Pos

Peserta KKN, dosen pembimbing lapangan, dan pimpinan fakultas berfoto bersama setelah pemaparan Program Kerja KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B UNUSIDA. (Foto: LPPM UNUSIDA)

Matangkan Program Pengabdian, Peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 Gelar Pemaparan Program Kerja Berbasis SDGs

SIDOARJO — Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Pemaparan Program Kerja di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B UNUSIDA, Selasa-Rabu (14-15/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam memastikan setiap program yang akan dijalankan mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa serta memiliki dampak yang berkelanjutan.

KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 tahun ini mengusung tema ‘Berkhidmah dan Berkarya di Desa’, yang dirancang sebagai wadah kolaborasi antara mahasiswa sebagai peserta KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pemerintah desa, dan masyarakat. Seluruh program kerja disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan permasalahan desa dengan mengoptimalkan kompetensi keilmuan dari masing-masing fakultas.

Pemaparan program kerja diikuti oleh kelompok KKN yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM). Setiap kelompok diwakili oleh dua mahasiswa yang mempresentasikan rancangan program, mulai dari latar belakang, sasaran kegiatan, metode pelaksanaan, target luaran, hingga strategi keberlanjutan setelah masa KKN berakhir.

Program yang dipresentasikan mencerminkan karakteristik keilmuan setiap fakultas. Bidang pendidikan menghadirkan inovasi penguatan literasi, pembelajaran kreatif, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Fakultas Ekonomi mengusung program pemberdayaan UMKM, pengembangan kewirausahaan, pemasaran digital, dan penguatan tata kelola usaha masyarakat.

Sementara itu, Fakultas Agama Islam menawarkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keagamaan, pembinaan masyarakat, serta pemberdayaan kelembagaan sosial. Fakultas Teknik menghadirkan program pengelolaan lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta peningkatan sarana pendukung desa. Adapun Fakultas Ilmu Komputer fokus pada literasi digital, digitalisasi pelayanan desa, pengembangan media informasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung potensi desa.

Seluruh program kerja disusun dengan mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, pengurangan kesenjangan, permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan KKN tidak sekadar kegiatan pengabdian jangka pendek, tetapi menghasilkan program yang relevan, terukur, dan dapat diteruskan oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus. Oleh karena itu, setiap kelompok didorong untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi riil desa sekaligus memanfaatkan potensi lokal secara optimal.

Dalam sesi presentasi, para Dosen Pembimbing Lapangan dan pimpinan fakultas memberikan berbagai masukan terhadap kelayakan program, ketepatan sasaran, kesesuaian dengan kondisi desa, indikator keberhasilan, hingga peluang keberlanjutan program. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk menyempurnakan rencana kerja sehingga implementasinya di lapangan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain sebagai forum evaluasi, kegiatan pemaparan juga menjadi sarana menyelaraskan program mahasiswa dengan agenda pembangunan desa. Sinergi bersama pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci agar setiap kegiatan dapat diterima, dilaksanakan secara kolaboratif, serta memberikan dampak yang berkelanjutan.

Melalui KKN UNUSIDA BERDAYA 2026, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L., menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keilmuan, kebutuhan lokal, dan pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai mitra masyarakat dalam mengidentifikasi persoalan, merumuskan solusi, sekaligus menghasilkan karya yang mendukung kemajuan desa.

“Dengan persiapan yang matang, kolaborasi lintas disiplin ilmu, serta semangat berkhidmah kepada masyarakat, semoga KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 kali ini menjadi media pembelajaran yang tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa yang berdaya dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, S.Sos., M.M., saat menjadi Narasumber dalam Pembekalan KKN UNUSIDA Berdaya 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Ratusan Mahasiswa UNUSIDA Ikuti Pembekalan KKN BERDAYA 2026, Tekankan Menjadi Mitra Pemberdayaan Masyarakat

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan Pembekalan KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 sebagai persiapan bagi mahasiswa sebelum terjun ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (25/6/2026). dan diikuti oleh seluruh peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 dengan mengusung semangat ‘Berhikmah, Berkarya, dan Berdampak’.

Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki pemahaman yang utuh mengenai peran, tugas, serta tanggung jawab selama melaksanakan pengabdian di masyarakat.

Ketua LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L., menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti KKN hadir di desa bukan sebagai pihak yang merasa paling tahu atau datang untuk menyelamatkan masyarakat, melainkan sebagai mitra pemberdayaan yang belajar bersama masyarakat.

“Mahasiswa hadir ke desa sebagai mitra pemberdayaan. Teman-teman tidak perlu datang dengan pemikiran bahwa akan menyelamatkan dunia atau membawa program-program yang terlalu muluk. Yang terpenting adalah program yang berdampak, realistis, dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” ujar Elsa dalam sesi pembekalan.

Dosen Teknik Lingkungan tersebut juga mengingatkan bahwa mahasiswa pada dasarnya masih berada dalam proses belajar. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan selama KKN harus mengedepankan sikap rendah hati, kemampuan mendengar, serta kesediaan memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dalam pemaparannya, Elsa menjelaskan bahwa mahasiswa KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 memiliki beberapa peran utama selama berada di lokasi pengabdian. Pertama, sebagai pembelajar yang hadir untuk mendengarkan kebutuhan warga dan memahami kondisi serta konteks desa. Kedua, sebagai fasilitator yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan, data, dan solusi sederhana bagi masyarakat. Ketiga, sebagai kolaborator yang bekerja sama dengan pemerintah desa, kader masyarakat, sekolah, pelaku UMKM, dan berbagai komunitas lokal. Serta yang terakhir, sebagai pembawa dampak, yakni meninggalkan luaran, rekomendasi, serta program keberlanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Elsa menjelaskan bahwa tema besar KKN telah ditentukan oleh masing-masing fakultas dan akan menjadi dasar dalam penyusunan program kerja di setiap kelompok. Namun demikian, implementasi program tetap harus menyesuaikan karakteristik dan potensi masing-masing desa.

“Program kerja nantinya bergantung pada tema yang dibawa oleh masing-masing kelompok dan kondisi desa yang ditempati. Mahasiswa dapat berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) maupun Tim Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) agar program yang disusun benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Ia berharap, KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 mampu menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Elsa pun menutup arahannya dengan pesan yang sarat makna bagi seluruh peserta KKN.

“Datang dengan adab, bekerja dengan ilmu, pulang meninggalkan manfaat,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, panitia juga mengumumkan pembagian kelompok KKN UNUSIDA BERDAYA 2026. Seluruh peserta diminta untuk segera mengecek nama, kelompok, lokasi desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing melalui tautan yang telah disediakan disini

Setelah mengetahui kelompoknya, mahasiswa diimbau untuk segera berkoordinasi dengan anggota kelompok serta DPL guna mempersiapkan pelaksanaan program kerja dan keberangkatan ke lokasi KKN.

“Semoga seluruh peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 dapat melaksanakan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai akademik dan kemasyarakatan, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” harapnya.

Dalam pembekalan tersebut menghadirkan Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, S.Sos., M.M., sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan gambaran kondisi masyarakat Sidoarjo sekaligus tantangan pembangunan desa yang perlu dipahami mahasiswa.

Probo Agus Sunarno menjelaskan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya hadir sebagai pelaksana program kerja, tetapi juga sebagai mitra pemerintah desa dalam mengidentifikasi potensi, memetakan persoalan, dan menghadirkan solusi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan manfaat dan memberdayakan masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu membaca kondisi riil masyarakat. Data yang kami sampaikan ini diharapkan menjadi bekal agar program KKN yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa, bukan sekadar melaksanakan kegiatan seremonial,” pungkasnya.

EXPO KKN UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

EXPO KKN UNUSIDA: Ajang Menunjukkan Karya dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar EXPO KKN 2025 sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya, inovasi, serta kontribusi nyata yang telah dilakukan selama menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai desa mitra. Acara ini menjadi puncak kegiatan pengabdian mahasiswa sekaligus momentum untuk memperlihatkan kebermanfaatan langsung KKN bagi masyarakat.

Dalam EXPO tersebut, setiap kelompok KKN UNUSIDA memamerkan hasil program unggulan mereka, mulai dari inovasi di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, kesehatan, lingkungan, hingga sosial budaya. Berbagai produk dan dokumentasi kegiatan ditampilkan melalui stan-stan kreatif, sehingga pengunjung dapat menyaksikan secara langsung ragam bentuk pengabdian yang dihadirkan mahasiswa.

Wakil Rektor 1 UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan EXPO KKN bukan hanya seremoni, tetapi bentuk nyata komitmen kampus dalam menyiapkan mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial, daya inovasi, serta kemampuan problem solving di tengah masyarakat.

“KKN adalah laboratorium sosial. Melalui EXPO ini, kita bisa melihat bagaimana mahasiswa menghadirkan solusi dan karya nyata untuk masyarakat. Inilah bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga memberi kontribusi bagi pembangunan desa dan daerah,” ungkapnya.

EXPO KKN UNUSIDA mendapatkan antusias tersendiri dari 28 kelompok yang telah mengabdi selama sebulan terakhir di berbagai pelosok desa di Sidoarjo. Hasil karya mahasiswa yang ditampilkan juga mendapatkan berbagai atensi dari para juri yang terdiri dari Wakil Rektor, mulai dari Wakil Rektor 1 Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., Wakil Rektor 2 Dr. Ana Christanti, S.Pd,. M.Pd., dan Wakil Rektor 3 H. Ali Masykuri, M.Pd.I.

Mereka menilai program yang ditampilkan mahasiswa mampu menjawab kebutuhan lokal sekaligus memberikan inspirasi untuk pengembangan desa secara berkelanjutan. Berikut daftar juara dalam Expo KKN UNUSIDA 2025:

Juara 1: KKN Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) di Desa Wonokarang, Balongbendo.
Juara 2: Kelompok 3 KKN UNUSIDA di Desa Ngampelsari RT 03 RW 05, Candi.
Juara 3: Kelompok 23 KKN UNUSIDA di Desa Sidokepung RT 37 RW 07, Buduran.

Juara Favorit: Kelompok 8 KKN UNUSIDA di Desa Kedungsolo RT 01 RW 01, Porong
Juara Stand: Kelompok 7 KKN UNUSIDA di Desa Banjar Bendo RT03, Sidoarjo.

Selain pameran hasil karya, acara ini juga diisi dengan presentasi karya dari setiap mahasiswa serta perwakilan desa mitra. Suasana meriah semakin terasa dengan adanya kreativitas mahasiswa yang menampilkan produk lokal, karya seni, serta media dokumentasi perjalanan pengabdian mereka.

Dengan adanya EXPO KKN ini, UNUSIDA berharap semangat pengabdian terus tumbuh di kalangan mahasiswa dan menjadi modal berharga untuk terjun ke masyarakat setelah lulus. EXPO KKN bukan hanya pameran, tetapi bukti nyata bahwa mahasiswa UNUSIDA siap hadir, berkontribusi, dan mengabdi untuk negeri. (MY)

Kelompok 19 KKN UNUSIDA Edukasi Warga Pagerngumbuk Lewat Plang Sampah dan Banner (Foto: Jesinka Amalia)

Kelompok 19 KKN UNUSIDA Edukasi Warga Pagerngumbuk Lewat Plang Sampah dan Banner

SIDOARJO — Kelompok 19 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan pembuatan plang sampah dan banner edukasi di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui media visual yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami.

Ketua Kelompok 19 KKN UNUSIDA, Jezinka Lilah menyebutkan, plang dan banner edukasi tersebut berisi informasi tentang cara memilah, membuang, dan mengelola sampah rumah tangga dengan benar. Menurutnya, program ini mampu membangun kebiasaan disiplin masyarakat dalam pengelolaan sampah serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.

“Media visual ini kami buat agar bisa dilihat setiap saat oleh seluruh warga desa. Dengan begitu, pesan kebersihan akan terus diingat dan menjadi bagian dari keseharian,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Selain berfungsi sebagai sarana edukasi, plang dan banner ini juga menjadi media informasi berkelanjutan yang dapat memotivasi warga untuk lebih aktif menjaga kebersihan, baik secara individu maupun melalui kegiatan gotong royong. Dengan adanya program ini, Desa Pagerngumbuk diharapkan mampu berkembang menjadi desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi warganya, sekaligus menjadi contoh desa peduli lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat selalu ingat pentingnya kebersihan. Dengan adanya plang dan banner, pesan ini bisa dilihat setiap hari dan menjadi pengingat bersama,” ungkapnya.

Mahasiswi Teknik Industri tersebut mengutip penelitian yang dilakukan oleh Meutia et al. (2025) menunjukkan bahwa penggunaan media poster edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Diperoleh rata-rata nilai pengetahuan meningkat signifikan dari 69,20 (pre-test) menjadi 94,55 (post-test), dengan nilai signifikansi p=0,000. Fakta ini menegaskan bahwa edukasi visual seperti poster, plang, maupun banner dapat memperkuat daya ingat sekaligus mendorong perubahan perilaku positif, terutama bagi anak usia sekolah dasar dalam mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Dengan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, program pembuatan plang sampah serta banner edukasi ini diharapkan dapat meninggalkan warisan positif yang bermanfaat jangka panjang bagi warga Pagerngumbuk.

“Semoga kehadiran kami dalam program KKN ini tidak hanya memberi pengalaman belajar lapangan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman,” pungkasnya. (MY)

KKN 18 UNUSIDA Wujudkan Lingkungan Bersih dengan Pembuatan Biopori di Desa Waung RT 05 RW 03 (Foto: Mar'atul Husniyah)

KKN 18 UNUSIDA Wujudkan Lingkungan Bersih dengan Pembuatan Biopori di Desa Waung

SIDOARJO — Dalam rangka mendukung kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, Kelompok 18 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan program pembuatan biopori di Desa Waung, RT 05 RW 03, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Kegiatan ini disambut hangat oleh perangkat desa, pengurus RT, serta warga setempat.

Ketua RT 05, Mawur Aji Satmoko, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Menurutnya, keberadaan biopori memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama untuk mengurangi genangan air di musim hujan sekaligus memperbaiki kualitas tanah.

“Lubang biopori ini membuat lingkungan menjadi lebih sehat dan asri. Selain menambah resapan air, juga bisa mengolah sampah organik menjadi pupuk alami. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa UNUSIDA yang telah membantu warga dengan program bermanfaat ini,” ujarnya.

Biopori yang dibuat bersama warga berfungsi ganda: selain sebagai resapan air, juga sebagai media pengolahan sampah rumah tangga. Warga dapat mengisi lubang dengan sampah organik seperti sisa sayur dan daun, yang kemudian terurai menjadi kompos alami untuk menyuburkan tanaman.

Selain di RT 05, mahasiswa KKN 18 juga melakukan penanaman biopori di wilayah RT 08 Desa Waung, kawasan yang sering mengalami genangan air tinggi saat hujan deras. Pemilihan dua titik ini merupakan hasil survei bersama warga agar program benar-benar memberikan dampak nyata dalam mengurangi potensi banjir serta menjaga kualitas lingkungan.

Ketua Kelompok 18 KKN UNUSIDA, Nur Sirojil Anam, menambahkan bahwa program ini lahir dari hasil musyawarah antara mahasiswa, perangkat desa, dan warga setempat. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan KKN 18 di bidang lingkungan.

“Kami berharap biopori yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan oleh warga, bukan hanya saat KKN berlangsung, tetapi juga untuk jangka panjang. Ini menjadi bentuk kenang-kenangan dari kami yang ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, salah satu anggota KKN 18, Aryadilla Putra, menuturkan bahwa biopori adalah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ia berharap, sinergi antara mahasiswa UNUSIDA dan masyarakat dalam pembuatan biopori ini mampu menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan warga Desa Waung. Melalui program ini, Kelompok 18 KKN UNUSIDA bertekad agar kehadiran mahasiswa tidak hanya meninggalkan jejak, tetapi juga warisan positif yang terus berkelanjutan.

“Kami ingin mengajarkan masyarakat bahwa sampah organik bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna. Dengan biopori, kita bisa menjaga lingkungan tetap bersih sekaligus mendapatkan manfaat untuk tanaman,” jelasnya.

Penulis: Mar’atul Husniyah (MY)

Mahasiswa KKN 05 UNUSIDA Gelar Malam Tirakatan Bersama Warga di Perumahan Alam Mutiara RT 04 Desa Kendalpecabean (Foto: Zulfaa Gunawan)

KKN 05 UNUSIDA Suguhkan Drama Tradisional dalam Malam Tirakatan Bersama Warga Perumahan Alam Mutiara Desa Kendalpecabean

SIDOARJO — Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 05 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Malam Tirakatan bersama warga Perumahan Alam Mutiara, Desa Kendalpecabean RT 04 RW 04, Kecamatan Candi, pada Sabtu (16/8/2025) lalu.

Acara tersebut dihadiri warga dari Dawis 1 hingga 5, Ketua RT, Ketua RW, serta sesepuh perumahan. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa.

Kegiatan malam tirakatan ini menjadi momen kebersamaan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat setempat. Acara diisi dengan doa bersama untuk para pahlawan bangsa, pembacaan refleksi kemerdekaan, serta ramah tamah yang berlangsung hangat dan khidmat.

Suasana semakin meriah dengan berbagai persembahan budaya. Mahasiswa KKN menampilkan drama tradisional dengan mengusung tema ‘Menjaga Budaya dengan Pesan’ yang mengingatkan pentingnya melestarikan budaya sebagai identitas bangsa. Pesan utama drama tersebut adalah bahwa budaya tidak boleh dibiarkan terkekang atau hilang, melainkan harus diwariskan agar tetap hidup di tengah modernisasi.

Ketua KKN 05 UNUSIDA, M. Rafly Alfandi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa sekaligus ajang mempererat hubungan dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 05 UNUSIDA berharap dapat meninggalkan kesan positif sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kebersamaan warga, memperkuat identitas budaya, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Malam tirakatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan dalam memperingati Hari Kemerdekaan, tetapi juga wadah untuk memperkuat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan rasa syukur atas perjuangan para pahlawan,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Selain itu, remaja desa turut menampilkan Tari Remo sebagai wujud kebanggaan terhadap seni lokal. Tidak kalah menarik, mahasiswa KKN 05 bersama Karang Taruna Perumahan Alam Mutiara membawakan Tari Gugur Gunung yang melambangkan semangat kebersamaan dalam membangun desa.

Untuk menambah keakraban, panitia juga mengadakan quiz interaktif berhadiah yang disambut antusias oleh warga dari berbagai kalangan usia. Kemeriahan acara terlihat dari ramainya partisipasi warga hingga akhir kegiatan.

Sementara itu, Ketua RT 04, Hery Wahyu Wibowo sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNUSIDA. RT 04 Perumahan Alam Mutiara sendiri dikenal sebagai RT dengan kategori Menang Budaya. Penampilan seni dan budaya dalam malam tirakatan ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat bersama generasi mudanya terus menjaga tradisi.

“Kami senang karena anak-anak muda ini mau ikut serta menjaga tradisi tirakatan. Kehadiran mereka membuat suasana lebih semarak sekaligus memberi warna baru bagi lingkungan kami,” ungkapnya.

Penulis: Zulfaa Gunawan (MY)

Mahasiswa KKN 15 UNUSIDA Berhasil Bangun Gapura Selamat Datang di Perumahan Puri Sampurno, Kalitengah, Tanggulangin (Foto: Devandra)

KKN 15 UNUSIDA Bangun Gapura Selamat Datang di Perumahan Puri Sampurno Desa Kalitengah Tanggulangin

SIDOARJO – Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian masyarakat, Kelompok 15 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses merealisasikan pembangunan Gapura Selamat Datang di Perumahan Puri Sampurno, RT 03 RW 11, Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. Gapura yang berdiri kokoh di pintu masuk perumahan tersebut diresmikan bersama pengurus RT, serta warga setempat, Ahad (31/8/2025) lalu.

Ketua RT 03, Pak Anas, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas inisiatif tersebut. Ia sangat mengapresiasi program ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memperindah lingkungan sekaligus memperkuat identitas kawasan.

Ia yakin, hadirnya gapura ini dapat memberikan kesan positif bagi setiap tamu maupun penduduk yang memasuki kawasan Puri Sampurno.

“Gapura ini membuat lingkungan kami terlihat lebih rapi dan hidup. Terima kasih untuk adik-adik mahasiswa UNUSIDA yang sudah berinisiatif dan bekerja keras bersama kami,” katanya.

Gapura yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai penanda masuk kawasan perumahan, tetapi juga menjadi simbol kekompakan, gotong royong, serta wujud nyata kontribusi mahasiswa UNUSIDA terhadap masyarakat. Dengan desain sederhana namun tetap estetik, gapura tersebut diharapkan mampu memberikan kesan positif bagi warga maupun tamu yang memasuki lingkungan RT 03 RW 11.

Selain mahasiswa, warga RT 03 RW 11 juga turut terlibat dalam proses pembangunan. Mereka ikut membantu mulai dari persiapan material, pengecatan, hingga pemasangan. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bukti nyata semangat gotong royong yang masih terjaga kuat, khususnya di Perumahan Puri Sampurno.

Ketua Kelompok 15 KKN UNUSIDA, Bintang menyampaikan bahwa pembangunan gapura ini merupakan hasil diskusi bersama perangkat desa dan warga sekitar. Ia menyebutkan pembangunan gapura menjadi salah satu program kerja unggulan KKN Reguler UNUSIDA di bidang sosial budaya.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat. Gapura ini menjadi bentuk kenang-kenangan dari kami sekaligus memperindah lingkungan,” ujarnya.

Melalui program kerja ini, Kelompok 15 KKN UNUSIDA berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran mahasiswa sekaligus mempererat hubungan antara dunia kampus dan masyarakat desa.

Selain pembangunan gapura, kelompok 15 KKN UNUSIDA juga melaksanakan berbagai program lain yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pendidikan, serta kebersihan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, mahasiswa berharap program ini bisa menjadi kenangan manis sekaligus memberikan dampak positif jangka panjang bagi warga Puri Sampurno.

“Gapura Selamat Datang Puri Sampurno kini berdiri sebagai hasil kolaborasi yang penuh makna, meninggalkan jejak positif bagi lingkungan dan menjadi kenangan indah dari kegiatan KKN Reguler 2025,” pungkasnya.

Penulis: Devandra (MY)

Kelompok KKN 22 UNUSIDA di Desa Wedoro, Waru, Sidoarjo (Foto: Moch Rafli M)

KKN 22 UNUSIDA Dorong UMKM Lokal dan Ikut Mengajar di MINU Wedoro

SIDOARJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 22 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang beranggotakan 16 mahasiswa sukses melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Wedoro, Kecamatan Waru. Program KKN kali ini berfokus pada dua kegiatan utama, yaitu pendampingan UMKM lokal dan membantu proses belajar mengajar di MINU Wedoro.

Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, mahasiswa KKN memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM terkait strategi pemasaran, pengelolaan keuangan sederhana, hingga pemanfaatan media sosial untuk promosi produk. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM Desa Wedoro di tengah ketatnya persaingan era digital.

Ketua Kelompok KKN 22 UNUSIDA, Moch Rafli Muchibbin, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Menurutnya, momentum KKN menjadi kesempatan dalam mengimplementasikan ilmu yang sudah dipelajari di bangku kuliah.

Seluruh kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa UNUSIDA dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus peningkatan kualitas pendidikan di Desa Wedoro.

“Kami ingin hadir dan memberikan kontribusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Senin (1/9/2025).

Melalui sosialisasi dan praktik sederhana, mahasiswa membantu warga memahami strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

“UMKM adalah tulang punggung perekonomian desa. Kami berharap dengan pendampingan ini, usaha warga dapat semakin maju dan mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” jelasnya.

Antusiasme warga tampak sepanjang kegiatan. Salah satu pelaku UMKM, Bu Mawik, penjual klepon, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari mahasiswa.

“Alhamdulillah, saya jadi lebih paham cara memasarkan dagangan, terutama lewat media sosial. Semoga usaha saya bisa lebih maju,” tuturnya.

Selain fokus pada pemberdayaan UMKM, mahasiswa KKN UNUSIDA juga melaksanakan kegiatan pendampingan belajar di MINU Wedoro. Hal tersebut mendapat sambutan hangat dari Kepala Sekolah MINU Wedoro, Pak Gholib, sangat mengapresiasi peran serta mahasiswa UNUSIDA dalam membantu proses belajar mengajar.

Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan materi pelajaran, tetapi juga menghadirkan metode pembelajaran kreatif yang lebih menyenangkan.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN. Mereka memberi semangat baru bagi siswa sekaligus mendukung guru dalam pembelajaran,” ungkapnya.

Dengan mengusung semangat pengabdian, KKN 22 UNUSIDA berkomitmen menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, baik dalam peningkatan kapasitas ekonomi maupun kualitas pendidikan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah kecil menuju desa yang lebih mandiri, berdaya saing, dan memiliki generasi penerus yang unggul.

Penulis: Moch Rafli M (MY)

Mahasiswa KKN Unusida Bikin Gebrakan di Wadungasih! Nomor Rumah Kini Lebih Tertata dan Memudahkan Warga (Foto: Mir'a Tia Musfiro)

Mahasiswa KKN 12 UNUSIDA Lakukan Penataan Nomor Rumah di Desa Wadungasih

SIDOARJO – Suasana Desa Wadungasih, RT 06 RW 02, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, kini terlihat lebih rapi dan tertata. Hal ini berkat inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Kelompok 12 yang menjalankan program penataan nomor rumah bagi warga setempat.

Program sederhana namun berdampak besar ini disambut positif oleh masyarakat. Selama kegiatan, mahasiswa tidak hanya membuat dan memasang nomor rumah, tetapi juga memastikan penomoran sesuai urutan sehingga memudahkan tamu, pendatang, maupun petugas layanan publik seperti kurir, PLN, hingga tenaga kesehatan.

Ketua Kelompok 12 KKN UNUSIDA, Mir’a Tia Musfiroh menjelaskan bahwa ide program ini lahir dari diskusi dengan perangkat desa. Penataan nomor rumah dianggap sebagai langkah kecil menuju desa yang lebih rapi, aman, dan mudah diakses.

Selain membantu warga, program ini juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan nilai pengabdian masyarakat. Ia berharap kegiatan penataan nomor rumah ini dapat menjadi contoh program KKN yang efektif, bukan sekadar seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat, meskipun sederhana. Harapannya, warga bisa merasakan manfaat nyata dari program ini,” jelasnya.

Dengan langkah kecil ini, mahasiswa KKN UNUSIDA Kelompok 12 membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana, nomor rumah yang tertata rapi, memudahkan semua pihak.

Salah satu warga RT 06, Desa Wadungasih mengaku merasa sangat terbantu dengan program penataan nomor rumah dari mahasiswa KKN UNUSIDA. Menurutnya, inovasi sederhana namun bermanfaat ini sudah lama dinantikan oleh masyarakat desa.

“Selama ini ada beberapa rumah yang belum memiliki nomor jelas. Hal itu sering membingungkan tamu dan bahkan menghambat pelayanan masyarakat. Dengan adanya penataan ini, kami merasa terbantu,” ungkapnya.

Pihaknya sangat mengapresiasi Program penataan nomor rumah ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga mempermudah berbagai layanan masyarakat, mulai dari distribusi paket, pendataan administrasi, hingga akses petugas kesehatan. Mahasiswa KKN UNUSIDA secara aktif membuat, memasang, dan menata nomor rumah agar lebih jelas serta teratur.

“Inovasi dari mahasiswa sangat kami nantikan. Program seperti ini penting untuk meningkatkan kerapian desa sekaligus memudahkan pelayanan publik. Kami merasa sangat terbantu,” pungkasnya.

Penulis: Mir’a Tia Musfiro (MY)

Pembukaan dan Pelepasan KKN UNUSIDA BERDAYA 2025 di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Pembukaan dan Pelepasan Peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2025, Ratusan Mahasiswa Siap Mengabdi di RT

Sidoarjo – Sebanyak 28 kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi dilepas oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., dalam sebuah seremoni khidmat yang berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (23/7/2025). Acara ini menjadi penanda dimulainya pengabdian 492 mahasiswa yang akan terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo.

KKN UNUSIDA BERDAYA 2025 kali ini mengusung tema ‘Rukun Tetangga Membangun Desa’ yang menjadi momentum untuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Para peserta yang berasal dari lima fakultas di UNUSIDA akan menyebar ke 23 Rukun Tetangga (RT) di berbagai pelosok Sidoarjo, satu kelompok KKN tematik dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), satu kelompok di Desa Binaan UNUSIDA, serta tiga pondok pesantren mitra.

Dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo, H. Subandi menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan KKN yang digagas UNUSIDA. Ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat berbasis potensi lokal.

“Saya bangga dengan semangat mahasiswa UNUSIDA yang siap hadir dan berkontribusi langsung di tengah masyarakat. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung pembangunan berbasis pemberdayaan,” ujarnya.

Subandi berharap para mahasiswa tidak sekadar menjadi pelengkap program desa, namun mampu menghadirkan semangat kolaborasi yang membangun. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi teladan dalam sikap dan tindakan, serta menjaga nama baik almamater selama menjalankan tugas pengabdian.

Tak lupa, ia juga menyampaikan terima kasih kepada para dosen pembimbing yang telah memberikan arahan serta bimbingan kepada para mahasiswa.

“Meskipun hanya berlangsung beberapa minggu, percayalah bahwa tindakan kecil yang tulus akan berdampak besar dalam jangka panjang. Berbaurlah dengan bijak, pulanglah dengan pengalaman berharga,” tuturya.

Sementara itu, Rektor UNUSIDA, H. Fatkul Anam, M.Si., menegaskan bahwa KKN bukan hanya program akademik rutin, melainkan juga wahana pengasahan karakter, kepedulian sosial, dan inovasi mahasiswa.

“Melalui KKN BERDAYA, mahasiswa harus mampu membawa solusi nyata, menjalin kerja sama dengan masyarakat, serta memperkuat semangat gotong royong di setiap titik pengabdian,” jelasnya.

Ia berharap, para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya membawa nilai-nilai Pancasila, ilmu pengetahuan, semangat ekonomi kerakyatan, serta memperkuat kepercayaan dan hubungan sosial di lingkungan tempat mereka mengabdi.

“Jadilah duta perubahan yang tidak hanya membawa ilmu dari kampus, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilai luhur bangsa di masyarakat,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian UNUSIDA dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2024, UNUSIDA meraih penghargaan atas kontribusinya dalam pengabdian masyarakat, di tahun yang sama, mahasiswa juga berhasil mencatatkan sejumlah karya intelektual melalui perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai hasil dari kegiatan-kegiatan KKN.

“Pengabdian yang kita lakukan bukan hanya berhenti pada aktivitas lapangan, tapi harus terdokumentasi dan diwariskan menjadi pengetahuan berharga. Ini adalah organisasi sosial akademik yang harus dipertahankan dan diwariskan dari tahun ke tahun. Dan itu adalah tugas kalian,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia sangat berterima kasih kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, dosen pembimbing lapangan, tokoh masyarakat, serta seluruh stakeholder yang telah mendukung terlaksananya program KKN tahun ini. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan keikhlasan.

“Selamat bekerja dan menjalankan KKN. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan kelancaran dalam setiap langkah kalian. Jadikan momen ini sebagai bekal berharga untuk masa depan,” pungkasnya. (MY)