Pos

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Gelar pembelajaran Bahasa Inggris secara rutin setiap hari Senin di SDN Kedungpandan 1. (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Gelar Pembelajaran Bahasa Inggris Rutin di SDN Kedungpandan

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) terus berupaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris secara rutin setiap hari Senin di SDN Kedungpandan 1, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dalam mengenalkan Bahasa Inggris sejak dini melalui metode pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA, Widya Afifuddina, menjelaskan bahwa program tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bekal siswa dalam menghadapi perkembangan zaman. Kemampuan berbahasa Inggris dinilai dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengakses informasi, mengembangkan wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Menurut Widya, pengenalan bahasa Inggris sejak usia dini perlu dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Pembelajaran tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga perlu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan agar siswa merasa nyaman ketika mengenal bahasa baru.

“Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, program ini bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan siswa terhadap bahasa Inggris, juga menumbuhkan generasi muda yang lebih percaya diri, terbuka terhadap pengetahuan baru, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Upaya sederhana yang dilakukan secara konsisten menjadi langkah berarti dalam membangun fondasi pendidikan yang lebih baik bagi masa depan,” jelasnya.

Melalui program ini, tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA terlibat langsung dalam memberikan materi bahasa Inggris dasar kepada para siswa SDN Kedungpandan 1. Materi pembelajaran disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan siswa sekolah dasar sehingga dapat dipahami secara bertahap.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena siswa pada usia sekolah dasar masih berada dalam tahap perkembangan kemampuan dasar berbahasa. Oleh sebab itu, pembelajaran dirancang untuk membantu siswa mengenal kosakata sederhana, memahami pelafalan, serta mulai membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Untuk menciptakan suasana belajar yang menarik, ia dan tim mengedepankan metode pembelajaran interaktif. Kegiatan dilaksanakan melalui pengenalan kosakata, latihan pengucapan, permainan edukatif, serta berbagai aktivitas yang mendorong keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran.

Melalui metode tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar tanpa merasa terbebani oleh suasana kelas yang terlalu formal. Permainan edukatif dan latihan sederhana juga membantu menciptakan interaksi yang lebih dinamis antara mahasiswa dan peserta didik.

Siswa tidak hanya diajak mengenal kata-kata baru dalam bahasa Inggris, tetapi juga didorong untuk mencoba mengucapkannya secara langsung. Proses ini memberikan ruang bagi mereka untuk berlatih, melakukan kesalahan, memperbaiki pengucapan, dan membangun keberanian dalam menggunakan bahasa asing.

Kepercayaan diri menjadi salah satu aspek penting yang ingin ditumbuhkan melalui kegiatan ini. Sebagian siswa mungkin masih merasa ragu ketika diminta mengucapkan kata dalam bahasa yang belum familiar. Dengan suasana belajar yang suportif dan menyenangkan, siswa diharapkan semakin berani mencoba serta tidak takut untuk terus belajar.

Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNUSIDA untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Pengalaman mengajar secara langsung memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan pedagogis dan memahami dinamika pembelajaran di sekolah dasar.

Mahasiswa dituntut untuk mampu menyampaikan materi secara jelas, memilih metode yang tepat, serta membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik. Mereka juga memperoleh pengalaman dalam menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan respons dan kebutuhan siswa selama kegiatan berlangsung.

Wisyda mengaku, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang dipersiapkan untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan. Melalui interaksi langsung dengan siswa, ia dapat memahami bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, komunikatif, dan menyenangkan.

“Program ini memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi tidak hanya dikembangkan untuk kepentingan akademik, tetapi juga diterapkan secara nyata guna membantu menjawab kebutuhan pendidikan di lingkungan sekitar.” tandasnya.

Kegiatan pembelajaran bahasa Inggris tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Senin. Konsistensi ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulang materi, memperkaya kosakata, dan membangun kebiasaan belajar secara bertahap.

Ketua Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA, Zainira Ihsanty berharap pelaksanaan program secara berkelanjutan mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar bahasa Inggris siswa SDN Kedungpandan 1. Melalui pembelajaran yang terarah dan menyenangkan, siswa dapat memiliki fondasi kemampuan berbahasa Inggris yang semakin kuat serta keberanian untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, lebih dari sekadar kegiatan mengajar, program ini menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pendidikan generasi muda. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman belajar tambahan sekaligus menumbuhkan semangat siswa untuk terus mengembangkan kemampuan diri.

“Kami terus mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata. Pembelajaran bahasa Inggris di SDN Kedungpandan 1 menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan siswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA menggelar sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Balai Desa Kedungpandan. (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Edukasi Masyarakat Kedungpandan tentang Pengolahan Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Balai Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Senin (28/9/2026).

Kepala Divisi Lingkungan Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA, Muhammad Hasyim, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah organik. Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran untuk pengolahan yang tepat mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan nilai guna bagi lingkungan sekitar.

Salah satunya sampah rumah tangga merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan setiap hari dari berbagai aktivitas masyarakat. Sisa bahan makanan, kulit buah, sayuran, dan limbah dapur lainnya kerap dianggap tidak memiliki manfaat setelah digunakan. Padahal, apabila dipilah dan diolah dengan benar, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos yang berguna untuk menyuburkan tanaman.

“Pemilahan menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” katanya.

Hasyim menekankan bahwa sampah organik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Penumpukan sampah dapat memicu bau tidak sedap, mengundang hama, serta mengurangi kenyamanan lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu, diperlukan upaya sederhana yang dapat diterapkan masyarakat secara berkelanjutan.

“Salah satu alternatif pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Proses ini memanfaatkan penguraian bahan organik hingga menghasilkan material yang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman,” terangnya.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, ia berharap masyarakat dapat semakin memahami jenis-jenis sampah organik serta pentingnya melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Masyarakat diajak untuk membedakan sampah organik dan anorganik agar proses pengelolaan menjadi lebih mudah dan efektif.

Tidak hanya melalui pemaparan materi, sosialisasi juga dilengkapi dengan praktik pembuatan pupuk kompos secara langsung. Para peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan sederhana yang dapat dimanfaatkan serta tahapan pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Melalui praktik tersebut, ibu-ibu PKK memperoleh kesempatan untuk memahami proses pengomposan secara lebih nyata. Keterlibatan langsung peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus memberikan pengalaman praktis yang bisa diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah tangga.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan bahan yang bermanfaat bagi tanaman.

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di lingkungan kampus, yang juga hadir untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK ini menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

“Kami sebagai mahasiswa, juga turut mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Semoga edukasi ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Kedungpandan,” harapnya.

Seluruh Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA hibah fasilitas bank sampah kepada SDN Kedungpandan 1, Jabon. (Foto: Humas UNUSIDA)

Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Hibahkan Fasilitas Bank Sampah ke SDN Kedungpandan

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyerahkan hibah fasilitas bank sampah kepada SDN Kedungpandan 1, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).

Dosen pembimbing program, Ruri Fadhilah Kurniawati, S.Hum., M.Pd., menyampaikan bahwa penyerahan hibah tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengelolaan sampah sekaligus menumbuhkan kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dosen Program Studi (Prodi) PBI UNUSIDA tersebut turut mendorong penguatan kepedulian lingkungan melalui penyediaan fasilitas bank sampah di sekolah. Ia berharap fasilitas ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih terorganisasi sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada siswa dan seluruh warga sekolah.

“Keberadaan bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah yang telah dipilah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” katanya.

Melalui fasilitas tersebut, sekolah memiliki kesempatan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah, mulai dari pemilahan berdasarkan jenis, pengumpulan, hingga pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna.

“Inisiatif ini sejalan dengan pentingnya menghadirkan pendidikan lingkungan yang tidak hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan dalam praktik sehari-hari.,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA, Zainira Ihsanty, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan, tetapi juga mendorong keterlibatan sekolah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Menurutnya, pemanfaatan fasilitas bank sampah juga menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak usia dini. Melalui pembiasaan memilah dan mengelola sampah, nilai tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Siswa dapat belajar secara langsung bahwa tindakan sederhana, seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan,” jelasnya.

Zainira mengungkapkan bahwa hibah fasilitas ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program PPK Ormawa di Desa Kedungpandan. Dengan tersedianya sarana yang dapat dimanfaatkan secara langsung, program mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi terus memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

“Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah, pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama. Langkah ini menjadi wujud nyata peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Suasana Pelepasan dan Pembukaan KKN 2026 di Pendopo Delta Wibawa (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Berangkatkan 448 Mahasiswa KKN, Fokuskan Program Berbasis Keilmuan Fakultas

SIDOARJO — Sebanyak 448 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNUSIDA BERDAYA 2026. Pelepasan peserta digelar di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/7/2026) pagi, dalam suasana khidmat dan penuh semangat pengabdian.

KKN tahun ini mengusung tema ‘Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Keilmuan Fakultas untuk Mewujudkan Desa dan Komunitas yang Cerdas, Mandiri, Produktif, Sehat, serta Berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah’. Para mahasiswa akan diterjunkan ke 19 lokasi KKN yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Acara pelepasan dihadiri jajaran pimpinan UNUSIDA, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, perwakilan pemerintah daerah, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKN.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata di tengah masyarakat.

“Sebanyak 448 mahasiswa UNUSIDA resmi diberangkatkan untuk mengabdi kepada masyarakat di 19 lokasi KKN. Saudara akan menjadi representasi UNUSIDA di tengah masyarakat, mulai dari Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Buduran hingga Sidoarjo,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama baik universitas dan Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, sikap, etika, dan kemampuan berkomunikasi harus senantiasa dijaga selama menjalankan pengabdian.

Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang pembelajaran nyata yang akan membentuk kepekaan sosial dan kemampuan problem solving mahasiswa.

“Di masyarakat, kita belajar memahami kehidupan, membangun empati, serta menyelesaikan persoalan bersama,” tambahnya.

Dengan mengusung semangat UNUSIDA BERDAYA, setiap fakultas menghadirkan program unggulan berbasis keilmuan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) fokus pada penguatan literasi dan pendidikan karakter. Fakultas Ekonomi mengembangkan UMKM melalui inovasi produk, digitalisasi, hingga pemasaran digital.

Sementara Fakultas Ilmu Komputer mendorong transformasi digital desa, Fakultas Teknik mengusung konsep eco-friendly residential, dan Fakultas Agama Islam memperkuat edukasi Islam moderat berbasis Ahlussunnah wal Jamaah.

Sebanyak 19 desa yang menjadi lokasi pengabdian meliputi wilayah Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Buduran, hingga Kecamatan Sidoarjo.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PCNU Sidoarjo, Ir. H. Agus Mahbub Ubaidillah, memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.

“Perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Sidoarjo ini merupakan kebanggaan kita bersama. Ilmu yang didapat hari ini harus bisa diaktualisasikan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap mahasiswa mampu menerjemahkan teori yang dipelajari di bangku kuliah menjadi aksi nyata yang memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Seluruh mahasiswa hendaknya mampu menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat luas. Mahasiswa tidak hanya menjadi insan akademis, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat serta membawa nilai-nilai keislaman yang moderat dalam kehidupan sosial,” pesannya.

Peserta KKN, dosen pembimbing lapangan, dan pimpinan fakultas berfoto bersama setelah pemaparan Program Kerja KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B UNUSIDA. (Foto: LPPM UNUSIDA)

Matangkan Program Pengabdian, Peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 Gelar Pemaparan Program Kerja Berbasis SDGs

SIDOARJO — Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Pemaparan Program Kerja di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B UNUSIDA, Selasa-Rabu (14-15/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam memastikan setiap program yang akan dijalankan mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa serta memiliki dampak yang berkelanjutan.

KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 tahun ini mengusung tema ‘Berkhidmah dan Berkarya di Desa’, yang dirancang sebagai wadah kolaborasi antara mahasiswa sebagai peserta KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pemerintah desa, dan masyarakat. Seluruh program kerja disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan permasalahan desa dengan mengoptimalkan kompetensi keilmuan dari masing-masing fakultas.

Pemaparan program kerja diikuti oleh kelompok KKN yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM). Setiap kelompok diwakili oleh dua mahasiswa yang mempresentasikan rancangan program, mulai dari latar belakang, sasaran kegiatan, metode pelaksanaan, target luaran, hingga strategi keberlanjutan setelah masa KKN berakhir.

Program yang dipresentasikan mencerminkan karakteristik keilmuan setiap fakultas. Bidang pendidikan menghadirkan inovasi penguatan literasi, pembelajaran kreatif, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Fakultas Ekonomi mengusung program pemberdayaan UMKM, pengembangan kewirausahaan, pemasaran digital, dan penguatan tata kelola usaha masyarakat.

Sementara itu, Fakultas Agama Islam menawarkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keagamaan, pembinaan masyarakat, serta pemberdayaan kelembagaan sosial. Fakultas Teknik menghadirkan program pengelolaan lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta peningkatan sarana pendukung desa. Adapun Fakultas Ilmu Komputer fokus pada literasi digital, digitalisasi pelayanan desa, pengembangan media informasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung potensi desa.

Seluruh program kerja disusun dengan mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, pengurangan kesenjangan, permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan KKN tidak sekadar kegiatan pengabdian jangka pendek, tetapi menghasilkan program yang relevan, terukur, dan dapat diteruskan oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus. Oleh karena itu, setiap kelompok didorong untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi riil desa sekaligus memanfaatkan potensi lokal secara optimal.

Dalam sesi presentasi, para Dosen Pembimbing Lapangan dan pimpinan fakultas memberikan berbagai masukan terhadap kelayakan program, ketepatan sasaran, kesesuaian dengan kondisi desa, indikator keberhasilan, hingga peluang keberlanjutan program. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk menyempurnakan rencana kerja sehingga implementasinya di lapangan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain sebagai forum evaluasi, kegiatan pemaparan juga menjadi sarana menyelaraskan program mahasiswa dengan agenda pembangunan desa. Sinergi bersama pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci agar setiap kegiatan dapat diterima, dilaksanakan secara kolaboratif, serta memberikan dampak yang berkelanjutan.

Melalui KKN UNUSIDA BERDAYA 2026, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L., menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keilmuan, kebutuhan lokal, dan pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai mitra masyarakat dalam mengidentifikasi persoalan, merumuskan solusi, sekaligus menghasilkan karya yang mendukung kemajuan desa.

“Dengan persiapan yang matang, kolaborasi lintas disiplin ilmu, serta semangat berkhidmah kepada masyarakat, semoga KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 kali ini menjadi media pembelajaran yang tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa yang berdaya dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Altara Dea Kumala Sari, S.T., lulusan Teknik Kimia tahun 2023 (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspiratif! Kiprah Alumni Teknik Kimia UNUSIDA Berkontribusi Nyata di Desa melalui Riset dan Perencanaan

Kiprah alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Salah satunya datang dari Altara Dea Kumala Sari, S.T., alumni Program Studi Teknik Kimia tahun 2023 yang kini mengemban amanah sebagai Kaur Perencanaan di Balai Desa Kedungsumur, Krembung.

Dalam perannya sebagai perangkat desa, Dea sapaan akrabnya terlibat aktif dalam proses perencanaan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa bekal ilmu selama kuliah di UNUSIDA sangat membantunya dalam memahami permasalahan di lapangan serta merumuskan solusi yang tepat.

Menurutnya, lingkungan akademik di Fakultas Teknik UNUSIDA memiliki kultur kekeluargaan yang kuat. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa.

“Teknik UNUSIDA sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Para dosen sangat mendukung dan membimbing saya dengan sabar, sehingga saya mampu berkembang dan percaya diri menghadapi tantangan di dunia kerja,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut, Dea menekankan pentingnya pengembangan riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menilai bahwa penelitian tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata.

“Pengembangan riset perlu diarahkan pada permasalahan yang ada di tengah masyarakat, dengan menghadirkan solusi yang tepat, inovatif, dan bermanfaat,” tambahnya.

Selain itu, Dea mengungkapkan bahwa pengalaman selama berkuliah tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga mengasah keterampilan non-akademik yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Salah satu faktor penting adalah lingkungan kampus yang mendukung mahasiswa untuk aktif dalam organisasi.

Ia tercatat pernah aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, mulai dari Himpunan Mahasiswa hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik. Keterlibatan tersebut, menurutnya, memberikan banyak pembelajaran berharga, khususnya dalam membangun jiwa kepemimpinan dan kemampuan problem solving.

“Lingkungan kampus sangat mendukung. Saya banyak belajar dari organisasi mahasiswa, mulai dari himpunan hingga BEM. Pengalaman itu menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kemampuan memecahkan masalah yang sangat membantu ketika terjun langsung di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman organisasi juga melatih kemampuan komunikasi, kerja tim, serta pengambilan keputusan dalam berbagai situasi. Hal ini menjadi bekal penting dalam menjalankan perannya saat ini, di mana ia harus berhadapan langsung dengan dinamika kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya fokus pada akademik, tetapi juga perlu aktif mengembangkan diri melalui organisasi agar lebih siap menghadapi tantangan nyata setelah lulus.

Peran yang dijalankan Dea saat ini menjadi contoh bagaimana lulusan perguruan tinggi mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil di masyarakat. Sebagai Kaur Perencanaan, ia turut berkontribusi dalam menyusun program pembangunan desa yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.

Ia berharap, setiap pengabdian di masyarakat dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni UNUSIDA lainnya bahwa peluang berkontribusi tidak hanya terbatas di dunia industri, tetapi juga terbuka luas di sektor pemerintahan dan masyarakat.

“UNUSIDA memiliki lingkungan kampus yang suportif dan kesempatan berorganisasi mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara sosial dan kepemimpinan. Mari (mahasiswa dan alumni) UNUSIDA terus hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Sekretaris LPPM UNUSIDA Nur Asitah, Peringkat 2 Anugerah LPTNU Award 2026 Bidang Pengabdian (Foto: Humas UNUSIDA)

Sekretaris LPPM UNUSIDA, Nur Asitah Raih Peringkat 2 Anugerah LPTNU Award 2026 Bidang Pengabdian

SIDOARJO – Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Nur Asitah, S.Pd., M.Pd., berhasil meraih Peringkat 2 Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Pengabdian dalam ajang LPTNU Award 2026. Kegiatan sebagai ajang Anugerah LPTNU Award 2026 ini dilaksanakan di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Tower Lt.9 Jalan Jemursari No.51-57 Surabaya, Selasa (10/03/2026) malam.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengembangkan program-program pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UNUSIDA. Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen UNUSIDA untuk terus menghadirkan tridharma perguruan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Usai menerima penghargaan tersebut, Nur Asitah mengaku merasa sangat bersyukur dan terharu atas pencapaian yang diraih. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu memiliki makna.

“Penghargaan ini seperti cahaya kecil yang menegaskan bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan menemukan maknanya. Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi buah dari kerja bersama, doa, dedikasi, dan semangat untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (13/3/2026).

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut, menambahkan bahwa penghargaan tersebut juga menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus belajar, bertumbuh, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Baginya, setiap upaya yang dilakukan secara konsisten dan penuh tanggung jawab akan memiliki nilai dan dampak yang berarti.

Sementara bagi LPPM UNUSIDA, penghargaan ini memiliki makna strategis dalam memperkuat komitmen institusi dalam membangun budaya pengabdian masyarakat yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan. Selain itu, capaian ini juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak dosen dan mahasiswa untuk aktif menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selama ini, kegiatan pengabdian masyarakat di UNUSIDA difokuskan pada program-program pemberdayaan yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi pemberdayaan UMKM, pendampingan pendidikan dan literasi, penguatan kapasitas masyarakat desa, digitalisasi layanan dan usaha masyarakat, kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan potensi lokal berbasis kebutuhan masyarakat.

Program-program tersebut juga dirancang dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, sehingga tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menciptakan perubahan dan peningkatan kapasitas masyarakat secara nyata.

Ke depan, LPPM UNUSIDA berharap penghargaan ini dapat menjadi penyemangat untuk terus memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat. Selain meningkatkan kualitas program, lembaga ini juga berupaya memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga dunia usaha.

“Pengabdian yang kuat lahir dari kerja bersama. Karena itu, kami berharap ke depan semakin banyak kolaborasi yang bisa dibangun agar manfaat program pengabdian dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.

LPPM UNUSIDA Raih Dua Penghargaan Nasional di Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Raih 2 Penghargaan LPTNU Award 2026 di Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat

SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Di bidang kelembagaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNUSIDA (LPPM) berhasil meraih Peringkat 1 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pembangunan Komunitas, serta Peringkat 2 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Kerja Sama.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Award 2026 yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Tower Lt.9 Jl. Jemursari No. 51-57 Surabaya, Selasa (10/3/2026) malam.

Penghargaan tersebut semakin menegaskan peran aktif UNUSIDA dalam mengembangkan program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Berbagai program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ketua LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja kolektif seluruh tim yang selama ini berkomitmen menjalankan program pengabdian secara konsisten.

“Kami sangat bersyukur, terharu, dan bangga. Penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian, tetapi seperti cahaya kecil yang menegaskan bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu menemukan maknanya. Bagi kami, ini adalah buah dari kerja bersama, doa, dedikasi, dan semangat untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar program, melainkan jejak kebaikan yang harus terus dirawat dan diperluas manfaatnya.

Secara pribadi, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Sementara bagi LPPM UNUSIDA, penghargaan ini memiliki makna strategis sebagai pengakuan atas komitmen institusi dalam membangun budaya pengabdian masyarakat yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini memperkuat semangat kami untuk terus meningkatkan kualitas program, memperluas kolaborasi, serta mendorong dosen dan mahasiswa agar semakin aktif menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Selama ini, program pengabdian masyarakat di UNUSIDA difokuskan pada kegiatan pemberdayaan dan solusi nyata bagi masyarakat. Beberapa program yang menjadi prioritas antara lain pemberdayaan UMKM, pendampingan pendidikan dan literasi, penguatan kapasitas masyarakat desa, digitalisasi layanan dan usaha masyarakat, kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan potensi lokal berbasis kebutuhan masyarakat.

Selain itu, UNUSIDA juga mendorong model pengabdian yang bersifat kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pengabdian tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Ke depan, LPPM UNUSIDA berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat untuk terus memperkuat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Harapan kami sederhana, semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus bergerak dan berbuat lebih baik. Kami ingin kegiatan pengabdian di UNUSIDA semakin kuat, semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan semakin luas dampaknya,” ujarnya.

Ia juga berharap semakin banyak kolaborasi yang terbangun dengan berbagai pihak, baik pemerintah, komunitas, dunia usaha, maupun mitra lainnya. Menurutnya, pengabdian yang kuat lahir dari kerja bersama.

“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi justru awal untuk melangkah lebih jauh dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan umat.” tutupnya.

Dari Kampus untuk Negeri: Aksi Nyata Mahasiswa FE UNUSIDA di SDN 2 Gebang dan SDN 4 Kupang Sidoarjo (Foto: Sekara 2026 SDN Kupang/Angelia Salvana)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar Program SEKARA, Perluas Akses Pendidikan di Sekolah Terpencil Sidoarjo

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan kegiatan Sinergi Edukasi & Kepedulian untuk Akses Ruang Aktivitas dengan Program Bakti Sosial (SEKARA) di SDN 2 Gebang dan SDN 4 Kupang, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini mengusung tema ‘Menjaga Asa, Memperluas Akses: Gerakan Pendidikan & Charity untuk Sekolah dengan Keterbatasan Akses’, Kamis (8/1/2026) lalu.

Ketua Pelaksana, Malinda Dwi Hanjani Setyo menyebutkan bahwa kedua sekolah tersebut diketahui memiliki keterbatasan akses geografis, sehingga mahasiswa harus menempuh perjalanan dengan medan yang cukup menantang untuk mencapai lokasi. Kondisi tersebut justru menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan semangat kepedulian serta kesadaran mahasiswa akan pentingnya pemerataan akses pendidikan.

Program SEKARA merupakan bagian dari pemenuhan Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Character Education Program Studi Manajemen angkatan 2024 serta Akuntansi 2023 kelas A dan B yang diikuti oleh 115 mahasiswa Fakultas Ekonomi. “Kegiatan ini sengaja dirancang sebagai implementasi nyata pembelajaran karakter melalui aksi edukasi dan kepedulian sosial di sekolah dengan keterbatasan akses pendidikan,” katanya, Rabu (11/2/2026).

Rangkaian kegiatan meliputi bakti sosial berbasis edukasi, pembuatan pojok baca sebagai ruang literasi siswa, permainan edukatif, pembagian hadiah apresiasi, hingga nonton bareng film bertema Character Education yang bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, serta semangat meraih cita-cita.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Pohon Harapan, di mana siswa-siswi menuliskan harapan dan cita-cita mereka pada lembaran kertas untuk kemudian ditempelkan pada media berbentuk pohon. “Seluruh kegiatan ini dirancang menjadi simbol semangat dan mimpi besar anak-anak untuk masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, buku-buku di pojok baca merupakan hasil sumbangan yang dikumpulkan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan budaya literasi di sekolah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang belajar berkelanjutan yang mampu mendorong minat baca siswa.

Jumlah siswa di kedua sekolah relatif sedikit, dengan satu angkatan tidak mencapai 20 siswa. Mayoritas berasal dari keluarga yang bekerja di sektor perikanan dan tambak. Melalui program SEKARA, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan teori perkuliahan, tetapi juga belajar membangun empati, kepedulian, serta tanggung jawab sosial secara langsung.

Malinda berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga asa serta memperluas akses pendidikan bagi sekolah-sekolah dengan keterbatasan akses di wilayah Sidoarjo, sekaligus membentuk mahasiswa yang berkarakter, peduli, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, antusiasme siswa terlihat tinggi melalui partisipasi aktif dalam setiap sesi kegiatan. Terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang turut menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.

Penulis: Angelia Salvana

LPPM UNUSIDA dan LPPM UNUGIRI Jalin Kerja Sama (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA dan UNUGIRI Jalin Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian

SIDOARJO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan benchmarking sekaligus melaksanakan penandatanganan kerja sama bersama LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, di ruang pertemuan Kampus 2 UNUSIDA, Sidoarjo, Kamis (12/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam upaya meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri agenda kerja sama kelembagaan yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan institusi.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Oleh karena itu, kemitraan strategis antarlembaga menjadi langkah penting untuk memperluas ruang kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama, hingga program pengabdian masyarakat yang lebih luas dan berdampak nyata. Sinergi antarperguruan tinggi merupakan kunci dalam menjawab tantangan perkembangan zaman,” ujarnya.

Dr. Hadi Ismanto juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas tridarma tidak hanya bergantung pada sumber daya internal, tetapi juga pada jejaring kemitraan yang kuat dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan lain, dunia industri, maupun pemerintah. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas jejaring kerja sama strategis. Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, kami optimistis mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L, hadir bersama jajaran tim untuk menyambut rombongan tamu Ketua LPPM UNUGIRI Bojonegoro, Dr. M. Ivan Ariful Fathoni, M.Si., dan tim.

Elsa mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Teknik Lingkungan tersebut menuturkan bahwa benchmarking ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman pengelolaan lembaga, tetapi juga sebagai langkah konkret untuk membangun jejaring akademik yang berkelanjutan. Ia berharap kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, maupun masyarakat luas melalui program penelitian dan pengabdian yang kolaboratif.

“Mari terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemanfaatan dan keberlanjutan,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan diskusi kelembagaan, pemaparan program unggulan masing-masing LPPM, serta prosesi penandatanganan nota kesepahaman sebagai simbol komitmen kerja sama. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus penanda terjalinnya kemitraan antar kedua institusi.