Pos

Inspiratif! Eggik Anandarta Sabrian, Alumni DKV UNUSIDA yang Sukses Berkarier di Dunia Digital Marketing 1

Inspiratif! Eggik Anandarta Sabrian, Alumni DKV UNUSIDA yang Sukses Berkarier di Dunia Digital Marketing

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kisah inspiratif dari alumninya. Eggik Anandarta Sabrian, S.Ds., alumni Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) UNUSIDA tahun lulus 2025, kini meniti karier di bidang digital marketing bersama Moonzaya Indonesia.

Perjalanan Eggik di dunia profesional menjadi salah satu bukti bahwa kompetensi kreatif yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat menjadi modal penting dalam menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. Berbekal pengetahuan desain, fotografi, komunikasi visual, serta pengalaman dalam mengolah ide kreatif, Eggik mampu mengembangkan potensinya untuk berkontribusi di bidang digital marketing.

Dunia digital marketing saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu memahami strategi pemasaran, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap visual, tren, dan perilaku audiens. Konten digital yang menarik menjadi salah satu elemen penting dalam membangun komunikasi antara sebuah brand dengan masyarakat. Dalam konteks tersebut, latar belakang pendidikan Desain Komunikasi Visual menjadi kekuatan tersendiri bagi Eggik dalam menjalankan pekerjaannya.

Sebagai alumni DKV UNUSIDA, Eggik memandang pengalaman kuliah sebagai proses pembelajaran yang membentuk cara berpikir kreatif sekaligus profesional. Ia menilai bahwa berbagai materi yang diperoleh selama perkuliahan, khususnya di bidang desain dan fotografi, memberikan bekal berharga dalam perjalanan kariernya hingga saat ini.

“Ilmu yang saya peroleh selama kuliah, khususnya di bidang desain dan fotografi, menjadi bekal berharga dalam perjalanan karier saya hingga saat ini. Pengalaman belajar di UNUSIDA tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mengasah kreativitas dan keterampilan yang terus saya gunakan di dunia profesional,” ungkap Eggik.

Menurutnya, pembelajaran di bangku kuliah tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan praktik. Mahasiswa dilatih untuk memahami konsep visual, menyusun pesan komunikasi, mengolah ide, hingga menghasilkan karya yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia industri.

Kemampuan tersebut menjadi semakin relevan ketika memasuki dunia kerja. Di era digital, seorang profesional di bidang pemasaran dituntut untuk mampu menyampaikan informasi secara efektif melalui berbagai kanal media. Konten visual yang kuat, pesan yang tepat sasaran, serta strategi komunikasi yang kreatif menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan audiens terhadap sebuah produk atau layanan.

Dalam pekerjaannya di Moonzaya Indonesia, Eggik mengaplikasikan berbagai kemampuan yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan di UNUSIDA. Latar belakang desain membantunya dalam memahami komposisi visual, pemilihan elemen grafis, serta penyusunan materi promosi yang menarik. Sementara itu, keterampilan fotografi turut mendukung proses penciptaan konten yang memiliki nilai estetika dan mampu menarik perhatian audiens di media digital.

Bagi Eggik, kreativitas bukan hanya tentang menghasilkan desain yang menarik secara visual. Kreativitas juga berkaitan dengan kemampuan membaca kebutuhan pasar, memahami karakter audiens, serta menyusun pendekatan komunikasi yang relevan. Oleh karena itu, pengalaman belajar di Prodi DKV UNUSIDA menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk kepercayaan dirinya untuk berkarya di dunia profesional.

Kisah Eggik menunjukkan bahwa lulusan Desain Komunikasi Visual memiliki peluang yang luas untuk berkembang di berbagai sektor industri. Kompetensi yang dimiliki mahasiswa DKV tidak hanya dapat diterapkan dalam pekerjaan sebagai desainer grafis, ilustrator, fotografer, atau videografer, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah dalam bidang digital marketing, branding, media sosial, periklanan, hingga pengembangan komunikasi perusahaan.

Perkembangan teknologi digital juga membuka ruang baru bagi generasi muda untuk menciptakan karya dan membangun karier. Media sosial, platform digital, serta berbagai kanal komunikasi daring telah menjadi ruang penting bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk, membangun identitas brand, dan menjalin hubungan dengan konsumen. Kondisi ini membutuhkan tenaga profesional yang mampu memadukan kreativitas dengan strategi komunikasi yang efektif.

UNUSIDA melalui Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual terus berkomitmen untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, kreativitas, dan pengembangan karakter diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang siap beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

Selain kemampuan teknis, mahasiswa juga didorong untuk memiliki sikap profesional, semangat belajar, kemampuan bekerja sama, serta keberanian dalam menghadapi tantangan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi alumni ketika memasuki lingkungan kerja yang dinamis dan kompetitif.

Keberhasilan Eggik dalam meniti karier di bidang digital marketing menjadi motivasi bagi mahasiswa dan calon mahasiswa UNUSIDA untuk terus mengembangkan kemampuan diri. Perjalanan karier tidak selalu harus berjalan dalam satu jalur yang sempit. Kompetensi yang diperoleh selama kuliah dapat dikembangkan dan diterapkan dalam berbagai bidang sesuai dengan minat, kebutuhan industri, serta peluang yang tersedia.

Eggik juga menjadi gambaran bahwa lulusan DKV mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia digital. Dengan memadukan kemampuan desain, fotografi, komunikasi, dan kreativitas, alumni DKV dapat mengambil peran penting dalam membangun komunikasi brand yang lebih kuat, menarik, dan berdampak.

Melalui semangat belajar dan kemauan untuk terus berkembang, Eggik Anandarta Sabrian membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi pijakan untuk membuka peluang karier yang lebih luas. Pengalaman akademik yang diperoleh selama berada di UNUSIDA menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya menuju dunia kerja profesional.

Kisah alumni seperti Eggik diharapkan dapat terus menginspirasi mahasiswa UNUSIDA untuk berani bermimpi, mengasah keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Dengan kompetensi, kreativitas, dan karakter yang kuat, generasi muda dapat terus berkarya serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, industri, dan bangsa.

UNUSIDA terus bangga melihat para alumninya tumbuh, berproses, dan berkontribusi di berbagai bidang. Dari ruang kelas hingga dunia profesional, setiap perjalanan alumni menjadi bukti bahwa ilmu, pengalaman, dan kreativitas dapat menjadi cahaya untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.

Pesona Pendidik Masa Depan, Cak dan Neng PGSD UNUSIDA 2026 Resmi Terpilih 2

Pesona Pendidik Masa Depan, Cak dan Neng PGSD UNUSIDA 2026 Resmi Terpilih

SIDOARJO — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), sukses menggelar Grand Final Cak dan Neng PGSD 2026 pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung meriah sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Program Studi PGSD UNUSIDA ke-12.

Mengusung tema “Charm of Educators: Pesona Pendidik Masa Depan”, kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian Pemilihan Cak dan Neng PGSD Tahun 2026. Para finalis sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran, wawancara, karantina, pembekalan, hingga penampilan pada malam grand final.

Ajang Cak dan Neng PGSD tidak hanya menjadi kompetisi untuk menentukan pasangan duta mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, pengembangan potensi, serta penguatan rasa kekeluargaan di lingkungan Program Studi PGSD. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk tampil percaya diri, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, berwawasan luas, berjiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi representasi mahasiswa PGSD dalam kegiatan akademik maupun nonakademik.

Grand final dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta alumni Cak dan Neng PGSD. Kehadiran para alumni turut memberikan dukungan dan semangat kepada para finalis yang tampil membawa semangat baru bagi Prodi PGSD UNUSIDA.

Dalam malam puncak tersebut, Moch. Ricky Alfiansyah dari kelas 2025E dan Munzilatun Jinan dari kelas 2025B berhasil terpilih sebagai Cak dan Neng PGSD 2026. Keduanya dinilai mampu menunjukkan performa terbaik melalui rangkaian penilaian yang meliputi pengetahuan, komunikasi, kepribadian, penampilan, serta kemampuan menjawab pertanyaan dari dewan juri.

Ketua Himpunan Mahasiswa PGSD FKIP UNUSIDA, Zafrina Jihan Sajida, menyampaikan rasa bangga dan harunya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, seluruh proses pemilihan Cak dan Neng PGSD 2026 telah dipersiapkan secara maksimal oleh panitia dengan dukungan dari berbagai pihak.

“Kegiatan ini dirancang dengan sebaik mungkin agar dapat berjalan dengan semestinya. Kami segenap panitia berharap kegiatan ini dapat membangun sinergi dan rasa kekeluargaan tanpa sekat,” ujarnya.

Zafrina juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dosen fakultas, dosen program studi, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan penuh selama persiapan hingga pelaksanaan acara.

“Saya berterima kasih banyak kepada seluruh panitia dan dosen, baik fakultas maupun prodi, atas dukungan dan support-nya untuk tetap memaksimalkan acara ini. Cinta PGSD, jaya selalu UNUSIDA,” tambahnya.

Ia berharap terpilihnya Cak dan Neng PGSD 2026 dapat menjadi awal bagi lahirnya generasi mahasiswa yang semakin aktif, inspiratif, dan mampu meneruskan berbagai prestasi yang telah diraih oleh angkatan sebelumnya. Selain menjadi ikon prodi, Cak dan Neng PGSD diharapkan mampu membangun citra positif serta memperkuat eksistensi PGSD UNUSIDA di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD FKIP UNUSIDA, Wahyu Maulida Lestari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pemilihan Cak dan Neng PGSD merupakan wadah penting dalam pembinaan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa.

“Kompetisi ini bukan hanya sekadar kegiatan biasa. Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat wajah-wajah regenerasi Cak dan Neng PGSD yang akan bersiap menjadi ikon PGSD serta membawa nama program studi menjadi lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Grand Final Cak dan Neng PGSD 2026 yang bertepatan dengan Hari Lahir Prodi PGSD ke-12 menjadi bentuk rasa syukur sekaligus wujud cinta seluruh civitas akademika terhadap program studi.

“Kegiatan ini juga menjadi bentuk rasa syukur dan cinta kita karena hari ini bertepatan dengan lahirnya prodi kita tercinta, yaitu Prodi PGSD,” lanjutnya.

Wahyu Maulida Lestari turut mengapresiasi seluruh panitia, pembina, dan finalis yang telah berkontribusi aktif dalam menyukseskan kegiatan. Menurutnya, semangat para mahasiswa dalam mengikuti proses seleksi hingga grand final menunjukkan bahwa mahasiswa PGSD UNUSIDA memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FKIP UNUSIDA memberikan motivasi kepada seluruh finalis agar tidak hanya menjadikan gelar Cak dan Neng sebagai simbol prestasi semata. Lebih dari itu, gelar tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas pengalaman, serta membawa nilai-nilai keaswajaan dalam kehidupan kampus dan masyarakat.

Para finalis juga didorong untuk berani tampil sebagai representasi mahasiswa yang mampu membawa perubahan positif. Dengan kemampuan, pengalaman, dan jejaring yang dimiliki, Cak dan Neng PGSD diharapkan dapat menjadi penggerak kegiatan mahasiswa, inspirasi bagi rekan-rekannya, serta mitra program studi dalam memperkenalkan berbagai prestasi dan program unggulan PGSD UNUSIDA.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang dilakukan secara objektif sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, berikut hasil Pemilihan Cak dan Neng PGSD 2026:

  1. Winner Cak PGSD 2026: Moch. Ricky Alfiansyah
  2. Winner Neng PGSD 2026: Munzilatun Jinan
  3. Runner-up Cak PGSD 2026: M. An’im Falakhudin
  4. Runner-up Neng PGSD 2026: Rahma Aulia
  5. Cak Favorit PGSD 2026: Ahmad Mauluddin Yushan
  6. Neng Favorit PGSD 2026: Zumrotul Mardliyah

Terpilihnya para pemenang diharapkan dapat membawa amanah dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Program Studi PGSD FKIP UNUSIDA. Semangat “Charm of Educators: Pesona Pendidik Masa Depan” menjadi pengingat bahwa calon pendidik tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, kepemimpinan, komunikasi, dan kepedulian sosial.

Melalui Grand Final Cak dan Neng PGSD 2026, PGSD UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk terus mencetak calon guru sekolah dasar yang unggul, berkarakter, adaptif, serta siap menjadi pendidik masa depan yang membawa manfaat bagi bangsa dan masyarakat.

Panitia KKN UNUSIDA 2026 Perkuat Sinergi Strategis dengan TAPM Sidoarjo untuk Matangkan Program Kerja Mahasiswa 3

Panitia KKN UNUSIDA 2026 Perkuat Sinergi Strategis dengan TAPM Sidoarjo untuk Matangkan Program Kerja Mahasiswa

SIDOARJO — Dalam upaya memastikan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat, Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN)  Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) 2026 melakukan kunjungan koordinatif ke Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan penelaahan pemaparan program kerja mahasiswa yang akan diterjunkan ke berbagai desa sasaran KKN tahun 2026.

Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (17/6) ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas perencanaan program kerja mahasiswa sebelum pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Melalui koordinasi dengan TAPM, Panitia KKN UNUSIDA berupaya memastikan bahwa seluruh rancangan program yang disusun mahasiswa tidak hanya memenuhi aspek akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan arah pembangunan desa.

Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dituntut untuk mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan program kerja yang tepat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan KKN.

Ketua Panitia KKN UNUSIDA 2026 menjelaskan bahwa koordinasi dengan TAPM dilakukan untuk memperoleh masukan, perspektif, serta penilaian yang lebih komprehensif terhadap program-program yang akan dijalankan mahasiswa di desa. Dengan melibatkan pihak yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam mengenai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, diharapkan program yang dirancang mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.

“Kami ingin memastikan bahwa program kerja mahasiswa benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan potensi yang dimiliki desa. Karena itu, keterlibatan TAPM sebagai mitra strategis sangat penting untuk memberikan masukan terhadap rancangan program yang telah disusun mahasiswa,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Panitia KKN UNUSIDA dan TAPM Kabupaten Sidoarjo membahas berbagai aspek terkait mekanisme penelaahan program kerja mahasiswa. TAPM nantinya akan berperan sebagai reviewer yang memberikan penilaian dan rekomendasi terhadap rancangan program yang dipresentasikan mahasiswa sebelum diterapkan di lapangan.

Peran tersebut dinilai sangat penting karena proses penelaahan tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, melainkan juga menyoroti substansi program yang diajukan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam proses review meliputi relevansi program terhadap kebutuhan masyarakat, kesesuaian dengan potensi lokal desa, kelayakan pelaksanaan, tingkat partisipasi masyarakat, hingga potensi keberlanjutan program setelah kegiatan KKN selesai dilaksanakan.

Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menyusun program yang lebih terarah, realistis, dan mampu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, penelaahan juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya perencanaan berbasis data dan kebutuhan lapangan dalam setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat.

KKN UNUSIDA 2026 sendiri dirancang sebagai wahana pembelajaran kontekstual yang memungkinkan mahasiswa mengimplementasikan kompetensi akademik dalam kehidupan bermasyarakat. Program ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian, tetapi juga media pengembangan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, membangun kolaborasi, serta mengelola program yang berorientasi pada pemberdayaan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan dituntut untuk mampu menyusun program yang sesuai dengan karakteristik desa lokasi KKN. Oleh karena itu, proses pemaparan dan penelaahan program kerja menjadi tahapan penting yang harus dilalui sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.

TAPM Kabupaten Sidoarjo menyambut baik inisiatif Panitia KKN UNUSIDA yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses persiapan KKN. Menurut mereka, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pihak yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dapat menjadi langkah positif dalam menciptakan program-program yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam proses review yang akan dilakukan. Dengan memahami kondisi sosial, ekonomi, dan potensi yang dimiliki masing-masing desa, program kerja mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi yang relevan serta mendukung agenda pembangunan desa secara berkelanjutan.

Selain itu, keterlibatan TAPM juga diharapkan dapat memperkuat proses validasi terhadap rancangan program mahasiswa. Melalui masukan yang diberikan, mahasiswa dapat melakukan penyempurnaan program sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan benar-benar memiliki nilai manfaat dan peluang keberlanjutan yang tinggi.

Kegiatan koordinatif ini sekaligus menjadi wujud komitmen UNUSIDA dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN dari tahun ke tahun. Universitas tidak hanya mendorong mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat, tetapi juga memastikan bahwa kehadiran tersebut membawa kontribusi nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat desa.

Melalui sinergi antara Panitia KKN UNUSIDA 2026, TAPM Kabupaten Sidoarjo, dan berbagai pihak terkait lainnya, diharapkan pelaksanaan KKN tahun ini dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan dampak yang berkelanjutan. Program-program yang dihasilkan mahasiswa diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung upaya pembangunan desa yang partisipatif dan berbasis potensi lokal.

Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang kuat, KKN UNUSIDA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan akademik semata, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi, solusi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat serta pembangunan desa di Kabupaten Sidoarjo.(Tantri)

HIMA PGSD UNUSIDA Gelar Seminar AI, Kupas Strategi Etis Pemanfaatan AI sebagai Asisten Riset Tanpa Plagiarisme 4

HIMA PGSD UNUSIDA Gelar Seminar AI, Kupas Strategi Etis Pemanfaatan AI sebagai Asisten Riset Tanpa Plagiarisme

Peringati Hari Otonomi Daerah XXX dan Hardiknas 2026 Mahasiswa UNUSIDA Tunjukkan Peran Aktif dalam Upacara di Alun-Alun Sidoarjo 5

Peringati Hari Otonomi Daerah XXX dan Hardiknas 2026 Mahasiswa UNUSIDA Tunjukkan Peran Aktif dalam Upacara di Alun-Alun Sidoarjo

Sidoarjo — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (02/05/2026). Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, serta mengusung dua tema besar, yakni “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Astacita” dan “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Kegiatan ini menjadi momentum reflektif yang penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah sekaligus meneguhkan komitmen terhadap pemerataan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Berbagai unsur masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari jajaran pemerintah daerah, tenaga pendidik, pelajar, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat otonomi daerah sebagai tonggak penting dalam perjalanan desentralisasi pemerintahan di Indonesia. Otonomi daerah secara resmi diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang kemudian diperbarui menjadi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Regulasi ini memberikan kewenangan lebih luas kepada pemerintah daerah dalam mengelola urusan pemerintahan dan pelayanan publik.

Semangat otonomi daerah lahir dari kebutuhan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan efektivitas pembangunan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan di tingkat lokal. Dalam konteks ini, pemerintah daerah dituntut untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mampu menciptakan inovasi yang berdampak nyata.

Dalam pelaksanaan upacara tersebut, mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo turut ambil bagian sebagai pasukan upacara yang diwakili oleh satu Satuan Setingkat Peleton (SST) berjumlah 25 mahasiswa lintas program studi dan angkatan. Kehadiran mahasiswa dalam barisan upacara tidak hanya menjadi representasi simbolik, tetapi juga menunjukkan keterlibatan generasi muda dalam ruang-ruang kebangsaan yang sarat nilai historis dan ideologis.

Partisipasi mahasiswa ini mencerminkan semangat kebangsaan serta kepedulian terhadap isu-isu strategis, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembangunan daerah. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari generasi penerus yang diharapkan mampu membawa perubahan positif di masa depan.

Salah satu peserta upacara, Muchammad Waziruddin, yang juga merupakan staf Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Badan Eksekutif Mahasiswa UNUSIDA, menyampaikan pandangannya terkait relevansi tema Hari Pendidikan Nasional tahun ini. Menurutnya, tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” mencerminkan kompleksitas tantangan pendidikan nasional saat ini.

“Pendidikan hari ini tidak hanya berbicara tentang akses, tetapi juga kualitas yang merata. Kita masih menghadapi kesenjangan antarwilayah, adaptasi digital yang belum sepenuhnya inklusif, serta kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi perubahan zaman. Oleh karena itu, partisipasi semesta menjadi kunci untuk memastikan bahwa pendidikan benar-benar menjadi hak semua, bukan privilese sebagian,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan yang relevan harus mampu menjawab dinamika global yang terus berkembang. Kurikulum yang adaptif, metode pembelajaran yang inovatif, serta pemanfaatan teknologi secara optimal menjadi aspek penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas.

Lebih lanjut, Wazir menekankan bahwa pendidikan tidak dapat berdiri sendiri sebagai institusi formal, melainkan harus menjadi sebuah ekosistem yang melibatkan berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda harus berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam konteks ini, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Mereka tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata. Mahasiswa juga diharapkan dapat menjadi penghubung antara realitas sosial dan gagasan perubahan yang berbasis pada nilai-nilai keilmuan.

Upacara tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur penting, termasuk Plt. Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, yang hadir sebagai tamu undangan. Kehadiran akademisi dalam kegiatan ini memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain itu, partisipasi berbagai instansi pendidikan menunjukkan bahwa peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi nilai dan visi pendidikan nasional. Kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan penghargaan kepada sejumlah instansi pendidikan dan insan pendidikan yang telah menorehkan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sidoarjo sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi dalam memajukan dunia pendidikan.

Momen ini tidak hanya menjadi simbol pengakuan, tetapi juga motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menciptakan pendidikan yang lebih baik. Apresiasi tersebut diharapkan dapat memacu semangat kompetisi yang sehat sekaligus memperkuat budaya prestasi di lingkungan pendidikan.

Melalui pelaksanaan upacara ini, nilai-nilai otonomi daerah dan pendidikan nasional tidak hanya diperingati sebagai agenda tahunan, tetapi juga diinternalisasi sebagai bagian dari kesadaran kolektif masyarakat. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah dan kemajuan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

Partisipasi mahasiswa UNUSIDA dalam kegiatan ini menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, baik dalam konteks pemerintahan daerah maupun sistem pendidikan nasional. Dengan semangat kolaborasi, refleksi, dan inovasi yang terus dijaga, momentum ini diharapkan mampu mendorong transformasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.(Wazir)

Bekal Disiplin dari UNUSIDA, Tegar Pratama Sukses Bangun Karier HRD Sejak Dini 6

Bekal Disiplin dari UNUSIDA, Tegar Pratama Sukses Bangun Karier HRD Sejak Dini

Menjadi bagian dari alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo bukan sekadar menyandang gelar akademik, tetapi juga membawa nilai, pengalaman, dan bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Hal inilah yang dirasakan oleh Moch Tegar Pratama, S.M., lulusan Program Studi Manajemen tahun 2024 yang kini berkarier sebagai Human Resource Development (HRD) di PT Xin Rui Internasional Konstruksi.

Sejak masa kuliah, Tegar dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan memiliki semangat belajar tinggi. Ia tidak hanya fokus pada teori di dalam kelas, tetapi juga berusaha memahami bagaimana ilmu manajemen dapat diterapkan dalam situasi nyata. Baginya, dunia perkuliahan adalah tempat untuk membangun fondasi yang kuat, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri.

“Bangga pernah menempuh pendidikan di UNUSIDA. Dari sini saya belajar disiplin, berani menghadapi tantangan, dan cepat beradaptasi—bekal berharga dari kurikulum yang aplikatif hingga mengantarkan saya meraih karier lebih cepat,” ungkap Tegar.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Selama menjalani studi, Tegar merasakan bahwa kurikulum yang diterapkan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengasah kemampuan praktis. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang memudahkannya beradaptasi saat memasuki dunia kerja.

Perjalanan karier Tegar dimulai tidak lama setelah ia menyelesaikan studinya. Berbekal ilmu manajemen sumber daya manusia yang diperoleh selama kuliah, ia berhasil mendapatkan posisi sebagai HRD di PT Xin Rui Internasional Konstruksi. Peran ini tentu tidak sederhana, mengingat HRD memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan.

Sebagai HRD, Tegar bertanggung jawab dalam berbagai aspek, mulai dari proses rekrutmen, pengelolaan karyawan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Ia juga dituntut untuk mampu memahami karakter individu, membangun komunikasi yang efektif, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Menurutnya, tantangan terbesar di dunia kerja bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana seseorang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan. Di sinilah nilai-nilai yang ia pelajari selama kuliah menjadi sangat relevan.

“Dunia kerja itu dinamis. Kita dituntut untuk cepat belajar dan menyesuaikan diri. Untungnya, selama kuliah saya sudah terbiasa dengan berbagai tantangan, baik melalui tugas, diskusi, maupun pengalaman organisasi,” tambahnya.

Selain kemampuan adaptasi, disiplin juga menjadi kunci penting dalam perjalanan karier Tegar. Ia menilai bahwa kedisiplinan yang dibangun sejak masa kuliah sangat membantu dalam menjalankan tanggung jawab profesional. Dalam dunia kerja, waktu, target, dan konsistensi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Tak hanya itu, keberanian untuk menghadapi tantangan juga menjadi salah satu nilai yang terus ia pegang hingga saat ini. Tegar menyadari bahwa setiap peluang sering kali datang bersama risiko. Oleh karena itu, ia memilih untuk tidak ragu dalam mencoba hal baru selama masih dalam koridor positif.

Pengalaman Tegar menjadi bukti bahwa lulusan perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk langsung terjun ke dunia kerja apabila dibekali dengan kompetensi yang tepat. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan kemauan untuk terus belajar sebagai faktor pendukung kesuksesan.

Bagi mahasiswa yang saat ini masih menempuh pendidikan, Tegar berpesan agar tidak hanya fokus pada nilai akademik semata. Menurutnya, pengalaman di luar kelas seperti organisasi, pelatihan, dan praktik kerja lapangan memiliki peran yang tidak kalah penting dalam membentuk karakter dan keterampilan.

“Manfaatkan waktu kuliah sebaik mungkin. Jangan takut mencoba hal baru, karena dari situlah kita belajar. Dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar teori,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk sukses, asalkan memiliki kemauan dan komitmen untuk berkembang. Kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses yang panjang dan penuh pembelajaran.

Perjalanan Moch Tegar Pratama, S.M., menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda, khususnya mahasiswa dan alumni UNUSIDA. Dengan bekal disiplin, keberanian, dan kemampuan adaptasi, ia mampu membuktikan bahwa lulusan baru pun dapat bersaing dan meraih karier dalam waktu yang relatif cepat.

Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang membentuk karakter, pola pikir, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Dengan semangat belajar yang terus dijaga, bukan tidak mungkin setiap mahasiswa dapat mengikuti jejak Tegar dalam meraih kesuksesan di bidang yang mereka tekuni.

Melalui cerita inspiratif ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk memaksimalkan potensi diri dan mempersiapkan masa depan sejak dini. Karena pada akhirnya, kesuksesan adalah hasil dari usaha, konsistensi, dan keberanian untuk melangkah maju.

LKMM TD Fakultas Ekonomi UNUSIDA 2026: Satu Dekade Inspiratif dalam Membangun Kepemimpinan Adaptif dan Berdampak 7

LKMM TD Fakultas Ekonomi UNUSIDA 2026: Satu Dekade Inspiratif dalam Membangun Kepemimpinan Adaptif dan Berdampak

Sidoarjo – Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM TD) dengan tema “A Decade of Growth: Membangun Kepemimpinan yang Adaptif dan Berdampak”. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 18 dan 22–23 April 2026, dengan rangkaian persiapan yang dimulai sejak masa pendaftaran pada 23 Februari hingga 31 Maret 2026. Bertempat di lingkungan UNUSIDA serta lokasi kegiatan lapangan di Villa Panorama Claket, Pacet, Mojokerto, acara ini diikuti oleh mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi sebagai peserta utama. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan kepemimpinan, manajerial, serta membangun relasi antar mahasiswa melalui pendekatan pelatihan yang interaktif dan aplikatif.

LKMM TD tahun ini menjadi momentum penting karena menandai satu dekade perjalanan kegiatan dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki soft skills yang relevan dengan kebutuhan zaman. Selama kegiatan, peserta akan mendapatkan berbagai materi terkait kepemimpinan, kerja tim, komunikasi efektif, serta problem solving. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dirancang dengan konsep yang menyenangkan melalui aktivitas outdoor dan simulasi kasus nyata sehingga peserta dapat belajar secara langsung dari pengalaman. Fasilitas yang diberikan kepada peserta meliputi tempat penginapan, konsumsi selama kegiatan, transportasi, sertifikat resmi, hingga kaos LKMM TD sebagai identitas peserta.

Ketua pelaksana kegiatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa LKMM TD bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi merupakan wadah strategis untuk membentuk karakter mahasiswa. “Kami berharap melalui LKMM TD ini, mahasiswa mampu mengembangkan potensi dirinya, terutama dalam hal kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan teori, tetapi juga pengalaman nyata yang dapat membentuk mental dan pola pikir mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik. “Mahasiswa saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga harus memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim yang baik. LKMM TD ini menjadi salah satu sarana untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutur beliau.

Plt Rektor UNUSIDA juga turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa LKMM TD merupakan bagian penting dari proses pembentukan generasi muda yang unggul. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena mampu membangun karakter mahasiswa yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Harapannya, peserta LKMM TD dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas,” ungkapnya.

Adapun dampak atau output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terbentuknya mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, mampu bekerja dalam tim, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dan solutif. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antar mahasiswa, sehingga tercipta jaringan yang solid dan saling mendukung dalam berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik. Dengan adanya pengalaman langsung selama kegiatan, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam organisasi.

Ketua pelaksana kembali menambahkan bahwa keberhasilan LKMM TD tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari perubahan yang terjadi pada peserta setelah mengikuti kegiatan. “Kami ingin melihat peserta yang awalnya pasif menjadi lebih aktif, yang awalnya ragu menjadi lebih percaya diri, dan yang awalnya belum memiliki arah menjadi lebih terarah dalam mengembangkan potensi dirinya,” jelasnya.

Dengan konsep kegiatan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, LKMM TD Fakultas Ekonomi UNUSIDA 2026 diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan, tetapi juga sebagai langkah awal dalam membentuk generasi mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan berdampak bagi lingkungan sekitarnya. Sebagai penutup, seluruh panitia berharap agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peserta, serta menjadi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan pengembangan mahasiswa di masa yang akan datang. (arya)

LPTNU Gelar Seminar dan Anugerah Pendidikan Tinggi 2026 8

LPTNU Gelar Seminar dan Anugerah Pendidikan Tinggi 2026

Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) akan menggelar rangkaian anugerah pendidikan tinggi 2026. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari selasa, 10 Maret 2026 di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Dalam rangkaian kegiatan ini, terdapat dua agenda utama yaitu Seminar untuk merumuskan rekomendasi arah pendidikan tinggi NU dalam 15 tahun kedepan. Seminar ini akan diikuti oleh semua pimpinan PTNU dengan 6 rektor sebagai penyaji utama yaitu untuk sesi Pembaruan Kurikulum dan Metode Pembelajaran akan diisi oleh Prof.Dr Fatkul Anam (UNU Sidoarjo), Prof.Dr Junadi Mistar (Unisma Malang), Prof.Dr Muammar Bakry (UIM Makasar) dan dimoderatori oleh Dr. Baiq Mulianah (UNU NTB). Dalam sesi membangun ekosistem riset dan inovasi, terdapat Prof.Dr.Helmy Purwanto (Unwahas Semarang), Prof.Dr.Tri Yogi Yuwono (UNUSA Surabaya), Prof.Dr Hamdani (UNU Kaltim) dengan Dr. Ali Formen sebagai moderator. Seluruh pimpinan PTNU akan memberikan tanggapan secara tertulis yang dikompilasi dan dibahas dalam sesi rekomendasi yang dipimpin oleh Dr. Abu Amar Bustomi (UNU Pasuruan).

Ketua LPTNU, Prof.Dr. H. Ainun Na’im menjelaskan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan ini ada dua yaitu: “Pertama, memastikan bahwa PTNU memiliki tingkat respon dan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan. Pendidikan tinggi memiliki persoalan yang kompleks sehingga perlu diurai lalu secara simultan mempersiapkan berbagai skenario dan perencanaan untuk menjawabnya. Kedua, anugerah pendidikan tinggi adalah bagian dari apresiasi yang dilakukan oleh LPTNU terhadap kinerja dan capaian dari sivitas akademikanya. Diharapkan bisa memberikan kebanggaan dan motivasi terhadap yang lain agar senantiasa memberikan kontribusi terbaik terhadap lembaga”.

Secara terpisah, Sekretaris LPTNU Dr.H.M.Faishal Aminuddin menjelaskan bahwa Anugerah LPTNU ini terdiri atas beberapa kategori: 1) kategori ilmuwan muslim berpengaruh dalam bidang kedokteran, sains terapan, teknologi, ekonomi dan lingkungan hidup. 2) kategori Pengabdi sepanjang hayat bagi tokoh NU yang berkontribusi terhadap pendidikan tinggi dalam proses kebijakan, filantropi dan pembangunan infrastruktur. 3) Dosen dengan Karya Ilmiah dalam bidang Saintek, Sosial Humaniora, Ilmu Agama dan Karya Kemasyarakatan dengan total 18 bidang ilmu. 4) Tenaga Kependidikan terbaik dengan bidang layanan dan pengabdian. 5) Lembaga / Pusat Studi terbaik dalam bidang inovasi, kerjasama dan pembangunan komunitas dan 6) Mahasiswa berprestasi dengan kategori akademik, olahraga, keagamaan dan Duta PTNU. “Anugerah LPTNU ini menjadi pengakuan bersama atas segala daya, upaya, ketekunan dan capaian sivitas akademika yang senantiasa berkhidmat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kontribusi terhadap masyarakat dan kemandirian jam’iyyah” tuturnya.

Dalam keterangan selanjutnya, Ketua Tim Juri, Prof.Dr Fatkul Anam memaparkan bahwa proses penjurian dilakukan oleh tim panel juri dengan cara berjenjang dimana sumber data utama berasal dari penambangan data yang dilakukan oleh tim LPTNU dan nominasi usulan dari PTNU. Semua data yang masuk diverifikasi, diberikan penilaian dan diusulkan sampai kandidat 3 besar. Setiap kategori yang berisi 3 kandidat akan diputuskan dalam rapat pleno untuk diputuskan siapa yang mendapatkan penghargaan. Dia menegaskan bahwa “Tim dari LPTNU sudah bekerja mengumpulkan data sejak awal bulan Januari 2026. Kami benar-benar menjaga integritas dalam semua proses penilaian. Kehati-hatian dan kerahasiaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penilaian yang diberikan”. Sekalipun misalnya, ada rektor PTNU yang kebetulan menjadi Ketua tim panel kategori, tidak bisa begitu saja memasukkan calon dari kampusnya sebagai kandidat 3 besar. Bahkan dia harus legowo, seandainya tidak ada satupun nominasi dari kampusnya tidak masuk kriteria.

Sementara Ketua panitia seminar, Dr Abu Amar Bustomi menyampaikan bahwa acara seminar dibuka dengan pemaparan Prof.Dr. M Nuh sebagai Keynote Speaker. “beliau akan menyampaikan topik mendefinisikan tantangan Perguruan Tinggi dalam 10 tahun kedepan dan peran PTNU didalamnya”. Seminar ini berangkat dari dinamika global dunia pendidikan menuntut sebuah reorientasi fundamental terhadap peran institusi akademik dalam
ekosistem kehidupan berbangsa. Seiring dengan percepatan disrupsi teknologi
yang ditandai oleh integrasi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif,
transformasi sosial yang dinamis, serta kompleksitas geopolitik. Institusi pendidikan tinggi saat ini memikul mandat untuk menjadi motor penggerak yang adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang semakin kompleks. Semua pimpinan PTNU memberikan pandangan secara tertulis dan memberikan umpan balik dalam diskusi panel dimana semua hasilnya akan dirumuskan oleh LPTNU menjadi rekomendasi kepada PBNU.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Malam Anugerah LPTNU, Dr. Mustadin menyampaikan bahwa perhelatan yang digelar setelah shalat tarawih tersebut akan dihadiri oleh 200 undangan dari PTNU dan 100 undangan dari perwakilan pengurus NU dan Banom serta undangan dari lembaga lainnya. Dia menambahkan bahwa yang diumumkan profil peraih anugerah LPTNU bisa dibagi sesuai dengan jenis penghargaannya yaitu: Plakat emas diberikan kepada kategori Ilmuwan Muslim berpengaruh dan Pengabdian Sepanjang Hayat. Lalu untuk Plakat perak diberikan kepada Kategori Dosen dengan Karya Ilmiah dan Karya Kemasyarakatan. Terakhir Plakat Perunggu untuk kategori Tenaga Kependidikan dan Pusat Studi Terbaik. Adapun untuk mahasiswa terdapat medali bintang emas untuk Duta PTNU pertama, perak untuk kedua dan perunggu untuk ketiga. Sedangkan untuk kategori prestasi mahasiswa akan diberikan medali. Selain kategori penghargaan diatas, ada tambahan penghargaan lain-lain yang lebih bersifat apresiasi daripada kompetisi. Pungkasnya. (FA)

Dari Bangku Kuliah ke Dunia Industri: Kiprah Anggun Fitria Laila Ningsih, S.T., Alumni Teknik Kimia Lulusan Tahun 2019 9

Dari Bangku Kuliah ke Dunia Industri: Kiprah Anggun Fitria Laila Ningsih, S.T., Alumni Teknik Kimia Lulusan Tahun 2019

Sidoarjo – Dunia industri menuntut ketelitian, konsistensi, dan tanggung jawab tinggi, terutama dalam bidang pengendalian mutu. Hal inilah yang kini dijalani oleh Anggun Fitria Laila Ningsih, S.T., alumni Teknik Kimia angkatan 2019, yang berkarier sebagai QC-QA Laboratory Analyst di PT. Abadi Agrosindo Persada.

Perjalanan Anggun memasuki dunia kerja merupakan proses yang penuh pembelajaran. Sebagai lulusan Teknik Kimia, ia dibekali pemahaman tentang proses industri, analisis kimia, pengendalian mutu, hingga manajemen proses produksi. Bekal akademik tersebut menjadi fondasi kuat dalam menjalankan tanggung jawabnya di laboratorium perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis dan pengolahan hasil pertanian.

Dalam perannya sebagai QC-QA Laboratory Analyst, Anggun bertugas melakukan pengujian dan analisis terhadap bahan baku maupun produk akhir untuk memastikan kualitasnya sesuai standar perusahaan. Ia juga melakukan pencatatan dan pelaporan hasil uji secara sistematis, memastikan setiap proses berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Menurut Anggun, dunia kerja memberikan tantangan yang berbeda dibandingkan perkuliahan. Jika di bangku kuliah fokus pada pemahaman konsep dan penyelesaian tugas, maka di dunia industri setiap keputusan memiliki dampak nyata terhadap kualitas produk dan kepercayaan konsumen.

“Ketelitian menjadi hal utama. Dalam analisis laboratorium, kesalahan kecil bisa berdampak besar. Karena itu, disiplin dan fokus sangat penting,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa pengalaman praktikum selama kuliah di Teknik Kimia sangat membantu dalam beradaptasi di lingkungan laboratorium industri. Kebiasaan bekerja dengan prosedur, memahami alat ukur, serta melakukan analisis data menjadi bekal yang sangat relevan dengan pekerjaannya saat ini.

Namun, Anggun menegaskan bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh hard skills semata. Soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu, dan kemampuan beradaptasi juga memiliki peran besar.

“Di dunia kerja, kita bertemu dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Kemampuan menempatkan diri dan berkomunikasi dengan baik sangat membantu dalam membangun lingkungan kerja yang sehat,” jelasnya.

Sebagai alumni Teknik Kimia, Anggun membagikan beberapa wawasan penting bagi mahasiswa yang akan terjun ke dunia kerja:

1. Kuasai konsep dasar dengan kuat.
Pemahaman tentang dasar-dasar kimia, proses industri, dan analisis laboratorium menjadi modal utama untuk berkembang di bidang industri.

2. Manfaatkan praktikum sebagai latihan profesional.
Jangan menganggap praktikum sekadar tugas akademik. Anggaplah sebagai simulasi dunia kerja yang menuntut ketelitian dan tanggung jawab.

3. Bangun integritas sejak dini.
Dalam bidang quality control dan quality assurance, kejujuran dalam melaporkan hasil analisis adalah hal yang mutlak. Data harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

4. Terus belajar dan terbuka terhadap evaluasi.
Dunia industri terus berkembang. Standar mutu, teknologi, dan metode analisis selalu diperbarui. Kemauan untuk belajar menjadi kunci agar tetap relevan.

5. Siapkan mental untuk beradaptasi.
Lingkungan kerja berbeda dengan dunia kampus. Target, tekanan waktu, dan tanggung jawab profesional membutuhkan kesiapan mental yang matang.

Anggun juga menekankan pentingnya pengalaman tambahan seperti magang, pelatihan, maupun sertifikasi pendukung. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya CV, tetapi juga melatih kesiapan menghadapi ritme kerja industri.

Kini, setelah beberapa tahun berkiprah sebagai QC-QA Laboratory Analyst, Anggun memandang setiap proses sebagai bagian dari pembelajaran hidup. Ia percaya bahwa perjalanan karier adalah proses bertahap yang membentuk karakter dan profesionalitas seseorang.

“Setiap tahap punya pelajaran. Kuncinya adalah konsisten, bertanggung jawab, dan terus memperbaiki diri,” tuturnya.

Kisah Anggun Fitria Laila Ningsih, S.T. menjadi inspirasi bahwa lulusan Teknik Kimia memiliki peluang luas di dunia industri, khususnya dalam bidang pengendalian mutu. Dengan kompetensi akademik yang kuat, integritas, serta kesiapan mental, dunia kerja bukan lagi sesuatu yang menakutkan, melainkan ruang untuk bertumbuh dan berkontribusi.

Bagi mahasiswa Teknik Kimia yang sedang mempersiapkan diri menuju dunia profesional, pesan Anggun sederhana namun bermakna: manfaatkan masa kuliah untuk membangun kompetensi dan karakter. Karena pada akhirnya, yang membawa seseorang bertahan dan berkembang di dunia kerja bukan hanya ilmunya, tetapi juga sikap dan komitmennya terhadap kualitas.

UNUSIDA Hadir dalam LKBBT Gayatra 2025 Wadah Pembinaan Disiplin dan Kehormatan Pelajar Jawa Timur 10

UNUSIDA Hadir dalam LKBBT Gayatra 2025 Wadah Pembinaan Disiplin dan Kehormatan Pelajar Jawa Timur

Sidoarjo, 23 November 2025 — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris Tongkat (LKBBT) GAYATRA 2025, sebuah ajang kompetisi prestisius yang mempertemukan pasukan baris-berbaris terbaik dari berbagai sekolah di Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 23 November 2025 ini sukses menarik perhatian publik, menghadirkan 20 tim pilihan dari jenjang SMP/MTs hingga SMA/MA/SMK se-Jawa Timur. Dukungan penuh yang diberikan UNUSIDA membuat pelaksanaan lomba berlangsung meriah, tertib, dan sangat kompetitif. Suasana di area kampus terasa hidup sejak pagi hari, ketika para kontingen mulai memasuki arena lomba dengan formasi lengkap dan penuh semangat juang. Para peserta memadukan disiplin, kekompakan, dan kreativitas gerakan PBB Tongkat yang memukau, sehingga menjadikan GAYATRA 2025 sebagai salah satu kompetisi baris-berbaris tingkat provinsi yang paling ditunggu setiap tahunnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 3 UNUSIDA, Ali Masykuri. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa ajang seperti GAYATRA bukan hanya ruang kompetisi, tetapi juga wahana pembentukan karakter. “Lomba bukan hanya tentang siapa yang terbaik, tetapi tentang bagaimana kalian menjaga kejujuran, sportivitas, dan integritas dalam setiap langkah. Nilai itu yang akan menentukan kualitas diri kalian di masa depan,” ujarnya. Pesan tersebut menjadi energi sekaligus pengingat bagi seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi nilai luhur dalam setiap kategori yang mereka ikuti. UNUSIDA sebagai tuan rumah juga menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan pembinaan generasi muda, khususnya dalam aspek kedisiplinan dan tanggung jawab sosial.

Selama kompetisi berlangsung, para peserta tampil dalam tiga kategori penilaian utama, yaitu PBB dasar, variasi formasi, serta ketangkasan pasukan. Gerakan-gerakan yang ditampilkan tidak hanya menuntut presisi, tetapi juga kreativitas, keserasian ritme, dan kekompakan antaranggota tim. Para penyimak yang hadir ikut terbawa suasana, menyaksikan bagaimana setiap tim mengekspresikan kemampuan terbaik mereka melalui derap langkah dan hentakan tongkat yang tegas dan ritmis. Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional yang berasal dari beberapa institusi kredibel, di antaranya anggota Kodim 0816 Sidoarjo, Tim Kwarcab Sidoarjo, serta perwakilan DKD Jawa Timur. Kolaborasi tim juri tersebut memastikan proses penjurian berjalan objektif, terukur, dan sesuai standar lomba baris-berbaris nasional. Ketatnya penilaian justru memberikan motivasi lebih kepada peserta untuk tampil maksimal.

Salah satu tokoh yang turut hadir dan memberikan apresiasi adalah Purna UKM Khatulistiwa UNUSIDA, Kak Nazar. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa GAYATRA bukan sekadar lomba, tetapi ruang pembentukan karakter generasi muda. “Bagi saya, GAYATRA UNUSIDA 2025 bukan sekadar lomba baris-berbaris. Ini adalah momentum pembuktian bahwa disiplin, loyalitas, dan kehormatan bukan hanya dibawa di lapangan, tapi dihidupi dalam setiap langkah,” ungkapnya. Apresiasi ini menjadi penyemangat tambahan bagi para peserta yang telah mempersiapkan diri berbulan-bulan untuk bertanding di level provinsi.

Salah satu peserta dari SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong, M. Dwi Prayoga, juga membagikan motivasi pribadinya dalam mengikuti kompetisi ini. Ia mengaku bahwa berada di GAYATRA 2025 merupakan kesempatan berharga untuk menguji mental dan kemampuan diri. “Saya berdiri di GAYATRA 2025 dengan satu tekad: memberikan yang terbaik tanpa menyisakan ragu. Setiap langkah yang saya ambil adalah wujud komitmen saya terhadap tim dan diri sendiri. Bagi saya, ini bukan tentang menang atau kalah, ini tentang pembuktian bahwa saya tidak mundur ketika tantangan berdiri di depan mata,” ucapnya. Kutipan ini mencerminkan semangat juang peserta yang hadir bukan hanya untuk bersaing, tetapi juga untuk memperkuat karakter diri melalui disiplin dan kerja tim.

Melalui penyelenggaraan GAYATRA 2025, panitia berharap dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda Jawa Timur. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembinaan mental yang konsisten, membentuk karakter pelajar agar lebih percaya diri, kompak, tangguh, dan menjunjung tinggi nilai kehormatan. Ajang ini juga menjadi sarana bagi pelajar untuk memperluas pengalaman organisasi, memperluas jejaring pertemanan antar sekolah, serta belajar tentang pentingnya kerja sama dalam tim. UNUSIDA, sebagai tuan rumah, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan pelajar yang bersifat edukatif dan pembentukan karakter. Selain itu, GAYATRA menjadi momentum bagi kampus untuk semakin dekat dengan masyarakat, khususnya sekolah-sekolah di Jawa Timur.

Pada akhir acara, panitia mengumumkan pasukan terbaik dari masing-masing kategori lomba serta menyerahkan trofi penghargaan kepada para juara. Suasana haru dan bangga menyelimuti peserta ketika nama-nama tim terbaik disebutkan. Meski begitu, seluruh peserta tetap menunjukkan sportivitas tinggi, saling memberikan selamat, dan merayakan kebersamaan setelah seharian penuh berkompetisi. Penyelenggaraan LKBBT GAYATRA 2025 di UNUSIDA diharapkan menjadi contoh nyata bahwa kompetisi kepemudaan dapat berjalan dengan tertib, inspiratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Dengan demikian, GAYATRA 2025 bukan hanya meninggalkan jejak prestasi, tetapi juga memupuk nilai disiplin, loyalitas, dan kehormatan yang melekat kuat di hati para pelajar sebagai generasi masa depan Indonesia.