Pos

UKM Teater Sae UNUSIDA meraih penghargaan Munali Patah Award 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

Membanggakan! UKM Teater SAE UNUSIDA Raih Munali Patah Award 2026, Teguhkan Kiprah Seni Mahasiswa

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater SAE Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) meraih penghargaan dalam ajang Munali Patah Award 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Festival Munali Patah 2026 yang berlangsung di kawasan Paseban Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (17/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dekesda memberikan Munali Patah Award kepada 67 penerima sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi para pelaku seni dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan kesenian daerah.

Ketua UKM Teater SAE UNUSIDA, M. Agus Muhsinin, mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi untuk terus mengembangkan kreativitas mahasiswa melalui seni pertunjukan.

Menurutnya, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi anggota Teater SAE, tetapi juga menjadi motivasi untuk memperluas ruang ekspresi dan menghadirkan karya seni yang memiliki nilai artistik serta relevansi dengan kehidupan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas pertunjukan, dan menjadikan seni sebagai ruang ekspresi sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aktivitas seni di lingkungan perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi ekosistem kebudayaan. Melalui proses latihan, eksplorasi gagasan, dan kolaborasi, mahasiswa dapat mengasah kreativitas, kedisiplinan, serta kepekaan terhadap persoalan sosial.

Bagi Teater SAE, seni pertunjukan bukan sekadar sarana hiburan, melainkan juga media untuk menyampaikan pesan, merefleksikan realitas sosial, dan memperkaya perspektif masyarakat.

Munali Patah Award 2026 merupakan bagian dari upaya memberikan apresiasi kepada insan seni dalam ekosistem kebudayaan Sidoarjo. Penghargaan tersebut hadir bersamaan dengan Festival Munali Patah 2026 yang mengusung tema ‘Menghidupkan Tradisi, Menyatukan Generasi’. Tema tersebut menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan seni tradisi sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam merawat warisan budaya.

Festival ini turut dimeriahkan dengan beragam pertunjukan seni, mulai dari sastra, musik angklung, musik keroncong, hingga Tari Remo Munali Patah yang melibatkan sekitar 600 penari dari berbagai daerah.

Rangkaian pertunjukan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi seniman, komunitas, dan masyarakat untuk saling mengenal serta mengapresiasi keberagaman ekspresi budaya.

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan dinilai penting untuk menjembatani nilai-nilai tradisi yang diwariskan generasi terdahulu dengan kreativitas yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Alhamdulillah, UKM Teater SAE UNUSIDA selama ini menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, mengolah gagasan, dan membangun kepekaan sosial melalui seni pertunjukan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus berharap raihan Munali Patah Award 2026 ini menjadi langkah penting bagi Teater SAE UNUSIDA untuk memperkuat eksistensi komunitas seni mahasiswa. Penghargaan ini sekaligus menjadi penyemangat untuk meningkatkan kualitas karya, memperluas jejaring dengan komunitas seni, serta berkontribusi dalam kehidupan kebudayaan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Baginya, prestasi mahasiswa dalam bidang seni dan budaya merupakan bagian dari pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, membangun karakter, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Semoga capaian ini akan terus melahirkan karya-karya kreatif yang inspiratif serta mampu memperkuat kontribusi mahasiswa dalam memajukan seni dan budaya Indonesia. Menjadi penyemangat untuk terus berproses, berkarya, dan mengambil bagian dalam perjalanan kebudayaan. Dengan semangat tersebut, Teater SAE UNUSIDA berkomitmen menjadikan seni pertunjukan sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sekretaris Prodi Akuntansi UNUSIDA Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., saat memberikan hadiah bagi pemenang Himaksi Badminton Cup 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Akuntansi UNUSIDA Sukses Gelar Badminton Cup 2026, Jadi Wadah Kompetisi Sehat Pelajar se-Jawa Timur

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar HIMAKSI Badminton Cup 2026 kategori pemula dan remaja se-Jawa Timur di GOR Badminton Langgeng Jaya, Sidoarjo, Sabtu–Ahad (17–18/10/2026).

Turnamen ini mempertandingkan empat kategori, yakni ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan tunggal putra. Ajang tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, serta berkompetisi secara sehat dalam bidang olahraga bulu tangkis.

Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely, menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah, khususnya dalam menjangkau pelajar sebagai calon mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan UNUSIDA dan Program Studi Akuntansi kepada masyarakat luas melalui kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.

Selain itu, HIMAKSI Badminton Cup 2026 menjadi sarana bagi anggota organisasi mahasiswa (ormawa) untuk meningkatkan keterampilan nonakademik atau soft skills. Mulai dari manajemen acara, kepemimpinan, kerja sama tim, pencarian sponsor, hingga kemampuan menyelesaikan berbagai tantangan selama pelaksanaan kegiatan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan potensi dan prestasinya. Kami juga ingin mengajak generasi muda menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga, mengurangi ketergantungan pada gawai, serta menjauhi pergaulan negatif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penyelenggaraan aktivitas olahraga yang bermanfaat bagi generasi muda.

“Kompetisi ini menjadi agenda rutin kami untuk terus menghadirkan program kreatif, kompetitif, dan bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berkarakter,” jelasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, turut memberikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras pengurus HIMAKSI yang mampu menyelenggarakan turnamen dengan melibatkan peserta dari luar kampus.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi organisasi, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan mengelola kegiatan berskala eksternal.

Kemandirian mahasiswa dalam merancang konsep kegiatan, mengupayakan pendanaan, membangun jejaring, hingga melaksanakan acara menjadi pengalaman berharga yang dapat menunjang kesiapan mereka menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

“Semoga melalui HIMAKSI Badminton Cup 2026 ini semakin banyak mahasiswa yang berani berinovasi dan menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata. Ajang ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet muda berprestasi di Jawa Timur,” harapnya.

Berikut daftar juara berdasarkan hasil kompetisi yang tercantum dalam dokumen penyelenggara.

1. GRI

  • Juara 1: Ainun Azizah + Aisyah Yusito Zifana

  • Juara 2: Adelia Dwi Putri Hariyanto + Mariatul Qibtiah

  • Juara 3: Ersya Pricilla Putri + Naura Windy Khairunnisa

  • Juara 3: Ayasha Machiko Lituhayu Albasia + Shafa Nur Ramadhani

2. GRA

  • Juara 1: Mochammad Akbar Bahi Ibrahim + Yudhistira Aditya Rafa

  • Juara 2: Maulud Cesar Aya Rabbany + Ricardo Yoga Pamungkas

  • Juara 3: Nohan Arya Saputra + Restu Muhammad Singgih

  • Juara 3: Moch Ferry Adliyansyah + Nurul Rahman

3. GRC

  • Juara 1: Tsabitha Aurel Hertanto + Mohammad Al Rubby Bahy

  • Juara 2: Ananda Philip R + Queena Qonita Altair

  • Juara 3: Pandhita Rafif Raditya Anwar + Shafa Nur Ramadhani

4. TRA

  • Juara 1: M. Al Rubby Bahy

  • Juara 2: Pandhita Rafif R A

  • Juara 3: Tanazzul Kenzo Jibril

  • Juara 3: Airlangga Wiradhana

5. GPI

  • Juara 1: Damaris Kayla Widagdo + Vallen Esa Maulinda

  • Juara 2: Bintang Raisa Fahrani + Nadhila Dzakirotul Faizzah

  • Juara 3: Ails yah Alif Kanaya + Aisyah Bilqis Prisanita Assyfa

  • Juara 3: Azza Amira Mecca + Syafira Rahma Wardani

6. GPA

  • Juara 1: Ahmad Haikal A + Deva Dhamara Septiyano Adithian Vasu

  • Juara 2: Arjuna Arya Putra + Muhammad Bimasakti Djuking Bawana

  • Juara 3: Kenzo Arsakha Mahardika + Reno Diar Aryananda

  • Juara 3: Al mair Gilbert Harry Darvesh + Gamaliel Rapha Santoso

7. GPC

  • Juara 1: Almair Gilbert Harry Darvesh + Aurelia Charn Lebertina Bekak

  • Juara 2: Bilfaqih Rey Alteza + Maritza Akma Labibah

  • Juara 3: Nizam Haidar Alfauzi + Bintang Raisa Fahrani

  • Juara 3: Asyraf Faris Alfarizi + Damaris Kayla Widagdo

8. TPA

  • Juara 1: Krisna Huda Athaillah

  • Juara 2: M. Rakha Al Fahri

  • Juara 3: Naufal Fadhila M

  • Juara 3: Puncak Banyu Lazuardi

pengurus KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA Resmi Dilantik oleh Wakil Rektor 2 UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd. (Foto: Humas UNUSIDA)

Pengurus KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA 2026–2027 Resmi Dilantik, Perkuat Demokrasi Kampus Berintegritas

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan pelantikan pengurus Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Mahasiswa (Bawaslu-M) periode 2026–2027 di Hall Lantai 5 UNUSIDA, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru dalam mengemban amanah sekaligus memperkuat praktik demokrasi yang berintegritas dan bertanggung jawab di lingkungan kampus.

Ketua pelaksana, Fahrul Syah Alam, menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mempersiapkan pengurus baru agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi dengan baik.

Ia menegaskan, pelantikan tersebut merupakan langkah awal dalam mengembangkan amanah demi terwujudnya demokrasi kampus yang menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, Fahrul menyampaikan terima kasih kepada pimpinan universitas, pihak terkait, Presiden Mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia juga mengapresiasi kerja sama dan kontribusi seluruh panitia dalam mempersiapkan acara pelantikan.

“Demokrasi kampus harus dapat menjadi ruang pembelajaran bagi lahirnya pemimpin mahasiswa yang amanah, berintegritas, dan mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan universitas,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, dalam sambutannya menekankan pentingnya kejujuran, keikhlasan, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilihan mahasiswa.

Menurutnya, pengurus KPU-M dan Bawaslu-M yang baru diharapkan mampu membawa suasana demokrasi kampus yang lebih segar, jujur, serta berorientasi pada kepentingan bersama.

“Harus ada kejujuran, ada keikhlasan untuk bekerja dan mengabdi kepada kampus. Untuk itu, kepengurusan yang baru ini diharapkan bisa membawa angin demokrasi yang lebih segar, lebih berkomitmen, dan lebih jujur di kampus yang kita cintai,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa KPU-M memiliki peran penting dalam menyelenggarakan proses pemilihan pemimpin mahasiswa. Sementara itu, Bawaslu-M bertugas mengawasi jalannya proses demokrasi agar berlangsung sesuai dengan prinsip dan ketentuan yang berlaku.

Dr. Ana juga mengingatkan agar seluruh pengurus menghindari praktik-praktik yang dapat mencederai nilai demokrasi, termasuk upaya memengaruhi pilihan melalui pendekatan yang tidak semestinya.

Menurutnya, hal-hal yang terlihat sederhana sekalipun perlu menjadi perhatian agar proses pemilihan mahasiswa tetap berlangsung secara jujur, adil, dan transparan.

“Jangan sampai hal-hal kecil yang dapat mencederai demokrasi itu terjadi. Kita ingin mahasiswa UNUSIDA benar-benar belajar berdemokrasi dengan baik,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Ana turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus KPU-M dan Bawaslu-M periode sebelumnya atas pengabdian yang telah diberikan. Ia juga mengucapkan selamat bertugas kepada kepengurusan periode 2026–2027.

“Kami harap, pelantikan ini menjadi awal bagi penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan di UNUSIDA. Melalui peran KPU-M dan Bawaslu-M, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan integritas dalam praktik organisasi,” pungkasnya.

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Gelar pembelajaran Bahasa Inggris secara rutin setiap hari Senin di SDN Kedungpandan 1. (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Gelar Pembelajaran Bahasa Inggris Rutin di SDN Kedungpandan

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) terus berupaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris secara rutin setiap hari Senin di SDN Kedungpandan 1, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dalam mengenalkan Bahasa Inggris sejak dini melalui metode pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA, Widya Afifuddina, menjelaskan bahwa program tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bekal siswa dalam menghadapi perkembangan zaman. Kemampuan berbahasa Inggris dinilai dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengakses informasi, mengembangkan wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Menurut Widya, pengenalan bahasa Inggris sejak usia dini perlu dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Pembelajaran tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga perlu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan agar siswa merasa nyaman ketika mengenal bahasa baru.

“Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, program ini bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan siswa terhadap bahasa Inggris, juga menumbuhkan generasi muda yang lebih percaya diri, terbuka terhadap pengetahuan baru, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Upaya sederhana yang dilakukan secara konsisten menjadi langkah berarti dalam membangun fondasi pendidikan yang lebih baik bagi masa depan,” jelasnya.

Melalui program ini, tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA terlibat langsung dalam memberikan materi bahasa Inggris dasar kepada para siswa SDN Kedungpandan 1. Materi pembelajaran disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan siswa sekolah dasar sehingga dapat dipahami secara bertahap.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena siswa pada usia sekolah dasar masih berada dalam tahap perkembangan kemampuan dasar berbahasa. Oleh sebab itu, pembelajaran dirancang untuk membantu siswa mengenal kosakata sederhana, memahami pelafalan, serta mulai membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Untuk menciptakan suasana belajar yang menarik, ia dan tim mengedepankan metode pembelajaran interaktif. Kegiatan dilaksanakan melalui pengenalan kosakata, latihan pengucapan, permainan edukatif, serta berbagai aktivitas yang mendorong keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran.

Melalui metode tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar tanpa merasa terbebani oleh suasana kelas yang terlalu formal. Permainan edukatif dan latihan sederhana juga membantu menciptakan interaksi yang lebih dinamis antara mahasiswa dan peserta didik.

Siswa tidak hanya diajak mengenal kata-kata baru dalam bahasa Inggris, tetapi juga didorong untuk mencoba mengucapkannya secara langsung. Proses ini memberikan ruang bagi mereka untuk berlatih, melakukan kesalahan, memperbaiki pengucapan, dan membangun keberanian dalam menggunakan bahasa asing.

Kepercayaan diri menjadi salah satu aspek penting yang ingin ditumbuhkan melalui kegiatan ini. Sebagian siswa mungkin masih merasa ragu ketika diminta mengucapkan kata dalam bahasa yang belum familiar. Dengan suasana belajar yang suportif dan menyenangkan, siswa diharapkan semakin berani mencoba serta tidak takut untuk terus belajar.

Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNUSIDA untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Pengalaman mengajar secara langsung memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan pedagogis dan memahami dinamika pembelajaran di sekolah dasar.

Mahasiswa dituntut untuk mampu menyampaikan materi secara jelas, memilih metode yang tepat, serta membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik. Mereka juga memperoleh pengalaman dalam menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan respons dan kebutuhan siswa selama kegiatan berlangsung.

Wisyda mengaku, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang dipersiapkan untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan. Melalui interaksi langsung dengan siswa, ia dapat memahami bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, komunikatif, dan menyenangkan.

“Program ini memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi tidak hanya dikembangkan untuk kepentingan akademik, tetapi juga diterapkan secara nyata guna membantu menjawab kebutuhan pendidikan di lingkungan sekitar.” tandasnya.

Kegiatan pembelajaran bahasa Inggris tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Senin. Konsistensi ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulang materi, memperkaya kosakata, dan membangun kebiasaan belajar secara bertahap.

Ketua Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA, Zainira Ihsanty berharap pelaksanaan program secara berkelanjutan mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar bahasa Inggris siswa SDN Kedungpandan 1. Melalui pembelajaran yang terarah dan menyenangkan, siswa dapat memiliki fondasi kemampuan berbahasa Inggris yang semakin kuat serta keberanian untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, lebih dari sekadar kegiatan mengajar, program ini menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pendidikan generasi muda. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman belajar tambahan sekaligus menumbuhkan semangat siswa untuk terus mengembangkan kemampuan diri.

“Kami terus mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata. Pembelajaran bahasa Inggris di SDN Kedungpandan 1 menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan siswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Seluruh Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA hibah fasilitas bank sampah kepada SDN Kedungpandan 1, Jabon. (Foto: Humas UNUSIDA)

Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Hibahkan Fasilitas Bank Sampah ke SDN Kedungpandan

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyerahkan hibah fasilitas bank sampah kepada SDN Kedungpandan 1, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).

Dosen pembimbing program, Ruri Fadhilah Kurniawati, S.Hum., M.Pd., menyampaikan bahwa penyerahan hibah tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengelolaan sampah sekaligus menumbuhkan kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dosen Program Studi (Prodi) PBI UNUSIDA tersebut turut mendorong penguatan kepedulian lingkungan melalui penyediaan fasilitas bank sampah di sekolah. Ia berharap fasilitas ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih terorganisasi sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada siswa dan seluruh warga sekolah.

“Keberadaan bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah yang telah dipilah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” katanya.

Melalui fasilitas tersebut, sekolah memiliki kesempatan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah, mulai dari pemilahan berdasarkan jenis, pengumpulan, hingga pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna.

“Inisiatif ini sejalan dengan pentingnya menghadirkan pendidikan lingkungan yang tidak hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan dalam praktik sehari-hari.,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA, Zainira Ihsanty, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan, tetapi juga mendorong keterlibatan sekolah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Menurutnya, pemanfaatan fasilitas bank sampah juga menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak usia dini. Melalui pembiasaan memilah dan mengelola sampah, nilai tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Siswa dapat belajar secara langsung bahwa tindakan sederhana, seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan,” jelasnya.

Zainira mengungkapkan bahwa hibah fasilitas ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program PPK Ormawa di Desa Kedungpandan. Dengan tersedianya sarana yang dapat dimanfaatkan secara langsung, program mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi terus memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

“Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah, pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama. Langkah ini menjadi wujud nyata peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Suasana pembukaan Festival Banjari UKM Religi Nahdlatus Syubban UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UKM Religi Nahdatus Syubban UNUSIDA Sukses Gelar Festival Albanjari Se-Jawa Timur 2026

SIDOARJO — UKM Religi Nahdatus Syubban Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar Festival Albanjari Se-Jawa Timur 2026 di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Komplek Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang diikuti oleh puluhan grup banjari dari berbagai daerah di Jawa Timur ini mengusung tema “Menggema Berselawat, Menyatukan Generasi dalam Harmoni Islam.”

Ketua Pelaksana, Muhammad Zahidan, menyampaikan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar kelompok banjari, mengembangkan kreativitas generasi muda, serta menumbuhkan kecintaan terhadap selawat dan seni musik Islami.

“Festival Albanjari Se-Jawa Timur 2026 ini kami selenggarakan sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiah sekaligus melestarikan tradisi seni Islami yang menjadi bagian dari khazanah budaya Nahdlatul Ulama. Melalui kegiatan ini, generasi muda dapat terus berkarya dan berselawat bersama,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme peserta yang sangat tinggi pada pelaksanaan tahun ini. Tercatat sebanyak 26 grup banjari dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur turut berpartisipasi dalam festival tersebut.

“Alhamdulillah, pelaksanaan festival tahun ini mendapatkan sambutan yang luar biasa. Sebanyak 26 peserta telah ikut berpartisipasi dan menunjukkan semangat yang tinggi dalam melestarikan seni selawat,” tambahnya.

Atas nama panitia, Zahidan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik kepada panitia maupun peserta. Kepada seluruh peserta, kami ucapkan selamat mengikuti Festival Albanjari Se-Jawa Timur 2026. Tampilkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan yang paling utama, jadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk berselawat, bersilaturahmi, serta mempererat ukhuwah Islamiah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum UKM Nahdatus Syubban, Muhammad Habib Ali Dimyati, menyampaikan bahwa generasi muda saat ini masih memiliki kepedulian besar terhadap tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang diwariskan oleh para ulama dan Wali Songo. Ia berharap semangat berselawat, persaudaraan, dan pelestarian tradisi Islam Nusantara terus tumbuh di kalangan generasi muda, sehingga nilai-nilai Aswaja tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

“Generasi muda hari ini masih tidak melupakan tradisi Islam Nahdlatul Ulama, terutama nilai-nilai Aswaja. Tradisi yang diwariskan oleh Wali Songo, salah satunya melalui penggunaan alat-alat musik tradisional dalam seni banjari, harus terus dilestarikan. Festival Albanjari ini menjadi bukti bahwa generasi muda tetap mencintai dan menjaga tradisi Aswajanya,” ungkapnya.

Pada penutupan acara, panitia mengumumkan para pemenang Festival Albanjari Se-Jawa Timur 2026. Grup Al Irfan Malang berhasil meraih predikat Terbaik 1, disusul Santri Wako Mojokerto sebagai Terbaik 2, dan JDFI Firqotun Nujum Malang sebagai Terbaik 3. Adapun penghargaan Best Vokal diraih oleh GPS Sholawat Sidoarjo, sedangkan Best Aransemen diraih oleh Nur Syafa’ah Mojokerto.

Suasana English Festival UNUSIDA 2026 yang dilaksanakan oleh Hima PBI dan UKM English Club UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Meriah! Puluhan Peserta Unjuk Bakat dalam English Festival 2026 di UNUSIDA

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) bersama UKM English Club Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar English Festival 2026. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta tersebut dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Sabtu (22/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta berkesempatan menunjukkan kemampuan mereka melalui empat kategori perlombaan, yakni Speech, Singing, Storytelling, dan News Anchor. Melalui kategori tersebut, peserta tidak hanya ditantang untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, ekspresi, kreativitas, serta keberanian tampil di depan publik.

Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA, Evi Mahsunah, S.S., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digagas mahasiswa tersebut. Menurutnya, English Festival memberikan pengalaman belajar di luar pembelajaran formal sekaligus mendorong mahasiswa mengembangkan kompetensi bahasa Inggris melalui praktik langsung.

“English Festival menjadi ruang bagi peserta untuk belajar, berkompetisi, membangun jejaring, sekaligus memperoleh pengalaman baru dalam menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

English Festival 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dan peserta untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus menyalurkan kreativitas dan bakat melalui kompetisi yang edukatif dan kreatif. Kegiatan ini mengusung semangat untuk membangun kepercayaan diri peserta dalam menggunakan bahasa Inggris secara aktif dan aplikatif.

Tampak antusiasme puluhan peserta terlihat dalam berbagai kategori perlombaan. Mereka tampil dengan gaya dan kreativitas masing-masing, sekaligus menunjukkan keberanian dalam mengembangkan kemampuan komunikasi berbahasa Inggris.

Evi menjelaskan Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PBI UNUSIDA menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih aplikatif. Kompetisi tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga proses belajar, pengalaman, dan pengembangan potensi peserta.

Melalui tema ‘Speak with Confidence, Perform with Passion, Shine with Excellence’, ia ingin mendorong Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingungan program studi untuk aktif dalam menghadirkan ruang yang mendorong peserta untuk berani berkomunikasi, berkarya, dan mengembangkan potensi melalui bahasa Inggris.

“English Festival 2026 ini menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya berbahasa Inggris yang lebih aktif di lingkungan pendidikan serta memperluas kesempatan bagi mahasiswa dan peserta untuk terus belajar dan berkembang,” pungkasnya.

Suasana pembukaan Workshop INACOM IoT Series 2026 Hima Informatika UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Informatika UNUSIDA Gelar INACOM IoT Series 2026, Ajak Generasi Muda Bangun Smart System

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa (HIMA) Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Workshop INACOM IoT Series 2026 bertema “Misi Otomasi: Bangun Smart System dengan Tanganmu Sendiri” di Hall Lantai 5 Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur Sidoarjo, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini terselenggara bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo dengan menghadirkan praktisi Diam Pratiwi, S.T. dan Firstanta Winawan Khansa R., S.T. sebagai narasumber.

Workshop ini diikuti oleh peserta dari berbagai SMA, SMK, MA, mahasiswa UNUSIDA, hingga mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai konsep Internet of Things (IoT) sekaligus praktik langsung membangun sistem otomatisasi menggunakan perangkat yang telah disiapkan oleh panitia.

Ketua HIMA Informatika UNUSIDA, M. Satrio Rahmatullah dalam sambutannya mengatakan bahwa perkembangan teknologi otomasi dan Internet of Things kini bukan lagi sekadar tren, melainkan telah menjadi kebutuhan di berbagai sektor kehidupan. Melalui kolaborasi dengan BPVP Sidoarjo, HIMA Informatika ingin menghadirkan ruang belajar yang mampu menjembatani teori dengan praktik.

“Pemahaman tentang Internet of Things bukan lagi sekadar sesuatu yang menarik untuk dipelajari, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan wadah agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu membangun sistem cerdas yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPVP Sidoarjo, para narasumber, panitia, dan seluruh peserta yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan belajar bersama praktisi harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi digital.

Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika UNUSIDA, Mochammad Machlul Alamin, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa workshop ini merupakan agenda tahunan HIMA Informatika yang setiap tahun mengangkat tema berbeda sesuai perkembangan teknologi.

“Workshop ini merupakan program tahunan HIMA Informatika. Tahun-tahun sebelumnya kami mengangkat tema digital marketing, pembuatan website, hingga artificial intelligence (AI). Tahun ini kami fokus pada Internet of Things agar peserta memiliki pengalaman baru dalam bidang otomasi dan sistem cerdas,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang berasal dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk komitmen Program Studi Informatika UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kompetensi generasi muda di bidang teknologi informasi.

Tidak hanya mendapatkan materi teori, peserta juga diajak melakukan praktik langsung menggunakan perangkat IoT di bawah pendampingan para instruktur dari BPVP Sidoarjo. Selama sesi praktik, peserta diberi kesempatan untuk mencoba merancang sistem otomatisasi sederhana sekaligus berdiskusi mengenai berbagai kendala teknis yang ditemui.

“Kami berharap setelah mengikuti workshop ini, peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di sekolah, kampus, maupun lingkungan masing-masing sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata,” tambahnya.

Pihaknya terus mendorong UNUSIDA sebagai kampus yang terus mendorong inovasi dan pengembangan kompetensi digital. Ia mengajak para peserta, khususnya siswa SMA, SMK, dan MA, untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Informatika UNUSIDA dan menjadi bagian dari keluarga besar kampus Nahdlatul Ulama tersebut.

“Semoga melalui Workshop INACOM IoT Series 2026 mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami konsep teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam mengembangkan sistem cerdas berbasis Internet of Things sebagai bekal menghadapi kebutuhan industri dan transformasi digital di masa depan,” pungkasnya.

HIMAKSI UNUSIDA Sukses menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Olimpiade Akuntansi 2026, Ajang Pengembangan Pelajar Menuju Generasi Berprestasi

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menyelenggarakan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 (OAU 2026) sebagai wadah kompetisi akademik bagi siswa SMA, SMK, dan MA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengusung tema ‘Accounting Competition: Unlock Your Potential, Show Your Achievements’, Olimpiade ini dilaksanakan dalam 2 sesi, dimulai dari babak penyisihan hingga semi final yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, hingga final yang dilaksanakan secara langsung di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (20/7/2026).

Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 merupakan bentuk kontribusi HIMAKSI UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang akuntansi dan ekonomi. Selain menjadi ruang pengembangan akademik, kegiatan ini juga memperkuat sinergi Program Studi Akuntansi UNUSIDA dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur dalam mendorong lahirnya calon akuntan muda yang kompeten dan berintegritas.

Kompetisi tahun ini menghadirkan 18 tim dari berbagai SMA, SMK, dan MA. Seluruh peserta akan mengikuti babak penyisihan untuk memperebutkan posisi 10 tim terbaik yang berhak melaju ke babak semifinal. Selanjutnya, tiga tim terbaik akan bertanding pada babak final untuk menentukan juara Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai sarana mengukur kemampuan sekaligus memperluas pengalaman belajar. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengasah kompetensi akademik, serta menunjukkan prestasi melalui kompetisi yang sehat, kompetitif, dan edukatif.

“Kompetisi ini bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi kesempatan untuk mengukur kualitas diri, memperkuat kemampuan, dan mempersiapkan langkah menuju masa depan. Menang memang membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman hari ini menjadi bekal untuk meraih keberhasilan berikutnya,” tuturnya.

Dukungan terhadap penyelenggaraan Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 juga datang dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur. Salah satu pengurus IAI, Agus Ariyanto Tohi, yang juga merupakan dosen Akuntansi Pajak Universitas Kristen Petra Surabaya, mengapresiasi perkembangan UNUSIDA dan semangat yang diusung dalam kompetisi tersebut.

“Saya melihat perkembangan UNUSIDA sangat luar biasa. Kampusnya representatif dan memiliki semangat yang kuat. Saya juga tertarik dengan tagline UNUSIDA yang menekankan pentingnya keunggulan yang dibangun di atas nilai moral. Itu menjadi pesan yang sangat relevan bagi generasi muda,” ungkapnya.

Ia menilai tema yang diusung kali ini menjadi pengingat bahwa mahasiswa dan pelajar saat ini adalah generasi yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan bangsa.

“Generasi muda memiliki energi dan potensi besar. Melalui kompetisi seperti ini, kalian sedang mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Selain kemampuan akademik, bangun jiwa kompetitif yang positif, kemampuan berpikir kritis, keberanian mengambil keputusan, serta jangan lupakan pentingnya membangun networking. Bisa jadi teman yang hari ini menjadi lawan kompetisi adalah rekan kerja atau mitra bisnis kalian di masa depan,” pesannya.

Sementara itu, Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely Agustin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, dosen, panitia, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Olimpiade Akuntansi UNUSIDA bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi rumah untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, menjunjung tinggi sportivitas, serta melahirkan generasi yang kritis, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia akuntansi di masa depan,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi sebagai proses pembelajaran. Ia berharap Olimpiade Akuntansi UNUSIDA 2026 mampu menjadi wadah lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia akuntansi di era globalisasi dan digitalisasi. Kompetisi ini juga menjadi wujud komitmen UNUSIDA dalam membangun budaya akademik yang kompetitif, produktif, dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kehadiran kalian hari ini membuktikan bahwa generasi muda memiliki keberanian untuk belajar, berkompetisi, dan terus berkembang. Jadikan setiap tantangan sebagai motivasi, setiap proses sebagai pembelajaran, dan setiap hasil sebagai langkah menuju kesuksesan. Menang bukanlah satu-satunya tujuan, tetapi keberanian untuk terus belajar dan berkembang adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tambahnya.

Selama kompetisi, peserta akan diuji melalui berbagai materi yang mencakup bidang akuntansi, ekonomi, perpajakan, hingga penyelesaian studi kasus yang relevan dengan perkembangan dunia bisnis dan keuangan. Selain menguji kemampuan akademik, kompetisi ini juga menjadi sarana membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan pelajar.

International Seminar 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Seminar Internasional, Dorong Mahasiswa Ubah Aktivitas Digital Menjadi Sumber Penghasilan

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar International Seminar 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA. Seminar yang mengusung tema ‘From Scroll to Salary: How Students Earn Passive Income Through Digital Products’ tersebut berlangsung di Hall Gedung A Kampus II UNUSIDA secara hybrid, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Assoc. Prof. Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, serta narasumber nasional Mohammad Zikky, M.T., Wakil Ketua LPT PWNU Jawa Timur. Seminar diikuti mahasiswa UNUSIDA sebagai wadah untuk memperluas wawasan mengenai peluang ekonomi digital dan pengembangan produk digital di era transformasi teknologi.

Presiden Mahasiswa UNUSIDA, Rafly Afandi, mengatakan seminar internasional ini diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus ruang diskusi yang mampu melahirkan inspirasi bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia digital.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut berharap mahasiswa semakin siap menghadapi perkembangan teknologi, mampu beradaptasi dengan dunia digital, serta memiliki semangat untuk menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.

“Seminar ini kami hadirkan sebagai ruang belajar, ruang diskusi, dan ruang inspirasi. Harapannya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat menjawab realitas dunia digital saat ini. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini bisa diterapkan dan dibagikan kepada yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa tema seminar sejalan dengan semangat Harlah ke-12 UNUSIDA, yakni ‘Bersama Bergerak, Nyata Berdampak’. Menurutnya, ilmu yang diperoleh mahasiswa harus mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat.

“Apa yang kita miliki harus berdampak nyata, paling tidak bagi diri kita sendiri sebagai mahasiswa. Jangan sampai ilmu yang kita peroleh hanya berhenti sebagai pengetahuan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tema From Scroll to Salary mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi mampu menghasilkan karya dan produk yang bernilai ekonomi.

“Selama ini kita banyak melakukan aktivitas digital, tetapi belum semuanya menghasilkan manfaat nyata. Harapannya, mahasiswa mampu menciptakan produk digital yang bisa menjadi sumber penghasilan, membantu membiayai pendidikan secara mandiri, bahkan meringankan beban orang tua,” tambahnya.

Dr. Hadi juga membagikan kisah inspiratif mengenai mahasiswa yang mampu memanfaatkan keterampilan digital hingga menghasilkan karya yang diakui dan digunakan oleh perusahaan internasional. Menurutnya, pengalaman tersebut membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi mahasiswa dapat membuka peluang besar apabila terus dikembangkan dengan serius.

Pada kesempatan yang sama, narasumber internasional, Assoc. Prof. Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi, menyampaikan bahwa ekonomi digital telah membuka banyak peluang baru bagi generasi muda. Ia berharap seminar ini dapat memunculkan ide-ide inovatif yang membantu mahasiswa mengembangkan produk digital sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Semoga seminar ini dapat melahirkan ide-ide baru yang mampu membantu perekonomian mahasiswa melalui pengembangan produk digital yang kreatif dan bernilai,” tuturnya.