Pos

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto bersama Ketua HIPSI Sidoarjo, FIdi Handoko Usai Penandatanganan MoU. (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan HIPSI Sidoarjo, Perkuat Ekosistem Wirausaha Santri

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo sebagai upaya memperkuat pengembangan kewirausahaan di kalangan santri dan generasi muda. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam mewujudkan kampus wirausaha muda yang mendorong mahasiswa mengenali potensi diri, mengembangkan kreativitas, dan menciptakan peluang usaha.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun jiwa kewirausahaan. Menurutnya, mahasiswa dan santri perlu dipersiapkan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan menciptakan peluang ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital.

Ia berharap kerja sama ini dapat mendorong lahirnya berbagai inisiatif pengembangan usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan jejaring kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan santri.

“Semoga kerja sama dengan HIPSI Sidoarjo ini membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa menjadi wadah untuk menempa diri, mengenali bakat dan potensi, serta memperoleh wawasan mengenai dunia usaha. Melalui kolaborasi tersebut, UNUSIDA berupaya menghubungkan proses pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital,” jelasnya.

Hadi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membuka ruang yang semakin luas bagi generasi muda untuk berinovasi. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk mencoba, mengembangkan gagasan, dan mengubah potensi yang dimiliki menjadi produk atau layanan yang bermanfaat.

Ia selalu berupaya meneguhkan komitmen UNUSIDA sebagai kampus yang mendorong tumbuhnya wirausaha muda. Dengan memadukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan inovasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang mandiri sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ekonomi umat di era digital.

“Komitmen tersebut sejalan dengan upaya UNUSIDA membangun lingkungan kampus yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mandiri, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua HIPSI Sidoarjo, Fidi Handoko, S.E., S.Pd., menegaskan pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri dan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Kolaborasi ini juga menjadi langkah untuk memperluas peran santri dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Santri diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tandasnya.

Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam penguatan ekonomi umat. Bekal ilmu pengetahuan dan akhlak yang dimiliki perlu diiringi dengan keberanian berinovasi, keterampilan mengelola usaha, serta kemampuan membaca peluang pasar.

Fidi menilai, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi pengusaha santri dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal praktik kewirausahaan secara lebih luas. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga terdorong mengembangkan gagasan usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Santri harus berilmu dan berani berinovasi untuk menguatkan ekonomi umat,” tuturnya.

Wakil Rektor II UNUSIDA Resmi Menandatangani Kerja Sama dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI). (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan IKPI, Perkuat Pendidikan dan Kompetensi Perpajakan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam acara Seminar Perpajakan bertema Update Peraturan PPh dan PPN Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aston, Jalan Kahuripan Raya Kav. 14, Entalsewu, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jum’at (16/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, UNUSIDA diwakili oleh Wakil Rektor II, Dr. Ana Christanti. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi perpajakan, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan sumber daya dan potensi yang dimiliki kedua belah pihak untuk mendukung pengembangan kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perpajakan.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi bidang pendidikan; inovasi, hilirisasi, dan pengembangan sumber daya manusia; pengabdian kepada masyarakat; pelaksanaan sertifikasi Brevet A dan B; kegiatan praktisi mengajar; program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM); serta bidang lain yang disepakati bersama.

Turut hadir mendampingi Wakil Rektor II UNUSIDA, Kaprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A., dan dosen UNUSIDA, Dr. Erlina Tri Rohmiatum.

Ia menyebut, melalui kerja sama ini dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa, khususnya Program Studi Akuntansi, untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui keterlibatan praktisi perpajakan dalam kegiatan akademik, mahasiswa diharapkan mampu memahami perkembangan regulasi sekaligus mengaplikasikan pengetahuan perpajakan secara profesional.

Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari upaya UNUSIDA memperluas jejaring kemitraan dengan dunia profesi dan industri. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi diwujudkan melalui program nyata yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

“Kami terus mendorong pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang adaptif terhadap perkembangan regulasi dan kebutuhan profesional, sekaligus mempersiapkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” jelasnya.

Ketua Umum IKPI, Vaudy Starworld, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyatakan kesepakatan untuk berkolaborasi dengan UNUSIDA dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga UNUSIDA dapat menjadi mitra strategis IKPI dalam memperluas peran konsultan pajak agar semakin dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi perpajakan dapat berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman serta kesadaran masyarakat mengenai kewajiban perpajakan,” harapnya.

Penandatanganan MoU oleh Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, dan Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agung Nugraha. (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Perkuat Pendidikan Demokrasi melalui Kerja Sama dengan Bawaslu Sidoarjo

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memperkuat komitmennya dalam mendukung pendidikan demokrasi dan literasi politik masyarakat melalui kerja sama dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Ruang Pertemuan Gedung B, Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Kamis (17/9/2026).

MoU ditandatangani oleh Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, dan Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agung Nugraha. Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi kedua lembaga dalam pengembangan pendidikan kepemiluan, pendidikan demokrasi, serta pengawasan partisipatif yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat.

Bagi UNUSIDA, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Lingkungan perguruan tinggi dipandang memiliki ruang strategis untuk membangun sikap kritis mahasiswa sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai demokrasi dan kepemiluan.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan Bawaslu dapat menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa.

“Kemitraan ini membuka ruang bagi kedua lembaga untuk mengembangkan berbagai kegiatan kepemiluan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat, sekaligus memperkuat pemahaman serta partisipasi dalam pengawasan pemilu,” ujar Hadi.

Menurutnya, pendidikan politik menjadi salah satu bagian penting dalam membangun masyarakat yang memiliki pemahaman memadai terhadap proses demokrasi. Karena itu, perguruan tinggi dapat mengambil peran melalui kegiatan akademik maupun pengabdian yang berkaitan dengan isu kepemiluan.

Ia menambahkan, masyarakat perlu mendapatkan ruang untuk memahami proses pemilu secara kritis, termasuk kemampuan menyaring informasi dan memahami pentingnya integritas dalam penyelenggaraan pemilu.

“Kolaborasi antara lembaga pendidikan dengan Bawaslu sangat diperlukan dalam rangka bersama-sama melaksanakan pendidikan politik kepada masyarakat. Masyarakat perlu dididik agar kritis terhadap penyelenggaraan pemilu, menjadi pemilih yang cerdas, tidak mudah termakan hoaks, serta memiliki sikap untuk menolak politik uang,” jelasnya.

Kerja sama UNUSIDA dan Bawaslu Sidoarjo juga diarahkan untuk memperluas pengalaman mahasiswa dalam memahami persoalan kepemiluan. Sejumlah kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain kuliah tamu, pendampingan Pemilu Raya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), KKN Tematik, serta program magang.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa dapat memperoleh kesempatan untuk belajar, berdiskusi, sekaligus memahami praktik kepemiluan dan pengawasan partisipatif secara lebih dekat. Bagi UNUSIDA, ruang pembelajaran semacam ini juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan yang berkembang di masyarakat.

Kolaborasi tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta kepedulian terhadap persoalan publik.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo Agung Nugraha menyampaikan bahwa pengawasan pemilu membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi. Menurutnya, kampus dapat menjadi ruang strategis untuk memperluas pemahaman kepemiluan sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif.

Agung juga menyebut sinergi dengan kalangan akademisi UNUSIDA dapat menjadi ruang pembelajaran praktis bagi mahasiswa, termasuk melalui KKN Tematik dan program magang.

Kerja sama tersebut hadir di tengah berbagai upaya Bawaslu Sidoarjo memperluas pendidikan demokrasi dan partisipasi masyarakat. Pada September 2026, Bawaslu Sidoarjo juga menjalankan kegiatan seperti Bawaslu Goes to School dan #KODESEPEKAN sebagai ruang dialog dan penguatan pemahaman demokrasi.

Melalui MoU tersebut, UNUSIDA berkomitmen menjadikan kampus sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa memahami persoalan publik dan mengambil bagian dalam kegiatan kemasyarakatan secara bertanggung jawab.

Sinergi dengan Bawaslu Sidoarjo diharapkan dapat menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus masyarakat. Penguatan literasi politik, pendidikan demokrasi, dan pengawasan partisipatif menjadi ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Dengan kolaborasi ini, mari bersama terus mendorong terwujudnya pendidikan yang berdampak, melalui pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam membangun kesadaran demokrasi di Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA saat menandatangani MoU dan PKS bersama Mitra Pegadaian (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan Pegadaian, Perkuat Sinergi dan Buka Peluang Layanan Keuangan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) Area Surabaya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait layanan Tabungan Emas dan Arrum Multiguna di Ruang Pertemuan Gedung B, Kampus UNUSIDA Lingkar Timur, Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).

Layanan Tabungan Emas menjadi salah satu bentuk akses investasi yang dapat dikenalkan kepada civitas akademika, sementara layanan Arrum Multiguna membuka peluang pemanfaatan layanan pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyampaikan bahwa kerja sama yang telah terjalin diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan. Menurutnya, penandatanganan MoU dan PKS bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu pembuka untuk menghadirkan manfaat nyata melalui implementasi program bersama.

“Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. MoU dan PKS yang telah disepakati harus dapat berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi civitas akademika UNUSIDA,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sebuah kemitraan akan memiliki arti lebih besar ketika diwujudkan dalam berbagai kegiatan dan program yang dapat dirasakan manfaatnya. Oleh karena itu, UNUSIDA berharap sinergi dengan Pegadaian dapat terus berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh civitas akademika.

Lebih lanjut, Dr. Hadi Ismanto berharap kolaborasi tersebut dapat turut mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan kampus. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki oleh civitas akademika dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan semakin beragamnya layanan keuangan.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap civitas akademika UNUSIDA dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai layanan keuangan sekaligus memiliki pemahaman yang baik dalam memanfaatkannya secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya.

Kerja sama antara UNUSIDA dan Pegadaian menjadi langkah strategis dalam mempertemukan potensi dunia pendidikan dengan dunia industri. Perguruan tinggi memiliki peran dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki wawasan luas, sementara dunia industri dapat menjadi mitra dalam memberikan pengalaman, pengetahuan, serta akses terhadap berbagai layanan yang relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks layanan keuangan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang pembelajaran bagi civitas akademika untuk mengenal lebih dekat berbagai pilihan dan layanan keuangan. Dengan meningkatnya pemahaman, mahasiswa dan civitas akademika diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, terukur, dan sesuai kebutuhan.

Penguatan literasi keuangan juga menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kemandirian. Pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan dapat membantu seseorang dalam merencanakan kebutuhan, menentukan prioritas, serta memanfaatkan layanan keuangan secara bertanggung jawab.

Melalui kemitraan ini, ia mendorong untuk dapat menghadirkan program-program yang memberikan nilai tambah bagi civitas akademika. Tidak hanya berorientasi pada kemudahan akses terhadap layanan, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat membuka kesempatan untuk berbagai kegiatan edukatif yang mampu memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas mahasiswa.

Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri juga memiliki peran penting dalam menjawab tantangan perkembangan zaman. Dunia pendidikan tidak dapat berjalan sendiri dalam mempersiapkan generasi yang siap menghadapi perubahan. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan wawasan yang lebih luas.

“Bagi kami, perluasan jejaring kemitraan menjadi salah satu upaya untuk terus menghadirkan peluang kolaborasi yang berdampak. Kerja sama dengan berbagai lembaga dan dunia industri diharapkan mampu mendukung pengembangan institusi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi civitas akademika,” ungkapnya.

Dengan adanya MoU dan PKS bersama Pegadaian, ia memiliki komitmen untuk membangun kerja sama yang saling menguatkan. Kesepakatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi lahirnya berbagai peluang kolaborasi baru di masa mendatang yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi kedua institusi. Ia optimistis dapat membangun kolaborasi yang saling memberikan manfaat sekaligus menciptakan peluang baru dalam mendukung pengembangan kapasitas dan kesejahteraan civitas akademika UNUSIDA di masa mendatang.

“Semoga ke depan kemitraan ini dapat terus tumbuh menjadi sinergi yang produktif dan berkelanjutan. Kolaborasi tidak hanya dimaknai sebagai sebuah kesepakatan formal, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkah nyata yang memberikan dampak positif bagi civitas akademika,” pungkasnya.

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar MONEV Bersama Mitra Pesantren Madura (Foto: Humas UNUSIDA)

Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Monitoring dan Evaluasi Kerja Sama dengan Pesantren di Madura

SIDOARJO — Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan agenda Monitoring dan Evaluasi (MONEV) bersama Mitra Pesantren Madura yang bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 5 Kampus II UNUSIDA, Rabu (29/4/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dekan Fakultas Ekonomi, Ketua dan Sekretaris Program Studi Akuntansi, serta perwakilan unit Kemahasiswaan dan Keuangan.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan komitmen institusi agar kolaborasi dengan dunia pesantren tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan dampak nyata bagi tata kelola keuangan serta pengembangan sumber daya manusia di kedua belah pihak.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III, H. Ali Masykuri, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya sinkronisasi antara capaian akademik dan pembentukan karakter mahasiswa melalui keterlibatan langsung di masyarakat. Ia menjelaskan pentingnya kerja sama lintas sektoral sebagai strategi dalam meningkatkan kualitas lulusan. Menurutnya, kolaborasi antara kampus, masyarakat, dan mitra eksternal menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan berdampak.

“Perlu adanya sinkronisasi antara capaian akademik dengan pembentukan karakter mahasiswa. Salah satunya melalui keterlibatan langsung mahasiswa di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program pengabdian dan kegiatan lapangan tidak hanya memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika di masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menekankan bahwa sinergi antara akademisi dan pesantren merupakan wujud nyata implementasi visi universitas, khususnya dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

“Sinergi akademisi dan pesantren adalah perwujudan visi universitas dalam pengabdian kepada umat. Kolaborasi ini penting untuk mendorong penguatan kapasitas lembaga pesantren, terutama dalam aspek tata kelola keuangan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan peran strategis Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam mendampingi pesantren agar mampu mengelola keuangan secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, pendampingan tersebut tidak hanya berorientasi pada penerapan standar akuntansi modern, tetapi juga tetap mempertahankan nilai-nilai khas pesantren sebagai identitas utama lembaga pendidikan keagamaan.

“Prodi Akuntansi memiliki peran krusial dalam mendampingi pesantren agar pengelolaan keuangannya sesuai standar, namun tetap selaras dengan nilai-nilai pesantren,” tambahnya.

Paparan tersebut diperkuat oleh Ketua Prodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.SA., dan Sekretaris Prodi, Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., yang memaparkan capaian program pendampingan, mulai dari penyusunan laporan keuangan pesantren hingga efektivitas program magang mahasiswa di sejumlah pesantren di Madura selama satu periode terakhir.

Masukan tersebut disambut positif oleh perwakilan Mitra Pesantren Madura yang berharap peningkatan durasi dan intensitas pendampingan, terutama dalam digitalisasi pencatatan keuangan unit usaha pesantren. Alhasil, seluruh pihak sepakat menyusun rencana aksi konkret sebagai tindak lanjut hasil evaluasi. Beberapa poin prioritas yang akan segera diimplementasikan meliputi pembaruan modul pelatihan akuntansi pesantren yang lebih aplikatif, pengembangan sistem monitoring berbasis digital, penyelenggaraan LKMM-TD bagi mahasiswa pesantren, serta penataan ulang koordinasi perkuliahan untuk menunjang pembelajaran luring.

Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan dokumen MONEV yang menandai babak baru penguatan kolaborasi antara UNUSIDA dan jaringan pesantren di Madura dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing.

Tangkapan Layar Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama UNUSIDA melalui Zoom Meeting (Foto: Humas UNUSIDA)

Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Tingkatkan Produktivitas dan Tata Kelola

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan fakultas, program studi, UPT, serta unit kerja di lingkungan UNUSIDA sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola kehumasan dan kerja sama institusi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I, menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas kerja sama yang tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi juga implementasi yang nyata dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antarunit.

“Harapan kami dengan adanya pertemuan ini adalah adanya peningkatan produktivitas kerja sama, baik dari sisi MoU maupun implementasinya. Selain itu, komunikasi antarunit juga harus semakin kuat dan terstruktur, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya standarisasi dalam penyusunan dokumen kerja sama agar memiliki keseragaman di seluruh unit. Menurutnya, draft kerja sama sebaiknya mengacu pada pedoman yang telah disusun oleh Biro Humas dan Kerja Sama, meskipun tetap memberi ruang fleksibilitas dalam kondisi tertentu.

Selain aspek kerja sama, Ali Masykuri juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas kehumasan dan keprotokoleran, seperti tata cara penyelenggaraan acara, standar pembukaan dan penutupan kegiatan, hingga kesiapan teknis yang seringkali dianggap sepele namun berdampak pada kualitas kegiatan. Ia juga mendorong adanya pendataan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan khusus, seperti MC, qori, maupun petugas protokol, agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam berbagai kegiatan kampus.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengelolaan media informasi kampus secara tertib dan terarah. Menurutnya, media publikasi seperti banner, poster, hingga promosi kegiatan harus diatur dengan baik agar tidak menimbulkan kesan semrawut dan tetap menjaga citra institusi.

“Media informasi harus dikelola dengan baik, tidak boleh ditempel sembarangan. Jika ada pihak yang ingin melakukan promosi di lingkungan kampus, maka harus diatur agar tetap tertib dan memberikan dampak positif bagi institusi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn., menjelaskan secara teknis terkait pedoman kerja sama yang berlaku di UNUSIDA. Ia menyampaikan bahwa terdapat tiga jenis dokumen utama dalam kerja sama, yaitu Memorandum of Understanding (MoU) sebagai kesepakatan antar institusi, serta dokumen turunan lainnya yang mengatur implementasi kerja sama.

Sonhaji menjelaskan bahwa pengajuan dokumen kerja sama kini dapat dilakukan secara lebih mudah melalui sistem digital, salah satunya melalui Google Form yang telah disediakan. Melalui sistem ini, unit kerja cukup mengisi data mitra, waktu pelaksanaan, serta jenis kerja sama yang akan dilakukan, kemudian akan diproses oleh Biro Humas dan Kerja Sama.

“Kami sudah menyiapkan sistem pengajuan yang lebih terstruktur. Nantinya semua pengajuan akan kami verifikasi dan koordinasikan bersama tim, termasuk dengan pimpinan universitas, agar prosesnya lebih efektif dan terdokumentasi dengan baik,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendataan kerja sama yang selama ini masih belum optimal. Berdasarkan data yang ditampilkan, masih terdapat sejumlah kegiatan kerja sama yang belum terdokumentasi dengan baik, terutama pada tahun 2026. Padahal, kegiatan seperti KKN, magang, maupun program praktik lapangan lainnya sebenarnya merupakan bagian dari implementasi kerja sama yang perlu didokumentasikan secara resmi.

“Seringkali kita melaksanakan kerja sama, tetapi tidak memiliki dokumen MoU atau MoA, atau bahkan tidak terdokumentasi sama sekali. Ini menjadi kendala saat akreditasi, karena yang dibutuhkan bukan hanya dokumentasi kegiatan, tetapi juga dokumen kerja sama yang sah,” ungkapnya.

Selain itu, Sonhaji juga memperkenalkan sistem pelaporan implementasi kerja sama serta layanan permohonan peliputan kegiatan oleh tim humas. Melalui sistem ini, setiap unit dapat mengajukan dokumentasi kegiatan tanpa harus melalui proses administrasi yang rumit, cukup dengan mengisi data kegiatan secara online. Semua hal tersebut dapat diakses disini

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan program Inspirasi Alumni, yang menjadi salah satu konten unggulan media sosial UNUSIDA. Program ini mengajak seluruh unit untuk berkontribusi mengirimkan data alumni berprestasi yang nantinya akan dipublikasikan secara berkala.

“Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman seluruh sivitas akademika terkait pentingnya tata kelola kehumasan dan kerja sama yang terintegrasi. Dengan adanya pedoman yang jelas serta sistem yang terstruktur, UNUSIDA optimis dapat meningkatkan kualitas kerja sama, memperkuat citra institusi, serta mendukung pencapaian akreditasi yang lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA Sambut Hangat Silaturahmi PC GP Ansor Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Sambut Silaturahmi PC GP Ansor Sidoarjo, Dorong Kolaborasi Nyata untuk Kader dan Mahasiswa

SIDOARJO — Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Hadi Ismanto, menyambut baik kunjungan dan silaturahmi jajaran Gerakan Pemuda Ansor Cabang Sidoarjo dalam kegiatan Ansor University Campus Tour yang digelar di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (23/2/2026).

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap kerja sama dengan organisasi kepemudaan, termasuk GP Ansor, selama kerja sama tersebut memiliki konsep yang jelas dan program yang konkret.

“Kerja sama itu prinsipnya sederhana, tuliskan apa yang mau dilakukan, programnya apa, lalu kita laksanakan bersama. Jangan hanya seremonial tanda tangan, tetapi harus ada dampak nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan perguruan tinggi harus mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya bagi kader muda Nahdlatul Ulama yang masih menghadapi tantangan ekonomi. Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang mobilitas sosial.

Dr. Hadi menjelaskan bahwa UNUSIDA telah menyiapkan berbagai skema bantuan bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi, mulai dari keringanan biaya hingga program dukungan pendidikan lainnya. Ia berharap kader Ansor dapat memanfaatkan peluang tersebut dan turut menyebarkan informasi kepada masyarakat luas.

Selain itu, ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam membangun kerja sama kelembagaan. Ia menyampaikan bahwa setiap program harus memiliki standar, perencanaan matang, serta komitmen bersama agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan pengalamannya dalam mendampingi berbagai perguruan tinggi dan pesantren di sejumlah daerah di Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan mampu bertahan di tengah tantangan zaman.

Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan organisasi seperti Ansor sangat penting untuk menciptakan kader profesional yang tidak hanya kuat secara ideologi, tetapi juga kompeten secara akademik dan ekonomi.

“Kampus ini rumah besar kita bersama. Kalau kita bangun bersama, maka manfaatnya juga akan dirasakan bersama. Karena itu, mari kita buat program yang realistis dan berdampak,” katanya.

Ia juga mendorong adanya sinergi dalam bidang pelatihan, pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kapasitas kader. Melalui kolaborasi tersebut, ia berharap dapat mampu menciptakan hubungan saling menguntungkan antara kampus dan organisasi kepemudaan.

“Semoga silaturahmi ini menjadi awal penguatan kemitraan strategis dalam membangun generasi muda yang unggul, mandiri, dan berdaya saing di masa depan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Choirul Mukminin, menegaskan bahwa arah gerakan Ansor ke depan tidak hanya berfokus pada penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga pada kemandirian kader dan organisasi melalui sektor ekonomi produktif.

Choirul menyampaikan apresiasi atas keterbukaan UNUSIDA dalam menerima kunjungan dan kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi ini dapat terus berlanjut dan menjadi model kolaborasi organisasi kepemudaan dengan perguruan tinggi di daerah lain.

“Kami bangga dengan keberadaan UNUSIDA sebagai kampus warga Nahdliyin di Sidoarjo. Semoga ke depan semakin banyak program bersama yang bisa memberikan manfaat nyata bagi kader, mahasiswa, dan masyarakat luas,” pungkasnya.

UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan JNE (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan JNE, Perkuat Link and Match Dunia Pendidikan dan Industri

SIDOARJO — Mengawali tahun 2026, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Selasa (27/1/2026). Kerja sama ini dilaksanakan melalui Fakultas Ekonomi UNUSIDA sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri.

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., didampingi Dekan Fakultas Ekonomi serta Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M. Kesepakatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi strategis yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Melalui kerja sama ini, JNE memperoleh akses terhadap talenta muda UNUSIDA dalam proses rekrutmen sumber daya manusia, sekaligus membuka peluang program magang bagi mahasiswa. Program tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman praktis sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja profesional.

Kepala Cabang JNE Sidoarjo, Ninil Indrasari, menjelaskan bahwa kerja sama antara JNE dan UNUSIDA sebelumnya telah terjalin dalam layanan pengiriman, kemudian berkembang ke berbagai aspek yang memberikan manfaat lebih luas, khususnya bagi mahasiswa.

“Kerja sama dengan institusi pendidikan merupakan salah satu bentuk dukungan JNE terhadap dunia pendidikan sekaligus tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa,” ujar Ninil.

Ia juga menambahkan, ke depan tidak menutup kemungkinan UNUSIDA menjadi salah satu jaringan titik layanan JNE guna memudahkan civitas akademika maupun masyarakat sekitar dalam kebutuhan pengiriman.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyambut baik terjalinnya kolaborasi ini. Menurutnya, kampus membuka peluang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengikuti program magang maupun kerja praktik sebagai sarana mengenal dunia industri secara langsung.

“Kerja sama ini tidak hanya memperluas jaringan dan koneksi antara akademisi dan pelaku industri, tetapi juga memberikan insight bagi pengembangan riset dan inovasi di bidang logistik serta peningkatan kualitas layanan. Bagi universitas, kolaborasi ini dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap kehadiran JNE di lingkungan kampus mampu menumbuhkan produktivitas serta semangat kewirausahaan mahasiswa. Sejumlah program JNE berpotensi dikolaborasikan dengan kampus, mahasiswa, maupun stakeholder terkait bisnis dan logistik, sehingga turut menggerakkan roda perekonomian.

“Kerja sama ini tidak sekadar bertujuan membangun brand awareness, melainkan menjadi wujud nyata semangat bergerak bersama untuk dunia pendidikan. Semoga kolaborasi ini dapat memberikan dampak signifikan bagi kedua belah pihak, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta inovasi di Indonesia,” pungkasnya.

UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan Akper Al Kautsar Temanggung (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan AKPER Al Kautsar Temanggung

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Akademi Keperawatan (AKPER) Al Kautsar Temanggung melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis dalam penguatan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan benchmarking dan penguatan jejaring antar-Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (14/1/2026).

Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa seluruh unit dan bagian di UNUSIDA siap menjadi mitra berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi.

“Silakan berdiskusi, digali apa yang benar-benar dibutuhkan. Semua bagian di UNUSIDA akan senantiasa dengan senang hati berbagi ilmunya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan kerja sama. Melalui komunikasi yang intens dan terbuka, sinergi antarinstitusi dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak menegaskan komitmen bersama untuk terus bersinergi, saling menguatkan, dan berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Kepala Bagian Kerja Sama Nasional UNUSIDA Nafia Ilhama Qurratu’aini, S.E., M.M., menjelaskan, kerja sama ini berfokus pada peningkatan sumber daya serta pengembangan kapasitas kelembagaan kedua institusi. Dalam kesepakatan tersebut, ruang lingkup kerja sama mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan potensi sumber daya lainnya sesuai kesepakatan para pihak.

Pada bidang pendidikan, kerja sama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan SDM secara bersama, penyediaan tenaga ahli, pelaksanaan seminar, lokakarya, serta diskusi kelompok terarah. Sementara itu, pada bidang penelitian, kedua institusi sepakat untuk mengembangkan kegiatan pengkajian dan diseminasi ilmu pengetahuan, seni, budaya, dan teknologi, termasuk penelitian pengembangan serta pengelolaan jurnal ilmiah.

Adapun dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kerja sama difokuskan pada pemberdayaan masyarakat berbasis riset partisipatoris serta penerapan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Ia berharap, kerja sama ini menjadi fondasi kuat bagi peningkatan mutu layanan pendidikan dan kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan serta pengabdian masyarakat.

“Pelaksanaan teknis kerja sama ini akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama (MoA) yang dapat dilaksanakan oleh unit, lembaga, atau pusat terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya di masing-masing institusi,” terangnya.

INISNU Temanggung Resmi Jalin Kerja Sama Strategis, Teken MoU dan MoA dengan UNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Komitmen Tumbuh Bersama, UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan INISNU Temanggung

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA). Penandatanganan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Benchmarking INISNU Temanggung dan penguatan jejaring antar-Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Rabu (14/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., meneguhkan komitmen bersama untuk membangun jejaring kolaboratif yang berkelanjutan, meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi, serta memperkuat kontribusi PTNU dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Pihaknya sangat menyambut positif kerja sama tersebut sebagai bagian dari komitmen bersama PTNU untuk tumbuh dan maju secara kolektif. Sinergi antarperguruan tinggi NU dinilai penting dalam menjawab tantangan global pendidikan tinggi serta memperkuat peran PTNU dalam melayani umat dan bangsa.

Ia menyampaikan bahwa seluruh unit dan bagian di UNUSIDA siap menjadi mitra berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi.

“Silakan berdiskusi, digali apa yang benar-benar dibutuhkan. Semua bagian di UNUSIDA akan senantiasa dengan senang hati berbagi ilmunya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan kerja sama. Menurutnya, pertukaran informasi tidak boleh berhenti pada forum formal semata, tetapi harus terus terjalin dalam kehidupan kelembagaan sehari-hari.

“Jangan lupa untuk saling bertukar nomor telepon, agar kita bisa terus meninjau perkembangan kedua institusi, saling berkabar, dan menyambung silaturrahmi,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan sumber daya manusia, serta pengembangan sistem penjaminan mutu internal. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terjadi pertukaran praktik baik dan penguatan kapasitas kelembagaan antar-PTNU.

Pihaknya mengaku telah banyak mengantongi banyak ilmu untuk segera merealisasikan berbagai hasil pembelajaran dan benchmarking kali ini. Menurutnya, hasil tersebut akan mulai diwujudkan dalam waktu dekat dan menjadi program prioritas (PR) pada tahun pertama kepemimpinannya.

Ia menyampaikan bahwa penguatan mutu layanan pendidikan menjadi fokus utama, khususnya melalui pemanfaatan aplikasi dan sistem digital sebagai solusi strategis dalam meningkatkan efektivitas tata kelola kampus.

“Tidak salah kami kesini, banyak ilmu dan pengalaman sudah kami kantongi. Tinggal bagaimana ini diwujudkan dalam langkah nyata. Salah satu solusinya adalah melalui penguatan sistem aplikasi, karena mau tidak mau perguruan tinggi hari ini harus berdiri di atas sistem yang kuat dan terukur,” terangnya.

Ia menilai bahwa kondisi keterbatasan justru harus dijadikan modal untuk berbenah, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Temanggung. “Dalam manajemen modern, lembaga pendidikan itu tidak boleh statis. Salah satu indikator lembaga yang sehat adalah terus bergerak, bertransformasi, dan belajar,” pungkasnya. (MY)