Pos

Seluruh Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA hibah fasilitas bank sampah kepada SDN Kedungpandan 1, Jabon. (Foto: Humas UNUSIDA)

Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PPK Ormawa HIMA PBI UNUSIDA Hibahkan Fasilitas Bank Sampah ke SDN Kedungpandan

SIDOARJO — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyerahkan hibah fasilitas bank sampah kepada SDN Kedungpandan 1, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).

Dosen pembimbing program, Ruri Fadhilah Kurniawati, S.Hum., M.Pd., menyampaikan bahwa penyerahan hibah tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengelolaan sampah sekaligus menumbuhkan kesadaran warga sekolah terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dosen Program Studi (Prodi) PBI UNUSIDA tersebut turut mendorong penguatan kepedulian lingkungan melalui penyediaan fasilitas bank sampah di sekolah. Ia berharap fasilitas ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih terorganisasi sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada siswa dan seluruh warga sekolah.

“Keberadaan bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah yang telah dipilah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” katanya.

Melalui fasilitas tersebut, sekolah memiliki kesempatan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah, mulai dari pemilahan berdasarkan jenis, pengumpulan, hingga pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna.

“Inisiatif ini sejalan dengan pentingnya menghadirkan pendidikan lingkungan yang tidak hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan dalam praktik sehari-hari.,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim PPK Ormawa Hima PBI UNUSIDA, Zainira Ihsanty, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan, tetapi juga mendorong keterlibatan sekolah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Menurutnya, pemanfaatan fasilitas bank sampah juga menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak usia dini. Melalui pembiasaan memilah dan mengelola sampah, nilai tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Siswa dapat belajar secara langsung bahwa tindakan sederhana, seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan,” jelasnya.

Zainira mengungkapkan bahwa hibah fasilitas ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program PPK Ormawa di Desa Kedungpandan. Dengan tersedianya sarana yang dapat dimanfaatkan secara langsung, program mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi terus memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

“Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah, pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama. Langkah ini menjadi wujud nyata peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Vinna Gayuh Asih, berhasil meraih Juara Harapan 3 kategori Stand Up Comedy dalam ajang KMI Expo XVII 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Akuntansi UNUSIDA, Vinna Gayuh Asih Raih Juara Harapan 3 Stand Up Comedy KMI Expo XVII

PURWOKERTO – Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Vinna Gayuh Asih, berhasil meraih Juara Harapan 3 kategori Stand Up Comedy dalam ajang KMI Expo XVII 2026 yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Senin-Jum’at (27/9-2/10/2026) lalu.

Prestasi tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi Vinna. Terlebih, kompetisi tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba stand up comedy. Ia bahkan mengaku sebelumnya tidak pernah secara khusus menyaksikan penampilan para komika.

Perjalanan Vinna menuju KMI Expo XVII juga tidak berlangsung secara instan. Sebelum tampil di panggung nasional, terdapat sejumlah tahapan dan proses seleksi yang harus dilalui. Setiap tahap dipersiapkan dengan sebaik mungkin, termasuk mempelajari pengalaman peserta dan tim yang lolos pada tahun sebelumnya untuk kemudian dikembangkan dengan inovasi baru.

“Jujur senang, kaget, nggak expect, campur aduk. Alhamdulillah banget bisa diberi kesempatan untuk meraih Juara Harapan 3,” ujar Vinna kepada Humas UNUSIDA, Senin (5/10/2026).

Dalam tahap awal, Vinna mengirimkan materi stand up comedy melalui unggahan YouTube dengan durasi tiga bit. Setelah dinyatakan lolos 20 besar, ia harus mempersiapkan materi lima bit untuk ditampilkan dalam final show di UNSOED dengan durasi sekitar 8–9 menit.

Persiapan tersebut menjadi tantangan tersendiri. Dengan waktu yang relatif singkat, hanya sekitar tiga hari sebelum tampil, Ketua PAC IPPNU Wonoayu tersebut memaksimalkan proses menghafal, mendalami, dan membawakan materi di sela-sela kesibukannya mengikuti rangkaian KMI Expo.

“Sejujurnya saya tidak pernah stand up comedy. Saya hanya ingin coba-coba. Kemudian dibantu mas saya di PAC IPNU-IPPNU untuk sharing dan combud materi,” ungkapnya.

Menurut Vinna, dalam stand up comedy, penyampaian atau delivery menjadi bagian penting selain materi. Ia menyebut pengalaman tampil di panggung nasional dengan audiens dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia membuat adrenalinnya meningkat.

Situasi tersebut sempat membuat Vinna mengalami kendala ketika tampil. Ia mengaku sempat lupa sebagian materi dan hanya mampu membawakan sekitar dua setengah bit dari materi yang telah dipersiapkan.

Namun, pengalaman mengolah materi membuatnya mampu tetap melanjutkan penampilan. Materi yang telah disiapkan dengan pola yang saling berkesinambungan membantunya melakukan improvisasi ketika mengalami kendala di atas panggung.

“Adrenalinnya sangat besar. Saya sempat terlupa dan hafal dua bit setengah saja. Tapi untungnya materinya sudah disiapkan bomslide dan kalau lupa masih bisa berkesinambungan kalau lompat-lompat bit-nya,” tuturnya.

Angkat Keresahan dari Produk Kewirausahaan

Menariknya, materi yang dibawakan Vinna tidak dibuat tanpa konsep. Ia mendapatkan inspirasi dari tema utama kompetisi, yakni kewirausahaan, kemudian mengolah berbagai keresahan yang ditemuinya dalam pengalaman mengembangkan produk keripik gayam melalui program P2MW.

Dalam proses kreatifnya, Vinna menggunakan teknik little man in big situation, yakni menempatkan dirinya dalam situasi yang besar atau rumit. Dari berbagai keresahan tersebut kemudian dikembangkan menjadi premis komedi dengan pola dasar setup dan punchline.

Ia juga menerapkan sejumlah teknik dalam stand up comedy, seperti rule of three, callback, hingga riffing.

“Kalau waktu sharing, saya dapat ilmu bahwa materi stand up itu dari keresahan. Dari premis tersebut baru kita cari lucunya,” jelasnya.

Bagi Vinna, seluruh rangkaian KMI Expo XVII meninggalkan kesan tersendiri. Bukan hanya kompetisinya, tetapi juga suasana, rasa lelah, adrenalin, lingkungan, hingga kebersamaan bersama tim dan keluarga besar UNUSIDA.

Salah satu momen yang paling dikenangnya adalah kebersamaan bersama tim UNUSIDA di penginapan sebelum kembali melanjutkan perjuangan di arena kompetisi.

“Ada momen kebersamaan saat kumpul dan sharing bareng keluarga UNUSIDA di penginapan sebelum besok lanjut tempur, dan mencoba berbagi makanan serta camilan yang aneh-aneh waktu keliling stand,” katanya sambil tertawa.

Vinna tidak menjalani perjuangan tersebut seorang diri. Dukungan datang dari timnya, yakni Izza, Cecil, Naya, dan Usman, kakaknya, ibu dan kakaknya, dosen pembimbing, serta tim UNUSIDA yang turut hadir dalam KMI Expo XVII.

Bagi Vinna, keberhasilan tersebut memiliki makna tersendiri sebagai mahasiswa Akuntansi UNUSIDA. “Gini ya rasanya juara naik panggung sambil njereng bendera kampus tercinta dan masuk feed Instagram UNUSIDA.official, slebew,” ujarnya dengan nada penuh kegembiraan.

Jangan Takut Mencoba

Pengalaman pertama mengikuti stand up comedy hingga berhasil masuk 20 besar dan meraih Juara Harapan 3 menjadi pelajaran penting bagi Vinna. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi dorongan bagi mahasiswa UNUSIDA maupun kader muda NU yang masih ragu menunjukkan bakatnya.

Ia berpesan agar mahasiswa tidak takut melewati pengalaman pertama, sebab setiap keberhasilan selalu diawali dengan keberanian untuk mencoba.

“Semua di dunia ini kalau sifatnya pertama kali itu asli susah. Tapi semua hal di dunia ini ada pertama kalinya. Kita hanya cukup melewati itu dan lakukan berulang kali untuk jadi pemenang,” pesannya.

Vinna juga mengingatkan agar mengikuti kompetisi tidak sekadar untuk menggugurkan kewajiban. Menurutnya, setiap kesempatan harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh dan disertai target terbaik.

“Perlu melakukan yang terbaik, biar Tuhan menyelesaikan sisanya. Kalau mau lomba, jangan hanya ikut dan selesai saja. Benar-benar incar juara satu. Kalau meleset, kita bisa juara dua atau tiga,” pungkasnya.

Penyerahan apresiasi untuk Mahasiswa dan Dosen Berprestasi saat Mujahadah Putaran 4 Tahun 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Momentum Mujahadah, UNUSIDA Beri Apresiasi bagi Dosen dan Mahasiswa Berprestasi

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan apresiasi kepada mahasiswa dan dosen pembimbing yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai kompetisi tingkat nasional maupun internasional. Pemberian apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan kampus atas capaian sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi dan mengukir prestasi.

Apresiasi diberikan kepada mahasiswa dari berbagai program studi yang berhasil meraih juara dalam kompetisi karya ilmiah, inovasi, olahraga, hingga ajang internasional. Momentum tersebut juga menjadi bagian dari upaya UNUSIDA membangun budaya akademik dan kemahasiswaan yang kompetitif, produktif, serta berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa.

Kepala Biro Kemahasiswaan, Karier dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih, tetapi juga sebagai inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

“Apresiasi ini sebagai inspirasi untuk lebih berprestasi sebagai mahasiswa. Semoga capaian yang diraih oleh teman-teman mahasiswa dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” jelasnya usai penyerahan apresiasi dalam Mujahadah UNUSIDA, Jum’at (21/8/2026).

Sejumlah prestasi yang mendapatkan apresiasi di antaranya Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Nasional kategori Sains Indonesia Young Scientist Association (IYSA) 2026 yang diraih Moch. Rifky Sabilul K., Khoirul Anam, dan M. Athaalf Attohir dari Program Studi Informatika dengan dosen pembimbing Mochammad Machlul Alamin, M.Kom.

Prestasi serupa juga diraih M. Rafi Nur Setyawan, A. Raffy Nadjib, dan M. Satrio Rohmatullah dari Program Studi Informatika yang berhasil meraih Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Nasional kategori Sosial IYSA 2026, juga dengan dosen pembimbing Mochammad Machlul Alamin, M.Kom.

Dari Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Maulidatul Qomariyah, Mir’a Tia Musfiro, dan Elysia Hilda Maghfiroh berhasil meraih Juara 1 Karya Terapan dan Inovatif (Karya HKI) dalam Lomba Aksi Inklusi Nasional 2025.

Prestasi lainnya diraih Aininna Halizah Rahma dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang meraih Juara 1 Duta Putri PTNU LPTNU Award 2026.

Di bidang olahraga, Revalina Bilqis Saputri dari Program Studi Akuntansi berhasil meraih Juara 2 Kelas C Dewasa Putri UMSURA National Pencaksilat Championship 2026. Sementara M. Badrun Najah dari Program Studi Manajemen meraih Juara 3 Kelas F Dewasa Putra pada ajang yang sama.

Prestasi di tingkat internasional juga berhasil ditorehkan mahasiswa UNUSIDA. Tim yang terdiri atas Nafi’ Mardiansyah, Rijal Maulana, M. Fathir Firmansyah, Pingkia Angelica T., dan Rizky Octavian R. berhasil meraih Bronze Award dalam Rembau International Innovation & Design Exhibition (RIIDEX), dengan dosen pembimbing Devika Cherly P., S.Mn., M.M.

Sementara itu, M. Azizil Ghofur, Abdulrashid Lawal, Silmi Za’iimah, M. Syauqi Ardani F., dan M. Farid Maulana berhasil meraih Silver Medal dalam Malaysia Invention & Innovation Expo 2026 (University Student Innovator). Tim tersebut dibimbing oleh Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T.

Beragam capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang, baik akademik, inovasi, olahraga, maupun kompetisi internasional.

Fajar menambahkan, prestasi mahasiswa tidak terlepas dari dukungan dosen pembimbing, program studi, fakultas, serta berbagai pihak di lingkungan kampus. Karena itu, apresiasi juga diberikan kepada dosen yang telah mendampingi mahasiswa dalam proses persiapan hingga mengikuti kompetisi.

“Semoga sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing terus diperkuat. Prestasi bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi juga tentang proses belajar, keberanian mencoba, kerja keras, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi,” tambahnya.

Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menjelaskan, pemberian apresiasi ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam menciptakan lingkungan kampus yang mendorong mahasiswa untuk aktif berprestasi. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik UNUSIDA di tingkat nasional maupun internasional.

“Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang berprestasi, kami ingin terus mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, kompetensi, dan daya saing mahasiswa,” pungkasnya.

Seluruh peserta Yudisium ke-12 FILKOM UNUSIDA berfoto bersama dengan seluruh Dosen, Dekan, Plt. Rektor UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium ke-12 FILKOM UNUSIDA, Teguhkan Komitmen Cetak Lulusan Tepat Waktu, Bermutu, dan Berintegritas

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-12 Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Hall Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Selasa (4/8/2026). Prosesi yudisium tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Nomor 123/U9.3/3/GAR/SK-GAR/2026 tentang penetapan mahasiswa FILKOM yang lulus pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Pada yudisium kali ini, sebanyak 42 lulusan Program Studi Informatika, 22 lulusan Sistem Informasi, dan 37 lulusan Desain Komunikasi Visual resmi dikukuhkan.

Dalam sambutannya, Plt. Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan dari tiga program studi di lingkungan FILKOM. Ia juga memberikan semangat kepada mahasiswa yang belum berhasil menyelesaikan studinya agar tetap optimistis.

“Kita doakan teman-teman yang hari ini belum beruntung, semoga segera menyusul teman-teman kita semua,” ujarnya.

Dalam pesannya kepada para lulusan, Hadi menekankan tiga nilai utama yang harus menjadi pegangan setelah memasuki dunia kerja, yaitu menjaga salat, berbakti kepada orang tua (birrul walidain), serta menjauhi sifat sombong.

Menurutnya, kesombongan tidak hanya diwujudkan melalui sikap merendahkan orang lain, tetapi juga menolak kebenaran, termasuk dalam cara seseorang berkomunikasi di media sosial.

“Mari kita lihat apa yang kita kirim di media sosial. Jangan sampai kesombongan itu muncul dalam bentuk merendahkan orang lain atau menolak kebenaran,” pesannya.

Hadi kemudian membagikan kisah inspiratif tentang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh yang semasa muda rutin mengikuti pengajian Mbah Hamid Pasuruan. Dari kisah tersebut, ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak lepas dari bakti kepada orang tua.

“Apapun kesuksesan yang kalian raih, jangan pernah melupakan birrul walidain. Berbakti kepada orang tua menjadi salah satu kunci keberkahan hidup,” tuturnya.

Sebagai lulusan bidang teknologi informasi, Hadi juga mengingatkan bahwa kemampuan digital yang dimiliki para sarjana komputer harus diimbangi dengan integritas. Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang besar, tetapi juga menghadirkan godaan untuk menempuh jalan pintas yang tidak benar.

Ia berharap budaya akademik di UNUSIDA yang selalu diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah dan doa sebelum perkuliahan mampu menjadi benteng moral bagi para lulusan dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia profesional.

“Semakin tinggi kemampuan teknologi seseorang, semakin besar pula tantangan untuk menjaga integritas. Kembalilah kepada Allah SWT agar ilmu yang dimiliki membawa keberkahan,” katanya.

Sementara itu, lulusan terbaik FILKOM UNUSIDA 2026, Zahrotun Nafisah, S.Kom., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh dosen, orang tua, dan teman-teman seperjuangan yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukan hanya tentang memperoleh nilai terbaik, melainkan hasil dari perjuangan panjang yang dilalui setiap mahasiswa.

“Hari ini bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan penghargaan. Hari ini adalah tentang perjuangan kita semua untuk sampai di titik ini. Kita berhasil karena tidak menyerah,” ungkapnya.

Ia mengenang berbagai proses selama kuliah, mulai dari menyelesaikan tugas hingga larut malam, menghadapi revisi yang seolah tak berujung, hingga melewati berbagai tantangan yang sempat membuat ingin menyerah.

Mahasiswi Program Studi Sistem Informasi tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen FILKOM, khususnya dosen wali sekaligus pembimbingnya, Rizki Aditya Nugroho, S.T., M.Kom., atas bimbingan dan kesabaran selama masa studi.

Selain itu, ia mengapresiasi dukungan orang tua, keluarga, dan rekan-rekan mahasiswa yang selalu memberikan semangat selama menempuh pendidikan.

Lebih lanjut, Zahrotun berharap Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA terus berkembang dan melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kelulusan ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari langkah yang lebih besar. Semoga Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA terus maju dan mencetak generasi terbaik yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

BEM FE UNUSIDA Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM FE UNUSIDA Gelar Grand Final Duta Ekonomi 2026, Cetak Generasi Cerdas, Kreatif, Inspiratif, dan Berintegritas

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Grand Final Duta Ekonomi 2026 pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema ‘Membentuk Duta Ekonomi Masa Depan yang Cerdas, Kreatif, Inspiratif dan Berintegritas’ ini menjadi puncak rangkaian seleksi yang telah dilalui para finalis melalui berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran, wawancara, karantina, hingga penampilan pada saat grand final.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta keluarga finalis yang memberikan dukungan penuh kepada para peserta. Grand Final Duta Fakultas Ekonomi 2026, terpilihnya M. Fadli Rahmadhani Manajemen 2025A dan Lili Itaurrahma Manajemen 2025A sebagai Duta Fakultas Ekonomi 2026.

Gubernur BEM Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Pingkya Angelica Thaufani, dalam sambutannya mengaku bangga dan terharu dapat menyaksikan proses para finalis yang telah berjuang hingga mencapai tahap akhir kompetisi.

“Saya berdiri di sini dengan rasa bangga karena dulu saya juga pernah berproses di tempat ini. Hari ini saya menyaksikan adik-adik yang telah melalui perjalanan panjang mulai dari seleksi, wawancara, karantina hingga grand final. Kalian adalah mahasiswa pilihan yang telah membuktikan komitmen dan kerja kerasnya,” ujarnya.

Ia berharap Duta Fakultas Ekonomi 2026 dapat menjadi generasi yang lebih baik dan mampu melanjutkan prestasi yang telah diraih oleh angkatan sebelumnya.

“Pemilihan Duta Ekonomi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan soft skills mahasiswa. Sebab, generasi muda saat ini tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, serta kemampuan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa ajang pemilihan duta fakultas merupakan wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa.

“Kompetisi ini sangat bermanfaat karena menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, etika, serta kepemimpinan. Saya melihat para finalis memiliki perubahan yang luar biasa, baik dari sikap, gestur, maupun cara berinteraksi,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, pembina, serta para Duta Fakultas Ekonomi yang selama ini aktif membantu promosi dan pengembangan citra Fakultas Ekonomi melalui berbagai kegiatan dan media sosial.

“Duta Fakultas Ekonomi adalah brand ambassador fakultas. Mereka membawa nama baik Fakultas Ekonomi sekaligus UNUSIDA. Pengalaman yang diperoleh di sini akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja nanti,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh finalis agar tidak hanya menjadikan gelar duta sebagai ajang prestise, tetapi juga sebagai sarana mengembangkan kualitas diri.

Menurutnya, kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki mahasiswa di era saat ini.

“Yang paling penting adalah kemampuan berkomunikasi. Bagaimana seseorang mampu menyampaikan gagasan, membangun relasi, dan menunjukkan kualitas dirinya melalui komunikasi yang baik. Itulah yang akan menjadi modal penting dalam kehidupan maupun dunia kerja,” tuturnya.

Ia juga mendorong para finalis untuk terus mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, dan berani tampil sebagai representasi mahasiswa yang mampu membawa perubahan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Semoga Duta Ekonomi nanti mampu menjalankan perannya sebagai representasi fakultas, menjadi agen promosi kampus, serta berkontribusi aktif dalam mendukung berbagai program pengembangan mahasiswa dan institusi di masa mendatang,” pungkasnya.

Mahasiswa Informatika UNUSIDA (dari kiri) Achmad Raffy Nadjib, Muhammad Rafi Nur Setyawan, dan M. Satrio Rohmatullah (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Informatika UNUSIDA Raih Juara 1 IYSA 2026 Kategori Sosial, Angkat Isu Kesenjangan Digital

SIDOARJO — Tiga mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association tahun 2026 kategori sosial.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Achmad Raffy Nadjib, Muhammad Rafi Nur Setyawan, dan M. Satrio Rohmatullah. Mereka mengusung karya berjudul ‘Implementasi Infrastruktur Nirkabel Point to Point (P2P) Jarak Jauh sebagai Solusi Kesenjangan Digital Pendidikan dan Masyarakat di Dusun Pucukan, Sidoarjo’.

Dengan mengangkat isu kesenjangan digital yang masih terjadi di wilayah Sidoarjo, khususnya di Dusun Pucukan. Ketua tim, Rafi Nur Setyawan menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari kondisi nyata di lapangan, di mana masih terdapat wilayah yang memiliki keterbatasan akses digital, terutama untuk kebutuhan pendidikan.

“Awalnya ini dari keresahan kami melihat masih adanya kesenjangan akses internet. Padahal di era sekarang, akses digital sangat penting, khususnya untuk pendidikan,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (31/3/2026).

Karya yang diusung berfokus pada pembangunan infrastruktur jaringan nirkabel jarak jauh berbasis point to point (P2P) untuk mengatasi kesenjangan akses digital, khususnya di wilayah terpencil seperti Dusun Pucukan, Sidoarjo. Solusi ini diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan dan informasi bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, keunggulan dari solusi yang mereka tawarkan terletak pada efisiensi dan kemampuannya menjangkau wilayah yang sulit terakses jaringan konvensional. Meski demikian, mereka mengakui terdapat tantangan dalam proses implementasi, terutama pada aspek teknis dan pengujian jaringan agar tetap stabil dalam berbagai kondisi.

“Harapan kami, solusi ini bisa benar-benar diterapkan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia menilai bahwa inovasi ini memiliki potensi besar untuk diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah dengan kondisi geografis serupa di Indonesia.

Meski berhasil meraih juara pertama, Rafi dan tim mengaku belum merasa puas. Mereka menganggap capaian ini sebagai langkah awal dari perjalanan panjang dalam pengembangan karya.

“Bagi kami, lomba ini hanya panggung kecil. Tujuan kami bukan sekadar penghargaan, tetapi bagaimana solusi ini benar-benar bisa diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap mereka.

Solusi yang ditawarkan berupa pembangunan jaringan nirkabel jarak jauh menggunakan teknologi point to point (P2P). Teknologi ini dinilai mampu menjangkau daerah terpencil dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan infrastruktur konvensional.

Ke depan, ia berharap inovasi ini tidak hanya berhenti pada tahap karya ilmiah, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dan diperluas ke wilayah lain yang memiliki permasalahan serupa. Ia menekankan kepada mahasiswa terus peka terhadap permasalahan di sekitar dan berani mengembangkan solusi nyata.

“Mulailah dari masalah di sekitar kita, bukan hanya mencari judul yang terlihat menarik. Tetap santai, serius, dan sukses,” pungkasnya.

Mahasiswa Informatika (dari kiri) Khoirul Anam, Mochammad Rifky Sabilur Khaqiq, Muhammad Athaalf Attohir (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Informatika UNUSIDA Raih Juara 1 IYSA 2026 Lewat Inovasi Deteksi Longsor Si-Palang

SIDOARJO — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa program studi Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kali ini, 2 tim mahasiswa Program Studi Informatika berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) tahun 2026.

Ketua tim, Moch Rifky Sabilul Khaqiq menyebutkan bahwa keberhasilan ini berawal dari ide sederhana yang lama tertahan di kepala. Momentum hadir ketika kompetisi dari IYSA dibuka. Tim melihatnya sebagai wadah yang tepat untuk mengeksekusi gagasan tersebut.
“Bisa dibilang kami memanfaatkan kesempatan. Mumpung ada peluang, kami ambil dan kami maksimalkan,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (31/3/2026).

Rifky menjelaskan, ketertarikan terhadap topik ini tidak muncul begitu saja. Titik baliknya terjadi saat bencana longsor di Aceh pada tahun 2025. Peristiwa tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi tim, terutama karena longsor sebenarnya memiliki tanda-tanda awal yang berpotensi dideteksi.

Ia membandingkan dengan kemajuan teknologi di negara seperti Jepang, di mana gempa bumi saja sudah dapat diprediksi. Dari situ muncul dorongan kuat untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kondisi Indonesia.

Dari keresahan tersebut, lahirlah inovasi bernama Si-Palang (Sistem Pantau Lahan & Longsor). Sistem ini menggabungkan sensor kemiringan tanah dan kelembapan dengan algoritma Dynamic Thresholding.

Secara sederhana, alat ini mampu menyesuaikan ambang batas secara otomatis, seperti semakin miring tanah, semakin kecil toleransi kadar air sebelum sistem memberikan peringatan, serta dapat mengirim notifikasi ke ponsel warga melalui sistem geofencing.

“Keunggulan utama dari sistem ini adalah meminimalisir false alarm (peringatan palsu di area datar), mencegah gagal deteksi pada area lereng curam dan lebih dinamis, karena tidak bergantung pada satu parameter saja,” jelasnya.

Dalam proses pengembangan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah tahap pengujian sistem, khususnya dalam menemukan korelasi yang tepat antara tingkat kemiringan dan kelembapan tanah.

Meski begitu, ia dan tim optimis bahwa inovasi ini memiliki potensi besar. Mengingat kondisi geografis Indonesia yang didominasi wilayah perbukitan dan dataran tinggi, teknologi seperti Si-Palang dapat menjadi solusi nyata dalam mitigasi bencana.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem agar semakin adaptif dan responsif terhadap kondisi lingkungan,” tandasnya.

Baginya, kemenangan ini bukanlah akhir. Rifky menganggap ajang ini hanya sebagai langkah awal dari perjalanan panjang inovasi mereka.

“Jujur saja, kami belum puas. Ini baru panggung kecil. Tujuan kami bukan sekadar piala atau sertifikat, tapi ketika Si-Palang benar-benar dipasang di daerah rawan longsor dan bisa menyelamatkan nyawa,” ungkapnya.

Menurutnya, prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kampus, tetapi juga menjadi bukti bahwa karya mahasiswa mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Mulailah dari masalah nyata di sekitar kita, bukan sekadar mencari judul yang terlihat keren. Tetap santai, serius, dan sukses,” pungkasnya.

Aininna Halizah Rahma Raih Juara 1 Duta Putri LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Putri Kampus UNUSIDA, Aininna Halizah Rahma Raih Juara 1 Kategori Duta dalam LPTNU Award 2026

SIDOARJO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Aininna Halizah Rahma, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2023 sekaligus Wakil Sekretaris 2 IPPNU UNUSIDA, berhasil meraih Juara 1 Duta Putri PTNU dalam ajang LPTNU Award 2026 yang diselenggarakan oleh LPT PBNU di di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Tower Lt.9 Jalan Jemursari No.51-57 Surabaya, Selasa (10/03/2026).

Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar UNUSIDA, organisasi kemahasiswaan, serta jaringan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di seluruh Indonesia.

Ninna sapaan akrabnya, mengaku sangat bersyukur atas penghargaan yang diraihnya. Ia mengatakan bahwa kemenangan tersebut pada awalnya tidak ia sangka, namun ia memandangnya sebagai sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya tentu merasa sangat bersyukur dan awalnya tidak menyangka akan pencapaian ini. Namun bagi saya ini bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab untuk terus berkontribusi membawa nama baik kampus, organisasi, serta PTNU agar semakin berkembang dan berdaya saing,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (13/3/2026).

Ia mengaku, motivasinya mengikuti ajang pemilihan Duta Putri PTNU berangkat dari keinginannya untuk berkontribusi di dunia pendidikan. Sebagai mahasiswa PGSD, ia ingin menjadi bagian dari generasi muda yang mampu menghadirkan gagasan dan inovasi bagi kemajuan pendidikan, khususnya di lingkungan PTNU.

Dalam proses seleksi, Ninna harus melalui berbagai tahapan yang cukup menantang. Seleksi dimulai dari penulisan esai yang membahas ide kontribusi mahasiswa terhadap pengembangan PTNU di tingkat global. Selanjutnya, para peserta mengikuti sesi wawancara menggunakan bahasa Inggris yang membahas berbagai isu pendidikan.

Tidak hanya itu, peserta juga menjalani serangkaian penilaian lain seperti tes kepemimpinan (leadership), public speaking, serta kemampuan menjawab isu-isu strategis, termasuk diskusi mengenai perdamaian global atau Board of Peace.

Menurutnya, setiap tahapan seleksi memberikan pengalaman berharga yang turut meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan kepemimpinannya.

Dalam persiapannya, Ninna yang juga Putri Kampus UNUSIDA melakukan berbagai langkah sederhana namun konsisten, seperti mempelajari isu-isu yang berkembang di media sosial, memperdalam kemampuan bahasa Inggris, memahami perkembangan PTNU, hingga melatih public speaking dan bahasa Arab.

Tantangan terbesar yang ia rasakan adalah kualitas para peserta yang sangat kompetitif. Menurutnya, sebagian besar peserta merupakan mahasiswa berprestasi bahkan duta kampus dari berbagai PTNU di Indonesia. Namun hal tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa sekaligus pengurus organisasi, Aininna tetap mampu membagi waktu dengan baik. Ia menerapkan manajemen waktu dengan membuat skala prioritas sehingga dapat menyeimbangkan tanggung jawab organisasi, perkuliahan, dan persiapan kompetisi.

Melalui ajang tersebut, Aininna juga ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda agar berani bermimpi dan terus mengembangkan potensi diri. Menurutnya, di era digital saat ini generasi muda memiliki akses luas terhadap informasi yang dapat dimanfaatkan untuk berkarya dan memberikan kontribusi positif.

Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam organisasi dan masyarakat. Menurutnya, perempuan masa kini harus mampu berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi jati dirinya. Hal ini selaras dengan prinsip dalam tradisi Nahdlatul Ulama, yaitu ‘Al-Muhafadzatu ‘ala al-qadim al-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah’, menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.

Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Aininna menyampaikan terima kasih kepada keluarga, teman-teman organisasi, serta pihak kampus yang telah memberikan doa dan dukungan penuh. Ia juga menyebut dukungan dari para pimpinan kampus dan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang terus memberikan semangat.

Ke depan, Aininna berharap dapat menjalankan amanah sebagai Duta Putri PTNU dengan sebaik-baiknya serta terus berkontribusi dalam mempromosikan dan memperkuat peran PTNU agar semakin maju dan dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui capaian ini, ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan pendidikan, pengembangan kapasitas generasi muda, serta program yang memperkuat peran mahasiswa dan kader Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan zaman.

Ia juga berpesan kepada kader IPNU–IPPNU dan mahasiswa UNUSIDA agar tidak takut mencoba berbagai kesempatan. “Keberuntungan dan kemenangan itu tercipta ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan,” tutupnya.

Tim DKV UNUSIDA Raih Juara 1 Kategori Karya Terapan & Inovatif pada Aksi Inklusi Nasional 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Tim DKV UNUSIDA Raih Juara 1 Kategori Karya Terapan & Inovatif pada Lomba Aksi Inklusi Nasional

SIDOARJO — Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Tiga mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2022 berhasil meraih Juara 1 Kategori Karya Terapan & Inovatif (Karya HKI) dalam ajang Lomba Aksi Inklusi Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Yayasan Lentera Sanggar Rainbow.

Adapun mahasiswa berprestasi tersebut yakni Maulidatul Qomariyah (NIM 22422062) selaku ketua tim, bersama Elysia Hilda Maghfiroh (NIM 22422048) dan Mir’a Tia Musfiro (NIM 22422064) sebagai anggota.

Prestasi ini diraih melalui karya berupa video podcast edukatif yang mengangkat tema anak dengan keterbatasan dalam berbicara. Karya tersebut dinilai berhasil menyampaikan pesan inklusi secara kreatif, empatik, dan komunikatif, sekaligus memberikan ruang suara bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar lebih dipahami oleh masyarakat luas.

Ketua tim, Maulidatul Qomariyah, menyampaikan bahwa ide karya ini berangkat dari kepedulian terhadap isu inklusivitas dan minimnya media edukasi yang mengangkat perspektif anak dengan hambatan komunikasi. Melalui format podcast visual, tim berupaya menghadirkan pendekatan yang hangat dan mudah diterima berbagai kalangan.

“Harapannya, karya ini tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga mampu menumbuhkan empati serta kesadaran publik tentang pentingnya dukungan bagi anak-anak dengan keterbatasan berbicara,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (4/2/2026).

Hal tersebut mendapatkan atensi dari Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., yang mengapresiasi karya mahasiswa DKV UNUSIDA karena mampu menghadirkan isu sosial melalui pendekatan kreatif berbasis digital. Menurutnya, mahasiswa Desain Komunikasi Visual memiliki peran strategis dalam mengangkat tema-tema pendidikan inklusif melalui medium kreatif seperti podcast dan konten visual lainnya.

“Karya seperti ini sangat relevan dengan arah pengembangan UNUSIDA sebagai kampus inklusif, modern, dan islami. Mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya yang estetis, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan dan edukatif yang berdampak luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNUSIDA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan karya inovatif yang berdampak sosial. Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen UNUSIDA dalam mendorong kreativitas mahasiswa yang berpihak pada nilai kemanusiaan dan inklusi.

“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Selamat dan sukses untuk tim DKV UNUSIDA, Teruslah menginspirasi melalui karya” pungkasnya.

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., saat memberikan penghargaan kepada Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional (Foto: Humas UNUSIDA)

Momen Mujahadah, UNUSIDA Berikan Apresiasi kepada Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama institusi di tingkat nasional maupun internasional. Pemberian apresiasi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Mujahadah Jumat Kliwon di Masjid K.H. M. Hasyim Asy’ari UNUSIDA, Jumat (23/1/2026).

Apresiasi diberikan secara langsung oleh Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., dan Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, S.Pd., M.Pd., sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, kerja keras, serta prestasi gemilang mahasiswa dan dosen pembimbing dalam berbagai ajang kompetisi bergengsi.

Adapun mahasiswa dan dosen pembimbing yang menerima apresiasi antara lain:

  1. Dr. Arda Surya Editia, M.T. beserta mahasiswa peraih Juara 1 Innovation Design Startup Competition,

  2. Jeziano Rizkita Boyas, M.M. beserta mahasiswa peraih Juara 2 World Entrepreneurial Case Competition (WECC),

  3. Jeziano Rizkita Boyas, M.M. beserta mahasiswa peraih Juara 3 International Business Plan Competition,

  4. Anggay Luri Pramana, M.Kom. beserta mahasiswa peraih Juara 1 National Applied Science Project Olympiad,

  5. M. Fathir Firmansyah – Juara 2 Nasional Kompetisi Fotografi,

  6. Lailatul Ma’rifah – Juara 3 Lomba Esai Nasional FORPIMAWA 2025,

  7. Indah Dwi Cahyani – Lomba Poster Nasional THEORIST 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, menyampaikan bahwa capaian prestasi ini merupakan bukti nyata kualitas sumber daya manusia UNUSIDA yang mampu bersaing di level nasional dan internasional. Selaras dengan suasana Mujahadah Jumat Kliwon, pemberian penghargaan kali ini sekaligus menjadi refleksi spiritual atas capaian prestasi yang diraih serta menginspirasi mahasiswa lain.

“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan institusi. UNUSIDA akan terus mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk berani berkompetisi dan berinovasi,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui pembinaan akademik, riset, dan inovasi. UNUSIDA sebagai perguruan tinggi tidak hanya menjadi kampus unggul secara akademik, tetapi juga konsisten dalam membangun budaya prestasi, inovasi, dan karakter mahasiswa yang berdaya saing global.

“Kami berharap apresiasi ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UNUSIDA untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” tuturnya.