Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto saat menyampaikan sambutan dalam Pembukaan KARISMA FAI 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Plt Rektor Ajak Mahasiswa Baru FAI UNUSIDA Aktif Berkarya dan Bangun Narasi Positif tentang Islam

SIDOARJO — Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hadi Ismanto, mengajak mahasiswa baru Fakultas Agama Islam (FAI) untuk tidak sekadar menjalani perkuliahan, tetapi aktif mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, serta berani membangun narasi positif tentang Islam di tengah masyarakat.

Di hadapan mahasiswa baru, ia membagikan perjalanan pendidikan dan kariernya sebagai contoh bahwa latar belakang pendidikan tidak menjadi batas untuk berkembang selama seseorang memiliki kemauan untuk belajar dan terus berusaha.

Dr. Hadi menceritakan bahwa dirinya merupakan lulusan Sarjana Hukum Islam. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia sempat berdoa agar segera mendapatkan pekerjaan. Perjalanan tersebut kemudian membawanya pada pengalaman menjadi pendidik dan berbagai kesempatan pengembangan profesional.

Ia mengisahkan salah satu pengalaman ketika mendapatkan kesempatan mengajar. Saat itu, dirinya menghadapi tantangan karena harus menguasai materi pembelajaran dan berhadapan dengan banyak peserta didik. Kondisi tersebut justru membuatnya terdorong untuk belajar lebih keras.

“Bukunya banyak, maka buku itu harus saya kuasai. Saya baca berkali-kali. Setelah saya mampu, baru saya masuk kelas,” tuturnya saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Kajian, Orientasi, dan Silaturahmi Mahasiswa (KARISMA) FAI UNUSIDA 2026, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting bahwa kemampuan tidak hadir secara instan. Seseorang harus mau berproses, belajar, berlatih, dan menghadapi tantangan secara langsung.

Perjalanan tersebut kemudian membawanya memperoleh berbagai pengalaman profesional dan kesempatan mengikuti program pengembangan pendidikan. Bagi Dr. Hadi, setiap kesempatan yang datang harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

Jangan Diam, Bangun Narasi tentang Islam

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hadi juga menekankan pentingnya mahasiswa FAI memiliki keberanian untuk menyampaikan narasi positif tentang Islam dan pendidikan Islam kepada masyarakat.

Ia menggunakan kisah tentang kuliner Indonesia sebagai ilustrasi mengenai pentingnya narasi. Menurutnya, sesuatu yang memiliki nilai dan berasal dari Indonesia dapat dikenal secara berbeda ketika narasi yang dibangun tidak cukup kuat.

“Jangan diam saja, nanti seperti rawon. Jelas-jelas berasal dari Indonesia, tetapi kalau narasinya tidak dibangun, bisa saja orang lain yang lebih dulu dikenal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa FAI memiliki peran untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam secara lebih luas. Kebanggaan terhadap agama, menurutnya, tidak cukup hanya disimpan dalam diri, tetapi perlu diwujudkan melalui dakwah, karya, tulisan, maupun pemanfaatan media sosial.

“Sekarang tugas kita bersama, ceritakan. Jangan malu-malu, bangga dengan agama Islam. Bangga itu tidak cukup, tetapi bagaimana kita menyampaikan dan mendakwahkannya,” pesannya.

Menurutnya, media sosial dapat menjadi salah satu ruang strategis bagi mahasiswa untuk menyebarkan pengetahuan dan narasi positif. Mahasiswa tidak harus selalu menyampaikan sesuatu yang besar, tetapi dapat memulai dari informasi sederhana yang memiliki dasar data dan pengetahuan. “Kalau menyampaikan sesuatu, sampaikan data. Itulah narasi,” tegasnya.

Mahasiswa Diminta Tidak Hanya Pulang Setelah Kuliah

Dr. Hadi juga mengingatkan mahasiswa FAI agar tidak menjadikan kampus hanya sebagai tempat mengikuti perkuliahan kemudian pulang. Masa mahasiswa, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk membangun pengalaman sebanyak mungkin. “Di FAI jangan pulang saja. Kalau pulang, harus beraktivitas untuk mengembangkan potensi saudara-saudara,” ujarnya.

Ia mendorong mahasiswa untuk mengikuti organisasi, komunitas, pelatihan, kursus, maupun kegiatan lain yang dapat meningkatkan kompetensi. Kemampuan tambahan, termasuk bahasa, komunikasi, kepemimpinan, dan keterampilan digital, dinilai dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika terjun ke masyarakat.

Ia juga menyinggung pentingnya membangun kebiasaan belajar dan berlatih secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan bukan semata-mata hasil dari keberuntungan, melainkan buah dari proses panjang dan latihan yang dilakukan secara terus-menerus.

Dr. Hadi kemudian menggunakan analogi olahraga untuk menggambarkan pentingnya latihan. Seorang pemain yang mampu melakukan teknik tertentu dengan baik, menurutnya, tidak langsung mendapat kemampuan tersebut, tetapi melalui latihan berulang. “Berhasil itu karena latihan. Itu namanya semangat,” pesannya.

Pentingnya Membuat Jurnal dan Menetapkan Target

Selain aktif berkegiatan, mahasiswa juga diajak untuk memiliki perencanaan yang jelas selama menempuh pendidikan. Dr. Hadi mendorong mahasiswa membuat jurnal atau catatan perkembangan diri sebagai sarana untuk menetapkan target dan mengevaluasi pencapaian.

Menurutnya, mahasiswa perlu mengetahui apa yang ingin dicapai selama empat tahun masa kuliah. Target tersebut kemudian dapat dipecah menjadi langkah-langkah yang lebih konkret dan terukur.

“Kalau kita tidak bisa berhitung, bagaimana kita tahu perkembangannya? Maka harus jelas tahapannya,” jelasnya.

Ia berharap mahasiswa FAI dapat memanfaatkan masa kuliah untuk membangun kompetensi sekaligus menghasilkan karya. Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang memiliki bekal keilmuan dan pengalaman ketika kembali ke masyarakat.

Mengakhiri pesannya, Dr. Hadi mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru FAI UNUSIDA. Ia berharap mahasiswa mampu menjalani perkuliahan dengan penuh semangat, aktif mengambil kesempatan, dan terus mengembangkan potensi diri.

“Selamat datang di Fakultas Agama Islam. Jangan hanya menjadi mahasiswa yang datang untuk kuliah, tetapi jadilah mahasiswa yang terus belajar, beraktivitas, berkarya, dan mengembangkan potensi,” pesannya.

Suasana Pembukaan KARISMA Fakultas Agama Islam 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

KARISMA FAI UNUSIDA 2026, Ajak Mahasiswa Baru Aktif Berorganisasi dan Kembangkan Pengalaman

SIDOARJO — Masa Kajian, Orientasi, dan Silaturahmi Mahasiswa (KARISMA) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akademik dan sosial selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru FAI UNUSIDA tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga diajak aktif mencari pengalaman melalui organisasi, kegiatan kemahasiswaan, serta berbagai aktivitas di luar ruang perkuliahan.

Ketua BEM FAI UNUSIDA, Wiwin Lestari, mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadikan aktivitas kuliah sebatas datang ke kampus, mengikuti pembelajaran, kemudian langsung pulang. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan kesempatan penting untuk memperluas pengalaman dan mengembangkan kemampuan yang nantinya dapat diterapkan di tengah masyarakat.

“Ilmu akademik adalah pembelajaran yang bisa kalian ikuti. Kuliah tidak harus pulang kuliah langsung pulang saja. Kalau seperti itu, pengalaman yang kalian dapatkan juga terbatas. Di kampus ini banyak pengalaman yang bisa kalian cari dan kembangkan untuk nantinya kalian bawa ketika terjun di masyarakat,” tuturnya saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan KARISMA FAI 2026, Rabu (16/9/2026).

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa FAI memiliki tanggung jawab lebih dalam mengembangkan keilmuan dan pengalaman, khususnya karena berada di lingkungan Fakultas Agama Islam. Pengalaman berorganisasi, berkomunikasi, bekerja sama, dan terlibat dalam berbagai kegiatan dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mahasiswa.

“Apalagi kalian berada di Fakultas Agama Islam. Ada tuntutan untuk terus mengembangkan diri, bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga bagaimana ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat di masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih FAI UNUSIDA sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

“Selamat bergabung di Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Kalian adalah mahasiswa yang terpilih dari sekian banyak anak yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Kesempatan yang baik ini mari kita gunakan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Feri menegaskan bahwa kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi tidak dimiliki oleh semua anak. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan masa perkuliahan dengan sungguh-sungguh, baik dalam kegiatan akademik maupun pengembangan diri.

“Tidak semua anak di Indonesia mendapatkan kesempatan seperti ini. Maka di Fakultas Agama Islam, bagaimana mahasiswa mendapat kesempatan sebanyak-banyaknya untuk belajar, berkembang, dan memperoleh pengalaman,” jelasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk memandang masa perkuliahan sebagai proses menyiapkan masa depan. Setiap ilmu, pengalaman, dan proses yang dijalani selama menjadi mahasiswa merupakan bagian dari investasi untuk kehidupan setelah lulus.

“Percayalah, kita saat ini sedang menanam bibit kesuksesan dan akan memetik kesuksesan kelak,” pesannya.

Melalui KARISMA FAI UNUSIDA 2026, ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga memiliki semangat untuk belajar, aktif berorganisasi, mengembangkan potensi, serta membangun jejaring dan pengalaman sebagai bekal berkontribusi di tengah masyarakat.

“Jadikan momentum ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru FAI UNUSIDA untuk menapaki perjalanan akademik sekaligus membangun karakter sebagai insan yang berilmu, berpengalaman, dan memiliki kepedulian sosial,” pungkasnya.

Warek 3 UNUSIDA Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru FKIP 2026: Jangan Minder, Saatnya Berprestasi dan Berdampak 1

Warek 3 UNUSIDA Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru FKIP 2026: Jangan Minder, Saatnya Berprestasi dan Berdampak

Sidoarjo, 15 September 2026 — Pekan Orientasi Keguruan (POKER) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademiknya sebagai calon pendidik. Mengusung tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak”, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan lingkungan fakultas, tetapi juga membangun mental, karakter, dan kepercayaan diri mahasiswa.

Salah satu pesan kuat disampaikan Wakil Rektor III Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Dr. H. Ali Masykuri, M.Pd., di hadapan mahasiswa baru FKIP. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak pernah merasa minder, rendah diri, maupun menganggap diri sebagai kelompok yang kurang unggul hanya karena perbedaan jumlah mahasiswa pada masing-masing program studi.

“Jangan pernah minder. Jangan pernah merasa rendah diri.” pesan Dr. Ali Masykuri kepada mahasiswa baru.

Menurutnya, jumlah mahasiswa dalam suatu program studi bukanlah ukuran utama untuk menentukan kualitas maupun peluang keberhasilan. Ia menegaskan bahwa seluruh mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi fakultas maupun universitas.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak membangun rasa superior hanya karena berada pada program studi dengan jumlah mahasiswa lebih banyak. Seluruh mahasiswa, baik dari program studi dengan jumlah besar maupun kecil, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari FKIP UNUSIDA.

“Kita semua adalah bagian dari FKIP,” tegasnya.

Dr. Ali Masykuri juga menegaskan bahwa FKIP merupakan fakultas yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan universitas. Keberadaan para dosen, pimpinan, mahasiswa, hingga alumni yang berkembang dan mengambil peran strategis menjadi bukti bahwa lingkungan FKIP memiliki potensi besar untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk tidak sekadar menjadi penerus, tetapi mampu melampaui pencapaian generasi sebelumnya. Menurutnya, apa yang telah dibangun oleh dosen dan mahasiswa terdahulu harus menjadi pijakan bagi mahasiswa baru untuk menciptakan prestasi yang lebih tinggi.

“Tugas kalian sekarang adalah meneruskan dan bahkan melampaui prestasi mahasiswa-mahasiswa sebelumnya,” ujarnya.

Ia juga meyakinkan mahasiswa bahwa keputusan memilih UNUSIDA dan FKIP merupakan pilihan yang tepat. Lingkungan kampus memberikan berbagai kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar, mengembangkan potensi, mengikuti kegiatan, membangun jejaring, dan meraih prestasi.

Momentum POKER kemudian menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Setelah sebelumnya mahasiswa mendapatkan informasi umum melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di tingkat universitas, POKER memberikan pemahaman yang lebih spesifik mengenai FKIP, program studi, kehidupan akademik, serta proses perkuliahan.

Mahasiswa diminta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menyerap berbagai informasi, serta tidak menganggap remeh setiap materi yang diberikan. Menurut Dr. Ali, berbagai informasi yang disampaikan selama orientasi merupakan bekal awal untuk menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Selain aspek akademik, Dr. Ali Masykuri memberikan penekanan khusus mengenai perubahan identitas dari siswa menjadi mahasiswa. Menurutnya, perubahan tersebut bukan sekadar pergantian status, melainkan harus diikuti dengan perubahan pola pikir, sikap, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur diri.

“Kalian sekarang sudah bukan siswa. Kalian sudah menjadi mahasiswa.” tegasnya.

Sebagai mahasiswa, setiap individu memiliki ruang yang lebih besar untuk mengatur dirinya sendiri. Mulai dari mengelola waktu, menentukan kegiatan, bertanggung jawab terhadap tugas, mengambil keputusan, hingga menjaga sikap dan penampilan ketika berada di lingkungan kampus.

Hal tersebut menjadi semakin penting bagi mahasiswa FKIP karena mereka dipersiapkan menjadi calon guru. Seorang pendidik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

Karena itu, karakter sebagai calon pendidik harus mulai dibangun sejak menjadi mahasiswa. Mahasiswa perlu memahami batas kebebasan, mampu menata diri, serta menunjukkan perilaku yang mencerminkan calon profesional di bidang pendidikan.

Dr. Ali juga mengajak mahasiswa untuk mulai menanamkan identitas sebagai mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat “Saya adalah mahasiswa” harus dimaknai sebagai kesiapan untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, mampu mengatur waktu, bertanggung jawab, mengambil keputusan, dan mengembangkan kedewasaan.

Ia berharap mahasiswa baru FKIP UNUSIDA 2026 mampu menjadikan POKER sebagai titik awal untuk mengenal fakultas, dosen, teman, lingkungan akademik, sekaligus membangun karakter sebagai calon pendidik.

Menutup sambutannya, Dr. Ali kembali membakar semangat mahasiswa agar tidak minder dan terus berani mengembangkan potensi. Ia mengajak mahasiswa untuk bangga menjadi bagian dari FKIP UNUSIDA, menjaga nama baik fakultas dan universitas, serta membuktikan bahwa mereka mampu menjadi generasi penerus yang lebih berprestasi dan bertanggung jawab.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 pun menjadi langkah awal untuk menggelorakan semangat, membangun kepercayaan diri, dan meneguhkan karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang siap berproses, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.

Seluruh peserta, panitia dan Dosen dan Pimpinan FILKOM UNUSIDA Berfoto Bersama dalam Pembukaan Pafiliun 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

PAFILIUN FILKOM UNUSIDA 2026 Jadi Awal Mahasiswa Baru Mengembangkan Potensi dan Mengenal Teknologi

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Orientasi Mahasiswa Baru bertajuk Pafiliun FILKOM UNUSIDA 2026 dengan tema “Connecting Minds, Creating Futures”. Kegiatan berlangsung di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu-Kamis (16-17/9/2026).

Wakil Ketua BEM FILKOM UNUSIDA, Siti Aisyah, mengatakan Pafiliun 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan awal dari perjalanan mahasiswa untuk terus belajar, berkembang, membangun relasi, dan menciptakan berbagai prestasi.

“Dari kegiatan penyambutan, tetapi menjadi awal dari perjalanan untuk belajar, berkembang, dan membangun relasi serta menciptakan banyak prestasi,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mengejar keberhasilan di bidang akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Menurutnya, keberanian untuk berproses, rasa tanggung jawab, dan kemauan untuk berkontribusi menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa.

“Semoga teman-teman tidak hanya sukses secara akademik, tapi juga menjadi mahasiswa aktif, berani, dan bertanggung jawab serta mampu memberikan kontribusi positif bagi Fakultas Ilmu Komputer,” tuturnya.

Aisyah mengajak untuk menikmati setiap proses selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. “Selamat datang di Pafiliun 2026, selamat berproses dan juga selamat berkembang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan FILKOM UNUSIDA, Neni Kurniati, S.Kom., M.T., memberikan pengenalan mengenai perkembangan teknologi serta bidang-bidang keilmuan yang dapat dipelajari mahasiswa selama menempuh pendidikan di FILKOM.

Ia menekankan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak semestinya membuat mahasiswa berhenti belajar. Menurutnya, meskipun teknologi dapat membantu berbagai pekerjaan, pemahaman terhadap konsep dan kemampuan berpikir tetap menjadi hal mendasar yang harus dimiliki mahasiswa.

“AI itu banyak yang pakai. Tetapi konsepnya harus tetap pintar,” jelas Neni.

Ia kemudian memberikan gambaran mengenai salah satu bidang yang dapat dipelajari mahasiswa Informatika, yakni computer vision. Bidang tersebut berkaitan dengan bagaimana komputer dapat memproses dan memahami informasi visual melalui gambar atau video.

“Computer vision itu membuat bagaimana komputer punya mata seperti matanya manusia,” terangnya.

Neni memberikan contoh sederhana mengenai penerapan computer vision, seperti sistem yang dapat menganalisis gambar dari kamera dan mengenali objek maupun karakteristik tertentu berdasarkan data yang diproses.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang yang luas bagi mahasiswa FILKOM untuk mempelajari berbagai bidang. Tidak hanya computer vision, mahasiswa juga dapat mengenal bidang seperti data science, kecerdasan bisnis, arsitektur bisnis, hingga pengembangan berbagai layanan berbasis teknologi.

Ia mendorong mahasiswa baru untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi memahami bagaimana teknologi bekerja dan mampu mengembangkannya sesuai kebutuhan masyarakat.

“Manfaat kesempatan ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal potensi keilmuan di fakultas sekaligus membangun jejaring dengan sesama mahasiswa. Manfaatkan masa perkuliahan untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, serta menciptakan karya dan prestasi di bidang teknologi,” pungkasnya.

Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya saat menyampaikan sambutan dalam PAFILIUN 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

PAFILIUN 2026, Dekan FILKOM UNUSIDA Tekankan Konsistensi Prestasi Internasional Mahasiswa

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Orientasi Mahasiswa Baru bertajuk Pafiliun FILKOM UNUSIDA 2026 dengan tema ‘Connecting Minds, Creating Futures’, di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu-Kamis (16-17/9/2026).

Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjalani perkuliahan, tetapi juga aktif mengembangkan potensi dan mengambil berbagai kesempatan yang tersedia selama menjadi bagian dari FILKOM UNUSIDA.

“Marhaban, selamat datang untuk teman-teman mahasiswa angkatan 2026 di Fakultas Ilmu Komputer,” ujar Arda.

Menurutnya, FILKOM merupakan salah satu fakultas di UNUSIDA yang memiliki tingkat aktivitas dan capaian prestasi yang cukup tinggi. Ia menyebut, mahasiswa FILKOM secara konsisten mencatatkan prestasi dalam kompetisi internasional setiap tahunnya sejak 2022.

“Mulai tahun 2022 sampai sekarang, alhamdulillah setiap tahun pasti ada yang juara, ada yang ketiga dan satu. Jadi kalian tidak usah berkecil hati ketika kalian kuliah di sini,” ungkapnya.

Arda menegaskan bahwa mahasiswa baru memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi. Dukungan dari dosen serta lingkungan akademik di FILKOM diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai bidang sesuai minat masing-masing.

FILKOM UNUSIDA sendiri terdiri atas tiga program studi, yakni Informatika, Sistem Informasi, dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Ketiga bidang tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja di masa depan.

Dalam sambutannya, Arda juga menyinggung semakin berkembangnya teknologi internet, media sosial, serta kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, mahasiswa FILKOM tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan dan mengembangkan teknologi sebagai solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

“Di Fakultas Ilmu Komputer saya harapkan kalian ini bukan hanya jadi pengguna teknologi, tapi kalian juga bisa memanfaatkan AI ini untuk membantu atau untuk mengembangkan solusi di masyarakat,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari perguruan tinggi memiliki peran untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk tidak ragu mengeksplorasi berbagai potensi yang dimiliki sejak awal masa perkuliahan.

Selain bidang akademik dan teknologi, Arda juga mengajak mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan dan organisasi di lingkungan kampus. Bagi mahasiswa yang memiliki minat terhadap kompetisi, FILKOM siap memberikan ruang untuk mengikuti berbagai ajang, termasuk kompetisi tingkat internasional.

Sementara bagi mahasiswa yang tertarik pada organisasi dan pengembangan kemampuan nonakademik, ia mendorong mereka untuk aktif berproses dan belajar mengelola kegiatan.

“Apapun bakat kalian, silakan kembangkan di Fakultas Ilmu Komputer. Jangan takut, karena kita lihat dosennya juga support,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik antara mahasiswa dan dosen. Menurutnya, suasana akademik yang akrab dan komunikatif dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan diri, dengan tetap menjaga etika serta batasan sebagai sivitas akademika.

Lebih lanjut, Arda menyinggung keberadaan mahasiswa internasional di FILKOM sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pembelajaran yang semakin terbuka. Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan membangun komunikasi lintas negara.

Ia berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kompetensi, prestasi, organisasi, maupun kemampuan personal. “Harapan kami, kalian bisa mengembangkan potensi dan pengembangan diri kalian, sehingga besok ketika lulus kalian bisa bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dr. H. Rangga Sa’adilah, S.A.P., M.Pd.I. saat menyampaikan tausiah dalam kajian rutin setelah sholat Dhuhur tersebut bertempat di Masjid KH. M. Hasyim Asy’ari PCNU Sidoarjo. (Foto: Humas UNUSIDA)

Kajian Aswaja, Dosen FAI UNUSIDA Dorong Pelestarian Sholawat Thobibiyah dan Budaya Sholat Jamaah

SIDOARJO — Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Dr. H. Rangga Sa’adilah, S.A.P., M.Pd.I., menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga keberadaan sholawat atau pujian yang dilantunkan setelah adzan dan sebelum iqamah. Menurutnya, tradisi tersebut tidak sekadar menjadi lantunan yang mengisi waktu antara adzan dan iqamah, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan pembiasaan bagi umat.

Sholawat Thobibiyah dipandang sebagai salah satu bentuk doa dan pujian kepada Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW. Lantunan tersebut menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang telah dilakukan secara turun-temurun di tengah masyarakat Muslim, khususnya dalam lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Pembiasaan melantunkan sholawat dan pujian sebelum pelaksanaan sholat berjamaah sangat penting dalam melestarikan tradisi yang telah diwariskan oleh para ulama dan leluhur dalam kehidupan umat Islam,” jelasnya saat menyampaikan tausiah dalam kajian rutin setelah sholat Dhuhur tersebut bertempat di Masjid KH. M. Hasyim Asy’ari PCNU Sidoarjo, Selasa (15/9/2026).

Dalam kajian tematik tersebut, Dr. Rangga menjelaskan bahwa waktu antara adzan dan iqamah merupakan waktu yang memiliki keutamaan untuk berdoa. Karena itu, lantunan pujian sebelum iqamah dapat menjadi momentum bagi jamaah untuk memanjatkan doa sekaligus mempersiapkan diri melaksanakan sholat berjamaah.

“Setiap doa di antara adzan dan iqamah tidak akan pernah tertolak,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut sebagai pengingat kepada jamaah agar memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah dengan aktivitas yang bernilai ibadah.

Lebih dari sekadar tradisi, lantunan sholawat dan pujian sebelum iqamah juga dinilai memiliki fungsi edukatif. Suara sholawat yang terdengar oleh lingkungan sekitar dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk segera bersiap melaksanakan sholat berjamaah.

Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu strategi untuk mendidik umat Islam, termasuk generasi muda dan anak-anak, agar semakin dekat dengan masjid dan terbiasa dengan suasana sholat berjamaah. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan melalui lantunan sholawat dapat diterima secara sederhana dan berulang dalam kehidupan sehari-hari.

“Lantunan pujian sebelum iqamah adalah strategi untuk mendidik umat Islam, tetangga kita, dan anak-anak kita,” ungkapnya.

Tradisi tersebut juga memperlihatkan bagaimana dakwah dapat dilakukan melalui pendekatan yang lembut dan merangkul. Sholawat yang dilantunkan sebelum iqamah menjadi sarana untuk mengajak masyarakat menuju masjid tanpa tekanan. Suasana religius yang tercipta diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap sholat berjamaah.

Hal ini sejalan dengan karakter dakwah Ahlussunnah wal Jamaah yang mengedepankan pendekatan yang santun dalam menyampaikan ajaran Islam. Tradisi yang diwariskan para ulama tidak hanya dipandang dari bentuk pelaksanaannya, tetapi juga perlu dipahami nilai dan tujuan yang terkandung di dalamnya.

“Begitu indahnya lantunan sholawat yang diajarkan oleh ulama-ulama kita, dengan merangkul tanpa memukul. Mari kita lestarikan bersama,” pesannya.

Pelestarian tradisi keagamaan tersebut juga dinilai penting di lingkungan pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Kampus bukan hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan profesional, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan karakter, spiritualitas, serta kepedulian sosial mahasiswa.

Dalam konteks UNUSIDA, budaya sholat berjamaah diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sivitas akademika. Kebiasaan sederhana seperti memenuhi panggilan adzan, menuju masjid, melaksanakan sholat berjamaah, hingga menjaga suasana religius di lingkungan kampus dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.

“Mari kita gerakkan budaya sholat jamaah menjadi mempengaruhi di setiap lini di kampus kita,” menjadi ajakan untuk menjadikan sholat berjamaah bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi budaya positif yang dapat memberikan pengaruh bagi lingkungan sekitar.

Kajian Aswaja ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga kesinambungan tradisi keislaman sekaligus memperkuat pemahaman warga UNUSIDA dan masyarakat terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Melalui kajian dan pembiasaan, tradisi keagamaan diharapkan tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan relevan dalam kehidupan generasi saat ini.

Dengan semangat merangkul tanpa memukul, pelestarian sholawat, pujian sebelum iqamah, dan budaya sholat berjamaah diharapkan mampu menjadi gerakan bersama. Dari masjid, lingkungan keluarga, masyarakat, hingga kampus, nilai-nilai tersebut dapat terus ditanamkan sebagai bagian dari kehidupan umat Islam.

“Menjaga tradisi bukan hanya tentang mempertahankan kebiasaan, tetapi juga memahami nilai pendidikan, spiritualitas, dan kebersamaan yang ada di dalamnya. Melalui langkah-langkah sederhana dan dilakukan secara konsisten, budaya sholat berjamaah diharapkan semakin kuat dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sivitas akademika serta masyarakat luas,” pungkasnya.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak 2

POKER FKIP UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak

Sidoarjo, 15 September 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyambut mahasiswa baru melalui kegiatan Pekan Orientasi Keguruan (POKER) FKIP 2026. Mengusung tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk membangun karakter, semangat belajar, serta rasa memiliki mahasiswa baru terhadap fakultas dan program studi.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 diikuti sebanyak 120 mahasiswa, yang terdiri atas mahasiswa reguler dan mahasiswa dari mitra. Kehadiran seluruh peserta menjadi bagian penting dalam mengawali perjalanan akademik mereka sebagai calon pendidik yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas, kepedulian, dan kesiapan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana POKER FKIP 2026, Ruri Fadhilah Kurniati, S.Hum., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh 120 peserta dari mahasiswa reguler dan mitra. Jumlah tersebut menunjukkan antusiasme mahasiswa baru dalam mengikuti rangkaian pengenalan kehidupan akademik di lingkungan FKIP UNUSIDA.

“Kegiatan POKER FKIP 2026 diikuti sebanyak 120 peserta yang terdiri dari mahasiswa reguler dan mitra,” ungkap Ruri.

POKER tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan fakultas, memahami budaya akademik, serta membangun hubungan yang positif dengan sesama mahasiswa maupun civitas akademika. Proses pengenalan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa nyaman sekaligus rasa memiliki terhadap FKIP UNUSIDA.

Dekan FKIP UNUSIDA dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru FKIP 2026. Ia menegaskan bahwa POKER memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengenal lebih dekat lingkungan fakultas dan program studi yang akan menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka.

Menurutnya, rasa memiliki terhadap fakultas perlu dibangun sejak mahasiswa pertama kali bergabung. Rasa memiliki tersebut dapat diwujudkan melalui sikap menjaga nama baik fakultas dan program studi, menunjukkan perilaku positif, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.

“Jadilah mahasiswa yang berprestasi dan membanggakan,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan kepada mahasiswa baru FKIP 2026.

Dekan juga memberikan motivasi agar mahasiswa FKIP mampu mempersiapkan diri menjadi calon guru yang profesional, adaptif, inovatif, serta memiliki karakter yang kuat. Tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang membutuhkan pendidik yang mampu mengikuti perubahan, memanfaatkan perkembangan teknologi, serta menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran.

Selain kompetensi profesional, mahasiswa FKIP juga diharapkan memiliki identitas dan nilai-nilai yang kuat dengan tetap bercirikan Ahlussunah wal Jama’ah An Nahdhiyah. Nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus membangun kepribadian sebagai calon pendidik yang berintegritas dan beradab.

Pesan motivasi juga disampaikan oleh Dr. Ali Masykuri kepada seluruh mahasiswa FKIP. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak merasa minder dalam menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.

Mahasiswa baru didorong untuk memiliki keberanian dalam mengembangkan potensi diri, aktif berkomunikasi, serta tidak ragu untuk mengambil kesempatan yang tersedia di lingkungan kampus. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar dan keterlibatan aktif dalam berbagai aktivitas.

“Mahasiswa FKIP jangan minder. Harus semangat untuk belajar dan proaktif dalam segala hal,” pesannya.

Semangat tersebut sejalan dengan tema POKER FKIP 2026 yang menekankan tiga kata kunci utama, yakni berkarakter, berkarya, dan berdampak. Berkarakter berarti mahasiswa mampu membangun integritas dan kepribadian yang baik. Berkarya berarti mahasiswa berani menghasilkan gagasan, inovasi, dan prestasi. Sementara berdampak berarti setiap kompetensi dan karya yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui POKER FKIP 2026, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal kampus sebagai tempat menempuh pendidikan, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang untuk bertumbuh, berproses, dan mengembangkan potensi diri.

Dengan semangat kebersamaan dan optimisme, 120 mahasiswa baru FKIP UNUSIDA diharapkan mampu menapaki perjalanan akademiknya dengan penuh percaya diri. Mereka diproyeksikan menjadi generasi pendidik yang siap menghadapi perubahan zaman, menjunjung tinggi nilai profesionalisme, terus menghasilkan karya, serta memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 pun menjadi langkah awal untuk menyalakan semangat generasi pendidik masa depan—berkarakter dalam sikap, berkarya dalam proses, dan berdampak melalui kontribusi nyata.

PLT Rektor UNUSIDA Dorong Transformasi Mahasiswa Ekonomi: Asah Curiosity dan Siap Taklukkan Dunia Kerja Digital 3

PLT Rektor UNUSIDA Dorong Transformasi Mahasiswa Ekonomi: Asah Curiosity dan Siap Taklukkan Dunia Kerja Digital

SIDOARJO – Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan besar terhadap dunia pendidikan maupun dunia kerja. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dalam kegiatan HARMONIKAFE Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun 2026.

Dalam kegiatan tersebut, PLT Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Fakultas Ekonomi agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu beradaptasi, berpikir kritis, berinovasi, dan menciptakan peluang di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Mengawali penyampaiannya, PLT Rektor mengajak mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik dan para pimpinan yang akan mendampingi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di UNUSIDA. Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika yang telah mendukung pelaksanaan HARMONIKAFE.

Di hadapan mahasiswa baru, PLT Rektor kemudian mengangkat sebuah pertanyaan penting mengenai kesiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja.

“Mengapa kita perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang begitu cepat?”

Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk untuk membahas karakter generasi saat ini yang sangat dekat dengan perkembangan teknologi digital.

Mahasiswa saat ini dikenal sebagai bagian dari Generasi Z, yaitu generasi yang tumbuh ketika teknologi digital, internet, media sosial, dan perangkat pintar telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

PLT Rektor juga memperkenalkan konsep digital immigrant dan digital native. Digital immigrant merupakan generasi yang tumbuh sebelum teknologi digital berkembang secara masif, sedangkan digital native merupakan generasi yang sejak kecil telah terbiasa dengan teknologi digital.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa saat ini memiliki keunggulan karena tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi. Namun, kedekatan dengan teknologi tidak secara otomatis menjamin keberhasilan seseorang.

Menurut PLT Rektor, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan yang lebih fundamental dan tidak mudah tergantikan oleh teknologi.

Salah satu kemampuan tersebut adalah curiosity atau rasa ingin tahu.

“Curiosity” menjadi kata kunci yang ditekankan dalam pembekalan tersebut. Mahasiswa didorong untuk memiliki keberanian bertanya, membaca, mencoba, mencari informasi, dan memahami sesuatu secara lebih mendalam.

Rasa ingin tahu yang tinggi akan membuat mahasiswa tidak mudah merasa cukup dengan pengetahuan yang dimiliki.

Mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui sebuah informasi. Mereka harus memiliki keberanian untuk bertanya lebih jauh: Apa yang belum saya pahami? Apa yang bisa saya pelajari? Dan bagaimana pengetahuan tersebut dapat saya terapkan?

PLT Rektor juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah banyak pekerjaan. Otomatisasi, aplikasi digital, dan AI semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang, termasuk bidang ekonomi dan akuntansi.

Berbagai aktivitas yang sebelumnya membutuhkan pekerjaan manual manusia kini dapat dilakukan dengan bantuan aplikasi dan sistem digital. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Karena itu, mahasiswa tidak boleh hanya mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan. Mereka harus membangun kemampuan untuk menciptakan pekerjaan dan peluang baru.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi didorong untuk mempersiapkan diri menjadi entrepreneur, profesional, akademisi, pemimpin, maupun problem solver yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Selain curiosity, mahasiswa juga perlu membangun growth mindset, yaitu pola pikir untuk terus belajar dan berkembang. Kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyerah, tetapi dapat menjadi pengalaman yang memberikan pembelajaran.

PLT Rektor juga menekankan pentingnya kebiasaan membaca, berpikir, berdiskusi, membangun relasi, menguasai teknologi, mempelajari bahasa, serta aktif mengikuti organisasi dan kegiatan kampus.

Menurutnya, mahasiswa harus mampu melihat perubahan sebagai peluang untuk berkembang.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang pandai menghafal. Jadilah mahasiswa yang mampu berpikir,” menjadi pesan yang relevan bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan.

Lebih lanjut, mahasiswa juga diajak membangun pola pikir yang berorientasi pada masa depan. Dunia kerja akan terus berubah, begitu pula dengan teknologi, model bisnis, dan kebutuhan kompetensi.

Oleh sebab itu, mahasiswa harus mulai mempersiapkan diri sejak berada di bangku kuliah.

“Dunia tidak akan menunggu kita siap. Dunia akan terus bergerak,” pesan PLT Rektor kepada mahasiswa.

Melalui HARMONIKAFE, Fakultas Ekonomi UNUSIDA berupaya memberikan pengalaman awal yang bermakna kepada mahasiswa baru. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi titik awal pembentukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta keberanian menghadapi perubahan.

PLT Rektor berharap mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA mampu menjadi generasi yang aktif belajar, berani mencoba, mampu berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Masa depan bukan sesuatu yang hanya kita tunggu. Masa depan adalah sesuatu yang kita persiapkan dan kita ciptakan mulai hari ini.”

Pesan tersebut menjadi penutup sekaligus motivasi bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNUSIDA untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang bertumbuh, membangun kompetensi, meraih prestasi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu menciptakan perubahan.

Dengan semangat HARMONIKAFE, mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNUSIDA diharapkan mampu bertransformasi menjadi generasi yang adaptif, inovatif, berprestasi, dan siap menaklukkan tantangan dunia kerja di era digital.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

HARMONIKAFE FE UNUSIDA 2026: Bangkitkan Semangat, Asah Curiosity, Cetak Mahasiswa Berprestasi dan Siap Hadapi Dunia Kerja 4

HARMONIKAFE FE UNUSIDA 2026: Bangkitkan Semangat, Asah Curiosity, Cetak Mahasiswa Berprestasi dan Siap Hadapi Dunia Kerja

SIDOARJO – Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyambut mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui kegiatan HARMONIKAFE Fakultas Ekonomi Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus membekali mahasiswa baru dengan wawasan, motivasi, dan kesiapan menghadapi kehidupan akademik serta dunia kerja yang terus berkembang.

HARMONIKAFE tidak hanya menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan lingkungan akademik, membangun karakter, memperkuat rasa memiliki terhadap almamater, serta menumbuhkan semangat mahasiswa untuk berprestasi sejak awal perjalanan mereka di perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, perwakilan Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru Fakultas Ekonomi. Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperoleh ilmu, pengalaman, relasi, serta keterampilan yang akan menjadi bekal penting selama menempuh pendidikan.

Mahasiswa juga diajak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Berbagai materi dan pengalaman yang diberikan dalam kegiatan HARMONIKAFE diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalani proses perkuliahan selama kurang lebih empat tahun ke depan.

Selain berfokus pada kemampuan akademik, mahasiswa didorong untuk aktif mengembangkan soft skill melalui organisasi, kegiatan kemahasiswaan, kompetisi, serta berbagai aktivitas positif lainnya. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi individu yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kemampuan bekerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Pesan tersebut semakin diperkuat oleh PLT Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo yang menyampaikan materi mengenai tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan dunia kerja.

Dalam materinya, PLT Rektor mengajak mahasiswa memahami karakteristik generasi saat ini yang tumbuh berdampingan dengan teknologi. Mahasiswa sebagai generasi digital native memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan smartphone, internet, media sosial, dan berbagai aplikasi digital.

Namun, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup untuk menghadapi masa depan. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan yang tidak mudah tergantikan oleh teknologi, salah satunya adalah curiosity atau rasa ingin tahu.

Curiosity menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kapasitas diri. Mahasiswa didorong untuk memiliki keberanian bertanya, membaca, mencari informasi, mencoba hal baru, serta menggali persoalan secara lebih mendalam.

Rasa ingin tahu yang tinggi akan mendorong mahasiswa untuk terus belajar dan beradaptasi. Hal tersebut menjadi semakin penting karena perkembangan teknologi, otomatisasi, dan artificial intelligence (AI) mulai memberikan perubahan signifikan terhadap berbagai jenis pekerjaan.

Kondisi tersebut menuntut mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berinovasi, beradaptasi, serta menciptakan peluang baru.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi juga diajak membangun growth mindset, yaitu pola pikir yang memandang kemampuan sebagai sesuatu yang dapat terus dikembangkan. Kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti, tetapi dapat dijadikan pengalaman dan pembelajaran untuk menjadi lebih baik.

Mahasiswa juga diingatkan agar tidak hanya memiliki orientasi untuk mencari pekerjaan setelah lulus. Lebih dari itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri untuk menjadi profesional, entrepreneur, pemimpin, maupun individu yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan solusi bagi masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia berharap mahasiswa dapat menjalani proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan masa studi untuk mengembangkan potensi dan meraih berbagai prestasi.

Mahasiswa juga diarahkan untuk memahami dan mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Harapan saya, mahasiswa baru ini menjadi mahasiswa yang berprestasi,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi.

Untuk mencapai prestasi tersebut, mahasiswa diharapkan aktif memanfaatkan berbagai kesempatan yang diberikan kampus. Tidak hanya melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui organisasi mahasiswa, kompetisi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan pengembangan diri.

Fakultas Ekonomi UNUSIDA berkomitmen memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik bagi mahasiswa selama menjalani proses pendidikan. Dukungan dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, serta lingkungan akademik diharapkan mampu membantu mahasiswa berkembang secara optimal hingga menyelesaikan studi dengan baik.

HARMONIKAFE Fakultas Ekonomi Tahun 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi titik awal untuk membangun generasi mahasiswa yang berkarakter, berprestasi, memiliki curiosity tinggi, adaptif terhadap teknologi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Melalui semangat kebersamaan dan pembekalan yang diberikan, mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNUSIDA diharapkan mampu menjadikan perjalanan akademiknya sebagai proses untuk terus belajar, bertumbuh, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selamat datang mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNUSIDA 2026. Saatnya membangun harmoni, menumbuhkan prestasi, dan menciptakan masa depan yang berdampak.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

Plt. Rektor UNUSIDA saat menandatangani MoU dan PKS bersama Mitra Pegadaian (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan Pegadaian, Perkuat Sinergi dan Buka Peluang Layanan Keuangan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) Area Surabaya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait layanan Tabungan Emas dan Arrum Multiguna di Ruang Pertemuan Gedung B, Kampus UNUSIDA Lingkar Timur, Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).

Layanan Tabungan Emas menjadi salah satu bentuk akses investasi yang dapat dikenalkan kepada civitas akademika, sementara layanan Arrum Multiguna membuka peluang pemanfaatan layanan pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyampaikan bahwa kerja sama yang telah terjalin diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan. Menurutnya, penandatanganan MoU dan PKS bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu pembuka untuk menghadirkan manfaat nyata melalui implementasi program bersama.

“Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. MoU dan PKS yang telah disepakati harus dapat berkembang menjadi kolaborasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi civitas akademika UNUSIDA,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sebuah kemitraan akan memiliki arti lebih besar ketika diwujudkan dalam berbagai kegiatan dan program yang dapat dirasakan manfaatnya. Oleh karena itu, UNUSIDA berharap sinergi dengan Pegadaian dapat terus berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh civitas akademika.

Lebih lanjut, Dr. Hadi Ismanto berharap kolaborasi tersebut dapat turut mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan di lingkungan kampus. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki oleh civitas akademika dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan semakin beragamnya layanan keuangan.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap civitas akademika UNUSIDA dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai layanan keuangan sekaligus memiliki pemahaman yang baik dalam memanfaatkannya secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya.

Kerja sama antara UNUSIDA dan Pegadaian menjadi langkah strategis dalam mempertemukan potensi dunia pendidikan dengan dunia industri. Perguruan tinggi memiliki peran dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki wawasan luas, sementara dunia industri dapat menjadi mitra dalam memberikan pengalaman, pengetahuan, serta akses terhadap berbagai layanan yang relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks layanan keuangan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang pembelajaran bagi civitas akademika untuk mengenal lebih dekat berbagai pilihan dan layanan keuangan. Dengan meningkatnya pemahaman, mahasiswa dan civitas akademika diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, terukur, dan sesuai kebutuhan.

Penguatan literasi keuangan juga menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kemandirian. Pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan dapat membantu seseorang dalam merencanakan kebutuhan, menentukan prioritas, serta memanfaatkan layanan keuangan secara bertanggung jawab.

Melalui kemitraan ini, ia mendorong untuk dapat menghadirkan program-program yang memberikan nilai tambah bagi civitas akademika. Tidak hanya berorientasi pada kemudahan akses terhadap layanan, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat membuka kesempatan untuk berbagai kegiatan edukatif yang mampu memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas mahasiswa.

Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri juga memiliki peran penting dalam menjawab tantangan perkembangan zaman. Dunia pendidikan tidak dapat berjalan sendiri dalam mempersiapkan generasi yang siap menghadapi perubahan. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan wawasan yang lebih luas.

“Bagi kami, perluasan jejaring kemitraan menjadi salah satu upaya untuk terus menghadirkan peluang kolaborasi yang berdampak. Kerja sama dengan berbagai lembaga dan dunia industri diharapkan mampu mendukung pengembangan institusi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi civitas akademika,” ungkapnya.

Dengan adanya MoU dan PKS bersama Pegadaian, ia memiliki komitmen untuk membangun kerja sama yang saling menguatkan. Kesepakatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi lahirnya berbagai peluang kolaborasi baru di masa mendatang yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi kedua institusi. Ia optimistis dapat membangun kolaborasi yang saling memberikan manfaat sekaligus menciptakan peluang baru dalam mendukung pengembangan kapasitas dan kesejahteraan civitas akademika UNUSIDA di masa mendatang.

“Semoga ke depan kemitraan ini dapat terus tumbuh menjadi sinergi yang produktif dan berkelanjutan. Kolaborasi tidak hanya dimaknai sebagai sebuah kesepakatan formal, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkah nyata yang memberikan dampak positif bagi civitas akademika,” pungkasnya.