Pos

UNUSIDA dan PKSS Surabaya Gelar Pembekalan dan Rekrutmen bagi Alumni, Disertai Penandatanganan MoU Kerja Sama Strategis (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA dan PKSS Surabaya Gelar Pembekalan dan Rekrutmen bagi Alumni, Jembatani Kampus dan Dunia Kerja

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) Surabaya, anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), sukses menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Rekrutmen Pegawai Khusus Alumni UNUSIDA yang berlangsung di Hall Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Jum’at (24/10/2025).

Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memperluas peluang kerja bagi lulusan UNUSIDA sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dengan dunia industri. Melalui program ini, para alumni mendapatkan pembekalan seputar kesiapan diri, etika profesional, serta strategi menghadapi proses rekrutmen kerja di perusahaan mitra BUMN.

Branch Manager PKSS Surabaya, Rusmanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada UNUSIDA yang telah memberi ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk mengasah kompetensi.

“Kami menganggap teman-teman yang hadir di sini adalah lulusan terbaik Universitas NU Sidoarjo. Dunia kerja kini terbuka luas, tetapi tidak semua bisa langsung masuk. Diperlukan persiapan dan mental yang siap bersaing. Karena itu, kami hadir memberikan pembekalan dan kesempatan langsung untuk mengikuti proses seleksi,” ujarnya.

Rusmanto juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari amanah BUMN untuk membuka lapangan kerja bagi generasi muda Indonesia. Ia menambahkan, pelatihan yang biasanya berbayar ini diberikan secara gratis kepada peserta sebagai bentuk dukungan PKSS terhadap peningkatan kualitas SDM di lingkungan kampus.

Ia menegaskan bahwa pihaknya melihat potensi besar dari para alumni UNUSIDA. Selanjutnya, ia dan tim berkomitmen untuk membangun kerja sama berkelanjutan dalam hal pelatihan, magang, serta penyaluran tenaga kerja.

“Kami memandang bahwa mahasiswa dan alumni UNUSIDA adalah generasi yang siap berkembang. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga memberikan pembekalan karakter, mental, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan dan rekrutmen bagi alumni, tetapi juga momentum penting dengan dilaksanakannya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UNUSIDA dan PKSS Surabaya sebagai langkah awal kerja sama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan penyaluran tenaga kerja.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor UNUSIDA Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dan Branch Manager PKSS Surabaya, Rusmanto, disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas serta perwakilan manajemen PKSS.

Sementara itu, Rektor UNUSIDA, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kerja sama strategis ini. Menurutnya, kolaborasi ini sebagai wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan ini, dengan pembekalan dan rekrutmen tenaga kerja menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Kami berharap alumni UNUSIDA dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menunjukkan kemampuan dan karakter unggul yang mereka miliki,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapat pembekalan materi dari tim PKSS, tetapi juga mengikuti simulasi wawancara, pelatihan kesiapan kerja, dan proses rekrutmen langsung. Suasana penuh semangat tampak dari antusiasme para alumni yang berpartisipasi sejak awal hingga akhir acara.

Melalui kegiatan ini, UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja, berdaya saing tinggi, dan berkarakter Aswaja an-Nahdliyah.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap alumni UNUSIDA tidak hanya berilmu, tapi juga siap menjadi bagian dari solusi bagi dunia kerja dan masyarakat,” pungkasnya.

Dewi Sri Rahayu, S.Ak saat Menerima Piagam Penghargaan Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi UNUSIDA dari Rektor (Foto: Humas UNUSIDA)

Dewi Sri Rahayu: Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Bukti Kerja Keras dan Doa

SIDOARJO – Dewi Sri Rahayu, S.Ak, menjadi lulusan terbaik Program Studi Akuntansi sekaligus Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Hal tersebut disampaikan saat Yudisium ke-9 FE UNUSIDA di Ballroom PCNU Sidoarjo, Kamis (7/8/2025) lalu.

Dewi berhasil lulus dengan IPK 3,94 mengungguli lulusan Fakultas Ekonomi UNUSIDA lainnya. Meskipun begitu, Dewi mengaku bahwa pencapaian ini menjadi momen yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Alhamdulillah, tentu perasaan saya sangat bersyukur dan terharu bisa mendapat penghargaan sebagai lulusan terbaik. Saya percaya pencapaian ini bukan hanya hasil usaha saya pribadi, tapi juga doa orang tua, bimbingan dosen, dan dukungan teman-teman,” ungkapnya saat diwawancara oleh Tim Humas UNUSIDA, Selasa (26/8/2025).

Motivasi Ganda: Membanggakan Orang Tua dan Membuktikan Diri

Bagi Dewi, motivasi terbesar selama kuliah adalah kedua orang tua dan keluarga. Sejak awal menempuh pendidikan tinggi, ia tidak hanya belajar, tetapi juga bekerja untuk membiayai studinya sendiri.

“Selain ingin membuat orang tua bangga, saya juga ingin membuktikan kepada diri sendiri bahwa dengan kerja keras dan doa, semua bisa tercapai,” tuturnya.

Tantangan yang Menguatkan

Menjalani kuliah sembari bekerja bukan perkara mudah. Dewi harus pintar membagi waktu, tenaga, dan pikiran agar semua kewajiban dapat terselesaikan.

“Tantangan terbesar adalah menyeimbangkan kuliah dan pekerjaan. Ada kalanya benar-benar lelah, tapi justru dari situ saya belajar tentang disiplin, tanggung jawab, manajemen waktu, dan pentingnya konsistensi,” ujarnya.

Peran UNUSIDA dalam Perjalanan Akademik

Dewi juga menegaskan bahwa peran UNUSIDA, khususnya Fakultas Ekonomi, sangat besar dalam perjalanan akademiknya. Selain mendapatkan bekal ilmu, ia juga mendapat kesempatan bekerja di lingkungan kampus yang sangat membantunya.

“Saya berterima kasih kepada dosen-dosen yang bukan hanya membimbing di kelas, tetapi juga memberi arahan tentang kehidupan dan karier. Dukungan itu menjadi salah satu alasan saya bisa menyelesaikan studi sampai akhir,” jelasnya.

Pesan untuk Mahasiswa

Sebagai lulusan terbaik, Dewi memberikan pesan berharga untuk adik tingkatnya. Menurutnya, hal terpenting dalam hidupnya adalah dapat menikmati setiap proses dalam kuliah maupun bekerja.

“Jangan pernah menyerah pada keadaan. Nikmati prosesnya, jangan hanya mengejar hasil. Dan yang paling penting, libatkan doa orang tua dalam setiap langkah, serta jangan takut meminta arahan dari dosen. Percayalah, usaha tidak akan mengkhianati hasil,” pesannya.

Rencana ke Depan

Setelah lulus, Dewi berencana untuk terus mengembangkan diri melalui studi lanjut maupun memperluas pengalaman kerja.

“Kalau soal menikah, tentu itu bagian dari rencana hidup juga, tapi waktunya biar Allah yang atur. Yang jelas, saya ingin tetap produktif dan bermanfaat, di jalur apa pun yang saya tempuh,” ujarnya.

Harapan untuk UNUSIDA

Lebih lanjut, Dewi menyampaikan harapannya untuk kampus tercinta. Ia berharap, UNUSIDA dapat berkembang menjadi kampus yang diperhitungkan di tengah masyarakat.

“Semoga UNUSIDA, khususnya Fakultas Ekonomi, terus berkembang menjadi kampus yang melahirkan generasi unggul, berdaya saing, dan berakhlak. Semoga semakin banyak inovasi, kesempatan, dan fasilitas yang mendukung mahasiswa untuk berprestasi, baik akademik maupun non-akademik. Dan semoga nama UNUSIDA semakin harum, bukan hanya di Sidoarjo, tapi juga di tingkat nasional dan internasional,” harapnya. (MY)

Mengukir Karier Cemerlang: Kisah Inspiratif Alumni UNUSIDA di Dunia Profesional 1

Mengukir Karier Cemerlang: Kisah Inspiratif Alumni UNUSIDA di Dunia Profesional

Sidoarjo – Dunia kerja yang penuh persaingan menuntut kesiapan dan keterampilan yang mumpuni dari setiap lulusan perguruan tinggi. Hal ini juga dirasakan oleh Nafa Putri Maulidya, S.M, salah satu alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang kini sukses meniti karier di Bagian Sekretariat RSI Siti Hajar Sidoarjo. Perjalanan Nafa menjadi bukti nyata bahwa peran kampus sangat penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia profesional (25-08-2025).

Menurut Nafa, pengalaman yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di UNUSIDA memberikan bekal berharga, bukan hanya berupa teori, tetapi juga keterampilan praktis. Melalui berbagai program kampus seperti kegiatan magang, penguasaan keterampilan, hingga pengabdian masyarakat, Nafa merasa lebih siap untuk melangkah ke dunia kerja yang lebih luas. “Peran kampus dalam karier sangatlah penting dan berpengaruh, khususnya bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja yang lebih luas dan membangun karier yang lebih sukses,” ungkapnya.

Magang menjadi salah satu pengalaman yang sangat berkesan bagi Nafa. Dari program tersebut, ia dapat merasakan langsung suasana kerja yang sesungguhnya, belajar menghadapi dinamika organisasi, serta mengasah kemampuan komunikasi dan manajemen waktu. Pengalaman ini membuatnya semakin percaya diri ketika akhirnya memasuki dunia kerja yang nyata. Selain itu, melalui pengabdian masyarakat, ia belajar bagaimana mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu masyarakat secara langsung, sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial yang tinggi.

Kini, Nafa membuktikan bahwa bekal ilmu dan pengalaman dari kampus mampu menjadi landasan kuat dalam membangun karier. Di posisi strategisnya sebagai staf sekretariat di RSI Siti Hajar Sidoarjo, ia dituntut untuk bekerja dengan teliti, disiplin, serta mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak. Semua keterampilan itu, menurutnya, sudah mulai terasah sejak di bangku kuliah. Ia juga menekankan pentingnya keaktifan mahasiswa dalam mengikuti berbagai kegiatan di kampus, karena dari situlah jaringan, pengalaman, dan keterampilan tambahan bisa didapatkan.

Perjalanan karier Nafa memberikan pesan kuat bagi mahasiswa dan generasi muda, khususnya di UNUSIDA. Bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh perjuangan. Keseriusan dalam belajar, memanfaatkan setiap kesempatan magang, aktif dalam organisasi, serta keterlibatan dalam pengabdian masyarakat akan menjadi modal besar untuk meraih masa depan yang lebih cerah.

Kisah inspiratif ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa UNUSIDA agar tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga aktif mengembangkan diri melalui berbagai program kampus yang tersedia. Dengan begitu, mereka akan lebih siap menghadapi dunia kerja yang kompetitif, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Bagi Nafa, sukses bukan hanya soal posisi atau jabatan, tetapi tentang bagaimana ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi orang lain. Dengan semangat itu, ia terus melangkah maju, sekaligus membawa nama baik almamater tercinta, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. (AS)

Dewi Sulistiyowati saat Menerima Piagam Penghargaan dalam Yudisium Ke-9 FKIP UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Kisah Dewi Sulistiyowati, Lulusan Terbaik FKIP UNUSIDA Berkat Keteguhan Hati dan Semangat Juang

SIDOARJO – Dewi Sulistiyowati, mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2021 berhasil mencatatkan prestasi membanggakan sebagai lulusan terbaik dalam Yudisium ke-9 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) pada beberapa waktu yang lalu.

Di balik capaian tersebut, tersimpan kisah perjuangan panjang, keteguhan hati, dan pengorbanan demi mewujudkan cita-cita sebagai seorang guru. Dewi sapaan akrabnya, merupakan lulusan SMK jurusan Multimedia tahun 2019.

Namun, ia baru bisa melanjutkan kuliah pada tahun 2021 karena harus bekerja terlebih dahulu selama dua tahun untuk membantu ekonomi keluarga. Dengan latar belakang keluarga sederhana, ayah sebagai kuli bangunan dan ibu sebagai ibu rumah tangga. Dewi menyadari bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk mengangkat derajat keluarga.

“Saya ingin salah satu anak dari keluarga kami berhasil dan dapat mengangkat derajat orang tua. Sudah cukup saya melihat mereka direndahkan oleh lingkungan sekitar,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (20/8/2025).

Cita-citanya menjadi seorang guru membawanya memilih FKIP UNUSIDA, khususnya Program Studi PGSD. Tak heran perolehan IPKnya hampir menyentuh angka 3,92.  Ketertarikannya pada dunia anak dan dukungan dari para dosen serta teman-temannya membuat Dewi terus berjuang meskipun sempat mengalami masa-masa sulit.

Momen terberat dalam hidupnya datang saat ia ditinggalkan oleh ibunda tercinta pada akhir semester enam. Peristiwa itu sempat membuatnya jatuh dan kehilangan semangat. “Saya benar-benar down. Butuh waktu hampir satu tahun untuk kembali bangkit. Namun saya ingat, ibu ingin saya lulus tepat waktu,” kenangnya penuh haru.

Baginya, dukungan serta motivasi dari para dosen dan teman-teman menjadi kekuatan utama untuk bangkit dan menuntaskan studinya. Ia juga membagikan tips untuk tetap fokus kuliah di tengah berbagai tantangan, yakni dengan membagi waktu antara bekerja, mengajar les, dan menyelesaikan tugas kuliah, serta mencari hal sederhana yang dapat menenangkan hati. “Kalau saya pribadi, biasanya cukup dengan minum kopi hitam tanpa gula,” tuturnya.

Dalam proses belajar, Dewi lebih menyukai metode belajar sambil melakukan, sesuai dengan gaya belajar kinestetik-visual yang dimilikinya. Prinsip yang selalu ia pegang ialah mengerjakan setiap tugas sebaik dan semampu mungkin, serta meyakini bahwa setiap orang yang ditemuinya bisa menjadi guru.

Pengalaman paling berharga selama kuliah adalah mendapat kesempatan menjadi penerima KIP Kuliah dan mengikuti program Kampus Mengajar. Program tersebut bahkan menjadi batu loncatan baginya untuk berkarier sebagai guru di SDN Cemengbakalan 1, tempat ia saat ini mengabdikan diri setelah sebelumnya ikut program kampus mengajar di sekolah tersebut.

Materi perkuliahan, seperti teori pembelajaran, pengenalan karakter siswa, hingga metode Teams Games Tournament (TGT), berhasil ia terapkan dalam praktik mengajar di kelas. “Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Di SD tempat saya mengajar, rata-rata siswa bergaya belajar kinestetik, sehingga metode TGT sangat cocok diterapkan,” jelasnya.

Dewi berharap, UNUSIDA terus menjadi kampus yang mencetak lulusan berkualitas dan bermanfaat untuk masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama. Ia juga berkeinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang PPG maupun S2 agar bisa terus mengembangkan kapasitasnya sebagai pendidik.

“Untuk teman-teman yang masih kuliah, tetap semangat. Apapun kondisi kita, apa yang telah kita mulai harus kita tuntaskan. Kuliah tidak akan terasa berat jika kita punya niat dan tekad yang kuat,” pungkasnya.

Mochamad Udin Saat menerima piagam Lulusan Terbaik Fakultas Teknik UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspiratif, Cerita Mochamad Udin Kerja Sambil Kuliah di UNUSIDA Hingga Jadi Lulusan Terbaik Fakultas Teknik

SIDOARJO – Semangat belajar tidak dibatasi oleh usia. Hal ini dibuktikan langsung oleh Mochamad Udin, S.T., resmi dinobatkan menjadi lulusan terbaik pada Yudisium Ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA Tahun 2025 beberapa waktu yang lalu.

Pria yang memulai kuliah S1 pada usia 47 tahun tersebut kini berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Teknik Industri dengan capaian IPK 3,85 menjadi yang tertinggi di tingkat fakultas.

Udin sapaan akrabnya mengaku bahwa keputusannya untuk melanjutkan pendidikan lahir dari tuntutan profesionalismenya di dunia kerja. “Saya kuliah bukan karena kemauan pribadi, tetapi karena tuntutan profesi. Perusahaan meminta agar jabatan yang saya emban harus diimbangi dengan pendidikan minimal S1,” tuturnya.

Meski begitu, pria yang saat ini menjabat Kepala Departemen di PT PAL Indonesia tersebut tidak menganggap kuliah sebagai beban tambahan. Justru kuliah menjadi ruang untuk memperkaya pemahaman terhadap proses-proses industri yang selama ini ia jalankan.

Ia menambahkan, keputusan mendaftar sebagai mahasiswa Teknik Industri UNUSIDA dilakukan secara spontan setelah berdiskusi dengan rekan kerjanya. Sebagai kader nahdlyyin, ia yakin dan mantap memilih kampus UNUSIDA sebagai tempatnya menempuh pendidikan tinggi.

“Setelah mendapatkan arahan, saya langsung telepon istri dan minta tolong untuk didaftarkan. Walaupun sempat ada hambatan, saya yakin bahwa pilihan ini yang terbaik,” terangnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (20/8/2025).

Udin menceritakan bahwa keputusannya mendaftar kuliah dimulai ketika dirinya berdiskusi dengan salah satu rekannya, Pak Sugianto (Sesama mahasiswa Teknik Industri yang juga rekan kerja di PT PAL Indonesia), setelah mendapatkan arahan pimpinan.

Perjalanan studi keduanya bukan tanpa hambatan. Berbagai tantangan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga membuatnya harus pintar mengatur waktu. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pada semester ketiga ia mulai merasakan manfaat langsung dari materi perkuliahan yang diberikan oleh para dosen. Menurutnnya mata kuliah yang dipelajari sangat mendukung tugasnya sebagai bagian dari manajemen di PT PAL.

“Mulai semester empat, saya semakin paham tentang materi-materi yang disampaikan oleh bapak/ibu dosen. Saya mulai merasa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah itu sangat bermanfaat dan bisa mendukung proses di dunia industri,” ucapnya dengan penuh semangat.

Berbekal pengalaman praktis di dunia kerja dan materi kuliah yang relevan, Udin justru semakin termotivasi untuk terus belajar. Ia menegaskan bahwa penilaian utama bukan pada nilai, melainkan seberapa besar manfaat ilmu tersebut dapat diterapkan di dunia nyata.

“Saya belajar bukan untuk cari nilai, tetapi untuk menambah kompetensi. Alhamdulillah, semua materi yang diberikan dosen sangat membantu pekerjaan saya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan terima kasih kepada para dosen dan seluruh civitas akademika UNUSIDA yang telah membimbing dan memberikan arahan selama masa studinya.

“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa menjadi lulusan terbaik. Terima kasih kepada seluruh dosen atas ilmunya, dan semoga UNUSIDA terus melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak baik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Udin memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa agar tidak mudah menyerah dalam mencari ilmu. Sebagai Alumni UNUSIDA, ia berkomitmen untuk terus menyebarkan semangat belajar sepanjang hayat kepada para generasi muda.

“Belajar itu harus dijalani dengan bahagia. Selama niatnya baik, insyaAllah semuanya akan dimudahkan. Jangan pernah berpikir terlambat, karena di umur 51 tahun lebih pun saya tetap bisa belajar, kuliah, dan tetap menikmati prosesnya,” pungkasnya.

Ketua BPP UNUSIDA, KH Arly Fauzi saat menyampaikan sambutan dalam Yudisium ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua BPP UNUSIDA Tekankan 3 Hal Penting Bagi Lulusan Fakultas Teknik

SIDOARJO – Di tengah-tengah momen penuh khidmat Yudisium Ke-9 Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, KH Arly Fauzi dalam sambutannya, memberikan dorongan semangat kepada para calon alumni agar terus meningkatkan kompetensi dan menjaga integritas di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Kiai Arly menekankan tiga hal penting bagi lulusan Fakultas Teknik UNUSIDA, yaitu:

  1. Jangan Berhenti Belajar dan Berinovasi
    Teknologi terus berkembang, sehingga kemampuan diri harus selalu ditingkatkan. Belajar tidak selalu harus di bangku kuliah, namun jika ada peluang melanjutkan pendidikan formal, hal itu sangat baik.

    “Jangan berhenti belajar, berkreasi, dan berinovasi. Pendidikan formal itu bagus, tetapi bukan satu-satunya jalan. Jangan menutup diri untuk mengembangkan kemampuan,” pesannya.

  2. Jadilah Orang yang Jujur dan Murah Hati
    Menurutnya, di era sekarang orang pintar banyak, tetapi yang jujur masih langka. Lulusan UNUSIDA harus memegang kejujuran, peduli pada orang lain, dan berusaha membahagiakan sekitarnya.

    “Tidak semua kebaikan diukur dengan uang. Semakin banyak kebaikan kita, semakin besar energi positif yang menarik kebaikan kembali kepada kita,” tuturnya.

  3. Jangan Malas
    Beliau mengingatkan bahwa dalam Islam, kemalasan tidak dibenarkan. Manusia dibekali akal dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    “Gunakan akal, tenaga, dan pikiran untuk berkarya. Jangan jadi pemalas, karena dalam Islam itu hukumnya haram,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Arly mendoakan agar para lulusan yang sudah bekerja dapat terus meningkatkan karier, yang belum memiliki pekerjaan segera mendapatkannya, dan yang sudah berkeluarga diberi keberkahan rumah tangga.

“Semoga karier kalian meningkat, yang belum bekerja segera mendapat pekerjaan, dan yang sudah berumah tangga diberi kebahagiaan. Amin Allahumma Amin,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam Yudisium ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA, Rabu (13/8/2025).

Tak hanya itu, ia sangat mengapresiasi kepada seluruh dosen dan struktural Fakultas Teknik yang dengan teladan dan sepenuh hati melayani mahasiswa, termasuk dalam proses bimbingan hingga kelulusan.

Kiai Arly menegaskan bahwa Fakultas Teknik adalah bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan yang selalu relevan dengan tantangan zaman. Oleh karena itu, ia berharap lulusannya mampu menjadi insan yang profesional, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap lulusan mampu menjadi insan yang profesional, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya. (MY)

Yudisium Ke-9 Fakultas Ekonomi UNUSIDA di Ballroom PCNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium ke-9 FE UNUSIDA: Tekankan Pentingnya Kompetensi, Profesionalisme, dan Nilai Aswaja Bagi Alumni

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-9 di Ballroom PCNU Sidoarjo, Kamis (7/8/2025). Acara ini menjadi momen bersejarah sekaligus penuh haru bagi para mahasiswa-mahasiswi yang resmi dinyatakan lulus dan bersiap memasuki dunia profesional.

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengelola Pendidikan (BPP) UNUSIDA, sangat mengapresiasi kepada seluruh jajaran Fakultas Ekonomi, khususnya para dosen, yang dengan penuh kesabaran, ketelatenan, dan kasih sayang telah mendampingi mahasiswa selama menempuh pendidikan, terutama mereka yang juga tinggal di pesantren.

“Kalau tidak karena kasih sayang Allah, tidak mungkin dosen bisa meladeni mahasiswa, apalagi yang tinggal di pesantren. Artinya, dosen-dosen ini sedang dititipkan rahmat oleh Allah. Bisa jadi, mereka adalah wali-wali Allah,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Muhafidhah Novie, S.E., M.M, menegaskan komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Tugas kami bukan hanya meluluskan mahasiswa, tetapi mempersiapkan mereka menjadi pemimpin yang visioner, adaptif, dan memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat,” ujar Novie.

Ia menekankan bahwa tantangan di era saat ini sangat kompleks, mulai dari perubahan ekonomi global, dampak konflik internasional, hingga perkembangan teknologi yang pesat. Oleh karena itu, lulusan Fakultas Ekonomi harus memiliki jiwa entrepreneur, kemampuan membaca perubahan, serta kecakapan dalam menghitung dan mengelola risiko.

“Pemimpin yang entrepreneur bukan hanya mampu membangun usaha, tetapi mampu membaca kondisi, membuat inovasi, dan tanggap terhadap setiap perubahan. Dunia kerja saat ini sangat dinamis, dan kita harus siap menghadapinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan penting bagi para lulusan untuk mulai membiasakan diri bekerja sejak dini, mengingat kompetisi di dunia kerja semakin ketat. Ia menyoroti bahwa meski pemerintah tidak membatasi usia untuk melamar pekerjaan, sebagian besar perusahaan tetap memiliki preferensi terhadap usia pelamar.

“Realitanya, perusahaan akan memilih calon yang lebih muda karena dianggap lebih mudah dilatih dan diarahkan. Maka dari itu, mulai dari sekarang, bangun kesiapan dan pengalaman kerja,” tambahnya.

Lebih lanjut, Novie menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses perkuliahan, serta berpesan agar lulusan selalu menjaga nama baik almamater.

“Jangan lupa untuk selalu berperan aktif di masyarakat, menjaga nama baik almamater, dan terus mengembangkan diri. UNUSIDA adalah rumah dan kebanggaan kita bersama. Semoga kalian semua sukses dan diberi jalan terbaik dalam setiap langkah,” tuturnya.

Acara yudisium ini berlangsung khidmat dan penuh semangat, ditandai dengan pengumuman kelulusan, penyematan alumni secara simbolis, dan berbagai penampilan dari mahasiswa sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan selama menjalani studi di Fakultas Ekonomi UNUSIDA. (MY)

Yudisium Ke-11 FILKOM UNUSIDA: Rektor Tekankan Tanggung Jawab Alumni Sebagai Kader NU di Tengah Masyarakat 2

Yudisium Ke-11 FILKOM UNUSIDA: Rektor Tekankan Tanggung Jawab Alumni Sebagai Kader NU di Tengah Masyarakat

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium Ke-11 Tahun Akademik 2024/2025 pada Rabu (6/8/2025) dalam suasana penuh kehangatan dan rasa syukur. Kegiatan ini menjadi penanda resmi kelulusan mahasiswa sebelum memasuki prosesi wisuda, yang dijadwalkan akan digelar pada 6 September mendatang di Surabaya.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., mengajak mahasiswa untuk merenungi dua tanggung jawab besar yang kini mereka emban sebagai lulusan perguruan tinggi. Ia mengingatkan, Yudisium kali ini bukan hanya menjadi penanda akhir studi, tetapi juga titik awal perjalanan baru sebagai profesional, pemimpin muda, dan bagian dari kader Nahdlatul Ulama yang siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Fatkul Anam menjelaskan bahwa peran dan tanggung jawab alumni, tidak hanya sebagai sarjana di bidang keilmuan, tetapi juga sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) yang membawa misi kemanfaatan di tengah masyarakat.

Pertama, sebagai akademisi lulusan FILKOM harus menjaga tanggung jawab akademis mereka dengan menjunjung tinggi etika dan kontribusi keilmuan. Kedua, sebagai kader NU, lulusan UNUSIDA diminta untuk hadir di tengah masyarakat sebagai pribadi yang memberi pencerahan dan manfaat nyata.

“Kalian semua bukan hanya lulusan akademik, tetapi juga kader NU. Artinya, kalian punya dua tanggung jawab besar: menjaga kehormatan keilmuan dan membawa nilai-nilai NU ke tengah masyarakat,” terangnya.

Ia menekankan bahwa gelar sarjana yang diperoleh bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi amanah yang harus dijalankan secara etis, profesional, dan berkontribusi positif bagi masyarakat luas.

“Gelar yang kalian bawa bukan hanya simbol, tapi mengandung tanggung jawab keilmuan. Dan sebagai kader NU, kalian punya tanggung jawab kehormatan untuk membawa nama baik organisasi dan kampus, serta memberi kontribusi positif di masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa UNUSIDA telah memberikan bekal yang cukup bagi para mahasiswa untuk menghadapi kehidupan sosial yang kompleks, dan meminta mereka untuk menjaga nama baik almamater di manapun berada.

“Mulai hari ini, kalian akan menjadi ‘kekasih masyarakat’. Jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pembawa manfaat, solusi, dan inspirasi. Itulah esensi dari seorang sarjana,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga berterima kasih kepada para orang tua mahasiswa atas doa dan dukungan yang diberikan selama proses studi anak-anak mereka. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan hari ini adalah buah dari perjuangan panjang, bukan hanya usaha mahasiswa, tetapi juga restu dan dukungan dari orang tua.

“Sebelum kalian ke mana-mana setelah acara ini, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada orang tua kalian. Doa dan ridha mereka adalah kunci keberhasilan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Sebagai penutup, Rektor menyampaikan selamat atas pencapaian para mahasiswa FILKOM dan menyampaikan kabar bahwa prosesi wisuda akan digelar pada 6 September 2025 mendatang di Surabaya dengan jumlah peserta sekitar 560 wisudawan/wisudawati.

“Saya mewakili seluruh pimpinan UNUSIDA mengucapkan selamat atas kelulusan kalian. Sampai jumpa di wisuda nanti. Jaga nama baik guru-guru kalian, dan bawa nama baik Universitas ke tengah masyarakat,” pungkasnya. (MY)

Wakil Ketua LPT PBNU, Prof Dr H Amien Suyitno saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda VIII Unusida (Foto: Humas Unusida)

Ini Pesan Wakil Ketua LPT PBNU Saat Wisuda VIII Unusida

Wakil ketua Lembaga Perguruan Tinggi (LPT) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H Amien Suyitno sangat mengapresiasi capaian Unusida sebagai kampus NU yang tumbuh dalam 10 tahun terakhir. Unusida menjadi bagian dari Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang progresnya sangat luar biasa. Banyak capaian yang sudah dimunculkan oleh Unusida, baik tingkat regional, nasional hingga internasional.

“Selama ini saya terlibat langsung terhadap pengembangan prodi dan capaian, rekognisi pemerintah lokal, nasional dan internasional di Unusida,” ujarnya saat menyampaikan orasi ilmiah saat menghadiri Wisuda VIII Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) di Hotel Utami, Jl Raya Juanda Sidoarjo, Sabtu (14/09/2024).

Kapala Badan Litbang & Diklat Kementerian Agama RI tersebut menuturkan, Unusida dan PTNU yang lain memiliki makna dan karakteristik yang berbeda dengan perguruan tinggi pada umumnya. Sebab menjadi kampus yang membawa nama besar Nahdlatul Ulama.

Ia menyebutkan PBNU mulai berbenah secara substantif, melalui LPTNU dengan menggunakan pendekatan regulative dalam Sistem Pendidikan (Sisdik) NU, serta berbenah secara substantive dalam tata kelola human resource dosen dan pimpinan kampus.

Sesuai arahan rais am PBNU KH Miftahul Akhyar dan ketua umum KH Yahya Cholil Tsaquf bahwa PTNU tidak boleh menjadi yang terbelakang dalam pengembangan dan memberikan pelayanan pendidikan tinggi.

“PTNU memang hadir belakangan, tapi kita tidak boleh terbelakang,” tegasnya

Ia meyakini, Unusida merupakan kampus yang mengedepankan pembiasaan integritas. Sebab integritas menjadi sesuatu yang mahal dan menjadi aset kekayaan terbesar yang dimiliki oleh NU. Sikap integritas yang dimaksud adalah kesatuan pikiran, ucapan, dan tindakan seseorang.

“Yang dirawat oleh NU adalah integritas bangsa. Akhlak itu yang paling mahal dan lebih berharga dari pada emas, saat ini banyak perusahaan yang mementingkan nilai adab seseorang,” terangnya.

Prof Amien menyampaikan, pengembangan PTNU tidak terlepas dari karakter pondok pesantren. Oleh karena itu, pihaknya mencoba mengejawantahkan dan mentransformasikan karakter pendidikan di pondok pesantren ke perguruan tinggi. Seperti nilai-nilai spiritualitas, integritas dan kebersamaan,

“Kita sudah berhasil melahirkan ribuan pondok pesantren, itu yang coba kita transmisikan ke dalam karakter pendidikan di PTNU,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia memberikan beberapa tips dalam bermasyarakat kepada alumni Unusida, seperti kemampuan beradaptasi dengan teknologi, bersikap kritis dan mampu bekerja sama. Hampir semua kampus UNU sudah disiapkan pembelajaran tentang kemampuan softskill, kemampuan berkomunikasi, kemapuan berjejaring dengan baik, dan kemampuan memberikan solusi terhadap masalah.

“Alumni Unusida harus mengembangkan softskill yang dimiliki. Jadi jangan hanya mengandalkan prodi, IPK dan reputasi kampus saat kembali di tengah masyarakat,” tuturnya.

Ia berpesan agar alumni Unusida harus mengedepankan akhlakul karimah dimanapun berada. Tidak semata-mata mengunggulkan nilai akademik. setiap kampus memiliki memiliki lingkungan akademik yang menjadi garansi, maka yang harus dimiliki oleh Alumni Unusida adalah integritas dan akhlakul karimah.

“Orang bijak berkata, jika kita kehilangan uang sama dengan tidak kehilangan uang, karena uang masih bias dicari. Jika kita kehilangan kesehatan (sakit), maka kita akan kehilangan sesuatu kenikmatan dari diri kita. Jika kita kehilangan harga diri, akhlakul karimah, adab, maka kita akan kehilangan segalanya,” kutipnya.

Ia mengingatkan agar selalu menghargai kampus, dengan menghargai seluruh pihak yang terlibat dalam membangun ekosistem kampus NU. Ia mengibaratkan hubungan kampus dan alumni bagaikan rumah kedua, serta hubungan dosen dan mahasiswa sudah seperti seorang ibu dan anak.

“Jadi jangan minder dan underestimate, sangat penting jadilah orang yang menghargai menghargai institutusi. Ini adalah kampusku, kampus yang telah melahirkanku,” pungkasnya.

 

(my)

Wisuda 8 Unusida (Foto: Humas Unusida)

Wisuda VIII Unusida, Alumni Diharapkan Siap Berkhidmah di Masyarakat

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar Wisuda ke 8 di Hotel Utami, Jl Raya Juanda Sidoarjo, Sabtu (14/09/2024). Wisuda tersebut diikuti sebanyak 322 Wisudawan/wisudawati dari 4 Fakultas, yaitu Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Komputer (Filkom), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Rektor Unusida, H Fatkul Anam menyampaikan bersyukur dan bangga terhadap mahasiswa Unusida yang telah banyak menorehkan banyak tinta emas berupa prestasi tingkat nasional dan internasional.

Ia berpesan agar para alumni dapat siap berkhidmah dan menunjukkan kemampuan terbaiknya ketika kembali ke masyarakat. Mendapatkan pekerjaan yang diidamkan serta mampu untuk membuktikan akan budaya kerja yang kreatif dan inovatif kepada pimpinan di tempat kerja.

“Sambut wisuda dengan hati yang gembira, kami seluruh pimpinan berharap kepada wisudawan dapat siap berkhidmah di tengah masyarakat dan dapat menyusun karir yang diimpikan,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Fatkul Anam mengingatkan, bahwa masih banyak tantangan yang sudah menanti setelah lulus dari perguruan tinggi. Maka alumni Unusida yang telah dibekali dengan ilmu pengetahuan dan karakter yang baik harus dapat menjadi pengaruh baik di tengah masyarakat.

“Hadapi semua tantangan dengan hati yang tulus dan tekun, maka insyaallah akan mendapatkan jalan yang terbaik,” katanya.

Ke depan, Unusida harus terus berbenah untuk menjadi kampus yang profesional dalam hal pelayanan dan lembaga pendidikan yang menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ketua Forum Rektor PTNU tersebut menyebutkan, Unusida telah banyak meraih banyak prestasi, sehingga dinobatkan sebagai perguruan tinggi baru dengan segudang prestasi Nasional dan Internasional olah salah satu media ternama di Jawa Timur. Melalui sederet prestasi yang telah dicapai oleh Unusida menjadi bukti telah mampu bersaing dengan perguruan tinggi yang lain, serta menjadi pusat percontohan bagi di internal PTNU.

“Capaian prestasi menjadi penyemangat bagi kita untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dan kebanggaan Nahdlatul Ulama,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja seluruh civitas akademika, khususnya para dosen yang telah berhasil membimbing ratusan mahasiswa untuk lulus setiap tahunnya. Ia yakin bahwa Unusida akan terus tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik dan lebih unggul. Dengan didukung banyaknya alumni yang memiliki potensi dan tersebar di seluruh masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi dosen dan mahasiswa yang memiliki spirit yang kuat dan luar biasa untuk membangun Unusida dengan baik,” imbuhnya

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)  Sidoarjo, KH Zainal Abidin menjelaskan bahwa wisuda bukan akhir dari sebuah pembelajaran. Akan tetapi momen untuk membranding diri untuk lebih semangat belajar dan berprestasi lagi ke depannya.

“Setiap kita pasti menginginkan status sosial yang baik, kuncinya adalah dengan iman dan ilmu, jangan berhenti untuk mencari ilmu dan menjadi alumni Unusida yang luar biasa,” terangnya.

Kiai Zainal menuturkan, mahasiswa Unusida telah dibekali ilmu pengetahuan dan pembelajaran etika yang baik untuk menjadi contoh ketika kembali di tengah masyarakat.

Ia berpesan, alumni menjadi ujung tombak dalam berkompetisi dengan perguruan tinggi yang lain. Oleh karena itu, alumni Unusida dapat berperan sebagai duta besar bagi kampus tercinta di daerah masing-masing.

“Lulusan Unusida harus memiliki akhlakul karimah dan insyaallah menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Bupati Sidoarjo, H Subandi sangat mengapresiasi capaian dan kinerja Unusida dalam berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Pihaknya yakin Unusida dapat menjadi kampus kebanggaan bagi Kabupaten Sidoarjo.

“Selamat kepada para wisudawan, tetap semangat dan tanamkan rasa bangga dalam menjalankan kehidupan baru. Jadilah generasi yang kreatif dan inovatif yang membawa perubahan yang baik bagi Unusida,” pungkasnya.

 

(my)