Posts

Rektor Unusida bersama Rektor UYR saat berkunjung di Universitas Yala Rajabhat (UYR) Thailand (Foto: Humas Unusida)

Unusida Bangun Kerja Sama dengan Yala Rajabat University Thailand

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menjalin kerja sama dengan Univeristas Yala Rajabat (UYR) Thailand, Jum’at (05/07/2024). Kerja sama itu ditandai dengan kunjungan Rektor Unusida dalam rangkaian kunjungan internasional LPT-PBNU.

Diketahui, UYR Thailand resmi berdiri sebagai universitas pada tahun 2004. Namun UYR sebenarnya berdiri sejak tahun 1963 dengan nama Sekolah Pelatihan Guru yang mempersiapkan guru-guru yang memenuhi syarat untuk sekolah dasar dan menengah di provinsi perbatasan selatan Thailand.

UYR memiliki satu kampus utama dengan memiliki empat fakultas utama termasuk pendidikan, humaniora dan ilmu sosial, ilmu teknologi dan pertanian, dan ilmu manajemen, dan menawarkan program studi termasuk: pendidikan dasar, ilmu politik, seni dan desain, mikrobiologi, pertanian, dan akuntansi.

H Fatkul Anam menjelaskan, kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan jejaring internasional Unusida. Dalam kerja sama tersebut, Unusida akan fokus kerjasama untuk pertukaran mahasiswa, kuliah tamu, kerjasama penelitian dan pengabdian masyarakat, publikasi bersama, serta percepatan akreditasi internasional.

“Beberapa program studi di Unusida dapat terlibat dalam kerja sama ini, antara lain Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Desain Komunikasi Visual (DKV), Akuntansi, dan beberapa Prodi di Fakultas Teknik,” jelasnya.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa NU untuk belajar di luar negeri. Dengan begitu, mahasiswa NU memiliki bekal ilmu dan pengalaman bersaing di lingkup internasional nantinya.

“Momentum ini adalah untuk mengenalkan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa NU mendunia. Dengan menyalurkan berbagai ide, inovasi serta prestasi,” pungkasnya.

 

(my)

Mahasiswa Unusida Raih Gold Award E-NNOVATE di Polandia (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswa Unusida Raih Gold Award dalam Ajang International Innovation & Invention Summit 2024 di Polandia

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kembali meraih prestasi tingkat Internasional. Kali ini Tim dari Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) yang berhasil menyabet Gold Award atau medali emas dalam ajang E-NNOVATE Internasional Innovation & Invention Summit 2024 di Polandia Category Agriculture and Aquaculture.

Adapun, anggota tim terdiri dari Iyung Fachrur Rozi, Muhammad Badruz Zaman, Habib Maulana Syah, M Faizal Zhafran Faros, dan Norma Zaneta Lia Karisma. Mereka mengusung judul ‘AI-Powered Drone Innovation for Crop Yield Estimation in the Era of Climate Change’ atau ‘Inovasi Drone Bertenaga AI untuk Estimasi Hasil Tanaman di Era Perubahan Iklim’.

Ketua Tim, Iyung Fachrur Rozi menjelaskan, ia dan tim membuat inovasi teknologi berupa drone dan software yang dapat membantu petani dalam mengidentifikasi masa panen padi di sawah. Dengan begitu dapat membantu menghitung estimasi waktu untuk meningkatkan hasil panen di sektor pertanian.

Selain menggunakan hardware berupa drone, ia dan tim mencoba berinovasi dengan membuat software yang dibangun dengan bahasa pemrograman python dengan library streamlit yang menghasilkan aplikasi berbasis Web berupa AHYM (Aerial Harvest Yield Monitor with Drone) yang bisa digunakan oleh para petani.

“Jadi inovasi yang coba kita buat melalui software. Software tersebut menggunakan bahasa python yang menggunakan library streamlit sebagai penunjang interaktif pengguna melalui website, opencv untuk penunjang komputer visionnya, numpy sebagai komputasi numerik dan matplotlib sebagai penunjang visualisasi data,” jelasnya.

Secara teknis, inovasi drone yang dihadirkan dapat membantu petani dengan cara menangkap gambar sawah dari ketinggian dengan menggunakan image procession, gambar yang di dapatkan tersebut akan dikirim di software untuk di scan yang kemudian dapat dilihat melalui smartphone.

Iyung sapaan akrabnya mengatakan bahwa drone tersebut dapat membantu petani dalam memilih padi yang siap maupun belum siap panen. Hal ini dapat mempermudah petani dalam menghitung estimasi waktu panen serta jumlah hasil panen dengan tepat dan cepat.

“Dengan menggunakan teknologi inovasi yang kami buat, memungkinkan para petani untuk melakukan perencanaan dan alokasi sumber daya yang lebih baik untuk memitigasi kekurangan beras dan menstabilkan harga,” kata Mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2021 tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku sangat bangga dan bahagia karena teknologi inovasi yang dibuatnya dapat diperhitungkan ketika mengikuti kompetisi di tingkat Internasional.

“Sebagai mahasiswa Unusida, saya bangga dan senang sekali dapat mengikuti kompetisi di tingkat Internasional ini, tentunya menjadi pengalaman dan kenangan yang berharga bagi saya dan tim. Terima kasih kepada dosen pembimbing serta dukungan dari orang tua yang selalu menyertai,” ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Arda Surya Editya, S.Pd,. M.T sangat mengapresiasi karya mahasiswa Unusida dalam menciptakan inovasi teknologi tepat guna yang dapat membantu masyarakat.

Ia mengarahkan mahasiswa untuk membuat inovasi dari teknologi yang sudah ada dengan menambahkan software berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dapat menjanjikan adopsi manfaat yang luas. Peningkatan estimasi hasil dan perbaikan pengelolaan sumber daya berkontribusi terhadap praktik pertanian berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.

Menurutnya, Inovasi drone yang digerakkan oleh AI menghadirkan solusi transformatif untuk estimasi hasil panen yang akurat dan efisien di tengah tantangan perubahan iklim. Integrasi teknologi dan pertanian sangat penting dalam memastikan produksi pangan berkelanjutan untuk masa depan.

“Meskipun teknologi drone berbasis AI menawarkan manfaat yang signifikan, tantangan seperti privasi data, kepatuhan terhadap peraturan, dan biaya investasi awal harus diatasi. Kolaborasi dan inovasi sangat penting untuk mengatasi hambatan-hambatan ini. Oleh karena itu, inovasi teknologi akan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan manusia,” terangnya.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Informatika Unusida tersebut berpesan agar mahasiswa Unusida dapat membuktikan bahwa Indonesia memiliki SDM unggul, terutama bagi kader NU. Ia mengajak agar prestasi ini dapat memacu semangat mahasiswa lain untuk mendapatkan prestasi-prestasi lainnya, sesuai dengan kemampuan di bidang masing-masing

“Kita harus membuktikan generasi muda NU unggul dari bidang agama, teknologi dan bidang-bidang lainnya. Selama berkuliah di Unusida tidak diingat karena pernah ada disini, tapi akan diingat karena pernah ngapain ketika kuliah, maka ukir dan cetaklah prestasi untuk mengharumkan nama Unusida,” pungkasnya.

 

(my)

Momen Penandatanganan MoU antara Unusida dengan SBDI Center Foundation Wiseuse International, Netherland (Foto: Humas Unusida)

Unusida Jalin Kerja Sama dengan SBDI Center Foundation Netherland

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) resmi menjalin kerja sama dengan SBDI Center Foundation Wiseuse International, Netherland (Perusahaan Internasional asal Belanda) di Hall Kampus 2 Unusida, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (21/05/2024).

Kesepakan tersebut terjalin setelah kdua belah pihak yaitu Rektor Unusida H Fatkul Anam dan Co-Founder & CEO SBDI Center Foundation Mr. Jeroen Rijnenbreg menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang akan bekerja sama di sektor perikanan.

SBDI Center Foundation merupakan perusahaan yang bergerak Pusat Pengembangan Bisnis dan Inovasi Berkelanjutan. Dalam kerja sama tersebut, pihak SBDI menawarkan prooduk berupa cairan ilmiah yang dapat menjernihkan air tambak.

Rektor Unusida,  Dr H Fatkul Anam, M.Si menjelaskan, kerja sama ini menjadi upaya untuk memperluas jangkauan Unusida terhadap produk yang ramah lingkungan dan membantu kebutuhan masyarakat, khususnya pada sektor perikanan yang mengandung polutan.

“Kami tertarik setelah mereka menunjukkan produknya yang dapat mengurangi hama di air tambak. Tentunya air yang mengandung polusi, dan berbahaya bagi ikan. Kebetulan mereka fokus pada tambak udang. Oleh karena itu, mereka berharap dapat menerapkan produknya di Sidoarjo,” ucapnya.

Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru pmb.unusida.ac.id

Ia mengungkapkan, alasan tertarik bekerjasama karena Unusida yaitu memiliki program studi yang relevan, yaitu Teknik Lingkungan dan Teknik Kimia. Hal tersebut sangat berkaitan dengan rencana kegiatan yang akan dilakukan bersama.

Selain itu, Sidoarjo merupakan tempat banyaknya tambak ikan, khususnya udang. Sehingga sangat strategis untuk melakukan uji coba dan pengembangan produk selanjutnya.

“Mereka mencoba melakukan penelitian, apakah produk yang diciptakan berhasil digunakan di tambak di Sidoarjo,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ia mengajak untuk meninjau secara langsung tambak di Desa Prasung, Buduran yang merupakan tambak organik atau alami.

Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru pmb.unusida.ac.id

Ia mengaku sangat terbuka dengan kerja sama dalam hal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kerja sama ini dapat ditindak lanjuti dengan penelitian bagi mahasiswa maupun dosen.

“Penelitian ini masih dalam tahap uji coba, masih dapat dilakukan pengembangan dan penyempurnaan sebelum didistribusikan. Jika saja berhasil maka tidak hanya diperkenalkan, tetapi produk akan disebarluaskan ke masyarakat Sidoarjo,” jelasnya.

Sementara itu, CEO SBDI Center Foundation, Mr Jeroen Rijnemberg mengatakan, perusahaan miliknya saat ini tengah focus menciptakan produk untuk lingkungan, terutama dalam menjernihkan air.

Baginya hal tersebut sangatlah penting. Karena itulah ia menciptakan produk yang dapat memurnikan air. Selain itu, air yang dihasilkan dapat diminum dengan sangat aman

“Kami berusaha menciptakan produk yang dapat memurnikan air. Produknya sejenis cairan anti polutan, dimana konsentrat akan dapat menetralisir ketika dicampurkan dengan air yang mengandung polusi,” katanya.

Menurutnya, produk yang ia ciptakan dapat menghidupkan mikroba dan bakteri yang baik. Serta akan mematikan bakteri jahat yang ada di dalam air.

“Produk ini sangat baik yang dapat mematikan bakteri jahat yang dapat menjadi penghambat proses perkembangbiakan yang terjadi di tambak,” terangnya.

“Kami sangat serius untuk menciptakan produk itu, sekaligus memasarkan produk tersebut. Oleh karena itu, kami sangat berharap besar dengan kerja sama ini,” pungkasnya.

Tampak hadir, Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo KH Zainal Abidin, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sidoarjo Hj Ainun Jariyah, Mr Dr Dorotheus Wisman Director of Wiseuse International from Netherlands, Mrs. Ellen de Klerk from Netherlands, Komisaris SBDI Malang Mrs Anna Rijnenberg, Head of Office of International Affairs Universitas Islam Malang (Unisma) Dr Imam Wahyudi Karimullah, MA.

 

(my)

Maulidia, Mahasiswi PGSD Unusida Ajarkan Mengaji hingga Kenalkan Canva saat PLP di Thailand

Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Maulidia Nur Rachmah mengajarkan mengaji Al Qur’an bagi siswa-siswi di Sekolah Ban Yaning, Kecamatan Chuap, Kabupaten Cho Airong, Narathiwat, Thailand.

Hal tersebut yang diajarkan di sekolah tempatnya mengikuti program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional dalam kurun waktu 10 Januari-5 Februari 2024 di Nagara yang dijuluki Gajah Putih tersebut.

“Senang sekali dapat mengajarkan mengaji Al Qur’an bagi siswa-siswi di sekolah tempat saya mengikuti PLP di Thailand. Al Qur’an menjadi hal yang sangat penting dan harus diajarkan sejak dini kepada seorang anak,” ujarnya, Jum’at (15/03/2024).

Maulidia mengaku sempat mengalami kesulitan saat disuruh mengajar membaca Al Qur’an bagi siswa-siswi di Sekolah Ban Yaning. Sebab bahasa yang digunakan sehari-hari adalah Bahasa Melayu Pattani yang berbeda dengan Bahasa Melayu Malaysia.

“Juga kepenulisan huruf juga berbeda, seperti tulisan jawi tapi bagi mereka menjadi tulisan pego arab,” jelasnya.

Namun, seiring berjalannya waktu ia dapat berkomunikasi dengan baik dengan dibantu mahasiswa Thailand yang juga sedang PLP di sekolah yang sama. Maulidia juga tergabung dalam kelompok bersama 2 mahasiswi asal Lamongan selama PLP dan KKN Internasional di sekolah tersebut.

Selain mengajar mengaji, Maulidia juga mengenalkan Canva kepada siswa-siswi sebagai media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Canva merupakan platform desain dan komunikasi visual yang banyak mendukung proses belajar mengajar di sekolah Indonesia. Ia berharap Canva juga dapat dikenal dan menjadi inovasi media pembelajaran baru bagi sekolah di Thailand.

“Sebelumnya, sekolah tempat saya PLP, belum mengenal Canva, cara penggunaan dan manfaatnya untuk belajar. Jadi tidak ada salahnya jika mengenalkan media pembelajaran visual dengan Canva bagi siswa-siswi di Thailand ini,” kata mahasiswi program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2021 tersebut.

Di wilayah Narathiwat kebutuhan akan teknologi seperti laptop dan komputer sangat memadai. Akan tetapi penggunaannya yang belum maksimal. “Seperti ketika saya menggunakan laptop dan mengetik dengan cepat, semua guru yang melihat sangat terkesima,” imbuhnya.

Menurutnya, budaya lingkungan sekolah di Thailand hampir sama dengan sekolah di Indonesia. Seperti pembiasaan sholat dhuha setiap pagi hingga kegiatan ekstrakurikuler di luar jam pelajaran untuk mengasah bakat dan membentuk karakter siswa dengan kegiatan di luar kelas.

“Secara pembiasaan untuk siswa-siswi di sekolah di Thailand dan Indonesia tidak jauh berbeda. Akan tetapi kedisiplinan dan ketertiban yang diterapkan dengan baik, hal tersebut yang membuat saya nyaman selama di sini,” ungkapnya.

Maulidia yang juga aktivis pramuka tidak canggung untuk menerapkan metode pembelajaran ekstrakurikuler dengan mengedepankan pembentukan kepribadian dan kecakapan siswa.

“Jadi, pembelajaran ekstrakurikuler sama kemas seperti kegiatan pramuka, seperti dengan lagu di sini senang di sana senang, hingga mengenalkan budaya Indonesia seperti pencak silat dan tari tradisional,” pungkasnya.

(my)

Mahasiswi Unusida, Elza Fiilmilla Sutejo (baju pink) saat PLP dan KKN Internasional di Todeng, Sung-Ai Padi, Narathiwat, Thailand. (Foto: Humas Unusida)

Elza Fiilmilla Sutejo, Mahasiswa PBI Unusida Kenalkan Budaya 5S Saat PLP di Thailand

Elza Fiilmilla Sutejo, seorang mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) angkatan 2021, mengenalkan budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun (5S) Internasional di Ban Ai Batu School, Todeng, Sung-Ai Padi, Narathiwat, Thailand.

Elza menjelaskan, masyarakat di Kecamatan Todeng belum mengenal atau menerapkan sepenuhnya budaya 5S, baik di sekolah maupun di instansi tertentu. Oleh karena itu, ia memiliki inisiatif untuk mengenalkan budaya 5S di sekolah tempatnya menjalankan program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Negeri Gajah Putih tersebut.

“Alhamdulillah adaptasi pertama kali lancar dengan lingkungan sekolah, kemudian langsung diajak rapat pertama kali dan diberikan kesempatan menyampaikan gagasan. Saya pun mengenalkan budaya 5S yang sudah diterapkan di sekolah maupun instansi di Indonesia untuk juga dapat diterapkan di sekolah ini, dan mendapat sambutan sangat baik dari guru-guru di sana,” jelasnya, Kamis (14/03/2024).

Secara bahasa dan budaya, Elza mengaku tidak kesulitan dalam beradaptasi, sebab bahasa yang digunakan sehari-hari merupakan Bahasa Melayu Pattani yang mempunyai kemiripan dengan Bahasa Indonesia karena masih satu rumpun dengan Indonesia serta masyarakat sekitar yang juga mayoritas beragama Islam. Oleh karena itu, ia tidak mengalami kesulitan saat berkomunikasi atau menyampaikan pendapatnya.

Elza mencontohkan kebiasaannya dalam menerapkan budaya 5S, seperti senyum ketika berpapasan, permisi dan menunduk ketika bertemu dengan yang lebih tua, menyapa ketika di jalan, menyambut siswa-siswi ketika datang, hingga sopan santun ketika mengajar di kelas.

Menurutnya budaya 5S di sekolah dapat menguatkan karakter dan menjadikan semua warga sekolah untuk memiliki kepribadian yang baik. Selain itu, juga mengajarkan siswa untuk bersikap saling menghormati satu sama lain.

Melihat budaya 5S yang dijelaskan oleh Elza tersebut, kepala sekolah sangat menyambut baik dan menerapkannya di lingkungan sekolah dengan membuat poster besar di depan sekolah dan menyampaikan ke siswa-siswi saat apel pagi maupun di dalam kelas.

“Menurut kepala sekolah, itu budaya yang bagus dan sesuai dengan slogan sekolah yaitu bersapa dengan salam budayakan hidup secara islami,” ungkapnya.

Elza menceritakan kondisi lingkungan sekolah yang hampir sama dengan Indonesia. Seperti Sekolah Dasar (SD) pada umumnya, yang mana pembelajaran di dalamnya berisi pendidikan motorik yang dikemas dengan model belajar sambil bermain

Oleh karena itu, Elza sebagai pengajar Bahasa Inggris sangat mengutamakan kebutuhan siswa tanpa mengesampingkan Bahasa Melayu sebagai bahasa sehari-hari, dan Bahasa Thai sebagai bahasa nasional bagi masyarakat di Thailand.

Elza mengaku sangat senang dengan siswa-siswi di Thailand yang sangat semangat dan disiplin dalam belajar. Sebagai seorang guru asing, ia mendapatkan sambutan hangat hingga merasa sangat dekat dengan siswa-siswi. Kedekatan tersebut yang menjadi semangat dan memudahkannya dalam proses belajar mengajar.

“Siswa-siswi di Thailand sangat suka dengan orang Indo, karena melihat di Sosial Media atau TV. Tak jarang ia mengenalkan budaya Indonesia, seperti mengenalkan Bahasa Jawa lewat lagu yang sudah dikenal melalui Media Sosial,” katanya.

Diketahui, Elza mengikuti program PLP dan KKN Internasional selama 1 bulan, dari 10 Januari sampai 5 Februari 2024. Ia satu kelompok dengan 2 mahasiswi dari STIS Nurul Qarnain Jember yang di tempatkan di sekolah tersebut.

(my)

Tim Mahasiswa Unusida yang meraih Medali Perak (Silver Medal) dalam ajang Internasional Young Moslem Inventor Award (IYMIA) 2024 (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswa Unusida Raih Silver Medal dalam Ajang IYMIA 2024

Di awal tahun 2024, mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kembali meraih prestasi dalam ajang Internasional. Kali ini mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) meraih Medali Perak (Silver Medal) dalam ajang Internasional Young Moslem Inventor Award (IYMIA) 2024 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) di Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis-Ahad (11-14/01/2024).

Kompetisi tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai negara di antaranya Indonesia, Thailand, Afrika, Arab Saudi dan sebagainya. Adapun tim mahasiswa Unusida terdiri dari Bonang Ramadhani Hidayatullah (Teknik Informatika), Muhammad Af Rizal Mumtaz (Sistem Informasi), Yunia Nuri Hidayah (PGSD), Ahmad Yauman Syifa (DKV), dan Aisyah Adawiyah (PBI).

Dosen Pembimbing, Arda Surya Edtya mengungkapkan, selama ini ia sudah membidik perlombaan ajang Internasional yang sesuai dengan Unusida sebagai kampus islami.

Oleh karena itu, ia mengarahkan mahasiswa untuk dapat menyajikan sistem media pembelajaran Al-Qur’an inovatif yang memanfaatkan secara mendalam pembelajaran dan integrasi audio. Aplikasi MUMTAZ ini dapat menjadi media pendidikan untuk mengajar dan membantu siapa pun untuk menghafal dan mempelajari Al-Quran.

“Peran saya sebagai dosen pembimbing adalah pengembangan aplikasi MUMTAZ serta menyiapkan mahasiswa dalam mempresentasikan projek tersebut. Tentunya harus selalu belajar kembangkan networking and break your limit keluar dari zona nyaman kalian,” ujarnya, Rabu (17/01/2024).

Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Informatika tersebut sangat mengapresiasi potensi mahasiswa dalam mengaplikasikan materi yang sudah dipelajari. Meskipun sempat kesulitan dalam mengumpulkan peserta yang memiliki Prodi yang berbeda yang membuat penyamaan persepsi jadi lebih menantang.

“Cerita menarik dalam pengembangan aplikasi MUMTAZ ini adalah ketika dalam pengambilan data untuk data training model deep learning pada aplikasi MUMTAZ dimana kami kesulitan dalam mencari role model dalam pembuatan data set dan juga ketika dalam proses pembuatan presentasi. Akan tetapi, alhamdulillah mahasiswa dapat mengerti dan mengeksekusinya dengan baik,” tandasnya.

Ketua tim, Bonang Ramadhani Hidayatullah menjelaskan ia dan tim membuat aplikasi yang mirip dengan aplikasi Al-Qur’an online, dengan menggunakan model deep learning yang dapat membantu siapapun dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.

Melalui fitur scan audio tersebut diharapkan dapat membuat penilaian yang lebih akurat dalam menilai kefasihan tajwid sehingga dapat membantu evaluasi lansiran Al-Quran yang dibaca oleh pengguna.

“Aplikasi ini menggunakan metode deep learning untuk menilai kefasihan tajwid dan tanda baca. Sehingga dapat membantu bagi yang mau mempelajari maupun menghafal Al Qur’an,” jelasnya.

Aplikasi MUMTAZ ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi seluler untuk membantu siapa pun melakukannya menghafal Al-Qur’an dengan metode termudah dan menyenangkan. Yang dapat memberikan manfaat seperti mempermudah bacaan, kefasihan membaca tajwid, memperbaiki bacaan, dan membantu daya ingat hafalan.

Dalam sistem aplikasi MUMTAZ juga dilengkapi dengan banyak menu untuk membantu pengguna lebih banyak belajar tentang Alquran. Secara umum aplikasi ini mempunyai 5 menu seperti Al-Qur’an digital, E-book tajwid, waktu salat, evaluasi lantunan Al-Qur’an, serta tips menghafal Al-Qur’an.

Melalui survey uji coba yang sudah dilakukan, ia menyebutkan dari 30 responden diperoleh 72% menjawab sangat membantu dan menghibur, 16% menjawab aplikasi Mumtaz cukup membantu dan menghibur, dan 12% menjawab bahwa aplikasi MUMTAZ berfungsi normal.

Kecepatan dalam menilai dari tingkat akurasi tajwid dan titik letak kesalahan saat membaca menjadi keunggulan dari aplikasi tersebut. Sehingga ketika orang yang belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an dapat lebih memperhatikan makhorijul huruf, tajwid, dan kelancaran.

“Memang saat ini masih dalam tahap pengembangan, jadi isinya masih surat pendek saja. Perlu dikembangkan lagi sebelum digunakan oleh banyak orang,” katanya.

Bonang mengungkapkan, ia dan tim baru pertama kali membuat project dengan audio deep learning. Akan tetapi terdapat mata kuliah Teknik Informatika dan Sistem Informasi yang menjadi acuan bagi untuk menyelesaikan aplikasi MUMTAZ yang dirancang.

“Kami sempat mengalami kesulitan karena metode deep learning sebab jauh lebih susah karena menggunakan coding dengan sistem algoritma cukup rumit. Alhamdulillah dengan tim yang terdiri dari lintas prodi dapat saling melengkapi sehingga aplikasi MUMTAZ dapat selesai,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota tim Muhammad Af Rizal Mumtaz merasa sangat bangga karena dapat memperoleh medali. Yang awalnya tidak sempat berpikir untuk juara, hanya berusaha memaksimalkan segala sesuatu untuk mendapatkan pengalaman.

“Motivasi kami adalah tidak mau mengecewakan dosen pembimbing, jadi kami selalu mencoba fokus dan selalu maksimalkan setiap tahap, mulai dari persiapan hingga presentasi di depan juri,” pungkasnya.

 

(my)

Unusida Lepas 2 Mahasiswi FKIP untuk Program PLP dan KKN Tematik Internasional di Thailand

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) melepaskan 2 mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang akan mengikuti Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Internasional Indonesia Thailand Tahun 2024. 2 mahasiswi tersebut akan menjalani PLP dan KKN Tematik selama 1 bulan, yaitu dari 9 Januari – 7 Februari 2024 yang ditempatkan di provinsi Songkhla, Thailand.

Dua mahasiswa tersebut yaitu, Maulidia Nur Rachmah dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Elza Fiilmilla Sutejo dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) angkatan 2021. Kegiatan ini dinaungi oleh Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang yang juga menjalin kerja sama dengan 5 perguruan tinggi lain, salah satunya yaitu Unusida.

Rektor Unusida, Dr. H Fatkul Anam, M.Si menyampaikan kegiatan Internasional setiap tahun menjadi program yang sudah dirancang sejak lama. Akan tetapi belum bisa kita laksanakan rutin setiap tahun karena terbentuk beberapa regulasi pertukaran mahasiswa.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya selalu berusaha mencari celah prestasi yang dapat kita raih setiap tahunnya untuk meningkatkan sektor kelembagaan. Ia terinspirasi dari Universitas Nurul Jadid Probolinggo yang berada lebih di pelosok dari Unusida, akan tetapi memiliki prestasi pengabdian Internasional.

“Alhamdulillah tahun ini mahasiswa Unusida dapat kembali mengikuti program Internasional seperti ini adalah yang selalu kita harapkan. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujarnya saat Pelepasan mahasiswa peserta PLP dan KKN Tematik Internasional, di Gedung Unusida, Senin (08/01/2024).

Alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut berharap melalui partisipasi kalo ini dapat membuka jalan baru dalam mengembangkan dan mengenalkan Unusida di kancah Internasional. Dengan demikian program yang akan diikuti di Thailand dapat menambah poin akreditasi Unusida nantinya.

“Pesan saya, sebagai pionir mahasiswa cari pengalaman yang sebanyak-banyaknya baik budaya, kehidupan kemasyarakatan, dan keilmuan. Semoga dapat membuka jalan serta menjadi bekal untuk mahasiswa Unusida selanjutnya untuk belajar di luar negeri,” tuturnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mu’awinatul Laili, M.Pd menjelaskan Provinsi Songkhla Thailand memiliki penduduk yang mayoritas beragama Islam. Jadi mahasiswa Unusida dapat mudah beradaptasi sehingga dapat mengabdikan diri, baik dari segi religi, keilmuan dan kehidupan sosial.

“Melalui program seperti ini mahasiswa dapat pengalaman langka yang sangat berharga, yaitu praktik mengajar di luar negeri. Selain itu juga dapat mempelajari budaya baru serta melakukan pengabdian masyarakat lainya,” jelasnya.

Kepala International Relation Office (IRO) Unusida, Masitah Novianti mengatakan, melalui program Internasional ini menjadi pembelajaran bagi Unusida untuk memperbaiki sistem pertukaran mahasiswa di dunia Internasional. Agar ke depan dapat membuka peluang kerja sama di bidang yang lainya.

“Kami berharap Fakultas dan Program Studi lain di Unusida juga memiliki inisiatif untuk melakukan kerja sama kegiatan internasional yang saat ini sudah terbuka. Tinggal bagaimana kita menyusun program-program yang akan kita tawarkan,” katanya.

Lebih lanjut, Dekan FKIP Unusida, Nurul Aini, S.Pd,. M.Pd menuturkan, dua mahasiswa ini menjadi mahasiswa yang sudah mengikuti seleksi di tingkat prodi dengan melihat keaktifan di kampus, yang juga baru saja menyelesaikan program kampus mengajar.

Ia menambahkan, mahasiswa yang terpilih tidak hanya menyelesaikan tugas PLP dan KKN semata. Tetapi juga mencari peluang, mendapatkan informasi untuk menjalin kerja sama lebih lanjut di bidang lainnya. Sehingga mahasiswa Unusida setiap tahun ada yang dapat berangkat ke luar negeri sehingga memiliki pengalaman di dunia Internasional.

“Kami ingin mempertahankan akreditasi baik dengan mengikuti kegiatan internasional, dan mau melakukan komunikasi secara intensif. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sangat mendukung kegiatan ini dari awal hingga pelepasan ini,” pungkasnya.

(my)