Pos

International Seminar 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Seminar Internasional, Dorong Mahasiswa Ubah Aktivitas Digital Menjadi Sumber Penghasilan

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar International Seminar 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA. Seminar yang mengusung tema ‘From Scroll to Salary: How Students Earn Passive Income Through Digital Products’ tersebut berlangsung di Hall Gedung A Kampus II UNUSIDA secara hybrid, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Assoc. Prof. Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, serta narasumber nasional Mohammad Zikky, M.T., Wakil Ketua LPT PWNU Jawa Timur. Seminar diikuti mahasiswa UNUSIDA sebagai wadah untuk memperluas wawasan mengenai peluang ekonomi digital dan pengembangan produk digital di era transformasi teknologi.

Presiden Mahasiswa UNUSIDA, Rafly Afandi, mengatakan seminar internasional ini diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus ruang diskusi yang mampu melahirkan inspirasi bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia digital.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut berharap mahasiswa semakin siap menghadapi perkembangan teknologi, mampu beradaptasi dengan dunia digital, serta memiliki semangat untuk menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa.

“Seminar ini kami hadirkan sebagai ruang belajar, ruang diskusi, dan ruang inspirasi. Harapannya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat menjawab realitas dunia digital saat ini. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini bisa diterapkan dan dibagikan kepada yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa tema seminar sejalan dengan semangat Harlah ke-12 UNUSIDA, yakni ‘Bersama Bergerak, Nyata Berdampak’. Menurutnya, ilmu yang diperoleh mahasiswa harus mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat.

“Apa yang kita miliki harus berdampak nyata, paling tidak bagi diri kita sendiri sebagai mahasiswa. Jangan sampai ilmu yang kita peroleh hanya berhenti sebagai pengetahuan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa tema From Scroll to Salary mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi mampu menghasilkan karya dan produk yang bernilai ekonomi.

“Selama ini kita banyak melakukan aktivitas digital, tetapi belum semuanya menghasilkan manfaat nyata. Harapannya, mahasiswa mampu menciptakan produk digital yang bisa menjadi sumber penghasilan, membantu membiayai pendidikan secara mandiri, bahkan meringankan beban orang tua,” tambahnya.

Dr. Hadi juga membagikan kisah inspiratif mengenai mahasiswa yang mampu memanfaatkan keterampilan digital hingga menghasilkan karya yang diakui dan digunakan oleh perusahaan internasional. Menurutnya, pengalaman tersebut membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi mahasiswa dapat membuka peluang besar apabila terus dikembangkan dengan serius.

Pada kesempatan yang sama, narasumber internasional, Assoc. Prof. Ts. Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi, menyampaikan bahwa ekonomi digital telah membuka banyak peluang baru bagi generasi muda. Ia berharap seminar ini dapat memunculkan ide-ide inovatif yang membantu mahasiswa mengembangkan produk digital sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Semoga seminar ini dapat melahirkan ide-ide baru yang mampu membantu perekonomian mahasiswa melalui pengembangan produk digital yang kreatif dan bernilai,” tuturnya.

BEM UNUSIDA Hadirkan Diskusi Kritis Lewat Pemutaran Film Dokumenter Pesta Babi (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Nobar Film Dokumenter Pesta Babi, Bangun Kepekaan Sosial Mahasiswa

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (BEM UNUSIDA) bekerja sama dengan berbagai organisasi kemahasiswaan dan komunitas intelektual kampus menyelenggarakan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter Pesta Babi di area parkir belakang Gedung A UNUSIDA, Rabu (10/06/2026) malam. Mengusung tema ‘Membaca Realitas Sosial Melalui Film Dokumenter: Ruang Belajar, Refleksi, dan Diskusi Mahasiswa’, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran alternatif yang mengajak mahasiswa memahami berbagai persoalan sosial, budaya, dan lingkungan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Papua.

Suasana hangat dan penuh antusiasme mahasiswa dari berbagai program studi mewarnai jalannya pemutaran film yang berlangsung secara khidmat. Film dokumenter Pesta Babi menghadirkan gambaran kehidupan masyarakat adat Papua yang berhadapan dengan berbagai perubahan sosial akibat ekspansi pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam.

Melalui narasi visual yang kuat, film tersebut tidak hanya menampilkan persoalan hilangnya ruang hidup masyarakat adat, tetapi juga menggambarkan pergulatan identitas budaya, hubungan manusia dengan alam, serta tantangan yang dihadapi masyarakat lokal dalam mempertahankan nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun.

Presiden Mahasiswa UNUSIDA, M. Rafly Afandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memperluas ruang belajar di luar lingkungan kelas. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Film dokumenter memiliki kekuatan untuk menghadirkan realitas yang sering kali tidak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak mahasiswa melihat Indonesia secara lebih utuh, memahami keberagaman persoalan yang dihadapi masyarakat, serta menumbuhkan empati sebagai fondasi penting dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut mendapat apresiasi dari Kepala Biro Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd. Ia menilai bahwa inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan ruang diskusi yang kritis dan edukatif merupakan bentuk nyata pengembangan budaya akademik di lingkungan kampus.

Menurutnya, media budaya dan seni seperti film dokumenter dapat menjadi instrumen pembelajaran yang relevan untuk membantu mahasiswa memahami kompleksitas realitas sosial yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Pihaknya terus berupaya menghadirkan ruang dialog yang sehat, reflektif, dan bermakna bagi mahasiswa.

“Kampus harus menjadi ruang yang terbuka bagi pertukaran gagasan dan refleksi kritis. Film dokumenter bukan sekadar tontonan, melainkan sumber pengetahuan yang mampu memperkaya perspektif mahasiswa terhadap realitas sosial yang kompleks. Inilah bentuk pembelajaran kontekstual yang perlu terus dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Setelah pemutaran film selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan dan pengalaman. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus pendalaman isu yang diangkat dalam film.

Founder The Indonesian Foresight Research Institute (IFRI), Ali Mursyid Azisi, menyoroti pentingnya kemampuan generasi muda dalam membaca arah pembangunan secara kritis dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan yang ditampilkan dalam film tidak dapat dipandang sebagai isu lokal semata, melainkan bagian dari tantangan pembangunan yang dihadapi bangsa secara lebih luas.

“Persoalan yang ditampilkan dalam film ini bukan sekadar isu lokal, melainkan gambaran tentang bagaimana pembangunan harus selalu mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan lingkungan. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan melihat persoalan hari ini dalam konteks masa depan agar mampu melahirkan solusi yang lebih berkeadilan,” jelasnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh Bung Wawan Leak, Senator ProDEM sekaligus Eksponen 80-an. Ia mengajak mahasiswa untuk terus menjaga keberpihakan terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini kurang mendapatkan ruang dalam narasi pembangunan nasional.

“Bangsa yang besar bukan bangsa yang hanya membangun gedung-gedung tinggi, tetapi bangsa yang mampu mendengar suara masyarakat di pinggiran. Film ini mengingatkan kita bahwa kemajuan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap martabat manusia dan hak-hak masyarakat adat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Sosial Budaya dan Islam Nusantara UNUSIDA, M. Idham Kholiq, S.Sos., M.AP., memberikan perspektif mengenai pentingnya menjaga identitas budaya masyarakat adat sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia. Menurutnya, kehilangan ruang hidup bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga berkaitan dengan hilangnya memori kolektif dan pengetahuan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Ketika suatu komunitas kehilangan ruang hidupnya, yang hilang bukan hanya tanah secara fisik, tetapi juga memori kolektif, pengetahuan lokal, dan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi. Karena itu, menjaga keberlanjutan budaya sama pentingnya dengan menjaga keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta yang menyoroti isu lingkungan, hak masyarakat adat, pembangunan berkelanjutan, hingga peran generasi muda dalam menghadapi tantangan sosial kontemporer. Melalui forum tersebut, mahasiswa diajak untuk tidak hanya menjadi penonton atas berbagai persoalan bangsa, tetapi juga menjadi bagian dari solusi melalui penguatan literasi, riset, advokasi, dan aksi sosial yang konstruktif.

 

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Narasumber Workshop Public Speaking & Personal Branding Amanda Nadzario, S.Sos., saat menyampaikan materi kepada mahasiswa (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Workshop Public Speaking & Personal Branding, Dorong Mahasiswa Berani Tampil dan Berkembang

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berkolaborasi bersama Yuesby.id Community, Komite Musik Dekesda Sidoarjo, dan Darma Charis sukses menyelenggarakan Workshop Public Speaking & Personal Branding bertema ‘Speak, Shine, and Stand Out!’, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengembangan diri bagi mahasiswa dan generasi muda agar lebih percaya diri dalam berkomunikasi serta mampu membangun citra diri yang positif di era digital.

Workshop menghadirkan Amanda Nadzario, S.Sos., seorang MC, TV Presenter, dan Content Creator, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Amanda membagikan pengalaman seputar dunia public speaking, cara membangun personal branding, hingga pentingnya keberanian untuk tampil dan menunjukkan potensi diri di ruang publik maupun media sosial.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, praktik public speaking, serta berbagi pengalaman dari narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mahasiswa selama workshop berlangsung.

Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA, M. Rafly Afandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa dalam menghadirkan ruang pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai komunitas yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami berharap teman-teman mahasiswa bisa lebih berani berbicara, lebih percaya diri menunjukkan potensinya, dan mampu menjadi pribadi yang tidak hanya terlihat, tetapi juga memiliki nilai bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa workshop ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi diharapkan mampu menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan aktif membangun kapasitas diri.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., turut memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara komunitas profesional dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, mempertemukan praktisi dengan pemula merupakan langkah penting untuk membuka ruang belajar yang lebih luas dan aplikatif.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah bagi komunitas-komunitas kreatif di Sidoarjo untuk saling mengenalkan bidang dan potensi masing-masing, mulai dari musik, konten kreator, fotografi, hingga berbagai bidang kreatif lainnya.

“Acara hari ini adalah acara belajar. Tidak hanya peserta, tetapi seluruh panitia dan pihak yang terlibat juga sedang belajar bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk aktif selama workshop berlangsung agar ilmu yang diberikan dapat benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mahasiswa harus mampu meningkatkan kepercayaan diri, memperkuat kemampuan komunikasi, dan membangun personal branding yang positif sebagai bekal menghadapi dunia akademik maupun profesional,” tuturnya.

BEM UNUSIDA Lanjutkan Safari Ormawa, Konsolidasi Strategis Bersama Ormawa Fakultas Teknik (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Safari Ormawa, Bangun Konsolidasi Strategis Bersama Ormawa di Tingkat Fakultas

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali melanjutkan agenda Safari Organisasi Mahasiswa (Ormawa) melalui konsolidasi strategis di lingkungan Fakultas Teknik. Kegiatan yang berlangsung di Kedai Ahmed 4 pada Ahad (10/5/2026) ini menjadi ruang penyamaan perspektif mengenai arah gerakan organisasi kemahasiswaan yang lebih adaptif, kolaboratif, serta berorientasi pada dampak nyata bagi mahasiswa.

Agenda tersebut mempertemukan delegasi BEM UNUSIDA dengan jajaran organisasi mahasiswa Fakultas Teknik, mulai dari BEM Fakultas Teknik, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK), hingga Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL). Konsolidasi ini difokuskan pada penjaringan aspirasi sekaligus penguatan fondasi organisasi menuju tata kelola yang lebih modern, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Wakil Presiden Mahasiswa UNUSIDA, Alvin Dwi Yunianto, yang memimpin langsung jalannya forum, memberikan apresiasi terhadap kultur solidaritas yang telah tumbuh kuat di lingkungan Fakultas Teknik.

“Saya sangat salut dengan kesolidaritasan kawan-kawan Fakultas Teknik yang sangat antusias hadir berjumpa bersama. Harapannya, solidaritas ini terus bertahan dan tetap menjadi ciri khas Fakultas Teknik. Namun, kita juga harus mulai beradaptasi dan bergerak lebih masif dalam pergerakan digital,” tegas Alvin.

Dalam forum tersebut, Mahasiswa Prodi Manajemen tersebut menekankan pentingnya reformasi pola pikir kepengurusan di tingkat fakultas. Organisasi mahasiswa didorong untuk tidak lagi menjalankan program kerja yang bersifat eksklusif dan terbatas pada lingkup internal, melainkan mampu menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan mahasiswa secara umum serta memberikan manfaat yang terukur.

Selain itu, transformasi digital menjadi salah satu poin utama pembahasan. Organisasi mahasiswa dinilai perlu memperkuat eksistensi dan pola komunikasi publik melalui optimalisasi media sosial sebagai bagian dari indikator organisasi modern yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi saat ini.

Menurut Alvin, organisasi mahasiswa saat ini dihadapkan pada tantangan baru yang menuntut kemampuan adaptasi lebih cepat, khususnya dalam membangun komunikasi organisasi yang efektif, terbuka, dan mampu menjangkau audiens lebih luas melalui platform digital.

Sementara itu, Gubernur BEM Fakultas Teknik, Marendra Firdaus Putra, menyampaikan apresiasi atas inisiatif konsolidasi yang dilakukan BEM tingkat universitas. Ia menyambut positif gagasan modernisasi organisasi mahasiswa di UNUSIDA.

Ia menilai, agenda seperti Safari Ormawa menjadi wadah penting untuk membangun komunikasi antarlembaga kemahasiswaan sekaligus memperkuat sinergi program kerja antara organisasi di tingkat universitas dan fakultas.

“Kami menyambut dengan sangat baik Safari Ormawa ini. Harapannya, ruang-ruang pertemuan dan konsolidasi seperti ini dapat lebih sering dilaksanakan ke depannya,” ungkap Marendra.

Senada, Ketua HMTL UNUSIDA, Gilang Ramadhani Kurniawan. Menurutnya, penguatan gerakan digital menjadi kebutuhan penting bagi organisasi mahasiswa, tidak hanya untuk membangun eksistensi organisasi, tetapi juga sebagai sarana publikasi kegiatan akademik dan pengembangan citra program studi.

“Di Teknik Lingkungan, kami juga mulai mengupayakan gerakan digital dengan mendokumentasikan berbagai kegiatan akademik maupun praktikum, seperti aktivitas di Laboratorium Kualitas Lingkungan. Selain menjadi media dokumentasi, hal tersebut juga dapat menjadi sarana promosi program studi dan memperlihatkan eksistensi kegiatan mahasiswa kepada masyarakat luas,” jelas Gilang.

Lebih lanjut, Alvin menegaskan bahwa Safari Ormawa merupakan bagian dari komitmen BEM UNUSIDA dalam membangun ekosistem organisasi mahasiswa yang sehat, progresif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Melalui berbagai masukan yang muncul dalam forum ini, pihaknya berharap terbentuk pola gerakan organisasi mahasiswa yang lebih terbuka terhadap perubahan, mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal, serta memiliki orientasi program yang jelas dan berkelanjutan.

Selain itu, Safari Ormawa ini juga diharapkan mampu menghasilkan output strategis berupa peningkatan kualitas komunikasi antarlembaga mahasiswa, penguatan budaya kolaborasi, serta lahirnya program kerja yang lebih berdampak bagi mahasiswa maupun masyarakat. Dengan demikian, organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi ruang administrasi kepengurusan, tetapi juga wadah pengembangan kapasitas, inovasi, dan kepemimpinan generasi muda.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh organisasi mahasiswa di lingkungan UNUSIDA memiliki ruang untuk bertumbuh bersama, saling bertukar gagasan, dan bergerak dalam visi yang sama. Organisasi yang kuat lahir dari komunikasi yang terbuka, solidaritas yang terjaga, serta keberanian untuk terus beradaptasi,” pungkasnya.

Sebagai bagian dari visi pembangunan organisasi berkelanjutan, agenda Safari Ormawa BEM UNUSIDA akan terus dilaksanakan secara bertahap di berbagai fakultas. Melalui konsolidasi tersebut, diharapkan sinergi antar lembaga kemahasiswaan semakin terukur, iklim organisasi kampus menjadi lebih adaptif dan modern, serta gerakan mahasiswa UNUSIDA mampu menghadirkan kontribusi yang relevan bagi perkembangan kampus dan masyarakat luas.

Penulis: Muchammad Waziruddin

BEM UNUSIDA dan Yayasan Omni Indonesia Gelar OLC Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM UNUSIDA dan Yayasan Omni Indonesia Gelar Olimpiade Omni Local Competition Tingkat Pelajar di Sidoarjo

SIDOARJO — Semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 diwujudkan melalui penyelenggaraan Olimpiade Omni Local Competition (OLC) Sidoarjo yang berlangsung di Lantai 5 Gedung A Kampus II UNUSIDA, Ahad (10/05/2026) . Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Pendidikan Omni Indonesia dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).

OLC Sidoarjo menjadi bagian dari rangkaian program yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi BEM UNUSIDA dalam memperingati Hardiknas 2026 sekaligus menghadirkan ruang kompetisi akademik yang inklusif bagi pelajar lintas jenjang pendidikan. Melalui ajang ini, penyelenggara berupaya mendorong budaya belajar, daya saing, serta pengembangan potensi akademik peserta sejak usia dini.

Staf Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi BEM UNUSIDA, Muhammad Ali Akbar Rafsanjani menegaskan bahwa OLC bukan sekadar ajang perlombaan akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter, keberanian, dan budaya belajar generasi muda.

“Momentum Hardiknas harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Melalui OLC ini, kami ingin menghadirkan ruang yang mampu menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, dan budaya kompetitif yang sehat bagi pelajar sejak dini. Pendidikan hari ini membutuhkan ekosistem yang mendukung potensi peserta didik agar mampu berkembang secara adaptif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia yang juga menjadi koordinator kegiatan, menambahkan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan organisasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan akademik yang berkualitas.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan juga memberikan pengalaman nyata tentang pentingnya kontribusi generasi muda dalam pembangunan sumber daya manusia. Dalam momentum Hardiknas 2026, kegiatan seperti OLC diharapkan mampu memperkuat budaya belajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, dan semangat inovasi.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar secara langsung bagaimana membangun ruang pendidikan yang kolaboratif dan berdampak. Ini bukan hanya tentang perlombaan, tetapi bagaimana menciptakan semangat belajar yang positif bagi generasi muda,” jelasnya.

Pelaksanaan lomba kali ini dibagi ke dalam berbagai kategori berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk tingkat TK/RA, peserta berkompetisi pada bidang Berhitung dan English. Sementara untuk tingkat SD/MI kelas 1–2, lomba meliputi Matematika dan English. Pada tingkat SD/MI kelas 3–4 serta kelas 5–6, kategori yang diperlombakan mencakup Matematika, IPA, dan English. Adapun untuk jenjang SMP/MTs, peserta diuji melalui kompetisi Matematika, IPA, dan English.

Ragam kategori tersebut menunjukkan komitmen penyelenggara dalam menyediakan ruang pengembangan kemampuan akademik yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik di setiap fase pendidikan.

Kegiatan OLC Sidoarjo juga menjadi perhatian tersendiri karena telah terkurasi di Pusat Prestasi Nasional (PUSPERNAS). Status tersebut memberikan legitimasi akademik sekaligus menjadi motivasi tambahan bagi peserta untuk terus mengembangkan kompetensi mereka di bidang pendidikan.

Momentum Hardiknas 2026 dipilih sebagai pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya dimaknai sebagai peringatan seremonial. Sinergi antara lembaga pendidikan, tenaga pendidik, peserta didik, serta orang tua menjadi kunci dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Melalui OLC, peserta didorong untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai semata, melainkan juga pada pembentukan karakter, kreativitas, serta semangat inovasi. Hal ini sejalan dengan semangat Hardiknas yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi unggul.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memperkuat budaya belajar yang lebih holistik,” kata salah satu pengurus Yayasan Pendidikan Omni Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Yayasan Pendidikan Omni Indonesia secara langsung menyerahkan penghargaan kepada para peserta berprestasi. Dengan mengusung nilai pendidikan yang inklusif dan kolaboratif, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak ruang pembelajaran yang progresif, adaptif, dan berdaya saing di masa depan.

Musyawarah Besar Aliansi BEM Delta Sidoarjo di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Sukses Jadi Tuan Rumah Musyawarah Besar Aliansi BEM Delta Sidoarjo, Tegaskan Komitmen Pemimpin Muda

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menjadi tuan rumah Musyawarah Besar BEM Delta Sidoarjo Aliansi BEM Delta Sidoarjo di Auditorium Lt. 5 UNUSIDA pada (25/02/2026). Mengusung tema ‘Muda, Berani, Berubah: Menuju Sidoarjo Berdaya’, forum ini menjadi momentum strategis dalam menentukan arah gerak kolektif mahasiswa lintas kampus di Kabupaten Sidoarjo.

Musyawarah besar tidak hanya dimaknai sebagai agenda formal organisasi, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi ide, evaluasi kinerja, serta perumusan peta jalan gerakan mahasiswa ke depan yang lebih sistematis, progresif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Muhammad Azmi, Sekretaris Aliansi BEM Delta Sidoarjo Periode 2024–2025. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa keberlanjutan organisasi terletak pada kematangan proses kaderisasi dan konsistensi nilai perjuangan.

“Aliansi ini dibangun atas dasar kolaborasi, bukan dominasi. Kepemimpinan baru harus mampu merangkul seluruh kampus serta memastikan semangat kolektif tetap terjaga,” ujarnya, sembari menekankan pentingnya integritas dan transparansi dalam estafet kepemimpinan.

Presiden Mahasiswa UNUSIDA, M. Rafly Afandi, turut menegaskan posisi strategis mahasiswa dalam dinamika sosial daerah. Ia menyoroti pentingnya membangun gerakan yang berbasis kajian ilmiah serta responsif terhadap persoalan masyarakat.

“Mahasiswa tidak boleh terjebak dalam simbolisme gerakan. Kita harus hadir dengan analisis yang kuat, sikap yang rasional, dan keberanian untuk menyampaikan kebenaran demi kemajuan Sidoarjo,” tegasnya.

Dengan terselenggaranya Musyawarah Besar ini, Aliansi BEM Delta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk memperkuat konsolidasi mahasiswa secara berkelanjutan. Semangat Muda, Berani, Berubah tidak hanya menjadi slogan, melainkan komitmen kolektif untuk menghadirkan gerakan mahasiswa yang lebih matang, terarah, terstruktur, progresif, dan berkontribusi nyata bagi terwujudnya Sidoarjo yang berdaya, inklusif, dan berkeadilan.

Memasuki agenda inti, forum membahas dan menetapkan tata tertib persidangan sebagai fondasi mekanisme musyawarah yang demokratis, partisipatif, dan akuntabel. Proses perumusan berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan konstruktif dari delegasi sembilan kampus. Perbedaan gagasan yang muncul menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi dalam menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlanjutan aliansi.

Sidang berlanjut pada pembahasan laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya serta rekomendasi organisasi. Forum menyoroti perlunya penguatan sistem koordinasi internal, optimalisasi program kolaboratif lintas kampus, serta pembentukan tim kajian isu strategis daerah yang lebih terstruktur. Selain itu, dibahas pula pentingnya membangun relasi konstruktif dengan pemerintah daerah tanpa menghilangkan fungsi kontrol sosial mahasiswa sebagai mitra kritis yang independen.

Agenda pemilihan Koordinator Umum Aliansi BEM Delta Sidoarjo menjadi momen penting dalam musyawarah tersebut. Proses pemilihan berlangsung demokratis, tertib, dan transparan melalui mekanisme yang telah disepakati bersama. Hasil forum menetapkan Sultan Saladin Batubara, Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), sebagai Koordinator Umum Aliansi BEM Delta Sidoarjo, serta M. Rafly Afandi, Presiden Mahasiswa UNUSIDA, sebagai Sekretaris Aliansi BEM Delta Sidoarjo untuk periode kepengurusan selanjutnya.

Dalam pernyataan perdananya, Sultan menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab kolektif seluruh kampus yang tergabung dalam aliansi.

“Ini adalah komitmen bersama untuk memperkuat konsolidasi mahasiswa dan memastikan aliansi tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Seluruh perwakilan BEM yang tergabung dalam Aliansi BEM Delta Sidoarjo, yakni BEM UNUSIDA, BEM UMSIDA, BEM Universitas PGRI Delta Sidoarjo, BEM Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA), BEM STAI An-Najah Indonesia Mandiri, BEM Poltekkes Kerta Cendekia, BEM Universitas Anwar Medika, BEM IAI Al-Khoziny, serta BEM IAI YPBWI, mengikuti musyawarah dengan penuh khidmat. Kehadiran sembilan kampus tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi mahasiswa Sidoarjo tidak hanya bersifat simbolik, tetapi substantif dalam merumuskan arah gerak bersama.

Lebih lanjut, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan isu-isu strategis daerah yang relevan dengan kepentingan mahasiswa dan masyarakat. Diskusi ini menjadi fondasi awal bagi kepengurusan baru dalam menyusun agenda kerja yang responsif terhadap dinamika sosial di Kabupaten Sidoarjo.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

BEM UNUSIDA Matangkan Arah Gerak Organisasi melalui Rapat Penyusunan Program Kerja 2025–2026 (Foto: Muchammad Waziruddin/NU Delta)

Matangkan Arah Gerak Organisasi, BEM UNUSIDA Gelar Rapat Penyusunan Program Kerja 2025–2026

SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (BEM UNUSIDA) menyelenggarakan Rapat Penyusunan Program Kerja Periode 2025–2026 yang bertempat di Kedai Kopi Ahmed 4, Ahad (11/1/2025). Forum ini menjadi ruang strategis untuk mematangkan arah kebijakan, konsolidasi gagasan, serta peneguhan tata kelola organisasi mahasiswa di tingkat universitas.

Rapat berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA, M. Rafly Afandi, bersama Wakil Presma Alvin Dwi Yunianto. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran kementerian di lingkungan BEM UNUSIDA sebagai bagian dari proses awal perencanaan program kerja kepengurusan baru.

Dalam kesempatan tersebut, Presma UNUSIDA menekankan pentingnya keselarasan visi dan integrasi program antar kementerian. Menurutnya, program kerja tidak boleh dipahami sebagai agenda sektoral yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kesatuan arah gerak kolektif yang berkelanjutan.

“Program kerja BEM UNUSIDA harus menjadi rangkaian yang saling terhubung, membangun, dan berorientasi jangka panjang. Inilah semangat Sustainable Building Movement yang ingin kita wujudkan bersama,” tegas Rafly.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menegaskan bahwa keseluruhan program yang diajukan merupakan upaya BEM UNUSIDA dalam menata ulang pola kerja organisasi agar lebih adaptif, terukur, dan selaras dengan transformasi digital.

Agenda inti rapat diisi dengan pemaparan rancangan program kerja dari masing-masing kementerian secara berurutan. Setiap kementerian menyampaikan garis besar gagasan strategis yang dirancang untuk saling menguatkan, baik dalam aspek penguatan kelembagaan, pengembangan kapasitas mahasiswa, maupun perluasan dampak sosial.

Kementerian Dalam Negeri, melalui perwakilannya, memaparkan arah penguatan kapasitas organisasi mahasiswa yang difokuskan pada pembinaan berjenjang di tingkat BEM Fakultas dan Himpunan Mahasiswa Program Studi. Pendekatan ini dirancang sebagai fondasi kesinambungan tata kelola organisasi yang lebih rapi, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyampaikan inisiatif penguatan literasi sains dan intelektualitas mahasiswa yang diarahkan ke luar kampus, khususnya menyasar siswa sekolah menengah atas dan sederajat. Program ini dirancang dalam bentuk kompetisi dan ruang pengembangan sains yang kolaboratif sebagai upaya mendorong budaya berpikir ilmiah sekaligus memperkuat peran mahasiswa UNUSIDA dalam ekosistem pendidikan.

Kementerian Agama memaparkan gagasan penguatan nilai keislaman dan kebudayaan mahasiswa melalui medium seni serta ekspresi religius yang inklusif dan moderat. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informasi menegaskan fokus kerja pada pembangunan sistem media organisasi yang berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan Website Ormawa UNUSIDA sebagai bank informasi terpusat yang memuat data kelembagaan, arsip kegiatan, dokumentasi, hingga bank press release. Langkah ini diposisikan sebagai fondasi penguatan identitas dan transparansi organisasi mahasiswa di ruang digital.

Sejalan dengan itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan memaparkan program penguatan kepemimpinan perempuan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia mahasiswa yang inklusif. Adapun Kementerian Pemuda dan Olahraga menyampaikan agenda UNUSIDA Futsal Cup (UFC) sebagai program rutin tahunan yang menyasar siswa SMA dan sederajat. Selain sebagai wadah pengembangan minat dan bakat olahraga, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat branding institusi serta jejaring kepemudaan di tingkat regional.

Momentum penting dalam rapat ini ditandai dengan penyampaian produk hukum organisasi oleh Wakil Presma UNUSIDA, Alvin Dwi Yunianto yang memaparkan kerangka Peraturan Presiden Mahasiswa dan Keputusan Presiden Mahasiswa sebagai landasan normatif baru dalam tata kelola BEM UNUSIDA.

“Peraturan ini hadir bukan untuk membatasi ruang gerak, tetapi untuk memastikan setiap program dan proses berjalan secara etis, disiplin, dan akuntabel. Dengan tata kelola yang jelas, BEM UNUSIDA dapat bergerak lebih profesional dan siap menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, secara khusus Alvin membacakan dan menetapkan Peraturan Presiden Mahasiswa Nomor 1 Tahun 2026 tentang Kode Etik, Disiplin, dan Tata Kelola Pengurus BEM UNUSIDA. Peraturan tersebut memuat ketentuan umum, asas dan tujuan, kode etik serta kewajiban pengurus, pengaturan status pengurus, mekanisme pelanggaran dan sanksi, hingga ketentuan penutup.

Alvin menegaskan bahwa regulasi ini dirancang sebagai fondasi keberlanjutan organisasi yang yang ditetapkan dan mulai diberlakukan pada hari yang sama sebagai bentuk komitmen awal kepengurusan periode 2025–2026.

“Rapat Kerja ini menjadi tonggak awal konsolidasi ide dan peneguhan arah gerak BEM UNUSIDA, kami berharap mampu menghadirkan organisasi mahasiswa yang berkelanjutan, adaptif terhadap transformasi digital, serta konsisten memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika UNUSIDA,” pungkasnya.

Penulis:  Muchammad Waziruddin (MY)

Rapat Koordinasi BEM UNUSIDA Masa Khidmat 2025-2026 (Foto: BEM UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Rapat Koordinasi Perdana, Menata Gerak Kolektif Menuju Sustainable Building Movement

SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi mengawali masa bakti kepengurusan periode 2025–2026 melalui rangkaian Pelantikan Raya Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UNUSIDA yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (24/12/2025) lalu.

Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Perdana BEM UNUSIDA yang berlangsung di Ruang 409 Kampus 2 UNUSIDA sebagai penanda dimulainya kerja kolektif Ormawa tingkat universitas.

Rapat koordinasi perdana ini dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA periode 2025–2026, M. Rafly Afandi, didampingi Wakil Presiden Mahasiswa UNUSIDA, Alvin Dwi Yunianto. Forum berlangsung khidmat dan substantif, menghadirkan semangat awal untuk menyatukan visi, menyelaraskan arah kerja, serta memperkuat konsolidasi antarkementerian dalam struktur BEM UNUSIDA.

Dalam pemaparannya, Presma Rafly memperkenalkan visi Kabinet Reformist BEM UNUSIDA, yakni Sustainable Building Movement. Visi ini dimaknai sebagai gerakan membangun organisasi mahasiswa yang berkelanjutan, adaptif, serta bertumpu pada daya kolektif. Ia menegaskan bahwa misi utama kabinet adalah mewujudkan organisasi yang berorientasi pada kerja kolektif sekaligus membudayakan proses belajar yang berkelanjutan sebagai fondasi penguatan kapasitas kader dan institusi.

“Rapat koordinasi perdana ini menjadi ruang awal konsolidasi ide dan energi, sekaligus menegaskan komitmen BEM UNUSIDA periode 2025–2026 untuk bergerak secara terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan semangat Sustainable Building Movement, BEM UNUSIDA meneguhkan langkahnya dalam membangun organisasi mahasiswa yang relevan, progresif, dan berdampak nyata bagi sivitas akademika serta masyarakat,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (30/12/2025).

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa Alvin Dwi Yunianto menyampaikan refleksi kritis terkait tantangan menurunnya minat mahasiswa dalam berorganisasi. Ia menegaskan bahwa BEM UNUSIDA bukanlah organisasi profit, melainkan ruang pengabdian dan pembelajaran bersama. Oleh karena itu, energi kolektif yang dibangun melalui komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi harus menjadi napas utama gerak organisasi. Ia juga memberikan penguatan moral kepada pengurus yang belum memiliki pengalaman kepemimpinan di tingkat fakultas, seraya menekankan bahwa kualitas diri dapat terus diasah melalui proses dan komitmen.

Dalam forum tersebut juga disampaikan rencana penguatan tata kelola organisasi. BEM UNUSIDA berkomitmen melaksanakan rapat koordinasi minimal satu kali setiap bulan, menggelar rapat kerja pra-sinkronisasi program kerja yang difasilitasi oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UNUSIDA, serta merancang sistem meritokrasi hingga ke BEM tingkat fakultas dan Himpunan Mahasiswa Program Studi guna mendukung mobilisasi massa dan penguatan jejaring organisasi.

Rapat kemudian berlanjut dengan sesi brainstorming internal masing-masing kementerian untuk merumuskan rancangan awal program kerja. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengusulkan program penguatan kapasitas mahasiswa melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan, konten edukasi isu-isu aktual, serta gerakan EduTech Go To School Movement sebagai bentuk kontribusi nyata di sektor pendidikan.

Kementerian Sosial, Politik, dan Hukum serta Hak Asasi Manusia mengajukan forum pendidikan politik sebagai ruang literasi demokrasi mahasiswa. Kementerian Pemberdayaan Perempuan merancang program woman leadership inspiratif untuk mendorong peran dan kepemimpinan perempuan di lingkungan kampus. Sementara itu, Kementerian Ekonomi Kreatif mengusulkan penyelenggaraan bazar sebagai wadah pengembangan kewirausahaan mahasiswa, dan Kementerian Dalam Negeri mengajukan program sosialisasi kode etik serta standar operasional prosedur organisasi mahasiswa ke BEM tingkat fakultas.

Di bidang eksternal, Kementerian Luar Negeri merancang agenda studi banding serta forum diskusi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kabupaten Sidoarjo yang tergabung dalam Forum BEM DELTA. Kementerian Agama mengusulkan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an sebagai ruang penguatan spiritualitas mahasiswa, sedangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga merencanakan kompetisi olahraga, salah satunya UNUSIDA Futsal Cup, sebagai medium kebersamaan dan sportivitas.

Penulis: Muchammad Waziruddin

Pelantikan Raya Pengurus Ormawa UNUSIDA Periode 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Ormawa UNUSIDA 2026 Resmi Dilantik, Rektor Tekankan Jadi Laboratorium Kepemimpinan dan Prestasi Mahasiswa

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) periode 2026 resmi dilantik pada Rabu, (24/12/2025). Pelantikan ini meliputi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas, Ketua BEM Fakultas, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi), serta Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UNUSIDA.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa. Kegiatan ini menandai dimulainya masa bakti pengurus Ormawa UNUSIDA 2026 yang diharapkan mampu membawa organisasi mahasiswa semakin profesional, kolaboratif, dan berdampak.

Pelantikan Ormawa ini merupakan rangkaian akhir dari proses demokrasi kampus melalui Pemilu Raya (Pemira) Ormawa UNUSIDA, yang telah dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan partisipatif beberapa waktu yang lalu. Melalui Pemira, mahasiswa UNUSIDA diberi ruang untuk menentukan pemimpin organisasinya sebagai wujud praktik demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang bermakna dan membanggakan bagi UNUSIDA. Berbagai capaian institusional dan prestasi mahasiswa menjadi bukti bahwa pengelolaan akademik dan kemahasiswaan berjalan secara sistematis dan produktif.

“UNUSIDA berhasil meraih berbagai pengakuan nasional, mulai dari Anugerah Pendidikan Nahdlatul Ulama, capaian Sistem Informasi Kinerja Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) pada klaster baik, hingga masuk kelompok perguruan tinggi berprestasi nasional. Ini bukan prestasi yang dibeli, melainkan hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika,” ungkapnya.

Rektor menekankan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari peran strategis organisasi kemahasiswaan sebagai motor penggerak prestasi, penguatan karakter, serta pengembangan kepemimpinan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Ormawa periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun kehidupan kemahasiswaan yang aktif dan produktif. Kepada pengurus Ormawa yang terpilih melalui Pemira, ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah moral dan tanggung jawab kepemimpinan.

“Pengurus Ormawa adalah wajah mahasiswa UNUSIDA. Kalian diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak perubahan, serta tampil sebagai generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, kuat secara spiritual, dan berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fatkul Anam menyebut organisasi kemahasiswaan sebagai laboratorium kepemimpinan, etika demokrasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia mendorong pengurus Ormawa ke depan untuk menjadi mitra strategis universitas dengan menghadirkan program-program yang kreatif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kampus maupun masyarakat.

Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, persatuan, dan budaya akademik yang sehat di lingkungan organisasi. Menurutnya, pengurus Ormawa harus menjadi contoh kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas di tengah dinamika kehidupan mahasiswa.

Ia mendorong agar seluruh elemen organisasi mahasiswa dapat bersinergi menjadi mitra strategis universitas dalam penguatan prestasi akademik maupun non-akademik, pengembangan karakter kepemimpinan, serta peningkatan kualitas kehidupan kemahasiswaan.

Selain itu, ia menekankan Ormawa UNUSIDA harus mampu menghadirkan program-program yang inovatif, menjaga etika dan budaya akademik, serta berperan aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Organisasi mahasiswa juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, demokrasi, dan pengembangan potensi diri bagi seluruh mahasiswa.

“Kita membutuhkan organisasi mahasiswa yang adaptif terhadap tantangan zaman, tetapi tidak kehilangan jati diri keilmuan dan nilai-nilai luhur kampus,” pungkasnya.

Pelantikan Ormawa UNUSIDA 2026 ini sekaligus menjadi awal komitmen bersama untuk melanjutkan estafet kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas, adaptif terhadap tantangan zaman, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keilmuan serta keislaman khas Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

Pengurus Ormawa UNUSIDA Periode 2025 Resmi Demisioner (Foto: Humas UNUSIDA)

Pengurus Ormawa UNUSIDA Tahun 2025 Resmi Demisioner, Pesankan Regenerasi dan Semangat Baru Kepemimpinan

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi memasuki masa demisioner seiring berakhirnya kepengurusan periode 2025. Pendemisioneran ini dihadiri oleh seluruh jajaran ketua Ormawa UNUSIDA periode tahun 2025, mulai dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas, Ketua BEM Fakultas, Ketua Himaprodi, dan Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UNUSIDA, Rabu (24/12/2025).

Presiden BEM UNUSIDA Tahun 2025, M. Burhanuddin Robbani, S.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan universitas, jajaran kemahasiswaan, serta seluruh civitas akademika yang telah membersamai perjalanan Ormawa selama satu periode kepengurusan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) yang telah menyelenggarakan seluruh rangkaian Pemilu Raya (Pemira) hingga pelantikan Ormawa secara demokratis dan kondusif. Menurutnya, momentum ini menjadi penanda penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa menuju Ormawa UNUSIDA periode 2026.

“Kepemimpinan akan berhasil jika ada keberlanjutan. Regenerasi adalah kunci agar organisasi terus hidup dan melompat lebih tinggi dari periode sebelumnya,” ujarnya.

Buhan menekankan bahwa wajah-wajah baru pengurus Ormawa periode 2026 harus hadir dengan semangat baru, keberanian bersuara, dan komitmen menjaga nama baik universitas. Ia mengingatkan agar dinamika dan tantangan yang terjadi pada periode sebelumnya tidak terulang, melainkan dijadikan bahan evaluasi bersama.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran Ormawa dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia UNUSIDA, termasuk kontribusi dalam mengenalkan kampus kepada calon mahasiswa baru.

“Ormawa tidak hanya bertugas menjalankan program kerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membesarkan UNUSIDA, salah satunya melalui peran aktif dalam menarik dan menginspirasi calon mahasiswa baru,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPM UNUSIDA Tahun 2025, Muhammad Birrul Alim menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh Ormawa periode 2025 atas segala kekurangan selama menjalankan amanah organisasi. Ia berharap kepengurusan selanjutnya mampu membawa Ormawa UNUSIDA semakin gemilang.

Birrul menegaskan bahwa jabatan bukanlah segalanya dalam organisasi, melainkan kontribusi nyata dan dedikasi yang akan meninggalkan jejak kebermanfaatan. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk terus menjaga solidaritas dan merawat organisasi dengan semangat kebersamaan, diibaratkan seperti pohon yang kuat karena akarnya kokoh, batangnya teguh, dan daunnya saling melindungi.

“Tidak terpilih dalam kontestasi bukan berarti tidak bisa berkontribusi. Organisasi membutuhkan orang-orang yang bergerak, bukan hanya menunggu jabatan,” tegasnya.

Dengan berakhirnya masa kepengurusan Ormawa UNUSIDA 2025, diharapkan kepemimpinan mahasiswa periode 2026 mampu melanjutkan estafet perjuangan, menghadirkan program yang berdampak, serta memperkuat peran Ormawa sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, demokrasi, dan pengabdian bagi mahasiswa UNUSIDA.