HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Penyusunan Proposal PPK ORMAWA 2026 (Foto: @himamasda)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Penyusunan Proposal PPK ORMAWA 2026

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar Menyusun Strategi Proposal PPK ORMAWA secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (18/02/2026). Kegiatan ini mengusung tema ‘Student Innovation for Social and Economics Transformation’ dan diikuti oleh anggota organisasi kemahasiswaan (Ormawa) UNUSIDA yang telah terbentuk dalam kelompok untuk mempersiapkan diri mengikuti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) 2026.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Manajemen, M. Mustaqim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa partisipasi dalam PPK ORMAWA merupakan peluang besar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat secara nyata.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan dalam program ini berpotensi menjadi alternatif pengganti kegiatan KKN di masa mendatang, sehingga mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan proposal dengan serius dan optimal.

Sementara itu, Ketua Himaprodi Manajemen, Luqmanul Hakim, mengatakan bahwa kegiatan menunjukkan komitmen HIMA Manajemen UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan serta mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.

“Webinar ini menjadi wadah strategis bagi para anggota Ormawa untuk memahami secara komprehensif pedoman terbaru PPK ORMAWA 2026, mulai dari perencanaan program hingga penyusunan proposal yang sesuai ketentuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, narasumber utama Medya Ayunda Fitri, M.T. yang memaparkan latar belakang PPK ORMAWA 2026 beserta perubahan kebijakan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 hanya terdapat delapan topik utama yang dapat dipilih, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dan setiap topik memiliki deskripsi yang harus diuraikan secara rinci dalam proposal.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami kondisi dan permasalahan desa mitra sebelum merancang program kerja. Peserta juga diberikan arahan teknis penyusunan proposal, di antaranya ketentuan judul maksimal 20 kata agar tetap singkat, padat, dan bermakna, serta penyusunan jadwal kegiatan yang harus mengikuti pedoman resmi agar rencana program lebih terstruktur dan realistis. Dalam proses pemilihan desa mitra, akan dilakukan proses seleksi sehingga tidak diperkenankan adanya kesamaan desa dalam satu universitas guna memastikan pemerataan program.

“Mahasiswa harus memahami terlebih dahulu permasalahan yang ada di desa mitra sebelum merancang program. Program yang disusun harus relevan dengan kebutuhan desa,” jelas Dosen Teknik Kimia tersebut.

Webinar yang berlangsung interaktif ini memberikan pemahaman mendalam bagi anggota Ormawa UNUSIDA dalam menyusun proposal yang sistematis, inovatif, dan kompetitif. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap kelompok mampu merancang program yang tidak hanya memenuhi standar seleksi nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam transformasi sosial dan ekonomi masyarakat desa mitra.

Dari Kampus untuk Negeri: Aksi Nyata Mahasiswa FE UNUSIDA di SDN 2 Gebang dan SDN 4 Kupang Sidoarjo (Foto: Sekara 2026 SDN Kupang/Angelia Salvana)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar Program SEKARA, Perluas Akses Pendidikan di Sekolah Terpencil Sidoarjo

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan kegiatan Sinergi Edukasi & Kepedulian untuk Akses Ruang Aktivitas dengan Program Bakti Sosial (SEKARA) di SDN 2 Gebang dan SDN 4 Kupang, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini mengusung tema ‘Menjaga Asa, Memperluas Akses: Gerakan Pendidikan & Charity untuk Sekolah dengan Keterbatasan Akses’, Kamis (8/1/2026) lalu.

Ketua Pelaksana, Malinda Dwi Hanjani Setyo menyebutkan bahwa kedua sekolah tersebut diketahui memiliki keterbatasan akses geografis, sehingga mahasiswa harus menempuh perjalanan dengan medan yang cukup menantang untuk mencapai lokasi. Kondisi tersebut justru menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan semangat kepedulian serta kesadaran mahasiswa akan pentingnya pemerataan akses pendidikan.

Program SEKARA merupakan bagian dari pemenuhan Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Character Education Program Studi Manajemen angkatan 2024 serta Akuntansi 2023 kelas A dan B yang diikuti oleh 115 mahasiswa Fakultas Ekonomi. “Kegiatan ini sengaja dirancang sebagai implementasi nyata pembelajaran karakter melalui aksi edukasi dan kepedulian sosial di sekolah dengan keterbatasan akses pendidikan,” katanya, Rabu (11/2/2026).

Rangkaian kegiatan meliputi bakti sosial berbasis edukasi, pembuatan pojok baca sebagai ruang literasi siswa, permainan edukatif, pembagian hadiah apresiasi, hingga nonton bareng film bertema Character Education yang bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, serta semangat meraih cita-cita.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Pohon Harapan, di mana siswa-siswi menuliskan harapan dan cita-cita mereka pada lembaran kertas untuk kemudian ditempelkan pada media berbentuk pohon. “Seluruh kegiatan ini dirancang menjadi simbol semangat dan mimpi besar anak-anak untuk masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, buku-buku di pojok baca merupakan hasil sumbangan yang dikumpulkan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan budaya literasi di sekolah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang belajar berkelanjutan yang mampu mendorong minat baca siswa.

Jumlah siswa di kedua sekolah relatif sedikit, dengan satu angkatan tidak mencapai 20 siswa. Mayoritas berasal dari keluarga yang bekerja di sektor perikanan dan tambak. Melalui program SEKARA, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan teori perkuliahan, tetapi juga belajar membangun empati, kepedulian, serta tanggung jawab sosial secara langsung.

Malinda berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga asa serta memperluas akses pendidikan bagi sekolah-sekolah dengan keterbatasan akses di wilayah Sidoarjo, sekaligus membentuk mahasiswa yang berkarakter, peduli, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, antusiasme siswa terlihat tinggi melalui partisipasi aktif dalam setiap sesi kegiatan. Terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang turut menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.

Penulis: Angelia Salvana

UNUSIDA dan BRIDA Jawa Timur Gelar Seminar Proposal Penelitian tentang Pemahaman Orang Tua terhadap Stunting (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen PIAUD UNUSIDA Jalin Kerja Sama Penelitian bersama BRIDA Jawa Timur tentang Pemahaman Orang Tua terhadap Stunting

SIDOARJO — Dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur melakukan penelitian berdampak tentang Pemahaman Orang Tua terhadap Stunting.

Penelitian ini mengangkat judul ‘Analisis Tingkat Pemahaman Orang Tua tentang Stunting (Kesehatan dan Gizi) pada Anak Usia Dini (4–6 Tahun) (Studi Kasus di Sidoarjo–Sumenep)’. Penelitian ini diketuai oleh Shofiyatuz Zahro, S.Sos., M.Pd., dengan anggota Dr. H. Rangga Sa’adillah, S.A.P., M.Pd.I. dan Rif’atul Anita, S.Pd., M.Pd.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kerja sama penelitian tersebut. Ia menjelaskan bahwa UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang relatif muda memiliki energi besar untuk berkembang melalui kolaborasi.

“Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo memang belum lama berdiri, namun kami memiliki kekuatan energi dan semangat kolaborasi. Kerja sama seperti ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam Seminar Proposal, di Hall Kampus 2 Unusida, Lingkar Timur, Sidoarjo, Kamis (19/2/2026).

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat solusi berbagai persoalan sosial, termasuk isu kesehatan masyarakat seperti stunting. Oleh karena itu, kolaborasi lintas lembaga dinilai menjadi jalan terbaik untuk meningkatkan mutu penelitian sekaligus memberikan dampak nyata.

“Riset kali ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat. Hal ini menjadi momentum penting bagi UNUSIDA untuk terus memperkuat budaya riset kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat luas.,” katanya.

Sementara itu, Ketua BRIDA Jawa Timur, Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes., menjelaskan bahwa penelitian ini didukung melalui anggaran pokok pikiran anggota DPRD Jawa Timur. Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses penelitian harus tetap profesional, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tema stunting merupakan prioritas di Jawa Timur. Hasil penelitian harus benar-benar bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik sehingga mampu memberikan kontribusi bagi kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Penjamin Mutu BRIDA Jawa Timur, Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., menilai penelitian ini menarik dan inovatif karena berfokus pada akar persoalan stunting, yaitu pemahaman orang tua. Ia menekankan bahwa penelitian tidak hanya berhenti pada kajian akademik, tetapi perlu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif.

Menurutnya, pendekatan penelitian harus mampu menggali interaksi orang tua dengan anak secara lebih mendalam, termasuk pola pemberian makanan, perilaku kesehatan, hingga edukasi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui seminar proposal ini, Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) tersebut berharap penelitian kolaboratif antara UNUSIDA dan BRIDA Jawa Timur dapat menghasilkan data ilmiah yang komprehensif sekaligus rekomendasi kebijakan berbasis bukti dalam upaya pencegahan stunting di wilayah Sidoarjo hingga Sumenep.

“Kompetisi hari ini dimenangkan oleh mereka yang mau berkolaborasi. Teruslah berkomitmen pada riset yang sungguh-sungguh agar UNUSIDA semakin berkontribusi bagi masyarakat,” pungkasnya.

UPT PIK UNUSIDA Gelar Megengan Menyambut Ramadhan 1447 H (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Gelar Megengan Menyambut Ramadhan, Perkuat Spirit Keagamaan Civitas Akademika

SIDOARJOUniversitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Megengan Menyambut Ramadhan yang diisi dengan sholawat, tahlil, dan tausiyah sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menyongsong bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid KH. M. Hasyim Asy’ari, Komplek Kampus 2 UNUSIDA pada Jumat (13/2/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seluruh doa yang dipanjatkan dalam kegiatan tersebut dapat memberikan keberkahan bagi semua pihak, termasuk orang tua, para pendahulu, serta seluruh civitas akademika UNUSIDA. Ia menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini harus menjadi bagian dari budaya akademik kampus agar setiap aktivitas yang dilakukan bernilai ibadah dan membawa manfaat.

“Semoga seluruh doa yang kita panjatkan dapat memberikan manfaat dan keberkahan, baik bagi kita semua, orang tua, maupun para pendahulu kita. Setiap kegiatan yang dilakukan dengan niat baik insyaAllah akan mendapat balasan dari Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan tanggung jawab dalam membangun lingkungan kampus yang religius dan penuh keberkahan, terutama menjelang datangnya bulan Ramadhan yang penuh rahmat. Ia berharap seluruh civitas akademika dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, semangat ibadah yang meningkat, serta komitmen untuk terus menebar kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, tausiyah agama disampaikan oleh Wakil Katib PCNU Sidoarjo, Abdul Mujib Hasyim. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, memperkuat hati, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama, termasuk kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

Kiai Mujib mengingatkan bahwa generasi muda perlu terus dibimbing agar memiliki kecintaan terhadap ibadah dan nilai-nilai keislaman, sehingga mampu menjadi pribadi yang berakhlak baik dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Menurutnya, kegiatan Megengan ini menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah di lingkungan kampus NU.

“Kualitas ibadah harus terus dijaga, hati perlu diperkuat dengan dzikir dan doa, serta kepedulian sosial harus ditingkatkan. Ketiganya menjadi fondasi utama dalam membangun pribadi yang berakhlak,” tuturnya.

Tampak hadir, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, Drs. H. Arli Fauzi, S.H., M.Hum., Sekretaris Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Kepala Unite Pelaksana Teknik (UPT) Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) UNUSIDA, H. Muhammad Arisy Karomi, S.T., M.Pd.I., serta pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

UNUSIDA Gelar Jumat Sehat Kolaboratif Bersama Ormawa, Wujudkan Kampus Sehat dan Green Campus Modern (Foto: Humas UNUSIDA)

Jumat Sehat di UNUSIDA Diwarnai Aksi Tanam Pohon Bersama, Wujudkan Green Campus

SIDOARJOUniversitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kegiatan bertajuk UNUSIDA Jumat Sehat yang akan dilaksanakan di Kampus 2 pada Jumat, (13/2/2026). Kegiatan ini mengusung konsep olahraga bersama yang dipadukan dengan aksi penghijauan kampus melalui penanaman bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Program yang diinisiasi oleh Lembaga Sumber Daya Manusia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (LSDM) ini diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran civitas akademika terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kampus. Selain olahraga bersama, peserta juga akan mendapatkan free snack sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan komitmen kampus dalam mewujudkan green campus modern. Ia menyampaikan bahwa UNUSIDA saat ini telah berkembang sebagai kampus digital yang menjadi rujukan bagi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama lainnya.

“Kami siap melangkah menuju green campus modern. Transformasi digital yang telah berjalan di UNUSIDA menjadi kekuatan untuk mendukung berbagai inovasi, termasuk gerakan peduli lingkungan seperti ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LSDM UNUSIDA, Jeziano Riskita Boyas, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sinergi dan kolaborasi seluruh civitas akademika dalam menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan Jumat Sehat bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan kampus.

Melalui kegiatan UNUSIDA Jumat Sehat yang digelar secara rutin setiap bulan, ia berharap akan tercipta lingkungan kampus yang sehat, hijau, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas UNUSIDA sebagai kampus unggul berbasis teknologi dan kepedulian lingkungan.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata kebersamaan kita dalam menjaga kesehatan sekaligus menghijaukan lingkungan kampus. Semoga kolaborasi positif seperti ini terus terjaga,” ujarnya.

Kegiatan kali ini tidak hanya melibatkan civitas akademika, tetapi juga menggandeng berbagai unsur Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di UNUSIDA. Di antaranya adalah UKM Mahasiswa Pencinta Alam UNUSIDA (Mapanusida), UKM Pramuka Khatulistiwa, serta Jaringan Pengelola Zakat Infaq dan Shodaqoh (JPZIS) LAZISNU UNUSIDA. Kolaborasi lintas organisasi ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan kampus.

Dosen Program Studi (Prodi) Manajemen tersebut sangat mengapresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya, Jumat Sehat menjadi ruang kolaborasi yang positif antara lembaga dan organisasi mahasiswa dalam membangun kampus yang sehat, produktif, dan ramah lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif dari berbagai Ormawa. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan civitas akademika UNUSIDA sangat kuat, tidak hanya dalam kegiatan akademik tetapi juga kegiatan sosial dan lingkungan,” pungkasnya.

LPPM UNUSIDA dan LPPM UNUGIRI Jalin Kerja Sama (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA dan UNUGIRI Jalin Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian

SIDOARJO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan benchmarking sekaligus melaksanakan penandatanganan kerja sama bersama LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, di ruang pertemuan Kampus 2 UNUSIDA, Sidoarjo, Kamis (12/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam upaya meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri agenda kerja sama kelembagaan yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan institusi.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Oleh karena itu, kemitraan strategis antarlembaga menjadi langkah penting untuk memperluas ruang kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama, hingga program pengabdian masyarakat yang lebih luas dan berdampak nyata. Sinergi antarperguruan tinggi merupakan kunci dalam menjawab tantangan perkembangan zaman,” ujarnya.

Dr. Hadi Ismanto juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas tridarma tidak hanya bergantung pada sumber daya internal, tetapi juga pada jejaring kemitraan yang kuat dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan lain, dunia industri, maupun pemerintah. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas jejaring kerja sama strategis. Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, kami optimistis mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L, hadir bersama jajaran tim untuk menyambut rombongan tamu Ketua LPPM UNUGIRI Bojonegoro, Dr. M. Ivan Ariful Fathoni, M.Si., dan tim.

Elsa mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Teknik Lingkungan tersebut menuturkan bahwa benchmarking ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman pengelolaan lembaga, tetapi juga sebagai langkah konkret untuk membangun jejaring akademik yang berkelanjutan. Ia berharap kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, maupun masyarakat luas melalui program penelitian dan pengabdian yang kolaboratif.

“Mari terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemanfaatan dan keberlanjutan,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan diskusi kelembagaan, pemaparan program unggulan masing-masing LPPM, serta prosesi penandatanganan nota kesepahaman sebagai simbol komitmen kerja sama. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus penanda terjalinnya kemitraan antar kedua institusi.

Workshop Digital Marketing Batch 4 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Workshop Digital Marketing Batch 4, Bekali Mahasiswa UNUSIDA Strategi Bisnis Digital Berbasis AI

SIDOARJOUniversitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo kembali menyelenggarakan Workshop Digital Marketing Batch 4 pada Rabu (11/2/2026) di Hall kampus UNUSIDA, Sidoarjo. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai program studi yang antusias mempelajari strategi pemasaran digital terkini untuk menunjang kesiapan di dunia kerja maupun wirausaha.

Workshop menghadirkan narasumber Fidi Handoko, seorang konsultan bisnis yang juga aktif sebagai praktisi di bidang pemasaran digital. Dalam pemaparannya, ia membahas tema seputar pembuatan konten otomatis, strategi mendapatkan cuan melalui affiliate marketing, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam platform e-commerce seperti Shopee.

Menurut Fidi, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menciptakan sumber pendapatan baru tanpa harus memiliki modal besar.

“Sekarang siapa pun bisa memulai bisnis digital, kuncinya adalah konsisten membuat konten, memahami pasar, dan memanfaatkan teknologi AI untuk mempercepat proses kerja,” ujarnya di hadapan peserta.

Ketua Himma Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo tersebut menekankan bahwa mahasiswa harus mampu memanfaatkan peluang teknologi sebagai sarana membangun usaha mandiri sekaligus meningkatkan daya saing. Menurutnya, era digital membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk berinovasi tanpa harus terbatas pada modal besar, selama memiliki kreativitas dan kemauan belajar yang tinggi.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi soft skills, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan di era digital. Selain itu, kegiatan tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen kampus dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan.

“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin ekonomi masa depan. Mereka harus berani mencoba, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk berkembang,” ujarnya.

Salah satu peserta mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai peluang bisnis digital. Ia merasa termotivasi untuk mencoba mengembangkan konten kreatif sekaligus belajar membangun personal branding di media sosial.

Suasana workshop berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mendapatkan contoh praktik langsung terkait strategi pemasaran digital yang efektif dan relevan dengan tren saat ini.

HIMA PGSD UNUSIDA Gelar LENTERA 2026, Orientasi Jurusan Perdana bagi Calon Pendidik Bangsa 1

HIMA PGSD UNUSIDA Gelar LENTERA 2026, Orientasi Jurusan Perdana bagi Calon Pendidik Bangsa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo sukses menggelar acara orientasi jurusan perdana bertajuk LENTERA, Ahad (15/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 5 Kampus UNUSIDA di Sidoarjo, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa angkatan 2025 untuk memulai langkah sebagai calon pendidik bangsa.

Dengan mengusung tema ‘Menghidupkan Nilai Luhur Pendidikan Dasar dalam Langkah Awal Calon Pendidik Bangsa’, kegiatan ini menghadirkan perpaduan antara penguatan akademik dan pembentukan karakter. Peserta tidak hanya menerima materi mendalam mengenai ke-PGSD-an, tetapi juga dibekali sesi motivasi untuk menumbuhkan rasa bangga dan dedikasi terhadap profesi guru sekolah dasar.

Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMA PGSD) UNUSIDA, Zafrina Jihan Sajida, menegaskan pentingnya peran mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial.

Hal tersebut ia sampaikan dalam salah satu kegiatan kemahasiswaan PGSD UNUSIDA yang diikuti mahasiswa lintas angkatan. Menurutnya, organisasi mahasiswa menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skills, kepemimpinan, serta kemampuan kolaborasi yang akan sangat dibutuhkan ketika terjun ke dunia pendidikan.

“Mahasiswa PGSD bukan hanya belajar menjadi guru di dalam kelas, tetapi juga harus belajar menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui organisasi, kita dilatih untuk bertanggung jawab, bekerja sama, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Zafrina juga menekankan bahwa HIMA PGSD UNUSIDA berkomitmen menghadirkan program kerja yang inovatif dan bermanfaat bagi mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan karakter. Ia berharap seluruh mahasiswa PGSD dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan organisasi sebagai bagian dari proses pembelajaran di luar perkuliahan formal.

Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap profesi guru sekolah dasar, mengingat peran guru sangat penting dalam membentuk generasi masa depan bangsa.

“Kita adalah calon pendidik yang akan membentuk karakter anak-anak Indonesia. Maka sejak sekarang kita harus mempersiapkan diri dengan ilmu, sikap, dan pengalaman organisasi yang baik,” tambahnya.

Ketua Pelaksana, Abdillah Daffa Wahyu menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara inklusif untuk menyatukan seluruh mahasiswa PGSD angkatan 2025, baik dari kelas reguler maupun mahasiswa yang berdomisili di pondok pesantren.

“Melalui LENTERA, kami ingin membangun sinergi dan rasa kekeluargaan tanpa sekat. Nilai-nilai luhur pendidikan dasar kami tanamkan dengan cara yang menyenangkan. Saya berterima kasih kepada seluruh panitia serta dosen fakultas maupun prodi atas dukungan dan support-nya sehingga acara ini dapat berjalan maksimal. Cinta PGSD, jaya selalu UNUSIDA,” jelasnya.

Suasana semakin meriah saat memasuki sesi outbound dan berbagai permainan kelompok yang dirancang untuk melatih kerja sama tim. Aktivitas tersebut berhasil mencairkan suasana sekaligus mempererat keakraban antar mahasiswa dari latar belakang yang berbeda.

Salah satu peserta mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Acaranya sangat seru, terutama saat sesi permainan kelompok. Selain mendapatkan ilmu tentang prodi PGSD, kami juga lebih semangat untuk kuliah karena banyak motivasi baru. Saya jadi lebih kenal dekat dengan teman-teman. Walaupun agendanya sebentar, tapi pokoknya seru banget,” ungkapnya.

Penulis: Akmal Khuluq

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Seminar Kesehatan Mental (Foto: UKM KSR-PMI UNUSIDA/Faris)

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Seminar Kesehatan Mental: Merawat Jiwa, Menguatkan Raga di Tengah Krisis

SIDOARJO — Membawa misi pentingnya kesejahteraan psikologis dalam situasi darurat, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan seminar kesehatan mental bertajuk “Mental Health in Crisis Response: Merawat Jiwa, Menguatkan Raga’. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/2/2026) ini dipusatkan di Aula Lantai 4 Kampus UNUSIDA dan diikuti mahasiswa dari berbagai program studi serta masyarakat umum.

Ketua UKM KSR-PMI UNUSIDA, Mochammad Fahris Fanani mengatakan, seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya ketahanan mental (resiliensi) serta cara menjaga keseimbangan emosional, khususnya saat menghadapi situasi krisis atau tekanan tinggi.

Melalui seminar ini, ia berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kesehatan jiwa merupakan investasi jangka panjang yang sama pentingnya dengan menjaga kesehatan raga, terutama bagi generasi muda yang akan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Seminar ini bertujuan memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya ketahanan mental (resiliensi) serta cara menjaga keseimbangan emosional, khususnya saat menghadapi situasi krisis atau tekanan tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menambahkan bahwa generasi muda saat ini dihadapkan pada berbagai dinamika perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga tekanan akademik yang semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut adanya kemampuan adaptasi serta pengelolaan emosi yang baik agar tidak mudah mengalami stres berlebihan.

“Saat ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep kesehatan mental secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan strategi praktis dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi pribadi yang tangguh, empatik, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tandasnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Esa Kartika Dewantari Samudra, S.Psi., M.Pd, yang menjadi narasumber mengupas berbagai tantangan kesehatan mental yang kerap muncul di masa sulit, sekaligus menekankan bahwa kesehatan jiwa memiliki keterkaitan erat dengan kekuatan fisik dalam merespons permasalahan.

“Kesehatan mental bukan hanya tentang ketiadaan gangguan jiwa, tetapi bagaimana kita tetap mampu berdiri teguh dan merawat diri di tengah situasi krisis,” ungkap salah satu pemateri.

Ia juga membagikan tips praktis mengenai teknik self-care, manajemen stres, serta peran individu dalam menjadi sistem pendukung bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Selain memperoleh wawasan teoritis, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi langsung terkait strategi mitigasi krisis dari perspektif kesehatan mental.

Salah satu peserta mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat. “Acara ini sangat membuka mata. Saya jadi lebih paham bagaimana cara mengelola kecemasan dan tetap adaptif saat berada di bawah tekanan,” ujarnya.

Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) UNUSIDA Gelar Scitech Tools Workshop 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Gelar Scitech Tools Workshop 2026, Kembangan Keterampilan Analisis Data dan Penelitian Ilmiah

SIDOARJOHimpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan pelatihan bertema ‘Analytical Skills for Future Scholars: Excel, SPSS, dan SmartPLS’. Kegiatan yang berlangsung di Kampus 2 UNUSIDA, Jum’at (13/2/2026) ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi yang memiliki minat dalam pengembangan keterampilan analisis data dan penelitian ilmiah.

Plt. Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, memberikan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya ruang pengembangan diri bagi mahasiswa. Menurutnya, kegiatan pelatihan seperti ini merupakan panggung berharga untuk meningkatkan kapasitas keilmuan sekaligus melatih kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik.

“Saya harap melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu meningkatkan kualitas penelitian, lulus tepat waktu, serta memiliki kompetensi unggul yang relevan dengan kebutuhan dunia akademik berbasis data,” harapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menekankan pentingnya kemampuan riset bagi mahasiswa sebagai bekal masa depan akademik maupun profesional. Ia berharap pelatihan ini mampu memberikan wawasan baru sekaligus memotivasi mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan mampu mengharumkan nama kampus.

“Riset akan melekat pada diri kita sepanjang karier akademik. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini dengan baik agar bisa menghasilkan karya terbaik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely Agustin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moral maupun material, sehingga kegiatan dapat terselenggara sesuai dengan perencanaan. Ia menjelaskan kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kemampuan analisis data untuk kebutuhan akademik dan riset ilmiah.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak. Besar harapan kami kegiatan ini dapat memberikan manfaat optimal bagi seluruh peserta serta membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya mewakili panitia pelaksana.

Ia menjelaskanbahwa kegiatan ini merupakan upaya organisasi dalam menjawab kebutuhan mahasiswa terhadap penguasaan keterampilan analisis data yang semakin penting di dunia akademik maupun profesional. Menurutnya, kemampuan mengolah dan menganalisis data menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa, khususnya dalam penyusunan skripsi dan penelitian ilmiah.

Workshop ini  menjadi langkah strategis dalam mencetak future scholars yang unggul, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi berbasis data. Pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kapasitas mahasiswa guna mendukung terciptanya lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan analitis sebagai bekal dalam penyusunan tugas akhir, penelitian, maupun persiapan menghadapi kompetisi akademik,” ujarnya.