Pos

FKIP UNUSIDA Gelar Webinar Internasional Melalui Hybrid (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar Webinar Internasional: Memberdayakan Guru di Era Digital, Mengajar Melampaui Batas

SIDOARJO — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Webinar Internasional yang mengusung tema “Empowering Teachers in the Digital Era: Teaching Beyond Boundaries”, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini digelar secara hybrid, menghadirkan narasumber dari Indonesia dan Thailand untuk membahas bagaimana guru dapat mengajar tanpa batas melalui pemanfaatan teknologi digital.

Webinar ini menghadirkan pembicara utama Executive Director for International Affair Thai Global Business Administration Technological College, Thailand, Dr. Nico Irawan, M.Pd., Wakil Rektor 2 UNUSIDA Dr. Ana Christanti, M.Pd., serta Direktor of Ban Ai Batu School, Thailand, Muhammad Abdullah Boraheng.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa webinar ini menjadi momentum penting untuk memberikan pembaruan keilmuan dan memperkuat pemahaman guru mengenai perkembangan teknologi terbaru.

“Webinar ini memberikan pembaruan penting yang mencakup perkembangan selama enam hingga delapan tahun terakhir dan mencerminkan komitmen kita bersama dalam memajukan upaya keamanan digital saat ini. Saya berharap seluruh peserta mendapatkan diskusi yang inspiratif dan produktif. Dengan penuh rasa terima kasih, saya mengundang Anda semua untuk bergabung dalam Konferensi Divisi Data Internasional ini,” ungkapnya.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKIP UNUSIDA mempersiapkan guru masa depan yang mampu berkolaborasi dengan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

“Guru harus mampu menjaga keseimbangan antara teknologi dan kemanusiaan. Digital learning membutuhkan arsitek yang mumpuni, dan seorang guru adalah arsiteknya,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan keilmuan dan kesiapan kompetensi dalam menghadapi persaingan global.

“Teknologi hanya alat, tapi guru yang membuatnya lebih berarti dan terarah. Di mana pun kalian belajar, kuasai ilmu dengan matang karena kompetisi pasti ada. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa menjadi yang terbaik,” tambahnya.

Menurutnya, webinar internasional ini menjadi bukti komitmen FKIP UNUSIDA dalam mendorong kolaborasi global, eningkatkan kualitas guru, mengembangkan inovasi pembelajaran, dan enghadirkan ruang belajar yang melampaui batas geografis.

“Saya harap FKIP UNUSIDA menjadi ruang pengembangan untuk mencetak guru-guru unggul yang siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital,” harapnya.

Webinar internasional ini menghadirkan diskusi tentang berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi guru di era digital, termasuk pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran lintas negara, transformasi digital dalam kurikulum, keamanan digital dalam ruang pendidikan, pembelajaran kreatif berbasis platform online, dan praktik mengajar tanpa batas ruang dan waktu.

Para narasumber dari Thailand juga berbagi praktik baik tentang bagaimana sekolah-sekolah di sana mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Serta berbagi tentang budaya pendidikan karakter di lintas negara.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang tidak hanya hadir dari Sidoarjo, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia dan perwakilan lembaga pendidikan di Thailand.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili bersama Calon Guru (Foto: Humas UNUSIDA)

Hari Guru Nasional Jangan Berhenti pada Seremonial

Dalam momentum Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., menyampaikan pandangan mengenai pentingnya mengembalikan esensi peringatan Hari Guru sebagai upaya penguatan martabat dan profesionalitas pendidik. Ia menegaskan bahwa Hari Guru tidak seharusnya berhenti pada rangkaian seremoni dan ucapan formal tahunan.

Dalam keterangannya, ia mengajak semua pihak untuk menjadikan Hari Guru sebagai refleksi kolektif atas kondisi nyata profesi pendidik di Indonesia. “Hari Guru Nasional tidak boleh berhenti pada ucapan selamat dan unggahan foto. Ini adalah momen penting untuk meninjau kembali bagaimana negara, masyarakat, dan institusi pendidikan memahami profesi guru,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, guru saat ini menghadapi spektrum tantangan yang makin kompleks, mulai dari beban administrasi yang tinggi, tuntutan kurikulum yang dinamis, hingga kewajiban beradaptasi dengan teknologi pendidikan yang berkembang begitu cepat.

“Guru adalah aktor utama dalam masa depan pendidikan. Namun, sering kali mereka justru menjadi pihak yang paling terbebani oleh sistem. Jika pendidikan adalah fondasi bangsa, maka guru harus ditempatkan pada posisi terhormat, bukan hanya dipuji setahun sekali,” imbuhnya.

Sebagai lembaga pencetak tenaga pendidik, FKIP UNUSIDA menegaskan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi komprehensif, mulai dari penguatan karakter, pedagogi inovatif, integrasi teknologi digital, hingga kepekaan sosial sebagai dasar pendidikan yang berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa peringatan Hari Guru tahun ini perlu dimaknai sebagai ajakan untuk menghadirkan kebijakan yang lebih manusiawi, memberikan ruang kreativitas bagi guru, serta mengurangi beban administratif yang selama ini kerap menghambat kinerja mereka.

“FKIP UNUSIDA terus mendorong mahasiswa calon guru memahami bahwa profesi ini bukan hanya pekerjaan, tetapi panggilan moral. Namun panggilan ini membutuhkan ekosistem yang sehat, mulai dari penghargaan, dukungan kebijakan, dan kesempatan untuk berkembang,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat agar melihat guru sebagai mitra strategis dalam membangun peradaban, bukan sekadar penyampai materi pelajaran.

Sebagai bentuk kontribusi akademik, FKIP UNUSIDA juga akan menyelenggarakan International Webinar dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025 dengan menghadirkan narasumber dari Indonesia dan Thailand.

Peringatan Hari Guru Nasional diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memberikan dukungan nyata bagi guru sebagai pilar utama pendidikan bangsa. Hari Guru semestinya menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan tidak akan pernah melampaui kualitas guru yang mengabdikan diri di dalamnya.

POKER FKIP UNUSIDA 2025: Mencetak Generasi Cerdas Berkarakter, Berbudaya Luhur, dan Adaptif di Era Teknologi 1

POKER FKIP UNUSIDA 2025: Mencetak Generasi Cerdas Berkarakter, Berbudaya Luhur, dan Adaptif di Era Teknologi

Sidoarjo, 17 September 2025 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Pekan Orientasi Keguruan (POKER) 2025 dengan tema “Mencetak Generasi Cerdas Berkarakter, Berbudaya Luhur, dan Adaptif di Era Teknologi”. Kegiatan ini berlangsung di auditorium kampus UNUSIDA dan diikuti oleh 164 mahasiswa baru dari dua program studi, yakni Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Acara POKER 2025 dibuka dengan sambutan dari Ruri Fadhilah Kurniati, S.Hum., M.Pd. yang menekankan pentingnya orientasi sebagai bekal awal mahasiswa memasuki dunia akademik. “Tahun ini, POKER diikuti oleh 164 mahasiswa. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya mengenal sistem perkuliahan, tetapi juga membangun fondasi karakter sebagai calon pendidik. Intelektual yang jujur, berintegritas, dan menolak segala bentuk kekerasan maupun penyalahgunaan adalah pondasi yang harus dimiliki sejak awal,” ungkap Ruri dalam sambutannya.

Selain memperkenalkan sistem pembelajaran, kurikulum, dan kehidupan kampus, POKER juga memberikan materi pengembangan karakter. Mahasiswa baru dibekali pemahaman tentang pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai moral, menolak narkoba, anti korupsi, serta menegakkan perlindungan terhadap sesama. Pesan ini sekaligus menegaskan bahwa FKIP tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik, melainkan juga pada pembentukan pribadi mahasiswa agar siap menjadi pendidik yang berkarakter dan berintegritas.

Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd. yang turut memberikan sambutan, menyampaikan harapannya agar mahasiswa baru benar-benar memanfaatkan kegiatan ini untuk memahami lingkungan kampus. “Harapan kami sederhana, mahasiswa baru bisa memahami visi, misi, serta dinamika lingkungan FKIP. Lebih dari itu, jadilah mahasiswa yang bersemangat menjadi calon guru, menempuh studi dengan lancar, lulus tepat waktu, dan kelak bermanfaat bagi masyarakat luas,” ucapnya.

Selama beberapa hari penyelenggaraan, mahasiswa diajak berinteraksi langsung dengan dosen, mengenal struktur fakultas dan prodi, serta mengikuti diskusi tematik seputar dunia keguruan. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai organisasi mahasiswa yang ada di lingkungan kampus, sehingga bisa sejak awal menimbang kegiatan non-akademik yang mendukung pengembangan diri. Melalui pendekatan interaktif, mahasiswa baru tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi ikut berdialog, berlatih kerja sama, dan belajar membangun jejaring.

Dampak dari kegiatan ini diharapkan sangat signifikan. Bagi mahasiswa baru, POKER menjadi titik awal untuk memahami sistem perkuliahan secara menyeluruh sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan akademik. Mereka juga memperoleh bekal karakter positif, seperti keberanian menolak tindak kekerasan, menjunjung kejujuran, dan mengedepankan kepedulian sosial. Lebih jauh lagi, POKER menumbuhkan semangat sebagai calon guru yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga adaptif dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.

Sementara itu, bagi fakultas, POKER menjadi sarana untuk menyamakan visi antara dosen, mahasiswa, dan prodi. Melalui kegiatan ini, FKIP mengukuhkan citranya sebagai fakultas yang berkomitmen mencetak calon guru dengan kualitas akademik yang mumpuni sekaligus karakter luhur. Tradisi akademik yang sehat, berintegritas, dan inklusif diperkenalkan sejak hari pertama mahasiswa menjejakkan kaki di kampus, sehingga akan melekat dalam perjalanan mereka hingga lulus nanti.

Tema besar “Mencetak Generasi Cerdas Berkarakter, Berbudaya Luhur, dan Adaptif di Era Teknologi” dipilih bukan tanpa alasan. Dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari derasnya arus digitalisasi hingga krisis nilai moral di tengah masyarakat. FKIP UNUSIDA ingin menghadirkan jawaban dengan menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap secara kompetensi akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai kebudayaan dan integritas moral yang kokoh. Dengan begitu, mahasiswa FKIP tidak sekadar menjadi guru, melainkan sosok teladan yang mampu menginspirasi di kelas maupun di masyarakat.

POKER FKIP 2025 akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara tahunan. Ia menjadi langkah strategis dalam mencetak calon pendidik masa depan yang unggul, berdaya saing, sekaligus berkarakter. Sebagaimana ditegaskan oleh para dosen dalam sambutannya, perjalanan menjadi seorang guru sejati dimulai sejak hari pertama memasuki bangku kuliah. Dengan semangat, dedikasi, dan karakter yang kuat, mahasiswa FKIP UNUSIDA diyakini mampu menjawab tantangan zaman dan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia. (AS)

143 Mahasiswa FKIP UNUSIDA Siap Diterjunkan dalam Program "FKIP UNUSIDA Mengajar 2025" di 13 Sekolah Mitra (Foto: Humas UNUSIDA)

143 Mahasiswa Peserta Program FKIP UNUSIDA Mengajar 2025 Siap Diterjunkan di 13 Sekolah Mitra

SIDOARJO — Sebanyak 143 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) siap diterjunkan dalam program FKIP UNUSIDA Mengajar 2025′, sebuah kegiatan praktik mengajar yang akan dilaksanakan di 13 sekolah mitra, termasuk 10 SD Negeri dan 3 sekolah swasta, mulai 23 September hingga 23 November 2025.

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd turut memberikan pesan khusus kepada peserta untuk tidak sungkan menunjukkan Akhlak, Kualitas, dan Integritas. Menurutnya. Program UNUSIDA Mengajar 2025 menjadi bagian penting dari visi UNUSIDA dalam mencetak lulusan pendidikan yang siap pakai, tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga berpengalaman dalam praktik lapangan.

“Tugas kalian bukan hanya mengajar, tapi juga membawa misi penting: membuktikan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki kualitas, integritas, dan akhlakul karimah. Jangan lupa, kalian adalah duta kampus. Tunjukkan citra terbaik kepada sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kesan positif selama penugasan. Dengan begitu, ia berharap akan lahir generasi pendidik yang berkualitas, beretika, dan siap menjadi agen perubahan di dunia pendidikan Indonesia.

“Bukan hanya keterampilan yang diuji, tapi juga sikap dan kesungguhan dalam berinteraksi dengan kepala sekolah, guru, dan siswa dari berbagai latar belakang,” tuturnya.

Dalam acara pelepasan tersebut, Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, M.Pd menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan akhlakul karimah. Ia menekankan agar seluruh peserta FKIP UNUSIDA Mengajar 2025 ini dapat menjaga nama baik dan mengaplikasikan ilmu di lapangan.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya mengajar, tapi juga menjadi teladan yang menjaga nama baik pribadi, orang tua, fakultas, dan universitas. Tunjukkan kualitas, akhlak mulia, dan karakter khas UNUSIDA yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah,” tegasnya.

Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa FKIP dalam dunia pendidikan, terutama dalam praktik mengajar, pendampingan kegiatan ekstrakurikuler, serta penguatan karakter siswa di sekolah. Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk LSM Mutiara Rinda dan para kepala sekolah mitra yang siap berkolaborasi untuk mendampingi mahasiswa selama dua bulan penuh.

Sementara itu, Ketua Program FKIP UNUSIDA Mengajar, Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa seluruh peserta sudah siap dan telah dinyatakan layak diterjunkan ke lapangan karena telah memenuhi semua syarat akademik dan administratif.

“Seluruh mahasiswa telah lulus seleksi dan pembekalan. Kami percaya mereka siap menebarkan ilmu dan semangat positif di sekolah-sekolah mitra. Ini adalah bentuk kontribusi nyata FKIP UNUSIDA dalam dunia pendidikan,” pungkasnya. (MY)

FKIP UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan LSM Mutiara Rindang (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Jalin Kerja Sama dengan LSM Mutiara Rindang, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar

SIDOARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FKIP UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mutiara Rindang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk mengembangkan kolaborasi lintas sektor dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan dokumen kerja sama yang dilaksanakan saat Pelepasan Peserta FKIP UNUSIDA Mengajar 2025 di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (16/9/2025). Kesepakatan ini membuka peluang luas bagi kedua belah pihak untuk bersama-sama melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki masing-masing institusi.

Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, dijelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama meliputi berbagai bidang strategis, yaitu: Pendidikan, Penelitian, Pelatihan Pengabdian kepada Masyarakat, Peningkatan dan Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia, Pengembangan Bisnis dan Bidang kerja sama lain yang akan disepakati lebih lanjut oleh kedua pihak

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, M.Pd menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan komitmen bersama dan langkah nyata untuk memperkuat peran kampus dalam memberdayakan masyarakat secara luas. Kerja sama ini juga mendukung program MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka) yang terus diupayakan oleh FKIP UNUSIDA dalam memfasilitasi mahasiswa belajar di luar kampus dengan pengalaman langsung di lapangan.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. FKIP UNUSIDA dan Mutiara Rindang memiliki visi yang sejalan dalam menciptakan dampak nyata melalui pendidikan dan pengabdian. Kami percaya, sinergi ini akan memperluas jangkauan dan efektivitas program-program yang akan kami jalankan bersama,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta program-program kolaboratif seperti pelatihan literasi dan numerasi untuk masyarakat desa, pengelolaan perpustakaan sekolah dan komunitas, penyusunan modul pembelajaran berbasis karakter dan lingkungan, riset bersama di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan, peningkatan kapasitas guru dan tenaga pendidik, serta berbagai program kewirausahaan sosial untuk mahasiswa dan masyarakat.

Sementara itu, Direktur LSM Mutiara Rindang, Kuswanto, M.Pd juga menyampaikan antusiasme terhadap terjalinnya kerja sama ini, khususnya dalam hal pemberdayaan komunitas lokal melalui pendekatan edukatif dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi dengan FKIP UNUSIDA adalah langkah strategis dalam memperluas dampak gerakan literasi mereka.

LSM Mutiara Rindang dikenal sebagai NGO lokal yang telah lama bergerak dalam pengembangan literasi dan pendidikan anak-anak di wilayah Jawa Timur. Salah satu program unggulan mereka adalah Perpustakaan Ramah Anak (PERAN), yang bekerja sama dengan sekolah dasar untuk menciptakan lingkungan baca yang menyenangkan dan inklusif bagi anak-anak.

Program PERAN meliputi penyediaan rak buku berukuran ramah anak, donasi buku cerita berkualitas dan mendidik, pelatihan literasi bagi guru dan pustakawan sekolah, serta endampingan pengelolaan perpustakaan berbasis minat baca.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa peserta FKIP UNUSIDA Mengajar akan terlibat langsung dalam praktik literasi sekolah dan pengembangan perpustakaan berbasis komunitas.

“Kami percaya, kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti FKIP UNUSIDA akan memperkuat misi kami dalam menanamkan budaya baca sejak dini. Mahasiswa sebagai calon guru memiliki peran penting untuk membentuk generasi pembelajar,” pungkasnya. (MY)

Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam dan Pengelolaan Perpustakaan (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa FKIP UNUSIDA Mengajar 2025 Dibekali Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam dan Pengelolaan Perpustakaan

SIDOARJO — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam dan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, selama 2 hari Senin-Selasa (15-16/9/2025) ini dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menghadapi program FKIP UNUSIDA Mengajar Angkatan 2 Tahun 2025,

Workshop ini diikuti oleh mahasiswa semester 7 dari program studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang sudah lulus dalam mata kuliah Micro Teaching untuk mengikuti program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dalam FKIP UNUSIDA Mengajar kali ini.

Ketua Pelaksana, Nurul Aini, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam merancang perangkat pembelajaran yang mendalam serta berorientasi pada pengembangan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Memberikan pemahaman praktis mengenai pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai salah satu penunjang utama dalam proses pembelajaran juga mempersiapkan mahasiswa agar lebih siap dan profesional dalam melaksanakan tugas mengajar di sekolah-sekolah mitra FKIP UNUSIDA.

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa yang tidak mengikuti workshop ini tidak akan diberangkatkan dalam program FKIP Mengajar Angkatan 2. Karena itu, partisipasi aktif dalam kegiatan ini menjadi syarat penting sebelum terjun langsung ke sekolah mitra.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembekalan wajib. Mahasiswa yang tidak mengikuti workshop ini tidak akan diberangkatkan sebagai peserta FKIP Mengajar Angkatan 2,” tegasnya.

Ketua UPT Perpustakaan UNUSIDA tersebut menjelaskan fokus utama kegiatan ini adalah penyusunan perangkat pembelajaran yang mendalam serta pemahaman praktis tentang pengelolaan perpustakaan sekolah. Ia menyebutkan, workshop menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang keahlian, antara lain Kepala SDN Gelam 1 Sidoarjo, Ninik Fatmawati, S.Pd., M.Pd yang merupakan praktisi pendidikan berpengalaman, Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, M.Pd., yang memberikan materi tentang penyusunan laporan praktik mengajar, perwakilan dari Mutiara Rindang, yang akan menyampaikan materi terkait pengelolaan perpustakaan sekolah.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap secara teori, tetapi juga secara praktik. Mereka dibekali keterampilan menyusun perangkat pembelajaran yang mampu mendorong berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Selain itu, pemahaman tentang pengelolaan perpustakaan menjadi penting karena perpustakaan adalah sumber belajar yang harus dimaksimalkan di sekolah,” terangnya.

Sementara itu, Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya mahasiswa menerapkan seluruh ilmu yang telah diperoleh selama kuliah, khususnya pada mata kuliah Micro Teaching, saat melaksanakan praktik mengajar di lapangan.

“FKIP Mengajar bukan sekadar program akademik, tetapi juga wadah untuk mengasah profesionalisme dan dedikasi sebagai calon guru. Kami berharap kalian benar-benar menerapkan apa yang dipelajari, agar bisa menjadi guru yang mampu membawa perubahan positif di sekolah mitra,” pungkasnya. (MY)

Dewi Sulistiyowati saat Menerima Piagam Penghargaan dalam Yudisium Ke-9 FKIP UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Kisah Dewi Sulistiyowati, Lulusan Terbaik FKIP UNUSIDA Berkat Keteguhan Hati dan Semangat Juang

SIDOARJO – Dewi Sulistiyowati, mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2021 berhasil mencatatkan prestasi membanggakan sebagai lulusan terbaik dalam Yudisium ke-9 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) pada beberapa waktu yang lalu.

Di balik capaian tersebut, tersimpan kisah perjuangan panjang, keteguhan hati, dan pengorbanan demi mewujudkan cita-cita sebagai seorang guru. Dewi sapaan akrabnya, merupakan lulusan SMK jurusan Multimedia tahun 2019.

Namun, ia baru bisa melanjutkan kuliah pada tahun 2021 karena harus bekerja terlebih dahulu selama dua tahun untuk membantu ekonomi keluarga. Dengan latar belakang keluarga sederhana, ayah sebagai kuli bangunan dan ibu sebagai ibu rumah tangga. Dewi menyadari bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk mengangkat derajat keluarga.

“Saya ingin salah satu anak dari keluarga kami berhasil dan dapat mengangkat derajat orang tua. Sudah cukup saya melihat mereka direndahkan oleh lingkungan sekitar,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (20/8/2025).

Cita-citanya menjadi seorang guru membawanya memilih FKIP UNUSIDA, khususnya Program Studi PGSD. Tak heran perolehan IPKnya hampir menyentuh angka 3,92.  Ketertarikannya pada dunia anak dan dukungan dari para dosen serta teman-temannya membuat Dewi terus berjuang meskipun sempat mengalami masa-masa sulit.

Momen terberat dalam hidupnya datang saat ia ditinggalkan oleh ibunda tercinta pada akhir semester enam. Peristiwa itu sempat membuatnya jatuh dan kehilangan semangat. “Saya benar-benar down. Butuh waktu hampir satu tahun untuk kembali bangkit. Namun saya ingat, ibu ingin saya lulus tepat waktu,” kenangnya penuh haru.

Baginya, dukungan serta motivasi dari para dosen dan teman-teman menjadi kekuatan utama untuk bangkit dan menuntaskan studinya. Ia juga membagikan tips untuk tetap fokus kuliah di tengah berbagai tantangan, yakni dengan membagi waktu antara bekerja, mengajar les, dan menyelesaikan tugas kuliah, serta mencari hal sederhana yang dapat menenangkan hati. “Kalau saya pribadi, biasanya cukup dengan minum kopi hitam tanpa gula,” tuturnya.

Dalam proses belajar, Dewi lebih menyukai metode belajar sambil melakukan, sesuai dengan gaya belajar kinestetik-visual yang dimilikinya. Prinsip yang selalu ia pegang ialah mengerjakan setiap tugas sebaik dan semampu mungkin, serta meyakini bahwa setiap orang yang ditemuinya bisa menjadi guru.

Pengalaman paling berharga selama kuliah adalah mendapat kesempatan menjadi penerima KIP Kuliah dan mengikuti program Kampus Mengajar. Program tersebut bahkan menjadi batu loncatan baginya untuk berkarier sebagai guru di SDN Cemengbakalan 1, tempat ia saat ini mengabdikan diri setelah sebelumnya ikut program kampus mengajar di sekolah tersebut.

Materi perkuliahan, seperti teori pembelajaran, pengenalan karakter siswa, hingga metode Teams Games Tournament (TGT), berhasil ia terapkan dalam praktik mengajar di kelas. “Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Di SD tempat saya mengajar, rata-rata siswa bergaya belajar kinestetik, sehingga metode TGT sangat cocok diterapkan,” jelasnya.

Dewi berharap, UNUSIDA terus menjadi kampus yang mencetak lulusan berkualitas dan bermanfaat untuk masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama. Ia juga berkeinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang PPG maupun S2 agar bisa terus mengembangkan kapasitasnya sebagai pendidik.

“Untuk teman-teman yang masih kuliah, tetap semangat. Apapun kondisi kita, apa yang telah kita mulai harus kita tuntaskan. Kuliah tidak akan terasa berat jika kita punya niat dan tekad yang kuat,” pungkasnya.

Suasana Yudisium Ke-9 FKIP UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium Ke-9 FKIP UNUSIDA: Cetak Calon Guru Visioner, Berdampak, dan Berintegritas di Era Digital

SIDOARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-9 dengan tema ‘Mencetak Calon Guru yang Visioner, Berdampak, dan Berintegritas di Era Teknologi Digital’. Kegiatan ini dipusatkan di Jie Poek DW, Jl. Sunandar Priyo Sudarmo, Larangan blok Ruko Royal Palace Larangan BlokN9-12 dan Blok M15-18, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (12/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, menyampaikan bahwa Yudisium ini menjadi momen penting bagi para lulusan untuk meneguhkan peran sebagai pendidik yang tak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi dan menjadi teladan di tengah masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang lebih luas bagi bangsa, agama, dan masyarakat.

“Mulai detik ini, kalian sudah bisa menggunakan gelar S.Pd di belakang nama. Tetapi lebih dari itu, ilmu yang telah kalian raih adalah awal dari proses pengabdian. FKIP memiliki peran strategis membentuk generasi penerus bangsa, bukan hanya dibekali pengetahuan akademis dan keterampilan pedagogis, tetapi juga nilai akhlak mulia dan karakter islami yang menjadi ciri khas lulusan Nahdlatul Ulama,” jelasnya saat menyampaikan sambutan.

Ia menyoroti besarnya tanggung jawab guru di era modern, terlebih dengan banyaknya contoh negatif di lingkungan sosial yang terekam dalam budaya populer. Ia mengingatkan bahwa guru harus menjadi teladan yang memberi arah moral bagi peserta didik.

Oleh karena itu, Fatkul Anam menekankan tiga hal penting ketika menjadi seorang pendidik nantinya. Pertama, jadilah pendidik yang besar. Guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi pembentuk akhlak dan legenda kejujuran serta keteladanan.

Yang kedua, teruslah belajar sepanjang hayat. Dunia pendidikan dan teknologi terus berkembang. Guru sejati adalah mereka yang tidak berhenti mengasah kompetensi dan mengikuti perkembangan zaman.

Ketiga, teruslah menebarkan manfaat di manapun berada. Sebab, keberhasilan sejati seorang pendidik tidak diukur dari gelar atau jabatan, tetapi dari seberapa besar ia memberi manfaat dan menginspirasi orang lain. Ia berharap, lulusan FKIP UNUSIDA siap menjadi guru visioner yang berdampak positif, menjunjung tinggi integritas, dan mampu beradaptasi di tengah arus teknologi digital.

“Keberhasilan kalian diukur dari sejauh mana anak-anak, keluarga, dan masyarakat dapat meneladani apa yang kalian lakukan. Mari jadikan momen ini sebagai pijakan untuk menembus batas dan menjadi pendidik yang mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I memberikan motivasi mendalam kepada peserta yudisium. Menurutnya, kesuksesan dalam dunia pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan akademis, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan hidup berdampingan dengan masyarakat.

“Sejauh mana Anda bisa mengikuti perkembangan dan mampu hidup berdampingan dengan masyarakat, saat itulah Anda akan menemukan hal-hal yang sebelumnya tak pernah terbayangkan. Justru dari sanalah kesuksesan akan hadir, di tengah ketatnya kompetisi dunia pendidikan,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sidoarjo tersebut juga mengingatkan pentingnya kreativitas dan semangat pengabdian. Ia menekankan pesan Ketua BPP UNUSIDA bahwa di manapun berada, lulusan harus memiliki niat hikmah kepada jami’ah (lembaga) dan berkomitmen mengembangkan agama.

Ia membagikan pengalamannya yang berawal dari guru ngaji hingga kini dipercaya menjadi Sekretaris BPP UNUSIDA. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian dan pengalaman adalah bekal penting untuk menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan.

“Kalau kita berhikmat, insyaallah rezeki akan datang, bukan kita yang mengejar rezeki. Jadilah guru yang menjaga nama baik profesi, bermanfaat bagi lingkungan, dan terus menebar kebaikan. Bahkan jika tak menjadi guru formal, Anda bisa menjadi guru ngaji, pelatih, atau pendidik dalam bentuk lainnya,” pesannya.

Yudisium ke-9 FKIP UNUSIDA ini diakhiri dengan penyerahan SK kelulusan dan ucapan selamat kepada seluruh peserta. Para calon lulusan diharapkan tidak hanya menjadi pendidik yang cakap di bidangnya, tetapi juga menjadi insan yang visioner, berdampak positif bagi masyarakat, serta menjunjung tinggi integritas di era teknologi digital. (MY)

Mahasiswa UNUSIDA Raih Gold Winner di Kompetisi Internasional di Turki (Foto: Humas Unusida)

Mahasiswa UNUSIDA Raih Gold Winner dalam Kompetisi Internasional di Turki

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) di kancah internasional. Tim gabungan dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berhasil meraih predikat Gold Winner dalam ajang 1 IDEA 1 World International Innovation, Design, and Startup Competition 2025 yang diselenggarakan di Ankara, Turki, pada 25–26 April 2025 lalu.

Tim yang terdiri dari Muhammad Tegar Kurniawan (Informatika), Ismialifatarbiyah (Desain Komunikasi Visual), Afifahtur Rachmadina (Pendidikan Bahasa Inggris), Aininna Halizah Rahma (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dan Irwan Febriansyah (Sistem Informasi) ini mengusung proyek inovatif berjudul IoTConnect: A Smart City Social Media Platform for Real-Time Sensor-Based Updates.

Dosen pembimbing UNUSIDA, Arda Surya Editya, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Ia berharap agar prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui teknologi.

“Keberhasilan ini berkat kolaborasi mahasiswa dari lintas disiplin ilmu. Sehingga mampu menciptakan solusi cerdas untuk masa depan kota yang lebih informatif dan responsif,” kata Arda.

Dekan FILKOM UNUSIDA tersebut menambahkan bahwa inovasi ini sejalan dengan prinsip open government dan smart governance yang menekankan pentingnya transparansi data dan kolaborasi antara pemerintah dan warganya.

“Keterbukaan informasi berbasis teknologi ini menjadi kunci dalam membangun kota yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan warganya,” tandasnya.

Sementara itu, ketua tim, Muhammad Tegar Kurniawan menjelaskan, proyek ini menawarkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan sensor-sensor kota dengan platform media sosial untuk memberikan pembaruan informasi secara real-time kepada masyarakat. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi publik dan responsivitas pemerintah dalam pengelolaan kota pintar.

Tegar sapaan akrabnya mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan tim UNUSIDA dalam kompetisi ini. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa UNUSIDA juga memiliki potensi dalam mengembangkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global. Selain itu, prestasi ini juga menjadi bukti komitmen UNUSIDA dalam mendorong inovasi dan kolaborasi lintas disiplin ilmu di kalangan mahasiswa.

“Terima kasih kepada dosen pembimbing Arda Surya Editya. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi untuk terus berkarya dan berinovasi,” katanya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (23/5/2025).

Tegar menerangkan, inovasi ini memungkinkan berbagai sensor, seperti pendeteksi kualitas udara, kebisingan, suhu, hingga sensor banjir. Yang kemudian dapat mengirimkan data secara otomatis ke sebuah dashboard digital yang terhubung dengan akun media sosial resmi pemerintah daerah. Informasi ini kemudian dipublikasikan dalam bentuk notifikasi cepat, peta visual, atau peringatan dini yang bisa diakses oleh warga secara langsung melalui media sosial seperti Twitter, Instagram, atau WhatsApp Business.

“Kami ingin mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemantauan kondisi kota. Sekaligus memberikan alat bantu bagi pemerintah agar bisa merespons lebih cepat terhadap situasi darurat atau perubahan kondisi lingkungan,” ujarnya

Melalui pendekatan yang mengandalkan sistem digital ini, ia dan tim tidak hanya berfokus pada pemantauan pasif. Tetapi juga membuka ruang partisipatif bagi masyarakat. Warga bisa memberikan umpan balik, melaporkan kondisi di lapangan, dan berdiskusi langsung melalui kanal digital yang disediakan.

“Kita sebagai mahasiswa, mencoba turut serta dalam pembangunan daerah. Menjadi pionir dalam mendorong penggunaan teknologi secara inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (MY)