Pos

Penyerahan apresiasi untuk Mahasiswa dan Dosen Berprestasi saat Mujahadah Putaran 4 Tahun 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Momentum Mujahadah, UNUSIDA Beri Apresiasi bagi Dosen dan Mahasiswa Berprestasi

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen pembimbing yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Pemberian apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan kampus atas capaian sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi dan mengukir prestasi.

Apresiasi diberikan kepada mahasiswa dari berbagai program studi yang berhasil meraih juara dalam kompetisi karya ilmiah, inovasi, olahraga, hingga ajang internasional. Momentum tersebut juga menjadi bagian dari upaya UNUSIDA membangun budaya akademik dan kemahasiswaan yang kompetitif, produktif, serta berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa.

Kepala Biro Kemahasiswaan, Karier dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih, tetapi juga sebagai inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

“Apresiasi ini sebagai inspirasi untuk lebih berprestasi sebagai mahasiswa. Semoga capaian yang diraih oleh teman-teman mahasiswa dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” jelasnya usai penyerahan apresiasi dalam Mujahadah UNUSIDA, Jum’at (21/8/2026).

Sejumlah prestasi yang mendapatkan apresiasi di antaranya Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Nasional kategori Sains Indonesia Young Scientist Association (IYSA) 2026 yang diraih Moch. Rifky Sabilul K., Khoirul Anam, dan M. Athaalf Attohir dari Program Studi Informatika dengan dosen pembimbing Mochammad Machlul Alamin, M.Kom.

Prestasi serupa juga diraih M. Rafi Nur Setyawan, A. Raffy Nadjib, dan M. Satrio Rohmatullah dari Program Studi Informatika yang berhasil meraih Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Nasional kategori Sosial IYSA 2026, juga dengan dosen pembimbing Mochammad Machlul Alamin, M.Kom.

Dari Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Maulidatul Qomariyah, Mir’a Tia Musfiro, dan Elysia Hilda Maghfiroh berhasil meraih Juara 1 Karya Terapan dan Inovatif (Karya HKI) dalam Lomba Aksi Inklusi Nasional 2025.

Prestasi lainnya diraih Aininna Halizah Rahma dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang meraih Juara 1 Duta Putri PTNU LPTNU Award 2026.

Di bidang olahraga, Revalina Bilqis Saputri dari Program Studi Akuntansi berhasil meraih Juara 2 Kelas C Dewasa Putri UMSURA National Pencaksilat Championship 2026. Sementara M. Badrun Najah dari Program Studi Manajemen meraih Juara 3 Kelas F Dewasa Putra pada ajang yang sama.

Prestasi di tingkat internasional juga berhasil ditorehkan mahasiswa UNUSIDA. Tim yang terdiri atas Nafi’ Mardiansyah, Rijal Maulana, M. Fathir Firmansyah, Pingkia Angelica T., dan Rizky Octavian R. berhasil meraih Bronze Award dalam Rembau International Innovation & Design Exhibition (RIIDEX), dengan dosen pembimbing Devika Cherly P., S.Mn., M.M.

Sementara itu, M. Azizil Ghofur, Abdulrashid Lawal, Silmi Za’iimah, M. Syauqi Ardani F., dan M. Farid Maulana berhasil meraih Silver Medal dalam Malaysia Invention & Innovation Expo 2026 (University Student Innovator). Tim tersebut dibimbing oleh Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T.

Beragam capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang, baik akademik, inovasi, olahraga, maupun kompetisi internasional.

Fajar menambahkan, prestasi mahasiswa tidak terlepas dari dukungan dosen pembimbing, program studi, fakultas, serta berbagai pihak di lingkungan kampus. Karena itu, apresiasi juga diberikan kepada dosen yang telah mendampingi mahasiswa dalam proses persiapan hingga mengikuti kompetisi.

“Semoga sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing terus diperkuat. Prestasi bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi juga tentang proses belajar, keberanian mencoba, kerja keras, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi,” tambahnya.

Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menjelaskan, pemberian apresiasi ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam menciptakan lingkungan kampus yang mendorong mahasiswa untuk aktif berprestasi. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik UNUSIDA di tingkat nasional maupun internasional.

“Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang berprestasi, kami ingin terus mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, kompetensi, dan daya saing mahasiswa,” pungkasnya.

Seluruh peserta Yudisium ke-12 FILKOM UNUSIDA berfoto bersama dengan seluruh Dosen, Dekan, Plt. Rektor UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium ke-12 FILKOM UNUSIDA, Teguhkan Komitmen Cetak Lulusan Tepat Waktu, Bermutu, dan Berintegritas

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-12 Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Hall Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Selasa (4/8/2026). Prosesi yudisium tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Nomor 123/U9.3/3/GAR/SK-GAR/2026 tentang penetapan mahasiswa FILKOM yang lulus pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Pada yudisium kali ini, sebanyak 42 lulusan Program Studi Informatika, 22 lulusan Sistem Informasi, dan 37 lulusan Desain Komunikasi Visual resmi dikukuhkan.

Dalam sambutannya, Plt. Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan dari tiga program studi di lingkungan FILKOM. Ia juga memberikan semangat kepada mahasiswa yang belum berhasil menyelesaikan studinya agar tetap optimistis.

“Kita doakan teman-teman yang hari ini belum beruntung, semoga segera menyusul teman-teman kita semua,” ujarnya.

Dalam pesannya kepada para lulusan, Hadi menekankan tiga nilai utama yang harus menjadi pegangan setelah memasuki dunia kerja, yaitu menjaga salat, berbakti kepada orang tua (birrul walidain), serta menjauhi sifat sombong.

Menurutnya, kesombongan tidak hanya diwujudkan melalui sikap merendahkan orang lain, tetapi juga menolak kebenaran, termasuk dalam cara seseorang berkomunikasi di media sosial.

“Mari kita lihat apa yang kita kirim di media sosial. Jangan sampai kesombongan itu muncul dalam bentuk merendahkan orang lain atau menolak kebenaran,” pesannya.

Hadi kemudian membagikan kisah inspiratif tentang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh yang semasa muda rutin mengikuti pengajian Mbah Hamid Pasuruan. Dari kisah tersebut, ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak lepas dari bakti kepada orang tua.

“Apapun kesuksesan yang kalian raih, jangan pernah melupakan birrul walidain. Berbakti kepada orang tua menjadi salah satu kunci keberkahan hidup,” tuturnya.

Sebagai lulusan bidang teknologi informasi, Hadi juga mengingatkan bahwa kemampuan digital yang dimiliki para sarjana komputer harus diimbangi dengan integritas. Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang besar, tetapi juga menghadirkan godaan untuk menempuh jalan pintas yang tidak benar.

Ia berharap budaya akademik di UNUSIDA yang selalu diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah dan doa sebelum perkuliahan mampu menjadi benteng moral bagi para lulusan dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia profesional.

“Semakin tinggi kemampuan teknologi seseorang, semakin besar pula tantangan untuk menjaga integritas. Kembalilah kepada Allah SWT agar ilmu yang dimiliki membawa keberkahan,” katanya.

Sementara itu, lulusan terbaik FILKOM UNUSIDA 2026, Zahrotun Nafisah, S.Kom., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh dosen, orang tua, dan teman-teman seperjuangan yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukan hanya tentang memperoleh nilai terbaik, melainkan hasil dari perjuangan panjang yang dilalui setiap mahasiswa.

“Hari ini bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan penghargaan. Hari ini adalah tentang perjuangan kita semua untuk sampai di titik ini. Kita berhasil karena tidak menyerah,” ungkapnya.

Ia mengenang berbagai proses selama kuliah, mulai dari menyelesaikan tugas hingga larut malam, menghadapi revisi yang seolah tak berujung, hingga melewati berbagai tantangan yang sempat membuat ingin menyerah.

Mahasiswi Program Studi Sistem Informasi tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen FILKOM, khususnya dosen wali sekaligus pembimbingnya, Rizki Aditya Nugroho, S.T., M.Kom., atas bimbingan dan kesabaran selama masa studi.

Selain itu, ia mengapresiasi dukungan orang tua, keluarga, dan rekan-rekan mahasiswa yang selalu memberikan semangat selama menempuh pendidikan.

Lebih lanjut, Zahrotun berharap Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA terus berkembang dan melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kelulusan ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari langkah yang lebih besar. Semoga Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA terus maju dan mencetak generasi terbaik yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

BEM FE UNUSIDA Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM FE UNUSIDA Gelar Grand Final Duta Ekonomi 2026, Cetak Generasi Cerdas, Kreatif, Inspiratif, dan Berintegritas

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Grand Final Duta Ekonomi 2026 pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema ‘Membentuk Duta Ekonomi Masa Depan yang Cerdas, Kreatif, Inspiratif dan Berintegritas’ ini menjadi puncak rangkaian seleksi yang telah dilalui para finalis melalui berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran, wawancara, karantina, hingga penampilan pada saat grand final.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta keluarga finalis yang memberikan dukungan penuh kepada para peserta. Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026, terpilihnya M. Fadli Rahmadhani Manajemen 2025A dan Lili Itaurrahma Manajemen 2025A sebagai Duta Fakultas Ekonomi 2026.

Gubernur BEM Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Pingkya Angelica Thaufani, dalam sambutannya mengaku bangga dan terharu dapat menyaksikan proses para finalis yang telah berjuang hingga mencapai tahap akhir kompetisi.

“Saya berdiri di sini dengan rasa bangga karena dulu saya juga pernah berproses di tempat ini. Hari ini saya menyaksikan adik-adik yang telah melalui perjalanan panjang mulai dari seleksi, wawancara, karantina hingga grand final. Kalian adalah mahasiswa pilihan yang telah membuktikan komitmen dan kerja kerasnya,” ujarnya.

Ia berharap Duta Fakultas Ekonomi 2026 dapat menjadi generasi yang lebih baik dan mampu melanjutkan prestasi yang telah diraih oleh angkatan sebelumnya.

“Pemilihan Duta Ekonomi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan soft skills mahasiswa. Sebab, generasi muda saat ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, serta kemampuan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa ajang pemilihan duta fakultas merupakan wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa.

“Kompetisi ini sangat bermanfaat karena menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, etika, serta kepemimpinan. Saya melihat para finalis memiliki perubahan yang luar biasa, baik dari sikap, gestur, maupun cara berinteraksi,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, pembina, serta para Duta Fakultas Ekonomi yang selama ini aktif membantu promosi dan pengembangan citra Fakultas Ekonomi melalui berbagai kegiatan dan media sosial.

“Duta Fakultas Ekonomi adalah brand ambassador fakultas. Mereka membawa nama baik Fakultas Ekonomi sekaligus UNUSIDA. Pengalaman yang diperoleh di sini akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja nanti,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh finalis agar tidak hanya menjadikan gelar duta sebagai ajang prestise, tetapi juga sebagai sarana mengembangkan kualitas diri.

Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki mahasiswa di era saat ini.

“Yang paling penting adalah kemampuan berkomunikasi. Bagaimana seseorang mampu menyampaikan gagasan, membangun relasi, dan menunjukkan kualitas dirinya melalui komunikasi yang baik. Itulah yang akan menjadi modal penting dalam kehidupan maupun dunia kerja,” tuturnya.

Ia juga mendorong para finalis untuk terus mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, dan berani tampil sebagai representasi mahasiswa yang mampu membawa perubahan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Semoga Duta Ekonomi nanti mampu menjalankan perannya sebagai representasi fakultas, menjadi agen promosi kampus, serta berkontribusi aktif dalam mendukung berbagai program pengembangan mahasiswa dan institusi di masa mendatang,” pungkasnya.

Mahasiswa Informatika UNUSIDA (dari kiri) Achmad Raffy Nadjib, Muhammad Rafi Nur Setyawan, dan M. Satrio Rohmatullah (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Informatika UNUSIDA Raih Juara 1 IYSA 2026 Kategori Sosial, Angkat Isu Kesenjangan Digital

SIDOARJO — Tiga mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association tahun 2026 kategori sosial.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Achmad Raffy Nadjib, Muhammad Rafi Nur Setyawan, dan M. Satrio Rohmatullah. Mereka mengusung karya berjudul ‘Implementasi Infrastruktur Nirkabel Point to Point (P2P) Jarak Jauh sebagai Solusi Kesenjangan Digital Pendidikan dan Masyarakat di Dusun Pucukan, Sidoarjo’.

Dengan mengangkat isu kesenjangan digital yang masih terjadi di wilayah Sidoarjo, khususnya di Dusun Pucukan. Ketua tim, Rafi Nur Setyawan menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari kondisi nyata di lapangan, di mana masih terdapat wilayah yang memiliki keterbatasan akses digital, terutama untuk kebutuhan pendidikan.

“Awalnya ini dari keresahan kami melihat masih adanya kesenjangan akses internet. Padahal di era sekarang, akses digital sangat penting, khususnya untuk pendidikan,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (31/3/2026).

Karya yang diusung berfokus pada pembangunan infrastruktur jaringan nirkabel jarak jauh berbasis point to point (P2P) untuk mengatasi kesenjangan akses digital, khususnya di wilayah terpencil seperti Dusun Pucukan, Sidoarjo. Solusi ini diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan dan informasi bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, keunggulan dari solusi yang mereka tawarkan terletak pada efisiensi dan kemampuannya menjangkau wilayah yang sulit terakses jaringan konvensional. Meski demikian, mereka mengakui terdapat tantangan dalam proses implementasi, terutama pada aspek teknis dan pengujian jaringan agar tetap stabil dalam berbagai kondisi.

“Harapan kami, solusi ini bisa benar-benar diterapkan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia menilai bahwa inovasi ini memiliki potensi besar untuk diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah dengan kondisi geografis serupa di Indonesia.

Meski berhasil meraih juara pertama, Rafi dan tim mengaku belum merasa puas. Mereka menganggap capaian ini sebagai langkah awal dari perjalanan panjang dalam pengembangan karya.

“Bagi kami, lomba ini hanya panggung kecil. Tujuan kami bukan sekadar penghargaan, tetapi bagaimana solusi ini benar-benar bisa diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap mereka.

Solusi yang ditawarkan berupa pembangunan jaringan nirkabel jarak jauh menggunakan teknologi point to point (P2P). Teknologi ini dinilai mampu menjangkau daerah terpencil dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan infrastruktur konvensional.

Ke depan, ia berharap inovasi ini tidak hanya berhenti pada tahap karya ilmiah, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dan diperluas ke wilayah lain yang memiliki permasalahan serupa. Ia menekankan kepada mahasiswa terus peka terhadap permasalahan di sekitar dan berani mengembangkan solusi nyata.

“Mulailah dari masalah di sekitar kita, bukan hanya mencari judul yang terlihat menarik. Tetap santai, serius, dan sukses,” pungkasnya.

Mahasiswa Informatika (dari kiri) Khoirul Anam, Mochammad Rifky Sabilur Khaqiq, Muhammad Athaalf Attohir (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Informatika UNUSIDA Raih Juara 1 IYSA 2026 Lewat Inovasi Deteksi Longsor Si-Palang

SIDOARJO — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa program studi Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kali ini, 2 tim mahasiswa Program Studi Informatika berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) tahun 2026.

Ketua tim, Moch Rifky Sabilul Khaqiq menyebutkan bahwa keberhasilan ini berawal dari ide sederhana yang lama tertahan di kepala. Momentum hadir ketika kompetisi dari IYSA dibuka. Tim melihatnya sebagai wadah yang tepat untuk mengeksekusi gagasan tersebut.
“Bisa dibilang kami memanfaatkan kesempatan. Mumpung ada peluang, kami ambil dan kami maksimalkan,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (31/3/2026).

Rifky menjelaskan, ketertarikan terhadap topik ini tidak muncul begitu saja. Titik baliknya terjadi saat bencana longsor di Aceh pada tahun 2025. Peristiwa tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi tim, terutama karena longsor sebenarnya memiliki tanda-tanda awal yang berpotensi dideteksi.

Ia membandingkan dengan kemajuan teknologi di negara seperti Jepang, di mana gempa bumi saja sudah dapat diprediksi. Dari situ muncul dorongan kuat untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kondisi Indonesia.

Dari keresahan tersebut, lahirlah inovasi bernama Si-Palang (Sistem Pantau Lahan & Longsor). Sistem ini menggabungkan sensor kemiringan tanah dan kelembapan dengan algoritma Dynamic Thresholding.

Secara sederhana, alat ini mampu menyesuaikan ambang batas secara otomatis, seperti semakin miring tanah, semakin kecil toleransi kadar air sebelum sistem memberikan peringatan, serta dapat mengirim notifikasi ke ponsel warga melalui sistem geofencing.

“Keunggulan utama dari sistem ini adalah meminimalisir false alarm (peringatan palsu di area datar), mencegah gagal deteksi pada area lereng curam dan lebih dinamis, karena tidak bergantung pada satu parameter saja,” jelasnya.

Dalam proses pengembangan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah tahap pengujian sistem, khususnya dalam menemukan korelasi yang tepat antara tingkat kemiringan dan kelembapan tanah.

Meski begitu, ia dan tim optimis bahwa inovasi ini memiliki potensi besar. Mengingat kondisi geografis Indonesia yang didominasi wilayah perbukitan dan dataran tinggi, teknologi seperti Si-Palang dapat menjadi solusi nyata dalam mitigasi bencana.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem agar semakin adaptif dan responsif terhadap kondisi lingkungan,” tandasnya.

Baginya, kemenangan ini bukanlah akhir. Rifky menganggap ajang ini hanya sebagai langkah awal dari perjalanan panjang inovasi mereka.

“Jujur saja, kami belum puas. Ini baru panggung kecil. Tujuan kami bukan sekadar piala atau sertifikat, tapi ketika Si-Palang benar-benar dipasang di daerah rawan longsor dan bisa menyelamatkan nyawa,” ungkapnya.

Menurutnya, prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kampus, tetapi juga menjadi bukti bahwa karya mahasiswa mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Mulailah dari masalah nyata di sekitar kita, bukan sekadar mencari judul yang terlihat keren. Tetap santai, serius, dan sukses,” pungkasnya.

Aininna Halizah Rahma Raih Juara 1 Duta Putri LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Putri Kampus UNUSIDA, Aininna Halizah Rahma Raih Juara 1 Kategori Duta dalam LPTNU Award 2026

SIDOARJO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Aininna Halizah Rahma, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2023 sekaligus Wakil Sekretaris 2 IPPNU UNUSIDA, berhasil meraih Juara 1 Duta Putri PTNU dalam ajang LPTNU Award 2026 yang diselenggarakan oleh LPT PBNU di di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Tower Lt.9 Jalan Jemursari No.51-57 Surabaya, Selasa (10/03/2026).

Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar UNUSIDA, organisasi kemahasiswaan, serta jaringan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di seluruh Indonesia.

Ninna sapaan akrabnya, mengaku sangat bersyukur atas penghargaan yang diraihnya. Ia mengatakan bahwa kemenangan tersebut pada awalnya tidak ia sangka, namun ia memandangnya sebagai sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya tentu merasa sangat bersyukur dan awalnya tidak menyangka akan pencapaian ini. Namun bagi saya ini bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab untuk terus berkontribusi membawa nama baik kampus, organisasi, serta PTNU agar semakin berkembang dan berdaya saing,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (13/3/2026).

Ia mengaku, motivasinya mengikuti ajang pemilihan Duta Putri PTNU berangkat dari keinginannya untuk berkontribusi di dunia pendidikan. Sebagai mahasiswa PGSD, ia ingin menjadi bagian dari generasi muda yang mampu menghadirkan gagasan dan inovasi bagi kemajuan pendidikan, khususnya di lingkungan PTNU.

Dalam proses seleksi, Ninna harus melalui berbagai tahapan yang cukup menantang. Seleksi dimulai dari penulisan esai yang membahas ide kontribusi mahasiswa terhadap pengembangan PTNU di tingkat global. Selanjutnya, para peserta mengikuti sesi wawancara menggunakan bahasa Inggris yang membahas berbagai isu pendidikan.

Tidak hanya itu, peserta juga menjalani serangkaian penilaian lain seperti tes kepemimpinan (leadership), public speaking, serta kemampuan menjawab isu-isu strategis, termasuk diskusi mengenai perdamaian global atau Board of Peace.

Menurutnya, setiap tahapan seleksi memberikan pengalaman berharga yang turut meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan kepemimpinannya.

Dalam persiapannya, Ninna yang juga Putri Kampus UNUSIDA melakukan berbagai langkah sederhana namun konsisten, seperti mempelajari isu-isu yang berkembang di media sosial, memperdalam kemampuan bahasa Inggris, memahami perkembangan PTNU, hingga melatih public speaking dan bahasa Arab.

Tantangan terbesar yang ia rasakan adalah kualitas para peserta yang sangat kompetitif. Menurutnya, sebagian besar peserta merupakan mahasiswa berprestasi bahkan duta kampus dari berbagai PTNU di Indonesia. Namun hal tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa sekaligus pengurus organisasi, Aininna tetap mampu membagi waktu dengan baik. Ia menerapkan manajemen waktu dengan membuat skala prioritas sehingga dapat menyeimbangkan tanggung jawab organisasi, perkuliahan, dan persiapan kompetisi.

Melalui ajang tersebut, Aininna juga ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda agar berani bermimpi dan terus mengembangkan potensi diri. Menurutnya, di era digital saat ini generasi muda memiliki akses luas terhadap informasi yang dapat dimanfaatkan untuk berkarya dan memberikan kontribusi positif.

Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam organisasi dan masyarakat. Menurutnya, perempuan masa kini harus mampu berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi jati dirinya. Hal ini selaras dengan prinsip dalam tradisi Nahdlatul Ulama, yaitu ‘Al-Muhafadzatu ‘ala al-qadim al-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah’, menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.

Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Aininna menyampaikan terima kasih kepada keluarga, teman-teman organisasi, serta pihak kampus yang telah memberikan doa dan dukungan penuh. Ia juga menyebut dukungan dari para pimpinan kampus dan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang terus memberikan semangat.

Ke depan, Aininna berharap dapat menjalankan amanah sebagai Duta Putri PTNU dengan sebaik-baiknya serta terus berkontribusi dalam mempromosikan dan memperkuat peran PTNU agar semakin maju dan dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui capaian ini, ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan pendidikan, pengembangan kapasitas generasi muda, serta program yang memperkuat peran mahasiswa dan kader Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan zaman.

Ia juga berpesan kepada kader IPNU–IPPNU dan mahasiswa UNUSIDA agar tidak takut mencoba berbagai kesempatan. “Keberuntungan dan kemenangan itu tercipta ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan,” tutupnya.

Tim DKV UNUSIDA Raih Juara 1 Kategori Karya Terapan & Inovatif pada Aksi Inklusi Nasional 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim DKV UNUSIDA Raih Juara 1 Kategori Karya Terapan & Inovatif pada Lomba Aksi Inklusi Nasional

SIDOARJO — Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Tiga mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2022 berhasil meraih Juara 1 Kategori Karya Terapan & Inovatif (Karya HKI) dalam ajang Lomba Aksi Inklusi Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Yayasan Lentera Sanggar Rainbow.

Adapun mahasiswa berprestasi tersebut yakni Maulidatul Qomariyah (NIM 22422062) selaku ketua tim, bersama Elysia Hilda Maghfiroh (NIM 22422048) dan Mir’a Tia Musfiro (NIM 22422064) sebagai anggota.

Prestasi ini diraih melalui karya berupa video podcast edukatif yang mengangkat tema anak dengan keterbatasan dalam berbicara. Karya tersebut dinilai berhasil menyampaikan pesan inklusi secara kreatif, empatik, dan komunikatif, sekaligus memberikan ruang suara bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar lebih dipahami oleh masyarakat luas.

Ketua tim, Maulidatul Qomariyah, menyampaikan bahwa ide karya ini berangkat dari kepedulian terhadap isu inklusivitas dan minimnya media edukasi yang mengangkat perspektif anak dengan hambatan komunikasi. Melalui format podcast visual, tim berupaya menghadirkan pendekatan yang hangat dan mudah diterima berbagai kalangan.

“Harapannya, karya ini tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga mampu menumbuhkan empati serta kesadaran publik tentang pentingnya dukungan bagi anak-anak dengan keterbatasan berbicara,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (4/2/2026).

Hal tersebut mendapatkan atensi dari Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., yang mengapresiasi karya mahasiswa DKV UNUSIDA karena mampu menghadirkan isu sosial melalui pendekatan kreatif berbasis digital. Menurutnya, mahasiswa Desain Komunikasi Visual memiliki peran strategis dalam mengangkat tema-tema pendidikan inklusif melalui medium kreatif seperti podcast dan konten visual lainnya.

“Karya seperti ini sangat relevan dengan arah pengembangan UNUSIDA sebagai kampus inklusif, modern, dan islami. Mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya yang estetis, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan dan edukatif yang berdampak luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNUSIDA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan karya inovatif yang berdampak sosial. Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen UNUSIDA dalam mendorong kreativitas mahasiswa yang berpihak pada nilai kemanusiaan dan inklusi.

“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Selamat dan sukses untuk tim DKV UNUSIDA, Teruslah menginspirasi melalui karya” pungkasnya.

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., saat memberikan penghargaan kepada Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional (Foto: Humas UNUSIDA)

Momen Mujahadah, UNUSIDA Berikan Apresiasi kepada Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama institusi di tingkat nasional maupun internasional. Pemberian apresiasi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Mujahadah Jumat Kliwon di Masjid K.H. M. Hasyim Asy’ari UNUSIDA, Jumat (23/1/2026).

Apresiasi diberikan secara langsung oleh Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dan Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, S.Pd., M.Pd., sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kerja keras, serta prestasi gemilang mahasiswa dan dosen pembimbing dalam berbagai ajang kompetisi bergengsi.

Adapun mahasiswa dan dosen pembimbing yang menerima apresiasi antara lain:

  1. Dr. Arda Surya Editia, M.T. beserta mahasiswa peraih Juara 1 Innovation Design Startup Competition,

  2. Jeziano Rizkita Boyas, M.M. beserta mahasiswa peraih Juara 2 World Entrepreneurial Case Competition (WECC),

  3. Jeziano Rizkita Boyas, M.M. beserta mahasiswa peraih Juara 3 International Business Plan Competition,

  4. Anggay Luri Pramana, M.Kom. beserta mahasiswa peraih Juara 1 National Applied Science Project Olympiad,

  5. M. Fathir Firmansyah – Juara 2 Nasional Kompetisi Fotografi,

  6. Lailatul Ma’rifah – Juara 3 Lomba Esai Nasional FORPIMAWA 2025,

  7. Indah Dwi Cahyani – Lomba Poster Nasional THEORIST 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyampaikan bahwa capaian prestasi ini merupakan bukti nyata kualitas sumber daya manusia UNUSIDA yang mampu bersaing di level nasional dan internasional. Selaras dengan suasana Mujahadah Jumat Kliwon, pemberian penghargaan kali ini sekaligus menjadi refleksi spiritual atas capaian prestasi yang diraih serta menginspirasi mahasiswa lain.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan institusi. UNUSIDA akan terus mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk berani berkompetisi dan berinovasi,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui pembinaan akademik, riset, dan inovasi. UNUSIDA sebagai perguruan tinggi tidak hanya menjadi kampus unggul secara akademik, tetapi juga konsisten dalam membangun budaya prestasi, inovasi, dan karakter mahasiswa yang berdaya saing global.

“Kami berharap apresiasi ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UNUSIDA untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” tuturnya.

Rektor UNUSIDA Berangkatkan Mahasiswa Peserta MTQMN 2025 di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin (Foto: Humas UNUSIDA)

Rektor UNUSIDA Berangkatkan Mahasiswa Peserta MTQMN 2025 di Banjarmasin

SIDOARJO – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., secara resmi memberangkatkan mahasiswa peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) 2025 yang akan diselenggarakan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, pada 6–9 Oktober 2025 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan pesan dan motivasi kepada para delegasi UNUSIDA. “Atas nama pimpinan, saya mengucapkan selamat kepada teman-teman yang berhasil lolos dari pra seleksi MTQMN. Ambillah pengalaman sebanyak-banyaknya. Kalau lolos, alhamdulillah, kalau tidak tetap jadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga yang bisa ditularkan kepada yang lain,” ujarnya, Jum’at (3/10/2025).

Lebih lanjut, ia juga berpesan agar para peserta selalu menjaga nama baik universitas dan senantiasa mengutamakan keselamatan dalam perjalanan. Ia berharap, keikutsertaan mahasiswa UNUSIDA dalam ajang MTQMN 2025 ini dapat memperkuat semangat dakwah, memperluas jejaring akademik, serta mengharumkan nama almamater di tingkat nasional.

“Tetap jaga nama baik UNUSIDA, dan semoga selamat dari berangkat hingga pulang kembali,” tambahnya.

Adapun mahasiswa yang mewakili UNUSIDA dalam cabang Musabaqah Maulid Nabi (MMN) adalah:

  • Adinda Sayyidah (PGMI 23A)

  • Zanuba Zulfa (PGSD 24C)

  • Fastabikul Ilma Nabillah (PGMI 23A)

  • Lailatul Rahma Agustina (PGSD 23B)

  • Farah Fauziah (PGSD 24B)

Para delegasi UNUSIDA mengaku terus mematangkan persiapan sebelum pemberangkatan. Salah satunya datang dari Adinda Sayyidah, yang mengungkapkan bahwa persiapan yang ia lakukan tidak hanya sebatas latihan teknis, tetapi juga penguatan mental dan penghayatan makna bacaan.

“Kami berlatih rutin membaca dan memahami syair maulid, memperhatikan ketepatan bacaan, kekompakan, serta penghayatan agar bisa menyampaikan dengan penuh makna. Selain itu, kami juga saling memberikan masukan antar tim untuk memperbaiki kekurangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adinda menekankan bahwa motivasi utama keikutsertaannya adalah menimba pengalaman sekaligus membawa nama baik UNUSIDA di kancah nasional. Dengan penuh optimisme, Adinda dan tim bertekad dapat tampil maksimal sekaligus mempersembahkan yang terbaik bagi UNUSIDA.

“Target kami tentu ingin memberikan hasil terbaik. Namun yang lebih penting, kami ingin membawa semangat syiar melalui Musabaqah Maulid Nabi ini dan belajar dari peserta lain di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (MY)

UPT PIK UNUSIDA Gelar Webinar General Studium Kuliah Bersama Amaliyah Aswaja dan Khidmah Aswaja melalui Zoom Meeting (Foto: Humas UNUSIDA)

UPT PIK UNUSIDA Gelar Webinar General Studium Kuliah Bersama Amaliyah dan Khidmah Aswaja

SIDOARJO – Unit Pelaksana Teknis Pengkajian Islam dan Keaswajaan (UPT PIK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar General Studium dengan tema Kuliah Bersama Amaliyah Aswaja dan Khidmah Aswaja, yang diikuti oleh ratusan mahasiswa secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (27/9/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sekaligus meneguhkan khidmah dalam pengabdian di masyarakat. Kepala UPT PIK UNUSIDA, H. Arisy Karomi, menegaskan pentingnya acara ini sebagai sarana memperdalam wawasan keislaman yang berpijak pada prinsip Aswaja.

“General Studium Kuliah bersama Amaliyah Aswaja dan Khidmah Aswaja adalah kesempatan yang sempurna untuk memperdalam pengetahuan Anda tentang Aswaja,” jelasnya.

Dalam acara ini, membahas konsep-konsep dasar Aswaja, sejarah, dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Di sini mahasiswa UNUSIDA belajar bagaimana Aswaja dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana kita dapat mengamalkan nilai-nilai Aswaja dalam masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, UPT PIK UNUSIDA berharap kultur Aswaja tidak hanya menjadi pengetahuan teoritis, melainkan juga menjadi pedoman dan karakter yang melekat dalam setiap aktivitas akademik maupun sosial,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendatangkan 2 narasumber berkompeten yang merupan dosen Aswaja UNUSIDA, yaitu Dr. H. Rangga Sa’adillah, S.A.P., M.Pd.I. dan Milla Ahmadia Apologia, S.Pd.I, M.Pd.I. Antusiasme mahasiswa terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi. Mereka diajak untuk merefleksikan peran mahasiswa dalam mengamalkan Aswaja di lingkungan kampus, program studi, maupun masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Rangga Mata kuliah Aswaja) di UNUSIDA tidak hanya dipahami sebagai kajian keislaman semata, melainkan dapat diintegrasikan ke dalam seluruh bidang keilmuan.

Menurutnya, mahasiswa dari berbagai program studi dapat menerapkan nilai-nilai dan amaliyah Aswaja sesuai dengan bidang kependidikannya. Sebagai contoh, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) dapat mengembangkan teknologi untuk berdakwah secara digital dengan tetap berlandaskan prinsip-prinsip Aswaja.

Mata kuliah Aswaja di UNUSIDA membahas secara komprehensif praktik keagamaan dan tradisi keislaman yang berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama. Materi meliputi pemahaman konsep bid’ah, dasar-dasar ibadah mahdlah dan ghairu mahdlah, praktik ibadah Aswaja seperti shalat, puasa, doa, dan sholawat, serta tradisi keagamaan khas NU seperti tahlil, manaqib, haul, maulid Nabi, hingga peringatan hari besar Islam.

Selain praktik, mahasiswa juga diajak untuk mengkaji argumentasi fiqhiyah di balik amaliyah Aswaja serta memahami perbedaannya dengan aliran lain. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya menekankan ritual, tetapi juga landasan ilmiah yang mendasarinya.

Dr. Rangga menegaskan bahwa tujuan utama dari mata kuliah ini adalah membekali mahasiswa agar mampu memahami, menghargai, dan melestarikan tradisi keagamaan Islam Nusantara yang ramah, moderat, dan toleran. Melalui penguatan nilai Aswaja dalam seluruh lini keilmuan, UNUSIDA berkomitmen melahirkan lulusan yang berdaya saing global sekaligus menjaga kearifan lokal Islam Nusantara.

“Aswaja menjadi nilai dasar yang bisa diterapkan di semua disiplin ilmu, sehingga melahirkan generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter Aswaja an-Nahdliyah,” tegasnya. (MY)