UKM MAPANUSIDA Gelar Aksi “Hiking & Planting Trees” di Gunung Bekel (Foto: UKM MAPANUSIDA)

UKM MAPANUSIDA Gelar Hiking & Planting Trees di Gunung Bekel, Gaungkan Komitmen Konservasi

MOJOKERTO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (MAPANUSIDA) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Hiking & Planting Trees Gunung Bekel dengan tema ‘Simfoni Rimba: Mendaki dalam Sunyi, Menanam untuk Esok yang Berseri, Ahad (15/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Gunung Bekel dengan ketinggian 1238 MDPL yang diakses melalui jalur Jolotundo.

Ketua UKM MAPANUSIDA, Muhammad Reza Sujali yang akrab disapa Randu, memimpin langsung rombongan menuju kaki Gunung Bekel. Ia menjelaskan Gunung Bekel dipilih sebagai ruang belajar ekologis sekaligus laboratorium lapangan bagi belasan mahasiswa pecinta alam yang turut ambil bagian.

Kegiatan Hiking & Planting Trees Gunung Bekel ini menjadi refleksi bahwa gerakan mahasiswa pecinta alam tidak berhenti pada romantisme pendakian, tetapi bertransformasi menjadi aksi konservasi yang konkret. Dalam sunyi rimba, para mahasiswa belajar tentang disiplin, solidaritas, dan tanggung jawab ekologis. Simfoni rimba yang mereka gaungkan hari itu bukan sekadar gema langkah di lereng gunung, melainkan komitmen untuk menanam harapan bagi esok yang lebih berseri.

Dalam briefing singkat sebelum pendakian dimulai, Reza menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mencapai puncak, melainkan merawat proses. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai pendakian rutin, tetapi juga sebagai pernyataan sikap generasi muda terhadap keberlanjutan lingkungan melalui aksi nyata menanam pohon.

“Gunung bukan hanya untuk ditaklukkan, tetapi untuk dipahami. Setiap langkah adalah refleksi, dan setiap pohon yang kita tanam adalah janji untuk masa depan,” ungkapnya.

Pendakian dimulai melalui jalur Jolotundo yang dikenal memiliki kontur menanjak dengan vegetasi hutan yang masih terjaga. Langkah demi langkah ditempuh dengan ritme teratur, sesekali diiringi diskusi ringan mengenai ekosistem pegunungan dan tantangan konservasi.

Baca juga:  Workshop Digital Marketing Batch 4, Bekali Mahasiswa UNUSIDA Strategi Bisnis Digital Berbasis AI

Di sepanjang jalur pendakian hingga mendekati puncak, puluhan pohon buah ditanam secara bertahap oleh para peserta. Aksi ini dirancang sebagai upaya sederhana namun berkelanjutan untuk mendukung ketersediaan vegetasi produktif yang kelak dapat memberi manfaat ekologis maupun ekonomis bagi lingkungan sekitar. Tanah digali dengan penuh kesadaran, bibit ditanam dengan kehati-hatian, lalu ditutup kembali seolah menyimpan harapan dalam sunyi rimba.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Mukhammad Dimas Alamsyah yang akrab disapa Ngerong, ketua pertama UKM MAPANUSIDA periode 2025. Kehadirannya menjadi simbol kesinambungan semangat organisasi dari generasi ke generasi. Dalam sela perjalanan, Dimas menyampaikan refleksinya mengenai pentingnya konsistensi gerakan pecinta alam di lingkungan kampus.

“Menjadi pecinta alam berarti siap menjaga komitmen, bukan hanya ketika ramai dibicarakan, tetapi juga ketika sunyi. Gunung Bekel hari ini mengajarkan kita bahwa kontribusi kecil yang dilakukan bersama dapat memberi dampak besar,” tuturnya.

Sesampainya di puncak Gunung Bekel 1238 MDPL, rasa lelah seketika terbayar oleh panorama alam yang terbentang luas dari ketinggian. Hamparan hijau perbukitan, siluet pegunungan di kejauhan, dan semilir angin yang berembus lembut menghadirkan pengalaman kontemplatif yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Para peserta beristirahat, menikmati bekal sederhana yang dibawa dari bawah, serta mengabadikan momen melalui sesi foto bersama dengan latar lanskap yang memukau. Kebersamaan di puncak bukan hanya tentang capaian geografis, melainkan tentang kesadaran kolektif bahwa perjalanan dan tujuan dapat berjalan seiring ketika dilandasi nilai kepedulian.