mahasiswa dapat membuat keputusan yang lebih bijak mengenai konsumsi makanan mereka, yang tentunya akan mendukung kesehatan dan kesejahteraan mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Dengan adanya aplikasi Digibite ini menjadi upaya untuk turut berkontribusi dalam peningkatan kesadaran gizi dan kesehatan di kalangan generasi muda, serta membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut di bidang teknologi kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, tim lainnya juga berhasil meraih Juara 2 Best Stand dan Sosial Media, yang berhasil menunjukkan keunggulan usaha kreatif yang bergerak di bidang jasa Wedding Organizer dengan mengusung tema ‘Tradisi Kita’.

Ketua tim, Ayutah Ryanda Maghfiroh menyampaikan bahwa prestasi ini tidak lepas dari kerja sama tim. Berkat pengelolaan media dan konsep usaha yang matang, Tim Bonek 6 yang diketuainya pun dapat menarik perhatian juri sehingga terkesan dalam menyajikan produk dan jasa dengan tampilan stand yang menarik serta memanfaatkan platform sosial media dengan sangat efektif.

“Dengan konten yang kreatif dan konsisten, kami berhasil menarik perhatian juri dan audiens, serta membangun engagement yang kuat dengan para pengikutnya,” ungkapnya.

Ayutah menyebutkan bahwa pihaknya akan menyediakan berbagai layanan pernikahan dengan mengusung konsep tradisional yang kental. Melalui konsep ini, tidak hanya menawarkan layanan wedding organizer, tetapi juga memperkenalkan budaya dan tradisi lokal dalam setiap detail acara pernikahan yang mereka kelola. Dari dekorasi, busana, hingga tata rias untuk memastikan setiap elemen pernikahan memiliki sentuhan khas budaya yang memperkaya pengalaman pelanggan.

“Dengan sentuhan tradisional yang kaya akan makna, kami hadir untuk memberikan pengalaman pernikahan yang tak terlupakan. Terinspirasi dari kekayaan warisan budaya, kami bangga menjadi bagian dari perjalanan cinta yang penuh makna,” terangnya.

Lebih lanjut, ia sangat mengapresiasi usaha timnya dalam berinovasi dan berkreasi di dunia bisnis, serta pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha. Menurutnya, keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Unusida memiliki potensi besar dalam merintis dan mengelola usaha di berbagai bidang, termasuk industri jasa.

“Selamat untuk kita semua, semoga prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

(my)