Pos

Sekretaris Prodi Akuntansi UNUSIDA Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., saat memberikan hadiah bagi pemenang Himaksi Badminton Cup 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Akuntansi UNUSIDA Sukses Gelar Badminton Cup 2026, Jadi Wadah Kompetisi Sehat Pelajar se-Jawa Timur

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar HIMAKSI Badminton Cup 2026 kategori pemula dan remaja se-Jawa Timur di GOR Badminton Langgeng Jaya, Sidoarjo, Sabtu–Ahad (17–18/10/2026).

Turnamen ini mempertandingkan empat kategori, yakni ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan tunggal putra. Ajang tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, serta berkompetisi secara sehat dalam bidang olahraga bulu tangkis.

Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely, menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah, khususnya dalam menjangkau pelajar sebagai calon mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan UNUSIDA dan Program Studi Akuntansi kepada masyarakat luas melalui kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.

Selain itu, HIMAKSI Badminton Cup 2026 menjadi sarana bagi anggota organisasi mahasiswa (ormawa) untuk meningkatkan keterampilan nonakademik atau soft skills. Mulai dari manajemen acara, kepemimpinan, kerja sama tim, pencarian sponsor, hingga kemampuan menyelesaikan berbagai tantangan selama pelaksanaan kegiatan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan potensi dan prestasinya. Kami juga ingin mengajak generasi muda menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga, mengurangi ketergantungan pada gawai, serta menjauhi pergaulan negatif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penyelenggaraan aktivitas olahraga yang bermanfaat bagi generasi muda.

“Kompetisi ini menjadi agenda rutin kami untuk terus menghadirkan program kreatif, kompetitif, dan bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berkarakter,” jelasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, turut memberikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras pengurus HIMAKSI yang mampu menyelenggarakan turnamen dengan melibatkan peserta dari luar kampus.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi organisasi, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan mengelola kegiatan berskala eksternal.

Kemandirian mahasiswa dalam merancang konsep kegiatan, mengupayakan pendanaan, membangun jejaring, hingga melaksanakan acara menjadi pengalaman berharga yang dapat menunjang kesiapan mereka menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

“Semoga melalui HIMAKSI Badminton Cup 2026 ini semakin banyak mahasiswa yang berani berinovasi dan menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata. Ajang ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet muda berprestasi di Jawa Timur,” harapnya.

Berikut daftar juara berdasarkan hasil kompetisi yang tercantum dalam dokumen penyelenggara.

1. GRI

  • Juara 1: Ainun Azizah + Aisyah Yusito Zifana

  • Juara 2: Adelia Dwi Putri Hariyanto + Mariatul Qibtiah

  • Juara 3: Ersya Pricilla Putri + Naura Windy Khairunnisa

  • Juara 3: Ayasha Machiko Lituhayu Albasia + Shafa Nur Ramadhani

2. GRA

  • Juara 1: Mochammad Akbar Bahi Ibrahim + Yudhistira Aditya Rafa

  • Juara 2: Maulud Cesar Aya Rabbany + Ricardo Yoga Pamungkas

  • Juara 3: Nohan Arya Saputra + Restu Muhammad Singgih

  • Juara 3: Moch Ferry Adliyansyah + Nurul Rahman

3. GRC

  • Juara 1: Tsabitha Aurel Hertanto + Mohammad Al Rubby Bahy

  • Juara 2: Ananda Philip R + Queena Qonita Altair

  • Juara 3: Pandhita Rafif Raditya Anwar + Shafa Nur Ramadhani

4. TRA

  • Juara 1: M. Al Rubby Bahy

  • Juara 2: Pandhita Rafif R A

  • Juara 3: Tanazzul Kenzo Jibril

  • Juara 3: Airlangga Wiradhana

5. GPI

  • Juara 1: Damaris Kayla Widagdo + Vallen Esa Maulinda

  • Juara 2: Bintang Raisa Fahrani + Nadhila Dzakirotul Faizzah

  • Juara 3: Ails yah Alif Kanaya + Aisyah Bilqis Prisanita Assyfa

  • Juara 3: Azza Amira Mecca + Syafira Rahma Wardani

6. GPA

  • Juara 1: Ahmad Haikal A + Deva Dhamara Septiyano Adithian Vasu

  • Juara 2: Arjuna Arya Putra + Muhammad Bimasakti Djuking Bawana

  • Juara 3: Kenzo Arsakha Mahardika + Reno Diar Aryananda

  • Juara 3: Al mair Gilbert Harry Darvesh + Gamaliel Rapha Santoso

7. GPC

  • Juara 1: Almair Gilbert Harry Darvesh + Aurelia Charn Lebertina Bekak

  • Juara 2: Bilfaqih Rey Alteza + Maritza Akma Labibah

  • Juara 3: Nizam Haidar Alfauzi + Bintang Raisa Fahrani

  • Juara 3: Asyraf Faris Alfarizi + Damaris Kayla Widagdo

8. TPA

  • Juara 1: Krisna Huda Athaillah

  • Juara 2: M. Rakha Al Fahri

  • Juara 3: Naufal Fadhila M

  • Juara 3: Puncak Banyu Lazuardi

pengurus KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA Resmi Dilantik oleh Wakil Rektor 2 UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd. (Foto: Humas UNUSIDA)

Pengurus KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA 2026–2027 Resmi Dilantik, Perkuat Demokrasi Kampus Berintegritas

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan pelantikan pengurus Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Mahasiswa (Bawaslu-M) periode 2026–2027 di Hall Lantai 5 UNUSIDA, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru dalam mengemban amanah sekaligus memperkuat praktik demokrasi yang berintegritas dan bertanggung jawab di lingkungan kampus.

Ketua pelaksana, Fahrul Syah Alam, menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mempersiapkan pengurus baru agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi dengan baik.

Ia menegaskan, pelantikan tersebut merupakan langkah awal dalam mengembangkan amanah demi terwujudnya demokrasi kampus yang menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, Fahrul menyampaikan terima kasih kepada pimpinan universitas, pihak terkait, Presiden Mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia juga mengapresiasi kerja sama dan kontribusi seluruh panitia dalam mempersiapkan acara pelantikan.

“Demokrasi kampus harus dapat menjadi ruang pembelajaran bagi lahirnya pemimpin mahasiswa yang amanah, berintegritas, dan mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan universitas,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, dalam sambutannya menekankan pentingnya kejujuran, keikhlasan, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilihan mahasiswa.

Menurutnya, pengurus KPU-M dan Bawaslu-M yang baru diharapkan mampu membawa suasana demokrasi kampus yang lebih segar, jujur, serta berorientasi pada kepentingan bersama.

“Harus ada kejujuran, ada keikhlasan untuk bekerja dan mengabdi kepada kampus. Untuk itu, kepengurusan yang baru ini diharapkan bisa membawa angin demokrasi yang lebih segar, lebih berkomitmen, dan lebih jujur di kampus yang kita cintai,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa KPU-M memiliki peran penting dalam menyelenggarakan proses pemilihan pemimpin mahasiswa. Sementara itu, Bawaslu-M bertugas mengawasi jalannya proses demokrasi agar berlangsung sesuai dengan prinsip dan ketentuan yang berlaku.

Dr. Ana juga mengingatkan agar seluruh pengurus menghindari praktik-praktik yang dapat mencederai nilai demokrasi, termasuk upaya memengaruhi pilihan melalui pendekatan yang tidak semestinya.

Menurutnya, hal-hal yang terlihat sederhana sekalipun perlu menjadi perhatian agar proses pemilihan mahasiswa tetap berlangsung secara jujur, adil, dan transparan.

“Jangan sampai hal-hal kecil yang dapat mencederai demokrasi itu terjadi. Kita ingin mahasiswa UNUSIDA benar-benar belajar berdemokrasi dengan baik,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Ana turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus KPU-M dan Bawaslu-M periode sebelumnya atas pengabdian yang telah diberikan. Ia juga mengucapkan selamat bertugas kepada kepengurusan periode 2026–2027.

“Kami harap, pelantikan ini menjadi awal bagi penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan di UNUSIDA. Melalui peran KPU-M dan Bawaslu-M, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan integritas dalam praktik organisasi,” pungkasnya.

Mahasiswa UNUSIDA mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yg diselenggarakan Pemkab Sidoarjo. (Foto: Humas UNUSIDA)

Hari Kesaktian Pancasila: Saatnya Mahasiswa Menghidupkan Nilai, Bukan Sekadar Menghafalnya

SIDOARJO — Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober bukan semata-mata momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa. Bagi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), peringatan ini juga dapat menjadi ruang refleksi tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila tetap relevan di tengah tantangan kehidupan generasi muda saat ini.

“Bagi saya, Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar mengenang peristiwa 1965, tetapi menjadi bahan refleksi. Pancasila dulu bertahan karena dijaga bersama. Sekarang tantangannya berbeda, bukan lagi sekadar pemberontakan, tetapi juga sikap apatis, intoleransi, dan korupsi,” ungkap Nelly seorang mahasiswi UNUSIDA, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menghafalkan lima sila. Sebagai bagian dari generasi muda, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk memahami, mengkritisi, dan mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau ada praktik yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila, kita harus berani mengkritisi. Kesaktian Pancasila baru benar-benar terbukti kalau nilainya hidup dalam perilaku kita, bukan hanya dibacakan saat upacara,” ujarnya.

Pengamalan tersebut, lanjutnya, tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Lingkungan kampus justru menjadi tempat paling dekat untuk membangun karakter yang sesuai dengan nilai Pancasila.

Salah satunya adalah menjaga kejujuran dalam proses akademik. Tidak menyontek, tidak melakukan plagiarisme, serta mengerjakan tugas dengan kemampuan sendiri merupakan bentuk sederhana dari membangun integritas. Kejujuran menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang adil dan bertanggung jawab.

“Mulai dari hal yang paling dekat. Jujur ketika mengerjakan tugas dan ujian, tidak menyontek atau melakukan plagiarisme. Integritas itu pondasi keadilan,” jelasnya.

Selain kejujuran, mahasiswa juga perlu membangun budaya berdiskusi dan bermusyawarah. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan kampus. Namun, perbedaan tersebut semestinya tidak menjadi alasan untuk merasa paling benar ataupun merendahkan pandangan orang lain.

Begitu pula dalam pergaulan. Mahasiswa dituntut untuk tidak memilih-milih teman berdasarkan suku, agama, maupun latar belakang organisasi. Lingkungan kampus yang beragam dapat menjadi ruang untuk belajar menghargai perbedaan sekaligus membangun persaudaraan.

“Kalau di kampus saja kita bisa belajar adil dan terbuka, nanti ketika terjun ke masyarakat kita sudah terbiasa menghadapi perbedaan dengan sikap yang dewasa,” tuturnya.

Ia juga menilai bahwa generasi muda yang mencerminkan nilai Pancasila bukan selalu mereka yang melakukan sesuatu dalam skala besar. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar, keberanian bersikap dengan tetap menghormati perbedaan, serta kemauan untuk berkontribusi sesuai bidang masing-masing juga merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila.

“Tidak harus yang besar-besar. Yang penting konsisten dan bermanfaat bagi orang lain,” katanya.

Pada akhirnya, Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat bahwa mencintai Indonesia tidak cukup hanya dengan mengucapkan rasa bangga sebagai warga negara. Kebanggaan tersebut perlu dibuktikan melalui tindakan nyata, dimulai dari lingkungan terdekat.

“Jangan hanya bangga menjadi orang Indonesia, tetapi buktikan melalui tindakan. Pancasila akan benar-benar sakti kalau kita sebagai generasi muda mau menghidupkan nilainya setiap hari, mulai dari lingkungan terdekat,” tuturnya.

Baginya, Pancasila bukan sekadar materi yang dipelajari di ruang kelas atau lima sila yang dihafalkan. Ia menjadi nilai yang diuji melalui kejujuran, kepedulian, sikap menghargai perbedaan, keberanian menyampaikan pendapat, serta kemauan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

“Selamat Hari Kesaktian Pancasila. Saatnya nilai Pancasila hidup dalam tindakan,” pungkasnya.

Suasana pembukaan Festival Banjari UKM Religi Nahdlatus Syubban UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UKM Religi Nahdatus Syubban UNUSIDA Sukses Gelar Festival Albanjari Se-Jawa Timur 2026

SIDOARJO — UKM Religi Nahdatus Syubban Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar Festival Albanjari Se-Jawa Timur 2026 di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Komplek Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang diikuti oleh puluhan grup banjari dari berbagai daerah di Jawa Timur ini mengusung tema “Menggema Berselawat, Menyatukan Generasi dalam Harmoni Islam.”

Ketua Pelaksana, Muhammad Zahidan, menyampaikan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar kelompok banjari, mengembangkan kreativitas generasi muda, serta menumbuhkan kecintaan terhadap selawat dan seni musik Islami.

“Festival Albanjari Se-Jawa Timur 2026 ini kami selenggarakan sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiah sekaligus melestarikan tradisi seni Islami yang menjadi bagian dari khazanah budaya Nahdlatul Ulama. Melalui kegiatan ini, generasi muda dapat terus berkarya dan berselawat bersama,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme peserta yang sangat tinggi pada pelaksanaan tahun ini. Tercatat sebanyak 26 grup banjari dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur turut berpartisipasi dalam festival tersebut.

“Alhamdulillah, pelaksanaan festival tahun ini mendapatkan sambutan yang luar biasa. Sebanyak 26 peserta telah ikut berpartisipasi dan menunjukkan semangat yang tinggi dalam melestarikan seni selawat,” tambahnya.

Atas nama panitia, Zahidan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik kepada panitia maupun peserta. Kepada seluruh peserta, kami ucapkan selamat mengikuti Festival Albanjari Se-Jawa Timur 2026. Tampilkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan yang paling utama, jadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk berselawat, bersilaturahmi, serta mempererat ukhuwah Islamiah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum UKM Nahdatus Syubban, Muhammad Habib Ali Dimyati, menyampaikan bahwa generasi muda saat ini masih memiliki kepedulian besar terhadap tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang diwariskan oleh para ulama dan Wali Songo. Ia berharap semangat berselawat, persaudaraan, dan pelestarian tradisi Islam Nusantara terus tumbuh di kalangan generasi muda, sehingga nilai-nilai Aswaja tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

“Generasi muda hari ini masih tidak melupakan tradisi Islam Nahdlatul Ulama, terutama nilai-nilai Aswaja. Tradisi yang diwariskan oleh Wali Songo, salah satunya melalui penggunaan alat-alat musik tradisional dalam seni banjari, harus terus dilestarikan. Festival Albanjari ini menjadi bukti bahwa generasi muda tetap mencintai dan menjaga tradisi Aswajanya,” ungkapnya.

Pada penutupan acara, panitia mengumumkan para pemenang Festival Albanjari Se-Jawa Timur 2026. Grup Al Irfan Malang berhasil meraih predikat Terbaik 1, disusul Santri Wako Mojokerto sebagai Terbaik 2, dan JDFI Firqotun Nujum Malang sebagai Terbaik 3. Adapun penghargaan Best Vokal diraih oleh GPS Sholawat Sidoarjo, sedangkan Best Aransemen diraih oleh Nur Syafa’ah Mojokerto.

Stefanny Imelda saat menjadi narasumber dalam Seminar Public Speaking FE UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA Dibekali Strategi Personal Branding dan Teknik Sukses Interview Kerja

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Seminar Public Speaking bertajuk ‘Stand Out from the Crowd: Seni Membangun Personal Branding lewat CV dan Sesi Interview’ di Auditorium Lantai 5 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Seminar menghadirkan praktisi sekaligus trainer pengembangan diri, Stefanny Imelda, yang membagikan berbagai strategi membangun personal branding, menyusun curriculum vitae (CV) yang menarik, hingga teknik menghadapi sesi wawancara kerja agar mampu tampil percaya diri dan unggul di tengah persaingan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Muhafidhah Novie, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan komunikasi dan personal branding merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa selain kemampuan akademik.

“Yang harus kita lakukan adalah membangun mental dan personal branding. Faktor komunikasi ini sangat penting karena ketika mahasiswa menjalani PKL maupun memasuki dunia kerja, hambatan yang paling banyak ditemui adalah kemampuan komunikasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan berbagai survei dan masukan dari para pemangku kepentingan (stakeholder), lulusan perguruan tinggi umumnya masih perlu meningkatkan kemampuan komunikasi agar lebih siap bersaing di dunia profesional. Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk mampu mengaitkan pengalaman organisasi, praktik kerja lapangan, maupun kegiatan selama kuliah sebagai bukti kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Beberapa stakeholder juga menyampaikan bahwa salah satu kekurangan lulusan adalah di aspek komunikasi. Bahkan ketika sudah diterima bekerja, mereka masih perlu dipoles lagi, terutama dalam menghadapi pelanggan, menyelesaikan komplain, dan berkomunikasi secara profesional, khususnya di perusahaan yang bergerak di bidang jasa,” tambahnya.

Karena itu, menurutnya, seminar ini menjadi bekal penting agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu membangun citra diri yang positif melalui komunikasi yang efektif.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Muhafidhah Novie juga mengapresiasi narasumber Stefanny Imelda yang dinilai memiliki pengalaman luas sebagai pembicara dan mentor di bidang pengembangan diri. Melalui seminar ini, ia berharap mahasiswa memiliki bekal yang lebih matang dalam membangun personal branding, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mampu menghadapi proses rekrutmen kerja dengan percaya diri sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia profesional.

“Beliau sudah luar biasa. Saya melihat kiprahnya melalui berbagai media sosial maupun kegiatan pelatihan. Kiprahnya sudah di level nasional, bahkan saya yakin ke depan akan semakin berkembang hingga tingkat internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Stefanny Imelda menjelaskan bahwa proses wawancara kerja memiliki porsi yang sangat besar dalam menentukan diterima atau tidaknya seorang pelamar.

“Nilai akademik yang tinggi belum tentu menjadi faktor utama diterima bekerja. Interview adalah penentunya. Pintar di kelas belum tentu pintar dalam bekerja, sehingga kemampuan menghadapi interview harus benar-benar dipersiapkan,” jelasnya.

TV Presenter JTV tersebut menekankan bahwa persiapan wawancara tidak dapat dilakukan secara mendadak. Menurutnya, setiap kandidat harus memahami diri sendiri, mengenali kemampuan yang dimiliki, serta mampu menunjukkan karakter positif kepada perusahaan.

“Interview menjadi cara HRD untuk menilai apakah seseorang mengenal dirinya sendiri, memahami kompetensinya, memiliki loyalitas, dan mampu bekerja sama dengan tim,” katanya.

Stefanny juga membagikan strategi dalam menjawab pertanyaan yang paling sering muncul saat wawancara, seperti “Coba perkenalkan diri Anda” dan “Mengapa Anda tertarik bergabung di perusahaan ini?”

Menurutnya, banyak pelamar masih menjawab dengan cara yang terlalu umum, seperti menyebutkan nama, usia, atau tempat lahir, padahal informasi tersebut sebenarnya sudah tercantum dalam CV.

“Saat memperkenalkan diri, jangan hanya mengulang data pribadi. Mulailah dengan menjelaskan aktivitas dan fokus yang sedang dijalani saat ini, kompetensi yang dimiliki, serta tujuan karier yang ingin dicapai. Jawaban seperti itu akan lebih menarik perhatian HRD,” paparnya.

International Seminar 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Seminar Internasional, Dorong Mahasiswa Ubah Aktivitas Digital Menjadi Sumber Penghasilan

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar International Seminar 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA. Seminar yang mengusung tema ‘From Scroll to Salary: How Students Earn Passive Income Through Digital Products’ tersebut berlangsung di Hall Gedung A Kampus II UNUSIDA secara hybrid, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Assoc. Prof. Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, serta narasumber nasional Mohammad Zikky, M.T., Wakil Ketua LPT PWNU Jawa Timur. Seminar diikuti mahasiswa UNUSIDA sebagai wadah untuk memperluas wawasan mengenai peluang ekonomi digital dan pengembangan produk digital di era transformasi teknologi.

Presiden Mahasiswa UNUSIDA, Rafly Afandi, mengatakan seminar internasional ini diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus ruang diskusi yang mampu melahirkan inspirasi bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia digital.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut berharap mahasiswa semakin siap menghadapi perkembangan teknologi, mampu beradaptasi dengan dunia digital, serta memiliki semangat untuk menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.

“Seminar ini kami hadirkan sebagai ruang belajar, ruang diskusi, dan ruang inspirasi. Harapannya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat menjawab realitas dunia digital saat ini. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini bisa diterapkan dan dibagikan kepada yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa tema seminar sejalan dengan semangat Harlah ke-12 UNUSIDA, yakni ‘Bersama Bergerak, Nyata Berdampak’. Menurutnya, ilmu yang diperoleh mahasiswa harus mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat.

“Apa yang kita miliki harus berdampak nyata, paling tidak bagi diri kita sendiri sebagai mahasiswa. Jangan sampai ilmu yang kita peroleh hanya berhenti sebagai pengetahuan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tema From Scroll to Salary mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi mampu menghasilkan karya dan produk yang bernilai ekonomi.

“Selama ini kita banyak melakukan aktivitas digital, tetapi belum semuanya menghasilkan manfaat nyata. Harapannya, mahasiswa mampu menciptakan produk digital yang bisa menjadi sumber penghasilan, membantu membiayai pendidikan secara mandiri, bahkan meringankan beban orang tua,” tambahnya.

Dr. Hadi juga membagikan kisah inspiratif mengenai mahasiswa yang mampu memanfaatkan keterampilan digital hingga menghasilkan karya yang diakui dan digunakan oleh perusahaan internasional. Menurutnya, pengalaman tersebut membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi mahasiswa dapat membuka peluang besar apabila terus dikembangkan dengan serius.

Pada kesempatan yang sama, narasumber internasional, Assoc. Prof. Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi, menyampaikan bahwa ekonomi digital telah membuka banyak peluang baru bagi generasi muda. Ia berharap seminar ini dapat memunculkan ide-ide inovatif yang membantu mahasiswa mengembangkan produk digital sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Semoga seminar ini dapat melahirkan ide-ide baru yang mampu membantu perekonomian mahasiswa melalui pengembangan produk digital yang kreatif dan bernilai,” tuturnya.

Suasana Kunjungan Industri 2026 di PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Gelar Kunjungan Industri 2026, Bekali Mahasiswa dengan Pengalaman Dunia Kerja

GRESIK — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Kunjungan Industri 2026 ke Radio Suara Surabaya dan PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV), Informatika, dan Sistem Informasi.

Mengusung konsep learning beyond the classroom, kunjungan industri ini diikuti oleh mahasiswa FILKOM UNUSIDA untuk memperluas wawasan mengenai implementasi ilmu komputer di sektor media dan industri manufaktur.

Di Radio Suara Surabaya, mahasiswa diajak mengenal lebih dekat proses kerja media profesional, mulai dari mekanisme penyiaran, pengelolaan ruang redaksi, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung penyebaran informasi kepada masyarakat.

Sementara itu, di PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk, peserta memperoleh pengalaman mengenai sistem produksi, inovasi, serta manajemen industri manufaktur berskala nasional. Mahasiswa juga diperkenalkan pada penerapan teknologi dalam proses bisnis, pengendalian kualitas produk, hingga budaya kerja yang diterapkan perusahaan.

Selain memperoleh pengetahuan teknis, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja, pengembangan karier, kemampuan adaptasi, serta pentingnya kolaborasi dan inovasi di era transformasi digital.

Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis. Kunjungan industri ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dengan mengenalkan mahasiswa secara langsung pada dunia industri.

“Semoga pengalaman ini menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan lulusan FILKOM UNUSIDA yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.

Melalui kunjungan industri ini, ia terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman, keterampilan, dan kesiapan untuk berkontribusi di dunia profesional.

“Terima kasih kepada Radio Suara Surabaya dan PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk atas sambutan hangat serta kesempatan belajar yang diberikan kepada seluruh peserta. Semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di era digital,” pungkasnya.

Mahasiswa UNUSIDA Mendapatkan Pelatihan Pembuatan Dimsum dan Minuman Kekinian dari Mitra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gandeng Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Gelar Pelatihan Wirausaha Baru

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Pelatihan Wirausaha Baru bagi mahasiswa sebagai upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. Kegiatan yang dilaksanakan di Hall Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (23/6/2026) tersebut berlangsung dengan antusias dan menghadirkan materi praktis yang dapat langsung diterapkan sebagai peluang usaha.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan secara langsung.

Menurutnya, program ini menjadi langkah positif karena mahasiswa kini mulai dilibatkan dalam berbagai program pemberdayaan UMKM yang sebelumnya lebih banyak menyasar masyarakat umum.

“Alhamdulillah, saat ini mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar, menimba ilmu, dan berlatih menjadi seorang wirausaha. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik serta pembinaan manajemen usaha yang dapat menjadi bekal ketika terjun ke dunia bisnis,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa program pelatihan ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Rencananya, akan ada pelatihan lanjutan yang dilaksanakan pada periode Juli hingga September 2026 dengan peserta yang sama guna memperkuat kompetensi kewirausahaan mahasiswa.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Kesempatan seperti ini sangat berharga karena para narasumber yang hadir merupakan praktisi dan pelaku UMKM yang telah berpengalaman di bidangnya,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung mengenai proses pembuatan dimsum dan minuman kekinian yang saat ini banyak diminati oleh kalangan muda. Selain mempraktikkan proses produksi, peserta juga dibekali wawasan mengenai pengemasan produk, strategi pemasaran, hingga manajemen usaha sederhana.

Materi tersebut dipilih karena memiliki peluang pasar yang luas dan modal usaha yang relatif terjangkau, sehingga cocok dijadikan alternatif usaha bagi mahasiswa untuk memperoleh tambahan penghasilan sekaligus melatih jiwa entrepreneur sejak dini.

Novie menyebutkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen UNUSIDA sebagai kampus yang mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang mampu menciptakan peluang usaha baru serta berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami optimistis akan lahir wirausahawan muda dari mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan manajerial yang kuat untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan di masa depan,” pungkasnya.

BEM FE UNUSIDA Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM FE UNUSIDA Gelar Grand Final Duta Ekonomi 2026, Cetak Generasi Cerdas, Kreatif, Inspiratif, dan Berintegritas

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Grand Final Duta Ekonomi 2026 pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema ‘Membentuk Duta Ekonomi Masa Depan yang Cerdas, Kreatif, Inspiratif dan Berintegritas’ ini menjadi puncak rangkaian seleksi yang telah dilalui para finalis melalui berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran, wawancara, karantina, hingga penampilan pada saat grand final.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta keluarga finalis yang memberikan dukungan penuh kepada para peserta. Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026, terpilihnya M. Fadli Rahmadhani Manajemen 2025A dan Lili Itaurrahma Manajemen 2025A sebagai Duta Fakultas Ekonomi 2026.

Gubernur BEM Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Pingkya Angelica Thaufani, dalam sambutannya mengaku bangga dan terharu dapat menyaksikan proses para finalis yang telah berjuang hingga mencapai tahap akhir kompetisi.

“Saya berdiri di sini dengan rasa bangga karena dulu saya juga pernah berproses di tempat ini. Hari ini saya menyaksikan adik-adik yang telah melalui perjalanan panjang mulai dari seleksi, wawancara, karantina hingga grand final. Kalian adalah mahasiswa pilihan yang telah membuktikan komitmen dan kerja kerasnya,” ujarnya.

Ia berharap Duta Fakultas Ekonomi 2026 dapat menjadi generasi yang lebih baik dan mampu melanjutkan prestasi yang telah diraih oleh angkatan sebelumnya.

“Pemilihan Duta Ekonomi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan soft skills mahasiswa. Sebab, generasi muda saat ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, serta kemampuan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa ajang pemilihan duta fakultas merupakan wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa.

“Kompetisi ini sangat bermanfaat karena menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, etika, serta kepemimpinan. Saya melihat para finalis memiliki perubahan yang luar biasa, baik dari sikap, gestur, maupun cara berinteraksi,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, pembina, serta para Duta Fakultas Ekonomi yang selama ini aktif membantu promosi dan pengembangan citra Fakultas Ekonomi melalui berbagai kegiatan dan media sosial.

“Duta Fakultas Ekonomi adalah brand ambassador fakultas. Mereka membawa nama baik Fakultas Ekonomi sekaligus UNUSIDA. Pengalaman yang diperoleh di sini akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja nanti,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh finalis agar tidak hanya menjadikan gelar duta sebagai ajang prestise, tetapi juga sebagai sarana mengembangkan kualitas diri.

Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki mahasiswa di era saat ini.

“Yang paling penting adalah kemampuan berkomunikasi. Bagaimana seseorang mampu menyampaikan gagasan, membangun relasi, dan menunjukkan kualitas dirinya melalui komunikasi yang baik. Itulah yang akan menjadi modal penting dalam kehidupan maupun dunia kerja,” tuturnya.

Ia juga mendorong para finalis untuk terus mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, dan berani tampil sebagai representasi mahasiswa yang mampu membawa perubahan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Semoga Duta Ekonomi nanti mampu menjalankan perannya sebagai representasi fakultas, menjadi agen promosi kampus, serta berkontribusi aktif dalam mendukung berbagai program pengembangan mahasiswa dan institusi di masa mendatang,” pungkasnya.

Beberapa Tangkapan Layar Zoom Meeting saat Webinar Internasional BEM FKIP UNUSIDA (Foto: Istimewa)

BEM FKIP UNUSIDA Gelar International Webinar 2026, Hadirkan Ruang Akademik yang Bedaya Saing Global

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan International Webinar 2026 dengan mengusung tema ‘The Heart of Education: Everyone Can Inspire, Everyone Can Educate’ pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Auditorium Lantai 5 Kampus II UNUSIDA dan daring melalui Zoom Meeting ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Webinar internasional tersebut menghadirkan narasumber inspiratif, yakni Dr. Nico Irawan, M.Pd dan Dr. Hj. Farida Ulvi Naimah, M.H.I. Sementara itu, Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., hadir sebagai keynote speaker yang memberikan pandangan mengenai pentingnya pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dan inspirasi.

Dalam sambutannya, Muawwinatul Laili menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, peserta, mahasiswa, serta panitia yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, tema webinar menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, melainkan hadir dalam setiap aspek kehidupan.

“Pendidikan adalah panggilan hati. Setiap individu memiliki potensi untuk mengajar melalui tindakan, nilai-nilai, dan pengalaman yang dimilikinya. Karena itu, setiap orang dapat menjadi inspirasi dan setiap orang dapat menjadi pendidik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa webinar ini menjadi ruang penting untuk bertukar gagasan, pengalaman, serta inovasi pendidikan yang dapat memperkuat kolaborasi antarpendidik dan akademisi lintas negara. Melalui diskusi yang berlangsung, peserta diharapkan mampu memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya webinar internasional yang diinisiasi oleh BEM FKIP UNUSIDA. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti semangat mahasiswa dalam menghadirkan ruang akademik yang berkualitas dan berdaya saing global.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dekan FKIP beserta jajarannya, serta Ketua BEM FKIP dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan luar biasa ini. Kehadiran lebih dari 280 peserta menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pengembangan pendidikan dan kolaborasi internasional,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hadi Ismanto juga mengajak mahasiswa untuk memaknai pendidikan secara lebih luas. Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal proses belajar mengajar di ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu memberikan inspirasi, teladan, serta menciptakan peluang bagi masyarakat.

“Jantung pendidikan bukan hanya kurikulum, gedung sekolah, atau teknologi pembelajaran, melainkan manusia yang saling menginspirasi dan membimbing satu sama lain. Pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia,” tegasnya.

Ia juga mendorong mahasiswa FKIP untuk berani berinovasi dan mengembangkan jiwa kewirausahaan di bidang pendidikan. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang yang luas bagi para pendidik untuk menciptakan media pembelajaran, platform edukasi, maupun berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki peran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak harus menjadi guru di sekolah, setiap orang dapat berkontribusi sebagai pendidik melalui keteladanan, kreativitas, dan aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

“Semoga kegiatan menjadi wadah untuk memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus menginspirasi mahasiswa FKIP UNUSIDA agar terus berkembang menjadi pendidik yang inovatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era global,” pungkasnya.