Pos

Suasana Pelepasan dan Pembukaan KKN 2026 di Pendopo Delta Wibawa (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Berangkatkan 448 Mahasiswa KKN, Fokuskan Program Berbasis Keilmuan Fakultas

SIDOARJO — Sebanyak 448 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNUSIDA BERDAYA 2026. Pelepasan peserta digelar di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/7/2026) pagi, dalam suasana khidmat dan penuh semangat pengabdian.

KKN tahun ini mengusung tema ‘Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Keilmuan Fakultas untuk Mewujudkan Desa dan Komunitas yang Cerdas, Mandiri, Produktif, Sehat, serta Berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah’. Para mahasiswa akan diterjunkan ke 19 lokasi KKN yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Acara pelepasan dihadiri jajaran pimpinan UNUSIDA, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, perwakilan pemerintah daerah, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKN.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata di tengah masyarakat.

“Sebanyak 448 mahasiswa UNUSIDA resmi diberangkatkan untuk mengabdi kepada masyarakat di 19 lokasi KKN. Saudara akan menjadi representasi UNUSIDA di tengah masyarakat, mulai dari Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Buduran hingga Sidoarjo,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama baik universitas dan Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, sikap, etika, dan kemampuan berkomunikasi harus senantiasa dijaga selama menjalankan pengabdian.

Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang pembelajaran nyata yang akan membentuk kepekaan sosial dan kemampuan problem solving mahasiswa.

“Di masyarakat, kita belajar memahami kehidupan, membangun empati, serta menyelesaikan persoalan bersama,” tambahnya.

Dengan mengusung semangat UNUSIDA BERDAYA, setiap fakultas menghadirkan program unggulan berbasis keilmuan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) fokus pada penguatan literasi dan pendidikan karakter. Fakultas Ekonomi mengembangkan UMKM melalui inovasi produk, digitalisasi, hingga pemasaran digital.

Sementara Fakultas Ilmu Komputer mendorong transformasi digital desa, Fakultas Teknik mengusung konsep eco-friendly residential, dan Fakultas Agama Islam memperkuat edukasi Islam moderat berbasis Ahlussunnah wal Jamaah.

Sebanyak 19 desa yang menjadi lokasi pengabdian meliputi wilayah Kecamatan Candi, Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, Buduran, hingga Kecamatan Sidoarjo.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PCNU Sidoarjo, Ir. H. Agus Mahbub Ubaidillah, memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.

“Perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Sidoarjo ini merupakan kebanggaan kita bersama. Ilmu yang didapat hari ini harus bisa diaktualisasikan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap mahasiswa mampu menerjemahkan teori yang dipelajari di bangku kuliah menjadi aksi nyata yang memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Seluruh mahasiswa hendaknya mampu menularkan ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat luas. Mahasiswa tidak hanya menjadi insan akademis, tetapi juga agen perubahan yang mampu memberdayakan masyarakat serta membawa nilai-nilai keislaman yang moderat dalam kehidupan sosial,” pesannya.

Peserta KKN, dosen pembimbing lapangan, dan pimpinan fakultas berfoto bersama setelah pemaparan Program Kerja KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B UNUSIDA. (Foto: LPPM UNUSIDA)

Matangkan Program Pengabdian, Peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 Gelar Pemaparan Program Kerja Berbasis SDGs

SIDOARJO — Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Pemaparan Program Kerja di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung B UNUSIDA, Selasa-Rabu (14-15/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam memastikan setiap program yang akan dijalankan mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa serta memiliki dampak yang berkelanjutan.

KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 tahun ini mengusung tema ‘Berkhidmah dan Berkarya di Desa’, yang dirancang sebagai wadah kolaborasi antara mahasiswa sebagai peserta KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pemerintah desa, dan masyarakat. Seluruh program kerja disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan permasalahan desa dengan mengoptimalkan kompetensi keilmuan dari masing-masing fakultas.

Pemaparan program kerja diikuti oleh kelompok KKN yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM). Setiap kelompok diwakili oleh dua mahasiswa yang mempresentasikan rancangan program, mulai dari latar belakang, sasaran kegiatan, metode pelaksanaan, target luaran, hingga strategi keberlanjutan setelah masa KKN berakhir.

Program yang dipresentasikan mencerminkan karakteristik keilmuan setiap fakultas. Bidang pendidikan menghadirkan inovasi penguatan literasi, pembelajaran kreatif, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Fakultas Ekonomi mengusung program pemberdayaan UMKM, pengembangan kewirausahaan, pemasaran digital, dan penguatan tata kelola usaha masyarakat.

Sementara itu, Fakultas Agama Islam menawarkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keagamaan, pembinaan masyarakat, serta pemberdayaan kelembagaan sosial. Fakultas Teknik menghadirkan program pengelolaan lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta peningkatan sarana pendukung desa. Adapun Fakultas Ilmu Komputer fokus pada literasi digital, digitalisasi pelayanan desa, pengembangan media informasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung potensi desa.

Seluruh program kerja disusun dengan mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, pengurangan kesenjangan, permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan KKN tidak sekadar kegiatan pengabdian jangka pendek, tetapi menghasilkan program yang relevan, terukur, dan dapat diteruskan oleh masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus. Oleh karena itu, setiap kelompok didorong untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi riil desa sekaligus memanfaatkan potensi lokal secara optimal.

Dalam sesi presentasi, para Dosen Pembimbing Lapangan dan pimpinan fakultas memberikan berbagai masukan terhadap kelayakan program, ketepatan sasaran, kesesuaian dengan kondisi desa, indikator keberhasilan, hingga peluang keberlanjutan program. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk menyempurnakan rencana kerja sehingga implementasinya di lapangan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain sebagai forum evaluasi, kegiatan pemaparan juga menjadi sarana menyelaraskan program mahasiswa dengan agenda pembangunan desa. Sinergi bersama pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci agar setiap kegiatan dapat diterima, dilaksanakan secara kolaboratif, serta memberikan dampak yang berkelanjutan.

Melalui KKN UNUSIDA BERDAYA 2026, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L., menegaskan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keilmuan, kebutuhan lokal, dan pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai mitra masyarakat dalam mengidentifikasi persoalan, merumuskan solusi, sekaligus menghasilkan karya yang mendukung kemajuan desa.

“Dengan persiapan yang matang, kolaborasi lintas disiplin ilmu, serta semangat berkhidmah kepada masyarakat, semoga KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 kali ini menjadi media pembelajaran yang tidak hanya memperkaya pengalaman mahasiswa, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa yang berdaya dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, S.Sos., M.M., saat menjadi Narasumber dalam Pembekalan KKN UNUSIDA Berdaya 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Ratusan Mahasiswa UNUSIDA Ikuti Pembekalan KKN BERDAYA 2026, Tekankan Menjadi Mitra Pemberdayaan Masyarakat

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan Pembekalan KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 sebagai persiapan bagi mahasiswa sebelum terjun ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (25/6/2026). dan diikuti oleh seluruh peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 dengan mengusung semangat ‘Berhikmah, Berkarya, dan Berdampak’.

Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki pemahaman yang utuh mengenai peran, tugas, serta tanggung jawab selama melaksanakan pengabdian di masyarakat.

Ketua LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L., menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti KKN hadir di desa bukan sebagai pihak yang merasa paling tahu atau datang untuk menyelamatkan masyarakat, melainkan sebagai mitra pemberdayaan yang belajar bersama masyarakat.

“Mahasiswa hadir ke desa sebagai mitra pemberdayaan. Teman-teman tidak perlu datang dengan pemikiran bahwa akan menyelamatkan dunia atau membawa program-program yang terlalu muluk. Yang terpenting adalah program yang berdampak, realistis, dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” ujar Elsa dalam sesi pembekalan.

Dosen Teknik Lingkungan tersebut juga mengingatkan bahwa mahasiswa pada dasarnya masih berada dalam proses belajar. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan selama KKN harus mengedepankan sikap rendah hati, kemampuan mendengar, serta kesediaan memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dalam pemaparannya, Elsa menjelaskan bahwa mahasiswa KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 memiliki beberapa peran utama selama berada di lokasi pengabdian. Pertama, sebagai pembelajar yang hadir untuk mendengarkan kebutuhan warga dan memahami kondisi serta konteks desa. Kedua, sebagai fasilitator yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan, data, dan solusi sederhana bagi masyarakat. Ketiga, sebagai kolaborator yang bekerja sama dengan pemerintah desa, kader masyarakat, sekolah, pelaku UMKM, dan berbagai komunitas lokal. Serta yang terakhir, sebagai pembawa dampak, yakni meninggalkan luaran, rekomendasi, serta program keberlanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Elsa menjelaskan bahwa tema besar KKN telah ditentukan oleh masing-masing fakultas dan akan menjadi dasar dalam penyusunan program kerja di setiap kelompok. Namun demikian, implementasi program tetap harus menyesuaikan karakteristik dan potensi masing-masing desa.

“Program kerja nantinya bergantung pada tema yang dibawa oleh masing-masing kelompok dan kondisi desa yang ditempati. Mahasiswa dapat berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) maupun Tim Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) agar program yang disusun benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Ia berharap, KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 mampu menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Elsa pun menutup arahannya dengan pesan yang sarat makna bagi seluruh peserta KKN.

“Datang dengan adab, bekerja dengan ilmu, pulang meninggalkan manfaat,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, panitia juga mengumumkan pembagian kelompok KKN UNUSIDA BERDAYA 2026. Seluruh peserta diminta untuk segera mengecek nama, kelompok, lokasi desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing melalui tautan yang telah disediakan disini

Setelah mengetahui kelompoknya, mahasiswa diimbau untuk segera berkoordinasi dengan anggota kelompok serta DPL guna mempersiapkan pelaksanaan program kerja dan keberangkatan ke lokasi KKN.

“Semoga seluruh peserta KKN UNUSIDA BERDAYA 2026 dapat melaksanakan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai akademik dan kemasyarakatan, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” harapnya.

Dalam pembekalan tersebut menghadirkan Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus Sunarno, S.Sos., M.M., sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan gambaran kondisi masyarakat Sidoarjo sekaligus tantangan pembangunan desa yang perlu dipahami mahasiswa.

Probo Agus Sunarno menjelaskan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya hadir sebagai pelaksana program kerja, tetapi juga sebagai mitra pemerintah desa dalam mengidentifikasi potensi, memetakan persoalan, dan menghadirkan solusi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan manfaat dan memberdayakan masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu membaca kondisi riil masyarakat. Data yang kami sampaikan ini diharapkan menjadi bekal agar program KKN yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa, bukan sekadar melaksanakan kegiatan seremonial,” pungkasnya.

Panitia KKN UNUSIDA 2026 Perkuat Sinergi Strategis dengan TAPM Sidoarjo untuk Matangkan Program Kerja Mahasiswa 1

Panitia KKN UNUSIDA 2026 Perkuat Sinergi Strategis dengan TAPM Sidoarjo untuk Matangkan Program Kerja Mahasiswa

SIDOARJO — Dalam upaya memastikan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat, Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN)  Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) 2026 melakukan kunjungan koordinatif ke Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan penelaahan pemaparan program kerja mahasiswa yang akan diterjunkan ke berbagai desa sasaran KKN tahun 2026.

Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (17/6) ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas perencanaan program kerja mahasiswa sebelum pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Melalui koordinasi dengan TAPM, Panitia KKN UNUSIDA berupaya memastikan bahwa seluruh rancangan program yang disusun mahasiswa tidak hanya memenuhi aspek akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan arah pembangunan desa.

Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dituntut untuk mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan program kerja yang tepat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan KKN.

Ketua Panitia KKN UNUSIDA 2026 menjelaskan bahwa koordinasi dengan TAPM dilakukan untuk memperoleh masukan, perspektif, serta penilaian yang lebih komprehensif terhadap program-program yang akan dijalankan mahasiswa di desa. Dengan melibatkan pihak yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam mengenai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, diharapkan program yang dirancang mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.

“Kami ingin memastikan bahwa program kerja mahasiswa benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan potensi yang dimiliki desa. Karena itu, keterlibatan TAPM sebagai mitra strategis sangat penting untuk memberikan masukan terhadap rancangan program yang telah disusun mahasiswa,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Panitia KKN UNUSIDA dan TAPM Kabupaten Sidoarjo membahas berbagai aspek terkait mekanisme penelaahan program kerja mahasiswa. TAPM nantinya akan berperan sebagai reviewer yang memberikan penilaian dan rekomendasi terhadap rancangan program yang dipresentasikan mahasiswa sebelum diterapkan di lapangan.

Peran tersebut dinilai sangat penting karena proses penelaahan tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, melainkan juga menyoroti substansi program yang diajukan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam proses review meliputi relevansi program terhadap kebutuhan masyarakat, kesesuaian dengan potensi lokal desa, kelayakan pelaksanaan, tingkat partisipasi masyarakat, hingga potensi keberlanjutan program setelah kegiatan KKN selesai dilaksanakan.

Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menyusun program yang lebih terarah, realistis, dan mampu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, penelaahan juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya perencanaan berbasis data dan kebutuhan lapangan dalam setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat.

KKN UNUSIDA 2026 sendiri dirancang sebagai wahana pembelajaran kontekstual yang memungkinkan mahasiswa mengimplementasikan kompetensi akademik dalam kehidupan bermasyarakat. Program ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian, tetapi juga media pengembangan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, membangun kolaborasi, serta mengelola program yang berorientasi pada pemberdayaan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan dituntut untuk mampu menyusun program yang sesuai dengan karakteristik desa lokasi KKN. Oleh karena itu, proses pemaparan dan penelaahan program kerja menjadi tahapan penting yang harus dilalui sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.

TAPM Kabupaten Sidoarjo menyambut baik inisiatif Panitia KKN UNUSIDA yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses persiapan KKN. Menurut mereka, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pihak yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dapat menjadi langkah positif dalam menciptakan program-program yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam proses review yang akan dilakukan. Dengan memahami kondisi sosial, ekonomi, dan potensi yang dimiliki masing-masing desa, program kerja mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi yang relevan serta mendukung agenda pembangunan desa secara berkelanjutan.

Selain itu, keterlibatan TAPM juga diharapkan dapat memperkuat proses validasi terhadap rancangan program mahasiswa. Melalui masukan yang diberikan, mahasiswa dapat melakukan penyempurnaan program sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan benar-benar memiliki nilai manfaat dan peluang keberlanjutan yang tinggi.

Kegiatan koordinatif ini sekaligus menjadi wujud komitmen UNUSIDA dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan KKN dari tahun ke tahun. Universitas tidak hanya mendorong mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat, tetapi juga memastikan bahwa kehadiran tersebut membawa kontribusi nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat desa.

Melalui sinergi antara Panitia KKN UNUSIDA 2026, TAPM Kabupaten Sidoarjo, dan berbagai pihak terkait lainnya, diharapkan pelaksanaan KKN tahun ini dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan dampak yang berkelanjutan. Program-program yang dihasilkan mahasiswa diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung upaya pembangunan desa yang partisipatif dan berbasis potensi lokal.

Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi yang kuat, KKN UNUSIDA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan akademik semata, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi, solusi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat serta pembangunan desa di Kabupaten Sidoarjo.(Tantri)

FE UNUSIDA Lepas Mahasiswa KKN Internasional ke Malaysia (Foto: Humas UNUSIDA)

FE UNUSIDA Lepas Mahasiswa KKN Internasional ke Malaysia: Wujud Nyata Kolaborasi dan Pembelajaran Global

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) secara resmi melepas tujuh mahasiswa terbaik untuk mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke Malaysia pada Senin (27/10/2025). Program ini menjadi langkah strategis universitas dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat implementasi kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM).

Adapun mahasiswa yang terpilih dalam program tersebut adalah Satria Noval Windianto, Lisa Imamatul Khikmah, Rindi Antika, Vinanti Luthariana, Rizza Nahdiatul Ilmi, Dinda Fatichatul Ilma, dan Deva Arya Wiguna. Mereka akan melaksanakan KKN di Malaysia dengan fokus kegiatan pada pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, serta kolaborasi pendidikan lintas budaya.

Selama beberapa minggu di Malaysia, para mahasiswa akan menjalankan sejumlah program strategis, seperti pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, pelatihan digital marketing bagi UMKM, serta observasi terhadap sistem ekonomi masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengasah kemampuan akademik sekaligus memperluas wawasan global.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didampingi oleh tiga dosen pembimbing, yakni Devika Cherly P., S.Mn., M.M. dari International Cooperation Division, Achmad Zaki, S.E., M.M. selaku Secretary of Management, dan Cynthia Eka Violita, S.M., M.S.M. sebagai Lecturer. Ketiganya akan membimbing mahasiswa sejak tahap adaptasi hingga penyusunan laporan akhir kegiatan.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan rasa bangga sekaligus harapan besar kepada mahasiswa yang terpilih.

Program KKN Internasional FE UNUSIDA ke Malaysia ini menjadi bagian dari roadmap internasionalisasi universitas yang telah dicanangkan oleh pimpinan UNUSIDA. Melalui kerja sama dengan berbagai mitra luar negeri, UNUSIDA berkomitmen menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan global, tanpa meninggalkan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.

“Program KKN Internasional ini merupakan langkah nyata FE UNUSIDA dalam mencetak lulusan yang adaptif, berdaya saing global, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Kami berharap para mahasiswa tidak hanya membawa nama baik universitas, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai Islam, etika, dan profesionalisme di kancah internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya kolaborasi antar negara dalam membangun masyarakat yang berdaya secara ekonomi dan sosial.

“Kami ingin mahasiswa FE UNUSIDA belajar dari konteks nyata, memahami dinamika ekonomi lintas budaya, dan membawa pulang inspirasi serta praktik baik yang bisa diterapkan di masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Ia berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga semangat, integritas, dan tanggung jawab selama menjalankan misi di luar negeri. Melalui semangat kolaborasi dan pembelajaran global, Fakultas Ekonomi UNUSIDA bertekad untuk terus mendorong mahasiswanya menjadi generasi muda yang siap berkontribusi bagi masyarakat internasional, membawa semangat perubahan dari Sidoarjo untuk dunia.

“Jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi masyarakat tempat kalian mengabdi. Kalian adalah representasi UNUSIDA dan Indonesia di kancah global. Tunjukkan dedikasi, inovasi, dan semangat pengabdian yang tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, dosen pendamping Devika Cherly P., S.Mn., M.M. menjelaskan bahwa KKN Internasional tidak hanya berorientasi pada pengabdian, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan global mahasiswa.

“Mahasiswa akan belajar langsung tentang praktik ekonomi mikro dan manajemen usaha di negara lain. Mereka berinteraksi dengan komunitas lokal, memahami budaya kerja, serta cara berpikir masyarakat yang berbeda. Ini akan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Achmad Zaki, S.E., M.M. menekankan pentingnya menjaga profesionalitas dan etika akademik selama kegiatan berlangsung.

“Kami berharap mahasiswa menjaga nama baik UNUSIDA, menunjukkan semangat belajar yang tinggi, serta aktif berkontribusi di setiap kegiatan. Ini adalah kesempatan emas untuk menimba ilmu dan berbagi pengetahuan secara internasional,” harapnya.

Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, S.Pd.I., M.Pd.I., saat Bekali Mahasiswa PLP dan KKN 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI UNUSIDA Bekali Mahasiswa PLP dan KKN, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Calon Guru

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menggelar Pembukaan dan Pelepasan Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis (9/10/2025). Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing, serta seluruh mahasiswa peserta PLP dan KKN FAI UNUSIDA.

Dalam sambutannya, Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan PLP dan KKN merupakan momen penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di lapangan.

“Teori yang sudah diterima selama menjalani perkuliahan kini saatnya dibuktikan di lapangan. Bagi yang sudah berpengalaman mengajar, perkuat profesionalismenya. Sedangkan bagi yang baru pertama kali akan bertemu dengan murid sebenarnya, jagalah sikap dan nama baik almamater,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika dan kedisiplinan selama melaksanakan tugas di sekolah atau lembaga tempat PLP dan KKN berlangsung.

“Saya tidak ingin mendengar laporan dari kepala sekolah bahwa mahasiswa UNUSIDA datang terlambat, berpakaian tidak rapi, atau kurang sopan. Jadilah pendidik yang memberi teladan, bukan hanya mahasiswa yang sedang praktik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Feri menjelaskan bahwa pihak fakultas telah mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis mahasiswa sebelum turun ke lapangan, mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran, penilaian sikap, hingga pelatihan tambahan seperti workshop dan praktik micro teaching.

“Bagi yang belum berpengalaman mengajar, kami siapkan kegiatan pendampingan dan pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran. Tujuannya agar semua mahasiswa memiliki standar kompetensi yang sama sebelum diterjunkan,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan KKN, Fery menambahkan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di berbagai lembaga pendidikan dan wilayah di Kabupaten Sidoarjo, baik di sekolah-sekolah yang sudah maju maupun di lokasi yang masih membutuhkan pendampingan.

“KKN kali ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tapi juga kesempatan mahasiswa berkontribusi membantu sekolah yang masih memerlukan penguatan pada aspek kurikulum dan pemanfaatan media pembelajaran digital,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I., menegaskan pentingnya pelaksanaan PLP dan KKN sebagai bagian dari kurikulum akademik yang wajib diikuti seluruh mahasiswa.

“Meskipun sebagian mahasiswa sudah memiliki pengalaman mengajar, PLP dan KKN tetap harus dilakukan. Ini bagian dari penilaian akademik sekaligus pembentukan karakter profesional calon guru,” ungkapnya.

Ali Masykuri juga berharap agar seluruh peserta mampu menjalankan kegiatan dengan penuh tanggung jawab dan tetap menjaga nama baik universitas di tempat mereka bertugas.

“Mudah-mudahan pelaksanaan PLP dan KKN berjalan lancar, membawa manfaat bagi masyarakat, dan menjadi ladang pengalaman berharga bagi mahasiswa FAI UNUSIDA,” tuturnya yang dilanjutkan pernyataan resmi pelepasan peserta. (MY)

KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 Wujudkan Digitalisasi Desa Wonokarang melalui Website Desa (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 Wujudkan Digitalisasi melalui Website Resmi di Desa Wonokarang

SIDOARJO – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berhasil menghadirkan inovasi nyata dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025 dengan merancang dan meluncurkan website resmi Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Ketua kelompok KKN Tematik FILKOM UNUSIDA, Ferdy menjelaskan bahwa website tersebut dirancang untuk menjadi pusat informasi desa yang dapat diakses masyarakat secara mudah dan cepat. Program ini merupakan bentuk nyata implementasi konsep digitalisasi desa, yang bertujuan meningkatkan transparansi, akses informasi, dan pelayanan publik berbasis teknologi di tingkat pemerintahan desa.

“Melalui website ini, warga bisa mendapatkan informasi tentang administrasi, berita kegiatan desa, hingga layanan publik secara digital. Kami ingin membantu pemerintah desa menuju tata kelola yang lebih transparan dan efisien,” ujarnya.

Program ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan desa digital yang transparan, informatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Di mana teknologi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial dan budaya lokal. Website desa ini dirancang sebagai pusat layanan publik dan informasi yang dapat diakses oleh seluruh warga, sekaligus menjadi sarana komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa pengembangan website desa ini merupakan bentuk penerapan langsung dari ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Website ini dibuat untuk membantu pemerintah desa dalam menyebarkan informasi, mempermudah pengelolaan administrasi, dan meningkatkan layanan publik. Kami berharap inovasi ini dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh perangkat desa,” ujarnya.

Tak hanya itu, kontribusi mahasiswa KKN FILKOM UNUSIDA juga aktif melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan warga.

Beberapa program yang dijalankan antara lain bantuan pemeriksaan kesehatan melalui posyandu masyarakat, pelaksanaan Bazar Cipta Menu Bergizi Seimbang, serta kegiatan gotong royong dalam memperingati HUT RI ke-80 seperti lomba hingga pentas seni dan budaya.

Selain itu, mahasiswa juga berperan dalam mendukung sektor ekonomi masyarakat melalui pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal produk lokal dengan metode door to door. Kegiatan ini membantu pelaku UMKM desa memperoleh legalitas usaha yang lebih baik dan siap bersaing di pasar digital.

Tidak hanya untuk masyarakat dewasa, mahasiswa KKN juga mengadakan program edukatif bersama siswa SDN Wonokarang. Mereka memberikan pelatihan membuat presentasi PowerPoint (PPT) yang interaktif, melatih kreativitas dan kemampuan berbicara di depan umum. Bahkan, kegiatan ringan seperti petik bunga dan daun pandan juga dilakukan sebagai bentuk pengenalan lingkungan dan kearifan lokal kepada anak-anak.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokarang Debi Setyo Wandono mengaku bahwa pihaknya sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UNUSIDA. Ia menilai inovasi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital hingga ke tingkat desa.

“Selama ini kami masih bergantung pada pengumuman manual. Kehadiran website desa ini sangat membantu mempercepat penyebaran informasi dan memperluas jangkauan layanan,” katanya.

Dosen pembimbing lapangan (DPL) FILKOM UNUSIDA, Anggay Luri Pramana, M. Kom menambahkan bahwa kegiatan KKN Tematik ini tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat digital. Mahasiswa memberikan pelatihan kepada perangkat desa dan karang taruna tentang cara mengelola konten, memperbarui data, serta menjaga keamanan informasi di website.

Ia menegaskan, melalui KKN Tematik ini, mahasiswa FILKOM UNUSIDA berhasil membuktikan bahwa kemajuan digital dapat dimulai dari desa, dengan semangat kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu teknologi, tetapi juga menanamkan nilai pengabdian dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, KKN Tematik FILKOM UNUSIDA 2025 di Desa Wonokarang berhasil menghadirkan sinergi antara transformasi digital dan pemberdayaan masyarakat, menjadikan desa tidak hanya lebih modern secara sistem, tetapi juga semakin kuat secara sosial dan berdaya secara ekonomi. Berkat program inovasi yang dihadirkan, Kelompok KKN Tematik FILKOM UNUSIDA berhasil menyabet Juara 1 dalam EXPO KKN UNUSIDA 2025. (MY)

EXPO KKN UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

EXPO KKN UNUSIDA: Ajang Menunjukkan Karya dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar EXPO KKN 2025 sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya, inovasi, serta kontribusi nyata yang telah dilakukan selama menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai desa mitra. Acara ini menjadi puncak kegiatan pengabdian mahasiswa sekaligus momentum untuk memperlihatkan kebermanfaatan langsung KKN bagi masyarakat.

Dalam EXPO tersebut, setiap kelompok KKN UNUSIDA memamerkan hasil program unggulan mereka, mulai dari inovasi di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, kesehatan, lingkungan, hingga sosial budaya. Berbagai produk dan dokumentasi kegiatan ditampilkan melalui stan-stan kreatif, sehingga pengunjung dapat menyaksikan secara langsung ragam bentuk pengabdian yang dihadirkan mahasiswa.

Wakil Rektor 1 UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan EXPO KKN bukan hanya seremoni, tetapi bentuk nyata komitmen kampus dalam menyiapkan mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial, daya inovasi, serta kemampuan problem solving di tengah masyarakat.

“KKN adalah laboratorium sosial. Melalui EXPO ini, kita bisa melihat bagaimana mahasiswa menghadirkan solusi dan karya nyata untuk masyarakat. Inilah bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga memberi kontribusi bagi pembangunan desa dan daerah,” ungkapnya.

EXPO KKN UNUSIDA mendapatkan antusias tersendiri dari 28 kelompok yang telah mengabdi selama sebulan terakhir di berbagai pelosok desa di Sidoarjo. Hasil karya mahasiswa yang ditampilkan juga mendapatkan berbagai atensi dari para juri yang terdiri dari Wakil Rektor, mulai dari Wakil Rektor 1 Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., Wakil Rektor 2 Dr. Ana Christanti, S.Pd,. M.Pd., dan Wakil Rektor 3 H. Ali Masykuri, M.Pd.I.

Mereka menilai program yang ditampilkan mahasiswa mampu menjawab kebutuhan lokal sekaligus memberikan inspirasi untuk pengembangan desa secara berkelanjutan. Berikut daftar juara dalam Expo KKN UNUSIDA 2025:

Juara 1: KKN Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) di Desa Wonokarang, Balongbendo.
Juara 2: Kelompok 3 KKN UNUSIDA di Desa Ngampelsari RT 03 RW 05, Candi.
Juara 3: Kelompok 23 KKN UNUSIDA di Desa Sidokepung RT 37 RW 07, Buduran.

Juara Favorit: Kelompok 8 KKN UNUSIDA di Desa Kedungsolo RT 01 RW 01, Porong
Juara Stand: Kelompok 7 KKN UNUSIDA di Desa Banjar Bendo RT03, Sidoarjo.

Selain pameran hasil karya, acara ini juga diisi dengan presentasi karya dari setiap mahasiswa serta perwakilan desa mitra. Suasana meriah semakin terasa dengan adanya kreativitas mahasiswa yang menampilkan produk lokal, karya seni, serta media dokumentasi perjalanan pengabdian mereka.

Dengan adanya EXPO KKN ini, UNUSIDA berharap semangat pengabdian terus tumbuh di kalangan mahasiswa dan menjadi modal berharga untuk terjun ke masyarakat setelah lulus. EXPO KKN bukan hanya pameran, tetapi bukti nyata bahwa mahasiswa UNUSIDA siap hadir, berkontribusi, dan mengabdi untuk negeri. (MY)

KKN UNUSIDA Kelompok 10 Gandeng Karang Taruna Desa Jemundo Hidupkan Semangat Kemerdekaan dan Kepemudaan (Foto: Moch. Fikri Aunilla)

KKN UNUSIDA Kelompok 10 Gandeng Karang Taruna Desa Jemundo Hidupkan Semangat Kemerdekaan dan Kepemudaan

SIDOARJO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Kelompok 10 berkolaborasi dengan Karang Taruna (Kartar) RT 07 RW 02 Desa Jemundo dalam rangka memeriahkan bulan Agustus sekaligus menghidupkan kembali semangat organisasi kepemudaan di tingkat desa.

Kerja sama ini diwujudkan melalui sejumlah kegiatan, mulai dari lomba edukatif untuk anak-anak, jalan sehat warga, hingga malam bari’an/syukuran memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian warga adalah lomba edukasi bagi anak-anak dan remaja. Lomba tersebut mencakup cerdas cermat tentang wawasan kebangsaan dan pengetahuan umum untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis generasi muda. Selain itu, lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan SD juga digelar sebagai sarana mengasah kreativitas sekaligus mengenalkan makna kemerdekaan dengan cara yang menyenangkan.

Menurut Doni, salah satu senior Karang Taruna Jemundo, kolaborasi ini merupakan langkah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kehadiran mahasiswa KKN UNUSIDA di Desa Jemundo tidak hanya memberi warna baru bagi warga, tetapi juga memperkuat semangat kemerdekaan melalui kegiatan yang membangun rasa persatuan.

“Baru kali ini mahasiswa KKN berkolaborasi dengan Karang Taruna. Tahun-tahun sebelumnya tidak pernah,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga. Selain menghadirkan keceriaan perayaan HUT RI, keterlibatan mahasiswa juga membantu Kartar lebih aktif setelah sempat vakum dalam beberapa kegiatan kepemudaan.

Wakil Ketua KKN Kelompok 10, Ishaqul Hisyam menyampaikan apresiasinya kepada Kartar Jemundo atas keterbukaan dan semangat kolaborasi. Menurutnya, kerja sama ini menjadi upaya untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Melalui sinergi antara mahasiswa dan pemuda desa ini, peringatan HUT RI tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum kebangkitan kembali peran pemuda dalam membangun desa.

“Kami sangat senang bisa terlibat bersama Karang Taruna. Harapannya, sinergi ini tidak hanya berhenti pada momentum Agustusan, tetapi juga berlanjut untuk program-program lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya, Kamis (11/9/2025).

Senada dengan itu, Ketua RT 07 RW 02, Ainur Rois, S.Pd., M.Pd., juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN. “Kolaborasi seperti ini penting agar mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga meninggalkan jejak kebaikan bagi warga,” katanya.

Penulis: Moch. Fikri Aunilla (MY)

Kelompok 19 KKN UNUSIDA Edukasi Warga Pagerngumbuk Lewat Plang Sampah dan Banner (Foto: Jesinka Amalia)

Kelompok 19 KKN UNUSIDA Edukasi Warga Pagerngumbuk Lewat Plang Sampah dan Banner

SIDOARJO — Kelompok 19 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan pembuatan plang sampah dan banner edukasi di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui media visual yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami.

Ketua Kelompok 19 KKN UNUSIDA, Jezinka Lilah menyebutkan, plang dan banner edukasi tersebut berisi informasi tentang cara memilah, membuang, dan mengelola sampah rumah tangga dengan benar. Menurutnya, program ini mampu membangun kebiasaan disiplin masyarakat dalam pengelolaan sampah serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.

“Media visual ini kami buat agar bisa dilihat setiap saat oleh seluruh warga desa. Dengan begitu, pesan kebersihan akan terus diingat dan menjadi bagian dari keseharian,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Selain berfungsi sebagai sarana edukasi, plang dan banner ini juga menjadi media informasi berkelanjutan yang dapat memotivasi warga untuk lebih aktif menjaga kebersihan, baik secara individu maupun melalui kegiatan gotong royong. Dengan adanya program ini, Desa Pagerngumbuk diharapkan mampu berkembang menjadi desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi warganya, sekaligus menjadi contoh desa peduli lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat selalu ingat pentingnya kebersihan. Dengan adanya plang dan banner, pesan ini bisa dilihat setiap hari dan menjadi pengingat bersama,” ungkapnya.

Mahasiswi Teknik Industri tersebut mengutip penelitian yang dilakukan oleh Meutia et al. (2025) menunjukkan bahwa penggunaan media poster edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Diperoleh rata-rata nilai pengetahuan meningkat signifikan dari 69,20 (pre-test) menjadi 94,55 (post-test), dengan nilai signifikansi p=0,000. Fakta ini menegaskan bahwa edukasi visual seperti poster, plang, maupun banner dapat memperkuat daya ingat sekaligus mendorong perubahan perilaku positif, terutama bagi anak usia sekolah dasar dalam mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Dengan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, program pembuatan plang sampah serta banner edukasi ini diharapkan dapat meninggalkan warisan positif yang bermanfaat jangka panjang bagi warga Pagerngumbuk.

“Semoga kehadiran kami dalam program KKN ini tidak hanya memberi pengalaman belajar lapangan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman,” pungkasnya. (MY)