Pos

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Acara Forum Tinjau Proposal P2MW 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Forum Tinjau Proposal P2MW 2026, Dorong Inovasi Mahasiswa di Bidang Wirausaha

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Progra, Studi (Himaprodi) Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Forum Tinjau Proposal sebagai persiapan mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Kegiatan ini berlangsung secara offline di Auditorium Lantai 5 Kampus II Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Jum’at (13/03/2026).

Dengan mengusung tema ‘Student Innovation for Social and Economics Transformation’, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa UNUSIDA yang telah terbagi dalam beberapa kelompok usaha. Forum ini bertujuan untuk memberikan pendampingan serta evaluasi terhadap proposal bisnis yang akan diajukan dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.

Ketua HIMA Manajemen UNUSIDA menyampaikan bahwa forum ini tidak hanya bertujuan membantu mahasiswa dalam penyusunan proposal, tetapi juga membangun kesiapan mental dan konseptual mereka sebelum mengikuti kompetisi kewirausahaan tingkat nasional.

Melalui kegiatan Forum Tinjau Proposal ini, pihaknya berharap mahasiswa dapat mempersiapkan proposal secara lebih matang sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam mengikuti program P2MW.

“Program PM2W ini tidak hanya memberikan dukungan pendanaan bagi usaha mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana untuk mengasah kreativitas, memperkuat kerja sama tim, serta meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam dunia kewirausahaan,” jelasnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Jeziano Rizkita Boyas menjelaskan bahwa P2MW merupakan program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis serta merintis usaha sejak di bangku kuliah.

Menurutnya, melalui program ini mahasiswa didorong untuk menjadi lebih kreatif, inovatif, dan berani memulai usaha. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja setelah lulus, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Lulusan perguruan tinggi tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Latifah Irsyadiah, menjelaskan bahwa keberhasilan dalam mengikuti program P2MW dimulai dari pembentukan tim yang solid. Setiap tim harus memiliki pembagian peran yang jelas, mulai dari ketua tim, bagian keuangan, produksi, hingga pemasaran, serta didukung dengan komitmen dan kerja sama yang baik antaranggota.

Ia juga menekankan pentingnya menentukan ide usaha yang inovatif, menarik, memiliki nilai jual tinggi, serta memiliki keunikan yang dapat membedakan produk dari kompetitor dan berpotensi berkembang dalam jangka panjang. Dalam proses penyusunan proposal, mahasiswa juga perlu memperhatikan kesesuaian dengan panduan yang berlaku, berbasis data pasar, serta melibatkan dosen pendamping agar proposal lebih terarah.

“Sebuah produk harus memiliki keunikan yang mampu membedakannya dari kompetitor, sekaligus memiliki peluang untuk berkembang secara berkelanjutan dalam jangka panjang,” terangnya.

Setelah proposal disusun, tim akan melalui berbagai tahapan mulai dari pengumpulan proposal, proses seleksi, pengunggahan ke sistem, hingga menunggu hasil pendanaan. Apabila dinyatakan lolos, tim akan memperoleh dana untuk menjalankan usaha, melakukan pencatatan penggunaan dana secara tertib, serta menyusun laporan perkembangan dan laporan akhir.

Pada tahap selanjutnya, tim juga berkesempatan mempresentasikan perkembangan produknya serta mengikuti kegiatan nasional seperti KMI Expo.

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Penyusunan Proposal PPK ORMAWA 2026 (Foto: @himamasda)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Penyusunan Proposal PPK ORMAWA 2026

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar Menyusun Strategi Proposal PPK ORMAWA secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (18/02/2026). Kegiatan ini mengusung tema ‘Student Innovation for Social and Economics Transformation’ dan diikuti oleh anggota organisasi kemahasiswaan (Ormawa) UNUSIDA yang telah terbentuk dalam kelompok untuk mempersiapkan diri mengikuti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) 2026.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Manajemen, M. Mustaqim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa partisipasi dalam PPK ORMAWA merupakan peluang besar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat secara nyata.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan dalam program ini berpotensi menjadi alternatif pengganti kegiatan KKN di masa mendatang, sehingga mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan proposal dengan serius dan optimal.

Sementara itu, Ketua Himaprodi Manajemen, Luqmanul Hakim, mengatakan bahwa kegiatan menunjukkan komitmen HIMA Manajemen UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan serta mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.

“Webinar ini menjadi wadah strategis bagi para anggota Ormawa untuk memahami secara komprehensif pedoman terbaru PPK ORMAWA 2026, mulai dari perencanaan program hingga penyusunan proposal yang sesuai ketentuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, narasumber utama Medya Ayunda Fitri, M.T. yang memaparkan latar belakang PPK ORMAWA 2026 beserta perubahan kebijakan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 hanya terdapat delapan topik utama yang dapat dipilih, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dan setiap topik memiliki deskripsi yang harus diuraikan secara rinci dalam proposal.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami kondisi dan permasalahan desa mitra sebelum merancang program kerja. Peserta juga diberikan arahan teknis penyusunan proposal, di antaranya ketentuan judul maksimal 20 kata agar tetap singkat, padat, dan bermakna, serta penyusunan jadwal kegiatan yang harus mengikuti pedoman resmi agar rencana program lebih terstruktur dan realistis. Dalam proses pemilihan desa mitra, akan dilakukan proses seleksi sehingga tidak diperkenankan adanya kesamaan desa dalam satu universitas guna memastikan pemerataan program.

“Mahasiswa harus memahami terlebih dahulu permasalahan yang ada di desa mitra sebelum merancang program. Program yang disusun harus relevan dengan kebutuhan desa,” jelas Dosen Teknik Kimia tersebut.

Webinar yang berlangsung interaktif ini memberikan pemahaman mendalam bagi anggota Ormawa UNUSIDA dalam menyusun proposal yang sistematis, inovatif, dan kompetitif. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap kelompok mampu merancang program yang tidak hanya memenuhi standar seleksi nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam transformasi sosial dan ekonomi masyarakat desa mitra.

Mahasiswa Dikenalkan Visi dan Misi Program Studi Manajemen oleh Kaprodi dalam MANIFEST 2025 (Foto: Hima Manajemen UNUSIDA)

MANIFEST 2025 Jadi Momentum Pengenalan Visi dan Misi Program Studi Manajemen Kepada Mahasiswa

TRAWAS – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) UNUSIDA memberikan penguatan fundamental kepada mahasiswa baru melalui sesi pengenalan visi dan misi Program Studi Manajemen dalam rangkaian kegiatan yang bertajuk Management Family Establishment (MANIFEST) 2025. Kegiatan yang digelar di Villa Pondok Darul Mutta’allimin, Trawas, Mojokerto pada 20–21 Oktober 2025 tersebut menghadirkan Kepala Program Studi Manajemen, Mustaqim, S.E., M.M sebagai narasumber utama.

Dalam penyampaiannya, Mustaqim menegaskan bahwa Program Studi Manajemen UNUSIDA memiliki visi menjadi prodi unggul yang menghasilkan lulusan berkompeten melalui integrasi keilmuan manajemen bisnis, kewirausahaan, dan nilai-nilai Aqidah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah. Visi tersebut menjadi identitas dan fondasi dalam merancang seluruh kebijakan akademik maupun arah pengembangan karakter mahasiswa.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Prodi Manajemen menerapkan sejumlah strategi, di antaranya:

  • Peningkatan mutu pembelajaran melalui metode pengajaran adaptif, kolaboratif, dan berbasis proyek.

  • Penguatan riset yang berdampak, termasuk fasilitasi publikasi jurnal penelitian dan jurnal pengabdian masyarakat melalui Fakultas Ekonomi.

  • Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) yang berorientasi pada manajemen berkelanjutan serta selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya bidang pertumbuhan ekonomi inklusif dan pekerjaan layak.

Tak hanya itu, Prodi Manajemen juga terus mengembangkan kurikulum yang selaras dengan perkembangan kebutuhan industri dan dunia usaha. Pengembangan tersebut diwujudkan melalui:

  • Pelatihan kepemimpinan dan soft skills manajerial.

  • Penyediaan program sertifikasi kompetensi BNSP untuk meningkatkan daya saing lulusan.

  • Integrasi nilai-nilai keagamaan dan etika profesi dalam seluruh aktivitas akademik dan non-akademik.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teoritis dan praktis, tetapi juga karakter keislaman yang moderat, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Melalui paparan visi dan misi ini, Prodi Manajemen UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang kompeten, moderat, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global. Para mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, menjawab tantangan dunia industri, serta tetap berpegang teguh pada identitas keislaman Nahdlatul Ulama.

“Pengenalan visi dan misi ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengikuti seluruh rangkaian MANIFEST 2025 dan perjalanan akademik mereka di Prodi Manajemen UNUSIDA,” tandasnya.

Hima Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar MANIFEST 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar MANIFEST 2025: Bangun Harmoni, Kreativitas, dan Kepemimpinan Mahasiswa

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan tahunan Management Family Establishment (MANIFEST) 2025 dengan mengangkat tema ‘Manifestasi dalam Harmoni, Menata Langkah dan Mulai Berkreatifitas’. Kegiatan ini digelar pada Kamis–Jumat (20–21/10/2025) di Kampus 2 UNUSIDA dan Villa Pondok Darul Muttaalimin, Selotapak, Trawas, Mojokerto.

Kegiatan MANIFEST 2025 dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif HIMA dalam menghadirkan wadah pengembangan diri bagi mahasiswa Manajemen. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan seperti MANIFEST sangat penting untuk memperkuat kompetensi non-akademik mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi kepemimpinan, kreativitas, problem solving, serta ketahanan mental. Sebab sejalan dengan visi dan misi Program Studi, MANIFEST harus menjadi salah satu proses membentuk mahasiswa Manajemen harus menjadi generasi yang adaptif dan berdaya saing.

“MANIFEST bukan hanya kegiatan penyambutan, tetapi sarana strategis untuk mengasah mental, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan problem solving. Ini adalah bagian dari proses pembentukan mahasiswa Manajemen yang unggul dan adaptif,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda berbobot mulai dari materi Mental Health, Problem Solving, Leadership, hingga pelatihan kerja tim. Kegiatan outdoor di Trawas juga dirancang untuk memperkuat kerja sama, kedisiplinan, dan karakter tangguh mahasiswa. Suasana harmonis dan kolaboratif menjadi ciri khas MANIFEST tahun ini.

Ketua HIMA Manajemen UNUSIDA, Romaldi Jabbar, berharap MANIFEST 2025 dapat menjadi momentum untuk menguatkan rasa kekeluargaan antar-angkatan. Dengan terselenggaranya MANIFEST 2025, Ia berharap tradisi ini dapat terus dilanjutkan sebagai wahana penguatan kapasitas dan karakter mahasiswa, sehingga melahirkan generasi Manajemen UNUSIDA yang kreatif, solutif, dan mampu tampil sebagai pemimpin masa depan.

“Kami ingin seluruh mahasiswa Manajemen semakin solid dan saling mengenal. MANIFEST adalah ruang untuk menata langkah dan mulai berkreativitas bersama. Harmoni dan kebersamaan adalah modal penting untuk membangun organisasi yang kuat,” ungkapnya.

MANIFEST 2025 tidak hanya menghadirkan materi, tetapi juga menjadi ajang pembentukan identitas mahasiswa Manajemen sebagai pribadi yang inovatif, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen HIMA Manajemen dalam mendukung pencapaian visi program studi untuk mencetak mahasiswa yang berdaya saing dan berkarakter.

“Semoga kegiatan ini mampu menjadi tradisi akademik yang konsisten mendorong peningkatan soft skill, karakter unggul, serta solidaritas organisasi, agar mahasiswa Manajemen semakin siap menjadi generasi profesional, kreatif, dan kompetitif di masa depan,” harapnya.

2 Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Torehkan Prestasi Gemilang di Kejurcab IX Pagar Nusa Sidoarjo 2025 1

2 Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Torehkan Prestasi Gemilang di Kejurcab IX Pagar Nusa Sidoarjo 2025

SIDOARJO — Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Cabang IX Pagar Nusa Sidoarjo 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Tenis Indoor GOR Sidoarjo, Jum’at-Ahad (10-12). Dua mahasiswa Program Studi Manajemen berhasil membawa pulang medali dan mengharumkan nama kampus.

Tri Maharani, mahasiswa Manajemen angkatan 2024, sukses meraih Juara 1 Jurus Baku sekaligus dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri Kategori Seni. Sementara itu, Romaldi Jabbar R, mahasiswa Manajemen angkatan 2023, berhasil meraih Juara 3 Tanding Kelas C Dewasa Putra.

Perjuangan dan Tekad Seorang Pesilat Terbaik

Tri Maharani menceritakan awal perjalanannya dalam dunia pencak silat yang berawal dari keinginannya mengikuti jejak sang kakak. Namun, tekad itu sempat terhalang restu orang tua yang tidak mengizinkan putri satu-satunya untuk terjun ke dunia bela diri.

“Saya akhirnya tetap mengikuti pencak silat meskipun berbeda perguruan dengan kakak. Tahun 2019 saya diam-diam ikut kejuaraan seni pencak silat virtual untuk pertama kalinya. Dengan tekad, mental, dan kemampuan finansial yang terbatas, saya berusaha semampunya dan Alhamdulillah meraih juara 3. Dari situ saya membuktikan kepada keluarga bahwa saya bisa berprestasi di pencak silat,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (21/10/2025).

Perjuangannya tidak berhenti di sana. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, terutama menjaga kesehatan dan stamina di tengah padatnya aktivitas.

“Untuk memperoleh gelar pesilat terbaik itu tidak mudah. Saya berlatih rutin dua hingga tiga kali sehari sejak 2019 hingga 2025,” ungkapnya.

Selain sebagai mahasiswa, ia juga aktif bekerja dan menjadi pelatih silat bagi siswa-siswi di sekolah.

“Mengatur waktu kuliah, kerja, dan latihan bukan hal mudah. Pagi kuliah, siang mengajar pencak silat, malam latihan. Tapi dari situ saya belajar menjadi pribadi yang profesional,” jelasnya.

Rani mengaku tak menyangka berhasil membawa pulang gelar Pesilat Terbaik Putri, apalagi bersama 100 atlet binaannya yang semuanya juga berhasil meraih juara.

“Ini bukan sekadar tentang menjadi juara, tetapi tentang kerja keras, dedikasi, dan ketekunan. Kemenangan ini saya persembahkan untuk keluarga, pelatih, dan UNUSIDA yang selalu mendukung kami,” tuturnya.

Bagi Tri, kemenangan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga wujud nyata nilai-nilai Nahdlatul Ulama yang menekankan kesederhanaan, kerja keras, dan kepedulian sosial. Ia berharap prestasinya dapat menginspirasi mahasiswa UNUSIDA lainnya untuk terus berproses dan mengembangkan potensi diri.

Romaldi Jabbar: Menang dengan Sportivitas dan Disiplin

Sementara itu, Romaldi Jabbar R, peraih Juara 3 Tanding Kelas C Dewasa Putra, juga mengakui bahwa perjalanan menuju podium tidak mudah.

“Perjalanan ini memerlukan proses panjang, mulai dari latihan rutin, menjaga kedisiplinan, hingga menghadapi tantangan fisik dan mental. Setiap pertandingan memberi pengalaman berharga, bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana menghargai proses,” jelasnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Program (Himaprodi) Manajemen tersebut, menekankan pentingnya keseimbangan antara fisik, mental, dan spiritual dalam menghadapi kompetisi.

“Saya menjaga pola makan, istirahat cukup, banyak berdoa, dan menjaga niat. Mental itu penting, karena di arena yang diuji bukan hanya tenaga, tapi juga ketenangan,” katanya.

Baginya, sportivitas adalah nilai utama seorang pesilat. “Kemenangan sejati bukan hanya soal skor, tapi bagaimana kita menghormati lawan. Nilai-nilai seperti disiplin, hormat, dan tanggung jawab yang saya pelajari dari pencak silat juga saya terapkan di kehidupan kampus,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jabbar berpesan kepada seluruh mahasiswa UNUSIDA agar tidak takut mencoba dan terus berproses.

“Prestasi itu bukan hanya hasil, tapi perjalanan. Setiap orang punya jalannya masing-masing, yang penting tetap rendah hati dan terus belajar,” tutupnya.

Kemenangan dua mahasiswa ini menjadi bukti bahwa UNUSIDA tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berprestasi di bidang olahraga dan seni bela diri. Semangat juang, disiplin, dan kerja keras yang ditunjukkan Tri Maharani dan Romaldi Jabbar menjadi inspirasi bahwa mahasiswa santri NU mampu bersaing dan berprestasi di tingkat daerah maupun nasional. (MY)

HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar Pagar Nusa Championship Vol. 2 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar Pagar Nusa Championship Vol. 2

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Pagar Nusa Championship Vol. 2 dengan mengusung tema ‘Seni dalam Kendali: Menjaga Tradisi Mewujudkan Prestasi’. Kejuaraan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (24–25/9/2025) di GOR Serbaguna Sidoarjo dan diikuti puluhan kontingen dari berbagai daerah.

Perwakilan Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sidoarjo, Muhammad Khoiri, yang memberikan apresiasi tinggi kepada panitia. Ia menegaskan bahwa terselenggaranya event ini adalah buah dari komitmen dan semangat yang luar biasa, meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan.

“Kami bangga dengan kerja keras panitia. Perjuangan ini tidak mudah, tapi semangat dan pengorbanan mereka patut menjadi teladan bagi para atlet dan peserta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kaprodi Manajemen UNUSIDA, M. Mustaqim, S.E., M.M., menyampaikan rasa bangga atas inisiatif mahasiswa menggelar kejuaraan pencak silat berskala besar di luar kegiatan akademik rutin.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antar pesilat, pelatih, dan komunitas Pagar Nusa. Ia berharap, event ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang untuk melahirkan atlet berprestasi sekaligus menjaga tradisi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada HIMA Manajemen yang mampu melaksanakan event ini untuk kedua kalinya. Semoga bisa menjadi agenda berkelanjutan, bahkan berkembang ke edisi berikutnya dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

Kejuaraan ini juga dihadiri Nur Yahya, Dewan Pendekar Pagar Nusa Jawa Timur, serta para pelatih dan pendamping dari berbagai kontingen. Pertandingan digelar dalam berbagai kategori mulai dari Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, hingga Dewasa.

Lebih lanjut, Ketua HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA, Romaldi Jabbar mengungkapkan bahwa persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun, berkat kerja keras panitia, dukungan dari kampus, serta semangat luar biasa para atlet dan pelatih, acara ini bisa berjalan sukses hingga akhir.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, semoga Pagar Nusa Championship berikutnya bisa lebih meriah dan bermanfaat bagi semuanya,” pungkasnya.

Juara Umum Pagar Nusa Championship Vol. 2

  • Juara 1: Padepokan Bina Bangsa Surabaya – 21 Emas, 8 Perak, 11 Perunggu,

  • Juara 2: CR Club – 14 Emas, 6 Perak, 3 Perunggu,

  • Juara 3: Harmoni Club – 5 Emas, 4 Perak, 3 Perunggu. (MY)

Flyer Romaldi Jabbar, Juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Bela Negara Cup 2025 Tingkat Jawa Timur (Foto: istimewa)

Romaldi Jabbar, Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Raih Juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Bela Negara Cup 2025 Tingkat Jawa Timur

Sidoarjo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Romaldi Jabbar Rohmansyah, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Bela Negara Cup 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kejuaraan bergengsi yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah ini menjadi tantangan tersendiri bagi Jabbar, sapaan akrabnya. Meski bersyukur atas pencapaian tersebut, ia tidak menampik adanya rasa kecewa karena belum berhasil meraih juara pertama.

“Perasaannya pasti senang, tapi juga ada sedihnya karena belum bisa top satu. Tapi ini jadi motivasi buat lebih baik lagi ke depan,” ungkapnya, Jum’at (25/7/2025).

Jabbar mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kejuaraan ini bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara, tetapi lebih kepada menambah jam terbang di dunia non-akademik, terutama dalam bela diri yang telah ditekuninya sejak SMP. Sebelumnya, ia juga pernah meraih Juara 1 dan Juara 3 dalam kejuaraan saat duduk di bangku SMA.

Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Prodi Manajemen tersebut mengaku persiapan menuju kejuaraan ini diakuinya cukup berat. Banyak peserta merupakan perwakilan dari institusi besar, termasuk dari jajaran kepolisian.

“Yang ikut kebanyakan dari Kapolda, jadi persaingan ketat banget. Tapi saya terus berusaha, yakin, dan yang penting nggak lupa berdoa,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan salah satu momen paling berkesan baginya adalah suasana kekeluargaan yang terasa meski sedang berlaga di atas gelanggang.

“Yang paling berkesan itu ketika di atas gelanggang kita jadi lawan, tapi setelah selesai pertandingan, kita saling bersahabat. Itu nilai yang keren dari pencak silat,” tutur Jabbar.

Sebagai mahasiswa, Jabbar meyakini bahwa peran generasi muda sangat penting dalam melestarikan budaya bela diri tradisional seperti pencak silat.

“Caranya dengan terus ikut event dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya silat. Bukan hanya soal bertanding, tapi juga menjaga identitas budaya bangsa,” jelasnya.

Jabbar berpesan agar terus semangat menjalani proses. Menurutnya, mahasiswa UNUSIDA juga memiliki potensi dan peluang yang sama untuk bersaing meraih prestasi. Capaiannya kali ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNUSIDA tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkontribusi di ranah budaya dan olahraga, khususnya dalam melestarikan seni bela diri pencak silat di tingkat regional maupun nasional.

“Jalan untuk berkembang itu luas. Nggak harus jadi juara dulu, yang penting terus berproses dan semangat,” tuturnya.

Ke depan, ia bertekad masih ingin terus mengikuti kejuaraan-kejuaraan lainnya. Namun, keterbatasan ekonomi kadang menjadi kendala yang harus ia hadapi. Meski begitu, semangatnya tak surut.

“Keinginan ikut event itu selalu ada, tapi kadang terhalang biaya. Tapi saya akan terus cari cara dan jalan supaya tetap bisa ikut dan berkembang,” pungkasnya. (MY)

Seminar Nasional Gen-Z Preneur 2025 HIMA Manajemen UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Seminar Nasional GEN-Z PRENEUR 2025: Cetak Generasi Tangguh di Era Digital dan Masyarakat 5.0

Sidoarjo – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Seminar Nasional Gen-Z Preneur 2025 dengan mengusung tema ‘Membangun Mindset Entrepreneurial Generasi Z untuk Sukses di Era Digital dan Masyarakat 5.0′. Seminar yang diadakan secara hybrid ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan mahasiswa dan pelajar yang mengikuti kegiatan secara langsung dan zoom meeting, Sabtu (19/7/2025).

Acara ini menghadirkan dua narasumber inspiratif yang sudah dikenal luas di dunia kewirausahaan muda Jawa Timur, yaitu: Adinda Bunga Aprilia, Influencer UMKM Jawa Timur sekaligus penggerak kreatif usaha lokal di kalangan Gen-Z, dan Bima Ramadhan Winner Duta UMKM Jawa Timur yang dikenal aktif dalam membina komunitas bisnis pemula.

Ketua HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA, Romaldi Jabbar menyampaikan bahwa Gen-Z harus mampu keluar dari zona nyaman dan mulai menatap masa depan dengan mental wirausaha. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat menjadi wadah inspiratif bagi generasi muda untuk membekali diri dengan pola pikir kewirausahaan yang adaptif, strategis, dan visioner.

“Jangan hanya cukup sudah bilang pengen usaha, saatnya mulai dari nol, kelola waktu dan budget tanpa drama, serta bangun strategi dan mental bisnis yang tahan banting di era digital ini,” tegasnya.

Ia mengatakan, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kontribusi nyata untuk membekali mahasiswa dengan mindset entrepreneurship, agar mereka siap menghadapi dunia kerja maupun membangun bisnis sendiri di era persaingan global.

Seminar ini juga membahas berbagai topik penting seperti cara memulai usaha dengan modal minim namun berdampak besar, mengelola waktu, keuangan, dan tim dalam dunia bisnis digital, membangun personal branding sebagai aset utama wirausahawan masa kini, serta studi kasus kisah sukses entrepreneur muda di era 5.0.

“Peran aktif mahasiswa sebagai Gen Z saat ini tidak hanya tentang melek teknologi, tapi juga siap bersaing dan menciptakan solusi inovatif melalui jalur wirausaha,” ungkapnya.

Suasana forum dikemas dinamis, interaktif, dan relatable dengan dunia Gen Z. Mulai dari sesi tanya jawab, diskusi kelompok, hingga mini challenge yang mendorong peserta untuk berpikir kritis dan kreatif.

Dalam pemaparannya, Adinda Bunga Aprilia menekankan pentingnya membangun personal branding dan memanfaatkan media sosial untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil.

“Era digital sudah di tangan kalian, tinggal keberanian untuk ‘action’ yang harus ditumbuhkan. Jangan tunggu sempurna, mulai saja dulu,” ujarnya.

Menurutnya, Gen Z saat ini sangat diuntungkan dengan perkembangan zaman yang serba digital. Mudahnya akses informasi menjadi peluang tersendiri bagi siapapun untuk memulai sebuah usaha.

“Gen Z punya semua modal untuk sukses sudah tersedia, mulai dari teknologi, akses informasi, dan kreativitas. Tinggal bagaimana kita membuka mindset bahwa usaha bukan harus besar dulu, tapi dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” terangnya.

Sementara itu, Bima Ramadhan berbagi kisah perjalanannya dari nol hingga berhasil menjadi Duta UMKM Jatim. Ia menekankan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk sukses asal memiliki mental tahan banting dan kemauan belajar tanpa henti.

“Jangan cuma jadi Gen-Z yang rebahan. Jadilah Gen-Z yang cuan-in peluang dan berkontribusi untuk masyarakat,” pungkasnya. (MY)

Pagar Nusa Championship Himaprodi Manajemen Unusida (Foto: Humas Unusida)

Ratusan Peserta Antusias Ikuti Pagar Nusa Championship Himaprodi Manajemen Unusida

Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar Pagar Nusa Championship. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari, Jum’at (30/08/2024) – Ahad (01/09/2024) tersebut dipusatkan di Gedung Serbaguna Pulo Kencono, Rangkah Kidul, Sidoarjo.

Tampak antusias ratusan peserta yang mengikuti kejuaraan pencak silat tingkat Jawa Timur tersebut diikuti sebanyak 386 peserta dari 38 kontingen. Yang mempertandingkan kategori seni dan kelompok usia mulai dari usia dini, pra remaja, remaja, sampai dewasa.

Wakil Rektor Unusida, Hadi Ismanto menyampaikan pentingnya kejuaraan pagar nusa yang diselenggarakan oleh Himaprodi Manajemen Unusida. Menurutnya, pagar nusa memiliki peran penting dalam menjaga Amaliyah NU, menjaga para kiai NU serta menjaga NKRI.

“Pagar nusa memiliki peran penting dalam menjaga ketentraman di Indonesia. Menjadi benteng bagi bangsa Indonesia dan juga para kiai,” terangnya saat membuka kegiatan tersebut.

Anggota DPRD Sidoarjo, Zakaria Dimas Pratama mengatakan, kegiatan ini tidak sekedar sebagai kompetisi, tapi menjadi ajang silaturahmi dari seluruh penderkar pagar nusa. Tidak hanya sekedar olahraga, akan tetapi seni bela diri bagi para pelajar.

Alumni Unusida tersebut sangat mengapresiasi hasil program kerja untuk memfasilitasi pendekar pagar nusa untuk dapat berkompetisi dan berprestasi. Melalui kegiatan kejuaraan seperti ini yang dapat mengasah skill dan mental para atlet ketika bertanding.

“Semoga kegiatan ini rutin diselenggarakan Ormawa Unusida untuk mewadahi atlet-atlet berbakat yang akan meneruskan prestasi yang sudah ditorehkan Kabupaten Sidoarjo dalam ajang Pekan Olahraga tingkat provinsi selanjutnya,” harapnya.

Dimas berpesan untuk tetap semangat dalam berlatih untuk mencapai sebuah prestasi. Ia mengatakan bahwa latihan yang tekun merupakan sebuah proses untuk mendapatkan hasil terbaik dalam sebuah kompetisi

“Jika ingin berprestasi, harus lebih banyak berlatih daripada lawan. Jika lawan berlatih 1x, kita harus berlatih 2x, semangat menjadi pendekar pagar nusa,” tuturnya.

Ketua Himaprodi Manajemen, Hilmi Ubaidillah menambahkan melalui kejuaraan ini akan melahirkan potensi atlet-atlet pencak silat di daerah Sidoarjo.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan dosen yang telah memberikan arahan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

 

(my)