Pos

UNUSIDA Kembali Torehkan Prestasi, Empat Publikasi Internasional Terindeks Scopus Terbit pada 2026 1

UNUSIDA Kembali Torehkan Prestasi, Empat Publikasi Internasional Terindeks Scopus Terbit pada 2026

Sidoarjo, 7 Oktober 2026 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi di bidang akademik melalui terbitnya empat artikel ilmiah pada publikasi internasional terindeks Scopus tahun 2026. Capaian ini mendapat apresiasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan dedikasi para dosen dalam mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penelitian yang relevan dengan perkembangan zaman.

Keempat publikasi tersebut mengangkat tema-tema strategis yang berkaitan dengan transformasi pendidikan berbasis teknologi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), pembelajaran interaktif, serta pengembangan konten pemasaran digital berbasis generative AI. Tema-tema tersebut mencerminkan perhatian sivitas akademika UNUSIDA terhadap inovasi, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan pendekatan pembelajaran maupun komunikasi digital yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

LPPM UNUSIDA menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh dosen yang terlibat dalam publikasi tersebut. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian, memperluas kolaborasi akademik, dan menghasilkan karya ilmiah yang mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.

Empat Publikasi dengan Fokus Riset Strategis

Publikasi pertama berjudul “Roles of Artificial Intelligence in Early Childhood Education: A Systematic Review of Adaptive Learning, AI Literacy, and Safe Learning Ecosystems”. Artikel ini ditulis oleh Rif’Atul Anita, Shofiyatuz Zahroh, Ana Christanti, Wachyudi Achmad, dan Winda Qurrota Ayun.

Penelitian tersebut mengangkat peran kecerdasan buatan dalam pendidikan anak usia dini dengan meninjau pembelajaran adaptif, literasi AI, serta pembentukan ekosistem pembelajaran yang aman. Topik ini relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan yang semakin mendorong personalisasi pembelajaran sekaligus menekankan pentingnya pemahaman teknologi dan perlindungan peserta didik. Kajian tersebut menjadi bagian dari diskusi akademik mengenai bagaimana teknologi AI dapat dipertimbangkan dalam proses pendidikan anak usia dini secara tepat dan bertanggung jawab.

Publikasi kedua berjudul “Future Education Through Wordwall-Based Project-Based Learning in Basic Education: A Digital Gamified Approach to Science and Social Humanities Learning”. Artikel ini ditulis oleh Moh. Anang Abidin, Risalul Ummah, Thaufan Falaki, Evi Mahsunah, Ali Masykuri, dan Dwinta Alfiyatun Nuriyah.

Artikel ini membahas pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memanfaatkan platform Wordwall melalui konsep gamifikasi digital dalam pembelajaran sains serta ilmu sosial dan humaniora pada pendidikan dasar. Pemanfaatan teknologi interaktif dalam pembelajaran menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendukung pengalaman belajar yang lebih menarik dan partisipatif. Melalui tema tersebut, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan wacana mengenai inovasi pembelajaran yang memadukan aktivitas proyek dengan pemanfaatan media digital.

Publikasi ketiga berjudul “Kahoot-Based Digital Worksheets for Future Personalized Learning in English for Young Learners Descriptive Text Instruction”. Artikel ini ditulis oleh Ruri Fadhilah Kurniati, Elza Fiilmilla Sutejo, Muawwinatul Laili, Milla Ahmadia Apologia, dan Feri Kuswanto.

Penelitian ini menyoroti penggunaan lembar kerja digital berbasis Kahoot untuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris bagi peserta didik usia dini, khususnya pada materi descriptive text. Pengembangan media pembelajaran digital menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan kegiatan belajar yang lebih interaktif dan menyesuaikan kebutuhan peserta didik. Integrasi platform digital dengan materi pembelajaran bahasa Inggris juga membuka ruang pengembangan metode pengajaran yang lebih variatif sesuai dengan karakteristik pembelajar muda.

Sementara itu, publikasi keempat berjudul “Human–AI Co-Creation in Generative AI–Driven Social Media and Digital Marketing Content Production: A Systematic Literature Review”. Artikel ini ditulis oleh Athika Dwi Wiji Utami, Trias Widha Andari, Putra Uji Deva Satrio, Akhya’ Muhammad Khaidzir, Ragil Noviyanti, dan Amalia Hartiningrum.

Berbeda dari tiga publikasi sebelumnya yang berfokus pada bidang pendidikan, artikel ini mengkaji kolaborasi manusia dan AI generatif dalam produksi konten media sosial serta pemasaran digital melalui pendekatan tinjauan literatur sistematis. Topik ini memiliki relevansi dengan perkembangan industri kreatif dan pemasaran digital yang semakin memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Kajian tersebut turut memperkaya diskusi akademik mengenai hubungan kreativitas manusia, kapabilitas teknologi, dan proses produksi konten digital.

Memperkuat Budaya Riset dan Kolaborasi Akademik

Terbitnya empat publikasi internasional tersebut menjadi momentum penting bagi UNUSIDA untuk terus memperkuat budaya penelitian di lingkungan perguruan tinggi. Publikasi ilmiah pada jurnal atau prosiding internasional bereputasi merupakan salah satu sarana bagi dosen untuk menyebarluaskan gagasan, hasil kajian, dan pengembangan pengetahuan kepada komunitas akademik yang lebih luas.

Selain menjadi bentuk kontribusi akademik, publikasi internasional juga membuka peluang bagi pengembangan jejaring penelitian dan kolaborasi lintas disiplin. Keberagaman tema dalam keempat artikel menunjukkan luasnya ruang pengembangan riset di UNUSIDA, mulai dari pendidikan anak usia dini, inovasi pembelajaran pada pendidikan dasar, pembelajaran bahasa Inggris, hingga pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan.

LPPM UNUSIDA diharapkan terus menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah dosen. Dukungan terhadap pengembangan kapasitas peneliti, peningkatan kolaborasi, serta penguatan budaya akademik menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan produktivitas riset di lingkungan universitas.

Capaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh sivitas akademika UNUSIDA untuk terus berkarya, mengembangkan inovasi, dan menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan global. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan inspirasi bagi pengembangan pendidikan, teknologi, dan praktik bisnis yang lebih baik.

LPPM UNUSIDA menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh dosen yang telah berkontribusi dalam capaian ini. Semoga prestasi tersebut menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, memperluas kontribusi keilmuan, dan membawa nama UNUSIDA semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Terus berkhidmat untuk umat.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)
Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA)

Referensi publikasi:

  1. Roles of Artificial Intelligence in Early Childhood Education
  2. Future Education Through Wordwall-Based Project-Based Learning in Basic Education
  3. Kahoot-Based Digital Worksheets for Future Personalized Learning
  4. Human–AI Co-Creation in Generative AI–Driven Social Media and Digital Marketing Content Production
Kisah Inspiratif Adinda Jannatin Aliyah, Alumni PIAUD UNUSIDA yang Berhasil Taklukkan Rasa Introvert dan Mengabdi sebagai Pendidik Anak Usia Dini 2

Kisah Inspiratif Adinda Jannatin Aliyah, Alumni PIAUD UNUSIDA yang Berhasil Taklukkan Rasa Introvert dan Mengabdi sebagai Pendidik Anak Usia Dini

SIDOARJO – Perjalanan menjadi seorang pendidik bukan hanya tentang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga keberanian untuk terus berkembang, membangun kepercayaan diri, dan mengabdikan diri bagi generasi masa depan. Hal inilah yang tergambar dalam kisah Adinda Jannatin Aliyah Wahyu Permani, S.Pd., alumni Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2025, yang kini berkiprah sebagai operator di RA Salman Al Farizi Medayu Utara.

Perjalanan Adinda menjadi inspirasi bahwa latar belakang kepribadian bukanlah batasan untuk meraih cita-cita. Berangkat dari pribadi yang cenderung introvert, ia berhasil membangun kepercayaan diri untuk tampil di depan kelas, berinteraksi dengan anak-anak, serta menjalankan peran dalam dunia pendidikan anak usia dini. Pengalaman selama menempuh pendidikan di PIAUD UNUSIDA menjadi salah satu bagian penting dalam proses pertumbuhan tersebut.

Bagi Adinda, kuliah di UNUSIDA bukan sekadar perjalanan akademik untuk memperoleh gelar sarjana. Lebih dari itu, masa perkuliahan menjadi ruang untuk mengenali potensi diri, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan mental agar mampu menghadapi tantangan di dunia kerja. Berbagai ilmu dan pengalaman praktik yang diperoleh selama perkuliahan memberinya bekal untuk menjalani profesi di lingkungan pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, pendidikan di PIAUD tidak hanya memberikan pemahaman teoretis mengenai tumbuh kembang anak, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal praktik pembelajaran secara lebih dekat. Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi calon pendidik dalam memahami karakteristik anak, membangun komunikasi, serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.

Bagi seseorang yang sebelumnya merasa kurang percaya diri untuk tampil di hadapan banyak orang, pengalaman praktik menjadi kesempatan berharga untuk melatih keberanian. Proses belajar, mencoba, dan menghadapi berbagai situasi selama perkuliahan membantunya membangun kesiapan untuk terjun ke dunia pendidikan. Kepercayaan diri yang tumbuh secara bertahap menjadi salah satu bekal yang ia bawa setelah menyelesaikan studi.

“Dari seorang introvert, menjadi seorang guru yang berani berdiri di depan kelas dengan penuh percaya diri. PIAUD UNUSIDA menjadi bagian penting dalam perjalanan karier saya sebagai Guru RA. Dari kampus ini, saya mendapatkan banyak ilmu, pengalaman praktik, sekaligus mental untuk mengajar dengan hati,” ungkap Adinda dalam refleksinya mengenai perjalanan selama menempuh pendidikan di UNUSIDA.

Kini, Adinda menjalankan perannya sebagai operator di RA Salman Al Farizi Medayu Utara. Pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya selama kuliah menjadi bekal untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja serta memahami dinamika lembaga pendidikan anak usia dini. Perannya di lingkungan RA juga menjadi bagian dari kontribusi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang baik bagi anak-anak.

Dunia pendidikan anak usia dini membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menyampaikan materi. Dibutuhkan kesabaran, kepedulian, komunikasi yang baik, serta kemauan untuk memahami setiap anak sebagai individu yang memiliki karakter dan kebutuhan berbeda. Karena itu, pembelajaran selama kuliah menjadi fondasi penting untuk membangun sikap profesional sekaligus kepedulian terhadap proses tumbuh kembang anak.

Bagi Adinda, menjadi bagian dari dunia pendidikan merupakan kesempatan untuk terus belajar dan memberikan manfaat. Ia memahami bahwa setiap pengalaman, baik selama masa perkuliahan maupun ketika memasuki dunia kerja, dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan diri. Tantangan yang dihadapi bukan alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih siap dalam menjalankan tanggung jawab.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada PIAUD UNUSIDA atas ilmu dan pengalaman yang telah menjadi bagian dari perjalanannya. Menurutnya, bekal yang diperoleh dari kampus memberikan dorongan untuk terus berkembang, mendidik dengan penuh kepedulian, dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak.

“Terima kasih PIAUD UNUSIDA. Berkat ilmu dan pengalaman yang diberikan, saya semakin percaya diri untuk mendidik, mendampingi, dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Karena pendidikan bukan hanya tentang mengajar, tetapi tentang mengabdi dengan hati dan tumbuh bersama generasi masa depan,” tuturnya.

Kisah Adinda menjadi gambaran bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari perubahan positif dalam diri mahasiswa dan kemampuan mereka menerapkan ilmu di tengah masyarakat. Keberanian untuk keluar dari zona nyaman, kemauan untuk terus belajar, dan kesungguhan dalam menjalankan profesi merupakan nilai penting yang dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa.

Melalui kisah alumninya, UNUSIDA terus menghadirkan inspirasi mengenai pentingnya pendidikan yang mendukung pengembangan kompetensi sekaligus karakter. Pengalaman Adinda menunjukkan bahwa kampus dapat menjadi ruang untuk bertumbuh, menemukan potensi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Perjalanan dari pribadi yang introvert hingga mampu membangun kepercayaan diri dalam dunia pendidikan menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan semangat pengabdian, Adinda Jannatin Aliyah Wahyu Permani membuktikan bahwa langkah kecil untuk berani mencoba dapat menjadi awal dari perjalanan besar dalam memberikan manfaat bagi generasi masa depan.

UNUSIDA, tempat bertumbuh, berdaya, dan melahirkan generasi yang siap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

UKM MAHISRA dan PPK ORMAWA PBI UNUSIDA Dorong Aksi Nyata, Limbah Minyak Jelantah Disulap Jadi Sabun Bernilai Ekonomi 3

UKM MAHISRA dan PPK ORMAWA PBI UNUSIDA Dorong Aksi Nyata, Limbah Minyak Jelantah Disulap Jadi Sabun Bernilai Ekonomi

KEDUNGPANDAN, JABON, SIDOARJO — Kepedulian terhadap lingkungan kembali diwujudkan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui aksi nyata di tengah masyarakat. UKM Mahisra bersama PPK Ormawa HIMA PBI 2026 UNUSIDA sukses menyelenggarakan Program Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun di Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “RUANG BINA; PETA LANGKAH MASYARAKAT” tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Kedungpandan dan ibu-ibu PKK. Program ini menjadi ruang edukasi sekaligus praktik bagi masyarakat untuk memahami bahwa limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan minyak jelantah untuk diolah menjadi produk rumah tangga, khususnya sabun cuci piring dan sabun cuci tangan. Selain mengurangi potensi pembuangan limbah minyak secara sembarangan, kegiatan ini juga memperkenalkan peluang pemanfaatan limbah menjadi produk yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Mei Indah Ningrum, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Ketua UKM Mahisra, Diana Siti Ariyani, dan Ketua PPK Ormawa, Zainira Ihsanty, yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi ketua pelaksana.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ketua UKM Mahisra dan Ketua PPK Ormawa yang telah memberikan kepercayaan kepada saya sebagai ketua pelaksana. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Kedungpandan, Bapak Wawan Hermawan, serta ibu-ibu PKK yang telah menyambut dan mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias,” ujar Mei.

Menurut Mei, program tersebut tidak hanya berorientasi pada keterampilan membuat produk, tetapi juga diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga.

“Kita tidak perlu membuang minyak jelantah sembarangan atau mencampurkannya dengan sampah rumah tangga. Minyak jelantah dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna, seperti sabun cuci piring dan sabun cuci tangan. Kami berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat terus berlanjut dan dikembangkan bersama masyarakat Desa Kedungpandan,” tambahnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Desa Kedungpandan, Wawan Hermawan. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNUSIDA yang membawa pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat Desa Kedungpandan.

“Saya berterima kasih kepada kakak-kakak dari UKM Mahisra dan PPK Ormawa atas program yang dibawa ke Desa Kedungpandan. Kegiatan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci tangan dan sabun cuci piring ini sangat bermanfaat dan menarik bagi masyarakat. Sebelumnya belum ada mahasiswa yang memberikan ide seperti ini kepada kami,” ungkap Wawan.

Wawan menilai, pemanfaatan minyak jelantah tidak hanya memiliki manfaat dari sisi lingkungan, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Apabila dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, hasil olahan tersebut dapat diarahkan menjadi salah satu produk yang mendukung kegiatan UMKM di desa.

“Jika program ini dapat berjalan dengan baik dan dikembangkan secara berkelanjutan, hasil produknya dapat dipasarkan sehingga berpotensi membantu dan mendukung UMKM yang ada di Desa Kedungpandan,” lanjutnya.

Antusiasme masyarakat turut terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu warga Desa Kedungpandan, Bu Suci, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan yang memberikan pengalaman dan keterampilan baru bagi warga.

“Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Warga di sini juga sangat antusias apabila diajak untuk membuat sesuatu yang bermanfaat. Saya berharap program kerja seperti ini dapat terus berlanjut dan ke depannya terdapat beberapa pilihan pengelolaan limbah lainnya yang bisa dikembangkan bersama masyarakat,” ujar Bu Suci.

Melalui program tersebut, UKM Mahisra dan PPK Ormawa HIMA PBI 2026 UNUSIDA berupaya menghadirkan aksi nyata berbasis pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk memberikan edukasi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi agar masyarakat dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan pengembangan potensi yang ada di lingkungannya.

Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong perubahan cara pandang terhadap limbah rumah tangga. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat.

Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat Desa Kedungpandan. Dengan keberlanjutan program, edukasi pengelolaan limbah dapat berkembang menjadi berbagai inovasi lain yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.

Melalui semangat “RUANG BINA; PETA LANGKAH MASYARAKAT”, mahasiswa UNUSIDA menunjukkan bahwa pengabdian dapat dimulai dari hal sederhana di sekitar masyarakat. Dari minyak jelantah, lahir keterampilan baru; dari keterampilan, terbuka peluang; dan dari kolaborasi, tumbuh langkah menuju masyarakat yang lebih peduli lingkungan sekaligus produktif.

Inspiratif! Savira Rizqiah Ilahi Buktikan Ilmu Manajemen UNUSIDA Berdampak di Dunia Pendidikan 4

Inspiratif! Savira Rizqiah Ilahi Buktikan Ilmu Manajemen UNUSIDA Berdampak di Dunia Pendidikan

Sidoarjo – Perjalanan pendidikan di perguruan tinggi tidak selalu berhenti pada pencapaian gelar. Bagi Savira Rizqiah Ilahi, M.M., alumni Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) tahun 2025, pengalaman selama menempuh pendidikan justru menjadi bekal untuk mengembangkan diri dan menerapkan ilmu di dunia kerja.

Kini, Savira mengabdikan diri sebagai guru di MINU KH Mukmin Sidoarjo. Latar belakang pendidikan Manajemen yang ditempuh di UNUSIDA menjadi bagian penting dalam membentuk cara pandangnya terhadap pengelolaan organisasi, sumber daya manusia, kepemimpinan, hingga strategi peningkatan kualitas pendidikan.

Bagi Savira, kuliah bukan sekadar proses untuk mendapatkan gelar akademik. Lebih dari itu, perguruan tinggi menjadi ruang untuk membangun pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sekaligus kepercayaan diri yang dapat diterapkan dalam kehidupan profesional.

“Kuliah bukan sekadar meraih gelar, tetapi membangun pengetahuan dan keahlian manajemen yang dapat diterapkan di dunia pendidikan,” ujar Savira.

Menurutnya, berbagai pengetahuan yang diperoleh selama kuliah memiliki relevansi dengan aktivitas di lingkungan pendidikan. Pemahaman mengenai organisasi, misalnya, dapat membantu seseorang melihat bagaimana sebuah lembaga menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing untuk mencapai tujuan bersama.

Begitu pula dengan pengelolaan sumber daya manusia. Dalam lingkungan pendidikan, kemampuan memahami karakter, membangun komunikasi, serta mengelola potensi individu menjadi hal yang penting. Guru tidak hanya berperan dalam menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga berinteraksi dengan peserta didik, rekan kerja, orang tua, dan berbagai unsur dalam lembaga pendidikan.

Pengalaman belajar Manajemen di UNUSIDA turut memberikan perspektif bagi Savira bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang posisi atau jabatan. Kepemimpinan juga berkaitan dengan kemampuan mengambil keputusan, bekerja sama, mengelola tanggung jawab, serta memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar.

“Mulai dari memahami organisasi, mengelola SDM, membangun kepemimpinan, hingga menyusun strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Dalam perjalanan kariernya sebagai guru, ilmu tersebut menjadi bekal yang dapat mendukung Savira dalam menjalankan perannya di lingkungan pendidikan. Ia membawa pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk terus belajar dan berkembang sesuai dengan kebutuhan di dunia kerja.

Bagi Savira, pengalaman menjadi bagian dari lingkungan akademik UNUSIDA juga menjadi proses pembentukan diri. Perkuliahan tidak hanya memberikan pengetahuan yang bersifat teoritis, tetapi juga membuka ruang untuk mengembangkan pola pikir, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, dan keberanian untuk mengambil peran.

Hal tersebut menjadi penting ketika seorang lulusan memasuki dunia kerja. Tantangan yang dihadapi tidak selalu sama dengan situasi di ruang kelas. Karena itu, kemampuan beradaptasi dan mengembangkan pengetahuan menjadi bagian dari proses yang terus berjalan.

Savira pun memandang bahwa ilmu manajemen memiliki ruang penerapan yang luas, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemampuan menyusun perencanaan, mengelola sumber daya, membangun koordinasi, dan mengevaluasi proses dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih terarah dan berkualitas.

“Ilmu dari kampus menjadi bekal untuk memimpin, berkembang, dan menciptakan perubahan yang berdampak,” tuturnya.

Kisah Savira menjadi bagian dari perjalanan alumni UNUSIDA yang mengembangkan kompetensi sesuai bidang dan lingkungan pengabdiannya. Setelah menyelesaikan studi Manajemen pada 2025, ia melanjutkan kiprahnya sebagai pendidik di MINU KH Mukmin Sidoarjo.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh dari perguruan tinggi dapat menemukan bentuk penerapannya di berbagai bidang. Ilmu manajemen yang dipelajari Savira menjadi salah satu bekal dalam menjalankan peran profesionalnya di dunia pendidikan.

Bagi UNUSIDA, perjalanan alumni merupakan bagian penting dari keberlanjutan proses pendidikan. Keberhasilan alumni dalam menerapkan ilmu dan berkontribusi di tengah masyarakat menjadi gambaran bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat terus berkembang menjadi pengalaman nyata setelah mahasiswa menyelesaikan studi.

Melalui kisah Savira, semangat untuk terus belajar, beradaptasi, dan memberikan manfaat menjadi pesan yang relevan bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa. Pendidikan tinggi bukan hanya tentang menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Savira pun terus melangkah dalam profesinya sebagai guru dengan membawa bekal ilmu Manajemen dari UNUSIDA. Baginya, pengetahuan yang diperoleh selama kuliah bukanlah sesuatu yang berhenti setelah wisuda, melainkan modal yang dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam berbagai situasi.

Dari ruang kuliah menuju ruang pendidikan, perjalanan Savira menjadi pengingat bahwa ilmu dapat memiliki banyak jalan untuk memberikan manfaat. Ketika pengetahuan dipadukan dengan pengalaman, kepemimpinan, dan kemauan untuk terus berkembang, proses pendidikan dapat menjadi bekal untuk menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat.

Gen Z Naik Kelas! Dobrak Cara Pandang, Ciptakan Masa Depan Gemilang Sejak Bangku Kuliah 5

Gen Z Naik Kelas! Dobrak Cara Pandang, Ciptakan Masa Depan Gemilang Sejak Bangku Kuliah

Oleh: Pingkia Angelica Taufani
Gubernur Fakultas Ekonomi UNUSIDA 

Menjadi mahasiswa di era digital memberikan banyak kesempatan yang mungkin tidak dimiliki generasi sebelumnya. Akses terhadap informasi semakin terbuka, teknologi berkembang begitu cepat, dan media sosial dapat menjadi ruang untuk belajar, membangun jaringan, bahkan menciptakan penghasilan. Namun, di tengah berbagai peluang tersebut, masih ada satu pertanyaan penting yang perlu kita renungkan: apakah kita benar-benar memanfaatkan masa kuliah untuk membangun masa depan, atau hanya sekadar mengejar gelar?

Sudah waktunya Gen Z mengubah cara pandang terhadap dunia perkuliahan. Kuliah seharusnya tidak hanya dipahami sebagai jalan untuk mendapatkan ijazah dan pekerjaan setelah wisuda. Kampus merupakan ruang untuk bereksperimen, mengembangkan kemampuan, membangun relasi, menghasilkan karya, dan menciptakan peluang.

Selama ini, pertanyaan yang sering muncul di benak mahasiswa adalah, “Apa yang bisa saya dapatkan dari kampus?” Pertanyaan tersebut tidak salah. Namun, akan jauh lebih bermakna jika kita mulai mengubahnya menjadi, “Apa yang bisa saya ciptakan selama berada di kampus?”

Perubahan pertanyaan sederhana tersebut dapat mengubah cara kita menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Ketika mahasiswa mulai berpikir tentang apa yang dapat diciptakan, maka organisasi bukan lagi sekadar tempat mencari pengalaman kepemimpinan, tetapi menjadi ruang untuk menghasilkan program yang berdampak. Tugas kuliah bukan lagi hanya kewajiban akademik, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk menghasilkan ide, penelitian, produk, maupun solusi terhadap permasalahan di sekitar.

Begitu pula dengan kewirausahaan. Menjadi mahasiswa tidak harus menunggu sampai memiliki modal besar untuk memulai bisnis. Banyak usaha besar berawal dari ide sederhana, kemampuan membaca kebutuhan masyarakat, dan keberanian untuk mencoba. Gen Z memiliki keunggulan berupa kemampuan memanfaatkan teknologi dan media sosial. Kemampuan tersebut dapat menjadi modal awal untuk membangun usaha bahkan sejak masih duduk di bangku kuliah.

Namun, menjadi entrepreneur mahasiswa bukan berarti harus mengorbankan pendidikan. Justru keduanya dapat berjalan beriringan. Ilmu yang diperoleh di kelas dapat diterapkan dalam dunia nyata. Konsep pemasaran dapat digunakan untuk mempromosikan produk. Ilmu manajemen dapat diterapkan untuk mengelola bisnis. Pengetahuan keuangan dapat membantu mengatur arus kas. Bahkan tugas perkuliahan dapat dikembangkan menjadi ide bisnis yang memiliki nilai ekonomi.

Di sinilah makna “Gen Z naik kelas” menjadi penting. Naik kelas bukan hanya tentang memperoleh nilai akademik yang tinggi. Naik kelas berarti berkembang menjadi pribadi yang memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai, menyelesaikan masalah, beradaptasi dengan perubahan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Gen Z juga perlu berhenti takut terhadap kegagalan. Salah satu alasan mahasiswa enggan memulai adalah kekhawatiran bahwa ide mereka tidak sempurna. Padahal, tidak ada karya yang langsung sempurna sejak pertama kali dibuat. Kegagalan, kritik, dan proses evaluasi merupakan bagian dari perjalanan untuk menjadi lebih baik.

Lebih baik memulai dari sesuatu yang sederhana daripada terus menunggu sampai semuanya sempurna. Sebuah konten pertama mungkin belum memiliki banyak penonton. Sebuah produk pertama mungkin belum langsung laku. Sebuah kegiatan pertama mungkin memiliki banyak kekurangan. Namun, dari proses itulah pengalaman terbentuk.

Selain menghasilkan karya dan usaha, mahasiswa juga perlu membangun personal branding. Di era digital, kemampuan seseorang tidak hanya dilihat dari ijazah, tetapi juga dari karya dan kontribusi yang dapat ditunjukkan. Portofolio menjadi bukti bahwa seseorang pernah melakukan sesuatu, menyelesaikan masalah, dan menghasilkan nilai.

Karena itu, masa kuliah seharusnya menjadi masa untuk membangun portofolio kehidupan. Mengikuti organisasi, mengikuti kompetisi, membuat konten edukatif, melakukan penelitian, membangun bisnis kecil, mengikuti program magang, hingga terlibat dalam kegiatan sosial merupakan bagian dari proses tersebut.

Kampus pada akhirnya bukan sekadar tempat untuk menunggu masa depan datang. Kampus adalah tempat untuk mempersiapkan sekaligus menciptakan masa depan.

Maka, jangan tunggu lulus untuk mulai berkarya. Jangan tunggu memiliki pekerjaan untuk mulai belajar menghasilkan uang. Jangan menunggu memiliki jabatan untuk mulai memberikan dampak. Dan jangan menunggu sempurna untuk mulai mencoba.

Gen Z memiliki kesempatan untuk menentukan bagaimana masa depannya dibangun. Pertanyaannya bukan lagi sekadar “Setelah lulus saya akan menjadi apa?”, tetapi juga “Selama menjadi mahasiswa, apa yang sudah saya bangun?”

Sebab, masa depan bukanlah hadiah yang otomatis diberikan setelah wisuda. Masa depan adalah hasil dari keputusan, keberanian, keterampilan, relasi, karya, dan pengalaman yang kita bangun sejak hari ini.

Mari kuliah bukan hanya untuk mendapatkan gelar. Mari kuliah untuk bertumbuh, berkarya, menciptakan peluang, dan memberikan dampak. Karena menjadi mahasiswa bukan sekadar fase menunggu masa depan—tetapi kesempatan untuk mulai menciptakannya.

FKIP UNUSIDA Mengajar Angkatan 3 Resmi Dimulai, Bekali 143 Mahasiswa Jadi Calon Guru Inspiratif 6

FKIP UNUSIDA Mengajar Angkatan 3 Resmi Dimulai, Bekali 143 Mahasiswa Jadi Calon Guru Inspiratif

Sidoarjo, 17 September 2026 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Pembekalan FKIP UNUSIDA Mengajar Angkatan 3 sebagai langkah strategis mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke satuan pendidikan. Mengusung tema “Mendidik, Mengabdi, Menginspirasi”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai calon pendidik.

Sebanyak 143 mahasiswa FKIP UNUSIDA akan mengikuti program mengajar yang ditempatkan di 12 Sekolah Dasar (SD), 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 1 Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan mengajar tersebut dijadwalkan berlangsung mulai akhir September hingga akhir November 2026.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembekalan merupakan tahapan penting untuk memastikan mahasiswa memiliki kesiapan sebelum menghadapi kondisi pembelajaran secara langsung di sekolah.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membutuhkan penguasaan materi akademik, tetapi juga kemampuan pedagogik, sosial, dan profesional. Selama berada di sekolah mitra, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik dan guru, serta memahami dinamika pembelajaran secara nyata.

“Pembekalan ini menjadi bagian penting agar mahasiswa memiliki kesiapan akademik, pedagogik, sosial, dan profesional ketika melaksanakan kegiatan mengajar di sekolah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kegiatan mengajar tidak semata-mata menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.

Lebih dari itu, pengalaman di sekolah menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar, beradaptasi, membangun karakter, sekaligus memahami tanggung jawab seorang pendidik.

Ia mendorong mahasiswa agar mampu mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi pembelajaran yang sesungguhnya. Dengan demikian, pengalaman mengajar dapat menjadi proses pembelajaran yang utuh bagi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi positif kepada sekolah mitra.

“Mahasiswa harus mampu hadir sebagai pembelajar sekaligus calon pendidik yang profesional. Jadikan setiap pengalaman di sekolah sebagai kesempatan untuk belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi positif bagi peserta didik,” pesan Dr. Hadi.

Pembekalan semakin relevan dengan hadirnya Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd., yang memberikan pengarahan mengenai kebijakan pendidikan di Sidoarjo melalui materi “Upgrade Calon Guru: sebagai Pemimpin Pembelajaran di Era Digital.”

Dalam paparannya, Dr. Netti membahas tantangan calon guru di tengah perkembangan teknologi dan perubahan ekosistem pendidikan. Ia juga menyampaikan penerjemahan Asta Cita Kemendikdasmen melalui berbagai program prioritas pendidikan di Indonesia

Warek 3 UNUSIDA Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru FKIP 2026: Jangan Minder, Saatnya Berprestasi dan Berdampak 7

Warek 3 UNUSIDA Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru FKIP 2026: Jangan Minder, Saatnya Berprestasi dan Berdampak

Sidoarjo, 15 September 2026 — Pekan Orientasi Keguruan (POKER) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademiknya sebagai calon pendidik. Mengusung tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak”, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan lingkungan fakultas, tetapi juga membangun mental, karakter, dan kepercayaan diri mahasiswa.

Salah satu pesan kuat disampaikan Wakil Rektor III Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Dr. H. Ali Masykuri, M.Pd., di hadapan mahasiswa baru FKIP. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak pernah merasa minder, rendah diri, maupun menganggap diri sebagai kelompok yang kurang unggul hanya karena perbedaan jumlah mahasiswa pada masing-masing program studi.

“Jangan pernah minder. Jangan pernah merasa rendah diri.” pesan Dr. Ali Masykuri kepada mahasiswa baru.

Menurutnya, jumlah mahasiswa dalam suatu program studi bukanlah ukuran utama untuk menentukan kualitas maupun peluang keberhasilan. Ia menegaskan bahwa seluruh mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi fakultas maupun universitas.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak membangun rasa superior hanya karena berada pada program studi dengan jumlah mahasiswa lebih banyak. Seluruh mahasiswa, baik dari program studi dengan jumlah besar maupun kecil, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari FKIP UNUSIDA.

“Kita semua adalah bagian dari FKIP,” tegasnya.

Dr. Ali Masykuri juga menegaskan bahwa FKIP merupakan fakultas yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan universitas. Keberadaan para dosen, pimpinan, mahasiswa, hingga alumni yang berkembang dan mengambil peran strategis menjadi bukti bahwa lingkungan FKIP memiliki potensi besar untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk tidak sekadar menjadi penerus, tetapi mampu melampaui pencapaian generasi sebelumnya. Menurutnya, apa yang telah dibangun oleh dosen dan mahasiswa terdahulu harus menjadi pijakan bagi mahasiswa baru untuk menciptakan prestasi yang lebih tinggi.

“Tugas kalian sekarang adalah meneruskan dan bahkan melampaui prestasi mahasiswa-mahasiswa sebelumnya,” ujarnya.

Ia juga meyakinkan mahasiswa bahwa keputusan memilih UNUSIDA dan FKIP merupakan pilihan yang tepat. Lingkungan kampus memberikan berbagai kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar, mengembangkan potensi, mengikuti kegiatan, membangun jejaring, dan meraih prestasi.

Momentum POKER kemudian menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Setelah sebelumnya mahasiswa mendapatkan informasi umum melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di tingkat universitas, POKER memberikan pemahaman yang lebih spesifik mengenai FKIP, program studi, kehidupan akademik, serta proses perkuliahan.

Mahasiswa diminta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menyerap berbagai informasi, serta tidak menganggap remeh setiap materi yang diberikan. Menurut Dr. Ali, berbagai informasi yang disampaikan selama orientasi merupakan bekal awal untuk menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Selain aspek akademik, Dr. Ali Masykuri memberikan penekanan khusus mengenai perubahan identitas dari siswa menjadi mahasiswa. Menurutnya, perubahan tersebut bukan sekadar pergantian status, melainkan harus diikuti dengan perubahan pola pikir, sikap, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur diri.

“Kalian sekarang sudah bukan siswa. Kalian sudah menjadi mahasiswa.” tegasnya.

Sebagai mahasiswa, setiap individu memiliki ruang yang lebih besar untuk mengatur dirinya sendiri. Mulai dari mengelola waktu, menentukan kegiatan, bertanggung jawab terhadap tugas, mengambil keputusan, hingga menjaga sikap dan penampilan ketika berada di lingkungan kampus.

Hal tersebut menjadi semakin penting bagi mahasiswa FKIP karena mereka dipersiapkan menjadi calon guru. Seorang pendidik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

Karena itu, karakter sebagai calon pendidik harus mulai dibangun sejak menjadi mahasiswa. Mahasiswa perlu memahami batas kebebasan, mampu menata diri, serta menunjukkan perilaku yang mencerminkan calon profesional di bidang pendidikan.

Dr. Ali juga mengajak mahasiswa untuk mulai menanamkan identitas sebagai mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat “Saya adalah mahasiswa” harus dimaknai sebagai kesiapan untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, mampu mengatur waktu, bertanggung jawab, mengambil keputusan, dan mengembangkan kedewasaan.

Ia berharap mahasiswa baru FKIP UNUSIDA 2026 mampu menjadikan POKER sebagai titik awal untuk mengenal fakultas, dosen, teman, lingkungan akademik, sekaligus membangun karakter sebagai calon pendidik.

Menutup sambutannya, Dr. Ali kembali membakar semangat mahasiswa agar tidak minder dan terus berani mengembangkan potensi. Ia mengajak mahasiswa untuk bangga menjadi bagian dari FKIP UNUSIDA, menjaga nama baik fakultas dan universitas, serta membuktikan bahwa mereka mampu menjadi generasi penerus yang lebih berprestasi dan bertanggung jawab.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 pun menjadi langkah awal untuk menggelorakan semangat, membangun kepercayaan diri, dan meneguhkan karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang siap berproses, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.

Dekan FKIP UNUSIDA Kobarkan Semangat POKER 2026, Cetak Generasi Pendidik Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak 8

Dekan FKIP UNUSIDA Kobarkan Semangat POKER 2026, Cetak Generasi Pendidik Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak

Sidoarjo, 16 September 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Pekan Orientasi Keguruan (POKER) FKIP Tahun 2026 sebagai momentum penyambutan sekaligus pengenalan lingkungan akademik bagi mahasiswa baru. Mengusung tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun karakter, rasa memiliki, serta semangat berprestasi mahasiswa sebagai calon pendidik.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa POKER merupakan kegiatan yang memiliki arti penting bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda penyambutan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan mahasiswa terhadap lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan secara lebih dekat.

Pada POKER FKIP 2026, sebanyak 120 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang terdiri atas mahasiswa reguler maupun mahasiswa dari program mitra. Kehadiran mahasiswa baru tersebut menjadi bagian dari bertambahnya keluarga besar FKIP UNUSIDA yang diharapkan mampu tumbuh bersama, mengembangkan potensi, dan memberikan kontribusi positif bagi fakultas maupun universitas.

“Tak kenal maka tak sayang,” menjadi salah satu ungkapan yang menggambarkan pentingnya proses pengenalan dalam kegiatan POKER. Menurut Dekan FKIP, ketika mahasiswa telah mengenal fakultas, program studi, dosen, serta lingkungan akademiknya, diharapkan tumbuh rasa memiliki terhadap almamater.

Rasa memiliki tersebut, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga nama baik FKIP dan UNUSIDA. Mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa identitas fakultas dan universitas dalam setiap aktivitasnya, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

“Sebagai mahasiswa FKIP, kalian memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik fakultas dan universitas,” pesan Muawwinatul kepada mahasiswa baru.

Ia juga menjelaskan bahwa POKER menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh berbagai aspek kehidupan akademik. Mahasiswa tidak hanya berkenalan dengan teman-teman baru, tetapi juga dengan dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika FKIP UNUSIDA.

Pemahaman mengenai visi dan misi fakultas, lingkungan akademik, etika mahasiswa, hingga Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi bagian penting yang perlu diketahui sejak awal. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi sekaligus memahami tanggung jawabnya sebagai bagian dari civitas akademika.

Karena itu, Dekan FKIP mengajak seluruh mahasiswa baru untuk mengikuti setiap rangkaian POKER dengan sungguh-sungguh. Setiap materi yang diberikan hendaknya disimak dan dipahami dengan baik karena memiliki manfaat dalam menunjang perjalanan studi mahasiswa.

“Jangan sampai ada materi yang dianggap tidak penting. Materi apa pun yang disampaikan, insyaallah memiliki manfaat dan dapat menunjang perjalanan studi kalian di FKIP,” tuturnya.

Selain aspek akademik, Muawwinatul menekankan pentingnya membangun kebersamaan dan rasa memiliki sejak mahasiswa pertama kali bergabung dengan FKIP. Mahasiswa diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan sesama mahasiswa, dosen, maupun seluruh sivitas akademika.

Lebih jauh, FKIP UNUSIDA memiliki harapan besar terhadap mahasiswa baru Tahun 2026. Mereka diharapkan mampu menjadi mahasiswa yang berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi tersebut juga harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan akhlakul karimah.

Sebagai calon pendidik, mahasiswa FKIP tidak cukup hanya menguasai pengetahuan dan keterampilan akademik. Mereka juga dituntut memiliki karakter, keteladanan, etika, sikap, serta akhlak yang baik. Hal ini menjadi penting karena seorang pendidik nantinya memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi berikutnya.

“Sebagai calon pendidik, kalian tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik. Seorang pendidik juga harus memiliki karakter, keteladanan, sikap, etika, dan akhlak yang baik,” jelasnya.

Dekan FKIP juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan POKER FKIP 2026, mulai dari sarana dan prasarana hingga rangkaian kegiatan yang telah dirancang untuk mahasiswa baru.

Ia menilai tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak” sangat relevan dengan harapan FKIP terhadap generasi mahasiswa yang sedang dipersiapkan. Karakter menjadi fondasi dalam menjalankan peran sebagai pendidik, karya menjadi bentuk pengembangan potensi, sementara dampak menjadi wujud kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui POKER FKIP 2026, mahasiswa baru diharapkan mampu menjadikan masa perkuliahan sebagai proses untuk terus belajar, berkembang, dan membangun pengalaman. Mereka didorong untuk tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kompetensi, kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Menutup sambutannya, Muawwinatul Laili mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru POKER FKIP Tahun 2026. Ia berpesan agar mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat hingga selesai.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 diharapkan menjadi titik awal yang kuat bagi 122 mahasiswa baru untuk mengenal, mencintai, dan menjadi bagian dari keluarga besar FKIP. Dengan semangat berkarakter, berkarya, dan berdampak, mahasiswa baru FKIP UNUSIDA dipersiapkan untuk tumbuh menjadi generasi pendidik yang profesional, berintegritas, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak 9

POKER FKIP UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak

Sidoarjo, 15 September 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyambut mahasiswa baru melalui kegiatan Pekan Orientasi Keguruan (POKER) FKIP 2026. Mengusung tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk membangun karakter, semangat belajar, serta rasa memiliki mahasiswa baru terhadap fakultas dan program studi.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 diikuti sebanyak 120 mahasiswa, yang terdiri atas mahasiswa reguler dan mahasiswa dari mitra. Kehadiran seluruh peserta menjadi bagian penting dalam mengawali perjalanan akademik mereka sebagai calon pendidik yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas, kepedulian, dan kesiapan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana POKER FKIP 2026, Ruri Fadhilah Kurniati, S.Hum., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh 120 peserta dari mahasiswa reguler dan mitra. Jumlah tersebut menunjukkan antusiasme mahasiswa baru dalam mengikuti rangkaian pengenalan kehidupan akademik di lingkungan FKIP UNUSIDA.

“Kegiatan POKER FKIP 2026 diikuti sebanyak 120 peserta yang terdiri dari mahasiswa reguler dan mitra,” ungkap Ruri.

POKER tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan fakultas, memahami budaya akademik, serta membangun hubungan yang positif dengan sesama mahasiswa maupun civitas akademika. Proses pengenalan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa nyaman sekaligus rasa memiliki terhadap FKIP UNUSIDA.

Dekan FKIP UNUSIDA dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru FKIP 2026. Ia menegaskan bahwa POKER memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengenal lebih dekat lingkungan fakultas dan program studi yang akan menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka.

Menurutnya, rasa memiliki terhadap fakultas perlu dibangun sejak mahasiswa pertama kali bergabung. Rasa memiliki tersebut dapat diwujudkan melalui sikap menjaga nama baik fakultas dan program studi, menunjukkan perilaku positif, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.

“Jadilah mahasiswa yang berprestasi dan membanggakan,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan kepada mahasiswa baru FKIP 2026.

Dekan juga memberikan motivasi agar mahasiswa FKIP mampu mempersiapkan diri menjadi calon guru yang profesional, adaptif, inovatif, serta memiliki karakter yang kuat. Tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang membutuhkan pendidik yang mampu mengikuti perubahan, memanfaatkan perkembangan teknologi, serta menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran.

Selain kompetensi profesional, mahasiswa FKIP juga diharapkan memiliki identitas dan nilai-nilai yang kuat dengan tetap bercirikan Ahlussunah wal Jama’ah An Nahdhiyah. Nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus membangun kepribadian sebagai calon pendidik yang berintegritas dan beradab.

Pesan motivasi juga disampaikan oleh Dr. Ali Masykuri kepada seluruh mahasiswa FKIP. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak merasa minder dalam menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.

Mahasiswa baru didorong untuk memiliki keberanian dalam mengembangkan potensi diri, aktif berkomunikasi, serta tidak ragu untuk mengambil kesempatan yang tersedia di lingkungan kampus. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar dan keterlibatan aktif dalam berbagai aktivitas.

“Mahasiswa FKIP jangan minder. Harus semangat untuk belajar dan proaktif dalam segala hal,” pesannya.

Semangat tersebut sejalan dengan tema POKER FKIP 2026 yang menekankan tiga kata kunci utama, yakni berkarakter, berkarya, dan berdampak. Berkarakter berarti mahasiswa mampu membangun integritas dan kepribadian yang baik. Berkarya berarti mahasiswa berani menghasilkan gagasan, inovasi, dan prestasi. Sementara berdampak berarti setiap kompetensi dan karya yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui POKER FKIP 2026, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal kampus sebagai tempat menempuh pendidikan, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang untuk bertumbuh, berproses, dan mengembangkan potensi diri.

Dengan semangat kebersamaan dan optimisme, 120 mahasiswa baru FKIP UNUSIDA diharapkan mampu menapaki perjalanan akademiknya dengan penuh percaya diri. Mereka diproyeksikan menjadi generasi pendidik yang siap menghadapi perubahan zaman, menjunjung tinggi nilai profesionalisme, terus menghasilkan karya, serta memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 pun menjadi langkah awal untuk menyalakan semangat generasi pendidik masa depan—berkarakter dalam sikap, berkarya dalam proses, dan berdampak melalui kontribusi nyata.

Bangkitkan Potensi, Raih Prestasi: Dekan FE UNUSIDA Dorong Mahasiswa Baru Menjadi Generasi Unggul 10

Bangkitkan Potensi, Raih Prestasi: Dekan FE UNUSIDA Dorong Mahasiswa Baru Menjadi Generasi Unggul

SIDOARJO – Memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar berpindah dari bangku sekolah menuju ruang perkuliahan. Bagi mahasiswa baru, momentum tersebut merupakan awal dari sebuah perjalanan panjang untuk membangun kompetensi, karakter, pengalaman, jejaring, sekaligus menentukan arah masa depan. Pandangan tersebut menjadi salah satu gagasan yang disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., dalam rangkaian kegiatan HARMONIKAFE Fakultas Ekonomi Tahun 2026.

Bagi Dr. Hj. Muhafidhah Novie, kehadiran mahasiswa baru di lingkungan Fakultas Ekonomi merupakan sebuah awal yang harus disambut dengan optimisme. Mahasiswa tidak hanya datang untuk mengikuti perkuliahan dan memperoleh gelar akademik, tetapi juga memasuki lingkungan yang memberikan ruang luas untuk belajar, berkembang, berorganisasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Karena itu, HARMONIKAFE dipandang bukan hanya sebagai kegiatan seremonial penyambutan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kedekatan antara mahasiswa baru dengan lingkungan Fakultas Ekonomi sekaligus memberikan gambaran mengenai perjalanan yang akan mereka tempuh selama berada di perguruan tinggi.

Menurut Dr. Hj. Muhafidhah Novie, mahasiswa baru perlu mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Setiap materi, arahan, dan pengalaman yang diberikan harus dipandang sebagai bagian dari proses pembentukan diri.

Dua hari pertama di lingkungan kampus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik, memahami lingkungan perguruan tinggi, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan selama masa studi. Apa yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi menjadi bekal yang terus diterapkan dalam kehidupan perkuliahan.

“Selamat datang dan selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo,” menjadi pesan penting yang disampaikan kepada mahasiswa baru.

Namun, sambutan tersebut tidak berhenti pada ucapan selamat datang. Ada harapan besar yang disematkan kepada generasi baru Fakultas Ekonomi.

Dr. Hj. Muhafidhah Novie berharap mahasiswa baru mampu menjadi mahasiswa yang berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi tidak hanya diukur dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga dari kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan potensi, mengikuti kompetisi, aktif berorganisasi, melakukan penelitian, membangun kreativitas, serta memberikan kontribusi positif.

Untuk mencapai hal tersebut, mahasiswa perlu berani keluar dari zona nyaman. Lingkungan kampus harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk mencoba berbagai pengalaman baru. Mahasiswa dapat bergabung dalam organisasi, mengikuti kegiatan kemahasiswaan, berpartisipasi dalam kompetisi, maupun mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Bagi Dekan Fakultas Ekonomi, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk memahami dan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Tri Dharma tidak seharusnya dipahami sebagai konsep yang hanya melekat pada dosen dan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan bagian penting dari ekosistem akademik yang memiliki kesempatan untuk terlibat di dalamnya.

Dalam bidang pendidikan, mahasiswa dituntut untuk serius mengikuti proses pembelajaran. Dalam penelitian, mahasiswa didorong untuk memiliki rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis. Sementara dalam pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan ilmu yang dimiliki untuk memberikan manfaat nyata.

Gagasan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada proses pembentukan manusia yang berkualitas.

Dr. Hj. Muhafidhah Novie juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab mahasiswa selama menjalani masa studi. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjalani proses.

Mahasiswa harus memiliki komitmen untuk belajar, aktif mengikuti kegiatan, menjaga kedisiplinan, serta bertanggung jawab terhadap pilihan yang telah diambil.

Di sisi lain, Fakultas Ekonomi berkomitmen memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik kepada mahasiswa. Dukungan dari dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan mahasiswa.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas untuk membantu mahasiswa mencapai salah satu target penting dalam perjalanan pendidikan, yaitu lulus tepat waktu dengan prestasi yang membanggakan.

Namun, lulus tepat waktu bukan satu-satunya tujuan. Lebih jauh, mahasiswa diharapkan mampu meninggalkan kampus dengan membawa kompetensi, karakter, pengalaman, dan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan profesional maupun sosial.

Dengan demikian, HARMONIKAFE menjadi sebuah titik awal. Dari kegiatan inilah mahasiswa mulai mengenal keluarga besar Fakultas Ekonomi, memahami lingkungan akademik, membangun relasi, dan mempersiapkan diri untuk menjalani perjalanan pendidikan.

Pesan Dr. Hj. Muhafidhah Novie kepada mahasiswa baru pada akhirnya merupakan ajakan untuk menjadikan masa kuliah sebagai kesempatan terbaik untuk bertumbuh.

Belajar dengan sungguh-sungguh, aktif mengembangkan diri, berani meraih prestasi, memahami Tri Dharma, serta membangun karakter yang kuat merupakan fondasi yang perlu dimiliki mahasiswa sejak awal.

HARMONIKAFE 2026 diharapkan menjadi langkah pertama menuju perjalanan akademik yang penuh pengalaman dan prestasi. Sebab, mahasiswa yang baik bukan hanya mereka yang mampu menyelesaikan studinya, tetapi juga mereka yang mampu tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kompetensi, karakter, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Bagi Fakultas Ekonomi UNUSIDA, mahasiswa baru bukan sekadar peserta didik baru. Mereka adalah generasi penerus yang dipersiapkan untuk menjadi insan akademik, profesional, entrepreneur, dan pemimpin masa depan.

Karena itu, perjalanan menuju kesuksesan harus dimulai sejak hari pertama.

Selamat datang mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNUSIDA. Mari belajar, bertumbuh, berprestasi, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih berdampak.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak