Dr. H. Ali Masykuri, S.Pd., M.Pd.I., dosen Program Studi PIAUD, sebagai Pengurus Harian Bidang Pendidikan, Olahraga, dan Kebudayaan dan Listin Fitrianah, S.P., M.Si., dosen Program Studi Teknik Lingkungan, turut dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan Forum TJSLP Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen UNUSIDA Dikukuhkan sebagai Pengurus Forum TJSLP Sidoarjo, Siap Dukung Pembangunan Daerah

SIDOARJO — Dua dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) mendapat kepercayaan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pengukuhan pengurus Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (29/10/2026).

Dua dosen UNUSIDA yang dikukuhkan yakni Dr. H. Ali Masykuri, S.Pd., M.Pd.I., dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), sebagai Pengurus Harian Bidang Pendidikan, Olahraga, dan Kebudayaan. Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA Listin Fitrianah, S.P., M.Si., dosen Program Studi Teknik Lingkungan, turut dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan Forum TJSLP Kabupaten Sidoarjo.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai salah satu instrumen pendukung pembangunan daerah.

H. Ali Masykuri yang juga sebagai Wakil Rektor 3 UNUSIDA tersebut menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyatakan kesiapan untuk menjalankan amanah tersebut dan berkontribusi dalam mendukung program pembangunan Kabupaten Sidoarjo, khususnya melalui penguatan bidang pendidikan, olahraga, dan kebudayaan.

Menurutnya, Forum TJSLP memiliki peran strategis sebagai ruang komunikasi, koordinasi, konsultasi, dan evaluasi berbagai program CSR perusahaan. Melalui forum tersebut, pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan diharapkan dapat lebih terarah dan selaras dengan prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

“Sinergi antara unsur pendidikan, korporasi, dan pemerintah daerah menjadi penting agar program CSR tidak berjalan secara parsial, melainkan mampu memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.

Keterlibatan dosen UNUSIDA dalam kepengurusan Forum TJSLP juga memperkuat komitmen perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih luas dalam pembangunan daerah. Kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Wakil Sekretaris PCNU Sidoarjo tersebut, menjelaskan bahwa UNUSIDA memiliki potensi untuk mendorong akuntabilitas dan keterbukaan dalam perencanaan serta evaluasi program kerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo. Keterlibatan akademisi diharapkan dapat membantu memastikan bahwa program-program CSR memiliki arah yang jelas, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, perguruan tinggi dapat mengambil peran sebagai pusat pemecahan masalah (problem solver) dengan mengarahkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk menjawab persoalan nyata di daerah, seperti pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, pengurangan angka pengangguran, hingga persoalan lingkungan.

“Pengembangan teknologi tepat guna dan inovasi lokal juga menjadi peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan. Melalui kompetensi akademik dan riset dosen, perguruan tinggi dapat menghadirkan gagasan serta solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk dalam pengelolaan lingkungan, energi terbarukan, serta pembangunan berkelanjutan,” terangnya.

Ia berharap, melalui forum ini akan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri. “Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi UNUSIDA untuk memperluas kontribusi kelembagaan dalam pembangunan daerah, sekaligus mewujudkan peran kampus sebagai mitra strategis, pusat inovasi, dan agen perubahan yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Sidoarjo,” pungkasnya.

Dekan FAI UNUSIDA Saat Menyampaikan sambutan saat Pembukaan Workshop dan Pelepasan PLP dan KKN Tematik 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI UNUSIDA Gelar Workshop dan Pelepasan Mahasiswa PLP serta KKN Tematik 2026

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Workshop dan Pelepasan Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) serta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Hall Lantai 5 Gedung A, Rabu (28/10/2026).

Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, menegaskan bahwa PLP dan KKN Tematik merupakan bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa, khususnya dalam mempersiapkan calon pendidik yang kompeten, profesional, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori dan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan melalui praktik langsung di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan PLP memiliki sejumlah persyaratan akademik yang harus dipenuhi mahasiswa. Salah satunya adalah kelulusan mata kuliah microteaching sebagai bekal keterampilan dasar sebelum terjun ke sekolah.

“PLP bisa dilaksanakan apabila mahasiswa telah dinyatakan lulus mata kuliah microteaching. Mata kuliah ini menjadi salah satu bekal penting agar mahasiswa siap melaksanakan praktik pembelajaran di sekolah,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa mahasiswa telah memperoleh berbagai materi pendukung sejak semester awal, di antaranya teori belajar dan pembelajaran, psikologi perkembangan anak, microteaching, serta mata kuliah keahlian sesuai program studi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara nyata selama menjalani PLP.

Feri juga mengingatkan bahwa tugas seorang guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi di dalam kelas. Guru harus mampu merencanakan pembelajaran secara menyeluruh, mulai dari menyiapkan perangkat pembelajaran, menentukan metode dan model pembelajaran, hingga menyusun evaluasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Dalam praktiknya, mahasiswa juga perlu memahami perbedaan pendekatan pembelajaran untuk siswa kelas rendah, yakni kelas I hingga III, dan kelas tinggi, yakni kelas IV hingga VI. Pemahaman terhadap tahap perkembangan anak menjadi dasar untuk menentukan strategi pembelajaran yang efektif.

Selain kesiapan akademik, Feri menekankan pentingnya kedisiplinan, etika, dan tanggung jawab selama mahasiswa menjalani praktik di sekolah mitra. Ia meminta seluruh peserta menjaga nama baik fakultas, program studi, dan universitas.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak datang terlambat, meninggalkan kelas tanpa izin, atau meninggalkan lingkungan sekolah tanpa persetujuan pihak yang berwenang.

“Jaga nama baik fakultas dan program studi kita. Jangan terlambat, jangan meninggalkan kelas saat praktik, dan jangan meninggalkan sekolah tanpa kesepakatan dengan pimpinan atau kepala sekolah,” pesannya.

Menurutnya, PLP bukan sekadar kesempatan untuk mengajar, tetapi juga menjadi sarana mengenal lingkungan sekolah secara menyeluruh. Mahasiswa diharapkan aktif mengikuti berbagai kegiatan, seperti rapat guru, memahami program sekolah, mengamati karakter peserta didik, serta belajar menghadapi persoalan yang muncul dalam proses pembelajaran.

Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai budaya kerja guru, pengelolaan kelas, dan upaya mendampingi siswa yang mengalami kesulitan belajar.

Feri juga menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memanfaatkan waktu pelaksanaan PLP secara optimal. Kegiatan praktik tidak boleh hanya berfokus pada jumlah pertemuan mengajar, tetapi juga mencakup persiapan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan sekolah, dan refleksi terhadap pengalaman yang diperoleh.

“Jalani seluruh aktivitas PLP dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya, baik melalui praktik mengajar maupun kegiatan lain yang ada di sekolah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Feri turut mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan kebutuhan teknis sebelum berangkat ke lokasi penempatan. Mahasiswa diminta mempelajari rute perjalanan, memperkirakan waktu tempuh, serta mengantisipasi kemungkinan kemacetan agar dapat tiba tepat waktu. Kesiapan tersebut dinilai sebagai bagian dari pembentukan sikap profesional yang harus dibiasakan sejak mahasiswa menjalani praktik lapangan.

Lebih lanjut, Feri berharap mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis di lapangan. Mahasiswa juga diharapkan dapat menunjukkan sikap disiplin, adaptif, serta mampu membangun hubungan baik dengan pihak sekolah dan masyarakat.

“Pelaksanaan PLP dan KKN Tematik menjadi bagian dari komitmen FAI UNUSIDA dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, karakter yang kuat, dan kepedulian sosial. Dengan bekal ilmu, kesiapan mental, serta semangat pengabdian, dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mampu memberikan kontribusi positif bagi sekolah dan masyarakat sekaligus membawa nama baik UNUSIDA,” pungkasnya.

Kegiatan Hari Santri 2026 Kelompok 3 FKIP UNUSIDA Mengajar. (Foto: Humas UNUSIDA)

Peringati Hari Santri 2026, FKIP UNUSIDA Mengajar Kelompok 3 Hadirkan Pembelajaran Kreatif di SDN Sekardangan

SIDOARJO — Kelompok 3 FKIP UNUSIDA Mengajar melaksanakan serangkaian kegiatan edukatif, kreatif, dan bernilai keagamaan di SDN Sekardangan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Kegiatan ini menjadi upaya untuk menanamkan nilai-nilai religius sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi para murid.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel peringatan Hari Santri Nasional yang petugasnya berasal dari anggota FKIP UNUSIDA Mengajar Kelompok 3. Pelaksanaan apel menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta mengenalkan makna peringatan Hari Santri kepada murid sejak dini.

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan Al-Banjari oleh murid SDN Sekardangan. Penampilan tersebut menjadi bentuk kecintaan terhadap seni Islami sekaligus sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui lantunan selawat. Suasana kegiatan berlangsung dengan semangat kebersamaan, memperlihatkan keterlibatan aktif murid dalam memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional.

Ketua Kelompok 3 FKIP UNUSIDA Mengajar, Agus Sofyan Munir, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai peringatan seremonial, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan proses pembelajaran di sekolah. Melalui kegiatan yang beragam, murid diharapkan dapat memahami semangat Hari Santri sekaligus mengembangkan potensi diri melalui aktivitas kreatif.

Usai rangkaian kegiatan bersama, para murid mengikuti pembelajaran kreatif di kelas masing-masing sesuai dengan jenjang pendidikan. Setiap kegiatan dirancang untuk melatih keterampilan, mengembangkan kreativitas, serta membangun pengalaman belajar yang sesuai dengan usia murid.

Murid kelas I mengikuti kegiatan membuat kolase bergambar masjid. Dalam aktivitas ini, murid menyusun dan menempelkan berbagai bahan untuk membentuk gambar masjid. Selain mengenalkan salah satu simbol penting dalam kehidupan umat Islam, kegiatan tersebut juga bertujuan melatih kreativitas, koordinasi tangan dan mata, serta keterampilan motorik halus.

Sementara itu, murid kelas II dan III mengikuti kegiatan membuat karya pop-up bertema Hari Santri. Kegiatan diawali dengan mewarnai gambar, kemudian dilanjutkan dengan menyusun dan membentuk gambar menjadi karya pop-up yang menarik. Melalui aktivitas ini, murid diajak mengekspresikan kreativitas sekaligus melatih ketelitian, kesabaran, dan kemampuan mengikuti tahapan pengerjaan.

Adapun murid kelas V dan VI mengikuti kegiatan literasi kreatif berupa pembuatan karangan cerita berseri bertema keagamaan. Sebelum menyusun cerita, murid terlebih dahulu mewarnai gambar yang akan digunakan sebagai ilustrasi pendukung. Selanjutnya, mereka mengembangkan gagasan menjadi cerita berseri dengan memperhatikan alur dan keterkaitan antarbagiannya.

Kegiatan literasi tersebut memberikan ruang bagi murid untuk menuangkan imajinasi, mengembangkan kemampuan menulis, serta menyampaikan pesan-pesan positif melalui cerita. Tema keagamaan yang diangkat juga diharapkan dapat membantu murid mengenali dan memahami nilai-nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Santri Nasional di SDN Sekardangan tidak hanya berfokus pada pengenalan tradisi keagamaan, tetapi juga mengintegrasikan aspek kreativitas, literasi, dan pembentukan karakter. Perbedaan aktivitas pada setiap jenjang kelas menjadi upaya untuk menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan murid.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, murid diajak untuk belajar secara aktif, berani mengekspresikan gagasan, serta bekerja dengan penuh tanggung jawab. Aktivitas kolase, pembuatan pop-up, dan penulisan cerita berseri juga menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan yang mendukung proses belajar mereka di sekolah.

Selain memberikan pengalaman belajar kepada murid, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anggota FKIP UNUSIDA Mengajar Kelompok 3 untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan kependidikan secara langsung. Interaksi dengan murid memberikan pengalaman dalam merancang aktivitas pembelajaran yang kreatif, komunikatif, dan menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, FKIP UNUSIDA Mengajar Kelompok 3 berharap para murid SDN Sekardangan memperoleh pengalaman belajar yang berkesan sekaligus semakin memahami nilai-nilai Hari Santri Nasional, seperti religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat menuntut ilmu.

Peringatan Hari Santri Nasional pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui berbagai kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan murid. Dengan memadukan nilai keagamaan dan pembelajaran kreatif, semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada perayaan, tetapi terus tumbuh dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

UKM Teater Sae UNUSIDA meraih penghargaan Munali Patah Award 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

Membanggakan! UKM Teater SAE UNUSIDA Raih Munali Patah Award 2026, Teguhkan Kiprah Seni Mahasiswa

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater SAE Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) meraih penghargaan dalam ajang Munali Patah Award 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Festival Munali Patah 2026 yang berlangsung di kawasan Paseban Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (17/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dekesda memberikan Munali Patah Award kepada 67 penerima sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi para pelaku seni dalam menjaga, mengembangkan, dan melestarikan kesenian daerah.

Ketua UKM Teater SAE UNUSIDA, M. Agus Muhsinin, mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi untuk terus mengembangkan kreativitas mahasiswa melalui seni pertunjukan.

Menurutnya, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi anggota Teater SAE, tetapi juga menjadi motivasi untuk memperluas ruang ekspresi dan menghadirkan karya seni yang memiliki nilai artistik serta relevansi dengan kehidupan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas pertunjukan, dan menjadikan seni sebagai ruang ekspresi sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aktivitas seni di lingkungan perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi ekosistem kebudayaan. Melalui proses latihan, eksplorasi gagasan, dan kolaborasi, mahasiswa dapat mengasah kreativitas, kedisiplinan, serta kepekaan terhadap persoalan sosial.

Bagi Teater SAE, seni pertunjukan bukan sekadar sarana hiburan, melainkan juga media untuk menyampaikan pesan, merefleksikan realitas sosial, dan memperkaya perspektif masyarakat.

Munali Patah Award 2026 merupakan bagian dari upaya memberikan apresiasi kepada insan seni dalam ekosistem kebudayaan Sidoarjo. Penghargaan tersebut hadir bersamaan dengan Festival Munali Patah 2026 yang mengusung tema ‘Menghidupkan Tradisi, Menyatukan Generasi’. Tema tersebut menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan seni tradisi sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam merawat warisan budaya.

Festival ini turut dimeriahkan dengan beragam pertunjukan seni, mulai dari sastra, musik angklung, musik keroncong, hingga Tari Remo Munali Patah yang melibatkan sekitar 600 penari dari berbagai daerah.

Rangkaian pertunjukan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi seniman, komunitas, dan masyarakat untuk saling mengenal serta mengapresiasi keberagaman ekspresi budaya.

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan dinilai penting untuk menjembatani nilai-nilai tradisi yang diwariskan generasi terdahulu dengan kreativitas yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Alhamdulillah, UKM Teater SAE UNUSIDA selama ini menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, mengolah gagasan, dan membangun kepekaan sosial melalui seni pertunjukan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus berharap raihan Munali Patah Award 2026 ini menjadi langkah penting bagi Teater SAE UNUSIDA untuk memperkuat eksistensi komunitas seni mahasiswa. Penghargaan ini sekaligus menjadi penyemangat untuk meningkatkan kualitas karya, memperluas jejaring dengan komunitas seni, serta berkontribusi dalam kehidupan kebudayaan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Baginya, prestasi mahasiswa dalam bidang seni dan budaya merupakan bagian dari pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, membangun karakter, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Semoga capaian ini akan terus melahirkan karya-karya kreatif yang inspiratif serta mampu memperkuat kontribusi mahasiswa dalam memajukan seni dan budaya Indonesia. Menjadi penyemangat untuk terus berproses, berkarya, dan mengambil bagian dalam perjalanan kebudayaan. Dengan semangat tersebut, Teater SAE UNUSIDA berkomitmen menjadikan seni pertunjukan sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto bersama Ketua HIPSI Sidoarjo, FIdi Handoko Usai Penandatanganan MoU. (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan HIPSI Sidoarjo, Perkuat Ekosistem Wirausaha Santri

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo sebagai upaya memperkuat pengembangan kewirausahaan di kalangan santri dan generasi muda. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam mewujudkan kampus wirausaha muda yang mendorong mahasiswa mengenali potensi diri, mengembangkan kreativitas, dan menciptakan peluang usaha.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun jiwa kewirausahaan. Menurutnya, mahasiswa dan santri perlu dipersiapkan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan menciptakan peluang ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital.

Ia berharap kerja sama ini dapat mendorong lahirnya berbagai inisiatif pengembangan usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan jejaring kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan santri.

“Semoga kerja sama dengan HIPSI Sidoarjo ini membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa menjadi wadah untuk menempa diri, mengenali bakat dan potensi, serta memperoleh wawasan mengenai dunia usaha. Melalui kolaborasi tersebut, UNUSIDA berupaya menghubungkan proses pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital,” jelasnya.

Hadi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membuka ruang yang semakin luas bagi generasi muda untuk berinovasi. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk mencoba, mengembangkan gagasan, dan mengubah potensi yang dimiliki menjadi produk atau layanan yang bermanfaat.

Ia selalu berupaya meneguhkan komitmen UNUSIDA sebagai kampus yang mendorong tumbuhnya wirausaha muda. Dengan memadukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan inovasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang mandiri sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ekonomi umat di era digital.

“Komitmen tersebut sejalan dengan upaya UNUSIDA membangun lingkungan kampus yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mandiri, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua HIPSI Sidoarjo, Fidi Handoko, S.E., S.Pd., menegaskan pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri dan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Kolaborasi ini juga menjadi langkah untuk memperluas peran santri dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Santri diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tandasnya.

Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam penguatan ekonomi umat. Bekal ilmu pengetahuan dan akhlak yang dimiliki perlu diiringi dengan keberanian berinovasi, keterampilan mengelola usaha, serta kemampuan membaca peluang pasar.

Fidi menilai, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi pengusaha santri dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal praktik kewirausahaan secara lebih luas. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga terdorong mengembangkan gagasan usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Santri harus berilmu dan berani berinovasi untuk menguatkan ekonomi umat,” tuturnya.

Plt Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Spesial Hari Santri 2026 oleh HIPSI Sidoarjo. (Foto: Humas UNUSIDA)

Plt. Rektor UNUSIDA Dorong Santri Jadi Kreator dan Wirausahawan Digital

SIDOARJO — Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., mendorong santri dan generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi kreator dan wirausahawan digital. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Spesial Hari Santri 2026 oleh Himma Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, seperti Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU, hingga mahasiswa UNUSIDA. Keterlibatan lintas organisasi ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan dan mendorong kolaborasi dalam pengembangan kewirausahaan di kalangan santri dan generasi muda.

Mengawali penyampaiannya, Hadi mengajak mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik serta para pimpinan yang akan mendampingi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di UNUSIDA. Menurutnya, lingkungan kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan menghadapi perubahan zaman.

Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi perlu disikapi dengan kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan berinovasi. Santri, menurutnya, memiliki peluang untuk mengambil peran lebih luas dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana menciptakan produk, membangun usaha, dan menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Kita harus dapat mengendalikan Artificial Intelligence (AI), jangan sampai kita yang dimanfaatkan. Teknologi ini yang harus kita manfaatkan untuk mendukung proses belajar sekaligus membuka peluang pengembangan produk dan layanan digital,” jelasnya.

Hadi menjelaskan, salah satu platform yang dapat dimanfaatkan adalah Quriosity, yakni platform berbasis AI yang dirancang untuk membuat kursus atau materi pembelajaran secara instan dan personal berdasarkan topik yang diinginkan pengguna.

Menurutnya, pemanfaatan platform semacam ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana konsumsi informasi, tetapi juga dapat membantu seseorang menghasilkan materi, mengembangkan pengetahuan, dan menciptakan produk digital sesuai kebutuhan pengguna.

“Santri dan mahasiswa harus mengenali potensi teknologi serta menggunakannya secara produktif. Kemampuan memanfaatkan AI perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap kebutuhan pasar, kreativitas, dan kemampuan mengembangkan ide menjadi produk yang memiliki nilai guna,” tandasnya.

Dalam konteks kewirausahaan, ia menjelaskan bahwa penguasaan teknologi juga perlu disertai strategi yang tepat. Pemahaman terhadap data pasar, identifikasi kebutuhan konsumen, serta keberanian memulai usaha menjadi bagian penting dalam membangun bisnis digital yang berkelanjutan.

Semangat Hari Santri 2026 menjadi pengingat bahwa kontribusi santri terhadap bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk inovasi teknologi dan kewirausahaan. Dengan bekal ilmu, akhlakul karimah, kreativitas, serta kemandirian, santri diharapkan mampu menjadi pelaku perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pihaknya akan terus mendorong lahirnya generasi santri yang tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi berani menciptakan karya, membangun usaha, dan mengambil peran dalam penguatan ekonomi digital menuju Indonesia Emas.

“Santri harus memiliki wawasan luas mengenai peluang ekonomi di era digital. Santri masa kini tidak hanya memiliki keunggulan dalam ilmu agama dan akhlak, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja,” tuturnya.

Ketua HIPSI Sidoarjo Fidi Handoko, S.E., S.Pd. saat menjadi narasumber dalam Seminar Spesial Hari Santri Nasional Tahun 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA dan HIPSI Sidoarjo Hadirkan Seminar Spesial Hari Santri 2026, Bahas Peluang Bisnis Produk Digital

SIDOARJO — Himma Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menghadirkan Seminar Spesial Hari Santri 2026 bertema ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas: Sharing Sukses Bisnis Produk Digital Zaman Now’ di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus II UNUSIDA, Sidoarjo, Selasa (20/10/2026).

Hadir sebagai narasumber, Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.; Founder Santripreneur Academy Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, M.S.M.; serta Ketua HIPSI Sidoarjo Fidi Handoko, S.E., S.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua HIPSI Sidoarjo, Fidi Handoko, S.E., S.Pd., menegaskan pentingnya mendorong santri dan generasi muda untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan seminar kewirausahaan yang menjadi ruang inspirasi bagi peserta untuk mengenal peluang usaha di era modern.

Menurut Fidi, perkembangan teknologi digital membuka berbagai peluang bagi santri untuk membangun usaha, mengembangkan produk, serta memperluas jangkauan pasar. Karena itu, santri perlu membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Ia berharap, melalui seminar tersebut, peserta dapat memperoleh wawasan dan pengalaman mengenai pengembangan bisnis produk digital, strategi membangun usaha di era modern, serta peluang santri untuk berkontribusi dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

“Seminar ini menjadi ruang inspirasi bagi santri dan generasi muda untuk mengenal peluang usaha di era digital sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang inovatif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.

Fidi menambahkan, pengembangan kewirausahaan di kalangan santri perlu didukung melalui kolaborasi berbagai pihak. Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pengetahuan, membangun jejaring usaha, serta mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam perkembangan ekonomi digital. Bekal ilmu agama dan akhlak yang dimiliki perlu diiringi dengan kemampuan berinovasi, keberanian mengambil peluang, serta keterampilan mengelola usaha.

“Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya mendorong santri agar tidak hanya unggul dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga mampu berinovasi, berwirausaha, serta mengambil peran dalam perkembangan ekonomi digital,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa penguatan kemandirian ekonomi santri merupakan bagian penting dari upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Melalui kewirausahaan, ini menekankan santri tidak hanya mampu menciptakan peluang bagi dirinya sendiri, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Momentum Hari Santri 2026 kali ini menjadi kesempatan untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa. Semangat perjuangan santri perlu diwujudkan melalui kreativitas, kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia berharap semakin banyak santri yang berani memulai usaha, mengembangkan produk digital, serta menjadi generasi mandiri yang mampu menjawab tantangan ekonomi di era transformasi teknologi.

“Santri harus mampu mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia Emas melalui pengembangan usaha yang inovatif dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah,” terangnya.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, seperti Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU, hingga mahasiswa UNUSIDA.

Sekretaris Prodi Akuntansi UNUSIDA Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., saat memberikan hadiah bagi pemenang Himaksi Badminton Cup 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Akuntansi UNUSIDA Sukses Gelar Badminton Cup 2026, Jadi Wadah Kompetisi Sehat Pelajar se-Jawa Timur

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar HIMAKSI Badminton Cup 2026 kategori pemula dan remaja se-Jawa Timur di GOR Badminton Langgeng Jaya, Sidoarjo, Sabtu–Ahad (17–18/10/2026).

Turnamen ini mempertandingkan empat kategori, yakni ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan tunggal putra. Ajang tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, serta berkompetisi secara sehat dalam bidang olahraga bulu tangkis.

Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely, menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah, khususnya dalam menjangkau pelajar sebagai calon mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan UNUSIDA dan Program Studi Akuntansi kepada masyarakat luas melalui kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.

Selain itu, HIMAKSI Badminton Cup 2026 menjadi sarana bagi anggota organisasi mahasiswa (ormawa) untuk meningkatkan keterampilan nonakademik atau soft skills. Mulai dari manajemen acara, kepemimpinan, kerja sama tim, pencarian sponsor, hingga kemampuan menyelesaikan berbagai tantangan selama pelaksanaan kegiatan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan potensi dan prestasinya. Kami juga ingin mengajak generasi muda menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga, mengurangi ketergantungan pada gawai, serta menjauhi pergaulan negatif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penyelenggaraan aktivitas olahraga yang bermanfaat bagi generasi muda.

“Kompetisi ini menjadi agenda rutin kami untuk terus menghadirkan program kreatif, kompetitif, dan bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berkarakter,” jelasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, turut memberikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras pengurus HIMAKSI yang mampu menyelenggarakan turnamen dengan melibatkan peserta dari luar kampus.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi organisasi, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan mengelola kegiatan berskala eksternal.

Kemandirian mahasiswa dalam merancang konsep kegiatan, mengupayakan pendanaan, membangun jejaring, hingga melaksanakan acara menjadi pengalaman berharga yang dapat menunjang kesiapan mereka menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

“Semoga melalui HIMAKSI Badminton Cup 2026 ini semakin banyak mahasiswa yang berani berinovasi dan menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata. Ajang ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet muda berprestasi di Jawa Timur,” harapnya.

Berikut daftar juara berdasarkan hasil kompetisi yang tercantum dalam dokumen penyelenggara.

1. GRI

  • Juara 1: Ainun Azizah + Aisyah Yusito Zifana

  • Juara 2: Adelia Dwi Putri Hariyanto + Mariatul Qibtiah

  • Juara 3: Ersya Pricilla Putri + Naura Windy Khairunnisa

  • Juara 3: Ayasha Machiko Lituhayu Albasia + Shafa Nur Ramadhani

2. GRA

  • Juara 1: Mochammad Akbar Bahi Ibrahim + Yudhistira Aditya Rafa

  • Juara 2: Maulud Cesar Aya Rabbany + Ricardo Yoga Pamungkas

  • Juara 3: Nohan Arya Saputra + Restu Muhammad Singgih

  • Juara 3: Moch Ferry Adliyansyah + Nurul Rahman

3. GRC

  • Juara 1: Tsabitha Aurel Hertanto + Mohammad Al Rubby Bahy

  • Juara 2: Ananda Philip R + Queena Qonita Altair

  • Juara 3: Pandhita Rafif Raditya Anwar + Shafa Nur Ramadhani

4. TRA

  • Juara 1: M. Al Rubby Bahy

  • Juara 2: Pandhita Rafif R A

  • Juara 3: Tanazzul Kenzo Jibril

  • Juara 3: Airlangga Wiradhana

5. GPI

  • Juara 1: Damaris Kayla Widagdo + Vallen Esa Maulinda

  • Juara 2: Bintang Raisa Fahrani + Nadhila Dzakirotul Faizzah

  • Juara 3: Ails yah Alif Kanaya + Aisyah Bilqis Prisanita Assyfa

  • Juara 3: Azza Amira Mecca + Syafira Rahma Wardani

6. GPA

  • Juara 1: Ahmad Haikal A + Deva Dhamara Septiyano Adithian Vasu

  • Juara 2: Arjuna Arya Putra + Muhammad Bimasakti Djuking Bawana

  • Juara 3: Kenzo Arsakha Mahardika + Reno Diar Aryananda

  • Juara 3: Al mair Gilbert Harry Darvesh + Gamaliel Rapha Santoso

7. GPC

  • Juara 1: Almair Gilbert Harry Darvesh + Aurelia Charn Lebertina Bekak

  • Juara 2: Bilfaqih Rey Alteza + Maritza Akma Labibah

  • Juara 3: Nizam Haidar Alfauzi + Bintang Raisa Fahrani

  • Juara 3: Asyraf Faris Alfarizi + Damaris Kayla Widagdo

8. TPA

  • Juara 1: Krisna Huda Athaillah

  • Juara 2: M. Rakha Al Fahri

  • Juara 3: Naufal Fadhila M

  • Juara 3: Puncak Banyu Lazuardi

Wakil Rektor II UNUSIDA Resmi Menandatangani Kerja Sama dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI). (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan IKPI, Perkuat Pendidikan dan Kompetensi Perpajakan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam acara Seminar Perpajakan bertema Update Peraturan PPh dan PPN Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aston, Jalan Kahuripan Raya Kav. 14, Entalsewu, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jum’at (16/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, UNUSIDA diwakili oleh Wakil Rektor II, Dr. Ana Christanti. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi perpajakan, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan sumber daya dan potensi yang dimiliki kedua belah pihak untuk mendukung pengembangan kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perpajakan.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi bidang pendidikan; inovasi, hilirisasi, dan pengembangan sumber daya manusia; pengabdian kepada masyarakat; pelaksanaan sertifikasi Brevet A dan B; kegiatan praktisi mengajar; program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM); serta bidang lain yang disepakati bersama.

Turut hadir mendampingi Wakil Rektor II UNUSIDA, Kaprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A., dan dosen UNUSIDA, Dr. Erlina Tri Rohmiatum.

Ia menyebut, melalui kerja sama ini dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa, khususnya Program Studi Akuntansi, untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui keterlibatan praktisi perpajakan dalam kegiatan akademik, mahasiswa diharapkan mampu memahami perkembangan regulasi sekaligus mengaplikasikan pengetahuan perpajakan secara profesional.

Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari upaya UNUSIDA memperluas jejaring kemitraan dengan dunia profesi dan industri. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi diwujudkan melalui program nyata yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

“Kami terus mendorong pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang adaptif terhadap perkembangan regulasi dan kebutuhan profesional, sekaligus mempersiapkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” jelasnya.

Ketua Umum IKPI, Vaudy Starworld, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyatakan kesepakatan untuk berkolaborasi dengan UNUSIDA dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga UNUSIDA dapat menjadi mitra strategis IKPI dalam memperluas peran konsultan pajak agar semakin dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi perpajakan dapat berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman serta kesadaran masyarakat mengenai kewajiban perpajakan,” harapnya.

pengurus KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA Resmi Dilantik oleh Wakil Rektor 2 UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd. (Foto: Humas UNUSIDA)

Pengurus KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA 2026–2027 Resmi Dilantik, Perkuat Demokrasi Kampus Berintegritas

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan pelantikan pengurus Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Mahasiswa (Bawaslu-M) periode 2026–2027 di Hall Lantai 5 UNUSIDA, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru dalam mengemban amanah sekaligus memperkuat praktik demokrasi yang berintegritas dan bertanggung jawab di lingkungan kampus.

Ketua pelaksana, Fahrul Syah Alam, menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mempersiapkan pengurus baru agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi dengan baik.

Ia menegaskan, pelantikan tersebut merupakan langkah awal dalam mengembangkan amanah demi terwujudnya demokrasi kampus yang menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, Fahrul menyampaikan terima kasih kepada pimpinan universitas, pihak terkait, Presiden Mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia juga mengapresiasi kerja sama dan kontribusi seluruh panitia dalam mempersiapkan acara pelantikan.

“Demokrasi kampus harus dapat menjadi ruang pembelajaran bagi lahirnya pemimpin mahasiswa yang amanah, berintegritas, dan mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan universitas,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, dalam sambutannya menekankan pentingnya kejujuran, keikhlasan, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilihan mahasiswa.

Menurutnya, pengurus KPU-M dan Bawaslu-M yang baru diharapkan mampu membawa suasana demokrasi kampus yang lebih segar, jujur, serta berorientasi pada kepentingan bersama.

“Harus ada kejujuran, ada keikhlasan untuk bekerja dan mengabdi kepada kampus. Untuk itu, kepengurusan yang baru ini diharapkan bisa membawa angin demokrasi yang lebih segar, lebih berkomitmen, dan lebih jujur di kampus yang kita cintai,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa KPU-M memiliki peran penting dalam menyelenggarakan proses pemilihan pemimpin mahasiswa. Sementara itu, Bawaslu-M bertugas mengawasi jalannya proses demokrasi agar berlangsung sesuai dengan prinsip dan ketentuan yang berlaku.

Dr. Ana juga mengingatkan agar seluruh pengurus menghindari praktik-praktik yang dapat mencederai nilai demokrasi, termasuk upaya memengaruhi pilihan melalui pendekatan yang tidak semestinya.

Menurutnya, hal-hal yang terlihat sederhana sekalipun perlu menjadi perhatian agar proses pemilihan mahasiswa tetap berlangsung secara jujur, adil, dan transparan.

“Jangan sampai hal-hal kecil yang dapat mencederai demokrasi itu terjadi. Kita ingin mahasiswa UNUSIDA benar-benar belajar berdemokrasi dengan baik,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Ana turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus KPU-M dan Bawaslu-M periode sebelumnya atas pengabdian yang telah diberikan. Ia juga mengucapkan selamat bertugas kepada kepengurusan periode 2026–2027.

“Kami harap, pelantikan ini menjadi awal bagi penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan di UNUSIDA. Melalui peran KPU-M dan Bawaslu-M, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan integritas dalam praktik organisasi,” pungkasnya.