Pos

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto bersama Ketua HIPSI Sidoarjo, FIdi Handoko Usai Penandatanganan MoU. (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan HIPSI Sidoarjo, Perkuat Ekosistem Wirausaha Santri

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo sebagai upaya memperkuat pengembangan kewirausahaan di kalangan santri dan generasi muda. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam mewujudkan kampus wirausaha muda yang mendorong mahasiswa mengenali potensi diri, mengembangkan kreativitas, dan menciptakan peluang usaha.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun jiwa kewirausahaan. Menurutnya, mahasiswa dan santri perlu dipersiapkan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan menciptakan peluang ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital.

Ia berharap kerja sama ini dapat mendorong lahirnya berbagai inisiatif pengembangan usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan jejaring kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan santri.

“Semoga kerja sama dengan HIPSI Sidoarjo ini membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa menjadi wadah untuk menempa diri, mengenali bakat dan potensi, serta memperoleh wawasan mengenai dunia usaha. Melalui kolaborasi tersebut, UNUSIDA berupaya menghubungkan proses pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital,” jelasnya.

Hadi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membuka ruang yang semakin luas bagi generasi muda untuk berinovasi. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk mencoba, mengembangkan gagasan, dan mengubah potensi yang dimiliki menjadi produk atau layanan yang bermanfaat.

Ia selalu berupaya meneguhkan komitmen UNUSIDA sebagai kampus yang mendorong tumbuhnya wirausaha muda. Dengan memadukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan inovasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang mandiri sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ekonomi umat di era digital.

“Komitmen tersebut sejalan dengan upaya UNUSIDA membangun lingkungan kampus yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mandiri, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua HIPSI Sidoarjo, Fidi Handoko, S.E., S.Pd., menegaskan pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri dan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Kolaborasi ini juga menjadi langkah untuk memperluas peran santri dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Santri diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tandasnya.

Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam penguatan ekonomi umat. Bekal ilmu pengetahuan dan akhlak yang dimiliki perlu diiringi dengan keberanian berinovasi, keterampilan mengelola usaha, serta kemampuan membaca peluang pasar.

Fidi menilai, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi pengusaha santri dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal praktik kewirausahaan secara lebih luas. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga terdorong mengembangkan gagasan usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Santri harus berilmu dan berani berinovasi untuk menguatkan ekonomi umat,” tuturnya.

Plt Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Spesial Hari Santri 2026 oleh HIPSI Sidoarjo. (Foto: Humas UNUSIDA)

Plt. Rektor UNUSIDA Dorong Santri Jadi Kreator dan Wirausahawan Digital

SIDOARJO — Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., mendorong santri dan generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi kreator dan wirausahawan digital. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Spesial Hari Santri 2026 oleh Himma Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, seperti Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU, hingga mahasiswa UNUSIDA. Keterlibatan lintas organisasi ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan dan mendorong kolaborasi dalam pengembangan kewirausahaan di kalangan santri dan generasi muda.

Mengawali penyampaiannya, Hadi mengajak mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik serta para pimpinan yang akan mendampingi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di UNUSIDA. Menurutnya, lingkungan kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan menghadapi perubahan zaman.

Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi perlu disikapi dengan kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan berinovasi. Santri, menurutnya, memiliki peluang untuk mengambil peran lebih luas dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana menciptakan produk, membangun usaha, dan menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Kita harus dapat mengendalikan Artificial Intelligence (AI), jangan sampai kita yang dimanfaatkan. Teknologi ini yang harus kita manfaatkan untuk mendukung proses belajar sekaligus membuka peluang pengembangan produk dan layanan digital,” jelasnya.

Hadi menjelaskan, salah satu platform yang dapat dimanfaatkan adalah Quriosity, yakni platform berbasis AI yang dirancang untuk membuat kursus atau materi pembelajaran secara instan dan personal berdasarkan topik yang diinginkan pengguna.

Menurutnya, pemanfaatan platform semacam ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana konsumsi informasi, tetapi juga dapat membantu seseorang menghasilkan materi, mengembangkan pengetahuan, dan menciptakan produk digital sesuai kebutuhan pengguna.

“Santri dan mahasiswa harus mengenali potensi teknologi serta menggunakannya secara produktif. Kemampuan memanfaatkan AI perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap kebutuhan pasar, kreativitas, dan kemampuan mengembangkan ide menjadi produk yang memiliki nilai guna,” tandasnya.

Dalam konteks kewirausahaan, ia menjelaskan bahwa penguasaan teknologi juga perlu disertai strategi yang tepat. Pemahaman terhadap data pasar, identifikasi kebutuhan konsumen, serta keberanian memulai usaha menjadi bagian penting dalam membangun bisnis digital yang berkelanjutan.

Semangat Hari Santri 2026 menjadi pengingat bahwa kontribusi santri terhadap bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk inovasi teknologi dan kewirausahaan. Dengan bekal ilmu, akhlakul karimah, kreativitas, serta kemandirian, santri diharapkan mampu menjadi pelaku perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pihaknya akan terus mendorong lahirnya generasi santri yang tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi berani menciptakan karya, membangun usaha, dan mengambil peran dalam penguatan ekonomi digital menuju Indonesia Emas.

“Santri harus memiliki wawasan luas mengenai peluang ekonomi di era digital. Santri masa kini tidak hanya memiliki keunggulan dalam ilmu agama dan akhlak, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja,” tuturnya.

Ketua HIPSI Sidoarjo Fidi Handoko, S.E., S.Pd. saat menjadi narasumber dalam Seminar Spesial Hari Santri Nasional Tahun 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA dan HIPSI Sidoarjo Hadirkan Seminar Spesial Hari Santri 2026, Bahas Peluang Bisnis Produk Digital

SIDOARJO — Himma Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menghadirkan Seminar Spesial Hari Santri 2026 bertema ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas: Sharing Sukses Bisnis Produk Digital Zaman Now’ di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus II UNUSIDA, Sidoarjo, Selasa (20/10/2026).

Hadir sebagai narasumber, Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.; Founder Santripreneur Academy Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, M.S.M.; serta Ketua HIPSI Sidoarjo Fidi Handoko, S.E., S.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua HIPSI Sidoarjo, Fidi Handoko, S.E., S.Pd., menegaskan pentingnya mendorong santri dan generasi muda untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan seminar kewirausahaan yang menjadi ruang inspirasi bagi peserta untuk mengenal peluang usaha di era modern.

Menurut Fidi, perkembangan teknologi digital membuka berbagai peluang bagi santri untuk membangun usaha, mengembangkan produk, serta memperluas jangkauan pasar. Karena itu, santri perlu membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Ia berharap, melalui seminar tersebut, peserta dapat memperoleh wawasan dan pengalaman mengenai pengembangan bisnis produk digital, strategi membangun usaha di era modern, serta peluang santri untuk berkontribusi dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

“Seminar ini menjadi ruang inspirasi bagi santri dan generasi muda untuk mengenal peluang usaha di era digital sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang inovatif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.

Fidi menambahkan, pengembangan kewirausahaan di kalangan santri perlu didukung melalui kolaborasi berbagai pihak. Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pengetahuan, membangun jejaring usaha, serta mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam perkembangan ekonomi digital. Bekal ilmu agama dan akhlak yang dimiliki perlu diiringi dengan kemampuan berinovasi, keberanian mengambil peluang, serta keterampilan mengelola usaha.

“Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya mendorong santri agar tidak hanya unggul dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga mampu berinovasi, berwirausaha, serta mengambil peran dalam perkembangan ekonomi digital,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa penguatan kemandirian ekonomi santri merupakan bagian penting dari upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Melalui kewirausahaan, ini menekankan santri tidak hanya mampu menciptakan peluang bagi dirinya sendiri, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Momentum Hari Santri 2026 kali ini menjadi kesempatan untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa. Semangat perjuangan santri perlu diwujudkan melalui kreativitas, kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia berharap semakin banyak santri yang berani memulai usaha, mengembangkan produk digital, serta menjadi generasi mandiri yang mampu menjawab tantangan ekonomi di era transformasi teknologi.

“Santri harus mampu mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia Emas melalui pengembangan usaha yang inovatif dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah,” terangnya.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, seperti Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU, hingga mahasiswa UNUSIDA.

Sekretaris Prodi Akuntansi UNUSIDA Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak., saat memberikan hadiah bagi pemenang Himaksi Badminton Cup 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Akuntansi UNUSIDA Sukses Gelar Badminton Cup 2026, Jadi Wadah Kompetisi Sehat Pelajar se-Jawa Timur

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar HIMAKSI Badminton Cup 2026 kategori pemula dan remaja se-Jawa Timur di GOR Badminton Langgeng Jaya, Sidoarjo, Sabtu–Ahad (17–18/10/2026).

Turnamen ini mempertandingkan empat kategori, yakni ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan tunggal putra. Ajang tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi, mengasah kemampuan, serta berkompetisi secara sehat dalam bidang olahraga bulu tangkis.

Ketua HIMAKSI UNUSIDA, Putri Nely, menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah, khususnya dalam menjangkau pelajar sebagai calon mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan UNUSIDA dan Program Studi Akuntansi kepada masyarakat luas melalui kegiatan positif yang melibatkan generasi muda.

Selain itu, HIMAKSI Badminton Cup 2026 menjadi sarana bagi anggota organisasi mahasiswa (ormawa) untuk meningkatkan keterampilan nonakademik atau soft skills. Mulai dari manajemen acara, kepemimpinan, kerja sama tim, pencarian sponsor, hingga kemampuan menyelesaikan berbagai tantangan selama pelaksanaan kegiatan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan potensi dan prestasinya. Kami juga ingin mengajak generasi muda menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga, mengurangi ketergantungan pada gawai, serta menjauhi pergaulan negatif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penyelenggaraan aktivitas olahraga yang bermanfaat bagi generasi muda.

“Kompetisi ini menjadi agenda rutin kami untuk terus menghadirkan program kreatif, kompetitif, dan bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berkarakter,” jelasnya.

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, turut memberikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras pengurus HIMAKSI yang mampu menyelenggarakan turnamen dengan melibatkan peserta dari luar kampus.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi organisasi, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan mengelola kegiatan berskala eksternal.

Kemandirian mahasiswa dalam merancang konsep kegiatan, mengupayakan pendanaan, membangun jejaring, hingga melaksanakan acara menjadi pengalaman berharga yang dapat menunjang kesiapan mereka menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

“Semoga melalui HIMAKSI Badminton Cup 2026 ini semakin banyak mahasiswa yang berani berinovasi dan menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata. Ajang ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet muda berprestasi di Jawa Timur,” harapnya.

Berikut daftar juara berdasarkan hasil kompetisi yang tercantum dalam dokumen penyelenggara.

1. GRI

  • Juara 1: Ainun Azizah + Aisyah Yusito Zifana

  • Juara 2: Adelia Dwi Putri Hariyanto + Mariatul Qibtiah

  • Juara 3: Ersya Pricilla Putri + Naura Windy Khairunnisa

  • Juara 3: Ayasha Machiko Lituhayu Albasia + Shafa Nur Ramadhani

2. GRA

  • Juara 1: Mochammad Akbar Bahi Ibrahim + Yudhistira Aditya Rafa

  • Juara 2: Maulud Cesar Aya Rabbany + Ricardo Yoga Pamungkas

  • Juara 3: Nohan Arya Saputra + Restu Muhammad Singgih

  • Juara 3: Moch Ferry Adliyansyah + Nurul Rahman

3. GRC

  • Juara 1: Tsabitha Aurel Hertanto + Mohammad Al Rubby Bahy

  • Juara 2: Ananda Philip R + Queena Qonita Altair

  • Juara 3: Pandhita Rafif Raditya Anwar + Shafa Nur Ramadhani

4. TRA

  • Juara 1: M. Al Rubby Bahy

  • Juara 2: Pandhita Rafif R A

  • Juara 3: Tanazzul Kenzo Jibril

  • Juara 3: Airlangga Wiradhana

5. GPI

  • Juara 1: Damaris Kayla Widagdo + Vallen Esa Maulinda

  • Juara 2: Bintang Raisa Fahrani + Nadhila Dzakirotul Faizzah

  • Juara 3: Ails yah Alif Kanaya + Aisyah Bilqis Prisanita Assyfa

  • Juara 3: Azza Amira Mecca + Syafira Rahma Wardani

6. GPA

  • Juara 1: Ahmad Haikal A + Deva Dhamara Septiyano Adithian Vasu

  • Juara 2: Arjuna Arya Putra + Muhammad Bimasakti Djuking Bawana

  • Juara 3: Kenzo Arsakha Mahardika + Reno Diar Aryananda

  • Juara 3: Al mair Gilbert Harry Darvesh + Gamaliel Rapha Santoso

7. GPC

  • Juara 1: Almair Gilbert Harry Darvesh + Aurelia Charn Lebertina Bekak

  • Juara 2: Bilfaqih Rey Alteza + Maritza Akma Labibah

  • Juara 3: Nizam Haidar Alfauzi + Bintang Raisa Fahrani

  • Juara 3: Asyraf Faris Alfarizi + Damaris Kayla Widagdo

8. TPA

  • Juara 1: Krisna Huda Athaillah

  • Juara 2: M. Rakha Al Fahri

  • Juara 3: Naufal Fadhila M

  • Juara 3: Puncak Banyu Lazuardi

Wakil Rektor II UNUSIDA Resmi Menandatangani Kerja Sama dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI). (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan IKPI, Perkuat Pendidikan dan Kompetensi Perpajakan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam acara Seminar Perpajakan bertema Update Peraturan PPh dan PPN Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aston, Jalan Kahuripan Raya Kav. 14, Entalsewu, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jum’at (16/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, UNUSIDA diwakili oleh Wakil Rektor II, Dr. Ana Christanti. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi perpajakan, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan sumber daya dan potensi yang dimiliki kedua belah pihak untuk mendukung pengembangan kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perpajakan.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi bidang pendidikan; inovasi, hilirisasi, dan pengembangan sumber daya manusia; pengabdian kepada masyarakat; pelaksanaan sertifikasi Brevet A dan B; kegiatan praktisi mengajar; program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM); serta bidang lain yang disepakati bersama.

Turut hadir mendampingi Wakil Rektor II UNUSIDA, Kaprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A., dan dosen UNUSIDA, Dr. Erlina Tri Rohmiatum.

Ia menyebut, melalui kerja sama ini dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa, khususnya Program Studi Akuntansi, untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui keterlibatan praktisi perpajakan dalam kegiatan akademik, mahasiswa diharapkan mampu memahami perkembangan regulasi sekaligus mengaplikasikan pengetahuan perpajakan secara profesional.

Penandatanganan MoU ini menjadi bagian dari upaya UNUSIDA memperluas jejaring kemitraan dengan dunia profesi dan industri. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi diwujudkan melalui program nyata yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

“Kami terus mendorong pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang adaptif terhadap perkembangan regulasi dan kebutuhan profesional, sekaligus mempersiapkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” jelasnya.

Ketua Umum IKPI, Vaudy Starworld, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyatakan kesepakatan untuk berkolaborasi dengan UNUSIDA dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga UNUSIDA dapat menjadi mitra strategis IKPI dalam memperluas peran konsultan pajak agar semakin dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi perpajakan dapat berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman serta kesadaran masyarakat mengenai kewajiban perpajakan,” harapnya.

pengurus KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA Resmi Dilantik oleh Wakil Rektor 2 UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd. (Foto: Humas UNUSIDA)

Pengurus KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA 2026–2027 Resmi Dilantik, Perkuat Demokrasi Kampus Berintegritas

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan pelantikan pengurus Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Mahasiswa (Bawaslu-M) periode 2026–2027 di Hall Lantai 5 UNUSIDA, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru dalam mengemban amanah sekaligus memperkuat praktik demokrasi yang berintegritas dan bertanggung jawab di lingkungan kampus.

Ketua pelaksana, Fahrul Syah Alam, menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mempersiapkan pengurus baru agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi dengan baik.

Ia menegaskan, pelantikan tersebut merupakan langkah awal dalam mengembangkan amanah demi terwujudnya demokrasi kampus yang menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, Fahrul menyampaikan terima kasih kepada pimpinan universitas, pihak terkait, Presiden Mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia juga mengapresiasi kerja sama dan kontribusi seluruh panitia dalam mempersiapkan acara pelantikan.

“Demokrasi kampus harus dapat menjadi ruang pembelajaran bagi lahirnya pemimpin mahasiswa yang amanah, berintegritas, dan mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan universitas,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, dalam sambutannya menekankan pentingnya kejujuran, keikhlasan, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilihan mahasiswa.

Menurutnya, pengurus KPU-M dan Bawaslu-M yang baru diharapkan mampu membawa suasana demokrasi kampus yang lebih segar, jujur, serta berorientasi pada kepentingan bersama.

“Harus ada kejujuran, ada keikhlasan untuk bekerja dan mengabdi kepada kampus. Untuk itu, kepengurusan yang baru ini diharapkan bisa membawa angin demokrasi yang lebih segar, lebih berkomitmen, dan lebih jujur di kampus yang kita cintai,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa KPU-M memiliki peran penting dalam menyelenggarakan proses pemilihan pemimpin mahasiswa. Sementara itu, Bawaslu-M bertugas mengawasi jalannya proses demokrasi agar berlangsung sesuai dengan prinsip dan ketentuan yang berlaku.

Dr. Ana juga mengingatkan agar seluruh pengurus menghindari praktik-praktik yang dapat mencederai nilai demokrasi, termasuk upaya memengaruhi pilihan melalui pendekatan yang tidak semestinya.

Menurutnya, hal-hal yang terlihat sederhana sekalipun perlu menjadi perhatian agar proses pemilihan mahasiswa tetap berlangsung secara jujur, adil, dan transparan.

“Jangan sampai hal-hal kecil yang dapat mencederai demokrasi itu terjadi. Kita ingin mahasiswa UNUSIDA benar-benar belajar berdemokrasi dengan baik,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Ana turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus KPU-M dan Bawaslu-M periode sebelumnya atas pengabdian yang telah diberikan. Ia juga mengucapkan selamat bertugas kepada kepengurusan periode 2026–2027.

“Kami harap, pelantikan ini menjadi awal bagi penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan di UNUSIDA. Melalui peran KPU-M dan Bawaslu-M, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan integritas dalam praktik organisasi,” pungkasnya.

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Gelar pembelajaran Bahasa Inggris secara rutin setiap hari Senin di SDN Kedungpandan 1. (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Gelar Pembelajaran Bahasa Inggris Rutin di SDN Kedungpandan

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) terus berupaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris secara rutin setiap hari Senin di SDN Kedungpandan 1, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dalam mengenalkan Bahasa Inggris sejak dini melalui metode pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA, Widya Afifuddina, menjelaskan bahwa program tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bekal siswa dalam menghadapi perkembangan zaman. Kemampuan berbahasa Inggris dinilai dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengakses informasi, mengembangkan wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Menurut Widya, pengenalan bahasa Inggris sejak usia dini perlu dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Pembelajaran tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga perlu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan agar siswa merasa nyaman ketika mengenal bahasa baru.

“Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, program ini bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan siswa terhadap bahasa Inggris, juga menumbuhkan generasi muda yang lebih percaya diri, terbuka terhadap pengetahuan baru, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Upaya sederhana yang dilakukan secara konsisten menjadi langkah berarti dalam membangun fondasi pendidikan yang lebih baik bagi masa depan,” jelasnya.

Melalui program ini, tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA terlibat langsung dalam memberikan materi bahasa Inggris dasar kepada para siswa SDN Kedungpandan 1. Materi pembelajaran disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan siswa sekolah dasar sehingga dapat dipahami secara bertahap.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena siswa pada usia sekolah dasar masih berada dalam tahap perkembangan kemampuan dasar berbahasa. Oleh sebab itu, pembelajaran dirancang untuk membantu siswa mengenal kosakata sederhana, memahami pelafalan, serta mulai membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Untuk menciptakan suasana belajar yang menarik, ia dan tim mengedepankan metode pembelajaran interaktif. Kegiatan dilaksanakan melalui pengenalan kosakata, latihan pengucapan, permainan edukatif, serta berbagai aktivitas yang mendorong keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran.

Melalui metode tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar tanpa merasa terbebani oleh suasana kelas yang terlalu formal. Permainan edukatif dan latihan sederhana juga membantu menciptakan interaksi yang lebih dinamis antara mahasiswa dan peserta didik.

Siswa tidak hanya diajak mengenal kata-kata baru dalam bahasa Inggris, tetapi juga didorong untuk mencoba mengucapkannya secara langsung. Proses ini memberikan ruang bagi mereka untuk berlatih, melakukan kesalahan, memperbaiki pengucapan, dan membangun keberanian dalam menggunakan bahasa asing.

Kepercayaan diri menjadi salah satu aspek penting yang ingin ditumbuhkan melalui kegiatan ini. Sebagian siswa mungkin masih merasa ragu ketika diminta mengucapkan kata dalam bahasa yang belum familiar. Dengan suasana belajar yang suportif dan menyenangkan, siswa diharapkan semakin berani mencoba serta tidak takut untuk terus belajar.

Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNUSIDA untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Pengalaman mengajar secara langsung memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan pedagogis dan memahami dinamika pembelajaran di sekolah dasar.

Mahasiswa dituntut untuk mampu menyampaikan materi secara jelas, memilih metode yang tepat, serta membangun komunikasi yang efektif dengan peserta didik. Mereka juga memperoleh pengalaman dalam menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan respons dan kebutuhan siswa selama kegiatan berlangsung.

Wisyda mengaku, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang dipersiapkan untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan. Melalui interaksi langsung dengan siswa, ia dapat memahami bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuan pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, komunikatif, dan menyenangkan.

“Program ini memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial. Ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi tidak hanya dikembangkan untuk kepentingan akademik, tetapi juga diterapkan secara nyata guna membantu menjawab kebutuhan pendidikan di lingkungan sekitar.” tandasnya.

Kegiatan pembelajaran bahasa Inggris tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Senin. Konsistensi ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengulang materi, memperkaya kosakata, dan membangun kebiasaan belajar secara bertahap.

Ketua Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA, Zainira Ihsanty berharap pelaksanaan program secara berkelanjutan mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar bahasa Inggris siswa SDN Kedungpandan 1. Melalui pembelajaran yang terarah dan menyenangkan, siswa dapat memiliki fondasi kemampuan berbahasa Inggris yang semakin kuat serta keberanian untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, lebih dari sekadar kegiatan mengajar, program ini menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pendidikan generasi muda. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman belajar tambahan sekaligus menumbuhkan semangat siswa untuk terus mengembangkan kemampuan diri.

“Kami terus mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata. Pembelajaran bahasa Inggris di SDN Kedungpandan 1 menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan siswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA menggelar sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Balai Desa Kedungpandan. (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Edukasi Masyarakat Kedungpandan tentang Pengolahan Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (HIMA PBI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Balai Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Senin (28/9/2026).

Kepala Divisi Lingkungan Tim PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA, Muhammad Hasyim, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah organik. Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran untuk pengolahan yang tepat mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan nilai guna bagi lingkungan sekitar.

Salah satunya sampah rumah tangga merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan setiap hari dari berbagai aktivitas masyarakat. Sisa bahan makanan, kulit buah, sayuran, dan limbah dapur lainnya kerap dianggap tidak memiliki manfaat setelah digunakan. Padahal, apabila dipilah dan diolah dengan benar, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos yang berguna untuk menyuburkan tanaman.

“Pemilahan menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” katanya.

Hasyim menekankan bahwa sampah organik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Penumpukan sampah dapat memicu bau tidak sedap, mengundang hama, serta mengurangi kenyamanan lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu, diperlukan upaya sederhana yang dapat diterapkan masyarakat secara berkelanjutan.

“Salah satu alternatif pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Proses ini memanfaatkan penguraian bahan organik hingga menghasilkan material yang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman,” terangnya.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, ia berharap masyarakat dapat semakin memahami jenis-jenis sampah organik serta pentingnya melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Masyarakat diajak untuk membedakan sampah organik dan anorganik agar proses pengelolaan menjadi lebih mudah dan efektif.

Tidak hanya melalui pemaparan materi, sosialisasi juga dilengkapi dengan praktik pembuatan pupuk kompos secara langsung. Para peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan sederhana yang dapat dimanfaatkan serta tahapan pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Melalui praktik tersebut, ibu-ibu PKK memperoleh kesempatan untuk memahami proses pengomposan secara lebih nyata. Keterlibatan langsung peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus memberikan pengalaman praktis yang bisa diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah tangga.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan bahan yang bermanfaat bagi tanaman.

Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di lingkungan kampus, yang juga hadir untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK ini menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

“Kami sebagai mahasiswa, juga turut mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Semoga edukasi ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Kedungpandan,” harapnya.

Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., C.I.R.P., CHCS., CHRM., dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Kedisiplinan, Tata Kelola Arsip, dan Apresiasi SDM UNUSIDA. (Foto: Humas UNUSIDA)

Perkuat Kedisiplinan dan Profesionalisme, SDM UNUSIDA Ajak Pegawai Bekerja dengan Hati dan Aksi Nyata

SIDOARJO — Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menegaskan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas dalam membangun budaya kerja yang profesional. Penguatan tersebut disampaikan Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., C.I.R.P., CHCS., CHRM., dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Kedisiplinan, Tata Kelola Arsip, dan Apresiasi SDM UNUSIDA di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus UNUSIDA, Selasa (13/10/2026).

Dalam pemaparannya, Jeziano mengingatkan bahwa setiap pegawai memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing yang saling berkaitan dalam mendukung kemajuan universitas. Menurutnya, seluruh dosen dan tenaga kependidikan merupakan aset berharga yang perlu dijaga, dikembangkan, dan diberdayakan untuk mencapai tujuan bersama.

Ia mengibaratkan UNUSIDA sebagai sebuah kapal besar yang membutuhkan kontribusi setiap bagian agar dapat berlayar dengan baik. Setiap orang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda, mulai dari pemimpin hingga pelaksana teknis. Apabila salah satu bagian tidak menjalankan perannya secara optimal, hal tersebut dapat memengaruhi kinerja organisasi secara keseluruhan.

“Bapak dan Ibu semua merupakan aset berharga bagi UNUSIDA. Kita memiliki fungsi dan tugas masing-masing. Karena itu, setiap orang perlu menjalankan perannya dengan baik agar organisasi ini dapat terus berkembang,” pesannya.

Jeziano juga menekankan bahwa kedisiplinan tidak cukup dimaknai sebagai kepatuhan terhadap jam masuk dan pulang kerja. Lebih dari itu, disiplin harus tercermin dalam pelaksanaan tugas, pemanfaatan waktu kerja, kepatuhan terhadap aturan, serta kesungguhan dalam memberikan kontribusi nyata bagi institusi.

Dosen Program Studi (Prodi) Manajemen tersebut mengajak seluruh pegawai untuk memastikan bahwa kehadiran di tempat kerja benar-benar menghasilkan nilai tambah. Kehadiran secara fisik perlu diiringi dengan pelaksanaan tanggung jawab, penyelesaian pekerjaan, dan pelayanan yang optimal.

Menurutnya, waktu kerja merupakan amanah yang harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, seluruh pegawai diharapkan mampu menjaga fokus selama jam kerja dan menghindari aktivitas yang tidak berkaitan dengan tugas kedinasan.

Dalam kesempatan tersebut, Jeziano menguraikan sejumlah nilai utama yang perlu diperkuat dalam budaya kerja UNUSIDA, yaitu kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, profesionalisme, dan nilai-nilai khidmah.

Kedisiplinan mencakup kepatuhan terhadap waktu, aturan, dan prosedur kerja. Tanggung jawab diwujudkan melalui kesungguhan dalam menyelesaikan tugas sesuai uraian pekerjaan dan kewenangan masing-masing. Apabila terdapat ketidakjelasan mengenai tugas maupun tanggung jawab, pegawai diharapkan aktif berkoordinasi dengan pimpinan agar pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, integritas menjadi landasan penting dalam membangun kepercayaan di lingkungan kerja. Integritas menuntut keselarasan antara perkataan dan tindakan, sedangkan profesionalisme tercermin melalui kompetensi, etika, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan menjalankan pekerjaan secara optimal.

Di samping nilai-nilai tersebut, ia mengingatkan agar seluruh pegawai tidak meninggalkan semangat khidmah dalam bekerja. Bagi UNUSIDA, bekerja bukan semata-mata menjalankan kewajiban profesional, melainkan juga menjadi bagian dari pengabdian untuk memberikan manfaat bagi sesama dan institusi.

“Ketika kita berada di tempat yang sama, bekerja bersama, dan mencari keberkahan bersama, kita harus saling menjaga. Jangan sampai kita justru saling melemahkan. Mari membangun lingkungan kerja yang saling mendukung dan membawa UNUSIDA menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Sebagai penguatan budaya kerja, LSDM UNUSIDA juga memperkenalkan semangat yang dirangkum dalam tagline ‘Bekerja dengan Hati, Berkhidmah dengan Aksi, Bertumbuh untuk UNUSIDA’. Tagline tersebut menjadi ajakan bagi seluruh pegawai untuk mengintegrasikan kepedulian, tindakan nyata, dan kemauan untuk terus berkembang dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama, Jeziano turut mengingatkan pentingnya konsistensi dalam memenuhi kewajiban administratif kepegawaian, termasuk pengisian Key Performance Indicator (KPI) dan pencatatan kehadiran. Ia mendorong pegawai yang mengalami kendala dalam penggunaan sistem agar berkoordinasi dengan LSDM sehingga persoalan teknis dapat segera ditangani.

Ia menyebut, penguatan kedisiplinan ini menjadi bagian dari upaya UNUSIDA dalam membangun tata kelola sumber daya manusia yang semakin tertib, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan. Melalui pemahaman terhadap tugas, tanggung jawab, serta nilai-nilai profesionalisme, setiap pegawai diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik sesuai perannya.

“Mari menjadikan kedisiplinan sebagai kebiasaan, integritas sebagai prinsip, dan khidmah sebagai semangat dalam bekerja. Dengan komitmen bersama, kita jadikan UNUSIDA menjadi tempat khidmah yang terus bertumbuh menjadi perguruan tinggi yang profesional, solid, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Lembaga SDM UNUSIDA memberikan apresiasi kepada Staff UNUSIDA TV, Mujianto, S.Kom., sebagai Tenaga Kependidikan Terbaik dan Akhmad Maulana Didayat sebagai Tenaga Operasional Terbaik. (Foto: Humas UNUSIDA)

Perkuat Semangat Berkhidmah, SDM UNUSIDA Beri Apresiasi Tenaga Operasional dan Tenaga Kependidikan Terbaik

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Apresiasi Sumber Daya Manusia (SDM) UNUSIDA di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus UNUSIDA, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dosen dan tenaga kependidikan sekaligus momentum untuk memperkuat budaya kerja, meningkatkan kapasitas, serta mendorong tata kelola perguruan tinggi yang semakin baik.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, Kepala Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, serta jajaran kepala biro, kepala lembaga, kepala unit pelaksana teknis (UPT), dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan UNUSIDA.

Dalam sambutannya, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menegaskan bahwa pertumbuhan institusi harus berjalan seiring dengan peningkatan kedewasaan dalam tata kelola, kedisiplinan, dan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, UNUSIDA yang terus berkembang membutuhkan seluruh elemen kampus yang juga bersedia bertumbuh, belajar, dan meningkatkan kompetensi sesuai dengan tuntutan institusi. Kedewasaan organisasi tidak hanya ditunjukkan melalui perkembangan fasilitas, tetapi juga melalui kualitas pelayanan, tanggung jawab, serta kemampuan setiap individu dalam menjalankan perannya.

“UNUSIDA tumbuh sejalan dengan usianya. Karena itu, tata kelola harus semakin baik dan kedisiplinan tenaga kependidikan harus terus meningkat. Kita perlu belajar, meningkatkan kapasitas masing-masing, dan menjaga semangat berkhidmah di UNUSIDA,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa apresiasi merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang positif dan mendorong seluruh sivitas akademika untuk terus memberikan kontribusi terbaik. Penghargaan tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas capaian, tetapi juga motivasi untuk memperbaiki kualitas diri dan kinerja secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Dr. Hadi mengajak seluruh keluarga besar UNUSIDA untuk membangun semangat tumbuh bersama. Setiap unsur, baik dosen maupun tenaga kependidikan, memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan akademik, pengembangan mahasiswa, dan kemajuan universitas.

Ia menyampaikan apresiasi kepada LSDM yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kekompakan, dan memperkuat kontribusi bagi kemajuan universitas.

“Seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi, kita juga dituntut untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola. Oleh sebab itu, kita semua harus mampu beradaptasi, terbuka terhadap evaluasi, serta memiliki kemauan untuk mengembangkan kompetensi sesuai bidang tugas masing-masing,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, SDM UNUSIDA memberikan apresiasi kepada Staff UNUSIDA TV, Mujianto, S.Kom., sebagai Tenaga Kependidikan Terbaik dan Akhmad Maulana Didayat sebagai Tenaga Operasional Terbaik sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, kedisiplinan, dan kontribusi dalam mendukung kelancaran layanan serta operasional kampus.

Sementara itu, Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, menjelaskan bahwa pemberian penghargaan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 0709.1/2026 tentang Dosen Berprestasi serta Tenaga Kependidikan dan Tenaga Operasional Terbaik.

Ia memaparkan bahwa proses penilaian dilakukan melalui sejumlah indikator yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja dan kontribusi pegawai selama menjalankan tugasnya.

Indikator pertama adalah rata-rata Key Performance Indicator (KPI) selama enam bulan. Indikator kedua berupa survei pelayanan yang dapat diakses melalui kode batang atau barcode yang tersedia di lingkungan kampus. Survei tersebut menjadi salah satu instrumen untuk melihat kualitas pelayanan yang diberikan kepada sivitas akademika maupun pihak yang berkepentingan.

Indikator ketiga adalah performa operasional yang dinilai oleh kepala biro, kepala lembaga, dan kepala UPT. Penilaian ini tidak hanya memperhatikan hasil pekerjaan teknis, tetapi juga karakter dan perilaku profesional dalam bekerja, seperti kerja sama, tanggung jawab, komunikasi, serta kemampuan mengambil keputusan.

Adapun indikator keempat adalah keaktifan dalam mengikuti kegiatan yang diselenggarakan universitas. Partisipasi tersebut dinilai sebagai bagian dari kontribusi pegawai dalam mendukung berbagai agenda dan pengembangan institusi.

Jeziano menegaskan bahwa keseluruhan indikator tersebut dinilai secara komprehensif agar penghargaan dapat diberikan berdasarkan kinerja dan kontribusi yang terukur. Dengan demikian, penilaian tidak hanya bertumpu pada satu aspek, tetapi mempertimbangkan berbagai dimensi yang mendukung profesionalisme dan kualitas pelayanan.

“Melalui mekanisme tersebut, proses apresiasi ini dapat mendorong budaya kerja yang transparan, objektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Hasil penilaian juga menjadi bahan refleksi bagi seluruh pegawai untuk mengenali keunggulan sekaligus memperbaiki aspek yang masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Dosen Manajemen tersebut mengatakan bahwa apresiasi SDM UNUSIDA 2026 menjadi bagian dari komitmen universitas dalam membangun lingkungan kerja yang menghargai dedikasi, mendorong prestasi, dan memperkuat semangat pengabdian. Melalui penghargaan ini, ia berharap dosen dan tenaga kependidikan semakin termotivasi untuk meningkatkan kapasitas, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik.

“Dengan semangat tumbuh bersama, mari terus berupaya membangun tata kelola yang semakin baik dan sumber daya manusia yang profesional, kompeten, serta berorientasi pada kebermanfaatan. Sebab, kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh sistem dan fasilitas, tetapi juga oleh komitmen setiap individu yang bekerja, berkarya, dan berkhidmah untuk mewujudkan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.