Pos

FE UNUSIDA Lepas Mahasiswa KKN Internasional ke Malaysia (Foto: Humas UNUSIDA)

FE UNUSIDA Lepas Mahasiswa KKN Internasional ke Malaysia: Wujud Nyata Kolaborasi dan Pembelajaran Global

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) secara resmi melepas tujuh mahasiswa terbaik untuk mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke Malaysia pada Senin (27/10/2025). Program ini menjadi langkah strategis universitas dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat implementasi kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).

Adapun mahasiswa yang terpilih dalam program tersebut adalah Satria Noval Windianto, Lisa Imamatul Khikmah, Rindi Antika, Vinanti Luthariana, Rizza Nahdiatul Ilmi, Dinda Fatichatul Ilma, dan Deva Arya Wiguna. Mereka akan melaksanakan KKN di Malaysia dengan fokus kegiatan pada pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, serta kolaborasi pendidikan lintas budaya.

Selama beberapa minggu di Malaysia, para mahasiswa akan menjalankan sejumlah program strategis, seperti pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, pelatihan digital marketing bagi UMKM, serta observasi terhadap sistem ekonomi masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengasah kemampuan akademik sekaligus memperluas wawasan global.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didampingi oleh tiga dosen pembimbing, yakni Devika Cherly P., S.Mn., M.M. dari International Cooperation Division, Achmad Zaki, S.E., M.M. selaku Secretary of Management, dan Cynthia Eka Violita, S.M., M.S.M. sebagai Lecturer. Ketiganya akan membimbing mahasiswa sejak tahap adaptasi hingga penyusunan laporan akhir kegiatan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan rasa bangga sekaligus harapan besar kepada mahasiswa yang terpilih.

Program KKN Internasional FE UNUSIDA ke Malaysia ini menjadi bagian dari roadmap internasionalisasi universitas yang telah dicanangkan oleh pimpinan UNUSIDA. Melalui kerja sama dengan berbagai mitra luar negeri, UNUSIDA berkomitmen menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan global, tanpa meninggalkan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.

“Program KKN Internasional ini merupakan langkah nyata FE UNUSIDA dalam mencetak lulusan yang adaptif, berdaya saing global, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Kami berharap para mahasiswa tidak hanya membawa nama baik universitas, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai Islam, etika, dan profesionalisme di kancah internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya kolaborasi antar negara dalam membangun masyarakat yang berdaya secara ekonomi dan sosial.

“Kami ingin mahasiswa FE UNUSIDA belajar dari konteks nyata, memahami dinamika ekonomi lintas budaya, dan membawa pulang inspirasi serta praktik baik yang bisa diterapkan di masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Ia berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga semangat, integritas, dan tanggung jawab selama menjalankan misi di luar negeri. Melalui semangat kolaborasi dan pembelajaran global, Fakultas Ekonomi UNUSIDA bertekad untuk terus mendorong mahasiswanya menjadi generasi muda yang siap berkontribusi bagi masyarakat internasional, membawa semangat perubahan dari Sidoarjo untuk dunia.

“Jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi masyarakat tempat kalian mengabdi. Kalian adalah representasi UNUSIDA dan Indonesia di kancah global. Tunjukkan dedikasi, inovasi, dan semangat pengabdian yang tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, dosen pendamping Devika Cherly P., S.Mn., M.M. menjelaskan bahwa KKN Internasional tidak hanya berorientasi pada pengabdian, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan global mahasiswa.

“Mahasiswa akan belajar langsung tentang praktik ekonomi mikro dan manajemen usaha di negara lain. Mereka berinteraksi dengan komunitas lokal, memahami budaya kerja, serta cara berpikir masyarakat yang berbeda. Ini akan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Achmad Zaki, S.E., M.M. menekankan pentingnya menjaga profesionalitas dan etika akademik selama kegiatan berlangsung.

“Kami berharap mahasiswa menjaga nama baik UNUSIDA, menunjukkan semangat belajar yang tinggi, serta aktif berkontribusi di setiap kegiatan. Ini adalah kesempatan emas untuk menimba ilmu dan berbagi pengetahuan secara internasional,” harapnya.

Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, S.Pd.I., M.Pd.I., saat Bekali Mahasiswa PLP dan KKN 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI UNUSIDA Bekali Mahasiswa PLP dan KKN, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Calon Guru

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menggelar Pembukaan dan Pelepasan Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis (9/10/2025). Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing, serta seluruh mahasiswa peserta PLP dan KKN FAI UNUSIDA.

Dalam sambutannya, Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan PLP dan KKN merupakan momen penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di lapangan.

“Teori yang sudah diterima selama menjalani perkuliahan kini saatnya dibuktikan di lapangan. Bagi yang sudah berpengalaman mengajar, perkuat profesionalismenya. Sedangkan bagi yang baru pertama kali akan bertemu dengan murid sebenarnya, jagalah sikap dan nama baik almamater,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika dan kedisiplinan selama melaksanakan tugas di sekolah atau lembaga tempat PLP dan KKN berlangsung.

“Saya tidak ingin mendengar laporan dari kepala sekolah bahwa mahasiswa UNUSIDA datang terlambat, berpakaian tidak rapi, atau kurang sopan. Jadilah pendidik yang memberi teladan, bukan hanya mahasiswa yang sedang praktik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Feri menjelaskan bahwa pihak fakultas telah mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis mahasiswa sebelum turun ke lapangan, mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran, penilaian sikap, hingga pelatihan tambahan seperti workshop dan praktik micro teaching.

“Bagi yang belum berpengalaman mengajar, kami siapkan kegiatan pendampingan dan pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran. Tujuannya agar semua mahasiswa memiliki standar kompetensi yang sama sebelum diterjunkan,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan KKN, Fery menambahkan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di berbagai lembaga pendidikan dan wilayah di Kabupaten Sidoarjo, baik di sekolah-sekolah yang sudah maju maupun di lokasi yang masih membutuhkan pendampingan.

“KKN kali ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tapi juga kesempatan mahasiswa berkontribusi membantu sekolah yang masih memerlukan penguatan pada aspek kurikulum dan pemanfaatan media pembelajaran digital,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I., menegaskan pentingnya pelaksanaan PLP dan KKN sebagai bagian dari kurikulum akademik yang wajib diikuti seluruh mahasiswa.

“Meskipun sebagian mahasiswa sudah memiliki pengalaman mengajar, PLP dan KKN tetap harus dilakukan. Ini bagian dari penilaian akademik sekaligus pembentukan karakter profesional calon guru,” ungkapnya.

Ali Masykuri juga berharap agar seluruh peserta mampu menjalankan kegiatan dengan penuh tanggung jawab dan tetap menjaga nama baik universitas di tempat mereka bertugas.

“Mudah-mudahan pelaksanaan PLP dan KKN berjalan lancar, membawa manfaat bagi masyarakat, dan menjadi ladang pengalaman berharga bagi mahasiswa FAI UNUSIDA,” tuturnya yang dilanjutkan pernyataan resmi pelepasan peserta. (MY)

KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 Wujudkan Digitalisasi Desa Wonokarang melalui Website Desa (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 Wujudkan Digitalisasi melalui Website Resmi di Desa Wonokarang

SIDOARJO – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berhasil menghadirkan inovasi nyata dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025 dengan merancang dan meluncurkan website resmi Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Ketua kelompok KKN Tematik FILKOM UNUSIDA, Ferdy menjelaskan bahwa website tersebut dirancang untuk menjadi pusat informasi desa yang dapat diakses masyarakat secara mudah dan cepat. Program ini merupakan bentuk nyata implementasi konsep digitalisasi desa, yang bertujuan meningkatkan transparansi, akses informasi, dan pelayanan publik berbasis teknologi di tingkat pemerintahan desa.

“Melalui website ini, warga bisa mendapatkan informasi tentang administrasi, berita kegiatan desa, hingga layanan publik secara digital. Kami ingin membantu pemerintah desa menuju tata kelola yang lebih transparan dan efisien,” ujarnya.

Program ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan desa digital yang transparan, informatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Di mana teknologi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial dan budaya lokal. Website desa ini dirancang sebagai pusat layanan publik dan informasi yang dapat diakses oleh seluruh warga, sekaligus menjadi sarana komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa pengembangan website desa ini merupakan bentuk penerapan langsung dari ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Website ini dibuat untuk membantu pemerintah desa dalam menyebarkan informasi, mempermudah pengelolaan administrasi, dan meningkatkan layanan publik. Kami berharap inovasi ini dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh perangkat desa,” ujarnya.

Tak hanya itu, kontribusi mahasiswa KKN FILKOM UNUSIDA juga aktif melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan warga.

Beberapa program yang dijalankan antara lain bantuan pemeriksaan kesehatan melalui posyandu masyarakat, pelaksanaan Bazar Cipta Menu Bergizi Seimbang, serta kegiatan gotong royong dalam memperingati HUT RI ke-80 seperti lomba hingga pentas seni dan budaya.

Selain itu, mahasiswa juga berperan dalam mendukung sektor ekonomi masyarakat melalui pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal produk lokal dengan metode door to door. Kegiatan ini membantu pelaku UMKM desa memperoleh legalitas usaha yang lebih baik dan siap bersaing di pasar digital.

Tidak hanya untuk masyarakat dewasa, mahasiswa KKN juga mengadakan program edukatif bersama siswa SDN Wonokarang. Mereka memberikan pelatihan membuat presentasi PowerPoint (PPT) yang interaktif, melatih kreativitas dan kemampuan berbicara di depan umum. Bahkan, kegiatan ringan seperti petik bunga dan daun pandan juga dilakukan sebagai bentuk pengenalan lingkungan dan kearifan lokal kepada anak-anak.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokarang Debi Setyo Wandono mengaku bahwa pihaknya sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UNUSIDA. Ia menilai inovasi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital hingga ke tingkat desa.

“Selama ini kami masih bergantung pada pengumuman manual. Kehadiran website desa ini sangat membantu mempercepat penyebaran informasi dan memperluas jangkauan layanan,” katanya.

Dosen pembimbing lapangan (DPL) FILKOM UNUSIDA, Anggay Luri Pramana, M. Kom menambahkan bahwa kegiatan KKN Tematik ini tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat digital. Mahasiswa memberikan pelatihan kepada perangkat desa dan karang taruna tentang cara mengelola konten, memperbarui data, serta menjaga keamanan informasi di website.

Ia menegaskan, melalui KKN Tematik ini, mahasiswa FILKOM UNUSIDA berhasil membuktikan bahwa kemajuan digital dapat dimulai dari desa, dengan semangat kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu teknologi, tetapi juga menanamkan nilai pengabdian dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 di Desa Wonokarang berhasil menghadirkan sinergi antara transformasi digital dan pemberdayaan masyarakat, menjadikan desa tidak hanya lebih modern secara sistem, tetapi juga semakin kuat secara sosial dan berdaya secara ekonomi. Berkat program inovasi yang dihadirkan, Kelompok KKN Tematik FILKOM UNUSIDA berhasil menyabet Juara 1 dalam EXPO KKN UNUSIDA 2025. (MY)

EXPO KKN UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

EXPO KKN UNUSIDA: Ajang Menunjukkan Karya dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

SIDOARJO Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar EXPO KKN 2025 sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya, inovasi, serta kontribusi nyata yang telah dilakukan selama menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai desa mitra. Acara ini menjadi puncak kegiatan pengabdian mahasiswa sekaligus momentum untuk memperlihatkan kebermanfaatan langsung KKN bagi masyarakat.

Dalam EXPO tersebut, setiap kelompok KKN UNUSIDA memamerkan hasil program unggulan mereka, mulai dari inovasi di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, kesehatan, lingkungan, hingga sosial budaya. Berbagai produk dan dokumentasi kegiatan ditampilkan melalui stan-stan kreatif, sehingga pengunjung dapat menyaksikan secara langsung ragam bentuk pengabdian yang dihadirkan mahasiswa.

Wakil Rektor 1 UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan EXPO KKN bukan hanya seremoni, tetapi bentuk nyata komitmen kampus dalam menyiapkan mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial, daya inovasi, serta kemampuan problem solving di tengah masyarakat.

“KKN adalah laboratorium sosial. Melalui EXPO ini, kita bisa melihat bagaimana mahasiswa menghadirkan solusi dan karya nyata untuk masyarakat. Inilah bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga memberi kontribusi bagi pembangunan desa dan daerah,” ungkapnya.

EXPO KKN UNUSIDA mendapatkan antusias tersendiri dari 28 kelompok yang telah mengabdi selama sebulan terakhir di berbagai pelosok desa di Sidoarjo. Hasil karya mahasiswa yang ditampilkan juga mendapatkan berbagai atensi dari para juri yang terdiri dari Wakil Rektor, mulai dari Wakil Rektor 1 Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., Wakil Rektor 2 Dr. Ana Christanti, S.Pd,. M.Pd., dan Wakil Rektor 3 H. Ali Masykuri, M.Pd.I.

Mereka menilai program yang ditampilkan mahasiswa mampu menjawab kebutuhan lokal sekaligus memberikan inspirasi untuk pengembangan desa secara berkelanjutan. Berikut daftar juara dalam Expo KKN UNUSIDA 2025:

Juara 1: KKN Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) di Desa Wonokarang, Balongbendo.
Juara 2: Kelompok 3 KKN UNUSIDA di Desa Ngampelsari RT 03 RW 05, Candi.
Juara 3: Kelompok 23 KKN UNUSIDA di Desa Sidokepung RT 37 RW 07, Buduran.

Juara Favorit: Kelompok 8 KKN UNUSIDA di Desa Kedungsolo RT 01 RW 01, Porong
Juara Stand: Kelompok 7 KKN UNUSIDA di Desa Banjar Bendo RT03, Sidoarjo.

Selain pameran hasil karya, acara ini juga diisi dengan presentasi karya dari setiap mahasiswa serta perwakilan desa mitra. Suasana meriah semakin terasa dengan adanya kreativitas mahasiswa yang menampilkan produk lokal, karya seni, serta media dokumentasi perjalanan pengabdian mereka.

Dengan adanya EXPO KKN ini, UNUSIDA berharap semangat pengabdian terus tumbuh di kalangan mahasiswa dan menjadi modal berharga untuk terjun ke masyarakat setelah lulus. EXPO KKN bukan hanya pameran, tetapi bukti nyata bahwa mahasiswa UNUSIDA siap hadir, berkontribusi, dan mengabdi untuk negeri. (MY)

KKN UNUSIDA Kelompok 10 Gandeng Karang Taruna Desa Jemundo Hidupkan Semangat Kemerdekaan dan Kepemudaan (Foto: Moch. Fikri Aunilla)

KKN UNUSIDA Kelompok 10 Gandeng Karang Taruna Desa Jemundo Hidupkan Semangat Kemerdekaan dan Kepemudaan

SIDOARJO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Kelompok 10 berkolaborasi dengan Karang Taruna (Kartar) RT 07 RW 02 Desa Jemundo dalam rangka memeriahkan bulan Agustus sekaligus menghidupkan kembali semangat organisasi kepemudaan di tingkat desa.

Kerja sama ini diwujudkan melalui sejumlah kegiatan, mulai dari lomba edukatif untuk anak-anak, jalan sehat warga, hingga malam bari’an/syukuran memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian warga adalah lomba edukasi bagi anak-anak dan remaja. Lomba tersebut mencakup cerdas cermat tentang wawasan kebangsaan dan pengetahuan umum untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis generasi muda. Selain itu, lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan SD juga digelar sebagai sarana mengasah kreativitas sekaligus mengenalkan makna kemerdekaan dengan cara yang menyenangkan.

Menurut Doni, salah satu senior Karang Taruna Jemundo, kolaborasi ini merupakan langkah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kehadiran mahasiswa KKN UNUSIDA di Desa Jemundo tidak hanya memberi warna baru bagi warga, tetapi juga memperkuat semangat kemerdekaan melalui kegiatan yang membangun rasa persatuan.

“Baru kali ini mahasiswa KKN berkolaborasi dengan Karang Taruna. Tahun-tahun sebelumnya tidak pernah,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga. Selain menghadirkan keceriaan perayaan HUT RI, keterlibatan mahasiswa juga membantu Kartar lebih aktif setelah sempat vakum dalam beberapa kegiatan kepemudaan.

Wakil Ketua KKN Kelompok 10, Ishaqul Hisyam menyampaikan apresiasinya kepada Kartar Jemundo atas keterbukaan dan semangat kolaborasi. Menurutnya, kerja sama ini menjadi upaya untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Melalui sinergi antara mahasiswa dan pemuda desa ini, peringatan HUT RI tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum kebangkitan kembali peran pemuda dalam membangun desa.

Kami sangat senang bisa terlibat bersama Karang Taruna. Harapannya, sinergi ini tidak hanya berhenti pada momentum Agustusan, tetapi juga berlanjut untuk program-program lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya, Kamis (11/9/2025).

Senada dengan itu, Ketua RT 07 RW 02, Ainur Rois, S.Pd., M.Pd., juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN. “Kolaborasi seperti ini penting agar mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga meninggalkan jejak kebaikan bagi warga,” katanya.

Penulis: Moch. Fikri Aunilla (MY)

Kelompok 19 KKN UNUSIDA Edukasi Warga Pagerngumbuk Lewat Plang Sampah dan Banner (Foto: Jesinka Amalia)

Kelompok 19 KKN UNUSIDA Edukasi Warga Pagerngumbuk Lewat Plang Sampah dan Banner

SIDOARJO — Kelompok 19 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan pembuatan plang sampah dan banner edukasi di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui media visual yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami.

Ketua Kelompok 19 KKN UNUSIDA, Jezinka Lilah menyebutkan, plang dan banner edukasi tersebut berisi informasi tentang cara memilah, membuang, dan mengelola sampah rumah tangga dengan benar. Menurutnya, program ini mampu membangun kebiasaan disiplin masyarakat dalam pengelolaan sampah serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.

“Media visual ini kami buat agar bisa dilihat setiap saat oleh seluruh warga desa. Dengan begitu, pesan kebersihan akan terus diingat dan menjadi bagian dari keseharian,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Selain berfungsi sebagai sarana edukasi, plang dan banner ini juga menjadi media informasi berkelanjutan yang dapat memotivasi warga untuk lebih aktif menjaga kebersihan, baik secara individu maupun melalui kegiatan gotong royong. Dengan adanya program ini, Desa Pagerngumbuk diharapkan mampu berkembang menjadi desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi warganya, sekaligus menjadi contoh desa peduli lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat selalu ingat pentingnya kebersihan. Dengan adanya plang dan banner, pesan ini bisa dilihat setiap hari dan menjadi pengingat bersama,” ungkapnya.

Mahasiswi Teknik Industri tersebut mengutip penelitian yang dilakukan oleh Meutia et al. (2025) menunjukkan bahwa penggunaan media poster edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Diperoleh rata-rata nilai pengetahuan meningkat signifikan dari 69,20 (pre-test) menjadi 94,55 (post-test), dengan nilai signifikansi p=0,000. Fakta ini menegaskan bahwa edukasi visual seperti poster, plang, maupun banner dapat memperkuat daya ingat sekaligus mendorong perubahan perilaku positif, terutama bagi anak usia sekolah dasar dalam mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Dengan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, program pembuatan plang sampah serta banner edukasi ini diharapkan dapat meninggalkan warisan positif yang bermanfaat jangka panjang bagi warga Pagerngumbuk.

“Semoga kehadiran kami dalam program KKN ini tidak hanya memberi pengalaman belajar lapangan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman,” pungkasnya. (MY)

KKN 18 UNUSIDA Wujudkan Lingkungan Bersih dengan Pembuatan Biopori di Desa Waung RT 05 RW 03 (Foto: Mar'atul Husniyah)

KKN 18 UNUSIDA Wujudkan Lingkungan Bersih dengan Pembuatan Biopori di Desa Waung

SIDOARJO — Dalam rangka mendukung kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, Kelompok 18 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan program pembuatan biopori di Desa Waung, RT 05 RW 03, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Kegiatan ini disambut hangat oleh perangkat desa, pengurus RT, serta warga setempat.

Ketua RT 05, Mawur Aji Satmoko, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Menurutnya, keberadaan biopori memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama untuk mengurangi genangan air di musim hujan sekaligus memperbaiki kualitas tanah.

“Lubang biopori ini membuat lingkungan menjadi lebih sehat dan asri. Selain menambah resapan air, juga bisa mengolah sampah organik menjadi pupuk alami. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa UNUSIDA yang telah membantu warga dengan program bermanfaat ini,” ujarnya.

Biopori yang dibuat bersama warga berfungsi ganda: selain sebagai resapan air, juga sebagai media pengolahan sampah rumah tangga. Warga dapat mengisi lubang dengan sampah organik seperti sisa sayur dan daun, yang kemudian terurai menjadi kompos alami untuk menyuburkan tanaman.

Selain di RT 05, mahasiswa KKN 18 juga melakukan penanaman biopori di wilayah RT 08 Desa Waung, kawasan yang sering mengalami genangan air tinggi saat hujan deras. Pemilihan dua titik ini merupakan hasil survei bersama warga agar program benar-benar memberikan dampak nyata dalam mengurangi potensi banjir serta menjaga kualitas lingkungan.

Ketua Kelompok 18 KKN UNUSIDA, Nur Sirojil Anam, menambahkan bahwa program ini lahir dari hasil musyawarah antara mahasiswa, perangkat desa, dan warga setempat. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan KKN 18 di bidang lingkungan.

“Kami berharap biopori yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan oleh warga, bukan hanya saat KKN berlangsung, tetapi juga untuk jangka panjang. Ini menjadi bentuk kenang-kenangan dari kami yang ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, salah satu anggota KKN 18, Aryadilla Putra, menuturkan bahwa biopori adalah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ia berharap, sinergi antara mahasiswa UNUSIDA dan masyarakat dalam pembuatan biopori ini mampu menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan warga Desa Waung. Melalui program ini, Kelompok 18 KKN UNUSIDA bertekad agar kehadiran mahasiswa tidak hanya meninggalkan jejak, tetapi juga warisan positif yang terus berkelanjutan.

“Kami ingin mengajarkan masyarakat bahwa sampah organik bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna. Dengan biopori, kita bisa menjaga lingkungan tetap bersih sekaligus mendapatkan manfaat untuk tanaman,” jelasnya.

Penulis: Mar’atul Husniyah (MY)

Mahasiswa KKN Kelompok 23 UNUSIDA Gelar Program Bimbingan Belajar di Desa Sidokepung (Foto: Mahasiswa KKN UNUSIDA Gelar Program Bimbingan Belajar di Desa Sidokepung (Mahasiswa KKN UNUSIDA Gelar Program Bimbingan Belajar di Desa Sidokepung (Foto: Ayutah Maghfiroh)

Mahasiswa KKN 13 UNUSIDA Gelar Program Bimbingan Belajar EduFun di Desa Sidokepung

SIDOARJO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan program bimbingan belajar bertajuk EduFun di Desa Sidokepung, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 23 Juli hingga 23 Agustus 2025 ini dipusatkan di RT 42 RW 3, Perumahan Surya Asri.

Salah satu mahasiswa KKN Desa Sidokepung Natasya Ainul Hikmah menuturkan, program bimbingan belajar tersebut ditujukan bagi anak-anak mulai tingkat TK hingga SMP. Tidak hanya mendukung capaian akademik, kegiatan ini juga menjadi wadah interaksi sosial bagi anak-anak yang kesehariannya padat dengan aktivitas sekolah. Kehadiran bimbel memberikan mereka kesempatan baru untuk belajar bersama sekaligus menjalin kebersamaan.

“Melalui bimbel ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar sekaligus ruang bermain yang positif, sehingga anak-anak semakin dekat satu sama lain. Kami juga berharap kegiatan ini membantu mereka lebih percaya diri dalam memahami pelajaran sekolah,” ungkapnya, Selasa (9/9/2025).

Ayutah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap perkembangan pendidikan anak-anak di lingkungan perumahan.

Ia berharap dapat meninggalkan jejak pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Sidokepung, serta menginspirasi anak-anak agar terus bersemangat mengejar cita-cita.

“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, sekaligus mempererat hubungan sosial antara mahasiswa, anak-anak, dan warga sekitar,” ujarnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari perangkat desa maupun masyarakat sekitar. Orang tua merasa terbantu dengan adanya kegiatan bimbingan belajar, sekaligus menyadari bahwa anak-anak membutuhkan wadah untuk berkumpul, berinteraksi, dan menyalurkan energi positif di luar kegiatan sekolah.

Program ini dirancang sebagai wadah edukatif sekaligus sarana menumbuhkan semangat kebersamaan. Mahasiswa KKN tidak hanya fokus pada pendampingan mata pelajaran sekolah umum seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, tetapi juga menyelipkan pembelajaran karakter, permainan edukatif, serta motivasi belajar.

Salah satu perangkat desa menegaskan, pihaknya selalu mendukung program bimbingan belajar ini menjadi bukti nyata bahwa KKN bukan hanya sebatas pengabdian, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat berkelanjutan yang dirasakan langsung oleh warga.

“Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut meskipun KKN sudah berakhir. Anak-anak membutuhkan ruang aman dan nyaman untuk belajar sekaligus membangun keakraban, sehingga ikatan sosial di Perumahan Surya Asri semakin kuat,” harapnya.

Penulis: Ayutah Maghfiroh (MY)

Mahasiswa KKN Kelompok 8 UNUSIDA Kembangkan Taman TOGA Digital di Desa Kedungsolo (Foto: Amita Fatmasari Dewi)

Mahasiswa KKN Kelompok 8 UNUSIDA Kembangkan Taman TOGA Digital di Desa Kedungsolo

SIDOARJO — Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di RT 01/RW 01 Desa Kedungsolo, Sidoarjo, dengan menghadirkan inovasi unik berupa Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berbasis QR Code.

Ketua KKN Kelompok 8, Ali Akbar Rajif, menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil observasi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Program Taman TOGA Digital menjadi salah satu bukti nyata bahwa mahasiswa KKN tidak hanya fokus pada pengabdian jangka pendek, tetapi juga menghadirkan inovasi berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Keterbatasan jenis tanaman obat di pekarangan warga serta minimnya pengetahuan mengenai cara budidaya dan pemanfaatannya yang menjadi latar belakang kami menggagas program Tanam TOGA Digital di Desa Kedungsolo,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).

Melalui program KKN, ia dan tim bertekad menghadirkan taman TOGA yang lebih variatif, terorganisir, dan berfungsi sebagai sarana belajar kesehatan alami. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat tanaman obat, mengajarkan keterampilan budidaya, sekaligus mendorong kemandirian warga dalam menjaga kesehatan keluarga.

Taman TOGA Digital yang dikembangkan oleh mahasiswa tidak hanya menghadirkan berbagai tanaman herbal seperti jahe, kunyit, kencur, dan serai, tetapi juga dilengkapi dengan papan informasi berbasis QR Code. Melalui teknologi ini, warga dapat dengan mudah memindai kode menggunakan ponsel pintar untuk mendapatkan informasi seputar manfaat, cara pengolahan, hingga khasiat masing-masing tanaman.

“Banyak warga yang sebenarnya memiliki minat untuk menanam dan memanfaatkan TOGA, tetapi keterbatasan pengetahuan membuat potensinya belum tergali maksimal. Dengan konsep digital ini, kami ingin mempermudah akses informasi sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan tanaman obat keluarga,” jelasnya.

Kepala Desa Kedungsolo menyambut positif inovasi yang digagas mahasiswa UNUSIDA tersebut. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Desa Kedungsolo semakin sadar akan pentingnya kesehatan alami berbasis tanaman obat serta terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, program yang digagas oleh mahasiswa ini tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membawa misi edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Program ini sangat bermanfaat. Selain melestarikan tradisi penggunaan tanaman herbal, juga sejalan dengan perkembangan zaman karena menggabungkan teknologi digital. Kami berharap Taman TOGA Digital bisa terus dikembangkan dan dijaga bersama,” ungkapnya.

Penulis: Amita Fatmasari Dewi (MY)

Mahasiswa KKN 05 UNUSIDA Gelar Malam Tirakatan Bersama Warga di Perumahan Alam Mutiara RT 04 Desa Kendalpecabean (Foto: Zulfaa Gunawan)

KKN 05 UNUSIDA Suguhkan Drama Tradisional dalam Malam Tirakatan Bersama Warga Perumahan Alam Mutiara Desa Kendalpecabean

SIDOARJO — Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 05 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Malam Tirakatan bersama warga Perumahan Alam Mutiara, Desa Kendalpecabean RT 04 RW 04, Kecamatan Candi, pada Sabtu (16/8/2025) lalu.

Acara tersebut dihadiri warga dari Dawis 1 hingga 5, Ketua RT, Ketua RW, serta sesepuh perumahan. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa.

Kegiatan malam tirakatan ini menjadi momen kebersamaan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat setempat. Acara diisi dengan doa bersama untuk para pahlawan bangsa, pembacaan refleksi kemerdekaan, serta ramah tamah yang berlangsung hangat dan khidmat.

Suasana semakin meriah dengan berbagai persembahan budaya. Mahasiswa KKN menampilkan drama tradisional dengan mengusung tema ‘Menjaga Budaya dengan Pesan’ yang mengingatkan pentingnya melestarikan budaya sebagai identitas bangsa. Pesan utama drama tersebut adalah bahwa budaya tidak boleh dibiarkan terkekang atau hilang, melainkan harus diwariskan agar tetap hidup di tengah modernisasi.

Ketua KKN 05 UNUSIDA, M. Rafly Alfandi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa sekaligus ajang mempererat hubungan dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 05 UNUSIDA berharap dapat meninggalkan kesan positif sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kebersamaan warga, memperkuat identitas budaya, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Malam tirakatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan dalam memperingati Hari Kemerdekaan, tetapi juga wadah untuk memperkuat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan rasa syukur atas perjuangan para pahlawan,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Selain itu, remaja desa turut menampilkan Tari Remo sebagai wujud kebanggaan terhadap seni lokal. Tidak kalah menarik, mahasiswa KKN 05 bersama Karang Taruna Perumahan Alam Mutiara membawakan Tari Gugur Gunung yang melambangkan semangat kebersamaan dalam membangun desa.

Untuk menambah keakraban, panitia juga mengadakan quiz interaktif berhadiah yang disambut antusias oleh warga dari berbagai kalangan usia. Kemeriahan acara terlihat dari ramainya partisipasi warga hingga akhir kegiatan.

Sementara itu, Ketua RT 04, Hery Wahyu Wibowo sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNUSIDA. RT 04 Perumahan Alam Mutiara sendiri dikenal sebagai RT dengan kategori Menang Budaya. Penampilan seni dan budaya dalam malam tirakatan ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat bersama generasi mudanya terus menjaga tradisi.

“Kami senang karena anak-anak muda ini mau ikut serta menjaga tradisi tirakatan. Kehadiran mereka membuat suasana lebih semarak sekaligus memberi warna baru bagi lingkungan kami,” ungkapnya.

Penulis: Zulfaa Gunawan (MY)