Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Gelar pembelajaran Bahasa Inggris secara rutin setiap hari Senin di SDN Kedungpandan 1. (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Gelar Pembelajaran Bahasa Inggris Rutin di SDN Kedungpandan

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) terus berupaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris secara rutin setiap hari Senin di SDN Kedungpandan 1, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dalam mengenalkan Bahasa Inggris sejak dini melalui metode pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA, Widya Afifuddina, menjelaskan bahwa program tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bekal siswa dalam menghadapi perkembangan zaman. Kemampuan berbahasa Inggris dinilai dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengakses informasi, mengembangkan wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Menurut Widya, pengenalan bahasa Inggris sejak usia dini perlu dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Pembelajaran tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga perlu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan agar siswa merasa nyaman ketika mengenal bahasa baru.

“Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, program ini bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan siswa terhadap bahasa Inggris, juga menumbuhkan generasi muda yang lebih percaya diri, terbuka terhadap pengetahuan baru, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Upaya sederhana yang dilakukan secara konsisten menjadi langkah berarti dalam membangun fondasi pendidikan yang lebih baik bagi masa depan,” jelasnya.

Melalui program ini, tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA terlibat langsung dalam memberikan materi bahasa Inggris dasar kepada para siswa SDN Kedungpandan 1. Materi pembelajaran disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan siswa sekolah dasar sehingga dapat dipahami secara bertahap.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena siswa pada usia sekolah dasar masih berada dalam tahap perkembangan kemampuan dasar berbahasa. Oleh sebab itu, pembelajaran dirancang untuk membantu siswa mengenal kosakata sederhana, memahami pelafalan, serta mulai membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Untuk menciptakan suasana belajar yang menarik, ia dan tim mengedepankan metode pembelajaran interaktif. Kegiatan dilaksanakan melalui pengenalan kosakata, latihan pengucapan, permainan edukatif, serta berbagai aktivitas yang mendorong keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran.

Melalui metode tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar tanpa merasa terbebani oleh suasana kelas yang terlalu formal. Permainan edukatif dan latihan sederhana juga membantu menciptakan interaksi yang lebih dinamis antara mahasiswa dan peserta didik.

Siswa tidak hanya diajak mengenal kata-kata baru dalam bahasa Inggris, tetapi juga didorong untuk mencoba mengucapkannya secara langsung. Proses ini memberikan ruang bagi mereka untuk berlatih, melakukan kesalahan, memperbaiki pengucapan, dan membangun keberanian dalam menggunakan bahasa asing.

Kepercayaan diri menjadi salah satu aspek penting yang ingin ditumbuhkan melalui kegiatan ini. Sebagian siswa mungkin masih merasa ragu ketika diminta mengucapkan kata dalam bahasa yang belum familiar. Dengan suasana belajar yang suportif dan menyenangkan, siswa diharapkan semakin berani mencoba serta tidak takut untuk terus belajar.

Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNUSIDA untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Pengalaman mengajar secara langsung memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan pedagogis dan memahami dinamika pembelajaran di sekolah dasar.

Mahasiswa dituntut untuk mampu menyampaikan materi secara jelas, memilih metode yang tepat, serta membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik. Mereka juga memperoleh pengalaman dalam menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan respons dan kebutuhan siswa selama kegiatan berlangsung.

Wisyda mengaku, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang dipersiapkan untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan. Melalui interaksi langsung dengan siswa, ia dapat memahami bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, komunikatif, dan menyenangkan.

“Program ini memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi tidak hanya dikembangkan untuk kepentingan akademik, tetapi juga diterapkan secara nyata guna membantu menjawab kebutuhan pendidikan di lingkungan sekitar.” tandasnya.

Kegiatan pembelajaran bahasa Inggris tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Senin. Konsistensi ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulang materi, memperkaya kosakata, dan membangun kebiasaan belajar secara bertahap.

Ketua Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA, Zainira Ihsanty berharap pelaksanaan program secara berkelanjutan mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar bahasa Inggris siswa SDN Kedungpandan 1. Melalui pembelajaran yang terarah dan menyenangkan, siswa dapat memiliki fondasi kemampuan berbahasa Inggris yang semakin kuat serta keberanian untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, lebih dari sekadar kegiatan mengajar, program ini menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pendidikan generasi muda. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman belajar tambahan sekaligus menumbuhkan semangat siswa untuk terus mengembangkan kemampuan diri.

“Kami terus mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata. Pembelajaran bahasa Inggris di SDN Kedungpandan 1 menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan siswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA menggelar sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Balai Desa Kedungpandan. (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Edukasi Masyarakat Kedungpandan tentang Pengolahan Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Balai Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Senin (28/9/2026).

Kepala Divisi Lingkungan Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA, Muhammad Hasyim, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah organik. Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran untuk pengolahan yang tepat mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan nilai guna bagi lingkungan sekitar.

Salah satunya sampah rumah tangga merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan setiap hari dari berbagai aktivitas masyarakat. Sisa bahan makanan, kulit buah, sayuran, dan limbah dapur lainnya kerap dianggap tidak memiliki manfaat setelah digunakan. Padahal, apabila dipilah dan diolah dengan benar, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos yang berguna untuk menyuburkan tanaman.

“Pemilahan menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” katanya.

Hasyim menekankan bahwa sampah organik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Penumpukan sampah dapat memicu bau tidak sedap, mengundang hama, serta mengurangi kenyamanan lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu, diperlukan upaya sederhana yang dapat diterapkan masyarakat secara berkelanjutan.

“Salah satu alternatif pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Proses ini memanfaatkan penguraian bahan organik hingga menghasilkan material yang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman,” terangnya.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, ia berharap masyarakat dapat semakin memahami jenis-jenis sampah organik serta pentingnya melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Masyarakat diajak untuk membedakan sampah organik dan anorganik agar proses pengelolaan menjadi lebih mudah dan efektif.

Tidak hanya melalui pemaparan materi, sosialisasi juga dilengkapi dengan praktik pembuatan pupuk kompos secara langsung. Para peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan sederhana yang dapat dimanfaatkan serta tahapan pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Melalui praktik tersebut, ibu-ibu PKK memperoleh kesempatan untuk memahami proses pengomposan secara lebih nyata. Keterlibatan langsung peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus memberikan pengalaman praktis yang bisa diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah tangga.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan bahan yang bermanfaat bagi tanaman.

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di lingkungan kampus, yang juga hadir untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK ini menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

“Kami sebagai mahasiswa, juga turut mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Semoga edukasi ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Kedungpandan,” harapnya.

Seluruh Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA hibah fasilitas bank sampah kepada SDN Kedungpandan 1, Jabon. (Foto: Humas UNUSIDA)

Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Hibahkan Fasilitas Bank Sampah ke SDN Kedungpandan

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyerahkan hibah fasilitas bank sampah kepada SDN Kedungpandan 1, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).

Dosen pembimbing program, Ruri Fadhilah Kurniawati, S.Hum., M.Pd., menyampaikan bahwa penyerahan hibah tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengelolaan sampah sekaligus menumbuhkan kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dosen Program Studi (Prodi) PBI UNUSIDA tersebut turut mendorong penguatan kepedulian lingkungan melalui penyediaan fasilitas bank sampah di sekolah. Ia berharap fasilitas ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih terorganisasi sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada siswa dan seluruh warga sekolah.

“Keberadaan bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah yang telah dipilah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” katanya.

Melalui fasilitas tersebut, sekolah memiliki kesempatan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah, mulai dari pemilahan berdasarkan jenis, pengumpulan, hingga pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna.

“Inisiatif ini sejalan dengan pentingnya menghadirkan pendidikan lingkungan yang tidak hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan dalam praktik sehari-hari.,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA, Zainira Ihsanty, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan, tetapi juga mendorong keterlibatan sekolah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Menurutnya, pemanfaatan fasilitas bank sampah juga menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak usia dini. Melalui pembiasaan memilah dan mengelola sampah, nilai tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Siswa dapat belajar secara langsung bahwa tindakan sederhana, seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan,” jelasnya.

Zainira mengungkapkan bahwa hibah fasilitas ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program PPK Ormawa di Desa Kedungpandan. Dengan tersedianya sarana yang dapat dimanfaatkan secara langsung, program mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi terus memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

“Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah, pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama. Langkah ini menjadi wujud nyata peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Nuzula Firdausi, S.Pd., Staf Tata Usaha Fakultas Agama Islam (FAI) UNUSIDA, dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Kedisiplinan, Tata Kelola Arsip, dan Apresiasi SDM UNUSIDA di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus UNUSIDA, Selasa (13/10/2026). (Foto: Humas UNUSIDA)

Staf Tata Usaha FAI UNUSIDA Bagikan Praktik Tata Kelola Arsip Modern, Perkuat Kompetensi Tenaga Kependidikan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) terus memperkuat kompetensi tenaga kependidikan melalui peningkatan pemahaman tentang tata kelola arsip yang tertib, sistematis, dan akuntabel. Upaya tersebut diwujudkan melalui pemaparan materi oleh Nuzula Firdausi, S.Pd., Staf Tata Usaha Fakultas Agama Islam (FAI) UNUSIDA, dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Kedisiplinan, Tata Kelola Arsip, dan Apresiasi SDM UNUSIDA di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus UNUSIDA, Selasa (13/10/2026).

Nuzula Firdausi sebelumnya terpilih sebagai peserta Program Tendik Berdampak Kemdikbudristek Tahun 2025 bidang Arsiparis. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk membagikan ilmu dan pengetahuan mengenai pengelolaan arsip kepada tenaga kependidikan di lingkungan UNUSIDA.

Kesempatan ini dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pengelolaan arsip merupakan bagian penting dari tata kelola perguruan tinggi. Arsip tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dokumen, tetapi juga menjadi bukti administrasi, sumber informasi, serta dasar pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan institusi.

Dalam pemaparannya, Nuzula menjelaskan bahwa arsip memiliki bentuk yang beragam. Arsip tidak terbatas pada dokumen kertas, tetapi juga dapat berupa rekaman digital, video, foto, serta berbagai berkas elektronik yang tersimpan dalam perangkat maupun layanan penyimpanan digital, seperti Google Drive.

Menurutnya, setiap kegiatan di lingkungan perguruan tinggi menghasilkan dokumen yang perlu dikelola dengan baik. Dokumen tersebut antara lain surat masuk dan surat keluar, surat permohonan, surat undangan, daftar hadir, notula rapat, foto kegiatan, jadwal acara, surat tugas, laporan kegiatan, hingga materi paparan narasumber.

Setiap dokumen memiliki fungsi dan nilai informasi yang berbeda. Oleh karena itu, pegawai perlu memahami tujuan pembuatan dokumen, keterkaitannya dengan kegiatan, serta cara penyimpanan yang sesuai agar arsip mudah ditemukan kembali ketika dibutuhkan.

Alumni Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA tersebut menjelaskan pengelompokan dokumen berdasarkan kedekatannya dengan kegiatan utama, yakni dokumen primer, sekunder, dan tersier. Dokumen primer merupakan dokumen utama yang menjadi dasar keputusan atau bukti resmi pelaksanaan kegiatan, seperti surat keputusan dan surat tugas.

Sementara itu, dokumen sekunder merupakan dokumen pendukung yang berkaitan dengan proses persiapan maupun pelaksanaan kegiatan, seperti surat permohonan dan dokumen konfirmasi. Adapun dokumen tersier berfungsi sebagai pelengkap informasi, misalnya surat pengantar, pemberitahuan, dan dokumen pendukung lainnya.

Ia menekankan bahwa pengelompokan tersebut perlu mempertimbangkan fungsi dan peran dokumen, bukan hanya jenis atau bentuk suratnya. Satu jenis dokumen dapat memiliki kedudukan berbeda bergantung pada konteks penggunaannya dalam suatu kegiatan.

Selain pengelompokan, aspek penting lainnya adalah penentuan masa simpan arsip. Nuzula menerangkan bahwa arsip perlu dikelola berdasarkan frekuensi penggunaan dan nilai gunanya. Arsip yang masih sering digunakan dalam pekerjaan sehari-hari dapat disimpan di unit kerja sebagai arsip aktif. Ketika frekuensi penggunaannya menurun, arsip dapat dipindahkan menjadi arsip inaktif sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun arsip yang memiliki nilai sejarah, nilai guna berkelanjutan, atau kepentingan pertanggungjawaban tertentu perlu mendapatkan perlakuan khusus sesuai jadwal retensi arsip dan ketentuan kearsipan yang berlaku. Dengan demikian, penyimpanan arsip tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan klasifikasi, masa retensi, dan nilai guna masing-masing dokumen.

Dalam praktiknya, tata kelola arsip yang baik juga membutuhkan sistem penyimpanan yang konsisten, baik untuk dokumen fisik maupun digital. Penamaan berkas yang jelas, pengelompokan berdasarkan kegiatan atau unit kerja, serta penataan folder yang sistematis akan membantu mempercepat proses pencarian dokumen dan mengurangi risiko kehilangan data.

Pengelolaan arsip digital juga perlu memperhatikan keamanan informasi, pengaturan hak akses, serta pencadangan data. Langkah tersebut penting agar dokumen tetap terlindungi, dapat diakses oleh pihak yang berwenang, dan tersedia ketika dibutuhkan untuk kepentingan administrasi maupun evaluasi institusi.

Melalui pemaparan tersebut, Nuzula mengajak tenaga kependidikan UNUSIDA untuk mulai membangun kebiasaan pengelolaan arsip yang tertib dari unit kerja masing-masing. Kesadaran dalam mengelola dokumen sejak awal akan membantu menciptakan administrasi yang lebih efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Berbekal pengalaman yang diperoleh melalui Program Tendik Berdampak bidang Arsiparis, ia turut mendorong penerapan praktik kearsipan yang lebih baik di lingkungan kampus.

“Dengan pengelolaan arsip yang terstruktur dan berkelanjutan, mampu membangun sistem administrasi yang semakin profesional, mendukung kelancaran layanan akademik, serta menjaga dokumen institusi sebagai sumber informasi dan bukti pertanggungjawaban bagi kemajuan universitas,” terangnya.

Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., C.I.R.P., CHCS., CHRM., dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Kedisiplinan, Tata Kelola Arsip, dan Apresiasi SDM UNUSIDA. (Foto: Humas UNUSIDA)

Perkuat Kedisiplinan dan Profesionalisme, SDM UNUSIDA Ajak Pegawai Bekerja dengan Hati dan Aksi Nyata

SIDOARJO — Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menegaskan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas dalam membangun budaya kerja yang profesional. Penguatan tersebut disampaikan Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., C.I.R.P., CHCS., CHRM., dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Kedisiplinan, Tata Kelola Arsip, dan Apresiasi SDM UNUSIDA di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus UNUSIDA, Selasa (13/10/2026).

Dalam pemaparannya, Jeziano mengingatkan bahwa setiap pegawai memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing yang saling berkaitan dalam mendukung kemajuan universitas. Menurutnya, seluruh dosen dan tenaga kependidikan merupakan aset berharga yang perlu dijaga, dikembangkan, dan diberdayakan untuk mencapai tujuan bersama.

Ia mengibaratkan UNUSIDA sebagai sebuah kapal besar yang membutuhkan kontribusi setiap bagian agar dapat berlayar dengan baik. Setiap orang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda, mulai dari pemimpin hingga pelaksana teknis. Apabila salah satu bagian tidak menjalankan perannya secara optimal, hal tersebut dapat memengaruhi kinerja organisasi secara keseluruhan.

“Bapak dan Ibu semua merupakan aset berharga bagi UNUSIDA. Kita memiliki fungsi dan tugas masing-masing. Karena itu, setiap orang perlu menjalankan perannya dengan baik agar organisasi ini dapat terus berkembang,” pesannya.

Jeziano juga menekankan bahwa kedisiplinan tidak cukup dimaknai sebagai kepatuhan terhadap jam masuk dan pulang kerja. Lebih dari itu, disiplin harus tercermin dalam pelaksanaan tugas, pemanfaatan waktu kerja, kepatuhan terhadap aturan, serta kesungguhan dalam memberikan kontribusi nyata bagi institusi.

Dosen Program Studi (Prodi) Manajemen tersebut mengajak seluruh pegawai untuk memastikan bahwa kehadiran di tempat kerja benar-benar menghasilkan nilai tambah. Kehadiran secara fisik perlu diiringi dengan pelaksanaan tanggung jawab, penyelesaian pekerjaan, dan pelayanan yang optimal.

Menurutnya, waktu kerja merupakan amanah yang harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, seluruh pegawai diharapkan mampu menjaga fokus selama jam kerja dan menghindari aktivitas yang tidak berkaitan dengan tugas kedinasan.

Dalam kesempatan tersebut, Jeziano menguraikan sejumlah nilai utama yang perlu diperkuat dalam budaya kerja UNUSIDA, yaitu kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, profesionalisme, dan nilai-nilai khidmah.

Kedisiplinan mencakup kepatuhan terhadap waktu, aturan, dan prosedur kerja. Tanggung jawab diwujudkan melalui kesungguhan dalam menyelesaikan tugas sesuai uraian pekerjaan dan kewenangan masing-masing. Apabila terdapat ketidakjelasan mengenai tugas maupun tanggung jawab, pegawai diharapkan aktif berkoordinasi dengan pimpinan agar pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, integritas menjadi landasan penting dalam membangun kepercayaan di lingkungan kerja. Integritas menuntut keselarasan antara perkataan dan tindakan, sedangkan profesionalisme tercermin melalui kompetensi, etika, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan menjalankan pekerjaan secara optimal.

Di samping nilai-nilai tersebut, ia mengingatkan agar seluruh pegawai tidak meninggalkan semangat khidmah dalam bekerja. Bagi UNUSIDA, bekerja bukan semata-mata menjalankan kewajiban profesional, melainkan juga menjadi bagian dari pengabdian untuk memberikan manfaat bagi sesama dan institusi.

“Ketika kita berada di tempat yang sama, bekerja bersama, dan mencari keberkahan bersama, kita harus saling menjaga. Jangan sampai kita justru saling melemahkan. Mari membangun lingkungan kerja yang saling mendukung dan membawa UNUSIDA menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Sebagai penguatan budaya kerja, LSDM UNUSIDA juga memperkenalkan semangat yang dirangkum dalam tagline ‘Bekerja dengan Hati, Berkhidmah dengan Aksi, Bertumbuh untuk UNUSIDA’. Tagline tersebut menjadi ajakan bagi seluruh pegawai untuk mengintegrasikan kepedulian, tindakan nyata, dan kemauan untuk terus berkembang dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama, Jeziano turut mengingatkan pentingnya konsistensi dalam memenuhi kewajiban administratif kepegawaian, termasuk pengisian Key Performance Indicator (KPI) dan pencatatan kehadiran. Ia mendorong pegawai yang mengalami kendala dalam penggunaan sistem agar berkoordinasi dengan LSDM sehingga persoalan teknis dapat segera ditangani.

Ia menyebut, penguatan kedisiplinan ini menjadi bagian dari upaya UNUSIDA dalam membangun tata kelola sumber daya manusia yang semakin tertib, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan. Melalui pemahaman terhadap tugas, tanggung jawab, serta nilai-nilai profesionalisme, setiap pegawai diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik sesuai perannya.

“Mari menjadikan kedisiplinan sebagai kebiasaan, integritas sebagai prinsip, dan khidmah sebagai semangat dalam bekerja. Dengan komitmen bersama, kita jadikan UNUSIDA menjadi tempat khidmah yang terus bertumbuh menjadi perguruan tinggi yang profesional, solid, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Lembaga SDM UNUSIDA memberikan apresiasi kepada Staff UNUSIDA TV, Mujianto, S.Kom., sebagai Tenaga Kependidikan Terbaik dan Akhmad Maulana Didayat sebagai Tenaga Operasional Terbaik. (Foto: Humas UNUSIDA)

Perkuat Semangat Berkhidmah, SDM UNUSIDA Beri Apresiasi Tenaga Operasional dan Tenaga Kependidikan Terbaik

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Sumber Daya Manusia (SDM) UNUSIDA di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus UNUSIDA, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dosen dan tenaga kependidikan sekaligus momentum untuk memperkuat budaya kerja, meningkatkan kapasitas, serta mendorong tata kelola perguruan tinggi yang semakin baik.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, Kepala Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, serta jajaran kepala biro, kepala lembaga, kepala unit pelaksana teknis (UPT), dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan UNUSIDA.

Dalam sambutannya, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menegaskan bahwa pertumbuhan institusi harus berjalan seiring dengan peningkatan kedewasaan dalam tata kelola, kedisiplinan, dan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, UNUSIDA yang terus berkembang membutuhkan seluruh elemen kampus yang juga bersedia bertumbuh, belajar, dan meningkatkan kompetensi sesuai dengan tuntutan institusi. Kedewasaan organisasi tidak hanya ditunjukkan melalui perkembangan fasilitas, tetapi juga melalui kualitas pelayanan, tanggung jawab, serta kemampuan setiap individu dalam menjalankan perannya.

“UNUSIDA tumbuh sejalan dengan usianya. Karena itu, tata kelola harus semakin baik dan kedisiplinan tenaga kependidikan harus terus meningkat. Kita perlu belajar, meningkatkan kapasitas masing-masing, dan menjaga semangat berkhidmah di UNUSIDA,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa apresiasi merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang positif dan mendorong seluruh sivitas akademika untuk terus memberikan kontribusi terbaik. Penghargaan tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas capaian, tetapi juga motivasi untuk memperbaiki kualitas diri dan kinerja secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Dr. Hadi mengajak seluruh keluarga besar UNUSIDA untuk membangun semangat tumbuh bersama. Setiap unsur, baik dosen maupun tenaga kependidikan, memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan akademik, pengembangan mahasiswa, dan kemajuan universitas.

Ia menyampaikan apresiasi kepada LSDM yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kekompakan, dan memperkuat kontribusi bagi kemajuan universitas.

“Seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi, kita juga dituntut untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola. Oleh sebab itu, kita semua harus mampu beradaptasi, terbuka terhadap evaluasi, serta memiliki kemauan untuk mengembangkan kompetensi sesuai bidang tugas masing-masing,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, SDM UNUSIDA memberikan apresiasi kepada Staff UNUSIDA TV, Mujianto, S.Kom., sebagai Tenaga Kependidikan Terbaik dan Akhmad Maulana Didayat sebagai Tenaga Operasional Terbaik sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, kedisiplinan, dan kontribusi dalam mendukung kelancaran layanan serta operasional kampus.

Sementara itu, Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, menjelaskan bahwa pemberian penghargaan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 0709.1/2026 tentang Dosen Berprestasi serta Tenaga Kependidikan dan Tenaga Operasional Terbaik.

Ia memaparkan bahwa proses penilaian dilakukan melalui sejumlah indikator yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja dan kontribusi pegawai selama menjalankan tugasnya.

Indikator pertama adalah rata-rata Key Performance Indicator (KPI) selama enam bulan. Indikator kedua berupa survei pelayanan yang dapat diakses melalui kode batang atau barcode yang tersedia di lingkungan kampus. Survei tersebut menjadi salah satu instrumen untuk melihat kualitas pelayanan yang diberikan kepada sivitas akademika maupun pihak yang berkepentingan.

Indikator ketiga adalah performa operasional yang dinilai oleh kepala biro, kepala lembaga, dan kepala UPT. Penilaian ini tidak hanya memperhatikan hasil pekerjaan teknis, tetapi juga karakter dan perilaku profesional dalam bekerja, seperti kerja sama, tanggung jawab, komunikasi, serta kemampuan mengambil keputusan.

Adapun indikator keempat adalah keaktifan dalam mengikuti kegiatan yang diselenggarakan universitas. Partisipasi tersebut dinilai sebagai bagian dari kontribusi pegawai dalam mendukung berbagai agenda dan pengembangan institusi.

Jeziano menegaskan bahwa keseluruhan indikator tersebut dinilai secara komprehensif agar penghargaan dapat diberikan berdasarkan kinerja dan kontribusi yang terukur. Dengan demikian, penilaian tidak hanya bertumpu pada satu aspek, tetapi mempertimbangkan berbagai dimensi yang mendukung profesionalisme dan kualitas pelayanan.

“Melalui mekanisme tersebut, proses apresiasi ini dapat mendorong budaya kerja yang transparan, objektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Hasil penilaian juga menjadi bahan refleksi bagi seluruh pegawai untuk mengenali keunggulan sekaligus memperbaiki aspek yang masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Dosen Manajemen tersebut mengatakan bahwa apresiasi SDM UNUSIDA 2026 menjadi bagian dari komitmen universitas dalam membangun lingkungan kerja yang menghargai dedikasi, mendorong prestasi, dan memperkuat semangat pengabdian. Melalui penghargaan ini, ia berharap dosen dan tenaga kependidikan semakin termotivasi untuk meningkatkan kapasitas, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik.

“Dengan semangat tumbuh bersama, mari terus berupaya membangun tata kelola yang semakin baik dan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, serta berorientasi pada kebermanfaatan. Sebab, kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh sistem dan fasilitas, tetapi juga oleh komitmen setiap individu yang bekerja, berkarya, dan berkhidmah untuk mewujudkan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Rapat Koordinasi Akademik dalam rangka persiapan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. (Foto: Humas UNUSIDA)

Mantapkan Persiapan Perkuliahan, UNUSIDA Gelar Rapat Koordinasi Akademik Semester Ganjil 2026/2027

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) menggelar Rapat Koordinasi Akademik dalam rangka persiapan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (23/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi akademik sekaligus mendorong transformasi digital melalui pengenalan Sistem Data UNUSIDA (SIDANU) oleh Unit Pelayanan Teknis (UPT) Teknologi dan Informasi (TI) UNUSIDA yang terus bergerak menghadirkan inovasi digital untuk kampus yang terintegrasi, adaptif, dan berdampak.

SIDANU diperkenalkan sebagai platform digital terpadu yang dirancang untuk menghubungkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta berbagai layanan kampus dalam satu pengalaman digital. Mengusung semangat Satu Akses. Satu Data. Satu UNUSIDA, sistem ini menjadi bagian dari upaya universitas dalam membangun ekosistem digital kampus yang terintegrasi, efektif, dan mudah diakses oleh seluruh civitas akademika.

Pengenalan SIDANU ini menjadi langkah strategis UNUSIDA untuk mengembangkan sistem akademik terpadu yang mampu mendukung kelancaran berbagai aktivitas perkuliahan. Melalui integrasi layanan dan data, proses pengelolaan informasi akademik diharapkan menjadi lebih efisien, terstruktur, dan mudah dimanfaatkan sesuai kebutuhan pengguna.

Transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Pemanfaatan teknologi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi, tetapi juga bagaimana sistem yang dibangun mampu menyederhanakan proses administrasi, mempercepat akses informasi, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat berdasarkan data.

Melalui SIDANU, UNUSIDA berupaya menghadirkan pengalaman digital yang lebih terhubung bagi seluruh civitas akademika. Mahasiswa diharapkan dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan akademik, sementara dosen dan tenaga kependidikan dapat terbantu dalam menjalankan tugas serta mengelola informasi yang berkaitan dengan kegiatan kampus.

Selain pengenalan sistem digital, rapat koordinasi akademik ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan kesiapan berbagai unsur universitas menjelang dimulainya perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Koordinasi diperlukan agar penyelenggaraan kegiatan akademik berjalan lebih terarah, mulai dari kesiapan layanan hingga dukungan administrasi yang menunjang proses pembelajaran.

Pengembangan ekosistem digital terpadu juga membutuhkan keterlibatan seluruh unsur kampus. Karena itu, penerapan SIDANU diharapkan tidak hanya menjadi inovasi teknologi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya kerja yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Kesamaan akses terhadap data dan informasi menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat koordinasi lintas unit di lingkungan universitas.

Dengan mengintegrasikan sistem akademik dan layanan kampus dalam satu platform, UNUSIDA terus berupaya menjawab kebutuhan perguruan tinggi di era digital. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen universitas untuk meningkatkan mutu tata kelola pendidikan tinggi melalui pemanfaatan teknologi yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Ke depan, pengembangan SIDANU diharapkan dapat mendukung terwujudnya layanan akademik yang semakin mudah, cepat, dan terintegrasi. Melalui semangat Satu Akses. Satu Data. Satu UNUSIDA, seluruh civitas akademika diajak untuk bersama-sama membangun ekosistem digital kampus yang kuat, demi mendukung proses pembelajaran yang berkualitas dan tata kelola universitas yang semakin baik.

Rapat Koordinasi Akademik ini juga berkolaborasi dengan Biro Akademik UNUSIDA yang menyampaikan penjelasan mengenai hak dan kewajiban dosen dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di lingkungan UNUSIDA. Penyampaian ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman seluruh dosen terkait standar pelaksanaan perkuliahan, tanggung jawab dalam proses pembelajaran, serta pemenuhan hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku. Melalui koordinasi ini, diharapkan dosen dapat menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab, sehingga tercipta proses pembelajaran yang tertib, berkualitas, serta mendukung peningkatan mutu akademik UNUSIDA.

UNUSIDA Kembali Torehkan Prestasi, Empat Publikasi Internasional Terindeks Scopus Terbit pada 2026 1

UNUSIDA Kembali Torehkan Prestasi, Empat Publikasi Internasional Terindeks Scopus Terbit pada 2026

Sidoarjo, 7 Oktober 2026 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi di bidang akademik melalui terbitnya empat artikel ilmiah pada publikasi internasional terindeks Scopus tahun 2026. Capaian ini mendapat apresiasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan dedikasi para dosen dalam mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penelitian yang relevan dengan perkembangan zaman.

Keempat publikasi tersebut mengangkat tema-tema strategis yang berkaitan dengan transformasi pendidikan berbasis teknologi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), pembelajaran interaktif, serta pengembangan konten pemasaran digital berbasis generative AI. Tema-tema tersebut mencerminkan perhatian sivitas akademika UNUSIDA terhadap inovasi, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan pendekatan pembelajaran maupun komunikasi digital yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

LPPM UNUSIDA menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh dosen yang terlibat dalam publikasi tersebut. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian, memperluas kolaborasi akademik, dan menghasilkan karya ilmiah yang mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.

Empat Publikasi dengan Fokus Riset Strategis

Publikasi pertama berjudul “Roles of Artificial Intelligence in Early Childhood Education: A Systematic Review of Adaptive Learning, AI Literacy, and Safe Learning Ecosystems”. Artikel ini ditulis oleh Rif’Atul Anita, Shofiyatuz Zahroh, Ana Christanti, Wachyudi Achmad, dan Winda Qurrota Ayun.

Penelitian tersebut mengangkat peran kecerdasan buatan dalam pendidikan anak usia dini dengan meninjau pembelajaran adaptif, literasi AI, serta pembentukan ekosistem pembelajaran yang aman. Topik ini relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan yang semakin mendorong personalisasi pembelajaran sekaligus menekankan pentingnya pemahaman teknologi dan perlindungan peserta didik. Kajian tersebut menjadi bagian dari diskusi akademik mengenai bagaimana teknologi AI dapat dipertimbangkan dalam proses pendidikan anak usia dini secara tepat dan bertanggung jawab.

Publikasi kedua berjudul “Future Education Through Wordwall-Based Project-Based Learning in Basic Education: A Digital Gamified Approach to Science and Social Humanities Learning”. Artikel ini ditulis oleh Moh. Anang Abidin, Risalul Ummah, Thaufan Falaki, Evi Mahsunah, Ali Masykuri, dan Dwinta Alfiyatun Nuriyah.

Artikel ini membahas pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memanfaatkan platform Wordwall melalui konsep gamifikasi digital dalam pembelajaran sains serta ilmu sosial dan humaniora pada pendidikan dasar. Pemanfaatan teknologi interaktif dalam pembelajaran menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendukung pengalaman belajar yang lebih menarik dan partisipatif. Melalui tema tersebut, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan wacana mengenai inovasi pembelajaran yang memadukan aktivitas proyek dengan pemanfaatan media digital.

Publikasi ketiga berjudul “Kahoot-Based Digital Worksheets for Future Personalized Learning in English for Young Learners Descriptive Text Instruction”. Artikel ini ditulis oleh Ruri Fadhilah Kurniati, Elza Fiilmilla Sutejo, Muawwinatul Laili, Milla Ahmadia Apologia, dan Feri Kuswanto.

Penelitian ini menyoroti penggunaan lembar kerja digital berbasis Kahoot untuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris bagi peserta didik usia dini, khususnya pada materi descriptive text. Pengembangan media pembelajaran digital menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan kegiatan belajar yang lebih interaktif dan menyesuaikan kebutuhan peserta didik. Integrasi platform digital dengan materi pembelajaran bahasa Inggris juga membuka ruang pengembangan metode pengajaran yang lebih variatif sesuai dengan karakteristik pembelajar muda.

Sementara itu, publikasi keempat berjudul “Human–AI Co-Creation in Generative AI–Driven Social Media and Digital Marketing Content Production: A Systematic Literature Review”. Artikel ini ditulis oleh Athika Dwi Wiji Utami, Trias Widha Andari, Putra Uji Deva Satrio, Akhya’ Muhammad Khaidzir, Ragil Noviyanti, dan Amalia Hartiningrum.

Berbeda dari tiga publikasi sebelumnya yang berfokus pada bidang pendidikan, artikel ini mengkaji kolaborasi manusia dan AI generatif dalam produksi konten media sosial serta pemasaran digital melalui pendekatan tinjauan literatur sistematis. Topik ini memiliki relevansi dengan perkembangan industri kreatif dan pemasaran digital yang semakin memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Kajian tersebut turut memperkaya diskusi akademik mengenai hubungan kreativitas manusia, kapabilitas teknologi, dan proses produksi konten digital.

Memperkuat Budaya Riset dan Kolaborasi Akademik

Terbitnya empat publikasi internasional tersebut menjadi momentum penting bagi UNUSIDA untuk terus memperkuat budaya penelitian di lingkungan perguruan tinggi. Publikasi ilmiah pada jurnal atau prosiding internasional bereputasi merupakan salah satu sarana bagi dosen untuk menyebarluaskan gagasan, hasil kajian, dan pengembangan pengetahuan kepada komunitas akademik yang lebih luas.

Selain menjadi bentuk kontribusi akademik, publikasi internasional juga membuka peluang bagi pengembangan jejaring penelitian dan kolaborasi lintas disiplin. Keberagaman tema dalam keempat artikel menunjukkan luasnya ruang pengembangan riset di UNUSIDA, mulai dari pendidikan anak usia dini, inovasi pembelajaran pada pendidikan dasar, pembelajaran bahasa Inggris, hingga pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan.

LPPM UNUSIDA diharapkan terus menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah dosen. Dukungan terhadap pengembangan kapasitas peneliti, peningkatan kolaborasi, serta penguatan budaya akademik menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan produktivitas riset di lingkungan universitas.

Capaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh sivitas akademika UNUSIDA untuk terus berkarya, mengembangkan inovasi, dan menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan global. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan inspirasi bagi pengembangan pendidikan, teknologi, dan praktik bisnis yang lebih baik.

LPPM UNUSIDA menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh dosen yang telah berkontribusi dalam capaian ini. Semoga prestasi tersebut menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, memperluas kontribusi keilmuan, dan membawa nama UNUSIDA semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Terus berkhidmat untuk umat.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)
Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA)

Referensi publikasi:

  1. Roles of Artificial Intelligence in Early Childhood Education
  2. Future Education Through Wordwall-Based Project-Based Learning in Basic Education
  3. Kahoot-Based Digital Worksheets for Future Personalized Learning
  4. Human–AI Co-Creation in Generative AI–Driven Social Media and Digital Marketing Content Production
LSDM UNUSIDA Berikan Anugerah Dosen Berprestasi Periode Genap Tahun Akademik 2025/2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Berikan Anugerah Dosen Berprestasi Tahun Akademik 2025/2026, Apresiasi Dedikasi dan Kontribusi Nyata bagi Pendidikan

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan Anugerah Dosen Berprestasi Tahun Akademik 2025/2026 Periode Genap sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, konsistensi, dan kontribusi nyata para dosen dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Penghargaan ini diberikan saat Rapat Koordinasi Akademik Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027, di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (23/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hadi Ismanto, menegaskan bahwa dosen memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pendidikan dan membentuk generasi masa depan. Peran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui penelitian, pengembangan keilmuan, pengabdian kepada masyarakat, serta keteladanan dalam kehidupan akademik.

Menurutnya, prestasi dosen merupakan salah satu indikator kontribusi nyata dalam pengembangan institusi. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memperkuat kontribusi bagi kemajuan universitas.

“Prestasi bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang dedikasi, konsistensi, dan kontribusi nyata dalam memberikan dampak bagi pendidikan,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa penghargaan terhadap prestasi dosen bukan sekadar bentuk apresiasi atas capaian individu. Lebih dari itu, penghargaan menjadi bagian dari upaya universitas dalam membangun budaya kerja yang unggul, produktif, dan berdampak bagi pengembangan akademik.

Melalui penghargaan tersebut, pihaknya mendorong para dosen untuk mempertahankan kinerja positif, terus berinovasi, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat lebih luas bagi mahasiswa, masyarakat, dan institusi.

“Tetap semangat berkarya dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. Hal ini perlu menjadi landasan dalam menjalankan tugas tridarma perguruan tinggi. Dengan demikian, setiap capaian akademik dapat berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pemberian penghargaan dilakukan berdasarkan hasil penilaian terhadap kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya institusi untuk memberikan apresiasi secara terukur terhadap kinerja dosen.

Keberadaan dosen yang kompeten dan berdedikasi menjadi salah satu fondasi penting bagi perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter, integritas, serta kepedulian sosial. Oleh karena itu, apresiasi terhadap kinerja dosen merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin berkualitas.

Menurutnya, Anugerah Dosen Berprestasi merupakan bentuk penghargaan atas kinerja luar biasa yang telah ditunjukkan oleh para dosen. Penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan diharapkan dapat mendorong budaya profesionalisme, meningkatkan motivasi, serta memperkuat komitmen dosen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab akademik.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap mahasiswa yang berkembang, ada dosen yang terus menginspirasi, membimbing, dan berkarya. Anugerah ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap kinerja dosen yang telah memenuhi kriteria penilaian yang ditetapkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan inovasi pembelajaran, memperkuat produktivitas akademik, serta menghadirkan kontribusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Semoga langkah ini menjadi penguatan sumber daya manusia merupakan langkah strategis untuk mendorong kemajuan institusi. Budaya apresiasi seperti ini juga dapat menumbuhkan lingkungan kerja yang positif, mendorong kolaborasi, dan memberikan ruang bagi setiap dosen untuk terus mengembangkan potensi serta menghasilkan karya yang bermanfaat,” harapnya.

Melalui Anugerah Dosen Berprestasi Tahun Akademik 2025/2026 Periode Genap, ia menegaskan komitmennya untuk terus menghargai kontribusi sivitas akademika sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Anugerah bagi dosen juga menjadi pengingat bahwa prestasi lahir melalui proses panjang yang membutuhkan komitmen, integritas, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang. Pengakuan atas kinerja tersebut diharapkan dapat memperkuat motivasi sivitas akademika untuk bersama-sama membawa UNUSIDA menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Selamat kepada seluruh dosen penerima Anugerah Dosen Berprestasi UNUSIDA Tahun Akademik 2025/2026 Periode Genap. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya, menginspirasi, dan menciptakan dampak nyata bagi pendidikan tinggi, masyarakat, dan Indonesia,” pungkasnya.

Adapun tiga dosen yang meraih penghargaan tersebut adalah Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., yang menempati peringkat pertama, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D., sebagai peringkat kedua, serta Ruri Fadhilah Kurniati, S.Hum., M.Pd., yang meraih peringkat ketiga.

Anugerah Dosen Berprestasi UNUSIDA Periode Genap Tahun Akademik 2025/2026 juga mendapat dukungan dari Pegadaian Syariah Sidoarjo, yang turut memberikan apresiasi berupa tabungan emas kepada para dosen berprestasi. Dukungan ini menjadi bentuk sinergi positif antara dunia pendidikan dan lembaga keuangan syariah dalam menghargai dedikasi serta kontribusi insan akademik.

Vinna Gayuh Asih, berhasil meraih Juara Harapan 3 kategori Stand Up Comedy dalam ajang KMI Expo XVII 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Akuntansi UNUSIDA, Vinna Gayuh Asih Raih Juara Harapan 3 Stand Up Comedy KMI Expo XVII

PURWOKERTO – Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Vinna Gayuh Asih, berhasil meraih Juara Harapan 3 kategori Stand Up Comedy dalam ajang KMI Expo XVII 2026 yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Senin-Jum’at (27/9-2/10/2026) lalu.

Prestasi tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi Vinna. Terlebih, kompetisi tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba stand up comedy. Ia bahkan mengaku sebelumnya tidak pernah secara khusus menyaksikan penampilan para komika.

Perjalanan Vinna menuju KMI Expo XVII juga tidak berlangsung secara instan. Sebelum tampil di panggung nasional, terdapat sejumlah tahapan dan proses seleksi yang harus dilalui. Setiap tahap dipersiapkan dengan sebaik mungkin, termasuk mempelajari pengalaman peserta dan tim yang lolos pada tahun sebelumnya untuk kemudian dikembangkan dengan inovasi baru.

“Jujur senang, kaget, nggak expect, campur aduk. Alhamdulillah banget bisa diberi kesempatan untuk meraih Juara Harapan 3,” ujar Vinna kepada Humas UNUSIDA, Senin (5/10/2026).

Dalam tahap awal, Vinna mengirimkan materi stand up comedy melalui unggahan YouTube dengan durasi tiga bit. Setelah dinyatakan lolos 20 besar, ia harus mempersiapkan materi lima bit untuk ditampilkan dalam final show di UNSOED dengan durasi sekitar 8–9 menit.

Persiapan tersebut menjadi tantangan tersendiri. Dengan waktu yang relatif singkat, hanya sekitar tiga hari sebelum tampil, Ketua PAC IPPNU Wonoayu tersebut memaksimalkan proses menghafal, mendalami, dan membawakan materi di sela-sela kesibukannya mengikuti rangkaian KMI Expo.

“Sejujurnya saya tidak pernah stand up comedy. Saya hanya ingin coba-coba. Kemudian dibantu mas saya di PAC IPNU-IPPNU untuk sharing dan combud materi,” ungkapnya.

Menurut Vinna, dalam stand up comedy, penyampaian atau delivery menjadi bagian penting selain materi. Ia menyebut pengalaman tampil di panggung nasional dengan audiens dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia membuat adrenalinnya meningkat.

Situasi tersebut sempat membuat Vinna mengalami kendala ketika tampil. Ia mengaku sempat lupa sebagian materi dan hanya mampu membawakan sekitar dua setengah bit dari materi yang telah dipersiapkan.

Namun, pengalaman mengolah materi membuatnya mampu tetap melanjutkan penampilan. Materi yang telah disiapkan dengan pola yang saling berkesinambungan membantunya melakukan improvisasi ketika mengalami kendala di atas panggung.

“Adrenalinnya sangat besar. Saya sempat terlupa dan hafal dua bit setengah saja. Tapi untungnya materinya sudah disiapkan bomslide dan kalau lupa masih bisa berkesinambungan kalau lompat-lompat bit-nya,” tuturnya.

Angkat Keresahan dari Produk Kewirausahaan

Menariknya, materi yang dibawakan Vinna tidak dibuat tanpa konsep. Ia mendapatkan inspirasi dari tema utama kompetisi, yakni kewirausahaan, kemudian mengolah berbagai keresahan yang ditemuinya dalam pengalaman mengembangkan produk keripik gayam melalui program P2MW.

Dalam proses kreatifnya, Vinna menggunakan teknik little man in big situation, yakni menempatkan dirinya dalam situasi yang besar atau rumit. Dari berbagai keresahan tersebut kemudian dikembangkan menjadi premis komedi dengan pola dasar setup dan punchline.

Ia juga menerapkan sejumlah teknik dalam stand up comedy, seperti rule of three, callback, hingga riffing.

“Kalau waktu sharing, saya dapat ilmu bahwa materi stand up itu dari keresahan. Dari premis tersebut baru kita cari lucunya,” jelasnya.

Bagi Vinna, seluruh rangkaian KMI Expo XVII meninggalkan kesan tersendiri. Bukan hanya kompetisinya, tetapi juga suasana, rasa lelah, adrenalin, lingkungan, hingga kebersamaan bersama tim dan keluarga besar UNUSIDA.

Salah satu momen yang paling dikenangnya adalah kebersamaan bersama tim UNUSIDA di penginapan sebelum kembali melanjutkan perjuangan di arena kompetisi.

“Ada momen kebersamaan saat kumpul dan sharing bareng keluarga UNUSIDA di penginapan sebelum besok lanjut tempur, dan mencoba berbagi makanan serta camilan yang aneh-aneh waktu keliling stand,” katanya sambil tertawa.

Vinna tidak menjalani perjuangan tersebut seorang diri. Dukungan datang dari timnya, yakni Izza, Cecil, Naya, dan Usman, kakaknya, ibu dan kakaknya, dosen pembimbing, serta tim UNUSIDA yang turut hadir dalam KMI Expo XVII.

Bagi Vinna, keberhasilan tersebut memiliki makna tersendiri sebagai mahasiswa Akuntansi UNUSIDA. “Gini ya rasanya juara naik panggung sambil njereng bendera kampus tercinta dan masuk feed Instagram UNUSIDA.official, slebew,” ujarnya dengan nada penuh kegembiraan.

Jangan Takut Mencoba

Pengalaman pertama mengikuti stand up comedy hingga berhasil masuk 20 besar dan meraih Juara Harapan 3 menjadi pelajaran penting bagi Vinna. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi dorongan bagi mahasiswa UNUSIDA maupun kader muda NU yang masih ragu menunjukkan bakatnya.

Ia berpesan agar mahasiswa tidak takut melewati pengalaman pertama, sebab setiap keberhasilan selalu diawali dengan keberanian untuk mencoba.

“Semua di dunia ini kalau sifatnya pertama kali itu asli susah. Tapi semua hal di dunia ini ada pertama kalinya. Kita hanya cukup melewati itu dan lakukan berulang kali untuk jadi pemenang,” pesannya.

Vinna juga mengingatkan agar mengikuti kompetisi tidak sekadar untuk menggugurkan kewajiban. Menurutnya, setiap kesempatan harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh dan disertai target terbaik.

“Perlu melakukan yang terbaik, biar Tuhan menyelesaikan sisanya. Kalau mau lomba, jangan hanya ikut dan selesai saja. Benar-benar incar juara satu. Kalau meleset, kita bisa juara dua atau tiga,” pungkasnya.