HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Forum Tinjau Proposal P2MW 2026, Dorong Inovasi Mahasiswa di Bidang Wirausaha
/in Berita/by UNUSIDA AuthorSIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Progra, Studi (Himaprodi) Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Forum Tinjau Proposal sebagai persiapan mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Kegiatan ini berlangsung secara offline di Auditorium Lantai 5 Kampus II Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Jum’at (13/03/2026).
Dengan mengusung tema ‘Student Innovation for Social and Economics Transformation’, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa UNUSIDA yang telah terbagi dalam beberapa kelompok usaha. Forum ini bertujuan untuk memberikan pendampingan serta evaluasi terhadap proposal bisnis yang akan diajukan dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
Ketua HIMA Manajemen UNUSIDA menyampaikan bahwa forum ini tidak hanya bertujuan membantu mahasiswa dalam penyusunan proposal, tetapi juga membangun kesiapan mental dan konseptual mereka sebelum mengikuti kompetisi kewirausahaan tingkat nasional.
Melalui kegiatan Forum Tinjau Proposal ini, pihaknya berharap mahasiswa dapat mempersiapkan proposal secara lebih matang sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam mengikuti program P2MW.
“Program PM2W ini tidak hanya memberikan dukungan pendanaan bagi usaha mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana untuk mengasah kreativitas, memperkuat kerja sama tim, serta meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam dunia kewirausahaan,” jelasnya.
Dalam sesi pemaparan materi, Jeziano Rizkita Boyas menjelaskan bahwa P2MW merupakan program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis serta merintis usaha sejak di bangku kuliah.
Menurutnya, melalui program ini mahasiswa didorong untuk menjadi lebih kreatif, inovatif, dan berani memulai usaha. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja setelah lulus, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Lulusan perguruan tinggi tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, pemateri kedua, Latifah Irsyadiah, menjelaskan bahwa keberhasilan dalam mengikuti program P2MW dimulai dari pembentukan tim yang solid. Setiap tim harus memiliki pembagian peran yang jelas, mulai dari ketua tim, bagian keuangan, produksi, hingga pemasaran, serta didukung dengan komitmen dan kerja sama yang baik antaranggota.
Ia juga menekankan pentingnya menentukan ide usaha yang inovatif, menarik, memiliki nilai jual tinggi, serta memiliki keunikan yang dapat membedakan produk dari kompetitor dan berpotensi berkembang dalam jangka panjang. Dalam proses penyusunan proposal, mahasiswa juga perlu memperhatikan kesesuaian dengan panduan yang berlaku, berbasis data pasar, serta melibatkan dosen pendamping agar proposal lebih terarah.
“Sebuah produk harus memiliki keunikan yang mampu membedakannya dari kompetitor, sekaligus memiliki peluang untuk berkembang secara berkelanjutan dalam jangka panjang,” terangnya.
Setelah proposal disusun, tim akan melalui berbagai tahapan mulai dari pengumpulan proposal, proses seleksi, pengunggahan ke sistem, hingga menunggu hasil pendanaan. Apabila dinyatakan lolos, tim akan memperoleh dana untuk menjalankan usaha, melakukan pencatatan penggunaan dana secara tertib, serta menyusun laporan perkembangan dan laporan akhir.
Pada tahap selanjutnya, tim juga berkesempatan mempresentasikan perkembangan produknya serta mengikuti kegiatan nasional seperti KMI Expo.










