UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan Akper Al Kautsar Temanggung (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan AKPER Al Kautsar Temanggung

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Akademi Keperawatan (AKPER) Al Kautsar Temanggung melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis dalam penguatan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan benchmarking dan penguatan jejaring antar-Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (14/1/2026).

Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa seluruh unit dan bagian di UNUSIDA siap menjadi mitra berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi.

“Silakan berdiskusi, digali apa yang benar-benar dibutuhkan. Semua bagian di UNUSIDA akan senantiasa dengan senang hati berbagi ilmunya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan kerja sama. Melalui komunikasi yang intens dan terbuka, sinergi antarinstitusi dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak menegaskan komitmen bersama untuk terus bersinergi, saling menguatkan, dan berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Kepala Bagian Kerja Sama Nasional UNUSIDA Nafia Ilhama Qurratu’aini, S.E., M.M., menjelaskan, kerja sama ini berfokus pada peningkatan sumber daya serta pengembangan kapasitas kelembagaan kedua institusi. Dalam kesepakatan tersebut, ruang lingkup kerja sama mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan potensi sumber daya lainnya sesuai kesepakatan para pihak.

Pada bidang pendidikan, kerja sama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan SDM secara bersama, penyediaan tenaga ahli, pelaksanaan seminar, lokakarya, serta diskusi kelompok terarah. Sementara itu, pada bidang penelitian, kedua institusi sepakat untuk mengembangkan kegiatan pengkajian dan diseminasi ilmu pengetahuan, seni, budaya, dan teknologi, termasuk penelitian pengembangan serta pengelolaan jurnal ilmiah.

Adapun dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kerja sama difokuskan pada pemberdayaan masyarakat berbasis riset partisipatoris serta penerapan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Ia berharap, kerja sama ini menjadi fondasi kuat bagi peningkatan mutu layanan pendidikan dan kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan serta pengabdian masyarakat.

“Pelaksanaan teknis kerja sama ini akan diatur lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama (MoA) yang dapat dilaksanakan oleh unit, lembaga, atau pusat terkait sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya di masing-masing institusi,” terangnya.

INISNU Temanggung Resmi Jalin Kerja Sama Strategis, Teken MoU dan MoA dengan UNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Komitmen Tumbuh Bersama, UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan INISNU Temanggung

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA). Penandatanganan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Benchmarking INISNU Temanggung dan penguatan jejaring antar-Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), Rabu (14/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., meneguhkan komitmen bersama untuk membangun jejaring kolaboratif yang berkelanjutan, meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi, serta memperkuat kontribusi PTNU dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Pihaknya sangat menyambut positif kerja sama tersebut sebagai bagian dari komitmen bersama PTNU untuk tumbuh dan maju secara kolektif. Sinergi antarperguruan tinggi NU dinilai penting dalam menjawab tantangan global pendidikan tinggi serta memperkuat peran PTNU dalam melayani umat dan bangsa.

Ia menyampaikan bahwa seluruh unit dan bagian di UNUSIDA siap menjadi mitra berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi.

“Silakan berdiskusi, digali apa yang benar-benar dibutuhkan. Semua bagian di UNUSIDA akan senantiasa dengan senang hati berbagi ilmunya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan kerja sama. Menurutnya, pertukaran informasi tidak boleh berhenti pada forum formal semata, tetapi harus terus terjalin dalam kehidupan kelembagaan sehari-hari.

“Jangan lupa untuk saling bertukar nomor telepon, agar kita bisa terus meninjau perkembangan kedua institusi, saling berkabar, dan menyambung silaturrahmi,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan sumber daya manusia, serta pengembangan sistem penjaminan mutu internal. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terjadi pertukaran praktik baik dan penguatan kapasitas kelembagaan antar-PTNU.

Pihaknya mengaku telah banyak mengantongi banyak ilmu untuk segera merealisasikan berbagai hasil pembelajaran dan benchmarking kali ini. Menurutnya, hasil tersebut akan mulai diwujudkan dalam waktu dekat dan menjadi program prioritas (PR) pada tahun pertama kepemimpinannya.

Ia menyampaikan bahwa penguatan mutu layanan pendidikan menjadi fokus utama, khususnya melalui pemanfaatan aplikasi dan sistem digital sebagai solusi strategis dalam meningkatkan efektivitas tata kelola kampus.

“Tidak salah kami kesini, banyak ilmu dan pengalaman sudah kami kantongi. Tinggal bagaimana ini diwujudkan dalam langkah nyata. Salah satu solusinya adalah melalui penguatan sistem aplikasi, karena mau tidak mau perguruan tinggi hari ini harus berdiri di atas sistem yang kuat dan terukur,” terangnya.

Ia menilai bahwa kondisi keterbatasan justru harus dijadikan modal untuk berbenah, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Temanggung. “Dalam manajemen modern, lembaga pendidikan itu tidak boleh statis. Salah satu indikator lembaga yang sehat adalah terus bergerak, bertransformasi, dan belajar,” pungkasnya. (MY)

Benchmarking INISNU Temanggung ke UNUSIDA, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi NU (Foto: Humas UNUSIDA)

Benchmarking INISNU Temanggung ke UNUSIDA, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi NU

SIDOARJO – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melaksanakan kegiatan Benchmarking dan silaturahmi kelembagaan ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Rabu (14/1/2026). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (BPP) INISNU Temanggung, Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., bersama jajaran pimpinan dan perwakilan dari beberapa sektor strategis.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyambut baik kunjungan benchmarking tersebut dan menegaskan komitmennya untuk berbagi pengalaman serta praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi. UNUSIDA membuka ruang kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan sistem informasi akademik dan kemahasiswaan.

“UNUSIDA sangat terbuka untuk semua pihak. Hal ini menjadi komitmen bersama untuk maju secara kolektif sebagai perguruan tinggi NU, saling belajar, saling menguatkan, dan bersama-sama berkhidmah untuk umat dan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Nur Mahsun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar UNUSIDA. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari silaturahmi pimpinan UNUSIDA ke Temanggung sekitar dua minggu sebelumnya, yang kemudian melahirkan kesepakatan ide untuk saling belajar dan menguatkan sinergi antarlembaga pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama.

“Kami mendapatkan banyak kenikmatan dari silaturahmi ini. Kami yakin, dengan saling berkunjung dan berbagi pengalaman, akan banyak keberkahan, dilapangkan rezekinya, dan diberkahi usianya. Harapan kami, meskipun usia lembaga sudah tua, semangatnya tetap muda,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa secara historis, INISNU Temanggung merupakan perguruan tinggi yang telah melalui proses panjang dan beberapa kali metamorfosis. Berawal dari Fakultas Hukum Islam (FHI) UNNU tahun 1969, lalu menjadi STISNU, STAINU, hingga resmi bertransformasi menjadi INISNU Temanggung pada 15 Juni 2021 lalu. Lembaga ini didirikan oleh para tokoh NU, di antaranya almarhum KH. Abdul Hadi (Ketua PCNU Temanggung pada masanya) beserta tokoh-tokoh NU Temanggung lainnya hingga kini terus berbenah menuju penguatan tata kelola.

Menurutnya, benchmarking ke UNUSIDA memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, memperkuat silaturahmi sebagai sesama perguruan tinggi NU. Kedua, belajar secara langsung terkait pengelolaan kampus modern, khususnya dalam aspek tata kelola, pelayanan akademik, pengelolaan SDM dosen dan tenaga kependidikan, serta sistem penjaminan mutu.

“Kami ini usianya sudah tua, tetapi kami sadar masih banyak kekurangan. Karena itu kami perlu belajar, terutama dari UNUSIDA yang relatif lebih muda namun sangat progresif dalam tata kelola dan pengembangan institusi,” ungkapnya.

Tujuan ketiga, lanjut Nur Mahsun, adalah mempersiapkan INISNU Temanggung dalam proses alih bentuk ke universitas di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya perguruan tinggi NU untuk hadir memberikan solusi atas persoalan riil warga Nahdliyin, khususnya di Kabupaten Temanggung yang mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, terutama tembakau.

“Ketika sektor tembakau mengalami penurunan, dampaknya sangat besar bagi ekonomi warga. Di sinilah perguruan tinggi NU harus hadir, memberi akses pendidikan S1 yang terjangkau dan relevan,” tegasnya.

Ia juga memaparkan berbagai program afirmasi yang telah dilakukan INISNU Temanggung, seperti penyediaan beasiswa NU, beasiswa untuk warga desa, serta upaya meningkatkan angka partisipasi pendidikan lanjutan yang saat ini masih sekitar 50 persen.

“Ke depan, INISNU berkomitmen memperluas layanan pendidikan dengan membuka fakultas-fakultas non-keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Tampak hadir, Ketua BPP UNUSIDA Drs. H. Arly Fauzi, M.H., Sekretaris BPP UNUSIDA Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, S.Pd.I., M.Pd., jajaran Wakil Rektor INISNU Temanggung, Dekan, Direktur Program Pascasarjana, Ketua PPMA, Ketua PUSADI, dan beberapa tenaga kependidikan.

Dosen PIAUD UNUSIDA, Ganal Arief Rahmawan, S.Psi., M.Si. Jadi Narasumber Seminar Anti-Bullying di SMA Avisena Jabon (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen UNUSIDA Jadi Narasumber Seminar Anti-Bullying di SMA Avisena Jabon

SIDOARJO – Upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah terus diperkuat melalui edukasi preventif. Salah satunya diwujudkan melalui Seminar Anti-Bullying yang diselenggarakan SMA Avisena Jabon, Selasa (13/1/2026), bertempat di Dome SMA Avisena Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini menghadirkan dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Ganal Arief Rahmawan, S.Psi., M.Si., sebagai narasumber utama.

Seminar yang diikuti oleh siswa kelas X, XI, dan XII tersebut bertujuan membekali peserta didik dengan pemahaman komprehensif mengenai perundungan, baik dalam bentuk fisik, verbal, sosial, maupun cyberbullying yang kian marak di era digital. Kegiatan ini menjadi respons atas realitas sosial remaja yang berada pada fase krusial pembentukan identitas, di mana interaksi sosial yang tidak sehat berpotensi menimbulkan dampak psikologis jangka panjang.

Dalam pemaparannya, Ganal menekankan bahwa perundungan sering kali terjadi akibat kaburnya batas antara candaan dan perilaku menyakiti. Dampak bullying tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga memengaruhi iklim belajar dan kesehatan mental pelaku serta lingkungan sekolah secara keseluruhan. Oleh karena itu, sekolah perlu menjadi ruang aman yang menjunjung tinggi nilai empati, saling menghargai, dan beradab.

Seminar Anti-Bullying ini juga diarahkan untuk menumbuhkan sikap empati dan solidaritas antar siswa. Selain itu, peserta diberikan pemahaman praktis mengenai langkah-langkah intervensi yang dapat dilakukan ketika menyaksikan atau mengalami perundungan, termasuk mekanisme pelaporan yang aman dan bertanggung jawab kepada pihak sekolah.

Secara khusus, materi pencegahan cyberbullying menjadi perhatian utama. Siswa diajak memahami etika berkomunikasi di media sosial agar mampu bersikap bijak di ruang digital serta menghindari perilaku yang berpotensi melukai orang lain.

Pelaksanaan seminar berlangsung khidmat dan interaktif. Antusiasme siswa terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang dinamis. Berdasarkan survei singkat di akhir kegiatan, terjadi peningkatan kesadaran siswa dalam mengenali dampak psikologis perundungan serta komitmen bersama untuk menjaga sikap dan tutur kata, baik di lingkungan sekolah maupun di media sosial.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Kepala Sekolah SMA Avisena Jabon, H. Abu Bakar, S.Th.I, M.Pd.I., menyepakati pakta integritas untuk menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan. Kesepakatan ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam membangun budaya sekolah yang sehat, suportif, dan ramah anak.

Ia menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat. Seminar Anti-Bullying ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga santun dalam bersikap dan berinteraksi sosial.

“Semoga dengan kegiatan ini terjadi peningkatan kesadaran siswa dalam mengenali dampak psikologis perundungan serta komitmen bersama untuk menjaga sikap dan tutur kata, baik di lingkungan sekolah maupun di media sosial,” pungkasnya.

BEM UNUSIDA Matangkan Arah Gerak Organisasi melalui Rapat Penyusunan Program Kerja 2025–2026 (Foto: Muchammad Waziruddin/NU Delta)

Matangkan Arah Gerak Organisasi, BEM UNUSIDA Gelar Rapat Penyusunan Program Kerja 2025–2026

SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (BEM UNUSIDA) menyelenggarakan Rapat Penyusunan Program Kerja Periode 2025–2026 yang bertempat di Kedai Kopi Ahmed 4, Ahad (11/1/2025). Forum ini menjadi ruang strategis untuk mematangkan arah kebijakan, konsolidasi gagasan, serta peneguhan tata kelola organisasi mahasiswa di tingkat universitas.

Rapat berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA, M. Rafly Afandi, bersama Wakil Presma Alvin Dwi Yunianto. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran kementerian di lingkungan BEM UNUSIDA sebagai bagian dari proses awal perencanaan program kerja kepengurusan baru.

Dalam kesempatan tersebut, Presma UNUSIDA menekankan pentingnya keselarasan visi dan integrasi program antar kementerian. Menurutnya, program kerja tidak boleh dipahami sebagai agenda sektoral yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kesatuan arah gerak kolektif yang berkelanjutan.

“Program kerja BEM UNUSIDA harus menjadi rangkaian yang saling terhubung, membangun, dan berorientasi jangka panjang. Inilah semangat Sustainable Building Movement yang ingin kita wujudkan bersama,” tegas Rafly.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menegaskan bahwa keseluruhan program yang diajukan merupakan upaya BEM UNUSIDA dalam menata ulang pola kerja organisasi agar lebih adaptif, terukur, dan selaras dengan transformasi digital.

Agenda inti rapat diisi dengan pemaparan rancangan program kerja dari masing-masing kementerian secara berurutan. Setiap kementerian menyampaikan garis besar gagasan strategis yang dirancang untuk saling menguatkan, baik dalam aspek penguatan kelembagaan, pengembangan kapasitas mahasiswa, maupun perluasan dampak sosial.

Kementerian Dalam Negeri, melalui perwakilannya, memaparkan arah penguatan kapasitas organisasi mahasiswa yang difokuskan pada pembinaan berjenjang di tingkat BEM Fakultas dan Himpunan Mahasiswa Program Studi. Pendekatan ini dirancang sebagai fondasi kesinambungan tata kelola organisasi yang lebih rapi, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyampaikan inisiatif penguatan literasi sains dan intelektualitas mahasiswa yang diarahkan ke luar kampus, khususnya menyasar siswa sekolah menengah atas dan sederajat. Program ini dirancang dalam bentuk kompetisi dan ruang pengembangan sains yang kolaboratif sebagai upaya mendorong budaya berpikir ilmiah sekaligus memperkuat peran mahasiswa UNUSIDA dalam ekosistem pendidikan.

Kementerian Agama memaparkan gagasan penguatan nilai keislaman dan kebudayaan mahasiswa melalui medium seni serta ekspresi religius yang inklusif dan moderat. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informasi menegaskan fokus kerja pada pembangunan sistem media organisasi yang berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan Website Ormawa UNUSIDA sebagai bank informasi terpusat yang memuat data kelembagaan, arsip kegiatan, dokumentasi, hingga bank press release. Langkah ini diposisikan sebagai fondasi penguatan identitas dan transparansi organisasi mahasiswa di ruang digital.

Sejalan dengan itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan memaparkan program penguatan kepemimpinan perempuan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia mahasiswa yang inklusif. Adapun Kementerian Pemuda dan Olahraga menyampaikan agenda UNUSIDA Futsal Cup (UFC) sebagai program rutin tahunan yang menyasar siswa SMA dan sederajat. Selain sebagai wadah pengembangan minat dan bakat olahraga, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat branding institusi serta jejaring kepemudaan di tingkat regional.

Momentum penting dalam rapat ini ditandai dengan penyampaian produk hukum organisasi oleh Wakil Presma UNUSIDA, Alvin Dwi Yunianto yang memaparkan kerangka Peraturan Presiden Mahasiswa dan Keputusan Presiden Mahasiswa sebagai landasan normatif baru dalam tata kelola BEM UNUSIDA.

“Peraturan ini hadir bukan untuk membatasi ruang gerak, tetapi untuk memastikan setiap program dan proses berjalan secara etis, disiplin, dan akuntabel. Dengan tata kelola yang jelas, BEM UNUSIDA dapat bergerak lebih profesional dan siap menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, secara khusus Alvin membacakan dan menetapkan Peraturan Presiden Mahasiswa Nomor 1 Tahun 2026 tentang Kode Etik, Disiplin, dan Tata Kelola Pengurus BEM UNUSIDA. Peraturan tersebut memuat ketentuan umum, asas dan tujuan, kode etik serta kewajiban pengurus, pengaturan status pengurus, mekanisme pelanggaran dan sanksi, hingga ketentuan penutup.

Alvin menegaskan bahwa regulasi ini dirancang sebagai fondasi keberlanjutan organisasi yang yang ditetapkan dan mulai diberlakukan pada hari yang sama sebagai bentuk komitmen awal kepengurusan periode 2025–2026.

“Rapat Kerja ini menjadi tonggak awal konsolidasi ide dan peneguhan arah gerak BEM UNUSIDA, kami berharap mampu menghadirkan organisasi mahasiswa yang berkelanjutan, adaptif terhadap transformasi digital, serta konsisten memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika UNUSIDA,” pungkasnya.

Penulis:  Muchammad Waziruddin (MY)

UPT PIK UNUSIDA Launching Pembinaan Al-Qur’an Mahasiswa Baru Angkatan 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

UPT PIK UNUSIDA Launching Pembinaan Al-Qur’an Bagi Mahasiswa Baru Angkatan 2025

SIDOARJO – Unit Pelaksana Teknis Pengkajian Islam dan Keaswajaan (UPT PIK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Launching Pembinaan Al-Qur’an Mahasiswa Baru UNUSIDA Angkatan 2025 dengan tema ‘Ikhtiar Membangun Generasi Berilmu, Beradab, dan Berakhlak Qur’ani’. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (8/1/2026).

Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an bagi mahasiswa UNUSIDA tidak hanya menjadi kewajiban moral, tetapi juga bagian dari syarat kelulusan. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus ditanamkan dan dihidupkan dalam keseharian mahasiswa di lingkungan kampus.

“UPT PIK menyediakan layanan belajar, pembimbing, dan pembinaan Al-Qur’an. Mahasiswa yang sudah mahir diharapkan bisa menjadi pembimbing bagi teman-temannya. Ini menjadi ladang amal jariyah sekaligus bentuk kemanfaatan bagi kampus,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan Al-Qur’an dapat dimulai sejak semester awal agar saat lulus mahasiswa telah lancar membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Mahasiswa yang terlibat aktif sebagai pembimbing juga akan mendapatkan surat tugas yang dapat dikonversikan dalam Sistem Poin Mahasiswa (Sipoma), salah satu syarat kelulusan di UNUSIDA.

Sementara itu, Kepala UPT PIK UNUSIDA, H. Aris Kuswanto, S.T., M.Pd.I., menjelaskan bahwa kemampuan baca tulis Al-Qur’an menjadi salah satu standar kompetensi lulusan UNUSIDA. Berdasarkan hasil pemetaan kemampuan BTQ saat PKKMB, mahasiswa memiliki kemampuan yang beragam, mulai dari mahir hingga perlu pembinaan intensif.

“Standar kampus tidak muluk-muluk. Mahasiswa diharapkan mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar serta menghafal minimal 15 surat pendek, ditambah kemampuan membaca tahlil dan ayat-ayat yang sering diamalkan warga Nahdlatul Ulama,” jelasnya.

Ia menegaskan, mahasiswa yang belum memenuhi standar wajib mengikuti pembinaan selama masa liburan dengan sistem bimbingan langsung (talaqqi) bersama dosen, pembimbing, maupun mahasiswa senior yang kompeten. Di akhir program akan dilaksanakan munaqasyah sebagai bentuk evaluasi.

Lebih lanjutnya, program pembinaan ini, merupakan amanah pimpinan UNUSIDA kepada UPT PIK dalam mengawal visi besar kampus, khususnya penguatan nilai keislaman, keaswajaan, dan ke-NU-an. Diharapkan, seluruh mahasiswa UNUSIDA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki bekal spiritual dan akhlak Qur’ani sebagai calon pemimpin umat dan bangsa.

“Ini adalah ikhtiar memuliakan diri dengan Al-Qur’an. Semoga menjadi jalan keberkahan bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademika UNUSIDA,” pungkasnya. (MY)

Rutinan Bulanan HIMA PGMI UNUSIDA (Foto: Putri Hidayati/Humas UNUSIDA)

Rutinan Bulanan HIMA PGMI UNUSIDA, Perkuat Ukhuwah dan Spiritualitas Mahasiswa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HIMA PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) secara konsisten menyelenggarakan Rutinan Bulanan sebagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara berkala setiap bulan. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan HIMA PGMI dalam upaya mempererat ukhuwah antaranggota sekaligus meningkatkan kualitas spiritual mahasiswa Program Studi PGMI.

Ketua HIMA PGMI UNUSIDA, Nurul Eka menyampaikan bahwa rutinan bulanan ini tidak hanya berorientasi pada aspek ritual semata, tetapi juga memiliki nilai pembentukan karakter. Mahasiswa diajak untuk menumbuhkan kesadaran spiritual agar mampu menjalani kehidupan kampus dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan keikhlasan.

“Dengan fondasi spiritual yang kuat, semoga kami sebagai mahasiswa mampu menghadapi tantangan akademik maupun organisasi dengan sikap yang lebih tenang dan bijaksana,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (9/1/2026).

Selain itu, ia menyebutkan bahwa rutinan ini juga menjadi sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi wadah refleksi diri bagi mahasiswa. Melalui kebersamaan dalam doa dan dzikir, ia berharap mampu menyeimbangkan antara tuntutan akademik, aktivitas organisasi, dan kehidupan spiritual. Keseimbangan tersebut dinilai penting untuk membentuk pribadi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.

Rutinan bulanan ini diisi dengan istighotsah bersama ini dilaksanakan dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Melalui istighotsah, mahasiswa memanjatkan doa dan ikhtiar batin kepada Allah SWT untuk memohon ampunan, ketenangan hati, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta keberkahan dalam setiap aktivitas akademik maupun organisasi yang dijalani.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. Juga menjadi momentum dalam memperkuat solidaritas antar sesama,” harapnya.

Rutinan Bulanan HIMA PGMI menjadi bukti komitmen mahasiswa PGMI dalam menjaga nilai-nilai religius di lingkungan kampus. Dengan istiqamah melaksanakan kegiatan ini, HIMA PGMI berharap dapat mencetak generasi pendidik madrasah ibtidaiyah yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah, serta siap mengabdikan diri kepada masyarakat dan bangsa.

“Alhamdulillah, semoga kegiatan ini dapat istiqamah dan memiliki manfaat dalam menunjang semangat dalam berkuliah,” pungkasnya.

Penulis: Putri Hidayati

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen untuk Penguatan Metode Penelitian Mahasiswa (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen Volume 3, Bekali Mahasiswa Siap Hadapi Tugas Akhir

SIDOARJO — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar Workshop Proyek Independen: Penguatan Metode Penelitian sebagai upaya membekali mahasiswa dalam mempersiapkan tugas akhir dan penulisan karya ilmiah berbasis penelitian. Workshop yang wajib diikuti oleh mahasiswa pemrogram skripsi atau tugas akhir Tahun Akademik 2025/2026 ini dilaksanakan di Lantai 4 dan 5 Gedung A Kampus II UNUSIDA, Kamis (8/1/2026).

Kali ini menghadirkan tiga pemateri yang berkompeten di bidang metodologi penelitian, yakni Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I. yang membahas metode penelitian kualitatif, Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd. dengan materi metode penelitian pengembangan, serta Fakhrur Rozy, S.Or., M.Pd. yang memaparkan metode penelitian kuantitatif.

Wakil Dekan FKIP UNUSIDA, Arie Widya Murni, dalam pemaparannya mendorong mahasiswa agar percaya diri dan konsisten dalam memilih metode penelitian yang sesuai dengan fokus kajian yang diambil. Kegiatan ini menjadi upaya membekali mahasiswa dalam mengerjakan tugas jurnal ilmiah sekaligus mencari dan merumuskan ide penelitian yang akan digunakan sebagai tugas akhir. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap metode penelitian kuantitatif, kualitatif, maupun metode campuran (mixed methods).

“Mahasiswa harus yakin dengan metode penelitian yang dipilih. Fight saja dengan penelitian kita. Perjuangan dalam proses riset ini adalah harga yang harus dibayar untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” tegasnya.

Pihaknya berkomitmen melakukan pendampingan secara bertahap dan berkelanjutan, agar mahasiswa tidak hanya mampu menyelesaikan tugas akhir, tetapi juga memiliki kompetensi riset yang kuat dan siap bersaing di dunia akademik maupun profesional.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis FKIP UNUSIDA dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan kebijakan pendidikan tinggi, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Hadi Ismanto, salah satu pemateri dalam workshop tersebut, menyampaikan gambaran arah kebijakan tugas akhir mahasiswa ke depan. Ia menjelaskan bahwa dalam dua tahun mendatang, tugas akhir mahasiswa tidak lagi berbentuk skripsi konvensional, melainkan berupa publikasi artikel jurnal.

Ia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa sejak dini dalam merancang penelitian yang sistematis dan terukur. Mahasiswa diarahkan untuk memahami alur penelitian mulai dari penentuan masalah, pemilihan metode yang tepat, pengumpulan data, hingga pengolahan hasil penelitian yang layak dipublikasikan dalam bentuk artikel jurnal.

“Dua tahun ke depan, tugas akhir mahasiswa tidak lagi menggunakan skripsi, tetapi penerbitan jurnal. Karena itu, kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian harus dikawal dan dipersiapkan sejak sekarang agar mampu menghasilkan jurnal bereputasi,” pungkasnya.

FAI UNUSIDA Bekali Mahasiswa Terkait Tugas Akhir (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI UNUSIDA Bekali Mahasiswa Tips Mengerjakan Tugas Akhir, Tekankan Pentingnya Kemandirian dan Perencanaan Matang

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Pembekalan Tugas Akhir bagi mahasiswa tingkat akhir di Hall Lantai 3 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini menjadi momen penting yang telah lama dinantikan mahasiswa sementer akhir yang telah menempuh masa studi kurang lebih tiga tahun enam bulan ini.

Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tugas akhir merupakan fase krusial yang menuntut kesiapan akademik, mental, dan manajemen waktu mahasiswa. Ia menekankan pentingnya kemandirian dan perencanaan yang matang sejak awal proses penyusunan tugas akhir.

“Tugas akhir ini adalah tahapan penting yang sudah lama ditunggu mahasiswa. Karena itu, sejak pengajuan judul, penyusunan proposal, hingga penulisan bab demi bab harus disiapkan dengan perencanaan yang jelas dan terukur,” ujarnya.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak bergantung pada pihak lain dan mampu menyusun jadwal pribadi secara mandiri. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki schedule yang jelas agar proses penyusunan tugas akhir berjalan lancar tanpa alasan keterlambatan.

“Jangan menunggu arahan terus. Susun sendiri jadwal kapan mengerjakan proposal, Bab I, Bab II, hingga pencarian referensi. Kalau sudah punya program dan jadwal pribadi, tidak ada alasan tugas akhir tidak selesai,” tegasnya.

Feri juga menyoroti kemudahan akses referensi di era digital saat ini. Jika dahulu mahasiswa harus mencari buku cetak hingga ke luar kota, kini berbagai sumber ilmiah dapat diakses secara daring. Namun demikian, ia mengingatkan agar mahasiswa tetap menjunjung tinggi kejujuran akademik.

“Sekarang mencari referensi jauh lebih mudah. Tapi jangan sampai tergoda untuk menyalin karya orang lain. Ambil inspirasi boleh, tapi hasilnya harus tetap orisinal dan disusun dengan pemikiran sendiri agar benar-benar menjadi karya ilmiah,” pesannya.

Selain aspek akademik, Feri juga menekankan pentingnya pemenuhan kewajiban administrasi. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan persyaratan administratif yang dapat menghambat proses penyelesaian tugas akhir.

“Saya harap mahasiswa mampu menyelesaikan tugas akhir dengan baik, tepat waktu, dan berkualitas, sekaligus membentuk sikap disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab sebagai bekal memasuki dunia profesional maupun akademik selanjutnya,” harapnya.

Mahasiswa PGSD UNUSIDA Persembahkan Ragam Tari Nusantara dalam Pentas “Raga yang Menari, Jejak Budaya yang Terpatri” (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa PGSD UNUSIDA Persembahkan Ragam Tari Nusantara

SIDOARJO — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) mempersembahkan ragam tari Nusantara dalam sebuah kegiatan bertajuk ‘Raga yang Menari, Jejak Budaya yang Terpatri’ di Halaman Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi seni sekaligus upaya pelestarian budaya melalui gerak tari dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pentas seni tersebut seluruh mahasiswa PGSD UNUSIDA menampilkan berbagai tarian tradisional dari beragam daerah, lengkap dengan pakaian daerah yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa. Setiap gerakan tari tidak hanya menjadi bentuk keindahan visual, tetapi juga sarat makna, nilai luhur, dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun.

Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNUSIDA, Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan semangat mahasiswa PGSD dalam mengangkat seni budaya Nusantara. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang seni tari, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan nasionalisme. Ini menjadi bekal penting bagi calon guru sekolah dasar agar kelak mampu menanamkan kecintaan budaya kepada peserta didik sejak usia dini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa seni tari dapat menjadi media pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan, khususnya di jenjang pendidikan dasar. Dengan demikian, mahasiswa PGSD diharapkan mampu mengintegrasikan seni dan budaya dalam praktik pembelajaran di sekolah.

Ia berharap mahasiswa UNUSIDA dapat merawat warisan budaya bangsa. Melalui setiap gerak tari yang ditampilkan, mahasiswa tidak hanya mengekspresikan kreativitas, tetapi juga merajut nilai luhur dan identitas budaya Indonesia agar tetap hidup dan terpatri di tengah generasi muda.

“Melalui kegiatan ini juga menjadi upaya dalam merajut nilai-nilai luhur serta identitas budaya bangsa di tengah arus digitalisasi. Kegiatan ini menjadi implementasi mata kuliah dalam melestarikan tari dan busana budaya, yang kelak akan mereka ajarkan kepada generasi selanjutnya saat menjadi seorang pendidik,” pungkasnya.